Ketentuan Suksesi Kepemimpinan Mazhab Sunni Tidak Jelas Sehingga Negara Islam Sunni Tidak Berdiri !

Ketentuan Suksesi Kepemimpinan Mazhab Sunni Tidak Jelas

Suksesi merupakan sisi politik yang sangat fundamental dan arena sifat biologis manusia, maka suksesi itu harus terjadi. Bagaimanapun lama perubahan kepemimpinan tersebut ditangguhkan, proses suksesi pada akhirnya akan terjadi juga. Dalam hal ini suksesi tidak akan mempersoalkan masalah penerimaan atau tindakan mengganti seseorang, melainkan juga serangkaian keputusan untuk melakukan penerapan pilihan itu. Suksesi kepemimpinan tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam lingkaran kepemimpinan dan kekuasaan. Suksesi kepemimpinan tersebut, idealnya, harus jelas sehingga pemerintahan itu dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Dalam sejarah Islam, kelihatannya suksesi kepemimpinan ummat Islam merupakan sesuatu yang menimbulkan problem tersendiri. Persoalan ini muncul setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Berbagai cara dan model pengangkatan pemimpin ummat Islam telah tercatat dalam lembaran sejarah, mulai dari yang dianggap demokratis hingga pada cara yang dianggap tidak demokratis. Sebabnya adalah karena hadis sunni yang merupakan sumber utama ajaran Islam sunni tidak memberikan petunjuk secara jelas dan tegas tentang hal ini. Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian pemimpin ummat Islam sepeninggal beliau. Bahkan lebih jauh, al-Qur’an kita dan hadis  sunni tidak pernah mengatur system ketatanegaraan secara eksplisit. Hal inilah yang kemudian menimbulkan keragaman dan variasi dalam penetapan, pemilihan dan penggantian kepemimpinan.

Menurut al-Mawardi, yang berwenang dalam melakukan pemilihan khalifah (kepala Negara) adalah lembaga legislative. Mereka disyaratkan :

1. Memiliki keadilan
2. Memiliki pengetahuan dan memiliki kemampuan untuk mengetahui siapa yang berhak menjadi kepala Negara.
3. Memiliki wawasan yang luas dan memungkinkan mereka memilih siapa yang paling tepat menjadi kepala Negara.

Sementara itu, untuk jabatan khalifah (kepala Negara), al-Mawardi mensyaratkan :

1. Adil dalam artian yang luas
2. Ilmu pengetahuan yang memadai untuk ijtihad
3. Sehat pendengaran, penglihatan dan lisanya.
4. Sehat jasmani sehingga tidak terhalang untuk melaksanakan aktifitas.
5. Pandai dalam mengendalikan urusan rakyat.
6. Berani dan tegas dalam membela rakyat.
7. Keturunan suku Qurays.

Dalam suksesi kepala Negara dapat ditempuh melalui dua cara yaitu pemilihan ahl al-hall wa al-aqd dan wasiat kepala Negara sebelumnya atau penunjukan. Khazanah suksesi kepemimpinan dalam Islam yang telah diimplementasikan oleh para sahabat ada tiga system, yaitu :

1. Pertimbangan di sebuah majelis (saqifa). Cara ini terlihat dalam proses pengangkatan khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW melalui kudeta licik

2. Pemilihan dari seorang yang berkuasa (‘ahd) dimana cara ini terlihat pada pengangkatan khalifah ‘Umar bin Khattab, dimana khalifah Abu Bakar menunjuk langsung ‘Umar bin Khattab sebagai khalifah. Tindakan ini kemudian disetujui oleh para sahabat, sebab hal ini merupakan hak seorang khalifah yang sedang berkuasa. Dalam hal ini Ibn Khaldun memberikan argumentasi bahwa khalifah yang sedang berkuasa mempunyai hak mutlak untuk menentukan siapa yang akan menggantikannya. Khalifah yang telah terpilih ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat yang kemudian untuk dijustifikasi (disah-legal-kan)

3. Pemilihan melalui musyawarah sahabat tertentu (syura) yang terlihat dalam proses pengangkatan khalifah yang ketiga, ‘Utsman bin Affan, dimana pada akhir pemerintahan khalifah ‘Umar bin Khattab, ia telah membentuk kelompok dengan beberapa anggota yang ditunjuknya untuk mencari penggantinya. Kelompok inilah kemudian yang bertugas untuk memilih siapa yang berhak menjadi khalifah dengan terlebih dahulu memperhatikan suara public.

Dalam perkembangan selanjutnya, oleh Mehdi Muzaffari, cara ini kemudian ditambahkan dua lagi, yaitu :

1. Khalifah diangkat setelah terjadinya pemberontakan atau fitnah. Cara ini terlihat dari pengangkatan khalifah ‘Ali bin Abi Thalib. Setelah terjadinya pembunuhan terhadap ‘Utsman bin Affan, Ali diangkat oleh para pemberontak (kelompok mayoritas ummat Islam yang tidak senang dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh khalifah ‘Utsman bin Affan).

2. Pemilihan berdasarkan kepada keturunan (irth) yang terlihat setelah berakhirnya masa pemerintahan khalifah ‘Ali bin Abi Thalib, tepatnya setelah Muawiyyah bin Abi Syofyan memegang tampuk pemerintahan. Naiknya Muawiyyah ini menyebabkan terjadinya perubahan fundamental dal institusi kekhalufahan karena beliau mempraktekkan suksesi kepemimpinan berdasarkan pada pewarisan kekuasaan dengan system turun temurun.

Menyangkut suksesi pada Dinasti Abbasiyah, terlihat bahwa suksesi kepemimpinan yang dijalankan oleh para penguasa (khalifah-khalifah) tidak jelas, apakah anak tertua, kepada saudara atau kepada yang lainnya. Akan tetapi, bila dilihat secara cermat bahwa cara yang dipakai oleh Dinasti Abbasiyah dalam proses suksesi tersebut, mereka memakai cara yang kelima, namun tetap saja dalam perkembangannya tidak begitu jelas. Keadaan seperti ini menyebabkan sering terjadinya perebutan kekuasaan dilingkungan istana. Kalau khalifah yang berkuasa memiliki kualitas kepemimpinan yang bagus, maka ia akan dapat sesegera mungkin mengatasi kekacaan yang terjadi. Namun sebaliknya, bila khalifah tersebut lemah maka akan timbul pro-kontra terhadap khalifah bahkan sering menyebabkan terjadinya perang saudara. Hal ini terlihat sewaktu khalifah Harun al-Rasyid meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, beliau telah menetapkan tiga orang puteranya sebagai penggantinya kelak (putra mahkota). Akibat penetapan yang lebih dari satu orang tersebut, maka terjadi perang saudara antara al-Makmum dengan al-Amin. Dalam perang saudara tersebut, akhirnya al-Amin terbunuh dan al-Makmum naik menjadi khalifah.

Sewaktu khalifah al-Watiq meninggal dunia, ia malahan tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan nya sebagai khalifah. Maka pada saat itu, muncullah dua golongan yang mencalonkan calon mereka masing-masing menjadi khalifah. Satu golongan mencalonkan putra al-Watiq yang masih muda menjadi khalifah, dan golongan yang lain mencalonkan saudaranya yang telah berpengalaman dalam bidang pemerintahan. Pertentangan ini kemudian dimenangkan oleh golongan yang mencalonkan saudara al-Watiq yaitu Ja’far sebagai khalifah yang bergelar al-Mutawakkil. Demikian juga dengan khalifah al-Mukhtafi yang juga tidak menunjuk siapa penggantinya sewaktu beliau meninggal dunia. Hal ini berimplikasi terhadap perpecahan yang terjadi di kalangan istana. Dalam hal ini ada yang mencalonkan saudaranya yang masih muda dan sebagian yang lain ada yang mencalonkan dari pihak keluarganya yang lain, tetapi lebih berpengalaman. Namun persaingan ini dimenangkan oleh kelompok yang pertama yang mencalonkan saudaranya yang berusia 13 tahun.

Hal-hal diatas memperlihatkan bahwa proses suksesi yang tidak dilandasi oleh system yang jelas justru memiliki potensi besar menimbulkan konflik dan kekacauan. Disamping itu, hal-hal tersebut diatas juga berpotensi dalam melahirkan kelompok-kelompok “sempalan” atau oposisi yang berpotensi merusak stabilitas pemerintahan.

Halal Haram dalam Agama Syiah ?

Halal Haram sangat jelas dalam mazhab syi’ah !

udang 300x199 Halal Haram dalam Agama Syiah

Bom Bunuh Diri susulan Dirancang Salafi Jihadi dengan strategi desa mengepung kota !!

Ledakan Bom

Bom Solo Ancam Kepercayaan Pasar
Gerakan radikal salafi merupakan pengacaunya Indonesia, gerakan trans nasional pengacau keamanan..
Polisi menyisir di Gereja GBIS, Kepunton, Solo, hari MIngggu (25/9/2011) siang
.
 Peristiwa peledakan bom di Solo, Jawa Tengah, mengancam kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Hal itu bisa memperburuk dampak berantai krisis keuangan di Eropa dan Amerika Serikat di Indonesia.

“Ini sangat tidak menguntungkan, apalagi terjadi di Solo, kota budaya yang selama ini dianggap aman. Pemerintah harus cepat melakukan proses hukum atas kasus ini, dan meyakinkan bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi pada masa mendatang supaya investor, baik domestik maupun asing, tidak kehilangan kepercayaan, lalu merelokasi investasinya,” kata ekonom Dradjad H Wibowo di Jakarta, Minggu (25/9/2011).

Beberapa pekan belakangan, Dradjad melanjutkan, koreksi di pasar sudah disiapkan berkaitan dengan krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat. Koreksi pasti akan terjadi. Persoalannya, insiden bom di Solo itu dapat menambah keinginan realokasi investasi guna mengantisipasi krisis.

Bom Meledak Di Solo
Bom Solo Gambarkan Kelemahan Pemerintah
Polisi masih menyisir di Gereja GBIS, Kepunton, Solo, hari MIngggu (25/9/2011) siang.

  Ledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton), Kota Solo, Minggu  (25/9/2011) ini, sekali lagi memperlihatkan kelemahan pemerintah, terutama aparat keamanan, dalam mengantisipasi aksi terorisme. Meski sudah banyak teroris ditangkap dan ditembak, ternyata masih muncul juga aksi bom yang menciderai masyarakat.

Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stefanus Gusma, menyampaikan hal itu di Jakarta, Minggu siang.

“Tiga kasus kekerasan yang terjadi berurutan di Ambon, Makassar, dan di Solo hari ini, menunjukkan kegagalan sistematis pemerintah dalam melindungi dan menjamin keamanan warganya. Akar kekerasan di Solo ini adalah lemahnya pemerintah,” katanya.

Stefanus Gusma menilai, sebenarnya aksi terorisme dan anarkisme bisa hilang dari bumi Indonesia, jika ada kemauan dari pemerintah untuk serius mengatasinya. Konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hanyalah isu yang diciptakan untuk memecah-belah masyarakat.

“Kalau hanya muncul satu atau dua kasus saja, mungkin itu bisa dikatakan sebagai kasuistik. Namun, kalau sudah berkali-kali terulang peristiwa serupa, sulit dielakkan bahwa semua itu merupakan kegagalan sistematis,” katanya.

Atas kondisi ini, masyarakat diimbau  agar tidak terprovokasi oleh apa pun. Termasuk,  kemungkinan upaya pengembangan isu ke arah konflik horizontal

Empat DPO Teroris Jaringan Cirebon Kantongi Sembilan Bom Aktif Siap Meledak

Mabes Polri masih memburu empat DPO (Daftar Pencarian Orang) teroris jaringan Cirebon yang kini membawa sembilan bom aktif. Meskipun, satu DPO teroris Ahmad Yosepa Hayat telah tewas, polri meminta masyarakat tetap waspada.

KEEMPAT teroris yang masih  buron  adalah amir Ashabul Kahfi Cirebon, Yadi Al Hasan, Heru Komarudin, Beni Asri, dan Nanang Irawan alias Nang Ndut alias Gendut alias Rian.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjelaskan, Yadi berperan sebagai orang yang menyembunyikan pelaku bom Klaten. Dia juga memerintahkan untuk memberikan pelatihan kepada perakit bom bunuh diri. Heru Komarudin merupakan perakit bom yang diledakkan pelaku bom bunuh diri di Cirebon, M Syarif. Beni dan Gendut yang menyembunyikan rangkaian bom.

“Kita sudah mengantongi nama mereka, kita sedang buru mereka,” ujar Anton dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Tronojoyo, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Anton mengatakan, saat ini jaringan tersebut tersebar di beberapa lokasi. Di mana tepat lokasi pemburuan terhadap mereka, polisi tidak bisa membeberkannya secara rinci. Menurutnya, saat ini tim terus bekerja menelusuri keberadaan mereka.

“Tepatnya di mana tidak bisa kita sampaikan. Kita tunggu hasil tim Densus 88 yang sedang bekerja di lapangan,” tegasnya.

Menurut Anton, teroris kelompok Cirebon ini  menengarai motif melakukan pengeboman adalah jihad. “Motifnya memang ingin berjihad, termasuk Ahmad Yosepa Hayat. Tapi itu jihad yang salah kan gitu,” tambah Anton.

Empat Teroris Salafi  Jihadi Masih Bawa 7 Bom Aktif

Empat Teroris Masih Bawa 7 Bom Aktif

Aksi bom bunuh diri masih mengancam. Pasalnya, 4 teroris DPO (daftar pencarian orang) polisi ditengarai masih memiliki 7 rangkaian bom aktif yang ditenteng ke mana pun mereka pergi.

Dari informasi yang diperoleh dari sumber Pos Kota di Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, kabarnya teroris kelompok Cirebon itu sudah masuk Jakarta dan mengincar obyek-obyek vital di ibukota.

Sebelumnya kawanan ini sudah beraksi di mesjid Ad Zikra Mapolres Cirebon dan Gereka Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, pada Minggu 24 September lalu. Bukan tidak mungkin sasaran mereka kini dialihkan pada kedutaan-kedutaan besar asing di Jakarta yang dikenal getol memerangi teroris seperti AS, Inggris atau Australia.

Bahkan perusahaan-perusahaan termasuk hotel yang dimiliki warga asing juga tak luput dari incaran. Untuk itulah, masih kata sumber tersebut, saat ini obyek-obyek vital itu dijaga super ketat oleh aparat. Polisi menyebar petugas intel berpakaian preman untuk memantau kedutaan besar, hotel, tempat ibadah maupun obyek penting lainnya.

Polda Meto Jaya juga sudah siaga I menyusul aksi bom bunuh diri di Solo. Polisi Jakarta diperintahkan untuk memantau situasi ibukota tanpa diperkenankan libur.

Empat teroris yang masuk dalam DPO polisi adalah Heru Komarudin (H), Yadi Al Hasan (Y), Beni Asri (B), dan Nanang Irawan (N). Polisi menduga DPO bom mesjid Ad Zikra di Cirebon pada 15 April itu juga terkait dengan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo pada 25 September. Setelah ledakan di mesjid, penelusuran polisi menujukkan DPO ini membawa 15 bom lain siap ledak.

Hanya saja, dari keterangan terduga teroris yang tertangkap diketahui beberapa lokasi tempat penyimpanan bom itu. Di antaranya di sebuah sungai di Cirebon. Temuan itu membuat polisi mencari delapan bom aktif yang masih berada di tangan kelopok itu. Setelah satu bom meledak di Solo, tujuh bahan peledak itu kini dalam pencarian karena dikhawatirkan akan diledakkan di kota besar dengan daya ledak yang lebih besar dibanding dua bom low explosive yang meledak di Cirebon dan Solo. terkait hal itu, Polri tengah memeriksa sisa ledakan bom Solo untuk dibandingkan dengan bom yang diteukan di sungai di Cirebon.

Sejauh ini, polisi mencurigai kawanan itu bergerak di kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dua kota yang diperkirakan menjadi sasaran adalah Semarang dan Surabaya. Setelah ledakan di Solo, dua kota besar ini disebut Kementrian Luar Negeri Inggris, melalui http://www.fco.gov.uk, sebagai kota yang dipersiapkan sebagai tempat peledakan lanjutan. Serangan teror itu bisa diledakkan rumah ibadah, tempat publik seperti mal atau kantor pemerintah dan kantor aparat penegak hukum.

MURID TERPIDANA BOM BALI

Sisa bom di Solo sama dengan Cirebon, yakni menggunakan mur dan paku ukuran 2,5 Cm. Ledakan terjadi bukan dengan menggunakan remote control tepi menggunakan saklar yang eksekusinya dilakukan sendiri oleh pelaku bom bunuh diri. “Barang bukti saklar hitam dan lakban kami temukan di gereja Solo,” ujarnya.

Catatan polisi, Heru Komarudin alias H adalah perakit bom yang dipakai sebagai bom bunuh diri Cirebon dan Solo, Yadi Al Hasan alias Y berperan sebagai orang yang mencari tempat persembunyian pelaku peledakan bom dan memberi perintah pada pegantin bom. Dua lainnya adalah Beni Asri alias B dan Nanang Irawan alias N yang diperkirakan dipersiapkan menjadi pengantin bom selanjutnya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik yang meliputi kesamaan fisik, sidik jari, dan DNA menunjukkan pelaku bom bunuh diri di Solo adalah Pino Damayanto alias Ahmad Urip alias Ahmad Yosepa alias Hayat alias Raharjo. “Nama Pino Damayanto adalah nama di akte kelahiran tapi karena sering sakit diganti Ahmad Urip. Selanjutnya ia punya empat nama alias,” katanya.

Pria 15 tahun ini juga diketahui mengantar M. Syarif ke mesjid Ad Dzikra sebelum meledakakkan bom yang dibawanya. Bahkan, dua pelaku bom bunuh diri itu juga ditengarai terlibat dalam perusakan minimarket Alfamart di Cirebon pada Oktober 2010. Mereka beranggapan minimarket itu menjual minuman keras. Bersama 4 temannya yang kini buron, nama Hayat masuk dalam DPO polisi setelah kasus bom Cirebon.

Menurut Irjen Pol Anton Bahrul Alam, kadiv Humas Polri, pelaku dom bunuh diri Solo itu adalah anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Cirebon bersama dengan bomber Cirebon, Syarif. “Motif mereka jihad tapi di jalan yang salah,” katanya.

Polisi, sambungnya, juga mencari tahu kemungkinan bomber Corebon dan Solo itu berguru pada Sohir, terpidana Bom Bali yang telah bebas. “Kami belum tahu pasti, apakah mereka anak buah Sohir karena Sohir itu ahli merakit bom.” ujarnya.

Masih beredarnya penebar teror dengan bom aktif membuat Polda Metro Jaya menetapkan Siaga I (Pos Kota, 27/9). Namun, pemantauan Pos Kota, masyarakat bagai tak terpengaruh. Mereka tetap memenuhi pusat perbelanjaan terlebih selepas jam kantor. Ini terpantau di mal di Blok M, Pondok Indah dan Cilandai selepas jam kerja. “Boleh saja polisi menetapkan Siaga I, tapi kita kan nggak boleh parno (paranoid-red),” Rudy Firmansyah yang ditemui di Blok M.

foto-bb-pelaku-bom-solo.jpg

di Indonesia tumbuh-subur kelompok yang menamakan diri atau disebut salafi,

salafi pecah dua :

a. Salafi dakwah (kerap mengkafir kafir kan orang ), misal : penulis web syiahindonesia.com, hakekat.com, syiah.net, haulasyiah, gensyiah dll  mereka semua aliran wahabi tetapi faksi yang tidak mau melakukan bom bunuh diri

b. Salafi jihadi (pelaku bom bunuh diri), misal : imam samudera, amrozi, doktor azahari, noordin m top, al qaeda dll

Yang mencemaskan ..

Patut diduga salafi jihadi mulai masuk kedalam barisan salafi dakwah untuk merekrut calon calon bomber baru..

Akan sulit membedakan salafi jihadi yang menyusup kedalam barisan barisan salafi  dakwah

Strategi desa mengepung kota !!!

Salafi dakwah telah tersebar  keseluruh Indonesia sejak Soeharto lengser… Berbagai pesantren, buku, yayasan beserta aliran dana dari Saudi – Amerika dan Israel  mengalir deras ke salafi dakwah

Salafi dakwah yang menyeberang ke salafi  jihadi umumnya karena Salafi  Dakwah pro Amerika dan Israel sehingga malas berjihad..

Gerakan radikal salafi merupakan pengacaunya Indonesia, gerakan trans nasional pengacau keamanan

Memang benar salafi dakwah menuduh salafi jihadi sebagai khawarij, tetapi jangan lupa bahwa salafi jihadi berupaya menyusup kedalam barisan salafi dakwah yang loyal pada Amerika dan rezim Saudi.. Barisan sakit hati dan tidak puas dari salafi dakwah berpotensi direkrut menjadi salafi jihadi pelaku bom bunuh diri…

Duhai  Indonesia, blunder akibat mensahkan paham salafi wahabi di Indonesia

..

Jenazah Pelaku Bom Solo Dibawa ke Semarang

Headline

Orang tua Achmad Yosepa, M. Daud Turani dan Hindun, meyakini bahwa pelaku peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, kemungkinan besar adalah anaknya.

“Saya lihat foto-foto di media. Saya 90 persen yakin itu anak saya,” kata Daud saat ditemui di warung bakso miliknya di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Senin, 26 September 2011.

Daud dan Hindun mengaku belum diperiksa polisi. Tapi mereka sudah mendengar kabar bahwa istri dan anak Achmad sudah diperiksa. “Ya, mau bagaimana lagi. Sebagai orang tua saya pasrah,” kata Daud yang mengatakan sudah lama tak bertemu atau berhubungan dengan anaknya itu.

Para pembaca..

Said Aqil: ‘Ngebom’ dan Disambut Bidadari Itu Gombal!

Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siraj.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan jika benar pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo terkait dengan bom Cirebon, itu berarti si pelaku memahami Islam secara salah. Termasuk kenyakinan para bomber bakal disambut bidadari itu gombal.

“Pelaku adalah orang yang salah memahami Islam,” kata Said Aqil kepada para wartawan saat menjenguk korban ledakan bom gereja Solo di rumah sakit Dr. Oen, Solo, Selasa, 27 September 2011. “Apalagi mereka berkeyakinan kalau sudah mati seperti ini akan bertemu dengan bidadari di surga. Itu keyakinan gombal!”

Said menyebut pelaku telah didoktrin Islam yang salah. Dia mengakui  orang-orang seperti itu sulit ditangani karena sudah menjadi sosok yang militan. “Sulit diubah,” ujarnya.

Said meminta generasi muda dan masyarakat pada umumnya tidak mudah terjerumus ajakan yang sepertinya mengajarkan Islam, tapi ternyata menyesatkan. “Jangan mudah terpengaruh,” ujarnya berpesan.

Selain pemahaman Islam yang keliru, adanya pelaku bom bunuh diri disebabkan oleh faktor kemiskinan, kebodohan, dan balas dendam kepada pihak lain.

Bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton di Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, pada Minggu, 25 September 2011 sekitar pukul 10.55 WIB. Dalam peristiwa tersebut, pelaku bom bunuh diri menjadi satu-satunya korban tewas.

Tetangga Akui Pelaku Bom Solo Mirip Ahmad Yosepa

Kediaman mertua Ahmad Yosepa di Plumbon, Kab Cirebon. (Foto: Koran SI)

Kediaman mertua Ahmad Yosepa di Plumbon, Kab Cirebon.

CIREBON -

Dugaan pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah, mengarah kepada salah seorang yang terlibat jaringan Bom Cirebon, Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat, semakin menguat.

