Orang Syi’ah Tidak Akan Kekal Di Neraka Walau Berdosa

Seorang wanita kota Madinah mendatangi Sayidah Fathimah as dan berkata, “Wahai putri Rasulullah! Suamiku yang mengutusku untuk menemuimu agar kutanyatakan kepadamu apa kami termasuk Syiahmu atau tidak?”

Sayidah Fathimah as menjawab, “Bila melakukan segala perintah kami secara keseluruhan, niscaya kalian termasuk dari Syiah kami dan sebaliknya, maka kalian tidak akan pernah!”

Wanita itu kemudian kembali menemui suaminya dan menyampaikan apa yang didengarnya. Setelah mendengarkan penjelasan istrinya, raut muka suami wanita itu tampak kusut dan berkata kepada dirinya,

“Aku tidak akan pernah mampu melakukan perintah keluarga Nabi Saw secara sempurna. Dalam sebagian perintah, aku jelas bermalas-malasan dalam mengamalkan perintah mereka. Kemalasan telah menjadi penghalang untuk melaksanakan seluruh perintah mereka… Celakalah aku bakal dibakar di neraka.”

Wanita itu menyaksikan kecemasan di wajah suaminya dan untuk kedua kalinya ia pergi menemui Sayidah Fathimah as dan menyampaikan apa yang dilihatnya dari perubahan raut wajah suaminya.

Sayidah Fathimah as berkata, “Sampaikan ucapanku ini kepada suamimu dan katakan kepadanya agar tidak perlu khawatir. Syiah kami merupakan penduduk terbaik surga dan semua pecinta kami, pecinta pecinta kami dan musuh dari musuh-musuh kami semuanya akan berada di surga.”

Setelah itu beliau menambahkan, “Barangsiapa yang hati dan lisannya pasrah dan tunduk kepada kami, tapi tidak mengamalkan perintah kami tentu saja tidak termasuk Syiah hakiki, sekalipun orang-orang seperti ini setelah menanggung siksa di Hari Kiamat dan merasakan azab kemudian bersih dari dosa akan dibawa ke surga. Benar, kami akan menyelamatkan mereka dikarenakan kecintaannya kepada kami.”

syi’ah mengkafirkan seluruh para sahabat kecuali hanya 3 atau 4 orang ?


Saya bawakan  Hadis Haudh yang menunjukkan WUJUDNYA sahabat yang merubah ajaran Rasulullah saaw:

.
1. Narrated by Anas:The Prophet said, “Some of my companions will come to me at my Lake Fount, and after I recognize them, they will then be taken away from me, whereupon I will say, ‘My companions!’ Then it will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you.”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 584]
……………………
2. Narrated by Abu Hazim from Sahl bin Sa’d:The Prophet said, “I am your predecessor (forerunner) at the Lake-Fount, and whoever will pass by there, he will drink from it and whoever will drink from it, he will never be thirsty. There will come to me some people whom I will recognize, and they will recognize me, but a barrier will be placed between me and them.” Abu Hazim added: An-Nu’man bin Abi ‘Aiyash, on hearing me, said. “Did you hear this from Sahl?” I said, “Yes.” He said, ” I bear witness that I heard Abu Said Al-Khudri saying the same, adding that the Prophet said: ‘I will say: They are of me (i.e. my followers). It will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you left’. I will say, ‘Far removed, far removed (from mercy), those who changed (their religion) after me.” Abu Huraira narrated that the Prophet said, “On the Day of Resurrection a group of companions will come to me, but will be driven away from the Lake-Fount, and I will say, ‘O Lord (those are) my companions!’ It will be said, ‘You have no knowledge as to what they innovated after you left; they turned apostate as renegades (reverted from Islam).”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 585]……………………..3. Narrated by Abu Hazim from Sahl bin Sa’d:The Prophet said, “I am your predecessor (forerunner) at the Lake-Fount, and whoever will pass by there, he will drink from it and whoever will drink from it, he will never be thirsty. There will come to me some people whom I will recognize, and they will recognize me, but a barrier will be placed between me and them.” Abu Hazim added: An-Nu’man bin Abi ‘Aiyash, on hearing me, said. “Did you hear this from Sahl?” I said, “Yes.” He said, ” I bear witness that I heard Abu Said Al-Khudri saying the same, adding that the Prophet said: ‘I will say: They are of me (i.e. my followers). It will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you left’. I will say, ‘Far removed, far removed (from mercy), those who changed (their religion) after me.” Abu Huraira narrated that the Prophet said, “On the Day of Resurrection a group of companions will come to me, but will be driven away from the Lake-Fount, and I will say, ‘O Lord (those are) my companions!’ It will be said, ‘You have no knowledge as to what they innovated after you left; they turned apostate as renegades (reverted from Islam).”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 586]

Tema pentingnya skrg adalah: “Siapa yg merubah ajaran Nabi” ?

Sahabat manakah yg telah merubah ajaran Nabi saaw ?
Dan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih sebelumnya bahwa mereka telah tersesat tetapi hal itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam.

Benarkah Mazhab Syi’ah Mengkafirkan Mayoritas Sahabat Nabi?

Salah satu diantara Syubhat para pembenci Syi’ah [baik dari kalangan nashibiy atau selainnya] adalah Syi’ah mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi kecuali tiga orang. Mereka mengutip beberapa hadis dalam kitab Syi’ah untuk menunjukkan syubhat tersebut.

Dalam tulisan ini akan kami tunjukkan bahwa syubhat tersebut dusta, yang benar di sisi mazhab Syi’ah adalah para sahabat Nabi telah tersesat dalam perkara Imamah Aliy bin Abi Thalib [‘alaihis salaam] tetapi itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam dan terlepas dari perkara Imamah cukup banyak para sahabat Nabi yang dipuji oleh Imam Ahlul Bait [‘alaihis salaam]

Dalam pembahasan ini akan dibahas hadis-hadis mazhab Syi’ah yang sering dijadikan hujjah untuk menunjukkan kekafiran mayoritas sahabat Nabi. Hadis-hadis tersebut terbagi menjadi dua yaitu

  1. Hadis yang dengan jelas menggunakan lafaz “murtad”
  2. Hadis yang tidak menggunakan lafaz “murtad”

..

Hadis Dengan Lafaz Murtad

Hadis yang menggunakan lafaz murtad dalam masalah ini ada lima hadis, empat hadis kedudukannya dhaif dan satu hadis mengandung illat [cacat] sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. Berikut hadis-hadis yang dimaksud

Riwayat Pertama

علي بن الحكم عن سيف بن عميرة عن أبي بكر الحضرمي قال قال أبو جعفر (عليه السلام) ارتد الناس إلا ثلاثة نفر سلمان و أبو ذر و المقداد. قال قلت فعمار ؟ قال قد كان جاض جيضة ثم رجع، ثم قال إن أردت الذي لم يشك و لم يدخله شي‏ء فالمقداد، فأما سلمان فإنه عرض في قلبه عارض أن عند أمير المؤمنين (عليه السلام) اسم الله الأعظم لو تكلم به لأخذتهم الأرض و هو هكذا فلبب و وجئت عنقه حتى تركت كالسلقة فمر به أمير المؤمنين (عليه السلام) فقال له يا أبا عبد الله هذا من ذاك بايع فبايع و أما أبو ذر فأمره أمير المؤمنين (عليه السلام) بالسكوت و لم يكن يأخذه في الله لومة لائم فأبى إلا أن يتكلم فمر به عثمان فأمر به، ثم أناب الناس بعد فكان أول من أناب أبو ساسان الأنصاري و أبو عمرة و شتيرة و كانوا سبعة، فلم يكن يعرف حق أمير المؤمنين (عليه السلام) إلا هؤلاء السبعة

Aliy bin Al Hakam dari Saif bin Umairah dari Abi Bakar Al Hadhramiy yang berkata Abu Ja’far [‘alaihis salaam] berkata orang-orang murtad kecuali tiga yaitu Salman, Abu Dzar dan Miqdaad. Aku berkata ‘Ammar?. Beliau berkata “sungguh ia telah berpaling kemudian kembali” kemudian Beliau berkata “sesungguhnya orang yang tidak ada keraguan didalamnya sedikitpun adalah Miqdaad, adapun Salman bahwasanya ia nampak dalam hatinya nampak bahwa di sisi Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] terdapat nama Allah yang paling agung yang seandainya ia meminta dengannya maka bumi akan menelan mereka. Dia ditangkap dan diikat lehernya sampai meninggalkan bekas, ketika Amirul mukminin melintasinya, Ia berkata kepadanya [Salman] “wahai Abu ‘Abdullah, inilah akibat perkara ini, berbaiatlah” maka ia berbaiat. Adapun Abu Dzar maka Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] memerintahkannya untuk diam dan tidak terpengaruh dengan celaan para pencela di jalan Allah, ia menolak dan berbicara maka ketika Utsman melintasinya ia memerintahkan dengannya, kemudian orang-orang kembali setelah itudan mereka yang pertama kembali adalah Abu Saasaan Al Anshariy, Abu ‘Amrah dan Syutairah maka mereka jadi bertujuh, tidak ada yang mengenal hak Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] kecuali mereka bertujuh [Rijal Al Kasyiy 1/47 no 24]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya dhaif karena terputus Antara Al Kasyiy dan Aliy bin Al Hakaam. Syaikh Ja’far Syubhaaniy berkata

وكفى في ضعفها أن الكشي من أعلام القرن الرابع الهجري القمري ، فلا يصح أن يروي عن علي بن الحكم ، سواء أكان المراد منه الأنباري الراوي عن ابن عميرة المتوفى عام ( 217 ه) أو كان المراد الزبيري الذي عده الشيخ من أصحاب الرضا ( عليه السلام ) المتوفى عام 203

Dan cukup untuk melemahkannya bahwa Al Kasyiy termasuk ulama abad keempat Hijrah maka tidak shahih ia meriwayatkan dari Aliy bin Al Hakam, jika yang dimaksud adalah Al Anbariy yang meriwayatkan dari Ibnu Umairah maka ia wafat tahun 217 atau jika yang dimaksud adalah Az Zubairiy yang disebutkan Syaikh dalam sahabat Imam Ar Ridha [‘alaihis salaam] maka ia wafat tahun 203 H [Adhwaa ‘Ala ‘Aqa’id Syi’ah Al Imamiyah, Syaikh Ja’far Syubhaaniy hal 523]

Disebutkan riwayat di atas oleh Al Mufiid dalam Al Ikhtishaash dengan sanad yang bersambung hingga Aliy bin Al Hakam, berikut sanadnya

علي بن الحسين بن يوسف، عن محمد بن الحسن، عن محمد بن الحسن الصفار، عن محمد بن إسماعيل، عن علي بن الحكم، عن سيف بن عميرة، عن أبي بكر الحضرمي قال: قال أبوجعفر عليه السلام: ارتد الناس إلا ثلاثة نفر: سلمان وأبوذر، والمقداد

Aliy bin Husain bin Yuusuf dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Muhammad bin Isma’iil dari ‘Aliy bin Al Hakam dari Saif bin ‘Umairah dari Abu Bakar Al Hadhramiy yang berkata Abu Ja’far [‘alaihis salaam] berkata “orang-orang telah murtad kecuali tiga yaitu Salmaan, Abu Dzar dan Miqdaad…[Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid hal 10]

Terlepas dari kontroversi mengenai kitab Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid. Riwayat Al Mufiid di atas sanadnya dhaif sampai Aliy bin Al Hakam karena Aliy bin Husain bin Yuusuf dan Muhammad bin Isma’iil majhul

  1. Aliy bin Husain bin Yusuf, Syaikh Asy Syahruudiy dalam biografinya menyatakan “mereka tidak menyebutkannya” [Mustadrakat Ilm Rijal Al Hadits, Syaikh Aliy Asy Syahruudiy 5/359 no 9957]
  2. Muhammad bin Isma’iil Al Qummiy meriwayatkan dari Aliy bin Al Hakam dan telah meriwayatkan darinya Muhammad bin Yahya [Mu’jam Rijal Al Hadits 16/118 no 10293]. Disebutkan bahwa ia majhul [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 502]

Kesimpulannya riwayat di atas dhaif tidak tsabit sanadnya sampai ke Aliy bin Al Hakam maka tidak bisa dijadikan hujjah

.

.

Riwayat Kedua 

محمد بن إسماعيل، قال حدثني الفصل بن شاذان، عن ابن أبي عمير عن إبراهيم بن عبد الحميد، عن أبي بصير، قال: قلت لأبي عبد الله ارتد الناس الا ثلاثة أبو ذر وسلمان والمقداد قال: فقال أبو عبد الله عليه السلام: فأين أبو ساسان وأبو عمرة الأنصاري؟

Muhammad bin Isma’iil berkata telah menceritakan kepadaku Al Fadhl bin Syadzaan dari Ibnu Abi ‘Umair dari Ibrahiim bin ‘Abdul Hamiid dari Abi Bashiir yang berkata aku berkata kepada Abu ‘Abdullah “orang-orang telah murtad kecuali tiga yaitu Abu Dzar, Salmaan dan Miqdaad”. Maka Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam] berkata “maka dimana Abu Saasaan dan Abu ‘Amrah Al Anshaariy?” [Rijal Al Kasyiy 1/38 no 17]

Riwayat ini sanadnya dhaif karena Muhammad bin Isma’iil An Naisaburiy yang meriwayatkan dari Fadhl bin Syadzaan adalah seorang yang majhul [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 500]

.

.

Riwayat Ketiga    

عدة من أصحابنا، عن محمد بن الحسن عن محمد بن الحسن الصفار، عن أيوب بن نوح، عن صفوان بن يحيى، عن مثنى بن الوليد الحناط، عن بريد بن معاوية، عن أبي جعفر عليه السلام قال: ارتد الناس بعد النبي صلى الله عليه وآله إلا ثلاثة نفر: المقداد بن الأسود، وأبو ذر الغفاري وسلمان الفارسي، ثم إن الناس عرفوا ولحقوا بعد

Sekelompok dari sahabat kami dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Ayuub bin Nuuh dari Shafwaan bin Yahya dari Mutsanna bin Waliid Al Hanaath dari Buraid bin Mu’awiyah dari Abi Ja’far [‘alaihis salaam] yang berkata “orang-orang telah murtad sepeninggal Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] keucali tiga yaitu Miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifaariy, dan Salman Al Faarisiy kemudian orang-orang mengenal dan mengikuti setelahnya [Al Ikhtishaas Syaikh Mufiid hal 6]

Riwayat Al Mufiid di atas kedudukannya dhaif karena tidak dikenal siapakah “sekelompok sahabat” yang dimaksudkan dalam sanad tersebut.

.

.

Riwayat Keempat

وعنه عن محمد بن الحسن، عن محمد بن الحسن الصفار، عن محمد بن الحسين، عن موسى بن سعدان، عن عبد الله بن القاسم الحضرمي، عن عمرو بن ثابت قال سمعت أبا عبد الله عليه السلام يقول إن النبي صلى الله عليه وآله لما قبض ارتد الناس على أعقابهم كفارا ” إلا ثلاثا ” سلمان والمقداد، وأبو ذر الغفاري، إنه لما قبض رسول الله صلى الله عليه وآله جاء أربعون رجلا ” إلى علي بن أبي طالب عليه السلام فقالوا لا والله لا نعطي أحدا ” طاعة بعدك أبدا “، قال ولم؟ قالوا إنا سمعنا من رسول الله صلى الله عليه وآله فيك يوم غدير [خم]، قال وتفعلون؟ قالوا نعم قال فأتوني غدا ” محلقين، قال فما أتاه إلا هؤلاء الثلاثة، قال وجاءه عمار بن ياسر بعد الظهر فضرب يده على صدره، ثم قال له مالك أن تستيقظ من نومة الغفلة، ارجعوا فلا حاجة لي فيكم أنتم لم تطيعوني في حلق الرأس فكيف تطيعوني في قتال جبال الحديد، ارجعوا فلا حاجة لي فيكم

Dan darinya dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Muhammad bin Husain dari Muusa bin Sa’dan dari ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy dari ‘Amru bin Tsabit yang berkata aku mendengar ‘Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam] mengatakan “Sesungguhnya setelah Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat, maka orang-orang murtad kecuali tiga orang yaitu Salman, Miqdad dan Abu Dzar Al Ghiffariy. Sesungguhnya setelah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat, datanglah empat puluh orang lelaki kepada Aliy bin Abi Talib. Mereka berkata “Tidak, demi Allah! Selamanya kami tidak akan mentaati sesiapapun kecuali kepadamu. Beliau berkata Mengapa?. Mereka berkata “Sesungguhnya kami telah mendengar Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] menyampaikan tentangmu pada hari Ghadir [Khum]. Beliau berkata “apakah kamu semua akan melakukannya?” Mereka berkata “ya”. Beliau berkata “datanglah kamu besok dengan mencukur kepala”. [Abu ‘Abdillah] berkata “Tidak datang kepada Ali kecuali mereka bertiga. [Abu ‘Abdillah] berkata: ‘Ammar bin Yasir datang setelah Zuhur. Beliau memukul tangan ke atas dadanya dan berkata kepada Ammar Mengapa kamu tidak bangkit daripada tidur kelalaian? Kembalilah kamu, kerana aku tidak memerlukan kamu. Jika kamu tidak mentaati aku untuk mencukur kepala, lantas bagaimana kamu akan mentaati aku untuk memerangi gunung besi, kembalilah kamu, aku tidak memerlukan kamu” [Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid hal 6]

Riwayat Syaikh Al Mufiid di atas berdasarkan Ilmu Rijal Syi’ah sanadnya dhaif jiddan karena Musa bin Sa’dan dan ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy

  1. Muusa bin Sa’dan Al Hanath ia adalah seorang yang dhaif dalam hadis [Rijal An Najasyiy hal 404 no 1072]
  2. ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy seorang pendusta dan ghuluw [Rijal An Najasyiy hal 226 no 594]

.

.

Riwayat Kelima

حنان، عن أبيه، عن أبي جعفر (ع) قال: كان الناس أهل ردة بعد النبي (صلى الله عليه وآله) إلا ثلاثة فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الاسود وأبوذر الغفاري و سلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم ثم عرف اناس بعد يسير وقال: هؤلاء الذين دارت عليهم الرحا وأبوا أن يبايعوا حتى جاؤوا بأمير المؤمنين (ع) مكرها فبايع وذلك قول الله تعالى: ” وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل أفإن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلن يضر الله شيئا وسيجزي الله الشاكرين

Hannan dari ayahnya [Sadiir], dari Abu Ja‘far [‘alaihis salaam] yang berkata “Sesungguhnya orang-orang adalah Ahli riddah [murtad] setelah Nabi [shallallahu ‘alaihi wa alihi] wafat kecuali tiga orang. [Sadiir] berkata ‘Siapa ketiga orang itu?’ Maka Beliau berkata ‘Miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifariy dan Salman Al Farisiy [semoga Allah memberikan rahmat dan barakah kepada mereka]. Kemudian orang-orang mengetahui sesudah itu. Beliau berkata mereka itulah yang menghadapi segala kesulitan dan tidak memberikan ba’iat sampai mereka mendatangi Amirul Mukminin [‘alaihissalaam] yang dipaksa mereka memberi ba’iat. Demikianlah yang difirmankan Allah SWT “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang, barang siapa yang berbalik ke belakang maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur [Al Kafiy Al Kulainiy 8/246 no 341]

Sebagian orang mendhaifkan sanad ini dengan mengatakan bahwa riwayat Al Kulainiy terputus Antara Al Kulainiy dan Hanaan bin Sadiir. Nampaknya hal ini tidak benar berdasarkan penjelasan berikut

Riwayat di atas juga disebutkan Al Kasyiy dalam kitab Rijal-nya dengan sanad Dari Hamdawaih dan Ibrahim bin Nashiir dari Muhammad bin ‘Utsman dari Hannan dari Ayahnya dari Abu Ja’far [Rijal Al Kasyiy 1/26 no 12]. Al Majlisiy dalam kitabnya Bihar Al Anwar mengutip hadis Al Kasyiy tersebut kemudian mengutip sanad Al Kafiy dengan perkataan berikut

الكافي: علي عن أبيه عن حنان مثله

Al Kafiy : Aliy [bin Ibrahim] dari Ayahnya dari Hanaan seperti di atas [Bihar Al Anwar 28/237]

Al Kulainiy menyebutkan dalam Al Kafiy pada riwayat sebelumnya sanad yang sama yaitu nampak dalam riwayat berikut

علي بن ابراهيم، عن أبيه، عن حنان بن سدير، ومحمد بن يحيى، عن أحمد بن محمد عن محمد بن إسماعيل، عن حنان بن سدير، عن أبيه قال: سألت أبا جعفر

Aliy bin Ibrahim dari Ayahnya dari Hanaan bin Sadiir dan Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Muhammad dari Muhammad bin Isma’iil dari Hanaan bin Sudair dari Ayahnya yang berkata aku bertanya kepada Abu Ja’far [‘alaihis salaam]… [Al Kafiy Al Kulainiy 8/246 no 340]

Maka disini dapat dipahami bahwa dalam pandangan Al Majlisiy sanad utuh riwayat tersebut adalah Aliy bin Ibrahim dari Ayahnya dari Hanaan dari Ayahnya dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam]

Sanad ini para perawinya tsiqat selain Sadiir bin Hakiim Ash Shairaafiy, ia tidak dikenal tautsiq-nya dari kalangan ulama mutaqaddimin Syi’ah tetapi Allamah Al Hilliy telah menyebutkannya dalam bagian pertama kitabnya yang memuat perawi yang terpuji dan diterima di sisi-nya. Dalam kitabnya tersebut Al Hilliy juga menukil Sayyid Aliy bin Ahmad Al Aqiiqiy yang berkata tentang Sadiir bahwa ia seorang yang mukhalith [kacau atau tercampur] [Khulashah Al Aqwaal hal 165 no 3]. Pentahqiq kitab Khulashah Al Aqwal berkata bahwa lafaz mukhalith tersebut bermakna riwayatnya ma’ruf dan mungkar

Dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Allamah Al Hilliy, Sadiir bin Hakiim termasuk perawi yang diterima hanya saja dalam sebagian riwayatnya kacau sehingga diingkari. Kedudukan perawi seperti ini tidak bisa dijadikan hujjah jika tafarrud dan tidak diterima hadisnya jika bertentangan dengan riwayat perawi tsiqat. Berikut riwayat shahih dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam] yang membuktikan keislaman para sahabat pada saat itu

أبى رحمه الله قال: حدثنا سعد بن عبد الله قال: حدثنا أحمد بن محمد ابن عيسى، عن العباس بن معروف، عن حماد بن عيسى، عن حريز، عن بريد بن معاوية، عن أبي جعفر ” ع ” قال: إن عليا ” ع ” لم يمنعه من أن يدعو الناس إلى نفسه إلا انهم ان يكونوا ضلالا لا يرجعون عن الاسلام أحب إليه من أن يدعوهم فيأبوا عليه فيصيرون كفارا كلهم

Ayahku [rahimahullah] berkata telah menceritakan kepada kami Sa’d bin ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Iisa dari ‘Abbaas bin Ma’ruuf dari Hammad bin Iisa dari Hariiz dari Buraid bin Mu’awiyah dari Abi Ja’far [‘alaihis salaam] yang berkata sesungguhnya Aliy [‘alaihis salaam], tidak ada yang mencegahnya mengajak manusia kepadanya kecuali bahwa mereka dalam keadaan tersesat tetapi tidak keluar dari Islam lebih ia sukai daripada ia mengajak mereka dan mereka menolaknya maka mereka menjadi kafir seluruhnya [Ilal Asy Syara’i Syaikh Ash Shaduq 1/150 no 10]

Riwayat Syaikh Ash Shaduq di atas sanadnya shahih berdasarkan standar Ilmu Rijal Syi’ah berikut keterangan para perawinya

  1. Ayah Syaikh Shaduq adalah ‘Aliy bin Husain bin Musa bn Babawaih Al Qummiy disebutkan oleh An Najasyiy Syaikh yang faqih dan tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 261 no 684]
  2. Sa’d bin ‘Abdullah Al Qummiy adalah seorang yang tsiqat [Al Fahrasat Syaikh Ath Thuusiy hal 135]
  3. Ahmad bin Muhammad bin Iisa Al Qummiy adalah seorang yang tsiqat [Rijal Ath Thuusiy hal 351]
  4. ‘Abbaas bin Ma’ruf Abu Fadhl Al Qummiy seorang yang tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 281 no 743]
  5. Hammaad bin Iisa Abu Muhammad Al Juhaniy seorang yang tsiqat dalam hadisnya shaduq [Rijal An Najasyiy hal 142 no 370]
  6. Hariiz bin ‘Abdullah As Sijistaniy orang kufah yang tsiqat [Al Fahrasat Syaikh Ath Thuusiy hal 118]
  7. Buraid bin Mu’awiyah meriwayatkan dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam] dan Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam], seorang yang tsiqat faqiih [Khulashah Al Aqwaal Allamah Al Hilliy hal 81-82]

Riwayat Syaikh Ash Shaduq dengan jelas menyatakan bahwa para sahabat yang tidak membaiat Imam Aliy [‘alaihis salaam] pada saat itu memang dalam keadaan tersesat tetapi tidak keluar dari Islam.

