KH. Said Aqil Sirodj: “Wahabi Itu Pintu ke Teroris, NU menyatakan memerangi Wahabi”

Terduga Teroris Abu Roban Tewas Ditembak

Aliran salafi wahabi hanya membuat malu islam dimata dunia, kerjanya cuma ngerecokin umat saja ! Gerakan teror yang ditebar wahabi semestinya dijauhi oleh kaum muslimin !

.
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil melumpuhkan 20 orang terduga teroris di sejumlah lokasi. Beberapa orang di antaranya Seperti Abu Roban tewas di tempat ketika terjadi baku tembak di saat penangkapan.

Jenazah Terduga Teroris Abu Roban

Petugas dari Disaster Victim Identivication (DVI) menurunkan jenazah terduga teroris Abu Roban dari Batang Jawa Tengah saat tiba di RS Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/5)

.

Terduga teroris Abu Roban tewas saat penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Desa Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013) malam. Abu Roban diduga ikut terlibat dalam pendanaan aksi teror di Poso.

tentang Abu Roban (untung hidayat)

Jenazah Abu Roban (RS), terduga teroris yang meninggal dalam baku tempak dengan densus 88, pada Rabu (8/5/2013) lalu, di Desa Limpung, Babupaten Batang diangkut dari RS Bhayangkara Semarang. Kamis (9/5/2013) Jenazah Abu Roban dibawa menuju RS Kramat Jati Jakarta menggunakan mobil Disarter Victim Identivication (DVI).

Istri Abu Roban alian Untung Hidayat alias Bangka Nangka, pentolan teroris Jawa Tengah yang ditembak mati tim Densus 88 Antiteror, tak mau ditemui siapa pun. Apalagi, satu hari sebelum penembakan Abu, perempuan itu baru melahirkan anak ketiga.

Roban alias Untung Hidayat tewas saat penyergapan teroris di Desa LimpungKabupaten BatangJawa Tengah, Rabu (8/5/2013). Dia diduga sebagai pemimpin 19 terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tempat dan pimpinan halaqoh Ciledug. Santoso diduga terlibat dalam pendanaan aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah.

.

Menurut keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Roban juga diduga memiliki hubungan dengan jaringan teroris Santoso dari Poso yang saat ini masih buron (DPO).  Santoso adalah tersangka teroris yang disebut pernah memimpin pelatihan militer di Poso. Dia juga diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA di Palu, 25 Mei 2011.

.

Selama hidupnya, Abu Roban juga pernah terlibat dalam perampokan toko emas di Tubagus AngkeTamboraJakarta Barat, beberapa waktu lalu dan perampokan di Bank DKI. Saat itu dilakukan bersama Sugiyanto. Hasil perampokan itu untuk mendanai aksi terorisme atau fa’i.

.

Selain terkait dengan jaringan teroris Santoso, Abu Roban juga diduga berhubungan dengan kelompok Abu Omar, pemasok senjata dari Filipina.

.

Pesan Sebelum Tewas
Menurut Bibinya, Siti Khadijah, 3 bulan sebelum kematiannya, Abu Roban sempat berpamitan dan meminta maaf kepada keluarganya. “Bi minta maaf, namanya manusia takut saya nggak ada umur”

.

Terduga teroris Abu Roban yang tewas di Kebumen Jawa Tengah, ternyata bukan warga Cipulir Jakarta Selatan. KTP Jakarta yang dibuat Abu roban dibuat saat dirinya menetap di rumah bibinya.

.

20130509_jenazah-abu-roban_5413.jpg

Abu Roban As Salafy Al Wahabi wujud radikalisme wahabi yang disesalkan NU – Syi’ah

Persekongkolan bedebah Wahabi dan Bani Saud

Bodoh, arogan, dan suka melawan. Itulah penilaian Ibnu Humaidi, guru dari pendiri gerakan Wahabi, Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Dia akhirnya tidak lulus belajar dengan mufti bermazhab Hambali di Kota Makkah itu.

Dia lantas berguru kepada Muhammad Hayyat al-Sindhi, di Kota Madinah. Di sana, dia ajarkan untuk mengharamkan ziarah kubur dan menghormati para wali. Setelah belajar ke mana-mana, termasuk Basrah dan Baghdad di Irak, pada 1740 dia pulang ke kampung halamannya di Desa Uyaina, Najd, Arab Saudi.