Pasalnya, sejumlah tetangga sekitar rumah mengaku wajah pelaku bom di Solo mirip dengan Yosepa. Pria yang akrab dipanggil Hayat ini pernah tinggal di rumah mertuanya, Kirmanto (53), dan Astuti (44), di Kompleks Perumahan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) RT 19/07, Desa/Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Selain bersama mertuanya, di rumah ini tinggal pula sang istri Yosepa bernama Dewi (23), anak mereka, Nayla (2), serta adik ipar Hayat, Dzikri, (21).

Dzikri, saat ditanya soal kemungkinan keterlibatan Hayat dalam bom Solo, cederung menutupi.

“Saya tidak kenal Hayat (Yosepa), bukan juga keluarga Hayat alias Ahmad Yosepa,” ujarnya singkat sambil menutup pintu rumah.

Namun sejumlah tetangga justru berkata sebaliknya. Mereka membenarkan Yosepa pernah tinggal di rumah Kirmanto. Hanya saja, meski mengaku mengenali wajah Yosepa yang sudah beredar di media massa, sejumlah tetangga mengatakan sudah lama tak bertemu dengannya.

“Kalau lihat muka pelaku bom Solo di media dan wajah Hayat, memang ada kemiripan. Tapi sekitar dua tahun saya sudah lama tidak bertemu Hayat. Tapi memang ketika tinggal di sini, Hayat kurang bersosialisasi dengan tetangga. Saya sendiri jarang sekali ketemu langsung,” ungkap salah seorang tetangga Kirmanto, Elli Ermawati.

Mabes Polri hari ini akan mengumumkan identitas pasti pelaku bom bunuh diri yang melukai setidaknya 24 orang itu. Seorang sumber di RS Polri dr Sukanto Kramatjati, Jakarta Timur, mengatakan, kemarin pihaknya sudah mendatangkan keluar Yosepa untuk membantu identifikasi jenazah.

Kondisi jenazah korban ledakan bom di GBIS Kepunton, Solo, pada Ahad (25/9/2011) siang terlihat cerai berai. Tampak sebagian besar usus besarnya memburai keluar dan perutnya robek besar.

Di sebelah tubuhnya tergeletak kacamata berbingkai hitam dan tas kecil, seperti wadah alkitab. Ia mengenakan kaus kaki gelap, celana hitam dan kemeja lengan panjang putih.

Meskipun isi perutnya terburai, tetapi wajah dan bagian tubuhnya yang lain masih utuh, dan bisa dikenali dengan baik. Dahi pemuda itu terlihat cukup lebar. Melihat bentuk lukanya, diduga kuat pelaku melilitkan bomnya di bagian depan perutnya dalam kemasan tas pinggang.

Foto kondisi jenazah korban yang diduga kuat sebagai pelaku bom tersebut sudah beredar beberapa menit sejak kejadian melalui jejaring sosial Twitter dan fasilitas Blackberry Messenger.

Jenazah pria yang diduga pelaku bom di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah, untuk diidentifikasi lebih lanjut.

“Sementara kita akan identifikasi di Semarang dan belum ada rencana dibawa ke Jakarta,” ujar Kapolresta Solo Kombes Listyo Sigit ketika dihubungi

Sigit menyatakan, tidak dibawanya jenazah ke Jakarta karena ciri-ciri pelaku, yakni bagian muka masih bisa kelihatan atau teridentifikasi. “Lebih mudah jadi bergerak dari situ saja (Semarang),” kata dia.

Wajah dari pelaku masih bisa dikenali karena tubuhnya masih utuh. Tubuh pelaku hancur di bagian perut dan dada. Pelaku memasang bom didepan bagian tubuhnya

Jasad pelaku bom Solo kini tengah diidentifikasi di RS Polri Sukanto. Polisi akan mencari tahu identitas pelaku bom Solo. Sempat ditengarai pelaku adalah Ahmad Yosefa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Cirebon.

“Diidentifikasi melalui sidik jari atau DNA atau odontologi,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2011).

Sutarman berharap tim dari RS Polri bisa segera mengungkap identitas pelaku. “Mudah-mudahan hari ini selesai,” imbuhnya.

Peristiwa pemboman di Gereja Kepunton terjadi pada Minggu (25/9) siang. Pelaku bom bunuh diri tewas, sedang belasan jemaat gereja mengalami luka dan 2 orang mengalami luka parah.

Sebelumnya, sumber di kepolisian tersebut menguraikan, dari indentifikasi awal yang dilakukan petugas, ciri-ciri jenazah yang ditemukan di GBIS Kepunton, yang diduga sebagai pelaku peledakan, mengacu kepada Ahmad Yosefa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo.

“Dia memang telah masuk daftar buron, terkait serangan bom diri di Masjid Az-Zikro, Mapolresta Cirebon beberapa waktu lalu,” ujar sumber tersebut kepada detikcom, Minggu (25/9/2011) malam.

Sedangkan dalam rilis yang pernah dikeluarkan oleh Mabes Polri pertengahan Juni lalu, menyebutkan Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud alias diduga terlibat dalam pengeboman Masjid di Mapolresta Cirebon. Ahmad Yosefa dipersiapkan sebagai calon pengantin atau pelaku bom bunuh diri.

Saksi mata jemaat Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton yang selamat mengaku, korban luka kebanyakan kena terjangan paku dari bom yang meledak. Korban sudah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kota Solo.

Data sementara diperoleh hanya satu orang yang tewas yang diduga pelaku ledakan, dan sekitar delapan orang jemaat gereja luka-luka. Pasukan Gegana Brimob dan tim Disaster Victim Identification (DVI) kini sudah mengambil alih penanganan lokasi ledakan bom di GBIS Kepunton. Bahkan komplek gereja pun juga sudah diisolasi.

Police line dipasang di jarak sekitar 30 meter dari gereja, dan pintu gerbang gereja ditutup rapat. Sementara jenazah pelaku yang ada di pintu masuk gereja masih pada posisinya semula.

Seorang petugas jaga gereja, Erik yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut mengatakan pelaku yang mengenakan pakaian atasan hitam dengan celana putih berbaur, berbaur dengan jemaat yang lain.

“Jadi tidak ada yang menduga, tahu-tahu terdengar suara duer!” kisahnya dengan terbata-bata dan masih nampak panik. Beberapa saat kemudian, seorang warga melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Sejumlah korban yang mengalami luka-luka terkena paku yang diduga terdapat dalam bom tersebut. Kejadian ledakan terjadi tepat di pintu keluar gereja dan membuat panik warga sekitar.

Pihak Rumah Sakit Dr Oen Surakarta mengatakan delapan korban bom di Gereja Kepunton, Solo  tengah di rawat karena mengalami luka-luka.

“Masih sedang kami rawat intensif, tapi kami belum bisa memberikan informasi lebih banyak karena masih sibuk mengurusi para korban luka-luka ini,” kata Roro, salah seorang petugas rumah sakit Dr Oen  pada Ahad (25/9). Lebih lanjut Roro mengaku tidak bisa menjelaskan lebih banyak ketika ditanyakan apakah para korban tersebut mengalami luka ringan atau berat.

Bom Bunuh Diri di Solo

Polisi: Tas Berisi Alquran, Parfum, Pulpen, Sisir & Potongan Koran


Jakarta -

Inilah, Kronologis Bom Solo
bom-bunuh-diri-GBIS-solo.jpg
Foto pria yang diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton Jl. AR Hakim Solo
.

 Bom di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo menewaskan satu orang pelaku dan 10 orang luka-luka. Bom terjadi pukul 11.00 WIB saat jemaat meninggalkan gereja seusai menjalankan ibadah kebaktian minggu.
Kronologi bom Gereja Kepunton Solo
* Minggu pagi jam 07.00-9.00 dilakukan Kebaktian Minggu pagi. Ibadah berjalan normal dan tak terjadi gangguan apapun.
* Ibadah Minggu pagi kedua dimulai pukul 09.00-11.00 WIB. Kebaktian berjalan normal.
* Sebelum kebaktian kedua, terlihat orang mencurigakan mondar-mandir dekat pintu gereja. Orang mencurigakan juga ikut masuk ke dalam gereja.
* Ketika jemaat meninggalkan gereja, tiba-tiba terdengar ledakan keras di tengah Jemaat,persisnya di pintu keluar gereja.
* Terlihat percikan api dari tubuh seseorang yang menggunakan baju putih dan celana hitam.
* Jemaat berteriak ketakutan dan sebagian kesakitan terkena pecahan dan material bom.
* Pria berbaju putih langsung tergeletak di pintu depan gereja dengan usus terburai dan darah berceceran di lantai.
* Korban terluka sekitar 10 orang langsung di bawa ke RS Dr Oen, Surakarta.
* Lokasi kejadian saat ini dipasang police line dan tim Jihandak menyusur Gereja untuk mengantisipasi adanya bom aktif di sekitar gereja.

Tas ransel milik pelaku bom bunuh diri sudah disita polisi. Tas tersebut berisi Alquran, parfum, pulpen, sisir, dan potongan koran. Polisi pun masih menyelidiki bukti-bukti tersebut.

“Isi tasnya yang disita dari warnet ada 1 Alquran, minyak wangi, pulpen, sisir, potongan koran. Potongan koran itu nggak ada kaitannya sama kejadian,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djihartono saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2011).

Djihartono mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan mengenai identitas pelaku bom bunuh diri. Polisi masih harus memastikan jenazah pelaku tersebut dengan tes DNA.

“Namanya belum bisa kami publish. Karena kami masih menunggu hasil identifikasi tes DNA dari tim RS Polri Kramat Jati. Apakah DPO Cirebon, masih diselidiki,” ujarnya.

Djihartono mengaku atas insiden bom ini, pengamanan di sejumlah titik di Solo diperketat. Tidak cuma tempat-tempat ibadah tapi fasilitas umum lainnya.

“Pengamanan kami terjunkan Brimob sejak kemarin. Gabungan personel Polresta Solo. Mengamankan tidak cuma TKP (tempat kejadian perkara), tempat-tempat ibadah dan lainnya,” jelasnya.

Saat ini korban luka berat sebanyak 3 orang masih dirawat di RS dr Oen, Kandang Sapi, Solo. Begitu juga dengan 1 orang yang mengalami luka sedang. Sementara untuk luka ringan sebanyak 14 orang sudah pulang dari rumah sakit.

“14 Orang rawat jalan. Sudah diperbolehkan pulang,” kata Djihartono.

Iring-iringan mobil yang membawa jenazah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Solo akhirnya tiba juga di RS Polri Kramat Jati. Jenazah pelaku langsung dimasukan ke dalam rumah sakit untuk proses identifikasi usai menempuh sekitar 12 jam perjalanan darat.

iring-iringan mobil yang berjumlah lima buah ini tiba sekitar pukul 07.15 WIB. Jenazah pelaku bom bunuh diri sendiri diapit oleh mobil-mobil lainnya.

Beberapa anggota Brimob bersenjata lengkap langsung menjaga area rumah sakit. Tidak ada komentar yang keluar dari anggota tim dokter.

Dengan dibantu beberapa petugas rumah sakit, jenazah yang dimasukkan ke dalam kantong mayat berwarna kuning langsung dibawa masuk ke dalam rumah sakit.

Seorang pria melakukan bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Pria itu tewas seketika dengan luka parah di bagian perut.

Menurut seorang petugas jaga gereja yang menyaksikan kejadian itu, Erik, orang yang diduga pelaku mengenakan baju atasan hitam dan celana putih. Dia berbaur dengan jemaat lain.

“Jadi, tidak ada yang menduga, tahu-tahu terdengar suara duer!” kisahnya dengan terbata-bata dan masih tampak panik.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bom meledak di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, Minggu (25/09/2011). Ledakan terjadi sekitar pukul 10.55 setelah para jemaat gereja melaksanakan kebaktian kedua.

Beberapa saat kemudian, seorang warga melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Sejumlah korban yang mengalami luka-luka terkena paku yang diduga terdapat dalam bom tersebut. Kejadian ledakan terjadi tepat di pintu keluar gereja dan membuat panik warga sekitar.

Data yang dikumpulkan Tribun Jogja di lapangan, sementara diketahui satu orang tewas dan puluhan jemaat gereja luka-luka. Korban tewas diduga pelaku peledakan.

Pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo diduga melilitkan bom yang merenggut nyawanya di bagian perut. Demikian hasil penyelidikan sementara kepolisian terhadap peristiwa ledakan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu.

“Diduga kuat bom dililitkan di sekitar perut,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono saat dihubungi, Minggu (25/9/2011).

Perut pelaku yang belum diketahui identitasnya ini pun hancur akibat ledakan itu. Menurut Djihartono, dari laporan yang diterimanya, sejauh ini korban tewas akibat peristiwa ini hanya si pelaku bom bunuh diri saja.

Sebuah bom meledak di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, Minggu (25/9/2011). Dua orang tewas, satu diantaranya diduga kuat pelaku. Sebanyak 12 orang dirawat inap dan 4 orang rawat jalan. Ledakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, seusai para jamaah gereja melaksanakan kebaktian kedua.

Lima Kekurangan Gerakan Salafi Dakwah dan Salafi Jihadi

Pasca tumbangnya Soeharto, di Indonesia tumbuh-subur kelompok yang menamakan diri atau disebut salafi, yaitu kelompok yang mengklaim ahlus sunnah, pengikut sunnah Rasulullah Saw. Sayangnya, keberadaan mereka lebih banyak mencoreng nama Islam, merusak citra umat Islam. Cara mereka berdakwah itu “unwelcomed”, tidak pas untuk kondisi Indonesia, tidak bisa diterima.

Inilah lima kekurangan gerakan salafi menurut saya:

1. Merasa paling benar, paling ahli surga! Padahal, Al-Haqqu min robbika! Kebenaran itu hanya milik Allah (QS. Al-Baqarah): 147).

2. Kasar, keras, emosional, reaktif, tidak santun dalam berdakwah. Katanya salafi, tapi tidak berakhlak seperti generasi salafi yang lemah lembut. “Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu.” ( Ali-Imran: 159).

3. Ekstrem dalam beragama, tidak menghargai pendapat orang, misalnya musik mutlak haram, tanpa peduli ulama yang membolehkannya seperti Syekh Yusuf Al-Qaradhawi.

4. Hanya menerima ilmu dari kelompoknya, gurunya saja, menolak dari luar kelompoknya.

5. Kaku dengan menuduh syi’ah imamiyah sesat zindiq !!!

Maaf lho, jangan marah, ini kan asalkritik!

Wawan Purwanto: Bom Solo Tunjukkan Ancaman Kelompok Teroris Masih Ada



Jakarta -
Dalam 5 bulan, dua bom bunuh diri meledak di Tanah Air. Bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, dan sebelumnya di Cirebon tentu sudah direncanakan. Bom ini menunjukkan eksistensi ancaman kelompok tertentu.”DPO teroris masih banyak yang belum tertangkap. Sel baru masih ada. Ini menunjukkan ancaman itu masih ada. Dan juga perlu sadari bahwa mereka berkolaborasi dengan mereka yang kebetulan punya afiliasi yang sama sehingga muncul sinergi untuk melakukan serangan itu,” kata pengamat intelijen Wawan Purwanto.Berikut ini wawancara detikcom dengan Wawan, Senin (26/9/2011):Apa yang hendak ditunjukkan dari bom bunuh diri di Solo?DPO teroris masih banyak yang belum tertangkap. Sel baru masih ada. Ini menunjukkan ancaman itu masih ada. Dan juga perlu sadari bahwa mereka berkolaborasi dengan mereka yang kebetulan punya afiliasi yang sama sehingga muncul sinergi untuk melakukan serangan itu.Kesimpulan sementara, pelaku bom Solo adalah jaringan Cirebon. Mereka masih kuat?Kalau dibilang kuat, sebenarnya ini kolaborasi dari berbagai jaringan dari Jakarta, Pamulang dan kelompok sebelumnya. Kelompok-kelompok yang ada punya rangkaian dengan ini. DPO masih dalam pengejaran, belum tertangkap semua sehingga sewaktu-waktu bisa melakukan penyerangan.Sebetulnya kalau laporan intelijen, informasinya sudah diberikan pada 14 Agustus bahwa ada 5 orang yang dibaiat dan 9 orang remaja belum dibaiat tapi hadir dalam kegiatan itu. Ada nama yang dibaiat juga pergerakan di mana-mana. Tapi karena belum ada bukti, polisi belum bisa menangkap.

Lebaran lalu aman, meski ada informasi penyerangan direncanakan pada Agustus dan September. Akhirnya terjadi seperti ini, meski info sudah ada tapi tidak bisa mengamankan karena seperti saya bilang tadi belum ada bukti permulaan yang cukup.

Menurut Anda mengapa memilih Solo?

Ini soal pilihan mereka. Mereka bisa memilih di mana saja. Dari pengamatan dan gambaran mungkin Solo dinilai tepat. Ini kan seperti mengapa memilih Cirebon. Setelah melakukan pengamatan, ini kembali pada soal pilihan. Pilihan itu ada yang sifatnya reguler atau pilihan emergensi. Bisa di mana saja yang mereka inginkan.

Jangan melihat ini secara melebar nanti ada yang tersinggung. Mari kita kerucutkan ini. Kita lihat olah TKP, kita lihat benang merahnya. Ini butuh waktu untuk menganalisanya, agar tak ada yang merasa disudutkan.

Target bom bunuh diri ini adalah rumah ibadah yang tak peduli rumah ibadah agama apa pun atau dipicu konflik Ambon?

Sebetulnya kalau pemicunya adalah konflik Ambon bisa dikesampingkan. Karena laporan akan adanya penyerangan ini sejak Agustus, jadi konflik Ambon kan belakangan. Terlepas dari mana pun, ini sudah direncanakan. Kalau mau bisa meledak di mana saja. Mengenai pelaku yang mirip DPO Cirebon, bisa jadi kemiripan itu jadi clue. Jadi kita tunggu dulu tes DNA dan sidik jari untuk kepastian.

Menurut Anda mengapa memilih gereja sebagai target, bukan orang asing? Ada muatan SARA?

Ada perulangan sejarah. Dulu 1999-2000 ada bom Natal, dan sepertinya ada yang meniru ke situ. Dan kalau ada sejarah penyerangan ke orang asing, bisa jadi nanti ada perulangan lagi. Demikian juga dengan penyerangan ke aparat keamanan. Jadi kalau terjadi serangan pada tempat ibadah menurut teori, jenis tempat maupun sasaran kapan saja bisa berulang.

Sebelum beraksi pelaku terlalu banyak tinggalkan jejak dan berdasar daya ledak bom menunjukkan keamatiran?

Sebetulnya semenjak bom Bali tidak ada bom yang high explosive, karena pendanaan makin berkurang. Mereka tak lagi punya pasokan dari Hambali. Dana mereka lebih pada iuran atau swadaya. Memang sempat ada bantuan khusus dalam pelatihan di Aceh, lalu kecil-kecil saja. Kalau bom seperti itu relatif murah. Rp 500 ribu sudah bisa.

Meninggalkan kantong atau bungkusan sebelum meninggal bisa jadi sebuah penyesatan, tapi ini untuk apa? Kalau hit and run mungkin bisa, tapi ini kan tidak lari. Ada pesan yang harus diselidiki. Apa pesannya ini harus dikaji.

Anda yakin bom ini sudah lama direncanakan?

Mereka punya masa pelatihan, menghapuskan jejak, masa konsolidasi. Tentu dari April sejak bom Cirebon sampai Septemer cukup waktu untuk konsolisasi. Konsolidasi ini bisa macam-macam, termasuk juga merencanakan hal baru. Dan ini yang terjadi. Terencana, itu pasti. Apa pun tak mungkin hanya sekadar meledakkan.

Polisi menyebut kelompok teroris kembali ke cara tradisional sehingga susah mengikuti pergerakannya. Trennya jadi begini atau kesulitan keuangan?

Cara konvensional memang lebih aman, tidak terjejak secara eletronik maupun satelit. Semacam untuk hapuskan jejak. Soal pembiayaan relatif sulit sekarang jika mengharapkan dari simpatisan. Kalau cara manual yang mereka pakai tampaknya dipilih karena ingin supaya lebih aman saat pergerakan, jadi tidak mudah terdeteksi.

Apa yang harus dilakukan?

Semua harus waspada. Sekarang ada sesuatu yang menganga. Kalau ada laporan intelijen bahwa ada pengantin tapi belum ada bukti maka aparat nggak bisa apa-apa. Itu makanya ada orang Malaysia yang malah beraksi di Indonesia karena di sana mereka kena Internal Security Act (ISA). Di kita ini menganga betul, sehingga digunakan teroris beraksi. Perlu UU yang kuat untuk perlindungan publik tanpa terkesan represif berlebihan yang ditraumakan

Bom Solo, Polisi Buru Aktor ‘Pembantu’ Achmad Yosepa

Sejumlah polisi berjaga-jaga di depan gereja Gereja Bethel Kepunton, Solo, Jawa Tengah (25/9).

Penyidikan kasus peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo, Jawa Tengah, saat ini diarahkan untuk mencari pelaku-pelaku lain yang membantu aksi bom bunuh diri tersebut. Namun polisi belum mengungkapkan siapa saja pelaku yang tengah diburu. “Masih kami selidiki,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam dalam keterangan pers di kantornya, Selasa, 27 September 2011.

Polisi juga menduga bom yang diledakkan di Solo itu merupakan sisa-sisa rangkaian bom yang diledakkan di Masjid Adz-Dzikra, Kompleks Kepolisian Resor Cirebon, pada April lalu, yang sempat dilarikan para buron. “Karena saat dulu terungkap masih ada sembilan bom yang belum ditemukan,” ujar Anton.

Achmad Yosepa Hayat, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel di Solo, juga merupakan salah seorang buron polisi karena diduga terlibat dalam jaringan pengebom Masjid Mapolresta di Cirebon itu.

Hari ini kepolisian akhirnya memastikan Pino Damayanto alias Ahmad Urip, alias Achmad Yosepa Hayat, alias Hayat alias Raharjo, sebagai pelaku peledakan bom di Gereja Bethel Solo yang terjadi Minggu, 25 September 2011, lalu. “Hasil tes DNA positif,” kata Anton. “Kami sudah dapatkan tes DNA dari keluarga pelaku, istri, dan anaknya.”

Keterangan Anton dikuatkan oleh Kepala Pusdokkes Mabes Polri Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq. Menurut Musaddeq, tes DNA dilakukan selama 20 jam selama Senin, 26 September 2011. Tes dilakukan dari pukul 11.00 sampai 19.15 WIB.

“Setelah kami bandingkan profil DNA, data pembanding, dan jenazah, seluruh kesimpulan yang kami uraikan, data primer maupun sekunder, tidak terbantahkan bahwa jenazah pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo adalah Pino Damayanto,” kata Musaddeq Ishaq.

Pino Damayanto adalah nama asli Ahmad Yosepa. Pino dilahirkan di Losari, Cirebon, 19 Oktober 1980, dan beralamat di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Aksi bom bunuh diri di Solo Ahad lalu sempat dibarengi dengan aksi teror di sejumlah tempat di Ambon, Maluku. Teror secara beruntun sejak hari Minggu hingga Senin malam itu terjadi di Jalan Karang Panjang, Terminal Mahardika, Gereja Maranatha, dan gereja di Jalan Karang Panjang. Hal itu diakui oleh Anton Bachrul Alam. Namun Anton mengaku belum mengetahui apakah kedua peristiwa teror tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.

Polisi Sebut Yosepa Hayat Jago Merakit Bom

Foto Ahmad Urip alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hay.

Ahmad Yosepa Hayat, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo, menurut polisi adalah anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Bahkan, “Dia (Hayat) didoktrinasi secara langsung oleh ABB (Abu Bakar Ba’asyir),” kata Kepala Bidang Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ketut Yoga Ana, di kantornya, Selasa, 27 September 2011.

