video syi’ah tidak sesat

Syiah Sesatkah? Lihat Apakah Syiah Sesat dalam Video Syiah diatas

VideoSyiah.com Syiah Sesatkah? Lihat Apakah Syiah Sesat dalam Video Syiah iniSyiah sesat dan menyesatkan, syiah sesat download, syiah sesat video, syiah sesat 2011-2012, video youtube. Video ini akan membuktikan kesesatan atau tidaknya syi’ah. Tuduhan-tuduhan miring terhadap syiah tersebut bisa kita ketahui pada kata-kata diatas tadi, sehingga orang awam akan mengiyakan tuduhan tersebut.

Video dibawah ini akan membuktikan tuduhan-tuduhan para musuh Syiah, sehingga jelaslah apakah SYIAH SESAT atau TIDAK. Kaum wahabi yang sering kali melemparkan tuduhan-tuduhan sesat bahkan mengkafirkan syiah. Padahal Syiah di dunia lebih dari 400juta muslim, yang setiap tahunya juga melaksanakan haji ke baitullah Makkah.

Kita lihat IRAN, negara yang mayoritas penduduknya bermazhab Islam syiah, hari ini membuktikan kepada dunia bahwa Islam bisa membuat nuklir, Islam kuat secara Ekonomi, Politik dan Maju dalam hal peradaban dunia. Apakah Syiah iran bukanlah muslim?, tentu syiah adalah bagian dari Ummat Islam dunia, hak-hak muslim syiah sejajar dengan muslim sunni. Karena pada kenyataanya sunni dan syiah adalah sama-sama mazhab dalam Islam.

Akhir kata, apakah muslim syiah sesat?
Apakah muslim syiah kafir?

Muslim Syiah mengikrarkan syahadat, mendirikan sholat 5 waktu, menunaikan zakat, menunaikan ibadah Haji bagi yang mampu.

Dimana letak kekafiran atau kesesatan syiah?.. tentu perbedaan dengan sunni ada pada beberapa hal, terutama bahwa syiah hanya mengambil hadits-hadits yang diriwayatkan melalui Para Imam Ahlulbait as atau Keluarga Rasulullah saaw.

Salahkah syiah yang menganut ajaran Keluarga Nabi saaw? Kafirkah? atau sesatkah? karena syiah mengikuti keluarga Nabi saaw?. Bukankah Rasulullah saaw yang menganjurkan muslimin untuk mengikuti Keluarga Rasulullah saaw (Ahlulbait as)?.

Jernihkan hati dan akal sehat duhai saudara-saudaraku, syiah adalah muslim, sama juga seperti sunni yang muslim dan bagian daripada Mazhab-mazhab Islam.

Mu’awiyah pembunuh berdarah dingin yang lebih kejam dari Fira’un

Umar bin Khattab Pembuka Jalan Bagi Berkuasanya Bani ‘Umayyah

Sepeninggal Rasul, dari empat khalifah yang empat,  tiga di antaranya dibunuh tatkala sedang dalam tugas, yaitu Umar, Utsman dan Ali. Yang menarik adalah ramalan Umar bin Khaththab bahwa Utsman akan dibunuh kerana membuat pemerintahan yang nepotis sepertiyang dikatakannya.

Umar seperti melibat bahaya munculnya sifat-sifat jahiliah ini sehingga tatkala ia baru ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah dan mengetahui bahwa ia akan meninggal pada tahun 24 H-645M, ia memanggil keenam anggota Syura yang ia pilih sendiri.

Umar berkata: “Sesungguhnya Rasul Allah telah wafat dan ia rida akan enam tokoh Quraisy: Ali, Utsman, Thalhah, Zubair, Sa’d dan Abdurrahman bin ‘Auf.”

Kepada Thalhah bin Ubaidillah ia berkata: “Boleh saya bicara atau tidak!”

Thalhah:‘Bicaralah!’.

Umar: “Engkau belum pernah berbicara baik sedikit pun juga. Aku ingat sejak jarimu putus pada perang Uhud, orang bercerita tentang kesombonganmu, dan sesaat sebelum RasulAllah wafat, ia marah kepadamu [34] karena kata-kata yang engkau keluarkan sehingga turun ayat hijab…Bukankah engkau telah berkata: “Bila Nabi saww wafat aku akan menikahi jandanya? “Bukankah Allah SWT lebih berhak terhadap wanita sepupu kita, yang menjadi istrinya, dari diri kita sendiri, sehingga Allah SWT menurunkan ayat:

“Tiadalah pantas bagi kamu untuk mengganggu Rasul Allah, atau menikahi janda-jandanya sesudah ia wafat. Sungguh yang demikian itu suatu dosa besar menurut Allah”.[1]

 Di bagian lain: “Bila engkau jadi khalifah, engkau akan pasang cincin kekhalifahan di jari kelingking istrimu”. Demikian kata-kata Umar terhadap Thalhah.

