Imam Ali bertindak demi demi kepentingan dan kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin, meski tidak ridha dengan apa yang dikerjakan oleh 3 khalifah

Baca :
.

Imam Ali, meski tidak ridha dengan apa yang dikerjakan oleh 3 khalifah sunni, namun demi kepentingan dan kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin, tidak pernah menolak ketika dimintai pendapat dan bimbingan oleh para khalifah.  Tentu saja hal ini tidak bermakna adanya keridhaan dari Imam Ali terhadap kinerja dan tindak-tanduk pemerintahan 3 khalifah sunni.

Misalnya, pada sebagian peperangan, sebagai contoh pada perang melawan Iran dan Roma, Amirul Mukminin Ali As dimintai musyawarah oleh khalifah dan beliau mengemukakan beberapa usulan supaya kaum Muslimin mencapai kemenangan meski beliau tidak turut serta dalam peperangan.

Syi’ah modern mempertegas secara rinci dan mendalam tentang hubungan entitas individu dan masyarakat dalam memunculkan kebutuhan serta menghadirkan sistem sosial yang berbasis pada fungsi pembimbingan dan kepemimpinan dalam pola yang sistematis.

Nabi Ibrahim As dalah imam, akan tetapi bukan khalifah

dimana setelah melewati cobaan dan ujian-ujian yang berat, beliau sampai pada maqam imâmah, namun ia bukan sebagai khalifah dan penerus nabi dengan makna khusus.

Jika maqam imâmah merupakan sebuah maqam penunjukan, maka pelaksanaan hukum-hukum ini harus diserahkan kepada orang-orang yang telah ditunjuk oleh Allah untuk memegang tanggungjawab kepemimpinan umat, merekalah yang dianggap legal dan sah.

imâmah merupakan sebuah maqam penunjukan –bukan pemilihan- dan pemegang maqam ini ditentukan oleh Allah Swt.

Fatimah az-Zahra Salamullah ‘alaiha juga maksum, kendati beliau tidak memiliki kedudukan imâmah.

Muslim Indonesia Menganut Mazhab Apa?

Tanya :
Assalammu’alaikum Wr.Wb.,

Saya mau menanyakan satu hal secara singkat, di Indonesia ini, menganut aliran apa? Syi’ah atau Sunni? karena pertanyaan ini baru saja saya dapatkan dari teman saya diluar negeri dan saya kebingungan ditanya Islam yang mana, karena saya tahunya sekedar Islam saja.

Terus jika mayoritas Islam di Indonesia adalah Sunni, lalu mazhabnya apa?

Terima kasih atas perhatiannya, ditunggu jawabannya ya :)

Terimakasih

[seorang wahabi, via email]

Jawab :
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Bismillahirrahmanirrahim,

Secara resmi, negara tidak menganut paham keagamaan (Islam) tertentu, apakah Sunni atau Syi’ah. Jangankan paham tertentu, agama tertentu saja tidak dianut sebagai agama resmi oleh negara.

Indonesia adalah negara Pancasila dan UUD 45 yang membolehkan SEMUA PENGANUT untuk MENJALANKAN AJARAN  AGAMA  MASiNG MASiNG ( Pasal 28 E, 28 I, 28J dan 29 ).. Jadi Indonesia tidak mencantumkan satu agama tertentu sebagai dasar konstitusi..

Adapun Sunni, Syi’ah dan Wahabi silahkan bertarung mandiri mencari pengikut, dalam proses seleksi alam..         Kalau kita lihat sekarang, kecenderungan nya adalah kaum sekuler liberal telah mendukung Syi’ah…

Mazhab Ja’fari atau Mazhab Dua Belas Imam (Itsna ‘Asyariah) adalah mazhab dengan penganut yang terbesar dalam Muslim Syi’ah. Dinisbatkan kepada Imam ke-6, yaitu Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Keimaman kemudian berlanjut yaitu sampai Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-Asykari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kadzim bin Ja’far ash-Shadiq. Mazhab ini menjadi mazhab resmi dari Negara Republik Islam Iran.

Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28 I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.
(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.
(5) Untuk menegakan dan melindungi hak assi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundangan-undangan.

Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis

Pasal 29

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Habib Zain Al-Kaff: Syi’ah Kalau Kalah Debat, Menuduh ‘Wahhabi’ … Habib Zain Al-Kaff belum mencapai kelas ulama

 http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=tB-Ydp524dY
Habib Zain Al-Kaff merupakan tokoh yang sangat dekat dengan Wahhabi dan sangat anti terhadap Syi’ah..
Habib Zain Al-Kaff belum mencapai kelas ulama, karena omongan nya kerap kontradiktif dan ngawur…
Dia menjerumuskan NU  Jawa Timur menjadi kelompok radikal
Pernyataannya yang mengatakan bahwa wahhabi masih Ahlussunnah adalah pengkhianatan terhadap NU..
 Habib Zein Al-Kaff: Kalau Wahabi Masih Ahlussunnah, Sedangkan Syiah Bukan
 Habib Zain al-Kaff sering kali diundang sebagai pembicara oleh Wahhabi dalam acara mereka. Kalau memang dia NU, maka dia tidak mungkin berbuat demikian, karena wahabi menjadikan GERAKAN ANTi  SYi’AH  SEBAGAI  BATU  LONCATAN  AGAR Di TERiMA Di KALANGAN NU, LALU wahabi AKAN MELAKNAT  NU sebagai ahlul bid’ah nan sesat.. Tidak jarang wahabi  merampok masjid masjid NU..
Anti Syiah dituding Wahabi, Habib Zein : Wahabi itu Ahlus Sunnah, kalau Syiah bukan
Wahabi, kelompok Islam ekstrim yang terbilang baru menyebar di Indonesia namun pengaruhnya sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Kelompok ini  memiliki pengikut yang banyak, sehingga mereka tidak segan-segan mengklaim kafir, bid’ah bahkan fasiq satu sama lain
.
Beragam format acara digelar kalangan Wahhabi, bahkan beragam nama organisasi dibuat Wahhabi, seperti ANNAS, Forum Masjid, dan sebagainya, untuk menyebarkan propaganda yang sama namun dengan nama yang berbeda.
 .
Tak ketinggalan, nama Habib Zain Al-Kaf turut mewarnai acara Wahhabi untuk menarik masyarakat awam agar mendatangi acara tersebut. Foto Habib Zain pun sering dipasang besar, lalu ditulis sebagai PWNU Jatim atau MUI Jatim. Padahal PWNU tidak punya agenda acara bersama Wahhabi, demikian pula dengan MUI. Kehadiran Habib Zain Al-Kaff hanya mengatas namakan pribadinya atau mungkin saja mengatas namakan organisasinya sendiri, yakni Al-Bayyinat.
 .
Habib Zain Al-Kaff dituduh sebagai Wahhabi itu sangat wajar karena kedekatannya dengan Wahhabi. Padahal jumlah muslim Syi’ah di Arab Saudi mencapai sekitar 10-15% dari jumlah penduduk atau sekitar 2 sampai 4 juta penganut Syi’ah.
 .
Penamaan Wahhabi sebagai nisbat kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab diberikan pertama kali oleh kakak kandung pendiri Wahhabi sendiri, yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Najdi al-Hanbali dalam kitabnya al-Shawaiq al-Ilahiyyah fi raddi alal Wahhabiyah, kemudian istilah itu diikuti oleh para ulama.

Anti Syiah dituding Wahabi, Habib Zein : Wahabi itu Ahlus Sunnah, kalau Syiah bukan

 Habib Zein dalam acara tabligh akbar “Mengokohkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia”, juga kembali mengulang pernyataanya  bahwa Habib yang masuk Syiah sudah bukan habib lagi.

“Saya katakan tidak ada Habib yang masuk Syiah, Habib yang masuk Syiah bukan Habib lagi, tapi sudah mantan Habib. (Dia) bukan habib lagi.

JAKARTA

Astaghfirullahaladzim…. Beginilah Kelompok Takfir al-Bayyinat dengan penuh semangat terus mengkafirkan Muslim Syi’ah khususnya dari kalangan Alawiyyin, berhati-hatilah dengan mereka

 Kaum Muslimin yang mengkritik ajaran syiah adalah pemecah belah umat, agen Zionis, dan kesusupan Wahabi.

KEGIATAN DAN PROVAKASI KELOMPOK TAKFIR AL-BAYYINAT SUDAH DALAM TAHAP TAK BISA DI TOLERANSI LAGI, APA HARUS MENUNGGU DARAH TERTUMPAH RABITHAH BARU BERSIKAP????? SIKAP DIAM BISA DIARTIKAN MENYETUJUI TINDAK KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA/MAZHAB KHUSUSNYA KEPADA MINORITAS MUSLIM SYI’AH..MAKA BERSIKAPLAH !!!!

Pimpinan Yayasan Al Bayyinat Jawa Timur, Habib Ahmad Zein Al Kaff justru menampakkan kewahabian nya dengan membela musuh abadi NU yakni wahabi ! Serigala berbulu domba saja lah yang membela wahabi dengan menyalahkan NU

“Wahabi sama-sama Ahlussunnah, kalau mereka (Syiah) bukan. Kalau wahabi kitab rujukannya sama, rukun Iman, rukun Islamnya juga sama, sedangkan Syiah berbeda, kita hanya berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang) dengan Wahabi” tegas Habib Zein dalam konferensi pers setelah acara tabligh akbar bertajuk “Mengokohkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia”, yang digelar Ahad kemarin (16/9) di masjid Al-Furqan Dewan Dakwah Jakarta

Habib Zein : Habib yang masuk syiah, jadi mantan Habib

 Pimpinan Al Bayyinat Habib Ahmad Zein Al Kaff menegaskan bahwasanya jika ada seorang mengaku dari kalangan Habaib, namun mengaku pula sebagai seorang syiah. Maka, orang tersebut bukanlah Habib lagi.

“Saya katakan tidak ada Habib yang masuk Syiah, Habib yang masuk Syiah bukan Habib lagi, tapi (statusnya) sudah mantan Habib. (Dia) bukan habib lagi,” jelas Habib Zein yan juga pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

perkembangan wahabi  di Indonesia memang lebih besar dibandingkan perkembangan Syiah di Malaysia, hal ini  karena ulama di Malaysia sangat sulit menggadaikan aqidahnya.

Di Malaysia Ulamanya tidak mudah dibeli dengan uang. Wahabi  di Indonesia menyebarkan uang bermilyar-milyar dollar untuk menyebarkan ajaran mereka, siang malam orang-orang wahabi  mendekati para tokoh seperti MIUMI

Sehingga  banyak tokoh ulama dan Habaib yang mereka adalah Ahlussunnah, tetapi membela wahabi, karena sudah diberangus oleh kebaikan orang-orang wahabi

Yang diberikan itu bisa tokoh atau organisasinya, hampir semua organisasi di Indonesia dibantu dana oleh wahabi

Menyikapi tokoh-tokoh NU yang membela wahabi maka  mereka telah menyelisihi  Gusdur dan Said Aqil Siraj

Orang NU yang membela wahabi  itu telah berkhianat terhadap Kiyai Hasyim Asyari sudah jauh-jauh hari telah mewanti-wanti untuk menjauhi wahabi dalam Qanun azazi NU

Era Rezim Jokowi; Masa Keemasan Eksistensi & Ekspansi Syiah Indonesia

Gus Mus: Ketegangan Sunni Vs Syiah Itu Murni Politik

 Minggu, 22/03/2015 14:50 WIB

Wajar kelompok/ sekte syi’ah makin berani karena merasa punya “saham” atas kemenangan Jokowi dalam pilpres…

Syi’ah Indonesia Dukung Jokowi-JK dalam Pilpres

Gus Mus: Ketegangan Sunni vs Syiah Itu Murni Politik

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kiai Mustofa Bisri.
.

REMBANG –

Pelaksana Tugas Rais ‘Am Syuriah PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan bahwa memanasnya hubungan Syiah-Wahabi murni karena masalah politik, bukan persoalan agama.

Hal ini disampaikan kIai yang akrab di sapa Gus Mus itu saat berdiskusi tentang persoalan keagamaan dan keumatan bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kediamannya, Rembang, Sabtu (21/3/2015) malam.

Gus Mus menceritakan bahwa memanasnya Syi’ah-Wahabi, lebih khususnya Saudi Arabia-Iran, adalah murni masalah politik. “Dulu, hubungan Saudi sama Iran di Jaman Pahlevi itu begini, erat sekali,” terang Gus Mus sambil memberi isyarat tangan dengan menyatukan jari telunjuk dan jari tengahnya.

“Karena kedua-duanya sama-sama sekutu Amerika. Dan semua orang tahu, saat itu, Iran sudah Syi’ah,” tambahnya.

Namun, lanjut Gus Mus, setelah revolusi 1979, ditandai dengan ambruknya sistem kerajaan, Saudi dan Iran renggang, bahkan sekarang lagi panas-panasnya. “Ini bukan masalah ideologi, permusuhan Wahabi-Syi’ah itu murni kepentingan politik,” tegas sahabat dekat Gus Dur ini.

Gus Mus menambahkan model yang dipakai pihak Saudi dan Iran sama. Menurutnya, Wahabi memakai anak perempuan yang tewas, dengan menyebut korban pembunuhan Syi’ah. Begitu juga Iran, dengan gambar yang sama, menyebut korban pembantaian Wahabi. “Ada apa ini?” tanya Gus Mus.

Gus Mus mengaku bahwa penggunaan isu agama sebagai alat pembenaran itu hasilnya sangat signifikan dan nyata. “Lihat saja, Suriah (Syiria) yang indah itu, kini terancam hancur gara-gara kepentingan politik yang dibungkus dengan label agama,” hela Gus Mus.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menceritakan tentang hasil kunjungannya  ke Saudi Arabia beberapa hari yang lalu. Menag menuturkan bahwa dirinya juga sempat mendiskusikan tentang masalah relasi Sunni-Syiah dengan Grand Mufti Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy-Syeikh, bersama para ulama Saudi lainnya.

Kepada mereka, Menag menyampaikan bahwa sebagai negara hukum, relasi kemasyarakatan dan keagamaan masyarakat Indonesia diatur dan didasarkan pada ketentuan hukum.

Anis Baswedan: Syi’ah Indonesia seumur Islam di Indonesia

Anis baswedan pernah mengatakan bahwa tidak ada yang baru mengenai perbedaan dan keragaman di Indonesia. Syiah telah ada sejak Islam masuk di Indonesia. Yang mesti kita pertanyakan adalah mengapa tindak kekerasan itu baru terjadi akhir akhir ini bukan setahun yang lalu, bukan sepuluh atau seratus tahun yang lalu

“Disinilah kita akan menemukan jawaban yang lebih mendekati kebenaran ketimbang membahas perbedaan teologi syiah”, tandasnya.

