Golongan Syiah Yang Sesat ? Kenali Ajaran dan Bahaya Syiah ? Syiah Wajib Ditolak ? DOKTRIN SESAT AJARAN SYIAH ?

Golongan Syiah Yang Sesat ?  Kenali Ajaran & Bahaya Syiah ? Syiah Wajib Ditolak ? DOKTRIN SESAT AJARAN SYIAH ?

betapa gencarnya majlis-majlis taklim di Arab Saudi mengkritik Imam Ali dan Imam Husein. Aku melihat juga bagaimana mereka mencari pembenaran atas apa yang dilakukan Yazid dan Muawiyah…

Wajib diketahui oleh setiap kaum Muslimin dimanapun mereka berada bahwasanya firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang PRO akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang KONTRA mungkin akan tertawa sepuas-puasnya.ada ungkapan yang menarik…… “jika kebencian penguasa Saudi terhadap Israel sebesar kebencian mereka kepada Iran Niscaya Israel suda musnah dari muka bumi”.

Penyimpangan Wahabi:
 Ulama Wahabi Larang Pemberian Nama Anak Diambil dari Nama Ahlul Bait

Ulama Mufti Wahabi menyatakan pelarangan untuk memberikan nama kepada anak dengan nama yang telah menjadi simbol dan syiar Syiah seperti Husain, Ali dan Zahra. Menurutnya memberi penamaan anak dengan nama anggota Ahlul Bait tersebut akan memudahkan penyebaran Syiah dan membuat Syiah lebih dikenali

 Ulama Wahabi Larang Pemberian Nama Anak Diambil dari Nama Ahlul Bait

 astaga salah seorang
ulama  mufti Wahabi yang bernama Abu al Baraa telah menulis di akun pribadinya
di Twiteer dengan menyatakan pelarangan untuk memberikan nama kepada anak
dengan nama yang telah menjadi simbol dan syiar Syiah seperti Husain, Ali dan
Zahra. Menurutnya memberi penamaan anak dengan nama anggota Ahlul Bait tersebut
akan memudahkan penyebaran Syiah dan membuat Syiah lebih dikenali.

 Salah seorang yang bernama Husain menuliskan
pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Wahabi tersebut dengan menyebutkan
bahwa namanya Husain dan ia tidak tahu menahu persoalan tersebut. Ia pun
meminta kepada ulama Wahabi itu untuk menemukan solusinya. Abu Al Baraa dalam
menjawab pertanyaan tersebut ia mengajukan solusi agar sipenanya menambahkan
huruf ‘ta’ didepan namanya, sehingga حسین
berubah menjadi تحسین.

Aku yakin bahwa Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab punya dua masalah besar. Pertama, ilmu yang minim.. Kedua dan yang lebih penting adalah masalah pemikirannya. Dia tak punya aturan yang jelas untuk mengkafirkan seseorang. Akibatnya banyak sekali orang, baik Syiah maupu Sunni, yang ia vonis kafir… Dia dengan mudah memvonis kafir dan membunuh banyak ulama Muslim.

Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian, permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sepaham dengan mereka dengan tuduhan kafir, musyrik dan ahli bid’ah! Itulah tuduhan yang selalu disebar-luaskan pada setiap kesempatan, melalui radio, majallah, bulletin Jum’at dan bahkan TV – TV milik mereka. Mereka ogah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam kesumat dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).

Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi). Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid’ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid’ah” Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.

Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.” Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.

Agar mazhab mereka bisa tetap eksis maka mereka yang sebenarnya cuma ngaku-ngaku pengikut sunnah (padahal pendusta sunnah) itu pasti rela berbohong demi menegakkan pengakuan palsu itu dengan demikian mereka bisa memalingkan wajah orang2 awam dari mengikuti sunnah yang asli yang ada pada Ahlulbait.

Karena kedengkian dan hasud, maka tulisan propaganda murahan itu mau tak mau harus mereka buat demi menjaga kepalsuan mereka ketika mereka kalap saat berhadapan dengan Syiah Ahlulbait serta memang mereka akan berupaya sekuatnya agar mampu menjauhkan orang dari ajaran Muhammad.saw yang sebenarnya. Ditambah dengan nafsu mendapat banyak materi dari agama (karena itulah tujuan mereka belajar agama) dan untuk mempertahankan eksistensi mazhab mereka yang mulai tampak kepalsuannya dan tersungkur siap terkubur menjadi puing-puing sejarah.