Dengan usia masih 37 tahun, Syekh Muhammad mulai menyebarluaskan ajarannya. Dia berhasil mempengaruhi Usman bin Muammar, penguasa Uyaina. Dia lantas menyuruh Usman mengangkat kubur Zaid bin Khattab dikeramatkan warga setempat. Kemudian dia memerintahkan semua pelaku zina dirajam sampai mati. Dia bahkan pernah memimpin hukuman itu.

Semua ajaran Syekh Muhammad mendapat perhatian dari Sulaiman bin Muhammad bin Ghurair dari Bani Khalid. Dia memerintahkan Syekh Muhammad dibunuh. Namun Usman menolak perintah atasannya itu. Akhirnya, Syekh Muhammad diusir dari tanah kelahirannya itu.

Selepas itu, dia bermukim di Diriyah diperintah oleh Muhammad bin Saud. “Oasis ini milikmu, jangan takut terhadap musuh-musuhmu. Atas nama Allah, jika seluruh penduduk Najaf mengusirmu, kami tidak akan pernah melakukan itu,” kata Muhammad bin Saud, seperti ditulis Madawi al-Rasyid dalam buku berjudul A History of Saudi Arabia.

Syekh Muhammad menjawab, “Anda adalah pemimpin dan orang bijak. Aku ingin Anda bersumpah kepada saya untuk memerangi para penentang saya. Sebagai balasan, Anda menjadi imam masyarakat muslim dan saya pemimpin dalam urusan agama.”

Keduanya pada 1744 membuat perjanjian berlaku hingga kini. Kedua pihak saling mendukung. Keturunan Muhammad bin Saud akhirnya memimpin Kerajaan Arab Saudi sekarang menyokong dana buat penyebaran paham Wahabi, jumlahnya sekitar USD 2 miliar saban tahun. Anak cucu Syekh Muhammad yang menjadi pemuka agama Saudi memberikan legitimasi terhadap penguasa sebagai balasan.

Seperti para pendahulunya, keluarga Kerajaan Saudi melenyapkan semua peninggalan sejarah Islam berkaitan dengan Nabi Muhammad. Mereka beralasan praktek berziarah dan berdoa di tempat-tempat disakralkan itu sebagai syirik. Para pengikut Wahabi ini juga tidak percaya dengan syafaat Rasulullah.

Paham Wahabi juga menganggap Rasulullah sebagai manusia biasa sehingga tidak perlu dipuja dan dipuji. Apalagi, sampai merayakan hari kelahirannya. Bahkan mendiang Syekh Abdul Aziz bin Baz berani menyatakan Allah itu memiliki batas dan hanya Dia yang tahu keterbatasannya.

Sejumlah ulama Wahabi juga melontarkan pendapat membahayakan. Seperti Syekh Al-Qanuji dalam kitabnya Ad-Dinul Khalish, jilid pertama halaman 140, “Taklid terhadap mazhab termasuk syirik.”

Syaikh Hassan al-Aqqad dalam kitabnya Halaqat Mamnuah, halaman 25, menyatakan, “Kafir orang membaca salawat untuk nabi seribu kali atau mengucapkan La ilaha illallah seribu kali.”

Kebanyakan ulama Sunni menganggap ajaran Syekh Muhammad sesat. Ayah dan saudara lelakinya, Sulaiman bin Abdul Wahab, termasuk pengkritik dia. Sulaiman menganggap Syekh Muhammad orang terpelajar yang sakit mental dan tidak toleran. Dia juga menilai paham Wahabi sebagai ajaran pinggiran sekaligus fanatik.

Gurunya saja sudah bilang Syekh Muhammad bodoh, berarti umat Islam lebih bahlul lantaran membiarkan dua kota suci Makkah dan Madinah terus dalam cengkeraman rezim Wahabi.

NU : Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid
Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan, melawan radikalisme agama bukan dengan berhadapan langsung dengan mereka, tapi dengan memperkuat masjid.