Namun, Yoga mengaku belum mengetahui secara pasti mulai kapan keterlibatan Hayat dalam kelompok JAT. Menurut dia, proses radikalisasi semakin matang setelah ia dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Ba’asyir, kini terpidana 15 tahun kasus terorisme di Aceh. “Dia (Hayat) termasuk orang yang punya kemampuan merakit bom,” kata dia.

Namun, pernyataan itu langsung dibantah oleh juru bicara Jamaah Anshorut Tauhid, Sonhadi. Menurut dia, Hayat bukanlah anggota JAT. “Kami sudah mengecek data anggota kami. Nama itu (Ahmad Yosepa Hayat) tidak ada,” kata dia. “Anggota kami di Cirebon pun tidak mengenal dia.” Karena itu, Iskandar merasa heran dengan tudingan polisi tersebut.

Ahad, 25 September 2011 lalu, aksi bom bunuh diri kembali terjadi. Bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh di Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Bom tersebut menewaskan pelaku yakni Hayat dan melukai 27 jemaat yang baru mengikuti Kebaktian Minggu.

Sebelum aksi peledakan tersebut, polisi menduga pelaku sempat mendatangi sebuah Warung Internet. Itu dibuktikan dengan temuan dua lembar kuitansi di Warung Internet “Solonet” yang ditemukan dalam tas korban. Barang bukti lain yang ditemukan di antaranya tas punggung, sarung, dan kitab suci Al-Qur’an.

Tidak hanya itu. Di dalam tasnya, Yosepa juga diketahui membawa sejumlah alat perawatan tubuh. Seperti sisir, botol minyak wangi, cermin, gunting kuku, masker, balsem sampai cermin. Sementara di sekitar jasadnya dengan perut terburai, polisi juga menemukan baterai kotak sembilan volt dan saklar on-offyang diduga digunakan sebagai pemicu ledakan bom.

Achmad Yosepa Antar Pengebom Cirebon ke Masjid Polres Cirebon

Foto Ahmad Urip alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hay, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo.

Achmad Yosepa Hayat, pelaku pengebom bunuh di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Ahad 25 September lalu, terlibat dalam kasus bom bunuh diri di Masjid Adz Zikra, Mapolresta Cirebon, pada pertengahan April 2011. Selain menjadi buronan kasus peledakan bom di Cirebon, Hayat, menurut polisi, juga buron dalam kasus perampokan toko Alfamart dan Indomaret pada tahun 2010.

“Hayat mengantarkan Syarif ke Masjid Mapolresta (Cirebon),” kata Kepala Bidang Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ketut Yoga Ana di kantornya, Selasa, 27 September 2011.

M. Syarif adalah pelaku pengebom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon. Aksi bom bunuh diri yang terjadi pada 15 April lalu itu mengakibatkan 29 orang yang akan menunaikan salat Jumat berjamaah terluka. Syarif sendiri tewas di tempat kejadian.

Sebelumnya, Mabes Polri memastikan pelaku peledakan bom di Gereja Bethel Kepunton, Solo, adalah Pino Damayanto alias Ahmad Urip, alias Achmad Yosepa Hayat, alias Hayat alias Raharjo. Kepastian itu disampaikan juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Selasa siang tadi.

“Hasil tes DNA positif,” kata Anton Bachrul Alam. “Kami sudah dapatkan tes DNA dari keluarga pelaku, istri, dan anaknya.”

Pino Damayanto adalah nama asli Ahmad Yosepa. Pino dilahirkan di Losari, Cirebon, 19 Oktober 1980 dan beralamat di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Jihad, Motif Bom Bunuh Diri di Gereja Kepunton

Irjen Pol Anton Bachrul Alam (tengah) menunjukan foto Ahmad Urip alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hay.

Polisi akhirnya memastikan motif aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo, Jawa tengah, Ahad, 25 September lalu adalah berjihad. “Tetapi jihad yang salah,” kata juru bicara Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam saat menggelar jumpa pers di kantornya, Selasa, 27 September 2011.

Anton mengatakan pelakunya memiliki sebuah kelompok yang mempunyai tujuan berjihad dengan cara radikal. Namun, ia menolak menyebutkan nama jaringan dimaksud. “Sementara dalam pengejaran Detasemen Khusus 88,” ucap dia. “Kami kantongi identitas mereka.”

Dalam konferensi pers itu, Mabes Polri juga memastikan pelaku yang meledakkan bom usai kebaktian di Gereja Bethel itu adalah Pino Damayanto, alias Ahmad Urip, alias Achmad Yosepa Hayat, alias Hayat, alias Raharjo. Pelaku juga salah satu buron polisi karena diduga terlibat dalam jaringan pengebom Masjid Adz-Dzikra di Kompleks Kepolisian Resor Cirebon, April lalu.

Pino Damayanto adalah nama asli Ahmad Yosepa. Pino dilahirkan di Losari, Cirebon, 19 Oktober 1980 dan beralamat di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Syahrudin, Ketua Rukun Tetangga di desa itu mengatakan Pino alias Yosepa pernah mondok di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, selama tiga tahun.

Meski begitu, pesantren yang pernah diasuh Abu Bakar Ba’asyir, terpidana kasus terorisme itu, membantah kabar tersebut. “Siapa yang bilang seperti itu. Tunjukkan orangnya biar dia bertanggung jawab,” kata Hamim Sofyan, juru bicara Pesantren Al Mukmin saat dikonfirmasi, Selasa pagi.

Polisi Sebut Nama Asli Bomber Solo Pino Damayanto

Foto Ahmad Urip alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hay, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo.

Mabes Polri akhirnya memastikan pelaku peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Minggu, 25 September 2011 adalah Pino Damayanto alias Ahmad Urip, alias Achmad Yosepa Hayat, alias Hayat alias Raharjo. Pelaku juga salah satu buron polisi karena diduga terlibat dalam jaringan pengebom Masjid Adz-Dzikra di Kompleks Kepolisian Resor Cirebon, April lalu.

Kepastian itu disampaikan juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Selasa, 27 September 2011. “Hasil tes DNA positif,” kata Anton Bachrul Alam. “Kami sudah dapatkan tes DNA dari keluarga pelaku, istri, dan anaknya.”

Kepala Pusdokkes Mabes Polri Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq menambahkan, tes DNA dilakukan selama 20 jam selama Senin, 26 September 2011 kemarin. Tes dilakukan dari jam 11.00 sampai jam 19.15 WIB.

“Setelah kami bandingkan profil DNA, data pembanding, dan jenazah, seluruh kesimpulan yang kami uraikan, data primer maupun sekunder, tidak terbantahkan bahwa jenazah pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo, Jateng, adalah Pino Damayanto,” kata Musaddeq Ishaq.

Pino Damayanto adalah nama asli Ahmad Yosepa. Pino dilahirkan di Losari, Cirebon, 19 Oktober 1980 dan beralamat di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kepada Tempo, orang tua Pino Damayanto alias Hayat, M. Daud Turani dan Hindun, meyakini bahwa pelaku peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, kemungkinan besar adalah anaknya.

“Saya lihat foto-foto di media. Saya 90 persen yakin itu anak saya,” kata Daud  di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Senin, 26 September 2011.

Daud dan Hindun mengaku belum diperiksa polisi. Tapi mereka sudah mendengar kabar bahwa istri dan anak Achmad sudah diperiksa. “Ya, mau bagaimana lagi. Sebagai orang tua saya pasrah,” kata Daud yang mengatakan sudah lama tak bertemu atau berhubungan dengan anaknya itu.

BOM BUNUH DIRI
Polisi Terus Buru Jaringan Cirebon
PELAKU BOM SOLO -
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat merilis foto pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/9). Setelah melakukan tes sidik jari, fisik, dan DNA, pelaku dipastikan adalah Pino Damayanto alias Ahmad Yosepa alias Hayat yang juga merupakan salah seorang DPO Polri. Dalam aksinya tersebut 14 jemaat gereja terluka dan pelaku menjadi satu-satunya orang yang tewas. Selain berhasil mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Polri juga telah mengantongi sejumlah nama yang terindikasi bagian jaringan kelompok terorisme di Masjid Al-Dzikra, Mapolresta Cirebon, April lalu.

Polri juga tengah menelusuri keberadaan delapan bom rakitan sejenis yang digunakan M Syarief di Masjid Al-Dzikra dan Ahmad Yosepa Hayat di GBIS Kepunton, Solo.

Hal itu dikemukakan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/9).

Menurut Anton, empat orang yang terindikasi jaringan kelompok Cirebon adalah B, H, Y dan H. Mereka kini tersebar di beberapa lokasi. Namun, kata Anton, polisi kini tengah menelusuri dan memburu kelompok yang terkait dengan pelaku bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikra, Cirebon, M Syarief.

“Mereka termasuk kelompok Cirebon. Kita sedang buru mereka. Tunggu saja hasil tim Densus 88 yang sedang bekerja di lapangan,” kata Anton.

Masih terkait komplotan Cirebon, Anton menuturkan, Polri kini tengah memburu delapan bom rakitan sisanya yang merupakan bagian dari sembilan bom yang disimpan kelompok ini. Saat melakukan penangkapan terhadap komplotan M Syarief, polisi sudah mencium adanya sembilan bom lain yang disembunyikan komplotan ini.

Namun, menurut Anton, polisi belum berhasil menemukan sembilan bom tersebut, sampai akhirnya satu bom digunakan untuk meledakkan GBIS Kepunton, Solo, Minggu (25/9). “Sembilan bom ini yang kita cari, tapi kita belum dapatkan karena mereka lihai. Satu bom malah meledak kemarin,” tuturnya.

Anton menuturkan, Polri dalam perburuan kelompok ini menyelidiki pesan elektronik–menyusul diketahuinya pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton yang tinggal di warnet, tak jauh dari gereja. Diduga, Ahmad Yosepa Hayat, sang pelaku, mengirim pesan elektronik kepada jaringannya.

“Soal e-mail itu belum ada keterangan dari Densus. Nanti kita cek ke sana,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya telah menyita tas milik Yosepa yang sempat ditinggal di warnet.

Sebelumnya, Polri memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Solo, adalah Pino Damayanto alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Raharjo alias Ahmad Urip. Kepastian itu dipublikasi setelah polisi melakukan tes DNA dan pemeriksaan forensik lainnya, seperti sidik jari dan gigi pelaku.

Pria kelahiran Losari, Cirebon, 19 Oktober 1980, itu adalah putra tukang bakso, Daud Turani dan Hindun. Pino kecil sering sakit sehingga dipanggil Ahmad Urip (hidup). Saat tinggal di rumah orangtuanya di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Hayat menolak memberi data identitas diri. Jenazah Yosepa sendiri dimakamkan di TPU Pondok Rangon, bersebelahan dengan makam M Syarief. Orangtua Ahmad Urip hanya menangis di mobil, tak ikut serta saat proses penguburan.

Yosepa atau Hayat adalah salah seorang yang masuk DPO kasus bom Cirebon. Menurut polisi, Pino atau Yosepa termasuk sosok yang berbahaya karena memiliki kemampuan membuat atau merakit bom. Namun, polisi belum memastikan apakah bom yang digunakannya buatan sendiri atau orang lain. Untuk menelusuri keberadaan delapan bom lain dan kelompok jaringan Cirebon, polisi sudah meminta keterangan dari 17 saksi. Selain keberadaan bom dan mereka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), polisi juga mendalami siapa pembuat bom-bom itu. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan Yosepa atau Hayat menjadi anak didik Shogir.

Anton mengaku, polisi belum mendengar informasi kedatangan Yosepa atau Hayat ke rumah neneknya, Masriah. Polri juga membantah tidak menindaklanjuti info Badan Intelijen Negara (BIN) tentang rencana aksi pengeboman di Solo.

Terkait bom di Ambon, Anton menjelaskan, belum ada kaitan langsung antara bom Solo dan bom Ambon, meskipun bisa saja terkait. Polri, menurut Anton, masih melakukan penyelidikan terhadap rangkaian bom di Karang Panjang, Terminal Mahardika, dan depan Gereja Maranatha, Ambon.

Ditanya soal ancaman bom di Semarang dan Surabaya, seperti diinfokan Kemlu Inggris, Anton mengatakan, Polri siap berusaha untuk menggagalkannya

 

Kasus Tanah Fadak

Harus dibedakan ini karena ajaran atau karena Individu.

Bagi AhlulSunnah, Mengkritik hatta Nabi Allah SAW pun tidak apa2. Tetapi ketika mengkritik sahabat maka seluruh pelajar Sunny akan berkata Syi’ah telah mencela sahabat. Bukankah haya Sunny yang mengatakan Nabi SAW tidak luput dari kesalahan, sementara Syi’ah menghargai dan menempatkan Nabi sebagai sosok yang Maksum.

bahwa kerajaan saudi didirikan dengan cara pemberontakan kepada khalifah turki ustmani dengan bantuan orang yahudi inggris yang dijuluki Lawrence of arabia,

Untuk mengenang kebaikan imam khomeini yang pro Fatimah berikut ini perbandingan antara Jenazah Syaikh ibn Jibrin wahabi  dengan  penta’ziyah ahlussunnah dibandingkan  Jenazah Khumaini dan orang-orang syiah yang melayatnya :

5 146x300 Waspada! Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi Mengusung Faham Rafidhah (Syiah Iran)

“Dalam Islam, sedikitnya ada 5 mazhab yang pernah dikenal, yaitu: Mazhab Imam Ja’far ash Shadiq (Mazhab Ahlul Bait), Mazhab Imam Abu Hanifah an Nu’man, Mazhab Imam Malik bin Anas, Mazhab Imam Syafi’i, Mazhab Imam Ahmad ibnu Hanbal, Mazhab Syiah Imamiyah. Sedangkan “Mazhab Salaf” tidak pernah ada! Sebab ulama Salaf itu banyak, termasuk di dalamnya imam-imam mazhab yang tadi.”

ada 5 madzhab dalam Islam, yaitu 4 madzhab Ahlus Sunnah, ditambah  madzhab Syiah (madzhab Ja’fari / Imamiyyah) . Pendapat yang masyhur di kalangan Ahlus Sunnah, madzhab fikih itu hanya ada 4 saja, yaitu madzhab Abu Hanifah (Hanafi), Imam Malik (Maliki), Imam Syafi’i (Syafi’i), dan madzhab Imam Ahmad (Hanbali).

Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan

Kita sering mendengar dari orang-orang syiah atau dari buku-buku syiah bahwa Abu Bakar menzalimi Fatimah karena menghalanginya dari warisan tanah Fadak (yang skarang disebut al-Haith).

fadak 1 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?Gapura menuju Fadak

fadak 2 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?bukit kecil di antara bukit Fadak

fadak 3 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?sumur tua di Fadak

fadak 4 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?pohon-pohon kurma kering

fadak 5 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?pohon-pohon kurma kering

fadak 6 300x225 Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?pohon-pohon kurma kering

Foto tanah Fadak sekarang. Fadak adalah nama desa di Hijaz yang didapat secara damai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tahun 7 H, berjarak 2 atau 3 hari dari Madinah. Di sana ada mata air yang deras dan pohon kurma yang banyak. Foto-foto di atas adalah: gapura menuju Fadak, bukit kecil di antara bukit Fadak; sumur tua di Fadak; pohon-pohon kurma kering; pohon kurma yang kering.

Mereka bahkan mengatakan kalau Abu Bakar mencaplok tanah Fadak. Mereka menggambarkan bahwa Abu Bakar benci Fatimah dan Fatimah benci Abu Bakar sampai mati

Antara Akal Sehat dan Akal-akalan

Yang dimaksud dengan “akal” adalah “aql sharih”, akal sehat, akal waras, akal fithri, common sense yang dimiliki oleh semua mukallaf, bukan apa yang disebut sebagai logika, tetapi tidak dibenarkan oleh banyak orang yang berpikiran waras. Kalau yang terakhir ini kita sebut dengan “akal-akalan” yang dalam bahasa Arab disebut Takalluf dan Tanaththu’

Syi’ah  benar !

Sunni salah !

Riwayat Palsu Tentang Bai’at Ali Radhiallahu ‘Anhu kepada Utsman Radhiallahu ‘Anhu

Ali Radhiallahu ‘Anhu tidak  membai’at Utsman dan menetapkan kekhalifahannya, berbeda dengan apa yang disuarakan oleh anak cucu wahabi.

Harus dibedakan ini karena ajaran atau karena Individu.

Bagi AhlulSunnah, Mengkritik hatta Nabi Allah SAW pun tidak apa2. Tetapi ketika mengkritik sahabat maka seluruh pelajar Sunny akan berkata Syi’ah telah mencela sahabat. Bukankah haya Sunny yang mengatakan Nabi SAW tidak luput dari kesalahan, sementara Syi’ah menghargai dan menempatkan Nabi sebagai sosok yang Maksum.

Riwayat ini dha’if :

Dalam salah satu khutbahnya Ali Radhiallahu ‘Anhu membantah Mu’awiyah Radhiallahu ‘Anhu. Dia berkata: “Sesungguhnya “syura” adalah milik Muhajirin dan Anshar, jika mereka telah bersepakat memilih seseorang dan menyebutnya sebagai imam maka Allah meridhainya. Jika dia keluar dari perkara mereka, keluar dengan karena celaan atau bid’ah maka mereka mengembalikannya dari yang menyebabkan ia keluar. Jika dia menolak maka mereka memeranginya karena telah mengikuti langkah yang bukan langkahnya kaum mukminin, dan Allah menyerahkannya kepada arah yang ia kehendaki”.[1]

Riwayat ini palsu :

Ali Radhiallahu ‘Anhu adalah satu di antara enam orang yang ditunjuk oleh Umar al-Faruq untuk memilih satu di antara enam orang itu sebagai khlifah kaum muslimin. Dan hasil musyawarah menentukan Utsman, maka yang pertama kali membai’at adalah Abdur-Rahman ibn ‘Auf kemudian Ali Radhiallahu ‘Anhu.[2]

Riwayat ini dha’if :

Ali Radhiallahu ‘Anhu mengatakan: “Ketika Umar al-Faruq ditikam ia menunjukku sebagai orang keenam dari enam orang (yang ditunjuknya). Maka aku masuk di tempat yang Umar telah menempatkan aku, dan aku tidak suka jika aku memecah jama’ah kaum muslimin dan memecah kekuatan mereka. Kalian telah membai’at Utsman maka aku (juga harus) membai’atnya”.[3]

Tidak semua kitab syi’ah memiliki riwayat shahih !! Hati hati bro


[1] Al-Amali. Jilid II. Hal 121. Cet Najef.

[2] Thabaqat Ibn Sa’ad. Jilid III. Hal 42.

[3] Al-Amali. Op. Cit.

Tragedi Hari Kamis

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr wb
Ustadz benarkah dalam shohih Bukhori ketika Rosululloh SAW sakit, beliua meminta secarik kertas untuk menuliskan suatu wasiat, naun sahabat ‘Umar R.A tidak mengindahkannya, bahkan melarang sahabat lain untuk mematuhi Beliau. Dan ini dijadikan dail org orang syi’ah untuk mengatakan bahwa sahabat ‘Umar tidak taat kepada Rosul?

Terima kasih atas jawabannya
Wasslamu’alikum wr wb

Jawaban ustad husain ardilla :

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Harus dibedakan ini karena ajaran atau karena Individu.

Bagi AhlulSunnah, Mengkritik hatta Nabi Allah SAW pun tidak apa2. Tetapi ketika mengkritik sahabat maka seluruh pelajar Sunny akan berkata Syi’ah telah mencela sahabat. Bukankah haya Sunny yang mengatakan Nabi SAW tidak luput dari kesalahan, sementara Syi’ah menghargai dan menempatkan Nabi sebagai sosok yang Maksum.

Hadits tentang itu shahih

Syi’ah tersinggung dengan pernyataan Nabi disebut “mengigau” oleh Umar

Ibnu Abbas keluar dan berkata : “ini sangat disayangkan (kehilangan yang besar) bahwa Rasulullah tercegah dari menuliskan sesuatu untuk mereka karena perselisihan pendapat dan kegaduhan.
(Shahih Bukhari, jilid 1, Buku 3, No. 114)

Ibnu Abbas sendiri berkata :
“Orang-orang (yang hadir di sana) berselisih pendapat dalam kejadian ini, dan hal yang tidak pantas berselisih pendapat di hadapan Nabi”.
(Shahih Bukhari, Jilid 5, Buku 59, No. 716)

Ketika mereka menimbulkan keributan di hadapan Nabi, Rasulullah berkata, “Pergi!” Dikisahkan oleh Ubaidullah: Ibn Abbas pernah berkata, “Sangat disayangkan bahwa Rasulullah tercegah dari menuliskan pernyataan untuk mereka disebabkan pertengkaran dan kegaduhan mereka. “
(Shahih Bukhari, jilid 7, buku 70, no. 573)

Menjelang akhir hidup beliau, Nabi mengalami sakit kepala yang parah, dan kegaduhan dari pertengkaran orang-orang disekeliling beliau menyebabkan sakit pada kepala beliau.

Selama sakit beliau, Nabi Allah meminta tinta dan kertas. Karena beliau kemudian mengalami sakit yang bertambah parah, Umar turun tangan dan mengatakan beliau jangan dibebani oleh apapun dan Al-Qur’an adalah cukup bagi kita sebagaimana beliau telah mengatakannya (mungkin yang dimaksud Umar Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah telah bersabda di haji Wada’ mengenai Al-Qur’an). Tetapi sebagian sahabat mendukung untuk membiarkan beliau mendikte. Nabi tidak menyukai keributan dan meminta orang-orang untuk pergi. Pada saat itu beliau sedang menderita sakit kepala yang hebat dan ini adalah alasan mengapa Umar menyarankan untuk tidak menyulitkan beliau dengan cara apapun. Ketika rasa sakit beliau (Nabi) sudah berkurang, beliau memanggil orang-orang ke dalam dan (meriwayatkan tiga hal).
(Tarikh Islam, Jilid 1, hal 244-245)

Dan itulah yang terjadi, suara-suara keributan memperburuk sakit kepala Nabi, dan inilah yang menyebabkan Nabi menjadi marah

Tetapi para sahabat Nabi berselisih pendapat mengenai hal ini dan menimbulkan suara keributan. Oleh karena itu Nabi berkata kepada mereka, “pergi (dan tinggalkan aku sendiri). Adalah hal yang tidak pantas kalian bertengkar di hadapanku.” Ibnu Abbas keluar dan berkata, “Sangat disayangkan (sebuah musibah yang besar) bahwa Rasulullah tercegah dari menuliskan pernyataan untuk mereka disebabkan pertengkaran dan kegaduhan mereka.”
(Shahih Bukhari, Jilid 1, buku 3, no 114)

Nabi sendiri telah menjelaskan alasan mengapa beliau marah dimana beliau bersabda “pergi (dan tinggalkan aku sendiri). Adalah hal yang tidak pantas kalian bertengkar dihadapanku”

Ketika mereka terlibat pembicaraan yang kacau dan mulai saling berdebat di hadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “bangun (dan pergi)” Ubaidullah berkata : Ibnu Abbas selalu mengatakan: “itu adalah suatu kehilangan yang besar, sungguh suatu kehilangan yang besar,sehubungan dengan pertengkaran dan kegaduhan mereka.”
(Shahih Muslim, Kitab 013, No. 4016)

Apakah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu sebagai pengganti beliau?

Da’i Syi’ah mengklaim bahwa Nabi meminta tinta dan kertas agar beliau bisa menuliskan wasiat yang mana beliau diduga ingin menunjuk Ali sebagai pengganti beliau. Mereka menuduh Umar mencegah Nabi dari melakukan hal itu.