.

.

.
Hadis Yang Tidak Ada Lafaz Murtad

Ada dua hadis yang tidak mengandung lafaz “murtad” hanya menunjukkan bahwa mereka para sahabat meninggalkan baiat atau telah tersesat dan celaka kecuali tiga orang. Dan berdasarkan hadis shahih sebelumnya [riwayat Syaikh Ash Shaduq] mereka para sahabat yang tidak membaiat Imam Aliy adalah orang-orang yang tersesat tetapi tidak keluar dari Islam

.

Riwayat Pertama

محمد بن مسعود، قال حدثني علي بن الحسن بن فضال، قال حدثني العباس ابن عامر، وجعفر بن محمد بن حكيم، عن أبان بن عثمان، عن الحارث النصري بن المغيرة، قال سمعت عبد الملك بن أعين، يسأل أبا عبد الله عليه السلام قال فلم يزل يسأله حتى قال له: فهلك الناس إذا؟ قال: أي والله يا ابن أعين هلك الناس أجمعون قلت من في الشرق ومن في الغرب؟ قال، فقال: انها فتحت على الضلال أي والله هلكوا الا ثلاثة ثم لحق أبو ساسان وعمار وشتيرة وأبو عمرة فصاروا سبعة

Muhammad bin Mas’ud berkata telah menceritakan kepadaku Aliy bin Hasan bin Fadhl yang berkata telah menceritakan kepadaku ‘Abbas Ibnu ‘Aamir dan Ja’far bin Muhammad bin Hukaim dari Aban bin ‘Utsman dari Al Harits An Nashriy bin Mughiirah yang berkata aku mendengar ‘Abdul Malik bin ‘A’yun bertanya kepada Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam], ia tidak henti-hentinya bertanya kepadanya sampai ia berkata kepadanya “maka orang-orang telah celaka?”. Beliau berkata “demi Allah, wahai Ibnu A’yun orang-orang telah celaka seluruhnya”. Aku berkata “orang-orang yang di Timur dan orang-orang yang di Barat?”. Beliau berkata “sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan, demi Allah mereka celaka kecuali tiga kemudian diikuti Abu Saasaan, ‘Ammar, Syutairah dan Abu ‘Amrah hingga mereka jadi bertujuh [Rijal Al Kasyiy 1/34-35 no 14]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya muwatstsaq para perawinya tsiqat hanya saja Aliy bin Hasan bin Fadhl disebutkan bahwa ia bermazhab Fathahiy dan Aban bin ‘Utsman bermazhab menyimpang

  1. Muhammad bin Mas’ud termasuk guru Al Kasyiy dan ia seorang yang tsiqat shaduq [Rijal An Najasyiy hal 350 no 944]
  2. Aliy bin Hasan bin Fadhl orang Kufah yang faqih, terkemuka, tsiqat dan arif dalam ilmu hadis [Rijal An Najasyiy hal 257 no 676]
  3. ‘Abbaas bin ‘Aamir bin Rabah, Abu Fadhl Ats Tsaqafiy seorang syaikh shaduq tsiqat banyak meriwayatkan hadis [Rijal An Najasyiy hal 281 no 744]
  4. Abaan bin ‘Utsman Al Ahmar, Al Hilliy menukil dari Al Kasyiy bahwa terdapat ijma’ menshahihkan apa yang shahih dari Aban bin ‘Utsman, dan Al Hilliy berkata “di sisiku riwayatnya diterima dan ia jelek mazhabnya” [Khulashah Al ‘Aqwaal Allamah Al Hilliy hal 74 no 3]
  5. Al Harits bin Mughiirah meriwayatkan dari Abu Ja’far, Ja’far, Musa bin Ja’far dan Zaid bin Aliy, tsiqat tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 139 no 361]
  6. Abdul Malik bin A’yun termasuk sahabat Imam Baqir [‘alaihis salaam] dan Imam Shadiq [‘alaihis salaam], disebutkan dalam riwayat shahih oleh Al Kasyiy mengenai kebaikannya dan istiqamah-nya [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 356]. Allamah Al Hilliy memasukkannya ke dalam daftar perawi yang terpuji atau diterima di sisinya [Khulashah Al Aqwaal hal 206 no 5]

Riwayat Al Kasyiy di atas tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi karena dalam lafaz riwayat-nya memang tidak terdapat kata-kata kafir atau murtad. Riwayat diatas menjelaskan bahwa para sahabat telah celaka dan mengalami kesesatan [karena perkara wilayah] tetapi hal ini tidaklah mengeluarkan mereka dari Islam sebagaimana telah ditunjukkan riwayat shahih sebelumnya.
.

.

Riwayat Kedua

حمدويه، قال حدثنا أيوب عن محمد بن الفضل وصفوان، عن أبي خالد القماط، عن حمران، قال: قلت لأبي جعفر عليه السلام ما أقلنا لو اجتمعنا على شاة ما أفنيناها! قال، فقال: الا أخبرك بأعجب من ذلك؟ قال، فقلت: بلي. قال: المهاجرون والأنصار ذهبوا (وأشار بيده) الا ثلاثة

Hamdawaih berkata telah menceritakan kepada kami Ayuub dari Muhammad bin Fadhl dan Shafwaan dari Abi Khalid Al Qamaath dari Hamran yang berkata aku berkata kepada Abu Ja’far [‘alaihis salaam] “betapa sedikitnya jumlah kita, seandainya kita berkumpul pada hidangan kambing maka kita tidak akan menghabiskannya”. Maka Beliau berkata “maukah aku kabarkan kepadamu hal yang lebih mengherankan daripada itu?”. Aku berkata “ya”. Beliau berkata “Muhajirin dan Anshar meninggalkan [dan ia berisyarat dengan tangannya] kecuali tiga [Rijal Al Kasyiy 1/37 no 15]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya shahih berdasarkan standar ilmu Rijal Syi’ah berikut keterangan mengenai para perawinya

  1. Hamdawaih bin Nashiir dia seorang yang memiliki banyak ilmu dan riwayat, tsiqat baik mazhabnya [Rijal Ath Thuusiy hal 421]
  2. Ayuub bin Nuuh bin Daraaj, agung kedudukannya di sisi Abu Hasan dan Abu Muhammad [‘alaihimus salaam], ma’mun, sangat wara’, banyak beribadah dan tsiqat dalam riwayatnya [Rijal An Najasyiy hal 102 no 254]
  3. Shafwaan bin Yahya Abu Muhammad Al Bajalliy seorang yang tsiqat tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 197 no 524]
  4. Yaziid Abu Khalid Al Qammaath seorang yang tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 452 no 1223]
  5. Hamran bin A’yun termasuk diantara Syaikh-syaikh Syi’ah yang agung dan memiliki keutamaan yang tidak diragukan tentang mereka [Risalah Fii Alu A’yun Syaikh Abu Ghalib hal 2]

Riwayat Al Kasyiy di atas juga tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi karena tidak ada dalam riwayat tersebut lafaz kafir atau murtad. Riwayat ini menunjukkan bahwa para sahabat meninggalkan Imam Aliy dan membaiat khalifah Abu Bakar [radiallahu ‘anhu] sepeninggal Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

Dan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih sebelumnya bahwa mereka telah tersesat tetapi hal itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam.

Para sahabat Nabi yang tidak membaiat Imam Aliy  telah tersesat karena menurut mazhab Syi’ah, Imamah Aliy bin Abi Thalib telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Tetapi walaupun begitu disebutkan juga dalam hadis shahih mazhab Syi’ah bahwa kesesatan para sahabat (yang hidup pasca wafat Nabi SAW) tersebut tersebut tidak lah mengeluarkan mereka dari islam

PESAN SYIAH ALI BIN ABI THALIB UNTUK ISIS : “Tidak Akan Pernah Membiarkan Bendera Al Husain Jatuh”

Hezbollah leader Hassan Nasrallah speaks in his first public appearance since 2008, during Ashura day

Kelompok Syiah Hizbullah Lawan ISIS

KETUA gerakan Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrallah mengklaim bahwa kelompok milisi Syiah Hizbullah mulai memerangi ISIS di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon.

“Pertempuran dengan Daesh di Qalamun telah dimulai, di timur gunung rantai dan di perbatasan Suriah-Lebanon,” kata Hassan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi, mengacu dengan usaha ISIS untuk menguasai daerah tersebut.

Nasrallah mengatakan bentrokan sengit telah meninggalkan puluhan anggota ISIS tewas, dan pasukan Hizbullah telah hilang, tanpa menentukan jumlah yang pasti.

“ISIS memulai pertempuran, namun kami juga akan terus melakukan pertempuran,” ungkap Nasrallah.

Hizbullah telah melakukan intervensi militer di Suriah atas nama Presiden Bashar al-Assad. Mereka mengatakan langkah itu adalah untuk melindungi Lebanon dari ancaman ISIS dari negara tetangganya, Suriah.

ISIS telah membuat serangkaian keuntungan besar di Suriah dan Irak dalam beberapa bulan terakhir. Nasrallah bersumpah pada Rabu (10/6/2015) untuk mengelar pertarungan dengan kelompok ISIS.

“Saya yakinkan Anda bahwa kekalahan akan datang pada ISIS. Ini hanya masalah waktu, dan kami tidak terburu-buru,” kata Nasrallah.

Stasiun televisi resmi Hizbullah Al-Manar, yang menyiarkan pernyataan Nasrallah, sebelumnya telah menyiarkan rekaman video tentang mayat-mayat di medan berbatu. Televisi Al-Manar menyebut para korban berasal dari kelompok ISIS.

AS : Untuk Hancurkan ISIS Harus Kalahkan Ideologinya
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan semua anggota koalisi internasional yang menentang kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS sepakat bahwa ideologi kelompok itu harus dihancurkan.
Ia mengatakan penting untuk menghancurkan ideologi, pendanaan dan perekrutan.

“Daesh (Negara Islam) masih melakukan kejahatan membahayakan namun ada konsensus bahwa momentum yang mereka lakukan dua setengah bulan lalu telah terhenti,” kata Kerry.

Tetapi untuk menghancurkan ISIS harus “mengalahkan ideologi, pendanaan, perekrutan dan menangani penderitaan yang mereka akibatkan pada rakyat di kawasan”.

Saat ditanya tentang laporan bahwa jet Iran yang tertangkap kamera terbang di atas Irak, Kerry mengatakan, “Bila Iran menghadapi (ISIS) di tempat tertentu … tentu akan ada dampaknya dan akan positif.”

Namun ia menolak untuk berkomentar apakah serangan Iran telah terjadi.

Ia mengatakan tergantung Iran dan Irak untuk melakukannya.

Namun ia menyatakan Amerika tidak mengkoordinasikan operasi militer dengan Iran.

Inilah Perbedaan Arab Saudi dengan Iran, 9 perbedaan syari’at Islam antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Islam Iran

Republik Islam Iran merupakan negara Islam yang mengusung syariat Islam tinggi-tinggi sebagai dasar negaranya.

Tidak ada negara maju dengan syariat Islam

Berikut, 9 perbedaan antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Islam Iran, ditinjau dari sisi syariat Islam:

Pertama, Kerajaan Arab Saudi bersifat kerajaan yang mengadopsi sistem pemerintahan jahiliyah yang kalau sekiranya itu baik, tentu Rasulullah Saw dan keempat khulafaur rasyidin akan melakukannya. Konstitusi negara Saudi mengacu pada Al-Qur’an dan Assunnah berdasarkan pemahaman Salafush Saleh yang telah disesuaikan dengan kehendak kerajaan, yang tidak sesuai dengan kepentingan raja akan direvisi, dihapus atau mengalami adaptasi/pemakluman yang penting rajanya masih shalat. Keseluruhan pejabat pentingnya termasuk kepala negara/raja secara mutlak ditetapkan hanya untuk keluarga Su’ud, dan kabilah lain diharamkan untuk bisa menjadi pejabat apalagi kepala negara.

Republik Islam Iran dalam memilih pemimpin tertinggi [Rahbar/Wali Faqih] mengadopsi sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama besar yang ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan [ini pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab untuk menetapkan khalifah penggantinya], sementara pemilihan Presiden diserahkan kepada rakyat dengan mengadopsi  sistem demokrasi yang telah disesuaikan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Jika Su’ud mendirikan nama negara dengan nama kabilahnya dan memperuntukkan kedudukan raja dan posisi penting hanya untuk keturunannya tidak peduli layak atau tidak, Imam Khomeini mendirikan negara dengan nama al-Jumhuriyah al-Islamiyyah Iran [Republik Islam Iran] dan mewariskan sistem Wilayatul Faqih yang hanya membolehkan orang-orang yang layak dan kafabel untuk menjabat kedudukan penting dipemerintahan, darimanapun asalnya.

Jika di Saudi, kedudukan ulama dibawah raja dan tidak memiliki kedudukan politik dan hanya mengurusi masalah fiqh, fatwa-fatwanya pun mendapat intervensi dari kerajaan, sementara di Iran posisi ulama diatas Presiden  dan memiliki kewenangan dan kekuasaan yang lebih besar dari Presiden. Fatwa dan intruksi ulama yang menjadi wali faqih, wajib dikerjakan presiden.

Kedua, Kerajaan Arab Saudi ketika mendapat ancaman agresi dari Irak dibawah rezim Saddam Husain, mengemis bantuan keamanan dari Amerika Serikat, sehingga sampai saat ini ada 5 pangkalan militer AS di wilayah Arab Saudi yang mendapat legitimasi fatwa mufti Arab Saudi, hubungan diplomatik antara kedua negara ini juga sangat akrab, dilihat pejabat penting kedua negara saling mengunjungi.  Persenjataan dan semua kebutuhan militer Arab Saudi disediakan dan dibuat oleh AS, sehingga tidak satu kalipun kita mendengar Arab Saudi memiliki ilmuan yang ahli membuat senjata sendiri ataupun  menemukan senjata model mutakhir .

Sedangkan Iran pasca terjadi revolusi Islam, AS justru diusir dari Iran, perusahaan-perusahaannya dinasionalisasi, aset-asetnya dibekukan, dan sampai saat ini jangankan pangkalan militer, kedubes AS saja tidak ada di Iran. Sejak 1979 tidak ada satupun presiden  AS yang mengunjungi Iran, hubungan diplomatik antar kedua negara ini sangat tegang, bahkan saling menebar ancaman. Berbeda dengan Saudi yang menggantungkan kebutuhan militernya pada AS, Iran memproduksi sendiri.

Bahkan ilmuan-ilmuan Iran berhasil menguasai tekhnologi nuklir yang membuat AS khawatir, sehingga merasa perlu mengajak negara-negara lain untuk mengembargo Iran agar menghentikan pengembangan tekhnologi nuklirnya. Iran tidak hanya produktif menemukan senjata mutakhir, juga berhasil membuat satelit secara mandiri tanpa bantuan dari satu negara manapun. Nama satelitnya Amid, yang artinya harapan.

Ketiga, Kerajaan Arab Saudi mengharamkan orang-orang kafir menjabat dalam pemerintahannya namun tidak mengharamkan membantu orang-orang kafir untuk memerangi umat Islam khususnya menjaga eksistensi Israel dan menjaga kepentingan-kepentingan AS di Timur Tengah. Raja dan pejabat-pejabat penting Saudi akrab dan menjalin hubungan yang erat dengan tokoh-tokoh penting dari kalangan orang-orang kafir.

Bahkan dalam operasi penyerangan ke Yaman, Arab Saudi melakukan konsultasi dan meminta pertimbangan dari sekutunya yang merupakan negara-negara non muslim. Di Arab Saudi, AS dan Israel dilarang keras untuk dikecam ditempat-tempat umum, termasuk membakar bendera dan simbol-simbol kedua negara yang menjadi musuh umat Islam tersebut.

Republik Islam Iran sebagai negara republik yang mengadopsi sistem demokrasi, maka perwakilan-perwakilan kelompok minoritas mendapat hak diparlemen, bahkan termasuk Yahudi namun dengan syarat perwakilan-perwakilan tersebut anti Zionisme dan anti AS. Komunitas Yahudi Iran ketika diminta rezim Israel untuk bergabung dengan Israel, dengan tegas mereka menolak, bahwa pendirian negara Israel adalah bid’ah dalam agama Yahudi.

Di Iran, AS dan Israel sebagai musuh umat Islam sering dikecam dan dilaknat di mimbar-mimbar dan tempat-tempat terbuka oleh para khatib dan orator. Setiap aksi demonstrasi  rakyat Iran menentang kebijakan luar negeri AS dan Israel, selalu ada aksi pembakaran bendera dan simbol penting kedua negara tersebut.

Keempat, Arab Saudi melarang pembangunan ibadah orang-orang kafir, namun memberi izin seluas-luasnya untuk orang-orang kafir menanam investasi dan mengembangkan bisnisnya di wilayah Arab Saudi. Karenanya jangan heran, jika mall-mall mewah dan gedung-gedung pencakar langit di kota-kota besar Arab Saudi dipenuhi oleh produk-produk AS dan Barat, yang tidak jarang keuntungannya justru untuk menjajah dan memperbudak negara-negara muslim.

Republik Islam Iran sebagai negara yang toleran pada pengikut agama-agama dunia, tempat-tempat ibadah jelas saja diperbolehkan untuk didirikan, termasuk masjid yang khusus dikelola umat muslim Sunni, di Tehran ibu kota Iran terdapat  7 masjid Ahlus Sunnah ditempat-tempat strategis. Meskipun hampir 100% warga kota Tehran adalah muslim Syiah.  Kedutaan besar negara-negara sahabat yang Sunni, tetap mendapat izin untuk mendirikan masjid di areal kedutaan mereka.

Kelima, Arab Saudi membolehkan shalat Jum’at diselenggarakan disetiap masjid, meskipun masjid tersebut saling berdekatan. Sedangkan Republik Islam Iran tidak membolehkan shalat Jum’at diselenggarakan di satu kota kecuali di satu tempat. Sehingga shalat Jum’at di kota-kota besar Iran  dihadiri sampai jutaan jama’ah  yang meluber sampai kejalan-jalan. Tentu hal ini membuat hari Jum’at menjadi semakin semarak, dan implementasinya sebagai hari raya umat Islam bisa benar-benar dirasakan, terlebih lagi, jamaah jum’at juga diikuti oleh kaum muslimah Iran.

Keenam, Arab Saudi mengharamkan nikah mut’ah namun sesuai fatwa mufti kerajaan Syaikh bin Baz nikah misyar diperbolehkan. Nikah misyar adalah nikah dengan niat cerai yang memang pernikahan tersebut diniatkan tidak akan berlangsung dalam tempo yang lama. Dengan kebolehan ini, turis-turis Arab ketika berwisata ke Indonesia tidak jarang dari mereka sembari menikah dengan warga setempat, dengan niat jika masa liburan telah habis, maka akan menceraikan istri yang dinikahinya di Indonesia. Era Muslim pernah menulis, Indonesia dimata turis Arab adalah obyek wisata seks. Sementara Iran membolehkan nikah mut’ah dengan ketentuan-ketentuan yang ketat dan diatur UU karena itu yang mempraktikkannya secara resmi sangat jarang, sementara nikah misyar diharamkan di Iran karena memang tidak ada tuntunannya dalam syariat.

Di Saudi praktik poligami sangat membudaya dan familiar, terutama dari kalangan keluarga kerajaan dan ulama-ulama, sementara di Iran poligami sangat sedikit dipraktikkan. Perempuan-perempuan di Iran mendapatkan hak politik, bahkan menduduki jabatan penting pemerintahan, seperti menteri, wapres dan juru bicara kepresidenan. Sementara di Saudi, jangankan menjabat kedudukan politik, perempuan tidak memiliki hak suara politik sama sekali, bahkan sekedar menyetir mobil pun aturan kerajaan menyebutkan, haram bagi perempuan untuk melakukannya.

Ketujuh, Arab Saudi menghancurkan patung-patung dan tempat-tempat yang dikeramatkan termasuk  peninggalan-peninggalan situs Islam yang berharga: pemakaman baqi yang diratakan dengan tanah, rumah istri Nabi Sayyidah Khadijah dihancurkan kemudian diatasnya dibangun WC umum, sementara gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel dan tempat perbelanjaan yang super mewah dibiarkan menjamur, bahkan disisi Ka’bah dibangun menara jam super tinggi dengan simbol tanduk syaitan dipuncaknya.

Sementara di Iran kuburan-kuburan dijaga dan dilestarikan. Kuburan ulama-ulama dan pahlawan-pahlawan nasional serta tokoh-tokoh Iran tempo dulu dibangun  megah dan asri sehingga menjadi tempat wisata dan ziarah bagi orang-orang Iran. Tujuannya, selain untuk mengingatkan akan kematian, meski dalam keadaan sedang bersantai dan berlibur, juga untuk merawat ingatan akan masa lalu, bahwa kebesaran dan kemenangan hari ini, berkat perjuangan dan pengorbanan orang-orang terdaulu.

Kedelapan, Ketika rezim Israel memborbardir Gaza dan Palestina, ulama-ulama dan pejabat penting Iran sontak mengecam dan mengutuk agresi tersebut, bahkan sampai saat ini, tema-tema khutbah dan ceramah ulama-ulama besar Iran melulu seputar dukungan moralitas rakyat Iran akan perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaannya. Iran membantu persenjataan Hizbullah dan HAMAS dalam kontak senjata dengan militer Israel.

Sementara ulama-ulama Arab Saudi bungkam saja dengan agresi militer Zionis yang membantai umat Islam di Gaza, bahkan sebaliknya ketika Hizbullah yang berperang dengan Zionis mereka gelari Hizbusysyaitan dan mengharamkan untuk membantu dan mendukung Hizbullah, karena Hizbullah bermazhab Syiah. Jika Iran mendukung HAMAS yang menuntut kemerdekaan Palestina dan menolak keberadaan Israel, Saudi mendukung PLO yang menerima kedaulatan Israel.

Ke Sembilan

Ketika Syiah Houthi berhasil menduduki Yaman, dan mengusir presiden Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi melalui gerakan rakyat yang didukung semua elemen rakyat Yaman, Arab Saudi mengerahkan  150 jet tempur untuk menyerang Yaman yang dibantu oleh 10 negara bahkan termasuk AS dan jet tempur Israel.

Sementara Iran hanya membantu Syiah Houthi dalam bentuk dukungan moral, karena yakin, tanpa perlu turut campur langsung dalam konflik, rakyat Yaman adalah pejuang tangguh yang mampu  mengatasi kesulitannya sendiri, sebagaimana rakyat Iran diawal revolusinya yang diserang Irak yang didukung negara-negara Arab, Barat, AS dan Israel, tanpa perlu mengemis bantuan dari negara lain, kecuali bergantung kepad Allah Swt.  Saudi?.

