wahabi salafi aliran sesat menyesatkan yang dipelopori ulama setan nejed

Kaum Wahabi salafi aliran sesat menyesatkan yang dipelopori ulama setan nejed. kaum Wahabi atau Salafi adalah aliran keagamaan abad ke-18, yang dipelopori Muhammad bin Abdul Wahhab, yang bertekad bulat memurnikan ajaran agama kapan perlu dengan cara-cara kekerasan, peperangan, dan pembunuhan. Gerakan pemurnian ajaran agama demikian di abad modern disebut sebagai Wahabi Modern.

Jangan salah. Bila faham Wahabi kian menguat di Indonesia, bisa-bisa NU pun akan dilibas. Tanya kenapa? Karena ritual agama yang dijalankan Nahdlatul Ulama ‘kan bid’ah di mata faham Wahabi.Sekarang gejala itu sudah terlihat. NU, terutama Ketumnya KH Said Aqil Siradj, sudah dijelek-jelekan sbg liberal-sekuler, antek barat, dll. Ini fase awal sblm represi

.

Salafy Wahabi Anggap Ulama Beraqidah Asy’ariyyah seperti NU Sebagai Musuh Abadi. Saat memberikan taushiyah, seorang kiai sesepuh NU mendapatkan keluhan dari para santri tentang ”serangan-serangan” kelompok Wahabi terhadap tradisi keagaamaan warga NU. Dengan enteng, kiai tersebut mengatakan, ”Ah Wahabi itu kan Badui.” Katanya, aliran Wahabi itu dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab dari Nejd, keturunan orang Badui.

.
Sejak dulu, bangsa Badui dikenal tidak terlalu pintar. ”Maka kalau diserang orang Badui ya tidak usah membalas. Kalau kita balas berarti kita sama seperti mereka. Dibikin santai saja. kalau orang Badui menafsirkan Al-Qur’an, ya tidak usah ditanggapi serius.” kata kiai.
.
Selanjutnya, ia bercerita tentang cara orang Badui mengecat, sekedar menunjukkan kualitas mereka. ”Di Indonesia, hanya butuh dua orang saja untuk mengecat seluruh rumah. Tapi bagi orang Badui, butuh seratus orang untuk mengecat satu rumah saja.” ”Untuk apa membawa orang sebanyak itu?” tanya para santri. ”Lha iya, satu orang memegang kuas cat. Sementara 99 wahabi lainnya membolak-balik rumah biar merata catnya.” Para santri tertawa. Kiai bercerita lagi, tentang orang Badui mengecat trotoar jalan.
.
”Hari pertama mereka bisa mengecat sepanjang 500 meter. Hari kedua mereka hanya mampu mengecat 50 meter. Dan hari ketiga mereka mengecat lebih pendek lagi, hanya 5 meter.” ”Kenapa bisa begitu?” tanya santri. Kata kiai, sang Badui mengeluh: ”Jangan salahkan saya dong! Semakin ke sini kan pot catnya semakin jauh di sana.” Jadi di hari ketiga Badui cuma bisa mengecat 5 meter saja.
.

Salafy Wahabi Anggap Ulama Beraqidah Asy’ariyyah Sebagai Musuh Abadi

fitnah wahabiDi forum-forum offline maupun online, para penganut Wahabisme itu adalah kaum yang sangat benci dengan muslimin yang mengikuti aqidah Asy’ariyah. Mereka mengatakan Asy’ariyah itu sesat, tahukah anda bahwa imam-imam ulama yang punya nama besar semacam Ibnu Hajar Atsqolani, Imam Nawawi, Imam Baihaqy adalah para penganut Aqidah Asy’ariyah yang notabene adalah kaum Ahlussunnah Wal Jamaah. Pertanyaannya, lalu kenapa Para Wahabiyyun itu sangat benci dengan kaum Asy’ariyyah dan menganggapnya sebagai musuh abadi? Lalu serta merta dengan itu kaum Wahabi membajak nama besar Ahlussunnah Wal Jamaah sebaga label baru Wahabi/Salafi?

Salafi menganggap Para Ulama yang Mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam Masalah Aqidah Adalah Musuh Abadi.

Bahkan seorang tokoh salafi bernama Zainal Abidin, menukil sejumlah pendapat ulama termasuk Ibn Hazm (walaupun nukilan seperti ini harus diteliti lebih lanjut, sayang kitab-kitab yang disebutkan belum kami miliki -pent) yang berisi kritik, celaan dan ‘vonis’ kafir kepada para Ulama Pengikut Imam Abul Hasan Asy-Asy’ari dalam masalah aqidah atau lebih dikenal dengan Asy’ariyah (Lihat majalah As-Sunnah hal. 38 edisi khususVIII1425 H2004 M).