Orang Syi’ah Tidak Akan Kekal Di Neraka Walau Berdosa

Seorang wanita kota Madinah mendatangi Sayidah Fathimah as dan berkata, “Wahai putri Rasulullah! Suamiku yang mengutusku untuk menemuimu agar kutanyatakan kepadamu apa kami termasuk Syiahmu atau tidak?”

Sayidah Fathimah as menjawab, “Bila melakukan segala perintah kami secara keseluruhan, niscaya kalian termasuk dari Syiah kami dan sebaliknya, maka kalian tidak akan pernah!”

Wanita itu kemudian kembali menemui suaminya dan menyampaikan apa yang didengarnya. Setelah mendengarkan penjelasan istrinya, raut muka suami wanita itu tampak kusut dan berkata kepada dirinya,

“Aku tidak akan pernah mampu melakukan perintah keluarga Nabi Saw secara sempurna. Dalam sebagian perintah, aku jelas bermalas-malasan dalam mengamalkan perintah mereka. Kemalasan telah menjadi penghalang untuk melaksanakan seluruh perintah mereka… Celakalah aku bakal dibakar di neraka.”

Wanita itu menyaksikan kecemasan di wajah suaminya dan untuk kedua kalinya ia pergi menemui Sayidah Fathimah as dan menyampaikan apa yang dilihatnya dari perubahan raut wajah suaminya.

Sayidah Fathimah as berkata, “Sampaikan ucapanku ini kepada suamimu dan katakan kepadanya agar tidak perlu khawatir. Syiah kami merupakan penduduk terbaik surga dan semua pecinta kami, pecinta pecinta kami dan musuh dari musuh-musuh kami semuanya akan berada di surga.”

Setelah itu beliau menambahkan, “Barangsiapa yang hati dan lisannya pasrah dan tunduk kepada kami, tapi tidak mengamalkan perintah kami tentu saja tidak termasuk Syiah hakiki, sekalipun orang-orang seperti ini setelah menanggung siksa di Hari Kiamat dan merasakan azab kemudian bersih dari dosa akan dibawa ke surga. Benar, kami akan menyelamatkan mereka dikarenakan kecintaannya kepada kami.”

syi’ah mengkafirkan seluruh para sahabat kecuali hanya 3 atau 4 orang ?


Saya bawakan  Hadis Haudh yang menunjukkan WUJUDNYA sahabat yang merubah ajaran Rasulullah saaw:

.
1. Narrated by Anas:The Prophet said, “Some of my companions will come to me at my Lake Fount, and after I recognize them, they will then be taken away from me, whereupon I will say, ‘My companions!’ Then it will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you.”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 584]
……………………
2. Narrated by Abu Hazim from Sahl bin Sa’d:The Prophet said, “I am your predecessor (forerunner) at the Lake-Fount, and whoever will pass by there, he will drink from it and whoever will drink from it, he will never be thirsty. There will come to me some people whom I will recognize, and they will recognize me, but a barrier will be placed between me and them.” Abu Hazim added: An-Nu’man bin Abi ‘Aiyash, on hearing me, said. “Did you hear this from Sahl?” I said, “Yes.” He said, ” I bear witness that I heard Abu Said Al-Khudri saying the same, adding that the Prophet said: ‘I will say: They are of me (i.e. my followers). It will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you left’. I will say, ‘Far removed, far removed (from mercy), those who changed (their religion) after me.” Abu Huraira narrated that the Prophet said, “On the Day of Resurrection a group of companions will come to me, but will be driven away from the Lake-Fount, and I will say, ‘O Lord (those are) my companions!’ It will be said, ‘You have no knowledge as to what they innovated after you left; they turned apostate as renegades (reverted from Islam).”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 585]……………………..3. Narrated by Abu Hazim from Sahl bin Sa’d:The Prophet said, “I am your predecessor (forerunner) at the Lake-Fount, and whoever will pass by there, he will drink from it and whoever will drink from it, he will never be thirsty. There will come to me some people whom I will recognize, and they will recognize me, but a barrier will be placed between me and them.” Abu Hazim added: An-Nu’man bin Abi ‘Aiyash, on hearing me, said. “Did you hear this from Sahl?” I said, “Yes.” He said, ” I bear witness that I heard Abu Said Al-Khudri saying the same, adding that the Prophet said: ‘I will say: They are of me (i.e. my followers). It will be said, ‘You do not know what they innovated (new things) in the religion after you left’. I will say, ‘Far removed, far removed (from mercy), those who changed (their religion) after me.” Abu Huraira narrated that the Prophet said, “On the Day of Resurrection a group of companions will come to me, but will be driven away from the Lake-Fount, and I will say, ‘O Lord (those are) my companions!’ It will be said, ‘You have no knowledge as to what they innovated after you left; they turned apostate as renegades (reverted from Islam).”
[Shahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 586]

Tema pentingnya skrg adalah: “Siapa yg merubah ajaran Nabi” ?

Sahabat manakah yg telah merubah ajaran Nabi saaw ?
Dan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih sebelumnya bahwa mereka telah tersesat tetapi hal itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam.

Benarkah Mazhab Syi’ah Mengkafirkan Mayoritas Sahabat Nabi?

Salah satu diantara Syubhat para pembenci Syi’ah [baik dari kalangan nashibiy atau selainnya] adalah Syi’ah mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi kecuali tiga orang. Mereka mengutip beberapa hadis dalam kitab Syi’ah untuk menunjukkan syubhat tersebut.

Dalam tulisan ini akan kami tunjukkan bahwa syubhat tersebut dusta, yang benar di sisi mazhab Syi’ah adalah para sahabat Nabi telah tersesat dalam perkara Imamah Aliy bin Abi Thalib [‘alaihis salaam] tetapi itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam dan terlepas dari perkara Imamah cukup banyak para sahabat Nabi yang dipuji oleh Imam Ahlul Bait [‘alaihis salaam]

Dalam pembahasan ini akan dibahas hadis-hadis mazhab Syi’ah yang sering dijadikan hujjah untuk menunjukkan kekafiran mayoritas sahabat Nabi. Hadis-hadis tersebut terbagi menjadi dua yaitu

  1. Hadis yang dengan jelas menggunakan lafaz “murtad”
  2. Hadis yang tidak menggunakan lafaz “murtad”

..

Hadis Dengan Lafaz Murtad

Hadis yang menggunakan lafaz murtad dalam masalah ini ada lima hadis, empat hadis kedudukannya dhaif dan satu hadis mengandung illat [cacat] sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. Berikut hadis-hadis yang dimaksud

Riwayat Pertama

علي بن الحكم عن سيف بن عميرة عن أبي بكر الحضرمي قال قال أبو جعفر (عليه السلام) ارتد الناس إلا ثلاثة نفر سلمان و أبو ذر و المقداد. قال قلت فعمار ؟ قال قد كان جاض جيضة ثم رجع، ثم قال إن أردت الذي لم يشك و لم يدخله شي‏ء فالمقداد، فأما سلمان فإنه عرض في قلبه عارض أن عند أمير المؤمنين (عليه السلام) اسم الله الأعظم لو تكلم به لأخذتهم الأرض و هو هكذا فلبب و وجئت عنقه حتى تركت كالسلقة فمر به أمير المؤمنين (عليه السلام) فقال له يا أبا عبد الله هذا من ذاك بايع فبايع و أما أبو ذر فأمره أمير المؤمنين (عليه السلام) بالسكوت و لم يكن يأخذه في الله لومة لائم فأبى إلا أن يتكلم فمر به عثمان فأمر به، ثم أناب الناس بعد فكان أول من أناب أبو ساسان الأنصاري و أبو عمرة و شتيرة و كانوا سبعة، فلم يكن يعرف حق أمير المؤمنين (عليه السلام) إلا هؤلاء السبعة

Aliy bin Al Hakam dari Saif bin Umairah dari Abi Bakar Al Hadhramiy yang berkata Abu Ja’far [‘alaihis salaam] berkata orang-orang murtad kecuali tiga yaitu Salman, Abu Dzar dan Miqdaad. Aku berkata ‘Ammar?. Beliau berkata “sungguh ia telah berpaling kemudian kembali” kemudian Beliau berkata “sesungguhnya orang yang tidak ada keraguan didalamnya sedikitpun adalah Miqdaad, adapun Salman bahwasanya ia nampak dalam hatinya nampak bahwa di sisi Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] terdapat nama Allah yang paling agung yang seandainya ia meminta dengannya maka bumi akan menelan mereka. Dia ditangkap dan diikat lehernya sampai meninggalkan bekas, ketika Amirul mukminin melintasinya, Ia berkata kepadanya [Salman] “wahai Abu ‘Abdullah, inilah akibat perkara ini, berbaiatlah” maka ia berbaiat. Adapun Abu Dzar maka Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] memerintahkannya untuk diam dan tidak terpengaruh dengan celaan para pencela di jalan Allah, ia menolak dan berbicara maka ketika Utsman melintasinya ia memerintahkan dengannya, kemudian orang-orang kembali setelah itudan mereka yang pertama kembali adalah Abu Saasaan Al Anshariy, Abu ‘Amrah dan Syutairah maka mereka jadi bertujuh, tidak ada yang mengenal hak Amirul Mukminin [‘alaihis salaam] kecuali mereka bertujuh [Rijal Al Kasyiy 1/47 no 24]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya dhaif karena terputus Antara Al Kasyiy dan Aliy bin Al Hakaam. Syaikh Ja’far Syubhaaniy berkata

وكفى في ضعفها أن الكشي من أعلام القرن الرابع الهجري القمري ، فلا يصح أن يروي عن علي بن الحكم ، سواء أكان المراد منه الأنباري الراوي عن ابن عميرة المتوفى عام ( 217 ه) أو كان المراد الزبيري الذي عده الشيخ من أصحاب الرضا ( عليه السلام ) المتوفى عام 203

Dan cukup untuk melemahkannya bahwa Al Kasyiy termasuk ulama abad keempat Hijrah maka tidak shahih ia meriwayatkan dari Aliy bin Al Hakam, jika yang dimaksud adalah Al Anbariy yang meriwayatkan dari Ibnu Umairah maka ia wafat tahun 217 atau jika yang dimaksud adalah Az Zubairiy yang disebutkan Syaikh dalam sahabat Imam Ar Ridha [‘alaihis salaam] maka ia wafat tahun 203 H [Adhwaa ‘Ala ‘Aqa’id Syi’ah Al Imamiyah, Syaikh Ja’far Syubhaaniy hal 523]

Disebutkan riwayat di atas oleh Al Mufiid dalam Al Ikhtishaash dengan sanad yang bersambung hingga Aliy bin Al Hakam, berikut sanadnya

علي بن الحسين بن يوسف، عن محمد بن الحسن، عن محمد بن الحسن الصفار، عن محمد بن إسماعيل، عن علي بن الحكم، عن سيف بن عميرة، عن أبي بكر الحضرمي قال: قال أبوجعفر عليه السلام: ارتد الناس إلا ثلاثة نفر: سلمان وأبوذر، والمقداد

Aliy bin Husain bin Yuusuf dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Muhammad bin Isma’iil dari ‘Aliy bin Al Hakam dari Saif bin ‘Umairah dari Abu Bakar Al Hadhramiy yang berkata Abu Ja’far [‘alaihis salaam] berkata “orang-orang telah murtad kecuali tiga yaitu Salmaan, Abu Dzar dan Miqdaad…[Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid hal 10]

Terlepas dari kontroversi mengenai kitab Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid. Riwayat Al Mufiid di atas sanadnya dhaif sampai Aliy bin Al Hakam karena Aliy bin Husain bin Yuusuf dan Muhammad bin Isma’iil majhul

  1. Aliy bin Husain bin Yusuf, Syaikh Asy Syahruudiy dalam biografinya menyatakan “mereka tidak menyebutkannya” [Mustadrakat Ilm Rijal Al Hadits, Syaikh Aliy Asy Syahruudiy 5/359 no 9957]
  2. Muhammad bin Isma’iil Al Qummiy meriwayatkan dari Aliy bin Al Hakam dan telah meriwayatkan darinya Muhammad bin Yahya [Mu’jam Rijal Al Hadits 16/118 no 10293]. Disebutkan bahwa ia majhul [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 502]

Kesimpulannya riwayat di atas dhaif tidak tsabit sanadnya sampai ke Aliy bin Al Hakam maka tidak bisa dijadikan hujjah

.

.

Riwayat Kedua 

محمد بن إسماعيل، قال حدثني الفصل بن شاذان، عن ابن أبي عمير عن إبراهيم بن عبد الحميد، عن أبي بصير، قال: قلت لأبي عبد الله ارتد الناس الا ثلاثة أبو ذر وسلمان والمقداد قال: فقال أبو عبد الله عليه السلام: فأين أبو ساسان وأبو عمرة الأنصاري؟

Muhammad bin Isma’iil berkata telah menceritakan kepadaku Al Fadhl bin Syadzaan dari Ibnu Abi ‘Umair dari Ibrahiim bin ‘Abdul Hamiid dari Abi Bashiir yang berkata aku berkata kepada Abu ‘Abdullah “orang-orang telah murtad kecuali tiga yaitu Abu Dzar, Salmaan dan Miqdaad”. Maka Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam] berkata “maka dimana Abu Saasaan dan Abu ‘Amrah Al Anshaariy?” [Rijal Al Kasyiy 1/38 no 17]

Riwayat ini sanadnya dhaif karena Muhammad bin Isma’iil An Naisaburiy yang meriwayatkan dari Fadhl bin Syadzaan adalah seorang yang majhul [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 500]

.

.

Riwayat Ketiga    

عدة من أصحابنا، عن محمد بن الحسن عن محمد بن الحسن الصفار، عن أيوب بن نوح، عن صفوان بن يحيى، عن مثنى بن الوليد الحناط، عن بريد بن معاوية، عن أبي جعفر عليه السلام قال: ارتد الناس بعد النبي صلى الله عليه وآله إلا ثلاثة نفر: المقداد بن الأسود، وأبو ذر الغفاري وسلمان الفارسي، ثم إن الناس عرفوا ولحقوا بعد

Sekelompok dari sahabat kami dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Ayuub bin Nuuh dari Shafwaan bin Yahya dari Mutsanna bin Waliid Al Hanaath dari Buraid bin Mu’awiyah dari Abi Ja’far [‘alaihis salaam] yang berkata “orang-orang telah murtad sepeninggal Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] keucali tiga yaitu Miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifaariy, dan Salman Al Faarisiy kemudian orang-orang mengenal dan mengikuti setelahnya [Al Ikhtishaas Syaikh Mufiid hal 6]

Riwayat Al Mufiid di atas kedudukannya dhaif karena tidak dikenal siapakah “sekelompok sahabat” yang dimaksudkan dalam sanad tersebut.

.

.