Menurut Kiai Manan, memperkuat masjid adalah menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat, “Masjid harus dipenuhi dengan program-program yang menyentuh keinginan jamaahnya,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Untuk memperkuat masjid dengan program, LTMNU menawarkan tujuh aksi masjid berdasarkan keinginan jamaah. Keinginan itu tertuang dalam doa mereka selepas shalat.Allahuma ini asaluka salamatan fid din, wa ‘fiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmy, wabarakatan fi rizqy, wa taubatan qablal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut. 

Doa orang di masjid itu sambung Kiai Manan, dijabarkan PP LTMNU periode 2010-2015 sebagai program dasar. Rinciannya adalah, peningkatan Ahlussunah wal-Jamaah ‘ala tahriqah Nahdliyah, wa Syari’ah ‘ala madzhabil arba’ah, wa thoriqah a’ala thoriqoti al-Imam Junaid al-Baghdadi wa Imam al-Ghazali.

Kedua, pelayanan kesehatan berbasis masjid, yaitu menjadikan masjid sebagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas), “Paling tidak, setiap masjid kecamatan diharapkan punya satu poliklinik di rumah obat,” harapanya di hadapan ratusan peserta yang terdiri imam, khotib, dan DKM tersebut.

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan berbasis masjid, baik pendidikan formal maupun nonformal. Keempat, pemberdayaan ekonomi jamaah; mulai dari informasi peluang usaha, pengkaderan enterpreneur, kerja sama kemitraan, sampai pembentukann wadah perekonomian seperti baitul mal masjid, Koperasi masjid NU Kopmasnu, dan lembaga keuangan syariah.

Kelima, pusat pertaubatan, yaitu menjadikan masjid sebagai wadah dan usaha membangun masyarakat husnul khotimah, “Untuk menjalan program itu, harus menciptakan aktivis masjid yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Orang seperti tersebut adalah salah satu dari 7 golongan yang akan dinaungi perlindungan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

NU : Umat Islam Jangan Mudah Terpengaruh Kelompok Baru

Ulama NU, Habib Umar Muthohar mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh kelompok baru yang suka menyesatkan. Kelompok ini sering menuding syirik dan bid’ah amalan ahlussunnah wal jama’ah.

“Kita jangan ikut-ikutan kelompok ini. Selama ada syi’ar Islam, mereka selalu katakan salah,” ujar ulama asal Semarang dalam acara pengajian umum dalam rangka Haul KHR Asnawi di pondok pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jum’at  (3/5) malam lalu.

Mendapat tudingan bid’ah dan syirik, Habib mengajak umat terus memperkuat amalan-amalan Aswaja termasuk melakukan  riyadhoh ibadah sunnah lainnya.

“Kita tidak perlu lemes dan putus asa, teruslah mengamalkan seperti perjuangan ulama dahulu yang selalu  mengamalkan bacaan-bacaan dan amalan-amalan sunnah,” tambah Habib.

Ketika  kelompok sesat itu mengajak berdebat mengenai dasar amalan Aswaja,  Habib menyatakan cukup  dijawab secara logika sederhana tanpa harus menunjukkan dalilnya. Karena,kata habib, kelompok ini tidak paham akan dalil-dalil agama.

“Pernah saya ditanya mereka, kenapa kalau dzikir kok pakai gedek (geleng ke kiri-kanan) segala. Saya balik tanya, memangnya masalah buat loe?. Kalau berdzikir sambil melempari dan merusak milik orang lain, kamu baru boleh mempermasalahkan,” tuturnya bercerita  yang disambut geer jamaah.

Pada kesempatan itu, Habib mengajak untuk memperbanyak riyadhoh amanal sunnah guna memperkuat keilmuan yang dimiliki. Dengan melaksanakan kesunahan beribadah akan mendapatkan keberkahan.

“Kita harus meniru ulama zaman dahulu tekun beribadah karena ingin memperoleh keutamaan dan keberkahannya,” tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, Habib berharap umat memiliki keyakinan dan melanjutkan perjuangan ulama pendahulu seperti KHR Asnawi yang hebat dan penuh berkah.

“Setiap peringatan haul ulama  itu harus dibacakan riwayatnya sebagai  motivasi dan semangat sehingga perjuangan kita semakin mantab dan bermanfaat,” pungkasnya.