Padahal hampir seluruh ulama yg namanya dtulis dengan “tinta emas”dalam sejarah Islam dan menjadi pelita umat sepanjang umur umat Islam dengan ilmu yang mereka miliki adalah mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam masalah aqidah.

Hal ini bisa kita lihat nama-nama besar seperti: Imam Abu Hasan Al-Bahilii,Imam Abu ishaq Al-Isfarainii, Al-Hafidz Abu Nu’aim AL-Asbahani, Qadhi Abdul Wahab Al-Maliki. Imam Abu Muhammad Al-Juwaini, dan outranya Abu Ma’alii Imam haramain AL-Juwaini, Abu Manshur At-Tamimi Al-Baghdadi, Al- Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, AL-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz AL-Khatib AL-Baghdadi, Imam Abul Qosim AL-Qusyairi,dan putranya Abu Nashr,Imam Abu Ishaq Asy- Syairazi, Nasr Al-Maqdisi, Al-Farawi, Imam Abul Wafa’ ibn Uqil Al-Hambali,  Qadhi Qudhat Ad-Damaghani Al-Hanafi, Abul Walid Al-baji Al-Malik, Imam Ass-Sayid Ahmad Ar-Rifa’I,Al-Hafidz Abul Qasim Ibn Asakir, Ibn Sam’ani, Al- hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Imam Fakhrudin Ar-Razi, Imam Iz Ibn Abdis Salam, Abu Umar, Imam Ibn Hajib Al-Maliki, Al-Hafidz Ibn Daqiqil ied, Imam llaudin Al-Baji, Qadhi Qudhat As- Subki, Al-Hafidz Alaai, AL-Hafidz Zainudin AL-Iraqi,dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani, Khatimatul LughawiyinAl-hafidz murtadha Az-Zubaidi Al-Hanafi, Imam Zakariya AL-Anshori, Imam Bahaudin Ar-Ruwas, Mufti makah Ahmad Zaini Dahlan, Musnadul Hindi Waliyullah Ad-Dahlawi, Mufti Mesir Imam Muhammad Ulaisyi Al-Maliki, SyaikhAl-Jami’ Al-Azhar Abdullah Az-Zarqawi, Imam Abdul Fatih Fathullah mufti Beirut,Imam Abdul basist Al-fakhuri Mufti Beirut, Imam Mustafa Naja Mufti Beirut, Imam Abu Muhammad Al-Malaibari Al-Hindi, Qadhi Abu bakar Al-baqilani, AL-Hafidz IbnFaruk, Imam Al-Ghozali, Imam Abul fatah Asy-Syahrantani, Imam Abu Bakar Asy-Syasyi Al-Qofal,Abu Ali Ad-Diqaqi An-Naisaburi, Al-Hakim An- Naisaburi Sohibul Mustadrak, Imam Ibn Alan As-Shadiqi Asy-Syafi’I, Imam Abu Abdullah Muhammad As-Sanusi dll. Semua pemilik nama-nama besar di atas adalah para pengikutImam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam aqidahnya, yang para ulama menyebut aqidah Asy’ariyah dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Kalau menurut kalian Wahabiyyun bahwa Al-Hafidz Ibnul Jauzi, Imam Ibn Hibban, Al-Hafidz Ibn Rajab Al-Hambali, Al-Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al- Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi,Al-Hafidz Alaai, Al Hafidz Zainudin Al-Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasul ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka siapakah yang kalian maksud dengan Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu?

Mungkin kalian akan mengatakan bahwa Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-Fauzan,Rabi Ibn Hadi dll dari kalangan ulama Neo Salafi adalah Ahli Hadis dan merekalah yg paling layak untuk menyandang gelar pewaris satu-satunya ahlus sunnah wal jama’ah !

Kami ingin bertanya apakah ada di antara ulama kalian seperti Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-fauzan, Rabi Ibn Hadi dll  yang punya karya yang lebih baik dari kitab Fathul Bari-nya Ibn Hajar, atau kitab sunan-nya Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, atau karya-karya lain dari para Hufadz Hadis yang sebenarnya (bukan seperti yang sering diaku-aku oleh Salafi) seperti  Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi dengan Syarh Shohih Muslim-nya, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll !?