 Seperti diketahui ayat ini turun berkenaan dengan Thalhah yang mengatakan:“ Muhammad telah membuat pemisah antara kami dan putri-putri paman kami dan telah mengawini para wanita kami. Bila sesuatu terjadi padanya maka pasti kami akan mengawini jandanya”Dan  di bagian lain: “Bila Rasul Allah saw wafat akan aku kawini Aisyah kerana dia adalah

sepupuku.” Dan berita ini sampai kepada Rasul Allah saw, Rasul merasa terganggu dan turunlah ayat hijab’. [2]

Kemudian kepada Zubair, Umar berkata : “Dan engkau, ya Zubair, engkau selalu gelisah dan resah, bila engkau senang engkau Mu’min, bila marah, engkau jadi kafir, satu hari engkau seperti manusia dan pada hari lain seperti setan. Dan andaikata engkau jadi khalifah, engkau akan tersesat dalam peperangan. Bisakah engkau bayangkan, bila engkau jadi khalifah? Aku ingin tahu apa yang akan terjadi pada umat pada hari engkau jadi manusia dan apa yang akan terjadi pada mereka tatkala engkau jadi setan, yaitu tatkala engkau marah. Dan Allah tidak akan menyerahkan kepadamu urusan umat ini selama engkau punya sifat ini” [3]

Di bagian lain: “Dan engkau ya Zubir, demi Allah, hatimu tidak pernah tenang siang maupun malam, dan selalu berwatak kasar sekasar-kasarnya; jilfan jafian”. [4]

 Bersama Aisyah, Thalhah dan Zubair setelah membunuh Utsman memerangi Ali dan menyebabkan paling sedikit 20.000 orang meninggal dalam Perang Jamal. Dan selama puluhan tahun menyusul, beribu-ribu kepala yang dipancung banyak tangan dan kaki yang dipotong, mata yang dicungkil dengan mengatas namakan menuntut darah Utsman.

Kepada Utsman, Umar berkata: “Aku kira kaum Quraisy akan menunjukmu untuk jabatan ini kerana begitu besar cinta mereka kepadamu dan engkau akan mengambil Bani‘Umayyah dan Bani Mu’aith untuk memerintah umat. Engkau akan melindungi mereka dan membagi-bagikan Uang baitul mal kepada mereka dan orang-orang akan membunuhmu, menyembelihmu di tempat tidur”[6]

Atau menurut riwayat dari Ibnu Abbas yang didengarnya sendiri dari Umar “Andaikata aku menyerahkan kekhalifahan kepada Utsman ia akan mengambil Banu Abi Mu’aith untuk memerintah umat. Bila melakukannya mereka akan membunuhnya”.[7]

Di bagian lain, dalam lafal Imam Abu Hanifah: “Andaikata aku menyerah kekhalifahan kepada Utsman, ia akan mengambil keluarga Abi Mu’aith untuk memerintah umat, demi Allah andaikata aku melakukannya, ia akan melakukannya, dan mereka akhirnya akan memotong kepalanya”. [8] Atau di bagian lain: Umar berwasiat kepada Utsman dengan kata-kata: “Bila aku menyerahkan urusan ini kepadamu maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah mengambil keluarga Banu Abi Mu’aith untuk memerintah umat’. [9]

Mari kita lihat ‘ramalan’ Umar bin Khaththab. Tatkala Imam Ali menolak mengikuti peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan (Sunnah) Abu Bakar dan Umar, dalam pertemuan anggota Syura,Utsman justru sebaliknya. Ia berjanji menaati peraturan dan keputusan Abu Bakar dan Umar. [10] Ia menjadi khalifah tanggal 1 Muharam tahun 24 H pada umur 79 tahun dan meninggal dibunuh tanggal 18 Dzulhijjah tahun 35 H/ 17 Juni 656 M.

Pemerintahannya dianggap nepotis oleh banyak kalangan. Misalnya, ia mengangkat anggota keluarganya, yang bernama Marwan anak Hakam Ibnu ‘Abi’l Ash yang telah diusir Rasul saww dari Madinah kerana telah bertindak sebagai mata-mata musuh. Utsman membolehkania kembali dan mengangkatnya menjadi Sekretaris Negara.

Utsman juga memperluas wilayah kekuasaan Mu’awiyah, yang mula-mula hanya kota Damaskus, sekarang ditambah dengan Palestina, Yordania dan Libanon. Ia memecat gubernur-gubernur yang ditunjuk Umar dan menggantinya dengan keluarganya yang Thulaqa  [11], ada di antaranya yang pernah murtad dan disuruh bunuh oleh Rasul, dilaknat Rasul, penghina Rasul dan pemabuk. Ia mengganti gubernur Kufah Sa’d bin Abi Waqqash dengan Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith, saudara seibu dengannya. Walid disebut sebagai munafik dalam Al-Qur’an.

Ali, Thalhah dan Zubair, tatkala Utsman mengangkat Walid bin ‘Uqbah jadi gubernur Kufah, menegur Utsman: “Bukankah Umar telah mewasiatkan kepadamu agar jangan sekali-kali mengangkat keluarga Abi Waith dan Banu ‘Umayyah untuk memerintah umat?”  Dan Utsman tidak menjawab sama sekali’. [12]

Walid adalah seorang pemabuk dan penghambur uang negara. Utsman juga mengganti gubernur Mesir ‘Amr bin ‘Ash dengan Abdullah bin Sa’id bin Sarh, seorang yang pernah disuruh bunuh Rasul saww kerana menghujat Rasul. Di Bashrah ia mengangkat Abdullah binAmir, seorang yang terkenal sebagai munafik.