Disamping pengajian umum, peringatan haul pendiri NU ini  juga dilaksanakan khotmil qur’an dan  tahlil umum di Makam KHR Asnawi  yang terletak di komplek makam masjid Menara Kudus.

Menyikapi Perbedaan dengan Berdialog

Fenomena konflik kekerasan yang terjadi selama ini, pengafiran, klaim sesat dan lain sebagainya, banyak yang ditengarai karena kurang adanya dialog yang produktif dan sikap toleran dalam memandang pendapat orang atau kelompok lain yang berbeda.

Sikap fanatik dan memandang kelompok lain salah sungguh tidak dapat dibenarkan sama sekali. Apalagi jika sampai memerangi dan memusuhi orang yang berlainan dengan pahamnya. Munculnya berbagai mazhab seharusnya tidak menjadi penyebab perpecahan, saling berseberangan, saling membenci dan mencaci. Tetapi, adanya banyak mazhab tersebut hendaknya dijadikan sebagai penyebab fleksibilitas, penguat hubungan, pemahaman argumen dan memperluas wawasan.

Maka, di sinilah sebetulnya pentingnya membangun budaya dialog yang kini sudah mulai tergeser oleh budaya otot dalam menyikapi perbedaan. Baik dialog interreligius maupun intrareligius. Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW tidak menutup pintu dialog dengan orang musyrik, orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Bahkan beliau melakukan dialog dengan golongan-golongan ini di tengah-tengah Masjid Nabawi. Beliau menyambut dan berdialog dengan semuanya.

Budaya dialog juga tumbuh subur di kalangan ulama-ulama klasik. Bahkan, tak jarang terjadi perdebatan sengit di antara mereka dalam mempertahankan pendapatnya. Akan tetapi, perbedaan pandangan dan pemikiran tidak menghalangi mereka di dalam menjaga persaudaraan dan menjalin kasih sayang yang diperintahkan oleh Allah Swt.

Buku Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat yang ditulis oleh seorang intelektual muda Indonesia, Al-Hamid Jakfar Al-Qadri, lulusan Sekolah Darul Musthafa, Tarim, Hadhramaut, Yaman ini hadir pada saat yang sangat tepat di tengah meruyaknya aliran pemikiran dan keyakinan yang sedang berkembang di Indonesia. Cara menghadapi pemikiran-pemikiran itu adalah dengan berdialog bukan dengan cara kekerasan.

Ulasan-ulasan yang ada pada buku ini juga merekam pemikiran Al-Habib Umar bin Hafizh—guru dari Al-Qadri sekaligus pengasuh Sekolah Darul Musthafa—dalam upaya membangun persaudaraan dan membina dialog di antara berbagai aliran keyakinan.

Al-Habib Umar bin Hafizh adalah termasuk salah satu penandatangan dari dua dokumen internasional yang berpengaruh, yaitu Risalah Amman (2005) dan Common Word (2007). Isi dariRisalah Amman mengakui adanya keragaman mazhab dalam Islam, melarang saling mengafirkan di antara mereka, dan menyerukan persaudaraan Muslim dari berbagai mazhab. SedangkanCommon Word adalah surat terbuka yang ditulis oleh para ulama terkemuka dari banyak negara—termasuk Indonesia—kepada pemimpin Kristen sebagai bentuk ajakan dialog yang produktif.

Al-Hamid Jakfar Al-Qadri juga menguraikan upaya Al-Habib Umar bin Hafizh dalam membangun persatuan umat Islam. Di antaranya adalah dengan mengadakan simposium ulama berkala internasional. Di Indonesia sendiri, beliau mendirikan forum komunikasi antar ulama. Forum ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama yang berlatar belakang pesantren tradisional hingga para intelektual dan akademisi. (Halaman 37-46)

Di antara kelebihan buku ini, terutama untuk konteks masyarakat Indonesia, adalah solusi yang ditawarkan dalam menyikapi perbedaan pendapat. Pertama, toleran ketika berbeda. Caranya adalah dengan menghormati pendapat yang berbeda, bersikap objektif, tidak memusuhi pemilik pendapat yang berbeda, menyepakati demi menjaga persatuan dan memaklumi perbedaan yang terjadi.