Pada masa Khalifah Al Mutawakkil Mazhab Sunni mulai merumuskan ajaran keadilan semua sahabat, penobatan Ali menjadi khulafaurrasyidin, pengingkaran wasiat imamah ghadir kum dan kriteria jarah ta’dil ilmu hadis

Pada masa Khalifah Al Mutawakkil Mazhab Sunni mulai merumuskan ajaran ajaran nya seperti :

1. keadilan semua sahabat

2. penobatan Ali menjadi khulafaurrasyidin ke empat, padahal sebelumnya dicaci dan dikutuk di mimbar

3. pengingkaran wasiat imamah ghadir kum

4. dan kriteria jarah ta’dil ilmu hadis

5. dll

Para Penghujat Syi’ah Loyal Pada Rezim :

Kritik Hadis Dalam Perspektif Kesejarahan / Dialektika historis

Pergolakan politik yang terjadi pada masa sahabat yaitu perang jamal dan perang shiffin  telah memecah belah umat islam secara berlarut larut hingga kini

Syi’ah selalu beroposisi terhadap pemerintahan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah sehingga pengikut syi’ah selalu ditindas. Ahlulbait Rasulullah mengalami tekanan dari pihak penguasa Abbasiyah. Syi’ah senantiasa berada dibawah tekanan berat secara politik dari penguasa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah yang khawatir bangkitnya pemikiran oposisi terutama tentang imamah, disinilah konsep taqiyah merebak

Syi’ah menganggap pemerintahan Bani Abbasiyah sebagai dinasti yang tidak sah dan melarang umat islam bekerjasama dengan mereka kecuali pada masalah masalah darurat dan kondisi terpaksa

Periode tabi’in jelas pada masa Dinasti Umayyah. Sunni dan syi’ah merupakan dua kelompok politik yang saling berebut kekuasaan, terutama antara pendukung Mu’awiyah dan pengikut Ali. Ketika Umayyah menang maka mereka mencari legitimasi terhadap tindakan dan pandangan politiknya, ini merupakan cikal bakal awal perkembangan aliran sunni

Ahlusunnah saat rezim Bani Umayyah hingga masa perkembangan awal kekuasaan Bani Abbasiyah  masih dalam keadaan mencari bentuk. Berkembang lah empat mazhab fikih sunni. Perbedaan mazhab bukan pada hal aqidah (pokok keimanan) tapi lebih pada tatacara ibadah. Syafi’i menyusun Ushul fikih yang didalamnya mengandung ajaran ijma’ dan qiyas.

Dinasti Abbasiyah ikut membentuk mazhab Sunni terutama pada masa Khalifah Mutawakkil yang menggantikan 3 khalifah sebelumnya yang pro mu’tazilah. Penguasa Abbasiyah membebaskan Ahmad bin Hambal dari penjara kemudian membatalkan paham mu’tazilah sebagai paham negara dan menggantinya dengan paham sunni. Al-Mutawakkil adalah khalifah ke-10 Bani Abbasiyah (847M-861M/232H-247H) mendukung mazhab hambali. Ulama ulama hadis sunni ikut terpengaruh pada tendensi politik kepentingan kekuasaan umayyah abbasiyah, terpengaruh paradigma propaganda kekuasaan

Pada tahun 850 Khalifah Mutawakkil dari Bani Abbasiyah terang terangan memusuhi kaum syi’ah dengan menghancurkan monumen monumen yang dianggap suci oleh mereka. Penguasa Abbasiyah yang paling tampak permusuhannya terhadap ahlulbait Nabi SAW adalah Mutawakkil yang berkuasa selama 14 tahun

Pada masa Mutawakkil itulah sunni mulai merumuskan ajaran ajarannya seperti menegaskan sikap  terhadap posisi Usman dan Ali dengan mengeluarkan hasil pemikiran (ijtihad) bahwa masyarakat terbaik setelah Nabi SAW adalah Abubakar, Umar, Usman dan Ali. Dalam bidang hadis lahir tokoh Bukhari, Muslim dan Ahmad.

Imam Ali pada awalnya tidak dianggap sebagai seorang sahabat yang utama, malah beliau dilaknat di mimbar selama 80 tahun. Disebabkan oleh suasana politik yang tidak menyebelahi Ahlulbait(as). Ketika itu, wujudnya pemerintahan yang sangat membenci Ahlulbait dan para pengikut mereka.Nama Imam Ali (as) baru dimasukkan sebagai khalifah rasyidin pada  zaman Imam Ahmad bin Hanbal.

Pergolakan politik memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan hadis yakni munculnya hadis hadis rekayasa yang kian hari kian bertambah banyak untuk mendukung kepentingan politik penguasa dan menjatuhkan posisi lawannya. Fanatisme golongan dan terpecah pecahnya umat islam

Adanya dukungan politik melalui institusi akademik, juga dukungan finansial dari otoritas kekuasaan. Menggunakan lembaga negara sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran ajaran yang dirumuskan oleh para tokohnya

Pertikaian antara sunni (ahlulhadis) dengan syi’ah selalu diwarnai dimensi politik. Syi’ah tidak hancur ditelan sejarah, malah tetap eksis dan berkembang. Sebagai respon reaktif terhadap pengaruh pemikiran politik syi’ah maka  pemikiran kelompok sunni menekankan ketaatan absolut terhadap khalifah yang sedang berkuasa. Pengakuan dari penguasa tentu tidak gratis, dibuatlah pemikiran teologi untuk mendukung pemerintahan rezim dan mempertahankan kehidupan kekuasaan, yang menjadi alat legitimasi bagi kekuasaan khalifah yang sedang berkuasa

Diperlukan waktu ratusan tahun untuk membentuk mazhab sunni aswaja seperti model yang sekarang

Pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah masa kekuasaan Bani saljuk berdirilah Madrasah Nizamiyah

 

Bila Imam Ali(as) Diiktiraf Sebagai Khalifah Rashid Oleh Sunni?

Agak mengejutkan juga apabila saya menemui satu riwayat, yang menunjukkan pada asalnya, Ahlul Sunnah wal Jamaah tidak mengiktiraf Sayyidina Ali sebagai khalifah ar Rashidin. Nama Imam Ali(as) hanya dimasukkan sebagai khalifah yang adil di zaman Imam Ahmad bin Hanbal.

Di dalam kitab Tabaqat, yang dianggap oleh ulama’ bermazhab Hanbali sebagai rujukan utama mereka, Ibn Abu Ya’li menyatakan bahawa Wadeezah al-Himsi berkata:

‘Saya menziarahi Ahmad ibn Hanbal, setelah penambahan nama Ali [ke dalam urutan nama Khalifah yang tiga [Khalifah yang adil]. Saya berkata kepadanya: ‘Wahai Abu Abdullah! Apa yang telah kamu lakukan adalah memburukkan kedua mereka Talhah dan al-Zubayr!
Ahmad berkata: ‘Janganlah membuat kenyataan yang jahil! Apa yang ada kena mengena dengan kita mengenai peperangan mereka, dan kenapa kamu menyebutnya sekarang?’
.
Saya berkata: ‘Semoga Allah memandu kamu kepada kebenaran, kami menyatakannya setelah kamu menambah nama Ali dan memberi mandat kepadanya [dengan sanjungan] sebagai Khalifah sebagaimana yang telah dimandatkan kepada Imam-imam sebelumnya!’ 
Ahmad berkata: ‘Dan apa yang akan menahan saya dari melakukannya?’
.
Saya berkata: ‘Satu hadits yang disampaikan oleh Ibn Umar.’ 
Dia berkata kepada saya: ‘Umar ibn al-Khattab adalah terlebih baik dari anaknya, kerana dia menerima [i.e mengesyor] Ali sebagai Khalifah ke atas Muslim dan menyenaraikan beliau di antara mereka-mereka ahli syura, dan Ali merujuk dirinya sebagai Amirul Mukminin; adakah saya yang akan mengatakan bahawa mereka yang beriman tidak mempunyai pemimpin?!’ Maka saya pun pergi.[Tabaqat al-Hanabila, jilid 1 ms 292]

Dari riwayat ini, dapat kita lihat bahawa dari zaman tabiin, nama Imam Ali(as) pada asalnya bukanlah tersenarai sebagai para khalifah yang benar. Pegangan mereka ini, berkemungkinan besar disebabkan oleh suasana politik yang tidak menyebelahi Ahlulbait(as). Lihat sahaja hadis Ibnu Umar(ra):

Abdullah ibn Umar berkata: ‘Semasa hidup rasul Allah, kami menganggap Abu Bakr paling utama, kemudian Umar ibn al-Khattab, kemudian Uthman ibn Affan, semoga Allah merasa senang dengan mereka’.[Al-Bukhari, sahih jilid 4 ms 191, jilid 4 didalam buku pada mula kejadian didalam bab mengenai kemuliaan Abu Bakr yang hampir sama dengan kemuliaan para rasul]

Persoalannya, di mana Imam Ali di sisi mereka? Mengapa Ibnu Umar meninggalkan Imam Ali(as)? Mungkin pihak Sunni boleh tolong menerangkan hadis ini. Riwayat seperti ini kerap dijumpai di dalam kitab Sunni.

كنا نفاضل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أبو بكر ثم عمر ثم عثمان ثم نسكت

“Kami mengutamakan di zaman Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam Abu Bakr, kemudian ‘Umar, kemudian ‘Utsman, kemudian kami diam” [Diriwayatkan dalam Shahih Ibnu Hibban no. 7251, Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 12/9, Musnad Ahmad 2/14 no 4626, As Sunnah Ibnu Abi ‘Aashim no. 1195, dan Mu’jam Al Kabir Ath-Thabaraniy 12/345 no. 13301: shahih]

Ternyata di sini, dari awal lagi, Imam Ali(as) tidak mendapat kemuliaan yang sepatutnya di sisi sesetengah para sahabat dan perkara ini menjadi asas kepada generasi para tabiin untuk tidak memasukkan nama Ali sebagai sebahagian para khalifah yang adil. Tambahan pula, ketika itu, wujudnya pemerintahan yang sangat membenci Ahlulbait dan para pengikut mereka. Sesiapa yang meriwayatkan keutamaan Ahlulbait(as) boleh dituduh sebagai Syiah.

Oleh kerana Imam Ali tidak dianggap sebagai seorang sahabat yang utama, tidak hairanlah nama beliau boleh dilaknat dari mimbar selama 80 tahun. Nauzubillah.

Oleh itu, saya menanti penjelasan berkaitan riwayat-riwayat ini, walaupun saya tahu, jawabannya hanyalah berbentuk basa basi, dan penakwilan makna, agar dapat menyedapkan telinga sahaja, tanpa sebarang nilai ilmiah. Aqidah Ahlul Sunnah yang asal berittikad bahawa Imam Ali(as) hanyalah seorang sahabat yang biasa tanpa keutamaan yang besar. Riwayat di atas adalah hujahnya

.

Mazhab Hambali / Imam Ahmad bin Hanbal dicetuskan oleh Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal. Dasar-dasarnya yang pokok ialah berpegang pada :

  1. al-Qur-an
  2. Hadits marfu’
  3. Fatwa sahabat dan mereka yang lebih dekat pada al-Qur-an dan hadits, di antara fatwa yang berlawanan
  4. Hadits mursal
  5. Qiyas

Mazhab ini dianut kebanyakan penduduk Hejaz, di pedalaman Oman dan beberapa tempat sepanjang Teluk Persia dan di beberapa kota Asia Tengah

.

Al-Mutawakkil (821-861) adalah khalifah ke-10 Bani Abbasiyah (847-861).

Ja’far al-Mutawakkil adalah putra al-Mu’tasim Billah (833-842) dan seorang wanita Persia. Ia menggantikan saudaranya al-Watsiq (842-847) dan dikenal menyelenggarakan “mihnah“, percobaan seperti inkuisisi untuk menegakkan satu versi murni Islam. Selama masa pemerintahan, pengaruh Mu’tazilah berkurang dan masalah kemakhlukan al-Qur’an berakhir. Selama tahun-tahun pertama pemerintahannya, al-Mutawakkil menunjukkan rasa toleran terhadap Imam Syi’ah yang mengajar dan berdoa di Madinah. Setelah meninggalnya al-Mutawakkil, Syi’ah mengalami penindasan; makam Husain bin Ali di Karbala dihancurkan.

Al-Mutawakkil terus mengandalkan negarawan Turki dan pasukan budak untuk meredam pemberontakan dan memimpin pasukan menghadapi kekuasaan asing, seperti Bizantium yang wilayahnya di Sisilia berhasil direbut. Wazirnya al-Fath bin Khaqan, seorang Turki, adalah tokoh terkenal di masa pemerintahannya. Namun, kepercayaannya pada orang Turki berbalik menghantuinya. Ia menitahkan pembunuhan terhadap panglima tertingginya yang notabene orang Turki. Hal ini menyebabkan pengaruhnya melorot drastis.

Al-Mutawakkil dibunuh oleh seorang prajurit Turki pada tanggal 11 Desember 861. Konon, pembunuhan ini merupakan bagian dari plot yang direncanakan oleh putranya al-Muntashir, yang menjadi jauh dari ayahandanya.

Pemerintahan al-Mutawakkil diingat akan reformasi-reformasinya dan dipandang sebagai masa keemasan Bani Abbasiyah. Ia adalah khalifah terbesar terakhir Abbasiyah; setelah kematiannya khilafah mulai mundur.

Dengan demikian, nama empat imam mazhab sunni  menjadi harum dan terkenal karena perantaraan raja dan sultan. Jika tidak, maka tentu mazhabnya akan menjadi mazhab yang terlupakan.

Pokok terpecahnya Sunni dan Syi’ah

persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (QS. Ali Imran: 103)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu menafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan ‘tali Allah’ di sini adalah al-Jama’ah/persatuan, atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya.

Apa Sebab Perpecahan?

sebab utama perpecahan adalah sikap sektarian dan suka bergolong-golongan pada diri sebagian kaum muslimin terhadap suatu kelompok tertentu, jama’ah tertentu, atau sosok tertentu selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia.”

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.” (QS. al-An’am: 159).

“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang…”

Seorang muslim -apalagi penuntut ilmu dan da’i- semestinya memperhitungkan dampak dari pendapat atau ucapan yang dilontarkannya di hadapan manusia, apakah hal itu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah mereka ataukah tidak.

Sebuah pelajaran berharga, bahwa perpecahan tidak akan teratasi dengan perpecahan pula. Perpecahan hanya bisa diatasi dengan persatuan yang sejati.

Barangsiapa mengira bahwa perpecahan bisa diatasi dengan sikap ta’ashub kepada sosok tertentu selain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh dia telah keliru!

Islam yang asli pada zaman Umayyah Abbasiyah telah dirusak, Syi’ah yang memurnikan islam justru dituduh sesat

“Nabi Muhammad saw menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin setelahnya

Nabi Muhammad saw datang membawakan ajaran mulia, Islam.

Sepanjang dakwahnya ia selalu mengenalkan Ali bin Abi Thalib kepada umatnya, bahkan menyatakan bahwa ia adalah pemimipin setelahnya.

Rasulullah saw meninggal dunia. Namun semua orang sibuk di Saqifah membahas siapakah yang layak menjadi pengganti nabi.

Ali bin Abi Thalib dan keluarganya dikucilkan.

Imam demi Imam silih berganti, sampai imam terakhir, Al Mahdi ghaib.

Kini kita tidak bisa merasakan kehadiran pimpinan di tengah-tengah kita. Ikhtilaf, perpecahan, perbedaan pendapat, permusuhan antar umat Islam… semuanya berakar di sejarah yang terlupakan.

Satu-satunya masalah yang paling besar yang memecahkan umat Islam menjadi Syi’ah dan non Syi’ah adalah kekhilafahan. Syi’ah meyakini Ali bin Abi Thalib adalah khalifah pertama, lalu Hasan dan Husain putranya, lalu Ali Zainal Abidin, dan seterusnya.

Pokok terpecahnya Sunni dan Syi’ah

Pusat perdebatan antara Ahlus Sunnah dan Syi’ah berkisar pada masalah Imamah (yaitu Aimmatal Ma’shumin). Pentingnya Imamah adalah begitu besarnya sehingga Ulama Syi’ah menganggap orang-orang yang menolak Imamah dalam bahaya. Ulama Sunni menganggap orang-orang yang menerima doktrin Imamah Syi’ah akan menjadi zindiq

Sebagian besar polemik perdebatan antara Sunni dan Syi’ah berputar di sekitar isu-isu seperti Mut’ah, Matam, Saqifah, Ghadir Khum, Fadak, dan isu-isu selain itu. Namun, masalah mendasar yaitu perdebatan-Imamah-adalah seringkali diabaikan.

Setiap perselisihan lain Syiah dengan Sunni [selain Imamah] berakar pada desakan Syiah pada Imamah sebagai prinsip Islam, baik dalam keyakinan maupun praktek. Dari pandangan dan interpretasi berbeda mengenai sejarah, sistem yang sama sekali berbeda dari koleksi Hadis dan otentikasi, dan perilaku yang berbeda dari mempraktekan Islam, semua ketidaksamaan tersebut dapat ditelusuri kembali mengarah kepada Imamah sebagai doktrin dalam iman Syiah.

Oleh karena adalah sangat beralasan bahwa fokus dari setiap pencarian kebenaran yang serius akan dimulai dan diakhiri dengan prinsip Imamah dalam pikiran dari pencari kebenaran. Mencoba untuk meneliti tentang perbedaan antara Syiah dan Sunni tanpa mempertimbangkan dogma Imamah sebagai titik menempel utama akan menyebabkan argumen buntu dan sia-sia. Saya secara pribadi telah menyaksikan sejumlah diskusi Sunni-Syi’ah yang dengan cepat turun ke dalam kekacauan karena satu sisi atau keinginan lain untuk membahas suatu subjek yang kurang mendasar.

Aman untuk mengatakan bahwa jika Syi’ah tidak percaya pada konsep Imamah, maka mereka tidak akan dianggap sebagai sekte yang terpisah. Masalah-masalah lain pertentangan antara Sunni dan Syi’ah hanyalah konsekuensi dari Imamah. Oleh karena itu, Imamah dan keabsahannya dalam Al-Qur’an adalah isu utama pertentangan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Syi’ah.

Imamah

Sebelum kita melanjutkan, penting untuk menyatakan apa sebenarnya yang dimaksud dengan doktrin Imamah Syi’ah tersebut.

Doktrin Imamah Syi’ah: Selain dari para nabi, ada sekelompok orang yang ditunjuk oleh Allah yang disebut imam. Mereka ini adalah orang yang memiliki Ismah (kemaksuman) dan memiliki akses ke suatu pengetahuan yang tidak dapat diakses oleh orang biasa. Dunia tidak boleh kosong dari seorang Imam, jika tidak maka akan dihancurkan. Dalam konteks Islam, orang-orang ini adalah dua belas orang di antara keturunan Nabi (صلى الله عليه وآله وسلم) yang tidak ditunjuk oleh seorang pun kecuali oleh Allah (عز و جل) sendiri untuk memimpin umat Islam. Siapapun yang memilih pemimpin selain dua belas imam ini adalah sesat dan tidak beriman sempurna. Imam ke dua belas (terakhir) dari para imam tersebut adalah al-Mahdi dan, meskipun ia telah di okultasi selama lebih dari seribu tahun, ia akan kembali ketika Allah (عز و جل) menghendaki dan kemudian keadilan akan menang.

Pentingnya Imamah dalam Ajaran Syi’ah

Doktrin Imamah di atas adalah keyakinan inti dari Syi’ah. Kaum Syi’ah mempertimbangkan lima hal keyakinan sebagai dasar agama. Yaitu:

1. Tauhid (Keesaan Allah)

2. Nubuwwah (kenabian)

3. Ma’ad (hari kiamat)

4. Adl (Keadilan Allah)

5. Imamah (doktrin di atas)

Imamah dianggap oleh Syi’ah sebagai salah satu dasar [Ushuluddin] agama.

Dalam Syi’ah, agama dibagi menjadi Ushuluddin dan Furu’uddin. Ushuluddin adalah prinsip-prinsip keyakinan agama, analog dengan Rukun Iman dalam Sunni. Furu’uddin berkaitan dengan praktek dalam agama, seperti shalat, puasa, haji, dan sebagainya.

Untuk memperkenalkan pembaca dengan apa yang merupakan Ushuluddin dalam Syi’ah, saya akan mengutip saluran berikut dari buku Allamah Muhammad Husain al-Kashiful Gita “Aslul Syi’ah wa Ushuluha”:

“Hal-hal yang menyangkut pengetahuan atau hikmat, disebut Ushuluddin (dasar-dasar agama) dan itu adalah lima: Tauhid, Nabuwwah, Imamah, ADL, dan Ma’ad.” [“Aslul Syi’ah wa Ushuluha, Bagian II: Dasar-dasar Agama “, p.218]

Dengan pengertian yang sama, sarjana Syi’ah Muhammad Ridha Muzaffar menyatakan: “Kami percaya bahwa Imamah adalah salah satu dasar Islam (Ushuluddin), dan bahwa iman manusia tidak akan pernah lengkap tanpa adanya kepercayaan padanya.”

… Isu yang nyata dari pertentangan [antara Sunni dan Syi’ah] adalah sehubungan dengan [kepercayaan] Imamah. Sebagaimana [sarjana Syi’ah] Allamah Kashiful Gita menyebutkan: “Ini adalah pertanyaan tentang Imamah yang membedakan sekte Syi’ah dari semua sekte lain. Perbedaan lainnya tidak mendasar, itu adalah masalah furu’ (yaitu sekunder) “[ASL-ul-Syi’ah wa Ushuluha, hal.221]

Dengan demikian, pentingnya Imamah dalam Syi’ah lebih dari pentingnya Shalat (doa); Imamah dianggap Ushuluddin [yaitu Mendasar] sedangkan Sholat adalah Furu’uddin [dgn kata lain sekunder]. Akan akurat untuk mengatakan bahwa Furu’uddin adalah konsekuensi langsung dari Ushuluddin. Imamah dianggap sebagai pilar paling penting Islam. Dan Imamah yang kita bahas di sini adalah tidak berarti “kepemimpinan” karena Sunni-pun dan juga setiap kelompok dalam Islam -menganggap kepemimpinan menjadi isu penting. Ketika kita menyebut “Imamah” di sini, kita sedang mengacu kepada doktrin khusus Syi’ah yaitu para pemimpin maksum yang ditunjuk oleh Allah yang harus diikuti.

Paham Imamah ‘ala Syi’ah

Begitu pentingnya soal Imamah bagi para ulama Syi’ah dapat dilihat dari pandangan mereka tentang orang-orang yang menolak Imamah. Mari kita lihat apa yang situs Syi’ah populer, Al-Shia.com, telah mengatakan tentang ini:

Al-Shia.com berkata :

:“فيمن جحد إمامة أمير المؤمنين والائمة من بعده عليهم السلام بمنزلة ( 6 ) من جحد نبوة الانبياء عليهم السلام . واعتقادنا ”
“فيمن أقر بأمير المؤمنين وأنكر واحدا من بعده من الائمة عليهم السلام أنه بمنزلة من آمن بجميع الانبياء ثم أنكر بنبوة محمد صلى الله عليه وآله “

Imam Al-Saduk berkata, “keyakinan kita adalah bahwa orang yang menolak Imamah dari Amirul Mukminin (Ali) dan para Imam sesudah beliau, sama posisinya seperti orang yang menolak kenabian dari Sang Nabi.”

Lebih lanjut, beliau berkata: “dan keyakinan kita adalah orang yang menerima Amirul Mukminin (Ali) tetapi menolak salah seorang Imam sesudahnya, sama posisinya seperti orang yang percaya kepada semua Nabi tetapi menolak kenabian Muhammad (Saw).”

Syaikh Mufid menyatakan:

Imamiyyah bersepakat (Ijma’) bahwa orang yang menolak Imamah dari salah satu Imam dan menolak ketaatan terhadap mereka dimana Allah telah perintahkan adalah sesat.”

