
BERIKUT INI AKAN DITAMPILKAN BEBERAPA TULISAN TENTANG SEJARAH KELAHIRAN GERAKAN WAHAB-IME DIDUNIA ISLAM.1) SEJARAH HITAM KAUM WAHABIOleh: MN HarisudinSejarah NU adalah sejarah perlawanan terhadap kaum Wahabi. Seperti dituturkan KH Abd. Muchith Muzadi, sang Begawan NU dalam kuliah Nahdlatulogi di Ma’ had Aly Situbondo dua bulan yang silam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan atas dasar perlawanan terhadap dua kutub ekstrem pemahaman agama dalam Islam. Yaitu: kubu ekstrem kanan yang diwakili kaum Wahabi di Saudi Arabia dan ekstrem kiri yang sekuler dan diwakili oleh Kemal Attartuk di Turki, saat itu. Tidak mengherankan jika kelahiran Nahdlatul Ulama di tahun 1926 M sejatinya merupakan simbol perlawanan terhadap dua kutub ekstrem tersebut.
Hanya saja, kali ini, karena keterbatasan space, saya akan membatasi tulisan ini pada bahasan kutub ekstrem yang pertama, Wahabi. Pun bahwa saya akan membatasi pembahasan Wahabi secara khusus pada sejarah kelamnya di masa lampau, belum pada doktrin-doktrin, tokoh-tokohnya atau juga yang lainnya. Saya berharap bahwa fakta sejarah ini akan dapat kita gunakan untuk memprediksi kehidupan sosial keagamaan kita di masa-masa yang akan datang. Karena bagaimanapun juga, apa yang dilakukan oleh kaum Wahabi saat itu merupakan goresan noda hitam. Goresan noda hitam inilah yang kini mengubah wajah Islam yang sejatinya pro damai menjadi sangat keras dan mengubah Islam yang semula ramah menjadi penuh amarah.
***
Sebagaimana dimaklumi, kaum Wahabi adalah sebuah sekte Islam yang kaku dan keras serta menjadi pengikut Muhammad Ibn Abdul Wahab. Ayahnya, Abdul Wahab, adalah seorang hakim Uyainah pengikut Ahmad Ibn Hanbal. Ibnu Abd Wahab sendiri lahir pada tahun 1703 M/1115 H di Uyainah, masuk daerah Najd yang menjadi belahan Timur kerajaan Saudi Arabia sekarang. Dalam perjalanan sejarahnya, Abdul Wahab, sang ayah harus diberhentikan dari jabatan hakim dan dikeluarkan dari Uyainah pada tahun 1726 M/1139 H karena ulah sang anak yang aneh dan membahayakan tersebut. Kakak kandungnya, Sulaiman bin Abd Wahab mengkritik dan menolak secara panjang lebar tentang pemikiran adik kandungnya tersebut (as-sawaiq al-ilahiyah fi ar-rad al-wahabiyah). (Abdurrahman Wahid: Ilusi Negara Islam, 2009, hlm. 62)
Pemikiran Wahabi yang keras dan kaku ini dipicu oleh pemahaman keagamaan yang mengacu bunyi harfiah teks al-Qur’an maupun al-Hadits. Ini yang menjadikan Wahabi menjadi sangat anti-tradisi, menolak tahlil, maulid Nabi Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya. Pemahaman yang literer ala Wahabi pada akhirnya mengeklusi dan memandang orang-orang di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam. Dus, orang Wahabi merasa dirinya sebagai orang yang paling benar, paling muslim, paling saleh, paling mukmin dan juga paling selamat. Mereka lupa bahwa keselamatan yang sejati tidak ditunjukkan dengan klaim-klaim Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yang ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.
Namun, ironisnya pemahaman keagamaan Wahabi ini ditopang oleh kekuasaan Ibnu Saud yang saat itu menjadi penguasa Najd. Ibnu Saud sendiri adalah seorang politikus yang cerdas yang hanya memanfaatkan dukungan Wahabi, demi untuk meraih kepentingan politiknya belaka. Ibnu Saud misalnya meminta kompensasi jaminan Ibnu Abdul Wahab agar tidak mengganggu kebiasaannya mengumpulkan upeti tahunan dari penduduk Dir’iyyah. Koalisipun dibangun secara permanen untuk meneguhkan keduanya. Jika sebelum bergabung dengan kekuasaan, Ibnu Abdul Wahab telah melakukan kekerasan dengan membid’ahkan dan mengkafirkan orang di luar mereka, maka ketika kekuasaan Ibnu Saud menopangnya, Ibnu Abdul Wahab sontak melakukan kekerasan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
Pada tahun 1746 M/1159 H, koalisi Ibnu Abdul Wahab dan Ibnu Saud memproklamirkan jihad melawan siapapun yang berbeda pemahaman tauhid dengan mereka. Mereka tak segan-segan menyerang yang tidak sepaham dengan tuduhan syirik, murtad dan kafir. Setiap muslim yang tidak sepaham dengan mereka dianggap murtad, yang oleh karenanya, boleh dan bahkan wajib diperangi. Sementara, predikat muslim menurut Wahabi, hanya merujuk secara eklusif pada pengikut Wahabi, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Unwan al-Majd fi Tarikh an-Najd. Tahun 1802 M /1217 H, Wahabi menyerang Karbala dan membunuh mayoritas penduduknya yang mereka temui baik di pasar maupun di rumah, termasuk anak-anak dan wanita.
Tak lama kemudian, yaitu tahun 1805 M/1220 H, Wahabi merebut kota Madinah. Satu tahun berikutnya, Wahabi pun menguasai kota Mekah. Di dua kota ini, Wahabi mendudukinya selama enam tahun setengah. Para ulama dipaksa sumpah setia dalam todongan senjata. Pembantaian demi pembantaian pun dimulai. Wahabi pun melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan bersejarah dan pekuburan, pembakaran buku-buku selain al-Qur’an dan al-Hadits, pembacaan puisi Barzanji, pembacaan beberapa mau’idzah hasanah sebelum khutbah Jumat, larangan memiliki rokok dan menghisapnya bahkan sempat mengharamkan kopi.
Tercatat dalam sejarah, Wahabi selalu menggunakan jalan kekerasan baik secara doktrinal, kultural maupun sosial. Misalnya, dalam penaklukan jazirah Arab hingga tahun 1920-an, lebih dari 400 ribu umat Islam telah dibunuh dan dieksekusi secara publik, termasuk anak-anak dan wanita. (Hamid Algar: Wahabism, A Critical Essay, hlm. 42). Ketika berkuasa di Hijaz, Wahabi menyembelih Syaikh Abdullah Zawawi, guru para ulama Madzhab Syafii, meskipun umur beliau sudah sembilan puluh tahun. (M. Idrus Romli: Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi, 2010, hlm. 27). Di samping itu, kekayaan dan para wanita di daerah yang ditaklukkan Wahabi, acapkali juga dibawa mereka sebagai harta rampasan perang.
Di sini, setidaknya kita melihat dua hal tipologi Wahabi yang senantiasa memaksakan kehendak pemikirannya. Pertama, ketika belum memiliki kekuatan fisik dan militer, Wahabi melakukan kekerasan secara doktrinal, intelektual dan psikologis dengan menyerang siapapun yang berbeda dengan mereka sebagai murtad, musyrik dan kafir. Kedua, setelah mereka memiliki kekuatan fisik dan militer, tuduhan-tuduhan tersebut dilanjutkan dengan kekerasan fisik dengan cara amputasi, pemukulan dan bahkan pembunuhan. Ironisnya, Wahabi ini menyebut yang apa yang dilakukannya sebagai dakwah dan amar maruf nahi mungkar yang menjadi intisari ajaran Islam.
***
Membanjirnya buku-buku Wahabi di Toko Buku Gramedia, Toga Mas, dan sebagainya akhir-akhir ini, hemat saya, adalah merupakan teror dan jalan kekerasan yang ditempuh kaum Wahabi secara doktrinal, intelektual dan sekaligus psikologis terhadap umat Islam di Indonesia. Wahabi Indonesia yang merasa masih lemah saat ini menilai bahwa cara efektif yang bisa dilakukan adalah dengan membid’ahkan, memurtadkan, memusyrikkan dan mengkafirkan orang yang berada di luar mereka. Jumlah mereka yang minoritas hanya memungkinkan mereka untuk melakukan jalan tersebut di tengah-tengah kran demokrasi yang dibuka lebar-lebar untuk mereka.
Saya yakin seyakin-yakinnya jika suatu saat nanti kaum Wahabi di negeri ini memiliki kekuasaan yang berlebih dan kekuatan militer di negeri ini, mereka akan menggunakan cara-cara kekerasan dengan pembantaian dan pembunuhan terhadap sesama muslim yang tidak satu paham dengan mereka. Jika wong NU, jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dan ormas lain yang satu barisan dengan keislaman yang moderat dan rahmatan lil alamien tidak mampu membentenginya, saya membayangkan Indonesia yang kelak menjadi Arab Saudi jilid kedua. Saya tidak dapat membayangkan betapa mirisnya jika para kiai dan ulama kita kelak akan menjadi korban pembantaian kaum Wahabi, terutama ketika mereka sedang berkuasa di negeri ini. Naudzubillah wa naudzubilah min dzalik.
Wallahualam. **
* Wakil Sekretaris PCNU Jember, Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Nahdaltul Ulama Jember, PW Lajnah Talif wa an-Nasyr NU Jawa Timur dan kini menjabat sebagai Deputi Direktur Salsabila Group.
(sUMBER: http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/4/32688/Kolom/Sejarah__Hitam__Kaum_Wahabi.html)
2) WAHABI ANCAMAN BAGI MANUSIA
BISAKAH ANDA MEMBAYANGKAN, SEANDAINYA WAHABISME MENGUASAI DUNIA?
BAGAIMANAKAH MEREKA AKAN MEMBERLAKUKAN UMAT MUSLIM YANG BERBEDA MAZHAB DENGAN WAHABI?
BAGAIMANA PERLAKUANNYA TERHADAP MUSLIM YANG TIDAK 100% SEPAHAM?
LALU APA YANG DILAKUKAN TERHADAP NON MUSLIM?
LALU APA YANG DILAKUKAN TERHADAP MANUSIA YANG TIDAK BERAGAMA?
SEJARAH MENCATAT BAHWA DIAWAL PERTUMBUHANNYA, MELALUI KOLABORASI DENGAN IBNU SAUD MEREKA MAMPU MELAWAN KEKALIFAHAN UTSMANIYAH, MEMBUNUH PARA SAYYID (KETURUNAN RASULULLAH), ULAMA SUNNI YANG TIDAK SEHALUAN, ULAMA SYIAH, DAN MUSLIM LAINNYA YANG TIDAK MENGIKUTI WAHABISME, DAN BAHKAN KETIKA MEKKAH DAN MADINAH DIKUASAI MEREKA PADA AWALNYA MEMAKSAKAN KEHENDAK UNTUK MEMBERLAKUKAN “PAHAM WAHABISME” SEBAGAI SATU-SATUNYA “PEDOMAN” NAMUN AKHIRNYA MENDAPAT PENENTANGAN LUAS DARI DUNIA ISLAM.
BERIKUT SATU LAGI TULISAN TENTANG WAHABISME:
هُنَاكَ)النجد) الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
(Disanalah Annajd munculnya malapetaka dan kesesatan (fitnah), dan disana pula muncul tanduk syaetan)
Sahih Bukhari 1037 dan 7094
Pembahasan Wahabi :
1. Definisi Kelompok Wahabi
2. Pentingnya Pembahasan Wahabi
3. Sejarah Kemunculan Wahabi :
a. Cikal Bakal Ajaran :
· Sampai Abad ke-4 H (Khawarij, Marwan, Hijaj Ibn Yusuf, Barbahari, Ibn Bathah)
· Di Abad 7 H (Ibn Taimiah)
b. Pendiri resmi : Muhammad bin Abdul Wahab
· Sejarah Singkat Muhammad bin abdul Wahab
· Reaksi dari keluarga dan para ulama zaman itu.
c. Sejarah singkat berdirinya Kerajaan Wahabi (saud)
d. Efek Gerakan Wahabi di timur tengah
· Perpecahan umat Islam
· Pembantaian umat Islam
· Penghilangan Sejarah
4. Wahabi Dan dunia Politik :
· Kerajaan Saud dan amerika dan Israel.