Riwayat Keempat

وعنه عن محمد بن الحسن، عن محمد بن الحسن الصفار، عن محمد بن الحسين، عن موسى بن سعدان، عن عبد الله بن القاسم الحضرمي، عن عمرو بن ثابت قال سمعت أبا عبد الله عليه السلام يقول إن النبي صلى الله عليه وآله لما قبض ارتد الناس على أعقابهم كفارا ” إلا ثلاثا ” سلمان والمقداد، وأبو ذر الغفاري، إنه لما قبض رسول الله صلى الله عليه وآله جاء أربعون رجلا ” إلى علي بن أبي طالب عليه السلام فقالوا لا والله لا نعطي أحدا ” طاعة بعدك أبدا “، قال ولم؟ قالوا إنا سمعنا من رسول الله صلى الله عليه وآله فيك يوم غدير [خم]، قال وتفعلون؟ قالوا نعم قال فأتوني غدا ” محلقين، قال فما أتاه إلا هؤلاء الثلاثة، قال وجاءه عمار بن ياسر بعد الظهر فضرب يده على صدره، ثم قال له مالك أن تستيقظ من نومة الغفلة، ارجعوا فلا حاجة لي فيكم أنتم لم تطيعوني في حلق الرأس فكيف تطيعوني في قتال جبال الحديد، ارجعوا فلا حاجة لي فيكم

Dan darinya dari Muhammad bin Hasan dari Muhammad bin Hasan Ash Shaffaar dari Muhammad bin Husain dari Muusa bin Sa’dan dari ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy dari ‘Amru bin Tsabit yang berkata aku mendengar ‘Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam] mengatakan “Sesungguhnya setelah Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat, maka orang-orang murtad kecuali tiga orang yaitu Salman, Miqdad dan Abu Dzar Al Ghiffariy. Sesungguhnya setelah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat, datanglah empat puluh orang lelaki kepada Aliy bin Abi Talib. Mereka berkata “Tidak, demi Allah! Selamanya kami tidak akan mentaati sesiapapun kecuali kepadamu. Beliau berkata Mengapa?. Mereka berkata “Sesungguhnya kami telah mendengar Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] menyampaikan tentangmu pada hari Ghadir [Khum]. Beliau berkata “apakah kamu semua akan melakukannya?” Mereka berkata “ya”. Beliau berkata “datanglah kamu besok dengan mencukur kepala”. [Abu ‘Abdillah] berkata “Tidak datang kepada Ali kecuali mereka bertiga. [Abu ‘Abdillah] berkata: ‘Ammar bin Yasir datang setelah Zuhur. Beliau memukul tangan ke atas dadanya dan berkata kepada Ammar Mengapa kamu tidak bangkit daripada tidur kelalaian? Kembalilah kamu, kerana aku tidak memerlukan kamu. Jika kamu tidak mentaati aku untuk mencukur kepala, lantas bagaimana kamu akan mentaati aku untuk memerangi gunung besi, kembalilah kamu, aku tidak memerlukan kamu” [Al Ikhtishaash Syaikh Mufiid hal 6]

Riwayat Syaikh Al Mufiid di atas berdasarkan Ilmu Rijal Syi’ah sanadnya dhaif jiddan karena Musa bin Sa’dan dan ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy

  1. Muusa bin Sa’dan Al Hanath ia adalah seorang yang dhaif dalam hadis [Rijal An Najasyiy hal 404 no 1072]
  2. ‘Abdullah bin Qaasim Al Hadhramiy seorang pendusta dan ghuluw [Rijal An Najasyiy hal 226 no 594]

.

.

Riwayat Kelima

حنان، عن أبيه، عن أبي جعفر (ع) قال: كان الناس أهل ردة بعد النبي (صلى الله عليه وآله) إلا ثلاثة فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الاسود وأبوذر الغفاري و سلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم ثم عرف اناس بعد يسير وقال: هؤلاء الذين دارت عليهم الرحا وأبوا أن يبايعوا حتى جاؤوا بأمير المؤمنين (ع) مكرها فبايع وذلك قول الله تعالى: ” وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل أفإن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلن يضر الله شيئا وسيجزي الله الشاكرين

Hannan dari ayahnya [Sadiir], dari Abu Ja‘far [‘alaihis salaam] yang berkata “Sesungguhnya orang-orang adalah Ahli riddah [murtad] setelah Nabi [shallallahu ‘alaihi wa alihi] wafat kecuali tiga orang. [Sadiir] berkata ‘Siapa ketiga orang itu?’ Maka Beliau berkata ‘Miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifariy dan Salman Al Farisiy [semoga Allah memberikan rahmat dan barakah kepada mereka]. Kemudian orang-orang mengetahui sesudah itu. Beliau berkata mereka itulah yang menghadapi segala kesulitan dan tidak memberikan ba’iat sampai mereka mendatangi Amirul Mukminin [‘alaihissalaam] yang dipaksa mereka memberi ba’iat. Demikianlah yang difirmankan Allah SWT “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang, barang siapa yang berbalik ke belakang maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur [Al Kafiy Al Kulainiy 8/246 no 341]

Sebagian orang mendhaifkan sanad ini dengan mengatakan bahwa riwayat Al Kulainiy terputus Antara Al Kulainiy dan Hanaan bin Sadiir. Nampaknya hal ini tidak benar berdasarkan penjelasan berikut

Riwayat di atas juga disebutkan Al Kasyiy dalam kitab Rijal-nya dengan sanad Dari Hamdawaih dan Ibrahim bin Nashiir dari Muhammad bin ‘Utsman dari Hannan dari Ayahnya dari Abu Ja’far [Rijal Al Kasyiy 1/26 no 12]. Al Majlisiy dalam kitabnya Bihar Al Anwar mengutip hadis Al Kasyiy tersebut kemudian mengutip sanad Al Kafiy dengan perkataan berikut

الكافي: علي عن أبيه عن حنان مثله

Al Kafiy : Aliy [bin Ibrahim] dari Ayahnya dari Hanaan seperti di atas [Bihar Al Anwar 28/237]

Al Kulainiy menyebutkan dalam Al Kafiy pada riwayat sebelumnya sanad yang sama yaitu nampak dalam riwayat berikut

علي بن ابراهيم، عن أبيه، عن حنان بن سدير، ومحمد بن يحيى، عن أحمد بن محمد عن محمد بن إسماعيل، عن حنان بن سدير، عن أبيه قال: سألت أبا جعفر

Aliy bin Ibrahim dari Ayahnya dari Hanaan bin Sadiir dan Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Muhammad dari Muhammad bin Isma’iil dari Hanaan bin Sudair dari Ayahnya yang berkata aku bertanya kepada Abu Ja’far [‘alaihis salaam]… [Al Kafiy Al Kulainiy 8/246 no 340]

Maka disini dapat dipahami bahwa dalam pandangan Al Majlisiy sanad utuh riwayat tersebut adalah Aliy bin Ibrahim dari Ayahnya dari Hanaan dari Ayahnya dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam]

Sanad ini para perawinya tsiqat selain Sadiir bin Hakiim Ash Shairaafiy, ia tidak dikenal tautsiq-nya dari kalangan ulama mutaqaddimin Syi’ah tetapi Allamah Al Hilliy telah menyebutkannya dalam bagian pertama kitabnya yang memuat perawi yang terpuji dan diterima di sisi-nya. Dalam kitabnya tersebut Al Hilliy juga menukil Sayyid Aliy bin Ahmad Al Aqiiqiy yang berkata tentang Sadiir bahwa ia seorang yang mukhalith [kacau atau tercampur] [Khulashah Al Aqwaal hal 165 no 3]. Pentahqiq kitab Khulashah Al Aqwal berkata bahwa lafaz mukhalith tersebut bermakna riwayatnya ma’ruf dan mungkar

Dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Allamah Al Hilliy, Sadiir bin Hakiim termasuk perawi yang diterima hanya saja dalam sebagian riwayatnya kacau sehingga diingkari. Kedudukan perawi seperti ini tidak bisa dijadikan hujjah jika tafarrud dan tidak diterima hadisnya jika bertentangan dengan riwayat perawi tsiqat. Berikut riwayat shahih dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam] yang membuktikan keislaman para sahabat pada saat itu

أبى رحمه الله قال: حدثنا سعد بن عبد الله قال: حدثنا أحمد بن محمد ابن عيسى، عن العباس بن معروف، عن حماد بن عيسى، عن حريز، عن بريد بن معاوية، عن أبي جعفر ” ع ” قال: إن عليا ” ع ” لم يمنعه من أن يدعو الناس إلى نفسه إلا انهم ان يكونوا ضلالا لا يرجعون عن الاسلام أحب إليه من أن يدعوهم فيأبوا عليه فيصيرون كفارا كلهم

Ayahku [rahimahullah] berkata telah menceritakan kepada kami Sa’d bin ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Iisa dari ‘Abbaas bin Ma’ruuf dari Hammad bin Iisa dari Hariiz dari Buraid bin Mu’awiyah dari Abi Ja’far [‘alaihis salaam] yang berkata sesungguhnya Aliy [‘alaihis salaam], tidak ada yang mencegahnya mengajak manusia kepadanya kecuali bahwa mereka dalam keadaan tersesat tetapi tidak keluar dari Islam lebih ia sukai daripada ia mengajak mereka dan mereka menolaknya maka mereka menjadi kafir seluruhnya [Ilal Asy Syara’i Syaikh Ash Shaduq 1/150 no 10]

Riwayat Syaikh Ash Shaduq di atas sanadnya shahih berdasarkan standar Ilmu Rijal Syi’ah berikut keterangan para perawinya

  1. Ayah Syaikh Shaduq adalah ‘Aliy bin Husain bin Musa bn Babawaih Al Qummiy disebutkan oleh An Najasyiy Syaikh yang faqih dan tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 261 no 684]
  2. Sa’d bin ‘Abdullah Al Qummiy adalah seorang yang tsiqat [Al Fahrasat Syaikh Ath Thuusiy hal 135]
  3. Ahmad bin Muhammad bin Iisa Al Qummiy adalah seorang yang tsiqat [Rijal Ath Thuusiy hal 351]
  4. ‘Abbaas bin Ma’ruf Abu Fadhl Al Qummiy seorang yang tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 281 no 743]
  5. Hammaad bin Iisa Abu Muhammad Al Juhaniy seorang yang tsiqat dalam hadisnya shaduq [Rijal An Najasyiy hal 142 no 370]
  6. Hariiz bin ‘Abdullah As Sijistaniy orang kufah yang tsiqat [Al Fahrasat Syaikh Ath Thuusiy hal 118]
  7. Buraid bin Mu’awiyah meriwayatkan dari Abu Ja’far [‘alaihis salaam] dan Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam], seorang yang tsiqat faqiih [Khulashah Al Aqwaal Allamah Al Hilliy hal 81-82]

Riwayat Syaikh Ash Shaduq dengan jelas menyatakan bahwa para sahabat yang tidak membaiat Imam Aliy [‘alaihis salaam] pada saat itu memang dalam keadaan tersesat tetapi tidak keluar dari Islam.

.

.

.
Hadis Yang Tidak Ada Lafaz Murtad

Ada dua hadis yang tidak mengandung lafaz “murtad” hanya menunjukkan bahwa mereka para sahabat meninggalkan baiat atau telah tersesat dan celaka kecuali tiga orang. Dan berdasarkan hadis shahih sebelumnya [riwayat Syaikh Ash Shaduq] mereka para sahabat yang tidak membaiat Imam Aliy adalah orang-orang yang tersesat tetapi tidak keluar dari Islam

.

Riwayat Pertama

محمد بن مسعود، قال حدثني علي بن الحسن بن فضال، قال حدثني العباس ابن عامر، وجعفر بن محمد بن حكيم، عن أبان بن عثمان، عن الحارث النصري بن المغيرة، قال سمعت عبد الملك بن أعين، يسأل أبا عبد الله عليه السلام قال فلم يزل يسأله حتى قال له: فهلك الناس إذا؟ قال: أي والله يا ابن أعين هلك الناس أجمعون قلت من في الشرق ومن في الغرب؟ قال، فقال: انها فتحت على الضلال أي والله هلكوا الا ثلاثة ثم لحق أبو ساسان وعمار وشتيرة وأبو عمرة فصاروا سبعة

Muhammad bin Mas’ud berkata telah menceritakan kepadaku Aliy bin Hasan bin Fadhl yang berkata telah menceritakan kepadaku ‘Abbas Ibnu ‘Aamir dan Ja’far bin Muhammad bin Hukaim dari Aban bin ‘Utsman dari Al Harits An Nashriy bin Mughiirah yang berkata aku mendengar ‘Abdul Malik bin ‘A’yun bertanya kepada Abu ‘Abdullah [‘alaihis salaam], ia tidak henti-hentinya bertanya kepadanya sampai ia berkata kepadanya “maka orang-orang telah celaka?”. Beliau berkata “demi Allah, wahai Ibnu A’yun orang-orang telah celaka seluruhnya”. Aku berkata “orang-orang yang di Timur dan orang-orang yang di Barat?”. Beliau berkata “sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan, demi Allah mereka celaka kecuali tiga kemudian diikuti Abu Saasaan, ‘Ammar, Syutairah dan Abu ‘Amrah hingga mereka jadi bertujuh [Rijal Al Kasyiy 1/34-35 no 14]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya muwatstsaq para perawinya tsiqat hanya saja Aliy bin Hasan bin Fadhl disebutkan bahwa ia bermazhab Fathahiy dan Aban bin ‘Utsman bermazhab menyimpang

  1. Muhammad bin Mas’ud termasuk guru Al Kasyiy dan ia seorang yang tsiqat shaduq [Rijal An Najasyiy hal 350 no 944]
  2. Aliy bin Hasan bin Fadhl orang Kufah yang faqih, terkemuka, tsiqat dan arif dalam ilmu hadis [Rijal An Najasyiy hal 257 no 676]
  3. ‘Abbaas bin ‘Aamir bin Rabah, Abu Fadhl Ats Tsaqafiy seorang syaikh shaduq tsiqat banyak meriwayatkan hadis [Rijal An Najasyiy hal 281 no 744]
  4. Abaan bin ‘Utsman Al Ahmar, Al Hilliy menukil dari Al Kasyiy bahwa terdapat ijma’ menshahihkan apa yang shahih dari Aban bin ‘Utsman, dan Al Hilliy berkata “di sisiku riwayatnya diterima dan ia jelek mazhabnya” [Khulashah Al ‘Aqwaal Allamah Al Hilliy hal 74 no 3]
  5. Al Harits bin Mughiirah meriwayatkan dari Abu Ja’far, Ja’far, Musa bin Ja’far dan Zaid bin Aliy, tsiqat tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 139 no 361]
  6. Abdul Malik bin A’yun termasuk sahabat Imam Baqir [‘alaihis salaam] dan Imam Shadiq [‘alaihis salaam], disebutkan dalam riwayat shahih oleh Al Kasyiy mengenai kebaikannya dan istiqamah-nya [Al Mufiid Min Mu’jam Rijal Al Hadits hal 356]. Allamah Al Hilliy memasukkannya ke dalam daftar perawi yang terpuji atau diterima di sisinya [Khulashah Al Aqwaal hal 206 no 5]

Riwayat Al Kasyiy di atas tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi karena dalam lafaz riwayat-nya memang tidak terdapat kata-kata kafir atau murtad. Riwayat diatas menjelaskan bahwa para sahabat telah celaka dan mengalami kesesatan [karena perkara wilayah] tetapi hal ini tidaklah mengeluarkan mereka dari Islam sebagaimana telah ditunjukkan riwayat shahih sebelumnya.
.