Saya juga punya terjemahan buku Mengapa saya keluar dari Syiah, Gen Syiah, Syiah sesat, dll terbitan lokal.Namun saya juga selalu mencari lawan dari judul2 tsb yg kira2 setara: untuk buku Mengapa saya keluar dari Syiah saya punya Mengapa saya memilih Ahlul Bait as, untuk Gen Syiah saya ada Inilah Akidah Syiah, dst.Demikian pula untuk sumber2 blog online selalu saya berusaha mencari lawan yg sepadan.

Dari situ saya bisa mempelajari hal2 yg seimbang, benarkah ulama Syiah demikian? benarkah akidahnya demikian? benarkah amalan2nya demikian?
Ternyata yg terjadi berlawanan dgn kenyataan. Setiap argumen Salafi / Wahabi yg mengaku sebagai Aswaja berkomentar tentang kesesatan Syiah ternyata tidak terbukti. Kenapa Syiah melakukan hal2 yg bertentangan dgn prinsip2 Sunni ternyata mempunyai alasan & dalil2 yg kuat, bahkan kebanyakan bisa mematahkan argumen mereka dgn baik sekali

Yang saya kagumi adalah tiap argumen Syiah untuk menjelaskan ajaran2 Mazhab mereka sangat rasional, relevan, & mempunyai nash2 pendukung yg kuat dari hadist2 pegangan Sunni sendiri. Sementara yg saya lihat dari komentar2 Salafi yg menyesatkan Syiah tidaklah akurat, bahkan yg sering muncul adalah sikap asal menyalahkan tanpa mau melihat kenyataan yg ada. Yang lebih parah lagi banyak sekali dusta2 yg dialamatkan kepada Syiah dgn kata2 yg tidak pantas untuk keluar dari seorang yg mengaku ulama.

Tidak saja berdusta tentang homoseksual, tapi juga tentang ulama2 Syiah yg katanya membincangkan cara menggauli gadis dibawah umur, tentang kebolehan umat Syiah untuk mempersilahkan tamunya menikmati istrinya sebagai penghormatan, adanya pedagang yg menawarkan nikah mut’ah keliling di Iran dgn waktu singkat atau bisa disebut sebagai mucikari legal, dll yg sangat2 kotor dustanya bahkan tidak masuk akal sama sekali dibandingkan dgn kenyataan yg saya baca di literatur2 Syiah yg menjunjung tinggi adab.

Sebaliknya buku2 Syiah sangat bermoral, penuh logika yg masuk akal menjelaskan perbedaan2 yg ada. Sepanjang yg saya ketahui tidak pernah ada buku2 Syiah yg mendustakan golongan Sunni dgn kata2 yg kotor selain dari penjelasan yg memuaskan akal saya. Yang aneh adalah kok masih ada sebagian muslim yg mempercayai argumen2 & dusta ulama2 Salafi yg keterlaluan ini.

Pernah kejadian ketika saya membicarakan tentang Syiah kepada teman yg mengaku Salafi yg mengamalkan ajaran Salafus Salih terlihat tabiat yg aneh. Tiba2 karakternya berubah seperti orang yg marah, napas tersengal2, wajah merah & ngomongnya sangat emosional sampai saya jadi heran. Padahal saya cuma mau menunjukkan bahwa Syiah juga Mazhab yg sejajar dgn 4 Mahsab Sunni lainnya. Tapi kata2 yg saya bawakan sepertinya tidak berharga di telinganya, bahkan teman itu berkata kita tidak boleh membaca buku2 Syiah & haram untuk duduk di majlisnya, yg lebih parah bahkan bilang Syiah lebih berbahaya dari orang kafir non muslim. Mangkanya saya sekarang gak heran kalo Wahabi Saudi Arabia mesra sekali sama Amerika tapi keras sekali sama Syiah Iran, la wong pemahaman penganutnya aja kayak gitu apalagi ulamanya.