Diancam akan diserang oleh Saddam Husain dan khawatir akan perkembangan Iran, buru-buru bersembunyi dibalik ketiak AS, meskipun harus menjadi negara boneka yang bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Syari’at Islam Di Saudi Arabia Wahabi Hanya Untuk Rakyat Kecil.. Kisah Tanduk Setan Najd

Uang islam untuk foya-foya ke PSK.WEBM

Pangeran Arab Saudi menghabiskan uang haij, pajak, hasil minyak dll habis sekejab untuk pelacur.
Kalau memang mereka kelebihan uang, kenapa tidak disumbangkan ke negara muslim miskin? Seperti SOMALIA

.

Dalam Hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain,
Nabi saw bersabda, “Di Najd, akan muncul generasi pengikut Setan”. Menurut para ulama, maksud generasi pengikut Setan dalam Hadis ini adalah kaum Wahabi. Pada hadits lainnya dijelaskan oleh Rasulullah bahwa dari arah Najd akan timbul dua tanduk iblis. Sekarang kita bertanya-tanya siapakah gerangan? Yakni Musailamah Al Kadzab dan Muhamad Bin Abdul Wahhab. Keduanya datang dari arah itu

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

Pangeran Al Walid bin Talal, cucu pendiri Arab Saudi

cucu pendiri Arab Saudi, Pangeran Al Walid Bin Talal ramai menghebohkan media massa Barat. Dia hendak menyubsidi taman hiburan Euro Disney di Paris, Prancis, yang terlilit utang USD 1,2 miliar. Analis bilang hanya orang gila bilang bisnis itu punya masa depan.

Pangeran Walid memiliki 10 persen saham dari taman hiburan yang dikendalikan Walt Disney tersebut. Dia yakin, bisnis wahana tokoh-tokoh kartun itu masih bisa meraup untung, seperti dilansir the Telegraph, 12 Oktober 2014.

Bukan kali ini saja Walid menghabiskan duitnya dengan cara nyeleneh. Dia dan sesama pangeran Negeri Petro Dollar lainnya, dikenal suka membelanjakan kekayaan pada hal-hal aneh. Termasuk bermain lempar orang cebol. Pernah juga Walid iseng membeli pesawat Boeing, untuk kemudian dijual lagi.

Kendati demikian, Walid bukan tipe pangeran Arab yang cuma mengandalkan duit hasil penjualan minyak. Dia justru mengkritik Kerajaan Arab Saudi, lantaran tak punya cara lain mencari uang ketika harga minyak dunia turun hingga USD 100 per barel seperti sekarang.

Walid memiliki bisnis investasi, diberi nama Kingdom Holding Investment, dan kini dia masuk jajaran pengusaha terkaya sedunia. Tapi itu tetap tak menutup fakta bahwa dia salah satu pangeran paling gemar berfoya-foya. Dan modal awalnya berinvestasi juga dari sang ayah, hasil ekspor minyak.

1.Pangeran Walid beli pesawat berisi spa
Pangeran Al Walid Bin Talal dari Arab Saudi salah satu dari 20 orang terkaya versi majalah Forbes sering menjadi bahan pemberitaan lantaran gemar buang duit demi mengikuti hawa nafsunya akan barang-barang mewah.

Empat tahun lalu dia menjadi perbincangan dunia saat membeli sebuah mobil Marcedes Benz bertaburkan berlian di sekujur kendaraan itu sampai bagian knalpot. Harganya lebih dari Rp 650 miliar. Maret tahun ini dia juga membuat gebrakan membeli sebuah pesawat bahkan terlalu mewah untuk ukuran pangeran.

Waleed membeli pesawat berjenis Airbus A380 bisa menampung 800 penumpang seharga Rp 3,6 triliun. Dia juga menggelontorkan dana untuk mendandaninya, sampai menghabiskan duit Rp 2,4 triliun.

Pesawatnya sangat spektakuler dan dilengkapi dengan ruang spa, mandi uap, jamuan makan mewah, bertingkat, bahkan ada televisi di lantai. Tak ketinggalan musala kecil dengan lantai bergerak dan siapa pun salat langsung dihadapkan ke kiblat.

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang
2.Pangeran Saud sewa Disneyland buat wisuda

Kelakuan Pangeran Fahd al-Saud dari Arab Saudi tak jauh beda dengan Pangeran Al Walid Bin Talal. Akhir Mei 2014, dia menyewa Disneyland di Ibu Kota Paris, Prancis hanya untuk merayakan kelulusan dari jenjang strata satu di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Dia juga mengajak sekitar 60 orang untuk ikut berpesta di taman bermain itu. Seluruh pengunjung lain tidak diperkenankan masuk. Bukan hanya sehari. Fahd menjadi raja selama tiga hari di Disneyland Paris.

Dana dikeluarkan tidak tanggung-tanggung. Dalam tiga hari dia menghabiskan sekitar Rp 450 miliar dan itu disebutnya masih murah sebab saat dia menyewa bukan di musim liburan.

3.Pangeran al-Saud doyan pesta bugil bareng cowok

Ini salah satu pangeran kemenakan Al Walid paling kontroversial karena penyuka sesama jenis. Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud, oleh banyak pihak diakui sebagai seorang gay.

Dia gemar menyewa penari-penari bugil sesama jenis untuk memuaskan syahwatnya.

Menurut keterangan dari pembantunya bernama Abdul Aziz, Pangeran Saud rutin keliling dunia, menginap di hotel mewah, menghabiskan waktu berbelanja, makan malan di restoran mahal, dan menenggak sampanye serta koktail hingga mabuk.

Namun, beberapa tahun lalu Abdul Aziz ditemukan tewas tanpa sebab jelas. Spekulasi bermunculan, bahwa tindakan itu didalangi Pangeran Saud supaya pembantunya yang sudah menemui media itu tak lagi buka mulut.

Informasi bahwa dia homoseksual mengancam karirnya di kerajaan. Buat orang-orang Saudi, pecinta sesama jenis dianggap lebih najis dari pembunuh atau pemerkosa.

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

4.Pangeran Arab bayar Rp 6,5 M kencani artis HollywoodSeorang pangeran asal Arab Saudi namanya dirahasiakan, diyakini menyewa pesohor Hollywood Kristen Stewart sebesar Rp 6,5 miliar demi berkencan seperempat jam dengan artis itu.

Stewart yang terkenal dengan film Twilight membenarkan dia bertemu dengan pangeran itu Desember 2013. Namun mereka tidak berkencan apalagi melayani sang pangeran dalam tanda kutip. Gadis 23 tahun itu menyebutkan dia hanya bertatap muka dan berbincang dengan pangeran tersebut.

Sejumlah media tidak yakin jika Stewart hanya berbincang saja tanpa ada ‘kegiatan’ lain. Sedikit fakta lucu, sang artis itu tidak dibayar dengan cek, melainkan uang tunai.

.
Rasulullah s.a.w telah mengingatkan umat Islam antara bahaya yang besar diakhir zaman adalah munculnya fitnah dan setan dari Najd, sekarang ini dinamakan Riyadh iaitu pusat pemerintahan kerajaan Saud di Saudi Arabia.
 .
Kemunculan Saudi Arabia itu sendiri merupakan satu episod kelam umat Islam kerana ia secara rasminya menumbangkan kerajaan khalifah yang telah tertegak hampir 1000 tahun. Pengasas kerajaan tersebut, Abdul Aziz Ibn Al Saud bersama dengan pemimpin kabilah yang lain, semuanya telah diberi habuan rasuah, menyokong dan memberi bantuan sepenuhnya kepada British dan Zionist bagi menumbangkan kerajaan Othmaniyyah di Turki dan menghapuskan Islam dari sana (penguasaan Atartuk).
.
Sebagai balasannya, British melalui perjanjian Treaty of Friendship pada 1916, telah menobatkan Abdul Aziz Ibn Al Saud sebagai pemimpin dengan penguasaan terhadap Najd dan penawanan Riyadh.
405290_354862167922978_1000541993_n

Secara etimologi, kata Najd adalah dataran tinggi (tanah yang tinggi), sedangkan kata Iraq secara etimologi bermakna “tanah sepanjang tepian sungai” atau “daerah yang terletak di antara sungai-sungai”.

Faktanya, nama-nama tersebut memang menerangkan kondisinya masing-masing yang sebenarnya. Najd berada di daerah gurun pedalaman di dataran tinggi sedangkan Irak berada di sekitar sungai eufrat dan sungai tigris yang subur.

Iraq (terutama daerah di antara sungai Euphrates & Tigris) terletak di dataran rendah. Kota Baghdad sendiri (ibukota Irak) juga berada di dataran rendah. Hal ini berbanding seratus delapan puluh derajat dibandingkan dengan kota Riyadh (ibukota Saudi) yang berada di wilayah Nejd dan berada di dataran tinggi. Pendapat Wahabi yang mengatakan bahwa maksud ”Nejed” dalam riwayat hadits di atas bukanlah nama negeri tertentu, tetapi untuk setiap tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya.

Kemudian hal tersebut dijadikan hujjah untuk pendapat “Nejed adalah Irak” maka hal ini sangat lucu dan tidak logis sebab faktanya Irak berada di dataran rendah. Sebagian wahhabi telah melakukan takwil dan tafsir secara ngawur dari sisi bahasa. Sebagian lainnya hanyalah melakukan taqlid buta tanpa menggunakan akalnya untuk berfikir.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata [Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [Shahih Bukhari 2/33 no 1037].

Husain bin Hasan memiliki mutaba’ah yaitu Azhar bin Sa’d yang meriwayatkan dari Ibnu ‘Aun dari Nafi dari Ibnu Umar secara marfu’ juga dengan lafaz Najd [Shahih Bukhari 9/54 no 7094].

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan, fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Hadis riwayat Ibnu Umar ra :

Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

Tak bisa dibantah lagi sebagai penguat di atas penguat hadis-hadis di atas : “Sholat subuhlah kemudian tahanlah (janganlah sholat lagi) ketika matahari terbit hingga meninggi karena sesungguhnya ketika itu matahari terbit diantara dua tanduk setan. (HR. Muslim 832).

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya yang berkata telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb yang berkata telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata dan Beliau menghadap ke arah timur “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, dari arah munculnya tanduk setan” [Shahih Muslim 4/2228 no 2905].

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Harun yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Fuuraan yang berkata telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Aamir yang berkata telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Yahya bin Sa’id dari Salim dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke arah matahari terbit seraya berkata “dari sini muncul tanduk setan, dari sini muncul fitnah dan kegoncangan dan orang-orang yang bersuara keras dan berhati kasar [Mu’jam Al Awsath Thabrani 8/74 no 8003 – HR Thabrani dengan sanad shahih].

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap ke arah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410].

Banyak hadits yang saling menjelaskan. Arah tanduk syaithan adalah arah timur (arah matahari terbit). Sedangkan arah timur yang dimaksudkan adalah dilihat dari kota Madinah. Kota tempat di mana Rasulullah memberikan peringatan dengan menunjukkan tangannya ke arah timur (arah matahari terbit). Kota Riyadh yang berada di wilayah Nejd (Arab Saudi) tepat berada di timurnya Madinah. Sedangkan Irak berada di timur lautnya Madinah (terletak di timurnya Syam atau utaranya Najd).

Kesimpulannya:

Salafy – Wahhabi yang memahami timurnya Madinah adalah Irak berarti kurang faham geografi dengan mencari-cari takwil yang aneh-aneh. Bukan hanya mendahulukan pendapat daripada nash-nash Al Qur’an dan Sunnah, namun juga membuat takwil yang tidak logis dan tidak masuk akal. Ciri mereka ini mirip sekali dengan ciri Islam ekstrim kanan (kaum khawarij) yang meninggalkan akalnya untuk berfikir (berfikir sempit/dangkal) sehingga menginterpretasikan dalil secara tidak ilmiah.

Mereka kebalikan dari kaum mu’tazilah yang membebaskan akalnya secara liar dan memahami Islam secara liberal. Sedangkan kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah yang asli sudah seharusnya berada di jalan tengah (moderat/umatan wasathan) dalam menggunakan akalnya.

Mereka menggunakan hadis yang sudah berubah matan “MASYRIQ=TIMUR” diubah matannya menjadi “IRAQ” disebabkan cacat pada diri ubaidillah bin abdillah bin ‘aun dan ziyad bin bayaan.

TUJUH FAKTA NAJD BUKAN IRAQ : 

1 – Negeri yang didoakan Rasulullah adalah negeri-negeri yang telah masuk islam sebahagian penduduknya, sebahagian ahli Syam telah mendatangi Nabi s.a.w. dan mengucap kalimat dua Syahadah, penduduk Yaman mendatangi Rasul dan memeluk islam ketika itu, sementara penduduk daerah Iraq tidak ada yang datang ke hadapan Rasul, bahkan mereka masuk islam pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khatab ketika penaklukkan negara Farsi, sementra penduduk Najd ( tempat kelahiran pemimpin wahabi ) telah berbondong-bondong pergi ke Madinah untuk memeluk islam, bagaimana boleh didalam hadis menyebutkan kalimat ” di Nejd kami ” sementara Iraq belum jatuh ke tangan umat islam, dan masih di pegang oleh negara Farsi, ungkapan kami di sini memiliki dua makna :Yang pertama : Para sahabat yang bersama Rasul, dan mereka bermaksud bahwa ungkapan kami adalah makna kepemilikan Iraq, dan ini mustahil sebab Iraq belum jatuh ketangan umat Islam.

Yang kedua : Utusan yang datang dari Najd, jikalau Najd itu Iraq, maka sesuatu yang mustahil sebab tidak ada riwayat yang mengatakan adanya utusan kaum yang datang dari Iraq, maka mestilah Nejd tersebut bahagian negara yang dikenal yaitu Riyahd dan sekelilingnya.

Sementara kalimat ” kami ” pada negeri Syam, karena telah datang sebahagian utusan negeri Syam ke Madinah untuk memeluk islam dan di Syam terdapat Baitul Maqdis, dan tempat para nabi-nabi terdahulu.

2 – Rasul mengatakan bahwa Najd adalah tempat keluarnya tanduk syaiton, terlepas dari hakikat ataupun majaz, tapi yang dimaksud adalah orang yag membawa kesesatan dan fitnah bagi umat islam dan mereka tergolong dari orang – orang kafir, karena Syaitan pemimpin orang-orang kafir dan menyesatkan orang, ini sangat jauh sekali keadaannya dengan fitnah yang berlaku di Iraq, pembunuhan Imam Ali r.a di tangan orang – orang Khawarij suatu fitnah yang lebih kecil di bandingkan dengan fitnahnya Musailamah al-Kadzab yang berasal dari Yamamah Nejd ( Riyadh sekarang ), yang telah mengaku nabi dan membunuh puluhan para sahabat sehingga Umar bin Khatab menjadi sangat takut sekali akan habisnya penghafal al-Qur`an disebabkan serangan Musailamah, Musailamah dan pengikutnya tergolong orang-orang yang kafir dan menyesatkan orang lain, sementara orang-orang Khawarij masih dalam keadaaan islam sebagaimana didalam riwayat Ibnu Abbas dari Imam Ali di dalam Sohih Bukhari, tetapi mereka pelampau yang keluar dari batasan, demikiannya juga pandangan ulama ahlus Sunnah bahwa khawarij telakeluar dari jama`a tetapi tidak keluar dari islam, dengan demikian tahulah kita bahwa fitnah yang terdapat di Yamamah ( Najd ) lebih besar dari fitnah yang berada di Iraq, di Najd juga tedapat khawarij dan golongan Qaramithoh yang kafir.

3 – Kita mengetahui bahwa Iraq adalah negeri yang berkat juga, bukti keberkatan Iraq adalah pindahnya ulama-ulama besar dari golongan sahabat ke Iraq seperti Imam Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas`ud, Anas bin Malik, `Ammar bin Yasir, Hudzaifah bin Yaman, Sa`ad bin Abi Waqash, Imran bin Hushain, jikalau negeri Iraq tidak berkat bagaimana boleh para sahabat pindah ke Iraq berbondong-bondong. Di negeri Iraq pula terbitnya banyak ulama hadis dan mazhab ahlussunnah seperti mazhab Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Sufyan bin Uyaynah, timbulnya di baghdad ulama dan fakar-fakar qira`ah dan Nahu, berbeda dengan Najd Yamamah yang tidak terdapat sedikitpun para sahabat yang bermukim di situ bahkan para sahabat datang ke Najd Yamamah untuk memerangi orang kafir dan murtad pengikut Musailamah, bagaimana boleh kita katakan bahwa Iraq tempat yang terkutuk dan tidak berkat, sementara Iraq telah mengeluarkan jutaan ulama, kenapa wahabi mengikuti mazhab Hanbali sementara Imam Ahmad berasal dari Iraq.

4 – Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.

5 – Hadis Rasulullah s.a.w. yang berbunyi :

عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : ” ألا إن

الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري

Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. beliau mendengar Rasul bersabda dalam keadaan mengarah ke bahagian arah timur Madinah : ” Ingatlah bahwasanya fitnah datang dari sana dari tempat terbitnya tanduk syaitan. ( H.R .Bukhari no : 7093 ).

Bahagian timur Madinah adalah Nejd ( bahagian Yamamah, Dir`ah, dll ) bukan Iraq, ini jelas kalau kita melihat peta, adapun para ulama yang menafsirkan timur tersebut ke arah Iraq telah tersalah dengan kenyataan dan ilmu zaman sekarang, karena timurnya Madinah bukan Iraq.

6 – Hadis Rasulullah s.a.w yang menyuruh penduduk Nejd agar berniat ihram dari Qar nu Manazil.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : أمر رسو ل الله صلى الله عليه وسلم أهل المدينة أن يهلوا من ذي

الحليفة، وأهل الشام من الجحفة وأهل النجد من قرن المنازل .رواه مالك ، كتاب الحج باب مواقت الإهلال

Artinya : Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qar nu Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ).

Sementara lafaz didalam Shahih Bukhari ialah :

عن ابن عمر : وقّت رسول الله صلى الله عليه وسلم قرنا لأهل نجد ، والجحفة لأهل الشام وذا الحليفة لأهل

المدينة، قال : سمعت هذا من النبي صلى الله عليه وسلم ، وبلغني أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :  و لأهل اليمن يلملم ” وذكر العراق فقال : لم يكن عراق يومئذ ( رواه البخاري . رقم : 7344

Artinya : Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata : ” Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam”. kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ).

.

Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qar nu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang).

.

7 – Adapun riwayat yang menggantikan Masyriq ( arah timur ) kepada Iraq, riwayat ini telah diubah dan tidak shahih, sebab kebanyakkan riwayat mengatakan Masyriq, adapun penafsiran Salim bin Abudullah bin Umar kepada Iraq adalah salah satu ijtihad beliau yang belum boleh dijadikan pegangan, sebab jauh penafsiran dengan Khabar-khabar dari Rasulullah saw, sebagaimana beliau pernah berijtihad untuk melarang para wanita pergi shalat ke masjid sehingga ayah beliau Abdullah bin Umar marah tidak bercakapan dengan beliau sampai Abdullah bin Umar meninggal dunia.

.

RASULULLAH MEMBEDAKAN ANTARA NAJD DENGAN IRAQ, PERHATIKAN BAIK-BAIK :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushulli yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Haasyim Muhammad bin ‘Ali dari Al Mu’afiy dari Aflah bin Humaid dari Qasim dari Aisyah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qar nu manazil dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam. [Shahih Sunan Nasa’I, no. 2656].

.

Andaikata betul najd adalah Iraq, maka pertanyaannya adalah buat apa Rasulullah membedakan penduduk Irak dengan penduduk Nejd? Lalu apa nama daerah pedalaman di sebelah timurnya Madinah? Mengapa Irak yang berada di dataran rendah diberi nama Najd (tanah yang tinggi)? Mengapa timurnya Madinah adalah Iraq, apakah Rasulullah bingung arah? Atau jika Nejd berada di Iraq, di manakah tepatnya wilayah tersebut berada? Adakah sebuah wilayah bernama “Nejd” di Irak? Fitnah apa saja yang muncul dari wilayah tersebut? Argumentasi mereka yang mengatakan bahwa Nejd adalah Iraq dan mereka ngotot mempertahankannya, bukan hanya tidak ditopang dengan dalil-dalil yang shohih & relevan tetapi juga tidak menggunakan akal sehat alias hanya memperturutkan hawa nafsu, semangat debat kusir serta kejahatan menyembunyikan kebenaran.

.

Khawarij pertama bermula dari Dzul Khuwaisirah, seorang lelaki dari Bani Tamim. Bani Tamim sendiri merupakan salah satu suku Arab Badui yang tinggal di nejd. Dia berpendapat bahwa Rasulullah tidak adil sewaktu membagi ghanimah (harta rampasan perang). Fitnah lainnya adalah nabi palsu Musailamah Al Kadzab berikut pengikutnya dari suku Arab Badui, dari wilayah Nejd. Orang-orang yang keluar dari barisan dalam perang shiffin (perang saudara sesama muslim) juga khawarij dari Arab Badui. Mereka ini berasal (bersumber) dari Nejd namun berulah (membuat fitnah) di Irak. Bahkan Ibnu Taimiyah yang dianggap salafy sebagai syaikh terbesar mereka, sependapat dalam hal ini.

.

PENGAKUAN IBNU TAIMIYAH :

Dalam kitab Naqdu al Taqdis, Ibnu Taimiyah berkata: Telah Mutawatir khobar dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bahwa fitnah dan pangkal kekufuran berasal dari timur-timur Madinah- seperti Najd dan semua daerah sebelah timurnya (Madinah) Kemudian beliau memberikan contoh yang terjadi di Najd. Tidak diragukan lagi bahwa di sana muncul kemurtadan dan hal-hal lain yang termasuk kekufuran, di antaranya Musailamah al Kadzab dan para pengikutnya, Thalihah al Asadiy dan para pengikutnya, Sujah dan para pengikutnya hingga mereka diperangi oleh abu Bakar as Shiddiq dan orang-orang mukmin yang bersama beliau. Ada yang terbunuh dan ada yang kembali sebagai mukmin maupun Munafiq.

.