.

Riwayat Kedua

حمدويه، قال حدثنا أيوب عن محمد بن الفضل وصفوان، عن أبي خالد القماط، عن حمران، قال: قلت لأبي جعفر عليه السلام ما أقلنا لو اجتمعنا على شاة ما أفنيناها! قال، فقال: الا أخبرك بأعجب من ذلك؟ قال، فقلت: بلي. قال: المهاجرون والأنصار ذهبوا (وأشار بيده) الا ثلاثة

Hamdawaih berkata telah menceritakan kepada kami Ayuub dari Muhammad bin Fadhl dan Shafwaan dari Abi Khalid Al Qamaath dari Hamran yang berkata aku berkata kepada Abu Ja’far [‘alaihis salaam] “betapa sedikitnya jumlah kita, seandainya kita berkumpul pada hidangan kambing maka kita tidak akan menghabiskannya”. Maka Beliau berkata “maukah aku kabarkan kepadamu hal yang lebih mengherankan daripada itu?”. Aku berkata “ya”. Beliau berkata “Muhajirin dan Anshar meninggalkan [dan ia berisyarat dengan tangannya] kecuali tiga [Rijal Al Kasyiy 1/37 no 15]

Riwayat Al Kasyiy di atas sanadnya shahih berdasarkan standar ilmu Rijal Syi’ah berikut keterangan mengenai para perawinya

  1. Hamdawaih bin Nashiir dia seorang yang memiliki banyak ilmu dan riwayat, tsiqat baik mazhabnya [Rijal Ath Thuusiy hal 421]
  2. Ayuub bin Nuuh bin Daraaj, agung kedudukannya di sisi Abu Hasan dan Abu Muhammad [‘alaihimus salaam], ma’mun, sangat wara’, banyak beribadah dan tsiqat dalam riwayatnya [Rijal An Najasyiy hal 102 no 254]
  3. Shafwaan bin Yahya Abu Muhammad Al Bajalliy seorang yang tsiqat tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 197 no 524]
  4. Yaziid Abu Khalid Al Qammaath seorang yang tsiqat [Rijal An Najasyiy hal 452 no 1223]
  5. Hamran bin A’yun termasuk diantara Syaikh-syaikh Syi’ah yang agung dan memiliki keutamaan yang tidak diragukan tentang mereka [Risalah Fii Alu A’yun Syaikh Abu Ghalib hal 2]

Riwayat Al Kasyiy di atas juga tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi karena tidak ada dalam riwayat tersebut lafaz kafir atau murtad. Riwayat ini menunjukkan bahwa para sahabat meninggalkan Imam Aliy dan membaiat khalifah Abu Bakar [radiallahu ‘anhu] sepeninggal Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

Dan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih sebelumnya bahwa mereka telah tersesat tetapi hal itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam.

Para sahabat Nabi yang tidak membaiat Imam Aliy  telah tersesat karena menurut mazhab Syi’ah, Imamah Aliy bin Abi Thalib telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Tetapi walaupun begitu disebutkan juga dalam hadis shahih mazhab Syi’ah bahwa kesesatan para sahabat (yang hidup pasca wafat Nabi SAW) tersebut tersebut tidak lah mengeluarkan mereka dari islam

PESAN SYIAH ALI BIN ABI THALIB UNTUK ISIS : “Tidak Akan Pernah Membiarkan Bendera Al Husain Jatuh”

Hezbollah leader Hassan Nasrallah speaks in his first public appearance since 2008, during Ashura day

Kelompok Syiah Hizbullah Lawan ISIS

KETUA gerakan Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrallah mengklaim bahwa kelompok milisi Syiah Hizbullah mulai memerangi ISIS di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon.

“Pertempuran dengan Daesh di Qalamun telah dimulai, di timur gunung rantai dan di perbatasan Suriah-Lebanon,” kata Hassan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi, mengacu dengan usaha ISIS untuk menguasai daerah tersebut.

Nasrallah mengatakan bentrokan sengit telah meninggalkan puluhan anggota ISIS tewas, dan pasukan Hizbullah telah hilang, tanpa menentukan jumlah yang pasti.

“ISIS memulai pertempuran, namun kami juga akan terus melakukan pertempuran,” ungkap Nasrallah.

Hizbullah telah melakukan intervensi militer di Suriah atas nama Presiden Bashar al-Assad. Mereka mengatakan langkah itu adalah untuk melindungi Lebanon dari ancaman ISIS dari negara tetangganya, Suriah.

ISIS telah membuat serangkaian keuntungan besar di Suriah dan Irak dalam beberapa bulan terakhir. Nasrallah bersumpah pada Rabu (10/6/2015) untuk mengelar pertarungan dengan kelompok ISIS.

“Saya yakinkan Anda bahwa kekalahan akan datang pada ISIS. Ini hanya masalah waktu, dan kami tidak terburu-buru,” kata Nasrallah.

Stasiun televisi resmi Hizbullah Al-Manar, yang menyiarkan pernyataan Nasrallah, sebelumnya telah menyiarkan rekaman video tentang mayat-mayat di medan berbatu. Televisi Al-Manar menyebut para korban berasal dari kelompok ISIS.

AS : Untuk Hancurkan ISIS Harus Kalahkan Ideologinya
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan semua anggota koalisi internasional yang menentang kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS sepakat bahwa ideologi kelompok itu harus dihancurkan.
Ia mengatakan penting untuk menghancurkan ideologi, pendanaan dan perekrutan.

“Daesh (Negara Islam) masih melakukan kejahatan membahayakan namun ada konsensus bahwa momentum yang mereka lakukan dua setengah bulan lalu telah terhenti,” kata Kerry.

Tetapi untuk menghancurkan ISIS harus “mengalahkan ideologi, pendanaan, perekrutan dan menangani penderitaan yang mereka akibatkan pada rakyat di kawasan”.

Saat ditanya tentang laporan bahwa jet Iran yang tertangkap kamera terbang di atas Irak, Kerry mengatakan, “Bila Iran menghadapi (ISIS) di tempat tertentu … tentu akan ada dampaknya dan akan positif.”

Namun ia menolak untuk berkomentar apakah serangan Iran telah terjadi.

Ia mengatakan tergantung Iran dan Irak untuk melakukannya.

Namun ia menyatakan Amerika tidak mengkoordinasikan operasi militer dengan Iran.

Inilah Perbedaan Arab Saudi dengan Iran, 9 perbedaan syari’at Islam antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Islam Iran

Republik Islam Iran merupakan negara Islam yang mengusung syariat Islam tinggi-tinggi sebagai dasar negaranya.

Tidak ada negara maju dengan syariat Islam

Berikut, 9 perbedaan antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Islam Iran, ditinjau dari sisi syariat Islam:

Pertama, Kerajaan Arab Saudi bersifat kerajaan yang mengadopsi sistem pemerintahan jahiliyah yang kalau sekiranya itu baik, tentu Rasulullah Saw dan keempat khulafaur rasyidin akan melakukannya. Konstitusi negara Saudi mengacu pada Al-Qur’an dan Assunnah berdasarkan pemahaman Salafush Saleh yang telah disesuaikan dengan kehendak kerajaan, yang tidak sesuai dengan kepentingan raja akan direvisi, dihapus atau mengalami adaptasi/pemakluman yang penting rajanya masih shalat. Keseluruhan pejabat pentingnya termasuk kepala negara/raja secara mutlak ditetapkan hanya untuk keluarga Su’ud, dan kabilah lain diharamkan untuk bisa menjadi pejabat apalagi kepala negara.

Republik Islam Iran dalam memilih pemimpin tertinggi [Rahbar/Wali Faqih] mengadopsi sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama besar yang ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan [ini pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab untuk menetapkan khalifah penggantinya], sementara pemilihan Presiden diserahkan kepada rakyat dengan mengadopsi  sistem demokrasi yang telah disesuaikan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Jika Su’ud mendirikan nama negara dengan nama kabilahnya dan memperuntukkan kedudukan raja dan posisi penting hanya untuk keturunannya tidak peduli layak atau tidak, Imam Khomeini mendirikan negara dengan nama al-Jumhuriyah al-Islamiyyah Iran [Republik Islam Iran] dan mewariskan sistem Wilayatul Faqih yang hanya membolehkan orang-orang yang layak dan kafabel untuk menjabat kedudukan penting dipemerintahan, darimanapun asalnya.

Jika di Saudi, kedudukan ulama dibawah raja dan tidak memiliki kedudukan politik dan hanya mengurusi masalah fiqh, fatwa-fatwanya pun mendapat intervensi dari kerajaan, sementara di Iran posisi ulama diatas Presiden  dan memiliki kewenangan dan kekuasaan yang lebih besar dari Presiden. Fatwa dan intruksi ulama yang menjadi wali faqih, wajib dikerjakan presiden.

Kedua, Kerajaan Arab Saudi ketika mendapat ancaman agresi dari Irak dibawah rezim Saddam Husain, mengemis bantuan keamanan dari Amerika Serikat, sehingga sampai saat ini ada 5 pangkalan militer AS di wilayah Arab Saudi yang mendapat legitimasi fatwa mufti Arab Saudi, hubungan diplomatik antara kedua negara ini juga sangat akrab, dilihat pejabat penting kedua negara saling mengunjungi.  Persenjataan dan semua kebutuhan militer Arab Saudi disediakan dan dibuat oleh AS, sehingga tidak satu kalipun kita mendengar Arab Saudi memiliki ilmuan yang ahli membuat senjata sendiri ataupun  menemukan senjata model mutakhir .

Sedangkan Iran pasca terjadi revolusi Islam, AS justru diusir dari Iran, perusahaan-perusahaannya dinasionalisasi, aset-asetnya dibekukan, dan sampai saat ini jangankan pangkalan militer, kedubes AS saja tidak ada di Iran. Sejak 1979 tidak ada satupun presiden  AS yang mengunjungi Iran, hubungan diplomatik antar kedua negara ini sangat tegang, bahkan saling menebar ancaman. Berbeda dengan Saudi yang menggantungkan kebutuhan militernya pada AS, Iran memproduksi sendiri.

Bahkan ilmuan-ilmuan Iran berhasil menguasai tekhnologi nuklir yang membuat AS khawatir, sehingga merasa perlu mengajak negara-negara lain untuk mengembargo Iran agar menghentikan pengembangan tekhnologi nuklirnya. Iran tidak hanya produktif menemukan senjata mutakhir, juga berhasil membuat satelit secara mandiri tanpa bantuan dari satu negara manapun. Nama satelitnya Amid, yang artinya harapan.

Ketiga, Kerajaan Arab Saudi mengharamkan orang-orang kafir menjabat dalam pemerintahannya namun tidak mengharamkan membantu orang-orang kafir untuk memerangi umat Islam khususnya menjaga eksistensi Israel dan menjaga kepentingan-kepentingan AS di Timur Tengah. Raja dan pejabat-pejabat penting Saudi akrab dan menjalin hubungan yang erat dengan tokoh-tokoh penting dari kalangan orang-orang kafir.

Bahkan dalam operasi penyerangan ke Yaman, Arab Saudi melakukan konsultasi dan meminta pertimbangan dari sekutunya yang merupakan negara-negara non muslim. Di Arab Saudi, AS dan Israel dilarang keras untuk dikecam ditempat-tempat umum, termasuk membakar bendera dan simbol-simbol kedua negara yang menjadi musuh umat Islam tersebut.

Republik Islam Iran sebagai negara republik yang mengadopsi sistem demokrasi, maka perwakilan-perwakilan kelompok minoritas mendapat hak diparlemen, bahkan termasuk Yahudi namun dengan syarat perwakilan-perwakilan tersebut anti Zionisme dan anti AS. Komunitas Yahudi Iran ketika diminta rezim Israel untuk bergabung dengan Israel, dengan tegas mereka menolak, bahwa pendirian negara Israel adalah bid’ah dalam agama Yahudi.

Di Iran, AS dan Israel sebagai musuh umat Islam sering dikecam dan dilaknat di mimbar-mimbar dan tempat-tempat terbuka oleh para khatib dan orator. Setiap aksi demonstrasi  rakyat Iran menentang kebijakan luar negeri AS dan Israel, selalu ada aksi pembakaran bendera dan simbol penting kedua negara tersebut.

Keempat, Arab Saudi melarang pembangunan ibadah orang-orang kafir, namun memberi izin seluas-luasnya untuk orang-orang kafir menanam investasi dan mengembangkan bisnisnya di wilayah Arab Saudi. Karenanya jangan heran, jika mall-mall mewah dan gedung-gedung pencakar langit di kota-kota besar Arab Saudi dipenuhi oleh produk-produk AS dan Barat, yang tidak jarang keuntungannya justru untuk menjajah dan memperbudak negara-negara muslim.

Republik Islam Iran sebagai negara yang toleran pada pengikut agama-agama dunia, tempat-tempat ibadah jelas saja diperbolehkan untuk didirikan, termasuk masjid yang khusus dikelola umat muslim Sunni, di Tehran ibu kota Iran terdapat  7 masjid Ahlus Sunnah ditempat-tempat strategis. Meskipun hampir 100% warga kota Tehran adalah muslim Syiah.  Kedutaan besar negara-negara sahabat yang Sunni, tetap mendapat izin untuk mendirikan masjid di areal kedutaan mereka.

Kelima, Arab Saudi membolehkan shalat Jum’at diselenggarakan disetiap masjid, meskipun masjid tersebut saling berdekatan. Sedangkan Republik Islam Iran tidak membolehkan shalat Jum’at diselenggarakan di satu kota kecuali di satu tempat. Sehingga shalat Jum’at di kota-kota besar Iran  dihadiri sampai jutaan jama’ah  yang meluber sampai kejalan-jalan. Tentu hal ini membuat hari Jum’at menjadi semakin semarak, dan implementasinya sebagai hari raya umat Islam bisa benar-benar dirasakan, terlebih lagi, jamaah jum’at juga diikuti oleh kaum muslimah Iran.