Utsman juga dituduh telah menghambur-hamburkan uang negara kepada keluarga dan paragubernur Banu ‘Umayyah’ yaitu orang-orang yang disebut oleh para sejarahwan sebagai takbermoral(fujur), pemabuk (shahibu‘l-khumur), tersesat(fasiq), malah terlaknat oleh Rasulsaww (la’in) atau tiada berguna(‘abats). Ia menolak kritik-kritik para sahabat yang terkenal jujur. Malah ia membiarkan pegawainya memukul saksi seperti Abdullah bin Mas’ud, pemegang baitul mal di Kufah sehingga menimbulkan kemarahan Banu Hudzail.

Ia juga membiarkan pemukulan ‘Ammir bin Yasir sehingga mematahkan rusuknya dan menimbulkan kemarahan Banu Makhzum dan Banu Zuhrah. Ia juga menulis surat kepada penguasa di Mesir agar membunuh Muhammad bin Abu Bakar. Meskipun tidak sampai terlaksana, tetapi menimbulkan kemarahan Banu Taim.

Ia membuang Abu Dzarr al-Ghifari –pemrotes ketidakadilan dan penyalahgunaan uang negara- ke Rabdzah dan menimbulkan kemarahan keluarga Ghifari. Para demonstran dating dari segala penjuru, seperti Mesir, Kufah, Bashrah dan bergabung dengan yang di Madinahyang mengepung rumahnya selama 40 hari  [13] yang menuntut agar Utsman memecat Marwan

yang tidak hendak dipenuhi Utsman. Tatkala diingatkan bahwa uang Baitul Mal adalahmilik umat yang harus dikeluarkan berdasarkan hukum syariat seperti sebelumnya oleh ‘AbuBakar dan Umar ia mengatakan bahwa ia harus mempererat silaturahmi dengan keluarganya.Ia mengatakan: “Akulah yang memberi dan akulah yang tidak memberi. Akulah yang membagi  uang sesukaku!”.[14]

Utsman memberikan kebun Fadak kepada Marwan, yang telah diambil oleh Abu Bakar dari Fathimah  SA putrid Rasulullah SAWW.

Dirham adalah standar mata uang perak dan dinar adalah standar mata uang emas. Satudinar berharga sekitar 10-12 dirham. Satu dirham sama harganya dengan emas seberat 55butir gandum sedang. Satu dinar seberat 7 mitsqal. Satu mitsqal sama berat dengan 72 butirgandum. Jadi satu dinar sama berat dengan 7 X 72 butir gandum atau dengan ukuransekarang sama dengan 4 grain. Barang dagangan satu kafilah di zaman Rasul yang terdiridari 1.000 unta, dan dikawal oleh sekitar 70 orang berharga 50.000 dinar yang jadi milikseluruh pedagang Makkah. Seorang budak berharga 400 dirham.

Contoh penerima hadiah dari Utsman adalah Zubair bin ‘Awwam. Ia yang hanya kepercikanuang baitul mal itu, seperti disebut dalam shahih Bukhari, memiliki 11 (sebelas) rumah diMadinah, sebuah rumah di Bashrah, sebuah rumah di Kufah, sebuah di Mesir…Jumlahuangnya, menurut Bukhari adalah 50.100.000 dan di lain tempat 59.900.000 dinar, disamping [15] seribu ekor kuda dan seribu budak.  [16]

Aisyah menuduh Utsman telah kafir dengan panggilan Na’tsal [17] dan memerintahkan agar iadibunuh. Zubair menyuruh serbu dan bunuh Utsman. Thalhah menahan air minum untukUtsman. Akhirnya Utsman dibunuh. Siapa yang menusuk Utsman, tidak pernah diketahuidengan pasti. Siapa mereka yang pertama mengepung rumah Utsman selama empat bulandan berapa jumlah mereka dapat dibaca sekilas dalam catatan berikut. Mu’awiyah mengejarmereka satu demi satu.

—————————————————————————————————-

  1.  Sebagaimana biasa, banyak perdebatan telah terjadi mengenai kata-kata ‘Umar ini. Bukankah ‘Umar mengatakan bahwa Rasul Allah saww rida kepada mereka berenam?.
  2.  Al-Qur’an, al-Ahzab (33), ayat 53.
  3.  Lihat Tafsir al-Qurthubi jilid 14, hlm. 228; Faidh al-Qadir, jilid,4, hlm. 290; Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, hlm.506; Tafsir Baqawi jilid 5, hlm. 225; Ibn Abil Hadid, Syarh Nahju’l-Balaghah, jilid 1, hlm. 185, 186, jilid 12, hlm. 259 dan lain-lain.
  4. Ibn Abil-Hadid, Syarh Nahju’l-Balaghah, jilid 1, hlm. 175.
  5. Ibn Abil-Hadid, Syarh Nahju’I-Balaghah, jilid 12, hlm. 259.
  6. Ibn Abil-Hadid, Syarh Nahju’l-Balaghah, jilid 1, hlm. 186.
  7. Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jilid 5, hlm. 16.
  8.  Abu uysuf dalamal-Atsar, hlm. 215.
  9. 9.      Ibnu Sa’d,Thabaqat, jilid 3, hlm. 247; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jilid 5, hlm 16; Mithibbuddin Thabari,Ar-Riydah an-Nadhirah, jilid 2, hlm. 76
  10. Lihat Bab 15, ‘Sikap ‘Ali terhadap Peristiwa Saqifah’ dan Bab 14: ‘Pembaiatan ‘Umar dan’Utsman’.
  11. Yang dibebaskan, baru memeluk Islam setelah penaklukan Makkah.
  12. Ba-ladzuri, Ansab al-Asyraf, jilid 5, hlm. 30.
  13. Menurut Mas’udi, ‘Utsman dikepung selama 49 hari, Thabari 40 hari, dan ada yang mengatakan lebih dari itu. Ia dibunuh malam Jumat 3 hari sebelum berakhir bulan Dzul Hijah, tahun 34 H, 8 Juli 655 M. LihatMurujadz-Dzahab, jilid 1, hlm. 431-432
  14. Dengan lafal yang sedikit berbeda lihatlah Shahih Bukhari, jilid 5, hlm. 17; Sunan Abu Dawud, jilid 2, hlm.25.
  15. Shahih Bukhari, Kitab Jihad, jilid 5, hlm. 21 dll.
  16. Lihat Mas’udi, Muruj adz-Dzahab, jilid 1, hlm. 424.
  17. Nama lelaki asal Mesir dan berjanggut panjang menyerupai ‘Utsman. Dalam al-Lisan al-’Arab Abu Ubaid berkata: ‘Orang mencerca ‘Utsman dengan nama Na’tsal ini’. Ada yang mengatakan Na’tsal ini orang Yahudi