PENGAKUAN WARGA SAUDI : 

Silahkan datang dan buktikan DENGAN MATA KEPALA SENDIRI ke lokasi ini dan perhatikan nama sekolah : “Madrasah Riyadh Nejd”, lokasi di jln Imam Saud bin Abdl aziz bin Muhamad, Exit 9, depan Mall City Plaza….. Riyadh najd school…

 .
Mereka sibuk menghabiskan wang berpesta semata-mata kerana unta padahal saudara Islam mereka sedang dibunuh dibumi Palestin!
 .
Saud Selamatkan Ekonomi Amerika
Salah seorang lelaki terkaya didunia sekarang ini ialah Putera Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, kerabat diraja Saudi. Kisah beliau memperolehi kekayaan secara tiba-tiba adalah sukar dipercayai dan misteri. Beliau menubuhkan syarikat sendiri pada umur 14 tahun, billionaire umur 31 tahun dan sekarang ini 56 tahun dalam senarai Forbes ke 26 terkaya didunia. Beliau menjadi perhatian masyarakat pelaburan antarabangsa apabila beliau menyelamatkan Citibank (Bank Riba Terbesar didunia – mempunyai kepentingan yahudi) dari bangkrap yang mengancam ekonomi Amerika. Beliau mendapat mandat untuk menambahkan sahamnya dalam bank tersebut ketika Saudi berkerjasama dengan tentera Amerika menakluk Iraq dalam perang teluk tahun 1991.
 .
Selepas itu beliau bekerjasama erat dengan penyangak-penyangak ekonomi yahudi mengembangkan perniagaannya tanpa mengira halal haram dari perbankan riba-kapitalis hinggalah rangkaian hotel perjudian terkemuka, Grand Monte Carlo Casino.
 .
Antara syarikat-syarikat mempunyai kepentingan yahudi yang menjadi penyumbang besar kepada Israel yang diselamatkannya dengan wang pelaburan saud ialah;  AOL, Apple Inc., MCI Inc., Motorola, Fox News, Citigroup Inc., The Plaza Hotel (New York), Fairmont Hotel, Four Seasons Hotels Inc., Mövenpick Hotels & Resorts AG,PepsiCo Inc, The Walt Disney Company, Time Warner Inc..
 .
Kita hairan kenapakah ulamak-ulamaknya yang begitu berkira dengan isu remeh-temeh tetapi mendiamkan diri terhadap tindak-tanduk golongan atasannya yang terang-terang terlibat dengan bukan sahaja dengan pekerjaan yang mungkar tetapi secara langsung bersama dengan musuh Islam!
 .
Keluarga Saud melalui Putera Alwaleed ini belum lagi merasa berpuas hati dengan pembangunan di Riyadh (Najd) sekarang ini. Benarlah ingatan Rasulullah s.a.w dalam satu hadis panjang mengenai Iman, Islam, Ehsan dan tanda-tanda kiamat; berlumba-lumbanya Arab Badui membina bangunan pencakar langit sebagai menunjukkan keangkuhan. Mereka sekarang ini merancang untuk membina bangunan pencakar langit di Riyadh (Najd) yang tiada lagi tolak bandingnya didunia ini yang dinamakan Kingdom Tower.
.
Sekali lagi pembinaan yang memberikan kepentingan kepada kapitalis dan juga penyangak ekonomi yahudi. Inilah cara yang terselindung oleh yahudi mendapatkan sumber kewangan bagi meningkatkan kekuatan Israel melalui pembiayaan kewangan secara riba-kapitalis melalui projek mega tersebut.  http://www.msnbc.msn.com/id/43988244/ns/world_news-mideast_n_africa/t/worlds-tallest-building-coming-saudi-arabia/#.TsowtHOzUwR
Bangunan pencakar langit tiada tolak bandingnya lagi!
 .
Dari manakah kekayaannya?
Satu persoalan yang ditimbulkan oleh penganalisis ekonomi antarabangsa ialah dari manakah datangnya sumber kewangan Putera Alwaleed kerana dari segi pulangan pelaburannya tidak memungkinkan beliau menguasai syarikat-syarikat gergasi tersebut. Mengikut kenyataannya beliau memulakan perniagaannya pada tahun 1979 adalah menggunakan sumber peribadinya yang diberikan oleh bapanya sebanyak $30,000. Beliau juga mendakwa menggadaikan rumahnya sebanyak $400,000 dan juga hasil elaun di raja sebanyak $15,000 sebulan. Padahal dengan jumlah sedemikian untuk sara hidup sebagai putera raja sahaja tidak mencukupi apatah lagi untuk modal empayar perniagaan berbilion dollar.
 .
Apakah beliau hanyalah orang perantara sahaja bagi pelaburan dinasti Saud? Para penganalisis ekonomi membuat analisa dan unjuran dengan segala pelaburannya diluar negara dan dalam negara Saudi hanyalah menyumbangkan 1/10 dari pendapatannya, inilah menimbulkan misteri dikalangan penganalisa. http://www.economist.com/node/187913
 .
Sebenarnya tidak ada rahsia, kekayaannya adalah bersumber dari jutaan jemaah haji yang bertandang setiap tahun ke Mekah dan Madinah, dan tentu sekali hasil minyak yang melimpah ruah yang menjadi millik keluarga di raja saud itu sendiri. http://www.forbes.com/profile/abdullah-bin-abdul-aziz-al-saud/
Umat Islam diabad ini dilalaikan dan terkeliru dengan isu sunnah-syiah hingga tidak nampak segala bahaya yang telah diberi amaran oleh Rasulullah s.a.w. Kita terutamanya mengira bahawa bahaya itu akan datang dari syiah Iran yang akan menolong yahudi satu ketika nanti tetapi tidak nampak apakah gerakan yang sedang dilakukan oleh yahudi di keliling tanah suci umat Islam sendiri. kita tidak nampak bahawa revolusi Iran pada tahun 1979 yang lalu merupakan satu tamparan kepada yahudi yang ingin menjadikan Israel Raya dengan kerjasama Shah Iran
.
Yahudi setelah berjaya menjadikan Turki sebagai negara rahsia Zionis melalui Kamal Atartuk menerima kesan yang hebat membantutkan rancangan perluasannya. Kalaulah tidak ada pertolongan Allah menegakkan revolusi Islam Iran nescaya kehidupan kita sebagai Umat Islam tidak lagi aman seperti sekarang ini, padahal dengan segala propaganda Amerika dan Zionis sekarang inipun umat Islam sudah menerima pelbagai tekanan
.
Dengan takdir Allah tabir tipudaya fitnah ini semakin tersingkap, rahsia semakin terbongkar. Siapakah musang berbulu ayam yang membuatkan dunia Islam bercelaru ketika ini akan terbongkar. Sila baca kajian yang mendedahkan tipudaya yahudi dilaman berikut;

  1. http://www.strategic-culture.org/news/2011/10/25/the-doenmeh-the-middle-easts-most-whispered-secret-part-i.html
  2. http://www.strategic-culture.org/news/2011/10/26/the-doenmeh-the-middle-easts-most-whispered-secret-part-ii.html

fitnah yang terdapat di dalam riwayat itu sesuai dengan kemunculan firqah Wahabiyah, akan tetapi kami tidak meyakininya secara pasti dan seratus persen bahwa fitnah itu adalah “Fitnah Wahabiyah”. Karena bisa jadi riwayat itu berkaitan dengan fitnah yang saat ini belum muncul.

Pangeran Terkaya di Saudi memperkosa Model Spanyol

pangeran-alwaleed-bin-talal-alsaud

Kasus tudingan perkosaan kembali menampar keluarga kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al Waleed bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company dituduh memperkosa seorang model di atas kapal mewahnya di Pulau Ibiza, Spanyol.

Tuduhan perkosaan ini sebenarnya perkara lama. Peristiwanya sempat heboh pada Agustus 2008. Kasusnya pun masuk ke pengadilan tapi berhenti di tengah jalan. Namun baru-baru ini, hakim pengadilan Spanyol berniat membuka kembali kasus ini dan memanggil Pangeran Al Waleed  untuk bersaksi.

Terhadap tudingan itu, kubu Al Waleed langsung membantah. Juru bicara Al Waleed, Heba Fatani, mengatakan, “Tuduhan itu tak beralasan. Tidak pernah terjadi. Pangeran Al Waleed saat itu (Agustus 2008) tidak berada di Ibiza. Malahan, dia tak pernah ke Ibiza selama sepuluh tahun terakhir ini.”

Ia menambahkan, keterangan pelabuhan dan data satelit kapal Al Waleed, Kingdom 5KR pun memperlihatkan posisinya tak berada di lepas pantai Spanyol maupun Ibiza. Ataupun Pangeran menyewa sebuah perahu mewah di sana.

Tudingan ini muncul kembali setelah berita New York Times yang mengatakan seorang hakim Spanyol berniat membuka kembali kasus lama tersebut. Kasusnya sudah ditutup Juli tahun lalu. Hakim di Ibiza, saat itu, mengatakan kasus dugaan perkosaan ini kurang bukti. Tapi dalam bandingnya di Pengadilan Provinsi Kepulauan Balearic, ada keputusan untuk investigasi ulang kasus ini. Termasuk mendatangkan Al Waleed ke depan meja hijau.

Siapakah Pangeran Al Waleed? Dia sosok yang terkenal di dunia bisnis. Dia juga masuk jajaran orang terkaya di Arab Saudi. Dia satu-satunya individu yang punya saham terbesar di Citigroup. Selain itu dia juga punya saham terbesar kedua di News Corp milik Rupert Murdoch. Majalah bergengsi Forbes menaksir kekayaan Al Waleed 2011 mencapai 19,4 miliar dolar AS. (Sumber)

Rahasia Pesta Miras dan Narkoba Para Pangeran Saud Di Saudi Arabia!

Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock’n’roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.

Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.

Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.

“Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal,” kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. “Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah ‘gadis panggilan’, sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, “Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu.”

Pesta bawah tanah sedang “berkembang dan berdenyut” di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.

Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. “Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan.”

Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.

Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah  begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. “Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens”

Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta  besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa “kencan” dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda !!

wahabi nggak usahlah bicara agama, ngurus negaranya saja belum bisa sudah mau ngurus orang lain

WAHABi  DENGAN GANAS MENGKAMPANYEKAN SYi’AH SESAT di web web semata mata agar dapat uang dari Saudi..

Kalau Pangeran Saudi yang Membunuh, Tidak Ada Hukuman Mati

Jumat, 2012 Desember 21

Munirah Faisal al-Saud, Pangeran Arab Saudi menilai tidak mungkin untuk menetapkan hukuman mati untuk anggota keluarga kerajaan al-Saud dengan tuduhan membunuh seorang warga dan mengatakan, “Pedang tidak memenggal kepala anggota keluarga al-Saud.”

Alalam (20/12) melaporkan, hal itu dikemukakan dalam rangka mereaksi tuntutan rakyat untuk menghukum mati salah satu anggota keluarga kerajaan al-Saud yang beberapa waktu lalu mabuk dan membunuh seorang pemuda dan melukai seorang lainnya.

Para aktivis Saudi menuntut peradilan terhadap Pangeran Turki bin Saudi bin Turki, karena telah membunuh seorang warga di timur Riyadh.

Korban aksi penembakan itu adalah Adel al-Muhaimid sementara seorang kawannya menderita luka-luka.

Munirah Faisal al-Saud dalam laman Twitternya menyatakan, “Salman bin Abdulaziz, Menteri Pertahanan Saudi mengatakan bahwa kami adalah penentu undang-undang dan pedang tidak boleh memenggal kepala kami.”

Berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, orang yang terbukti membunuh, akan dihukum mati.

 Tanggal: 2012/12/14 –
Arab Saudi:
 Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda
Seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
 
 Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
.
Pangeran Arab Saudi yang bernama Turki bin Saud, Jumat (14/12) yang sedang mabuk, menembaki seorang pemuda bernama Adel al-Muhaimid dan temannya di taman al-Tsamamah, Riyadh
.

Al-Muhaimid tewas di tangan pangeran Saudi itu. Sementara teman korban menderita luka-luka dan segera direlokasi ke rumah sakit.Para aktivis Arab Saudi di berbagai jejaring sosial menyatakan bahwa Turki bin Saud sedang mabuk ketika menembaki dua pemuda tersebut.

Pangeran Saudi Mabuk dan Tembak Mati Seorang Pemuda

Seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh.

Alalam (15/12) melaporkan, Pangeran Turki bin Saud, kemarin (Jumat, 14/12) yang sedang mabuk, menembaki seorang pemuda bernama Adel al-Muhaimid dan temannya di taman al-Tsamamah, Riyadh. Al-Muhaimid tewas di tangan pangeran Saudi itu.

Kawan korban menderita luka-luka dan segera direlokasi ke rumah sakit.

Para aktivis Arab Saudi di berbagai jejaring sosial menyatakan bahwa Turki bin Saud sedang mabuk ketika menembaki dua pemuda tersebut.

Ulama Saudi Kritik Pemerintah Karena Sebarkan Budaya Barat

Sabtu, 2012 Desember 22

Seorang ulama Arab Saudi memperingatkan soal penyebaran kekafiran di tengah masyarakat negara itu yang dilakukan jaringan-jaringan satelit.

TV Alalam, Sabtu (22/12) melaporkan, Abdul Rahman Al Sudais dalam ceramah Jumatnya di Masjidil Haram mengkritik orang-orang yang mengkhianati amanah, meninggalkan kewajiban dan tugasnya serta melakukan pekerjaan-pekerjaan haram.

Pimpinan pusat urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabi itu memprotes sikap orang-orang yang mengelola situs dan kanal-kanal satelit amoral. Tanda-tanda kekufuran, tidak bersyukur dan tidak taat kepada Tuhan, ragu terhadap agama Tuhan dan agama-agama samawi lain, serta penghinaan terhadap Nabi-nabi Tuhan semakin meningkat.

Ia mendesak agar segera diambil langkah-langkah untuk menghentikan tindakan-tindakan semacam itu dengan menyusun sebuah aturan internasional.

Protes ini disampaikan ulama terkemuka Saudi itu menyusul langkah negaranya yang mengelola sejumlah jaringan satelit non-stop yang menyebarkan pemikiran dan gaya hidup Barat bagi masyarakat Arab.

Ribuan Gadis Saudi Lari dari Rumah

Jumat, 2012 Desember 21 19:53

Jumlah gadis Arab Saudi yang lari dari rumah karena kekerasan dalam rumah selama satu tahun terakhir meningkat menjadi 1.400 kasus.

Ketua Komisi Kesehatan Mental Arab Saudi, Doktor Musafar al-Malis mengatakan, “Dalam satu tahun terakhir tercatat 1.400 gadis Arab Saudi lari dari rumah mereka karena menghindari kekerasan di rumah.”

Koran al-Madinah mengutip al-Malis dan menulis, “Data kekerasan di lingkungan rumah terhadap anak-anak, dalam satu tahun terakhir meningkat 45 persen.”

Kalau Pangeran Saudi yang Membunuh, Tidak Ada Hukuman Mati

Jumat, 2012 Desember 21 00:42

Munirah Faisal al-Saud, Pangeran Arab Saudi menilai tidak mungkin untuk menetapkan hukuman mati untuk anggota keluarga kerajaan al-Saud dengan tuduhan membunuh seorang warga dan mengatakan, “Pedang tidak memenggal kepala anggota keluarga al-Saud.”

Alalam (20/12) melaporkan, hal itu dikemukakan dalam rangka mereaksi tuntutan rakyat untuk menghukum mati salah satu anggota keluarga kerajaan al-Saud yang beberapa waktu lalu mabuk dan membunuh seorang pemuda dan melukai seorang lainnya.

Para aktivis Saudi menuntut peradilan terhadap Pangeran Turki bin Saudi bin Turki, karena telah membunuh seorang warga di timur Riyadh.

Korban aksi penembakan itu adalah Adel al-Muhaimid sementara seorang kawannya menderita luka-luka.

Munirah Faisal al-Saud dalam laman Twitternya menyatakan, “Salman bin Abdulaziz, Menteri Pertahanan Saudi mengatakan bahwa kami adalah penentu undang-undang dan pedang tidak boleh memenggal kepala kami.”

Berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, orang yang terbukti membunuh, akan dihukum mati.

70 Persen Tahanan Saudi Orang Terpelajar

Minggu, 2012 Desember 23 21:47

Mayoritas narapidana di Arab Saudi adalah dari kalangan lulusan universitas.

Alalam (23/12) melaporkan, berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri Saudi, sebanyak 90 persen tahanan di negara ini adalah para pengangguran yang 70 persennya adalah lulusan universitas.

Koran al-Riyadh menulis, data tersebu dirilis dua tahun lalu oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi danmenambahkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi kongkret untuk menyelesaikan fenomena pengangguran dalam masyarakat Saudi.

Koran ini menambahkan bahwa salah satu faktor perluasan pengangguran bahkan di kalangan akademis dan lulusan universitas adalah maraknya mempekerjakan tenaga kerja asing baik secara legal maupun ilegal.

Selain itu, ketidakpedulian investor domestik juga menjadi faktor peningkatan pengangguran

Web  web salafi yang  memfitnah  syi’ah  dan sejenisnya sengaja ditanam di indonesia dengan tujuan merusak persatuan ummat islam melalui gelontoran dana dari najad si penguasa perampas uang rakyatnya.

Benar apa yang disabdakan oleh Nabi suci saw,” kalau akan muncul fitnah ummat ini dari najad ”…. Syaitan najed ini tidak senang melihat kedamaian berada ditengah ummat manusia,  bersama musuh musuh  islam dia menebar teror di mana mana , di irak, pakistan, afghanistan, dan yang terbaru di Indonesia..jangan lupa potensi teror juga ada di indonesia, baik teror pemikiran dengan faham takfirinya dan teror pisik melalui pengeboman di berbagai wilayah dengan mengatas namakan agama.

Banyak  web  yang  menghujat  syi’ah  mengandung   unsur rekayasa.. Karena  saya  sudah  pernah  membuktikan nya…

–     Salafi  tidak  merujuk  langsung  ke  kitab  syi’ah  tapi  mereka  ambil   dari  buku  buku  yang  memuat  teks  syi’ah  sepotong  sepotong

–     Mereka  juga  mengutip  isi  dari  ktab kitab  syi’ah tidak  secara  lengkap dan  mereka  memotong  motong  teks nya  atau  menambah  nambah  teks  yang  tidak  ada  didalam kitab  asli  syi’ah  dengan teks  buatan  salafi

–     Terkadang  mereka  menghilangkan tanda ( )  dari teks  agar  bercampur  baur hadis  dalam           tanda  tanda  itu  dengan  tafsirnya

–    Itulah  beberapa  cara  atau  sebagian  cara  cara  salafy  dalam  memutar  balikkan   kitab  syiah

Syari’at Islam Di Brunei Hanya Untuk Rakyat Kecil

Sultan-Bolkiah-pidato 
.
minyak di brunei itu kan milik rakyat brunei, kok jadi seperti milik pribadi si sultan dan keluarga sih !? Sistem pemerintahannya kan monarki, semua orang hrs tunduk sama sultan & the gank, semua kekayaan alam adalah milik kesultanan, yg paling penting sultan & the gank tidak pernah salah.
.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah memiliki kekayaan senilai 19,5 miliar dollar AS (atau setara Rp 253,1 triliun), tinggal di istana dengan 1.700 kamar tidur, memanjakan diri di kemewahan gaya Barat, dan mempunyai reputasi menikmati para wanita cantik.Dalam sebuah laporan di program “60 Minutes” di televisi Amerika, CBS, para pemirsa dapat menyaksikan bagaimana Sultan Brunei menjalani kehidupan yang sangat mewah, tetapi agak moderat.

Alison Langdon dari program “60 Minutes” pergi ke negara kecil itu dengan menyamar sebagai turis guna melihat bagaimana rezim itu memengaruhi warganya dan berbicara dengan seorang perempuan yang pernah menjadi anggota harem (gundik) Sang Sultan untuk mengungkapkan kemunafikan dari kondisi sekarang.

Alison-Langdon-60-minutes

“Kami berusaha selama enam bulan untuk mendapatkan akses dan izin mengunjungi Brunei guna berbicara dengan Sultan, tetapi hal itu ditolak, sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk pergi sebagai turis,” kata Langdon kepada news.com.au.

Dia menjelaskan, apa yang mereka temukan adalah sebuah negara yang indah tetapi ditekan. Di sana warga tidak pernah mengkritik keluarga kerajaan, terutama karena hal itu merupakan kejahatan, dan tampaknya tidak menyadari pesta pora Sultan dan saudaranya yang playboy, Pangeran Jefri.

Kakak beradik itu memiliki reputasi dalam memanjakan para wanita cantik. Majalah Vanity Fair menjuluki mereka “sahabat karib dalam hedonisme” pada tahun 2011 karena gaya hidup mewah dan kesukaan mereka mengumpulkan perempuan seperti anak-anak mengumpulkan mainan.

Pangeran Jefri lebih sering berada di luar negeri. Ia diduga telah menyedot dana dari kas negara sejumlah 15 miliar dollar AS.

Jillian Lauren

Menurut Jillian Lauren, perempuan Amerika yang berbicara kepada “60 Minutes” tentang waktu setahunnya bersama Pangeran Jefri dan sebagai harem Sultan, kedua orang itu memanjakan banyak perempuan dan keduanya tidak peduli berapa umur gadis-gadis itu.

“Dia (Lauren) menjadi harem ketika berusia 18 tahun dan saat dia berada di sana, ada antara 30 sampai 40 gadis lain, beberapa berusia 15 tahun,” kata Langdon.

“Dia menghabiskan satu tahun di sana. Dia menerima hadiah ratusan ribu dollar, perhiasan, dan pakaian. Dia menerima perlakuan yang baik, tetapi itu karena dia mendapat perhatian adik Sang Sultan, yaitu Pangeran Jefri. Dia adalah mainan Jefri. Mereka berhubungan seks ratusan kali dan kemudian Pangeran Jefri menyerahkannya sebagai hadiah kepada Sultan dan dia (Lauren) dapat merinci (tentang) aktivitas seksual yang dia lakukan bersama Sultan.”

Langdon mengatakan, kru “60 Minutes” menghabiskan waktu lima hari di Brunei. Mereka secara diam-diam merekam, mencoba untuk mencari tahu apakah rakyat merasa marah terhadap perubahan baru itu. Namun, mereka justru menemukan bahwa warga tampaknya apatis terhadap Hukum Syariah.

Brunei memiliki populasi lebih dari 415.000 orang dan, menurut majalah Forbes, negara itu merupakan negara terkaya kelima di dunia berkat cadangan minyak dan gas yang besar.

Warga Brunei menikmati biaya kesehatan dan pendidikan gratis, kebanyakan bekerja di sektor publik dan tidak satu pun dari mereka mengecam keluarga kerajaan karena mereka memang tidak diperbolehkan untuk itu.

Saat kru “60 Minutes” pergi ke sana, mereka kesulitan menemukan orang yang bersedia mengatakan hal buruk apa pun terkait penerapan Hukum Syariah atau keluarga kerajaan.

Jillian Lauren-harem-sultan-brunei-menari

Tahun lalu, para bintang Hollywood, seperti Ellen DeGeneres, Jay Leno, Sharon Osborne, Elton John, dan pengusaha Richard Branson, memboikot Beverly Hills Hotel yang terkenal yang dimiliki Sultan Brunei sebagai bagian dari jaringan hotel mewah Dorchester Hotel miliknya. Mereka semua berjanji untuk mengalihkan acara bisnis mereka ke tempat lain. Menurut majalah Vanity Fair tahun lalu, sikap itu memang diterapkan para bintang Hollywood tersebut.

Langdon mengatakan, “Brunei merupakan tempat yang sungguh aneh. Tidak ada yang tahu tentang apa yang Sultan dan saudaranya telah lakukan. Mereka tidak tahu tentang para perempuan, aksi seks, dan minum alkohol. Mereka tidak tahu tentang itu.”

peraturan baru yang diterapkan di Brunei ini sepertinya tidak berlaku bagi keluarga Sultan Hasannal Bolkiah. Pasalnya, banyak sekali Hukum Islam Syariat yang dilanggar oleh keluarga sang Sultan, seperti gaya hidup yang bermewah-mewahan dan juga pesta seks.

Pemborosan terbesar yang pernah dilakukan Sultan adalah bergaya hidup hedonisme dengan membelikan putranya, Pangeran Jefri Bolkiah, sebuah mobil Ferrari dan juga sering mengadakan pesta seks bersama beberapa wanita penghibur.

Putra Sultan Hassanal Bolkiah lainnya yang sering membuat kontroversi adalah Pangeran Haji Abdul Azim. Dia memang dikenal sering mengundang dan membayar selebriti Hollywood untuk hadir di pestanya. Banyak rumor yang mengatakan bahwa Pangeran 25 tahun ini adalah seorang gay.

Terbukti banyak sekali Hukum Islam Syariat yang dilanggar oleh keluarga Sultan. Mereka hanya menghabiskan waktu untuk berpesta dan berfoya-foya. Tetapi, apakah Hukum Islam Syariat ini akan berlaku bagi keluarga sang Sultan?

Pangeran Jefri Bolkiah/Ist Pangeran Jefri Bolkiah/Ist Memiliki kekayaan yang luar biasa, tak pelak membuat Pangeran Brunei Jefri Bolkiah (59 tahun) adik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah suka gaya hidup mewah.

