Tujuh Alasan Amerika Serikat Akan Kalah Jika Menyerang Iran

Adam Lowther, analis Pertahanan Amerika Serikat, mengemukakan tujuh alasan pertimbangan AS tidak menyerang Iran. Ini tujuh alasan dari anggota analis pertahanan AS di Universitas Angkatan Darat Amerika tersebut.

Superjenderal dari Teheran

1. Iran punya kapabilitas militer yang mumpuni untuk menghadapi Amerika Serikat dalam beberapa dekade ini. Iran tidak seperti negara-negara bekas invasi AS, seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afganistan, atau Irak. Militer Iran jauh lebih kompeten dan memiliki kemampuan. Iran juga berpengalaman dalam mempelajari taktik dan strategi AS melalui pengamatannya selama perang Irak satu dekade ini.


Iran adalah negara berbahaya dan bisa menyerang dengan stok rudalnya yang lumayan banyak. Israel telah melihat kemampuan serangan rudal Iran selama perang Jalur Gaza pada 2008/2009 dan Perang Lebanon pada tahun 2006. dan Tidak ada yang bisa memprediksi gerakan dan respon Iran yang kadang tidak terduga.

photo QUDS Pasukan Khusus Iran

Angkatan laut Iran punya keterampilan laut yang baik dalam pertempuran litoral dan mempunyai kemampuan untuk menutup Selat Hormuz untuk waktu yang cukup lama. Penutupan Selat Hormuz ini dapat menjadi posisi tawar yang tinggi atas diberlakukannya sanksi ekonomi terhadap Iran. Dampak paling signifikan atas penutupan Selat Hormuz adalah naiknya harga minyak dunia.

gambar Marinir Iran

2. Tidak seperti Irak, Angkatan Darat Iran dan Korps Pengawal Revolusi Iran tidak akan meletakkan senjatanya pada serangan awal. Menurut Lowther, Iran banyak belajar dari Irak dan Afganistan tentang bagaimana mengalahkan AS. Iran tidak akan menyerah begitu saja pada serangan pertama dari AS.

Photo Sniper Pasukan Khusus negara Iran

3. Kementerian Intelejen Iran merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kementerian Iran terbukti dapat mengatasi kelompok-kelompok yang bersifat anti-Iran selama 3 tahun terakhir. Bahkan baru-baru ini Pengadilan Revolusioner Iran menjatuhi hukuman mati kepada seorang pria keturunan Iran-Amerika Serikat karena terbukti menjadi mata-mata CIA, dinas rahasia Amerika Serikat.

Satuan Pasukan Khusus Angkatan Darat Iran

4. Gerakan Perlawanan Hizbullah kemungkinan besar dapat membantu perlawanan Iran terhadap AS. Menurut Lowther, Hizbullah dapat memainkan peranan penting bagi Iran untuk memberikan perlawanan bagi AS. Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, memperingatkan bahwa apa pun yang dilakukan Israel atau Amerika Serikat secara militer pada fasilitas nuklir Iran akan mengarah pada perang dengan melibatkan banyak pihak.

“Saya tidak mengancam, tapi setiap orang yang punya perasaan dapat melihat bahwa serangan Israel-AS terhadap Iran atau keterlibatan militer di Suriah akan mengarah pada perang regional,” kata Nasrallah di selatan Beirut, November 2011.

garda-revolusi

5. Iran mempunyai kemampuan yang mengesankan dalam perkembangan dunia maya. Lowther menulis serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran kemungkinan akan berlanjut. Peretas alias hacker Iran mungkin akan menargetkan data penting di sektor publik dan swasta, yang dapat mematikan sistem dan data.

Tentara Iran

6. Militer AS layak untuk beristirahat, terlebih setelah hampir satu dekade terus berperang. Soalnya, sudah satu dekade ini AS berperang dengan Irak dan Afganistan. Joseph Stiglitz, peneliti AS, berpendapat, perang ini menjebak AS ke dalam krisis ekonomi dan terbenam dalam lilitan utang akibat biaya militer yang amat tinggi.

milisi-syiah

7. Serangan AS atas Iran akan membawa AS ke dalam perang yang lebih besar. Akibatnya, sulit bagi AS melakukan istirahat dan perbaikan.

Pada akhirnya, Lowther menyarankan AS untuk menimbang kembali semua pilihan sebelum beralih kepada konflik militer.

Said Aqil Siradj Menabrak Fatwa Pendiri NU tentang Syiah ? KH. Hasyim Asyari Telah Fatwakan Syi’ah Sesat Sebelum Berkembang di Indonesia ?

Fatwa NU 1

Mendiang Gus Dur pernah berkata NU=Syiah minus Imamah. Di kesempatan lain Gus Dur juga pernah menyatakan bahwa NU itu lebih Syiah daripada Syiah itu sendiri.

Fatwa NU 3Di Syi’ah sendiri ada oknum takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada oknum takfirinya.

Perlakuan beberapa gelintir orang tidak bisa mewakili semuanya, bahkan pendapat segelintir ulama itu sendiri tidak serta mewakili semuanya.

Apalagi dalam Syi’ah, ijtihad yang di ambil adalah ijtihad terbaru dari Marja’i taqlid yang masih hidup, dalam syi’ah pintu ijtihad selalu terbuka. Khomeini yang sudah meninggal dunia hanya berijtihad pada masa nya.

KH. Hasyim Asyari Telah Fatwakan Syi'ah Sesat Sebelum Berkembang di Indonesia

Bedanya di Iran atau di mazhab Syiah itu lembaga ulama lebih terstruktur sehingga dikenal ada istilah ulama marja dan sebagainya, beda dengan di Sunni yang lebih banyak corak pada pola berpikirnya.

Banyaknya kaum muslimin yang belum mengenal dan mengerti mazhab Syiah, terutama tentang pemikiran ulama-ulamanya itu disebabkan karena kurangnya interaksi mereka dengan buku-buku dan pemikiran-pemikiran Syiah.

Karenanya alangkah baiknya, saran saya, lembaga-lembaga keagamaan Syiah mengirimkan buku-buku mereka ke organisasi-organisasi Sunni dan menyatakan, ini lho karya-karya kami, bahkan kalau perlu membuat perpustakaan-perpustakaan yang berisi kitab-kitab Syiah yang mudah diakses masyarakat Sunni.

Sehingga antara kedua mazhab ini bisa saling berinteraksi, tukar wawasan dan saling bersinergi, sehingga kemungkinan bersitegang itu bisa diminimalisir.

Syi’ah menyatukan kekuasaan politik dengan agama, menjalankan kekuasaan spiritual sekaligus duniawi

Kemenangan revolusi Islam di Iran adalah pelajaran bagi negara-negara tertindas, bahwa mereka bisa memperjuangkan haknya jika bersatu. Republik Islam Iran adalah contoh, bahwa sunnah dan modernitas bisa diselaraskan, nasionalisme dan islamisme bisa disinkronkan, bahwa negara Islampun bisa mencapai kemajuan sains dan tekhnologi.

Garis pemikiran, politik dan sosial Imam Khomeini sebagai peta jalan bangsa Iran untuk meraih tujuan-tujuan besarnya seperti keadilan, kemajuan dan kekuatan.

Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu, artinya Imam Khomeini ra mampu membawa Islam dari sudut kamar, pesantren dan masjid ke tengah masyarakat dan dunia serta menyatukan kembali agama dan politik.

Iran telah merontokkan propaganda Barat, bahwa seorang muslim harus identik dengan kejumudan dan keterbelakangan, dan harus bergantung pada kemajuan tekhnologi Barat. Iran telah mengajarkan pada dunia, bahwa kebebasan dan kemandirian harus diraih, karena itu satu-satunya solusi paling efektif untuk menghantam musuh. Karena itu semua proyek dan agenda Barat saat ini, adalah agar negara-negara tertindas menjauhi bahkan memusuhi Iran

Kemenangan revolusi Islam Iran telah mengubah peta geopolitik udunia. Kemenangan tersebut diraih oleh persatuan umat Islam di Iran. Kediktatoran dapat diruntuhkan oleh persaudaraan dan kebersamaan. AS dan Barat tidak mampu menghalangi kemajuan Iran yang didapatnya dengan persatuan, karena itu mereka harus menempuh taktik pecah belah. Persatuan adalah harga mati bagi kemajuan Islam dimasa depan.

Kemenangan revolusi Islam Iran adalah gerakan Islam terbesar abad ini yang memberi pengaruh besar pada kebangkitan di dunia Islam

Pendiri NU Mensesatkan Syiah, Ketua NU Sekarang Sebut Syiah Tidak Sesat

Rabu, 12 Syawwal 1433 H / 29 Agustus 2012 09:43 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai aliran Islam Syiah secara umum bukan merupakan aliran sesat.

“Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Menurut dia, Syiah merupakan salah satu sekte Islam yang sudah ada sejak 14 abad lalu. Sekte ini pun ada di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia.

“Pusatnya memang di Iran,” ujar Said.

Ihwal fatwa haram dan sesat yang dikeluarkan ulama di Sampang, Said menjelaskan, fatwa tersebut ditujukan oleh ulama di sana untuk aliran Syiah yang diusung Tajul Muluk.

“Yang sesat itu aliran Tajul Muluk, Syiah-nya Tajul Muluk. Bukan Syiah secara keseluruhan,” ucapnya.

Almarhum Gus Dur[1] dulu pernah mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah. Bukan tanpa alasan statemen itu dilontarkan, memang NU dan Syiah secara budaya memiliki banyak kesamaan. Di Indonesia pendakwah ajaran Islam tak dapat dipastikan apakah Sunni atau Syiah yang datang terlebih dahulu, sebagaimana madzhab leluhur para habib di Hadramaut yang masih diperdebatkan apakah Sunni, Syiah atau bahkan membuat madzhab sendiri.

.

Karena itulah budaya, simbol-simbol Syiah melekat kuat dengan budaya Sunni di Indonesia. Kecintaan akan keluarga Nabi saw melekat dengan erat, di antaranya; pujian, tawasulan pada para imam Syiah termaktub dalam syair-syair, tarian, dll; hikayat dan cerita kepahlawanan keluarga Nabi saw; tradisi-tradisi yang mirip dengan budaya Syiah, seperti tabot, tahlil arwah hari ke-n, rabo wekasan, primbon, larangan berhajat di bulan suro; istilah-istilah keagamaan, dsb seperti syuro, kenduri, bahkan penamaan hal-hal berbau (maaf) seks pun dengan nama keluarga nabi, seperti tongkat Ali atau rumput Fatimah (padahal kalau menyesuaikan nama aslinya seharusnya terjemahnya adalah tangan Maryam). [2]

.

NU sebagai salah satu mainstream Sunni di Indonesia menghormati, mengagungkan dan mentaati keturunan Nabi saw, demikian halnya dengan Syiah, bahkan jika mereka berbuat salah pun mereka tetap menaati dan tunduk karena takut kualat, dan sebagainya. Ingat skandal habib pemimpin majelis terbesar kedua di Jakarta?. NU mengenang dan membacakan manaqib para leluhur guru, kyai-kyai mereka dan mengadakan haul kewafatan mereka. Begitu juga dengan Syiah

.

Dalam mengatasi ayat-ayat mutasyabihat berkenaan dengan Tuhan, kedua golongan ini sama-sama menakwilkan sesuai dengan posisi Tuhan, bukan memakai arti lahiriah ayat tersebut. Jika dalam NU ada saudara mereka yang meninggal, mereka mendoakannya dalam acara tersendiri, tahlilan. Begitu juga dengan Syiah. NU mengajarkan kebolehan tawasul dengan orang-orang ‘suci’ mereka, begitu pula dengan Syiah. NU menganggap orang-orang suci mereka tetap hidup meski sudah meninggal dan menziarahi kuburan mereka untuk bertawasul dan bertabarruk. NU mengenal tabaruk dengan benda-benda peninggalan atau pemberian orang ‘suci’ sama halnya dengan Syiah. Poin-poin terakhir di atas itulah yang membuat golongan muslim kecil imporan naik darah lantas mengkafir-musyrikan dan siap-siap menghunuskan pisau untuk mengalirkan darah penganut NU dan Syiah untuk taqarub kepada Allah

.

Dua golongan ini, NU dan Syiah memang memiliki banyak kesamaan. Kedua-keduanya sudah dicap sesat dan kafir oleh kelompok Islam kecil lainnya. Tak jarang untuk mengadu domba dan mempertajam perseteruan kedua kelompok ini dan, Syiah dan Sunni, ada oknum yang mengaburkan, mengganti bahkan menghilangkan redaksi-redaksi dalam kitab-kitab rujukan Sunni-Syiah[3]. Masalah yang seringkali dibentrokkan dengan golongan Sunni adalah imamah Ali dan 11 keturunannya, tahrif al-Quran, doktrin keadilan sahabat nabi, nikah mut’ah, taqiyah, dll

.

Keimamahan ahli bayt merupakan salah satu rukun dalam Syiah. Namun bukan berarti orang yang tidak meyakini dan mengikutinya kafir. Begitulah yang dikatakan para imam Syiah. Imam Abu Ja’far, Muhammad Al-Baqir as, berkata, seperti tercantum dalam Shahih Hamran bin A’yan: “Agama Islam dinilai dari segala yang tampak dari perbuatan dan ucapan. Yakni yang dianut oleh kelompok-kelompok kaum Muslim dari semua firqah (aliran). Atas dasar itu terjamin nyawa mereka, dan atas dasar itu berlangsung pengalihan harta warisan. Dengan itu pula dilangsungkan hubungan pernikahan. Demikian pula pelaksanaan shalat, zakat, puasa, dan haji. Dengan semua itu mereka keluar dari kekufuran dan dimasukkan ke dalam keimanan.”

.

Mengenai tahrif al-Quran, umat Islam sepakat bahwa hal ini merupakan masalah besar. Siapapun yang meyakini bahwa al-Quran telah berubah, baik kurang atau ditambah, maka dihukumi kafir. Sayangnya, pengeritik dan pencela Syiah tidak melihat langsung kondisi sebenarnya di Iran, melihat langsung al-Quran-quran yang tersebar seantero Iran yang sama dengan yang dibawa umat Islam lainnya. Masih ingat dengan “Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran” yang best seller di Indonesia, Masih sama kan dengan al-Quran yang dibaca dan dihafal kelompok Sunni?.

.

Adapun riwayat-riwayat hadits, sahabat atau ulama yang mengatakan adanya tahrif al-Quran sebenarnya juga bertebaran tak hanya di kitab-kitab Syiah saja tapi juga ada di kitab-kitab Sunni. Itupun ada yang belum dipastikan sahih riwayatnya atau tidak dan juga tidak menjustifikasi si empunya kitab sebagai penganut tahrif, bahkan mungkin ia menolak mentah-mentah.[4]

.

Jika ada oknum di suatu golongan yang meyakini tahrif, maka itu tidak menegaskan semua golongan itu meyakini tahrif. Baik Sunni maupun Syiah mempunyai oknum yang meyakini adanya tahrif tersebut. Kalau dalam Syiah penganut tahrif al-Quran disebut kelompok Akhbari. Adapun pendukung tahrif di Sunni, pernahkan anda membaca cerita Ibnu Syanbudz dan pengikutnya, ulama besar Sunni ahli al-Quran? [5]

.

Adapun masalah sahabat, yang perlu dipertanyakan adalah apakah meyakini semua sahabat Nabi saw itu udul adalah bagian dari iman atau tidak. Jika iya, dan mereka yang mencela, mengkritik dan melaknat sahabat adalah kafir. Maka bagaimana dengan para sahabat itu sendiri yang saling mencela melaknat bahkan membunuh sahabat lainnya. Apa mereka kafir? Jika anda mempelajari sejarah Islam maka akan anda temukan banyak riwayat valid seperti itu di hampir semua kitab-kitab sejarah umat Islam, baik Sunni maupun Syiah. Jika menunjukkan dan mengungkapkan kejelekan dan keburukan sahabat merupakan dosa besar, maka hampir semua pengarang kitab hadits dan sejarah termasuk orang yang berdosa besar. Maka tak heran jika ada ulama besar hadits yang menganjurkan untuk menutupi hal-hal tersebut untuk menjaga doktrin sahabat itu wajib adil.[6]

.

Dengan dasar konsep semua sahabat udul itu pula semua peristiwa hitam dan kelam perseteruan sahabat ditafsirkan dan dijelaskan. Sayyidah Fatimah tidak pernah marah pada Abu Bakr karena soal perampasan tanah Fadak, fitnah yang terjadi diantara para sahabat di masa Utsman dikarenakan provokasi orang Yahudi, bahkan perang yang terjadi antara Ali as dengan Aisyah, Thalhah dan Zubair adalah karena provokasi Yahudi tersebut. Tak hanya itu, terkadang kejelekan yang dilakukan oleh para sahabat ditutupi secara halus. Jika ada riwayat yang menyebutkan nama sahabat yang berbuat buruk, maka diganti dengan fulan, si a, dll. Jika ada perbuatan atau perkataan buruk sahabat maka ditulis kadza, sesuatu, dll.

.

Fitnah buruk lain yang disematkan pada Syiah adalah Syiah mengkafirkan semua sahabat, kecuali 3 orang. Jika Syiah mengkafirkan semua sahabat, lantas siapa yang membantu Ali dalam perang melawan Aisyah, Thalhah, Zubair, madzhab Khawarij, dan Muawiyah. Mau dikemanakan para sahabat nabi yang mati demi membela Islam dan keluarga Nabi saw? Bagi Syiah sahabat Nabi saw ada yang baik dan ada juga yang buruk. Mereka yang buruk tidak perlu diikuti. Syiah tidak sekedar menuduh jelek seorang sahabat tapi mempunyai bukti valid atas keburukan sahabat tersebut.

.

Syiah pembohong, pendusta karena Syiah menganut doktrin taqiyah. Begitulah yang sering dilontarkan oleh pembenci Syiah. Demikian lekatnya doktrin taqiyah pada golongan Syiah dan tuduhan jeleknya sampai-sampai ada guyonan tentang taqiyah golongan Syiah di dunia maya.[7]

.

Tapi, bagaimana kalau anda ditempatkan pada posisi Syiah. Anda akan dibunuh jika mengungkapkan keyakinan anda yang sebenarnya, apa yang akan anda lakukan? Begitulah awal mula taqiyah sebenarnya. Begitulah tindakan Ammar bin Yasir menghadapi siksaan kaum Quraisy. Begitulah tindakan penganut Syiah selama kurang lebih seabad di masa kerajaan Umayyah. Mereka dibatasi gerakannya, diburu, dan dibunuh bila ketahuan mengikuti jejak Ahli Bait. Bahkan Hasan al-Basri pun dalam meriwayatkan hadis dari Ali as, tidak menyebutkan namanya dalam periwayatan karena kondisi waktu itu yang tidak memungkinkan. Jika demikian apa anda setuju taqiyah?