Keenam, Arab Saudi mengharamkan nikah mut’ah namun sesuai fatwa mufti kerajaan Syaikh bin Baz nikah misyar diperbolehkan. Nikah misyar adalah nikah dengan niat cerai yang memang pernikahan tersebut diniatkan tidak akan berlangsung dalam tempo yang lama. Dengan kebolehan ini, turis-turis Arab ketika berwisata ke Indonesia tidak jarang dari mereka sembari menikah dengan warga setempat, dengan niat jika masa liburan telah habis, maka akan menceraikan istri yang dinikahinya di Indonesia. Era Muslim pernah menulis, Indonesia dimata turis Arab adalah obyek wisata seks. Sementara Iran membolehkan nikah mut’ah dengan ketentuan-ketentuan yang ketat dan diatur UU karena itu yang mempraktikkannya secara resmi sangat jarang, sementara nikah misyar diharamkan di Iran karena memang tidak ada tuntunannya dalam syariat.

Di Saudi praktik poligami sangat membudaya dan familiar, terutama dari kalangan keluarga kerajaan dan ulama-ulama, sementara di Iran poligami sangat sedikit dipraktikkan. Perempuan-perempuan di Iran mendapatkan hak politik, bahkan menduduki jabatan penting pemerintahan, seperti menteri, wapres dan juru bicara kepresidenan. Sementara di Saudi, jangankan menjabat kedudukan politik, perempuan tidak memiliki hak suara politik sama sekali, bahkan sekedar menyetir mobil pun aturan kerajaan menyebutkan, haram bagi perempuan untuk melakukannya.

Ketujuh, Arab Saudi menghancurkan patung-patung dan tempat-tempat yang dikeramatkan termasuk  peninggalan-peninggalan situs Islam yang berharga: pemakaman baqi yang diratakan dengan tanah, rumah istri Nabi Sayyidah Khadijah dihancurkan kemudian diatasnya dibangun WC umum, sementara gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel dan tempat perbelanjaan yang super mewah dibiarkan menjamur, bahkan disisi Ka’bah dibangun menara jam super tinggi dengan simbol tanduk syaitan dipuncaknya.

Sementara di Iran kuburan-kuburan dijaga dan dilestarikan. Kuburan ulama-ulama dan pahlawan-pahlawan nasional serta tokoh-tokoh Iran tempo dulu dibangun  megah dan asri sehingga menjadi tempat wisata dan ziarah bagi orang-orang Iran. Tujuannya, selain untuk mengingatkan akan kematian, meski dalam keadaan sedang bersantai dan berlibur, juga untuk merawat ingatan akan masa lalu, bahwa kebesaran dan kemenangan hari ini, berkat perjuangan dan pengorbanan orang-orang terdaulu.

Kedelapan, Ketika rezim Israel memborbardir Gaza dan Palestina, ulama-ulama dan pejabat penting Iran sontak mengecam dan mengutuk agresi tersebut, bahkan sampai saat ini, tema-tema khutbah dan ceramah ulama-ulama besar Iran melulu seputar dukungan moralitas rakyat Iran akan perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaannya. Iran membantu persenjataan Hizbullah dan HAMAS dalam kontak senjata dengan militer Israel.

Sementara ulama-ulama Arab Saudi bungkam saja dengan agresi militer Zionis yang membantai umat Islam di Gaza, bahkan sebaliknya ketika Hizbullah yang berperang dengan Zionis mereka gelari Hizbusysyaitan dan mengharamkan untuk membantu dan mendukung Hizbullah, karena Hizbullah bermazhab Syiah. Jika Iran mendukung HAMAS yang menuntut kemerdekaan Palestina dan menolak keberadaan Israel, Saudi mendukung PLO yang menerima kedaulatan Israel.

Ke Sembilan

Ketika Syiah Houthi berhasil menduduki Yaman, dan mengusir presiden Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi melalui gerakan rakyat yang didukung semua elemen rakyat Yaman, Arab Saudi mengerahkan  150 jet tempur untuk menyerang Yaman yang dibantu oleh 10 negara bahkan termasuk AS dan jet tempur Israel.

Sementara Iran hanya membantu Syiah Houthi dalam bentuk dukungan moral, karena yakin, tanpa perlu turut campur langsung dalam konflik, rakyat Yaman adalah pejuang tangguh yang mampu  mengatasi kesulitannya sendiri, sebagaimana rakyat Iran diawal revolusinya yang diserang Irak yang didukung negara-negara Arab, Barat, AS dan Israel, tanpa perlu mengemis bantuan dari negara lain, kecuali bergantung kepad Allah Swt.  Saudi?.

Diancam akan diserang oleh Saddam Husain dan khawatir akan perkembangan Iran, buru-buru bersembunyi dibalik ketiak AS, meskipun harus menjadi negara boneka yang bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Syari’at Islam Di Saudi Arabia Wahabi Hanya Untuk Rakyat Kecil.. Kisah Tanduk Setan Najd

Uang islam untuk foya-foya ke PSK.WEBM

Pangeran Arab Saudi menghabiskan uang haij, pajak, hasil minyak dll habis sekejab untuk pelacur.
Kalau memang mereka kelebihan uang, kenapa tidak disumbangkan ke negara muslim miskin? Seperti SOMALIA

.

Dalam Hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain,
Nabi saw bersabda, “Di Najd, akan muncul generasi pengikut Setan”. Menurut para ulama, maksud generasi pengikut Setan dalam Hadis ini adalah kaum Wahabi. Pada hadits lainnya dijelaskan oleh Rasulullah bahwa dari arah Najd akan timbul dua tanduk iblis. Sekarang kita bertanya-tanya siapakah gerangan? Yakni Musailamah Al Kadzab dan Muhamad Bin Abdul Wahhab. Keduanya datang dari arah itu

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

Pangeran Al Walid bin Talal, cucu pendiri Arab Saudi

cucu pendiri Arab Saudi, Pangeran Al Walid Bin Talal ramai menghebohkan media massa Barat. Dia hendak menyubsidi taman hiburan Euro Disney di Paris, Prancis, yang terlilit utang USD 1,2 miliar. Analis bilang hanya orang gila bilang bisnis itu punya masa depan.

Pangeran Walid memiliki 10 persen saham dari taman hiburan yang dikendalikan Walt Disney tersebut. Dia yakin, bisnis wahana tokoh-tokoh kartun itu masih bisa meraup untung, seperti dilansir the Telegraph, 12 Oktober 2014.

Bukan kali ini saja Walid menghabiskan duitnya dengan cara nyeleneh. Dia dan sesama pangeran Negeri Petro Dollar lainnya, dikenal suka membelanjakan kekayaan pada hal-hal aneh. Termasuk bermain lempar orang cebol. Pernah juga Walid iseng membeli pesawat Boeing, untuk kemudian dijual lagi.

Kendati demikian, Walid bukan tipe pangeran Arab yang cuma mengandalkan duit hasil penjualan minyak. Dia justru mengkritik Kerajaan Arab Saudi, lantaran tak punya cara lain mencari uang ketika harga minyak dunia turun hingga USD 100 per barel seperti sekarang.

Walid memiliki bisnis investasi, diberi nama Kingdom Holding Investment, dan kini dia masuk jajaran pengusaha terkaya sedunia. Tapi itu tetap tak menutup fakta bahwa dia salah satu pangeran paling gemar berfoya-foya. Dan modal awalnya berinvestasi juga dari sang ayah, hasil ekspor minyak.

1.Pangeran Walid beli pesawat berisi spa
Pangeran Al Walid Bin Talal dari Arab Saudi salah satu dari 20 orang terkaya versi majalah Forbes sering menjadi bahan pemberitaan lantaran gemar buang duit demi mengikuti hawa nafsunya akan barang-barang mewah.

Empat tahun lalu dia menjadi perbincangan dunia saat membeli sebuah mobil Marcedes Benz bertaburkan berlian di sekujur kendaraan itu sampai bagian knalpot. Harganya lebih dari Rp 650 miliar. Maret tahun ini dia juga membuat gebrakan membeli sebuah pesawat bahkan terlalu mewah untuk ukuran pangeran.

Waleed membeli pesawat berjenis Airbus A380 bisa menampung 800 penumpang seharga Rp 3,6 triliun. Dia juga menggelontorkan dana untuk mendandaninya, sampai menghabiskan duit Rp 2,4 triliun.

Pesawatnya sangat spektakuler dan dilengkapi dengan ruang spa, mandi uap, jamuan makan mewah, bertingkat, bahkan ada televisi di lantai. Tak ketinggalan musala kecil dengan lantai bergerak dan siapa pun salat langsung dihadapkan ke kiblat.

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang
2.Pangeran Saud sewa Disneyland buat wisuda

Kelakuan Pangeran Fahd al-Saud dari Arab Saudi tak jauh beda dengan Pangeran Al Walid Bin Talal. Akhir Mei 2014, dia menyewa Disneyland di Ibu Kota Paris, Prancis hanya untuk merayakan kelulusan dari jenjang strata satu di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Dia juga mengajak sekitar 60 orang untuk ikut berpesta di taman bermain itu. Seluruh pengunjung lain tidak diperkenankan masuk. Bukan hanya sehari. Fahd menjadi raja selama tiga hari di Disneyland Paris.

Dana dikeluarkan tidak tanggung-tanggung. Dalam tiga hari dia menghabiskan sekitar Rp 450 miliar dan itu disebutnya masih murah sebab saat dia menyewa bukan di musim liburan.

3.Pangeran al-Saud doyan pesta bugil bareng cowok

Ini salah satu pangeran kemenakan Al Walid paling kontroversial karena penyuka sesama jenis. Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud, oleh banyak pihak diakui sebagai seorang gay.

Dia gemar menyewa penari-penari bugil sesama jenis untuk memuaskan syahwatnya.

Menurut keterangan dari pembantunya bernama Abdul Aziz, Pangeran Saud rutin keliling dunia, menginap di hotel mewah, menghabiskan waktu berbelanja, makan malan di restoran mahal, dan menenggak sampanye serta koktail hingga mabuk.

Namun, beberapa tahun lalu Abdul Aziz ditemukan tewas tanpa sebab jelas. Spekulasi bermunculan, bahwa tindakan itu didalangi Pangeran Saud supaya pembantunya yang sudah menemui media itu tak lagi buka mulut.

Informasi bahwa dia homoseksual mengancam karirnya di kerajaan. Buat orang-orang Saudi, pecinta sesama jenis dianggap lebih najis dari pembunuh atau pemerkosa.

Empat kelakuan gila pangeran Arab hamburkan uang

4.Pangeran Arab bayar Rp 6,5 M kencani artis HollywoodSeorang pangeran asal Arab Saudi namanya dirahasiakan, diyakini menyewa pesohor Hollywood Kristen Stewart sebesar Rp 6,5 miliar demi berkencan seperempat jam dengan artis itu.

Stewart yang terkenal dengan film Twilight membenarkan dia bertemu dengan pangeran itu Desember 2013. Namun mereka tidak berkencan apalagi melayani sang pangeran dalam tanda kutip. Gadis 23 tahun itu menyebutkan dia hanya bertatap muka dan berbincang dengan pangeran tersebut.

Sejumlah media tidak yakin jika Stewart hanya berbincang saja tanpa ada ‘kegiatan’ lain. Sedikit fakta lucu, sang artis itu tidak dibayar dengan cek, melainkan uang tunai.

.
Rasulullah s.a.w telah mengingatkan umat Islam antara bahaya yang besar diakhir zaman adalah munculnya fitnah dan setan dari Najd, sekarang ini dinamakan Riyadh iaitu pusat pemerintahan kerajaan Saud di Saudi Arabia.
 .
Kemunculan Saudi Arabia itu sendiri merupakan satu episod kelam umat Islam kerana ia secara rasminya menumbangkan kerajaan khalifah yang telah tertegak hampir 1000 tahun. Pengasas kerajaan tersebut, Abdul Aziz Ibn Al Saud bersama dengan pemimpin kabilah yang lain, semuanya telah diberi habuan rasuah, menyokong dan memberi bantuan sepenuhnya kepada British dan Zionist bagi menumbangkan kerajaan Othmaniyyah di Turki dan menghapuskan Islam dari sana (penguasaan Atartuk).
.
Sebagai balasannya, British melalui perjanjian Treaty of Friendship pada 1916, telah menobatkan Abdul Aziz Ibn Al Saud sebagai pemimpin dengan penguasaan terhadap Najd dan penawanan Riyadh.
405290_354862167922978_1000541993_n

Secara etimologi, kata Najd adalah dataran tinggi (tanah yang tinggi), sedangkan kata Iraq secara etimologi bermakna “tanah sepanjang tepian sungai” atau “daerah yang terletak di antara sungai-sungai”.

Faktanya, nama-nama tersebut memang menerangkan kondisinya masing-masing yang sebenarnya. Najd berada di daerah gurun pedalaman di dataran tinggi sedangkan Irak berada di sekitar sungai eufrat dan sungai tigris yang subur.

Iraq (terutama daerah di antara sungai Euphrates & Tigris) terletak di dataran rendah. Kota Baghdad sendiri (ibukota Irak) juga berada di dataran rendah. Hal ini berbanding seratus delapan puluh derajat dibandingkan dengan kota Riyadh (ibukota Saudi) yang berada di wilayah Nejd dan berada di dataran tinggi. Pendapat Wahabi yang mengatakan bahwa maksud ”Nejed” dalam riwayat hadits di atas bukanlah nama negeri tertentu, tetapi untuk setiap tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya.

Kemudian hal tersebut dijadikan hujjah untuk pendapat “Nejed adalah Irak” maka hal ini sangat lucu dan tidak logis sebab faktanya Irak berada di dataran rendah. Sebagian wahhabi telah melakukan takwil dan tafsir secara ngawur dari sisi bahasa. Sebagian lainnya hanyalah melakukan taqlid buta tanpa menggunakan akalnya untuk berfikir.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata [Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [Shahih Bukhari 2/33 no 1037].

Husain bin Hasan memiliki mutaba’ah yaitu Azhar bin Sa’d yang meriwayatkan dari Ibnu ‘Aun dari Nafi dari Ibnu Umar secara marfu’ juga dengan lafaz Najd [Shahih Bukhari 9/54 no 7094].

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan, fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Hadis riwayat Ibnu Umar ra :

Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

Tak bisa dibantah lagi sebagai penguat di atas penguat hadis-hadis di atas : “Sholat subuhlah kemudian tahanlah (janganlah sholat lagi) ketika matahari terbit hingga meninggi karena sesungguhnya ketika itu matahari terbit diantara dua tanduk setan. (HR. Muslim 832).

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya yang berkata telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb yang berkata telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata dan Beliau menghadap ke arah timur “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, dari arah munculnya tanduk setan” [Shahih Muslim 4/2228 no 2905].