Demikian sedikit pengalaman saya mengenai dusta ulama2 Salafi terhadap Syiah yg saya baca dari buku2 anti Syiah yg saya punyai. Yang saya tangkap adalah dusta pun diperbolehkan ulama mereka asal bisa memalingkan umat muslim dari mengenal Mahsab ini lebih dekat. Jadi dgn cerita2 mengerikan & menjijikkan berharap bisa mencegah umat untuk mengetahui Syiah secara benar. Padahal saya jadi mengenal Syiah lebih jauh gara2 buku2 yg absurd ini yg menyebabkan saya tertantang untuk mencari sumber yg benar2 berasal dari orang Syiah bukan dari ulama yg mengaku mengenal Syiah tapi bertujuan untuk memfitnah mereka.

Para salafyian/wahabiyan asal ngomong.Walaupun buku yang menjadi HUJAH mereka itu menjerumuskan mereka, mereka tidak tahu, karena tidak tahu aoa yang mereka baca, apa yang mereka tulis ditambah lagi tidak bisa membedakan anak kecil dan orang dewasa. Apa lagi membedakan antara .

Secara psikologi saya bisa memaklumi apa yang dilakukan oleh orang orang wahabi,.ketika melihat kenyataan banyaknya orang berpindah mazhab,.bukan hanya kaum awamnya tapi juga ulamanya,..sementara hujah mereka tidak bisa mematahkan hujah lawan,..maka fitnah lah salah satu cara yang dipakai untuk menjatuhkan lawan,..hal seperti ini biasa dilakukan di dunia politik,.seperti apa yang dilakukan pemerintah Amerika dan Zionis Israel,..mereka membuat berita berita buruk tentang musuh musuhnya,.seperti Hizbullah, Iran,,Palestina,…..Pertanyaannya sekarang kok bisa sama?…karena mereka hakikatnya sama,..memecah belah umat Islam…masih ingat kan fatwa Bin Jibrin, yang mengatakan bahwa perjuangan Hizbullah melawan zionis tidak perlu dibantu atau ulama mereka yang mengatakan bahwa Hamas yg sedang berjuang melawan kedzaliman Israel sebagai kaum hizbi yang juga tidak perlu dibantu,…

Kebencian wahabiyyun kepada Syiah sdh tak terkira. Tiap membaca buku2 mrk yg mendiskretkan Syiah saya hanya bisa menggeleng2kan kepala. Bukan saja di buku2 sejarah dan biografi, bahkan di kitab2 fiqh, tak lupa mrk mencoba menghancurkan Syiah. Bagaimana tidak sarat dgn kebencian, jika bukan argumen dan fakta yg disodorkan, namun hanya tuduhan dan fitnah. Bagi mrk berbohong atau berkata jujur sdh tdk penting demi tujuan menghancurkan Syiah tercapai.

Dan yg parahnya kita tdk bisa berdialog mempertanyakan mengapa mrk tega berbuat demikian. Karena buka dialog yg kita dapati tapi sumpah serapah, kata2 tdk jelas, muka merah, jari menunjuk2, mulut “hampir” berbusa, teman secara tiba2 180 derajat menjadi musuh. Shg kita saat itu berpikir apakah kita ini zionist yang telah mencela Allah swt dan nabi-Nya shg memperoleh perlakuan sedemikian rupa?

Mari kita berdialog wahai wahabiyyun jika memang apa yg anda sampaikan adalah sebuah kebenaran. Hilangkan fitnah dan tuduhan, singkirkan kejumudan, kikis kesombongan dan kebodohan. Cobalah bagaimana menjadi seorang manusia yang beradab.

Kebencian Wahab/salafy terhadap Siyah Sama dengan Zionis dan Amerika tidak ada bedanya dan caranya untuk menghancurkanpun sama. Atas dasar ini saya mengambil kesimpulan mereka adalah antek2 Zponis

Banyak bukti2 yang menunjukan.Atau untuk menghancurkan umat Islam yang tidak sepaham dengan mereka, mereka berkerja sama dengan Zionis.

salafi oh salafi,,bisa ngak pake Hujjah yg lebih baik,supaya kita diskusix enak ! jangan pake amarah dan kebohongan,,
kLo berhadapan ma salafy mau teman,saudara dan anak pokokx kaLo syiah pasti sesat,,aLasanx mana Mas??maen kafirkan mahdzab laen aja,,

Karena mereka menganggap syiah itu pendusta, maka bukti apapun yang syiah bawa, pasti ditolak. Repot kan.Gaya menang sendiri ini ternyata, tidak berubah-ubah dari dulu sampai sekarang.

