TASAWUF iNTERDiSiPLiNER Prof. Dr. KH. SAiD AGiL SiRAJ, MA SEJALAN DENGAN ‘TASAWUF POSiTiF’ ALLAMAH MUHAMMAD TAQi JA’FARi

 

Headline


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof.Dr.KH. Said Agil Siraj, MA melanjutkan perjuangan ulama kharismatik NU yakni Alm KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menyatukan NU – Syi’ah dalam bingkai ukhuwah islamiyah.

Patut kita puji usaha dua ulama kharismatik sunni ini.                     

Jika Alm Gus Dur pernah menyatakan : “NU itu syiah minus imamah” dan “Khomeini waliyullah terbesar abad ini”, maka Kang Said dalam berbagai kesempatan menyatakan syi’ah tidak sesat.

Berikut ini cuplikan pemikiran besar Kang Said:          

Prof.Dr.KH. Said Agil Siraj, MA menyatakan : “…..Dalam kenyataannya kesufian telah menjadi sifat dan lelaku yang interen dalam diri  ilmuwan muslim. Jabir bin Hayyan, Al Farabi, Sufyan Al-Tsauri, Al Ghazali atau Ibnu Sina yang merupakan figur ilmuwan yang menguasai berbagai bidang ilmu, ternyata juga menunjukkan diri sebagai sosok sufi. Disini kesufian tidaklah menghalangi keinginan untuk melakukan eksplorasi dan eksperimentasi dalam wilayah keilmuan. Sebaliknya, justru menyibakkan betapa basis kesufian ini telah menjadi pemicu bagi keinginan yang menyala (sense of curiousity) dalam membangun formulasi ilmu pengetahuan..”1                   

Menurut Kiai Said, “tasawuf sangat berperan dalam menjaga eksistensi agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin tanpa mengesampingkan bahkan menghilangkan budaya atau kebiasaan yang tidak bertentangan dengan agama. Tasawuf sebagai alat perdamaian.” 2                

Allamah Muhammad Taqi Ja’fari (1923 – 15 november 1998) adalah salah seorang ulamaMazhab Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariah Ushuliyah yang mengajarkan “Positive Mysticism”atau ‘tasawuf positif’. Jika ada tasawuf positif, apakah ada tasawuf negatif ? Jawabannya : ada. Hal ini terlihat dari penolakan beliau terhadap aktivitas aktivitas sufisme yang tidak berbaur dengan masyarakat. Kesendirian, mengisolasi diri, sebagai contoh, dalam pandangan Allamah Ja’fari tidak terlalu relevan untuk dunia yang semakin kompleks. Selanjutnya, bagaimana tasawuf itu saling berelasi dengan doktrin cinta, jihad, humanisme, sains dan hal hal lainnya.3                                      

Kesimpulan :                                                                                                                        

 1. Allamah Muhammad Taqi Ja’fari berupaya membuang anasir anasir negatif yang mendompleng kesucian tasawuf seperti praktik isolasi diri yang berlebihan.                             

2. Allamah Muhammad Taqi Ja’fari dalam bukunya berjudul  ‘Tasawuf Positif’ menjelaskan Tasawuf positif dan sumbangsihnya kepada sejarah. Tasawuf dan humanisme. Tasawuf, sains dan kebijaksanaan. Tasawuf dan teosofi. Tasawuf, intuisi dan penalaran. Tasawuf dan jihad. Tasawuf dan kebenaran. Tasawuf dan kebebasan berbasis nilai. Tasawuf dan cinta. Tasawuf, musik dan sama’. Tasawuf dan agama                  

3. Pemikiran Allamah sejalan dengan ‘tasawuf interdisipliner’  KH. Said Agil Siraj

Catatan kaki :                                                                    

1. Majalah Cahaya Sufi, edisi 70,  Jakarta Timur, tahun 2011, halaman 101 – 102                                         

2. Majalah Cahaya Sufi, edisi 73 , Jakarta Timur, tahun 2011, halaman 102                                                            

3. Muhammad Taqi Ja’fari, Mengenal Tasawuf Positif, Penerbit Nur Al Huda, Jakarta, 2011, bagian sekapur sirih penerbit, halaman 7-9

Web Dungu Wahabi Recehan Melaknat NU, Kami Bela NU melalui e book ini

GENWAHABi VS SYiAHALI + NU

WAHHABI MENGHUJAT NU, SEDANGKAN SYI’AH MEMULIAKAN, INILAH BUKTI SYI’AH INGIN MEMBELA NU

Tatkala saya tengah ‘iseng’ melihat berbagai web wahabi  yang begitu membenci NU  dengan mata dengki dan otak bodoh mereka pada webnya yang memenuhi berbagai halaman internet. Sudah wajar jika syi’ah membela NU karena NU itu syi’ah minus imamah

DOWNLOAD & SEBARKAN DENGAN MENYEBARKAN FILE-FILE INI ANDA TELAH MEMBANTU MENGHENTIKAN PENYEBARAN VIRUS SALAFY

SALAFY INDONESIA AKAN SEGERA PUNAH

SESUATU YANG SANGAT INKONSISTENSI, DISAAT MEREKA MENGHIBA DAN MERENGEK RENGEK UNTUK MENDAPATKAN TEMPAT AGAR DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN DARI KAUM MUSLIMIN, DAN MENGOBRAL KLAIM-KLAIM DUSTA SEBAGAI PEMBELA SALAH SATU KELOMPOK KAUM MUSLIMIN DALAM HAL INI MEREKA MENYEBUT-NYEBUT SEBAGAI PEMBELA NU DARI ANCAMAN Syi’ah.

TETAPI TIDAK HANYA SATU DUA TEMPAT MEREKA SERING MELANCARKAN HUJATAN-HUJATAN KEPADA MANUSIA-MANUSIA YANG DIMULIAKAN OLEH ORANG-ORANG NU.

MAKA TIMBUL TANDA TANYA BESAR DALAM BENAK KITA, INIKAH BUKTI wahabi INGIN MEMBELA NU ?

MARI KITA LIHAT:

TANDUK SETAN WAHABI Kelahiran Wahabi dan Kemunculan Tanduk Setan Sesuai Hadis Nabi Muhammad SAW

SEPERTI APA YANG  MEREKA PERAGAKAN DALAM ADEGAN SANDIWARA MEREKA DALAM RANGKA INGIN MENIPU SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN DI NEGERI TERCINTA INDONESIA, DENGAN SELALU MENGGEMBAR-GEMBORKAN BAHWA MEREKA SIAP MEMBELANYA DENGAN DITAMBAH KATA-KATA PEMANTAP “YAITU DARI SERANGAN Syi’ah”

SEPERTI APA YANG MEREKA PERLIHATKAN DIBAWAH INI:

Jumlah hal    : 55 Hal

silahkan download buku ini ya !

 SEKALI LAGI KAMI TAMPILKAN YANG INI UNTUK PERSEMBAHAN KEPADA SELURUH WARGA NU TENTANG BAGAIMANA AQIDAH wahabi

MAKA KAMI PERSEMBAHAKAN INI KEPADA BAPAK-BAPAK YANG BERADA DI LEMBAGA NAHDHATUL ULAMA

MARILAH KITA LIHAT SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN, BAHWA MENURUT KAUM BEDEBAH TERSEBUT
KAMI HANYA MENYAJIKAN BUKTI-BUKTI

DAN SEBAGAI PEMECAH SYUBHAT DARI KEKAFIRAN wahabi TERSEBUT, MARILAH KITA LIHAT ULASAN ILMIAH DI BAWAH INI, AGAR KITA BISA MEMBUNGKAM MULUT-MULUT wahabiYANG KOTOR:

ISLAM MELAWAN WAHABI Wahabi Di Mata Nabi Muhammad Saaw Dan Ulama-Ulama Pewaris Beliau

HUJJAH wahabi UNTUK MENCEMARKAN NAMA NU SEBENARNYA SANGAT RAPUH BAGAIKAN SARANG LABA-LABA, MUDAH ROBOH WALAU DENGAN TIUPAN ANGIN KECIL SEKALIPUN.

SEDANGKAN KAMI MENGANGKATNYA DALAM CATATAN KECIL INI BUKAN DALAM RANGKA UNTUK MEMBANTAHNYA, KARENA MEMANG PERKATAANNYA TAK PERLU KAMI BANTAH,

KAMI MENGANGKAT INI TIDAK LAIN  HANYA SEKEDAR MEMBUKA KEDOK-KEDOK dusta DARI KAUM TERLAKNAT TERSEBUT.

BEBASKAN MEKAH MADINAH DARI WAHABI

RELAKAH AGAMA KITA DISAMAKAN DENGAN AGAMA PENCELA INSAN TERSEBUT

DAN INILAH PEMBELAAN KAUM MUSLIMIN

Jumlah Hal  : 60 Hal

download bukunya ya

dari awal kaum wahabisudah kelabakan karena kenyataan yang terjadi telah membungkam kedustaannya dan tidak bisa mereka sembunyikan lagi, tetapi mereka masih memiliki amunisi kelicikan

bukanlah wahabi jikalau tidak berdusta, dan kedustaan itu telah banyak terungkap, dan memang mereka tidak punya rasa malu walaupun sedikit saja. bahkan catatan yang super sederhana inipun telah mampu membuat situs wahabi untuk mengais-ngais perca untuk menutupi auratnya yang sedikit demi sedikit mulai menyibak, ya….

INGGRIS MELAHIRKAN WAHABI Pengakuan Seorang Mata-Mata Inggris yang Menciptakan Gerakan Wahabi

Jumlah Hal : 35 Hal

baca buku ini via download

KENAPA KEMUDIAN DISISI LAIN MEREKA BERLAGAK  PAHLAWAN INGIN MEMBELA WARGA NU…….????

DENGAN APA MEREKA MEMBELA WARGA NU ?

APAKAH DENGAN SENJATA PENCELAANYA KEPADA PARA ULAMA NU ?

ATAUKAH DENGAN SENJATA YANG LEBIH DASYAT DARI ITU YAITU DENGAN PENCELAANNYA KEPADA ahlulbait  MULIA YANG DICINTAI SELURUH KAUM MUSLIMIN DUNIA ?

SILAHKAN MENANYAKAN KEPADA wahabi !!!!

kelihatannya wahabi tidak ingin mengalah meski  terbukti argumen sesat mereka telah terbantahkan, dengan licik mereka menolak NU dengan dalih bermacam-macam, hingga pura-pura menantang NU untuk membawakan bukti

WAHABI AHLUS SUNNAH PALSU Membuka Topeng Wahabi yang Bersembunyi Di Balik Ahlus Sunnah

Jumlah hal  : 88 Hal

download buku ini ya

WAHAI SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN:

BEGITU LANCANG MULUT-MULUT PENDUSTA TERSEBUT MENGATASNAMAKAN salaf

sekarang pertanyaannya ….. apakah dalam statement mereka,  mereka menyertakan bukti ? maka  sekali-kali tidak…… kecuali hanya ocehan-ocehan liar dan kotor  mereka terhadap NU, bahkan  syiah pun tidak lepas dari hinaan mereka, meskipun mereka bungkus dengan cinta salaf…tetapi cinta mereka adalah palsu alias dusta.

MARILAH KITA BUKA LEBAR-LEBAR MATA KITA TENTANG AJARAN AGAMA wahabi YANG SESUNGGUHNYA, MEREKA MENGAKU PALING TAAT KEPADA Nabi TETAPI DALAM KENYATAAN MEREKA YANG PALING DURHAKA KEPADA BELIAU.

maka berikut kami ingin mengetengahkan bukti tentang ocehan liar mereka yang tidak disertai bukti didalamnya:

SEMUA DIHANCURKAN WAHABI Penghancuran Tempat-Tempat Suci & Bersejarah Islam Oleh Gerakan Wahabi

Jumlah hal         : 74 Hal

sama sekali mereka tidak menyertakan bukti, kecuali hal tersebut justru menjadi bumerang bagi mereka kaum setan nejed Laknatullahi alaih

SELAMATKAN INDONESIA DARI WAHABI

Jumlah hal : 64 Hal

JIKALAU KITA SEDIKIT SAJA DENGAN SEKSAMA MEMPERHATIKAN  TINGKAH LAKU KAUM wahabi ATAU YANG LEBIH POPULER MEMPROKLAMERKAN NAMA salafi MAKA SAAT ITU PULA KITA AKAN MELIHAT PERILAKU YANG MENJIJIKKAN, APALAGI KALAU KITA MELIHAT DAN BERINTERAKSI DENGAN MEREKA SETIAP HARI.

SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN MUNGKIN HANYA MENGETAHUI PRAKTEK KONYOL DAN MENJIJIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KAUM wahabi HANYA SEPUTAR EKSPLOITASI KELAMIN, ATAU YANG  MEREKA BINGKIS DENGAN NAMA INDAH  TETAPI TERNYATA MEMPERKOSA TKW HANYA SEBAGIAN KECIL DARI PERILAKU KOTOR MEREKA, SEMENTARA APA YANG ADA DALAM AJARAN DARI AGAMA PEMUJA KELAMIN TERSEBUT ADALAH LEBIH MENJIJIKKAN. SEKALI LAGI LEBIH MENJIJIKKAN…..MUNGKIN KITA SAMPAI TIDAK  BISA MEMBAYANGKAN DIANTARA PERBUATAN-PERBUATAN MEREKA, ADA YANG LEBIH MENJIJIKKAN DARI PERBUATAN KOTOR ZINA

KAMI SANGAT INGIN MENJELASKAN KEPADA SAUDARA-SAUDAKU DIKALANGAN KAUM MUSLIMIN YANG MUNGKIN SEBAGIAN BELUM MENGETAHUI TENTANG KEBEJATAN KAUM wahabi YANG PADA SAAT YANG BERSAMAAN BISA MENYEMBUNYIKAN KEBEJATANNYA DIHADAPAN KAUM MUSLIMIN.

KAMI PERSEMBAHAKAN KEPADA BAPAK-BAPAK YANG BERADA DI LEMBAGA NAHDHATUL ULAMA

KARIKATUR WAHABI SAUDI YAHUDI

Jumlah hal : 50 Hal

FATWA-FATWA WAHABI Memusuhi dan Menyalahkan Seluruh Mazhab dan Aliran Islam

Jumlah hal : 136 Hal

APA YANG DIKATAKAN wahabi

BUAH DARI LISAN-LISAN ORANG DUNGU

DAN PENUAIAN DARI KEDUSTAANNYA

ADALAH PENISBATAN YANG MENIPU

.

SALAHKAH KALAU  KAMI KATAKAN wahabi ADALAH BANCI PENIPU

LALU AJARAN APA YANG DIBAWA OLEH KAUM PENIPU ITU

KEPADA BAPAK-BAPAK YANG DUDUK DI LEMBAGA NU, KAMI HATURKAN hujjah ini

lihat apakah yang dikatakan begundal-begundal wahabi dalam dustanya yang menjijikkan

Donwload & Sebarkan

April 5, 2010 – 6:02 am

Donwload & Sebarkan

Kepada setiap pengunjung blok ini sangat diharapkan mendownload & menyebarkan semua yang ada didalamnya.

Informasi seperti ini tidak semua orang tahu.  Dengan membantu menyebarkannya anda telah membantu orang dari terjerumus kedalam kesesatan dan kepada yang sudah bergabung didalam salafy mendapat hidayah dan nilai-nilai kebenaran islam yang sesungguhnya.

1 orang yang anda berikan file-file ini berarti anda telah menyelamatkan 1 orang dari kesesatan. Semakin banyak anda menyebarkannya maka akan semakin banyak orang yang terselamat dari kesesatan Salafy.

Copy file-file ini dalam sebuah Folder didalam Komputer dan Fladisk anda. Setiap teman yang anda kenal berbagilah file ini dengannya. Kalau memungkinkan Print beberapa file yang anda anggap penting dan fhotocopy dan bagikan kepada teman dan saudara.

Dengan bantuan saudara-saudara Salafy di Indonesia akan segera punah.

Oleh ebooksalafy | Ditulis dalam Tak Berkategori | Komentar (4)

Audio

April 5, 2010 – 6:00 am
  1. Ghazali Hasbullah – Bidaah Wahabi.mp3 Download
  2. Ustaz Sahul Hamid – Gerakan Wahabi.mp3 Download
  1. Debat wahabi Nu 1.amr Download
  2. Debat Wahabi Nu 2.amr Download
  3. MUI VS Salafy 1.amr Download
  4. MUI VS Salafy 2.amr Download

Download Semuanya Di :

http://www.4shared.com/dir/35822924/5ad1bc47/sharing.html

Oleh ebooksalafy | Ditulis dalam Tak Berkategori | Komentar (1)

Bergabunglah di Grup Virus salafy

April 4, 2010 – 8:43 pm
Oleh ebooksalafy | Ditulis dalam Tak Berkategori | Komentar (3)

EBOOK

April 2, 2010 – 11:43 am
  1. Inilah Ibnu Taymiyah.chm Download
  2. Kitab Kasyfu Syubuhat DoktrinTakfir Wahabi.chm Download
  3. Membongkar Salafy Wahaby – Kilasan Tentang Salafy.chm Download
  4. Salafy Indonesia, Membongkar Kedok Kaum Salafiyyun.chm Download
  5. Melucuti Kedok Salafy Penjajah Haramain, Pembenci Ahlul Bait.chm Download
  6. Bukti Pennghancuran Kediaman Nabi SAW Oleh Wahhabi Laknatullah.chm Download
  7. Menyingkap Tipudaya Fitnah Wahabi.chm Download
  1. 55 Dalil Kesesatan Wahabiyyah.pdf Download
  2. Ajaran Sesat Wahabi.pdf Download
  3. Aliansi Wahabi & Dinasti Al-Saud.pdf Download
  4. Allah Ada Tanpa Tempat Dan Tanpa Arah.pdf Download
  5. Aqidah.pdf Download
  6. Aqidah Ahli Sunnah Dan Pertentangannya Dengan Aliran Wahabiyyah.pdf Download
  7. Aqidah Ahlusunnah kalahkan aqidah palsu kaum Mujasimmah.pdf Download
  8. Aqidah Imam Syafi’i –  Allah Ada Tanpa Tempat Dan Tanpa Arah.pdf Download
  9. Aqedah Indonesia.pdf Download
  10. Arab Saudi.pdf Download
  11. Bantahan Terhadap Kaum Musyabbihah.pdf Download
  12. Bukti Menunjukkan Wahhabi Bukan Muslim.pdf Download
  13. Bukti Scan Kitab Wahaby Pengkafiran Wahaby Salafy.pdf Download
  14. Ciri-ciri golongan Salafy Wahhaby.pdf Download
  15. Daftar Pertanyaan Menggugurkan Aqidah Tajsim Wahhaby.pdf Download
  16. Dalil-Dalil Ziarah Kubur.pdf Download
  17. Gerakan Salafi Modern Di Indonesia.pdf Download
  18. Ibnu Katsir Membungkam Wahhaby.pdf Download
  19. Ibnu Taymiah.pdf Download
  20. Ibnu Taymiah Menolak Tafsir Nabi SAW.pdf Download
  21. Imam Al-Ghazali – Allah Ada Tanpa Tempat dan Tanpa Arah.pdf Download
  22. Jauhilah Golongan Salafiyyah.pdf Download
  23. Kajian Ilmiah Tentang Harokah Salafy.pdf Download
  24. Kaum Wahhabiy Mujassimah Memalsu Atas Nama Salaf.pdf Download
  25. Kenalilah – Akidahmu.pdf Download
  26. Kesesatan Wahhabi.pdf Download
  27. Kesesatan Aqidah Ruububiyah Uluhiyah Asmawa Shifat Salafy.pdf Download
  28. Kesesatan Nashiruddin Al-Albany.pdf Download
  29. Kitab Al-Aqidah.pdf Download
  30. Kritik HTI kepada Salafy.pdf Download
  31. Memahami Karakter Salafi.pdf Download
  32. Membongkar ajaran Wahabi dari a sampe z.pdf Download
  33. Membongkar Aqidah Sesat Wahhabi.pdf Download
  34. Mengenal Salafy dari 2 Sisi.pdf Download
  35. Meniti Kesempurnaan Iman.pdf Download
  36. Menyingkap Tipu Daya & Fitnah Keji Fatwa-Fatwa Kaum Salafi & Wahabi.pdf Download
  37. Para Sahabat Dan Imam Empat Madzhab; Allah Ada Tanpa Tempat.pdf Download
  38. Penjelasan Yang Tepat Bahawa Allah Wujud Tanpa Bertempat.pdf Download
  39. Prinsip Pemikiran Salafi.pdf Download
  40. Pusat Fatwa Mesir dan al-azhar Pembagian tauhid versy Wahhaby adalah Sesat.pdf Download
  41. Salafy.pdf Download
  42. Sejarah Kelam Salafi.pdf Download
  43. Sejarah Wahabi.pdf Download
  44. Seri Anekdot Akidah Salafi Download
  45. Seri Kebohongan Ibnu Taymiah.pdf Download
  46. Tabarruk.pdf Download
  47. Tafsir Makna istiwa.pdf Download
  48. Tawassul,pdf Download
  49. Telaah Kritis Atas Doktrin Faham Salafi-Wahabi.pdf Download
  50. Tuhan Itu Tidak Di Langit.pdf Download
  51. Wahabi Salafi Aswaja.pdf Download
  52. Wahabi-Kebangkitan Berawal Pemurnian.pdf Download
  53. Wahhabisme Pemahaman Agama Yang Sakit.pdf Download
  1. Siri Penolakan Terhadap Wahabi.zip Download
  2. Kholil Abou Fateh.exe Download
  3. Albani.exe Download