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Harun yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Fuuraan yang berkata telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Aamir yang berkata telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Yahya bin Sa’id dari Salim dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke arah matahari terbit seraya berkata “dari sini muncul tanduk setan, dari sini muncul fitnah dan kegoncangan dan orang-orang yang bersuara keras dan berhati kasar [Mu’jam Al Awsath Thabrani 8/74 no 8003 – HR Thabrani dengan sanad shahih].

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap ke arah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410].

Banyak hadits yang saling menjelaskan. Arah tanduk syaithan adalah arah timur (arah matahari terbit). Sedangkan arah timur yang dimaksudkan adalah dilihat dari kota Madinah. Kota tempat di mana Rasulullah memberikan peringatan dengan menunjukkan tangannya ke arah timur (arah matahari terbit). Kota Riyadh yang berada di wilayah Nejd (Arab Saudi) tepat berada di timurnya Madinah. Sedangkan Irak berada di timur lautnya Madinah (terletak di timurnya Syam atau utaranya Najd).

Kesimpulannya:

Salafy – Wahhabi yang memahami timurnya Madinah adalah Irak berarti kurang faham geografi dengan mencari-cari takwil yang aneh-aneh. Bukan hanya mendahulukan pendapat daripada nash-nash Al Qur’an dan Sunnah, namun juga membuat takwil yang tidak logis dan tidak masuk akal. Ciri mereka ini mirip sekali dengan ciri Islam ekstrim kanan (kaum khawarij) yang meninggalkan akalnya untuk berfikir (berfikir sempit/dangkal) sehingga menginterpretasikan dalil secara tidak ilmiah.

Mereka kebalikan dari kaum mu’tazilah yang membebaskan akalnya secara liar dan memahami Islam secara liberal. Sedangkan kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah yang asli sudah seharusnya berada di jalan tengah (moderat/umatan wasathan) dalam menggunakan akalnya.

Mereka menggunakan hadis yang sudah berubah matan “MASYRIQ=TIMUR” diubah matannya menjadi “IRAQ” disebabkan cacat pada diri ubaidillah bin abdillah bin ‘aun dan ziyad bin bayaan.

TUJUH FAKTA NAJD BUKAN IRAQ : 

1 – Negeri yang didoakan Rasulullah adalah negeri-negeri yang telah masuk islam sebahagian penduduknya, sebahagian ahli Syam telah mendatangi Nabi s.a.w. dan mengucap kalimat dua Syahadah, penduduk Yaman mendatangi Rasul dan memeluk islam ketika itu, sementara penduduk daerah Iraq tidak ada yang datang ke hadapan Rasul, bahkan mereka masuk islam pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khatab ketika penaklukkan negara Farsi, sementra penduduk Najd ( tempat kelahiran pemimpin wahabi ) telah berbondong-bondong pergi ke Madinah untuk memeluk islam, bagaimana boleh didalam hadis menyebutkan kalimat ” di Nejd kami ” sementara Iraq belum jatuh ke tangan umat islam, dan masih di pegang oleh negara Farsi, ungkapan kami di sini memiliki dua makna :Yang pertama : Para sahabat yang bersama Rasul, dan mereka bermaksud bahwa ungkapan kami adalah makna kepemilikan Iraq, dan ini mustahil sebab Iraq belum jatuh ketangan umat Islam.

Yang kedua : Utusan yang datang dari Najd, jikalau Najd itu Iraq, maka sesuatu yang mustahil sebab tidak ada riwayat yang mengatakan adanya utusan kaum yang datang dari Iraq, maka mestilah Nejd tersebut bahagian negara yang dikenal yaitu Riyahd dan sekelilingnya.

Sementara kalimat ” kami ” pada negeri Syam, karena telah datang sebahagian utusan negeri Syam ke Madinah untuk memeluk islam dan di Syam terdapat Baitul Maqdis, dan tempat para nabi-nabi terdahulu.

2 – Rasul mengatakan bahwa Najd adalah tempat keluarnya tanduk syaiton, terlepas dari hakikat ataupun majaz, tapi yang dimaksud adalah orang yag membawa kesesatan dan fitnah bagi umat islam dan mereka tergolong dari orang – orang kafir, karena Syaitan pemimpin orang-orang kafir dan menyesatkan orang, ini sangat jauh sekali keadaannya dengan fitnah yang berlaku di Iraq, pembunuhan Imam Ali r.a di tangan orang – orang Khawarij suatu fitnah yang lebih kecil di bandingkan dengan fitnahnya Musailamah al-Kadzab yang berasal dari Yamamah Nejd ( Riyadh sekarang ), yang telah mengaku nabi dan membunuh puluhan para sahabat sehingga Umar bin Khatab menjadi sangat takut sekali akan habisnya penghafal al-Qur`an disebabkan serangan Musailamah, Musailamah dan pengikutnya tergolong orang-orang yang kafir dan menyesatkan orang lain, sementara orang-orang Khawarij masih dalam keadaaan islam sebagaimana didalam riwayat Ibnu Abbas dari Imam Ali di dalam Sohih Bukhari, tetapi mereka pelampau yang keluar dari batasan, demikiannya juga pandangan ulama ahlus Sunnah bahwa khawarij telakeluar dari jama`a tetapi tidak keluar dari islam, dengan demikian tahulah kita bahwa fitnah yang terdapat di Yamamah ( Najd ) lebih besar dari fitnah yang berada di Iraq, di Najd juga tedapat khawarij dan golongan Qaramithoh yang kafir.

3 – Kita mengetahui bahwa Iraq adalah negeri yang berkat juga, bukti keberkatan Iraq adalah pindahnya ulama-ulama besar dari golongan sahabat ke Iraq seperti Imam Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas`ud, Anas bin Malik, `Ammar bin Yasir, Hudzaifah bin Yaman, Sa`ad bin Abi Waqash, Imran bin Hushain, jikalau negeri Iraq tidak berkat bagaimana boleh para sahabat pindah ke Iraq berbondong-bondong. Di negeri Iraq pula terbitnya banyak ulama hadis dan mazhab ahlussunnah seperti mazhab Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Sufyan bin Uyaynah, timbulnya di baghdad ulama dan fakar-fakar qira`ah dan Nahu, berbeda dengan Najd Yamamah yang tidak terdapat sedikitpun para sahabat yang bermukim di situ bahkan para sahabat datang ke Najd Yamamah untuk memerangi orang kafir dan murtad pengikut Musailamah, bagaimana boleh kita katakan bahwa Iraq tempat yang terkutuk dan tidak berkat, sementara Iraq telah mengeluarkan jutaan ulama, kenapa wahabi mengikuti mazhab Hanbali sementara Imam Ahmad berasal dari Iraq.

4 – Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.

5 – Hadis Rasulullah s.a.w. yang berbunyi :

عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : ” ألا إن

الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري

Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. beliau mendengar Rasul bersabda dalam keadaan mengarah ke bahagian arah timur Madinah : ” Ingatlah bahwasanya fitnah datang dari sana dari tempat terbitnya tanduk syaitan. ( H.R .Bukhari no : 7093 ).

Bahagian timur Madinah adalah Nejd ( bahagian Yamamah, Dir`ah, dll ) bukan Iraq, ini jelas kalau kita melihat peta, adapun para ulama yang menafsirkan timur tersebut ke arah Iraq telah tersalah dengan kenyataan dan ilmu zaman sekarang, karena timurnya Madinah bukan Iraq.

6 – Hadis Rasulullah s.a.w yang menyuruh penduduk Nejd agar berniat ihram dari Qar nu Manazil.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : أمر رسو ل الله صلى الله عليه وسلم أهل المدينة أن يهلوا من ذي

الحليفة، وأهل الشام من الجحفة وأهل النجد من قرن المنازل .رواه مالك ، كتاب الحج باب مواقت الإهلال

Artinya : Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qar nu Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ).

Sementara lafaz didalam Shahih Bukhari ialah :

عن ابن عمر : وقّت رسول الله صلى الله عليه وسلم قرنا لأهل نجد ، والجحفة لأهل الشام وذا الحليفة لأهل

المدينة، قال : سمعت هذا من النبي صلى الله عليه وسلم ، وبلغني أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :  و لأهل اليمن يلملم ” وذكر العراق فقال : لم يكن عراق يومئذ ( رواه البخاري . رقم : 7344

Artinya : Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata : ” Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam”. kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ).

.

Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qar nu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang).

.

7 – Adapun riwayat yang menggantikan Masyriq ( arah timur ) kepada Iraq, riwayat ini telah diubah dan tidak shahih, sebab kebanyakkan riwayat mengatakan Masyriq, adapun penafsiran Salim bin Abudullah bin Umar kepada Iraq adalah salah satu ijtihad beliau yang belum boleh dijadikan pegangan, sebab jauh penafsiran dengan Khabar-khabar dari Rasulullah saw, sebagaimana beliau pernah berijtihad untuk melarang para wanita pergi shalat ke masjid sehingga ayah beliau Abdullah bin Umar marah tidak bercakapan dengan beliau sampai Abdullah bin Umar meninggal dunia.

.

RASULULLAH MEMBEDAKAN ANTARA NAJD DENGAN IRAQ, PERHATIKAN BAIK-BAIK :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushulli yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Haasyim Muhammad bin ‘Ali dari Al Mu’afiy dari Aflah bin Humaid dari Qasim dari Aisyah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qar nu manazil dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam. [Shahih Sunan Nasa’I, no. 2656].

.

Andaikata betul najd adalah Iraq, maka pertanyaannya adalah buat apa Rasulullah membedakan penduduk Irak dengan penduduk Nejd? Lalu apa nama daerah pedalaman di sebelah timurnya Madinah? Mengapa Irak yang berada di dataran rendah diberi nama Najd (tanah yang tinggi)? Mengapa timurnya Madinah adalah Iraq, apakah Rasulullah bingung arah? Atau jika Nejd berada di Iraq, di manakah tepatnya wilayah tersebut berada? Adakah sebuah wilayah bernama “Nejd” di Irak? Fitnah apa saja yang muncul dari wilayah tersebut? Argumentasi mereka yang mengatakan bahwa Nejd adalah Iraq dan mereka ngotot mempertahankannya, bukan hanya tidak ditopang dengan dalil-dalil yang shohih & relevan tetapi juga tidak menggunakan akal sehat alias hanya memperturutkan hawa nafsu, semangat debat kusir serta kejahatan menyembunyikan kebenaran.

.

Khawarij pertama bermula dari Dzul Khuwaisirah, seorang lelaki dari Bani Tamim. Bani Tamim sendiri merupakan salah satu suku Arab Badui yang tinggal di nejd. Dia berpendapat bahwa Rasulullah tidak adil sewaktu membagi ghanimah (harta rampasan perang). Fitnah lainnya adalah nabi palsu Musailamah Al Kadzab berikut pengikutnya dari suku Arab Badui, dari wilayah Nejd. Orang-orang yang keluar dari barisan dalam perang shiffin (perang saudara sesama muslim) juga khawarij dari Arab Badui. Mereka ini berasal (bersumber) dari Nejd namun berulah (membuat fitnah) di Irak. Bahkan Ibnu Taimiyah yang dianggap salafy sebagai syaikh terbesar mereka, sependapat dalam hal ini.

.

PENGAKUAN IBNU TAIMIYAH :

Dalam kitab Naqdu al Taqdis, Ibnu Taimiyah berkata: Telah Mutawatir khobar dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bahwa fitnah dan pangkal kekufuran berasal dari timur-timur Madinah- seperti Najd dan semua daerah sebelah timurnya (Madinah) Kemudian beliau memberikan contoh yang terjadi di Najd. Tidak diragukan lagi bahwa di sana muncul kemurtadan dan hal-hal lain yang termasuk kekufuran, di antaranya Musailamah al Kadzab dan para pengikutnya, Thalihah al Asadiy dan para pengikutnya, Sujah dan para pengikutnya hingga mereka diperangi oleh abu Bakar as Shiddiq dan orang-orang mukmin yang bersama beliau. Ada yang terbunuh dan ada yang kembali sebagai mukmin maupun Munafiq.

.

PENGAKUAN WARGA SAUDI : 

Silahkan datang dan buktikan DENGAN MATA KEPALA SENDIRI ke lokasi ini dan perhatikan nama sekolah : “Madrasah Riyadh Nejd”, lokasi di jln Imam Saud bin Abdl aziz bin Muhamad, Exit 9, depan Mall City Plaza….. Riyadh najd school…