Ada beberapa hal lagi yang menjadi ciri2 orang yang tinggal dibumi yang ceper (salafy) ini :
1. Jika berdiskusi, mula-mula ucapannya manis. Jika terdesak, maka wakat aslinya keluar. Muka dan mata tiba-tiba memerah, urat leher membesar, jari telunjuk menunjuk ke muka lawan diskusi. Jika masih terdesak lagi, salah satu gaya favorit mereka adalah mencekik leher lawan bicara.Kalo sampai tahap ini, lebih baik anda diam saja atau tinggalkan orang salafy kampret seperti ini. Percuma bicara sama kampret, bisa2 anda ikut2an jadi kampret.

2. Ada juga sih, salafy yang santun. Tapi awalnya doang. Pada saat diskusi mulai terdesak, biasanya keluar kata-kata sakti : “Pokoknya syiah sesat dan pendusta”. Tapi masih mending lah, daripada dicekik. hehehehe ..

3. Selain keluar kata-kata sakti, dan suka mencekik, salafy/wahabi biasanya suka gebrak2 meja. Jadi pastikan kalo diskusi tidak dirumah anda atau menggunakan properti anda. Nanti meja anda rusak.

4. Dan yang pasti, orang2 salafy selain suka ngebom, pastinya suka “di-bom”. Lihat si Noordin M Top orang salafy/wahabi, pemilik dubur corong. Ini yang paling gawat.

Islam Yg Mulia hancur Citranya dimata dunia oleh Salafi Nashibi yang bertopeng Kebenaran Islam…para anggotanya/mukalidnya kebanyakan adalah para pelarian yg salah langkah dalam bertobat…kasihan akhirnya justru semakin tersesat. Sadarlah wahai kawan Salafi…anda ternyata sudah tertipu oleh untaian Jenggot kambing dan sexy-nya celana cingkrang para Ustadz Salafy Wahabi.

” Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk[453]. hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, Maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.5:105)

[453] Maksudnya: kesesatan orang lain itu tidak akan memberi mudharat kepadamu, Asal kamu telah mendapat petunjuk. tapi tidaklah berarti bahwa orang tidak disuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.

Oleh karenanya, di sini kita sama2 membuktikan siapa yg SESAT itu yah…ayo kawan janganlah mundur dalam berdialog mencari kebenaran

Pendiri sekte Wahabi

ya, memang sebaiknya kita semua umat muslim waspada gerakan wahabi. Gerakan mereka menggunakan dana yg besar dan memanfaatkan ustad2 yg doyan duit sdh menyebar di masyarakat yg msh awam dan taklid buta terhadap guru/ustadnya..kiranya kita semua perlu lebih mengenal apa sih islam itu yg sebenarnya dibawa Nabi Muhammad SAWW, dan pasca beliau SAWW kepada siapa kita bepegang dalam Islam sebagaimana diwasiatkan beliau yakni Ahlulbait, selama umat muslim masih meninggalkan Itrah Ahlulbait sebagaimana diwasiatkan Nabi SAWW..maka akan selalu terjadi perpecahan, pentakfiran oleh kelompok lainnya..banyaknya mazhab dlm islam sekarang membuat bingung umat sendiri..maka tidak ada jalan lain kecuali berpegang pada Qur’an dan Itrah Ahlulbait dua pusaka yang ditinggalkan Nabi SAWW (Hadist Tsaqalain)