· Konspirasi terorisme dan peran raja saudi dalam terorisme
· Pembohongan Pemberitaan di Indonesia
5. Ajaran Umum Wahabi :
a. Aqidah Ketuhanan : Tajsim
b. Fatwa dan pandangan: Takfir, Bid’ah, pengharaman Tawasul syafaat, ziarah kubur, peringatan hari besar, Penghinaan Makam aulia, Pembelaan terhadap munafik dan khawarij,
c. Perbedaan dan persamaan Wahabi dan Ahlussunnah
· Persamaan : Dalam Mashadir Hadits, Permasalahan Sahabat
· Perbedaan : Permasalahan Ketuhanan dan fiqih.
6. Isu Wahabi Terhadap Syiah:
Simulasi Jawaban dll…
1. Definisi Kelompok wahabi pendekatan
Wahabi adalah sebuah golongan dari Islam yang mengikuti Ajaran Ibn Taimiah dan Muhammad Ibn Abdulwahab dan memposisikan dirinya sebagai ajaran Ahlussunnah waljamaah dan mengatasnamakan dirinya sebagai satu2nya ajaran Islam serta menafikan bahkan mengkafirkan golongan lainnya. (definisi penulis)
2. Pentingnya Pembahasan Wahabi
a. Mengetahui salah satu penyebab pemecah belah umat.
b. Mengetahui siasat licik yang dapat meruntuhkan peradaban Islam.
c. Dapat menjawab segala isu dan fitnah wahabiah.
d. Memahami perbedaan antara Suni dan Wahabi.
3. Sejarah Kemunculan Wahabi :
a. Cikal Bakal Ajaran :
· Sampai ke abad ke-4 Hijriah
a. Ajaran Khawarij pembenci Ahlul Bait yang terdapat di dalam hadits-hadits mereka dan diperkuat oleh mereka seperti Ikrimah albarbari yang meriwayatkan ahlulbait nabi adalah istri-istri, nabi, dan banyak pula perawi-perawi di dalam kitab bukhari yang menggunakan kaum wahabi.
(Ciri Khas dari pemikiran khawarij adalah pembenci ahlul bait as yang mana digunakan pula pemikiran ini oleh kaum wahabi)
b. Marwan
- ، قال : أقبل مروان يوما فوجد رجلا واضعا وجهه على القبر ، فأخذ برقبته وقال : أتدري ما تصنع ؟ قال : نعم ، فأقبل عليه فإذا هو أبو أيوب الأنصاري رضي الله عنه ، فقال : جئت رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم آت الحجر سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يقول : « لا تبكوا على الدين إذا وليه أهله ، ولكن ابكوا عليه إذا وليه غير أهله
Musnad Ahmad 5/422, mustadrak 4/515
c. Hijaj Ibn Yusuf
وخطب الحجاج بالكوفة فذكر الذين يزورون قبر رسول الله ص بالمدينة فقال تبا لهم إنما يطوفون بأعواد ورمة بالية هلا طافوا بقصر أمير المؤمنين عبد الملك أ لا يعلمون أن خليفة المرء خير من رسوله
Nahjul Balaghah syarah Ibn abi Hadid 15/242
d. Barbahari (salah satu ulama Hanbali (w 329 H)
· Melarang Ziarah kubur Rasulullah dan lainnya dan menganggapnya ajaran sesat
· Memusuhi mazhab lainnya
Nasywar almuhadharah 2/134
e. Ibn Batthah (salah satu ulama Hanbali w 387 H )
· Melarang Berziarah ke makan Rasulullah saww dan menganggapnya sebagai maksiat dan bertolak belakang dengan ajaran rasulullah saww
(Kitab Radd ala Al-Akhnai hal.28, Ibn taimiah).
· Melarang Adzan dan mengaji dengan nada
(As-Syarh al-Ibanah Ala Ushul Assunnah wal amanah 89)
· Di abad 7 Hijriah (Ibn Taimiah) sebagai akar ajaran Wahabiah
Nama : Ahmad ibn abdil halim ibn Abdussalam taqiuddin abu alabbas ibn Taimiah alharani, lahir di harran demisyk 661 dan meninggal di Dmesyk tahun 728 H.
Menurut sebagian peneliti bahwa Taimiah adalah nama dari keturunan atau kabilah ibunya, seperti halnya Amr ibn Ash yang merupakan hasir dari wanita yang dikumpuli bersama2 dan tidak dikenal siapa bapaknya maka dinamakan nama dari keturunan ibunya dari Al-Ash, begitu juga Ibn Taimiah, yang mana Muhammad ibn Alhadhar tidak mengetahui ayahnya , dan ibunya melahirnya di “taima” ketika datang ke kota Harran, dinamakan “Taimiah” [1]
Kisah singkat :
Sejarah Singkat Ibn Taimiah
Ibn Katsir mengatakan : Jamaah dari para Fuqaha menuntut kepadanya (karena pemikiran aqidah tajsim — mentajsimkan Tuhan) dan bermaksud menyidangkannya dalam sebuah majelis Hakim Jalaluddin Al-hanafi , dia (ibn Taimiah) tidak hadir , dan dia menyeru di sebuah negeri kepada aqidahnya yang dimana kadang dia ditanya oleh Ahli hammat, dinamakan hamawiyyah…(ditulis oleh ulama suni Syeikh Atha Almakki dalam As-Sharim Alhindi fi unuqil najdi) Dan di tahun 705 Hijriah terjadi perdebatan antara Ibn taimiah dan Syarihah dari Hakim Agung, kemudian keluarlah hukuman (peraturan) menyingkirkannya ke Mesir… kemudian tahun 706 Hijriah Al-Amir saifuddin salar seorang wakil di mesir ,Ketiga hakim mazhab yakni dari mazhab As-Syafei, almaliki dan hanbali, dan para fuqaha dari Albaji, Aljazari, Annamuwari mereka semua menyidangkan Ibn taimiah dan memutuskan untuk mengeluarkannya dari penjara dan mengasingkannya , kemudian dikarenakan terlihatnya dia kembali dengan sebagian keyakinannya pada yang benar. Oleh sebab itu mereka membebaskannya dan memberikan kesempatan untuk tinggal di Mesir, akan tetapi tahun 707 Ibn atha menuduhnya dan melaporkan kepada Hakim Agung Badruddin ibn aljamaah: Bahwa dalam pemikiran Ibn taimiah terlihat tidak sopan (penghinaan) terhadap keagungan Nabi saww , kemudian terbukti dengan dipenjarakannya kembali sampai tahun 798 hijriah kemudian dibuang ke Iskandariah. Kemudian keluar darinya (Ibn Taimiah) Fatwa yang aneh…kemudian dipenjara lagi… dan dikurung di penjara Demesky… kemudian dilarang dari penulisan.
..wafat tahun 728 H
(Diterjemahkan dalam tulisan ulama suni Risalah As-Syeikh Abdullah ibn Isa Almuisi), bisa juga anda lihat dalam kitab Ad-Durar al-kaminah penulis Ibn Hajar Atsqalani, mengenai berbagai penolakan ulama suni di zamannya.
Mengenai tulisan Bukti2 dari tulisan Ibn Taimiah yang mengecilkan keagungan nabi dan menghina ahlulbaitnya bisa anda lihat salah satunya dari penulis ulama suni Mahmud As-sayyid Syarif shabih dalam kitabnya akhtha ibn Taimiyyah fi haq rasulillah wa ahlilbaitihi Daaru zainalabidin Beirut –Libanon…
Dalam Sejarah singkat Ibn Taimiah bisa kita pahami bahwa :
1. Dia bukanlah seseorang yang dilihat orang penting di masanya oleh para ulama dan hakim agung suni serta masyarakat muslim lainnya.
2. Dia di masanya menyebarkan fitnah terhadap agama sehingga dihukum dengan hukuman penjara dan diasingkan
3. Pandangannya dipandang oleh hakim Agung suni berlawanan dengan aqidah Suni dalam mazhab syafei, maliki, hanafi bahkan hanbali sekalipun, serta para ulama dan para fuqaha lainnya berlawanan dengan pandangannya.
4. Pada Ibn Taimiah terdapat pandangan mengecilkan keagungan rasullah dilihat dari pandangan para hakim agung suni dan para fuqaha.
5. Dalam masalah ketuhanan berlawanan dengan umumnya keyakinan Ulama suni, aqidah Ibn Taimiah makruf dengan aqidah Tajsim dan tasybih tuhan… yang pada akhirnya aqidah ini dilanjutkan oleh para pengikutnya dari kaum wahabiah.
Anda bisa lihat dalam kitabnya Bayan At-Talbis Aljahmiah sangat jelas didalamnya menggambarkan dan menjismikan tuhan dengan makhluknya yang hal ini ditentang oleh ulama Suni khususnya dan islam umumnya.
b. Pendiri resmi : Muhammad bin Abdul wahab
· Sejarah Singkat :
Disini kami hendak mengulas sedikit sejarah dan pandangan dari Muhammad bin abdul wahhab serta penentangan dari para ulama suni terhadapnya :
1. Kelahirannya
Muhammad bin Abdullah lahir di kota uyainah di daerah “NAJD” arab tahun 1115 H. Dalam pengakuannya dia menggunakan mazhab Hanbali (yang walaupun kenyataannya bertolak belakang dengan pemikiran Hanbali-pen) Dimasa tingkatan belajar bahasanya, guru-gurunya mengkhawatirkannya dikarenakan kecenderungan pemikirannya yang menyeleweng.
Telah makruf bahwa pemikiran yang dibawanya mengatasnamakan mazhab hanbaliah dan hal tersebut sudah dilakukan dahulu oleh Ibn Taimiah yang telah makruf penolakan ulama sunni dan syiah terhadap ibn Taimiah. Dimana Para Ulama suni dulu menghukumnya (bisa dilihat di TArikh Baghdadi). Abdul wahhab hendak meneruskan pemikiran ibn taimiah tersebut. Dan yang paling penting disini adalah dia hendak menjadikan pemikiran ibn Taimiah sebagai mazhab khusus diluar mazhab yang telah ada, yang walaupun dalam penamaan mereka sering mengatasnamakan Ahlussunnah wal jamaah, meminjam kata dari mazhab yang empat (syafei, hanbali, maliki, dan hanafi) yang sebenarnya justru dia menentang habis keempat mazhab tersebut dan menganggap mazhab yang empat tersebut sebagai ahli musyrik dan kafir. Bisa kita lihat dari berbagai fatwa dan cara pandangnya. Yang tentunya Ulama sunni menentangnya dan menghukumnya sebagai seorang zindik dan penyeleweng ajaran.
2. Dia (Muhammad bin abdul wahhab) lebih menyukai pemikiran nabi palsu seperti musalimah al kazzab, Sajjaj, Aswad anbasi, Thalihah asadi, bisa anda lihat dalam kitab (Kasyful irtiyad hal 12)
3. Penyebaran wahabiah dan peperangan dengan umat Islam di bashrah dimana umat islam (suni dan syiah) pada saat itu bangkit dan mengusir nya tertulis di (Tarikh Al-Arabiah As-su’udiah hal 88)
4. Dia di zaman hidup ayahnya tidak memperlihatkan pemikirannya dengan gamblang dan setelah meninggal ayahnya tahun 1153 H baru menzahirkan pemikirannya. (Kitab zu’ama alishlah fi ‘asr hadits hal-10 dan tarikh al’arabiah as-su’udiah hal-89, tarikh Najd Alwasi hal 111)
5. Setelah meninggalnya ayahnya ,dikarenakan Umat Muslim pada saat itu kesal dengan penyelewengan pemikirannya maka rumahnya dilempar dengan batu dan dia kembali ke kota kelahirannya, setelah tak kunjung lamanya dia juga diusir dari kota kelahirannya oleh pemimpin setempat. Terpaksa dia pergi ke kota Dir’iyyah dan dengan perjanjian dengan penguasa setempat (Muhammad ibn su’ud) dari sana maka dia melaksanakan tabligh yang diyakininya. Aksi pertamanya dia merusak dan menghancurkan seluruh tempat ziarah para orang shaleh dan aulia di kota tersebut. Salah satunya adalah kuburan Zaid ibn Khatab dimana diyakini masyarakat setempat sebagai saudaranya khalifah kedua, sehingga membuat kemarahan besar ulama suni pada saat itu . (kitab Unwan al-majd fi tarikh hal 9)
6. Pada saat itu umat islam sedang membutuhkan upaya persatuan di berbagai mazhab yang ada untuk menangkal penjajahan ingris, perancis di daerah tersebut akan tetapi dikarenakan upaya sang wahabi memecah belah hanya dikarenakan tawassul , ziarah maka dia menghukumi umat islam umumnya dengan syirik dan kafir bahkan halal darahnya. Salahsatu fatwanya:
Dan barang siapa yang bertawasul untuk meminta syafaat kepada malaikat , nabi dan para aulia dan mendekatkan diri kepada Allah dengan tawassul tersebut mala halal darahnya dan hartanya (artinya bisa diambil hartanya). Kasyful Syubhah hal 58 cetakan darul kalam Beirut. Kiab Majmu Muallifaat syeikh muhammadul bin wahhab jilid 6 hal 115,
7. Pertentangan Ulama Ahlussunnah telah diperkirakan oleh gurunya dia..
Ulama suni tersebut salahsatunya Ahmad Zaini Dahlan, Mufti besar Mekkah Mukarramah (wafat 1304 H) mengatakan Banyak sekali dari ulama Madinah diantaranya syeikh Muhammad ibn Alkardi asysyafei dan syeikh Muhammad hayat Assanadi Alhanafi, kedua ustad tersebut di awal-awal telah mengkhawatirkan mengenai nya, mengenai ketidak beragamaannya dan penyelwenganpemikirannya. Dan mereka mengatakan dia (Muhammad bin abdul wahab) akan tersesat. Di tangannya orang akan jauh dari rahmat Allah dan syafaat nabinya dkarenakan kesesatannya. Dan ternyata hal ini terbukti. (Kitab Adararu Assunniah fi raddi ala al-wahabiah, hal. 42) kitab ini bahasa indonesianya “Jalan Suni dalam menentang ajaran wahabiah).