.

Anda menyamakan mut’ah dengan zina, maka anda salah besar. Ibnu Abbas sampai buta mata dan wafat pun tidak pernah melarang mut’ah atau mencabut pendapatnya tersebut. Karena itulah murid-murid Ibnu Abbas meneruskan pendapatnya. Di antara mereka adalah Ibnu Juraij, Said bin Jubair, Atha’, Mujahid, bahkan ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Imam Malik membolehkan nikah Mut’ah. Jika Syiah meyakini mut’ah masih diperbolehkan, apakah anda akan memprotes? Toh, menurut Syiah mut’ah tetap diperbolehkan Nabi saw dan yang melarang adalah Umar di masa kekhalifahannya dan riwayat tersebut ada di kitab-kitab golongan Sunni dan Syiah.[8]

.

Semua poin-poin di atas, baik tuduhan Sunni atau bantahan Syiah terus saja diulang-ulang sepanjang sejarah Islam, namun semuanya hanya sekedar tulisan tanpa ada upaya untuk menjaga kedamaian ukhuwah islamiyah seakan-akan ada pihak-pihak luar dan dalam yang sengaja menjaga kestabilan perpecahan umat muslim. Akhirnya semua itu berpulang ke dalam diri anda. seorang hakim harus mendengarkan dua pihak yang bersengketa baru memutuskan masalahnya, bukan langsung justifikasi tanpa bertabayun terlebih dahulu. Bukan sekedar cukup menjadi juru dakwah, pemimpin majelis dengan jutaan pengikut, atau tukang khutbah mingguan untuk dapat menjustifikasi sekelompok orang menjadi sesat, kafir dan musyrik, diperlukan sikap yang arif, objektif, ilmiah dan berlaku adil dalam menanggapi saudara sesama muslim yang berbeda pandangan dengan kita.

.

“Tidaklah seseorang melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kefasikan, dan tidak pula melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kekafiran, melainkan hal itu akan kembali kepadanya apabila yang dituduh ternyata tidak demikian”.

.

[1] Dibanding dengan kakeknya, Gus Dur begitu dekat dengan golongan Syiah. Ketika terjadi revolusi Iran, Gus Dur mengatakan “Khumayni waliyullah terbesar abad ini” yang menimbulkan kontroversi di kalangan NU, bahkan dalam sebuah diskusi Gus Dur juga mempersilakan warga NU untuk masuk ke madzhab Syi’ah.

.

Said Aqil Siradj yang lulusan pendidikan Saudi pun menjadi pembela Syiah, padahal Saudi secara politik dan budaya menganut faham Wahabi yang jelas-jelas menolak bahkan mengkafirkan Syiah. Pendapat KH. Ahmad Dahlan juga berbeda dengan pendapat majelis tarjih Muhammadiyah sesudahnya, beliau memakai qunut subuh, tarawih 20 rakaat, mengucap usholi dalam niat shalat, dll.

.

[2] Bahwa upacara peringatan orang mati/tahlil pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000, termasuk khaul, adalah tradisi khas yang jelas-jelas terpengaruh faham Syiah. Dalam tahlil dimulai dengan bacaan al-Fatihah kepada Nabi saw dan roh-roh si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlil juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro dengan penanda bubur Syuro, tradisi Rebo Wekasan atau Arba’a Akhir di bulan Safar, tradisi Nisfu Sya’ban, faham Wahdatul Wujud, Nur Muhammad, larangan berhajat pada bulan Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji Nabi Muhammad Saw dan ahl al-bait, dan wirid-wirid yang diamalkan menunjukkan keterkaitan tersebut. Bahkan istilah kenduri pun, jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah karena dipungut dari bahasa Persia: Kanduri, yakni upacara makan-makan di Persia untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.

.

[3] Di antara kitab yang terbukti ditahrif adalah Nahj al-Balaghah yang diterbitkan oleh Muhammad Abduh Mesir, kitab-kitab al-Khumayni, seperti Hukumah Islam, Kasyful Asrar yang diterjemahkan menyimpang dari bahasa Persia ke Inggris/Arab. Pemalsuan kitab Kasyful Asrar dibongkar oleh Dr. Ibrahim Dasuki Syata, pengajar bahasa dan sastra dari Universitas Kairo. Pemalsuan kitab Hukumah Islam diduga dilakukan penerbit buku milik CIA ke dalam bahasa Inggris.

.

[4] Riwayat-riwayat tahrif al-Quran, baik dari kalangan sahabat maupun ulama besar, beredar di kitab-kitab Sunni dan Syiah. Di antara yang berpendapat al-Quran berubah adalah Imam Malik, beliau berkata tentang sebab gugurnya basmalah pada pembukaan surah Barâ’ah, “Sesungguhnya ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugur pulalah basmalahnya. Dan telah tetap bahwa ia sebenarnya menandingi surah al-Baqarah (dalam panjangnya)”

.

[5] Ibn Anbari dan al-Qurthubi menutupi identitas tokoh ini dalam kitabnya. Namun al-Khatib al-Baghdadi dan Abu Syamah menyebut jelas tokoh besar Sunni ini. Nama lengkapnya Abu al Hasan Muhammad ibn Ahmad ibn Ayyub al Muqri’/pakar qira’at, yang dikenal dengan nama Ibnu Syanbûdz/Syannabûdz al-Baghdâdi (w.328 H). Ia banyak belajar dan menimba ilmu qira’at dari banyak pakar di berbagai kota besar Islam. Ia telah berkeliling ke hampir seluruh penjuru negeri Islam untuk menimba ilmu dari para masyâikh, dan ahli qira’at.

.

Ia sezaman dan satu thabaqah dengan Ibnu Mujahid (yang membatasi qira’at hanya pada 7 qira’at saja), tetapi ia lebih luas ilmu dan pengetahuannya, khususnya tentang qira’at dan sumber-sumbernya, dan ia lebih banyak guru dan masyâikhnya, hanya saja Ibnu Majahid lebih berkedudukan di sisi penguasa saat itu. Banyak kalangan ulama qira’at belajar darinya. Abu ‘Amr ad Dâni dan lainnya mengandalkan sanad qira’at melalui jalurnya. Ibnu Syannabûdz adalah tsiqah/terpercaya, seorang yang shaleh, konsisten dalam menjalankan agama dan pakar dalam disiplin ilmu qira’at.

.

Ia meremehkan Ibnu Mujahid yang tidak pernah melancong ke berbagai negeri untuk menimba ilmu qira’at. Apabila ada seorang murid datang untuk belajar darinya, ia menanyainya terlebih dahulu, apakah ia pernah belajar dari Ibnu Mujahid? Jika pernah maka ia tidak akan mau mengajarinya. Ibnu Mujahid menyimpan dendam kepadanya, dan menfitnahnya kepada al wazîr/penguasa saat itu yang bernama Ibnu Muqlah. Ibnu Syannabûdz diadili pengguasa di hadapan para ulama dan ahli fikih, di antaranya Ibnu Mujahid atas qira’atnya yang dinilai menyimpang, setelah terjadi perdebatan seru dengan mereka.

Ibnu Muqlah memintanya untuk menghentikan kebiasaannya membaca qira’at yang syâdzdzah, tetapi ia bersikeras mempertahankannya, dan berbicara keras kepadanya dan kepada Ibnu Mujahid serta al Qadhi yang dikatakannya sebagai kurang luas pengetahuan mereka berdua, sehingga Ibnu Muqlah menderanya dengan beberapa cambukan di punggungnya yang memaksanya mengakui kesalahannya dan bersedia menghentikan bacaan syâdzdzah-nya.

.

Ketika Ibnu Muqlah menderanya, Ibnu Syannabûdz mendoakannya agar Allah memotong tangannya dan mencerai-beraikan urusannya. Tidak lama kemudian, setelah tiga tahun, tepatnya pada pertengahan bulan Syawal tahun 326 H, doa itu diperkenankan Allah dan Ibnu Muqlah pun dipotong tangannya oleh atasannya dan dipenjarakan serta dipersulit kehidupannya. Ia hidup terhina dan mati dalam sel tahanan pada tahun 328 H, tahun yang sama dengan tahun wafatnya Ibnu Syannabûdz. Sebagaimana Ibnu Mujahid juga mati setahun setelah mengadili Ibnu Syannabûdz.

.

[6] Al-Dzahabi berkata, “Omongan sesama teman jika terbukti dilontarkan dengan dorongan hawa nafsu  atau fanatisme maka ia tidak perlu dihiraukan. Ia harus ditutup dan tidak diriwayatkan, sebagaimana telah ditetapkan bahwa harus menutup-nutupi persengketaan yang terjadi antara para sahabat ra. Dan kita senantiasa melewati hal itu dalam kitab-kitab induk dan juz-juz akan tetapi kebanyakan darinya adalah terputus sanadnya dan dha’if dan sebagian lainnya palsu. Dan ia yang ada di tangan kita dan di tangan para ulama kita. Semua itu harus dilipat dan disembunyikan bahkan harus dimusnahkan. Dan harus diramaikan kecintaan kepada para sahabat dan mendo’akan agar mereka diridhai (Allah), dan merahasiakan hal itu (bukti-bukti persengketaan mereka itu) dari kaum awam dan individu ulama adalah sebuah kawajiban. Dan mungkin diizinkan bagi sebagian orang ulama yang obyektif  dan jauh dari hawa nafsu untuk mempelajarinya secara rahasia dengan syarat ia memintakan ampunan bagi mereka (para sahabat) seperti diajarkan Allah.

[7] Kisah Laporan “Spy” Wahabi Tentang Iran.
Pada suatu hari, agen wahabi mengutus seorang untuk “spy” semua gerak-geri orang syiah, terutama di Iran, maka diutuslah seorang agen A untuk memulai misi ke Iran. Setelah tiga bulan lamanya sang agen kembali untuk melaporkan hasil mata-matanya. Mari kita lihat apa yang dilaporkannya :
Agen A : Bos ternyata semua orang Iran, mereka itu hidup dalam taqiyah sepanjang waktu dan dimanapun mereka berada.
Bos : maksud kamu ?

.
Agen A : Setelah sekian lama saya selidiki:
1.  Segala cara dan upaya telah saya lakukan untuk dapat menemukan Al-Qur’an versi Syiah, tapi tetap saja saya tidak pernah menjumpai dan menemukannya. Setiap saya lihat semua Al-Qur’an di sana sama dengan Al-Qur’an yang kita baca, dan saya tidak pernah menemukan orang yang menjual atau memegang atau menyimpannya di rumah atau di perpustakaan-perpustakaan atau di sekolah-sekolah mereka selain Al-Qur’an seperti yang kita punya. Padahal yang kita belajar dan dengar dari guru-guru kita bahwa Syiah memiliki al-Qur’an sendiri.

.
2. Mereka juga selalu bersalawat kepada Nabi dan Ahlul Baytnya sepanjang waktu mereka, di hampir setiap akhir dari bacaan gerakan sholat, dalam doa-doa mereka, ketika mereka mendengar nama Rasulullah dan para Imam mereka disebutkan, ketika mereka akan memulai pekerjaan dan berpergian, pokoknya di setiap hari mereka selalu mengumandangkan salawat dan kecintaan kepada Rasulullah dan Ahlul Baytnya seolah-olah mereka tahu bahwa saya sedang memperhatikan mereka. padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sebenarnya adalah pembenci dan selalu memfitnah ahlul bayt nabi.

.
3. Setiap hari masyarakat mereka selalu mengutuk dan membenci Amerika dan Zionis, serta musuh-musuh Islam. Dan kesiapan serta doa mereka untuk menjadi dan dibangkitkan sebagai tentara Al-Mahdi dalam melawan Dajjal akhir zaman. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka adalah kawan sejati Amerika dan Israel.

.

4. Ketika saya memasuki kota-kota suci mereka, di setiap hari mereka selalu bergiat dalam ibadah-ibadah serta kajian-kajian keilmuan dan keagamaan, tidak pernah mereka menghabiskan waktu dalam kesia-siaan apalagi mengeluarkan cacian kepada sahabat dan istri nabi. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka setiap hari melakukan majlis-majlis cacian kepada sahabat dan isteri nabi.

.

5. Para mahasiswa dan ilmuwan mereka pun sedang bergiat dalam mengembangkan teknologi, yang setiap saat mereka katakan sebagai kekuatan Islam untuk melawan orang kafir dan musuh Allah, kemajuan yang mereka alami adalah dari hasil anak bangsa dan kemandirian mereka setelah negara mereka mendapat tekanan dan boikot dunia. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sering melakukan kerjasama dan membeli senjata dari Amerika dan Israel.
.

[8] Quraisy Shihab memandang bahwa 1. Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah benar Nabi saw pernah mengharamkan nikah mut’ah itu; 2. Larangan Umar bin Khattab terhadap nikah mut’ah bukan pengharaman suatu syariat, tetapi demi menjaga kemaslahatan umat kala itu. 3. Pendapat yang kompromistis ialah pendapat Syekh Muhammad Thahir bin Asyur, mufti Tunisia yang mengatakan bahwa Nabi SAW dua kali mengizinkan nikah mut’ah dan dua kali melarangnya. Larangan ini bukan pembatalan, tetapi penyesuaian dengan kondisi, kebutuhan yang mendesak atau darurat. Maka nikah mut’ah itu hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat, seperti bepergian jauh atau perang dan tidak membawa istri.

Pemimpin ISIS binaan dari dinas intelijen Amerika, Inggris, dan Israel.

isis killing

Abu Bakr al-Baghdadi saat berkhotbah di Mosul pada awal Juli dengan jam tangan Rolex, seharga lebih dari Rp 45 juta seri Omega Seamaster (jam yang dipakai James Bond pada film Skyfall).

agen-mossad-berdarah-yahudi-singkap-tabir-baghdadi-3

Abu Muhammad al-Indonesi saat pidato (via: Youtube)

Abu Muhammad al-Indonesi Al Wahabi  As Salafi  saat pidato (via: Youtube)

Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

acara baiat Abu Bakar Ba’asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan.

agen-mossad-berdarah-yahudi-singkap-tabir-baghdadi-3

Mujahidin Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah (Foto: Youtube)

Mujahidin Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah (Foto: Youtube)

Bocoran dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika serikat (NSA) ini tentu sungguh mengejutkan. Menurut Edwar Snowden, mantan pegawai NSA baru saja mendapat perpanjangan tinggal di Rusia untuk tiga tahun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah bentukan dari dinas intelijen Amerika bersama Inggris, dan Israel.

Snowden bilang pihak intelijen dari ketiga negara itu menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik perhatian kaum ekstremis dari seantero dunia ke satu tempat. Strategi ini disebut sarang langau.

pembentukan ISIS ini merupakan siasat untuk melindungi rezim Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan islami.

“Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan satu musuh bersama di sekitar Israel,” tulis dokumen rahasia NSA, seperti dilansir situs Global Research pertengahan bulan lalu.

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) header

Bocoran dokumen NSA mengungkapkan pula pemimpin ISIS sejak Ramadan lalu mengangkat dirinya sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) Abu Bakar al-Baghdadi menjalani pelatihan militer selama setahun digelar Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Dia diajarkan pula soal teologi Islam dan kemampuan berpidato.

Veterans Today melansir laporan lebih rinci lagi Senin pekan lalu. Jurnal bidang militer dan luar negeri ini menulis sebenarnya adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad.

Nama aslinya adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad buat memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

Informasi sejatinya dari Edward Snowden itu mengungkapkan Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS – kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah – untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa serta Mosul di Irak. Pengaruh mereka telah meluas hingga Indonesia.

Abu Bakal al-Baghdadi muncul di depan publik. Pria mengangkat dirinya sendiri sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) ini berkhotbah di Masjid Agung di Kota Mosul, Irak.

Berjubah dan bersorban serba hitam untuk menandakan dirinya keturunan Nabi Muhammad, Khalifah Ibrahim, nama lain Baghdadi, mengajak semua orang Islam bergabung bersama dia dan berjihad di jalan Allah.

Dia sesumbar, di bawah kepemimpinannya dunia Islam bakal kembali meraih kehormatan, hak, dan kepemimpinannya di jagat ini.

“Saya adalah pemimpin bagi kalian semua meski saya bukan yang terbaik,” kata Baghdadi, seperti dilansir surat kabar the Telegraph awal bulan lalu.

“Jika kalian melihat saya benar, bantu saya. Jika kalian melihat saya salah, nasihati saya dan kembalikan saya ke jalan yang benar,” ujarnya. “Patuhi saya selama saya patuh kepada Allah.”

Baghdadi menyanjung kemenangan jihad telah mengembalikan era kekhalifahan Islam setelah lenyap berabad-abad. “Allah memberikan kemenangan kepada saudara kalian, para mujahidin setelah bertahun-tahun berjihad dan bersabar…Jadi mereka mengumumkan kekhalifahan dan menunjuk khalifah,” tuturnya.

Kabar dan Gambar ISIS terbaru ttg Abu Bakar al-Baghdadi pakai jam mahal

Nahas. Di tengah khotbah mantap dan mampu membius para pengikutnya, Baghdadi berbuat ceroboh. Jam tangan mewah bermerek Rolex terlihat melingkari pergelangan tangan kanannya saat lengan jubahnya tersingkap.

Padahal Rasulullah dan empat khalifah sesudahnya bersikap bersahaja. Bahkan nabi sering puasa selang sehari karena tidak punya makanan dan minuman.

Parahnya lagi, khalifah palsu ini mendapat jabatan mentereng itu dengan tangan berlumuran darah. Dia berperang dengan sangat kejam – mengeksekusi dan memenggal lawan sudah tidak berdaya. Banjir darah atas perintah Baghdadi ini meluas mulai Suriah hingga ke Irak.

Ulama Sunni Yusuf al-Qardawi menegaskan klaim berdirinya kekhalifahan dipimpin Baghdadi itu melanggar syariat Islam.

“Gelar khalifah hanya bisa diberikan oleh seluruh orang Islam di dunia, bukan oleh satu kelompok,” katanya.

Melalui perwakilannya, Abbas Shuman, imam besar Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, menyebut negara Islam bentukan Baghdadi adalah teroris.

“kekhalifahan Islam tidak bisa dibentuk dengan paksaan. Menguasai sebuah negara dan membunuh setengah penduduknya…ini bukan ciri negara Islam. Ini adalah terorisme.”