Coba lihat buku tulisan Muhammad bin Abdul Wahhab tentang Ketuhanan. Pembahasan pertama adalah masalah kubur, ziarah kubur, tawassul dengan kubur dan yang semisalnya.. Tidak ada pembahasan tentang Tuhan. Jika sudah demikian, orang akan mudah menjalin hubungan dengan Amerika. Sebab, masalah agama sudah tidak penting baginya. Pembahasan tentang Allah tidak lagi penting. AS dan Israel bukan lagi ancaman. Ketidakberagamaan juga bukan hal penting. Bahaya paling besar adalah kuburan. Bahaya itu hanya bisa sirna jika kuburan sudah dihancurkan. Jika itu terlaksana, semua perbuatan diperbolehkan. Ini jelas bukan tauhid Islami, tapi tauhid versi Amerika

Musim Semi Wahabisme

Grand Skenario Wahabi Menguasai Indonesia, taktik wahabi :
1. Berlindung dibalik gerakan anti syi’ah agar umat menerima wahabi di Indonesia. Bahkan wahabi yang terindikasi pro teroris pun beramai ramai menolak syi’ah, baju mantap tapi hati busuk
2. Melakukan infiltrasi ketubuh NU, misal melalui Yayasan Al Bayyinat
3. Wahabinisasi dikantong kantong NU, bahkan nasjid NU dirampok
4. Semakin wahabi membesar, maka tahlilan-mauludan dll amalan NU akan dilarang dengan dalih bid’ah sesat
5. wahabi ingin agar umat menganggap mereka adalah ahlusunnah sejati
6. Wahabi Dakwah menerima kucuran dana saudi, Amerika dan Israel
7. Wahabi jihadi merancang gerakan terorisme di seluruh Indonesia bekerjasama dengan Al Qaeda
8. Wahabi ketika kian merajalela maka mereka melakukan kawin kontrak besar besaran, misal di PUNCAK BOGOR. Malah wahabi menggiatkan pengiriman TKW keluar negeri agar bisa diperkosa oleh setan setan nejed. Astaga, mereka menista wanita indonesia

Faham Wahabi yang berpusat di Arab Saudi, didirikan oleh Muhammad ibn Abdul Wahab, dikenal sebagai sekte garis keras yang ingin memurnikan ajaran Islam dengan menafsirkan kitab suci secara literal dan menganggap kelompok lain yang berbeda pandangan sebagai bid’ah, termasuk Syiah

Wahabisme, sebuah faham garis keras yang berkembang di Arab Saudi, kini mengancam negeri yang dikenal memiliki wajah Islam moderat.

Ratusan orang menyerang sebuah desa kecil yang dihuni pemeluk Syiah. Membakar rumah, menganiaya, membunuh satu orang dan melukai puluhan lainnya. Tak hanya itu, para penyerang kemudian mengusir warga desa itu karena dianggap murtad.

Tidak, ini bukan kejadian di Peshawar, Pakistan atau Kandahar, Afghanistan. Peristiwa itu terjadi akhir tahun lalu di pulau Madura yang terletak di wilayah Jawa, sebuah tempat yang dikenal sebagai basis Islam moderat Indonesia.

Kekerasan itu hanyalah potret kecil. SETARA Institute, sebuah lembaga pengawas toleransi mencatat, dari tahun ke tahun jumlah kekerasan atas nama agama terus meningkat. Tahun lalu ada 264 kasus.

Berbagai jajak pendapat, secara konsisten juga menunjukkan masyarakat Indonesia semakin tidak toleran terhadap perbedaan iman. Bahkan polling Lingkaran Survei Indonesia menemukan: hampir satu dari empat orang Indonesia bisa mentolerir kekerasan, untuk menegakkan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran agama.

Lalu apa yang mengubah Indonesia? Sejumlah kalangan menuding menguatnya pengaruh Wahabisme, paham yang dianggap memberi saham bagi munculnya gerakan radikal.

Saham Wahabisme

Rumah pengikut Syiah di Sampang Madura dibakar massa yang menganggap aliran ini sesat

Jejak Wahabisme dalam kasus intoleransi antara lain muncul dalam persekusi terhadap kelompok Syiah.

“Ada gerakan dari kelompok Wahabi yang menyebarkan selebaran bahwa Syiah sesat, dan memobilisasi massa untuk menyerang,“ kata Jalaluddin Rakhmat, intelektual yang juga dikenal sebagai tokoh Syiah Indonesia kepada Deutsche Welle.