NEW

  1. Buku Ulama.pdf Download
  2. Dzikir Berjamaah Sejak Zaman Rasul SAW.pdf Download

Kalau Anda Mengalami Masalah Dalam Download, Kunjungi :

http://www.4shared.com/dir/35822924/5ad1bc47/sharing.html

Semua Materi Download ada Di Situ

Awas, Wahabi Mengancam Kita ! Densus 88 ingin dibubarkan wahabi

DUKUNGAN Jokowi dan Ahok terhadap keberadaan Densus 88 adalah bagian dari cara keduanya untuk memberantas radikalisme wahabi teroris.Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba’isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof. Salim Badjri, muridnya adalah Syarifuddin yang ngebom Polresta Cirebon beberapa waktu lalu. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf. Jadi, sebenarnya, Wahabi   bisa mencetak orang jadi teroris karena menganggap ini itu bid’ah, musyrik, lama-lama bagi orang yang diajari punya keyakinan radikal

baca juga:  wahabi menantang densus 88 ! Wahabi ingin hidupkan ajaran terorisme 

baca juga :  wahabi melaknat Densus 88 sebagai Kumpulan Para Banci Yang Keder menghadapi Mujahidin Indonesia Timur di Poso

Jokowi-Ahok Tolak Pembubaran Densus 88

DESAKAN ormas Islam untuk membubarkan Densus 88 semakin deras mengalir. Namun tidak bagi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Jokowi-Ahok justru meminta jika Densus 88 tetap dipertahankan.

“Kami sebagai pimpinan daerah di sini dengan jelas mendukung Densus 88,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dalam sambutannya di acara penanggulangan terorisme dan narkoba di Jakarta, di Balaikota Jakarta, Rabu (22/5/2013) malam seperti dikutip Metrotvnews.com.

Politisi Gerindra tersebut tak peduli dengan anggapan partai atau pihak lain tentang sikapnya dan Joko ‘Jokowi’ Widodo. Dia menilai Jakarta masih membutuhkan Densus 88 untuk memberangus kejahatan tak biasa (extra ordinary crime) itu. Dia pun tak peduli jika tidak dipilih kembali ketika mengikuti kembali dalam bursa pencalonan kepala daerah atau negara.

“Gubernur dan saya berkomitmen, kami akan taat pada konstitusi di Indonesia, kepada UUD’45, Pancasila dan Indonesia. Kita mempertahankan, kita tidak peduli orang tidak pilih kami lagi nanti karena tindakan yang tidak populer semacam ini. Jadi malam ini kami tegaskan, kami mendukung Densus 88 untuk tidak dibubarkan. Itu komitmen kita,” tandasnya.

Menurut dia, Bangsa Indonesia seharusnya bangga terhadap Densus 88. Dia menilai Densus mampu melakukan tindakan pencegahan, bukan penyelesaian setelah kejadian. “Jadi kalau ada yang ingin membubarkan Densus 88 tentunya perlu dipertanyakan motifnya apa sebetulnya,” tukas pria yang akrab disapa Ahok itu.

1360752281207749718

MAYORITAS kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap wahabi  adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang wahabi. Wahabi menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari.

Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini wahabi tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.Ia tidak memandang bahwa perbedaan antara Sunni dan wahabi bukan pada masalah furu’ (parsial) saja, akan tetapi banyak juga menyinggung masalah ushul (fundamental).

Hal lain yang menyulitkan untuk menentukan sikap terhadap wahabi  adalah; bahwa mayoritas kaum muslimin tidak bersikap realistis dan praktis. Mereka sekedar berangan-angan dan berharap tanpa mengkaji…

Dengan bahasa yang sok logis, sebagian kaum muslimin mengatakan: “Lho, mengapa harus terjadi perselisihan? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang wahabi dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”

Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…

Sebagai contoh, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir namun menghalalkan khamr (miras) atau zina misalnya, hukumnya kafir. Menghalalkan maksudnya memandang bahwa hal tersebut boleh-boleh saja, dan mengingkari pengharamannya dalam Al Qur’an atau Sunnah Nabi.

Nah berangkat dari asumsi ini, kita akan melihat hal-hal yang sangat berbahaya dalam sejarah kaum wahabi, yang mengharuskan para ulama Islam untuk merenung kembali dan menentukan sudut pandang Islam terhadap bid’ah-bid’ah kaum wahabi yang demikian besar.

Hal lain yang turut merumitkan masalah ini adalah; banyaknya luka Islam di mayoritas negeri kaum muslimin, di samping banyaknya yang memusuhi mereka dari kalangan Yahudi, Nasrani, kaum salibis, komunis, Hindu dan sebagainya.

Dari sini, sebagian mereka yang ‘intelek’ memandang agar kita jangan membuka front permusuhan baru. Hal ini bisa saja dibenarkan jika front tersebut mulanya tertutup lalu kita berusaha membukanya. Namun jika sejak semula telah terbuka lebar dan serangan mereka datang siang dan malam, maka mendiamkan hal tersebut berarti suatu kehinaan…

Kita tidak perlu lagi mengulang pertanyaan yang sering dilontarkan kebanyakan orang: “Apakah mereka (wahabi) lebih berbahaya dari Yahudi?”

Sebab hakikat dari pertanyaan ini adalah untuk membungkam lisan mereka yang sadar akan penderitaan umat, sekaligus membikin kikuk mereka yang berusaha menjaga dan melindungi kaum muslimin.

Saya akan menyanggah mereka dan mengatakan kepada mereka: “Memang apa salahnya kalau umat Islam menghadapi dua bahaya yang mengintai secara bersamaan? Apakah muslimin Ahlussunnah yang mencari-cari alasan untuk menyerang wahabi, ataukah realita di lapangan membuktikan berulang kali bahwa merekalah yang memulai serangan?”

Kita menyaksikan gencarnya serangan wahabi  terhadap umat Islam NU, dan saya rasa realita kita saat ini tak jauh berbeda dengan masa lampau. Bahkan saya bersaksi bahwa sejarah akan mengulangi dirinya, dan generasi muda akan mewarisi dendam kesumat nenek moyang mereka.

Tak ada kebaikan sedikit pun yang bisa diharapkan dari kelompok yang menganggap bahwa 99% warga NU adalah bejat karena suka melakukan amalan bid’ah

Ustadz Fauzan: Densus Keder atau cuma Kumpulan Para Banci ?

Ciri ciri khawarij adalah sangat membenci pendukung mazhab ahlulbait. Padahal syi’ah adalah pendukung 12 khalifah ahlulbait. Paham radikal wahabi terus melaknat sana sini, mengkafirkan ini itu dan membawa perpecahan serta bom

Aktivis Masyarakat Peduli Syariah (MPS), ustadz Fauzan Al-Anshari mempertanyakan operasi Densus 88 yang tak berani melawan Mujahidin Indonesia Timur di Poso namun hanya menangkapi para aktivis yang tak bersenjata.

“Kok Densus ngga berani lawan mujahidin di Poso sih?” ujar ustadz Fauzan kepada voa-islam.com, Jum’at (27/10/2012).

Ia pun mengaku heran, padahal Mujahidin Poso sudah menantang Densus 88 untuk berperang sampai mati.

“Saya heran kenapa densus tidak menjawab tantangan mujahidin Poso yang jelas-jelas menantang perang sampai mati, kok malah nangkepin terduga ‘teroris’ yang tidak bersenjata? Apakah Densus keder? Atau cuma kumpulan para banci seperti kata mereka?” kata pengasuh Pondok Pesantren Anshorullah Ciamis itu.

…kok malah nangkepin terduga ‘teroris’ yang tidak bersenjata? Apakah Densus keder? Atau cuma kumpulan para banci seperti kata mereka?

Selain itu, ia menilai jika operasi Densus 88 yang melakukan penangkapan serentak di 4 kota berbeda; Madiun, Solo, Bogor dan Jakarta merupakan pengalihan opini lantaran panik menghadapi tantangan mujahidin Poso.

“Densus sudah panik menghadapi tantangan mujahidin Poso sehingga mengalihkan opini dengan membangun poros baru terorisme Madiun sampa dengan Bogor,” pungkasnya.

Anggotanya Ditangkapi, Mujahidin Tim Hisbah Solo Siaga Satu!!

Solo mulai bergolak, penangkapan para aktivis dari Tim HISBAH sudah mulai dilakukan oleh aparat  mulai dilancarkan yang merupakan program BNPT dan wali kota Solo FX. Rudi dalam membrangus laskar Islam di kota Solo.

Kantong-kantong aktivis Tim Hisbah Solo pun sudah mulai di obok-obok. Sabtu, 27 Oktober 2012, masjid At-Taqwa di Mojosongo yang letaknya hanya 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah ikut digerebek. Dalam laporan yang tersiar di media sekuler bahwa dalam penggeledahan Masjid At-Taqwa di sita:

  1. Serbuk putih
  2. Pistol Bareta
  3. Timbangan
  4. Tempat latihan militer
  5. Bom Rakitan

Dalam penggerebekan tersebut di atas ada hal yang tidak diungkap ke media yakni penyitaan uang sekitar 5 jutaan milik tuan rumah, bapak Bahrun yang dalam kondisi lumpuh akibat stroke.

Selanjutnya, Penggrebekan di Pondok Pesantren Al-Furqon di daerah Karang Lo, Matesih, Karang Anyar pada Selasa, 30 Oktober 2012. Dalam penggerebekan tersebut ditangkap ustadz Dul Kholik bersama 7 santrinya yang masih sangat muda dan penyitaan beberapa motor yang terdapat di Ponpes tersebut. Penggrebekan dan penangkapan di Ponpes Al-Furqon ini juga tidak diberitakan dengan sebenar-benarnya oleh media.

Untuk diketahui bahwa Masjid At-Taqwa yang terletak 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah di Jl. Lawu Timur IV, Marengan, Mojosongo adalah masjid kecil yang digunakan Laskar Tim Hisbah Kafilah Mojosongo untuk kegiatan kajian rutin dan tempat untuk koordinasi sebelum dan sesudah melakukan kegiatan nahimunkar di kota Solo dan sekitarnya.

Dalam pemberitaan bebarapa media yang mengatakan bahwa Laskar Hisbah sering mengadakan latihan perang di halaman belakang rumah bapak Bahrun.Kemudian mengenai penggerebekan dan penangkapan di Ponpes Al-Furqon, sangat berkaitan erat dengan penggrebekan dan penyegelan oleh Laskar Umat Islam Solo (LUIS) terhadap sejumlah tempat kajian dari aliran sesat “Inkarus Sunah” beberapa hari yang lalu.

Ponpes Al-Furqon adalah ponpes yang baru dirintis mulai 1 Oktober 2012 oleh ustadz Dul Kholiq, beliau adalah salah satu ustadz yang di percayakan Tim Hisbah Solo untuk memberi kajian seputar syariat Nahi Mungkar.

Dan dari pengamatan lapangan di daerah Semanggi yang merupakan kantong pusat Tim Hisbah, di beberapa titik tertentu terlihat penjagaan ketat tidak seperti biasanya oleh pihak aparat Polisi. Polisi belum melakukan penggrebekan di Semanggi kemunginan besar karena Semanggi adalah basis Tim Hisbah yang saat ini sudah dalam Siaga I untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan dilakukan aparat kepolisian

Said Agil Tuding Jafar Umar Thalib Salafi Wahabi Penebar Benih Radikal

Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj saat ditemui voa-islam usai pembukaan workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren” yang digelar Muslimat NU di Park Hotel, Jakarta, menyebut ada 12 yayasan diyakini sebagai kelompok Salafi-Wahabi yang selama ini menebar benih radikal dan teror.

Ketika ditanya voa-islam, siapakah dan kelompok mana yang disebut sebagai Salafi Wahabi yang dimaksud? KH.  Said Agil Siraj menegaskan, salahsatunya adalah Salafi-Wahabinya Ustadz Ja’far Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad.

Wahabi Tidak Laku Dijual?

Menurut KH. Said Agil Siraj, mulanya kelompok Ustadz Ja’far Umar Thalib ini bernama Wahabi. Kemudian tahun 1980-an diganti namanya menjadi Salafi. Yang mengganti istilah Wahabi menjadi Salafi adalah  adalah Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani dari Madinah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi al-Wadi’i dari Yaman, gurunya Ustadz Ja’far Umar Thalib. “Memang Salafi ya Wahabi. Karena Wahabi tidak lagi laku dijual lalu diganti Salafi. Salafi Wahabi tidak hanya mengancam NU, tapi juga NKRI,”  tukasnya.

Soal Sayyid Quthb yang sering disebut BNPT sebagai gurunya kaum teroris, justru tidak diamini oleh Said Agil. “Sayyid Qutb dari Ikhwanul Muslimin tidak mentolerir kekerasan dan membunuh seenaknya. Quthb adalah seorang yang memberi inspirasi para aktivis Islam untuk memperjuangakan syariat islam,” kata Kiai Said.

Saat voa-islam mengkonfirmasi lebih lanjut, bukankah kelompok salafi wahabi seperti Ustadz Ja’far Umar Thalib anti Sayyid Qutb, dan dalam media propagandanya justru anti kekerasan dan anti terhadap Salafi Jihadi? Bahkan, dalam situs Salafi, ada yang mengucapkan Jazakallah kepada Densus 88 yang telah menangkap pelaku pengeboman di Tanah Air. Lalu apa jawab Kiai Said Agil Siraj? “Semua Salafi Wahabi itu ekstrem, tidak ada yang moderat. Mereka kerap menebar benih kekerasan dan radikalisme,” ujarnya.

Hingga saat ini kelompok Salafi Wahabi yang disebut Ketua Umum PBNU itu, belum menanggapi ketiga buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan Salafi Wahabi. Padahal, kelompok Salafi ini selalu bereaksi cepat jika manhajnya diserang dan dikuliti oleh pihak lain. Ada apa gerangan?

Taklim Ustadz Farid Oqbah: Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Langkah!

Mencermati fenomena umat yang hidup di tegah karut marut bangsa dan maraknya kemungkaran. Sementara penyeru kebatilan lebih berani dibandingkan penyeru dakwah. Taklim Bulanan LDF Bekasi Raya.

Sabtu, 12 May 2012

Hadirilah!!! Diskusi Ilmiah Buku Tegar di Atas Tauhid di UIN Ciputat

Buku terbaru berjudul “Tegar di Atas Tauhid, Uraian Aplikasi Tauhid Dalam Kehidupan”  tulisan ustadz Aman Abdurrahman akan kembali di bedah di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan ustadz Aman Abdurrahman dai berbagai judul yang berkaitan dengan permasalahan ‘aqidah yang dibukukan.

Selain itu, buku tersebut juga diberi pengantar oleh ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Karya ilmiah ini layak menjadi referensi kaum muslimin apalagi zaman ini begitu merebak fitnatusy syubuhat di tengah umat.

Informasi lengkap diskusi ilmiah dan bedah buku “Tegar Di Atas Tauhid”, karya Ust Amman Abdurrahman ini sebagai berikut:

Pembicara:

  1. Ustadz Fuad Al Hazimi (Staff pengajar Islamic Society, Australia)
  2. Ustadz Son Hadi (Direktur JAT Media Center)
  3. Roni Kiat, S.E. (Pengaman Masyarakat Islam)

kesimpulan :
wahabi menantang densus 88 ! Wahabi ingin hidupkan ajaran terorisme ?

Wahabi Melecehkan NU. Belajar ke Saudi, Pulangnya Bisa Jadi Teroris !!

Wahabi Melecehkan NU. Belajar ke Saudi, Pulangnya Bisa Jadi Teroris !! Gelombang pengiriman pelajar ke Saudi membawa ‘oleh-oleh’ militansi di Indonesia. Di antaranya membenci Ahl al-Sunnah wal Jamaah dengan melecehkan amalan warga NU dan mengadu domba NU – Syiah di Sampang Madura. Apa anda mau warga NU ramai ramai jadi wahabi setelah nonton RODJA TV dan Insan TV ? Kalau setiap hari radio MTA, TV Rodja ngantemin maulid nabi, ziarah kubur, lama-lama orang terpengaruh juga.

Titik problem antara wahabi dan NU bukan terletak pada dimensi ukhuwah, namun prinsip ushul atau pokok dalam ajaran agama Islam. Ketika ajaran wahabi dan NU dibawa ke masalah akidah, maka saat itu pula wahabi dan NUterlihat bagai minyak dan air.

Berbagai upaya mewahabikan NU biasanya dilakukan lewat berbagai cara, namun cara yang cukup ampuh ditempuh lewat jalur pendidikan. Jika seseorang belajar ke Amerika, belum tentu murtad. Akan tetapi, jika kita belajar ke Saudi, pulangnya bisa menjadi seorang wahabi teroris atau melecehkan NU.

Jalaludin Rahmat Ajak kaum Syiah  Bersatu

JALALUDDIN Rahkmat, Ketua Dewan Syura Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), secara tegas mengajak bahwa pihak Syiah akan berusaha bersatu

Belum tentu orang yang ikut wahabi karena percaya Iho! Artinya kan semata-mata karena dapat uang. Uangnya luar biasa.

Opini KH. Ma’ruf Amin Al Wahabi di Harian Nasional Republika tentang pengesahan MUI Pusat terhadap fatwa MUI Jatim kamis, 8 Nov 2012, mendapat balasan yang sangat pedas

Ketua Dewan Syuro Ikatan Ahlu Bait Indonesia, Jalaluddin Rakhmat. Tokoh Syiah Indonesia tersebut menulis opini   pada Harian Republika dengan judul “Menyikapi Fatwa tentang Fatwa” pada hari sabtu, 10 Nov 2012.