Oleh karena itu, kita melihat bahwa masalah Imamah adalah bukan perkara yang bisa dianggap enteng. Di satu sisi, para ulama syi’ah mengatakan bahwa mereka yang menolak Imamah adalah sesata. Di sisi yang lain, Ulama Sunni mengatakan bahwa mereka yang menerima doktrin Imamah ala Syi’ah adalah benar-benar dalam kesalahan total

Mau Tahu Perbedaan Sunni dan Syiah?

28 05 2011

JAKARTA –

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

“Sunni memiliki empat mazhab Hambali, Syafi’i, Maliki dan Hanafi. Apakah ajaran keempat mazhab itu sama? Tidak ada yang berbeda,” katanya dalam seminar dan deklarasi Majelis Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN) di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/5).

Jalaluddin mengatakan perbedaan keduanya hanya terletak pada hadits. Jika hadits Sunni paling besar berasal dari sahabat nabi seperti Abu Hurairoh, maka hadtis Syiah berasal dari Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW). “Jadi bukan berarti ajaran Sunni itu salah, dan Syiah sebaliknya,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh, yang menyebut “Perbedaan Sunni dan Syiah di Iran lebih bermuatan politik.”

Sementara Pandu Iman Sudibyo, salah satu penganut Syiah dari Bengkulu, lalu mengajukan contoh praktik Syiah di daerahnya yang disebut tidak mendiskriminasi penganut Syiah di Bengkulu. “Kami hidup rukun dan kami lebih mengedepankan rasional,” kata ketua IJABI Bengkulu tersebut.

Di Bengkulu, katanya, setiap tahun malah ada perayaan Tabot untuk menghormati kematian Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu nabi, yang bertepatan dengan hari Asyuro (10 Muharram). “Banyak turis asal Iran yang melihat perayaan Tabot di Bengkulu,” katanya.

Sunni-Syiah Indonesia Dideklarasikan

28 05 2011

Untuk pertamakalinya di dunia, aliran Islam Sunni dan Syiah tergabung dalam institusi resmi di Indonesia. Organisasi dengan nama Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (Muhsin) akan dideklarasikan di Masjid Akbar Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat.

“Ini pertama kalinya di dunia, organisasi gabungan antara Syiah dan Ahlussunah (Sunni),” kata penggagas Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (Muhsin), Jalaluddin Rahmat dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 20 Mei 2011.

Menurut Jalaluddin, upaya untuk menyatukan dua organisasi besar ini tidak mudah. Ada banyak hambatan dan pertentangan dari banyak pihak. Buktinya, kata dia, sedianya acara ini digelar di Masjid Istiqlal pada bulan lalu. Tetapi, rencana itu ditolak.

“Sampai saat ini, semua undangan termasuk dari Kementerian Polhukam dipastikan hadir. Hanya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menolak hadir,” kata Jalaluddin.

Organisasi Sunni-Syiah ini merupakan inisiatif dari Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Pengurus Pusat Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi). Karena di seluruh dunia, dua aliran ini kerap bertentangan.

Sunni atau Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama’ah adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat Nabi. Sekitar 90 persen umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni, dan 10 persen menganut aliran Syiah. Pengikut Sunni sebagian besar berada di negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Bahran, dan Qatar.

Sedangkan Syiah ialah salah satu aliran atau mazhab dalam Islam yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad dan Ahlul Bait-nya (keluarga). Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Sunni pertama seperti juga Sunni menolak Imam dari Imam Syi’ah. Pengikut Syiah sebagian besar berada di negara Iran dan Irak.

“Seorang tokoh di Mesir pernah membentuk institusi gabungan antara Sunni dan Syiah. Dia adalah Hasan Albana. Tetapi, dia tewas dibunuh orang,” kata Jalaluddin. Meski demikian, inisitaif Hasan Albana itu baru dalam tataran inisiatif secara individu.

Rencananya, dalam deklarasi ini akan hadir Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam, Laksma TNI Christina M Rantetana, dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nasaruddin Umar.

Sunni dan Syiah Bersatu di Indonesia

27 05 2011


Jakarta (ANTARA News) –

Untuk pertama kalinya terjadi di dunia, dua aliran besar dalam Islam, Sunni dan Syiah, menyatu dalam satu majelis, dan itu terjadi di Indonesia.

Kumpulan bernama majelis Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN) itu dideklarasikan sebelum salat Jumat di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, oleh Pengurus Pusat Dewan Mesjid Indonesia (DMI) yang mewakili Sunni dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang mewakili Syi’ah.

“Majelis ini adalah yang pertama di dunia,” kata Ketua IJABI Jalaluddin Rahmat dalam seminar bertema “Kerukunan Ummat Beragama Sebagai Modal Dasar Untuk Kelestarian dan Kebangkitan Bangsa” yang juga ajang deklarasi majelis itu di Jakarta, Jumat (20/5).

Jalaluddin mengatakan, umat Islam harus bangga pada majelis ini karena ini sejarah baru bagi kedua mazhab yang sering diliputi perpecahan, untuk menjalin ikatan persaudaraan antarsesama muslim.

Jalaluddin menegaskan majelis itu tidak mencampurkan dua paham atau ajaran kedua mazhab itu, melainkan hanya sebagai tempat untuk berkumpul, berdialog, dan melakukan kegiatan sosial.

“Masalah ajaran itu masing-masing, Lakum Dinukum Waliyadin (Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku) dan menjalin ukhuwah Islamiyah adalah perintah Allah dalam Alquran,” katanya mengutip surat Al-Kafirun dalam Alquran.

Sementara anggota Pengurus Pusat DMI Daud Poliradja menyebut majelis itu didirikan atas latar belakang banyaknya perpecahan yang mengatasnamakan agama di Indonesia, padahal semua agama mengajarkan kebaikan dan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun.

“Umat beragama saling menjelekkan agamanya, sedangkan kita hidup di Indonesia yang berasaskan Pancasila,” sambung Daud.
Selain dihadiri Jalaluddin Rahmat dan Daud Poliradja, deklarasi MUHSIN itu dihadiri pula Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh dan Pembantu Deputi Bidang Politik Nasional Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Brigjen (Pol) Manahan Daulay.

Sementara Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan beberapa perwakilan lembaga Islam dan organisasi masyarakat seperti MUI, FPI dan FBR, tidak tampak hadir, padahal mereka sudah diundang.

“Kami tidak tahu mengapa tidak hadir, tapi kami sudah mengirimkan undangannya,”kata Daud. Salah satu dari lima poin deklarasi MUHSIN menyebutklan, “memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin.” (*)

Mau Tahu Perbedaan Sunni dan Syiah?

28 05 2011

JAKARTA –

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

“Sunni memiliki empat mazhab Hambali, Syafi’i, Maliki dan Hanafi. Apakah ajaran keempat mazhab itu sama? Tidak ada yang berbeda,” katanya dalam seminar dan deklarasi Majelis Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN) di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/5).

Jalaluddin mengatakan perbedaan keduanya hanya terletak pada hadits. Jika hadits Sunni paling besar berasal dari sahabat nabi seperti Abu Hurairoh, maka hadtis Syiah berasal dari Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW). “Jadi bukan berarti ajaran Sunni itu salah, dan Syiah sebaliknya,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh, yang menyebut “Perbedaan Sunni dan Syiah di Iran lebih bermuatan politik.”

Sementara Pandu Iman Sudibyo, salah satu penganut Syiah dari Bengkulu, lalu mengajukan contoh praktik Syiah di daerahnya yang disebut tidak mendiskriminasi penganut Syiah di Bengkulu. “Kami hidup rukun dan kami lebih mengedepankan rasional,” kata ketua IJABI Bengkulu tersebut.

Di Bengkulu, katanya, setiap tahun malah ada perayaan Tabot untuk menghormati kematian Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu nabi, yang bertepatan dengan hari Asyuro (10 Muharram). “Banyak turis asal Iran yang melihat perayaan Tabot di Bengkulu,” katanya.

Jumlah pengikut Syiah di Indonesia sudah mencapai angka 2,5 juta orang coba dihancurkan oleh WAHABi  yang sekarang juga tumbuh menjamur di beberapa kota

.

.

.

 

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?

Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu. Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?

Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif. Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Apakah hubungan wahabi dengan imperialisme? Semoga buku ini bisa memuaskan pembaca untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut

Gerakan Salafi Wahabi – Dana Arab Saudi Mengalir Deras

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.

Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, berbagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi. Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,”

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?

Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab,   ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?

Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras. Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?

Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya. Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?

Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini

.

 

Cara Shalat Syi’ah


Tata Cara Wudhu`



Pertama kali, berniatlah untuk berwudhu` dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Ambillah air wudhu` dengan tangan kanan.

 

Basuhlah wajah Anda dengan air tersebut dimulai dari tempat tumbuhnya rambut di dahi hingga ujung janggut. Membasuh wajah disyaratkan dari atas ke bawah.

 

Lalu ambillah air untuk kedua kalinya dengan tangan kiri dan basuhlah tangan kanan dimulai dari siku-siku hingga ujung jari-jari. Membasuh tangan kanan disyaratkan dari atas ke bawah.

 

Lalu ambillah air untuk ketiga kalinya dengan tangan kanan dan basuhlah tangan kiri dari siku-siku hingga ujung jari-jari. Membasuh tangan kiri juga disyaratkan dari atas ke bawah.

 

Kemudian usaplah kepala bagian atas ke arah depan dengan tangan kanan dan menggunakan sisa air yang tersisa di tangan. Anda tidak diperkenankan mengambil air baru untuk mengusap kepala.

 

Setelah itu, usaplah kaki kanan Anda dengan sisa air yang ada di tangan kanan dari ujung jari kaki hingga pergelangan kaki. Anda tidak diperkenankan mengambil air baru untuk mengusap kaki kanan.

 

Selanjutnya, usaplah kaki kiri Anda dengan sisa air yang ada di tangan kiri dari ujung jari kaki hingga pergelangan kaki. Anda tidak diperkenankan mengambil air baru untuk memngusap kaki kiri. Dengan demikian, Anda tela selesai berwudhu`.

Praktek Wudhu dalam bentuk Video:

Praktek Tayamum dalam bentuk Video:

Adzan

أَللهُ أَكْبَرُ

(Allōhu akbar) 4 kali

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ

(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali

أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ

(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

(Hayya ‘alal falāh) 2 kali

حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ

(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali

أَللهُ أَكْبَرُ

(Allōhu akbar) 2 kali

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

(Lā ilāha illallōh) 2 kali

Iqamah

أَللهُ أَكْبَرُ

(Allōhu akbar) 2 kali

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ

(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali

أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ

(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

(Hayya ‘alal falāh) 2 kali

حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ

(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali

قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ

(Qod qōmatish sholāh) 2 kali

أَللهُ أَكْبَرُ

(Allōhu akbar) 2 kali

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

(Lā ilāha illallōh) 1 kali

.

Doa-doa Am Sebelum Solat/ Selepas Azan


Adalah menjadi satu amalan yang sangat mustahab untuk melaungkan azan dan iqamah sebelum solat wajib harian. Di antara azan dan iqamah, seseorang itu boleh sujud, duduk dan bacalah doa ini:

“Ya Allah, jadikanlah hatiku lembut, hidupku makmur dan berikanlah aku rezeki yang berterusan, dan tetapkanlah bagi ku tempat di sisi kubur Nabi(sawa) untuk aku tinggal dan berehat dengan rahmat Mu, Wahai Yang Maha Pemurah Lagi Pengasihani”

Kemudian, mintalah apa sahaja hajat, kerana hajat antara Azan dan Iqamah tidak tertolak.

Doa Sebelum Takbiratul Ihram

“Aku hadapkan muka ku kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan ku berserah diri,  terhadap Umat Ibrahim dan Muhammad serta petunjuk Amirul Mukminin- dan aku bukanlah dari kalangan musyrikin. Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam. Tiadalah sekutu baginya. dan aku telah diperintahkan, dan aku adalah dari kalangan orang yang berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku dari kalangan orang-orang Muslim.

.
Nabi (s) bersabda “Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu melihat aku mengerjakan sembahyang (Shahih Bukhari Klang Book Centre, hadis no. 1939)”.
.
Waktu-waktu Shalat dalam mazhab Syiah ialah:

1 – Waktu Shalat Subuh, dari terbit fajar hingga terbit matahari
2- Waktu Shalat Zuhur dan Asar, ketika matahari tegak di atas kepala hingga bergerak ke arah maghrib (barat)
3- Waktu Shalat Maghrib dan Isya’, selepas terbenam matahari hingga ke pertengahan malam.

Nabi (s) telah menghimpunkan shalat zuhur dalam waktu asar, asar dalam waktu zuhur (mengerjakan shalat zuhur 4 rakaat kemudian terus shalat asar 4 rakaat), maghrib dalam waktu isya’, dan Isya dalam waktu maghrib (mengerjakan shalat Maghrib 3 rakaat dan terus mengerjakan Isya’ 4 rakaat) bukan kerana ketakutan, bukan kerana peperangan atau bukan kerana perjalanan supaya tidak menyulitkan umatnya. Shalat seperti telah diamalkan oleh orang-orang Syiah sejak zaman Rasulullah (s). (Rujukan Sahih Muslim, cetakan Klang Book Centre, Hadis no 666 – 671.

                                                                                             
Hadis tentang Shalat itu ditemui juga dalam sahih Bukhari (Shahih Bukhari Klang Book Centre, hadis no. 307, 310).

Shalat Asar saat matahari belum tergelincir:

Shalat Asar sesudah Shalat Zuhur:
Syiah menjadikan tanah sebagai tempat meletakkan dahi ketika sujud. Dalam bahasa Arab kata kerja ‘Sajada’ di tambah mim dalam perkataan ‘Masjid’ adalah ‘isim makan’ (kata nama tempat) yang membawa maksud tempat sujud. Nabi (s) menjadikan bumi sebagai tempat sujud, dalam Sunan Tirmidzi cetakan Victory Agencie Kuala Lumpur 1993, jil 1 menyatakan nabi (s) ketika sujud, baginda meletakkan hidung dan wajah baginda di bumi:
Nabi juga memerintahkan supaya sujud di atas Turab (tanah):
 

.

Salam’alaikum. Artikel ini hanya menunjukkan cara-cara asas perlaksanaan solat yang diajar oleh Aimmah(as). Untuk permasalahan yang lebih detail, sila rujuk para marja’ masing-masing.

Beberapa peringatan sebelum solat

  • Untuk solat zuhur dan asar, maka semua bacaan hendaklah tidak di ziharkan(dikuatkan), atau semua bacaan hendaklah hanya dengan suara berbisik, sekurang-kurangnya didengari oleh diri sendiri, suara bisikan itu. Bacaan Bismillahirrahmanirrahim, sunat di ziharkan. Sebarang bacaan yang tidak sepatutnya diziharkan, tetapi dikuatkan dengan sengaja, maka ia membatalkan solat.
  • Untuk solat maghrib,isya’ dan subuh, maka segala bacaan perlu diziharkan termasuklah bacaan zikir ketika rukuk dan sujud, kecuali untuk bacaan Tasbih al Arba’ah selepas rakaat kedua, yang akan dibincangkan sebentar lagi. Sebarang bacaan yang wajib diziharkan, tetapi tidak dilakukan akan membatalkan solat.
  • Untuk setiap kali takbir, adalah mustahab untuk mengangkat tangan, seperti takbiratul ihram.

Tata Cara Shalat

1. Pertama sekali, berdirilah dengan tegak, menghadap Qiblat. Niatkan di dalam hati berkenaan dengan solat yang ingin anda lakukan, fardhu atau mustahab, serta nama solat, maghrib,isyaj,subuh,dll, atau jenis solat mustahab yang ingin dilakukan, seperti istigfar,taubat, witir dan lain-lain.

Pertama kali, berdirilah dengan posisi tegak sambil mengadap Kiblat. Berniatlah untuk melaksanakan shalat dan tentukan jenis shalat yang ingin Anda kerjakan (shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya` atau Shubuh).

2. Angkatlah tangan sehingga ke telinga, dalam keadaan tapak tangan menghadap qiblat, seraya dengan itu, ucapkan

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar(Allah Maha Besar dari segalanya).

Bacalah takbiratul ihram (Allāhu Akbar) dan bersamaan dengan itu angkatlah kedua tangan Anda seperti terlihat di gambar.

3. Kembalikan semula tangan di sisi kanan dan kiri, rapatkan jari-jari kita. Kemudiannya bacalah surah al Fatihah, seperti berikut:

َوَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ اَلصَّامِتِ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ اَلْقُرْآنِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Ubadah Ibnu al-Shomit bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca Ummul Qur’an (al-fatihah).” Muttafaq Alaihi. -bulughul maram, hadits no. 295-

Bacalah surah Al-Fātihah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Segala puji hanya untuk Allah, tuhan sekalian alam

الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani

مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

Raja hari pembalasan

إيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Hanya kepadaMu kami sembah dan memohon pertolongan

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.(mengikuti Ahlulbait)

صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

iaitu jalan orang-orang yang Kau beri nikmat(Ahlulbait)

غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ

bukanlah jalan orang-orang Kau murkai dan orang-orang yang sesat.

4.Kemudian bacalah satu surah sempurna dari sarah-surah Al Quran. Seperti:

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

(Qul huwallōhu ahad ▪ Allōhush shamad ▪ Lam yalid wa lam yūlad ▪ Wa lam yakul lahū kufuwan ahad)

ingat, baca surah yang lengkap sahaja, pembacaan surah-surah secara  setengah setengah akan membatalkan solat fardhu, bagaimanapun, untuk solat-solat mustahab yang tertentu, adalah dibenarkan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ

Katakanlah(wahai Muhammad) Allah itu Satu

اللهُ الصَّمَدُ

Hanya Allah sahaja yang kita perlukan

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ

Tidak beranak juga tidak diberanakkan

وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tiada apa yang menyerupaiNya

5.

Setelah selesai, ucapkan takbir, dan terus rukuk, iaitu satu posisi di mana badan dibongkokkan sehingga tangan boleh memegang kepala lutut. Setelah berada dalam keadaan ini, ucapkan zikir rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

(Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bihamdih)

Maha Suci Tuhanku, yang maha Agung, dan segala kepujian untukNya.

Cukup sekadar baca sekali sahaja, bagaimanapun, adalah sangat-sangat mustahab bagi kita untuk mengulangi bacaan ini atau dengan apa-apa zikir lain seperti Subhanallah , atau dengan bersolawat ke atas Nabi dan keluarga baginda.

6.

Kemudian bangunlah dari ruku’ . Setelah selesai membaca zikir untuk rukuk, kembali semula ke posisi berdiri tegak. Semasa anda bergerak semula ke posisi berdiri tegak ini, ucapkan::

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

(Sami’allahu liman hamidah); Didengari oleh Allah siapa yang memujiNya

7.Ucapkan takbir, kemudian terus ke posisi sujud.

waktu sujud baca:

سُبْحًانَ رَبِّيَ اْلأعْلَى وَبِحَمْدِهِ

(Subhāna rabbiyal a’lā wa bihamdih) ; Maha suci Tuhan, yang Maha Tinggi dan pujian ke atasNya.

.

Sila ambil perhatian: Syarat-syarat tempat sujud, yang diriwayatkan oleh para Aimmah(as), ialah seperti berikut.

  1. Tanah dan batu
  2. Benda atau hasil yang keluar dari tanah yang tidak digunakan untuk dibuat makanan dan pakaian.

Cukup sekadar bahagian dahi sahaja yang bersentuhan dengan bahan-bahan sujud ini. Bagaimanapun adalah mustahab jika menyertakan sekali dengan hidung.

Telapak tangan mestilah menyentuh lantai, dirapatkan jari-jari menunjuk ke arah kiblat.

Kaki mesti ditegakkan dengan jari-jarinya terpacak di atas lantai

8.

Kemudian duduklah di antara dua sujud. Duduklah dalam keadaan kaki kanan berada di atas telapak kaki kiri. baca :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّيْ وَ أتُوْبُ إلَيْهِ

(Astaughfirullaha rabbī wa atūbu ilaih) ; Aku memohon keampunan dari Allah dan kepadaNya aku bertaubat.

9.

Setelah selesai membaca, ucapkan takbir, dan Kemudian sujudlah untuk kedua kalinya, serta ulangi bacaan zikir ketika sujud seperti di (7).

10.

Duduklah sejenak setelah bangun dari sujud dan sebelum berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya (kurang 1 saat) angkat takbir, dan terus berdiri tegak semula.

Berdirilah kembali untuk melaksanakan rakaat kedua , Ketika mahu berdiri itu, lafazkan(mustahab) sambil membaca:

بِحَوْلِ اللهِ وَ قُوَّتِهِ أَقُوْمُ وَ أَقْعُدُ

(Bihaulillāhi wa quwatihī aqūmu wa aq’ud) ; Dengan kekuatan Allah aku berdiri dan aku duduk.

11. Apabila telah berdiri, 

Dalam posisi berdiri itu, bacalah surah Al-Fātihah dan satu surah dari surah-surah Al-Quran.

 setelah selesai, angkat tangan untuk berdoa, dengan keadaan tangan berada di depan muka. Bacalah apa sahaja doa di dalam bahasa Arab.

Untuk solat fardhu, adalah diwajibkan untuk membaca qunut dalam bahasa Arab, manakala untuk solat mustahab(melainkan solat sunat tertentu) dibenarkan untuk melakukan pembacaan doa qunut di dalam bahasa masing-masing.

Sebelum Anda melaksanakan ruku’ untuk rakaat kedua, bacalah qunut. Di dalam qunut Anda bebas membaca doa sesuai dengan keinginan Anda. Seperti doa memintakan ampun untuk kedua orang tua:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

(Rabbighfir lī wa liwālidaiyya war hanhumā kamā rabbayānī shaghīrā)

12.

Lakukanlah ruku’ dan bacalah bacaan ruku’ di atas.

Lalu berdirilah dari ruku’ sambil membaca bacaan di atas.

Kemudian sujudlah dan baca doa sujud di atas.

Kemudian duduklah di antara dua sujud seraya membaca bacaan di atas.

Lalu sujudlah untuk kedua kalinya dan baca bacaan sujud di atas.

apabila selesai bangun dari sujud kedua, terus ke posisi duduk, dan mulakan bacaan Tasyahud. Bacaannya seperti berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكََ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah, yang satu dan tiada sekutunya, dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu hamba dan RasulNya. Ya Allah, sampaikankah solawat pada Muhammad dan keluarga Muhammad.

(Asyhadu an lā ilāha illallōhu wahdahū lā syarīka lah ▪ Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhū wa rasūluh ▪ Allōhumma shalli ‘alā Muhammadin wa Āli Muhammad)

Kemudian berdirilah sambil membaca bacaan ketika berdiri di atas. Untuk rakaat ketiga dan keempat, sebagai ganti dari surah Al-Fatihah, Anda dapat membaca bacaan berikut ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ

(Subhānallōh wal hamdulillāh wa lā ilāha illallōh wallōhu akbar).

Pada rakaat ketiga dan keempat ini Anda tidak perlu membaca surah apapun.

Setelah Anda selesai melaksanakan ruku’ dan sujud untuk kedua rakaat, Anda harus duduk untuk melaksanakan tasyahhud terakhir seraya membaca bacaan tasyahhud pertama di atas. Setelah itu, bacalah bacaan salam berikut sebagai penutup shalat Anda:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلىَ عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Assalāmu‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh ▪ Assalāmu’alainā wa ‘alā ‘ibādillāhish shōlihīn ▪ Assalāmu’alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh).

Catatan!

Untuk shalat wajib yang kurang dari empat rakaat, seperti Maghrib dan Shubuh, hanya rakaat ketiga dan keempat yang dapat dihilangkan. Sementara rakaat kedua dan ketiga harus tetap dilaksanakan.