“Bukti pengaruh Wahabisme dalam kasus ini bisa kita lihat dari fatwa ulama yang menganggap Syiah itu sesat,“, kata Rakhmat sambil menambahkan bahwa selama berabad-abad, Islam di Indonesia tidak punya sejarah konflik dengan kelompok Syiah.

“Fatwa itu pasti disponsori Wahabisme.”

Faham Wahabi yang berpusat di Arab Saudi, didirikan oleh Muhammad ibn Abdul Wahab, dikenal sebagai sekte garis keras yang ingin memurnikan ajaran Islam dengan menafsirkan kitab suci secara literal dan menganggap kelompok lain yang berbeda pandangan sebagai bid’ah, termasuk Syiah.

Konflik antara Wahabisme dan Syiah punya akar di Timur Tengah dan termanifestasi dalam kontestasi politik antara Arab Saudi dengan Iran hingga hari ini.

Tauladan Imam Ali dan Perpaduan Umat Islam berlangsung di Jakarta

“Kerjasama kebudayaan”

Syafiq Hasyim yang sedang merampungkan studi doktoral tentang Islam di Freie Universität Berlin, kepada Deutsche Welle mengatakan bahwa kemunculan faham Wahabisme di Indonesia adalah bagian dari gerakan Islam lintas negara.

Wahabisme masuk lewat “kerjasama kebudayaan“ yang dibangun antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi pada tahun 80′an. Sebagian besar masuk lewat bantuan yayasan milik pemerintah Saudi.

“Ulama Indonesia yang datang ke Arab Saudi mendapat bantuan finansial, para pelajar Indonesia juga ditawari beasiswa untuk studi Islam ke sana.“

Selain itu, kata Hasyim, pemerintah Arab Saudi melalui yayasan-yayasannya menawarkan bantuan pembangunan rumah ibadah dengan paket komplit: “Bukan cuma bangunan mesjid, tapi juga berikut pendakwah dan buku-buku Wahabisme“.

Belakangan seiring pemberantasan terorisme, bantuan finansial itu berkurang karena bank sentral Indonesia menerapkan pengawasan yang ketat terhadap aliran dana dari luar negeri.

“Sekarang Wahabisme disebarkan melalui internet termasuk lewat Social Media Facebook danTwitter.”

Selain itu, kelompok ini memanfaatkan majelis taklim atau kelompok pengajian serta membangun situs berita internet.

“Arrahmah.com jelas representasi suara Wahabi,” kata Hasyim merujuk pada situs berita yang belakangan menjadi referensi penting di kalangan Islamis Indonesia.

Forum Dialog dan Kerjasama antara Tamadun berjaya dilangsungkan di Jakarta

Menajamkan Perbedaan

Direktur Yayasan Indonesia Tanpa Diskriminasi, Novriantoni Kahar menyebut Wahabisme sebagai aktor utama dramatisasi perbedaan di kalangan umat Islam: ”Di mana pun Wahabisme menguat, maka urusan-urusan keagamaan yang sebetulnya sepele jadi dianggap persoalan besar. Akibatnya, ketegangan antar golongan di dalam Islam meningkat…”

Pengikut Ahmadiyah juga menjadi sasaran kekerasan kelompok garis keras

Survei Yayasan Indonesia Tanpa Diskriminasi mengungkapkan ketegangan itu: 46,6 persen umat Islam mengaku tidak suka bertetangga dengan Ahmadiyah, sebuah sekte dalam Islam yang juga sering menjadi sasaran persekusi.

Sementara ketika ditanya: apakah anda bersedia hidup berdampingan dengan penganut Syiah? 41,8 persen mengaku tidak nyaman. Angka ini lebih tinggi dibanding sikap tidak suka, jika hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain bukan Islam yang angkanya 15,1 persen.

“Yang paling bahaya dari Wahabisme karena ia mengancam kebebasan berpikir dan berekspresi,“ kata Syafiq Hasyim menambahkan.