“Fatwa salah yang disampaikan oleh lembaga yang mengklaim berhak memberikan fatwa sama seperti obat yang salah yang diberikan kepada pasien. Alih-alih menyembuhkan, ia bisa membunuh. Di antara fatwa yang telah ikut serta atau menyertai terbunuhnya seorang Muslim (Baca: Orang Syiah) di Sampang adalah fatwa MUI Sampang.”

Jalaluddin Rakhmat mempertanyakan strata kelimuan mereka, “Apakah anda lebih berilmu dari mereka?”

 Ia melanjutkan, “Sebelum mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Syiah, apakah menurut Bapak-bapak tidak perlu mengkaji fatwa para ulama internasional itu, apalagi menyetujuinya, karena mereka tidak lebih alim dari Bapak-bapak?”

Tokoh Syiah dari Bandung tersebut terus melanjutkan, “Cukupkah bagi Bapak-bapak mengumpulkan anggota-anggota MUI se-Jatim plus beberapa orang ulama dari MUI Pusat, lalu mengeluarkan fatwa bahwa Syiah itu sesat? Apakah para ulama di MUI Sampang dan para ulama MUI Jatim yang berkumpul di Surabaya itu memang lebih berilmu ketimbang ulama internasional yang berkumpul di Amman, Makkah dan Bogor?”

Harian Republika Kamis 8 Nopember 2012 memuat opini bertajuk “Menyikapi fatwa MUI Jatim’. Tanpa bermaksud merendahkan penulisnya, banyak kejanggalan dalam artikel tersebut, yang bila tidak ditanggapi bisa dianggap sebagai pandangan yang menjustifikasi aksi kekerasan terhadap sesama warga negara.

Tulisan ini tidak ditujukan kepada penulis artikel tersebut maupun pihak-pihak yang secara sadar menganggap pensesatan dan pengkafiran Muslim Syiah sebagai cara mengais pahala Amar Makruf dan Nahi Munkar, namun ditulis semata-mata sebagai sebuah pertanggungjawawaban moral menggunakan hak jawab.

Namun karena terbatasnya jumlah karakter dalam kolom, artikel ini hanya menanggapi paragraf pertama dalam opini tersebut.

Artikel yang ditulis DR. (Honoris Causa), Ma’ruf Amin, dibuka dengan paragraf sebagai berikut: “

“Di antara wewenang Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah menetapkan fatwa terkait masalah akidah yang menyangkut kebenaran dan kemurnian keimanan umat Islam Indonesia (lihat Pedoman dan Prosedur Penetapan Fatwa MUI)”

Mari kita urai paragraph tersebut secara silogistik demi mengukur validitasnya.

1. Di antara wewenang Majelis Ulama Indonesia

Bila wewenang tersebut diperoleh dari MUI sendiri, maka itu berarti MUI memberikan wewenang kepada dirinya sendiri. Bila subjek pemberi wewenang adalah objek penerima wewenang itu sendiri, maka hal itu meniscayakan paradoks.

Bila wewenang tersebut diperoleh dari luar MUI, maka wewenang tersbut haruslah diberikan oleh lembaga yang lebih tinggi. Sedangkan MUI bukan bagian dari setruktur negara, sehingga wewenang yang diklaimnya tidak valid.

Bila MUI memperoleh wewenang dari Negara dan menjadi bagian dari strukur negara, maka konskuensinya adalah agama Islam menjadi bagian dari konstitusi negara. Bila agama Islam menjadi bagian dari konstitusi, maka Negara menafikan Pancasila sebagai dasarnya.

2. Menetapkan Fatwa

Dalam konstitusi dan UUD, fatwa adalah produk hukum yurisprudensi yang menjadi wewenang lembaga yudikatif, yaitu Mahkamah Agung dan lembaga-lembaga peradilan di bawahnya, sebagaimana disebutkan dalam undang-undang no 4 tahun 2004 atau yang lebih purba lagi dalam Staatsblad 1847 no 23, pasal 22 AB. Dengan demikian, produk hukum apapun yang tidak dikeluarkan oleh lembaga yudikatif tidak memiliki asas, bahkan bisa dianggap sebagai inkonstitusional.

DR (HC) KH MA’RUF AMIN  menulis artikel “panas” berjudul : “Menyikapi Fatwa MUI Jatim ”  . Penulis tsb adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Fatwa. Tulisan ini diambil dari rubrik opini Harian Republika, Kamis, (08/11/2012) juga dari  web http://www.syiahindonesia.com/index.php/sajian-umum/kolom-analisa/984-menyikapi-fatwa-mui-jatim-

.
BAGAiMANA BANTAHAN pihak syi’ah ??

Ocehan kiai Ma’ruf tidak perlu didengar karena dia punya motif politik !!!

Demi Pemilu 2014 maka apapun dilakukan !! Namun dia lupa bahwa 2,5 juta jiwa penganut mazhab syi’ah di Indonesia juga ber KTP merah putih !!!

Apakah mbah kiai mau menyeret nyeret NU kedalam dunia politik ?? Kalau sampeyan mau berpolitik maka lebih baik mbah kiai tidak usah menggunakan syi’ah sebagai alat mencari sensasi !! Cari saja batu loncatan lain agar menang pemilu ya mbah…

baca juga : Ulama Anti Syi’ah di MUI ada yang bermotif politik dan ada yang bermotif separatis ! Fatwa anti syi’ah tidak layak keluar dari orang seperti ini

baca juga : Cholil Ridwan ulama wahabi di MUI ingin dirikan negara Islam dan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan
http://forum.tribunnews.com/showthread.php?466353-Ma-ruf-Amin-Ajak-Kaum-Nahdiyyin-ke-PKB

Ma’ruf Amin Ajak Kaum Nahdiyyin ke PKB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -

Kiai kharismatik KH Ma’ruf Amin secara terang-terangan mengajak para nahdliyin kembali ke Partai Kebangkitan Bangsa, karena PKB merupakan satu-satunya partai yang dilahirkan oleh Nahdatul Ulama (NU).

“Kini tibalah saatnya bagi kita, kaum nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, umat Islam dan rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang yang berbhineka untuk kembali ke PKB demi mengutamakan kemaslahatan publik yang jauh lebih besar,” ujar KH Ma’ruf Amin dalam siaran persnya, Senin, (6/8/2012), lalu.

Ketua Komisi Fatwa MUI itu menjelaskan, NU dan PKB memiliki hubungan yang tidak hanya bersifat idiologis, namun juga biologis. Hubungan NU dan PKB telah terpatri kuat secara lahir-batin, layaknya orangtua dan anak yang saling membutuhkan, saling menyayangi, dan saling menghargai.

Dalam kaitan ini, warga nahdliyin membutuhkan PKB sebagai wadah penyaluran aspirasi politik dan PKB membutuhkan dukungan dan partisipasi warga nahdliyin untuk bersama-sama memperjuangkan dan mewujudkan aspirasi politik mereka demi tercapainya kemaslahatan publik dalam konteks bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

Secara sederhana, imbauan KH Ma’ruf Amin kepada nahdliyin dan rakyat Indonesia untuk kembali membesarkan PKB dilandasi beberapa alasan. Pertama, PKB merupakan satu-satunya partai yang dilahirkan dari rahim NU.

Bukankah  raja Arab Saudi, Abdullah, memperkenankan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang bermadzhab Syiah untuk menunaikan ibadah hajinya ketanah suci Mekkah dan Madinah ??

 Pada tanggal 27/11/2012, Harian Republika memuat artikel Haidar Bagir dengan tema “Proporsional Menyikapi Fatwa”. Pada intinya Haidar menganggap bahwa tulisan KH. Dr. Ma’ruf Amin yang memperkuat fatwa MUI Sampang dan MUI Jatim kurang tepat. Anggapan Haidar ini didasarkan karena fatwa MUI Jatim menyatakan Syiah sebagai aliran sesat seharusnya dibatasi pada kasus Sampang, bukan semua Syiah.

Haidar menyebutkan bahwa mainstream Syiah mengharuskan bersikap hormat terhadap Sahabat Nabi. Bahkan untuk meyakinkan klaimnya ini, ia menyatakan: “Sekadar ilustrasi, dalam buku-buku yang ditulis para ulama Syiah, kita tak dapat menemui periwayatan “peristiwa al-ifk” yang melibatkan dakwaan perselingkuhan kepada Siti Aisyah”. Benarkah demikian? Artikel ini bermaksud menguraikan pandangan beberapa ulama Syiah terkemuka tentang istri-istri dan Sahabat Nabi yang terabadikan dalam kitab-kitab Syiah. Dengan demikian diharapkan artikel ini bisa membantu memahami ajaran Syiah dari sisi yang lebih lengkap, tanpa harus memutuskan hal-hal yang bersifat mu’amalah.

 

Penghargaan Toleransi SBY oleh ACF; hasil adu domba wahabi plus Yahudi

Wahabi di Indonesia didukung NGO/Lembaga Yahudi bernama Appeal of Conscience Foundation (ACF). Akibat provokasi wahabi kepada MUI Jawa Timur dan Yayasan Al Bayyinat maka meletuslah konflik Sampang Madura. Atas jasa wahabi maka ACF memberi gelar kepada SBY. 

Tokoh Syiah Indonesia, Hasan Daliel justru menuding adanya tangan-tangan Zionis Israel bermain dalam konflik Sampang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia, itu menilai Israel memiliki kepentingan untuk memecah Syiah-Sunni Indonesia. Sebab, kata Habib Hasan, Syiah dan Sunni punya potensi menjadi kekuatan besar yang ditakuti dunia. “Jika dua sayap ini bersatu maka bisa menghadang kekuatan-kekuatan jahat dunia,” terangnya

syiah-leader

syiahindo

KELOMPOK Syiah menuding pemerintah telah melakukan pelanggaran HAM terkait sikap diskriminasi terhadap warga Syiah di Sampang. Bahkan Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI), Umar Shahab, mengancam akan melakukan internasionalisasi kasus ini.

 

Zur_Person_Franz_Magnis_Suseno_z

DIPO Alam kembali menjadi pembicaraan. Ucapannya kembali menjadi pemberitaan. Kali ini sasarannya bukan para lawan politik SBY, tapi Franz Magnis Suseno. Pasalnya tokoh Kristen Jesuit itu melakukan protes atas penghargaan negarawan dunia 2013 kepada Presiden SBY oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Dipo balik protes kepada Profesor Filsafat Driyarkara itu yang menilai SBY tidak layak menerima penghargaan karena abai membela kaum minoritas di Indonesia. Franz mengambil sample Syiah, Ahmadiyah, dan GKI Yasmin.

Dipo mengingatkan bahwa rakyat Indonesia berjumlah 250 juta orang. Ia meminta agar jangan hanya melihat Indonesia dari media yang memberitakan masalah kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah, Syiah, umat Kristiani, dan lainnya.

“Jangan masalahnya andai kata Ahmadiyah, Syiah, Gereja GKI Yasmin dibawa-bawa. Kita 250 juta orang. Jangan hanya melihat yang ada di televisi, misalnya bakar-bakaran. Jadi kata-kata Pak Magnis, dia matanya dangkal, melihat Indonesia seolah-olah hanya ada di TV,” kata Dipo.

“Kan, Ahmadiyah konfliknya dari dulu, sejak zaman Bung Karno sudah ada. Bahkan sejak zaman Jepang. Masalah mayoritas-minoritas janganlah diperdebatkan. Kita negara demokrasi, tidak mudah misalnya mayoritas di suatu daerah, ada pendirian rumah ibadah (minoritas). Di beberapa negara juga begitu,” kata Dipo

Meski seorang Pastor, Franz sangat sering ikut urusan persoalan umat Islam, terutama dalam pembelaaanya kepada Syiah dan Ahmadiyah. Tanpa melihat perasaan umat Islam yang berang akidahnya dicatut oleh kedua aliran itu, tokoh yang pernah mengikuti sabbatical year di Paroki Hati Kudus Yesus di Sukoharjo Jawa Tengah itu tetap menerjang membela kedua aliran sesat yang difatwa sesat oleh MUI dan para tokohnya.

Pria kelahiran 1926 itu menuturkan ratusan orang Ahmadiyah dan Syiah yang dianggap sesat diusir dari tempat tinggal mereka. Akibatnya, mereka mengungsi ke tempat-tempat seperti ruang olahraga. Bahkan, ada beberapa kasus terbunuhnya orang Ahmadiyah dan Syiah. “Sehingga muncul pertanyaan apakah Indonesia akan memburuk kondisinya seperti Pakistan dan Irak di mana setiap bulan orang Syiah dibunuh karena motivasi agama?” tulis Franz Magnis. Dalam surat protesnya.

Bila hadiah ini tetap diberikan kepada SBY, kata Franz, hal tersebut sungguh akan memalukan. “Ini mendiskreditkan seluruh klaim Anda sebagai lembaga yang bertujuan moral,” katanya.

Menarik memang dalam situsnya, ACF justru didirikan oleh Rabbi Arthur Schneier pada 1965. Lembaga menyebut diri sebagai organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antarkepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Ya, organisasi yang justru punya concern sama dengan Franz Magnis Soeseno.

Hendardi_8433852345

PENGHARGAAN World Statement Award untuk Presiden SBY dari lembaga asing digugat oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) dan Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (Sobat KBB).

Koalisi ini terdiri dari para tokoh agama, aktivis, dan tokoh masyarakat, di antaranya Romo Benny Soesatyo (Pemuka Agama Kristiani), Jalaluddin Rachmat (Tokoh Syiah) Siti Musdah Mulia (Feminis), Hendardi (Setara Institute), Todung Mulya Lubis (Praktisi Hukum), Alissa Wahid (Ketua Wahid Institute), Adnan Buyung Nasution (Praktisi Hukum), dan lain sebagainya.

Ketua Setara Institute Hendardi dalam pernyataan resminya mengatakan tampaknya ACF tidak mengetahui kondisi Tanah Air yang penuh tragedi diskriminasi dan kekerasan.

“Indonesia tengah mendapat ancaman dengan hadirnya kelompok berpandangan sempit dan ekstrim. Jumlahnya memang tidak seberapa tapi pembiaran atas kelakuan mereka membuat mereka jadi kebal hukum,” kata Hendardi di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut Hendardi, sejak 2007 sampai 2012 terjadi kenaikan eskalasi kejahatan HAM. Catatannya, ada 135 kasus kekerasan dengan 185 tindak kekerasan. Melonjak menjadi 264 kasus dan 371 tindak kekerasan.

“Apakah AFC itu buta dengan kenyataan ini? Penghargaan ini, sangat menyakiti korban kekerasan HAM di Indonesia. Termasuk kami,” tegasnya.

Seperti diketahui, The Appeal of Conscience Foundation (TACF) yang didirikan Rabbi Arthur Schneier pada 1965 akan memberikan World Statesman Award untuk Presiden SBY pada akhir Mei ini. SBY dinilai berjasa mempromosikan toleransi, perdamaian, dan resolusi konflik.

Wallahu A’lam. []

Wahabi – NU, Minyak – Air

syiah-leader

Oleh: Ustad Husain Ardilla, membantah islampos.com dan Lppi Indonesia Timur

POLEMIK Wahabi – NU adalah problem masa lalu yang tetap aktual hingga akhir zaman, keduanya tidak akan mungkin bersatu sebagaimana minyak dan air. Bersatunya Wahabi – NU dengan para pengkut agama lain jauh lebih mudah dibanding menyatukan kedua aliran yang memiliki Tuhan dan Nabi yang sama ini. Di Saudi, terutama di Riyadh dengan mudah kita temui pemerkosa TKW, namun tak satu pun masjid milik pengikut asy’ariyyah yang bisa diguna pakai melakukan salat Jumat, sebagaimana di Mesir dan Malaysia yang tidak membolehkan kepada para penganut Syiah mendirikan masjid sendiri.

Satu-satunya jalan untuk melerai polemik Suni-Syiah dalam pandangan ulama kontemporer masa kini, M. Qurasih Shihab sebagaimana yang tertuang dalam bukunya “Sunni-Syiah Bergandengan Tangan Mungkinkah?” adalah melaksanakan Keputusan Muktamar Doha tentang dialog antara mazhab-mazhab Islam pada tgl. 20-22 Januari 2007

Kita tidak bisa pungkiri jika wahabi di Indonesia telah berkembang pesat pada satu dasawarsa terakhir ini, dan merupakan hal yang naif jika melakukan kekerasan terhadap mereka dengan dalih bahwa mereka bertentangan dengan NU  sebagai anutan mayoritas umat Islam Indonesia. Yang kita harus lakukan bersama-sama adalah mencegah penyebaran paham wahabi  yang telah ditetapkan oleh NU dan syi’ah sebagai aliran sesat dan harus diwaspadai dengan cara yang bijak (bil hikmah).

Wahabi di Indonesia didukung NGO/Lembaga Yahudi bernama Appeal of Conscience Foundation (ACF). Akibat provokasi wahabi kepada MUI Jawa Timur dan Yayasan Al Bayyinat maka meletuslah konflik Sampang Madura. Atas jasa wahabi maka ACF memberi gelar kepada SBY. Tokoh Syiah Indonesia, Hasan Daliel justru menuding adanya tangan-tangan Zionis Israel bermain dalam konflik Sampang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia, itu menilai Israel memiliki kepentingan untuk memecah Syiah-Sunni Indonesia. Sebab, kata Habib Hasan, Syiah dan Sunni punya potensi menjadi kekuatan besar yang ditakuti dunia. “Jika dua sayap ini bersatu maka bisa menghadang kekuatan-kekuatan jahat dunia,” terangnya

Zur_Person_Franz_Magnis_Suseno_z

DIPO Alam kembali menjadi pembicaraan. Ucapannya kembali menjadi pemberitaan. Kali ini sasarannya bukan para lawan politik SBY, tapi Franz Magnis Suseno. Pasalnya tokoh Kristen Jesuit itu melakukan protes atas penghargaan negarawan dunia 2013 kepada Presiden SBY oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Dipo balik protes kepada Profesor Filsafat Driyarkara itu yang menilai SBY tidak layak menerima penghargaan karena abai membela kaum minoritas di Indonesia. Franz mengambil sample Syiah, Ahmadiyah, dan GKI Yasmin.

Dipo mengingatkan bahwa rakyat Indonesia berjumlah 250 juta orang. Ia meminta agar jangan hanya melihat Indonesia dari media yang memberitakan masalah kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah, Syiah, umat Kristiani, dan lainnya.

“Jangan masalahnya andai kata Ahmadiyah, Syiah, Gereja GKI Yasmin dibawa-bawa. Kita 250 juta orang. Jangan hanya melihat yang ada di televisi, misalnya bakar-bakaran. Jadi kata-kata Pak Magnis, dia matanya dangkal, melihat Indonesia seolah-olah hanya ada di TV,” kata Dipo.

“Kan, Ahmadiyah konfliknya dari dulu, sejak zaman Bung Karno sudah ada. Bahkan sejak zaman Jepang. Masalah mayoritas-minoritas janganlah diperdebatkan. Kita negara demokrasi, tidak mudah misalnya mayoritas di suatu daerah, ada pendirian rumah ibadah (minoritas). Di beberapa negara juga begitu,” kata Dipo

Meski seorang Pastor, Franz sangat sering ikut urusan persoalan umat Islam, terutama dalam pembelaaanya kepada Syiah dan Ahmadiyah. Tanpa melihat perasaan umat Islam yang berang akidahnya dicatut oleh kedua aliran itu, tokoh yang pernah mengikuti sabbatical year di Paroki Hati Kudus Yesus di Sukoharjo Jawa Tengah itu tetap menerjang membela kedua aliran sesat yang difatwa sesat oleh MUI dan para tokohnya.