 .
Mereka sibuk menghabiskan wang berpesta semata-mata kerana unta padahal saudara Islam mereka sedang dibunuh dibumi Palestin!
 .
Saud Selamatkan Ekonomi Amerika
Salah seorang lelaki terkaya didunia sekarang ini ialah Putera Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, kerabat diraja Saudi. Kisah beliau memperolehi kekayaan secara tiba-tiba adalah sukar dipercayai dan misteri. Beliau menubuhkan syarikat sendiri pada umur 14 tahun, billionaire umur 31 tahun dan sekarang ini 56 tahun dalam senarai Forbes ke 26 terkaya didunia. Beliau menjadi perhatian masyarakat pelaburan antarabangsa apabila beliau menyelamatkan Citibank (Bank Riba Terbesar didunia – mempunyai kepentingan yahudi) dari bangkrap yang mengancam ekonomi Amerika. Beliau mendapat mandat untuk menambahkan sahamnya dalam bank tersebut ketika Saudi berkerjasama dengan tentera Amerika menakluk Iraq dalam perang teluk tahun 1991.
 .
Selepas itu beliau bekerjasama erat dengan penyangak-penyangak ekonomi yahudi mengembangkan perniagaannya tanpa mengira halal haram dari perbankan riba-kapitalis hinggalah rangkaian hotel perjudian terkemuka, Grand Monte Carlo Casino.
 .
Antara syarikat-syarikat mempunyai kepentingan yahudi yang menjadi penyumbang besar kepada Israel yang diselamatkannya dengan wang pelaburan saud ialah;  AOL, Apple Inc., MCI Inc., Motorola, Fox News, Citigroup Inc., The Plaza Hotel (New York), Fairmont Hotel, Four Seasons Hotels Inc., Mövenpick Hotels & Resorts AG,PepsiCo Inc, The Walt Disney Company, Time Warner Inc..
 .
Kita hairan kenapakah ulamak-ulamaknya yang begitu berkira dengan isu remeh-temeh tetapi mendiamkan diri terhadap tindak-tanduk golongan atasannya yang terang-terang terlibat dengan bukan sahaja dengan pekerjaan yang mungkar tetapi secara langsung bersama dengan musuh Islam!
 .
Keluarga Saud melalui Putera Alwaleed ini belum lagi merasa berpuas hati dengan pembangunan di Riyadh (Najd) sekarang ini. Benarlah ingatan Rasulullah s.a.w dalam satu hadis panjang mengenai Iman, Islam, Ehsan dan tanda-tanda kiamat; berlumba-lumbanya Arab Badui membina bangunan pencakar langit sebagai menunjukkan keangkuhan. Mereka sekarang ini merancang untuk membina bangunan pencakar langit di Riyadh (Najd) yang tiada lagi tolak bandingnya didunia ini yang dinamakan Kingdom Tower.
.
Sekali lagi pembinaan yang memberikan kepentingan kepada kapitalis dan juga penyangak ekonomi yahudi. Inilah cara yang terselindung oleh yahudi mendapatkan sumber kewangan bagi meningkatkan kekuatan Israel melalui pembiayaan kewangan secara riba-kapitalis melalui projek mega tersebut.  http://www.msnbc.msn.com/id/43988244/ns/world_news-mideast_n_africa/t/worlds-tallest-building-coming-saudi-arabia/#.TsowtHOzUwR
Bangunan pencakar langit tiada tolak bandingnya lagi!
 .
Dari manakah kekayaannya?
Satu persoalan yang ditimbulkan oleh penganalisis ekonomi antarabangsa ialah dari manakah datangnya sumber kewangan Putera Alwaleed kerana dari segi pulangan pelaburannya tidak memungkinkan beliau menguasai syarikat-syarikat gergasi tersebut. Mengikut kenyataannya beliau memulakan perniagaannya pada tahun 1979 adalah menggunakan sumber peribadinya yang diberikan oleh bapanya sebanyak $30,000. Beliau juga mendakwa menggadaikan rumahnya sebanyak $400,000 dan juga hasil elaun di raja sebanyak $15,000 sebulan. Padahal dengan jumlah sedemikian untuk sara hidup sebagai putera raja sahaja tidak mencukupi apatah lagi untuk modal empayar perniagaan berbilion dollar.
 .
Apakah beliau hanyalah orang perantara sahaja bagi pelaburan dinasti Saud? Para penganalisis ekonomi membuat analisa dan unjuran dengan segala pelaburannya diluar negara dan dalam negara Saudi hanyalah menyumbangkan 1/10 dari pendapatannya, inilah menimbulkan misteri dikalangan penganalisa. http://www.economist.com/node/187913
 .
Sebenarnya tidak ada rahsia, kekayaannya adalah bersumber dari jutaan jemaah haji yang bertandang setiap tahun ke Mekah dan Madinah, dan tentu sekali hasil minyak yang melimpah ruah yang menjadi millik keluarga di raja saud itu sendiri. http://www.forbes.com/profile/abdullah-bin-abdul-aziz-al-saud/
Umat Islam diabad ini dilalaikan dan terkeliru dengan isu sunnah-syiah hingga tidak nampak segala bahaya yang telah diberi amaran oleh Rasulullah s.a.w. Kita terutamanya mengira bahawa bahaya itu akan datang dari syiah Iran yang akan menolong yahudi satu ketika nanti tetapi tidak nampak apakah gerakan yang sedang dilakukan oleh yahudi di keliling tanah suci umat Islam sendiri. kita tidak nampak bahawa revolusi Iran pada tahun 1979 yang lalu merupakan satu tamparan kepada yahudi yang ingin menjadikan Israel Raya dengan kerjasama Shah Iran
.
Yahudi setelah berjaya menjadikan Turki sebagai negara rahsia Zionis melalui Kamal Atartuk menerima kesan yang hebat membantutkan rancangan perluasannya. Kalaulah tidak ada pertolongan Allah menegakkan revolusi Islam Iran nescaya kehidupan kita sebagai Umat Islam tidak lagi aman seperti sekarang ini, padahal dengan segala propaganda Amerika dan Zionis sekarang inipun umat Islam sudah menerima pelbagai tekanan
.
Dengan takdir Allah tabir tipudaya fitnah ini semakin tersingkap, rahsia semakin terbongkar. Siapakah musang berbulu ayam yang membuatkan dunia Islam bercelaru ketika ini akan terbongkar. Sila baca kajian yang mendedahkan tipudaya yahudi dilaman berikut;

  1. http://www.strategic-culture.org/news/2011/10/25/the-doenmeh-the-middle-easts-most-whispered-secret-part-i.html
  2. http://www.strategic-culture.org/news/2011/10/26/the-doenmeh-the-middle-easts-most-whispered-secret-part-ii.html

fitnah yang terdapat di dalam riwayat itu sesuai dengan kemunculan firqah Wahabiyah, akan tetapi kami tidak meyakininya secara pasti dan seratus persen bahwa fitnah itu adalah “Fitnah Wahabiyah”. Karena bisa jadi riwayat itu berkaitan dengan fitnah yang saat ini belum muncul.

Pangeran Terkaya di Saudi memperkosa Model Spanyol

pangeran-alwaleed-bin-talal-alsaud

Kasus tudingan perkosaan kembali menampar keluarga kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al Waleed bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company dituduh memperkosa seorang model di atas kapal mewahnya di Pulau Ibiza, Spanyol.

Tuduhan perkosaan ini sebenarnya perkara lama. Peristiwanya sempat heboh pada Agustus 2008. Kasusnya pun masuk ke pengadilan tapi berhenti di tengah jalan. Namun baru-baru ini, hakim pengadilan Spanyol berniat membuka kembali kasus ini dan memanggil Pangeran Al Waleed  untuk bersaksi.

Terhadap tudingan itu, kubu Al Waleed langsung membantah. Juru bicara Al Waleed, Heba Fatani, mengatakan, “Tuduhan itu tak beralasan. Tidak pernah terjadi. Pangeran Al Waleed saat itu (Agustus 2008) tidak berada di Ibiza. Malahan, dia tak pernah ke Ibiza selama sepuluh tahun terakhir ini.”

Ia menambahkan, keterangan pelabuhan dan data satelit kapal Al Waleed, Kingdom 5KR pun memperlihatkan posisinya tak berada di lepas pantai Spanyol maupun Ibiza. Ataupun Pangeran menyewa sebuah perahu mewah di sana.

Tudingan ini muncul kembali setelah berita New York Times yang mengatakan seorang hakim Spanyol berniat membuka kembali kasus lama tersebut. Kasusnya sudah ditutup Juli tahun lalu. Hakim di Ibiza, saat itu, mengatakan kasus dugaan perkosaan ini kurang bukti. Tapi dalam bandingnya di Pengadilan Provinsi Kepulauan Balearic, ada keputusan untuk investigasi ulang kasus ini. Termasuk mendatangkan Al Waleed ke depan meja hijau.

Siapakah Pangeran Al Waleed? Dia sosok yang terkenal di dunia bisnis. Dia juga masuk jajaran orang terkaya di Arab Saudi. Dia satu-satunya individu yang punya saham terbesar di Citigroup. Selain itu dia juga punya saham terbesar kedua di News Corp milik Rupert Murdoch. Majalah bergengsi Forbes menaksir kekayaan Al Waleed 2011 mencapai 19,4 miliar dolar AS. (Sumber)

Rahasia Pesta Miras dan Narkoba Para Pangeran Saud Di Saudi Arabia!

Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock’n’roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.

Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.

Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.

“Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal,” kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. “Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah ‘gadis panggilan’, sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, “Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu.”

Pesta bawah tanah sedang “berkembang dan berdenyut” di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.

Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. “Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan.”

Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.

Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah  begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. “Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens”

Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta  besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa “kencan” dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda !!

wahabi nggak usahlah bicara agama, ngurus negaranya saja belum bisa sudah mau ngurus orang lain

WAHABi  DENGAN GANAS MENGKAMPANYEKAN SYi’AH SESAT di web web semata mata agar dapat uang dari Saudi..

Kalau Pangeran Saudi yang Membunuh, Tidak Ada Hukuman Mati

Jumat, 2012 Desember 21

Munirah Faisal al-Saud, Pangeran Arab Saudi menilai tidak mungkin untuk menetapkan hukuman mati untuk anggota keluarga kerajaan al-Saud dengan tuduhan membunuh seorang warga dan mengatakan, “Pedang tidak memenggal kepala anggota keluarga al-Saud.”

Alalam (20/12) melaporkan, hal itu dikemukakan dalam rangka mereaksi tuntutan rakyat untuk menghukum mati salah satu anggota keluarga kerajaan al-Saud yang beberapa waktu lalu mabuk dan membunuh seorang pemuda dan melukai seorang lainnya.

Para aktivis Saudi menuntut peradilan terhadap Pangeran Turki bin Saudi bin Turki, karena telah membunuh seorang warga di timur Riyadh.

Korban aksi penembakan itu adalah Adel al-Muhaimid sementara seorang kawannya menderita luka-luka.

Munirah Faisal al-Saud dalam laman Twitternya menyatakan, “Salman bin Abdulaziz, Menteri Pertahanan Saudi mengatakan bahwa kami adalah penentu undang-undang dan pedang tidak boleh memenggal kepala kami.”

Berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, orang yang terbukti membunuh, akan dihukum mati.

 Tanggal: 2012/12/14 –
Arab Saudi:
 Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda
Seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
 
 Sedang Mabuk Pangeran Saudi Tembak Mati Seorang Pemuda seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
.
Pangeran Arab Saudi yang bernama Turki bin Saud, Jumat (14/12) yang sedang mabuk, menembaki seorang pemuda bernama Adel al-Muhaimid dan temannya di taman al-Tsamamah, Riyadh
.

Al-Muhaimid tewas di tangan pangeran Saudi itu. Sementara teman korban menderita luka-luka dan segera direlokasi ke rumah sakit.Para aktivis Arab Saudi di berbagai jejaring sosial menyatakan bahwa Turki bin Saud sedang mabuk ketika menembaki dua pemuda tersebut.

Pangeran Saudi Mabuk dan Tembak Mati Seorang Pemuda

Seorang pangeran Arab Saudi yang sedang mabuk membunuh seorang pemuda di Riyadh.

Alalam (15/12) melaporkan, Pangeran Turki bin Saud, kemarin (Jumat, 14/12) yang sedang mabuk, menembaki seorang pemuda bernama Adel al-Muhaimid dan temannya di taman al-Tsamamah, Riyadh. Al-Muhaimid tewas di tangan pangeran Saudi itu.

Kawan korban menderita luka-luka dan segera direlokasi ke rumah sakit.

Para aktivis Arab Saudi di berbagai jejaring sosial menyatakan bahwa Turki bin Saud sedang mabuk ketika menembaki dua pemuda tersebut.

Ulama Saudi Kritik Pemerintah Karena Sebarkan Budaya Barat

Sabtu, 2012 Desember 22

Seorang ulama Arab Saudi memperingatkan soal penyebaran kekafiran di tengah masyarakat negara itu yang dilakukan jaringan-jaringan satelit.

TV Alalam, Sabtu (22/12) melaporkan, Abdul Rahman Al Sudais dalam ceramah Jumatnya di Masjidil Haram mengkritik orang-orang yang mengkhianati amanah, meninggalkan kewajiban dan tugasnya serta melakukan pekerjaan-pekerjaan haram.

Pimpinan pusat urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabi itu memprotes sikap orang-orang yang mengelola situs dan kanal-kanal satelit amoral. Tanda-tanda kekufuran, tidak bersyukur dan tidak taat kepada Tuhan, ragu terhadap agama Tuhan dan agama-agama samawi lain, serta penghinaan terhadap Nabi-nabi Tuhan semakin meningkat.

Ia mendesak agar segera diambil langkah-langkah untuk menghentikan tindakan-tindakan semacam itu dengan menyusun sebuah aturan internasional.

Protes ini disampaikan ulama terkemuka Saudi itu menyusul langkah negaranya yang mengelola sejumlah jaringan satelit non-stop yang menyebarkan pemikiran dan gaya hidup Barat bagi masyarakat Arab.

Ribuan Gadis Saudi Lari dari Rumah

Jumat, 2012 Desember 21 19:53

Jumlah gadis Arab Saudi yang lari dari rumah karena kekerasan dalam rumah selama satu tahun terakhir meningkat menjadi 1.400 kasus.

Ketua Komisi Kesehatan Mental Arab Saudi, Doktor Musafar al-Malis mengatakan, “Dalam satu tahun terakhir tercatat 1.400 gadis Arab Saudi lari dari rumah mereka karena menghindari kekerasan di rumah.”

Koran al-Madinah mengutip al-Malis dan menulis, “Data kekerasan di lingkungan rumah terhadap anak-anak, dalam satu tahun terakhir meningkat 45 persen.”

Kalau Pangeran Saudi yang Membunuh, Tidak Ada Hukuman Mati

Jumat, 2012 Desember 21 00:42

Munirah Faisal al-Saud, Pangeran Arab Saudi menilai tidak mungkin untuk menetapkan hukuman mati untuk anggota keluarga kerajaan al-Saud dengan tuduhan membunuh seorang warga dan mengatakan, “Pedang tidak memenggal kepala anggota keluarga al-Saud.”

Alalam (20/12) melaporkan, hal itu dikemukakan dalam rangka mereaksi tuntutan rakyat untuk menghukum mati salah satu anggota keluarga kerajaan al-Saud yang beberapa waktu lalu mabuk dan membunuh seorang pemuda dan melukai seorang lainnya.

Para aktivis Saudi menuntut peradilan terhadap Pangeran Turki bin Saudi bin Turki, karena telah membunuh seorang warga di timur Riyadh.

Korban aksi penembakan itu adalah Adel al-Muhaimid sementara seorang kawannya menderita luka-luka.

Munirah Faisal al-Saud dalam laman Twitternya menyatakan, “Salman bin Abdulaziz, Menteri Pertahanan Saudi mengatakan bahwa kami adalah penentu undang-undang dan pedang tidak boleh memenggal kepala kami.”

Berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, orang yang terbukti membunuh, akan dihukum mati.

70 Persen Tahanan Saudi Orang Terpelajar

Minggu, 2012 Desember 23 21:47

Mayoritas narapidana di Arab Saudi adalah dari kalangan lulusan universitas.

Alalam (23/12) melaporkan, berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri Saudi, sebanyak 90 persen tahanan di negara ini adalah para pengangguran yang 70 persennya adalah lulusan universitas.

Koran al-Riyadh menulis, data tersebu dirilis dua tahun lalu oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi danmenambahkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi kongkret untuk menyelesaikan fenomena pengangguran dalam masyarakat Saudi.

Koran ini menambahkan bahwa salah satu faktor perluasan pengangguran bahkan di kalangan akademis dan lulusan universitas adalah maraknya mempekerjakan tenaga kerja asing baik secara legal maupun ilegal.

Selain itu, ketidakpedulian investor domestik juga menjadi faktor peningkatan pengangguran

Web  web salafi yang  memfitnah  syi’ah  dan sejenisnya sengaja ditanam di indonesia dengan tujuan merusak persatuan ummat islam melalui gelontoran dana dari najad si penguasa perampas uang rakyatnya.