PERINGATAN BAGI TASYAHUD RAKAAT TERAKHIR

Jika anda sedang solat subuh maka ini merupakan rakaat terakhir anda. Bagi rakaat terakhir, selepas habis membaca tasyahud, maka haruslah terus disambung dengan bacaan salam, seperti berikut:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلىَ عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Setelah selesai ucapkanlah takbir 3x.

SAMBUNGAN BAGI SOLAT MAGHRIB, ISYA’, ZUHUR DAN ASAR

Untuk rakaat seterusnya, segala langkah adalah sama kecuali,cumanya untuk rakaat ketiga dan keempat, anda boleh memilih samada untuk membaca Al Fatihah atau Tasbih al Ar Baah, seperti berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ

ulang sekurang-kurangnya 3 kali.

Sekian sahaja, jika ada soalan,komen atau pembetulan, harap boleh diberitahu. Terima kasih

.

40 Hadis Shalat



بسم الله الرحمن الرحيم

allahumma bihaqi muhammadin wa aali muhammadin alaihi sholli ala muhammad wa aali muhammad warzukna wawalidaina wa azwajana wa auladana wa duryatina mimba’dina hubba muhammad wa aali muhammad Allahuma ahyina ala dzalik wa amitsna ala dzalik wa surna fi zumratim man ahabba muhammada wa ala muhammad ma’a muhammadin wa aalihi ya karim

40 Hadis Shalat

Hadis Pertama: Urgensitas Shalat

أول ما افترض الله على أمتي الصلوات الخمس وأول ما يرفع من أعمالهم الصلوات الخمس وأول ما يسألون عنه الصلوات الخمس

Rasulullah saw bersabda:

“Hal pertama yang diwajibkan oleh Allah swt atas umatku adalah shalat lima waktu, hal pertama yang diangkat dari amalan-amalan mereka adalah shalat lima waktu, dan hal pertama yang dipertanyakan kepada mereka adalah shalat lima waktu.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18859]

Hadis Kedua: Shalat Dan Tiang Agama

عن أبي جعفر عليه السلام قال: بني الاسلام على خمسة أشياء: على الصلاة، والزكاة، والحج، والصوم، والولاية

Dari Abi Ja’far (Imam Baqir) as berkata:

“Islam dibangun di atas lima hal: Shalat, zakat, haji, puasa dan wilayah (kepemimpinan atau imamah).” [Bihar, jilid 79, hal 234]

Hadis Ketiga: Perumpamaan Shalat

عن أبي جعفر عليه السلام قال: الصلاة عمود الدين، مثلها كمثل عمود الفسطاط إذا ثبت العمود ثبتت الاوتاد والاطناب، وإذا مال العمود وانكسر لم يثبت وتد ولا طنب

Dari Abi Ja’far as berkata:

“Shalat adalah tiang agama, perumpamaannya seperti tiang kemah, bila tiangnya kokoh maka paku dan talinya akan kokoh, dan bila tiangnya miring dan patah maka paku dan talinya pun tidak akan tegak.” [Bihar, jilid 82, hal 218]

Hadis Keempat: Shalat Penyebab Kebahagiaan

قال رسول الله صلي الله عليه و اله: خمس صلوات من حافظ عليهن كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu maka ia akan memperoleh cahaya, burhan dan keselamatan pada hari kiamat kelak.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18862]

Hadis Kelima: Shalat dan Cahaya Hati

صلاة الرجل نور في قلبه فمن شاء منكم فلينور قلبه

Rasulullah saw bersabda:

“Shalat seseorang adalah cahaya di hatinya dan barangsiapa di antara kalian yang berkeinginan maka hendaknya ia menyinari hatinya dengan cahaya.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18973]

Hadis Keenam: Shalat Parameter Penerimaan Amal Perbuatan

قال الصادق (عليه السلام): أوّل ما يحاسب به العبد الصلاة، فإن قبلت قبل سائر علمه، وإذا ردّت ردّ عليه سائر عمله

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Hal pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) dari seorang hamba adalah shalat, jika shalatnya diterima maka seluruh amalnya akan diterima dan jika shalatnya ditolak maka seluruh amalnya akan ditolak.” [Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 22]

Hadis Ketujuh: Shalat dan Metode Para Nabi

قال صلى الله عليه واله: الصلاة من شرايع الدين، وفيها مرضاة الرب عزوجل، فهي منهاج الانبياء

Rasulullah saw bersabda:

“Shalat adalah termasuk dalam syareat agama, dan di dalamnya terdapat keridhaan Tuhan swt, dan shalat adalah metode para nabi.” [Bihar, jilid 82, hal 231]

Hadis Kedelapan: Shalat Bendera Islam

قال النبي صلى الله عليه واله: علم الإسلام الصلاة فمن فرغ لها قلبه وحافظ عليها بحدها ووقتها وسننها فهو مؤمن

“Bendera Islam adalah shalat, maka barangsiapa memberikan hatinya untuknya dan menjaganya dengan batasan dan waktunya serta sunah-sunnahnya maka ia adalah seorang mukmin (hakiki).” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18870]

Hadis Kesembilan: Shalat dan Effesiensinya

قال الصادق ( عليه السلام ) ـ في حديث ـ : إنّ ملك الموت يدفع الشيطان عن المحافظ على الصلاة ، ويلقّنه شهادة أن لا إله إلا الله ، وأنّ محمّداً رسول الله ، في تلك الحالة العظيمة

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Sesunguhnya malaikat kematian (pencabut nyawa) menghalau syetan dari orang yang menjaga shalat dan mentalqinkan (mendektekan) kepadanya kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad saw adalah Rasulullah (utusan Allah) dalam kondisi menakutkan tersebut.” [Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 19]

Hadis Kesepuluh: Shalat dan Anak-anak

قال الباقر عليه السلام: إنّا نأمر صبياننا بالصلاة إذا كانوا بني خمس سنين ، فمروا صبيانكم بالصلاة إذا كانوا بني سبع سنين

Imam Baqir as berkata:

“Sesungguhnya kami memerintahkan anak-anak kami untuk shalat bila mereka mencapai usia lima tahun, maka perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat bila mereka mencapai usia tujuh tahun.” [Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 12]

Pasal Kedua

Urgensitas dan Keutamaan Shalat

Hadis Kesebelas: Nilai Shalat

قال الصادق عليه السلام: صلاة فريضة خير من عشرين حجة وحجة خير من بيت مملو ذهبا يتصدق منه حتى يفني أو حتى لا يبقي منه شئ

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Shalat wajib lebih baik dari dua puluh haji dan haji satu kali lebih baik dari sebuah rumah berisikan penuh dengan emas yang disedekahkan sehingga habis atau tidak tersisa sedikitpun juga.” [Bihar, jilid 82, hal 227]

Hadis Kedua Belas: Keutamaan Shalat

قال أمير المؤمنين عليهم السلام: اوصيكم بالصلاة وحفظها، فانها خير العمل وهي عمود دينكم

Amirul Mukminin Ali as berkata:

“Aku wasiatkan kepada kalian akan shalat dan menjaganya, karena sesungguhnya shalat adalah sebaik-baik amal dan ia adalah tiang agama kalian.” [Bihar, jilid 82, hal 209]

Hadis Ketiga Belas: Urgensitas Shalat

قال النبي صلى الله عليه واله: ما من صلاة يحضر وقتها إلا نادى ملك بين يدي الناس [أيها الناس] قوموا إلى نيرانكم التي أو قدتموها على ظهوركم فأطفئوها بصلاتكم

Nabi saw bersabda:

“Tidak ada satu shalat pun yang tiba waktunya kecuali satu malaikat menyeru di antara manusia (Wahai manusia) bangkitlah menuju api-api yang kalian nyalakan di hadapan kalian sendiri maka padamkanlah api tersebut dengan shalat kalian.” [Bihar, jilid 82, hal 209]

Hadis Keempat Belas: Berkah Shalat

عن علي عليه السلام قال: إن الانسان إذا كان في الصلاة فان جسده وثيابه وكل شئ حوله يسبح

Imam Ali as berkata:

“Sesungguhnya manusia apabila berada dalam kondisi shalat maka tubuh, pakaian dan segala sesuatu di sekitarnya akan bertasbih.” [Bihar, jilid 82, hal 213]

Hadis Kelima Belas: Kedudukan Shalat

قال النبي صلى الله عليه واله: موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد

Rasulullah saw bersabda:

“Kedudukan shalat dari agama adalah seperti kedudukan kepala dari badan.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18972]

Hadis Keenam Belas: Shalat dan Kesucian Jiwa

قال النبي صلى الله عليه واله: مثل الصلوات الخمس كمثل نهر جار عذب على باب أحدكم يغتسل فيه كل يوم خمس مرات فما يبقى ذلك من الدنس

Rasulullah saw bersabda:

“Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sebuah sungai tawar yang mengalir di sisi pintu rumah salah seorang di antara kalian yang setiap harinya ia mandi lima kali, maka tidak tertinggal sedikitpun kotoran (di badannya, artinya barangsiapa yang sehari semalam mendirikan shalat lima waktu juga maka ia akan terbebas dari kotoran-kotoran jiwa dan ruh).” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18931]

Hadis Ketujuh Belas: Shalat dan Ikatan Janji dengan Allah swt

روي عن النبي صلى الله عليه واله قال: قال الله تعالى: افترضت على أمتك خمس صلوات وعهدت عندي عهدا أنه من حافظ عليهن لوقتهن أدخلته الجنة ومن لم يحافظ عليهن فلا عهد له عندي

Dari Rasulullah saw:

“Allah swt berfirman: Aku telah mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu dan Aku ikatkan sebuah perjanjian di sisiKu bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktu-waktunya maka Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada ikatan perjanjian untuknya di sisiKu.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18872]

Hadis Kedelapan Belas: Shalat dan Mengingat Allah swt

“روي عن الباقر عليه السلام أنه قال: ذكر الله لاهل الصلاة أكبر من ذكرهم إياه، ألا ترى أنه يقول: “اذكروني أذكركم

Dari Imam Baqir as berkata:

“Ingatan Allah swt untuk orang-orang yang mendirikan shalat lebih besar dari ingatan mereka kepada Allah, apakah engkau tidak melihat bahwa Allah swt berfirman:

فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al-Baqarah (2): 152) [Bihar, jilid 82, hal 199]

Hadis Kesembilan Belas: Shalat dan Rahmat Allah swt

قال أمير المؤمنين عليه السلام: إذا قام الرجل إلى الصلاة أقبل إليه إبليس ينظر إليه حسدا لما يرى من رحمة الله التي تغشاه

Imam Ali as berkata:

“Jika seseorang berdiri melaksanakan shalat maka Iblis menghadap kepadanya sambil memandangnya dengan hasud karena melihat rahmat yang menyelimutinya.” [Bihar, jilid 82, hal 207]

Hadis Kedua Puluh: Shalat dan Meninggalkan Dosa

وروي أن فتى من الانصار كان يصلي الصلاة مع رسول الله صلى الله عليه واله ويرتكب الفواحش، فوصف ذلك لرسول الله صلى الله عليه واله فقال: إن صلاته تنهاه يوما ما، فلم يلبث أن تاب

Diriwayatkan bahwa seorang pemuda dari kaum Anshar malaksanakan shalat bersama Rasulullah saw dan tetap melakukan hal-hal buruk, maka hal tersebut dilaporkan kepada Rasulullah saw, maka Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya suatu hari shalatnya akan mencegahnya, maka tidak berselang lama ia bertaubat. [Bihar, jilid 82, hal 198]

Pasal Ketiga

Urgensitas Waktu Shalat

Hadis Kedua Puluh Satu: Bagaimana dan Kapan Kita Mendirikan Shalat?

قال أبو عبد الله عليه السلام إذا صليت صلاة فريضة فصلها لوقتها صلاة مودع يخاف أن لا يعود إليها

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Apabila engkau melaksanakan shalat wajib maka shalatlah pada (awal) waktunya seperti shalat orang yang ingin berpisah, takut tidak akan kembali lagi.” [Mahajjatul Baidha’, jilid 1, hal 350]

Hadis Kedua Puluh Dua: Urgensitas Waktu Shalat

قال النبي صلى الله عليه واله: قال الله عز و جل: إن لعبدي علي عهدا إن أقام الصلاة لوقتها أن لا أعذبه وأن أدخله الجنة بغير حساب

Nabi saw bersabda:

Allah swt berfirman: Sesungguhnya hamba-Ku memiliki sebuah perjanjian atas-Ku jika ia mendirikan shalat pada waktunya maka Aku tidak akan mengazabnya dan Aku akan memasukkannya ke surga dengan tanpa hisab.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 19036]

Hadis Kedua Puluh Tiga: Nabi saw dan Shalat Awal Waktu

عن عائشة قالت: كان رسول الله صلى الله عليه و اله يحدثنا و نحدثه فاذا حضرت الصلوة فكأنه لم يعرفنا و لم نعرفه اشتغالا بعظمة الله

Dari Aisyah berkata:

Rasulullah saw sedang berbincang-bincang dengan kita maka ketika tiba waktu shalat seakan-akan beliau saw tidak mengenal kita dan kita tidak mengenalnya karena sibuk dengan kebesaran Allah.” [Mahajjatul Baidha’, jilid 1, hal 350]

Hadis Kedua Puluh Empat: Shalat Pada Waktunya

عن أبي عبد الله عليه السلام قال: إن العبد إذا صلى الصلاة لوقتها وحافظ عليها ارتفعت بيضاء نقية تقول حفظتني حفظك الله، وإذا لم يصلها لوقتها ولم يحافظ عليها رجعت سوداء مظلمة تقول: ضيعتني ضيعك الله

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Sesungguhnya seorang hamba jika shalat pada waktunya dan menjaganya maka (dengan bentuk) seberkas cahaya putih bersih naik ke atas sambil berkata: Engkau telah menjagaku maka semoga Allah swt menjagamu, dan bila tidak melaksanakan shalat pada waktunya dan tidak memperhatikannya maka akan kembali kepadanya (dengan bentuk) kegelapan pekat sambil berkata: Engkau telah menyia-nyiakanku maka semoga Allah swt menyia-nyiakanmu.” [Maajjatul Baidha’, jilid 1, hal 340]

Hadis Kedua Puluh Lima: Keutamaan Shalat Pada Waktunya

قال النبي صلى الله عليه واله: أحب الأعمال إلى الله الصلاة لوقتها ثم بر الوالدين ثم الجهاد في سبيل الله

Rasulullah saw bersabda:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah swt adalah shalat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, kemudian jihad di jalan Allah swt.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18897]

Pasal Keempat

Lalai Dalam Shalat dan Meninggalkannya

Hadis Kedua Puluh Enam: Meremehkan Shalat

قال النبي صلى الله عليه واله: ليس مني من استخف بصلاته، لا يرد على الحوض لا والله

Nabi saw bersabda:

“Bukan dariku orang yang meremehkan shalatnya, ia tidak akan masuk telaga Kautsar kepadaku, tidak demi Allah.” [Bihar, jilid 82, hal 224]

Hadis Kedua Puluh Tujuh: Merendahkan Shalat

قال الصادق عليه السلام: شفاعتنا لا تنال مستخفا بصلاته

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Syafa’at kita tidak akan mengena orang yang meremehkan shalatnya.” [Bihar, jilid 82, hal 227]

Hadis Kedua Puluh Delapan: Menyia-nyiakan Shalat

قال النبي صلى الله عليه واله: لا تضيعوا صلاتكم فان من ضيع صلاته حشره الله مع قارون وفرعون وهامان

Nabi saw bersabda:

“Janganlah kalian menyia-nyiakan shalat kalian, karena sesungguhnya barangsiapa yang menyia-nyiakan shalatnya maka Allah swt akan mengumpulkannya bersama Qarun dan Fir’aun serta Haman (Menteri dan Pembantu).” [Bihar, jilid 82, hal 202]

Hadis Kedua Puluh Sembilan: Shalat Tidak Sempurna dan Nabi saw

عن أبي جعفر (عليه السلام) قال: بينا رسول الله (صلّى الله عليه وآله) جالس في المسجد إذ دخل رجل فقام يصلّي فلم يتمّ ركوعه ولا سجوده، فقال رسول الله (صلّى الله عليه واله): نقر كنقر الغراب لئن مات هذا وهكذا صلاته ليموتنّ على غير ديني

Imam Baqir as berkata:

“Ketika Rasulullah saw sedang duduk di masjid, masuklah seorang laki-laki, lalu ia berdiri dan shalat, tetapi ia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka Rasulullah saw bersabda: Ia telah mematuk seperti patukan burung gagak, bila orang ini meninggal dunia sementara shalatnya seperti ini maka ia akan meninggal bukan di atas agamaku.” [Mahajjatul Baidha’, jilid 1, hal 340]

Hadis Ketiga Puluh: Lalai Dalam Shalat

قال رسول الله صلى الله عليه واله: الصلاة عماد الدين، فمن ترك صلاته متعمدا فقد هدم دينه، ومن ترك أوقاتها يدخل الويل، والويل واد في جهنم كما قال الله تعالى: “ويل للمصلين الذين عن صلاتهم ساهون”

Rasulullah saw bersabda:

“Shalat adalah tiang agama, maka barangsiapa yang meninggalkan shalatnya secara sengaja maka ia telah menghancurkan agamanya, dan barangsiapa meninggalkan waktu-waktunya maka ia akan memasuki wail, dan wail adalah sebuah lembah di neraka Jahannam sebagaimana Allah swt berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka wail bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” {QS. Al-Maa’uun (107): 4 dan 5} [Bihar, jilid 82, hal 202]

Hadis Ketiga Puluh Satu: Hasil Meninggalkan Shalat

قال رسول الله صلی الله عليه و اله: لا تتركن الصلاة متعمدا فإنه من ترك الصلاة متعمدا فقد برئت منه ذمة الله ورسوله

Rasulullah saw bersabda:

“Janganlah meninggalkan shalat dengan sengaja karena sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia akan terlepas dari tanggungan (jaminan) Allah swt dan Rasul-Nya saw.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 19096]

Hadis Ketiga Puluh Dua: Meninggalkan Shalat

قال صلى الله عليه واله: من ترك صلاة لا يرجو ثوابها، ولا يخاف عقابها، فلا ابالي أيموت يهوديا أو نصرانيا أو مجوسيا

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa meninggalkan sebuah shalat karena tidak mengharap pahalanya dan tidak takut akan balasannya maka akupun tidak memperdulikan apakah ia akan meniggal dunia dalam keadaan Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” [Bihar, jilid 82, hal 202]

Hadis Ketiga Puluh Tiga: Meninggalkan Shalat dan Kekafiran

قال صلى الله عليه واله: من ترك صلاته حتى تفوته من غير عذر، فقد حبط عمله، ثم قال: بين العبد وبين الكفر ترك الصلاة

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang meninggalakan shalatnya sehingga melewatkan waktunya tanpa alasan maka amalnya terputus, kemudian beliau saw bersabda: Antara seorang hamba dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” [Bihar, jilid 82, hal 202]

Hadis Ketiga Puluh Empat: Balasan Meninggalkan Shalat

قال رسول الله صلی الله علیه و اله: من ترك الصلاة متعمدا كتب اسمه على باب النار ممن يدخلها

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja maka namanya akan ditulis di atas pintu neraka di antara orang yang akan memasukinya.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 19090]

Pasal Kelima

Adab dan Syarat-syarat Diterimanya Shalat

Hadis Ketiga Puluh Lima: Shalat dan Syarat-syarat Penerimaannya

عن أبي عبد الله عليه السلام قال: قال الله تبارك وتعالى: إنما أقبل الصلاة لمن تواضع لعظمتي، ويكف نفسه عن الشهوات من أجلي، ويقطع نهاره بذكري، ولا يتعاظم على خلقي، ويطعم الجايع ويكسو العاري، ويرحم المصاب، ويؤوي الغريب

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Allah swt berfirman: Sesungguhnya Aku menerima shalat orang yang merendah diri karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa nafsu kerena-Ku, mengakhiri siangnya dengan mengingat-Ku, tidak membesarkan diri atas makhluk-Ku, memberi makan orang lapar dan memberi pakaian orang yang tidak berpakaian, berbelas kasihan kepada orang yang tertimpa musibah dan memberikan perlindungan kepada orang yang asing.” [Bihar, jilid 66, hal 391]

Hadis Ketiga Puluh Enam: Neraca Penerimaan Shalat

عن أبي عبد الله عليه السلام قال: من أحب أن يعلم أقبلت صلاته أم لم تقبل، فلينظر هل منعته صلاته عن الفحشاء والمنكر؟ فبقدر ما منعته قبلت منه

Dari Abi Abdillah (Imam Ja’far Shadiq) as berkata:

“Barangsiapa ingin mengetahui apakah shalatnya diterima atau tidak maka hendaknya ia melihat apakah shalatnya mencegahnya dari kekejian dan kemungkaran? Maka seukuran yang dapat mencegahnya, shalatnya diterima. [Bihar, jilid 82, hal 198]

Hadis Ketiga Puluh Tujuh: Shalat Dan Wilayah Kepada Ahlul Bait

قال رجل لزين العابدين عليه السلام: ما سبب قبولها؟ قال: ولايتنا والبراءة من أعدائنا

Seseorang berkata kepada Imam Ali Zainal Abidin: Apakah sebab diterimanya shalat? Beliau as menjawab: Wilayah kami dan berlepas diri dari musuh-musuh kami. [Bihar, jilid 84, hal 245]

Hadis Ketiga Puluh Delapan: Shalat Wajib Dan Sunnah

عن أبي جعفر (عليه السلام) قال: إنّ العبد ليرفع له من صلاته نصفها أو ثلثها أو ربعها أو خمسها، فما يرفع له إلاّ ما أقبل عليه منها بقلبه، وإنّما أمرنا بالنافلة ليتمّ لهم بها ما نقصوا من الفريضة

Imam Baqir berkata:

Sesungguhnya shalat seorang hamba akan diangkat (diterima) setengah, sepertiga, seperempat dan seperlimanya maka tidak diangkat shalatnya kecuali apa yang dihadapkan dengan hatinya. Dan diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan apa-apa yang kurang dari shalat wajib. [Al-Haqa’iq, Marhum Faidh Kasyani, hal 219]

Hadis Ketiga Puluh Sembilan: Shalat Dengan Azhan Dan Iqamah

قال أبو عبدالله ( عليه السلام ) : من صلى بإذان وإقامة صلى خلفه صفان من الملائكة، ومن صلى بإقامة بغير أذان صلى خلفه صف واحد من الملائكة، قلت له: وكم مقدار كل صف؟ فقال: أقله ما بين المشرق الى المغرب، وأكثره ما بين السماء والأرض

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata:

Barangsiapa mendirikan shalat dengan azhan dan iqamah maka dua baris malaikat akan shalat di belakangnya, dan barangsiapa shalat dengan iqamah saja tanpa azhan maka satu barisan malaikat akan shalat di belakangnya.

Perawi bertanya: Berapakah jumlah setiap barisan?

Imam as menjawab: Paling sedikitnya antara masyriq (arah timur) dan maghrib (arah barat) dan paling banyaknya antara langit dan bumi. [Wasail Asy-Syiah, jilid 4, hal 620]

Hadis Keempat Puluh: Shalat Dan Doa

قال أبو عبد الله عليه السلام: إن الله عزوجل فرض عليكم الصلواة الخمس في أفضل الساعات، فعليكم بالدعاء في أدبار الصلوات

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata:

Sesungguhnya Allah swt mewajibkan shalat lima waktu atas kalian pada waktu-waktu paling utama, maka hendaknya kalian berdoa setelah selesai shalat-shalat tersebut. [Al-Khishal, jilid 1, hal 278]

.

Mengapa Sujud di Atas Tanah?



Sujud secara bahasa berarti al-khudû’, yakni tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan sujud dalam shalat bermakna meletakkan dahi di atas tanah. Inilah wujud peribadatan dan “penghinaan” seorang makhluk di hadapan Khalik. Sampai-sampai disebutkan dalam riwayat, “Keadaan paling dekat antara seorang hamba kepada Allah adalah ketika sujud.”