8. Ayahnya menyebutkan mengenai kesesatannya
Ahmad Zaini Dahlan dalam kitab yang sama hal 42 menyebutkan : dan juga Ayahnya salah satu ulama shalih bernama Abdul wahhab yang sudah merasakan akan kesesatannya dan ketidak beragamaannya. Oleh sebab itu ayahnya menghardiknya dan menjaga dia dari hubungan dengan masyarakat luar.
9. Dalam kitab yang sama dituliskan pula bahwa saudaranya juga telah menentangnya dan menulis dalam berbagai kitab dalam menentang penyelewengan dan bid’ah ajarannya saudaranya yang bernama sulaiman ibnu wahab. Dan secara keras saudaranya menentangnya dalam setiap langkahnya yang menyeleweng dari ajaran yang ada.
10. Dalam kitab yang sama disebutkan bahwa dalam setiap khutbahnya dia selalu mengatakan bahwa orang yang ber“tawassul kepada nabi “ adalah kafir. Sehingga saudaranya angkat bicara dan menentangnya. Dan saudaranya bertanya kepadanya rukun Islam ada berapa? Muhamad bin abdul wahab menjawab : ada lima. Saudaranya mengatakan tapi engkau meyakininya ada enam. Yang ke enam yaitu siapa yang bertawasul kepada nabi saw maka dia itu adalah kafir. Dikarenakan pertentangan dua saudara tersebut saudaranya berfatwa mengenai pembunuhannya.
(Disarikan dari berbagai sumber dan juga dari Naqd Wahabiah)
c. Sejarah singkat berdirinya kerajaan Wahabi (Saud)
1. Marhalah pertama
Awalnya sejak munculnya Muhammad bin Abdul Wahhab yang menjilati kekuasaan dan menyebarkan pemikiran Ibn Taimiah . Dalam 75 Tahun Ibnu Su’ud memerintah dari tahun 1157 -1179 dengan menggunakan ulama pengikut wahabi sebagai dewan keagamaannya, , berikut nama penguasa saud , diantaranya
a. Abdul Aziz ibnu Muhammad (1133-1218),
b. Su’ud Ibnu Abdul Aziz (1229)
c. Abdullah Ibnu Suud dimana tahun 1233 di Istambul terbunuh
2. Marhalah kedua Keruntuhan Ibnu Su’ud (pemerintahan wahabi)
Dengan melalui kekuasaan Najd di tangan Ibrahim Posoi Utsmani, Abdullah Ibnu suud terbunuh di tahun 1233 di Istanbul setelah itu sekitar 80 tahun tak ada kekuasaan suud. Akan tetapi kepemimpinan agama terus dilanjutkan oleh
a. Tarki Ibnu Abdullah ibn Muhammad ibn Su’ud di tahun 1249 H terbunuh
b. Faisal ibnu tarki ibnu Abdullah wafat 1282 H
c. Abdul rahman ibn faisal ibn tarki wafat 1346 H.
3. Marhalah ketiga
Pembentukan kembali kekuasaan Suud wahabiah di tangan Abdul aziz ibnu Abdurrahman ibn tarki tahun 1391 H dari Kuwait pergi ke Najd selam 20 Tahun dengan bantuan Ingris dan perancis melakukan upaya pemecah belahan tanah arab, yang sampai sekarang dengan hadiah dari inggris yang sampai sekarang berkuasa anak keturunannya. Kejadian ini tidak jauh dengan peristiwa Aliran Ahmadiah sebagai bentukan Ingris untuk memcah belah India, Atau aliran Bahaiayah yang dibentuk Inggris untuk memecah belah Syiah di Iran , dan mengangkat Syah pahlevi yang keluarganya banyak beraliran tersebut.
Perjanjian Ibn suud dengan Zionis yang berjanji setia sampai mati saling membela:
dokumen-raja-saudi
Book on workshops Daily: Saudi Arabia and the Zionist Brothers until victory or death
Bisa dilihat di :
http://wildwestwahabi.wordpress.com/2008/11/14/saudi-wahabia-setia-sampai-mati-pada-zionis/
dan
http://www.hakikatwahabi.blogspot.com/ —- yang disusun oleh ikhwan kita Ismail amin.disana terdapat juga foto perjanjian antara Inggris, zionis dan saud.
d. Efek Gerakan Wahabi di Timur tengah
1. Mengkafirkan seluruh mazhab yang bertawasul, diantaranya mazhab syafei, maliki, hanbali, hanafi, syiah yang dimana kelima mazhab tersebut menghalalkan tawassul sepeti yang telah ditulis diatas dalam kitab Kasyfussubhah hal 58
2. Fatwa Jihad dengan Umat Islam (suni dan syiah di daerah hijaz) yang bermazhab tersebut , dengan bantuan raja saud mereka membunuh , merampas harta umat Islam sebagai barang ghanimah mereka, seperti ditulis dalam kitab tarikh Najd hal 95, pasal ke tiga. TArikh Ali Saud 1/31, yang fatwa ini terjadi sampai zaman sekarang dengan menghalalkan membunuh masyarakat suni dan syiah di Yaman. Bisa juga dirujuk dalam sejarah Nawawi albanteni (ulama Indonesia di hijaz) ketika beliau menjadi ulama disana penyerangan kaum wahabi terjadi ke hijaz sehingga para ulama mazhab suni mengungsi menjauhi penyerangan wahabi tersebut
3. Pembantaian syiah imamiah di Karbala yang dilakukan oleh Shalahuddin Alayyubi yang bermazhab wahabi… (yang sayangnya tersebar berita di Indonesia sebagai pahlawan Islam) Tarikh Mamlikah Assu’udiah hal 73 jilid 3. Keterangan lain disebutkan leh ahli tarikh wahabi menyebutkan bahwa ketika memasuki karbala maka pembantaian dilakukan, harta dirampas mejadi ghanimah dan kuburan Al-HUsein dihancurkan dan dirusak. Unwan Najd fi tarikh najd hal 121 jilid 1 kejadian tahun 1216 , dan sebagian disebutkan juga bahwa dalam semalam membunuh 200 ribu orang disana.
Dan inipun terjadi di sumatera barat . Bisa juga kita rujuk ke sejarah imam bonjol yang membantai kaum syiah dan masyarakat adat di daerah sumatera barat. Dengan keyakinan kewahabiaannya.
4. Bukan hanya pembunuhan kaum syiah bahkan pembunuhan kaum sipil bermazhab ahlussunnah atau suni pun dilakukankannya seperti ditulis oleh Jamil shadaqi zahawi dalam kitab alfajar asShadiq hal 22 menyebutkan : yang paling keji dari perbuatan wahabiah adalah pembantaian kaum Thaif (kaum suni di Thaif) tahun 1217, dengan tanpa belas kasihan dan berprikemanusiaan membunuh seluruh penduduk tersebut baik anak kecil maupun yang sudah besar, bahkan bayi kecilpun dipenggal kepalanya. Orang yang sedang baca Quran dan sedang shalat di mesjid pun dibantai oleh mereka dan kitab-kitab hadits penting umat islam pun rusak oleh mereka.
Bahkan setelah itu ulama Ahlussunnah di Mekkah berfatwa untuk Jihad melawan wahabiah dan yang mati dalam perang tersebut dinyatakan syahid seperti ditulis dalam kitab Saiful Jabal Al MAslul alal ‘ada hal 2.
5. Ayyub Shabri menulis bahwa Abdul Aziz bin Su’ud sebagai orang yang berpemikiran abdul wahhab menyatakan bahwa dalam pidatonya dengan dihadiri oleh para pembesar qabilah mengatakan bahwa seluruh daerah harus dikuasainya dan ulama ahlussunnah yang mengatasnamakan sebagai pengikut sunnah nabi harus dihilangkan dari muka bumi . Tarikh wahabi hal 33. Kejadian itu tahun 1218 ketika telah menguasai mekkah
4. Wahabi Dan Dunia Politik
· Mereka meyakini bahwa tunduk kepada kerajaan saud adalah kewajiban mutlak dan yang menolaknya termsauk bughat wajib dibunuh. Sehingga apa boleh buat setiap keputusan sang saud diterimanya oleh para ulama.
· Seperti yang telah kita ketahui di dalam berita Al-alam atau berita lainnya yang memuat sumber-sumber berita timur tengah, telah banyak menggambarkan keburukan politik yang dilakukan oleh para raja Saud, dan dibantu oleh Fatwa-fatwa ulama mereka. Pemberitaan selain dari pada dari pihak Syiah, di pihak lainnyapun seperti pihak salafi syafei (suni syafei) bukan wahabi atau suni lainnya memberitakan keburukan politik mereka, seperti anda bisa lihat pada blog : Abusalafy.wordpress atau salafitobat.wordpress, atau banksalafi.wordpress dan banyak lagi web atau blog yang memberitakan keburukan asli dari kerajaan wahabi ini.
· Seperti yang telah dibahas diatas bahwa kesepakatan mereka dengan Amerika, Israel semakin kuat. Bahkan ditambah lagi dengan fatwa para ulama mereka yang mendukung secara langsung atau tidak langsung usaha untuk meloloskan program para musuh, seperti , Fatwa Kafir Syiah, Fatwa Haram Bantu Hizbullah, Fatwa Haram Demonstrasi, Fatwa Mati orang syiah dll.
· Fatwa dan bantuan dana bagi para terorisme dilakukan oleh kerajaan ini, baik itu secara swasta ataupun tidak
· Kaum wahabi di Indonesia senang melakukan pemutar balikan fakta berita, seperti syiahindonesia.com yang giat setiap hari memberitakan kebohongan mengenai berita timur tengah apalagi mengenai masalah syiah. Mereka menjadikan yang nyata seperti keterikatan saudi dengan amerika dilupakan oleh mereka, tetapi yang khayal seakan-akan mereka beritakan menjadi nyata seperti Isu Iran adalah teman amerika dan Yahudi dll, dan juga mereka sering menggunakan hadits dzanni untuk menunjukkan fitnah mereka di dalam wesite, seperti isu Dajjal dari iran dll.
· Di dalam pemberitaan mereka tidak pernah menggunakan nama salafi atau wahabi, justru mereka gunakan ahlussunnah atau bentuk lainnya.
· Mereka menolak keras persatuan suni dan syiah, dan mereka mengatasnamakan suni, padahal suni yang ingin bersatu dengan syiah bukanlah mereka. Alasan penolakan mereka ujung-ujungnya kembali kepada masalah sahabat.