Menurut laporan majalah Vanity Fair tahun 2011, dia boleh jadi adalah orang paling banyak menghabiskan uang di muka bumi ini. Pernah, pada suatu ketika dirinya dilaporkan membelanjakan uang hingga Rp 613 miliar dalam sebulan.

Tak hanya itu, aksi foya-foyanya juga diperlihatkan tatkala membeli karpet berhias emas dan perhiasan seharga USD 7 juta. Sungguh, sangat boros.

Pangeran Brunei, Jefri Bolkiah, 59 tahun, adik Sultan Hassanal Bolkiah, dikenal sebagai pria luar biasa tajir yang suka gaya hidup mewah.

Dia mempunyai banyak koleksi mobil mewah, pesawat, kapal, hingga helikopter. Selain itu dia memiliki sejumlah deretan properti mahal seperti hotel di New York dan Los angeles, Amerika Serikat.

Jefri juga dipandang sebagai sosok lelaki playboy yang doyan bermain seks dengan banyak perempuan cantik.

  1. Suka foya-foya

Pangeran Brunei Jefri Bolkiah, 59 tahun, adik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dikenal suka gaya hidup mewah.

Bahkan menurut laporan majalah Vanity Fair, dia boleh jadi adalah orang paling banyak menghabiskan uang di muka bumi. Pada suatu ketika dia dilaporkan membelanjakan uang Rp 613 miliar dalam sebulan, seperti dilansir majalah Vanity Fair, Juni 2011.

Dia juga pernah membeli karpet berhias emas dan perhiasan seharga USD 7 juta.

  1. Punya koleksi 2.300 mobil mewah, kapal, dan pesawat

Jefri memiliki 2.300 mobil termasuk Bentleys, Ferrari, dan Rolls Royces. Dia dilaporkan suka mengendarai mobil Ferarinya balapan dengan kakaknya, Hassanal Bolkiah, di jalan Ibu Kota Brunei Bandar Seri Begawan, saat tengah malam.

Dia juga memiliki delapan pesawat, lima kapal mewah, dan satu helikopter.

  1. Punya banyak gundik

Seorang perempuan asal Amerika Serikat Jillian Lauren, 41 tahun, pernah menjadi salah satu gundik atau perempuan peliharaan dari Pangeran Brunei Jefri Bolkiah, adik dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Lauren sudah menceritakan kisah hidupnya semasa menjadi gundik pangeran Brunei dalam sebuah buku laris berjudul “Some Girls: My Life in a Harem” terbit pada 2010.

Berikut kesaksian Lauren seperti dilansir The Daily Beast, Mei lalu.

“Ketika saya masih remaja, saya menjadi gundik dari adik sultan, pangeran Brunei. Ketika itu saya berpikir mereka bukan orang jahat. Mereka hanya manusia biasa dan sangat kaya. Saya sering bertanya-tanya, apa jadinya jika saya jadi mereka, punya uang banyak dan kekuasaan. Saya tak pernah mendapat jawaban memuaskan.

Pada suatu malam di tahun 1990-an, sultan dan saya minum-minum hingga mabuk di sebuah kamar hotel mewah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saya baru berusia 18 tahun ketika mendapat panggilan audisi di hotel Ritz-Carlton di Kota New York. Saya diberitahu akan mendapat pekerjaan di sebuah klub malam di Singapura. Ketika saya mendapatkan pekerjaan itu saya menyadari saya tidak ditempatkan di Singapura. Saya malah baru tahu audisi itu adalah undangan buat menjadi gadis penghibur bagi Pangeran Jefri Bolkiah, adik bungsu sultan Brunei. Pada saat itu sultan Brunei adalah orang terkaya sejagat. Ketika saya menerima undangan itu saya masih sangat belia.

Ketika saya tiba di Brunei, saya baru tahu pangeran selalu mengadakan pesta mewah saban malam. Pada pesta itu orang-orang minum-minum hingga mabuk, menari, menyanyi karaoke, dan tentunya ditemani sekitar 30 hingga 40 perempuan cantik dari segala penjuru dunia.

  1. Menyewa Miss USA sebagai budak seks

Pada 1997 mantan Ratu Kecantikan Amerika Serikat (Miss USA) Shannon Marketic mengajukan tuntutan hukum terhadap Jefri dan sultan Brunei senilai USD 10 juta.

Bersama enam perempuan lain dia mengklaim disewa Jefri seharga masing-masing USD 127 ribu buat berangkat ke Brunei untuk dijadikan budak seks. Sebelumnya dia dikatakan disuruh tampil buat menghibur Jefri tapi kenyataannya dia malah dijadikan obyek buat melampiaskan nafsu seksnya.

Marketic mengatakan dia dipaksa menjalani tes kesehatan untuk penyakit seksual. Dia juga menghadiri pesta yang diikuti banyak perempuan cantik dari berbagai negara.

Dalam pesta itu mereka bernyanyi-nyanyi, menari, dan melayani kepuasan seksual Pangeran Jefri di Istana Assurur.

“Sungguh suatu kehormatan luar biasa bagi saya jika diizinkan tidur bersama Jefri karena dia seperti manusia setengah dewa, seperti Yesus bagi umat Kristen,” kata Marketic menirukan ucapan seorang ajudan perempuan Jefri.

  1. Suka barang bertema seks

Jefri juga mempunyai lima kapal mewah. Salah satu kapal itu diberi nama Tetek, Puting 1 dan Puting 2.

Dia juga pernah membeli pena mesum seharga USD 1,3 juta.

Dia pernah membayar seniman patung J Steward Johnson senilai USD 800 ribu untuk membuat patung sedang berpose melakukan hubungan seks. Patung itu diduga menyerupai dia dan mantan tunangannya, meski dia membantah tuduhan itu.

Dia juga pernah membeli bekas klub Playboy di London, Inggris, seharga USD 34 juta, lebih dari empat kali harga pasaran.


PADA DASARNYA HUKUM AGAMA ADALAH HUKUM YANG BAIK

TETAPI KETIKA DILAKSANAKAN…
ORANG YANG BERKUASA ATAS HUKUM AGAMA TERSEBUT, MEREKA AKAN BERTINDAK SEPERTI SERIGALA BERBULU DOMBA
MEREKA AKAN MERASA MENJADI SEPERTI TUHAN

DAN DI SAAT ITU LAH HITAM AKAN MENJADI PUTIH
DAN PUTIH AKAN MENJADI HITAM

BERKUASA DAN BERTINDAK SOK SUCI

kalo minyak tuh milik rakyat brunei, berarti duit hasil penjualan juga milik rakyat brunei, hasil investasi dari duit itu juga milik rakyat brunei

keluarga sultan cukup digaji sebagai fund manager aja

kalo return nya tidak sesuai dengan standar dunia, atau ada penyelewengan dll……..dipecat, ganti dengan yang profesional saja

Wahabi Salafi Saudi Gagal Kuasai Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

“Alhamdulillah, berita gembira dari Aceh, kemenangan Ahlussunnah Waljamaah. Allahu akbar.”, demikian disampaikan oleh Ust. Muhammad Idrus Ramli di akun jejaring sosial facebooknya (19/6/2015) seraya membagikan screenshot percakapan dirinya.

 
.
.

Masjid Raja Baiturrahman Banda Aceh merupakan masjid yang telah lama dikuasai oleh kalangan Wahhabi.  Sebagaimana diketahui, corak keislaman di Nusantara ini sejak dulu adalah Ahlussunnah wal Jama’ah Asy’ariyah (dalam teologi) dan Syafi’iyah dalam fiqh, termasuk pula di Banda Aceh, namun dan belakangan muncul gerakan Wahabi sehingga sebagian umat Islam di Indonesia kehilangan jati diri mereka.

Jum’at (19/6), Masjid Baiturrahman Banda Aceh kembali ke pangkuan Ahlussunnah wal Jama’ah sehingga proses pelaksaaan shalat Jum’at pun dilakukan seperti kalangan Aswaja.

Hal itu tidak lepas daripada pesan santri dari MUDI MESRA.  (www.mudimesra.com).

Pihak MUDI MESRA juga mengucapkan terima kasih kepada Ust. Muhammad Idrus Ramli yang sebelumnya telah berkunjung ke Aceh dan akan terus berjuang membumikan Aswaja di Aceh.

“Makasih banyak ustadz, ini kami dari pesantren MUDI MESRA yang ustadz kunjungi kemaren. Mohon selalu do’a dan dukungan dari ustadz untuk perjuangan kami membumikan Aswaja di Aceh”, tulis Tgk. Rijal Aron (MUDI)

“Alhamdulillah tuan Guru.. tadi siang kami berhasil mengubah tata cara shalat Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dulunya cara Wahabi tidak ulang khutbah, tadi Jum’at di ubah, sekarang pelaksanaan shalat Jum’at adzan 2 kali, khutbah di ulang, do’a dan shalawat, berkat kerja keras jama’ah Pesantren Aceh, selesai shalat, Gubernur dan perangkat-perangkatnya melarikan diri, karena mereka berpihak kepada Wahabi. ”

 

Mantan Ketua MPU: Di Aceh Tidak Ada Tempat Bagi Syi’ah

Prof Dr Tengku Muslim berharap daerah-daerah lain mewaspadai bahayanya gerakan Syiah.

Ketua MPU: Di Aceh Tidak Ada Tempat Bagi Syiah

Mantan Ketua Majelis Permusyawaran Ulama Aceh Prof Dr Tengku Muslim Ibrahim.

.

Prof Dr Tengku Muslim Ibrahim, Mantan Ketua Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Aceh, menegaskan bahwa Nanggroe Aceh Darussalam adalah bumi ahlus sunnah wal jamaah.

“Sesuai dengan Perda akidah umat, maka akidah yang bisa berjalan di Aceh adalah akidah ahlus sunnah wal jama’ah. Syiah tidak ada tempat di Aceh,” kata Tengku Muslim saat berorasi pada deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajr Bandung, Jawa Barat, Ahad (20/4/2014).

Fatwa ulama Aceh juga menyebutkan, Syiah merupakan aliran di luar Islam.

“Jadi secara organisasi Syiah dilarang di Aceh,” tegas Tengku Muslim.

Tengku Muslim berharap daerah-daerah lain juga mewaspadai bahayanya gerakan Syiah.

“Aliansi Anti Syiah ini diharapkan dapat berkembang ke pelosok-pelosok,” kata Tengku Muslim.*

.

Jawaban  Admin :
Indonesia berpaham Nasionalis Islam, bukan Ahlusunnah (Sunni) !!
Memang  aliran Sunni pernah eksis menjadi landasan beberapa kerajaan / dinasti, akan tetapi pada zaman modern ; rakyat Indonesia lebih memilih nasionalisme ( Islam Nasionalis )
.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Aceh adalah Tgk Ghazali Muhammad Syam, bukan Muslim Ibrahim
 .
Konflik sunni syiah bukan hanya persoalan keyakinan akan tetapi lebih dominan unsur politik dan kepentingan penguasa saat itu..Ulama sunni yang menyebut diri sebagai Ahlul Sunnah dan di dukung oleh penguasa zaman.
.
kaum liberal mendukung syiah, kaum liberal  melanggengkan syiah di Indonesia.Jika anda sering masuk FaceBook.com dan sering berdiskusi maka anda akan menjumpai  golongan besar dalam arus pemikiran Islam modern, yaitu pemikiran Liberal
 .
Indonesia berpaham Nasionalis Islam, bukan Ahlusunnah (Sunni) !!

Tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh dalam pemikiran Bung Karno seperti pemikiran dari Jalaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Ali Pasha, Mustafa Kemal, Amir Ali, Halide Edib Hanonoum, dan tokoh-tokoh islam lainnya. Tokoh-tokoh tersebut sdikit banyak telah mempengaruhi pemikiran beliau
.

Islam nasionalis itu seperti apa menurut Bung Karno?

  • Menghidupkan Api Islam Bukan Abu Islam. Apa maksudnya? Kita jangan hanya berdebat tentang halal dan haram saja namun bagaimana menyikapi problem dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
  • Pemikiran Nasional dan Berkemajuan. Kita jangan asal meniru pemikiran dari Negara seperti Arab Saudi tentang hukum-hukum begitu saja namun harus di kontekstualisasikan dengan kondisi kebangsaan.
  • Ketuhanan Berkeadaban. Ketuhanan atau agama bukan dijadikan untuk hal-hal keburukan. Seperti yang dilakukan oleh beberapa golongan agama yang suka bersikap ekstrim. Ajaran agama harus dipraktikkan sesuai dengan ajarannya demi kemaslahatan bangsa.
  • Toleransi. Toleransi yang dimaksud beliau adalah merujuk pada perdamaian. Bung Karno selalu mengucapkan ‘assalamu’alaikum’ pada setiap forum yang beliau ikuti. Karena artinya adalah untuk kedamaian. Dari sana beliau selalu berpesan untuk menciptakan perdamaian di muka bumi ini.
  • Visi Kebangsaan. Ajaran-ajaran beliau harus dikontekstualisasikan dengan kehidupan di Indonesia. Pemikirannya itu digunakan untuk membangun visi kebangsaan yang menyatukan semua bangsa Indonesia.
  • Berorientasi Kerakyatan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kebangsaan. Pemikiran dan ajaran yang beliau ajarkan itu digunakan untuk bagaimana mencegah korupsi, konflik, dan hal-hal lain yang merusak kebangsaan dan rasa nasionalisme keindonesiaan.

Kenapa syi’ah dituduh sesat ? tahu penyebabnya ??  karena sebagian besar umat Islam negeri ini saat belajar dari SD hingga kuliah hanya pelajaran fikih, tauhid dan aqidah minim, kedua sebagian besar umat islam negeri ini beragama krn keturunan jd hanya ikut ikutan tanpa tahu dasar dan dalil, bukan krn pilihan, dan juga malas belajar

.

kemudian yg jelek sebagian umat Islam negeri ini suka taklid/ta’ashub buta tanpa mau mencari kebenaran dari sumber aslinya. Akibat agama, ajaran hanya ikut ikut an akhirnya mudah dijerumuskan.

.

maka saran saya, jadilah manusia yang terbuka dengan logika positif terlebih dahulu jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat bila hanya mengetahui kulitnya saja, tapi kenalilah setiap sesuatu sampai pada akarnya… baru kalian-kalian simpulkan, apakah hal yang kalian bicarakan itu baik atau buruk

syiah akan terus berkembang seiring dengan semakin berkembangnya tingkat rasio serta intelektualitas masyarakat, karena syiahlah sepengetahuan saya yg masih melestarikan khasanah intelektual islam, sementara mazhab lain justru menenggelamkannya menjadi doktrin yang tabu untuk di diskusikan.semakin banyak hujatan serta umpatan kepada kaum syiah, semakin besar pula rasa ingin tahu masyarakat akan syiah, rasa ingin tahu inilah yang menjadi modal awal untuk kemudian memilih syiah sebagai paradigma alternatif

Pemuda Aceh enggan pelajari “Ahlul Sunnah wal jamaah” ??

Nahdatul Ulama (NU) Lhokseumawe, Provinsi Aceh (tanggal 20 juli 2011) menilai pemuda di daerah itu tidak tertarik lagi mempelajari agama Islam, sehingga majelis taklim yang diadakan di masjid dan meunasah selalu sepi.

“Sebenarnya, jumlah majelis taklim sangat banyak, namun jumlah kaum remaja dan pemuda yang memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran ilmu agama Islam sangat kurang,” kata Ketua NU Lhokseumawe, Tgk H Misran Fuadi, 20 juli 2011.

Ia mengatakan, jumlah majelis taklim hampir semua menasah atau mesjid mengadakannya, sedangkan jumlah pengunjung sedikit serta mayoritas diisi oleh kaum tua.

Ia menyatakan, kenyataan sekarang, banyak kuliah umum agama secara gratis tersebut hanya diisi oleh kaum tua, sedangkan pemuda dan remaja, terlena dengan buaian pengaruh global, sehingga tidak jarang terjadi tindakan asusila dan lainnya akibat dari dangkalnya pengetahuan agama.

Bukan itu saja, jumlah warga yang menghadiri majelis taklim juga sangat terbatas, serta terkesan hanya jamaah langganan saja yang menghadiri majelis taklim. “Dalam satu jamaah majelis taklim hanya sekitar 50 orang saja yang hadir. Sementara yang lainnya lebih memilih kesibukan lain,” terang Misran.

Padahal, lanjutnya, umumnya pelaksanaan kegiatan majelis taklim, biasanya dilakukan pada waktu-waktu tidak sibuk, seperti habis shalat Maghrib atau waktu yang dianggap tidak sedang jam kerja. Namun, masih saja warga enggan untuk menghadiri majelis taklim yang dilakukan secara gratis oleh pengurus meunasah atau masjid.

pelepasan syahwat (secara tidak sah) begitu mengkhawatirkan Di Aceh, banyak anak-anak muda yang bergaul kelewat batas dengan pasangannya

Gawat, fenomena seks bebas ternyata digandrungi sejumlah besar kaum remaja di Aceh. Hal ini terkait dengan banyaknya tangkapan, dari petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, dalam menangani kasus mesum.

Akhir-akhir ini, pelepasan syahwat (secara tidak sah) begitu mengkhawatirkan. Di Aceh, sudah ada gejala anak-anak muda yang bergaul kelewat batas dengan pasangannya. Berita-berita yang berkait dengan syahwat dalam suratkabar, sepertinya datang silih berganti. Tentu dengan segala bentuk kejadian, penyelesaian, dan tanggapan masyarakat di sekelilingnya.

Terakhir ada dua kasus anak SMA di Aceh yang berzina di kompleks sekolah. Ini bukan merupakan kasus mutakhir, tapi kasus yang penting mendapat perhatian karena dilakoni oleh mereka yang masih remaja. Sedangkan kasus pada umumnya, umumnya dilakukan oleh mereka yang sudah menginjak dewasa.

Di samping itu, temuan film porno yang beredar dari handphone ke handphone, juga menjadi satu masalah tersendiri. Film juga dengan mudah diproduksi dengan fasilitas lengkap dari handphone murah sekalipun. Film –tepatnya rekaman—yang dibuat melalui fitur kamera-video handphone, sangat mudah untuk merekam berbagai hal. Lagipula handphone yang menyediakan fitur tersebut bukan lagi barang mewah. Kini handphone yang menyediakan berbagai fitur berharga ”sachet”. Sudah demikian murahnya.

Namun masalah sebenarnya bukanlah pada mudah atau tidaknya membuat rekaman sesuatu. Tapi temuan ini sebenarnya bisa menjadi semacam aba-aba, bahwa penyaluran syahwat dengan naluri kebinatangan sudah sangat dekat dengan kehidupan kita.

Barangkali sesuatu yang terjadi selaras dengan fenomena sekitar kita. Di tempat-tempat umum semisal pantai atau lokasi pariwisata, orang-orang berpacaran semakin miskin etika. Di jalan-jalan, anak-anak berpakaian SMP sudah mulai terang-terangan (maaf) pegang-pegang kemaluan pasangannya. Tidak ada lagi yang patut digelisahkan (karena mungkin orang tuanya sendiri juga tidak menggelisahkan), ketika melihat perempuan berbaju SMP duduk di belakang kendaraan sambil memeluk erat pasangannya, dan tangannya benar-benar di atas kemaluan pasangannya.

Belum lagi di sebagian tempat penjualan pinggir jalan yang sengaja membuat suasana remang-remang. Ketika melewati kawasan seperti itu, kita bisa menyaksikan bagaimana anak muda kita duduk manis berdua-duaan, dan tidak peduli pada suasana sekelilingnya. Ada pertanyaan, apakah suasana itu benar di Aceh atau bukan? Hal tersebut dilakukan oleh anak Aceh atau bukan?

Sungguh, fenomena itu menampakkan gejala pelipatgandaan mundurnya moralitas generasi muda kita (tentu dengan tidak melupakan moralitas dalam bentuk yang lainnya). Dan ironisnya, ternyata fenomena tersebut tak hanya terjadi di kota. Fenomena tersebut sudah jamak kita temukan hingga ke kampung-kampung sekalipun.

Segala fenomena tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa suatu saat, bila kita mendengar kabar-kabar yang tak lazim –bahkan melawan nilai agama dan budaya, kita menjadi terbiasa dengan sendirinya. Bukan hanya di tempat orang lain, barangkali di sekitar kita sekalipun, kita akan terbiasa.

Kemudian lihatlah pula bagaimana koran-koran di Aceh tak pernah sepi membawa kabar perzinahan yang terus terjadi. Bila kita tilik berita koran akhir-akhir ini, hampir tiada hari yang tiada kabar mengenai perilaku zina yang terjadi di berbagai tempat.

Barangkali fenomena tersebut menjadi semacam tanda bahwa gelora syahwat di nanggroe kita sedang beranjak naik –dan entah kapan grafiknya akan turun—yang oleh penguasanya sedang mengatakan sedang melaksanakan syariat Islam.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia (1995), syahwat diartikan dengan nafsu atau keinginan untuk bersetubuh. Dalam konteks hukum, makna tersebut memiliki konsep yang sangat umum. Proses pelepasan syahwat, di satu pihak memiliki tata krama –sehingga membedakan manusia dengan binatang, di pihak lain tidak seluruh pelepasan syahwat secara tidak sah memiliki implikasi terhadap hukum.

Di samping pelaku yang muda, juga ada beberapa kasus lain yang terjadi. Seorang remaja yang karena keseringan menonton ”film biru”, lantas ketagihan melakukan sodomi terhadap tiga anak tetangganya. Gambaran ini sekaligus memperlihatkan bahwa ”film biru” juga bukanlah sesuatu yang sulit ditemukan di Aceh.

Polisi, WH dan masyarakat juga pernah menangkap 80-an judul CD porno yang diselip dalam tempat CD Islami yang dijual di tengah kota. Kasus lainnya di suatu tempat, masyarakat menangkap seorang perempuan yang sedang berzina dengan dua laki-laki sekaligus. Dari berita juga kita mengetahui bahwa ditemukan tiga video ”adegan dewasa” yang ditemukan dari handphone ”anak-anak kecil” Aceh. Yakinilah, fenomena remaja sekarang ini tidak terlepas dari berbagai hal yang mengelilinginya.

Sekali lagi, fenomena ini adalah aba-aba agar keluarga di Aceh berbenah diri. Membiarkan fenomena tersebut sangat merusak moralitas generasi muda di masa mendatang. Membiarkan penyaluran nafsu bagai pola kebinatangan itu, pada akhirnya akan membawa malapetaka bagi keluarga di Aceh.

Berbagai peristiwa di atas, kini juga sudah dibarengi dengan pola penyelesaian kasusnya yang beragam. Orang-orang yang berzina, ketika ditemukan orang banyak, akan diperlakukan dengan berbagai cara. Bila hal ini tidak diarahkan, suatu saat, anarki massa juga akan menjadi fenomena yang menakutkan.

Dari proses penyelesaian kasus zina, selama ini didominasi oleh perilaku ”main hakim sendiri”. Kecenderungan tersebut juga tidak terjadi dengan sendirinya. Ketika penzina dicambuk, perilaku main hakim sendiri berkurang—bahkan di tempat tertentu tak terjadi. Namun ketika pengawasan syariat tidak berlangsung—terutama karena alasan ketiadaan anggaran—membuat masyarakat bergerak sendiri. Konon lagi ternyata ada oknum dari institusi yang mengawasi syariat, juga ditemukan berzina dan tidak dicambuk.

Hal inilah barangkali yang menyebabkan orang-orang yang berzina diperlakukan sedemikian rupa. Di tangan pemuda kampung, orang-orang berzina dimandikan dengan air comberan. Menurut saya keliru bila dikatakan itu sebagai model penyelesaian secara adat –kecuali penzina dimandikan dengan air bersih atau disuruh membersihkan tempat ibadah. Tapi ada proses yang sedang mandeg, sedang tidak jalan, hingga pola-pola seperti di atas dilakukan.