“Wahabisme mematikan diskursus dan pada gilirannya membunuh ilmu pengetahuan. Bagi kaum Wahabi, semua yang bertentangan dengan ajaran mereka adalah kafir…“

 Penganiyaan terhadap Syiah sudah dirancang oleh konspirasi global

Negara Absen

Intoleransi akibat sikap masyarakat yang dipengaruhi kelompok garis keras, sebenarnya bisa diatasi jika Negara tegas menegakkan hukum. Tapi masalahnya, pemerintah Indonesia lemah ketika berhadapan dengan aktor-aktor kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Imdadun Rahmat , Wakil Ketua Komnas HAM, yang menangani masalah kebebasan beragama, kepada Deutsche Welle menyebut pemerintah Indonesia cenderung membiarkan terjadinya kekerasan atas nama agama: “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak serius. Hanya retorika…”

“Presiden tidak punya keberanian berhadapan dengan kelompok radikal, karena takut dianggap melawan umat Islam…“

Wajah Islam Indonesia yang damai memudar?

Akhir Mei lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat penghargaan World Statesman Award di New York (30/5), karena dianggap sukses membangun toleransi.

Ketika menerima penghargaan itu, presiden Yudhoyono berpidato: “Kami tidak akan menoleransi setiap tindakan kekerasan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama… Kami juga akan melindungi minoritas dan memastikan tidak ada yang mengalami diskriminasi.”

Retorika tinggal retorika. Kenyataannya, intoleransi terus terjadi. 15 tahun demokrasi Indonesia, ditandai dengan musim semi Wahabisme.

2 comments

  1. BERSAMA ORANG-ORANG YANG BENAR. AT TIJANI. pustaka zahra. harga 50rb
    Pesan di inbox, 021 77884472, 085324521168, pin BB 22A75C33

    Rasulullah saw, bersabda:

    ” Bani Israel telah terpecah menjadi 71 golongan. Nasrani telah terpecah menjadi 72 golongan. Nasrani Telah terpecah menjadi 72 golongan, Sementara umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya berada di neraka, kecuali satu golongan saja.”

    Pemahaman yang berbeda tentang akidah di kalangan umat islam menimbulkan perpecahan, perselisihan, munculnya berbagai mazhab, dan lain-lain. Fakta dan sejarah menunjukkan perselisihan itu memecah-belah umat Islam hingga ada yang mengafirkan serta menghalalkan darah sesama Muslim. Bagaimana kita menyikapi fenomena itu? Golongan mana yang benar dan harus kita ikuti?

    Dr. Muhammad at Tijani as Samawi, seorang ulama terkemuka dari tunisia, dalam buku ini memaparkan berbagai macam persoalan akidah yang menjadi perselisihan di kalangan umat Islam. Dilengkapi dengan dalil yang tepat dan argumentasi yang objektif, kita akan diajak berpikir analitis dan rasional untuk memilih golongan mana yang benar.

    Mengedepankan rasionalitas dan menjauhkan fanatisme golongan, pembahasan dalam buku ini menuntun kita untuk berfikir cerdas dan objektif. Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah-Nya agar kita dikumpulkan bersama orang-orang yang benar pemahaman akidahnya, sehingga kita selamat dunia akhirat.

    “Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”

    (Q.S.azZumar [39]:18)

    tersedia buku
    akhirnya kutemukan kebenaran 40rb diskon jd 32rb
    tanyalah pada ahlinya 105rb diskon jd 84rb
    buku putih mazhab syiah 40rb
    antologi islam 145rb diskon jd 115rb
    dialog sunnah syiah syarafuddin al musawi 95rb
    mazhab pecinta keluarga nabi 120rb diskon jd 96rb dll
    Toko Buku Ahlul Bait 021 77884472, 085324521168 atau BBM 22A75C33

  2. Benar,kebenaran sejati itu nanti setelah kita mati,dan di pengadilan Allah Swt kita akan siapa yang diterima dan ditolak oleh Allah.Biarlah did dunia ini kita merasa yang paling dirihoi oleh Allah.Yang penting mari kita menauladani akhlaqul karimah Rasulullah Saw.Siapa yang berakhlakul karimah itulah pencinta rasulullah.Itu bisa dilihat dari kata dan perbuatannya..tidak perlu dijelaskan.Kita sering melanggar wailul likulli humazatul lumazah.Padahal sering dibaca.Mengapa ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s