Para pembaca…

Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu Hurairah adalah Abdullah bin Amin dan ada pula yang mengatakan nama aslinya ialah Abdur Rahman bin Shakhr.[As Sirah An Nabawiyah li Ibnu Hisyam, Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam al Muafiri (Ibnu Hisyam)]

Masa muda : Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Ia diperkirakan lahir 21 tahun sebelum hijrah, dan sejak kecil sudah menjadi yatim. Nama aslinya pada masa jahiliyah adalah Abdus-Syams (hamba matahari) dan ia dipanggil sebagai Abu Hurairah (ayah/pemilik kucing) karena suka merawat dan memelihara kucing. Ketika mudanya ia bekerja pada Basrah binti Ghazawan, yang kemudian setelah masuk Islam dinikahinya.

Menjadi muslim : Thufail bin Amr, seorang pemimpin Bani Daus, kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad dan menjadi muslim. Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak. Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amr ke Makkah, Nabi Muhammad mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba Maha Pengasih). Ia tinggal bersama kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelum bergabung dengan kaum muhajirin di Madinahtahun 629. Ia selalu menyertai Nabi Muhammad sampai dengan wafatnya Nabi tahun 632 di Madinah.

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad, yaitu sebanyak 5.374 hadits. Di antara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu AbbasIbnu UmarAnas bin MalikJabir bin Abdullah, dan lain-lain. Imam Bukhari pernah berkata: “Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah”.

Pada tahun 678 atau tahun 59 H, Abu Hurairah jatuh sakit, meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi’.

Dr. Ahmad Amin pernah menyatakan dalam bukunya “Dhuha Al Islam (Fajar Islam” bahwa orang orang Bani Umayyah benar benar telah memalsukan hadis hadis demi mendukung kekuasaan mereka dari berbagai aspek politik. Mu’awiyah pernah memberikan uang 500 ribu dirham kepada SAMURAH Bin JUNDUB salah seorang dari sahabat NABi SAW untuk membuat buat hadis

Setelah Tahkim (arbitrasi), kedudukan Mu’awiah menjadi stabil. la mulai memikirkan usaha merebut kota-kota Amirul Mukminin dan memperluas wilayahnya. la mengirimkan tentaranya ke berbagai daerah untuk mendapatkan baiat mereka dengan paksaan. Sehubungan dengan ini, ia mengutus Busr ibn Abi Arthat ke Hijaz, dan orang ini menumpahkan darah ribuan orang tak berdosa dari Hijaz hingga Yaman, membakar hidup-hidup suku demi suku, bahkan membunuh anak-anak, sehingga dua putra ‘Ubaidullah ibn ‘Abbas, Gubernur Yaman, dibantai di depan ibu mereka, Juwairiah binti Khalid ibn Qarazh al-Kinaniyyah.

Ketika Amirul Mukminin mengetahui pembantaian dan pembunuhan ini, ia hendak mengutus suatu kontingen untuk menumpasnya, tetapi karena pcrtempuran yang terus-menerus, rakyat telah lesu dan tidak bersemangat untuk itu. Melihat keengganan mereka untuk berjuang, Amirul Mukminin mengucapkan khotbah ini di mana ia membangkitkan semangat dan harga diri mereka dan mendorong mereka untuk jihad dengan menggambarkan kepada mereka kelaliman musuh dan kekurangan mereka sendiri. Akhirnya Jariah ibn Qudamah as-Sa’di menyambut seruannya dan dengan membawa tentara sebanyak dua ribu orang ia berangkat untuk memburu Busr dan mengubernya keluar dari wilayah Amirul Mukminin.