5. Ajaran Umum Wahabi
a. Aqidah Ketuhanan
· Bahwa Tuhan adalah JIsm
1. Ibnu Taimiah dengan meyakini Bahwa Tuhan adalah jism
و ليس في كتاب الله ولا سنة رسوله و لا قول أحد من سلف الأمة و أئمتها أنه ليس بجسم و أن صفاته ليست أجساماً و أعراضاً ؟ فنقس المعاني الثابتة بالشرع و العقل بنفي الفاظ لم ينف معناها شرع و لا عقل ، جهل و ضلال
Ibn Taimiah mengatakan : Dan tidak ada di dalam kitabullah dan sunnah rasulnya dan bukan pula perkataan seorangpun dari salaf ummat dan para imamnya yang menyatakan bahwa Dia bukanlah Jism dan sesungguhnya sifat-Nya bukan Ajsam dan ‘aradh ? maka menafikan makna-makna yang telah tetap dengan syar’i dan aqli dengan menafikan lafadz yang mana syar’i dan aql pun tidak menafikan maknanya, adalah kebodohan dan kesesatan.[2]
و الكلام في وصف الله بالجسم نفياً و إثباتاً بدعة
Dan Pernyataan atau perbincangan mengenai pensifatan Allah dengan nafi dan itsbat adalah bid’ah[3]
2. Mufti Saud
و نظراً إلى أن التجسيم لم يرد في النصوص نفيه ولا إثباته فلا يجوز للمسلم نفيه ولا إثباته لأن الصفات توقيفية
Dan padangan menganai Tajsim tidak ada di dalam nushush sebuah penafian dan itsbat, maka tidak boleh bagi muslim menitsbatkan dan menafikan , karena sifat2 tersebut adalah taukifi.[4]
· Bahwa Tuhan tertawa
Banyak sekali dalam tulisan Ibnu Taimiah yang menbenarkan hadits mengenai tuhan itu tertawa salah satunya
وَقَالَ لِثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ : لَقَدْ ضَحِكَ اللَّهُ مِمَّا فَعَلْت بِضَيْفِك الْبَارِحَةَ
Dan berkata kepada Tsabit ibn Qais : Maka Tuhan telah ketawa dengan apa yang kau lakukan kepada tamumu kemarin.[5]
· Allah Turun Ke langit dunia
وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ سَمِيعٌ بَصِيرٌ عَلِيمٌ خَبِيرٌ يَتَكَلَّمُ وَيَرْضَى وَيَسْخَطُ وَيَضْحَكُ وَيَعْجَبُ وَيَتَجَلَّى لِعِبَادِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَاحِكًا وَيَنْزِلُ كُلَّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا كَيْفَ شَاءَ
Sesungguhnya Allah Azza Wajalla Maha Mendengar dan Maha melihat , Maha memiliki Ilmu dan Maha Mengetahui, Dia berbicara, dan meridhoi, Dia Marah, dan Dia Tertawa, Dia terkejut, dan bertajalli (menampakkan) kepada Hambanya di hari kiamah, sambil tertawa, serta turun setiap malam ke langit dunia sesuai apa yang dia Kehendaki.[6]
· Tuhan Itu duduk diatas arasy yang sangat tinggi dan yang meyakini Tuhan di semua tempat kafir, memang akidah Allah fi Kulli Makan adalah aqidah sebagian ahlussunnah seperti Asyariah, tetapi maksudnya bukanlah hulul(menitis) seperti yang dikatakan Ibn Taimiah, Dan dia menyimpulkan yang demikian adalah kafir.
· Allah Swt Memiliki seluruh anggota badan kecuali jenggot dan aurat
إذ ذكر الله تعالى وما ورد من هذه من الظواهير في صفاته يقول : ألزموني ما شئتم فإني ألتزمه ، إلا اللحية و العورة
· Allah Swt berlari [7]
Dll
b. Fatwa dan pandangan :
· Fatwa Pengkafiran Umat Islam Lainnya
و ان قصدهم الملائكة و الانبياء والاولياء يريدون شفاعتهم و التقرب الى الله بذالك هو الذي حلل دماءهم و اموالهم
Dan barang siapa yang bermaksud (bertawasul) kepada malaikat dan ambiya dan aulia dan menginginkan syafaat mereka dan mendekatkan diri kepada Allah , dengan hal itu maka hala darahnya dan hartanya[8].
· Barang siapa yang meyakini matahari itu tidak mengitari bumi atau diam maka di itu sesat dan kafir[9]
أما بعد فإنه لما شاع بين الكثير من الكتاب و المدرسين و الطلاب القول بأن الشمس ثابة و الارض دائرة كتبت في ذلك مقالاَ يتضمن إنكار هذا القول و بيان شناعته و ذكر بعض الأدلة النقلبة و الحسية على بطلانه و غلط قائله و أوضحت فيه أن القول بثبوت الشمس و عدم جريانها كفر و ضلال
· Merayakan Hari maulud nabi bid’ah wajib ditinggalkan[10]
· Berdoa di dekat kuburan rasul saww adalah bid’ah [11]
· Qiraati Quran bersama bid’ah[12]
إن قراءة القرآن جماعة بصوت واحد بعد كل من صلاة الصبح و المغرب أو غيرهما بدعة، و كذا إلتزام الدعاء جماعة بعد الصلاة
· Pengkafiran Orang yang bertawasul :
1) Ibn Taimiah
من يأتي إلى قبر نبي أو صالح و يسأله حاجته و يستنجده مثل أن يسأله أن يزيل مرضه أو يقضي دينه أو نحو ذلك مما لا يقدر عليه إلا الله فهذا شرك صريح يجب أن يستتاب صاحبه فإن تاب و إلا قتل.
Barangsiapa yang datang ke kuburan nabi saww dan orang-orang salih dan meminta hajatnya dan meminta pertolongan seperti meminta untuk disembuhkan dari penyakit atau melunaskan utangnya atau semisalnya dari apa-apa yang tidak ada yang mempu melakukan hal itu kecuali Allah Swt, maka hal itu termasuk Syirik yang jelas dan wajib bagi pelakunya untuk bertobat, jikalau tidak maka dibunuh.[13]
2) Muhammad bin abdul wahab[14]
إن محمدا صلى الله عليه و سلّم ، لم يفّرق بين من إعتقد في الأصنام و من إعتقد في الصالحين ، بل قاتلهم كّلهم و حكم بكفرهم
3) Mufti saud
إذا كان الواقع كما ذكرت من دعائهم علياً و الحسن والحسين و نحوهم فهم مشركون شركاً أكبر يخرج من ملّة الإسلام فلا أن نزوّجهم المسلمات ولا يحلّ لنا نتزوّج من نسائهم ولا يحلّ لنا نأكل من ذبائحهمز[15]
Tetapi disisi lainnya mereka membolehkan muslim menikah dengan nasrani dan yahudi.
يجوز للمسلم أن يتزوّج كتابية – يهودية أو نصراية – إذا كانت محصنة و هي الحرة العفيفة[16]
· Menghina Maqam (kedudukan) para nabi as
من زار قبره أو قبر غيره ليشرك به و يدعوه من دون الله فهذا حرام كله و هو مع كونه شركاً بالله [17]
· Ibn Taimiah Menolak turun Ayat untuk Ahlul Bait as, diantaraya:
و أما قوله و أنزل الله فيهم (قل لآ أسأ لكم عليه أجراً إلا المودة في القربى)[18] فهذا كذب ظاهر [19]
Sedangkan ayat ini diceritakan oleh 45 para pembesar Suni (Alghadir)
· Ibn Taimiah Menghina Ali
“Sebagian umatnya mengingkari keadilannya. Para kelompok Khawarij pun akhirnya mengkafirkannya. Sedang selain Khawarij, baik dari keluarganya maupun selain keluarganya mengatakan: ia tidak melakukan keadilan. Para pengikut Usman mengatakan: ia tergolong orang yang menzalimi Usman…secara global, tidak tampak keadilan pada diri Ali, padahal ia memiliki banyak tanggungjawab dalam penyebarannya, sebagaimana yang pernah terlihat pada (masa) Umar, dan tidak sedikitpun mendekati (apa yang telah dicapai oleh Umar)” [20]
· Ibn Taimiah Mengingkari keutamaan Sayyidah Zahra as
وأما قوله: ورووا جميعاً أنّ النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم قال: يا فاطمة، إن اللَّه يغضب لغضبك ويرضى لرضاك. فهذا كذب منه، ما رووا هذا عن النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم، ولا يعرف هذا في شيء من كتب الحديث المعروفة، ولا له إسناد معروف عن النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم، لا صحيح ولا حسن[21]
Sedangkan yang merawikannya dari para pembesar ulama suni diantaranya.Ibn Abi Hatim Razi, abu Ya’li Almaushali, Abu Alqasim At-Tabrani, Hakim Nisaburi, Abu Na’im Al-Isfahani, Abul Wasim ibn Asakir, Muttaqi Hindi, Abu Alhajjaj Al-Mazzi, Ibn Atsir Az-Zajri, Ibn Hajar Atsqalani, Jalaluddin As-Suyuti, Almuttqi alhindi[22]
· Ibn Taimiah Menghina Imam Ali as
و قال ابن تينية في حق علي : أخطأ في سبعة عشر شياً، ثم خالف فيها نصّ الكتاب منها
Ibn Hajar Atsqalani dalam kitabnya menuliskan mengenai Ibn Taimiah, dan berkata ibn Taimiah dalam Hak Ali : dia itu banyak salah di 17 perkara, kemudian dia berlawanan dengan nash quran [23]
· Menghina sayyidah zahra
Salah satu cendikiawan dan Ustad suni di kota urdun yang bernama Hasan Saqaf di dalam kitabnya mengatakan :
و ابن تينية يحتج كثير من الناس بكلامه، و يسميه بعضهم ((شيخ الاسلام)) و هي ناصبي عدو لعلي و إتهم فاطمة بأن فيها شعبة من النفاق[24]
· Ibn Taimiah membela Ibn Muljam
و الذي قتل كان يصلي و يصوم و يقرأ القرآن ، و قتله معتقداً انّ الله ورسوله يحبّ قتل عليّ ، و فعل ذلك محبة لله و رسوله في زعمه، و إن كان في ذالك ضالاً مبتدعاً[25]
· Ibn Taimiah Membela habis-habisan Muawiyah, Yazid dan Abbasi
إنّ الرافضة تعجز عن إثبات إيمان و عدالته ، فإنّ احتجوا بما تواتر من اسلامه و هجرته و جهاده، فقد تواتر إسلام معاوية و يزيد و خلفاء بني أمية و بني العباس و صلاتهم و صيامهم و جعادهم الكفار
· Mereka menghina Syiah punya tahrif padahal mereka sendiri di dalam kitabnya banyak yang menunjukkan Tahrif
عن عائشة، أنّها قالت: «كانت سورة الأحزاب تقرأ في زمن رسول اللّه- صلّى اللّه عليه سلّم- مائتي آية، فلمّا كتب عثمان المصاحف لم يقدر منها إلّا على ما هو الآن
Dari Aisyah , dia berkata : surat alahzab sebelumnya di zaman nabi saw 100 ayat ketika Utsman menuliskan mashahif tidak mamenuliskan 100 ayat kecuali hanya apa yang ada sekarang ( 73 ayat)[26]
c.Perbedaan dan Persamaan Wahabi dan Ahlussunnah
· Persamaan :
a) Permasalahan Sumber-sumber hadits, walaupun kecenderungan pemilian hadits dari mereka berbeda, sunni lebih mengambil secara keseluruhan, termasuk dari keutamaan ahlulbait mereka ambil , sedangkan wahabiah, terbagi menjadi beberpa bagian mengenai keutamaan ahlul bait:
- Ada yang tulen seperti ibn taimiah mengingkari hampir semua keutamaan ahlulbait kecuali pengakuan mereka mengenai ayat at-Tathhir walaupun mereka merekayasa tafsirannya.
- Mengambil hadits mengenai keutamaan tersebut tetapi mereka putarkan tafsirnya tanpa penelitian hadits dan ilmu2 penunjangnya, tafsiran mereka hanyalah ra’yu mereka, seperti yang dilakukan kelompok albayyinat.
b) Permasalahan sahabat :
- Mereka memiliki kesamaan dalam mengatakan bahwa seluruh sahabat itu adil, kecuali sebagian dari kaum muktazilah yang mengingkari keadilan pembunuh imam ali, dan sebagian lainnya seperti ulama suni taftazani.
- Perbedaannya dalam membandingkan keutamaan dan keilmuan sahabat dengan Ahlul Bait dan Imam Ali as, kalau Wahabiah mengklaim bahwa Imam Ali itu belajar dari abu Bakar, sedangkan suni pada umumnya mengakui keunggulan segalanya Imam Ali , akan tetapi dalam masalah kekhalifahan yang memenuhi syarat terpilih adalah abu bakar.
