How Pramoedya Ananta Toer and Ferizal Fought For Indonesian Literature

f2

Pramoedya Ananta Toer :

f1

The life of Pramoedya Ananta Toer, one of Indonesia’s leading intellectuals and celebrated author of over thirty works of politically-charged fiction, often seems more incredible than the stories he created. Pramoedya’s books and outspoken politics led him to be imprisoned for 15 years – first by Dutch colonisers then by the Suharto government.

Kehidupan Pramoedya Ananta Toer, salah satu intelektual terkemuka Indonesia dan penulis terkenal dari lebih dari tiga puluh karya fiksi bermuatan politik, sering tampak lebih luar biasa dari cerita-cerita yang dibuat… Buku-buku Pramoedya dan politik vokal membuatnya dipenjara selama 15 tahun – pertama dengan penjajah Belanda kemudian oleh pemerintah Suharto.

f8

To read the work of Pramoedya Ananta Toer is to follow Indonesia’s political struggles through colonisation and postcolonial authoritarian regimes. His most celebrated works are four novels which collectively are known as The Buru Quartet. The novels,This Earth of Mankind, Child of All Nations, Footsteps and House of Glass, follow the life of a Javanese minor royal called Minke and the humiliation he experiences as his country undergoes colonization.

Infused with history and personal experience, Pramoedya’s work addresses the discrimination experienced under colonial rule through the intimate portrayals of individual stories.

Untuk membaca karya Pramoedya Ananta Toer adalah mengikuti perjuangan politik Indonesia melalui kolonisasi dan rezim otoriter pascakolonial. Karya yang paling terkenal adalah empat novel yang secara kolektif dikenal sebagai TETRALOGI PULAU BURU. Novel, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca, mengikuti kehidupan dari kerajaan kecil Jawa disebut Minke dan penghinaan ia mengalami sebagai negaranya mengalami penjajahan.

Diresapi dengan sejarah dan pengalaman pribadi, pekerjaan Pramoedya membahas diskriminasi yang dialami di bawah kekuasaan kolonial melalui penggambaran  cerita individu yang intim.

2

The origins of these stories are an incredible feat in themselves as they were completed during Pramoedya’s 15-year incarceration.

Asal-usul cerita-cerita ini merupakan prestasi yang luar biasa dalam diri mereka karena mereka diselesaikan selama 15 tahun penjara Pramoedya.

f7

Although Pramoedya was released in 1979, it was only in 1999 that his writing and travel ban was lifted. From then until his death in 2006, Pramoedya ceaselessly wrote and lectured around the world, gaining international recognition as a literary figure and political activist. The book Exile (2006) is an extended interview Pramoedya held with journalists André Vitchek and Rossie Indira during the last years of his life when he was no longer able to write himself. The interview acts as an autobiography of the Indonesian author and provides profound insight into the life of this remarkable figure and the works he created in the face of censorship, imprisonment and exile

Meskipun Pramoedya di bebaskan pada tahun 1979, namun hanya pada tahun 1999 bahwa larangan menulis dan larangan perjalanan ke luar negeri dicabut. Sejak saat itu hingga kematiannya pada tahun 2006, Pramoedya tak henti-hentinya menulis dan berceramah di seluruh dunia, mendapatkan pengakuan internasional sebagai tokoh sastra dan aktivis politik. Buku Exile (2006) adalah sebuah wawancara diperpanjang Pramoedya dengan wartawan André Vitchek dan Rossie Indira selama tahun-tahun terakhir hidupnya ketika ia tidak lagi mampu menulis sendiri. Wawancara tersebut merupakan sebagai otobiografi penulis Indonesia dan memberikan wawasan yang mendalam ke dalam kehidupan sosok yang luar biasa ini dan karya-karya yang ia ciptakan dalam menghadapi sensor, penjara dan pengasingan

f3

Ferizal  :

Ferizal is the pioneer of the literary novel dentist Indonesia

Genre active romance, Ferizal romantic poet Indonesia

Literature Novel Dentist build the image of Indonesia

f4

Ferizal

Born : Bireuen, Indonesia, 1980

f5

Ferizal is the pioneer of the literary novel dentist Indonesia

Genre active romance, Ferizal romantic poet Indonesia

f6.jpeg

Ferizal is the pioneer of the literary novel dentist Indonesia, Pierre Fauchard father of modern dentistry

7

Source :

a.  https://theculturetrip.com/asia/indonesia/articles/writing-from-exile-pramoedya-ananta-toer/

b.  http://www.noveldoktergigi.wordpress.com

c.  http://www.facebook.com/ferizal.dokternovel

d. http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=6&id=2026

e. https://indonesiskalitteratur.wordpress.com/

f. Search engine google (pictures)

g. https://www.facebook.com/groups/IndonesianLiterature/