Kedua, tidak saling mengafirkan dan menyesatkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari menyebutkan: “Barangsiapa yang menuduh kafir pada seorang mukmin maka itu sama dengan membunuhnya”. Hadis ini memberikan informasi betapa bahayanya pengafiran pada orang lain. (Halaman 21-28)

Secara eksplisit, buku ini hendak mengajak pembaca untuk lebih mengedepankan dialog dalam menyikapi sebuah perbedaan pendapat. Dan menghindari fanatisme yang sampai menimbulkan tindakan anarkis. Dengan cara seperti ini, adanya perbedaan niscaya akan membuahkan rahmat. Bukan justru malah menimbulkan malapetaka.
Judul : Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat
Penulis : Al-Hamid Jakfar Al-Qadri
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : I, Desember 2012
Tebal : XVII+117 Halaman
ISBN : 978-979-433-753-0
Peresensi : Zainal Fanani, Anggota Forum Lingkar Pena cabang Hadhramout; mahasiswa Al-Ahgaff University, Tarim, Hadhramout, Yaman.


Nahdatul Ulama Tegas Terhadap Wahabi

 

K.H. Said Agil Siradj:
Nahdatul Ulama Tegas Terhadap Wahabi
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak membawa nama Islam,” kata dia.
 

 

Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri Batam menggelar bedah buku sejarah Berdarah Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam. Acara ini menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj

.
Said mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuan mereka ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal,” kata dia

.
Ia mengatakan, Wahabi memang bukan teroris, namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam

.
Menurut Said, Wahabi selalu mengatasnamakan Islam dalam doktrin atau ajaran yang dilakukan, namun tindakannya kadang tidak islami

.
“Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi bid’ah yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus diperangi,” kata dia

.
Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan serta tidak ada yang mengada-ngada

.
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak membawa nama Islam,” kata dia

.
Hal tersebut, tambah Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.
KH. Said Aqil Sirodj: Wahabi Itu Pintu ke Teroris

Wawancara:
 KH. Said Aqil Sirodj: Wahabi Itu Pintu ke Teroris
Saya tidak mengatakan Wahabi teroris akan tetapi ajaran Wahabi itu bisa membuka pintu dan peluang ke arah teroris. Ketika ada orang yang mengatakan ziarah kubur itu musyrik, bagi anda yang sudah di doktrin mendengar itu, berarti orang NU musyrik, berarti boleh dibunuh. Tinggal tunggu tanggal kapan dia punya keberanian membunuh atau dia tega dan ada kesempatan atau tidak. 
 Semakin meluasnya paham Wahabi di tanah air dianggap sebagai ancaman bagi organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Hingga Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj harus meneriakan perlawanan terhadap gerakan yang ditudingnya sebagai kelompok Islam ekstrim ini.

Paham yang di tempat asal awalnya memperjuangkan purifikasi (pemurnian- red) agama Islam ini, di Indonesia dinilainya telah berkembang menjadi kelompok intoleran dan bahkan menjadi paham yang menularkan kekerasan dan terorisme.

Paham ini juga dianggap mengancam kemapanan keberagamaan dan toleransi. Karena itu NU menyayangkan tidak adanya antisipasi pemerintah terhadap meluasnya paham ini. Berikut wawancara tim Prioritas dengan Said Aqil.

Bagaimana anda mengidentifikasi gerakan Wahabi di Indonesia?

Sejak tahun 80-an mulai banyak jaringan Arab Saudi yang bukan jaringan negara tetapi jaringan LSM-nya. Menyebarkan ajaran radikalisme ke seluruh negara non Arab, seperti Pakistan, India, Banglades, dan Indonesia. Di Afrika gerakan ini mengganti nama dari Wahabi menjadi Salafi. Itu ide dua orang Nassirudin Al Albani orang Madinah dan Syekh Mukbil Al- Wakdi di kota Damaz Yaman. Yang salah satu muridnya Jafar Umar Thalib itu.Ini dari sana sama sekali tidak membenarkan pergerakan, tapi hanya purifikasi akidah, seperti memusyrikan tahlil dan haul.