· Perbedaan :
a) Permasalah Ketuhanan
- Suni terbagi menjadi dua secara garis besar yaitu aliran al-Asyariah dan Muktazilah yang menolah jismiat Tuhan, sedangkan Wahabi menggunakan aliran Ibn Taimiah yang meyakini Tuhan itu Jism. Kaum wahabi lebih cenderung berpikir dzahiriah apa yang tertulis dan teks maka itulah hakikatnya.
b) Permasalahan Fiqih
– Suni pada umumnya dalam permasalahan fiqih lebih dekat dengan syiah, mereka menghalal tawasul, ziarah, meminta syafaat kepada waliyullah, bahkan mereka lebih banyak menggunakan kaidah ushul ketimbang minhaj tekstual hadits.
- sedangkan wahabi berbeda sama sekali dengan suni, mereka mengharamkan, menganggap musyrik dan kafir orang-orang yang bertwasul, berziarah dan meminta syafaat, dan lebih cenderung copy paste hadits dalam istinbath hukum.
6. Jawaban Isu Wahabi terhadap Syiah:
a) Permasalahan Syafaat, tawassul dan ziarah kubur
seperti yang telah kita ketahui bahwa wahabi melakukan ketergesa-gesaan yang sangat menjijikkan , mereka menganggap orang yang melakukan tawasuul , syafaat dan ziarah kubur sebagai sesuatu yang syirik , kafir dan halal darahnya, sehingga diniscayakan mereka mengkafirkan seluruh mazhab suni dan syiah, atau seluruh dari selain golongannya dan mereka halal darahnya, akan tetapi dalam masalah ini , mazhab sunipun menjawab dengan lantang dan menolak keras penghinaan yang bodoh dari kaum wahabi , anda bisa melihat website suni seperti, Abusalafy.wordpress.com, salafitobat.wordpress.com, al-subki.blogspot.com dll yang mereka menyusun dalil dari manba’ mereka terhadap pembelaan tawasul, syafaat dan ziarah kubbur, bahkan mereka sendiri menolak keras keberadaan ajaran wahabi salafi saudi.
Bersambung…
Zen
[1] Al-irhabiun khawarij am sunnah, hal 89, bisa juga lihat di alwafi bil wafiyat 3/37, dan Waffiyat Al-A’yan 4/388
[2] At-Ta’sis fi raddi Asas at-Tadis : 1/101
[3] Alfatawa :5/192
[4] Fatwa Allajnah ad-daimah Albuhuts Al’ilmiyyah wa Alifta : 3/227
[5] Majmu Fatawa 5/44
[6] Majmu Fatawa 5/61
[7] Fatawa Allajnah Ad-Daimah albuhuts wa Al-Ifta :3/196 fatawa no 6932
[8] Kitab Majmu Muallifaat syeikh muhammad bin abdul wahhab jilid 6 hal 115
[9]Adillah Annaqliyyah Walhissiyyah ala jaryani As Syams wa sukun alardh , wa Imkan As –Su’ud ila Alkaukab , Abdul Aziz bin Baz. Hal 17
[10] Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lilbuhuts Alilmiyyah wa al-ifta : 3/54 fatwa no 1774
[11] Majallah Ad-Da’wah , no 1612 , hal 37
[12] Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lilbuhuts Alilmiyyah wa al-ifta : 3/481 no 4994
[13] Ziaratul qubur wa alistinjad bil qubur , hal 156.
[14] [14] Kitab Majmu Muallifaat syeikh muhammad bin abdul wahhab jilid 6 hal 146
[15] Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lilbuhuts Alilmiyyah wa al-ifta : 18/298
[16] Ibid jilid 18/315
[17] Arrad Ala Al-Akhnai : 25
[18] As-Syura :23
[19] Minhaj As-Sunnah : 4/563
[20] Mihaj Assunnah Jil:6 Hal:18
[21] Minhaj Sunnah 4/248
[22] Dirasat fi Minhaj Sunnah 357
[23] Minhaj Sunnah 1/153-155
[24]Attanbih warrad :7
[25] Minhaj Sunnah :1/153
[26] Durul Mantsur
SUMBER: http://zenhusein.wordpress.com/2011/06/17/modul-wahabi-ancaman-bagi-umat-manusia/
===============================================================================
3)FENOMENA WAHABIAH
Fenomena Wahabiah
Wahabiah adalah suatu istilah yang menunjukkan golongan yang dinisbatkan kepada Muhammad bin abdul wahhab. Banyak orang yang menentang golongan tersebut baik dari kalangan ahlussunnah (suni) dan syiah. Dikarenakan pandangannya yang ekstrem dan menyalahi kaidah pokok islam yang ada. Penentangan ini tak ada hubungannya dengan kata “wahab” yang merupakan nama Allah yang mulia atau “Muhammad” yang merupakan nama rasulnya yang mulia. Ada kata sebagai asal kata ada kata sebagai istilah yang dinisbatkan pada seseorang. Bukankah banyak pula orang jahat yang memiliki nama yang menisbatkan kepada Muhammad atau sahabat rasul semisal “salman Rusydi” atau “Saddam Hussein”.
Disini kami hendak mengulas sedikit sejarah dan pandangan dari Muhammad bin abdul wahhab serta penentangan dari para ulama suni terhadapnya :
Mukaddimah
1. Kelahirannya
Muhammad bin Abdullah lahir di kota uyainah di daerah “NAJD” arab tahun 1115 H. Dalam pengakuannya dia menggunakan mazhab Hanbali (yang walaupun kenyataannya bertolak belakang dengan pemikiran Hanbali-pen) Dimasa tingkatan belajar bahasanya, guru-gurunya mengkhawatirkannya dikarenakan kecenderungan pemikirannya yang menyeleweng.
Telah makruf bahwa pemikiran yang dibawanya mengatasnamakan mazhab hanbaliah dan hal tersebut sudah dilakukan dahulu oleh Ibn Taimiah yang telah makruf penolakan ulama sunni dan syiah terhadap ibn Taimiah. Dimana Para Ulama suni dulu menghukumnya (bisa dilihat di TArikh Baghdadi). Abdul wahhab hendak meneruskan pemikiran ibn taimiah tersebut. Dan yang paling penting disini adalah dia hendak menjadikan pemikiran ibn Taimiah sebagai mazhab khusus diluar mazhab yang telah ada, yang walaupun dalam penamaan mereka sering mengatasnamakan Ahlussunnah wal jamaah, meminjam kata dari mazhab yang empat (syafei, hanbali, maliki, dan hanafi) yang sebenarnya justru dia menentang habis keempat mazhab tersebut dan menganggap mazhab yang empat tersebut sebagai ahli musyrik dan kafir. Bisa kita lihat dari berbagai fatwa dan cara pandangnya. Yang tentunya Ulama sunni menentangnya dan menghukumnya sebagai seorang zindik dan penyeleweng ajaran.
2. Dia (Muhammad bin abdul wahhab) lebih menyukai pemikiran nabi palsu seperti musalimah al kazzab, Sajjaj, Aswad anbasi, Thalihah asadi, bisa anda lihat dalam kitab (Kasyful irtiyad hal 12)
3. Penyebaran wahabiah dan peperangan dengan umat Islam di bashrah dimana umat islam (suni dan syiah) pada saat itu bangkit dan mengusir nya tertulis di (Tarikh Al-Arabiah As-su’udiah hal 88)
4. Dia di zaman hidup ayahnya tidak memperlihatkan pemikirannya dengan gamblang dan setelah meninggal ayahnya tahun 1153 H baru menzahirkan pemikirannya. (Kitab zu’ama alishlah fi ‘asr hadits hal-10 dan tarikh al’arabiah as-su’udiah hal-89, tarikh Najd Alwasi hal 111)
5. Setelah meninggalnya ayahnya ,dikarenakan Umat Muslim pada saat itu kesal dengan penyelewengan pemikirannya maka rumahnya dilempar dengan batu dan dia kembali ke kota kelahirannya, setelah tak kunjung lamanya dia juga diusir dari kota kelahirannya oleh pemimpin setempat. Terpaksa dia pergi ke kota Dir’iyyah dan dengan perjanjian dengan penguasa setempat (Muhammad ibn su’ud) dari sana maka dia melaksanakan tabligh yang diyakininya. Aksi pertamanya dia merusak dan menghancurkan seluruh tempat ziarah para orang shaleh dan aulia di kota tersebut. Salah satunya adalah kuburan Zaid ibn Khatab dimana diyakini masyarakat setempat sebagai saudaranya khalifah kedua, sehingga membuat kemarahan besar ulama suni pada saat itu . (kitab Unwan al-majd fi tarikh hal 9)
6. Pada saat itu umat islam sedang membutuhkan upaya persatuan di berbagai mazhab yang ada untuk menangkal penjajahan ingris, perancis di daerah tersebut akan tetapi dikarenakan upaya sang wahabi memecah belah hanya dikarenakan tawassul , ziarah maka dia menghukumi umat islam umumnya dengan syirik dan kafir bahkan halal darahnya. Salahsatu fatwanya:
و ان قصدهم الملائكة و الانبياء والاولياء يريدون شفاعتهم و التقرب الى الله بذالك هو الذي حلل دماءهم و اموالهم
Dan barang siapa yang bertawasul untuk meminta syafaat kepada malaikat , nabi dan para aulia dan mendekatkan diri kepada Allah dengan tawassul tersebut mala halal darahnya dan hartanya (artinya bisa diambil hartanya). Kasyful Syubhah hal 58 cetakan darul kalam Beirut. Kiab Majmu Muallifaat syeikh muhammadul bin wahhab jilid 6 hal 115,
7. Pertentangan Ulama Ahlussunnah telah diperkirakan oleh gurunya dia..
Ulama suni tersebut salahsatunya Ahmad Zaini Dahlan, Mufti besar Mekkah Mukarramah (wafat 1304 H) mengatakan Banyak sekali dari ulama Madinah diantaranya syeikh Muhammad ibn Alkardi asysyafei dan syeikh Muhammad hayat Assanadi Alhanafi, kedua ustad tersebut di awal-awal telah mengkhawatirkan mengenai nya, mengenai ketidak beragamaannya dan penyelwenganpemikirannya. Dan mereka mengatakan dia (Muhammad bin abdul wahab) akan tersesat. Di tangannya orang akan jauh dari rahmat Allah dan syafaat nabinya dkarenakan kesesatannya. Dan ternyata hal ini terbukti. (Kitab Adararu Assunniah fi raddi ala al-wahabiah, hal. 42) kitab ini bahasa indonesianya “Jalan Suni dalam menentang ajaran wahabiah).
8. Ayahnya menyebutkan mengenai kesesatannya
Ahmad Zaini Dahlan dalam kitab yang sama hal 42 menyebutkan : dan juga Ayahnya salah satu ulama shalih bernama Abdul wahhab yang sudah merasakan akan kesesatannya dan ketidak beragamaannya. Oleh sebab itu ayahnya menghardiknya dan menjaga dia dari hubungan dengan masyarakat luar.
9. Dalam kitab yang sama dituliskan pula bahwa saudaranya juga telah menentangnya dan menulis dalam berbagai kitab dalam menentang penyelewengan dan bid’ah ajarannya saudaranya yang bernama sulaiman ibnu wahab. Dan secara keras saudaranya menentangnya dalam setiap langkahnya yang menyeleweng dari ajaran yang ada.
10. Dalam kitab yang sama disebutkan bahwa dalam setiap khutbahnya dia selalu mengatakan bahwa orang yang ber“tawassul kepada nabi “ adalah kafir. Sehingga saudaranya angkat bicara dan menentangnya. Dan saudaranya bertanya kepadanya rukun Islam ada berapa? Muhamad bin abdul wahab menjawab : ada lima. Saudaranya mengatakan tapi engkau meyakininya ada enam. Yang ke enam yaitu siapa yang bertawasul kepada nabi saw maka dia itu adalah kafir. Dikarenakan pertentangan dua saudara tersebut saudaranya berfatwa mengenai pembunuhannya.
Contoh Pemikiran Wahabiah
A. Pemikiran ketuhanan
(mengambil sumber pemikiran awal dari guru pertama Ibn Taimiah)
1. Menganggap Tuhan itu Jismi (memilii badan) hal ini seperti dikutip dalam gurunya yang pertama ibnu taimiah dalam kitab Alfatawa hal 192, jilid 5
و كلام في و صف الله بالجسم نفيا و اثباتا بدعة لم يقل احد من سلف الامة و اامتها ان الله ليس بجسمو كما لو يقولون ان الله جسم
dia mengklaim bahwa : tidak ada ulama jaman dulu yang menyatakan tentang sifat itsbat Allah dan sifat salbiah-Nya. Oleh sebab itu yang demikian adalah bid’ah dan yang benar adalah Allah itu Jism (artina punya badan)
Banyak juga sumber fatwa2 yang yang mensifatkan Allah dengan makhlukNya.