Tidak, sekali-kali tidak, karya-karya kalian dipenuhi dengan nukilan dari para Ulama ini !!! Entah bagaimana kualitas buku atau kitab yang ditulis oleh ulama- ulama kalian, jika tidak mengutip dari ucapan dan pendapat mereka dari kitab-kitab dan karya tulis mereka (yaitu para hufadz Ahli hadis ini) yang tidak terhitung nilainya itu?! Tapi bagaimana bisa kalian mengambil pendapat mereka dan mengklaim mereka berada di pihakmu, sementara itu kalian tidak memasukkan mereka dalam daftar Ulama Ahus Sunnah, bahkan kalian mencap mereka sesat dan menyimpang aqidahnya  lalu menyamakan mereka dengan firqoh-firqoh sesat lainnya seperti mu’tazilah, jabariyah dll !?

Lalu yang lebih mengherankan lagi kalian masih berani mengklaim mengikuti manhaj para Ahli Hadis, sedangkan pada saat yang bersamaan kalian memvonis aqidah mereka adalah salah dan sesat’ (menurut anggapan kalian), bahkan kalian mengingatkan umat dari penyimpangan aqidah yg terdapat dalam kitab-kitab mereka ! Adakah orang yang akan percaya dengan ucapan sekelompok orang yang mengaku-aku mengikuti manhaj para imam ahli hadis dan ahlus sunnah tapi aqidahnya sesat atau kalian berkata : Manhaj kami diatas manhaj Para Ahli Hadis seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi , tapi aqidah kami berbeda -kami memegangi aqidah yang shohih sedang mereka (para ahli hadis tsb) aqidahnya menyimpang dan sesat !?

Ajib Kulu Ajib hadzal qaul min rajol Al-Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi (sungguh sangat mengherankan ucapan yang aneh yang berasal dari Al- Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi ini) !!!

Seandainya para Ulama seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll masih hidup, pastilah mereka akan melarang kalian untuk menggunakan karya mereka untuk menjadi bahan bagi tulisan dan kitab kalian. Kenapa, karena jelas kalian telah menganggap mereka sesat  bahkan kafir !? Lalu mana ada seorang Ulama yang bersedia karyanya dinukil oleh orang atau kelompok yang telah mencemarkan nama baiknya dengan vonis sesat dan kafir !? Tapi yang aneh bahwa pendapat-pendapat para ahli hadis yang beraqidahkan asy’ariah  ini seperti : Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al- Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll khususnya dalam masalah aqidah, senatiasa kalian nukil didalam berbagai kitab dan makalah yang kalian buat !?

Kalau mau konsisten dengan pendapat kalian bahwa mereka telah menyimpang dan memasukkan sesuatu yang sesat dalam aqidah Islam, maka jangan lagi gunakan kitab dan karya mereka apalagi menukil pendapat mereka dalam masalah aqidah untuk mendukung pendapat kalian dalam masalah aqidah pula. Sungguh aneh !? Tapi ternyata hal itu tidak terjadi bahkan dalam majalah edisi khusus  yang mereka tulis dalam masalah hadis, pertama kali mereka menunjukkan apa yang mereka anggap sesat dan menyimpang dari aqidah kaum asy’ariyah lalu diberilah vonis sesat bahkan kafir. Tapi yang aneh setelah itu pendapat-pendapat dari para Ulama Hadis Asy’ariyah seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Nawawi, Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Iraqi, Ibn Shalah dll menjadi rujukan utama unutk memberi justifikasi dalam masalah aqidah versi mereka, bukankan ini sebuah keanehan yang menggelikan ?!

Lalu kalian berkata lagi: Ulama kan bukan hanya mereka! Tapi ingat bukankan Salafi telah mengadopsi pendapat sebagian Ulama’ yang menyatakan bahwa Ahlus sunnah wal jama’ah adalah
Ulama ahli hadis seperti perkataan Imam Ahmad yang mengatakan Kalau bukan ahli hadis, aku tidak tahu lagi siapa mereka ? dll! Biasanya kalian akan berkelit dengan mengatakan : Ulama Ahli Hadis-kan tidak terbatas pada mereka !!? Lalu apakah Al- Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasuk ahli hadis !?

Lalu siapa Ahli hadis yang kalian maksud ?! Lalu manhaj ahli hadis mana yang kalian ikuti !!? Kalau ternyata sebagian besar Para Hufadz Ahli Hadis berada dalam posisi yang berlawanan dengan posisi kalian !? Hendaknya ini menjadi bahan renungan bagi orang-orang mampu berpikir dengan jujur!