Ulama Yordania, Abu Muhammad al-Maqdisi, mentor mendiang pemimpin Al-Qaidah di Irak Abu Musab al-Zarqawi, juga mengecam pembentukan negara islam bikinan Baghdadi itu. Menurut dia, hal itu hanya makin melanggengkan pertumpahan darah.

hillaryMantan menteri luar negeri dan ibu negara AS Hillary Clinton secara terang-terangan mengakui bahwa Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru HIllary Clinton “Hard Choice” dan menjadi pemberitaan luas media-media massa internasional akhir-akhir ini.

Hillary Clinton 001

Mantan Menlu di kabinet pertama Presiden Barack Obama itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa “negara Islam” itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara di Timur Tengah. Namun rencana itu berantakan setelah militer Mesir melakukan kudeta, Juli 2013.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni – 7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Hillary menambahkan, pihak barat sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan demi mewujudkan “negara Islam” di Sinai. Namun Mesir memiliki kekuatan militer yang tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung untuk mendukung militer mereka.

“Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalka, kami pun rugi,” tulis Hillary.

Jadi, masihkah percaya dengan dengan propaganda ISIS?(ca)

Hard Choices Hillary Clinton

Hillary Clinton –

Dalam Bukunya, Hillary Clinton Akui ISIS Rekayasa AS untuk Pecah Belah Timur Tengah

Terkait fenomena munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), sebuah pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Menlu AS Hillary Clinton. Dalam buku terbarunya, “Hard Choice”, Hillary mengakui bahwa gerakan tersebut dibentuk oleh AS bersama sekutunya untuk membuat Timur Tengah senantiasa bergolak. Demikian dilansir harian Mesir, Elmihwar,  sejak Rabu (6/8/2014) lalu.

Hard Choices Hillary Clinton

Dikatakan, ISIS dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013 oleh pemerintah AS bersama dan negara-negara barat sekutunya demi memecah belah Timur Tengah melalui gerakan “Arab Springs“.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Awalnya gerakan tersebut akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara Timur Tengah. Namun saat terjadi kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir, semua rencana itu berantakan.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Pihak barat, menurut Hillary, sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan di Mesir. Namun negeri piramida tersebut bukanlah Suriah atau Libya, karena militer negara itu tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung tidak pernah meninggalkan militer mereka.

“Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalkan, kami pun rugi,” tulisnya. Namun kini AS mengakui bahwa kelompok-kelompok yang mereka ciptakan itu, kini justru semakin membesar bahkan menguat. AS pun memburunya tapi tak berhasil, bahkan kelompok-kelompok ini menjadi susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Hillary Clinton).

Hillary Clinton 001

Mantan karyawan Kontrak US National Security Agency (NSA), Edward Snowden, juga melontarkan pernyataan yang hampir sama.

Edward Snowden, seperti dilansir Global Research, menyebut ISIS sebagai produk kerjasama antara Inggris, Amerika Serikat dan Israel dengan tujuan menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik semua ekstrimis dunia dalam satu tempat yang dinamakan “Operation The Hornet Nest”  atau “Operasi Sarang Lebah”

Dalam berita itu disebut pula bahwa Snowden mengungkapkan strategi yang dikenal sebagai operasi “sarang lebah” tersebut. Dokumen NSA menunjukkan operasi “sarang lebah” bertujuan melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi itu adalah dengan menciptakan musuh di dekat perbatasannya. Bocoran informasi rahasia ini juga mengungkapkan bahwa pemimpin ISIS dan Abu Bakar Al-Baghdadi merupakan jebolan program pendidikan Mossad. Dia diketahui pernah mengikuti pelatihan militer intensif selama satu tahun di bawah kendali Mossad, selain program dalam bidang teologi.

Mantan NSA dan CIA Edward Snowden: Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi Dilatih Mossad di Israel

Edward Snowden

Mantan agen NSA dan CIA Edward Snowden mengungkapkan bahwa pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar Al Baghdadi dilatih di Israel, berbagai sumber Iran melaporkan.

Edward Snowden adalah whister-blowers  atau pengungkap rahasia yang dulunya bekerja sebagai agen NSA (National Security Agency) dan juga anggota CIA yang kini masih menjadi buronan AS, dan sementara “ditampung menjadi anak emas” oleh Rusia.

Karena bagi Russia, Edward Snowden adalah aset tak ternilai, dan jika dilepas keluar Rusia sudah dipastikan ia akan mati dibunuh karena dia adalah ancaman yang sangat serius bagi AS dan sekutunya karena memiliki lebih dari satu juta info dan berkas “permainan buruk” AS yang sangat-sangat dirahasiakan dan tak pernah bocor ke publik.

Snowden menambahkan bahwa CIA Amerika dan Intelijen Inggris bekerja sama dengan Mossad Israel sudah menciptakan organisasi-organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia untuk bersatu, dengan menggunakan strategi yang disebut Operation the hornet’s nest atau operasi Sarang Lebah Hornet“.

Mengapa disebut operasi “Sarang Lebah Hornet”? Mungkin seperti nama operasi-operasi rahasia lainnya, semua hanyalah kiasan kata, namun memiliki makna.

http://southcarolina1670.files.wordpress.com/2013/09/asian-giant-hornet.jpg

Lebah atau Tawon Hornet

Mari kita tela’ah sebentar tentang pengertian nama operasi rahasia ini, tawon atau lebah Hornet dalam bahasa Indonesia atau Melayu sering juga disebut Lebah Tabuhan, adalah sejenis tawon tabuhan yang suka menyengat dan hidup berkoloni. Mirip dengan tabuhan Eropa (Vespa crabro; European hornet) dan tabuhan raksasa Asia (Vespa mandarinia; Asian giant hornet).

Tawon atau lebah ini banyak dijumpai di daerah Laut Tengah (Mediterranean), termasuk Palestina, tetapi juga di Madagaskar dan India. Akibat terbawa oleh perpindahan manusia, habitatnya mulai menyebar ke Amerika Selatan bahkan sampai ke Mexico.

Jenis ini (bahasa Ibrani: צִרְעָה, ẓir’ah, tsirah; bahasa Inggris: hornet) disebut-sebut di Alkitab Ibrani atau bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen sebagai cara Allah untuk mengusir orang-orang di tanah Kanaan sebelum orang Israel datang mendudukinya (wikipedia).

Tabuhan ini adalah jenis tawon terbesar di dunia, ratu panjangnya 25 sampai 35 mm, sedangkan tabuhan jantan dan betina pekerja berukuran lebih kecil.

giant asian hornet

Sengatnya sangat beracun diantara semua tawon. Hornet berbeda dengan lebah biasa yang hanya bisa menyengat hanya sekali. Namun lebah atau tawon Hornet dapat menyengat berkali-kali.

Ilmuwan telah meneliti, betapa ganasnya tawon Hornet ini karena dapat menyerang dan membunuh secara brutal dengan memasuki sarang lebah lain lalu menyengatinya satu persatu. Hanya dengan 30 ekor pasukan lebah Hornet, mereka dapat menyerang sarang lebah biasa dan membunuh 30.000 lebah lawannya, hanya dalam tempo 3 jam!

Sedangkan jika penyerangan hanya dilakukan oleh satu ekor lebah Hornet, peneliti pernah menemukan: hanya dalam tempo satu menit saja, lebih dari 40-50 lebah lawannya mati!

Lebah Hornet menyerang sarang lebah lainnya untuk mengambil semua yang ada dan berguna bagi mereka, mirip rampasan perang. Mereka memakan dan mengambil larva-larva dan madu milik lawan yang berguna bagi stamina dan energi untuk kawanan mereka, dan sebagian rampasan itu dibawa ke sarang Hornet untuk juga dimakan oleh ratunya. (lihat video penyerangan lebah Hornet ke sarang lebah biasa yang sangat mengerikan)

mossad-sealItulah cara hidup Lebah Hornet, jadi ada perkiraan bagi kita tentang nama lebah ini, bagaimana cara menyerang lawan.

Boleh jadi, seperti itulah sel-sel terror buatan pro-Zion awalnya dibentuk, namun akhirnya terus membesar dan akhirnya sulit untuk kembali diatur oleh mereka.

Tapi keadaan akan menjadi win-win solution bagi pro-Zion, karena apapun resikonya, tetap menguntungkan bagi mereka karena memanfaatkan muslim. Jika tak dapat dikendalikan pun, mereka akan menjelekkan nama Islam di dunia.

Sedangkan strategi politik dalam operasi “Sarang Lebah Hornet” , bertujuan untuk membawa semua gerakan teroris dan ekstrimis utama, ke satu tempat dan sebagian besar diantaranya untuk mengguncang stabilitas suatu negara, terutama negara-negara Arab.

Mantan Agen NSA, Edward Snowden itu juga mengungkapkan bahwa ISIS California”, Abu Bakar Al Baghdadi juga pernah melakukan pelatihan militer yang canggih dan rahasia oleh intelijen Israel Mossad”.

Selain pelatihan militer, Al Baghdadi juga mempelajari komunikasi dan keterampilan berbicara dan berpidato didepan umum untuk menarik teroris” dari seluruh penjuru dunia.

Operation “the hornet’s nest” atau operasi

Pusat Penelitian Globalisasi atau The Centre for Research on Globalization (CRG), sebuah organisasi non-profit independen di provinsi Quebec, Kanada, yang berfokus pada penelitian dan media, menyampaikan info tentang ini juga, dan menambahkan bahwa tiga negara menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia disatu tempat, dengan menggunakan strategi “sarang lebah hornettersebut.

Memang selama ini dicurigai oleh banyak penguak konspirasi teori dari seluruh dunia, bahwa fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin, Taliban, Al-Qaeda, Hammas, Bako Haram, bahkan Ikwatul Muslimin dibuat, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad dan Zion beserta inteligen barat lainnya.

Alhasil: bukannya memerangi Zionis, namun mereka justru bergerak untuk memerangi umat Islam lainnya, memerangi yang justru satu kepercayaan dengan mereka. Grand Design pun berhasil.

mccain syria

ISIS members with John McCain

Hal ini akhirnya diperkuat pula dengan wawancara Hillary Clinton pada tahun lalu, tentang Mujahiddin dan Taliban saat di Afganistan yang mereka (AS) ciptakan untuk melawan Russia karena pada waktu itu musuh AS dan barat adalah negara komunis termasuk Rusia.

Mereka diciptakan untuk melawan Russia, dan berhasil. Russia mundur dan mereka menang. Dari sanalah muncul pula sempalannya, Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden adalah kaki-tangan atau boneka CIA. (baca: Bukti Al-Qaeda “Organisasi Boneka” Buatan Amerika)

Selama ini pun, semua penguak konspirasi di dunia tak mengakui bahwa Osama telah mati dibunuh. Mengapa? Karena pada tahun 2002 lalu, Osama pernah dikabarkan sudah mati. Beberapa pendapat mengatakan “Apakah dia bisa mati dua kali?”.

Dan jika ia mati dibunuh, pasti ada banyak foto atau video yang beredar, seperti foto Gaddafi atau video Saddam Husein, untuk menunjukkan realitas yang ada, serta menunjukkan betapa “bangganya” AS dan sekutunya telah berhasil mengeksekusi mereka.

osama-agen-cia2Tapi hal itu tidak terjadi untuk Osama. Yang ada hanyalah satu atau dua buah foto saja, dan itupun ternyata hasil olah gambar Photoshop alias cropping-an.

Sebagian lagi para conspiracy theorists malah sangat mempercayai bahwa Osama bin Laden adalah benar agen CIA, dengan kode nama sandi “Tim Osman”. (baca: Code Name: Tim Osman, Wow! Osama bin Laden Adalah Agen CIA!)

Begitu pula apa yang dikatakan oleh Ron Paul yang akhirnya terkuak, ketika AS membuat Hammas yang tadinya berawal untuk melawan PLO di Palestina, yang kini juga justru menguat dan susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Ron Paul).

Sedangkan menurut Edward Snowden, para teroris hasil buatan AS, Zion Israel dan sekutunya tersebut justru menguntungkan, karena dengan “membuat musuh” maka akan ada alasan untuk memeranginya.

Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan musuh dekat perbatasannya,” Snowden mengatakan.

Untuk sementara waktu, Snowden masih diblokir di zona internasional yaitu dibandara Moskow di Rusia karena dia tidak dapat melakukan perjalanan kemana saja dan dimana saja akibat paspornya dicabut lagi baru-baru ini, menjadikannya satu-satunya manusia tanpa kewarganegaraan di planet Bumi.

KH. Hasyim Asyari Fatwakan Syi’ah Sesat ? Di Syi’ah sendiri ada oknum takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada oknum takfirinya.

JANGAN TAKUT MESKI KETUM PBNU MENJADI PEMBELA SYIAHDi Syi’ah sendiri ada oknum takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada oknum takfirinya.

Perlakuan beberapa gelintir orang tidak bisa mewakili semuanya, bahkan pendapat segelintir ulama itu sendiri tidak serta mewakili semuanya.

Apalagi dalam Syi’ah, ijtihad yang di ambil adalah ijtihad terbaru dari Marja’i taqlid yang masih hidup, dalam syi’ah pintu ijtihad selalu terbuka. Khomeini yang sudah meninggal dunia hanya berijtihad pada masa nya.

.

Mendiang Gus Dur pernah berkata NU=Syiah minus Imamah. Di kesempatan lain Gus Dur juga pernah menyatakan bahwa NU itu lebih Syiah daripada Syiah itu sendiri.

JANGAN TAKUT MESKI KETUM PBNU MENJADI PEMBELA SYIAH

Bedanya di Iran atau di mazhab Syiah itu lembaga ulama lebih terstruktur sehingga dikenal ada istilah ulama marja dan sebagainya, beda dengan di Sunni yang lebih banyak corak pada pola berpikirnya.

Banyaknya kaum muslimin yang belum mengenal dan mengerti mazhab Syiah, terutama tentang pemikiran ulama-ulamanya itu disebabkan karena kurangnya interaksi mereka dengan buku-buku dan pemikiran-pemikiran Syiah.

Karenanya alangkah baiknya, saran saya, lembaga-lembaga keagamaan Syiah mengirimkan buku-buku mereka ke organisasi-organisasi Sunni dan menyatakan, ini lho karya-karya kami, bahkan kalau perlu membuat perpustakaan-perpustakaan yang berisi kitab-kitab Syiah yang mudah diakses masyarakat Sunni.

Sehingga antara kedua mazhab ini bisa saling berinteraksi, tukar wawasan dan saling bersinergi, sehingga kemungkinan bersitegang itu bisa diminimalisir.

Syi’ah menyatukan kekuasaan politik dengan agama, menjalankan kekuasaan spiritual sekaligus duniawi

Kemenangan revolusi Islam di Iran adalah pelajaran bagi negara-negara tertindas, bahwa mereka bisa memperjuangkan haknya jika bersatu. Republik Islam Iran adalah contoh, bahwa sunnah dan modernitas bisa diselaraskan, nasionalisme dan islamisme bisa disinkronkan, bahwa negara Islampun bisa mencapai kemajuan sains dan tekhnologi.

Garis pemikiran, politik dan sosial Imam Khomeini sebagai peta jalan bangsa Iran untuk meraih tujuan-tujuan besarnya seperti keadilan, kemajuan dan kekuatan.

Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu, artinya Imam Khomeini ra mampu membawa Islam dari sudut kamar, pesantren dan masjid ke tengah masyarakat dan dunia serta menyatukan kembali agama dan politik.

Iran telah merontokkan propaganda Barat, bahwa seorang muslim harus identik dengan kejumudan dan keterbelakangan, dan harus bergantung pada kemajuan tekhnologi Barat. Iran telah mengajarkan pada dunia, bahwa kebebasan dan kemandirian harus diraih, karena itu satu-satunya solusi paling efektif untuk menghantam musuh. Karena itu semua proyek dan agenda Barat saat ini, adalah agar negara-negara tertindas menjauhi bahkan memusuhi Iran

Kemenangan revolusi Islam Iran telah mengubah peta geopolitik udunia. Kemenangan tersebut diraih oleh persatuan umat Islam di Iran. Kediktatoran dapat diruntuhkan oleh persaudaraan dan kebersamaan. AS dan Barat tidak mampu menghalangi kemajuan Iran yang didapatnya dengan persatuan, karena itu mereka harus menempuh taktik pecah belah. Persatuan adalah harga mati bagi kemajuan Islam dimasa depan.

Kemenangan revolusi Islam Iran adalah gerakan Islam terbesar abad ini yang memberi pengaruh besar pada kebangkitan di dunia Islam

Pendiri NU Mensesatkan Syiah, Ketua NU Sekarang Sebut Syiah Tidak Sesat

Rabu, 12 Syawwal 1433 H / 29 Agustus 2012 09:43 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai aliran Islam Syiah secara umum bukan merupakan aliran sesat.

“Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Menurut dia, Syiah merupakan salah satu sekte Islam yang sudah ada sejak 14 abad lalu. Sekte ini pun ada di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia.

“Pusatnya memang di Iran,” ujar Said.

Ihwal fatwa haram dan sesat yang dikeluarkan ulama di Sampang, Said menjelaskan, fatwa tersebut ditujukan oleh ulama di sana untuk aliran Syiah yang diusung Tajul Muluk.

“Yang sesat itu aliran Tajul Muluk, Syiah-nya Tajul Muluk. Bukan Syiah secara keseluruhan,” ucapnya.

Almarhum Gus Dur[1] dulu pernah mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah. Bukan tanpa alasan statemen itu dilontarkan, memang NU dan Syiah secara budaya memiliki banyak kesamaan. Di Indonesia pendakwah ajaran Islam tak dapat dipastikan apakah Sunni atau Syiah yang datang terlebih dahulu, sebagaimana madzhab leluhur para habib di Hadramaut yang masih diperdebatkan apakah Sunni, Syiah atau bahkan membuat madzhab sendiri

.

Karena itulah budaya, simbol-simbol Syiah melekat kuat dengan budaya Sunni di Indonesia. Kecintaan akan keluarga Nabi saw melekat dengan erat, di antaranya; pujian, tawasulan pada para imam Syiah termaktub dalam syair-syair, tarian, dll; hikayat dan cerita kepahlawanan keluarga Nabi saw; tradisi-tradisi yang mirip dengan budaya Syiah, seperti tabot, tahlil arwah hari ke-n, rabo wekasan, primbon, larangan berhajat di bulan suro; istilah-istilah keagamaan, dsb seperti syuro, kenduri, bahkan penamaan hal-hal berbau (maaf) seks pun dengan nama keluarga nabi, seperti tongkat Ali atau rumput Fatimah (padahal kalau menyesuaikan nama aslinya seharusnya terjemahnya adalah tangan Maryam). [2]

.