Membunuh, Sembelih Bayi, Perbudak Muslimah

Tatkala khalifah Ali masih hidup, Mu’awiyah mengirim ‘malikil maut’ yang bernama Busr bin Arthat dengan 4.000 anggota pasukan berkeliling ke seluruh negeri untuk membunuh siapa saja pengikut dan sahabat Ali yang ia temui termasuk perempuan dan anak-anak kemudian merampas harta bendanya. Perempuan Muslimah ditawan dan dijadikan budak untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam. Busr melakukannya dengan baik sepanjang perjalannnya sampai ia tiba di Madinah dan ia telah membunuh ribuan Syi’ah Ali yang tidak bersalah. Abu Ayyub al-Anshari -rumahnya ditempati Rasul Allah saw tatkala baru sampai di Madinah ketika hijrah- pejabat gubernur Ali di Madinah, melarikan diri ke tempat Ali di Kufah. Kemudian Busr ke Makkah dan membunuh sejumlah keluarga Abi Lahab. Abu Musa, gubernur Ali juga melarikan diri. Ia lalu ke Sarat dan membunuh semua yang turut Ali di perang Shiffin, sampai di Najran ia membunuh Abdullah bin ‘Abdul Madan al-Harai dan anaknya, ipar keluarga Banu Abbas yang ditunjuk Ali sebagai gubernur. Kemudian ia sampai di Yaman. Pejabat di sana adalah Ubaidillah bin Abbas. Ubaidillah melarikan diri tatkala mengetahui kedatangan Busr. Busr menemukan kedua anaknya yang masih balita. Ia lalu menyembelih dengan tangannya sendiri kedua anak itu di hadapan ibunya. Kekejamannya sukar dilukiskan dengan kata-kata dan memerlukan buku tersendiri. Seorang dari Banu Kinanah berteriak tatkala Busr hendak membunuh kedua anak tersebut:

‘Jangan bunuh mereka! Keduanya adalah anak-anak yang tidak herdosa dan bila Anda hendak membunuhnya, bunuhlah saya bersama mereka’. Maka Busr bin Arthat membunuhnya kemudian menyembelih kedua anak yang berada di tangan ibunya, yaitu Qatsm dan Abdurrahman. Sang ibu, Juwairiah binti Khalid bin Qarizh al-Kinaniah, istri Ubaidillah bin Abbas jadi linglung dan gila. Di musim haji ia berkeliling mencari kedua anaknyadan dengan menyayat hati ia bertanya tentang anaknya yang kemudian ditulis oleh penulis-penulis sejarah seperti yang tertulis dalam al-Kamil berikut.
Siapa yang tahu di mana kedua anakku,

Dua mutiara, baru lepas dari kerang,

Sapa yang tahu di mana kedua bocahku,

Kuping dan jantung-hatiku telah diculik orang,

Siapa yang tahu di mana kedua puteraku,

Sumsum tulang dan otakku disedot orang,

Kudengar Busr, aku tidak percaya apa orang bilang,

Berita itu bohong, mana mungkin ia lakukan,

Menyembelih dua bocah, leher kecil ia potong?

Aku bingung, tunjukkan kepadaku, sayang,

Mana bayiku, tersesat setelah salaf hilang,

Ia juga mengirim Sufyan bin ‘Auf al-Ghamidi dengan 6.000 prajurit menyerbu Hit104, al-Anbar dan al-Mada’in. Disini mereka membunuh pejabat Ali Hassan bin Hassan al-Bakri dan orang-orangnya. Kemudian di Anbar mereka membunuh 30 dari seratus orang yang mempertahankan kota ini, mengambil semua barang yang ada, membumi-hanguskan kota al-Anbar sehingga kota itu hampir lenyap. Orang mengatakan bahwa pembumi hangusan ini sama dengan pembunuhan, karena, hati korban sangat pedih sekali. Kepedihan Ali tidak terlukiskan sehingga ia tidak dapat membaca khotbahnya dan menyuruh maulanya yang bernama Sa’d untuk membacakannya. Al-Aghani melukiskan bahwa setelah Ghamidi sampai di kota Anbar ia membunuh pejabat Ali dan juga membunuhi kaum lelaki maupun perempuan.

Mu’awiyah juga mengirim Dhuhhak bin Qays al-Fihfi dengan pasukan yang terdiri dari 4.000 orang ke kota Kufah untuk membuat kekacauan dengan membunuh siapa saja yang ditemui sampai ke Tsa’labiah dan menyerang kafilah haji yang akan menunaikan haji ke Makkah serta merampoksemua bawaan mereka. Kemudian ia menyerang al-Qutqutanah dan turut dibunuh kemanakan Ibnu Mas’ud, sahabat Rasul, ‘Amr bin ‘Uwais bin Mas’ud bersama pengikutnya. Fitnah di mana-mana. Di mana-mana bumi disiram dengan darah orang yang tidak berdosa. Pembersihan etnik terhadap Syi’ah Ali berjalan dengan terencana dan mengenaskan.

Kemudian Mu’awiyah mengirim Nu’man bin Basyir105 pada tahun 39 H/659 M. menyerang ‘Ain at-Tarm106 dengan 1.000 prajurit dan menimbulkan bencana. Di sana hanya ada seratus prajurit Ali. Perkelahian dahsyat terjadi. Untung, kebetulan ada sekitar 50 orang dari desa tetangga lewat. Pasukan Nu’man mengira bantuan datang untuk menyerang dan mereka pergi.

Muhammad Abduh menyebutkan tindakan yang dibuat oleh Mu’awiyah berupa meminta sekelompok SAHABAT dan tabi’in untuk mengarang ngarang hadis. Hal itu membuat Mu’awiyah senang, salah satu pelakunya adalah ABU HURAiRAH

Busr bin Arthat adalah perwira Mu’awiyah, seorang pembunuh berdarah dingin. Dalam perang Shiffin ketika Imam Ali AS hendak membunuhnya, dia membuka celana untuk memperlihatkan  auratnya sehingga lolos dari kematian..

Pada tahun 40 H sebelum Imam Ali AS wafat sejarah mencatat….