Benar apa yang disabdakan oleh Nabi suci saw,” kalau akan muncul fitnah ummat ini dari najad ”…. Syaitan najed ini tidak senang melihat kedamaian berada ditengah ummat manusia,  bersama musuh musuh  islam dia menebar teror di mana mana , di irak, pakistan, afghanistan, dan yang terbaru di Indonesia..jangan lupa potensi teror juga ada di indonesia, baik teror pemikiran dengan faham takfirinya dan teror pisik melalui pengeboman di berbagai wilayah dengan mengatas namakan agama.

Banyak  web  yang  menghujat  syi’ah  mengandung   unsur rekayasa.. Karena  saya  sudah  pernah  membuktikan nya…

–     Salafi  tidak  merujuk  langsung  ke  kitab  syi’ah  tapi  mereka  ambil   dari  buku  buku  yang  memuat  teks  syi’ah  sepotong  sepotong

–     Mereka  juga  mengutip  isi  dari  ktab kitab  syi’ah tidak  secara  lengkap dan  mereka  memotong  motong  teks nya  atau  menambah  nambah  teks  yang  tidak  ada  didalam kitab  asli  syi’ah  dengan teks  buatan  salafi

–     Terkadang  mereka  menghilangkan tanda ( )  dari teks  agar  bercampur  baur hadis  dalam           tanda  tanda  itu  dengan  tafsirnya

–    Itulah  beberapa  cara  atau  sebagian  cara  cara  salafy  dalam  memutar  balikkan   kitab  syiah

Syari’at Islam Di Brunei Hanya Untuk Rakyat Kecil

Sultan-Bolkiah-pidato 
.
minyak di brunei itu kan milik rakyat brunei, kok jadi seperti milik pribadi si sultan dan keluarga sih !? Sistem pemerintahannya kan monarki, semua orang hrs tunduk sama sultan & the gank, semua kekayaan alam adalah milik kesultanan, yg paling penting sultan & the gank tidak pernah salah.
.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah memiliki kekayaan senilai 19,5 miliar dollar AS (atau setara Rp 253,1 triliun), tinggal di istana dengan 1.700 kamar tidur, memanjakan diri di kemewahan gaya Barat, dan mempunyai reputasi menikmati para wanita cantik.Dalam sebuah laporan di program “60 Minutes” di televisi Amerika, CBS, para pemirsa dapat menyaksikan bagaimana Sultan Brunei menjalani kehidupan yang sangat mewah, tetapi agak moderat.

Alison Langdon dari program “60 Minutes” pergi ke negara kecil itu dengan menyamar sebagai turis guna melihat bagaimana rezim itu memengaruhi warganya dan berbicara dengan seorang perempuan yang pernah menjadi anggota harem (gundik) Sang Sultan untuk mengungkapkan kemunafikan dari kondisi sekarang.

Alison-Langdon-60-minutes

“Kami berusaha selama enam bulan untuk mendapatkan akses dan izin mengunjungi Brunei guna berbicara dengan Sultan, tetapi hal itu ditolak, sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk pergi sebagai turis,” kata Langdon kepada news.com.au.

Dia menjelaskan, apa yang mereka temukan adalah sebuah negara yang indah tetapi ditekan. Di sana warga tidak pernah mengkritik keluarga kerajaan, terutama karena hal itu merupakan kejahatan, dan tampaknya tidak menyadari pesta pora Sultan dan saudaranya yang playboy, Pangeran Jefri.

Kakak beradik itu memiliki reputasi dalam memanjakan para wanita cantik. Majalah Vanity Fair menjuluki mereka “sahabat karib dalam hedonisme” pada tahun 2011 karena gaya hidup mewah dan kesukaan mereka mengumpulkan perempuan seperti anak-anak mengumpulkan mainan.

Pangeran Jefri lebih sering berada di luar negeri. Ia diduga telah menyedot dana dari kas negara sejumlah 15 miliar dollar AS.

Jillian Lauren

Menurut Jillian Lauren, perempuan Amerika yang berbicara kepada “60 Minutes” tentang waktu setahunnya bersama Pangeran Jefri dan sebagai harem Sultan, kedua orang itu memanjakan banyak perempuan dan keduanya tidak peduli berapa umur gadis-gadis itu.

“Dia (Lauren) menjadi harem ketika berusia 18 tahun dan saat dia berada di sana, ada antara 30 sampai 40 gadis lain, beberapa berusia 15 tahun,” kata Langdon.

“Dia menghabiskan satu tahun di sana. Dia menerima hadiah ratusan ribu dollar, perhiasan, dan pakaian. Dia menerima perlakuan yang baik, tetapi itu karena dia mendapat perhatian adik Sang Sultan, yaitu Pangeran Jefri. Dia adalah mainan Jefri. Mereka berhubungan seks ratusan kali dan kemudian Pangeran Jefri menyerahkannya sebagai hadiah kepada Sultan dan dia (Lauren) dapat merinci (tentang) aktivitas seksual yang dia lakukan bersama Sultan.”

Langdon mengatakan, kru “60 Minutes” menghabiskan waktu lima hari di Brunei. Mereka secara diam-diam merekam, mencoba untuk mencari tahu apakah rakyat merasa marah terhadap perubahan baru itu. Namun, mereka justru menemukan bahwa warga tampaknya apatis terhadap Hukum Syariah.

Brunei memiliki populasi lebih dari 415.000 orang dan, menurut majalah Forbes, negara itu merupakan negara terkaya kelima di dunia berkat cadangan minyak dan gas yang besar.

Warga Brunei menikmati biaya kesehatan dan pendidikan gratis, kebanyakan bekerja di sektor publik dan tidak satu pun dari mereka mengecam keluarga kerajaan karena mereka memang tidak diperbolehkan untuk itu.

Saat kru “60 Minutes” pergi ke sana, mereka kesulitan menemukan orang yang bersedia mengatakan hal buruk apa pun terkait penerapan Hukum Syariah atau keluarga kerajaan.

Jillian Lauren-harem-sultan-brunei-menari

Tahun lalu, para bintang Hollywood, seperti Ellen DeGeneres, Jay Leno, Sharon Osborne, Elton John, dan pengusaha Richard Branson, memboikot Beverly Hills Hotel yang terkenal yang dimiliki Sultan Brunei sebagai bagian dari jaringan hotel mewah Dorchester Hotel miliknya. Mereka semua berjanji untuk mengalihkan acara bisnis mereka ke tempat lain. Menurut majalah Vanity Fair tahun lalu, sikap itu memang diterapkan para bintang Hollywood tersebut.

Langdon mengatakan, “Brunei merupakan tempat yang sungguh aneh. Tidak ada yang tahu tentang apa yang Sultan dan saudaranya telah lakukan. Mereka tidak tahu tentang para perempuan, aksi seks, dan minum alkohol. Mereka tidak tahu tentang itu.”

peraturan baru yang diterapkan di Brunei ini sepertinya tidak berlaku bagi keluarga Sultan Hasannal Bolkiah. Pasalnya, banyak sekali Hukum Islam Syariat yang dilanggar oleh keluarga sang Sultan, seperti gaya hidup yang bermewah-mewahan dan juga pesta seks.

Pemborosan terbesar yang pernah dilakukan Sultan adalah bergaya hidup hedonisme dengan membelikan putranya, Pangeran Jefri Bolkiah, sebuah mobil Ferrari dan juga sering mengadakan pesta seks bersama beberapa wanita penghibur.

Putra Sultan Hassanal Bolkiah lainnya yang sering membuat kontroversi adalah Pangeran Haji Abdul Azim. Dia memang dikenal sering mengundang dan membayar selebriti Hollywood untuk hadir di pestanya. Banyak rumor yang mengatakan bahwa Pangeran 25 tahun ini adalah seorang gay.

Terbukti banyak sekali Hukum Islam Syariat yang dilanggar oleh keluarga Sultan. Mereka hanya menghabiskan waktu untuk berpesta dan berfoya-foya. Tetapi, apakah Hukum Islam Syariat ini akan berlaku bagi keluarga sang Sultan?

Pangeran Jefri Bolkiah/Ist Pangeran Jefri Bolkiah/Ist Memiliki kekayaan yang luar biasa, tak pelak membuat Pangeran Brunei Jefri Bolkiah (59 tahun) adik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah suka gaya hidup mewah.

Menurut laporan majalah Vanity Fair tahun 2011, dia boleh jadi adalah orang paling banyak menghabiskan uang di muka bumi ini. Pernah, pada suatu ketika dirinya dilaporkan membelanjakan uang hingga Rp 613 miliar dalam sebulan.

Tak hanya itu, aksi foya-foyanya juga diperlihatkan tatkala membeli karpet berhias emas dan perhiasan seharga USD 7 juta. Sungguh, sangat boros.

Pangeran Brunei, Jefri Bolkiah, 59 tahun, adik Sultan Hassanal Bolkiah, dikenal sebagai pria luar biasa tajir yang suka gaya hidup mewah.

Dia mempunyai banyak koleksi mobil mewah, pesawat, kapal, hingga helikopter. Selain itu dia memiliki sejumlah deretan properti mahal seperti hotel di New York dan Los angeles, Amerika Serikat.

Jefri juga dipandang sebagai sosok lelaki playboy yang doyan bermain seks dengan banyak perempuan cantik.

  1. Suka foya-foya

Pangeran Brunei Jefri Bolkiah, 59 tahun, adik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dikenal suka gaya hidup mewah.

Bahkan menurut laporan majalah Vanity Fair, dia boleh jadi adalah orang paling banyak menghabiskan uang di muka bumi. Pada suatu ketika dia dilaporkan membelanjakan uang Rp 613 miliar dalam sebulan, seperti dilansir majalah Vanity Fair, Juni 2011.

Dia juga pernah membeli karpet berhias emas dan perhiasan seharga USD 7 juta.

  1. Punya koleksi 2.300 mobil mewah, kapal, dan pesawat

Jefri memiliki 2.300 mobil termasuk Bentleys, Ferrari, dan Rolls Royces. Dia dilaporkan suka mengendarai mobil Ferarinya balapan dengan kakaknya, Hassanal Bolkiah, di jalan Ibu Kota Brunei Bandar Seri Begawan, saat tengah malam.

Dia juga memiliki delapan pesawat, lima kapal mewah, dan satu helikopter.

  1. Punya banyak gundik

Seorang perempuan asal Amerika Serikat Jillian Lauren, 41 tahun, pernah menjadi salah satu gundik atau perempuan peliharaan dari Pangeran Brunei Jefri Bolkiah, adik dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Lauren sudah menceritakan kisah hidupnya semasa menjadi gundik pangeran Brunei dalam sebuah buku laris berjudul “Some Girls: My Life in a Harem” terbit pada 2010.

Berikut kesaksian Lauren seperti dilansir The Daily Beast, Mei lalu.

“Ketika saya masih remaja, saya menjadi gundik dari adik sultan, pangeran Brunei. Ketika itu saya berpikir mereka bukan orang jahat. Mereka hanya manusia biasa dan sangat kaya. Saya sering bertanya-tanya, apa jadinya jika saya jadi mereka, punya uang banyak dan kekuasaan. Saya tak pernah mendapat jawaban memuaskan.

Pada suatu malam di tahun 1990-an, sultan dan saya minum-minum hingga mabuk di sebuah kamar hotel mewah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saya baru berusia 18 tahun ketika mendapat panggilan audisi di hotel Ritz-Carlton di Kota New York. Saya diberitahu akan mendapat pekerjaan di sebuah klub malam di Singapura. Ketika saya mendapatkan pekerjaan itu saya menyadari saya tidak ditempatkan di Singapura. Saya malah baru tahu audisi itu adalah undangan buat menjadi gadis penghibur bagi Pangeran Jefri Bolkiah, adik bungsu sultan Brunei. Pada saat itu sultan Brunei adalah orang terkaya sejagat. Ketika saya menerima undangan itu saya masih sangat belia.

Ketika saya tiba di Brunei, saya baru tahu pangeran selalu mengadakan pesta mewah saban malam. Pada pesta itu orang-orang minum-minum hingga mabuk, menari, menyanyi karaoke, dan tentunya ditemani sekitar 30 hingga 40 perempuan cantik dari segala penjuru dunia.

  1. Menyewa Miss USA sebagai budak seks

Pada 1997 mantan Ratu Kecantikan Amerika Serikat (Miss USA) Shannon Marketic mengajukan tuntutan hukum terhadap Jefri dan sultan Brunei senilai USD 10 juta.

Bersama enam perempuan lain dia mengklaim disewa Jefri seharga masing-masing USD 127 ribu buat berangkat ke Brunei untuk dijadikan budak seks. Sebelumnya dia dikatakan disuruh tampil buat menghibur Jefri tapi kenyataannya dia malah dijadikan obyek buat melampiaskan nafsu seksnya.

Marketic mengatakan dia dipaksa menjalani tes kesehatan untuk penyakit seksual. Dia juga menghadiri pesta yang diikuti banyak perempuan cantik dari berbagai negara.

Dalam pesta itu mereka bernyanyi-nyanyi, menari, dan melayani kepuasan seksual Pangeran Jefri di Istana Assurur.

“Sungguh suatu kehormatan luar biasa bagi saya jika diizinkan tidur bersama Jefri karena dia seperti manusia setengah dewa, seperti Yesus bagi umat Kristen,” kata Marketic menirukan ucapan seorang ajudan perempuan Jefri.

  1. Suka barang bertema seks

Jefri juga mempunyai lima kapal mewah. Salah satu kapal itu diberi nama Tetek, Puting 1 dan Puting 2.

Dia juga pernah membeli pena mesum seharga USD 1,3 juta.

Dia pernah membayar seniman patung J Steward Johnson senilai USD 800 ribu untuk membuat patung sedang berpose melakukan hubungan seks. Patung itu diduga menyerupai dia dan mantan tunangannya, meski dia membantah tuduhan itu.

Dia juga pernah membeli bekas klub Playboy di London, Inggris, seharga USD 34 juta, lebih dari empat kali harga pasaran.


PADA DASARNYA HUKUM AGAMA ADALAH HUKUM YANG BAIK

TETAPI KETIKA DILAKSANAKAN…
ORANG YANG BERKUASA ATAS HUKUM AGAMA TERSEBUT, MEREKA AKAN BERTINDAK SEPERTI SERIGALA BERBULU DOMBA
MEREKA AKAN MERASA MENJADI SEPERTI TUHAN

DAN DI SAAT ITU LAH HITAM AKAN MENJADI PUTIH
DAN PUTIH AKAN MENJADI HITAM

BERKUASA DAN BERTINDAK SOK SUCI

kalo minyak tuh milik rakyat brunei, berarti duit hasil penjualan juga milik rakyat brunei, hasil investasi dari duit itu juga milik rakyat brunei

keluarga sultan cukup digaji sebagai fund manager aja

kalo return nya tidak sesuai dengan standar dunia, atau ada penyelewengan dll……..dipecat, ganti dengan yang profesional saja