NU sebagai salah satu mainstream Sunni di Indonesia menghormati, mengagungkan dan mentaati keturunan Nabi saw, demikian halnya dengan Syiah, bahkan jika mereka berbuat salah pun mereka tetap menaati dan tunduk karena takut kualat, dan sebagainya. Ingat skandal habib pemimpin majelis terbesar kedua di Jakarta?. NU mengenang dan membacakan manaqib para leluhur guru, kyai-kyai mereka dan mengadakan haul kewafatan mereka. Begitu juga dengan Syiah

.

Dalam mengatasi ayat-ayat mutasyabihat berkenaan dengan Tuhan, kedua golongan ini sama-sama menakwilkan sesuai dengan posisi Tuhan, bukan memakai arti lahiriah ayat tersebut. Jika dalam NU ada saudara mereka yang meninggal, mereka mendoakannya dalam acara tersendiri, tahlilan. Begitu juga dengan Syiah. NU mengajarkan kebolehan tawasul dengan orang-orang ‘suci’ mereka, begitu pula dengan Syiah. NU menganggap orang-orang suci mereka tetap hidup meski sudah meninggal dan menziarahi kuburan mereka untuk bertawasul dan bertabarruk. NU mengenal tabaruk dengan benda-benda peninggalan atau pemberian orang ‘suci’ sama halnya dengan Syiah. Poin-poin terakhir di atas itulah yang membuat golongan muslim kecil imporan naik darah lantas mengkafir-musyrikan dan siap-siap menghunuskan pisau untuk mengalirkan darah penganut NU dan Syiah untuk taqarub kepada Allah

.

Dua golongan ini, NU dan Syiah memang memiliki banyak kesamaan. Kedua-keduanya sudah dicap sesat dan kafir oleh kelompok Islam kecil lainnya. Tak jarang untuk mengadu domba dan mempertajam perseteruan kedua kelompok ini dan, Syiah dan Sunni, ada oknum yang mengaburkan, mengganti bahkan menghilangkan redaksi-redaksi dalam kitab-kitab rujukan Sunni-Syiah[3]. Masalah yang seringkali dibentrokkan dengan golongan Sunni adalah imamah Ali dan 11 keturunannya, tahrif al-Quran, doktrin keadilan sahabat nabi, nikah mut’ah, taqiyah, dll

.

Keimamahan ahli bayt merupakan salah satu rukun dalam Syiah. Namun bukan berarti orang yang tidak meyakini dan mengikutinya kafir. Begitulah yang dikatakan para imam Syiah. Imam Abu Ja’far, Muhammad Al-Baqir as, berkata, seperti tercantum dalam Shahih Hamran bin A’yan: “Agama Islam dinilai dari segala yang tampak dari perbuatan dan ucapan. Yakni yang dianut oleh kelompok-kelompok kaum Muslim dari semua firqah (aliran). Atas dasar itu terjamin nyawa mereka, dan atas dasar itu berlangsung pengalihan harta warisan. Dengan itu pula dilangsungkan hubungan pernikahan. Demikian pula pelaksanaan shalat, zakat, puasa, dan haji. Dengan semua itu mereka keluar dari kekufuran dan dimasukkan ke dalam keimanan.”

.

Mengenai tahrif al-Quran, umat Islam sepakat bahwa hal ini merupakan masalah besar. Siapapun yang meyakini bahwa al-Quran telah berubah, baik kurang atau ditambah, maka dihukumi kafir. Sayangnya, pengeritik dan pencela Syiah tidak melihat langsung kondisi sebenarnya di Iran, melihat langsung al-Quran-quran yang tersebar seantero Iran yang sama dengan yang dibawa umat Islam lainnya. Masih ingat dengan “Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran” yang best seller di Indonesia, Masih sama kan dengan al-Quran yang dibaca dan dihafal kelompok Sunni?.

.

Adapun riwayat-riwayat hadits, sahabat atau ulama yang mengatakan adanya tahrif al-Quran sebenarnya juga bertebaran tak hanya di kitab-kitab Syiah saja tapi juga ada di kitab-kitab Sunni. Itupun ada yang belum dipastikan sahih riwayatnya atau tidak dan juga tidak menjustifikasi si empunya kitab sebagai penganut tahrif, bahkan mungkin ia menolak mentah-mentah.[4]

.

Jika ada oknum di suatu golongan yang meyakini tahrif, maka itu tidak menegaskan semua golongan itu meyakini tahrif. Baik Sunni maupun Syiah mempunyai oknum yang meyakini adanya tahrif tersebut. Kalau dalam Syiah penganut tahrif al-Quran disebut kelompok Akhbari. Adapun pendukung tahrif di Sunni, pernahkan anda membaca cerita Ibnu Syanbudz dan pengikutnya, ulama besar Sunni ahli al-Quran? [5]

.

Adapun masalah sahabat, yang perlu dipertanyakan adalah apakah meyakini semua sahabat Nabi saw itu udul adalah bagian dari iman atau tidak. Jika iya, dan mereka yang mencela, mengkritik dan melaknat sahabat adalah kafir. Maka bagaimana dengan para sahabat itu sendiri yang saling mencela melaknat bahkan membunuh sahabat lainnya. Apa mereka kafir? Jika anda mempelajari sejarah Islam maka akan anda temukan banyak riwayat valid seperti itu di hampir semua kitab-kitab sejarah umat Islam, baik Sunni maupun Syiah. Jika menunjukkan dan mengungkapkan kejelekan dan keburukan sahabat merupakan dosa besar, maka hampir semua pengarang kitab hadits dan sejarah termasuk orang yang berdosa besar. Maka tak heran jika ada ulama besar hadits yang menganjurkan untuk menutupi hal-hal tersebut untuk menjaga doktrin sahabat itu wajib adil.[6]

.

Dengan dasar konsep semua sahabat udul itu pula semua peristiwa hitam dan kelam perseteruan sahabat ditafsirkan dan dijelaskan. Sayyidah Fatimah tidak pernah marah pada Abu Bakr karena soal perampasan tanah Fadak, fitnah yang terjadi diantara para sahabat di masa Utsman dikarenakan provokasi orang Yahudi, bahkan perang yang terjadi antara Ali as dengan Aisyah, Thalhah dan Zubair adalah karena provokasi Yahudi tersebut. Tak hanya itu, terkadang kejelekan yang dilakukan oleh para sahabat ditutupi secara halus. Jika ada riwayat yang menyebutkan nama sahabat yang berbuat buruk, maka diganti dengan fulan, si a, dll. Jika ada perbuatan atau perkataan buruk sahabat maka ditulis kadza, sesuatu, dll.

.

Fitnah buruk lain yang disematkan pada Syiah adalah Syiah mengkafirkan semua sahabat, kecuali 3 orang. Jika Syiah mengkafirkan semua sahabat, lantas siapa yang membantu Ali dalam perang melawan Aisyah, Thalhah, Zubair, madzhab Khawarij, dan Muawiyah. Mau dikemanakan para sahabat nabi yang mati demi membela Islam dan keluarga Nabi saw? Bagi Syiah sahabat Nabi saw ada yang baik dan ada juga yang buruk. Mereka yang buruk tidak perlu diikuti. Syiah tidak sekedar menuduh jelek seorang sahabat tapi mempunyai bukti valid atas keburukan sahabat tersebut.

.

Syiah pembohong, pendusta karena Syiah menganut doktrin taqiyah. Begitulah yang sering dilontarkan oleh pembenci Syiah. Demikian lekatnya doktrin taqiyah pada golongan Syiah dan tuduhan jeleknya sampai-sampai ada guyonan tentang taqiyah golongan Syiah di dunia maya.[7]

.

Tapi, bagaimana kalau anda ditempatkan pada posisi Syiah. Anda akan dibunuh jika mengungkapkan keyakinan anda yang sebenarnya, apa yang akan anda lakukan? Begitulah awal mula taqiyah sebenarnya. Begitulah tindakan Ammar bin Yasir menghadapi siksaan kaum Quraisy. Begitulah tindakan penganut Syiah selama kurang lebih seabad di masa kerajaan Umayyah. Mereka dibatasi gerakannya, diburu, dan dibunuh bila ketahuan mengikuti jejak Ahli Bait. Bahkan Hasan al-Basri pun dalam meriwayatkan hadis dari Ali as, tidak menyebutkan namanya dalam periwayatan karena kondisi waktu itu yang tidak memungkinkan. Jika demikian apa anda setuju taqiyah?

.

Anda menyamakan mut’ah dengan zina, maka anda salah besar. Ibnu Abbas sampai buta mata dan wafat pun tidak pernah melarang mut’ah atau mencabut pendapatnya tersebut. Karena itulah murid-murid Ibnu Abbas meneruskan pendapatnya. Di antara mereka adalah Ibnu Juraij, Said bin Jubair, Atha’, Mujahid, bahkan ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Imam Malik membolehkan nikah Mut’ah. Jika Syiah meyakini mut’ah masih diperbolehkan, apakah anda akan memprotes? Toh, menurut Syiah mut’ah tetap diperbolehkan Nabi saw dan yang melarang adalah Umar di masa kekhalifahannya dan riwayat tersebut ada di kitab-kitab golongan Sunni dan Syiah.[8]

.

Semua poin-poin di atas, baik tuduhan Sunni atau bantahan Syiah terus saja diulang-ulang sepanjang sejarah Islam, namun semuanya hanya sekedar tulisan tanpa ada upaya untuk menjaga kedamaian ukhuwah islamiyah seakan-akan ada pihak-pihak luar dan dalam yang sengaja menjaga kestabilan perpecahan umat muslim. Akhirnya semua itu berpulang ke dalam diri anda. seorang hakim harus mendengarkan dua pihak yang bersengketa baru memutuskan masalahnya, bukan langsung justifikasi tanpa bertabayun terlebih dahulu. Bukan sekedar cukup menjadi juru dakwah, pemimpin majelis dengan jutaan pengikut, atau tukang khutbah mingguan untuk dapat menjustifikasi sekelompok orang menjadi sesat, kafir dan musyrik, diperlukan sikap yang arif, objektif, ilmiah dan berlaku adil dalam menanggapi saudara sesama muslim yang berbeda pandangan dengan kita.

.

“Tidaklah seseorang melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kefasikan, dan tidak pula melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kekafiran, melainkan hal itu akan kembali kepadanya apabila yang dituduh ternyata tidak demikian”.

.

[1] Dibanding dengan kakeknya, Gus Dur begitu dekat dengan golongan Syiah. Ketika terjadi revolusi Iran, Gus Dur mengatakan “Khumayni waliyullah terbesar abad ini” yang menimbulkan kontroversi di kalangan NU, bahkan dalam sebuah diskusi Gus Dur juga mempersilakan warga NU untuk masuk ke madzhab Syi’ah.

.

Said Aqil Siradj yang lulusan pendidikan Saudi pun menjadi pembela Syiah, padahal Saudi secara politik dan budaya menganut faham Wahabi yang jelas-jelas menolak bahkan mengkafirkan Syiah. Pendapat KH. Ahmad Dahlan juga berbeda dengan pendapat majelis tarjih Muhammadiyah sesudahnya, beliau memakai qunut subuh, tarawih 20 rakaat, mengucap usholi dalam niat shalat, dll.

.

[2] Bahwa upacara peringatan orang mati/tahlil pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000, termasuk khaul, adalah tradisi khas yang jelas-jelas terpengaruh faham Syiah. Dalam tahlil dimulai dengan bacaan al-Fatihah kepada Nabi saw dan roh-roh si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlil juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro dengan penanda bubur Syuro, tradisi Rebo Wekasan atau Arba’a Akhir di bulan Safar, tradisi Nisfu Sya’ban, faham Wahdatul Wujud, Nur Muhammad, larangan berhajat pada bulan Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji Nabi Muhammad Saw dan ahl al-bait, dan wirid-wirid yang diamalkan menunjukkan keterkaitan tersebut. Bahkan istilah kenduri pun, jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah karena dipungut dari bahasa Persia: Kanduri, yakni upacara makan-makan di Persia untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.

.

[3] Di antara kitab yang terbukti ditahrif adalah Nahj al-Balaghah yang diterbitkan oleh Muhammad Abduh Mesir, kitab-kitab al-Khumayni, seperti Hukumah Islam, Kasyful Asrar yang diterjemahkan menyimpang dari bahasa Persia ke Inggris/Arab. Pemalsuan kitab Kasyful Asrar dibongkar oleh Dr. Ibrahim Dasuki Syata, pengajar bahasa dan sastra dari Universitas Kairo. Pemalsuan kitab Hukumah Islam diduga dilakukan penerbit buku milik CIA ke dalam bahasa Inggris.

.

[4] Riwayat-riwayat tahrif al-Quran, baik dari kalangan sahabat maupun ulama besar, beredar di kitab-kitab Sunni dan Syiah. Di antara yang berpendapat al-Quran berubah adalah Imam Malik, beliau berkata tentang sebab gugurnya basmalah pada pembukaan surah Barâ’ah, “Sesungguhnya ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugur pulalah basmalahnya. Dan telah tetap bahwa ia sebenarnya menandingi surah al-Baqarah (dalam panjangnya)”

.

[5] Ibn Anbari dan al-Qurthubi menutupi identitas tokoh ini dalam kitabnya. Namun al-Khatib al-Baghdadi dan Abu Syamah menyebut jelas tokoh besar Sunni ini. Nama lengkapnya Abu al Hasan Muhammad ibn Ahmad ibn Ayyub al Muqri’/pakar qira’at, yang dikenal dengan nama Ibnu Syanbûdz/Syannabûdz al-Baghdâdi (w.328 H). Ia banyak belajar dan menimba ilmu qira’at dari banyak pakar di berbagai kota besar Islam. Ia telah berkeliling ke hampir seluruh penjuru negeri Islam untuk menimba ilmu dari para masyâikh, dan ahli qira’at.

.

Ia sezaman dan satu thabaqah dengan Ibnu Mujahid (yang membatasi qira’at hanya pada 7 qira’at saja), tetapi ia lebih luas ilmu dan pengetahuannya, khususnya tentang qira’at dan sumber-sumbernya, dan ia lebih banyak guru dan masyâikhnya, hanya saja Ibnu Majahid lebih berkedudukan di sisi penguasa saat itu. Banyak kalangan ulama qira’at belajar darinya. Abu ‘Amr ad Dâni dan lainnya mengandalkan sanad qira’at melalui jalurnya. Ibnu Syannabûdz adalah tsiqah/terpercaya, seorang yang shaleh, konsisten dalam menjalankan agama dan pakar dalam disiplin ilmu qira’at.

.

Ia meremehkan Ibnu Mujahid yang tidak pernah melancong ke berbagai negeri untuk menimba ilmu qira’at. Apabila ada seorang murid datang untuk belajar darinya, ia menanyainya terlebih dahulu, apakah ia pernah belajar dari Ibnu Mujahid? Jika pernah maka ia tidak akan mau mengajarinya. Ibnu Mujahid menyimpan dendam kepadanya, dan menfitnahnya kepada al wazîr/penguasa saat itu yang bernama Ibnu Muqlah. Ibnu Syannabûdz diadili pengguasa di hadapan para ulama dan ahli fikih, di antaranya Ibnu Mujahid atas qira’atnya yang dinilai menyimpang, setelah terjadi perdebatan seru dengan mereka.

Ibnu Muqlah memintanya untuk menghentikan kebiasaannya membaca qira’at yang syâdzdzah, tetapi ia bersikeras mempertahankannya, dan berbicara keras kepadanya dan kepada Ibnu Mujahid serta al Qadhi yang dikatakannya sebagai kurang luas pengetahuan mereka berdua, sehingga Ibnu Muqlah menderanya dengan beberapa cambukan di punggungnya yang memaksanya mengakui kesalahannya dan bersedia menghentikan bacaan syâdzdzah-nya.

.

Ketika Ibnu Muqlah menderanya, Ibnu Syannabûdz mendoakannya agar Allah memotong tangannya dan mencerai-beraikan urusannya. Tidak lama kemudian, setelah tiga tahun, tepatnya pada pertengahan bulan Syawal tahun 326 H, doa itu diperkenankan Allah dan Ibnu Muqlah pun dipotong tangannya oleh atasannya dan dipenjarakan serta dipersulit kehidupannya. Ia hidup terhina dan mati dalam sel tahanan pada tahun 328 H, tahun yang sama dengan tahun wafatnya Ibnu Syannabûdz. Sebagaimana Ibnu Mujahid juga mati setahun setelah mengadili Ibnu Syannabûdz.

.

[6] Al-Dzahabi berkata, “Omongan sesama teman jika terbukti dilontarkan dengan dorongan hawa nafsu  atau fanatisme maka ia tidak perlu dihiraukan. Ia harus ditutup dan tidak diriwayatkan, sebagaimana telah ditetapkan bahwa harus menutup-nutupi persengketaan yang terjadi antara para sahabat ra. Dan kita senantiasa melewati hal itu dalam kitab-kitab induk dan juz-juz akan tetapi kebanyakan darinya adalah terputus sanadnya dan dha’if dan sebagian lainnya palsu. Dan ia yang ada di tangan kita dan di tangan para ulama kita. Semua itu harus dilipat dan disembunyikan bahkan harus dimusnahkan. Dan harus diramaikan kecintaan kepada para sahabat dan mendo’akan agar mereka diridhai (Allah), dan merahasiakan hal itu (bukti-bukti persengketaan mereka itu) dari kaum awam dan individu ulama adalah sebuah kawajiban. Dan mungkin diizinkan bagi sebagian orang ulama yang obyektif  dan jauh dari hawa nafsu untuk mempelajarinya secara rahasia dengan syarat ia memintakan ampunan bagi mereka (para sahabat) seperti diajarkan Allah.

[7] Kisah Laporan “Spy” Wahabi Tentang Iran.
Pada suatu hari, agen wahabi mengutus seorang untuk “spy” semua gerak-geri orang syiah, terutama di Iran, maka diutuslah seorang agen A untuk memulai misi ke Iran. Setelah tiga bulan lamanya sang agen kembali untuk melaporkan hasil mata-matanya. Mari kita lihat apa yang dilaporkannya :
Agen A : Bos ternyata semua orang Iran, mereka itu hidup dalam taqiyah sepanjang waktu dan dimanapun mereka berada.
Bos : maksud kamu ?

.
Agen A : Setelah sekian lama saya selidiki:
1.  Segala cara dan upaya telah saya lakukan untuk dapat menemukan Al-Qur’an versi Syiah, tapi tetap saja saya tidak pernah menjumpai dan menemukannya. Setiap saya lihat semua Al-Qur’an di sana sama dengan Al-Qur’an yang kita baca, dan saya tidak pernah menemukan orang yang menjual atau memegang atau menyimpannya di rumah atau di perpustakaan-perpustakaan atau di sekolah-sekolah mereka selain Al-Qur’an seperti yang kita punya. Padahal yang kita belajar dan dengar dari guru-guru kita bahwa Syiah memiliki al-Qur’an sendiri.