At Thabari menyebutkan didalam kitab Tarikh nya, juga Ibnu Al Atsir di dalam Al Kamil, Ibnu Abi Al Hadid didalam Syarh Al Nahj Al Balaghah, Allamah Al Samhudi, Ibnu Khaldun, Ibnu Khalkan dan lainnya bahwa ketika Mu’awiyah mengutus Busr bin Arthat ke Yaman untuk membalas dendam terhadap golongan syi’ah pengikut Imam Ali, dia didampingi sekitar 4.000 TENTARA PEMBUNUH

Maka keluarlah mereka dari SYAM melewati Madinah, Makkah, Tha’if, Tubalah, Najran, Qabilah Arhab dari Hamdan, Shan’a dan Hadramaut serta daerah sekitarnya

Busr bin Arthat bersama para tentara nya membunuh setiap yang diketahui sebagai  anggota kelompok syi’ah di negeri negeri yang mereka lewati karena Mu’awiyah berpesan padanya : “siapapun yang taat kepada Imam Ali harus dibunuh”

Mereka menjadikan para penduduk ketakutan, menumpahkan darah mereka yang tidak berdosa, merampas harta mereka, melanggar kehormatannya, menghukumi setiap yang tampak sebagai kelompok keturunan Bani Hasyim, hingga hilang belas kasihnya terhadap Ubaidillah bin Abbas, putra dari paman Rasulullah SAW dimana saat itu beliau menjabat sebagai GUBERNUR di Yaman pada masa Imam Ali

Salah satu serangan mereka yang sangat keji adalah serangan Busr bin Arthat ke Hijaz dan Yaman. Busr seorang kriminal yang brutal dan kejam, mendapat perintah dari Mu’awiyah untuk membantai kaum muslim pendukung Imam Ali dimanapun. Kenapa Busr ditugaskan ? karena kaum pendukung mendiang USMAN di Yaman  telah melakukan pemberontakan  setelah mengetahui  kelemahan didalam tubuh pasukan Irak. Mereka telah menulis surat kepada Mu’awiyah. Isinya meminta bantuan Mu’awiyah

Mula mula Busr memasuki Madinah. Gubernur Madinah saat itu yang diangkat Imam Ali adalah ABU AYUB ANSHARi. Karena tidak ada dukungan pasukan, maka ABU AYUB terpaksa pergi untuk menyelamatkan diri ke KUFAH. Qutsam bin Abbas juga meninggalkan kota ini untuk menyelamatkan diri. Busr membakar rumah Abu Ayub dan rumah rumah lain, memaksa orang untuk berbai’at kepada Mu’awiyah, kemudian BUSR menunjuk Abu Hurairah menjadi Gubernur Madinah dan menugaskannya ke Makkah.

Busr kemudian bergerak ke Tha’if. Di Tha’if dia mengutus seorang Quraisy untuk pergi ke TABALA. Banyak kaum muslim syi’ah dibantai, sementara harta mereka dijarah. Penduduk Makkah yang dicekam kepanikan terpaksa harus lari menyelamatkan diri.

Isteri Ubaidillah bin Abbas beserta dua puteranya yang bernama Sulaiman dan Daud mecoba lari, namun dua putera nya ini tertangkap dan kemudian dipenggal kepala nya. Menurut riwayat kedua putera Ubaidillah bin Abbasyang masih kecil ini dibunuh  di Yaman ketika bersembunyi dirumah seseorang kelahiran Iran. Busr melanjutkan perjalanan, dia menuju NAJRAN. Di Najran dia membunuh mertua laki laki Ubaidillah bin Abbas yang bernama ABDULLAH bin ABDUL MUDDAN. Peristiwa ini sangat penting artinya dalam kehidupan politik Mu’awiyah yang tidak bermoral karena Ubaidillah adalah Gubernur Yaman

Ketika BUSR tiba di Yaman, Ubaidillah sudah pergi. Sudah tidak terhitung lagi kejahatan yang dilakukan BUSR terutama dalam hal memenggal kepala muslim syi’ah. Kemudian BUSR bergerak menuju HADHRAMAUT. Menurut banyak orang, di HADHRAMAUT ini banyak tinggal kaum muslim Syi’ah. Busr menyatakan mau membunuh satu dari empat orang. Diperjalanan dia membunuh para pengikut Imam Ali AS

Ketika Imam Ali mendengar bahwa Busr telah membunuh dua anak kecil maka Imam Ali AS mengutuk Busr bin Arthat, “Ya Allah hilangkanlah akal dan agama nya !”. Dengan kutukan ini, Busr menjadi gila sampai matinya

Imam Ali AS menugaskan Jariah bin Qudamah bersama sebuah pasukan. Ketika Jariah medengar kabar bahwa BUSR sudah ke Makkah, Jariah pun segera meluncur ke Makkah, namun ternyata BUSR sudah meninggalkan Makkah. Ketika tiba di Kufah, Jariah mendapati Imam Ali sudah syahid. Jariah kemudian berbai’at kepada Imam HASAN

Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa jumlah penduduk yang terbunuh oleh pedang Busr bin Arthat  pada masa penindasan tersebut mencapai 30 ribu orang

Keadaan seperti ini dianggap wajar oleh kaum sunni pengikut Mu’awiyah yang zalim. Bahkan sejarah menceritakan yang jauh lebih kejam dan lebih buruk dari kejadian diatas

Abu Hurairah menemani tentara Busr bin Arthat melakukan penyerangan terhadap penduduk Madinah. Abu Hurairah saat itu merupakan pendukung Mu’awiyah yang berperang melawan Imam Ali AS

Kemudian yang lebih penting lagi adalah kenyataan bahwa  ABU HURAiRAH menyertai perjalanan  Busr bin Arthat, dia turut menyaksikan apa yang dilakukan oleh TENTARA PEMBUNUH khususnya para penduduk Madinah, terhadap para  pemuka ANSHAR seperti  Jabir bin Abdullah Al Anshari dan Abi Ayub Al Anshari

Abu Hurairah menyaksikan langsung peristiwa pembakaran rumah mereka ! Dia hanya diam saja, tidak berusaha mencegah kekejian dan kejahatan yang tengah berlangsung !