Tapi sekali lagi, bahwa jalan ini dipilih karena lewat mekanisme hukum yang dibentuk sudah tidak jalan sebagaimana yang diharapkan. Seharusnya proses eksekusi hanya berhak dilakukan oleh negara, sebagaimana halnya proses cambuk. Namun cambuk ini menghadapi dua hal krusial:

Pertama, mengeksekusi cambuk juga butuh anggaran, sehingga karena ketiadaan anggaran membuat seseorang tidak bisa dicambuk. Kondisi ini tentu dipertanyakan oleh mereka yang sudah dicambuk. Mengapa dulu ada anggaran sedangkan sekarang tidak ada anggaran? Kedua, ada kekosongan hukum dalam ”menjaga” terhukum cambuk. Aturan yang sudah ada tidak bisa menjangkau, bila seorang yang akan dieksekusi tiba-tiba mangkir dan tidak datang ke arena eksekusi. Ketiga, hal ini menimbulkan kesan bahwa cambuk yang sudah berlangsung adalah untuk orang-orang kecil, sedangkan untuk orang-orang besar yang berzina, belum ada yang dicambuk di depan umum.

Di samping pola penyelesaian di atas, pola lainnya adalah terdapatnya perbedaan dalam penyelesaian di tingkat elite. Ada yang diselesaikan secara kekeluargaan. Di sini keluarga dari penzina laki-laki dan perempuan duduk bersama dan membahas apa yang harus dilakukan. Bila kedua pihak bersepakat jalan penyelesaiannya adalah menikahkan, maka itulah yang dianggap sebagai pola penyelesaian secara kekeluargaan.

Cara lainnya adalah membayar denda sejumlah tertentu yang dianggap sebagai uang untuk membersihkan kampung yang telah dikotori dengan perilaku zina.

Model penyelesaian secara adat juga beragam. Ada yang hampir sama dengan konsep penyelesaian secara kekeluargaan, namun ada juga yang diusir dari kampung karena dianggap telah mengotori kampung dengan perilakunya.

Semua kondisi tersebut, sudah seyogianya membuat semua kita bergerak untuk membawa masyarakat kita ke arah yang lebih beradab dan bermartabat

Hampir setiap hari, di Aceh, dari berbagai daerah kita mendapat laporan tentang hal-hal yang terkait perbuatan berbau mesum yang ditemukan masyarakat atau aparat berwenang. Dalam catatan Dinas Syariat Banda Aceh, pelanggar qanun atau aturan tentang khalwat, sepanjang lima bulan terakhir ada 491 pasangan. Pihak DSI menyebutkan, kasus berdua-duaan beda kelamin dengan bukan muhrim itu, sebagian besar dilakukan kaum muda

.
Ternyata, sebagian kaum muda Aceh tidak mempan lagi atas ancaman hukum syariat Islam yang berlaku di Aceh. Bahkan, bila kasus tersebut ditangani masyarakat di lingkungan mereka pun, tak membuat para pelanggar hukum syariat Islam itu malu dan benar-benar menjadikan pasangan lain jera. Sepertinya, kasus-kasus yang terungkap selama ini, tidak menjadi pula peringatan berarti kepada pasangan muda lainnya, agar menghindari perbuatan yang dapat mempermalukan diri dan keluarga mereka tersebut. Sejauh pengamatan kita, sebagian kaum muda Aceh, malah telah dengan terang-terangan menunjukkan keberaniannya, untuk menafikan aturan yang hanya berlaku di bumi serambi Mekkah ini.

Dalam keseharian di Banda Aceh, kita menyaksikan para perempuan muda berjilbab yang dibonceng pasangannya dengan berpelukan ketat di atas sepeda motor. Atau bila kita bertandang ke pantai, seperti Ulheelheu, banyak pula terlihat pasangan di sana yang berdua-duaan dengan mesra. Lalu hal serupa juga tampak jelas di berbagai café yang bertaburan di ibu kota provinsi ini. Kita melihat pemandangan yang seharusnya tidak ada di negeri yang diberikan kekhususan untuk menerapkan syariat Islam ini.

Barangkali, pihak DSI perlu lebih kreatif berkampanye untuk menyosialisasikan dan menegakkan aturan tentang khalwat. Agar para pemuda dan rakyat Aceh umumnya, tak menangkap dan memahami aturan tersebut secara kaku dan kering. Mereka bukan lagi takut ditangkap karena tak pakai jilbab atau berkhalwat. Tapi, mereka dengan sadar melakukan hal baik tersebut, karena seharusnya memang seperti itulah yang mampu membuat mereka lebih nyaman dan aman berada dalam masyarakat. Terlepas dari soal halal atau haram, akan masuk surga atau neraka, kena cambuk atau tidak. Tapi, mereka bersedia dengan rela memakai jilbab, dengan senang hati berusaha menjaga diri untuk tidak berkhalwat, sebelum menjadi pasangan suami isteri.

Bila pendekatan hukum saja yang yang dilekatkan dalam kampanye sosialisasi hukum syariat, kita hanya akan cenderung menemukan kepura-puraan. Para anak perempuan Aceh dapat saja dengan terpaksa memakai jilbab, lalu perilaku yang lain yang menyimpang, yang tidak sesuai dengan kehendak ajaran Islam yang dipraktikkan. Pendekatan formal terhadap simbol-simbol hukum Islam, kita yakin, tidak akan mampu menjadikan Aceh benar-benar dapat menjadi kawasan yang dapat menegakkan hukum syariat dengan benar.

Di daerah lain, seperti kota-kota besar di Jawa, banyak sekali perempuan, anak remaja dan mereka yang beragama Islam, telah bersedia secara sukarela memakai jilbab dan melaksanakan sebagian ketentuan dari syariat Islam, sebagaimana dipahami mereka. Tak ada hukum seperti di Aceh, yang memaksa mereka. Tak ada tetangga, yang senantiasa mengintip, dengan siapa seorang remaja putri biasanya pulang ke rumah. Mereka, bahkan tidak pula dengan demonstratif ketika berada di depan khalayak, berpegangan tangan atau memeluk bahu lawan jenisnya. Mereka juga tidak terganggu bila ada rekannya yang sepaham atau tidak memakai jilbab berbuat sesuatu yang tak ingin dia lakukan. Misalnya, seperti pacaran atau berkhalwat. Mereka berupaya menjaga diri dan mendiskusikan hal itu di lingkungan komunitasnya.

Tapi, hingga kini, di Aceh, kita menangkap kesan berbeda. Para remaja seolah-olah tengah melakukan kesengajaan untuk membangkang. Seolah mereka tidak peduli hukuman yang akan dijatuhkan terhadap mereka bila bersunyi-sunyi dengan pasangan bukan muhrim. Agaknya, penegakan hukum syariat Islam di Aceh bagaikan hukum bola karet. Kian ditekan, malah tambah meloncat lebih tinggi.[]

.
Firasat Gus Dur jelang Tsunami Aceh

GUS DUR 

 

“Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah. Syiah itu NU plus Imamah.” Demikian pernyataan populer almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), cendekiawan NU. Terlalu banyak kesamaan antara NU dan Syiah. Bahkan peran dan posisi kiai dalam tradisi NU sangat mirip dengan peran dan posisi Imam dalam tradisi Syiah. Hanya, di NU konsep itu hadir dalam wujud budaya, sementara di Syiah dalam bentuk teologi. Ini substansi pernyataan Gus Dur di atas.

Tentu bukan tanpa alasan steatment di atas dilontarkan, karena NU dan Syiah secara budaya memiliki banyak kesamaan

Desember 2004 pagi yang cerah di Aceh tiba-tiba saja menjadi bencana mengerikan ketika gelombang besar dari laut atau tsunami meluluhlantakkan segala hal yang ada dibibir pantai. Ratusan ribu nyawa melayang dan nasib ratusan ribu rakyat lainnya mengenaskan akibat kehilangan harta benda dan keluarga yang menopang hidup.

Ditempat lain beberapa minggu sebelumnya, tepatnya di Masjid Agung Demak, H Sulaiman, asisten Gus Dur diperintahkan melalui telepon untuk membuka-buka Al Qur’an dan membaca ayat tepat di halaman yang dibuka tersebut.

Halaman yang terbuka waktu itu adalah surat Nuh, yang menceritakan tentang banjir besar yang melanda dan menghabiskan umat nabi Nuh yang ingkar terhadap Allah.

Sulaiman pun bertanya kepada Gus Dur tentang makna atas surat dalam Al Qur’an yang dibacanya tersebut. “Akan ada bencana besar yang menimpa Indonesia,” kata Gus Dur, tetapi tidak menyebutkan secara detail dimana dan kapan, serta bentuk bencananya seperti apa. Sulaiman pun terdiam mendengan penjelasan tersebut dan tidak banyak berkomentar.

Benar saja, tak berselang lama, tsunami yang diakibatkan oleh gempa berkekuatan 8.9 skala richter, yang berkolasi di Samudera Indonesia, 32 km di dekat Meulaboh Aceh menghebohkan dunia dan menimbulkan korban lebih dari 200 ribu jiwa.

Kesedihan pun melanda bangsa Indonesia, dan secara bersama-sama semuanya bahu-membahu memberikan bantuan yang diperlukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing untuk mengurangi penderitaan para korban serta melakukan upaya pemulihan.

Setelah kejadian tersebut, Sulaiman kembali mendiskusikan masalah bacaan surat Nuh dan bencana tsunami Aceh dengan Gus Dur.

“Ini merupakan peringatan Allah bagi orang Aceh dan bangsa Indonesia,” katanya.

Ramalan kebangkitan Islam di Iran sudah lama diramalkan dalam surah Muhammad dan Jumu’ah

“….dan jika mereka berpaling, digantikan satu kaum selain kamu kemudian mereka tidak menjadi seperti kamu” (surah Muhammad, ayat 38)

“… mereka bertanya kepada Rasulullah s.a.w: “Siapakah mereka yang jika kami berpaling, kami akan digantikan dan mereka tidak akan jadi seperti kami?” jawab Rasulullah sambil menepuk tangannya ke bahu Salman al-Farisi, sambil bersabda: “dia dan kaumnya, sekiranya ad-Din terletak di bintang Suria nescaya akan dicapai oleh pemuda-pemuda daripada kalangan bangsa Parsi” (Tafsir Ibnu Kathir)
.
Begitu juga Surah Jumuah ayat 3 dalam Sunan Tirmidzi menceritakan hal yang sama.
Perkataan Syiah sendiri bermaksud ‘pengikut’ atau ‘golongan’. Hari ini perkataan Syiah banyak difokuskan kepada pengikut Imam Ali bin Abi Talib (a). Antara yang menarik perhatian kita adalah perkataan Syiah itu pernah diabadikan dalam beberapa kitab tafsir antaranya ialah Tafsir Dur Mathur Fi Tafsir Ma’thur, jilid ke-8, halaman 589:

(dikeluarkan oleh Ibn Adi daripada ibn Abbas yang telah berkata: apabila turunnya ayat {Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu sebaik-baik makhluk} telah bersabda Rasulullah (s) pada Ali : (( ia adalah kamu dan Syiah kamu di hari kiamat adalah orang yang meredha dan diredhai))

Dan dinukilkan ibn Mardawiyah daripada Ali yang telah berkata: Telah bersabda Rasulullah (s) untukku: ((tidakkah engkau mendengar firman Allah {Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu sebaik-baik makhluk} ia adalah kamu dan Syiah kamu, di mana janjiku dan janjimu bertemu di telaga Haudh, jika telah datang kepadamu umat untuk perhitungan, mereka dalam kehilangan panduan lantas memohon pertolongan))

Fatwa al-Azhar Mesir terhadap Mazhab Syiah dapat dirujuk kembali dalam kebanyakan media cetak pada 6 Julai 1959.

Pejabat Pusat Universiti Al-Azhar:
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
Teks Fatwa Al-Azhar diterbitkan daripada kewibawaannya
Shaikh al-Akbar Mahmud Shaltut,
Dekan al-Azhar Universiti, dalam sahnya mengikuti mazhab Syiah Imamiah

Pertanyaan:
Sesungguhnya setengah golongan manusia percaya, bahawa wajib beribadat dan bermuamalat dengan jalan yang sah dan berpegang dengan salah satu daripada mazhab-mazhab yang terkenal dan bukan daripadanya mazhab Syiah Imamiah atau mazhab Syiah Zaidiah. Apakah pendapat tuan bersetuju dengan pendapat ini dan melarang mengikuti mazhab Syiah Imamiah al-Istna Ashariyah misalannya?

Jawabnya:

1) Sesungguhnya Islam tidak mewajibkan seseorang Muslim mengikuti mana-mana mazhab pun adanya. Akan tetapi kami mengatakan setiap Muslim punyai hak untuk mengikuti satu daripada mazhab yang benar yang fatwanya telah dibukukan dan barangsiapa yang mengikuti mazhab-mazhab itu boleh juga berpindah ke mazhab lain tanpa rasa berdosa sedikit pun.

2) Sesunguhnya mazhab Jafari yang dikenali juga sebagai Syiah Imamiah al-Istna Asyariyyah dibenarkan mengikuti hukum-hukum syaraknya sebagaimana mengikuti mazhab Ahlul Sunnah.

Maka patutlah bagi seseorang Muslim mengetahuinya dan menahan diri dari sifat taksub tanpa hak terhadap satu mazhab. Sesungguhnya agama Allah dan syariatnya tidak membatas kepada satu mazhab mana pun. Para Mujtahid diterima oleh Allah dan dibenarkan kepada bukan Mujtahid mengikuti mereka dengan yang mereka ajar dalam Ibadah dan Muamalat.

Sign,
Mahmud Shaltut.

Demikian fatwa diumumkan pada 6 Julai 1959 dari pejabat Universiti al-Azhar kemudiannya disiarkan dalam media cetak antaranya:

1. Surat khabar al-Sha’ab Mesir, 7 Julai 1959.
2. Surat Khabar Lubnan, 8 Julai 1959.

Rasulullah bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618 Kitab Keutamaan Sahabat )

  • Diriwayatkan daripada Abu Hurairah yang berkata, “Kami sedang duduk bersama para sahabat Rasulullah saw ketika Surah Jumuah turun kepada baginda lalu baginda membacakan ayat ” … Dan juga (telah mengutuskan Nabi Muhammad kepada) orang-orang yang lain dari mereka, yang masih belum datang …”Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw sebanyak dua atau tiga kali tetapi baginda tidak menjawab. Bersama kami adalah Salman al-Farisi. Rasulullah saw berpaling kepadanya dan meletakkan tangan baginda ke atas paha Salman seraya bersabda, “Sekiranya iman berada di bintang Suraya sekalipun, nescaya lelaki dari bangsa ini yang akan mencapainya.”(Sahih Muslim, Kitab al-Fada’il as-Sahabah hadis 6178 dan Sahih Bukhari, Kitab Tafsir, Jilid 5, halaman 108).
  • Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 38, berfirman, “Dan jika kamu berpaling (daripada beriman, bertakwa dan berderma) Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain; setelah itu mereka tidak akan berkeadaan seperti kamu.”Ketika turun ayat ini, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, siapakah yang akan menggantikan kami? Baginda menepuk bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya! Dan jika agama berada di bintang Suraya sekalipun, nescaya yang akan mengambilnya adalah lelaki dari bangsa Farsi.(Tafsir Ibnu Kathir, Jilid 4, halaman 182)

saudaraku….

Syi’AH iMAMiYAH ADALAH AHLUSSUNNAH YANG SESUNGGUHNYA

Kewajiban berpegang teguh dengan al-Quran dan Ahlul Bait

Dalam Sunan Sittah (Kitab Hadis Enam) banyak kali menyebut bahawa nabi meninggalkan dua perkara yang beharga iaitu al-Quran dan Ahlul Bait umpamanya Sunan at-Tirmidzi hadis no. 3874, jilid 5, halaman 722, cetakan Victory Agencie Kuala Lumpur 1993.

Hadis seumpama ini boleh ditemui dalam Sahih Muslim hal. 1873 – 1874 juz 4 no. 2408, sunt: Muhd Fuad Abd Baqi, t.t, cet. Dar al-Fikr Bayrouth, Imam Ahmad di dalam musnadnya hal. 366 juz 4, al-Baihaqi di dalam Sunan al-Kubra hal. 148 juz 2 serta al-Darimiy di dalam Sunannya m/s 431-432 juz 2.

Allah (s) berfirman dalam surah Syura, ayat 23: {Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta ganjaran atas seruan dakwahku melainkan kecintaan ke atas kerabat}

Amin Farazala Al Malaya adalah seorang Syiah yang rajin mengkaji dan menyimpan rujukan beliau dalam bentuk salinan fotokopi. Hasil kerja beliau ini sangat berguna untuk menjelaskan siapakah Syiah yang sebenar dengan rujukan-rujukan daripada kitab-kitab Ahlussunnah sendiri.

Menarik di sini selepas meneliti isi kandungannya, saya mulai faham mengapa puak Wahabi tidak berani berdepan dengan Syiah untuk berdialog atau berdebat. Dari sudut yang lain tidak keterlaluan saya mengatakan kalau Wahabi berdebat dengan Syiah jadinya: menang belum pasti, kalah dah tentu. Alhamdulillah, ada saudara kita daripada puak Wahabi mulai insaf setelah membaca ‘Sekilas Pandang’ ini kerana sedar, selama ini dia ditipu tanpa penjamin
.
12 orang Imam adalah manusia suci berketurunan Rasulullah yang mewarisi seluruh khazanah ilmu dan penjaga umat selepas wafatnya Rasulullah (s). Dalam kitab Sahih Muslim yang diterbit oleh Klang Book Centre cetakan 1997, bab pemerintahan (Kitabul Imarah), hadis ke 1787 menyebut pemerintahan 12 orang khalifah daripada bangsa Quraysh, jelas sekali 12 khalifah ini bukan dari kalangan Bani Umayah dan Abasiyah kerana bani-bani ini mempunyai lebih dari 12 orang pemerintah.
.
Menurut sejarah selama pemerintahan dinasti Umayah dan Abasiyah, kesemua Imam 12 dan pengikut-pengikutnya diburu untuk dibunuh. Dalam suasana genting ini ramai ulama terpaksa menyembunyikan keimanan mereka. Nama-nama Imam 12 hari ini masih boleh ditemui dalam Kitab jawi karangan Syeikh Zainal Abidin al-Fatani berjudul Kasyful Ghaibiyah, halaman 53:
Transliterasi:
“…daripada keluarga nabi Sallahualaihi Wa Sallam, daripada walad Fatimah Radiallahuanha, bermula neneknya itu Hasan bin Ali bin Abi Talib, bermula bapanya Imam Hasan al-Askari ibni Imam Ali al-Taqi bin al-Imam Muhammad al-Taqi, al-imam Ali al-Ridha, anak al-Imam Musa al-Kazim anak al-Imam Jaafar al-Sodiq, anak al-Imam Muhammad al-Baqir, anak al-Imam Zainal Abidin bin Ali, anak al-Imam al-Husein, anak al-Imam Ali bin Abi Talib Radiallahuanhu ….”
Ternyata Syeikh Zainal Abidin al-Fatani dalam menyatakan jurai keturunan Imam Mahdi, beliau langsung mengaitkan nama Imam Hasan bin Ali (a) padahal beliau boleh terus mendaftar sisilah Imam Mahdi melalui al-Imam Husein bin Ali (a) tanpa menyebut Imam Hasan (a). Maksud pengarang ini tidak ingin memisahkan Imam Hassan dengan Imam Mahdi. Dengan ini juga lengkaplah nama-nama 12 Imam dalam menyatakan silsilah Imam Mahdi.

Lima kitab nabi Musa (Pentateuch) dalam Bible tidak mahu ketinggalan meramalkan 12 orang khalifah itu daripada keturunan nabi Ismail (a). Berikut adalah petikan dari Perjanjian Lama Kitab Keluaran, Fasal 17, ayat ke-20:

.
saudaraku…
Kebangkitan Islam di Iran

Ramalan kebangkitan Islam di Iran sudah lama diramalkan dalam surah Muhammad dan Jumu’ah

“….dan jika mereka berpaling, digantikan satu kaum selain kamu kemudian mereka tidak menjadi seperti kamu” (surah Muhammad, ayat 38)

“… mereka bertanya kepada Rasulullah s.a.w: “Siapakah mereka yang jika kami berpaling, kami akan digantikan dan mereka tidak akan jadi seperti kami?” jawab Rasulullah sambil menepuk tangannya ke bahu Salman al-Farisi, sambil bersabda: “dia dan kaumnya, sekiranya ad-Din terletak di bintang Suria nescaya akan dicapai oleh pemuda-pemuda daripada kalangan bangsa Parsi” (Tafsir Ibnu Kathir)
.
Begitu juga Surah Jumuah ayat 3 dalam Sunan Tirmidzi menceritakan hal yang sama.
Perkataan Syiah sendiri bermaksud ‘pengikut’ atau ‘golongan’. Hari ini perkataan Syiah banyak difokuskan kepada pengikut Imam Ali bin Abi Talib (a). Antara yang menarik perhatian kita adalah perkataan Syiah itu pernah diabadikan dalam beberapa kitab tafsir antaranya ialah Tafsir Dur Mathur Fi Tafsir Ma’thur, jilid ke-8, halaman 589:

(dikeluarkan oleh Ibn Adi daripada ibn Abbas yang telah berkata: apabila turunnya ayat {Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu sebaik-baik makhluk} telah bersabda Rasulullah (s) pada Ali : (( ia adalah kamu dan Syiah kamu di hari kiamat adalah orang yang meredha dan diredhai))

Dan dinukilkan ibn Mardawiyah daripada Ali yang telah berkata: Telah bersabda Rasulullah (s) untukku: ((tidakkah engkau mendengar firman Allah {Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu sebaik-baik makhluk} ia adalah kamu dan Syiah kamu, di mana janjiku dan janjimu bertemu di telaga Haudh, jika telah datang kepadamu umat untuk perhitungan, mereka dalam kehilangan panduan lantas memohon pertolongan))

Tujuh Alasan Amerika Serikat Akan Kalah Jika Menyerang Iran

Adam Lowther, analis Pertahanan Amerika Serikat, mengemukakan tujuh alasan pertimbangan AS tidak menyerang Iran. Ini tujuh alasan dari anggota analis pertahanan AS di Universitas Angkatan Darat Amerika tersebut.

Superjenderal dari Teheran

1. Iran punya kapabilitas militer yang mumpuni untuk menghadapi Amerika Serikat dalam beberapa dekade ini. Iran tidak seperti negara-negara bekas invasi AS, seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afganistan, atau Irak. Militer Iran jauh lebih kompeten dan memiliki kemampuan. Iran juga berpengalaman dalam mempelajari taktik dan strategi AS melalui pengamatannya selama perang Irak satu dekade ini.


Iran adalah negara berbahaya dan bisa menyerang dengan stok rudalnya yang lumayan banyak. Israel telah melihat kemampuan serangan rudal Iran selama perang Jalur Gaza pada 2008/2009 dan Perang Lebanon pada tahun 2006. dan Tidak ada yang bisa memprediksi gerakan dan respon Iran yang kadang tidak terduga.

photo QUDS Pasukan Khusus Iran

Angkatan laut Iran punya keterampilan laut yang baik dalam pertempuran litoral dan mempunyai kemampuan untuk menutup Selat Hormuz untuk waktu yang cukup lama. Penutupan Selat Hormuz ini dapat menjadi posisi tawar yang tinggi atas diberlakukannya sanksi ekonomi terhadap Iran. Dampak paling signifikan atas penutupan Selat Hormuz adalah naiknya harga minyak dunia.

gambar Marinir Iran

2. Tidak seperti Irak, Angkatan Darat Iran dan Korps Pengawal Revolusi Iran tidak akan meletakkan senjatanya pada serangan awal. Menurut Lowther, Iran banyak belajar dari Irak dan Afganistan tentang bagaimana mengalahkan AS. Iran tidak akan menyerah begitu saja pada serangan pertama dari AS.