Pria kelahiran 1926 itu menuturkan ratusan orang Ahmadiyah dan Syiah yang dianggap sesat diusir dari tempat tinggal mereka. Akibatnya, mereka mengungsi ke tempat-tempat seperti ruang olahraga. Bahkan, ada beberapa kasus terbunuhnya orang Ahmadiyah dan Syiah. “Sehingga muncul pertanyaan apakah Indonesia akan memburuk kondisinya seperti Pakistan dan Irak di mana setiap bulan orang Syiah dibunuh karena motivasi agama?” tulis Franz Magnis. Dalam surat protesnya.

Bila hadiah ini tetap diberikan kepada SBY, kata Franz, hal tersebut sungguh akan memalukan. “Ini mendiskreditkan seluruh klaim Anda sebagai lembaga yang bertujuan moral,” katanya.

Menarik memang dalam situsnya, ACF justru didirikan oleh Rabbi Arthur Schneier pada 1965. Lembaga menyebut diri sebagai organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antarkepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Ya, organisasi yang justru punya concern sama dengan Franz Magnis Soeseno.

Hendardi_8433852345

PENGHARGAAN World Statement Award untuk Presiden SBY dari lembaga asing digugat oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) dan Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (Sobat KBB).

Koalisi ini terdiri dari para tokoh agama, aktivis, dan tokoh masyarakat, di antaranya Romo Benny Soesatyo (Pemuka Agama Kristiani), Jalaluddin Rachmat (Tokoh Syiah) Siti Musdah Mulia (Feminis), Hendardi (Setara Institute), Todung Mulya Lubis (Praktisi Hukum), Alissa Wahid (Ketua Wahid Institute), Adnan Buyung Nasution (Praktisi Hukum), dan lain sebagainya.

Ketua Setara Institute Hendardi dalam pernyataan resminya mengatakan tampaknya ACF tidak mengetahui kondisi Tanah Air yang penuh tragedi diskriminasi dan kekerasan.

“Indonesia tengah mendapat ancaman dengan hadirnya kelompok berpandangan sempit dan ekstrim. Jumlahnya memang tidak seberapa tapi pembiaran atas kelakuan mereka membuat mereka jadi kebal hukum,” kata Hendardi di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut Hendardi, sejak 2007 sampai 2012 terjadi kenaikan eskalasi kejahatan HAM. Catatannya, ada 135 kasus kekerasan dengan 185 tindak kekerasan. Melonjak menjadi 264 kasus dan 371 tindak kekerasan.

“Apakah AFC itu buta dengan kenyataan ini? Penghargaan ini, sangat menyakiti korban kekerasan HAM di Indonesia. Termasuk kami,” tegasnya.

Seperti diketahui, The Appeal of Conscience Foundation (TACF) yang didirikan Rabbi Arthur Schneier pada 1965 akan memberikan World Statesman Award untuk Presiden SBY pada akhir Mei ini. SBY dinilai berjasa mempromosikan toleransi, perdamaian, dan resolusi konflik.

Wallahu A’lam. []

wahabi mencaci maki NU semata-mata karena dapat uang, padahal Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara

wahabi mencaci maki NU semata-mata karena dapat uang, padahal Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara

Perbincangan Ibnu Saud dengan Presiden Franklin D.Roosevelt di atas kapal USS Quincy

13552817901721645484Insya Allah ajaran yang di sampaikan oleh baginda Muhammad SAWW kepada Ahlul Baitnya dan terus kepada imam yg ke 12 ( al Mahdi afs ) akan terus terjaga…sekalipun WAHABI terus menggonggong dan menyebarkan propaganda, kami tetap dalam barisan Syi’ah Imamiya Itsna’asariyah…

.

Umar beberapa kali membangkang perintah nabi, bahkan dia dan abu bakar termasuk orang2 yang lari dari medan perang badar, uhud, khandaq serta hunain. Umar pun pernah meragukan kenabian nabi muhammad saat perjanjian hudaybiyah. Belum lagi peristiwa saqifah dan penyerangan rumah saidah fatimah.

Nusron: Orang NU Bukan “Indekost” di Bumi Nusantara
Rabu, 22/05/2013 09:04

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan umat Islam terutama warga NU menjadi pemilik sah bangsa Indonesia. Sebab, berdirinya bangsa ini adalah atas perjuangan para ulama pendahulu yang mengorbankan darah dan nyawa.

“Jadi kita (orang NU) bukan orang kos-kosan di bumi nusantara tetapi pemilik sah Indonesia,” katanya dalam acara Ansor bersholawat yang diadakan PC GP Ansor Kudus di Gedung Graha Mustika Getas Pejaten, Senin (20/5) kemarin.

Nusron mengatakan semangat nasionalisme NU dan Ansor sangat tinggi sebelum organisasi  terbesar  ini berdiri. Ketika bangsa ini belum berdiri, tuturnya , para ulama terutama  KH. Wahab Hasbullah sudah mengakui indonesia negaraku yang dituangkan pada syair-syair ya ahlal  wathan karangannya  pada tahun 1924.

“Kalau ada yang mengganggu Indonesia dengan berbagai cara fitnah maupun pakai bom berarti mengganggu warisan para ulama,” tandas mantan ketua umum PB PMII ini.

Ansor ke depan, menurut Nusron,  perlu mempersiapkan seorang kader  pemimpin yang siap berjuang untuk kebaikan bangsa dan kepentingan masyarakat. Dalam konteks kebangsaan,  Ansor memperhatikan petunjuk bahwa seorang pemimpin negara harus menyatu dengan ulama, adanya para pengambil kebijakan dari kalangan teknokrat  maupun insinyur.

“Begitu juga Ansor harus mempersiapkan kader politisi kenegarawanan atau politik kebangsaan. Karena politik itu menurut imam almawardi adalah usaha manusia untuk derajat yang lebih ti serta politisi kenegarawan,” tandas pria asli Kudus ini.

Terkait peringatan Harlah, Nusron menegaskan usia 79 tahun menjadi bukti bahwa Ansor  ini  memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Sebab, organisasi bisa  tetap  bertahan manakala memberikan kemanfaatan.

“Muhammadiyah, NU maupun lainnya termasuk GP Ansor masih eksis bertahan sampai sekarang karena keberadaannya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya lagi.

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka peringatan Harlah ke-79 Ansor ini, dihadiri juga Habib Luthfi bin Yahya, para kiai dan habaib Kudus serta ribuan jamaah nahdliyyin.

Hanya NU Yang Mampu Bendung Wahabi

 
Apa dan Bagaimana langkah Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren mencegah pergerakan Wahabi Salafi di Indonesia yang masuk ke kampong-kampung dan desa? Untuk menjawab kegelisahan ini, Majalah Risalah NU melakukan wawancara dengan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Berikut petikan wawancaranya:
.
Bagaimana sebenarnya Wahabi di Indonesia?
Itu sebenarnya sudah lama, tapi eksisnya sejak tahun 80-an setelah Arab Saudi membuka LIPIA (Lembaga llmu Pengetahuan Islam dan Arab). Ketika itu direkturnya masih bujangan yang kawin dengan orang Bogor. Kemudian menampakkan kekuatannya, bahkan mereka membuka yayasan-yayasan. Setahu saya ada 12 yayasan yang pertama kali dibentuk. Antara lain As-Shafwah, Assunnah, Annida, Al-Fitrah, Ulil Albab, yang semuanya didanai oleh masyarakat Saudi, bukan oleh negaranya. Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba’isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof. Salim Badjri, muridnya adalah Syarifuddin yang ngebom Polresta Cirebon beberapa waktu lalu. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf. Jadi, sebenarnya, Wahabi ajarannya bukan teroris, tapi bisa mencetak orang jadi teroris karena menganggap ini itu bid’ah, musyrik, lama-lama bagi orang yang diajari punya keyakinan,”Kalau begitu orang NU boleh dibunuh dong, kalau ada maulid nabi boleh di bom,” dan seterusnya.
.
Soal pemalsuan kitab-kitab Sunni, khususnya kitab yang jadi referensi NU, bagaimana?
Kita sudah berjuang sekuat tenaga untuk mengkounter pendapat mereka. Kita jangan minder dan merasa kalah. Kalau hanya dihujat maulid nabi gak ada dalilnya, atau ziarah kubur gak ada dalilnya, sudah banyak buku yang ditulis untuk membantahnya. Misalnya yang ditulis pak Munawir-Yogya, Abdul Manan-Ketua PP LTM NU, Idrus santri Situbondo, Muhyiddin Abdus Somad dari Jember, dan lain sebagainya. Banyak yang menulis buku tentang dalil-dalil amaliah kita. Ziarah kubur dalilnya ini, maulid nabi dalilnya ini, tawassul dalilnya ini. Seperti saya sering mengatakan maulid nabi itu memuji-muji nabi Muhammad, semua sahabat juga memuji nabi Muhammad, setinggi langit bahkan. Nabi Muhammad diam saja tidak melarang. Tawassul, semua sahabat juga tawassul dengan Rasulullah. Tawassul dengan manusia, Rasulullah lho! Bukan Allahumma langsung, tapi saya minta tolong Rasullulah.sampai begitu! Litarhamna,rahmatilah kami. Labid bin Rabiah mengatakan, kami datang kepadamu wahai manusia yang paling mulia di atas bumi, agar engkau merahmati kami. Coba, minta rahmat kepada Rasulullah, kalau itu dilarang, kalau itu salah, Rasulullah pasti melarang, “jangan minta ke saya, musrik”. Tapi Enggak tuh!
.
Dalam Al-Quran juga ada dalil, walau annahum idz dzalamu anfusahum jauka fastaghfarullaha wastaghfara lahumurrasul lawajadullaha tawabarrahima (surat Ahzab). Seandainya mereka yang zalim datang kepada Muhammad, mereka istigfar, dan kamu pun (Muhammad) memintakan istighfar untuk mereka, pasti Allah mengampuni.
.
Ya kan sudah banyak yang diterjemah, bahkan kalau ada orang pergi haji pulang dapat terjemahan. Itu dari kitab-kitab Wahabi semua.
.
Begini, Muhammad bin Abd Wahab, pendiri Wahabi itu mengaku bermazhab Hambali, tapi Hambali versi ibn Taimiyah. Ibnu Taimiyah adalah pengikut Hambali yang ekstrim. Imam Hambali itu imam ahli sunnah yang empat yang selalu mendahulukan nash atau teks daripada akal, jadi banyak sekali menggunakan hadist ahad. Kalau Imam Hanafi kebalikannya, dekat dengan akal. Murid Imam Hambali lebih ekstrim, lahirlah Ibnu Taimiyah yang kemudian punya pengikut Muhammad bin Abd Wahab. Di sini menjadi luar biasa, malah dipraktekkan menjadi tindakan, bongkar kuburan. Sementara Ibnu Taimiyah masih teori dan wacana.
.
Bukan dari Mekkah, dari Najd, Riyadh. Orang Makkah asli, Madinah asli, Jiddah asli gak ada yang Wahabi, hanya tidak berani terang- terangan.Dulu hampir saja terjadi fitnah, ketika mahkamah Syar’iyyah al ‘ulya (mahkamah tinggi syar’i) menghukumi Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki harus dibunuh karena melakukan kemusyrikan. Keputusannya sudah ditandatangani oleh Raja Khalid, tapi dimasukkan laci oleh Raja Fahd.waktu itu putera mahkota, katakanlah dibekukan! Kalau terjadi, gempar itu!
.
Saya yakin kalau yang keluaran pesantren gak terpengaruh. Saya di sana 13 tahun, sedikitpun, malah berbalik benci. Semua yang keluaran dari NU ke sana, seperti pak Agil Munawar, Masyhuri Na’im, gak ada yang Wahabi. Semua keluaran sana gak ada yang Wahabi kalau dari sini bekalnya kuat. Atau bukan NU, seperti Muslim Nasution dari Wasliyah, pak Satria Efendi dari PERTI, gak Wahabi meskipun di sana belasan tahun sampai doktor. Pak Maghfur Usman, Muchit Abdul Fattah, pulang malah sangat anti, Wahabinya.
.
Insya Allah Selama pesantren- NU masih eksis, Wahabi gak akan masuk. Wahabi pertama kali dibawa Tuanku Imam Bonjol yang tokoh Padri. Padri itu pasukan berjubah putih yang anti tahlil. Hanya waktu itu kekerasannya Imam Bonjol untuk menyerang Belanda. Padahal ke internal juga keras. Imam Bonjol itu anti ziarah kubur. Kuburannya di Manado. Waktu saya ke Menado ditawari, “mau ziarah kubur gak?” Ya waktu hidupnya gak seneng ziarah kubur, masak saya ziarahin?
.
Tentang pengikut Wahabi yang banyak dari kalangan Eksekutif?
Orang kalau sudah punya status sosiai, direktur, sudah dapat kedudukan, terhormat, kaya, yang kurang satu, ingin mendapatkan legitimasi sebagai orang soleh dan orang baik-baik. Nah, mereka kemudian mencari guru agama. Guru agama yang paling gampang ya mereka, ngajarinya gampang. Kalau ngaji sama orang NU kan sulit, detil. Kalau sama mereka yang penting ini Islam, ini kafir, ini halal, ini haram, doktrin hitam putih. Sehingga di antara orang-orang terdidik terbawa oleh aliran mereka. Karena masih instan faham agamanya. Kaiau kita gak, kita faham agamanya sejak kecil.
.
Inti gerakan Wahabi itu di semua lini ya?
Harus diingat bahwa berdirinya NU itu adalah karena perilaku Wahabi. Wahabi mau bongkar kuburan Nabi Muhammad, KH Hasyim bikin komite Hijaz yang berangkat Kiai Wahab, Haji Hasan Dipo (ketua PBNU pertama), KH Zainul Arifin membawa suratnya kiai Hasyim ketemu Raja Abdul Azis mohon, mengharap, atas nama umat Islam Jawi, mohon jangan dibongkar kuburan Nabi Muhammad. Pulang dari sana baru mendirikan Nahdlatul Ulama. Jadi memang dari awal kita ini sudah bentrok dengan Wahabi. Lahirnya NU didorong oleh gerakan Wahabi yang bongkar-bongkar kuburan, situs sejarah, mengkafir- kafirkan, membid’ah-bid’ahkan perilaku kita, amaliah kita. Tadinya diam saja, begitu yang mau dibongkar makam Nabi Muhammad, baru KH Hasyim perintah bentuk komite tersebut.
.
Seberapa Kuat Wahabi Sekarang?
Sebetulnya tidak kuat, sedikit. Tapi dananya itu yang luar biasa. Dan belum tentu orang yang ikut karena percaya Iho! Artinya kan semata-mata karena dapat uang. Uangnya luar biasa. Si Arab-arab itu, kan kebanyakan Arab bukan Habib. Jadi pada dasarnya mereka juga cari uang.
.
Ancamannya seberapa besar?
Yah, Kalau kita biarkan ya terancam. Kalau setiap hari radio MTA, TV Rodja ngantemin maulid nabi, ziarah kubur, lama-lama orang terpengaruh juga.
.
Dikutip dari Majalah Risalah NU No. 38/Tahun VI/1434H/2013

wahabi (di bawah kepentingan imperialisme Inggris dan USA) musuh berbahaya bagi NU

 Tentu kita penasaran, siapakah sesungguhnya Syaikh Idahram, penulis buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan Salafi Wahabi (Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik, dan Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi) yang kata pengatarnya ditulis oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA.

Saat kami menanyakan jatidiri Syaikh Idahram kepada KH. Said Agil Siraj yang ditemui usai Wokshop Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren yang digelar oleh Muslimat NU di Park Hotel, Jakarta, tidak mau menjawab secara jelas, siapa sesungguhnya Syaikh Idahram.  Kiai NU itu hanya menjawab ringkas, “Yang jelas, dia adalah bimbingan saya. Saya lah yang membimbing penulis buku itu,” kata Said Agil.

Di dalam biodata penulis buku Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi, Syaikh Idahram adalah sosok pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun 1970-an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.

Dalam upaya pencariannya itu, Syaikh Idahram pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa’ PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyub dalam tasawuf dengan berba’iat kepada seorang syaikh.

Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat Idahram memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang terror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan utnuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.

Menurut pengakuannya, buku Trilogi data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafi Wahabi ini lahir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001-2010, membuahkan hasil ketiga buku trilogi penyimpangan salafi wahabi tersebut. Sang Penulis, Syaikh Idahram secara terbuka membuka ruang dialog melaui e-mail: salafiasli@yahoo.com.
AM Waskito dalam bukunya “Bersikap Adil kepada Wahabi” (Pustaka Al Kautsar), juga mencurigai, sosok Syaikh Idahram, penulis buku Trilogi Penyimpangan Salafi Wahabi tersebut adalah seorang penganut akidah Syiah atau minimal pendukung Syiah. Meskipun dia tidak mengucapkan pengakuan atas akidahnya, tetapi hal itu bisa dibuktikan dari perkataan-perkataan dia sendiri dalam bukunya. Bukan hanya itu, Waskito mencium aroma, ketiga buku tulisan Syaikh Idahram ditunggangi oleh kepentingan kaum Syiah dan Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme).

Bukti kesyiahan Syaikh Idahram, menurut pengamatan Waskito diantaraya: Si penulis menyebut Kota Najaf di Irak sebagai Najaf Al-Asyraf. Sebutan semacam ini hanya dikenal di kalangan Syiah, bukan Ahlu Sunnah.

Kemudian, Syaikh Idahram juga menyebutkan bahwa dalam Islam setidaknya ada tujuh madzhab, yaitu: Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hambali; ditambah dua madzhab: Syiah, Ja’fari dan Imamiyah; ditambah 1 madzhab Zhahiri. Perkataan seperti ini tidak dikenal dikalangan Ahlu Sunnah. Yang jelas, tidak sedikit, Syaikh Idahram menggunakan referensi dari kaum Syiah.

Sejak awal, AM Waskito menduga posisi Said Agil Siraj bukan hanya sebagai pemberi kata pengantar. “Bisa jadi, dia terlibat langsung di balik proyek penerbitan buku-buku propaganda itu,” ungkapnya curiga.

Dan benar saja, KH. Said Agil Siraj kepada voa-Islam mengakui, bahwa buku yang ditulis Syaikh Idahram adalah atas bimbingannya. “Saya lah yang membimbing penulisnya,” kata Said Agil terus terang.

Senin, 05 Dec 2011

BNPT Jadikan Buku Sejarah Berdarah Salafi Wahabi sebagai Referensi

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai yang asli Buton, Sulawesi Tenggara ini mengatakan, akan menjadikan buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram sebagai pegangan sekaligus referensi BNPT dalam menangkal paham radikalisme dan penanggulangan terorisme di Tanah Air.

“Setelah mendengar penjelasan dari KH. Said Agil Siraj, saya baru tahu gerakan Salafi Wahabi ini. Karena itu saya akan jadikan buku tersebut sebagai referensi kami,” kata Ansyaad Mbai saat menjadi narasumber dalam Workshop Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren: Mengejawantahkan Islam Rahmatan Lil Alamin di Park Hotel (Jl. DI Panjaitan Kav 5 Jakarta Timur), Sabtu (3/11) sore. Hadir sebagai narasumber Ketua Umum PBNU (Nahdlatul Ulama) KH. Said Agil Siraj dan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbay.

Seperti diketahui, buku yang diberi pengantar oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj ini, adalah buku yang laku di kalangan NU, pengikut majelis-majelis tarekat Sufi, dan di kalangan Syiah. Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Pesantren juga menerbitkan dua buku dengan tema dan penulis yang sama, yakni: Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi dan Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik.