Sekarang ada Wahabi yang ekstrim tinggalnya di London, Abdullah Syururi, ini Wahabi yang pergerakan. Di Indonesia dua-duanya ada di sini. Yang sebatas purifikasi akidah, ini kebanyakan tidak membangun organisasi resmi, pokoknya ceramah sana sini. Tapi ada juga yang harokah, berupa gerakan politik.

Bagaimana membedakan gerakan ini bukan formal kerajaan Arab Saudi, sementara paham ini menjadi mahzab resmi di sana?

Begini, Wahabi dahulu pertama kalinya berdiri memang keras berdarah- darah. Yang menentang di bunuh, kalau tidak menentang minimal tidak boleh mengajar. Namun setelah kekuasaan Abdul Aziz stabil, lalu ada amnesti, walaupun bukan Wahabi dipanggil pulang. Artinya kerajaan Saudi sangat berkembang. Raja Faisal orang yang pertama kali membuka televisi dan madrasah perempuan ini, ditentang oleh ulama-ulama sampai dia ditembak, dibunuh karena melenceng dari mazhab Wahabi.Sekarang pun di sana masih begitu, antara pemerintah dan fundamental itu berseberangan.

Saya tidak mengatakan Wahabi teroris akan tetapi ajaran Wahabi itu bisa membuka pintu dan peluang ke arah teroris. Ketika ada orang yang mengatakan ziarah kubur itu musyrik, bagi anda yang sudah di doktrin mendengar itu, berarti orang NU musyrik, berarti boleh dibunuh. Tinggal tunggu tanggal kapan dia punya keberanian membunuh atau dia tega dan ada kesempatan atau tidak.

Jadi munculnya gelombang pembaharuan ini sekonyong-konyong?

Ini bukan pembaharuan tapi purifikasi, tidak sekonyong-konyong. Jadi waktu itu khilafah Ottoman kedodoran wilayahnya dipereteli oleh penjajah. Tinggal ada jazirah Arabia dan Turki sekarang itu. Islam sedang mengalami kemunduran luar biasa. Itu menurut Muhammad bin Abdul Wahab akibat orang Islam meninggalkan jihad, sibuk dengan kuburan, sibuk dengan tarekat dengan dzikir semangat perangnya tidak ada. Kebetulan ada tokoh masyarakat yang disegani karena dia jawara, namanya Muhammad bin Saud, ingin jadi raja (politik), bekerjasama dengan Abdul Wahab yang kepentingannya ideologi.

Namun pertama bergerak dihantam tentara Turki dari Mesir. Cucunya bin Saud, Abdul Aziz lari ke Bahrain, ketemu dengan Inggris dan Amerika yang sedang mengebor minyak, kemudian dilatih, masuk kembali dan menang.

Bagaimana kelompok Wahabi bisa mengumpulkan dana begitu besar?

Saya kira dari masyarakat mereka yang kaya. Proposal yang diajukan mungkin untuk dakwah, membantu yatim piatu dan fakir miskin, bencana alam masa tidak memberikan. Padahal ketika sampai di sini dananya dibelokkan…

Bapak pernah mengatakan bahwa masjid NU sudah banyak diculik, apa ini benar terjadi?

Bukan masjid NU saja, masjid Muhammadiyah juga banyak, prosesnya pertama kali mereka datang ke situ, bilangnya saya ke sini mau mengabdi tidak usah digaji saya mau jadi marbot. Lama-kelamaan mereka ikut rapat ini itu. Misalnya ada rapat di masjid itu besok Jumat yang ceramah, si ustad anu saja, tidak usah dibayar kok. Datang ustadnya ya itulah antara lain (prosesnya). Mereka punya sistem yang cukup canggih. Teroris ada, ada sistemnya, ada dananya, ada tutornya, ada pelatihnya, ada jaringannya.

Nah keadaan terbuka ini dimanfaatkan secara maksimal oleh mereka. Contoh HTI, di Timur Tengah itu dilarang karena pemikirannya menolak adanya nation, dan hanya mau kembali ke khalifah. Tapi di Indonesia tidak?

Kenapa?

Yaitu, saya juga mempertanyakan hal yang sama.

Bagaimana pola ideologisasi Wahabi di Indonesia, apakah sama dengan di luar negeri?