2. Allah tertawa
Gurunya yang pertama ibn Taimiah dalam kitab Majmu’ah Ar rasail Alkbra , risalah ke 11 hal 451 juga mengatakan :
Tuhan itu tertawa dan di akhirat dalam keadaan menitis dengan makhluqnya tertawa.
3. Allah turun ke bumi seperti turunnya saya dari mimbar ini (inilah salah satu ungkapan ibn Taimiah juga dalam kitab rihlah ibn Bathutah hak 113)
4. dll
Dalil sederhana penolakan pemikirannya:
1. Sedangkan dalam Alquran salahsatunya disebutkan LAisa kamithlihi Syai’un (Syura ayat 11) atau dalam Surat Al Ikhlash : Wa lam yakun lahu kufuan ahad… tidak ada sesuatupun yang setara sekufu semisal dengan-Nya.
2. Dan juga Ahmad ibn Hanbal dimana mazhab wahabiah mengklain bermazhab ahmad ibn Hanbal menolak pemikiran jism Allah semisal dalam kitab Thabaqat hanabilah, hal 298 jilid 2. Al-Aqidah lil Ahmad ibn Hanbal hal 110. Mengatakan
Isim diambil dari Syariat dan lughat, dan ahli lughat mendefinisikan Jism dengan sesuatu yang memiliki panjang , lebar, dan tinggi dan susunan, oleh sebab itu Tuhan bukanlah JIsm dan bersih dari sifat jism, oleh sebab itu Dia (Tuhan ) keluar dari sifat Jism. Dan juga tidak ada dalam syariat bahwa Allah itu Jism, Maka Aqidah Tuhan jism adalah bathil.
3. Ulama Ahlussunnah menolak pemikiran Tuhan Jism, bahkan berfatwa dengan kekafirannya seperti ditulis dalam tafsir qurthubi jilid 4 hal 14, Qurtubi mengatakan :
Yang benar adalah kekafiran orang yang menganggap Tuhan punya jism dikarenakan hal tersebut sama saja dengan penyembah berhala dan gambar.
Ulama lainnya pun banyak menulis penentangan pemikiran wahabiah tersebut seperti Abdul Qahir Baghdadi wafat 429 dalam kitab ushuluddin 337. Ibnu Najim wafat 970 kitabnya Albahr Arraiq jilid 1 hal 611. Imam AlGhazali dalam kitab dirasat fil minhajussunnah hal 145.
D. Penghinaan terhadap Ahlulbait nabi
- Sayyidina Ali Kw
1. Ibnu Hajar dalam kitab lisanul mizan jilid 6 hal 319 menyebutkan bahwa Banyak sekali Ibnu Taimiah (ulama awal wahabiah) menghina Ali dengan memberi kecacatan dalam sifatnya
2. Dalam kitab Ad-Dararul Kamilah jilid 1 hal 153-155, Hafidh Ibnu JAririi menulis bahwa Ibnu Taimiah menyebutkan bahwa Sayyidina Ali salah dan keliru dalam 17 Hal , kemudian menyalahi Al-Quran.
3. Di dalam kitab fatwanya sendiri Minhaj as-Sunnah Jil:8 Hal:281, karya Ibnu Taimiyah al-Harrani, Ibnu Taimiah menuliskan bahwa :
“Ali memiliki banyak fatwa yang bertentangan dengan teks-teks agama (nash)”. Bahkan Ibnu Taimiyah dalam rangka menguatkan pendapatnya tersebut, ia tidak segan-segan untuk mengatasnamakan beberapa ulama Ahlusunnah yang disangkanya dapat sesuai dengan pernyataannya itu. Lantas dia mengatakan: “As-Syafi’i dan Muhammad bin Nasr al-Maruzi telah mengumpulkan dalam satu kitab besar berkaitan dengan hukum yang dipegang oleh kaum muslimin yang tidak diambil dari ungkapan Ali. Hal itu dikarenakan ungkapan sahabat-sahabat selainnya (Ali), lebih sesuai dengan al-Kitab (al-Quran) dan as-Sunnah”
4. Mengingkari keadilan Ali
“Sebagian umatnya mengingkari keadilannya. Para kelompok Khawarij pun akhirnya mengkafirkannya. Sedang selain Khawarij, baik dari keluarganya maupun selain keluarganya mengatakan: ia tidak melakukan keadilan. Para pengikut Usman mengatakan: ia tergolong orang yang menzalimi Usman…secara global, tidak tampak keadilan pada diri Ali, padahal ia memiliki banyak tanggungjawab dalam penyebarannya, sebagaimana yang pernah terlihat pada (masa) Umar, dan tidak sedikitpun mendekati (apa yang telah dicapai oleh Umar)” Mihaj Assunnah Jil:6 Hal:18 (kitab ibnu taimiah)
5. Meragukan Kekhalifahan Sayyidina Ali dan menetapkan dan mensyahkan dengan mengklaim dari ulama suni umumnya mengenai kekhalifahan Muawiyah dan yazid seperti dalam kitabnya sendiri Minhajus Assunnah JIlid 2 hal 62
Masih banyak dalam fatwa mereka yang mengatakan demikian, bahakan penghinaan kepada sayyidah Zahara ra /as
C. Memusuhi Kaum Muslim
1. Mengkafirkan seluruh mazhab yang bertawasul, diantaranya mazhab syafei, maliki, hanbali, hanafi, syiah yang dimana kelima mazhab tersebut menghalalkan tawassul sepeti yang telah ditulis diatas dalam kitab Kasyfussubhah hal 58
2. Fatwa Jihad dengan Umat Islam (suni dan syiah di daerah hijaz) yang bermazhab tersebut , dengan bantuan raja saud mereka membunuh , merampas harta umat Islam sebagai barang ghanimah mereka, seperti ditulis dalam kitab tarikh Najd hal 95, pasal ke tiga. TArikh Ali Saud 1/31, yang fatwa ini terjadi sampai zaman sekarang dengan menghalalkan membunuh masyarakat suni dan syiah di Yaman. Bisa juga dirujuk dalam sejarah Nawawi albanteni (ulama Indonesia di hijaz) ketika beliau menjadi ulama disana penyerangan kaum wahabi terjadi ke hijaz sehingga para ulama mazhab suni mengungsi menjauhi penyerangan wahabi tersebut
3. Pembantaian syiah imamiah di Karbala yang dilakukan oleh Shalahuddin Alayyubi yang bermazhab wahabi… (yang sayangnya tersebar berita di Indonesia sebagai pahlawan Islam) Tarikh Mamlikah Assu’udiah hal 73 jilid 3. Keterangan lain disebutkan leh ahli tarikh wahabi menyebutkan bahwa ketika memasuki karbala maka pembantaian dilakukan, harta dirampas mejadi ghanimah dan kuburan Al-HUsein dihancurkan dan dirusak. Unwan Najd fi tarikh najd hal 121 jilid 1 kejadian tahun 1216 , dan sebagian disebutkan juga bahwa dalam semalam membunuh 200 ribu orang disana.
Dan inipun terjadi di sumatera barat . Bisa juga kita rujuk ke sejarah imam bonjol yang membantai kaum syiah dan masyarakat adat di daerah sumatera barat. Dengan keyakinan kewahabiaannya.
4. Bukan hanya pembunuhan kaum syiah bahkan pembunuhan kaum sipil bermazhab ahlussunnah atau suni pun dilakukankannya seperti ditulis oleh Jamil shadaqi zahawi dalam kitab alfajar asShadiq hal 22 menyebutkan : yang paling keji dari perbuatan wahabiah adalah pembantaian kaum Thaif (kaum suni di Thaif) tahun 1217, dengan tanpa belas kasihan dan berprikemanusiaan membunuh seluruh penduduk tersebut baik anak kecil maupun yang sudah besar, bahkan bayi kecilpun dipenggal kepalanya. Orang yang sedang baca Quran dan sedang shalat di mesjid pun dibantai oleh mereka dan kitab-kitab hadits penting umat islam pun rusak oleh mereka.
Bahkan setelah itu ulama Ahlussunnah di Mekkah berfatwa untuk Jihad melawan wahabiah dan yang mati dalam perang tersebut dinyatakan syahid seperti ditulis dalam kitab Saiful Jabal Al MAslul alal ‘ada hal 2.
5. Ayyub Shabri menulis bahwa Abdul Aziz bin Su’ud sebagai orang yang berpemikiran abdul wahhab menyatakan bahwa dalam pidatonya dengan dihadiri oleh para pembesar qabilah mengatakan bahwa seluruh daerah harus dikuasainya dan ulama ahlussunnah yang mengatasnamakan sebagai pengikut sunnah nabi harus dihilangkan dari muka bumi . Tarikh wahabi hal 33. Kejadian itu tahun 1218 ketika telah menguasai mekkah
D. Marhalah kekasaan Wahabiah
1. Marhalah pertama
Awalnya sejak munculnya Muhammad bin Abdul Wahhab yang menjilati kekuasaan menyebarkan pemikiran Ibn Taimiah . Dalam 75 Tahun Ibnu Su’ud memerinta dari tahun 1157 -1179 diantaranya
a. Abdul Aziz ibnu Muhammad (1133-1218),
b. Su’ud Ibnu Abdul Aziz (1229)
c. Abdullah Ibnu Suud dimana tahun 1233 di Istambul terbunuh
2. Marhalah kedua Keruntuhan Ibnu Su’ud (pemerintahan wahabi)
Dengan melalui kekuasaan Najd di tangan Ibrahim Posoi Utsmani, Abdullah Ibnu suud terbunuh di tahun 1233 di Istanbul setelah itu sekitar 80 tahun tak ada kekuasaan suud. Akan tetapi kepemimpinan agama terus dilanjutkan oleh
a. Tarki Ibnu Abdullah ibn Muhammad ibn Su’ud di tahun 1249 H terbunuh
b. Faisal ibnu tarki ibnu Abdullah wafat 1282 H
c. Abdul rahman ibn faisal ibn tarki wafat 1346 H.
3. Marhalah ketiga
Pembentukan kembali kekuasaan Suud wahabiah di tangan Abdul aziz ibnu Abdurrahman ibn tarki tahun 1391 H dari Kuwait pergi ke Najd selam 20 Tahun dengan bantuan Ingris dan perancis melakukan upaya pemecah belahan tanah arab, yang sampai sekarang dengan hadiah dari ingris yang sampai sekarang berkuasa anak keturunannya. Kejadian ini tidak jauh dengan peristiwa Aliran Ahmadiah sebagai bentukan Ingris untuk memcah belah India, Atau aliran Bahaiayah yang dibentuk Inggris untuk memecah belah Syiah di Iran , dan mengangkat Syah pahlevi yang banyak beraliran tersebut.
Penutup
Wahabi merupakan sebuah golongan yang asal muasal pemikirannya adalah dari Muhammad bin Abdul Wahab yang mengikuti pemikiran Ibn Taimiah.. Akan tetapi para pengikut wahabi kebanyakan pula tidak paham akan asal muasal mereka sehingga mereka banyak yang tidak tahu menahu tentang Abdul wahab dan Ibnu TAimiah tersebut.
Disini kita perlu bijak antara melihat ulama wahabi dan para pengikutnya. Pengikutnya banyak yang tak tahu atau lalai dalam mengenal mazhabnya sendiri , akan tetapi ulama mereka jelas2 mengetahui hakikat mereka dan berusaha menggunakan nama ahlussunnah atau suni untuk menutupi aliran mereka yang sebenarnya bukan mazhab ahlussunnah.
Zen
Dari NAqd Wahabiah
4) JUM’AT BERDARAH; PERISTIWA KONSPIRASI SAUDI ARABIA
Jumat, 10 Juni 2011
Oleh: Abu Qurba
Pada tahun 1987 terjadi beberapa peristiwa yang sangat memukul perasaan Imam Khomeini Ra, rakyat Iran dan kaum muslimin dunia, salah satunya adalah musibah besar yang menimpa jemaah haji Iran dan jamaah haji dari beberapa Negara lainnya pada musim haji tahun itu. Para jemaah haji yang syahid akibat perlakukan kejam pemerintah Saudi menjadi perhatian Imam Khomeini Ra secara serius. Hal ini merupakan refleksi kecintaan seorang pemimpin kepada rakyatnya.