Abu Muhammad (AM) Waskito yang menanggapi buku trilogi data dan fakta penyimpangan salafi tulisan Syaikh Idahram itu mengatakan(baca buku Bersikap Adil kepada Wahabi: penerbit Pustaka Al-Kautsar), ketiga buku Syaikh Idahram penuh dengan fitnah dan adu domba yang justru menyenangkan musuh-musuh Islam. Idahram membuat criteria-kriteria sepihak tentang siapa saja yang masuk dalam kategori Salafi Wahabi., kemudian memusuhinya secara membabi buta.

Workshop Radikalisme

Dalam workshop itu, KH. Said Agil Siraj kembali menjelaskan definisi radikalisme. Menurutnya, kata radikal berasal dari kata radiks yang artinya akar yang paling dasar. Fenomena radikalisme, lanjut kiai NU, bukanlah barang baru. Radikalisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw masih ada.

KH. Said Agil Siraj mengatakan, Rasullah Saw selama 13 tahun, saat berada di Makkah, membiarkan 360 berhala di Masjidil Haram. Artinya, Nabi Saw ketika itu mengutamakan stabilitas keamanan terlebih dahulu. Setelah aman, baru bicara iman. “Kalau waktu itu, Nabi sudah menghancurkan berhala, maka bunuh diri namanya,” kata sang kiai.

Delapan tahun kemudian, Rasulullah dan kaum muslimin hijrah ke Madinah. Pada saat peristiwa Fathul Makkah, Nabi dan sekitar 15.000 umat Islam berhasil memasuki kota Makkah. Ketika itulah Nabi mengumumkan amnesty umum, semua orang Makkah oleh Nabi dimaafkan. Hanya 16 orang yang ketakutan, tidak percaya dengan janji Nabi Saw, salahsatunya adalah ikrimah (anak Abu Jahal).

“Saat Fathul Makkah, penduduk Makkah berbondong-bondong  masuk Islam. Lalu, dengan kesadaran sendiri, ramai-ramai menghancurkan berhala dari Masjidil haram. Jadi bukan karena terpaksa atau doktrin,” kata kiai Said.

Dalam bagian lain, KH Said Agil menjelaskan, “Khalifah Ali bin Abi Thalib dibunuh ketika usai shalat berjamaah di masjid. Sebenarnya ada tiga orang sahabat yang hendak dibunuh, tapi hanya Ali yang shalat Subuh di masjid, dua sahabat lainnya tidak ke masjid, mungkin karena  Subuhnya kesiangan,” kata kiai guyon yang tidak pantas menyebut sahabat Nabi subuhnya kesiangan.

Lalu, Ali dibunuh oleh seseorang bernama Abdurahman bin Muljam. Orang yang membunuh ini adalah seseorang yang alim, setiap malam tahajud, selalu berpuasa, bahkan hafal Al-Qur’an. “Kenapa Ali dibunuh? Karena Ali oleh Abdurrahman bin Muljam dianggap kafir. Dicap kafir, disebabkan Ali menggunakan hukum hasil dari rapat dan musyawarah manusia. Ali pun dianggap tidak menjalankan hukum Allah. Ali yang dianggap kafir, maka menjadi halal darahnya, dan harus dibunuh.”

“Prediksi Nabi terbukti. Ada orang yang mentang-mentang jenggotnya panjang, lalu mengkafirkan Ali yang merupakan sepupu Rasulullah, menantu Nabi saw, termasuk Sabiqul Awwalun, remaja yang pertama kali masuk Islam, dan pintu gerbangnya ilmu, serta sahabat yang dijamin masuk surga. Bahkan Ali berhasil menguasai Khaibar saat melawan Yahudi. Jadi, aneh jika ada anak kemaren sore, tamatan liqo atau tarbiyah, jebolan pesantren kilat, tiba-tiba mengkafirkan Ali ra,” kata Kiai Said.

rezim Abbasiyah menebar tekanan dan teror kepada siapapun yang menjalin interaksi dan kontak dengan Imam Jawad as

Mengenang Kelahiran Imam Jawad as
Sebagaimana Imam lainnya, Imam Jawad as juga dikenal dengan ketakwaan dan keshalihannya. Beliau adalah contoh sempurna dalam ketakwaan dan keshalihan. Ibadah-ibadah beliau, sujud beliau yang lama, munajat-munajat beliau dan penghambaan yang beliau ikhlaskan semata hanya kepada Allah SWT adalah keteladanan yang sempurna bagi para pengikut dan pecintanya. 

Mengenang Kelahiran Imam Jawad as

 Imam kesembilan umat Islam-Syiah bernama Muhammad, kunyah beliau Abu Ja’far dan laqab beliau yang terkenal adalah Taqi dan Jawad. Imam Suci kaum muslimin ini lahir pada bulan Rajab tahun 195 HQ di kota suci Madinah. Ayah beliau adalah imam kedelapan Syiah, Imam Ali bin Musa ar Ridha as.

Nama ibu beliau, Subaikah dari rumpun keluarga Maryam Qutaib salah seorang istri Rasulullah Saw. Beliau dikenal sebagai sebaik-baik perempuan dimasanya, sebagaimana yang diperkenalkan Imam Ridha as mengenainya, bahwa beliau perempuan terhormat, dari keturunan yang terjaga dan memiliki banyak keutamaan, kelurusan aqidah dan akhlak yang baik.

Ada dua alasan yang bisa disebutkan mengapa sosok Imam Jawad as kurang begitu populer dibanding imam-imam lainnya. Pertama, usia beliau yang singkat. Sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab tarikh, Imam Jawad menemukan kesyahidannya diusia muda, yaitu 25 tahun. Usia beliau yang singkat dibanding keberadaan imam lainnya, membuat beliau tidak begitu banyak berinteraksi dengan umat Islam dimasanya. Namun meskipun usia beliau singkat namun padat dengan aktivitas pencerahan dan bimbingan kepada umat, sehingga beliau banyak meninggalkan warisan ilmu yang begitu berharga.

Jika para peneliti sejarah mengkaji dan menulis mengenai kehidupan dan warisan ilmu beliau, maka bisa dikatakan apa yang beliau wariskan dalam ilmu dan kebudayaan tidak kalah banyak dari para Imam lainnya. Hanya saja sayangnya, tulisan mengenai Imam Jawad memang masih kalah banyak dari para Aimmah as lainnya, sehingga pengenalan mengenai kehidupan dan warisan keilmuan beliau yang tersebar di masyarakatpun sangat terbatas.

Kedua, tekanan dari rezim Abbasiyah. Karena adanya tekanan dan teror yang ditebar rezim Abbasiyah kepada siapapun yang menjalin interaksi dan kontak dengan Imam Jawad as, membuat beliau tidak banyak berhubungan dengan masyarakat muslim. Imam Jawad as hidup di masa pemerintahan Ma’mun dan Mu’tasham Abbasi dalam kondisi tertekan dan diberi batasan-batasan untuk menyebarkan ilmunya.

Beberapa keutamaan Imam Jawad

Akhlak yang Baik

Imam Jawad mewarisi keindahan akhlak yang luar biasa dari pendahulu-pendahulunya, dari ayah, kakek dan bersambung dari Rasulullah Saw. Akhlak Ahlul Bait adalah juga sebagaimana akhlak Rasulullah Saw. Karena itulah dalam beberapa sabda Rasulullah, al-Qur’an dan Ahlul Bait tidak bisa dipisahkan, keduanya adalah sumber ilmu dan teladan bagi umat terutama dalam masalah akhlak.

Ilmu yang luas

Diantara keistimewaan lainnya yang dimiliki imam Jawad as adalah ilmu yang luas dan dalam. Dengan luasnya ilmu yang beliau miliki membuat beliau banyak melakukan dialog dan perdebatan dengan pemuka-pemuka agama samawi dan para ulama dari berbagai mazhab yang berbeda. Syiah meyakini, ilmu yang beliau miliki sebagai imam ummat adalah juga sebagaimana ilmu yang dimiliki imam-imam sebelum beliau. Atas kehendak Allah SWT para Aimmah as mewarisi ilmu Rasulullah Saw utamanya untuk menjalankan peran mereka sebagai penjaga dan pembimbing umat pasca sepeninggal Rasulullah Saw.

Ketakwaan dan keshalihan

Sebagaimana Imam lainnya, Imam Jawad as juga dikenal dengan ketakwaan dan keshalihannya. Beliau adalah contoh sempurna dalam ketakwaan dan keshalihan. Ibadah-ibadah beliau, sujud beliau yang lama, munajat-munajat beliau dan penghambaan yang beliau ikhlaskan semata hanya kepada Allah SWT adalah keteladanan yang sempurna bagi para pengikut dan pecintanya.

Adab yang indah dalam berhadapan dengan kawan maupun lawan

Imam Jawad as senantiasa menunjukkan penghormatan dan adab yang indah ketika berhadapan dengan siapapun. Hal tersebut yang membuat beliau dicintai pengikut-pengikutnya dan disegani oleh musuh-musuhnya. Siapapun yang beliau hadapi ketika berbicara penuh dengan keramahan, bahasa yang sopan dan lemah lembut meskipun tetap tegas untuk hal yang berkenaan dengan pelanggaran syariat.

Keberanian dan kemerdekaan

Imam Jawad as juga dikenal dengan keberanian dan sikap beliau yang tidak mau tunduk pada keinginan penguasa. Meskipun dalam kondisi yang tertekan beliau tetap menjalankan perannya sebagai pemimpin ummat.

Beberapa Karamah yang dimiliki Imam Jawad as

Kelahiran Imam Jawad as dimasa-masa akhir kehidupan ayahnya Imam Ridha as adalah sebuah karamah Ilahi. Imam Ridha as menyebut kelahiran putranya tersebut sebagai keberkahan Ilahi. Diriwayatkan keimamahan Imam Ridha as sempat diingkari oleh banyak umat Syiah dimasanya. Mereka berdalih, bagaimana mungkin yang menjadi Imam Syiah adalah Imam Ridha as sementara beliau tidak memiliki seorang putra padahal sudah berusia lebih dari 47 tahun? Imam Ridha as ketika menjawab syubhat tersebut mengatakan, “Dari mana kalian mengetahui dan menetapkan bahwa kelak saya tidak memiliki seorang putra. Demi Allah, Allah tidak akan membuat saya meninggalkan dunia dalam keadaan tidak memiliki seorang putra yang akan memisahkan antara yang hak dengan yang batil.”

Keimamahan di usia anak-anak

Atas kehendak Allah, imam Jawad as menjadi imam dan memanggul amanah berat dipundaknya sejak usia 8 tahun. Pengangkatan beliau sebagai imam diusia yang masih belum baligh adalah satu bentuk karamah Ilahi yang besar. Sebagaimana kenabian yang diperoleh Nabi Isa as disaat masih bayi.  

Dialoh Ilmiah Imam Jawad as

Imam Jawad as dimasanya banyak melakukan dialog dan perdebatan ilmiah dengan pemuka-pemuka mazhab. Dalam dialog-dialog tersebut, para pemuka-pemuka mazhab berdecak kagum akan ketinggian ilmu beliau. Bagaimana mungkin, ulama-ulama besar dari berbagai mazhab pemikiran dan fiqh yang ada mengaku bertekuk lutut ketika berhadapan dengan beliau yang masih berusia belia dalam berdialog dan berdebat. Ini menunjukkan karamah Ilahi yang besar yang dimiliki Imam Jawad as.

Warisan ilmu beliau yang banyak dan luas tidak hanya diriwayatkan dalam kitab-kitab Syiah namun juga dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah. Misalnya Khatib Baghdadi tidak sedikit menukilkan hadits dari Nabi yang sanadnya berasal dari Imam Jawad as. Demikian juga Abu Ishak Tsalabi ulama besar Ahlus Sunnah dalam kitab tarikh dan tafsirnya menuliskan riwayat-riwayat yang bersumber dari Imam Jawad as.

Kesyahidan

 Pada hari terakhir bulan Dzulqaidah 220 H, Imam Jawad syahid akibat racun yang disuguhkan oleh isterinya, Ummu Al-Fadhl  atas perintah khalifah Bani Abbas. Makam suci beliau di samping kuburan suci kakeknya yang mulia, Imam Musa Ibn Ja`far as, di kota Kadzimain yang menjadi tempat ziarah para pecinta Ahlul Bait as.

Mengenang Kelahiran Imam Jawad as

Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad as

Imam Muhammad al-Jawad a.s. dibesarkan oleh ayahnya yang suci yaitu Imam Ali ar-Ridha a.s. selama 4 tahun. Kondisi kehidupan yang tidak kondusif memaksa Imam al-Ridha a.s. untuk pindah dari Madinah ke Khurasan, Iran, dan meninggalkan anak bungsunya. Imam a.s. sangatlah mengetahui tentang rencana jahat yang akan dilakukan oleh raja yang berkuasa, dan Imam a.s. tahu beliau tidak akan kembali ke Madinah untuk selama-lamanya. Jadi sebelum keberangkatannya dia mengangkat anaknya Imam al-Jawad a.s. sebagai penggantinya

.   

Imam Ali ar-Ridha a.s. diracun pada tanggal 17 Safar 203H dan bersamaan dengan itu Allah mengangkat Imam al-Jawad a.s. bertanggung jawab pada posisi Imamah. Pada umur yang masih sangat muda, 8 tahun, tidaklah terlihat bahwa Imam yang masih muda tersebut memiliki ketinggian ilmu dan pengetahuan. Tetapi setelah beberapa hari berlalu beliau a.s. tidak hanya sering menang berdebat dengan ulama-ulama tentang fiqih, hadis, tafsir, dsb, tetapi juga meraih respect dan penghargaan mereka dalam kemampuannya. Sejak saat itulah dunia menyadari bahwa Imam a.s. memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas dan ilmu tersebut bukanlah dipelajari dan didapat, tetapi merupakan pemberian dari Allah SWT

.   

Umur dari Imam Muhammad al-Jawad a.s. lebih pendek dari umur ayah-ayahnya, maupun putra-putranya. Beliau diangkat menjadi Imam pada umur 8 tahun, dan kemudian diracun pada umur 25; tetapi karya-karyanya sangatlah banyak dan ketinggian beliau diakui oleh banyak orang. Imam a.s. mewakili sifat ramah dan santun Rasulullah S.A.W dan kelihaian dari Imam Ali a.s. Warisan kehidupannya antara lain kejujuran, keramahan, kesantunan, ketegasan, pemaaf dan toleransi. Diri beliau yang sangat bersinar adalah karakternya yang selalu menunjukkan keramahan kepada siapapun tanpa kecuali, membantu yang membutuhkan; menjaga keadilan dalam situasi apapun, hidup sederhana, menolong yatim piatu, fakir miskin dan tunawisma; mengajarkan kepada yang tertarik untuk belajar dan membimbing rakyat ke jalan yang benar

.   

Al-Ma’mun, raja Abbasiyah, menyadari bahwa untuk kelangsungan kerajaannya dia harus memenangkan simpati rakyat Iran yang selalu bersahabat terhadap Ahlul-Bayt Rasulullah S.A.W. Akibatnya al-Ma’mun terpaksa, dari segi politik, untuk berhubungan dengan anggota dari Bani Fatimah dengan mengorbankan ikatan keluarganya dengan Bani Abbas untuk meraih simpati kaum Shiah. Dia mengumumkan bahwa Imam Ali ar-Ridha a.s. sebagai pewarisnya, walaupun tanpa persetujuan Imam a.s., dan mengawinkan saudaranya Ummu Habihah. Al-Ma’mun berharap bahwa Imam ar-Ridha a.s. akan memberikan bantuan dalam urusan-urusan politik

.

Tetapi ketika dia menyadari bahwa Imam a.s. tidak terlalu tertarik pada urusan politik dan rakyat kebanyakan semakin dekat kepada Imam a.s. karena ketinggiannya, dia meracuni Imam a.s. Kemudian dia berniat untuk mengawinkan puterinya Ummu’l Fadl dengan Imam al-Jawad a.s. dan memanggil Imam dari Madinah ke Iraq. Bani Abbas sangat marah ketika tahu bahwa al-Ma’mun merancaga untuk mengawinkan anaknya dengan Imam al-Jawad a.s. Mereka berusaha untuk memaksa al-Ma’mun agar mengurungkan niatnya. Tetapi al-Ma’mun tetap terpersona pada ilmu dan ketinggian ilmu dari Imam a.s. Dia kerap berkata bahwa walaupun Imam al-Jawad a.s. masih sangatlah muda, tapi beliau mewarisi segala sifat-sifat ayahnya dan seluruh ulama-ulama Islam di dunia tidak ada yang menyaingi beliau a.s.

Ketika Bani Abbas menyadari bahwa al-Ma’mun semakin dekat kepada Imam a.s. mereka menyuruh Yahya bin Aktham, ulama paling utama di Baghdad, untuk berdebat dengan Imam a.s. Al-Ma’mun mempersiapkan acara ini dan mengumumkannya secara besar-besaran. Selain untuk kalangan kerajaan dan pejabat, telah disediakan sekitar 900 kerusi untuk para ulama. Dunia terpana ketika seorang anak kecil dihadapkan untuk berdebat dengan para ulama-ulama veteran di Iraq. Imam al-Jawad a.s. duduk di sebelah al-Ma’mun hadap-berhadapan dengan Yahya bin Aktham, yang kemudian bertanya,”Apakah kau izinkan aku untuk bertanya?” “Tanyalah apa saja yang engkau mau,” jawam Imam a.s. Kemudian sesi ini dilanjutkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Imam a.s. yang dijawab dengan sangat baik oleh Imam a.s. Ketika pada akhirnya Imam a.s. bertanya balik kepada Yahya bin Aktham, dia tidak bisa menjawab.

Kemudian al-Ma’mun berkata,”Tidakkah aku sudah mengatakan bahwa Imam datang dari keluarga yang telah dipilih oleh Allah sebagai tempat penyimpanan ilmu pengetahuan? Apakah ada satu orang pun di dunia ini yang bahkan mampu untuk menyaingi seorang anak kecil dari keluarga ini?” Lalu semuanya menyahut,”Tidak diragukan lagi bahwa tidak ada yang menyamai Muhammad bin Ali al-Jawad.” Dan kemudian al-Ma’mun menikahkan anaknya Ummu’l Fadl dengan Imam a.s. Satu tahun setelah pernikahannya Imam a.s. memutuskan untuk kembali ke Madinah dengan istri beliau.

    Sepeninggal al-Ma’mun, al-Mu’tasim menaikit tahta, dia menggunakan kesempatan ini untuk menjelek-jelekkan Imam a.s., menyakitinya dan menyebarkan berita bohong terhadapnya. Dia memanggil Imam a.s. ke Baghdad. Setibanya Imam a.s. di Baghdad pada tanggal 9 Muharram 220H al-Mu’tasim meracuni diri beliau. Imam a.s. meninggal pada tanggal 28 Zulqaidah 220H dan dikuburkan disisi kakek beliau, Imam Musa al-Kazhim a.s., Imam ketujuh dalam Shiah Imamiyah di pinggiran kota Baghdad.

 

Pelajaran dari Kehidupan Imam Jawad as

Imam Muhammad Jawad as berkata:”Manusia dengan tiga sifat baik dapat sampai kepada derajat keridhaan Allah Swt. Pertama, banyak memohon pengampunan. Kedua, lembut dan toleran dengan masyarakat dan ketiga, banyak bersedekah.” Para Imam Ahlul Bait as di masanya masing-masing adalah para sosok paling unggul di bidang keilmuan dan kesempurnaan, dan mengajak manusia ke jalan kebahagiaan dan kesempurnaan. Hari ini adalah hari kelahiran salah satu dari mereka, di mana selama 17 tahun dari masa keimamahannya memiliki kontribusi bernilai dalam memperkaya dan mengajarkan ilmu-ilmu Islam.