.
2. Mereka juga selalu bersalawat kepada Nabi dan Ahlul Baytnya sepanjang waktu mereka, di hampir setiap akhir dari bacaan gerakan sholat, dalam doa-doa mereka, ketika mereka mendengar nama Rasulullah dan para Imam mereka disebutkan, ketika mereka akan memulai pekerjaan dan berpergian, pokoknya di setiap hari mereka selalu mengumandangkan salawat dan kecintaan kepada Rasulullah dan Ahlul Baytnya seolah-olah mereka tahu bahwa saya sedang memperhatikan mereka. padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sebenarnya adalah pembenci dan selalu memfitnah ahlul bayt nabi.

.
3. Setiap hari masyarakat mereka selalu mengutuk dan membenci Amerika dan Zionis, serta musuh-musuh Islam. Dan kesiapan serta doa mereka untuk menjadi dan dibangkitkan sebagai tentara Al-Mahdi dalam melawan Dajjal akhir zaman. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka adalah kawan sejati Amerika dan Israel.

.

4. Ketika saya memasuki kota-kota suci mereka, di setiap hari mereka selalu bergiat dalam ibadah-ibadah serta kajian-kajian keilmuan dan keagamaan, tidak pernah mereka menghabiskan waktu dalam kesia-siaan apalagi mengeluarkan cacian kepada sahabat dan istri nabi. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka setiap hari melakukan majlis-majlis cacian kepada sahabat dan isteri nabi.

.

5. Para mahasiswa dan ilmuwan mereka pun sedang bergiat dalam mengembangkan teknologi, yang setiap saat mereka katakan sebagai kekuatan Islam untuk melawan orang kafir dan musuh Allah, kemajuan yang mereka alami adalah dari hasil anak bangsa dan kemandirian mereka setelah negara mereka mendapat tekanan dan boikot dunia. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sering melakukan kerjasama dan membeli senjata dari Amerika dan Israel.
.

[8] Quraisy Shihab memandang bahwa 1. Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah benar Nabi saw pernah mengharamkan nikah mut’ah itu; 2. Larangan Umar bin Khattab terhadap nikah mut’ah bukan pengharaman suatu syariat, tetapi demi menjaga kemaslahatan umat kala itu. 3. Pendapat yang kompromistis ialah pendapat Syekh Muhammad Thahir bin Asyur, mufti Tunisia yang mengatakan bahwa Nabi SAW dua kali mengizinkan nikah mut’ah dan dua kali melarangnya. Larangan ini bukan pembatalan, tetapi penyesuaian dengan kondisi, kebutuhan yang mendesak atau darurat. Maka nikah mut’ah itu hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat, seperti bepergian jauh atau perang dan tidak membawa istri.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin: “Soal Syi’ah, Kemenag mengacu pada Konferensi Islam International di Yordania, 4-6 Juli 2005 dan sidang ke-17 OKI di Yordania pada Juni 2006”

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin:

Pandangan saya seperti ini, tolong diluruskan, selama ini saya sering disalahpahami bahwa saya Syiah, karena terlalu membela Syiah. Sebenarnya saya tidak bela Syiah.

Saya hanya menjelaskan yang sesungguhnya. Harapan saya ke depan bagaimana umat Islam meski berbeda tidak saling menafikan. Karena terus terang saya khawatir kalau tidak bangun kesadaran seperti itu, peristiwa di Irak di Suriah bisa juga terjadi di sini. Sesama muslim sama-sama meneriakkan takbir tapi saling menumpahkan darah. Itu tidak terbayangkan terjadi di kita.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akhirnya bisa menarik nafas lega. Satu urusan berat terkait ibadah haji berhasil diselesaikannya. Bersama DPR, pemerintah sepakat menekan biaya haji tahun ini.

Ongkos haji turun dari 3.219 dolar Amerika Serikat pada 2014 menjadi 2.719 dolar Amerika Serikat pada 2015. Lukman mengatakan, ONH turun setelah pemerintah melakukan penghematan di sejumlah lini, terutama biaya penerbangan dari Tanah Air ke Arab Saudi.

Selain masalah haji, Kemenag juga sedang menata pelaksanaan ibadah umrah. Pemerintah mulai menertibkan biro perjalanan umrah yang nakal. Tak hanya itu, sejumlah syarat bagi biro perjalanan yang mengajukan izin juga diperketat.

Tak cuma urusan haji dan umrah saja yang kini menyita perhatiannya. maraknya aksi penolakan terhadap Syiah juga menjadi perhatian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menag yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini berjanji, ia akan memperhatikan dengan seksama ‘gesekan’ yang kini terjadi di tengah masyarakat.

Menurut dia, gesekan itu sebenarnya tak perlu terjadi. Pasalnya, selama ini Islam di Indonesia terkenal moderat. Semua permasalah ini disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin VIVA.co.id dalam wawancara khusus di ruang kerja Menag, kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2015 lalu.

Berikut petikannya:

Saat ini sentimen anti Syiah menguat. Tanggapan Anda?

Bagaimana pun juga ini menyangkut keragaman paham keagamaan Islam. Di dalam Islam tidak dipungkiri ada beragam paham keagamaan, dalam hal teologi, dalam hal fiqih, tasawuf. Ada Sunni ada Syiah. Itu bagian realitas umat Islam sejak awal. Syiah ada sejak zaman sahabat. Ini bukan barang baru, sejak zaman Abubakar dan seterusnya sudah ada.

Sebenarnya bagaimana sejarah dua paham ini di Indonesia?

Di Indonesia, dulu-dulu kita tidak pernah mendengar perseteruan ini. Ini baru belakangan saja. Hemat saya, umat Islam Indonesia jangan terkecoh kemudian masuk ke friksi yang semakin menajam antarumat Islam itu sendiri. Jadi bagaimana pun juga umat Islam Indonesia, paham ahlisunnah yang jadi paham mayoritas Islam Indonesia adalah penuh toleran, moderat, yang berimbang dalam melihat persoalan, tidak ekstrim.

Tapi penuh toleransi, yang damai, penuh kasih sayang, yang rahmatan lil alamin. Itu yang ratusan tahun yang lalu diperkenalkan, disebarluaskan Walisongo dan pendahulu kita. Islam yang seperti itu. Bukan yang hitam putih dalam melihat persoalan, yang mudah menyalah-nyalahkan, yang mudah mengkafir-kafirkan. Bukan seperti itu karakter umat Islam Indonesia yang pahamnya ahlisunah waljamaah.

Lalu bagaimana pandangan Anda dengan Syiah?

Dalam melihat perbedaan terhadap Syiah tidak harus selalu seakan-akan ini ancaman atau musuh luar biasa. Tapi dari pihak Syiah juga harus diberi pengertian bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia itu Sunni yang sangat hormat terhadap sahabat. Sementara ada sebagian aliran atau paham dalam Syiah yang sangat tidak setuju dengan sahabat. Bahkan lebih jauh dianggap tidak ada, atau disalah-salahkan. Yang ini kemudian di lapangan yang menimbulkan konflik. Karena menurut ahlisunnah, sahabat itu sangat dihormati selain Rasulullah

Karenanya, teman-teman Syiah juga harus sadar diri bahwa mayoritas umat Islam Indonesia yang ahlisunnah sangat menghormati sahabat. Jadi jangan menghina,  melecehkan sahabat  karena itu bisa melukai hati sesama saudara muslim. Jadi kesadaran untuk saling bertenggang rasa semakin diperlukan.

Caranya?

Itu tadi, harus dibangun kesadaran bertenggang rasa, bertoleransi. Caranya, lebih mengedepankan substansi dari Islam. Islam itu maknanya salam, keselamatan, kedamaian, memanusiakan manusia. Islam hadir sebagai nilai untuk membuat semua alam semesta sejahtera, untuk saling menebarkan kemaslahatan. Sehingga segala upaya yang justru sebaliknya, membuat manusia rendah harkatnya, martabatnya, apalagi saling menumpahkan darah sesama, itu pasti bukan ajaran Islam. Itu yang harus dihindari dari Islam.

Jadi kesadaran seperti ini, lebih mengedapankan esensi ajaran Islam. Bukan justru berbeda kemudian perbedaan itu dijadikan pijakan, atau dasar untuk saling menafikan di antara kita. Perbedaan itu harus dijadikan cara, bahwa itulah Allah memberikan berkah karena justru keragaman ini antar kita yang terbatas bisa saling melengkapi, mengisi.

Apa program Anda untuk meredam konflik?

Ada beberapa. Misalnya, kurikulum. Kita ingin kurikulum madrasah lebih mengedepankan semangat esensi ajaran agama. Selain itu, sosialisasi ke tokoh agama, ormas Islam, khususnya pondok pesantren. Kita juga meminta Mahkamah Konstitusi untuk melihat UU kita, aturan kita mana yang bertolak belakang dengan esensi ajaran Islam. Kita lihat ada nggak aturan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam. Ini harus dibangun kesadaran. Peraturan yang ada sejalan dengan Islam

Jadi tidak ada alasan menyebut ini negara berhala, negara dholim atau negara yang menyimpang dari Islam. Kesadaran seperti ini yang harus dibangun di kalangan pesantren, tokoh agama. Kita harus bersyukur seperti ini karena ulama terdahulu yang telah berhasil menanamkan nilai yang lebih toleran di tengah keberagaman.

Bagaimana posisi pemerintah terkait keberadaan Syiah?

Kemenag sebagai bagian dari pemerintah tidak dalam posisi menentukan, apakah paham ini baik atau buruk, benar atau salah. Kita bukan dalam posisi untuk menilai. Apalagi ini kafir atau bukan. Biarkan itu jadi kewenangan ulama yang ada di NU, Muhammadiyah, MUI untuk menyikapi keragaman perbedaan paham ini.

Saya pribadi menghendaki, selama perbedaan bukan prinsipil tidak ada alasan untuk saling menegasikan atau menafikan satu sama lain. Perbedaan itu given saja, sunatullah.

Artinya, Syiah merupakan bagian dari Islam?

Saya mengacu pada hasil deklarasi yang dikeluarkan Konferensi Islam International di Yordania, 4-6 Juli 2005 yang kemudian ditegaskan lagi pada sidang ke-17 OKI di Yordania pada Juni 2006. Di situ menyatakan bahwa Syiah itu macam-macam, seperti di ahlisunnah. Sebagian dari aliran Syiah dianggap masih bagian dari Islam seperti, Ja’fari, Zaidiyah, Ibadiyah, Zahiriyah. Bahkan sampai tahun lalu umat Syiah seperti Iran dan negara lain masih berhaji di Mekkah dan Madinah. Saudi anggap mereka bagian saudara muslim. Jadi itu bisa jadi pegangan kita bahwa perbedaan itu tidak perlu jadi cara kita saling menegasikan.

Kalau menurut Anda?

Pandangan saya seperti ini, tolong diluruskan, selama ini saya sering disalahpahami bahwa saya Syiah, karena terlalu membela Syiah. Sebenarnya saya tidak bela Syiah. Saya hanya menjelaskan yang sesungguhnya. Harapan saya ke depan bagaimana umat Islam meski berbeda tidak saling menafikan. Karena terus terang saya khawatir kalau tidak bangun kesadaran seperti itu, peristiwa di Irak di Suriah bisa juga terjadi di sini. Sesama muslim sama-sama meneriakkan takbir tapi saling menumpahkan darah. Itu tidak terbayangkan terjadi di kita.

Apakah ada kepentingan politik di balik gerakan anti Syiah?

Kita tidak terhindarkan, pengaruh politik kuat sekali. Karena kita tidak pernah ada masalah isu Sunni Syiah, 20 tahun atau 50 tahun lalu. Sekarang kenapa mengeras. Pengaruh politik memang besar sekali. Umat Islam harus punya kesadaran tinggi, untuk menjaga dan merawat keindonesiaan yang beragam. Jadi berislam juga tidak bisa dipisahkan dengan berindonesia. Karena hanya dengan tanah air yang penuh kedamaian, umat Islam bisa jalankan syariat dengan baik.

Kita tidak perlu terpengaruh konflik di Timur Tengah dan belahan dunia lain.ndonesia.

Garis Pemikiran Imam Khomeini adalah Peta Jalan bagi Bangsa Iran

Rahbar:

Garis Pemikiran Imam Khomeini adalah Peta Jalan bagi Bangsa Iran

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menganggap garis pemikiran Imam Khomeini sebagai peta jalan penuh harapan bagi bangsa Iran dan menekankan urgensi menghadapi penyimpangan atas figur Imam Khomeini.

Ayatullah Khamenei, Kamis (4/6) di hadapan masyarakat Iran yang hadir di makam Pendiri Republik Islam Iran, menilai kaji ulang atas prinsip-prinsip garis pemikiran Imam Khomeini sebagai satu-satunya jalan untuk menghadapi penyimpangan figur beliau.

Rahbar mengatakan, Imam Khomeini adalah perwujudan nyata dari sebuah gerakan besar yang dimulai rakyat Iran dan mampu mengubah sejarahnya.

“Imam Khomeini adalah pendiri sebuah aliran pemikiran, politik dan sosial. Rakyat Iran menyambut pemikiran dan peta jalan itu serta bergerak di dalamnya.” lanjutnya.

Menurut Rahbar, Imam Khomeini adalah seorang fakih, filsuf dan ahli irfan. “Sekalipun demikian pribadi unggul Imam Khomeini tidak bergantung pada salah satunya,” kata Rahbar.

Ayatullah Khamanei menambahkan, “Imam Khomeini dengan seluruh kapasitas keilmuan yang dimilikinya itu, terjun ke dalam medan perjuangan di jalan Tuhan dan ia terus melanjutkan perjuangan itu sampai akhir hidupnya. Imam Khomeini berhasil menciptakan gerakan besar, bukan hanya di Iran, bahkan di seluruh kawasan dan Dunia Islam. Gerakan Imam Khomeini dikenal di seluruh penjuru dunia dan hasil gerakan ini sungguh luar biasa.”

Dalam kesempatan itu Rahbar menjelaskan tentang pentingnya masalah utama pidatonya yaitu penyimpangan figur Imam Khomeini.

Ia menegaskan, “Imam Khomeini, berbeda dengan keyakinan sebagian kalangan yang berusaha membatasi beliau dalam ruang lingkup zamannya saja, adalah perwujudan gerakan besar dan penentu sejarah bangsa Iran. Tidak diragukan upaya penyimpangan figur Imam Khomeini dapat merusak kelanjutan gerakan ini. Oleh karena itu dalam masalah ini harus benar-benar waspada.”

Ayatullah Khamenei menganggap garis pemikiran, politik dan sosial Imam Khomeini sebagai peta jalan bangsa Iran untuk meraih tujuan-tujuan besarnya seperti keadilan, kemajuan dan kekuatan.

Rahbar menambahkan, “Tanpa mengenal dengan benar dan steril dari penyimpangan, Imam Khomeini, maka peluang berlanjutnya peta jalan ini tidak akan pernah ada.”

Rahbar juga menekankan bahwa kubu imperialis dunia sampai saat ini masih tergiur dengan Iran sebagai negara besar, kaya dan penting di kawasan. “Kerakusan kekuatan-kekukatan penipu dunia ini akan berhenti ketika rakyat Iran mencapai kemajuan dan kekuatan yang dapat memutus harapan mereka,” ujarnya.

Rahbar juga menyinggung soal beberapa peristiwa yang terjadi beberapa tahun terakhir di kawasan dan kepercayaan sebagian gerakan kepada Amerika Serikat serta terpukulnya mereka. Ia menerangkan, “Imam Khomeini dalam kerangka asli pemikirannya selalu berhadapan dengan Amerika, insitusi politik dan keamanannya. Sebaliknya selalu mendukung bangsa-bangsa tertindas khususnya rakyat Palestina, dengan seluruh kasih sayang dan ketegasannya.”

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa peristiwa–peristiwa hari ini di kawasan dapat dianalisa dalam kerangka logika Imam Khomeini. “Republik Islam Iran hari ini menentang aksi-aksi brutal dan penindasan ISIS di Irak dan Suriah, pada tingkat yang sama juga menentang penindasan yang dilakukan polisi federal Amerika di dalam negeri negara itu dan menganggap kedua aksi tersebut tidak ada bedanya,” papar Rahbar.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, “Republik Islam menentang blokade rakyat tertindas Gaza, pada tingkat yang sama juga menentang pemboman rakyat tidak berdosa Yaman. Iran menentang aturan ketat atas rakyat Bahrain, pada tingkat yang sama juga menentang serangan drone-drone Amerika terhadap rakyat Afghanistan dan Pakistan.”

Menurut Rahbar, Iran dalam kerangka logika Imam Khomeini adalah pendukung kaum tertindas dan menentang penindasan.

“Oleh karena itu masalah Palestina, tetap menjadi masalah utama Republik Islam Iran dan sampai kapanpun akan selalu ada dalam agenda kerja pemerintah,” pungkasnya.

 

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu.

DR. Hasan Rouhani:

Imam Khomeini ra, Tokoh Agung Revolusi Rakyat

 

dalam pidatonya Rabu (3/6) malam pada acara peringatan haul Imam Khomeini ra ke-26 di kompleks makam Bapak Revolusi Islam itu, Presiden Republik Islam Iran, DR. Hasan Rouhani menyebut Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu. Demikian dilansir dari IRIB.

Dia mengatakan bahwa Imam Khomeini ra mampu membawa Islam dari sudut kamar, pesantren dan masjid ke tengah masyarakat dan dunia serta menyatukan kembali agama dan politik.

Presiden Rouhani menganggap Imam Khomeini ra sebagai pemimpin agung revolusi rakyat dan menuturkan, beliau bukan sosok yang melupakan rakyat setelah meraih kemenangan, tapi dalam kurun waktu kurang dari 50 hari pasca kemenangan revolusi, Imam Khomeini ra mengajak masyarakat untuk memberikan hak suara.

“Imam Khomeini ra bahkan menyerahkan masalah bentuk pemerintahan ke tangan rakyat dan rakyat sendiri yang memilih bentuk pemerintahan dengan suara mereka,” tegasnya.

Di bagian lain pidatonya, Rouhani menyoroti konspirasi kekuatan-kekuatan besar dan kebijakan membentuk kelompok-kelompok teroris seperti, ISIS di wilayah Timur Tengah. Dia menerangkan, “Sekarang keamanan tidak hanya tercipta di Iran yang Islami, tapi rakyat Iran juga membantu bangsa-bangsa lain dalam menghadapi konspirasi teroris.”