Abu Hurairah bergabung bersama Mu’awiyah dalam perang menentang Imam Ali, dia juga memalsukan begitu banyak hadis. Sehingga sebagaimana dikutip oleh Ibnu Abi Al Hadid dari gurunya Abu Ja’far Al Iskafi menyebutkan bahwa Imam Ali berkata : “Ketahuilah bahwa orang yang paling mendustakan Rasulullah SAW adalah Abu Hurairah Al Dausi”

Mu’awiyah menetapkan kepada para pembantu dan pekerjanya disemua penjuru kota untuk melaknat Ali dalam setiap bacaan shalawat mereka, dan pada tiap mimbar majelis (sebagaimana dikatakan Abbas Al Aqdad dalam kitabnya Al Mizan, halaman 16)

Syi’ah mencaci maki – mengolok olok – menghina dan melaknat SAHABAT ataukah Mu’awiyah yang mewajibkan  umat Islam untuk melaknat dan menghina Imam Ali diseluruh mimbar disetiap penjuru negeri ??

Tidak hanya itu, bahkan majelis majelis taklim diseluruh Negeri Syam selalu diakhiri dengan ucapan hinaan kepada Ali (sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Asakir jilid 3, halaman 407)

Selanjutnya mereka pun tidak membolehkan setiap setiap orang yang menjadi pengikut Ali dan ahlulbait untuk menjadi saksi. Mereka membantai setiap orang yang menampakkan kecintaan nya kepada Ali dan anak anaknya atau paling tidak dengan memboikot pemberian dan penghidupan terhadap orang orang tersebut (Sumber : Mu’awiyah bin Abu Sufyan fil Mizan oleh Abbas Al Aqqad hal.16, Syaikhul Mudhirah karya Mahmud Abu Rayyah halaman 180)

***

Tidak ada istilah TAHUN PERSATUAN !! Imam Hasan berdamai dengan Mu’awiyah Untuk Menyelamatkan Kaum Syi’ah dari KEPUNAHAN, bukan demi Persatuan dengan Mu’awiyah

Mughirah bin Syu’bah berpesan kepada Mu’awiyah : “Angkatlah Yazid sebagai khalifah (menggantikan) mu !”

Mu’awiyah berpikir. Tetapi di satu sisi dia melihat surat perdamaian yang telah disepakati dengan  Hasan AS. Salah satu butirnya bahwa Mu’awiyah tidak berhak sesudah dirinya menentukan seseorang sebagai penggantinya

Disisi lain khawatir Hasan AS bangkit melawannya, dia berencana membunuh Hasan bin Ali AS. Mu’awiyah mengirim suatu racun kepada Gubernur Madinah Marwan bin Hakam. Lalu Marwan mengirim nya kepada JA’DAH isteri imam HASAN. Malam harinya Ja’dah menuang racun ini kedalam kendi air minum imam HASAN

***

Para ulama mu’tazilah dan Imam Hanafi menolak periwayatan Abu Hurairah. Mereka menyatakan bahwa setiap hukum yang berasal dari sumber periwayatan yang melewati jalan Abu Hurairah seluruhnya batil dan tidak diterima kebenarannya

Imam Hanafi berkata : “seluruh sahabat Nabi SAW menurutku dipercaya dan seluruhnya adil  hingga seluruh hadis hadisnya shahih dan diterima, kecuali hadis hadis yang berasal dari periwayatan Abu Hurairah, Anas bin Malik, Samurah bin Jundub, mereka tidak aku terima dan tertolak”

***


Siapakah Samurah bin Jundub ??

Samurah bin Jundub  adalah orang yang membunuh 8.000 penduduk BASRAH. Samurah ditanya, “Apakah kamu tidak takut kepada Allah, membunuh mereka semua ini ?”

Samurah menjawab : “Aku tidak takut jika membunuh sejumlah itu lagi”

Dr. Ahmad Amin pernah menyatakan dalam bukunya “Dhuha Al Islam (Fajar Islam”bahwa orang orang Bani Umayyah benar benar telah memalsukan hadis hadis demi mendukung kekuasaan mereka dari berbagai aspek politik. Mu’awiyah pernah memberikan uang 500 ribu dirham kepada SAMURAH Bin JUNDUB salah seorang dari sahabat NABi SAW untuk membuat buat hadis

Samurah bin Jundub RA masih belum dewasa ketika terjadi perang Uhud. Ia bersama beberapa anak lainnya  yang mempunyai semangat juang tinggi untuk membela panji keislaman, dikeluarkan dari barisan pasukan perang  Uhud oleh Nabi SAW karena belum cukup umur. Tetapi salah seorang di antaranya, Rafi bin Khadij, karena permintaan ayahnya dibolehkan oleh Nabi SAW ikut karena ia mempunyai keahlian memanah, dan menunjukkan kemampuannya di hadapan beliau.