Photo Sniper Pasukan Khusus negara Iran

3. Kementerian Intelejen Iran merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kementerian Iran terbukti dapat mengatasi kelompok-kelompok yang bersifat anti-Iran selama 3 tahun terakhir. Bahkan baru-baru ini Pengadilan Revolusioner Iran menjatuhi hukuman mati kepada seorang pria keturunan Iran-Amerika Serikat karena terbukti menjadi mata-mata CIA, dinas rahasia Amerika Serikat.

Satuan Pasukan Khusus Angkatan Darat Iran

4. Gerakan Perlawanan Hizbullah kemungkinan besar dapat membantu perlawanan Iran terhadap AS. Menurut Lowther, Hizbullah dapat memainkan peranan penting bagi Iran untuk memberikan perlawanan bagi AS. Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, memperingatkan bahwa apa pun yang dilakukan Israel atau Amerika Serikat secara militer pada fasilitas nuklir Iran akan mengarah pada perang dengan melibatkan banyak pihak.

“Saya tidak mengancam, tapi setiap orang yang punya perasaan dapat melihat bahwa serangan Israel-AS terhadap Iran atau keterlibatan militer di Suriah akan mengarah pada perang regional,” kata Nasrallah di selatan Beirut, November 2011.

garda-revolusi

5. Iran mempunyai kemampuan yang mengesankan dalam perkembangan dunia maya. Lowther menulis serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran kemungkinan akan berlanjut. Peretas alias hacker Iran mungkin akan menargetkan data penting di sektor publik dan swasta, yang dapat mematikan sistem dan data.

Tentara Iran

6. Militer AS layak untuk beristirahat, terlebih setelah hampir satu dekade terus berperang. Soalnya, sudah satu dekade ini AS berperang dengan Irak dan Afganistan. Joseph Stiglitz, peneliti AS, berpendapat, perang ini menjebak AS ke dalam krisis ekonomi dan terbenam dalam lilitan utang akibat biaya militer yang amat tinggi.

milisi-syiah

7. Serangan AS atas Iran akan membawa AS ke dalam perang yang lebih besar. Akibatnya, sulit bagi AS melakukan istirahat dan perbaikan.

Pada akhirnya, Lowther menyarankan AS untuk menimbang kembali semua pilihan sebelum beralih kepada konflik militer.

Said Aqil Siradj Menabrak Fatwa Pendiri NU tentang Syiah ? KH. Hasyim Asyari Telah Fatwakan Syi’ah Sesat Sebelum Berkembang di Indonesia ?

Fatwa NU 1

Mendiang Gus Dur pernah berkata NU=Syiah minus Imamah. Di kesempatan lain Gus Dur juga pernah menyatakan bahwa NU itu lebih Syiah daripada Syiah itu sendiri.

Fatwa NU 3Di Syi’ah sendiri ada oknum takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada oknum takfirinya.

Perlakuan beberapa gelintir orang tidak bisa mewakili semuanya, bahkan pendapat segelintir ulama itu sendiri tidak serta mewakili semuanya.

Apalagi dalam Syi’ah, ijtihad yang di ambil adalah ijtihad terbaru dari Marja’i taqlid yang masih hidup, dalam syi’ah pintu ijtihad selalu terbuka. Khomeini yang sudah meninggal dunia hanya berijtihad pada masa nya.

KH. Hasyim Asyari Telah Fatwakan Syi'ah Sesat Sebelum Berkembang di Indonesia

Bedanya di Iran atau di mazhab Syiah itu lembaga ulama lebih terstruktur sehingga dikenal ada istilah ulama marja dan sebagainya, beda dengan di Sunni yang lebih banyak corak pada pola berpikirnya.

Banyaknya kaum muslimin yang belum mengenal dan mengerti mazhab Syiah, terutama tentang pemikiran ulama-ulamanya itu disebabkan karena kurangnya interaksi mereka dengan buku-buku dan pemikiran-pemikiran Syiah.

Karenanya alangkah baiknya, saran saya, lembaga-lembaga keagamaan Syiah mengirimkan buku-buku mereka ke organisasi-organisasi Sunni dan menyatakan, ini lho karya-karya kami, bahkan kalau perlu membuat perpustakaan-perpustakaan yang berisi kitab-kitab Syiah yang mudah diakses masyarakat Sunni.

Sehingga antara kedua mazhab ini bisa saling berinteraksi, tukar wawasan dan saling bersinergi, sehingga kemungkinan bersitegang itu bisa diminimalisir.

Syi’ah menyatukan kekuasaan politik dengan agama, menjalankan kekuasaan spiritual sekaligus duniawi

Kemenangan revolusi Islam di Iran adalah pelajaran bagi negara-negara tertindas, bahwa mereka bisa memperjuangkan haknya jika bersatu. Republik Islam Iran adalah contoh, bahwa sunnah dan modernitas bisa diselaraskan, nasionalisme dan islamisme bisa disinkronkan, bahwa negara Islampun bisa mencapai kemajuan sains dan tekhnologi.

Garis pemikiran, politik dan sosial Imam Khomeini sebagai peta jalan bangsa Iran untuk meraih tujuan-tujuan besarnya seperti keadilan, kemajuan dan kekuatan.

Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu, artinya Imam Khomeini ra mampu membawa Islam dari sudut kamar, pesantren dan masjid ke tengah masyarakat dan dunia serta menyatukan kembali agama dan politik.

Iran telah merontokkan propaganda Barat, bahwa seorang muslim harus identik dengan kejumudan dan keterbelakangan, dan harus bergantung pada kemajuan tekhnologi Barat. Iran telah mengajarkan pada dunia, bahwa kebebasan dan kemandirian harus diraih, karena itu satu-satunya solusi paling efektif untuk menghantam musuh. Karena itu semua proyek dan agenda Barat saat ini, adalah agar negara-negara tertindas menjauhi bahkan memusuhi Iran

Kemenangan revolusi Islam Iran telah mengubah peta geopolitik udunia. Kemenangan tersebut diraih oleh persatuan umat Islam di Iran. Kediktatoran dapat diruntuhkan oleh persaudaraan dan kebersamaan. AS dan Barat tidak mampu menghalangi kemajuan Iran yang didapatnya dengan persatuan, karena itu mereka harus menempuh taktik pecah belah. Persatuan adalah harga mati bagi kemajuan Islam dimasa depan.

Kemenangan revolusi Islam Iran adalah gerakan Islam terbesar abad ini yang memberi pengaruh besar pada kebangkitan di dunia Islam

Pendiri NU Mensesatkan Syiah, Ketua NU Sekarang Sebut Syiah Tidak Sesat

Rabu, 12 Syawwal 1433 H / 29 Agustus 2012 09:43 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai aliran Islam Syiah secara umum bukan merupakan aliran sesat.

“Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Menurut dia, Syiah merupakan salah satu sekte Islam yang sudah ada sejak 14 abad lalu. Sekte ini pun ada di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia.

“Pusatnya memang di Iran,” ujar Said.

Ihwal fatwa haram dan sesat yang dikeluarkan ulama di Sampang, Said menjelaskan, fatwa tersebut ditujukan oleh ulama di sana untuk aliran Syiah yang diusung Tajul Muluk.

“Yang sesat itu aliran Tajul Muluk, Syiah-nya Tajul Muluk. Bukan Syiah secara keseluruhan,” ucapnya.

Almarhum Gus Dur[1] dulu pernah mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah. Bukan tanpa alasan statemen itu dilontarkan, memang NU dan Syiah secara budaya memiliki banyak kesamaan. Di Indonesia pendakwah ajaran Islam tak dapat dipastikan apakah Sunni atau Syiah yang datang terlebih dahulu, sebagaimana madzhab leluhur para habib di Hadramaut yang masih diperdebatkan apakah Sunni, Syiah atau bahkan membuat madzhab sendiri.

.

Karena itulah budaya, simbol-simbol Syiah melekat kuat dengan budaya Sunni di Indonesia. Kecintaan akan keluarga Nabi saw melekat dengan erat, di antaranya; pujian, tawasulan pada para imam Syiah termaktub dalam syair-syair, tarian, dll; hikayat dan cerita kepahlawanan keluarga Nabi saw; tradisi-tradisi yang mirip dengan budaya Syiah, seperti tabot, tahlil arwah hari ke-n, rabo wekasan, primbon, larangan berhajat di bulan suro; istilah-istilah keagamaan, dsb seperti syuro, kenduri, bahkan penamaan hal-hal berbau (maaf) seks pun dengan nama keluarga nabi, seperti tongkat Ali atau rumput Fatimah (padahal kalau menyesuaikan nama aslinya seharusnya terjemahnya adalah tangan Maryam). [2]

.

NU sebagai salah satu mainstream Sunni di Indonesia menghormati, mengagungkan dan mentaati keturunan Nabi saw, demikian halnya dengan Syiah, bahkan jika mereka berbuat salah pun mereka tetap menaati dan tunduk karena takut kualat, dan sebagainya. Ingat skandal habib pemimpin majelis terbesar kedua di Jakarta?. NU mengenang dan membacakan manaqib para leluhur guru, kyai-kyai mereka dan mengadakan haul kewafatan mereka. Begitu juga dengan Syiah

.

Dalam mengatasi ayat-ayat mutasyabihat berkenaan dengan Tuhan, kedua golongan ini sama-sama menakwilkan sesuai dengan posisi Tuhan, bukan memakai arti lahiriah ayat tersebut. Jika dalam NU ada saudara mereka yang meninggal, mereka mendoakannya dalam acara tersendiri, tahlilan. Begitu juga dengan Syiah. NU mengajarkan kebolehan tawasul dengan orang-orang ‘suci’ mereka, begitu pula dengan Syiah. NU menganggap orang-orang suci mereka tetap hidup meski sudah meninggal dan menziarahi kuburan mereka untuk bertawasul dan bertabarruk. NU mengenal tabaruk dengan benda-benda peninggalan atau pemberian orang ‘suci’ sama halnya dengan Syiah. Poin-poin terakhir di atas itulah yang membuat golongan muslim kecil imporan naik darah lantas mengkafir-musyrikan dan siap-siap menghunuskan pisau untuk mengalirkan darah penganut NU dan Syiah untuk taqarub kepada Allah

.

Dua golongan ini, NU dan Syiah memang memiliki banyak kesamaan. Kedua-keduanya sudah dicap sesat dan kafir oleh kelompok Islam kecil lainnya. Tak jarang untuk mengadu domba dan mempertajam perseteruan kedua kelompok ini dan, Syiah dan Sunni, ada oknum yang mengaburkan, mengganti bahkan menghilangkan redaksi-redaksi dalam kitab-kitab rujukan Sunni-Syiah[3]. Masalah yang seringkali dibentrokkan dengan golongan Sunni adalah imamah Ali dan 11 keturunannya, tahrif al-Quran, doktrin keadilan sahabat nabi, nikah mut’ah, taqiyah, dll

.

Keimamahan ahli bayt merupakan salah satu rukun dalam Syiah. Namun bukan berarti orang yang tidak meyakini dan mengikutinya kafir. Begitulah yang dikatakan para imam Syiah. Imam Abu Ja’far, Muhammad Al-Baqir as, berkata, seperti tercantum dalam Shahih Hamran bin A’yan: “Agama Islam dinilai dari segala yang tampak dari perbuatan dan ucapan. Yakni yang dianut oleh kelompok-kelompok kaum Muslim dari semua firqah (aliran). Atas dasar itu terjamin nyawa mereka, dan atas dasar itu berlangsung pengalihan harta warisan. Dengan itu pula dilangsungkan hubungan pernikahan. Demikian pula pelaksanaan shalat, zakat, puasa, dan haji. Dengan semua itu mereka keluar dari kekufuran dan dimasukkan ke dalam keimanan.”

.

Mengenai tahrif al-Quran, umat Islam sepakat bahwa hal ini merupakan masalah besar. Siapapun yang meyakini bahwa al-Quran telah berubah, baik kurang atau ditambah, maka dihukumi kafir. Sayangnya, pengeritik dan pencela Syiah tidak melihat langsung kondisi sebenarnya di Iran, melihat langsung al-Quran-quran yang tersebar seantero Iran yang sama dengan yang dibawa umat Islam lainnya. Masih ingat dengan “Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran” yang best seller di Indonesia, Masih sama kan dengan al-Quran yang dibaca dan dihafal kelompok Sunni?.

.

Adapun riwayat-riwayat hadits, sahabat atau ulama yang mengatakan adanya tahrif al-Quran sebenarnya juga bertebaran tak hanya di kitab-kitab Syiah saja tapi juga ada di kitab-kitab Sunni. Itupun ada yang belum dipastikan sahih riwayatnya atau tidak dan juga tidak menjustifikasi si empunya kitab sebagai penganut tahrif, bahkan mungkin ia menolak mentah-mentah.[4]

.

Jika ada oknum di suatu golongan yang meyakini tahrif, maka itu tidak menegaskan semua golongan itu meyakini tahrif. Baik Sunni maupun Syiah mempunyai oknum yang meyakini adanya tahrif tersebut. Kalau dalam Syiah penganut tahrif al-Quran disebut kelompok Akhbari. Adapun pendukung tahrif di Sunni, pernahkan anda membaca cerita Ibnu Syanbudz dan pengikutnya, ulama besar Sunni ahli al-Quran? [5]

.

Adapun masalah sahabat, yang perlu dipertanyakan adalah apakah meyakini semua sahabat Nabi saw itu udul adalah bagian dari iman atau tidak. Jika iya, dan mereka yang mencela, mengkritik dan melaknat sahabat adalah kafir. Maka bagaimana dengan para sahabat itu sendiri yang saling mencela melaknat bahkan membunuh sahabat lainnya. Apa mereka kafir? Jika anda mempelajari sejarah Islam maka akan anda temukan banyak riwayat valid seperti itu di hampir semua kitab-kitab sejarah umat Islam, baik Sunni maupun Syiah. Jika menunjukkan dan mengungkapkan kejelekan dan keburukan sahabat merupakan dosa besar, maka hampir semua pengarang kitab hadits dan sejarah termasuk orang yang berdosa besar. Maka tak heran jika ada ulama besar hadits yang menganjurkan untuk menutupi hal-hal tersebut untuk menjaga doktrin sahabat itu wajib adil.[6]

.

Dengan dasar konsep semua sahabat udul itu pula semua peristiwa hitam dan kelam perseteruan sahabat ditafsirkan dan dijelaskan. Sayyidah Fatimah tidak pernah marah pada Abu Bakr karena soal perampasan tanah Fadak, fitnah yang terjadi diantara para sahabat di masa Utsman dikarenakan provokasi orang Yahudi, bahkan perang yang terjadi antara Ali as dengan Aisyah, Thalhah dan Zubair adalah karena provokasi Yahudi tersebut. Tak hanya itu, terkadang kejelekan yang dilakukan oleh para sahabat ditutupi secara halus. Jika ada riwayat yang menyebutkan nama sahabat yang berbuat buruk, maka diganti dengan fulan, si a, dll. Jika ada perbuatan atau perkataan buruk sahabat maka ditulis kadza, sesuatu, dll.

.

Fitnah buruk lain yang disematkan pada Syiah adalah Syiah mengkafirkan semua sahabat, kecuali 3 orang. Jika Syiah mengkafirkan semua sahabat, lantas siapa yang membantu Ali dalam perang melawan Aisyah, Thalhah, Zubair, madzhab Khawarij, dan Muawiyah. Mau dikemanakan para sahabat nabi yang mati demi membela Islam dan keluarga Nabi saw? Bagi Syiah sahabat Nabi saw ada yang baik dan ada juga yang buruk. Mereka yang buruk tidak perlu diikuti. Syiah tidak sekedar menuduh jelek seorang sahabat tapi mempunyai bukti valid atas keburukan sahabat tersebut.

.

Syiah pembohong, pendusta karena Syiah menganut doktrin taqiyah. Begitulah yang sering dilontarkan oleh pembenci Syiah. Demikian lekatnya doktrin taqiyah pada golongan Syiah dan tuduhan jeleknya sampai-sampai ada guyonan tentang taqiyah golongan Syiah di dunia maya.[7]

.

Tapi, bagaimana kalau anda ditempatkan pada posisi Syiah. Anda akan dibunuh jika mengungkapkan keyakinan anda yang sebenarnya, apa yang akan anda lakukan? Begitulah awal mula taqiyah sebenarnya. Begitulah tindakan Ammar bin Yasir menghadapi siksaan kaum Quraisy. Begitulah tindakan penganut Syiah selama kurang lebih seabad di masa kerajaan Umayyah. Mereka dibatasi gerakannya, diburu, dan dibunuh bila ketahuan mengikuti jejak Ahli Bait. Bahkan Hasan al-Basri pun dalam meriwayatkan hadis dari Ali as, tidak menyebutkan namanya dalam periwayatan karena kondisi waktu itu yang tidak memungkinkan. Jika demikian apa anda setuju taqiyah?

.

Anda menyamakan mut’ah dengan zina, maka anda salah besar. Ibnu Abbas sampai buta mata dan wafat pun tidak pernah melarang mut’ah atau mencabut pendapatnya tersebut. Karena itulah murid-murid Ibnu Abbas meneruskan pendapatnya. Di antara mereka adalah Ibnu Juraij, Said bin Jubair, Atha’, Mujahid, bahkan ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Imam Malik membolehkan nikah Mut’ah. Jika Syiah meyakini mut’ah masih diperbolehkan, apakah anda akan memprotes? Toh, menurut Syiah mut’ah tetap diperbolehkan Nabi saw dan yang melarang adalah Umar di masa kekhalifahannya dan riwayat tersebut ada di kitab-kitab golongan Sunni dan Syiah.[8]

.

Semua poin-poin di atas, baik tuduhan Sunni atau bantahan Syiah terus saja diulang-ulang sepanjang sejarah Islam, namun semuanya hanya sekedar tulisan tanpa ada upaya untuk menjaga kedamaian ukhuwah islamiyah seakan-akan ada pihak-pihak luar dan dalam yang sengaja menjaga kestabilan perpecahan umat muslim. Akhirnya semua itu berpulang ke dalam diri anda. seorang hakim harus mendengarkan dua pihak yang bersengketa baru memutuskan masalahnya, bukan langsung justifikasi tanpa bertabayun terlebih dahulu. Bukan sekedar cukup menjadi juru dakwah, pemimpin majelis dengan jutaan pengikut, atau tukang khutbah mingguan untuk dapat menjustifikasi sekelompok orang menjadi sesat, kafir dan musyrik, diperlukan sikap yang arif, objektif, ilmiah dan berlaku adil dalam menanggapi saudara sesama muslim yang berbeda pandangan dengan kita.

.

“Tidaklah seseorang melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kefasikan, dan tidak pula melemparkan tuduhan kepada yang lain dengan kekafiran, melainkan hal itu akan kembali kepadanya apabila yang dituduh ternyata tidak demikian”.

.

[1] Dibanding dengan kakeknya, Gus Dur begitu dekat dengan golongan Syiah. Ketika terjadi revolusi Iran, Gus Dur mengatakan “Khumayni waliyullah terbesar abad ini” yang menimbulkan kontroversi di kalangan NU, bahkan dalam sebuah diskusi Gus Dur juga mempersilakan warga NU untuk masuk ke madzhab Syi’ah.

.

Said Aqil Siradj yang lulusan pendidikan Saudi pun menjadi pembela Syiah, padahal Saudi secara politik dan budaya menganut faham Wahabi yang jelas-jelas menolak bahkan mengkafirkan Syiah. Pendapat KH. Ahmad Dahlan juga berbeda dengan pendapat majelis tarjih Muhammadiyah sesudahnya, beliau memakai qunut subuh, tarawih 20 rakaat, mengucap usholi dalam niat shalat, dll.

.

[2] Bahwa upacara peringatan orang mati/tahlil pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000, termasuk khaul, adalah tradisi khas yang jelas-jelas terpengaruh faham Syiah. Dalam tahlil dimulai dengan bacaan al-Fatihah kepada Nabi saw dan roh-roh si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlil juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro dengan penanda bubur Syuro, tradisi Rebo Wekasan atau Arba’a Akhir di bulan Safar, tradisi Nisfu Sya’ban, faham Wahdatul Wujud, Nur Muhammad, larangan berhajat pada bulan Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji Nabi Muhammad Saw dan ahl al-bait, dan wirid-wirid yang diamalkan menunjukkan keterkaitan tersebut. Bahkan istilah kenduri pun, jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah karena dipungut dari bahasa Persia: Kanduri, yakni upacara makan-makan di Persia untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.

.

[3] Di antara kitab yang terbukti ditahrif adalah Nahj al-Balaghah yang diterbitkan oleh Muhammad Abduh Mesir, kitab-kitab al-Khumayni, seperti Hukumah Islam, Kasyful Asrar yang diterjemahkan menyimpang dari bahasa Persia ke Inggris/Arab. Pemalsuan kitab Kasyful Asrar dibongkar oleh Dr. Ibrahim Dasuki Syata, pengajar bahasa dan sastra dari Universitas Kairo. Pemalsuan kitab Hukumah Islam diduga dilakukan penerbit buku milik CIA ke dalam bahasa Inggris.

.

[4] Riwayat-riwayat tahrif al-Quran, baik dari kalangan sahabat maupun ulama besar, beredar di kitab-kitab Sunni dan Syiah. Di antara yang berpendapat al-Quran berubah adalah Imam Malik, beliau berkata tentang sebab gugurnya basmalah pada pembukaan surah Barâ’ah, “Sesungguhnya ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugur pulalah basmalahnya. Dan telah tetap bahwa ia sebenarnya menandingi surah al-Baqarah (dalam panjangnya)”

.

[5] Ibn Anbari dan al-Qurthubi menutupi identitas tokoh ini dalam kitabnya. Namun al-Khatib al-Baghdadi dan Abu Syamah menyebut jelas tokoh besar Sunni ini. Nama lengkapnya Abu al Hasan Muhammad ibn Ahmad ibn Ayyub al Muqri’/pakar qira’at, yang dikenal dengan nama Ibnu Syanbûdz/Syannabûdz al-Baghdâdi (w.328 H). Ia banyak belajar dan menimba ilmu qira’at dari banyak pakar di berbagai kota besar Islam. Ia telah berkeliling ke hampir seluruh penjuru negeri Islam untuk menimba ilmu dari para masyâikh, dan ahli qira’at.

.

Ia sezaman dan satu thabaqah dengan Ibnu Mujahid (yang membatasi qira’at hanya pada 7 qira’at saja), tetapi ia lebih luas ilmu dan pengetahuannya, khususnya tentang qira’at dan sumber-sumbernya, dan ia lebih banyak guru dan masyâikhnya, hanya saja Ibnu Majahid lebih berkedudukan di sisi penguasa saat itu. Banyak kalangan ulama qira’at belajar darinya. Abu ‘Amr ad Dâni dan lainnya mengandalkan sanad qira’at melalui jalurnya. Ibnu Syannabûdz adalah tsiqah/terpercaya, seorang yang shaleh, konsisten dalam menjalankan agama dan pakar dalam disiplin ilmu qira’at.

.

Ia meremehkan Ibnu Mujahid yang tidak pernah melancong ke berbagai negeri untuk menimba ilmu qira’at. Apabila ada seorang murid datang untuk belajar darinya, ia menanyainya terlebih dahulu, apakah ia pernah belajar dari Ibnu Mujahid? Jika pernah maka ia tidak akan mau mengajarinya. Ibnu Mujahid menyimpan dendam kepadanya, dan menfitnahnya kepada al wazîr/penguasa saat itu yang bernama Ibnu Muqlah. Ibnu Syannabûdz diadili pengguasa di hadapan para ulama dan ahli fikih, di antaranya Ibnu Mujahid atas qira’atnya yang dinilai menyimpang, setelah terjadi perdebatan seru dengan mereka.