Sama, mereka awal berdirinya adalah orang Islam yang mengamalkan ajaran Rasullulah sesuai penafsiran Muhammad bin Abdul Wahab, kalau kafir, halal darahnya. Tapi saat ini dari pusatnya tidak sekeras itu, prinsip dakwahnya purifikasi agama Islam.

Prinsipnya masih itu yang dipakai. Akan tetapi agak ke sini setelah Syeh bin Baas, tidak sama pola gerakannya. Hanya jangan ikut bid’ah, tidak ada kata bunuh.

Kalau pola-pola dakwah yang paling utama?

Ya itu tadi di masjid-masjid.

Mereka mendirikan pesantren juga?

Iya, bikin pesantren bikin yayasan, ada 12 yayasan di sini.

Apakah NU pernah mengusulkan Hizbut Tahrir Indonesia ditutup pemerintah?

Secara diskusi sering, bukan langsung perintah, tapi pertimbangan dengan bapak SBY. NU itu diusulkan Ki Wahab kepada Kyai Hasyim didirikan tahun 1914. Namun saat itu belum diizinkan. Tapi tahun 1926 baru diizinkan sebagai reaksi atas Wahabi, karena Wahabi di sana membongkar situs-situs sejarah. Kuburan diratakan dengan tanah. Di Baqi 15.000 kuburan sahabat rata dengan tanah. Kuburanya Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar yang ada di pojok masjid juga akan dibongkar. Berangkatlah ke sana komite Hijaz, Kyai Wahab, Kyai Zul Arifi n, Syeh Gonaim orang Mesir yang tinggal di Surabaya, dan Hajah Hasan Kipo mohon kepada raja Abdul Aziz agar itu tidak dilakukan.

Soviet saja tidak membongkar kuburan Baihaqi, Buchori yang ada di Samarkand Uzbekistan. Sekarang di Baqi kita mencari kuburan Siti Aisyah saja tidak tahu. Kuburan istri Nabi dimana, bibinya Nabi dimana? Rata dengan tanah. Begitu juga dengan rumah tempat lahirnya Nabi Muhammad ketika pertama kali Wahabi masuk itu dijadikan wc, rumahnya Sayidina Ali dijadikan kandang keledai. Memang sekarang tidak lagi, rumah Nabi jadi perpustakaan, rumah Ali jadi madrasah.

Di masjid itu ada pintu bani Saibah di buang, ada makam Syafi’i dibuang, Baitul Arkom tempat pertama kali Nabi mengkader, dibongkar. Rumahnya Siti Khadijah dibongkar. Rugi besar itu situs sejarah.

Seperti apa tafsiran Abdul Wahab kok bisa luar biasa menyihir?

 Apa yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad itu bid’ah, dan bid’ah itu harus diperangi, setiap bid’ah itu sesat, dan setiap sesat itu itu pasti neraka. Itu memang ada dasar dalilnya.

Tapi kita juga kalau mau mencari dasar dalilnya seabreg-abreg. Rasullulah setiap Jumat sore ziarah kubur ke Baqi, setiap tahun ziarah ke Gunung Uhud karena ada kuburan Hamzah, itu kan berarti haul. Apalagi soal memuji-muji Nabi dan sahabat, seabreg-abreg seperti Maulid, saya punya tiga jilid volume buku isinya para sahabat bikin syair memuji Nabi.

Kalau Wahabi bagaimana?

 Mereka hanya mengakui dua hari besar Idul Fitri dan Idul Adha lain itu bid’ah semua. Sekarang rupanya mereka sedang blunder kalau hari nasional tidak diperingati generasi muda tidak akan paham walaupun ada di pelajaran. Bagaimana sejarah berdirinya kerajaan Saudi, apabila tidak diperingati setiap tahun dengan seremonial. Kurang membekas dong.

Apakah dalam hidupnya Abdul Wahab sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad?

 Iya yang ia yakini dijalankan, untuk dirinya dan keluarganya.

Seberapa besar potensi Wahabi di Indonesia mampu membuat kerusakan untuk Islam Indonesia?