Karenanya menurut saya, shalat sejatinya bukanlah bacaan surah pendek yang lama (apalagi dilama-lamakan), tapi justru sujud yang lama. Kepala atau dahi dilambangkan sebagai bagian yang dimuliakan. Padahal hakikatnya manusia hanya diciptakan dari tanah (turâb, ardh) bahkan tanah hitam. Kesombongan manusia itu dihancurkan dengan menaruh lambang kemuliaan (dahi) ke tempat aslinya (tanah) di hadapan Sang Pencipta.

Sujud dalam Fikih dan Sejarah

Dalam fikih Syiah Ahlul Bait, sujud di atas tanah merupakan perintah Rasulullah dan para imam Ahlul Bait as. Dalam Fiqh Al-Imâm Ja’far diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Imam Jakfar tentang tempat yang boleh dijadikan tempat sujud. Lalu dijawab, “Tidak boleh sujud kecuali di atas ardh (tanah, bumi) atau yang tumbuh di bumi, kecuali yang dimakan atau dipakai.”

Orang itu bertanya apa sebabnya, kemudian Imam menjawab, “Sujud merupakan ketundukan kepada Allah, maka tidaklah layak dilakukan di atas apa yang boleh dimakan dan dipakai, karena anak-anak dunia adalah hamba dari apa yang mereka makan dan mereka pakai, sedangkan sujud adalah dalam rangka beribadah kepada Allah…” Hal ini sesuai dengan perintah Nabi Muhammad dalam Shahîh Al-Bukhârî:

جعلت لي الأرض مسجداً وطهوراً

“Dijadikannya tanah bagiku sebagai tempat sujud dan suci.” Artinya tanah bukan saja mensucikan untuk bertayamum tapi juga sebagai tempat sujud. Dalam segala kondisi Nabi selalu sujud di atas tanah. Pernah ketika terjadi hujan di bulan Ramadan, masjid Nabi yang beratapkan pelepah kurma menjadi becek. Abu Said Al-Khudri dalam riwayat Bukhari berkata, “Aku melihat Rasulullah dikening dan hidungnya terdapat bekas lumpur.”

Dalam kondisi panas, beberapa sahabat seperti Jabir bin Abdullah Al-Anshari biasanya akan menggenggam dan membolak-balikkan kerikil agar dingin sebelum digunakan untuk sujud. Sedangkan beberapa sahabat yang lain mengadu kepada Nabi, tapi tidak ditanggapi.

عن خباب بن الأرت قال شكونا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم شده الرمضاء في جباهنا وأكفنا فلم يشكنا

Khabab bin Al-Arat berkata, “Kami mengadu kepada Rasulullah saw. tentang sangat panasnya dahi kami (saat sujud), tapi beliau tidak menanggapi pengaduan kami.” (HR. Al-Baihaqi) Tapi ada juga sahabat yang mencari-cari kesempatan untuk sujud di atas kain, tapi ketahuan Rasul, sebagaimana juga diriwayatkan dalam Sunan Al-Baihaqî:

عن عياض بن عبد الله القرشي قال رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا يسجد على كور عمامته فأوما بيده ارفع عمامتك وأومأ إلى جبهته

Iyad bin Abdullah Al-Quraisyi berkata, “Rasulullah saw melihat seseorang sujud di atas lilitan serbannya. Maka beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk mengangkat serbannya sambil menunjuk pada dahinya.” Mungkin karena riwayat di atas dan banyak riwayat lainnya sehingga Imam Syafii pun mengatakan bahwa seseorang harus sujud di atas tanah:

وَلَوْ سَجَدَ على رَأْسِهِ ولم يُمِسَّ شيئا من جَبْهَتِهِ الْأَرْضَ لم يَجْزِهِ السُّجُودُ وَإِنْ سَجَدَ على رَأْسِهِ فَمَاسَّ شيئا من جَبْهَتِهِ الْأَرْضَ أَجْزَأَهُ السُّجُودُ إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

“Apabila seseorang sujud dan dahinya sama sekali tidak menyentuh tanah, maka sujudnya dianggap tidak sah. Tetapi jika seseorang sujud dan bagian dahinya menyentuh tanah (al-ardh), maka sujudnya dianggap cukup dan sah, Insya Allah Taala.” (Al-Umm, 1/114)

Artinya, menurut mazhab Imam Syafii seseorang ketika sujud dahinya harus menyentuh tanah. Tapi apakah orang Syiah protes ketika teman-teman bermazhab Syafii sujud di atas sajadah yang terbuat dari kain bahkan bahan sintetis? Lalu kenapa ada yang protes (bahkan menyebutnya musyrik) ketika orang Syiah sujud di atas tanah padahal itu sesuai dengan fikih mereka yang diajarkan Ahlul Bait?!

Meski demikian Rasulullah saw. memberikan keringanan untuk sujud di atas setiap benda yang tumbuh di atas tanah, jika memang cuaca sangat panas atau sangat dingin. Terkadang Rasul menggunakan khumrah (semacam tikar kecil) dan terkadang karena uzur/darurat beliau mengizinkan sahabat untuk menarik serbannya. Artinya selama bisa sujud di atas tanah, maka Rasul melarang (seperti dalam riwayat Al-Baihaqi).

Turbah Al-Husain

Sebuah blog menyebut Syiah sebagai penyembah berhala. Hal itu karena mereka tidak memahami dengan benar makna “muslim”. Ketika seseorang bersyahadat dan menjadi Muslim, maka yang disembah adalah Allah. Sedangkan syirik adalah menyembah selain Allah. Bagaimana mungkin menjadi musyrik dan menyembah berhala padahal dalam shalatnya ia bertakbir, tahmid, tahlil, salawat dan seterusnya? Tentu kalian tidak ingin disebut sebagai penyembah berhala karena sujud di atas kain sajadah, ‘kan?

Turbah hanyalah sebuah lempengan tanah tempat orang-orang Syiah “sujud di atasnya” (masjûd ‘alaih) bukan “sujud kepadanya” (masjûd lahu). Lalu mengapa tanah Karbala atau turbatul Husain yang dipilih?

Pertama, yang diwajibkan adalah sujud di atas tanah atau yang tumbuh dari bumi kecuali yang dapat dimakan atau dipakai. Jadi menurut saya, tidak ada kewajiban untuk sujud di atas tanah Karbala. Kedua, menjadikan tanah Karbala sebagai turbah tidak berarti tanah Madinah dekat pusara Nabi saw. tidak memiliki keutamaan. Karena masing-masing memiliki keutamaannya sendiri.

Hanya saja tanah Karbala adalah tempat terbunuhnya cucu Nabi dan keluarganya untuk membela Islam sejati yang hampir musnah. Tanah tersebut telah dibanjiri darah suci para syuhada yang berjuang di jalan Allah. Kaum Syiah akan terus mengingat perjuangan Imam Husain as. Bukankah segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah akan memiliki keutamaan? “Kemuliaan suatu tempat terletak pada siapa yang menempatinya,” kata pepatah.

Imam ash-Shadiq as berkata, “Sujud di atas tanah adalah suatu kewajiban.” (Wasail Syiah juz 3 hal.)

فقد قال الأمام جعفر الصادق عليه السلام لا تسجد إلا على الأرض أو ما أنبتت الأرض

Berkata Imam Ja’far ash-Shadiq as, “Janganlab kamu sujud kecuali di atas tanah atau apa-apa yang… tumbuh dari tanah.” (Biharul Anwar juz 85 hal. 149, al-Kafi juz 3 hal. 330).
Seseorang bertanya tentang sujud di atas sorban sedangkan dahinya tidak menyentuh tanah.

فقال الإمام جعفر الصادق عليه السلام لايجزيه ذلك حتى تصل جبهته الأرض

Berkata Imam ash-Shadiq as, “Tidak boleh sehingga sampai mengena dahinya ke tanah.” (Wasail Syiah juz 3 hal. 609).

سأل هشام بن الحكم الإمام الصادق عليه السلام فقال: أخبرني يا بن رسول :الله عما يجوز السجود عليه السلام يجوز السجود على الأرض أوما أنبتت، إلا ما أآِل أو لُبش

“Hisyam bin hakam bertanya kepada Imam ash-Shadiq as, “Beritahu aku wahai putra Rasulullah tentang apa-apa yang boleh sujud di atasnya dan apa-apa yang tidak boleh?” Beliau menjawab,
‘Boleh sujud di atas tanah atau apa-apa yang tumbuh dari tanah, kecuali yang dapat dimakan
atau yang dapat dipakai.” (Wasail Syiah juz 3 hal. 591).

عن أنس بن مالك قال: آنا نصلي مع رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم في شدة الحر فيأخذ أحدنا الحصباء في يده، فإذا بردت وضعها و سجد عليها

Dari Anas bin Malik berkata, “Kami salat bersamaRasulullah saw di musim yang sangat panas, salah satu dari kami mengambil kerikil lalu diletakkan di tangannya, apabila kerikil tadi sudah dingin lalu kerikil tersebut diletakkan dan di pakai untuk sujud di atasnya.”(Sunan Baihaqi juz 2 halo 105, Nailul authar juz 2 hal. 268) ..

عن ابن عباس: إن النبي صلى الله عليه
وآله وسلم آان يصلي على الخُمرة

Dari Abdullah bin Abbas, “Sesungguhnya Nabi saw salat di atas Khumroh (tikar yangterbuat dari daun pohon kurma sebesar wajah).” (Musnad Ahmad bin Hambal juz 1 hal. 269/ 309/29/358; Sahih Tirmizi juz 2 hal. 151).

عن ابن عمر: آان رسول الله صلى الله عليه وآله و سلم يصلي على الخُمرة

Dari Abdullah bin Umar, “Bahwasannya Rasulullah saw salat di atas Khumroh ( tikar yang terbuat dari daun pohon kurma sebesar wajah).” (Musnad Ahmad bin Hambal juz 2 haI. 92; Sunan Tirmizdi juz 2 hal. 151) .

عن وائل قال: رأيت النبي صلى الله عليه واله وسلم إذا سجد و ضع جبهتة وأنفه على الارض

Dari Wail berkata, “Aku melihat Nabi saw apabila beliau sujud, beliau meletakkan dahi danhidungnya di atas tanah.” (Ahkamul Qur ‘an lil Jash Shoh, juz 3 hal. 36 Musnad Ahmad Bin Hanbal, juz 4 hal. 315).
Rasulullah saw melarang para sahabatnya jika bersujud selain di atas tanah.

Doa Selepas Solat


Doa Selepas Fardhu Subuh

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani. Dengan nama Allah dan solawat ke atas Muhammad dan keluarga suci baginda, dan ku serahkan urusanku pada Allah, sesungguhnya Allah swt Maha Maha melihat hambanya.

“Tiada Tuhan selain Mu, maha suci kepada Mu, aku berada dalam kegelapan, kemudian “Kami kabulkan doanya(Yunus) dan menyelamatkan beliau dari panik serta dengan keadaan itu Kami mengampunkan Mukminin.” Cukuplah Allah bagiku.

Seperti yang Allah swt mahukan dan tiada daya dan kekuatan selain Allah swt. Seperti yang Allah kehendaki, dan bukannya seperti yang dimahukan oleh manusia. Cukuplah bagiku Rabbku dari marbubin(hambanya). Cukuplah bagiku Khaliq(pencipta) dari makhluqin(yang dicipta). Cukuplah bagiku Raziq(ynag memberi rezeki) dari marzuqin(yang diberi rezeki). Cukuplah bagiku Allah, Tuhan sekalian Alam. Tiada Tuhan Selain ALlah, ku serahkan urusanku padaNya, Tuhan Arsh yang Maha Agung

Doa selepas Fardhu Zuhur

Ya Allah, aku menyeru Mu demi diperkenankan rahmat mu, dan demi keampunanmu, dan manfaat dari sifat mulia, keselamatan dari setiap dosa.Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih, Tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Agung dan Lembut. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan arash rahmat. Segala puji hanya untuk Allah.

Ya Allah, janganlah tinggalkan aku dengan dosa melainkan Kau mengampunkannya, dengan bala melainkan Kau menolaknya, dengan penyakit melainkan Kau menyembuhkannya,, dengan keaiban melainkan Kau menyembunyikannya, dengan rezeki melainkan Kau menambahnya, dengan ketakutan melainkan Kau melindungku dari nya, dari kejahatan melainkan Kau mengalahkannya, dan dengan hajat ku melainkan Kau mengabulkannya selagi mana ia adalah keredhaan mu dan untuk kebaikan ku, amin, wahai Tuhan sekalian alam.

Doa Selepas Farhu Asar

Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari diri yang tidak dapat dipuaskan, dari hati yang tidak berbelas kasihan, dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari solat yang tidak diterima dan dari doa yang tidak dimakbulkan. Ya Allah aku menyeruMu, untuk kesenangan selepas tekanan, kegembiraan selepas kesedihan, keselesaan selepas kesusahan. Ya Allah, segala kelebihanku adalah dari Mu. Tiada Tuhan selain mu. Aku memohon keampunan dan bertaubat kepada mu.

Doa Selepas Fardhu Maghrib

Ya Allah, aku menyeru Mu demi diperkenankan rahmat mu, dan demi keampunanmu, dan manfaat dari sifat mulia, keselamatan dari dosa, keselamatan dari api neraka dan bencana yang lain, tercapainya syurga dan rumahnya yang aman, dan kedekatan kepada Nabi Mu, Muhammad dan keluarganya yang disucikan(solawat ke atas mereka semua). Ya Allah, segala kelebihanku adalah dari Mu. Tiada Tuhan selain mu. Aku memohon keampunan dan bertaubat kepada mu.

Doa Selepas Fardhu Isya’

Ya Allah, sesungguhnya, aku tidak punyai ilmu akan sumber rezeki ku, dan aku mencarinya semata-mata berdasarkan lintasan dalam hati ku, dan aku berkeliaran di dalam kota demi mencarinya. Aku tidak mengetahui samada ia berada di dataran atau pergunungan, di langit atau di bumi, di daratan atau di lautan, di tangan siapa atau dari siapa. Dan sesungguhnya aku mengetahui Kau mempunyai ilmu yang luas, dan sumbernya berada di tangan Mu, dan hanya Engkaulah yang mengagihkannya demi kebaikanMu, serta mencipta peluang demi RahmatMu.

Ya Allah, oleh itu, berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Tuhanku, tambahkanlah rezeki ku, yang dibahagikan oleh Mu, dan jadikanlah ia mudah dicari dan sumbernya dekat, dan janganlah jadikan aku berusaha mendapatkan sesuatu yang tidak Kau takdirkan kepada ku. Demi sesungguhnya Engkau sangat adil dalam menghukumku, dan aku memerlukan rahmatMu. Solawat ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, demi rahmat Mu, bermurah hatilah terhadap hambaMu, sesungguhnya Kau Maha Pemurah.

Taaqibat Umum Selepas Solat Fardhu


Taaqib ialah satu perbuatan di mana kita duduk membaca al Quran atau doa-doa jaran Ahlulbait(as) selepas solat. Hukum membaca Taaqibat selepas solat ialah Sunat Muakkad, iaitu sangat-sangat dituntut.

1. Imam al Baqir(as) telah berkata bahawa selepas setiap kali solat fardhu, tiada amalan yang lebih mulia dari Tasbih Fatimah Zahra, kerana jika ada, sudah tentu Rasulullah(sawa) akan mengajarkannya. Tentang  kelebihannya, insyaAllah saya akan tuliskan nanti. Tasbih Fatimah Zahra adalah seperti berikut.

Allahu Akbar x 34

Alhamdulillah x 33

Subhanallah x 33

Setelah selesai membaca Tasbih ini, akhiri dengan ucapan لاَ إِلٰهَ إِلاَّ ٱللَّهُ

2. Imam al Baqir(as) meriwayatkan bahawa seseorang yang duduk diam selepas solat dan membaca 3 kali  perkara berikut akan diampunkan segala dosa beliau:

Tasbih Fatimah Zahra ini sungguh banyak kebaikannya. Biarlah saya beri satu sahaja pendapat para Imam tentang zikir ini, ,menandakan kehebatannya di sisi Allah swt.

Diriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir(as):”Tiada jenis ibadah yang lebih mulia dari Tasbih az Zahra(sa). Jika ada yang lbih hebat darinya, maka sudah tentu Rasulullah(sawa) akan mengajarkannya kepada Hazrat Fatimah(sa).’(Wasaaelush Shia , Vol 4 ms. 1024)

Selamat beramal.

SOAL 336:
Apa hukum orang yang meninggalkan shalat secara sengaja atau meremehkannya?
JAWAB:
Lima shalat fardhu harian merupakan salah satu kewajiban yang sangat penting dalam syari’ah Islam bahkan merupakan tiang agama. Meninggalkan dan meremehkannya haram secara syar’i dan menyebabkan siksa.

SOAL 337:
Apakah wajib shalat atas orang yang tidak menemukan sarana bersuci (air atau tanah untuk wudhu atau tayammum)?
JAWAB:
Berdasarkan ihtiyâth hendaklah tetap melaksanakan shalat pada waktunya dan meng-qadha’nya dengan wudhu atau tayammum di luar waktu.

SOAL 338:
Dalam kondisi-kondisi apakah ‘udul (berpindah niat) dalam shalat wajib menurut Anda?
JAWAB:
Wajib berpindah niat dalam kondisi-kondisi berikut:
1. Dari shalat Ashar ke shalat Dhuhur ketika sadar saat sedang shalat (Ashar) bahwa ia belum melakukan shalat Dhuhur.
2. Dari shalat Isya’ ke Maghrib ketika sadar saat sedang shalat dan sebelum melewati batas udul bahwa ia belum melakukan shalat maghrib.
3. Apabila mempunyai tanggungan 2 shalat qadha’ secara berurutan dan melakukan shalat (yang) kedua karena lupa sebelum melakukan shalat qadha’ yang pertama.
Dimustahabkan ‘udul dalam kondisi sebagai berikut:
1. Dari shalat ada’ kepada shalat qadha’ wajib, jika waktu keutamaan shalat ada’ belum lewat.
2. Dari shalat wajib ke shalat mustahab demi menyusul shalat jamaah.
3. Dari shalat faridhah ke shalat nafilah pada Dhuhur hari Jum’at bagi orang yang lupa membaca surah al-Jumu’ah namun membaca surah lainnya sampai setengah atau lebih. Dalam kondisi demikian dimustahabkan berpindah niat dari shalat faridhah ke shalat nafilah untuk memulai shalat faridhah lagi dengan membaca surah al-Jumu’ah.

SOAL 339:
Apakah pelaku shalat yang ingin menggabungkan shalat Jum’at dan shalat Dhuhur di hari Jum’at berniat qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) saja tanpa niat wujub (melakukan shalat wajib) dalam kedua shalat tersebut, ataukah berniat qurbah dan wujub dalam salah satu dari keduanya, sedangkan pada shalat lainnya cukup berniat qurbah saja, atau berniat qurbah dan wujub dalam kedua-duanya?
JAWAB:
Cukup meniatkan qurbah dalam kedua shalat tersebut dan tidak wajib meniatkan wujub dalam keduanya.

SOAL 340:
Jika darah dari mulut atau hidung terus mengalir sejak awal waktu faridhah hingga menjelang batas akhir waktunya, apa hukum shalat?
JAWAB:
Jika tidak mampu mensucikan badan dan khawatir waktu shalat faridhah berakhir, hendaknya melakukan shalat dalam keadaan begitu.

SOAL 341:
Apakah badan diwajibkan tenang dan tidak bergerak (istiqrâr) sama sekali ketika membaca zikir-zikir mustahab dalam shalat ataukah tidak?
JAWAB:
Perihal kewajiban istiqrâr dan tenang ketika sedang shalat, tidak ada perbedaan antara zikir-zikir yang wajib dan yang mustahab. Kecuali jika pembacaan dzikir dilakukan dengan niat dzikir muthlaq walaupun dibaca dalam keadaan bergerak tidak bermasalah.

SOAL 342:
Sebagian pasien di rumah sakit menggunakan selang saluran kencing dimana kencing akan keluar dari pasien tanpa kehendak dalam keadaan tidur atau sadar, atau ketika sedang melakukan shalat. Kami mohon jawaban atas pertanyaan sebagai berikut: Apakah melakukan shalat keadaan begitu sudah cukup ataukah wajib mengulanginya?
JAWAB:
Jika ia melakukan shalat dalam kondisi begitu sesuai tugas syar’i-nya yang benar, maka sahlah hukumnya, dan tidak wajib meng-qadha’ atau mengulangnya.

———————-

SOAL 343:
Apa dalil yang dijadikan dasar oleh mazhab Syi’ah tentang waktu-waktu shalat faridhah harian? Sebagaimana Anda ketahui bahwa Ahlussunah menganggap masuknya waktu Isya’ sebagai dalil berakhirnya waktu Maghrib dan bahwa shalat Maghrib yang dilakukan pada waktu itu terhitung qadha’, demikian pula waktu shalat Dhuhur dan Ashar. Karena itulah mereka berkeyakinan, bahwa ketika waktu shalat Isya’ telah tiba dan imam melakukan shalat Isya’, ma’mum tidak diperbolehkan melakukan shalat Maghrib bersamanya sehingga kedua shalat tersebut dilakukan dalam satu waktu?
JAWAB:
Dalilnya ialah keumuman (ithlaq) ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah yang mulia, di samping riwayat-riwayat yang secara khusus menunjukkan bolehnya menggabungkan dua shalat, dan di kalangan Ahlussunnah juga terdapat beberapa riwayat tentang diperbolehkannya dua shalat pada waktu salah satu dari keduanya.

SOAL 344:
Dengan memperhatikan bahwa akhir waktu shalat Ashar adalah Maghrib dan akhir shalat Dhuhur adalah beberapa saat menjelang Maghrib seukuran waktu yang diperlukan untuk shalat Ashar, saya ingin bertanya apakah yang dimaksud dengan Maghrib itu, apakah ia waktu terbenamnya matahari ataukah ketika suara adzan Maghrib dikumandangkan sesuai waktu setempat?
JAWAB:
Akhir waktu shalat Ashar adalah terbenamnya matahari.

SOAL 345:
Berapa menit jarak waktu antara terbenamnya matahari dan adzan Maghrib?
JAWAB:
Nampaknya hal itu berbeda sesuai dengan musim-musim dalam setahun.

SOAL 346:
Saya terlambat dalam bekerja sehingga pulang kerumah pada jam 11 malam dan tidak ada waktu melakukan shalat Maghrib dan Isya’ saat bekerja karena banyaknya klien. Apakah sah shalat maghrib setelah jam 11 malam?
JAWAB:
Boleh selama tidak menyebabkan penundaan sampai tengah malam. Namun berusahalah untuk tidak melakukannya setelah jam 11 malam bahkan melakukannya pada awal waktu.

SOAL 347:
Seukuran apakah dari shalat yang apabila dilakukan pada waktu ada’, maka niat ada’-nya sah? Apa hukumnya jika ragu bahwa ukuran itu dilakukan dalam waktu shalat ataukah di luarnya?
JAWAB:
Cukup terlaksana satu rakaat pada akhir waktu untuk dianggap sebagai shalat ada’. Jika Anda ragu apakah waktu yang tersisa itu cukup untuk sedikitnya satu rakaat ataukah tidak, maka Anda wajib melakukan shalat dengan tujuan malaksanakan tanggungan (dzimmah) dan tidak berniat melakukan ada’ atau qadha’.