“Bangsa Iran sekarang membantu rakyat Irak, Suriah, Lebanon, Yaman dan semua bangsa-bangsa regional dalam melawan terorisme, kekerasan dan ekstrimisme,” tegas Rouhani.

Rouhani lebih lanjut mengatakan, beberapa negara sekarang menyalahgunakan sumber daya alamnya dan menukar uang minyaknya dengan senjata-senjata destruktif dan kemudian menggunakannya terhadap bangsa tertindas seperti, bangsa Yaman.

Dia menilai penurunan ekstrim harga minyak dalam beberapa bulan terakhir sebagai konspirasi musuh dan menandaskan, bangsa Iran berdiri tegak menghadapi semua tantangan sepanjang 36 tahun dan juga akan tetap berdiri tegak.

“Jika rezim Zionis Israel dan beberapa negara boneka di kawasan berpikir mampu menghambat laju gerakan bangsa dan pemerintah Iran melalui tekanan dan konspirasi, tentu saja mereka keliru,” tandasnya.

MKD Putuskan Ijazah Kang Jalal Asli, Fitnah terus Berlanjut

“Menurut MKD, pengaduan dari pengadu tidak terbukti. Sudah kita putuskan, bahwa pihak yang diadukan mampu membuktikan ijazahnya asli semua.”

meskipun Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI telah memproses pengaduan terhadap anggota Komisi VIII Jalaluddin Rakhmat Rabu (20/5)  dari dugaan pelanggaran etik, yaitu pemalsuan ijazah, dan telah dinyatakan Kang Jalal, demikian sapaannya, tidak terbukti melakukan pemalsuan ijazah palsu, masih saja ada upaya melakukan pencemaran nama baik oleh segelintir pihak.

Disampaikan, dalam sidang etik yang dipimpin langsung Ketua MKD Surahman Hidayat, pihak teradu, Kang Jalal, menunjukkan ijazah resmi yang dimaksud pengadu adalah palsu. Mahkamah memperhatikan dengan seksama bagaimana ijazah tersebut dan akhirnya memutuskan Kang Jalal sah secara hukum mempergunakan gelar yang disandangnya.

“Kalau (masih) ada yang keberatan atau menduga itu palsu ya silahkan dia proses di kepolisian. Kita hanya melihat bahwa ini ada ijazah aslinya,” jelas Junimart Girsang, salah seorang angota MKD kepada Aktual.co.

“Menurut MKD, pengaduan dari pengadu tidak terbukti. Sudah kita putuskan,  bahwa pihak yang diadukan mampu membuktikan ijazahnya asli semua.” sambungnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua MKD Surahman Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5). Surahman menjelaskan bahwa laporan untuk Jalal berasal dari masyarakat. MKD sudah bersidang dan menyatakan bahwa ijazah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJABI) tersebut dinyatakan asli.  “Tidak terbukti palsu,” ucapnya. Surahman menjelaskan bahwa ijazah Jalal asli namun belum dilegalisasi oleh Dikti. Aturan soal legalisasi itu baru muncul belakangan dan cukup rumit.  “Ijazahnya ada dan asli, tapi tidak dilegalisasi oleh Dikti, karena aturan itu baru belakangan ini untuk ijazah luar negeri. Karena ijazah Jalaludin Rakhmat itu kan sudah lama dari luar negeri dan waktu itu belum legalisasi. Juga persyaratan legalisasi sulit dipenuhi, seperti fotocopy paspor, visa dan itu sudah diketahui,” papar Surahman.

Sementara itu, Ilham Kadir, peneliti LPPI [Lembaga Penellitian dan Pengkajian Islam] Makassar masih juga mempersoalkan keaslian ijazah DR. Jalaluddin Rakhmat dalam opininya yang di muat di Go Cakrawala (5/6) dengan judul “Jalaluddin Rakhmat dan Ijazah Palsunya”. Opini pembaca digiring oleh Ilham Kadir untuk meyakini Jalaluddin Rakhmat telah melakukan pembohongan publik mengenai gelar dan ijazahnya termasuk ketika mendaftarkan diri untuk menjadi anggota legislatif, sementara MKD telah memutuskan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti.

Dalam artikelnya mahasiswa doktoral Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut menulis, “Dari keterangan diatas, maka sudah dapat dipastikan bahwa Jalaluddin Rakhmat telah berdusta dan tidak jujur dalam masalah ijazah dan gelarnya.”

Pernyataan tersebut adalah tuduhan serius terhadap kredibilitas MKD dalam melakukan sidang etik. Termasuk tudingan bahwa pihak Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yang menerima Jalaluddin Rakhmat dalam program doctoral by research telah melakukan penerimaan tanpa persyaratan yang lengkap, sebab untuk mendaftarkan diri mengikuti program tersebut, menurut Ilham Kadir, Jalaluddin Rakhmat menggunakan ijazah palsu.

Kejahilan Bantahan Abu Azif Tentang Riwayat Abdullah bin Saabu’

Dikutip dari http://www.secondprince.wordpress.com

 

 

 

 

.

Kejahilan Bantahan Abu Azif Tentang Riwayat Abdullah bin Saabu’

Baru-baru ini muncul blog yang sepertinya dibuat dengan tujuan “Membantah Secondprince”. Awalnya kami pikir ini sesuatu yang menarik tetapi setelah membaca tulisannya ternyata orang ini adalah orang yang memang sudah pernah diskusi dengan kami sok membantah sana sini padahal hakikatnya jahil dalam ilmu. Bahkan setelah ditunjukkan kaidah ilmu yang benar ia tetap bersikeras dengan kejahilannya.

Orang ini sok ingin membela Abul-Jauzaa padahal ia tidak memahami kesalahan Abul-Jauzaa dalam tulisannya tersebut. Bersikeras membela sesuatu yang salah hanya menunjukkan kesombongan dan kejahilan. Berikut akan kami tunjukkan betapa rusaknya bantahan tersebut. Seperti biasa bantahan dari orang tersebut akan kami blockquote. Bagi para pembaca yang ingin mengetahui tulisan kami yang dibantah blog tersebut maka silakan lihat tulisan kami Takhrij Atsar Aliy bin Abi Thalib : Rasulullah Tidak Pernah Berwasiat Tentang Kepemimpinan Kepada Dirinya

.

.

.

Mengenai riwayat Ali ra sebagai wali bagi kaum muslimin memang ditetapkan dari riwayat yang shahih, akan tetapi pengertian wali diartikan dengan kepemimpinan merupakan kesalahan, apalagi sampai mempunyai anggapan bahwa Abu Bakar cs merampas hak kepemimpinan Ali, kalau sudah beranggapan seperti itu maka tidak syak lagi status dia sebagai syiah rafidhah.

Hal ini dibuktikan dengan ke-shahih-an riwayat yang sedang kita bahas.

Lebih baik kami tidak usah sibuk dengan tuduhan atau prasangka dustanya. Kami langsung saja menunjukkan hujjah yang ilmiah dan objektif dan mari kita lihat nanti bagaimana ia akan bersikeras untuk menolak. Riwayat tentang Imam Aliy sebagai Waliy kaum muslimin adalah sebagai berikut

حدثنا يونس قال حدثنا أبو داود قال حدثنا أبو عوانة عن أبي بلج عن عمرو بن ميمون عن بن عباس ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لعلي أنت ولي كل مؤمن بعدي

Telah menceritakan kepada kami Yuunus yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Dawud yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abu Balj dari ‘Amru bin Maimun dari Ibnu ‘Abbaas bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata kepada Aliy “engkau adalah Waliy bagi setiap mukmin sepeninggalku” [Musnad Abu Dawud Ath Thayalisiy no 2875]

ثنا محمد بن المثنى حدثنا يحيى بن حماد عن أبي عوانة عن يحيى ابن سليم أبي بلج عن عمرو بن ميمون عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعلي أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنك لست نبيا إنه لا ينبغي أن أذهب إلا وأنت خليفتي في كل مؤمن من بعدي

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamad dari Abi ‘Awanah dari Yahya bin Sulaim Abi Balj dari ‘Amr bin Maimun dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW bersabda kepada Aliy “KedudukanMu di sisiKu sama seperti kedudukan Harun di sisi Musa hanya saja Engkau bukan seorang Nabi. Sesungguhnya tidak sepatutnya Aku pergi kecuali Engkau sebagai KhalifahKu untuk setiap mukmin sepeninggalku. [As Sunnah Ibnu Abi Ashim no 1222]

Jadi apa yang perlu ditafsirkan, lha hadisnya memang menyebutkan kalau Waliy yang dimaksud adalah Khalifah. Makna Waliy sebagai Khalifah itu sudah dikenal di kalangan orang Arab bahkan dikalangan para sahabat. Buktinya adalah sahabat Nabi yaitu Abu Bakar [radiallahu ‘anhu] sendiri menggunakan kata Waliy untuk menyatakan kepemimpinannya


Al Bidayah juz 9

Al Bidayah juz 9 hal 414

وقال محمد بن إسحاق بن يسار : حدثني الزهري ، حدثني أنس بن مالك قال : لما بويع أبو بكر في السقيفة وكان الغد ، جلس أبو بكر على المنبر ، فقام عمر فتكلم قبل أبي بكر ، فحمد الله وأثنى عليه بما هو أهله ، ثم قال : أيها الناس ، إني قد قلت لكم بالأمس مقالة ما كانت مما وجدتها في كتاب الله ، ولا كانت عهدا عهده إلي رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ولكني قد كنت أرى أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سيدبر أمرنا – يقول : يكون آخرنا – وإن الله قد أبقى فيكم كتابه الذي به هدى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فإن اعتصمتم به هداكم الله لما كان هداه له ، وإن الله قد جمع أمركم على خيركم ; صاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم وثاني اثنين إذ هما في الغار ، فقوموا فبايعوه . فبايع الناس أبا بكر بيعة العامة بعد بيعة السقيفة ، ثم تكلم أبو بكر فحمد الله وأثنى عليه بالذي هو أهله ، ثم قال : أما بعد ، أيها الناس ، فإني قد وليت عليكم ولست بخيركم ، فإن أحسنت فأعينوني ، وإن أسأت فقوموني ، الصدق أمانة ، والكذب خيانة ، والضعيف فيكم قوي عندي حتى أريح عليه حقه ، إن شاء الله ، والقوي فيكم ضعيف حتى آخذ الحق منه ، إن شاء الله ، لا يدع قوم الجهاد في سبيل الله إلا ضربهم الله بالذل ، ولا تشيع الفاحشة في قوم إلا عمهم الله بالبلاء ، أطيعوني ما أطعت الله ورسوله ، فإذا عصيت الله ورسوله ، فلا طاعة لي عليكم ، قوموا إلى صلاتكم يرحمكم الله . وهذا إسناد صحيح

Dan Muhammad bin Ishaq berkata telah menceritakan kepada kami Az Zuhri yang berkata telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik yang berkata ketika Abu Bakar dibaiat di Saqifah, esok harinya ia duduk diatas mimbar dan Umar berdiri di sampingnya memulai pembicaraan sebelum Abu Bakar. Umar mulai memuji Allah sebagai pemilik segala pujian, kemudian berkata “wahai manusia aku telah katakan kepada kalian kemarin perkataan yang tidak terdapat dalam kitabullah dan tidak pula pernah diberikan Rasulullah SAW kepadaku. Aku berpandangan bahwa Rasulullah SAW akan hidup terus dan mengatur urusan kita maksudnya Rasulullah akan wafat setelah kita. Dan sesungguhnya Allah SWT telah meninggalkan kitab-Nya yang membimbing Rasulullah SAW maka jika kalian berpegang teguh dengannya Allah SWT akan membimbing kalian sebagaimana Allah SWT membimbing Nabi-Nya. Sesungguhnya Allah SWT telah mengumpulkan urusan kalian pada orang yang terbaik diantara kalian yaitu Sahabat Rasulullah dan orang yang kedua ketika ia dan Rasulullah SAW bersembunyi di dalam gua. Maka berdirilah kalian dan berilah baiat kalian kepadanya. Maka orang-orang membaiat Abu Bakar secara umum setelah baiat di saqifah. Kemudian Abu Bakar berkata setelah memuji Allah SWT pemilik segala pujian. Ia berkata “Amma ba’du, wahai manusia sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai [Waliy] pimpinan atas kalian dan bukanlah aku orang yang terbaik diantara kalian maka jika berbuat kebaikan bantulah aku. Jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku, kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat. Orang yang lemah diantara kalian ia kuanggap kuat hingga aku mengembalikan haknya kepadanya jika Allah menghendaki. Sebaliknya yang kuat diantara kalian aku anggap lemah hingga aku mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya jika Allah mengehendaki. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah timpakan kehinaan dan tidaklah kekejian tersebar di suatu kaum kecuali adzab Allah ditimpakan kepada kaum tersebut. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mentaati Allah dan RasulNya maka tiada kewajiban untuk taat kepadaku. Sekarang berdirilah untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian. Riwayat ini sanadnya shahih. [Al Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir 9/414-415]

.

.

Apa yang mas SP tulis secara panjang lebar tersebut hanyalah berupa teori-teori kemungkinan saja, faktanya Abu Bakar bin Ayyasy menjayyid-kan sanad tersebut.

Dan kalau bermain teori kemungkinan, maka dapat juga dikemukakan teori lawan : bahwa Abu Bakar bin Ayyasy setelah tahu sanad Salamah dan Salim, maka beliau merajihkan sanad Salim.

Masyhur Ishaq bin Ibrahim merupakan murid Abu Bakar bin Ayyasy dan sima’ nya dengan lafaz sami’tu, dua hal tersebut menjadi qarinah bahwa kemungkinan besar riwayat ini terjadi ketika Abu Bakar tidak ikhtilath.

Seperti biasa ini hanya jawaban akal-akalan orang yang tidak paham kaidah ilmu hadis atau sebenarnya ia paham tetapi pura-pura bodoh. Jika seorang perawi dikatakan ikhtilath maka yang harus diperhatikan adalah apakah perawi yang meriwayatkan darinya adalah perawi yang meriwayatkan sebelum ikhtilath atau sesudah ikhtilath. Maka perinciannya adalah sebagai berikut

  1. Jika perawi yang meriwayatkan darinya adalah perawi yang mendengar sebelum ikhtilath maka hadisnya diterima
  2. Jika perawi yang meriwayatkan darinya adalah perawi yang mendengar setelah ikhtilath maka hadisnya ditolak
  3. Jika perawi yang meriwayatkan darinya tidak diketahui mendengar sebelum atau sesudah ikhtilath maka hukumnya tawaqquf sampai ada qarinah yang menguatkan kalau perawi tersebut mendengar darinya sebelum ikhtilath. Salah satu qarinah yang sering dipakai para ulama adalah periwayatan Bukhariy dan Muslim. Jika riwayat perawi tersebut dari gurunya yang ikhtilath dipakai Bukhariy dan Muslim maka ini termasuk qarinah yang menguatkan kalau perawi tersebut mendengar dari gurunya sebelum ikhtilath.

Aneh bin ajaib dalam bantahan terhadap riwayat ‘Amru bin Sufyaan, orang ini berlagak sok paham dan mengucapkan kalimat yang menentang dirinya sendiri

Ikhtilath Abu Azif

JAWAB :

Benar Qutaibah dari Jarir telah disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, akan tetapi ketika disebutkan dalam riwayat selain mereka berdua harus dilihat, bila mendengar sebelum ikhtilath diterima, bila mendengarnya sesudah ikhtilath atau tidak diketahui sebelum atau sesudah ikhtilath, maka riwayatnya ditolak.

Ishaaq bin Ibrahim tidak diketahui mendengar dari Abu Bakar bin ‘Ayasy sebelum atau sesudah ikhtilath maka sesuai dengan perkataannya sendiri di atas seharusnya riwayat Ishaaq dari Abu Bakar itu ditolak. Jadi ngapain dia sok membela atau berhujjah dengan riwayat Abu Bakar bin ‘Ayasy tersebut.

Dan lucunya orang ini mengatakan bahwa Ishaaq sebagai murid Abu Bakar dan menggunakan lafal sami’tu adalah qarinah Ishaaq mendengar Abu Bakar sebelum ikhtilath. Alangkah mengherankannya orang ini, bagaimana bisa hal seperti itu jadi qarinah perawi mendengar sebelum ikhtilath. Ilmu hadis dari mana itu?. Orang ini memang ajib selalu punya kaidah ilmu hadis yang mencengangkan dan tidak tahu datang dari mana.

.

.

Seandainya toh, riwayat tautsiq ini lemah, tidak mempengaruhi terangkatnya ke-majhulan Abdullah bin Sabu’. (Salim, Tsa’labah, Ibnu Hibban, dan Ibnu Hajar mengenal Abdullah bin Sabu’)

Ucapan ini tidak ada nilai hujjahnya. Abdullah bin Sabu’ berdasarkan pendapat yang rajih adalah perawi majhul ‘ain. Berikut kita bahas perkataan orang ini. Ia mengatakan

Salim mengenal Abdullah bin Sabu’. Perkataan ini tidaklah mengangkat jahalah Abdullah bin Sabu’. Memang dalam kitab Rijal disebutkan bahwa tidak ada yang meriwayatkan dari Abdullah bin Saabu’ kecuali Salim bin Abi Ja’d [Mizan Al I’tidal Adz Dzahabiy 4/105 no 4348]. Hukum perawi yang dikenal hanya satu orang yang meriwayatkan darinya adalah majhul ‘ain.

Tetapi kalau diteliti kembali maka periwayatan Salim bin Abil Ja’d dari Abdullah bin Sabu’ tidak tsabit dengan dua alasan

  1. Riwayat tersebut mudhtharib sebagaimana telah kami bahas sebelumnya dan sumber idhthirabnya berasal dari A’masy
  2. Jika alasan mudhtharib ini tidak diterima oleh orang itu maka tetap saja riwayat tersebut tidak tsabit sampai Salim bin Abil Ja’d karena tadlis A’masy dan ia disini meriwayatkan dengan ‘an anah.

Jadi kesimpulannya hal ini tidaklah mengangkat predikat majhul ‘ain dari ‘Abdullah bin Sabu’.

Tsa’labah mengenal Abdullah bin Sabu’. Perkataan ini tidaklah benar. Riwayat Tsa’labah bin Yazid yang dimaksud tidak tsabit sanadnya hingga Tsa’labah karena ‘an anah A’masy dan Habiib bin Abi Tsabit padahal keduanya mudallis. Maka bagaimana bisa dikatakan Tsa’labah mengenal ‘Abdullah bin Sabu’ kalau riwayat Tsa’labah tersebut dhaif. Kalau memang riwayat tersebut shahih sanadnya sampai Tsa’labah bin Yaziid maka baru bisa dikatakan Tsa’labah mengenal ‘Abdullah bin Sabu’.