Imam Khomeini sangat yakin—berdasarkan ratusan ayat al-Qur’an dan riwayat-riwayat yang tak terhitung dari Ahlul Bait yang suci—bahwa politik merupakan bagian dari agama dan bahwa proses memisahkan politik dari agama yang populer selama dekade terakhir dari abad ini, pada hakikatnya merupakan propaganda kaum kolonialis. Hasil negatif akibat dari pemisahan ini tampak pada dunia Islam dan di antara para pengikut seluruh agama Ilahi.
Imam Khomeini yakin bahwa Islam merupakan agama untuk membimbing manusia dalam seluruh tahapan dan dimensi kehidupan individual dan sosial. Dan karena hubungan sosial dan politik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, maka Imam Khomeini memandang bahwa Islam yang memperhatikan aspek ibadah dan akhlak individual semata, dan mencegah kaum Muslim dari menentukan masa depan dan masalah-masalah sosial dan politik adalah Islam yang menyimpang, dan menurut ungkapan Imam “Islam Amerika”. Sebagaimana ia memulai kebangkitannya atas dasar pemikiran penyatuan agama dan politik, dan beliau meneruskannya atas dasar ini.
Setelah kemenangan Revolusi Islam, di samping membetuk pemerintahan Islam, Imam Khomeini berinisiatif—dengan suatu cara yang berbeda sama sekali dengan berbagai sistem politik kontemporer yang menjelaskan sendi-sendi dan dasar-dasarnya yang menjadi pijakan undang-undang Republik Islam—untuk menghidupkan syiar-syiar sosial Islam dan mengembalikan spirit politik dalam hukum-hukum Islam. Menghidupkan dan meramaikan shalat Jumat dan shalat Ied yang besar di berbagai penjuru negeri dikemas berdasarkan “ibadah politik” dan mengemukakan berbagai problema yang menimpa masyarakat Islam, baik di dalam maupun di luar negeri dalam khutbah shalat Jumat dan hari raya Islam, serta mengubah cara dan kandungan acara-acara duka (misalnya seperti peringatan 10 Muharram—pen.) dengan kemasan politik tersebut. Sesungguhnya salah satu keberhasilan Imam Khomeini yang paling menonjol ialah menghidupkan haji Ibrahim.
Sebelum kemenangan revolusi Islam di Iran seremonial ibadah haji –dengan inspirasi pandangan tertentu dan mengikuti saran para penguasa negara-negara Islam, khususnya penguasa Saudi- dilaksanakan setiap tahun jauh dari ruh yang sebenarnya. Ketika itu kaum muslimin melaksanakan ibadah haji –sama sekali- tanpa memperhatikan sisi filosofis disyariatkannya muktamar akbar tahunan Islam tersebut. Padahal ibadah haji –sebagaimana disinggung oleh ayat Al-Qur’an: “Allah menjadikan Ka’bah sebagai Baitu al-Haram agar umat manusia bangkit” (Qs. al-maidah:97) – merupakan tempat yang paling tepat untuk mengadakan pertemuan dan mengumandangkan kebebasan dari kaum musyrikin. Namun setiap orang yang menyaksikan ibadah haji sedikitpun tidak melihat dilontarkannya problema dunia Islam dan bara’ah (bebas) dari kaum musyrikin. Sementara itu umat Islam hidup dalam kondisi yang paling sulit dan menghadapi serangan kolonial dan israel dari berbagai arah.
Setelah kemenangan revolusi Islam yang gemilang itu, Imam Khomeini menekankan – melalui pesan tahunan yang ia tujukan kepada segenap jamaah haji pada setiap musim haji tiba – pentingnya mengarahkan pandangan kaum muslimin terhadap masalah politik dunia Islam, menilai bara’ah dari kaum musyrikin merupakan bagian dari rukun haji dan menjelaskan tugas jamaah haji, khususnya dalam masalah ini. Kemudian berangsur-angsur muktamar haji agung tersebut mulai menampakan bentuknya yang hakiki. Karnaval bara’ah pun mulai dilaksanakan setiap tahun yang diikuti oleh ribuan jamaah haji Iran dan sebagian kaum muslimin revolusioner dari negara-negara lainnya.
Pada kesempatan itu mereka meneriakan yel-yel dengan menuntut kebebasan dari Amerika, Uni Soviet dan Israel yang merupakan contoh yang menonjol atas fenomena kemusyrikan dan kekufuran serta mengajak segenap kaum muslimin agar bersatu.
Pada waktu yang bersamaan diadakan pula berbagai muktamar untuk bertukar pandangan diantara kaum muslimin dan berusaha mencari solusi atas problema mereka. Langkah positif ini mendorong Amerika untuk menambah tekanannya kepada pemerintah Saudi untuk mencegah pengaruh gerakan tersebut.
Haji merupakan ibadah akbar dan universal yang hakiki serta menjadi acara ikrar keterbebasan dari kaum kafir setiap tahun yang diikuti oleh ribuan jamaah haji Iran dan kaum Muslimin yang revolusioner dari negeri-negeri yang lain. Pada acara itu, mereka meneriakkan yel-yel anti Amerika dan Soviet.
Dan pada hari Jumat 6 Dzulhijjah 1407 H, pada saat lebih dari seratus lima puluh ribu jamaah haji berdesak-desakan untuk ikut serta dalam acara ikrar keterbebasan dari kaum Musyrik, dinas keamanan pemerintah Saudi, baik yang bersembunyi maupun yang terang-terangan—melakukan serangan kepada lautan jamaah haji tersebut dimana dari cara serangan ini menunjukkan adanya perencanaan yang matang sebelumnya. Akibat dari tragedi yang pahit ini gugurlah lebih dari empar ratus jamaah haji Iran, Libanon, Palestina, Irak dan yang lain.
Lebih dari lima ribu orang mengalami luka-luka. Di samping itu, beberapa orang yang tidak berdosa pun ditangkap. Dan mayoritas korban yang syahid dari kalangan perempuan dan orang-orang tua yang tidak mampu lari secara cepat dari pembantaian massal tersebut.
Mereka harus mengorbankan jiwanya secara teraniaya hanya karena menyatakan keterbebasan dari kaum musyrik. Yang lebih penting dari itu, penodaan tempat suci Ilahi yang aman di hari Jumat dan di hari-hari haji yang penuh berkah dan di bulan haram yang mulia.
Sungguh tanda-tanda kemarahan dan derita menyesakkan hati Imam Khomeini akibat dari kebiadaban dan kebengisan ini, namun kemaslahatan umat Islam dan keadaan dunia Islam mencegahnya untuk mengambil tindakan praktis apa pun. Imam hanya menahan kesedihan ini di lubuk hatinya yang paling dalam dan pengaruh hal ini tampak dalam pembicaraan dan penjelasannya sampai akhir usianya.
Sesungguhnya sikap tidak peduli negara-negara Islam terhadap berbagai agresi Israel atas Libanon Selatan dan berbagai kejahatan yang dilakukan kaum Zionis di sana dan perlawanan keras kaum muslim di tanah pendudukan Palestina dan yang lebih buruk dari semua itu, keinginan negara-negara Arab untuk menciptakan apa yang dinamakan dengan perdamaian dengan Israel dan berlepas tangan dari usaha membebaskan Palestina, semua ini cukup memukul hati Imam Khomeini dan kaum muslimin dunia. Imam melontarkan kritikan tajam sejak permulaan kebangkitannya untuk membebaskan tanah-tanah Islam dari cengkraman kaum Zionis—di hadapan wajah Israil dan pelindungnya yang pertama (Amerika). Dan Karena sebab itu sendiri, Imam diasingkan keluar negerinya selama empat belas tahun. Begitu juga selama masa yang menyertai kemenangan revolusi Islam, Imam tidak pernah mengendurkan sikap dan semangatnya dalam memberikan dukungan material dan spiritual untuk merealisasikan tujuan tersebut.
Imam Khomeini pernah mengungkapkan adanya dua pemahaman yang berlawanan dari Islam di masa kita sekarang, yaitu “Islam yang orisinil” dan “Islam Amerika”. Sebab, Imam menyakini bahwa Islam yang tidak memperhatikan hukum-hukum al-Qur-an yang menjadi kesepakatan bersama dan sunah Nabi saw yang mulia yang berkaitan dengan tanggung jawab-tanggung jawab sosial, dan Islam yang tidak menghiraukan jihad dan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta keadilan sosial dan hukum-hukum yang berkenaan dengan hubungan-hubungan sosial dan ekonomi di masyarakat Islam, dan yang mencegah partisipasi kaum Muslim dalam kegiatan politik dan dalam penentuan masa depan mereka, dan hanya memandang agama sebagai ritualitas dan ibadah individual tanpa memperhatikan falsafahnya dan ruhnya yang hakiki, maka Islam seperti ini adalah Islam yang diinginkan oleh Amerika dan mereka yang menjadi agennya.
Dalam analisanya, Imam Khomeini bersandar kepada berbagai fenomena sejarah dan bukti-bukti kuat yang menghiasi wajah dan kondisi aktual negeri-negeri Islam. Imam meyakini bahwa penjajahan modern adalah hasil dari para kolonial yang dulu. Sebab, mereka telah berusaha untuk mengubah agama mayoritas kaum Muslim melalui para misionaris Kristen. Ketika mereka gagal dalam melakukan hal itu maka mereka mencurahkan usaha mereka—sejak saat itu sampai sekarang—untuk menonaktifkan pemberlakuan hukum-hukum Islam yang tinggi dan merusak citra Islam dari dalam. Dan hasil dari hal tersebut sangat nyata sekali. Hari ini semua negeri Islam menyandarkan undang-undangnya dan proses hukumnya pada sistem dan undang-undang Barat yang berlawanan dengan agama dan yang substansinya berlawanan dengan undang-undang yang bersandar pada wahyu.
“Islam Amerika” memberi kesempatan kepada budaya Barat untuk masuk dan mempengaruhi masyarakat Islam dan menghancurkan tanaman dan keturunan. Islam Amerika memberi kesempatan kepada pemerintah-pemerintah yang menjadi boneka orang-orang asing untuk menjalankan hegemoninya atas Muslimin dan atas nama Islam, mereka justru memerangi kaum Muslim yang hakiki, dan pada saat yang sama mereka menjalin persahabatan dengan Israel dan Amerika yang notabena adalah musuh-musuh Islam.
Dalam pernyataan akhirnya, Imam Khomeini menjelaskan secara gamblang hakikat ini, yaitu bahwa jalan satu-satunya untuk menyelamatkan manusia dari problemanya yang sekarang adalah kembali ke masa agama dan keyakinan keagamaan, dan jalan satu-satunya untuk membebaskan negeri-negeri Islam dari keadaannya yang sekarang yang menyedihkan adalah kembali kepada Islam yang orisinil dan kepada jati diri islaminya yang independen.
Metodologi Dakwah “Wahabi Menentang Syiah”. Disamping kekhasannya memudahkan menyatakan “Pengkafiran atau Bid’ah” kepada Umat Islam lainnya.

Jika kita hendak memberikan apresiasi terhadap Wahabi dalam satu kalimat, dengan mengamati jumlah dana yang digunakan, dan gerak kerja Wahabi, maka sesungguhnya Wahabi dapat kita katakan sebagai sebuah pusat kebudayaan yang sangat utuh di mana umat Kristiani sekalipun tidak memiliki gerakan yang seperti mereka miliki.METODOLOGI WAHABY DALAM MENENTANG SYIAH.Menurut Kantor Berita ABNA, berikut terjemahan ringkas dari pembahasan Ayatullah Husain Qazvini mengenai metodologi dakwah Wahabi untuk menentang Syiah yang disampaikan dalam ceramahnya di Mushalla Qom.Ayatullah Husaini Qazwini
Metodologi Dakwah Wahabi Menentang Syiah.
Bertempat di Mushalla Qom, 11/08/1389.
بسم الله الرحمن الرحيمPokok pembahasan kita pada hari ini ialah metodologi terbaru propaganda Wahabi.