Selasa, 06 Dec 2011

Said Agil Siraj Bilang Syiah di Indonesia Tidak Berbahaya

Said Agil Siraj begitu khawatir dengan Salafi Wahabi –

Ada pernyataan yang dikeluarkan dari mulut seorang Ketua Umum PBNU  ini. Konflik Sunni-Syiah dikatakan, hanyalah persoalan politik semata, bukan permasalahan akidah.

Ulama Wahabi Itu Cocoknya Jadi Pimpinan Ranting NU

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dibilang hanya pantas duduk sebagai Pimpinan Ranting Nahdhatul Ulama (NU). Bahkan, ulama itu jika ikut Muktamar NU pasti kalah suara. Naudzubillah min dzalik.Guyon yang bukan pada tempatnya itu tak pantas keluar dari seorang Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj.

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ingin disejajarkan dengan empat Imam Madzhab, seperti Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali. Padahal, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hanya pantas duduk pada posisi Pimpinan Ranting NU. Kalau beliau ikut Muktamar NU sudah pasti kalah,” ejek Said Agil dalam sebuah workshop Deradikalisasi Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren di Park Hotel, Jakarta, Sabtu (3/11).

Said Agil menuduh Wahabi memisahkan diri dan punya andil dalam meruntuhkan Khilafah Utsmani di Turki. Sampai akhir abad ke-17, Jazirah Arab masih terbagi empat wilayah: bagian utara berpusat di Syam (Syria), timur di Najd, barat di Hijaz, dan selatan di Yaman. Tapi awal abad ke-18, Gubernur Najd Muhammad Ibnu Saud, yang didukung seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul Wahab memisahkan diri dari Khilafah Utsmani. Pertama kali muncul, gerakan ini langsung dihabisi oleh Khalifah Utsmani yang memerintahkan Gubernur Mesir Raja Fuad, untuk memeranginya. Dalam pertempuran ini, Muhammad bin Saud bisa dikalahkan dan salahsatu anaknya, Faisal terbunuh.

Kemudian, kelompok ini pecah menjadi beberapa kelompok, seperti al-Azariqah, al-Ibadiyah, an-Najdad dan ash-Shufriyah. Yang paling ekstrem adalah al-Azariqah yang mengatakan, pokoknya selain orang Khawarij adalah kafir.

Tapi kemudian, Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Muhammad Saud, cucu Muhammad Saud, melarikan diri ke luar negeri (Bahrain) untuk menghimpun kekuatan.

“Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Muhammad Saud lari ke Bahrain, lalu bertemu dengan Inggris yang sedang ngebor minyak. Mereka buat kesepakatan, lalu dikirim lah  Lawrence Arabia, agen Inggris yang cakap berbahasa Arab. Lawrence lalu menggiring dan memprovokasi suku Arab.Singkatnya Abdul Aziz pulang ke Najd, Saudi Timur dengan  membawa 400 pasukan berkuda. Singkatnya, Penguasa Najd kalah, maka gemparlah dunia Islam. Muhammad Saud lalu melalukan ekspansi dengan menyerang Makkah,Thoif dan Madinah. Ketika itu penguasa Syafif Husain menyerah kalah,” jelas Said,

Begitu ada kesempatan, lanjut Said Agil, dengan dukungan pasukan yang sangat militant, Abdul Aziz menyerang Makkah. Tatkala masuk Makkah, mereka langsung meratakan semua kuburan, termasuk kuburannya Siti Khadijah (istri Nabi pertama), Abdullah bin Zubeir, Asma binti Abu Bakar, kuburan para sahabat, dan semua kuburan ulama.

Said Agil Siraj juga mengatakan, situs-situs sejarah perkembangan Islam dibongkar. Sebut saja seperti rumah kakek Nabi dijadikan toilet, rumah Siti Khadijah dijadikan tempat pembuangan bahkan pasar, rumah Ali ra dijadikan kandang keledaim rumah kelahiran Nabi saw dibongkar, Bab Bani Syaibah (tempat bersejarah untuk menentukan siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad) dihilangkan jejaknya, Baitul Arqam (tempat pengaderan as-Sabiqun al-Awwalun) dibongkar, Dar an-Nadwah diratakan, dan tempat mengajar Imam Syafi’I juga dibongkar.