SOAL 348:
Kedutaan-kedutaan dan konsulat-konsulat Republik Islam di negara-negara non Islam telah menyediakan jadwal waktu untuk menentukan waktu-waktu syar’i di ibu kota- ibu kota dan kota-kota besar. Pertanyaan pertama ialah, sampai batas apakah bisa mengandalkan jadwal-jadwal tersebut. Kedua, apa yang wajib dilakukan di kota-kota lain di negara-negara non Islam tersebut?
JAWAB:
Yang menjadi tolok ukur ialah kemantapan mukallaf. Jika ia tidak mempercayai bahwa jadwal-jadwal tersebut sesuai dan benar, maka ia wajib ber-ihtiyâth (bertindak berdasarkan kehati-hatian) dan menanti sampai yakin datangnya waktu syar’i.

SOAL 349:
Apa pendapat Anda tentang fajar shadiq dan fajar kadzib, apa taklif pelaku shalat dalam masalah ini?
JAWAB:
Standard syar’i tentang waktu shalat dan puasa adalah fajar shadiq. Penentuannya dikembalikan kepada penilaian mukallaf.

SOAL 350:
Di sebuah SMA full-time, para pengurus melaksanakan shalat Dhuhur dan Ashar secara berjamaah pada jam 2 siang, dan sebelum dimulainya pelajaran sore. Yang menyebabkan keterlambatan ialah bahwa pelajaran-pelajaran pada sesi pagi selesai sebelum waktu syar’i Dhuhur sekitar tiga per empat jam dan mempertahankan murid-murid sampai waktu Dhuhur syar’i sangatlah sulit. Dengan memperhatikan pentingnya shalat pada awal waktu, kami mohon pendapat Anda?
JAWAB:
Tidak ada larangan menunda shalat jamaah agar para mushalli (pelaku shalat) berkumpul, jika mereka tidak hadir pada awal waktu di sekolah.

SOAL 351:
Apakah wajib melakukan shalat dhuhur setelah adzan Dhuhur, dan melakukan shalat ashar setelah tiba waktunya, demikian juga shalat Maghrib dan Isya’?
JAWAB:
Ketika waktunya telah tiba, mukallaf boleh memilih antara menggabungkan atau memisahkan keduanya.

SOAL 352:
Apakah wajib menunggu pada malam-malam terang bulan untuk shalat subuh selama 15-20 menit, padahal jam saat ini tersedia dalam jumlah yang cukup dan bisa mendapatkan kepastian tentang terbitnya fajar?
JAWAB:
Tidak ada perbedaan antara malam-malam terang bulan dan malam-malam lainnya berkenaan dengan terbitnya fajar dan berkenaan dengan waktu fardhu subuh juga waktu wajib imsak untuk puasa, meskipun ihtiyâth dalam masalah ini tetap baik.

SOAL 353:
Apakah ukuran selisih waktu-waktu syar’i antara beberapa daerah dan yang dikarenakan perbedaan ufuk adalah sama dalam tiga waktu shalat harian? misalnya, perbedaan waktu dhuhur antara dua daerah ialah 25 menit, maka apakah hal ini juga berlaku pada waktu-waktu lainnya dan dengan ukuran yang sama, ataukah ia berubah pada waktu subuh dan Isya’?
JAWAB:
Hanya karena sama dalam ukuran selisih antara keduanya mengenai terbitnya fajar atau tergelincirnya matahari atau terbenamnya matahari tidak meniscayakan kesamaan pada waktu-waktu lainnya. Ukuran selisih antara bebagai kota biasanya justru tidak sama dalam tiga waktu shalat.

SOAL 354:
Ahlussunah melakukan shalat Maghrib sebelum Maghrib syar’i (waktu syar’i matahari terbenam). Apakah kami boleh pada hari-hari haji dan hari-hari lainnya berjama’ah dengan mereka dan cukup shalat dalam waktu tersebut?
JAWAB:
Belum diketahui secara pasti apakah mereka shalat sebelum masuk waktunya. Bergabung dalam jamaah dan bermakmum dengan mereka tidak ada masalah dan cukup, namun harus melakukan shalat pada waktunya kecuali jika dalam masalah waktu tersebut juga ber-taqiyyah
.

SOAL 355:
Matahari di Denmark dan Norwegia terbit pada jam 7 pagi terus bersinar hingga waktu Ashar sementara di negara terdekat lainnya pada waktu yang sama menunjukkan jam 12 malam. Apa taklif saya berkenaan dengan shalat dan puasa?
JAWAB:
Wajib mengikuti ufuk tempat tersebut berkenaan dengan waktu-waktu shalat harian, dan jika melakukan puasa menimbulkan kesulitan karena siangnya yang sangat panjang maka gugurlah puasa ada’ dan ia wajib meng-qadha-’nya.

SOAL 356:
Sampainya cahaya matahari ke bumi memerlukan waktu kira-kira 7 menit. Apakah tolok ukur berakhirnya waktu shalat subuh adalah terbitnya matahari ataukah ketika cahayanya telah sampai ke bumi?
JAWAB:
Tolok ukurnya ialah terbit dan terlihatnya matahari di ufuk tempat pelaku shalat.

SOAL 357:
Media masa mengumumkan waktu-waktu syar’i setiap hari pada hari sebelumnya. Apakah boleh berpegangan pada pengumuman tersebut dan menganggap bahwa waktu telah masuk setelah adzan dikumandangkan lewat radio dan televisi?
JAWAB:
Tolok ukurnya ialah kemantapan mukallaf tentang masuknya waktu.


SOAL 358:
Apakah waktu shalat bermula apabila adzan dimulai ataukah wajib menunggu sampai adzan tersebut berakhir baru memulai shalat? Apakah orang yang berpuasa boleh ifthar begitu adzan dimulai ataukah wajib menunggu sampai berakhir?
JAWAB:
Jika telah mantap bahwa adzan tersebut dimulai sejak masuknya waktu maka tidak wajib menunggu sampai berakhir.

SOAL 359:
Apakah sah shalat orang yang mendahulukan yang kedua atas yang pertama, seperti mendahulukan Isya’ sebelum Maghrib?
JAWAB:
Jika mendahulukannya karena keliru atau lupa sampai selesai shalat maka tidak ada masalah bahwa shalatnya sah. Jika melakukannya dengan sengaja maka shalatnya batal.

SOAL 360:
Dengan menghaturkan salam hormat dengan menyongsong datangnya bulan Ramadhan dan dengan memperhatikan perluasan beberapa desa serta sulitnya memastikan dengan tepat terbitnya fajar (masuknya watu Subuh), maka kami mengharap YM menerangkan kapan kita harus mulai berpuasa (imsak) dan melakukan shalat Subuh?
JAWAB:
Seyogyanya para Mukminin -semoga mereka mendapatkan perlindungan dari Allah SWT- memperhatikan ihtiyâth berkenaan dengan imsak puasa dan waktu shalat subuh, dengan melakukan imsak pada saat dimulainya adzan subuh dari media (radio) dan hendaknya melakukan shalat setelah berlalu 5 sampai 6 menit dari adzan.

SOAL 361:
Waktu shalat Ashar sampai adzan Maghrib atau sampai terbenam matahari? Pertengahan malam secara syar’i untuk (akhir) waktu Isya’ dan (kewajiban) baytutah (bermalam) di Mina jam berapa?
JAWAB:
Akhir waktu shalat Ashar adalah terbenamnya matahari. Berdasarkan ihtiyâth untuk shalat Maghrib dan Isya’ dan sejenisnya hendaknya malam itu dihitung dari awal terbenam matahari sampai adzan Subuh, oleh karena itu waktu akhir Maghrib dan Isya’ kira-kira setelah berlalu 11 jam setengah dari adzan Dhuhur, namun untuk baytutah di Mina harus dihitung dari tenggelam matahari sampai terbit matahari.

SOAL 362:
Jika seseorang pada saat melakukan shalat ashar ingat bahwa belum melakukan shalat Dhuhur, apa yang harus dilakukan?
JAWAB:
Jika ia melakukan shalat Ashar karena menduga telah melakukan shalat Dhuhur sebelumnya, dan dia lakukan shalat Ashar tersebut pada waktu musytarak antara Dhuhur dan Ashar, maka dia harus langsung merubah niat Ashar menjadi Dhuhur, kemudian setelah salam dia melakukan shalat Ashar. Jika hal itu terjadi pada waktu khusus Dhuhur, maka berdasarkan ihtiyâth dia wajib merubah niatnya menjadi shalat Dhuhur, kemudian setelah selesai dia bangun lagi untuk melakukan shalat Dhuhur kemudian Ashar. Hal itu juga berlaku pada Maghrib dan Isya’

Kebohongan Ulama wahabi Syaikh Shalih Fawzan Dalam Mengutip Hadis Tsaqalain

Kita tahu bahwa Wahabi Nashibi tidak mau mengikuti Ahlul Bait (as), ucapan mereka tentang kecintaan kepada Ahlul Bait adalah kepalsuan dan omong kosong, sudah jelas mereka adalah pengikut ajaran bani umayyah sebagaimana imam mereka Ibn Taymiyah. Dan itulah sebabnya, mereka sering mencoba untuk menyembunyikan kata-kata yang sebenarnya dari Rasulallah saw mengenai Tsaqalain, yaitu KITABULLAH dan ITRAH AHLUL BAIT.

Sekarang mari kita lihat apa yang dikatakan Ulama Wahabi, Syaikh Shalih Fawzan, dalam kitabnya Muhadharat fi Al-Aqidah wa Al-Da’wah” (4/253) :

“Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, Kitabullah dan Sunnahku

Dalam catatan kaki ia menyebutkan referensi dari Sunan Tirmidzi  no.3788 , padahal dalam Sunan Tirmidzi Hadist no.3788 berbunyi :

حدثنا علي بن المنذر كوفي حدثنا محمد بن فضيل قال حدثنا الأعمش عن عطية عن أبي سعيد و الأعمش عن حبيب بن أبي ثابت عن زيد بن أرقم رضي الله عنهما قالا : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أحدهما أعظم من الآخر كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض وعترتي أهل بيتي ولن يتفرقا حتى يردا علي الحوض فانظروا كيف تخلفوني فيهما

Rasulullah saw bersabda : ‘“Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, yang mana yang satunya lebih besar dari yang lainnya, yaitu Kitab Allah, yang merupakan tali penghubung antara langit dan bumi, dan ‘itrah Ahlul Baitku. Keduanya tidak akan pernah berpisah sehingga datang menemuiku di telaga. Maka perhatikanlah aku dengan apa yang kamu laksanakan kepadaku dalam keduanya”

Jelas sekali bahwa dalam Sunan Tirmidzi riawayat no 3788 menyebutkan kata KITABULLAH dan ITRATI AHLUL BAITbukan SUNNATI sebagaimana yang di katakan oleh Ulama Wahabi tersebut..!

ini link kitab Sunan Tirmidzi (online) dan capture  :

[ سنن الترمذي ]

الكتاب : الجامع الصحيح سنن الترمذي

المؤلف : محمد بن عيسى أبو عيسى الترمذي السلمي

http://www.islamport.com/w/mtn/Web/2997/6051.htm

dan ini scan Sunan Tirmidzi :

    Cerpen Kisah Benar:Nenek Moyang Enta Syiah?

    Cerpen berikut adalah sebuah kisah benar…

    Baru-baru ni ana bertemu dengan seorang usahawan (dah bertemu banyak kali sebelum tu) di rumah persinggahan beliau. Beliau berasal dari Sarawak tetapi perniagaannya di Kuantan (Rumah isteri kedua). Dalam pertemuan terbaru itu, sambil duduk di atas lantai kami bersembang-sembang hal bisnis. Tiba-tiba beliau bertanyakan hal Syiah dan perbezaaannya dengan ASWJ kerana kebelakangan ini seriang beliau mendengar berita berkaitan Syiah yang kononnya sesat.

    Maka ana menerangkannya dengan mengambil contoh berwudhu’, Solat, Waktu Solat Maghrib dan Subuh, dan Masa Berbuka dan Sahur. .

    Sewaktu membicarakan perbezaan dalam solat maka beliau beberapa kali mencelah dengan mengatakan arwah datuknya dulu juga solat begitu dan sering mengomel-ngomel bahawa orang lain hanya solat 2 rakaat sahaja (sebab telah memberi salam pada tasyahhud awal).

    Selain dari itu datuknya juga masih lagi makan hampir 20 minit selepas azan subuh waktu bersahur dalam bulan Ramadhan, melewatkan solat maghrib, berpesan banyak kali kepadanya agar bersalawat dengan salawat yang penuh (cara syiah, apabila ana bacakannya untuk menerangkan bacaan dalam tasyahhud).

    Sewaktu awal penerangan tentang solat (cara Syiah) iaitu berdiri dengan tgn lurus maka usahawan tersebut juga menyatakan bahawa datuknya juga melakukan yang sedemikian dan ana menyatakan bahawa dalam Mazahab Maliki juga tgn lurus waktu solat.

    Setelah habis penerangan ana kepadanya beliau kelihatan seperti excited dan terpancar kegembiraan di raut mukanya seolah-olah mendapat satu kepuasan. Beliau kelihatan bertenaga walaupun sebelum itu beliau nampak lesu kerana beliau telah tidak kurang dari 5 kali dimasukkan ke hospital akibat sakit jantung. Ana hanya memandang tepat ke wajahnya sambil tersenyum dan membiarkan keadaannya yang sedang excited itu beberapa minit.

    Kemudian ana bertanya kepadanya berapa umur datuknya? Beliau katakan bahawa datuknya telah meningal pada tahun 70an dahulu pada usia 120 tahun! Dalam minda ana telah berlegar sesuatu yang akan ana sebutkan padanya dan ana dapat merasakan bahawa ianya akan menjadi suatu kejutan kepadanya!

    Maka sambil terenyum lebar ana katakan:
    “Ada satu perkara lagi yang saya tidak sebut kan perbezaan antara Syiah dan ASWJ dalam solat iaitu ketika sujud. Walaupun perlakuan sujud adalah sama dan bacaannya juga hampir sama tetapi ada satu perbezaan yang saya tidak sebutkan tadi.”
    Beliau bertanya:
    “apa dia?”
    Ketika ini beliau seoalah merasakan ada sesuatu yang sangat menggemparkannya kerana jika tidak, masakan ana menyimpannya hingga kehujung penerangan ana.

    Senyuman ana semakin melebar dan ana katakan:
    “Perbezaannya sewaktu sujud ialah… orang ASWJ mereka sujud seperti mana lazim yang kita boleh lihat, tetapi orang Syiah, mereka akan sujud di atas seketul tanah.”

    Hampir mahu melompat beliau dengan mulut yang separuh ternganga, lantas menepuk tangannnya ke lantai beliau bersuara:
    “Patutlah bila datuk aku solat, dia selalu berpesan dan cukup marah kalau ada sesiapa yang cuba mengalihkan sehelai kain (seperti sapu tangan) yang diletakkan di tempat sujud dan di atas kain itu ada sekeping tanah yang dah dikeraskan!”
    “Dan, kalau dia ke kebun, datuk aku akan solat di satu tempat khusus untuknya solat (yang telah dibersihkan) dengan tak ada sebarang alas. Solat terus atas tanah!!”

    Hampir minitiskan air mata seraya di dalam hati ana berkata “Subhanallah!!” dan kemudian ana katakan kepadanya:
    “Datuk kamu adalah seorang yang bermazahab Syiah dan pencinta Ahlul Bait!”

    Pokok terpecahnya Sunni dan Syi’ah

    Pusat perdebatan antara Ahlus Sunnah dan Syi’ah berkisar pada masalah Imamah (yaitu Aimmatal Ma’shumin). Pentingnya Imamah adalah begitu besarnya sehingga Ulama Syi’ah menganggap orang-orang yang menolak Imamah dalam bahaya. Ulama Sunni menganggap orang-orang yang menerima doktrin Imamah Syi’ah akan menjadi zindiq

    Sebagian besar polemik perdebatan antara Sunni dan Syi’ah berputar di sekitar isu-isu seperti Mut’ah, Matam, Saqifah, Ghadir Khum, Fadak, dan isu-isu selain itu. Namun, masalah mendasar yaitu perdebatan-Imamah-adalah seringkali diabaikan.

    Setiap perselisihan lain Syiah dengan Sunni [selain Imamah] berakar pada desakan Syiah pada Imamah sebagai prinsip Islam, baik dalam keyakinan maupun praktek. Dari pandangan dan interpretasi berbeda mengenai sejarah, sistem yang sama sekali berbeda dari koleksi Hadis dan otentikasi, dan perilaku yang berbeda dari mempraktekan Islam, semua ketidaksamaan tersebut dapat ditelusuri kembali mengarah kepada Imamah sebagai doktrin dalam iman Syiah.

    Oleh karena adalah sangat beralasan bahwa fokus dari setiap pencarian kebenaran yang serius akan dimulai dan diakhiri dengan prinsip Imamah dalam pikiran dari pencari kebenaran. Mencoba untuk meneliti tentang perbedaan antara Syiah dan Sunni tanpa mempertimbangkan dogma Imamah sebagai titik menempel utama akan menyebabkan argumen buntu dan sia-sia. Saya secara pribadi telah menyaksikan sejumlah diskusi Sunni-Syi’ah yang dengan cepat turun ke dalam kekacauan karena satu sisi atau keinginan lain untuk membahas suatu subjek yang kurang mendasar.

    Aman untuk mengatakan bahwa jika Syi’ah tidak percaya pada konsep Imamah, maka mereka tidak akan dianggap sebagai sekte yang terpisah. Masalah-masalah lain pertentangan antara Sunni dan Syi’ah hanyalah konsekuensi dari Imamah. Oleh karena itu, Imamah dan keabsahannya dalam Al-Qur’an adalah isu utama pertentangan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Syi’ah.

    Imamah

    Sebelum kita melanjutkan, penting untuk menyatakan apa sebenarnya yang dimaksud dengan doktrin Imamah Syi’ah tersebut.

    Doktrin Imamah Syi’ah: Selain dari para nabi, ada sekelompok orang yang ditunjuk oleh Allah yang disebut imam. Mereka ini adalah orang yang memiliki Ismah (kemaksuman) dan memiliki akses ke suatu pengetahuan yang tidak dapat diakses oleh orang biasa. Dunia tidak boleh kosong dari seorang Imam, jika tidak maka akan dihancurkan. Dalam konteks Islam, orang-orang ini adalah dua belas orang di antara keturunan Nabi (صلى الله عليه وآله وسلم) yang tidak ditunjuk oleh seorang pun kecuali oleh Allah (عز و جل) sendiri untuk memimpin umat Islam. Siapapun yang memilih pemimpin selain dua belas imam ini adalah sesat dan tidak beriman sempurna. Imam ke dua belas (terakhir) dari para imam tersebut adalah al-Mahdi dan, meskipun ia telah di okultasi selama lebih dari seribu tahun, ia akan kembali ketika Allah (عز و جل) menghendaki dan kemudian keadilan akan menang.

    Pentingnya Imamah dalam Ajaran Syi’ah

    Doktrin Imamah di atas adalah keyakinan inti dari Syi’ah. Kaum Syi’ah mempertimbangkan lima hal keyakinan sebagai dasar agama. Yaitu:

    1. Tauhid (Keesaan Allah)

    2. Nubuwwah (kenabian)

    3. Ma’ad (hari kiamat)

    4. Adl (Keadilan Allah)

    5. Imamah (doktrin di atas)

    Imamah dianggap oleh Syi’ah sebagai salah satu dasar [Ushuluddin] agama.

    Dalam Syi’ah, agama dibagi menjadi Ushuluddin dan Furu’uddin. Ushuluddin adalah prinsip-prinsip keyakinan agama, analog dengan Rukun Iman dalam Sunni. Furu’uddin berkaitan dengan praktek dalam agama, seperti shalat, puasa, haji, dan sebagainya.

    Untuk memperkenalkan pembaca dengan apa yang merupakan Ushuluddin dalam Syi’ah, saya akan mengutip saluran berikut dari buku Allamah Muhammad Husain al-Kashiful Gita “Aslul Syi’ah wa Ushuluha”:

    “Hal-hal yang menyangkut pengetahuan atau hikmat, disebut Ushuluddin (dasar-dasar agama) dan itu adalah lima: Tauhid, Nabuwwah, Imamah, ADL, dan Ma’ad.” [“Aslul Syi’ah wa Ushuluha, Bagian II: Dasar-dasar Agama “, p.218]

    Dengan pengertian yang sama, sarjana Syi’ah Muhammad Ridha Muzaffar menyatakan: “Kami percaya bahwa Imamah adalah salah satu dasar Islam (Ushuluddin), dan bahwa iman manusia tidak akan pernah lengkap tanpa adanya kepercayaan padanya.”

    … Isu yang nyata dari pertentangan [antara Sunni dan Syi’ah] adalah sehubungan dengan [kepercayaan] Imamah. Sebagaimana [sarjana Syi’ah] Allamah Kashiful Gita menyebutkan: “Ini adalah pertanyaan tentang Imamah yang membedakan sekte Syi’ah dari semua sekte lain. Perbedaan lainnya tidak mendasar, itu adalah masalah furu’ (yaitu sekunder) “[ASL-ul-Syi’ah wa Ushuluha, hal.221]

    Dengan demikian, pentingnya Imamah dalam Syi’ah lebih dari pentingnya Shalat (doa); Imamah dianggap Ushuluddin [yaitu Mendasar] sedangkan Sholat adalah Furu’uddin [dgn kata lain sekunder]. Akan akurat untuk mengatakan bahwa Furu’uddin adalah konsekuensi langsung dari Ushuluddin. Imamah dianggap sebagai pilar paling penting Islam. Dan Imamah yang kita bahas di sini adalah tidak berarti “kepemimpinan” karena Sunni-pun dan juga setiap kelompok dalam Islam -menganggap kepemimpinan menjadi isu penting. Ketika kita menyebut “Imamah” di sini, kita sedang mengacu kepada doktrin khusus Syi’ah yaitu para pemimpin maksum yang ditunjuk oleh Allah yang harus diikuti.

    Paham Imamah ‘ala Syi’ah

    Begitu pentingnya soal Imamah bagi para ulama Syi’ah dapat dilihat dari pandangan mereka tentang orang-orang yang menolak Imamah. Mari kita lihat apa yang situs Syi’ah populer, Al-Shia.com, telah mengatakan tentang ini:

    Al-Shia.com berkata :

    :“فيمن جحد إمامة أمير المؤمنين والائمة من بعده عليهم السلام بمنزلة ( 6 ) من جحد نبوة الانبياء عليهم السلام . واعتقادنا ”
    “فيمن أقر بأمير المؤمنين وأنكر واحدا من بعده من الائمة عليهم السلام أنه بمنزلة من آمن بجميع الانبياء ثم أنكر بنبوة محمد صلى الله عليه وآله “

    Imam Al-Saduk berkata, “keyakinan kita adalah bahwa orang yang menolak Imamah dari Amirul Mukminin (Ali) dan para Imam sesudah beliau, sama posisinya seperti orang yang menolak kenabian dari Sang Nabi.”

    Lebih lanjut, beliau berkata: “dan keyakinan kita adalah orang yang menerima Amirul Mukminin (Ali) tetapi menolak salah seorang Imam sesudahnya, sama posisinya seperti orang yang percaya kepada semua Nabi tetapi menolak kenabian Muhammad (Saw).”

    Syaikh Mufid menyatakan:

    Imamiyyah bersepakat (Ijma’) bahwa orang yang menolak Imamah dari salah satu Imam dan menolak ketaatan terhadap mereka dimana Allah telah perintahkan adalah sesat.”

    Oleh karena itu, kita melihat bahwa masalah Imamah adalah bukan perkara yang bisa dianggap enteng. Di satu sisi, para ulama syi’ah mengatakan bahwa mereka yang menolak Imamah adalah sesata. Di sisi yang lain, Ulama Sunni mengatakan bahwa mereka yang menerima doktrin Imamah ala Syi’ah adalah benar-benar dalam kesalahan total