Imam Jawad as dilahirkan pada tahun 195 Hijriah di kota Madinah. Imam Jawad as sejak kecil hingga menginjak usia remaja telah dikenal akan keilmuan, kefasihan, kesabaran dan ketakwaan. Imam Jawad as dikenal sangat dermawan dan dengan alasan inilah beliau dijuluki “Jawad” yang berarti sangat dermawan dan murah hati. Tak seorang pun yang datang kepada beliau kembali dengan tangan kosong. Imam Jawad as selalu berusaha sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun mereka mengutarakannya melalui surat-surat. Oleh karena itulah, kecintaan kepada beliau selalu melekat di hati para pengikutnya. Meskipun terdapat jarak pemisah antara beliau dengan para pencintanya, namun mereka tetap berusaha melaksanakan nasihat-nasihat beliau yang ditulis melalui surat.

Meskipun Imam Jawad as hanya hidup di dunia selama 25 tahun, namun beliau memiliki keagungan ilmu dan spiritual yang tinggi. Bahkan keagungan ilmu beliau tersebut diakui dan dipuji oleh para tokoh dan cendekiawan besar di masa itu. Beliau juga memiliki kecerdasan dan cara penyampaian yang lugas. Walaupaun usianya masih sangat muda, tetapi dari sisi keilmuan dan keutamaan, beliau telah disejajarkan dengan tokoh-tokoh besar di masa itu.

Dalam sejarah disebutkan, saat musim haji sekitar 80 orang ahli fikih dari kota Baghdad dan kota-kota lain menuju Madinah untuk bertemu dengan Imam Jawad as. Mereka menghujani beliau dengan berbagai pertanyaan ilmiah, namun Imam Jawad as dengan tenang dan mantap menjawab semua pertanyaan mereka. Peristiwa itu telah menghapus segala bentuk keraguan yang selama ini berada di benak mereka.

Seseorang bernama Ali bin Asbad berkata,”Suatu hari aku melihat Imam Jawad as. Dengan cermat dan teliti aku memandanginya dari kepala hingga kaki supaya aku dapat menjelaskan ciri-ciri beliau kepada sahabat-sahabatku di Mesir. Dalam hati aku berkata, bagaimana mungkin orang yang masih berumur sangat muda ini mampu menjawab pertanyaan yang paling sulit terkait fikih dan keilmuan lainnya serta memberikan solusi masalah-masalah intelektual?”

“Ketika aku tengah sibuk berfikir, Imam Jawad as mendekatiku dan duduk di sampingku. Beliau kemudian berkata,”Wahai Ali bin Asbad, Allah Swt memberikan argumen atas keimamahan para Imam sebagaimana memberikan alasan atas kenabian para Anbiya.” Imam Jawad as kemudian membaca surat Maryam ayat 12 terkait hikmah Yahya as di masa kanak-kanak dan beliau berkata kepadaku: “Iya, mungkin Allah Swt memberikan hikmah kepada seseorang yang masih kanak-kanak, sebagaimana ada kemungkinan memberikannya pada umur 40 tahun.”

Dalam kenabian dan imamah, faktor umur bukan suatu persyaratan. Allah Yang Maha Kuasa mampu memberikan ilmu dan kemaksuman serta segala sesuatu yang menjadi kekhususan bagi seorang nabi dan imam kepada seorang anak kecil atau bayi yang baru dilahirkan. Demikian pula dengan Imam Jawad as, dalam keadaan masih anak-anak telah menjadi imam setelah kesyahidan ayah beliau yang mulia, Imam Ali Ridha as.

Al-Quran menjelaskan orang-orang tertentu yang dipilih oleh Allah Swt menjadi pemimpin umat di usia yang sangat muda bahkan ketika masih bayi. Nabi Yahya misalnya, menjadi pemimpin umat di usia kanak-kanak. Dalam surat Maryam ayat 12, Allah swt berfirman, “Wahai Yahya, ambillah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.”

Imam Jawad as berkata: “Manusia dengan tiga sifat baik dapat sampai ke derajat keridhaan Allah Swt. Pertama, banyak memohon pengampunan. Kedua, lembut dan toleran kepada masyarakat dan ketiga, banyak bersedekah.” Toleransi kepada masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka selalu menghiasi kehidupan para Imam Ahlul Bait as. Mereka juga mengajak kepada orang lain untuk berperilaku toleran dan lembut.

Suatu hari, seseorang mengirim surat kepada Imam Jawad as dan meminta untuk didoakan serta diajarkan bagaimana bersikap kepada ayahnya yang memiliki sifat buruk dan memusuhi Ahlul Bait as. Imam Jawad as kemudian menjawab surat tersebut dan menulis, “Aku mendoakanmu dan memintamu untuk bersikap lembut kepada ayahmu dan jangan melakukan hal-hal yang membuatnya tidak senang.”  Dalam kelanjutan suratnya, Imam Jawad as menghiburnya agar bersabar. Sebab, setelah kesulitan ada kemudahan dan kemenangan bagi mereka yang benar. Kemudian orang itu melaksanakan nasihat Imam Jawad as dan tak lama setelahnya, ayah orang itu menjadi lemah lembut kepada anaknya dan menjadi pecinta Ahlul Bait as.

Menurut pandangan Imam Jawad as, melayani masyarakat akan dapat menurunkan rahmat Allah Swt kepada manusia dan jika seseorang lalai dan meremehkan masalah ini, ada kemungkinan ia akan kehilangan nikmat-nikmat-Nya. Imam Jawad as berkata, “Nikmat Allah Swt kepada seseorang tidak akan turun banyak kecuali kebutuhan masyarakat kepadanya bertambah. Setiap orang yang tidak berusaha memenuhi keperluan orang-orang yang membutuhkan dan tidak mentolerir kesulitan mereka, maka nikmat Ilahi akan lenyap.”

Salah satu pecinta Ahlul Bait as yang tinggal di Iran di masa itu menceritakan tentang kenangannya dengan Imam Jawad as. Ia mengatakan, “Aku pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji kemudian aku menemui Imam Jawad as untuk mengambil manfaat darinya dan menjelaskan masalahku kepadanya. Kepadanya aku berkata: pemerintah telah memberlakukan pajak yang sangat banyak sehingga aku tidak mampu untuk membayarnya. Aku memintamu untuk menulis sebuah surat kepada gubernur Sistan (di Iran) dan menasihatinya untuk toleran dan lembut kepada masyarakat. Imam Jawad as berkata, “Aku tidak mengenalnya.” Kemudian aku berkata: tetapi ia adalah salah satu pecintamu dan aku yakin pesanmu akan bermanfaat.”

Imam Jawad as kemudian menulis sebuah surat kepada gubernur Sistan yang isinya, “Bismillahirrahmanirrahim. Salamku kepadamu dan kepada hamba-hamba Allah yang layak wahai gubernur Sistan. Kekuasaan dan pemerintahaan yang diamanahkan oleh Allah Swt kepadamu bertujuan supaya engkau menjadi pelayan bagi hamba-hamba-Nya. Dengan kekuasaan dan kemampuan ini, engkau harus membantu saudara-saudara seagamamu. Satu-satunya hal yang akan tertinggal darimu adalah perbuatan baik kepada masyarakat. Ketahuilah bahwa Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas semua pekerjaanmu dan sekecil apapun perbuatan tidak akan tersembunyi di hadapan-Nya.”

Seseorang itu melanjutkan, “Aku kemudian mengambil surat tersebut dan membawanya pulang. Kemudian tersiar berita tentang surat berharga dari Imam Jawad as kepada gubernur Sistan. Karena gubernur Sistan adalah pecinta Imam Jawad as, ia kemudian menyambut kedatanganku untuk mengambil surat tersebut. Ketika ia membaca surat itu, ia kemudian mencari tahu tentang diriku dan setelahnya ia tidak hanya berbuat adil kepadaku tetapi juga kepada semua masyarakat.”

Memohon ampun adalah salah satu sifat yang dikatakan oleh Imam Jawad as sebagai sarana untuk mendapat keridhaan Allah Swt. Salah satu nikmat Ilahi bagi manusia adalah beristighfar dan bertaubat. Taubat dan istighfar merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu Ilahi bagi hambaNya. Dengan bertaubat, dosa-dosa yang ada tersapu bersih dan manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbaiki kesalahannya dengan melakukan perbuatan baik. Oleh karena itu, dalam bertaubat manusia dilarang bermain-main. Taubat harus dilakukan dengan serius, karena penyesalan membawa beban di pundak manusia.

Istighfar berarti meminta pengampunan. Artinya manusia meminta Allah mengampuni kesalahannya dan mengharap dirinya masuk dalam rahmat Ilahi. Imam Ali as terkait hal ini berkata,” Di alam ini terdapat dua sarana untuk menyelamatkan manusia dari siksaan Allah. Pertama, keberadaan Rasulullah Saw yang terputus dengan wafatnya beliau. Namun sarana kedua kekal ada hingga hari Kiamat. Sarana itu adalah istighfar. Oleh karena itu, berpegang teguhlah dengan istighfar dan jangan sekali-kali kalian lepas.

Istighfar dapat menjadi perantara untuk selamat dari azab dunia dan akhirat yang ditimbulkan oleh perbuatan buruk manusia. Salah satu dampak dari istighfar menurut al-Quran adalah mencegah azab Ilahi, memperoleh pengampunan dosa, dan menambah rizki, kesejahteraan dan usia. Sikap ramah dan lembut, menurut Imam Jawad as dapat menuntun manusia mencapai keridhaan Allah. Dalam metode pertama (istighfar), beliau menjelaskan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan. Sedangkan cara kedua dan ketiga mengajarkan manusia untuk bagaimana berinteraksi dengan sesamanya. Artinya keridhaan Allah dapat dicapai seseorang dengan melayani dan mengabdi kepada sesamanya.

Pastinya sifat ramah dan lembut membuat seseorang menjadi tawadhu (rendah hati) dan tidak congkak, karena kesombongan membuat seseorang tak segan-segan berperilaku zalim kepada sesamanya.

Cara ketiga untuk mendapat ridha dari Allah Swt adalah adalah bersedekah. Imam Jawad as sendiri terkenal karena kedermawanannya sehingga dijuluki al-Jawad. Dengan demikian beliau sendiri telah memberi contoh kepada umatnya dan tidak sekedar menganjurkan.

Sedekah banyak disinggung dalam al-Quran. Ibarat ini disebut al-Quran setelah shalat yang merupakan ibadah paling urgen bagi manusia. Dengan demikian menurut Imam Jawad as, penghambaan memiliki dua sayap. Sayap pertama, interaksi dengan Allah dan sayap kedua interaksi dengan sesama manusia dengan penuh tawadhu. Sifat tawadhu pada diri manusia dapat dipupuk dengan membiasakan diri memberi sedekah dan berinfak.

Setiap manusia berhak mengeluarkan hartanya dengan berinfak di jalan Allah. Namun demikian jangan sampai manusia memaksakan diri sehingga dirinya malah mendapat kesulitan. Berbuat baik dengan segala bentuknya khususnya bersedekah, merupakan salah satu jalan bagi manusia untuk mencapai keridhaan Allah Swt. Karena manusia dengan kerelaannya mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Orang seperti ini telah melepas keterikatan dirnya dengan materi demi keridhaan Allah Swt.

Imam Jawad as adalah satu-satunya putra Imam Ali Ridha as, dan dengan penekanan serta penunjukan ayahnya, Imam Jawad as dinobatkan sebagai Imam Muslimin. Imam Jawad as hidup sezaman dengan dua khalifah Bani Abbasiah, Makmun dan Mu`tashim al-Abbasi. Sementara itu, pemerintahan Bani Abbasiah terkenal menyimpang dari ajaran Islam. Mereka hanya menampakkan keislaman secara luar. Di saat yang sama pemerintahan Bani Abbasiah memiliki agenda terencana untuk mendistorsi ajaran suci Islam. Sementara itu, sikap anti dan penentangan yang ditunjukkan Imam Jawad as terhadap penguasa mendapat reaksi luas. Sikap Imam ini juga menjadi sebab kehidupan beliau senantiasa menghadapi ancaman dari para penguasa.

Di era keimamahan Imam Jawad as, penguasa Bani Abbas semakin meningkatkan kejahatan dan pengawasannya, sehingga tidak membiarkan sedikit pun para pencinta Imam Jawad as menjalin kontak dengan beliau. Dengan alasan inilah, masyarakat yang senantiasa di bawah kontrol penguasa itu mengambil jalan kontak dengan Imam melalui surat menyurat, dan Imam Jawad as pun menjawab surat-surat mereka. Sheikh Thusi menyebut ada 116 perawi hadis yang meriwayatkan hadis-hadis yang cukup banyak dari Imam Jawad as. Hal tersebut mengindikasikan betapa luasnya ilmu beliau berkenaan dengan masalah-masalah fikih dan tafsir.

Mengenang Kelahiran Imam Jawad as

Imam Muhammad Al-Jawad as

Nama : MuhammadGelar : Al-Jawad, Al-TaqiJulukan : Abu Ja’farAyah : Ali Ar-RidhaIbu : Sabikah yang dijuluki Raibanah

Tempat/Tgl Lahir : Madinah, 10 Rajab 195 H.

Hari/Tgl Wafat : Selasa, Akhir Dzul-Hijjah 220 H.

Umur : 25 Tahun

Sebab kematian : diracun istrinya

Makam : Al-Kadzimiah

Jumlah Anak : 4 Orang; 2 laki-laki dan 2 perempuan

Anak Laki-laki : Ali, Musa

Anak Perempuan : Fatimah, Umamah

 

Riwayat Hidup

 

    Ahlul Bait Nabi s.a.w yang akan kita bicarakan kAliini adalah Muhammad al Jawad. Beliau adalah putra dan Imam Ali Ar-Ridha a.s. yang dikenal sebagai orang yang zuhud, alim serta ahli ibadah. lbunya Sabikah, berasal dari kota Naubiyah. Di masa kanak-kanaknya beliau dibesarkan, diasuh dan dididik oleh ayahandanya sendiri selama 4 tahun. Kemudian ayahandanya diharuskan pindah dari Madinah ke Khurasan. ltulah pertermuan terakhir antara beliau dengan ayahnya, sebab ayahnya kemudian mati diracun. Sejak tanggal 17 Safar 203 Hijriah, Imam Muhammad aL-Jawad memegang tanggung jawab keimaman atas pernyataan ayahandanya sendiri serta titah dari Ilahi.

    Beliau hidup di zaman peralihan antara al-Amin dan al-Makmun. Pada masa kecilnya beliau merasakan adanya kekacauan di negerinya.     Beliau juga mendengar pengangkatan ayahnya sehagai putra mahkota yang mana kemudian terdengar khabar tentang kematian ayahnya.     Sejak kecil, beliau telah menunjukkan sifal-sifat yang mulia serta tingkat kecerdasan yang tinggi. Dikisahkan bahwa ketika ayahnya dipanggil ke Baghdad, beliau ikut mengantarkannya sampai ke Makkah. Kemudian ayahnya tawaf dan berpamitan kepada Baitullah. Melihat ayahnya yang berpamitan kepada Baitullah, beliau akhirnya duduk dan tidak mau berjalan. Setelah ditanya, beliau menjawab: “Bagaimana mungkin saya bisa meninggalkan tempat ini kalau ayah sudah berpamitan dengan Bait ini untuk tidak kembali kemari”. Dengan kecerdasannya yang tinggi beliau yang masih berusia empat tahun lebih boleh merasakan akan dekatnya perpisahan dengan ayahnya.

    Dalam bidang keilmuan, beliau telah dikenal karena seringkali berbincang dengan para ulama di zamannya. Beliau mengungguli mereka semua, baik dalam bidang fiqih, hadis, tafsir dan lain-lainnya. Melihat kepandaiannya, al-Makmun sebagai raja saat itu, berniat mengawinkan Imam Muhammad al-Jawad dengan putrinya, Ummu Fadhl.

    Rencana ini mendapat tantangan keras dari kaum kerabatnya, karena mereka takut Ahlul Bait Rasulullah s.a.w akan mengambil alih kekuasaan. Mereka kemudian mensyaratkan agar Imam dipertemukan dengan seorang ahli agama Abbasiyah yang bernama Yahya bin Aktsam. Pertemuan pun diatur, sementara Qodhi Yahya bin Aktsam sudah berhadapan dengan Imam. Tanya jawab pun terjadi, ternyata pertanyaan Qodi Yahya bin Aktsam dapat dijawab oleh Imam dengan benar dan fasih. namun pcrtanyaan Imam tak mampu dijawabnya. Gemparlah semua hadirin yang ikut hadir saat itu. Demikian pula halnya dengan al-Makmun, juga mersa kagum sembari herkata: “Anda hebat sekali, wahai Abu Ja’far”. Imam pun akhirnya dinikahkan dengan anaknya Ummu al-Hadlil, dan sebagai tanda suka cita, al-Makmun kemudian membagi-bagikan hadiah secara royal kepada rakyatnya. Setahun setelah pernikahannya Imam kembali ke     Madinah hersama istrinya dan kembali mengajarkan agama Allah.

Meskipun di zaman al-Makmun, Ahlul Bait merasa lebih aman dari zaman sebelumnya, namun beberapa pemberontakan masih juga terjadi. Itu semua dikarenakan adanya perlakuan-perlakuan yang semena-mena dan para bawahan al-Makmun dan juga akibat politik yang tidak lurus kepada umat.

    Setelah Al-Makmun mati, pemerintahan dipimpin oleh Muktasim. Muktasim menunjukkan sifat kebencian kepada Ahlul Bait, seperti juga para pendahulunya. Penyiksaan, penganiayaan dan pembunuhan terjadi lagi, hingga pemberontakan terjadi dimana-mana dan semua mempergunakan atas nama “Ahlul Bait Rasulullah s.a.w”. Melihat pengaruh Imam Muhammad yang sangat besar ditengah masyarakat, serta kemuliaan dan peranannya dalam bidang politik, ilmiah serta kemasyarakatan, maka al-Muktasim tidak berbeda dengan para pendahulunya dalam hal takutnya terhadap keimamahan Ahlul Bait Rasulullah s.a.w.

Pada tahun 219 H karena kekhawatirannya al-Muktasim meminta Imam pindah dari Madinah ke Baghdad sehingga Imam berada dekat dengan pusat kekuasaan dan pengawasan. Kepergiannya dielu-elukan oleh rakyat di sepanjang jalan.

    Tidak lama kemudian, tepatnya pada tahun 220 H, Imam wafat melalui rencana pembunuhan yang diatur oleh Muktasim yaitu dengabn cara meracuninya. Menurut riwayat beliau diracun oleh istrinya sendiri, Ummu Fadl, putri al-Makmun atas hasutan al-Muktasim. Imam Muhamad wafat dalam usia relatiisf muda yaitu 25 tahun dan dimakamkan disamping datuknya, Imam Musa Kazim, di Kazimiah, perkuburan Qurays di daerah pinggiran kota Bagdad. Meskipun beliau syahid dalam umur yang relatif muda, namun jasa-jasanya dalam memperjuangkan dan mendidik umal sangatlah besar sekali.

Mengenang Kelahiran Imam Jawad as

 

Menurut Syi’ah, hadis disebut shahih dengan syarat; Pertama, hadis itu diriwayatkan dari sumber yang dipercaya. Kedua, karena hadis itu sejalan dengan dalil lain yang bersifat pasti (qat’i) dan sejalan pula dengan konteks yang dipercaya.

GERAKAN ANTi SYI’AH di Indonesia didalangi Salafi wahabi dakwah dan Salafi wahabi jihadi 

Jika Syi’ah dilarang maka terorisme akan tumbuh subur..

Usamah bin Ladin Biayai Bom Bali 30.000 Dolar 

Usamah bin Ladin memberi lebih dari 200 juta rupiah atau 30.000 dolar Amerika untuk Bom Bali 2002, kata Muhammad Ihsan atau Idris Gembrot dalam persidangan Umar Patek

Islam: Terorisme Wahabi atau Cinta Syi’ah ?