Ibnu Muqlah memintanya untuk menghentikan kebiasaannya membaca qira’at yang syâdzdzah, tetapi ia bersikeras mempertahankannya, dan berbicara keras kepadanya dan kepada Ibnu Mujahid serta al Qadhi yang dikatakannya sebagai kurang luas pengetahuan mereka berdua, sehingga Ibnu Muqlah menderanya dengan beberapa cambukan di punggungnya yang memaksanya mengakui kesalahannya dan bersedia menghentikan bacaan syâdzdzah-nya.

.

Ketika Ibnu Muqlah menderanya, Ibnu Syannabûdz mendoakannya agar Allah memotong tangannya dan mencerai-beraikan urusannya. Tidak lama kemudian, setelah tiga tahun, tepatnya pada pertengahan bulan Syawal tahun 326 H, doa itu diperkenankan Allah dan Ibnu Muqlah pun dipotong tangannya oleh atasannya dan dipenjarakan serta dipersulit kehidupannya. Ia hidup terhina dan mati dalam sel tahanan pada tahun 328 H, tahun yang sama dengan tahun wafatnya Ibnu Syannabûdz. Sebagaimana Ibnu Mujahid juga mati setahun setelah mengadili Ibnu Syannabûdz.

.

[6] Al-Dzahabi berkata, “Omongan sesama teman jika terbukti dilontarkan dengan dorongan hawa nafsu  atau fanatisme maka ia tidak perlu dihiraukan. Ia harus ditutup dan tidak diriwayatkan, sebagaimana telah ditetapkan bahwa harus menutup-nutupi persengketaan yang terjadi antara para sahabat ra. Dan kita senantiasa melewati hal itu dalam kitab-kitab induk dan juz-juz akan tetapi kebanyakan darinya adalah terputus sanadnya dan dha’if dan sebagian lainnya palsu. Dan ia yang ada di tangan kita dan di tangan para ulama kita. Semua itu harus dilipat dan disembunyikan bahkan harus dimusnahkan. Dan harus diramaikan kecintaan kepada para sahabat dan mendo’akan agar mereka diridhai (Allah), dan merahasiakan hal itu (bukti-bukti persengketaan mereka itu) dari kaum awam dan individu ulama adalah sebuah kawajiban. Dan mungkin diizinkan bagi sebagian orang ulama yang obyektif  dan jauh dari hawa nafsu untuk mempelajarinya secara rahasia dengan syarat ia memintakan ampunan bagi mereka (para sahabat) seperti diajarkan Allah.

[7] Kisah Laporan “Spy” Wahabi Tentang Iran.
Pada suatu hari, agen wahabi mengutus seorang untuk “spy” semua gerak-geri orang syiah, terutama di Iran, maka diutuslah seorang agen A untuk memulai misi ke Iran. Setelah tiga bulan lamanya sang agen kembali untuk melaporkan hasil mata-matanya. Mari kita lihat apa yang dilaporkannya :
Agen A : Bos ternyata semua orang Iran, mereka itu hidup dalam taqiyah sepanjang waktu dan dimanapun mereka berada.
Bos : maksud kamu ?

.
Agen A : Setelah sekian lama saya selidiki:
1.  Segala cara dan upaya telah saya lakukan untuk dapat menemukan Al-Qur’an versi Syiah, tapi tetap saja saya tidak pernah menjumpai dan menemukannya. Setiap saya lihat semua Al-Qur’an di sana sama dengan Al-Qur’an yang kita baca, dan saya tidak pernah menemukan orang yang menjual atau memegang atau menyimpannya di rumah atau di perpustakaan-perpustakaan atau di sekolah-sekolah mereka selain Al-Qur’an seperti yang kita punya. Padahal yang kita belajar dan dengar dari guru-guru kita bahwa Syiah memiliki al-Qur’an sendiri.

.
2. Mereka juga selalu bersalawat kepada Nabi dan Ahlul Baytnya sepanjang waktu mereka, di hampir setiap akhir dari bacaan gerakan sholat, dalam doa-doa mereka, ketika mereka mendengar nama Rasulullah dan para Imam mereka disebutkan, ketika mereka akan memulai pekerjaan dan berpergian, pokoknya di setiap hari mereka selalu mengumandangkan salawat dan kecintaan kepada Rasulullah dan Ahlul Baytnya seolah-olah mereka tahu bahwa saya sedang memperhatikan mereka. padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sebenarnya adalah pembenci dan selalu memfitnah ahlul bayt nabi.

.
3. Setiap hari masyarakat mereka selalu mengutuk dan membenci Amerika dan Zionis, serta musuh-musuh Islam. Dan kesiapan serta doa mereka untuk menjadi dan dibangkitkan sebagai tentara Al-Mahdi dalam melawan Dajjal akhir zaman. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka adalah kawan sejati Amerika dan Israel.

.

4. Ketika saya memasuki kota-kota suci mereka, di setiap hari mereka selalu bergiat dalam ibadah-ibadah serta kajian-kajian keilmuan dan keagamaan, tidak pernah mereka menghabiskan waktu dalam kesia-siaan apalagi mengeluarkan cacian kepada sahabat dan istri nabi. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka setiap hari melakukan majlis-majlis cacian kepada sahabat dan isteri nabi.

.

5. Para mahasiswa dan ilmuwan mereka pun sedang bergiat dalam mengembangkan teknologi, yang setiap saat mereka katakan sebagai kekuatan Islam untuk melawan orang kafir dan musuh Allah, kemajuan yang mereka alami adalah dari hasil anak bangsa dan kemandirian mereka setelah negara mereka mendapat tekanan dan boikot dunia. Padahal yang saya dengar dari guru-guru kita, bahwa mereka sering melakukan kerjasama dan membeli senjata dari Amerika dan Israel.
.

[8] Quraisy Shihab memandang bahwa 1. Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah benar Nabi saw pernah mengharamkan nikah mut’ah itu; 2. Larangan Umar bin Khattab terhadap nikah mut’ah bukan pengharaman suatu syariat, tetapi demi menjaga kemaslahatan umat kala itu. 3. Pendapat yang kompromistis ialah pendapat Syekh Muhammad Thahir bin Asyur, mufti Tunisia yang mengatakan bahwa Nabi SAW dua kali mengizinkan nikah mut’ah dan dua kali melarangnya. Larangan ini bukan pembatalan, tetapi penyesuaian dengan kondisi, kebutuhan yang mendesak atau darurat. Maka nikah mut’ah itu hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat, seperti bepergian jauh atau perang dan tidak membawa istri.

Pemimpin ISIS binaan dari dinas intelijen Amerika, Inggris, dan Israel.

isis killing

Abu Bakr al-Baghdadi saat berkhotbah di Mosul pada awal Juli dengan jam tangan Rolex, seharga lebih dari Rp 45 juta seri Omega Seamaster (jam yang dipakai James Bond pada film Skyfall).

agen-mossad-berdarah-yahudi-singkap-tabir-baghdadi-3

Abu Muhammad al-Indonesi saat pidato (via: Youtube)

Abu Muhammad al-Indonesi Al Wahabi  As Salafi  saat pidato (via: Youtube)

Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

acara baiat Abu Bakar Ba’asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan.

agen-mossad-berdarah-yahudi-singkap-tabir-baghdadi-3

Mujahidin Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah (Foto: Youtube)

Mujahidin Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah (Foto: Youtube)

Bocoran dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika serikat (NSA) ini tentu sungguh mengejutkan. Menurut Edwar Snowden, mantan pegawai NSA baru saja mendapat perpanjangan tinggal di Rusia untuk tiga tahun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah bentukan dari dinas intelijen Amerika bersama Inggris, dan Israel.

Snowden bilang pihak intelijen dari ketiga negara itu menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik perhatian kaum ekstremis dari seantero dunia ke satu tempat. Strategi ini disebut sarang langau.

pembentukan ISIS ini merupakan siasat untuk melindungi rezim Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan islami.

“Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan satu musuh bersama di sekitar Israel,” tulis dokumen rahasia NSA, seperti dilansir situs Global Research pertengahan bulan lalu.

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) header

Bocoran dokumen NSA mengungkapkan pula pemimpin ISIS sejak Ramadan lalu mengangkat dirinya sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) Abu Bakar al-Baghdadi menjalani pelatihan militer selama setahun digelar Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Dia diajarkan pula soal teologi Islam dan kemampuan berpidato.

Veterans Today melansir laporan lebih rinci lagi Senin pekan lalu. Jurnal bidang militer dan luar negeri ini menulis sebenarnya adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad.

Nama aslinya adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad buat memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

Informasi sejatinya dari Edward Snowden itu mengungkapkan Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS – kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah – untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa serta Mosul di Irak. Pengaruh mereka telah meluas hingga Indonesia.

Abu Bakal al-Baghdadi muncul di depan publik. Pria mengangkat dirinya sendiri sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) ini berkhotbah di Masjid Agung di Kota Mosul, Irak.

Berjubah dan bersorban serba hitam untuk menandakan dirinya keturunan Nabi Muhammad, Khalifah Ibrahim, nama lain Baghdadi, mengajak semua orang Islam bergabung bersama dia dan berjihad di jalan Allah.

Dia sesumbar, di bawah kepemimpinannya dunia Islam bakal kembali meraih kehormatan, hak, dan kepemimpinannya di jagat ini.

“Saya adalah pemimpin bagi kalian semua meski saya bukan yang terbaik,” kata Baghdadi, seperti dilansir surat kabar the Telegraph awal bulan lalu.

“Jika kalian melihat saya benar, bantu saya. Jika kalian melihat saya salah, nasihati saya dan kembalikan saya ke jalan yang benar,” ujarnya. “Patuhi saya selama saya patuh kepada Allah.”

Baghdadi menyanjung kemenangan jihad telah mengembalikan era kekhalifahan Islam setelah lenyap berabad-abad. “Allah memberikan kemenangan kepada saudara kalian, para mujahidin setelah bertahun-tahun berjihad dan bersabar…Jadi mereka mengumumkan kekhalifahan dan menunjuk khalifah,” tuturnya.

Kabar dan Gambar ISIS terbaru ttg Abu Bakar al-Baghdadi pakai jam mahal

Nahas. Di tengah khotbah mantap dan mampu membius para pengikutnya, Baghdadi berbuat ceroboh. Jam tangan mewah bermerek Rolex terlihat melingkari pergelangan tangan kanannya saat lengan jubahnya tersingkap.

Padahal Rasulullah dan empat khalifah sesudahnya bersikap bersahaja. Bahkan nabi sering puasa selang sehari karena tidak punya makanan dan minuman.

Parahnya lagi, khalifah palsu ini mendapat jabatan mentereng itu dengan tangan berlumuran darah. Dia berperang dengan sangat kejam – mengeksekusi dan memenggal lawan sudah tidak berdaya. Banjir darah atas perintah Baghdadi ini meluas mulai Suriah hingga ke Irak.

Ulama Sunni Yusuf al-Qardawi menegaskan klaim berdirinya kekhalifahan dipimpin Baghdadi itu melanggar syariat Islam.

“Gelar khalifah hanya bisa diberikan oleh seluruh orang Islam di dunia, bukan oleh satu kelompok,” katanya.

Melalui perwakilannya, Abbas Shuman, imam besar Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, menyebut negara Islam bentukan Baghdadi adalah teroris.

“kekhalifahan Islam tidak bisa dibentuk dengan paksaan. Menguasai sebuah negara dan membunuh setengah penduduknya…ini bukan ciri negara Islam. Ini adalah terorisme.”

Ulama Yordania, Abu Muhammad al-Maqdisi, mentor mendiang pemimpin Al-Qaidah di Irak Abu Musab al-Zarqawi, juga mengecam pembentukan negara islam bikinan Baghdadi itu. Menurut dia, hal itu hanya makin melanggengkan pertumpahan darah.

hillaryMantan menteri luar negeri dan ibu negara AS Hillary Clinton secara terang-terangan mengakui bahwa Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru HIllary Clinton “Hard Choice” dan menjadi pemberitaan luas media-media massa internasional akhir-akhir ini.

Hillary Clinton 001

Mantan Menlu di kabinet pertama Presiden Barack Obama itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa “negara Islam” itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara di Timur Tengah. Namun rencana itu berantakan setelah militer Mesir melakukan kudeta, Juli 2013.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni – 7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Hillary menambahkan, pihak barat sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan demi mewujudkan “negara Islam” di Sinai. Namun Mesir memiliki kekuatan militer yang tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung untuk mendukung militer mereka.

“Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalka, kami pun rugi,” tulis Hillary.

Jadi, masihkah percaya dengan dengan propaganda ISIS?(ca)

Hard Choices Hillary Clinton

Hillary Clinton –

Dalam Bukunya, Hillary Clinton Akui ISIS Rekayasa AS untuk Pecah Belah Timur Tengah

Terkait fenomena munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), sebuah pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Menlu AS Hillary Clinton. Dalam buku terbarunya, “Hard Choice”, Hillary mengakui bahwa gerakan tersebut dibentuk oleh AS bersama sekutunya untuk membuat Timur Tengah senantiasa bergolak. Demikian dilansir harian Mesir, Elmihwar,  sejak Rabu (6/8/2014) lalu.

Hard Choices Hillary Clinton

Dikatakan, ISIS dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013 oleh pemerintah AS bersama dan negara-negara barat sekutunya demi memecah belah Timur Tengah melalui gerakan “Arab Springs“.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Awalnya gerakan tersebut akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara Timur Tengah. Namun saat terjadi kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir, semua rencana itu berantakan.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Pihak barat, menurut Hillary, sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan di Mesir. Namun negeri piramida tersebut bukanlah Suriah atau Libya, karena militer negara itu tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung tidak pernah meninggalkan militer mereka.

“Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalkan, kami pun rugi,” tulisnya. Namun kini AS mengakui bahwa kelompok-kelompok yang mereka ciptakan itu, kini justru semakin membesar bahkan menguat. AS pun memburunya tapi tak berhasil, bahkan kelompok-kelompok ini menjadi susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Hillary Clinton).

Hillary Clinton 001

Mantan karyawan Kontrak US National Security Agency (NSA), Edward Snowden, juga melontarkan pernyataan yang hampir sama.

Edward Snowden, seperti dilansir Global Research, menyebut ISIS sebagai produk kerjasama antara Inggris, Amerika Serikat dan Israel dengan tujuan menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik semua ekstrimis dunia dalam satu tempat yang dinamakan “Operation The Hornet Nest”  atau “Operasi Sarang Lebah”

Dalam berita itu disebut pula bahwa Snowden mengungkapkan strategi yang dikenal sebagai operasi “sarang lebah” tersebut. Dokumen NSA menunjukkan operasi “sarang lebah” bertujuan melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi itu adalah dengan menciptakan musuh di dekat perbatasannya. Bocoran informasi rahasia ini juga mengungkapkan bahwa pemimpin ISIS dan Abu Bakar Al-Baghdadi merupakan jebolan program pendidikan Mossad. Dia diketahui pernah mengikuti pelatihan militer intensif selama satu tahun di bawah kendali Mossad, selain program dalam bidang teologi.

Mantan NSA dan CIA Edward Snowden: Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi Dilatih Mossad di Israel

Edward Snowden

Mantan agen NSA dan CIA Edward Snowden mengungkapkan bahwa pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar Al Baghdadi dilatih di Israel, berbagai sumber Iran melaporkan.

Edward Snowden adalah whister-blowers  atau pengungkap rahasia yang dulunya bekerja sebagai agen NSA (National Security Agency) dan juga anggota CIA yang kini masih menjadi buronan AS, dan sementara “ditampung menjadi anak emas” oleh Rusia.

Karena bagi Russia, Edward Snowden adalah aset tak ternilai, dan jika dilepas keluar Rusia sudah dipastikan ia akan mati dibunuh karena dia adalah ancaman yang sangat serius bagi AS dan sekutunya karena memiliki lebih dari satu juta info dan berkas “permainan buruk” AS yang sangat-sangat dirahasiakan dan tak pernah bocor ke publik.

Snowden menambahkan bahwa CIA Amerika dan Intelijen Inggris bekerja sama dengan Mossad Israel sudah menciptakan organisasi-organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia untuk bersatu, dengan menggunakan strategi yang disebut Operation the hornet’s nest atau operasi Sarang Lebah Hornet“.

Mengapa disebut operasi “Sarang Lebah Hornet”? Mungkin seperti nama operasi-operasi rahasia lainnya, semua hanyalah kiasan kata, namun memiliki makna.

http://southcarolina1670.files.wordpress.com/2013/09/asian-giant-hornet.jpg

Lebah atau Tawon Hornet

Mari kita tela’ah sebentar tentang pengertian nama operasi rahasia ini, tawon atau lebah Hornet dalam bahasa Indonesia atau Melayu sering juga disebut Lebah Tabuhan, adalah sejenis tawon tabuhan yang suka menyengat dan hidup berkoloni. Mirip dengan tabuhan Eropa (Vespa crabro; European hornet) dan tabuhan raksasa Asia (Vespa mandarinia; Asian giant hornet).

Tawon atau lebah ini banyak dijumpai di daerah Laut Tengah (Mediterranean), termasuk Palestina, tetapi juga di Madagaskar dan India. Akibat terbawa oleh perpindahan manusia, habitatnya mulai menyebar ke Amerika Selatan bahkan sampai ke Mexico.

Jenis ini (bahasa Ibrani: צִרְעָה, ẓir’ah, tsirah; bahasa Inggris: hornet) disebut-sebut di Alkitab Ibrani atau bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen sebagai cara Allah untuk mengusir orang-orang di tanah Kanaan sebelum orang Israel datang mendudukinya (wikipedia).

Tabuhan ini adalah jenis tawon terbesar di dunia, ratu panjangnya 25 sampai 35 mm, sedangkan tabuhan jantan dan betina pekerja berukuran lebih kecil.

giant asian hornet

Sengatnya sangat beracun diantara semua tawon. Hornet berbeda dengan lebah biasa yang hanya bisa menyengat hanya sekali. Namun lebah atau tawon Hornet dapat menyengat berkali-kali.

Ilmuwan telah meneliti, betapa ganasnya tawon Hornet ini karena dapat menyerang dan membunuh secara brutal dengan memasuki sarang lebah lain lalu menyengatinya satu persatu. Hanya dengan 30 ekor pasukan lebah Hornet, mereka dapat menyerang sarang lebah biasa dan membunuh 30.000 lebah lawannya, hanya dalam tempo 3 jam!

Sedangkan jika penyerangan hanya dilakukan oleh satu ekor lebah Hornet, peneliti pernah menemukan: hanya dalam tempo satu menit saja, lebih dari 40-50 lebah lawannya mati!

Lebah Hornet menyerang sarang lebah lainnya untuk mengambil semua yang ada dan berguna bagi mereka, mirip rampasan perang. Mereka memakan dan mengambil larva-larva dan madu milik lawan yang berguna bagi stamina dan energi untuk kawanan mereka, dan sebagian rampasan itu dibawa ke sarang Hornet untuk juga dimakan oleh ratunya. (lihat video penyerangan lebah Hornet ke sarang lebah biasa yang sangat mengerikan)

mossad-sealItulah cara hidup Lebah Hornet, jadi ada perkiraan bagi kita tentang nama lebah ini, bagaimana cara menyerang lawan.

Boleh jadi, seperti itulah sel-sel terror buatan pro-Zion awalnya dibentuk, namun akhirnya terus membesar dan akhirnya sulit untuk kembali diatur oleh mereka.

Tapi keadaan akan menjadi win-win solution bagi pro-Zion, karena apapun resikonya, tetap menguntungkan bagi mereka karena memanfaatkan muslim. Jika tak dapat dikendalikan pun, mereka akan menjelekkan nama Islam di dunia.

Sedangkan strategi politik dalam operasi “Sarang Lebah Hornet” , bertujuan untuk membawa semua gerakan teroris dan ekstrimis utama, ke satu tempat dan sebagian besar diantaranya untuk mengguncang stabilitas suatu negara, terutama negara-negara Arab.

Mantan Agen NSA, Edward Snowden itu juga mengungkapkan bahwa ISIS California”, Abu Bakar Al Baghdadi juga pernah melakukan pelatihan militer yang canggih dan rahasia oleh intelijen Israel Mossad”.

Selain pelatihan militer, Al Baghdadi juga mempelajari komunikasi dan keterampilan berbicara dan berpidato didepan umum untuk menarik teroris” dari seluruh penjuru dunia.

Operation “the hornet’s nest” atau operasi

Pusat Penelitian Globalisasi atau The Centre for Research on Globalization (CRG), sebuah organisasi non-profit independen di provinsi Quebec, Kanada, yang berfokus pada penelitian dan media, menyampaikan info tentang ini juga, dan menambahkan bahwa tiga negara menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia disatu tempat, dengan menggunakan strategi “sarang lebah hornettersebut.

Memang selama ini dicurigai oleh banyak penguak konspirasi teori dari seluruh dunia, bahwa fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin, Taliban, Al-Qaeda, Hammas, Bako Haram, bahkan Ikwatul Muslimin dibuat, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad dan Zion beserta inteligen barat lainnya.

Alhasil: bukannya memerangi Zionis, namun mereka justru bergerak untuk memerangi umat Islam lainnya, memerangi yang justru satu kepercayaan dengan mereka. Grand Design pun berhasil.

mccain syria

ISIS members with John McCain

Hal ini akhirnya diperkuat pula dengan wawancara Hillary Clinton pada tahun lalu, tentang Mujahiddin dan Taliban saat di Afganistan yang mereka (AS) ciptakan untuk melawan Russia karena pada waktu itu musuh AS dan barat adalah negara komunis termasuk Rusia.

Mereka diciptakan untuk melawan Russia, dan berhasil. Russia mundur dan mereka menang. Dari sanalah muncul pula sempalannya, Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden adalah kaki-tangan atau boneka CIA. (baca: Bukti Al-Qaeda “Organisasi Boneka” Buatan Amerika)

Selama ini pun, semua penguak konspirasi di dunia tak mengakui bahwa Osama telah mati dibunuh. Mengapa? Karena pada tahun 2002 lalu, Osama pernah dikabarkan sudah mati. Beberapa pendapat mengatakan “Apakah dia bisa mati dua kali?”.

Dan jika ia mati dibunuh, pasti ada banyak foto atau video yang beredar, seperti foto Gaddafi atau video Saddam Husein, untuk menunjukkan realitas yang ada, serta menunjukkan betapa “bangganya” AS dan sekutunya telah berhasil mengeksekusi mereka.

osama-agen-cia2Tapi hal itu tidak terjadi untuk Osama. Yang ada hanyalah satu atau dua buah foto saja, dan itupun ternyata hasil olah gambar Photoshop alias cropping-an.

Sebagian lagi para conspiracy theorists malah sangat mempercayai bahwa Osama bin Laden adalah benar agen CIA, dengan kode nama sandi “Tim Osman”. (baca: Code Name: Tim Osman, Wow! Osama bin Laden Adalah Agen CIA!)

Begitu pula apa yang dikatakan oleh Ron Paul yang akhirnya terkuak, ketika AS membuat Hammas yang tadinya berawal untuk melawan PLO di Palestina, yang kini juga justru menguat dan susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Ron Paul).

Sedangkan menurut Edward Snowden, para teroris hasil buatan AS, Zion Israel dan sekutunya tersebut justru menguntungkan, karena dengan “membuat musuh” maka akan ada alasan untuk memeranginya.

Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan musuh dekat perbatasannya,” Snowden mengatakan.

Untuk sementara waktu, Snowden masih diblokir di zona internasional yaitu dibandara Moskow di Rusia karena dia tidak dapat melakukan perjalanan kemana saja dan dimana saja akibat paspornya dicabut lagi baru-baru ini, menjadikannya satu-satunya manusia tanpa kewarganegaraan di planet Bumi.