Melihat dibolehkannya Rafi ikut bertempur, Samurah berkata kepada ayah tirinya, Murrah bin Sinan RA, “Wahai ayah, Rafi dibolehkan ikut berperang sementara saya tidak. Padahal saya lebih kuat daripada Rafi. Kalau diadu tanding, pasti saya dapat mengalahkan Rafi..”

Melihat semangat yang begitu menggebu dari anaknya ini, Murrah menyampaikan hal ini pada Nabi SAW, beliaupun mengadakan adu kekuatan antara Rafi dan Samurah, dan ternyata Samurah memenangkannya, sehingga iapun dbolehkan ikut serta dalam pertempuran di Uhud itu. Ketika itu Samurah berusia 15 tahun

Samurah bin Jundub

Keadilan seluruh sahabat adalah doktrin andalan IslamSunni khususnya Salafy/Wahhabi… ( والصحابة رضي الله عنهم كلهم عدول باتفاق اهل السنة والجماعة )  Doktrin ini benar-benar menjadi garis merah… Siapapun yang berani mendekati apalagi menerobosnya berarti harus siap menjadi sasaran meriam vonis sesat bahkan bisa jadi dikafirkan.

Konsep keadilan Sahabat begitu dibanggakan dalam membangun doktrin agama… mereka adalah panutan dan bak bintang gemintang dengan siapa dari para sahabat umat Islam perpegangan past ia mendapat petunjuk Allah ke shirâth mustaqîm.

Banyak potret cemerlang para sahabat panutan Ahlusunnah yang mungkin pantas disimak dan diperhatikan untuk “ditiru dan diteladani”. Di bawah ini saya sajikan satu dari sekian banyak potret cemerlang membanggakan sahabat panutan Ahlusunnah.

Samurah bin Jundub Sahabat Panutan Ahlusunnah (khususnya Salafy/Wahhabi)

Untuk mengenal keshalehan dan ketaqwaan Samurah bin Jundub, mari kita simak laporan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya (kitab tershahih setelah Al Qur’an suci wahyu ilahi dan Shahih Bukhari). Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbâs ra., ia berkata,

Telah sampai kepada Umar bahwa Samurah menjul khamr (miras), lalu ia berkata, ‘Semoga Allah membinasakan Samurah, tidakkah ia mengetahui bahwa Rasulullah saw. bersabda ‘Semoga Allah melaknat bangsa Yahudi, telah diharamkan atas mereka gajih lalu mereka membekukannya kemudian menjualnya.’” [1]

Jelas sekali di sini bahwa sahabat panutan yang satu ini telah berdagang khamr sementara ia megetahui Rasulullah saw. telah mengharamkannya. Kerena itu, Khalifah Umar begitu keras mengecamnya.

Tidak cukup sampai di sini “keshalehan” dan “ketaqwaan” sahabat panutan yang wahid ini; Samurah ia juga terbukti banyak melakukan kejahatan yang mengerikan dan sangat bertentangan dengan agama dan kemanusiaan, seperti membunuh jiwa-jiwa terhormat yang diharamkan untuk dibunuh!

Perhatikan data di bawah ini (yang sengaja disembunyikan banyak kalangan demi kehormatan para sahabat panutan). Imam ath Thabari melaporkan dalam Târîkh-nya,4/176  tentang peristiwa-peristiwa tahun 50 H. dengan sanad bersambung kepada Muhammad bin Sulaim, ia berkata,

Aku bertanya kepada Anas bin Sîrîn, ‘Apakah Samurah pernah membunuh seseorang?’ Ia menjawab, ‘Apakah dapat dihitung orang telah dibantai Samurah bin Jundub? Ia ditunjuk menggantikan Ziyâd memimpin kota Bashrah lalu Ziyâd pergi ke Kufah, sepulangnya dari Kufah, Samurah telah membunuh delapan ribu orang Muslim. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Apakah engkau tidak takut telah membunuh seseorang yang tidak layak engkau bunuh? Ia menjawab, ‘Andai aku bunuh lagi sejumlah yang telah aku bunuh aku tidak takut apapun!’”

.

Ath Thabari juga melaporkan dari Abu al Aswad al Adwi, ia berkata,

“Samurah telah membunuh pada suatu pagi 47 (empat puluh tujuh) orang yang telah menghafal Al Qur’an.”

.

Ustad Husain Ardilla berkata:

Inilah sekilas potret cemerlang sang sahabat panutan yang dibanggakan Ahlusunnah sebagai hasil didikan langsung Rasulullah saw. yang wajib atas setiap Muslim menghormati dan memohonkan keridhaan Allah atasnya!

Selamat meneladani sabahat agung panutan kebanggan Ahlusunnnah! Dan selamat pula atas kalian yang membanggakan keadilan sahabat bertaqwa dan shaleh seperti Samurah! Dan jangan lupa kalian memohon kepada Allah agar dikumpulkan kelak bersamanya di akhirat ketika Samurah disambut para bidadari dan arak menuju surga ‘Adan bersama para nabi, shiddiqin dan kaum shalihin!    


[1] Shahih Muslim,5/41 bab Tahrîm al Khamr wa al Maitah (Diharamkannya miras dan bangkai).