 

Kategorisasi dan parameter pengukuran hadis disebut shahih atau tidak juga berbeda dengan hadis dalam konsep Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Menurut Syi’ah, hadis disebut shahih dengan syarat;

1. Pertama, karena hadis itu diriwayatkan dari sumber yang dipercaya.

2. Kedua, karena hadis itu sejalan dengan dalil lain yang bersifat pasti (qat’i)

3.  sejalan pula dengan konteks yang dipercaya.

Dari pemahaman seperti ini (hadis Nabi identik dengan hadis para Imam), maka doktrin imamah dalam Syi’ah Itsna ‘Asyariyah adalah satu keniscayaan. Dimananpun Syi’ah dua belas berada, pasti mengamalkan doktrin esensial ini

Dalam Syi’ah, kitab hadis pertama adalah kitab Ali Ibn Abi Thalib yang didalamnya memuat-hadis-hadis yang di-imla’-kan langsung dari Rasulullah SAW tentang halal, haram dan sebagainya. Kemudian dibukukan oleh Abu Rafi’ al-Qubthi al-Syi’i dalam kitab al-Sunan, al-Ahkam dan al-Qadaya. Ulama sesudahnya akhirnya membukukannya ke berbagai macam kitab[M. Alfatih Suryadilaga, Kitab al-Kafi al-Kulaini, (Yogyakarta: TERAS, 2003), hlm. 307, lihat juga al-Kulaini, Muqaddimah Usul al-kafi al-Kulaini, ditahqiq oleh Ali Akbar al-Giffari, juz I (Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1388), hlm. 4-5.], salah satunya adalah al-Kafi fi ‘Ilmi al-Din yang dikalangan Syi’ah merupakan pegangan utama diantara kitab-kitab yang lain.[Ketiga kitab lainnya adalah Man La Yahduruh al-Faqih, Tahzib al-Hakam, dan al-Ikhtisar fi Ma Ukhtulifa min Akhbar.]

Bagi Syi’ah Imamiyah, memahami hadis-hadis doktrin imamah bukan saja harus bersumber dari Rasulullah SAW, namun juga dari para imam dua belas sebagai manusia-manusia suci (ma’shum). Kemutlakan imam sebagai pemimpin yang bebas dari dosa berimplikasi kepada konsep hadis. Ucapan-ucapan para imam disebut hadis

.

Seperti yang ditulis dalam al-Kafi Jilid I halaman 52 hadis no. 14:“Abu Abdillah as (Imam Ja’far al-Shadiq) berkata, bahwa hadisku adalah hadis ayahku (imam Muhammad al-Baqir), hadis ayahku adalah hadis kakekku (Imam Ali Zainal Abidin), hadis kakekku adalah hadis al-Husein (imam ke-3), hadis al-Husein adalah hadis al-Hasan (imam ke-2) dan hadis al-Hasan adalah Hadis Amir al-Mu’minin (Imam pertama), dan hadis Amir al-Mu’minin adalah hadis Rasulullah SAW sedang hadis Rasulullah SAW adalah firman Allah SWT

Istilah sanad menurut para ahli hadis Syi’ah adalah para rawi yang menukil hadis secara berangkai dari awal sumber, baik dari Nabi Saw., para imam, para sahabat maupun dari yang lainnya yang diperlihatkan kepada Imam, sampai kepada rawi yang terakhir.[‘Abd al-Hasan al-Gifari, al-Kulaini wa al-Kafi (t.tp. Muassasah ‘an Nasyr al-Islami, t.th), hlm. 469-470.]

Sanad-sanad yang ada dalam kitab ini kadang ditulis secara lengkap, tetapi terkadang al-Kulaini membuang sebagian sanad dengan menggunakan kata ashhabuna, fulan, ‘iddah, jama’ah dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan bagi periwayat-periwayat yang sudah terkenal.[Hasan Ma’ruf al-Hasani, “Telaah Kritis atas Kitab Hadis Syi’ah al-Kafi”, jurnal al-Hikmah, no. 6, Juli-Oktober, 1992, hlm. 39.]

Jika al-Kulaini menyebutkan sahabat kami dari Ahmad Ibn Muhammad Ibn al-Barqi, maka yang dimaksud adalah Ali Ibn Ibrahim, Ali Ibn Muhammad Abdullah Ahmad Ibn Abdullah dari ayahnya dan Ali Ibn al-Husain al-Sa’dabadi. Sedangkan sebutan dari Sahl Ibn Ziyad adalah Muhammad Ibn Hasan dan Muhammad Ibn ‘Aqil, dan lain-lain. Mereka adalah para periwayat yang dianggap baik oleh al-Kulaini dan telah ditulis lengkap pada hadis sebelumnya.

Misalnya dalam kitab al-Furu’ jilid keenam bab kesembilan mengenai memerdekakan budak, al-Kulaini menegaskan bahwa yang dimaksud dengan “iddatun min ashabina” ialah ‘Ali Ibn Ibrahim, Muhammad Ibn Ja’far, Muhammad Ibn Yahya, ‘Ali Ibn Muhammad Ibn ‘Abdullah al-Qummi, Ahmad Ibn Abdillah, ‘Ali Ibn Husain, yang semuanya dari Ahmad Ibn Muhammad Ibn Khalid dari Usman Ibn Isa.

Peringkasan sanad ini dilandasi atas keinginan al-Kulaini untuk tidak memperpanjang tulisan, dan dilakukan hanya pada para periwayat yang dianggap baik dan dipercaya oleh beliau. Oleh karena itu, jika sanad telah ditulis lengkap pada hadis sebelumnya, maka selanjutnya al-Kulaini tidak menulisnya secara lengkap.

.

Adanya para rawi yang bermacam-macam sampai Imam mereka dan periwayat lain. Jika dibandingkan dengan hadis-hadis lain diluar Syi’ah berbeda derajat penilaiannya. Dengan demikian, mereka masih mengakui periwayat hadis dari kalangan lain dan menganggapnya masih dalam tataran kuat.

Hadis Sahih

Hadis sahih menurut mereka adalah, hadis yang bersambung sanadnya kepada imam yang ma’shum serta adil dalam semua tingkatan dan jumlahnya berbilang. Dengan kata lain, hadis sahih menurut mereka adalah hadis yang memiliki standar periwayatan yang baik dari imam-imam di kalangan mereka yang ma’shum.[Ja’far Subhani, Ushul al-Hadis wa Ahkamuhu fi ‘ilmi al-Dirayah (Qumm, Maktabah al-Tauhid, t.th), hlm. 48.]

Hadis Hasan

Hadis hasan menurut Syi’ah adalah hadis yang bersambung sanadnya kepada imam yang ma’shum dari periwayat adil, sifat keadilannya sesuai dalam semua atau sebagian tingkatan para rawi dalam sanadnya.[ Ali Ahmad al-Salus, Ensiklopedi Sunnah-Syi’ah; Studi Perbandingan Hadis &Fiqih, (Jakarta: Pustaka al-Kausar, 1997), hlm. 129.]

.

Dari definisi tersebut tampak bahwa mereka mensyaratkan hadis hasan sebagai berikut;

.

Bertemu sanadnya kepada imam yang ma’shum tanpa terputus.
Semua periwayatnya dari kelompok Imamiyah.
Semua periwayatnya terpuji dengan pujian yang diterima dan diakui tanpa mengarah pada kecaman. Dapat dipastikan bahwa bila periwayatnya dikecam, maka dia tidak diterima dan tidak diakui riwayatnya.
Tidak ada keterangan tentang adilnya semua periwayat. Sebab jika semua periwayat adil maka hadisnya menjadi sahih sebagaimana syarat yang ditetapkan di atas.

Semua itu harus sesuai dalam semua atau sebagian rawi dalam sanadnya.

.

Hadis muwassaq yaitu hadis yang bersambung sanadnya kepada imam yang ma’shum dengan orang yang dinyatakan siqah oleh para pengikut Syi’ah imamiyah, namun dia rusak akidahnya, seperti dia termasuk salah satu firqah yang berbeda dengan imamiyah meskipun dia masih seorang Syi’ah dalam semua atau sebagian periwayat, sedangkan lainnya termasuk periwayat yang sahih.

.

Definisi ini memberikan pengertian tentang persyaratan sebagai berikut:

.

Bersambungnya sanad kepada imam yang ma’shum.
Para periwayatnya bukan dari kelompok Imamiyah, tapi mereka dinyatakan siqah oleh ja’fariyah secara khusus.

Sebagian periwayatnya sahih, dan tidak harus dari imamiyah

.

Pengaruh akidah mereka tampak dalam hal-hal sebagai berikut:
Posisi hadis muwassaq diletakkan setelah hadis sahih dan hadis hasan karena adanya periwayat dari selain Ja’fariyah.

Pernyataan siqah harus dari kelompok Ja’fariyah sendiri. Karena bagi mereka pernyataan siqah dari selain Ja’fariyah tidak cukup, bahkan orang yang dinyatakan siqah oleh mereka (selain Ja’fariyah) adalah dha’if menurut mereka.

.

Al-Mamqani menjelaskan bahwa pengukuhan siqah harus dari para pengikutnya dengan mengatakan, menerima penilaian siqah selain imamiyah, jika dia dipilih imam untuk menerima atau menyampaikan persaksian dalam wasiat, wakaf talak, atau imam mendoakan rahmat dan ridha kepadanya, atau diberi kekuasaan untuk mengurusi wakaf atas suatu negeri, atau dijadikan wakil, pembantu tetap atau kami, atau diizinkan berfatwa dan memutuskan hukum, atau termasuk syaikh ijazah[Telah berlaku dalam ungkapan ulama hadis penyebutan sebagian ulama dengan “syaikh ijazah“, dan yang lain dengan “syaikh riwayah”. Yang dimaksud dengan yang pertama adalah orang yang tidak mempunyai kitab yang diriwayatkan dan tidak mempunyai riwayat yang dinukil, tetapi dia memperbolehkan periwayatan kitab dari selainnya dan dia disebutkan dalam sanad karena dia bertemu gurunya. Dan jika dia dha’if maka tidak madharat kedha’ifannya. Sedangkan yang kedua adalah orang yang diambil riwayatnya dan dikenal sebagai penulis kitab, dia termasuk orang yang menjadi sandaran riwayat. Orang ini madharat bila tidak mengetahui riwayat. Untuk diterima riwayatnya, disyaratkan harus adil.], atau mendapat kemuliaan dengan melihat imam kedua belas.

.

Hadis Dha’if

Menurut pandangan Syi’ah, hadis dha’if adalah hadis yang tidak memenuhi salah satu dari tiga kriteria di atas. Misalnya di dalam sanadnya terdapat orang yang cacat sebab fasik, atau orang yang tidak diketahui kondisinya, atau orang yang lebih rendah dari itu, seperti orang yang memalsukan hadis.[Ali Ahmad al-Salus, Ensiklopedi Sunnah-Syi’ah; Studi Perbandingan Hadis & Fiqih, (Jakarta: Pustaka al-Kausar, 1997), hlm. 130.]

.

Menurut muhaqqiq dan muhaddis al-Nuri, yang dimaksud dengan tingkat kuat adalah karena sebagian atau semua tokoh sanadnya adalah orang-orang yang dipuji oleh kalangan Muslim non-Imami, dan tidak ada seorang pun yang melemahkan hadisnya. Hadis muwassaq (yang melahirkan kepercaraan), kadang disebut juga dengan qawiy (kuat) karena kuatnya zhan (dugaan akan kebenarannya), di samping karena kepercayaan kepadanya.[Ayatullah Ja’far Subhani, “Menimbang Hadis-hadis Mazhab Syi’ah; Studi atas Kitab al-Kafi” dalam al-Huda: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Islam, diterbitkan oleh Islamic Center, Jakarta, vol II, no. 5. 2001, hlm. 37]

.

Al-Kulaini meriwayatkan hadis yang sangat banyak jumlahnya dari berbagai ulama ahl al-bait. Hadis-hadis yang termuat dalam al-Kafi berjumlah 16.199 buah hadis, yang mencapai tingkat sahih, berjumlah 5.702 buah hadis, tingkat hasan 144 buah hadis, tingkat muwassaq 1.128 buah hadis, tingkat qawiy 302 buah hadis, dan tingkat dha’if 9.485 buah hadis.

.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kajian sanad dan matan telah dikaji secara mendalam. Jika dibandingkan dengan tradisi Sunni, kajian ulum al-hadis Syi’ah juga bisa dianggap telah matang. Meskipun pengaruh Imamiyah masih sangat kental. Hal ini terbukti dengan syarat diterimanya hadis adalah harus dari kalangan Imamiyah. Itulah yang menjadi syarat utama dalam ilmu al-jarh wa al-Ta’dil.

Pengertian Bid’ah dan DEFINISI BID’AH ! Karena Imam Husain Aku Syi’ah

Kupas Tuntas Masalah Bid'ah

jaman sekarang ngomongin bid’ah, berarti orang kalau pergi harus dengan kuda/onta? Apakah dizaman Nabi ada facebook…Apakah kehidupan kita sehari hari ini tidak diliputi bidah? sekarang sebutkan dalil berdakwah via internet. Internet ini menggunakan software komputer. Software ini dibuat oleh ahli komputer dari Amerika. Kita bahkan mungkin menggunakan sofware windows bajakan, tidak membeli. Pemiliknya seorang nasrani atau yahudi. Berdakwah adalah ibadah dan perintah jelas dalam Al Qur’an.Rasulullah juga tidak pernah berdakwah via internet . Khulafaur Rasyidin juga tidak pernah SMS-an tausiyah via Handphone…


Sungguh sayang sungguh malang, umat Islam di masa ini bak buih di lautan, banyak jumlahnya namun tercerai-berai. Heran bukan kepalang melihat fenomena ini, kita semua tahu bahwa Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam hanya 1 macam, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya kalian adalah umat yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku” [Al-Anbiyaa : 92].

Namun mengapa hari ini Islam menjadi bermacam-macam? Aneh bukan?setelah  Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak

Para ulama Ahlus Sunnah dan Syi’ah tidak mencatat hukum-hukum dan perbuatan-perbuatan Khalifah Ali AS yang bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Ini jelas bertepatan dengan sabda Nabi SAWA:”Ali bersama al-Qur’an dan al-Qur’an bersama Ali.”

Dan di dalam hadith yang lain,“Aku tinggalkan kepada kalian Thaqalain; Kitab Allah dan Ahlul Baitku.Kalian tidak akan sesat selama-lamanya jika kalian berpegang kepada kedua duanya.Dan kedua-duanya tidak akan berpisah sampai bersama-sama mengunjungiku di Haudh.”{Muslim, Sahih, VII, hlm. 122]

Dan ianya menunjukkan bahwa khalifah Ali adalah maksum. Jika tidak, niscaya hukum-hukum dan perbuatan-perbuatan beliau yang menyalahi nas dicatat oleh Ahlul Sunnah dan Syi’ah.

Kontradiksi Syaikh Al-Utsaimin Dalam Konsep Bid’ah

Syaikh Utsaimin Al Wahabi Al Setan Nejed menyatakan:

“Hukum asal perbuatan baru dalam urusan-urusan dunia adalah halal. Jadi, bid’ah dalam urusan-urusan dunia itu halal, kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Tetapi hukum asal perbuatan Baru dalam urusan-urusan agama adalah dilarang. Jadi, berbuat bid’ah dalam urusan-urusan agama adalah haram dan bid’ah, kecuali ada dalil dari al-Kitab dan Sunnah yang  menunjukkan keberlakuannva.” (Al-Utsaimin, Syarh al-Aqidah al Wasithiyyah, hal. 639-640).

Tentu saja pemyataan Mbah Utsaimin ini membatalkan tesis sebelumnya, bahwa semua bid’ah secara keseluruhan itu sesat, dan sesat itu tempatnya di neraka. Narnun kernudian, di sini al-Utsaimin membatalkannya dengan menyatakan bahwa bid’ah dalam urusan dunia, halal semua, kecuali ada dalil yang melarangnya. Bid’ah dalam urusan agama haram dan bid’ah semua, kecuali ada dalil yang membenarkannya.  Dengan klasifikasi bid’ah menjadi dua (versi al-Utsaimin), yaitu bid’ah dalam hal dunia dan bid’ah dalam hal agama, dan memberi pengecualian dalam masing-masing bagian, menjadi bukti bahwa al-Utsaimin tidak konsisten dengan pemyataan awalnya (tidak ada pembagian dalam bid’ah). Selain itu, pembagian bid’ah menjadi dua versi ini, tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggung jawabkan, dan hanya retorika Wahhabisme saja dalam mencari mangsa untuk menjadi pengikutnya.

Dalam bagian lain, al-Utsaimin juga menyatakan:

“Di antara kaedah yang ditetapkan adalah bahwa perantara itu mengikuti hukum tujuannya. Jadi perantara tujuan yang disyariatkan, juga disyariatkan. Perantara tujuan yang tidak disyariatkan, juga tidak disyariatkan. Bahkan perantara tujuan yang diharamkan juga diharamkan. Karena itu, pembangunan rnadrasah-rnadrasah, penyusunan ilmu pengetahuan dan kitab-kitab, meskipun bid’ah yang belum pernah ada pada masa Rasulullah dalam bentuk seperti ini, namun ia bukan tujuan, melainkan hanya perantara, sedangkan hukum perantara mengikuti hukum tujuannya. Oleh karena itu, bila seseorang rnembangun madrasah untuk mengajarkan ilmu yang diharamkan, rnaka membangunnya dihukumi haram. Bila ia membangun madrasah untuk rnengajarkan syariat, maka membangunnya disyariatkan.” (Al-Utsaimin, al-Ibda’ fi Kamal Syar’i wa Khathar al-Ibtida’, hal. 18-1 9).

Dalam pernyataan ini Al-Utsaimin juga membatalkan tesis yang diambil sebelumnya. Pada awalnya dia mengatakan, bahwa semua bid’ah secara keseluruhan, tanpa terkecuali adalah sesat, dan sesat tempatnya di neraka, dan tidak akan pemah benar membagi bid’ah menjadi tiga apalagi menjadi lima. Kini, al-Utsaimin telah menyatakan, bahwa membangun madrasah, menyusun ilmu dan mengarang kitab itu bid’ah yang belum pernah ada pada masa Rasulullah namun hal ini bid’ah yang belum tentu sesat, belum tentu ke neraka, bahkan hukum bid’ah dalam soal ini terbagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan hukum tujuannya.

Begitulah, al-’Utsaimin yang sangat dikagumi oleh Salafy Wahhabi akhirnya jatuh ke dalam lumpur tanaqudh (kontradiksi). Pada awalnya dia mengeluarkan tesis bahwa semua bid’ah itu sesat, tanpa terkecuali. Namun kemudian, dalam buku yang sama, ia tidak dapat mengelak dari realita yang ada, sehingga membagi bid’ah menjadi beberapa bagian sebagaimana pandangan mayoritas ulama.

Para ulama menyatakan:

“Orang yang memiliki ajaran batil pasti kontradiksi dengan dirinya sendiri. Karena Allah SWT telah berfirman: “Kalau kiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. al-Nisa’ 82).

Bid’ah adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan sumber hukum ( kitabullah , sunnah Nabinya dan Imam maksum as )..