 Itu tadi setiap dakwah di daerah mengobrak-abrik yang sudah mapan, terjadilah kerusakan. Masyarakat sudah tenang-tenang setiap syukuran baca maulid, setiap ada kematian baca tahlil, sewaktuwaktu ziarah kubur ke orang tuanya.

Nabi Muhammad itu 13 tahun di Mekah, di masjid ada 330 berhala diatas kabah ada Hubal namanya, tidak pernah diganggu. Setelah hijrah ke Madinah, dan orang Mekah berbondong-bondong masuk Islam, baru dengan kesadaran sendiri membersihkan Masjidil Haram dari berhala.

Jadi mereka kokoh karena selain ideologi juga karena memiliki kekuasaan?

Memang sampai sekarang Wahabi tanpa kekuasaan tidak akan laku. Siapa sih orang bangga ikut Wahabi. Kita bangga dong ikut Syafi’i, Hambali, Maliki, Hanafi , yang jelas kaliber imam besar.

Apa tujuan Wahabi di Indonesia?

 Pertama kali dari sananya itu purifikasi, tapi ditataran action ya ada kepentingan.

 Tapi pemerintah tak bereaksi menghadapi gerakan seperti ini, atau ada pembiaran?

 Ya kita juga tidak tahu kenapa, karena reformasi dan keterbukaan ini setiap orang mendaftarkan LSM Mendagri tidak bisa menolak. Saya pernah diskusi dengan Mendagri di depan Presiden malah. Cobalah ditinjau ulang kembali, tegas saja menurut saya yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dengan kebhinekaan larang saja organisasinya apapun dan siapa pun.

Tapi sampai sekarang belum ada tindakan?

 Ya itu, belum ada makanya tampak seperti ada pembiaran padahal katakanlah HTI tadi, sudah menolak nation, kalau di Timur Tengah sudah di tolak

Apa Wahabi bisa disebut musuh besar NU dan umat Islam Indonesia?

 Ya musuh dalam tanda petik, bahwa tidak semua yang dari Arab itu bisa kita terima di sini. Kyai Hasyim, Kyai Bisri, Kyai Wahab semua belajar di Arab, pulang tidak jadi kyai Arab, kyai Jawa. Sama saja Pak Hatta kuliah di Belanda pulang gak jadi liberal.

Apa langkah NU untuk mengisolasi gerakan Wahabi dan menyadarkan yang sudah terjebak?

Ya kita tidak henti-hentinya dakwah dan kaderisasi atau memperkuat pelajaran di pesantren. Tapi pertahanan paling kuat adalah keluarga, bila ada anak mendengar khutbah di masjib Wahabi lalu pulang lihat bapaknya tahlil di rumah selesai itu. Mental gak masuk.

Kalau yang namanya ekstrimis itu di mana saja sama. Pokoknya yang bertentangan dengan budaya dan peradaban berarti bertentangan dengan fi trah manusia pasti akan mental, yang langgeng adalah yang moderat dan toleran. []

BiodataK.H. Said Aqil Sirodj

Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953

Riwayat Pendidikan Pendidikan Formal

  • S1 Universitas King Abdul Aziz , Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982
  • S2 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan Perbandingan Agama, tamat
    1987
  • S3 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1994

Pendidikan Non Formal

  • Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek C irebon
  • Pesantren Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri (1965-1970)
  • Pesantren Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (1972-1975)

Aktivitas Profesi

  • Ketua PBNU
  • Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa
  • Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI
  • Penasehat PMKRI
  • Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia
  • Dosen pasca sarjana ST Maqdum Ibrahim Tuban
  • Dosen pasca sarjana Universitas Nahdlatul Ulama UNU solo
  • Dosen pasca sarjana Unisma, Malang
  • Dosen pasca sarjana UIN Syarif Hidayatulah Jakarta
  • Penasehat dosen MKDU di Universitas Surabaya
  • Dosen luar biasa Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri

 

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?

Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu. Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?

Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif. Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Apakah hubungan wahabi dengan imperialisme? Semoga buku ini bisa memuaskan pembaca untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut

Gerakan Salafi Wahabi – Dana Arab Saudi Mengalir Deras

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.

Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, berbagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi. Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,”

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?

Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab,   ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?

Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras. Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?

Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya. Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?

Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s