Ibnu Hibban mengenal ‘Abdullah bin Sabu’. Perkataan ini tidaklah mengangkat predikat majhul ‘ain Abdullah bin Sabu’. Hal ini disebabkan Ibnu Hibban sering memasukkan perawi majhul dalam kitabnya Ats Tsiqat [termasuk perawi majhul ‘ain]. Siapapun yang meneliti kitab Ibnu Hibban maka ia akan menemukan kalau disisi Ibnu Hibban, predikat majhul atau jahalah perawi bukanlah cacat. Oleh karena itu wajar jika Ibnu Hibban memasukkan para perawi majhul [baik majhul ‘ain atau majhul hal] yang tidak dikenal jarh-nya [cacatnya] dalam kitabnya Ats Tsiqat. Kalau Ibnu Hibban sering memasukkan perawi majhul ‘ain dalam Ats Tsiqat maka bagaimana bisa dikatakan hal itu menghilangkan predikat majhul ‘ain perawi tersebut.

Ibnu Hajar mengenal ‘Abdullah bin Sabu’. Perkataan ini juga patut diberikan catatan. Mungkin orang ini hanya melihat apa yang disebutkan Ibnu Hajar dalam kitab Taqrib At Tahdzib bahwa ia menyatakan Abdullah bin Sabu’ maqbul. Hal ini tidaklah benar dan menyalahi metode Ibnu Hajar sendiri karena Ibnu Hajar dalam Tahdzib At Tahdzib tidak menukil satupun tautsiq terhadap Abdullah bin Sabu’ dan menyebutkan hanya satu orang perawi yang meriwayatkan darinya yaitu Salim bin Abil Ja’d.

Oleh karena itu Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Basyaar Awad Ma’ruf mengkoreksi perkataan maqbul Ibnu Hajar dan yang benar adalah majhul. Keduanya berkata

Tahrir Taqrib At Tahdziib no 3340

Majhul, tafarrud [menyendiri] dalam meriwayatkan darinya Salim bin Abil Ja’d, tidak ada yang mentsiqatkan selain Ibnu Hibban dan demikianlah disebutkan Adz Dzahabiy dalam Al Miizan, hanya memiliki satu hadis yang dikeluarkan An Nasa’iy dalam Musnad ‘Aliy, terdapat perselisihan [sanad-sanadnya] atas Al A’masy, [hadis tersebut] tidak shahih [Tahrir Taqriib At Tahdziib no 3340]

.

.

Mas SP, karena salah sangka maka terlontarlah ucapan makian kepada Ust. Abul Jauza, padahal perkataan Ust. Abul Jauza begini :

Bakr bin ‘Ayyaasy dalam sanad riwayat ini mempunyai mutaba’ah dari : Jarir dan Abdullah bin Dawud. (yaitu dalam sanad Salamah)

Mudah-mudahan ini bukan akhlaq asli mas SP.

Ada baiknya jika orang ini sebelum berbicara meneliti dahulu permasalahan yang dibicarakan dengan baik. Abul Jauzaa itu sudah jelas keliru, ini buktinya saya tunjukkan langsung dari situsnya

Kesalahan Abul Jauzaa

Perhatikan poin no 2 tersebut yaitu sanad riwayat dengan jalan dari Al A’masy dari Salamah bin Kuhail dari Abdullah bin Sabu’ dari Aliy. Ini adalah salah satu riwayat Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Al A’masy. Kemudian Abul Jauzaa mengatakan

Abu Bakar bin ‘Ayyasy dalam sanad riwayat ini mempunyai mutaba’ah dari Jarir bin ‘Abdul Hamiid dan ‘Abdullah bin Dawud

Bukankah itu sudah sangat jelas “sanad riwayat ini” yang dituliskan Abul Jauzaa adalah

Al A’masy—Salamah bin Kuhail—-Abdullah bin Sabu’—‘Aliy

Sekarang silakan orang itu lihat riwayat Jarir bin ‘Abdul Hamiid dan riwayat ‘Abdullah bin Dawud yang disebutkan Abul Jauzaa. Silakan lihat salah satu riwayat Jarir bin ‘Abdul Hamiid yang disebutkan Abul Jauzaa, misalnya dari Abu Ya’la dalam catatan kaki no 14

Kesalahan Abul Jauzaa1

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَبُعٍ، قَالَ: خَطَبَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ

Kemudian silakan lihat salah satu riwayat ‘Abdullah bin Dawud yang disebutkan Abul Jauzaa, misalnya dari Aajurriy dalam catatan kaki no 18

Kesalahan Abul Jauzaa2

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْوَاسِطِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، قَالَ: سَمِعْتُ الأَعْمَشَ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَبْعٍ، قَالَ: سَمِعْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ

Bagaimanakah sanad riwayat Jarir dan Abdullah bin Dawuud tersebut?. Orang yang punya mata akan melihat sanad tersebut adalah

Al A’masy—Salamah bin Kuhail—Salim bin Abil Ja’d—Abdullah bin Sabu’—‘Aliy

Silakan bandingkan dengan apa yang ditulis Abul Jauzaa “sanad riwayat ini” yaitu riwayat Abu Bakar bin ‘Ayyasy

Al A’masy—Salamah bin Kuhail—-Abdullah bin Sabu’—‘Aliy

Sudah jelas berbeda, riwayat Jarir dan Abdullah bin Dawud menyebutkan Salim bin Abil Ja’d dalam sanadnya sedangkan riwayat Abu Bakar bin ‘Ayyasy tidak menyebutkannya. Dalam pembahasan sanad-sanad yang idhthirab jelas sangat penting membedakan sanad-sanadnya untuk mengetahui sumber idhthirab atau dimana letak idhthirabnya. Orang ini sok ingin membela Abul Jauzaa padahal sudah jelas-jelas Abul Jauzaa itu keliru dalam masalah ini.

.

.

Mas SP, sekali lagi salah sangka, riwayat Abu Bakar bin Ayyasy dari Salim adalah shahih karena ada Waki’, sedangkan riwayat Yahya bin Yaman menurut Ust. Abul Jauza lemah karena (mungkin) tidak ada mutaba’ahnya. Dalam tautsiq Abu Bakar yang dibicarakan jalur sanad, sedang dalam riwayat Yahya yang dibicarakan adalah status perawi yang menyebabkan kelemahan riwayat. Harap dibedakan ini !.

Maaf justru orang ini yang salah sangka karena tidak meneliti dengan baik apa yang ditulis Abul Jauzaa’. Abul Jauzaa’ itu telah berhujjah dengan hadis Abu Bakar bin ‘Ayyasy dalam masalah tautsiq terhadap Abdullah bin Sabu’ yaitu riwayat Abu Bakar bin ‘Ayyasy yang berkata “menurutku, hadis ini sanadnya jayyid”. Kalau memang Abul Jauzaa’ melemahkan Yahya bin Yaman maka orang semisalnya yaitu Abu Bakar bin ‘Ayyasy harusnya lemah juga oleh karena itu tautsiq terhadap ‘Abdullah bin Sabu’ itu hakikatnya lemah tidak bisa dijadikan hujjah.

.

.

Riwayat Bakr sudah sah dijadikan qarinah tarjih, karena kelemahannya hanya berkisar dalam masalah hafalan dan munkarul hadits bahkan ada yang menta’dilnya. Dan tentunya yang ditarjih pertama kali adalah riwayat tanpa Abdullah bin Sabu’, akan tetapi ternyata ada qarinah lain pula bahwa sanad yang lain pun dapat terangkat pula.

Riwayat Bakr itu kedudukannya dhaif bahkan lebih dhaif dari riwayat Al A’masy. Kelemahannya ada pada Bakr bin Bakkaar dan Hakim bin Jubair. Pendapat yang rajih Bakr bin Bakkaar dan Hakim bin Jubair keduanya adalah perawi yang dhaif tetapi dapat dijadikan i’tibar. Hadis yang didalamnya terdapat seorang perawi yang dhaif dapat dijadikan i’tibar maka hadisnya bisa dikuatkan oleh hadis lain yang memiliki kelemahan yang sama atau lebih kuat sanadnya. Adapun jika dalam satu sanad hadis terdapat dua orang perawi yang dhaif dapat dijadikan i’tibar maka kedudukannya menjadi lebih berat dan jatuh ke derajat hadis dhaif.

Sebenarnya cukup dengan apa yang dinukil oleh Abul Jauzaa’ mengenai kelemahan Bakr bin Bakkaar dan Hakim bin Jubair

Kesalahan Abul Jauzaa3

Silakan para pembaca pikirkan jika dalam sanad suatu hadis terdapat dua cacat yaitu perawi yang dilemahkan jumhur ulama dan perawi yang dhaif maka apakah hadisnya bisa dipakai sebagai hujjah? Bukankah seharusnya riwayat tersebut ditolak dan tidak bisa dipakai.

.

.

SP memotong pengertian perkataan Ibnu Asaakir, lanjutan perkataan Ibnu Asaakir adalah : Salim HANYALAH  meriwayatkan melalui perantaraan Abdullah bin Sabu’, pernyataan ini umum terhadap seluruh periwayatan Salim dari Ali ra. Termasuk riwayat Bakr ini-pun menjadi bersambung kepada Ali, termasuk riwayat riwayat mursal Salim dari Ali, dan termasuk pula riwayat mausul Salim dari Abdullah bin Sabu dari Ali ra.

Orang ini berdusta, kami tidak pernah memotong pengertian perkataan Ibnu Asakir. Inilah yang kami katakan

Secondprince

Silakan perhatikan kami justru menuliskan lafaz hanyalah meriwayatkan melalui perantara Abdullah bin Sabu’.

Adapun ucapannya bahwa pernyataan itu umum terhadap seluruh periwayatan Salim dari Aliy adalah ucapan ngawur yang muncul dari kejahilan. Yang dimaksud Ibnu Asakir itu adalah khusus dalam hadis yang sedang dibahas ini. Perkataan Ibnu Asakir tersebut justru berlandaskan pada riwayat Al A’masy.

Silakan cek berikut yang tertulis dalam kitab Ibnu Asakir setelah ia menyebutkan riwayat Bakr bin Bakkaar


Tarikh Ibnu Asakir juz42

Tarikh Ibnu Asakir juz42 hal 538

سالم لم يسمعه من علي وإنما يرويه عن عبد الله بن سبع

أخبرناه أبو علي الحسن بن المظفر أنا أبو محمد ح وأخبرنا أبو القاسم بن الحصين أنا أبو علي قالا أنا أحمد بن جعفر نا عبد الله حدثني أبي نا وكيع نا الأعمش عن سالم بن أبي الجعد عن عبد الله بن سبع قال سمعت عليا

Saalim tidak mendengarnya [hadis itu] dari ‘Aliy, sesungguhnya ia hanyalah meriwayatkannya [hadis itu] dari ‘Abdullah bin Sabu’.

Telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Hasan bin Muzhaffar yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad. Dan telah mengabarkan kepada kami Abu Qaasim bin Hushain yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aliy. Keduanya [Abu Muhammad dan Abu ‘Aliy] berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ja’far yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Wakii’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Salim bin Abil Ja’d dari ‘Abdullah bin Sabu’ yang berkata aku mendengar Aliy…[Tarikh Ibnu Asakir 42/538]

Jadi sebenarnya Ibnu Asakir menjadikan riwayat A’masy sebagai hujjah untuk menutup cacat riwayat Bakr bin Bakkaar. Padahal sebenarnya riwayat A’masy itu sendiri mudhtharib.

Sedangkan Abul Jauzaa’ justru menjadikan riwayat Bakr bin Bakkaar sebagai qarinah tarjih riwayat Al A’masy yang idhthirab. Kemudian Abul Jauzaa’ mengakali riwayat Bakr bahwa Salim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Sabu’ padahal zhahir sanad riwayat Bakr tidak menyebutkan Abdullah bin Sabu’. Ucapan Ibnu Asakir itu tidak bisa dijadikan hujjah oleh Abul Jauzaa’ karena Ibnu Asakir justru sedang berhujjah dengan riwayat A’masy yang sedang ingin ditarjih oleh Abul Jauzaa’.

.

.

Bisa saja ada qarinah tarjih untuk menghilangkan idhthirabnya, yaitu riwayat Bakr, atau sanad asli (yang lengkap dan urut sesuai dengan riwayat yang tidak lengkap).

Atau kedua-duanya dipakai, alias riwayat tersebut tidak idhthirab.

Melihat beberapa jalan riwayat di atas nampak bahwasannya jalan riwayat ‘Abdullah bin Sabu’ ini yang raajih adalah dari jalan Saalim bin Abi Ja’d dari ‘Abdullah bin Sabu’ – wallaahu a’lam –. Atau bisa jadi jalan riwayat Salamah bin Kuhail, dari ‘Abdullah bin Sabu’ juga mahfudh; atau dengan kata lain : ‘Abdullah bin Sabu’ mempunyai dua jalan, yaitu dari Saalim bin Abi Ja’d dan Salamah bin Kuhail. Dalam hal ini, Al-A’masy meriwayatkan dari dua jalan tersebut.

Orang ini sok mengatakan sebelumnya bahwa penjelasan kami hanya berupa teori-teori kemungkinan saja tetapi kenyataannya justru ia sekarang yang bersemangat berandai-andai teori kemungkinan. Toh gampang saja ditolak perkataannya bahwa itu cuma kemungkinan tidak ada nilai hujjah.

Dalam ilmu hadis sudah jelas status riwayat seperti Al A’masy ini adalah mudhtahrib. Untuk menghilangkan idhthirab ya silakan dinilai dan ditarjih mana riwayat A’masy tersebut yang mahfuzh. Tetapi tentu saja mentarjih itu harus dengan dasar ilmiah bukan ala teori kemungkinan orang ini. Bahkan hakikatnya tidak ada satupun riwayat Al A’masy yang mahfuzh sampai Saalim bin Abil Ja’d dan Salamah bin Kuhail karena ‘an anah A’masy dan ia seorang mudallis yang juga sering melakukan tadlis dari para perawi dhaif.

.

.

Ini adalah kesalahan utama mas SP, yaitu menghukumi idhthirab riwayat A’masy.

Perhatikan riwayat no. 3, jalur ini adalah jalur asli dari ke-4 riwayat A’masy.

Dimana jalaur 1,2 dan 4 urut-urutannya tidak menyalahi jalur ke-3 ini.

Jalur 1,2 dan 4 adalah sesuai dengan ungkapan kalau A’masy rajin menyambung sanad kalau malas beliau memutus sanad, dikarenakan situasi yang berbeda-beda ketika menyampaikan hadits.

Maaf rasanya lebih masuk akal untuk dikatakan idhthirab ketimbang ocehan orang ini yang tidak karuan. Orang ini mengatakan jalur asli adalah yang no 3, nah itu dasarnya dari mana?. Seenak perutnya bilang itu yang asli, terus jalur yang lain [no 1, 2 dan 4] itu tidak asli?. Dengan logika orang ini maka bisa dipastikan yang namanya hadis mudhtharib akan lenyap dari muka bumi. Mengapa? Karena setiap ada hadis yang mudhtharib bisa ditarjih seenaknya yang ini asli dan yang lain tidak asli.

Memang ada kasus dimana seorang perawi tsiqat karena banyak melakukan rihlah dalam menuntut ilmu maka ia memiliki banyak guru, sehingga seolah-olah dalam suatu hadis sanadnya berselisih padahal sebenarnya itu berasal dari guru-gurunya yang berbeda. Tetapi dalam kasus riwayat Al A’masy di atas hal ini tidak bisa diterapkan dengan alasan berikut

  1. Al A’masy telah dikenal sering melakukan tadlis dari para perawi dhaif oleh karena itu ‘an anah A’masy dari perawi yang tidak dikenal sebagai Syaikh [gurunya] yang ia banyak meriwayatkan darinya [seperti Abu Wail, Ibrahim, dan Abu Shalih] tidak bisa dianggap muttashil. Maka disini ‘an anah A’masy dari Salamah bin Kuhail dan Salim bin Abil Ja’d tidak bisa dianggap bahwa A’masy memang mendengar dari keduanya. Bahkan bisa saja dalam riwayat ini dikatakan A’masy melakukan tadlis dari para perawi dhaif tertentu dan para perawi dhaif inilah yang terkadang menambah atau mengurangi sanadnya. Kemungkinan ini bisa saja terjadi mengingat semua riwayat disampaikan A’masy dengan lafaz ‘an anah.
  2. Perselisihan sanad ini tidak hanya pada thabaqat guru Al A’masy tetapi juga pada thabaqat di atasnya. Misalnya Salim bin Abil Ja’d terdapat perselisihan apakah ia meriwayatkan dari Aliy atau dari Abdullah bin Sabu’ dari Aliy. Kemudian Salamah bin Kuhail juga terdapat perselisihan apakah ia meriwayatkan dari Salim bin Abil Ja’d atau dari Abdullah bin Sabu’.

.

.

Sehingga cacat riwayat ini hanyalah tadlis dari A’masy saja.

Mengenai Abdullah bin Sabu’ tidak benar ia majhul ‘ain.

Beliau diriwayatkan oleh Salim dan dikenal oleh Tsa’labah dari riwayat A’masy yang tidak idhthirab.

Selain itu beliau ditsiqatkan oleh Ibnu Hibban, dimana pentsiqatan Ibnu Hibban seorang dapat dijadikan sebagai penguat, menurut Syaikh Muqbil.

Selain itu syarat perawi maqbul dari Ibnu Hajar telah terpenuhi dengan adanya mutaba’ah dari Tsa’labah.

Tadlis A’masy memang menjadi cacat [illat] atas riwayat tersebut tetapi idhthirab pada sanad A’masy juga menjadi cacat [illat] bagi riwayat tersebut. Pembahasannya sudah kami jelaskan secara detail. Adapun bantahan orang ini tidak memiliki nilai hujjah karena hanya bersumber dari waham khayal-nya saja. Idhthirab bisa diangkat jika salah satu riwayat bisa ditarjih dengan metode tarjih yang ilmiah bukan dengan waham khayal atau riwayat dhaif.

Adapun status majhul ‘ain Abdullah bin Sabu’ sudah dibahas di atas. Orang ini sok berhujjah dengan perkataan Syaikh Muqbil tentang tautsiq Ibnu Hibban padahal ia tidak bisa menunjukkan sumber yang valid perkataan Syaikh Muqbil tersebut. Silakan para pembaca tanyakan pada orang ini, di kitab mana Syaikh Muqbil pernah mengatakan secara mutlak pentsiqatan Ibnu Hibban dapat dijadikan penguat.