Syi’ah imamiyah  meyakini bahwa semua bid’ah adalah sesat ( Al-Maktabah Al-Shamilah, Tahzibul Ahkam, juz 61 halaman 14 )

Hal yang serupa juga terdapat dalam kitab lainnya semisal Nahjul Balaghah : “Bid’ah itu adalah membuat sesuatu yang baru berdasar hawa nafsunya, dan tidak bersandar kepada sumber-sumber yang haq (yakni Quran dan sunnah)”.( Al-Maktabah Al-Shamilah hal 50 juz 1)
.
Alamah Majlisi : Bid’ah dalam syariat adalah apa-apa yang baru setelah Rasulullah Saw. dan tak terdapat secara khusus pada nash, dan bukan termasuk sesuatu yang “umum”, atau terdapat larangan padanya secara khusus atau umum ( Biharul Anwar, jilid 71 halaman 202-203 )
.

Wahabi berkembang dan bisa mencetak buku, majalah, radio, dsb karena gelontoran dana dari Pemerintah Arab Saudi, bukan karena mencintai ahlulbait. Wahabi ahlul bid’ah

 

Bid’ah adalah mengubah ketetapan syari’at !! Hukumnya HARAM !

.
Qs.33. Qs.Al Ahzab ayat 36. : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”

Contoh bid’ah misalnya :
1. Nabi SAW menetapkan bahwa Imam Ali adalah khalifah pengganti beliau, tetapi Sunni menetapkan bahwa Nabi SAW tidak menunjuk pengganti sehingga pengangkatan khalifah cukup melalui musyawarah !!!

 

 

2. Nabi bilang khalifah ada 12, semua dari ahlulbait lalu orang awam bilang khalifah cuma 4 dan tidak mesti dari ahlulbait

.

 

3. hadis “Berpeganglah kamu sekalian dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rasyidin setelahku” adalah hadis PALSU yang bisa menjerumuskan seseorang kedalam bid’ah !!!
.
kalau hadis tersebut di artikan memberi kewenangan kepada 4 khalifah untuk membuat hukum baru ( sunnah khulafa rasyidin), maka jelas bertentangan dengan QS. AN Nisa’ ayat 59.

 

.
Pada QS. An Nisa’ ayat 59 jelas bahwa setiap ada perselisihan antara kaum mukminin maka harus dikembalikan kepada Allah (Al-Quran ) dan Rasul-Nya ( Sunnah Rasul ). Artinya hanya Allah dan Rasul-Nya yang berhak membuat hukum. Sementara Ulil Amri bukan pembuat hukum tetapi hanya sebagai PELAKSANA hukum. Kalau memang Ulil Amri punya hak untuk membuat hukum pasti ayatnya berbunyi “…kembalikanlah kepada Allah, Rasul-Nya dan Ulil Amri”.

4.  PAHAMAN ANEH DAN KEJI : Mengakui Para Pemimpin Zalim sebagai Pemimpin yang Sah …

AJARAN / PAHAMAN YANG ANEH DAN KEJI : “Siapa saja bisa menjadi Imam (Pemimpin) apakah dia itu orang yang zalim, fasiq, bodoh, pembohong, perampas, pembunuh dan lain-lain”.

Tidakah hal ini bertentangan dan menyeleweng dari firman Tuhan “ Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai Imam kepada manusia. Dia(Ibrahim) berkata: Semua zuriyatku?Dia berfirman: Janjiku tidak termasuk orang-orang yang zalim” (al-Baqarah(2):124).

Sesuai dengan ayat diatas orang yang zalim jelas tidak boleh menjadi Imam jadi Imam itu harus maksum. Tetapi Ahlus Sunnah wal Jama‘ah mendukung orang-orang yang zalim menjadi pemimpin mereka dan kemaksuman para pemimpin itu tidak diperlukan.

Kemudian mereka juag mewajibkan ummat supaya mentaati pemimpin-pemimpin zalim tersebut. Itulah mengapa mereka layak disebut telah menyeleweng dari ajaran Islam yang benar dan bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah (Saw.).

Dengan alasan Sabda Rasulullah SAWW “Kalian lebih mengetahui urusan duniamu” (antum a‘lamu bi-umuri dunya-kum) (Muslim, Sahih , ii, hlm. 875). Mereka telah dengan beraninya memisahkan agama dengan politik , dan ini adalah bid’ah yang besar.

Sungguh, jika memiliki pahaman seperti ‘sebelah’ , bahwa ayat dapat dihapus oleh Hadits, itu jelas adalah pahaman tercela dan tidak masuk akal , maka bertobatlah dari pahaman semacam ini.

ahli-bid'ah-dan-khurofat-islam

Hanya karena membongkar sejarah  maka syiah dituduh sebagai ahlul bid’ah, padahal mengkritisi sejarah bukan sesuatu yang tabu, apalagi diharamkan. Sudah sejak dulu kala, sejarah tergantung dari siapa yang menuliskannya. Selama penulisnya bukan Tuhan atau orang suci seperti Nabi, maka sejarah terbuka untuk dikritik, dibongkar habis, atau malah dihapus sama sekali. Apalagi kalau penulisnya seorang penguasa tiran.

 

Demikian juga dengan sejarah di dunia Islam. Mengingat sejarah hanyalah konstruksi ingatan, dokumen, dan monumen, maka belum tentu, bahkan mustahil, akan sama persis dengan faktanya di masa lampau. Syiah  berupaya mempreteli sejarah Islam versi mayoritas yang cenderung diposisikan sebagai untouchable narration, perlu  melancarkan kritik sejarah Islam, ini banyak bergantung pada perspektif dan sejarah Ahlul Bait Rasulullah saw.

Syiah menganggap penyelenggaraan acara mengenang kelahiran Nabi maupun perayaan ASYURA (dalam batas batas tertentu) adalah sebuah amalan yang bernilai pahala selain dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw.

Menurut ulama  Syiah, mengenang hari-hari penting yang pernah dilalui Rasulullah saw dapat menumbuhkan kecintaan dan kerinduan kepada Nabi saw selain dapat lebih mengenal sejarah perjalanan dan kepribadian Nabi saw. Perintah mencintai Nabi dan keluarganya adalah perintah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam Islam. Sementara menyelenggarakan maulid Nabi hanyalah sekedar wasilah untuk lebih mencintai Nabi dan merupakan syiar Islam.

Dengan kedudukannya sebagai wasilah, tentu saja tidak bisa dihukumi bid’ah, bahwa menyelenggarakan maulid Nabi tidak pernah dianjurkan Nabi dan dicontohkan orang-orang saleh terdahulu. Sama halnya perintah menuntut ilmu. Belajar di sekolah, mulai dari tingkatan dasar sampai perguruan tinggi dengan fasilitas gedung tetap, persyaratan-persyaratan tertentu sampai pemberian ijazah dan gelar tentu tidak pernah dianjurkan Nabi atau dilakukan ulama-ulama saleh terdahulu, namun dengan melakukannya bukan berarti amalan tersebut adalah amalan bid’ah, sebab sekolah hanyalah wasilah dari pelaksanaan atas perintah menuntut ilmu. Begitu pula jika dikaitkan dengan perintah mencintai Nabi dan keluarganya.

Sejak kanak-kanak aku sudah dikelilingi oleh buku-buku.  Tetapi, tidak pernah ada cerita yang begitu menyakitkan, membekas, dan membayang-bayangiku dengan banyak pertanyaan, kemarahan, serta kepedihan selain cerita tentang Imam Hussein. Tidak ada cerita yang sudah kubaca ratusan kali tetapi tetap menangis dan menyesakkan dada selain cerita tentang Imam Hussein.

Aku terlahir sebagai Muslim, terdidik sebagai Muslim, dari keluarga Muslim yang taat, tetapi baru ketika SMA, aku menemukan dan membaca cerita Imam Hussein. Aku sering didongengkan oleh ustaz dan ustazah di sekolahku tentang kasih sayang Nabi Muhammad kepada kedua cucunya Hasan dan Hussein. Tetapi, rupanya, mereka yang mengklaim sebagai umat Muhammad sendirilah yang membantai Imam Hussein dan anak-anaknya sedemikian rupa, memenggal kepalanya, mengaraknya selama 40 hari, dan sampai hari ini dicitrakan sebagai PEMBANGKANG!

Aku sudah membaca banyak sekali artikel yang menuduh pengikut Imam Husein sendirilah yang membunuhnya, bukan suruhan Yazid, dan juga bukan salah Yazid karena Yazid berhak berijtihad begitu pun Hussain. Aku sudah banyak membaca semua artikel yang menentang, yang menuduh ini pemujaan terhadap Imam Hussein, ini adalah khas Syiah, ini Syiah adalah sesat, ini adalah Judaisme-isasi baru yang dicangkokkan kepada Islam oleh Syiah, dan seterusnya…

Silakan engkau berikan ratusan ribu hadist kepadaku, dan segala macam tafsir al-Quran untuk menentangku menangis, menghayati dan merenungi kesyahidan Imam Hussein, silakan engkau mengkafirkan aku, silakan engkau mengeluarkan aku dari pertemanan karena aku mencintainya dengan caraku. Aku hanya menggunakan hati, tak perlu rasionalisasi berlebihan untuk hal ini.

Bagi mereka umat Islam yang belum tahu cerita tentang Imam Husein, aku masih bisa memaafkan, jika masih bersukacita dan berpesta pora pada 10 Muharram, tetapi bagi mereka yang mengetahui ceritanya dan memilih merasionalisasi atau memberikan 1001 alasan bahwa Hussain harus dibunuh atau layak dibunuh oleh siapapun sedemikian rupa: MAAF!! maaf seribu maaf, kalau aku kehilangan hormat kepada engkau sebagai Muslim, dan tak tahu lagi bagaimana hendak menyematkan engkau sebagai pengikut Umat Muhammad. Aku hanya berhenti kepada bahwa engkau juga manusia.  Dan, menyayangkannya.

Aku tak peduli apakah engkau Sunni, Syiah, Ahmadiyah, Sikh, Bahai, Kristen, Atheist,  Sufi, Buddhist, Hindu, Kejawen, Agnostik, atau Yahudi, jika engkau bisa menangis membaca cerita Imam Hussein, jika engkau bisa memberi apresiasi kepada perjuangan Imam Hussein tanpa ‘meributkan detail siapa yang membunuhnya,” ya aku akan menghormati kalian, menghormati kalian lebih daripada ulama-ulama yang bahkan mentertawakan orang-orang yang menangisi Imam Husein, ulama-ulama yang mengatakan ini sesat dan itu kafir dengan mudah hanya karena cerita Karbala didengung-dengungkan kembali dan kepahlawanan Imam Hussein diangkat kembali, atau malah menyangkutpautkannya dengan ritual-ritual tertentu kaum Syiah sebagai kebodohan dan kesesatan hanya untuk mengalihkan isu sebenarnya: Syahidnya Hussein!…

Jika anak kalian dibantai, jika bapak kalian dibantai, jika ibu kalian dibantai, dibantai…dan kalian malah merayakannya secara pesta pora, bahagia pula menjadi anak yatim piatu dan tertawa memuji pembunuhnya, aku yakin bahwa kalian menderita sakit jiwa akut.

Aku malu menjadi Muslim jika aku gembira dengan Tragedi Karbala, aku malu menjadi Muslim jika aku mencari pahala di tengah dahaga dan airmata Imam Hussein dan keluarganya di Padang Karbala pada hari Asyura, aku malu menjadi Muslim jika aku membiarkan pembantai Imam Hussein diangkat sebagai pahlawan, aku malu menjadi Muslim jika aku dianggap memuja Imam Hussein hanya karena dia putra Nabi Muhammad dan melakukan syirik karena itu – pertanyaanku, apakah kausenang jika putramu digorok dan disembelih seperti itu?

Aku tak perlu menjadi orang Syiah untuk meratap di Hari Asyura. Aku sudah menangisi meratapi Imam Hussein. Tetapi, dalam sekejap jika aku membekukan hatiku aku bisa saja menjadi seorang yang mengaku-aku sebagai umat Muhammad dan menunjuk-nunjuk, Kau Syiah telah sesat, memuja Ali dan Husein, ini kan hanya soal politik, ini kan hanya ini dan itu…

Renungkanlah, mengapa Imam Hussein harus dibunuh, putranya yang masih bayi harus dibunuh???

Karena Imam Hussein, aku belajar mengenal siapa yang benar-benar Muslim siapa yang benar-benar bukan. Tak peduli apakah mereka Sunni, Syiah, Sufi, Ahmadiyah, Abangan atau Liberal. Aku tak peduli. Karena Imam Hussein, aku senantiasa diingatkan untuk mengukur diriku sendiri apakah aku telah menjadi Muslim atau belum…Karena Imam Hussein jugalah aku belajar mencintai, belajar hanya membenci kepada kezaliman dan ketidakadilan…Masihkah engkau mau membenciku, menuduhku, menghinaku? Silakan.

Dengan cara begitu aku malah berterimakasih karena engkau telah mengajariku cara menjadi pengikut rombongan kecil Imam Hussein yang kelaparan, kehausan, di tengah padang pasir panas, berhari-hari, lalu gugur di tangan kezaliman dan sampai hari ini ada di antara umat kakek mereka malah mencap mereka sebagai pembangkang.

Makna Bid’ah dan ciri-cirinya

Di dalam Kitab Sunan karya al-Imam at-Tirmidzi no.3788 disebutkan :
Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, yang mana yang satunya lebih besar dari yang lainnya, yaitu Kitab Allah, yang merupakan tali penghubung antara langit dan bumi, dan ‘itrah Ahlul Baitku. Keduanya tidak akan pernah berpisah sehingga datang menemuiku di telaga. Maka perhatikanlah aku dengan apa yang kamu laksanakan kepadaku dalam keduanya”

Jadi, mengikuti Sunnah Rasul dan berpegang dengan itrah keturunan Rasul juga merupakan perintah dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam.

‘itrah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam akan ada terus hingga tiba saatnya mereka semuanya nanti akan berkumpul dan mendatangi Rasulullah di telaga Haudh pada hari kiamat.
Tulisan pada gambar ini adalah pemahaman bid'ah menurut Wahhabi, benarkah pemahaman mereka?
Definisi Bid’ah adalah merubah ketetapan syari’at, hukum nya HARAM ( dalil : Qs. Al Ahzab ayat 36 )

Lalu apa sebenarnya definisi bid’ah? Ini penting diketahui, agar kita bisa menghindari.

Asy Syarif Al Murtadha, ulama syiah terkemuka, saudara kandung penyusun Nahjul Balaghah , As Syarif Ar Radhi, dalam Ar Rasa’il jilid 2 hal 264 mengatakan:

Bid’ah : menambah atau mengurangi ajaran agama, dengan mengatas namakan ajaran agama.
Artinya, ajaran hasil modifikasi itu dianggap sebagai ajaran agama. Padahal ajaran agama yang sudah dimodifikasi sejatinya bukan ajaran agama, tapi ajaran hasil modifikasi. Ketika ajaran modifikasi dianggap sebagai ajaran agama, maka itulah bid’ah

Pengertian Bid'ah

Sementara Ibnu Muthahhar Al Hilli, ulama syiah penulis kitab minhajul karamah, fi ma’rifatil imamah, dalam Al Mukhtalaf jilid 2 hal 131 mengatakan :Adzan adalah ibadah yang harus diambil dari syareat, menambah adzan adalah bid’ah, sama seperti mengurangi, dan segala macam bid’ah hukumnya haram
.
At Thuraihi, seorang ulama syiah, dalam kitabnya yang berjudul Majma’ul Bahrain jilid 1, kata bada’a /Bid’ah : penambahan dalam agama, yang tidak ada dasarnya dari Al Qur’an maupun sunnah
.
Seorang pakar hadits syiah, Yusuf Al Bahrani, dalam kitabnya yang berjudul Al Hadaiq An Nadhirah jilid 10 hal 180 menyatakan:
Yang nampak jelas dari bid’ah, apalagi dalam masalah ibadah adalah haram, dengan dalil riwayat At Thusi dari Zurarah dan Muhammad bin Muslim dan Al Fudhail, dari As Shadiqain (2 imam) : ketahuilah, seluruh bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka
.
Al Muhaqqiq Al Asytayani dalam Bahrul Fawaid hal 80 mengatakan:
Bid’ah, memasukkan sesuatu yang bukan ajaran agama, ke dalam ajaran agama, dilakukan dengan keyakinan bahwa perbuatan itu termasuk ajaran agama.
.
Syi’ah imamiyah meyakini bahwa semua bid’ah adalah sesat… Bid’ah adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan sumber hukum ( kitabullah , sunnah Nabinya dan Imam maksum as )

Dalam syari’at : ada hal hal yang tidak ada pada zaman Nabi SAW tapi bukan bid’ah, misal :  ma’had-ma’had (di zaman Rasul tidak ada ma’had). Acara-acara tanpa ada keyakinan apapun seperti halnya penertiban/ pengkhususan waktu di PESANTREN, pengkhususan kelas dan tingkatan DAYAH yang semuanya tidak pernah dikhususkan oleh syari’at, Belajar tajwid Metode Iqra’ : bukankah hal semacam ini tidak termasuk bid’ah ????

.
Satu lagi contoh, Al Quran yang antum baca tiap hari, itu khan ada tanda harokatnya, di zaman Nabi harokat itu belum ada dan Nabi tidak memerintahkan memberi harokat di dalam Al Quran
.
“Mencintai dan mengagungkan Nabi adalah perintah tegas dari Allah SWT. Mengenang segala peristiwa penting yang berkaitan dengan Nabi adalah dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Karenanya memperingati maulid Nabi tidak bisa dikatakan sebagai amalan bid’ah sebab ada landasannya dalam Al-Qur’an dan Hadits.”
MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG BID’AH

Alamah Majlisi : Bid’ah dalam syariat adalah apa-apa yang baru setelah Rasulullah Saw. dan tak terdapat secara khusus pada nash, dan bukan termasuk sesuatu yang “umum”, atau terdapat larangan padanya secara khusus atau umum.(Biharul Anwar, jilid 71 halaman 202-203)
.

maka bid’ah disini adalah yang bertentangan dengan sumber hukum tersebut. Seperti halnya pendapat masyhur ulama yang mengatakan bahwa dalam masalah bid’ah kita harus melihat kaidah umum dan khusus, karena ada sebagian hukum yang bersifat umum dan belum ada khususnya di zaman Nabi saw. dan Imam maksum as., di sisi lain ada sebagian hukum yang khusus di zaman Nabi dan Imam maksum as. Baik berupa perkataan, perbuatan, maupun takrirnya. Jika bertentangan dengan ushul Syariah dan sunnah (Nabi Saw. maupun Imam maksum as.) maka hal tersebut dikatakan bid’ah, artinya jika perkara yang tidak bercabang dan bertentangan dengan yang umum maka hal tersebut dikatakan bid’ah, seperti yang telah dijelaskan oleh Alamah Majlisi, tanpa membagi bid’ah hasanah ataupun dalalah, karena di satu sisi Syiah juga meyakini bahwa semua bid’ah adalah sesat (Al-Maktabah Al-Shamilah, Tahzibul Ahkam, juz 61 halaman 14)

Oleh sebab itu dalam mencari hukum sesuatu yang seakan-akan baru di zaman sekarang pada masa ghaibnya Imam Zaman maka harus merujuk kepada sumber nashnya, dan hal ini memerlukan upaya istinbath hukum oleh orang-orang yang paham dibidangnya. []

Halaman makam Muawiyah bin Abu Sofyan berpagar dan terkunci rapat, sehingga tidak seorang pun bisa masuk, dulu makam ini terbuka tetapi menjadi sangat kotor dan penuh sampah karena semua orang Damaskus membenci Muawiyah dan sebagai bentuk rasa tidak hormat orang-orang syiria kepada muawiyah, mereka sering membuang sampah ke makam ini sambil mengutuk dirinya.Menurut guide disekitar makam Muawiyah tumbuh tanaman berduri yang tidak diketemukan di daerah manapun kecuali disekitar makamnya…”