“Kuburan di Ma’la rata dengan tanah.  Kenapa nggak sekalian Ka’bah dibongkar, lagipula kita kesana bukan menyembah Kabah kok. Kini, tinggal Ka’bah dan Makam Nabi Ibrahim as yang ada. Sekitar 15 ribu di Baqi, makam sahabat rata sudah tidak ada. Ironisnya, kuburan Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar akan dibongkar,” kata Said.

Komite Hijaz

KH. Hasyim Asy’ari lalu mendengar kabar itu. Lalu dibentuklah Komite Hijaz, yang yang dipimpin oleh KH. Abdul Wahab dan KH Zainul Arifin.  Saat berangkat ke Jeddah dan berjumpa Raja Abdul Aziz, ulama NU itu meminta agar Raja Abdul Aziz menggilir imam Masjidil Haram dengan 4 madzhab, mulai dari Imam Syafi’i, Hambali, Hanafi, Maliki, hingga Wahabi. Atas nama umat Islam Negeri Jawi, kedua Kiai NU tadi memohon agar kuburan Muhammad  saw, Abu Bakar dan Umar tidak  dibongkar. Berkat lobi Komite Hijaz NU, kuburan tersebut masih ada. “Bayangkan, kuburan Nabi Saw tidak boleh dikasih lampu, kelambu tidak diganti, pekarangannya tidak disapu,” kata Said.

Ketika itu ulama yang  melawan pasti dibunuh, terutama ulama syiah. Ada ulama dari madzhab Syafii,  Syaikh Hasan Yamani lari, lalu tinggal di Surabaya, kemudian nikah punya anak Fauzi Yamani.

“Walhasil, Wahabi adalah gerakan radikal akidah, maunya purifikasi akidah dari kemusyrikan, tapi satu langkah lagi mereka akan jadi teroris. Ceramahnya, yang  ziarah kubur dan adakan maulid itu musyrik. Kalau orang NU dianggap musyrik berarti boleh dibunuh donk.  Saya yakin ada big desain, dimulai tahun 80-an muncul gerakan radikal, seperti yang terjadi di al-Jazair, Somalia, Kenya, Afghanistan.”

Ketika Soviet menyerang Afghan, Ronald Reagen membentuk mujahidin dari negara-negara Islam. Dari Saudi, Usamah bin Laden dan Abdullah Azzam dilatih AS untuk melawan tentara Soviet. “Setelah Soviet angkat kaki, Raja Fahd memanggil mujahidin asal Saudi untuk pulang. Hanya dua orang yang tidak pulang, yaitu Mbah Usamah dan Abdullah azzam. Mereka mendirikan al Qaidah,” kata Said mengejek Usamah.

Menurut Wahabi, ormas, LSM adalah bid’ah. Ketika itulah, ulama Saudi mencabut kewarganegaraa Usamah dan Azzam karena mendirikan al Qaidah. “Benar saja, kalau keduanya pulang bisa jadi penyakit. Tak beda dengan Imam Samudra dan Mukhlas Ali Ghufron, pulang ke Tanah Air jadi penyakit.”

Dikatakan Said Agil, seorang Abdullah Sungkar, semua gereja harus dibom. Tapi Ustadz Abu agak shaleh sedikit, hanya gereja yang illegal saja yang dibom.

Said Agil meyakini, tidak ada satupun warga NU yang terlibat teroris. Di NU, ada  400 ribu madrasah, 800 ribu masjid, 21.600 pesantren . “Kalau ada yang terlibat teroris ya bukan NU. Saya berharap, kaum ibu menjaga anak-anaknya dari paham radikal. Saat ini, anak kita sudah bosan dengan NU, HMI, PMII, Muhammadiyah, mereka ingin yang kelihatan heroik, dan bisa bertemu bidadari di Surga,” imbuh Said kepada wartawan.

2 comments

  1. Seandainya para Ulama seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll masih hidup, pastilah mereka akan melarang kalian untuk menggunakan karya mereka untuk menjadi bahan bagi tulisan dan kitab kalian. Kenapa, karena jelas kalian telah menganggap mereka sesat dengan aqidah asy’ariyyahnya? Lalu mana ada seorang Ulama yang bersedia karyanya dinukil oleh orang atau kelompok yang telah mencemarkan nama baiknya dengan vonis sesat !? Tapi yang aneh bahwa pendapat-pendapat para ahli hadis yang beraqidahkan asy’ariah ini seperti : Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al- Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll khususnya dalam masalah aqidah, senatiasa kalian nukil didalam berbagai kitab dan makalah yang kalian buat !?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s