Hakikatnya perawi yang ada dalam Ats Tsiqat Ibnu Hibban itu ada beberapa macam yaitu ada perawi yang majhul ‘ain, ada yang majhul hal, ada yang shaduq, ada yang tsiqat dan ada yang sebenarnya berdasarkan pendapat yang rajih ia dhaif. Jadi jelas tidak bisa dipukul rata bahwa setiap yang dimasukkan Ibnu Hibban dalam Ats Tsiqat maka bisa dijadikan penguat. Perawi yang majhul ‘ain itu berdasarkan kesepakatan para ulama hadis, hadisnya tidak bisa dijadikan penguat. Abdullah bin Sabu’ ini adalah perawi yang majhul ‘ain maka hadisnya tidak bisa dijadikan penguat walaupun Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat.

Riwayat Tsa’labah bin Yazid tidak tsabit sebagai mutaba’ah bagi Abdullah bin Sabu’ karena riwayat tersebut sanadnya lemah karena ‘an anah A’masy dan Habib bin Abi Tsabit. Apalagi baik riwayat Tsa’labah dan riwayat Abdullah bin Sabu’ memiliki kelemahan yang sama yaitu bersumber dari ‘an anah Al A’masy. Daruquthniy berkata

ورواه عمار بن رزيق عن الأعمش عن حبيب بن أبي ثابت عن ثعلبة بن يزيد عن علي ولم يضبط إسناده

Dan diriwayatkan ‘Ammaar bin Ruzaiq dari Al A’masy dari Habib bin Abi Tsabit dari Tsa’labah bin Yaziid dari ‘Aliy, tidak dhabit sanadnya [Al Ilal Daruquthniy 3/266 no 396]

.

.

Dalam riwayat Tsa’labah, disebutkan : Tsa’labah berkata : …… lalu Abdullah bin Sabu berkata …..

Perhatikan ini ….

  1. Perkataan Abdullah bin Sabu ada 2 kali, dan beliau tidak termasuk dalam jalur sanad, akan tetapi masih dalam kalimat matan riwayat.
  2. Kalimat “LALU” menunjukkan peristiwa yang berurutan, yaitu setelah Ali berkata, lalu Abdullah bin sabu berkata.
  3. Yang menyampaikan perkataan Abdullah bin Sabu adalah Tsa’labah, bukan A’masy.

Dari 3 alasan tersebut dapat dipastikan kalau perkataan Abdullah bin Sabu adalah asli matan dari riwayat bukan merupakan penggabungan riwayat akibat idhthirabnya A’masy.

Tidak mengapa kalau orang ini tidak sepakat dengan kemungkinan yang kami katakan bahwa A’masy mencampuradukkan matan riwayat Abdullah bin Sabu’ dan matan riwayat Tsa’labah. Hujjah kami disini sebenarnya adalah riwayat Tsa’labah tersebut tidak tsabit sebagai mutaba’ah karena ‘an anah A’masy dan ‘an anah Habib bin Abi Tsabit dimana keduanya adalah mudallis ditambah lagi Daruquthniy mengatakan “tidak dhabit sanadnya”. Kesimpulannya riwayat ini tidak bisa menjadi hujjah sebagai penguat riwayat Abdullah bin Sabu’.

Kejahilan dan Kedustaan Abu Azif Dalam Membela Mu’awiyah

Dikutip dari http://www.secondprince.wordpress.com

 

 

 

 

.

Sungguh ajaib melihat bagaimana ketika orang jahil begitu bersemangat sok ingin membela agama tetapi hakikatnya malah menyebarkan kedustaan. Dan seperti orang jahil pada umumnya, ia tidak malu [atau mungkin sebenarnya tidak paham] akan kedustaan yang seringkali ia nampakkan.

Orang ini membela Mu’awiyah yang terbukti dalam riwayat shahih telah meminum minuman yang diharamkan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Memang orang ini tidak sendiri dalam membela Mu’awiyah. Ada juga sebagian ulama yang membela Mu’awiyah bin Abu Sufyan dalam perkara ini seperti yang sudah pernah kami bahas secara khusus yaitu Syaikh Abdurrahman Dimasyiqiyyah.

.

.

Sebenarnya kalau dipaksakan kami masih dapat memaklumi kejahilan orang ini. Kalau pembelaan seorang ulama seperti Syaikh Abdurrahman Dimasyiqiyyah bisa begitu anehnya maka wajar pembelaan orang yang jahil akan jauh lebih anehnya. Para pembaca yang ingin melihat langsung tulisan orang jahil tersebut dapat melihatnya disini. Orang tersebut berkata

Bantahan Abu azif

Tidak diragukan tuduhan ini adalah kedustaannya atas kami. Dalam pembahasan tentang Mu’awiyah disini tidak ada apa yang ia sebut “kebencian memuncak”. Pembahasan kami adalah pembahasan yang objektif dan menjunjung tinggi kaidah ilmiah. Kami tidak melakukan kedustaan seperti yang seringkali dinampakkan oleh orang ini.

Keburukan Mu’awiyah itu telah terbukti dalam berbagai riwayat shahih. Mu’awiyah terbukti berdusta atas nama Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Ia adalah pemimpin kelompok pembangkang yang mengajak ke neraka. Ia yang dikatakan dalam hadis shahih “mati tidak dalam keadaan islam”. Semua ini lebih dari cukup untuk menjatuhkan keadilannya. Oleh karena itu sudah dari dulu kami menganggap Mu’awiyah bukan seseorang yang bisa diterima hadisnya. Tentu saja pembahasan ilmiah mengenai perkara-perkara ini tidak bisa dipahami oleh orang jahil atau orang berilmu yang sengaja berlagak jahil.

.

.

Bantahan Abu azif2

Perhatikan lafaz perkataannya “susu olahan inilah yang menjadikan keraguan pada diri Buraidah akan keharamannya”. Silakan bandingkan ucapan orang jahil ini dengan lafaz perkataan Buraidah

قال ما شربته منذ حرمه رسول الله صلى الله عليه و سلم

[Buraidah] berkata “aku tidak meminumnya sejak diharamkan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]”

Adakah keraguan dalam ucapan Buraidah tersebut?. Tidak ada, itu adalah ucapan orang yang melihat langsung minuman tersebut kemudian ia bersaksi bahwa dulu ia pernah meminumnya kemudian berhenti sejak Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengharamkannya. Tidak ada sedikitpun keraguan seperti yang dituduhkan orang jahil ini.

Perhatikan ucapannya “Muawiyah menerangkan bahwa susu olahan itu halal dan menasehati Buraidah untuk menyampaikan ketidaksukaan dengan kata-kata yang baik”. Ucapan ini hanyalah khayalan orang jahil tersebut padahal lafaz perkataan Mu’awiyah tidak ada menyebutkan soal halal ataupun menasehati Buraidah

فقال معاوية:”ما شيءٌ كنتُ أستَلِذَّهُ وأنا شابٌّ فآخُذُهُ اليومَ إلا اللَّبَنَ؛ فإني آخُذُه كما كنتُ آخُذُه قَبْلَ اليَومِ، والحديثَ الحَسَنَ

Mu’awiyah berkata “Tidak ada sesuatu yang aku pernah merasakan kenikmatannya ketika aku masih muda, yang kemudian aku ambil pada hari ini kecuali susu, maka aku mengambilnya sebagaimana dahulu aku pernah mengambilnya sebelum hari ini, dan juga perkataan [hadiits] yang baik”

Adakah dalam lafaz perkataan Mu’awiyah itu ia bersaksi bahwa minuman itu halal setelah Buraidah mengatakan itu diharamkan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]?. Tidak ada. Adakah dalam perkataan Mu’awiyah itu ia membantah Buraidah dan menasehatinya agar menyampaikan ketidaksukaan dengan kata-kata yang baik?. Tidak ada.

Lafaz perkataan Mu’awiyah hanya menunjukkan perkataannya bahwa apa yang ia ambil pada hari itu adalah susu dan perkataan [hadiits] yang baik. Jika minuman yang dipermasalahkan itu adalah susu dengan lafaz perkataan Mu’awiyah ini maka perkataan [hadiits] yang baik itu tidak lain adalah perkataan Buraidah. Artinya Mu’awiyah menganggap ucapan Buraidah itu termasuk perkataan yang baik. Jadi tidak ada ceritanya Muawiyah menasehati Buraidah seperti yang dikatakan orang jahil ini.

.

.

Bantahan Abu azif3

Ucapan ini adalah kedustaan atas Ibnu Asakir. Ibnu Asakir menyebutkan riwayat Ahmad bin Hanbal di atas dalam kitabnya Tarikh Ibnu Asakir 27/127 dan tidak ada komentar dari Ibnu Asakir, ia hanya menukil riwayat. Jadi darimana datangnya ucapan Ibnu Asakir yang diklaim orang jahil ini.

.

.

Tarikh Ibnu Asakir juz 27

Tarikh Ibnu Asakir juz 27 hal 127

.

Mungkin orang jahil yang lemah akalnya itu akan berkilah mengenai kitab Tarikh Dimasyq yang ia nukil itu berasal dari cetakan lain. Hal itu tidak ada bedanya, beda cetakan kitab paling-paling hanya menghasilkan perbedaan hal atau juz kitab yang dimaksud. Seperti halnya Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij terhadap hadis ini, ia menukil kitab Tarikh Ibnu Asakir biografi Abdullah bin Buraidah hal 417. Syaikh Al Arnauth berkata dalam catatan kaki hadis no 22941 Musnad Ahmad 38/26

.

Musnad Ahmad juz 38 hal 26

Perhatikan perkataan Syaikh Al Arnauth “biografi Abdullah bin Buraidah hal 417″ artinya hadis yang dimaksud berada dalam kitab Tarikh Dimasyq pada biografi Abdullah bin Buraidah. Terserah cetakan kitab Tarikh Dimasyq mana saja yang penting hadis tersebut ada pada biografi Abdullah bin Buraidah. Dalam kitab Tarikh Ibnu Asakir yang kami punya biografi Abdullah bin Buraidah ada pada juz 27 hal 125-139 no 3200 dan hadis yang dimaksud ada pada hal 127 seperti yang kami kutip. Sekali lagi tidak ada sedikitpun perkataan Ibnu Asakir seperti yang dinukil secara dusta oleh orang jahil ini.

Bukti paling jelas yang menunjukkan kedustaan orang jahil ini adalah lafaz perkataan yang ia nukil sebenarnya bukanlah perkataan Ibnu Asakir tetapi perkataan Syaikh Syu’aib Al Arnauth setelah ia menyebutkan takhrij hadis tersebut. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata

Musnad Ahmad bin Hanbal juz 38 hal 26

Dan perkataannya “kemudian berkata “aku tidak meminumnya sejak diharamkan Rasulullah” yaitu perkataan Muawiyah bin Abu Sufyaan, mungkin ia mengatakan demikian ketika melihat ketidaksukaan dan pengingkaran pada wajah Buraidah karena Buraidah mengira bahwa itu adalah minuman yang diharamkan”

Telah berlalu penjelasannya bahwa lafaz perkataan itu adalah perkataan Buraidah sebagaimana Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir memasukkan hadis ini kedalam hadis Buraidah [radiallahu ‘anhu]. Maka bisa dipastikan apa yang dikatakan Syaikh Syu’aib Al Arnauth tersebut keliru.

Disini kami menukil perkataan Syaikh Syu’aib Al Arnauth hanya untuk menunjukkan kedustaan orang jahil ini atas nama Ibnu Asakir. Bahkan setelah disindir dan diperingatkan akan kedustaannya, orang ini masih berlagak dengan sombongnya. Alangkah tidak tahu malunya jika kedustaan disertai dengan kesombongan

.

.

Note :

Jika ada diantara para pembaca yang heran mengapa kami begitu rajin menanggapi orang jahil, maka jawabannya bukan untuk menyadarkan orang jahil tersebut. Tentu saja kami berharap kalau bisa ia sadar dari kejahilannya tetapi itu tidak menjadi tujuan atau motivasi kami dalam menulis tanggapan terhadap orang jahil tersebut.

Tujuannya adalah agar ada diantara para pembaca yang dapat mengambil ilmu atau manfaat dari bantahan yang kami buat. Jika para pembaca rajin mengikuti bantahan kami biasanya kami menuliskan secara detail bantahan sesuai dengan kaidah ilmu hadis sehingga ada faidah ilmu hadis yang bisa dipelajari. Selain itu para pembaca dapat juga belajar cara berdiskusi, membantah dan berhujjah dengan baik. Cara berhujjah yang baik hanya bisa dipelajari dengan sering-sering melihat diskusi atau sering ikut berdiskusi. Jadi ada faidah ilmu logika diskusi yang dapat diambil disini.

Jika ada diantara para pembaca yang tidak berkenan melihat tulisan bantahan yang seolah tidak berkesudahan maka silakan beralih ke tulisan lain yang lebih berkenan. Dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul dari tulisan bantahan yang kami buat.

Dimanakah Allah SWT ?


Bagaimanakah Syiah manjawab pertanyaan ” Dimanakah Alloh ”

Jawaban :

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Antum sudah benar bertanya pada orang syi’ah yang belajar dari Allah melalui NabiNya dan melalui pewaris2 maksum NabiNya as. Karena kalau antum ke wahabi, maka akan di jawab Tuhan duduk2 di ‘Arsy dan turun ke langit bumi di setiap sepertiga akhir malam.

Karena Tuhan yang duduk2 di ‘Arsy dengan memaknai secara kasar ayat-ayat Tuhan, karena tidak mau mendengar penjelasan Nabi saww dan para imam yang maksum as, akan menjadikan Tuhan itu benda yang duduk2 di ‘Arsy.

Bayangin kalau sudah begitu, maka tidak heran kalau di shahih Bukhari dikatakan bahwa nanti Tuhan di surga mendatangi para ahlu surga. Tetapi ketika Tuhan mengaktakan “Aku Tuhan kalian”, mereka secara serempak mengatakan “Na’udzubillah minka”, yakni “Aku berlindung pada Allah dari kamu”. Akhirnya, karena Tuhan ditolak dan Tuhan tetap memaksa bahwa Dia adalah Tuhan/Allah, maka akhirnya disepakati untuk membuktikanNya. Akhirnya Tuhan disuruh membuka betisnya, dan Setelah betis Tuhan ini dibuka, baru semua orang sepakat kalau Dia adalah benar-benar Tuhan dan bersujud kepadaNya (Shahih Bukhari, hadits ke: 7439).

‎(2). Lagi pula, kalau Tuhan turun ke langit bumi setiap akhir malam, maka Tuhan tidak akan pernah naik lagi. Karena sepertiga akhir malam itu selalu berputar di bumi dan tidak pernah henti sampai hari kiamat. Padalah dikatana bahwa kalau sudah pagi Tuhan naik lagi ke ‘ArsyNya.

‎(3). Bagus kalau kubawakan hadits berikut ini, dari kitab Irsyad karya Syaikh Mufiid:

ان بعض احبار اليهود

جاء إلى أبى بكر فقال له : أنت خليفة نبى هذه الامة ؟ قال له : نعم ، فقال له :

انا نجد في التورية ان خلفاء الانبياء أعلم أممهم فخبرنى عن الله اين هو في السماء

هو أم في الارض ؟ فقال له أبوبكر : هو في السماء على العرش ، فقال اليهودى :

فأرى الارض خالية منه وأراه على هذا القول في مكان دون مكان ؟ فقال له

ابوبكر : هذا كلام الزنادقة اعزب عنى ( 1 ) والا قتلتك ، فقال له أمير المؤمنين

على بن ابى طالب عليه السلام : يا يهودى قد عرفت ما سألت عنه وأجيب عنه به ، وانا

نقول ان الله جل جلاله اين الاين فلا أين له ، وجل ان يحويه مكان ، هو في كل

مكان بغير مماسة ولا مجاورة يحيط علما بما فيها ولا يخلو شيئ منها من تدبيره

تعالى

………

Beberapa pendeta Yahudi mendatangi abu bakar dan berkata:

“Apakah anda khalifah Nabi dari umat ini?”

Abu bakar menjawab: “Benar begitu”

Mereka berkata:

“Di dalam kitab Taurat kami dikatakan bahwa khalifah/pengganti para nabi itu adalah paling pandainya umat nabi tsb. Karena itu beritahukanlah kepada kami tentang Allah, apakah Ia di langit atau di bumi?”

Abu bakar menjawab: “Ia berada di langit, duduk di atas ‘Arsy”

Si Yahudi berkata:

“Kalau begitu kulihat Tuhan itu tidak ada di bumi, dan kalau begitu berarti Ia ada di suatu tempat dan tidak ada di tempat lain.”

Abu bakar berkata:

“Perkataanmu ini adalah perkataan orang-orang zindiq/kafir. Pergilah, karena kalau tidak, maka akan kubunuh kamu.”

Kala itulah berkata imam Ali as:

“Wahai Yahudi, aku paham apa pertanyaanmu itu dan aku akan menjawabnya. Karena itu kukatakan bahwa Tuhan itulah yang telah menentukan (mencipta) tempat, karena itu tidak ada tempat yang bisa mengurungNya. Dia Lebih Agung dari peliputan tempat. Ia ada di setiap tempat tetapi bukan berarti bersentuhan (terikat) dan bukan pulal berarti berdempetan/berjejer. Dia mengettahi semua yang ada di dalamnya dan tidak tak ada satu makhlukpun yang luput dari pengaturanNya…..”

‎(4). Karena itu ya akhi fillah, Tuhan itulah yang telah membuat “tempat” dan “dimana” itu, lalu bagaimana “tempat” dan “dimana” yang merupakan makhluykNya ini bisa meliputiNya. Karena itu ‘Arsy kek, surga kek … semua itu adalah tempat dan makhlukNya. Karena itu, tidak mungkin Tuhan diliputinya.

Memang ajaran selain dari imam maksum as itu akan mengaktanan bahwa Tuhannya seperti bulan purnama atau menunjukkan kakiNya, atau meletakkan kakiNya di neraka hingga neraka berkata “cukup2” ….dst…. . Krena itu , maka sudah pasti Tuhan yang seperti ini diliputi tepat, seperti surga (dimana tidak ada di luar surga), di ‘Arsy (dimana tidak ada di bumi), di depan (ketika dilihat bagai bulan purnama karena pasti ada di depan) ………………..dst.

‎(5). Kita Sebagai syi’ah tidak mau heboh dengan akidah yang kita anggap sesat, karena semua sudah jelas dan tidak ada paksaan dalam agama. Lagi pula di akhirat kan ditanggung sendir2. wassalam

Wassalam