Jika kita hendak memberikan apresiasi terhadap Wahabi dalam satu kalimat, dengan mengamati jumlah dana yang digunakan, dan gerak kerja Wahabi, maka sesungguhnya Wahabi dapat kita katakan sebagai sebuah pusat kebudayaan yang sangat utuh di mana umat Kristiani sekalipun tidak memiliki gerakan yang seperti mereka miliki.4 tahun lalu dalam kunjungan ziarah saya ke Mekkah, saya sempat mengunjungi salah satu pusat kebudayaan Wahabi bernama رابطة العالم الإسلامية di mana setiap orang dapat melihatnya ketika masuk ke Mekkah dari Madinah, yang pertama kali terlihat adalah sebuah gedung putih yang mereka letakkan papan tertera رابطة العالم الإسلامية, saya sendiri kurang lebih tujuh jam berkeliling di dalam gedung tersebut sekedar untuk melihat lebih dekat berbagai bagian methodologi propaganda, risalah dan percetakan buku yang mereka miliki. Ringkasnya pusat رابطة العالم الإسلامية sama seperti Kantor Pusat Tablighat Islami dan Sazman Tablighat Islami kita. Inilah perbedaan yang ada pada pusat kebudayaan mereka. Namun dalam keorganisasian PBB, mereka tercatat sebagai anggota resmi dalam UNESCO dan UNICEF. Salah seorang staff mereka berkata, “Belum ada satupun negara yang di dalamnya tidak ada kantor cabang atau perwakilan dari kami.” Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa gerakan mereka yang utama adalah membantu anak yatim dan golongan miskin.
Para hadirin sekalian mesti tahu, metodologi propaganda hari ini sangat jauh berbeda dengan zaman yang lalu. Dahulu tatkala alat cetak telah ditemui, surat kabar dan buku telah digunakan untuk memindahkan budaya ke wilayah yang lain, dan dari generasi ke generasi. Namun hari ini, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada manusia seperti bidang ‘cyber’, internet, satelit dan sms, pihak penentang dan musuh kita memanfaatkan ruang yang ada tersebut semaksimal mungkin.
Statistik Propaganda Wahabi
Dalam statistik yang ditunjukkan oleh situs web http://www.isl.org.uk bahwa terdapat lebih dari 40.000 halaman situs web Wahabi yang selama 24 jam aktif menentang Syiah. Diantara situs mereka yang paling menunjukkan bentuk kegigihan dan keprofesionalan mereka adalah halaman situs web Faisal Nur http://www.fnoor.com yang dibuat dan dioperasikan oleh seorang Wahabi di Arab Saudi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa yang mendanai segala bentuk operasional situs tersebut adalah putera mahkota Arab Saudi sekarang yaitu Amir Naif. Dalam halaman web tersebut ada lebih dari 40 ribu judul kitab dan makalah menentang Syiah, dan boleh dikatakan situs tersebutlah yang merupakan situs induk dan rujukan situs-situs Wahabi lainnya. Hampir kesemua situs berbahasa Arab yang menentang Syiah membuat tautan link dengan situs tersebut. Bahkan situs anti Syiah berbahasa Persia seperti Sunni News, Sunni Online dan Islam Teks, sebahagian besarnya memosting materi-materi yang lancang dalam menentang Syiah, serta mempropagandakan penghinaan dan caci maki yang merujuk dari situs tersebut.
Dalam berita-berita pekan lalu, laporan online menurunkan berita mengenai seorang peneliti Kanada yang menyebutkan bahwa satu dari 2 situs website Islam adalah berkaitan dengan Wahabi bahkan sampai ada yang berlindung dibalik pusat pengajian kebudayaan Ikhwanul Muslimin.
Sementara dalam perjalanan saya ke Jerman dan Belanda, saya berkesempatan membuka halaman-halaman situs dari internet teman baik saya yang membantu selama perjalanan di sana. Salah satu perkara yang mengherankan saya adalah tentang Imam Mahdi yang dinantikan, ada 1,5 juta situs dalam internet yang membahas hal tersebut itu. Tentu saja hal tersebut sangat mencengangkan, 1,5 juta situs tentu saja angka yang sangat fantastis. Meskipun membahas tentang Imam Mahdi afs namun pada hakekatnya situs-situs tersebut bertujuan untuk menghentikan laju dakwah Syiah. Untuk hal yang sederhana ini saja, kita bisa memahami betapa gigihnya mereka untuk menentang Syiah dengan berbagai kemudahan fasilitas yang mereka punyai. Hal ini dapat dirujuk dalam halaman web universitas Amir Kabir سايت دانشگاه امير كبير.
Propaganda Wahabi Melalui Stasiun-stasiun TV
Sekarang ini, dari 1800 saluran satelit yang aktif di kawasan Timur Tengah ini, hampir 300 saluran satelit yang diisi dengan acara dan program menentang Ahlul Bait.
Mungkin mendengar perkara ini dianggap biasa, menyatakan statistik liputan dan pendengarnya sangat mudah. Namun anda semua lihatlah apa hasil kerja-kerja mereka dalam masalah propaganda dan kebudayaan? Sementara apa pekerjaan kita? Akhirnya kerja اتحاديه تلويزيونهاي اسلامي mampu dilaksanakan, yaitu pada 2 pekan lalu sebelum persidangan di Tehran, mereka telah mengumpulkan 182 radio dan stasiun-stasiun TV lokal.
Dalam beberapa saluran satelit, atas nama membela Ahlul Bait dan mempertahankan Wilayah Faqih sekelompok orang mengaku pengikut Syiah dan pelajar agama menghantam Ahlusunnah dan menyerang mereka yang biadap terhadap kesucian Ahlul Bait. Namun hasilnya justru semakin mencoreng nama Syiah dan terjadi fitnah yang dahsyat. Kami telah mendengar bahwa dalam kongres Amerika pada tahun 2009 secara resminya menyebutnya sebagai ‘Tahun Ikhtilaf Sunni dan Syiah’. Untuk ini mereka telah memperuntukkan anggaran yang khusus. Kita tidak lupa di permulaan perang di Irak, seluruh surat kabar memaklumkan, jika tidak salah, bertanggal 20 atau 19 Esfand 1384 surat kabar Kayhan menulis, “نظاميان آمريكايي در عراق، يك جوان سيد و معمم نوراني را دستگير كرده بودند كه او، همان مهدي موعود است و مدتها او را در زندان شكنجه ميكردند تا اعتراف كند او مهدي است” (Tentara AS di Irak menangkap seorang Sayid dan guru; yaitu Imam Mahdi, mereka menyiksanya di penjara sehingga ia mengaku bahwa dirinya Imam Mahdi) setelah mereka mengetahui ayah dan ibu Imam Mahdi itu mempunyai beberapa tanda. Ayah dan ibu individu ini adalah orang lain, mereka sudah berputus harapan dan berjanji akan melaporkan kepada tentara Amerika jikalau menemui tempat persembunyian Al-Mahdi. Begitu juga Bush, presiden Amerika yang lalu, sebuah lembaga ilmu dibentuk yang terdiri dari orang Islam dan Kristiani, teoretisi Gedung Putih telah diterangkan sehingga mereka melakukan penyelidikan tentang Al-Mahdi Maw’ud dan melaporkannya kepada beliau (presiden). Pernyataan ini turut tersebar dalam laporan media setempat, namun tidak diketahui apakah hasilnya.
Tanggal 17 bulan Ramadan tahun lalu, seseorang yang mengaku pelajar agama, namun pada hakekatnya bodoh dan tidak waras telah memprakarsai peringatan hari wafatnya Aisyah di London, Inggris dan melakuan penghinaan dan pelecehan terhadap istri Nabi, Aisyah yang tidak bisa dibernarkan oleh syariah. Perkara kontroversial tersebut mendapat perhatian dari para ulama Marja Taqlid dan Rahbar bahkan 90 ulama besar Syiah di Arab Saudi dan wilayah Timur Tengah, Imam Juma’at dan Jamaah, pusat-pusat pengkajian ilmiyah mengecam dan mengutuknya. Kecaman ini telah dicetak juga dalam surat khabar yang bernama al-Riyadh. Pergerakan yang mempunyai unsur fitnah seperti ini tidak jauh dari upaya Wahabi untuk memberi kesan jelek mengenai Syiah. Individu seperti ini telah mereka perkenalkan, dan biaya serta kemudahan telah diperuntukkan untuknya supaya ia dapat memberikan pernyataan-pernyataan mengenai dunia Islam. Setelah bulan Ramadhan, bersamaan dengan tahun penghinaan (Yasser al-Habib) terhadap Ummul Mu’minin Aisyah, hampir 19 saluran satelit Wahabi senada mengadakan program menentang Syiah. Akibatnya sebahagian saluran Wahabi seperti saluran Wisal dan Safa, saya sendiri menonton program-program mereka selama beberapa menit, saluran ini dengan penuh emosi, mereka menggunakan kata-kata yang paling buruk untuk mencerca para ulama Marja’ Taqlid, bahkan orang perusuh sekalipun tidak akan melakukan seperti ini. Mereka terlalu biadab menghina makam-makam suci para Imam,terutama sekali dalam bulan Ramadhan yang penuh keberkahan tahun itu, saluran-saluran al-Mustaqillah, Hafiz, Safa, Nas, al-Rahmah, al-Hikmah, al-Khalijiyah dan al-Sihhah tidak memiliki rasa segan sedikitpun untuk melakukan pencercaaan dan penghinaan. Jelas apa yang mereka lakukan adalah bentuk konspirasi dan propaganda negatif, terlebih lagi belasan stasiun TV tersebut disiarkan melalui Nil Sat. Alhamdulillah, pemerintah Mesir telah memblokir penyiaran beberapa saluran TV tersebut, seperti saluran Safa dan Wisal, yang telah mempropagandakan permusuhan yang terang-terangan terhadap Syiah dan mazhab Ahlul Bait. Lebih dari itu Arab Saudi dalam setiap penyelenggaraan haji, menyiarkan sebuah saluran radio siaran langsung dalam delapan bahasa yang ditujukan kepada para peziarah Haji Baitullah al-Haram.
Perkara penting lainnya, usaha mereka dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan terhadap Syiah juga mereka sebar dalam halaman situs internet. Beberapa laporan dalam situs-situs web mereka yaitu mereka memaklumkan, ‘Saluran satelit Syiah lebih bahaya dari bom nuklir dan atom’. Ini disebabkan mereka tahu saluran seperti al-Kawthar, ulama seperti Ayatullah Kurani atau Sayyid Kamal Haidari ada sebagai berbicara di dalamnya yang berusaha menyingkap kebatilan-kebatilan mereka.
Gelombang kesadaran para pemuda Ahlusunnah dan Wahabi, dan cenderungnya mereka ke arah Syiah.
Dengan mengamati informasi yang telah tersebar, saya selalu berusaha mencari berita-berita online atau satelit yang up date, ataupun berita terbaru melalui perantaraan sahabat-sahabat. Saya ingin mengatakan satu hal bahwa, sampai dalam kurun ke-15 ini, belum ada para pemuda Wahabi dan Ahlusunnah yang lebih cenderung kepada Syiah seperti kurun sekarang. Hampir setiap minggu 10, 20 orang atau lebih dari 30 orang merujuk kepada saya dan secara resmi menyatakan mereka mengikut Mazhab Ahlul Bait. Dalam tahun ini saja, beberapa kali para pemuda Kristiani datang ke Qom dan Maha Besar Allah memberi taufiq-Nya, mereka telah menjadi Syiah di tangan kami dan pulang.
40 hari yang lalu, seorang pemuda berusia 25 tahun datang dari London, beliau adalah seorang da’i dari Baha’i. Beliau terpengaruh dengan kata-kata kami dalam salah satu acara TV dan akhirnya mengambil keputusan untuk bertaubat, lantas mengikuti mazhab Ahlul Bait dan cenderung kepada Syiah.
Penyikapan Syiah terhadap Ahlulsunnah
Dengan tersebarnya propaganda yang dilakukan Wahabi, di beberapa tempat seringkali menghasilkan keputusan yang negatif mengenai Syiah.
Abu Bashir pernah datang menemui Imam Sadiq dan berkata:
Bagaimana cara kita berhadapan dengan Ahlusunnah? Imam berkata: Apakah engkau mempunyai Imam dan yakin mengikutinya? ujarnya: Iya. Imam berkata: Saya adalah Imam kamu, dan keniscayaan bagi kamu mengikuti kami, bermuamalahlah kepada Ahlusunnah sebagaimanaa yang saya lakukan, andainya mereka sakit saya menziarahi mereka. Jikalau mereka meninggal dunia, saya akan mengikut perarakan jenazah mereka. Sekiranya… (seterusnya sampai akhir riwayat)
Karana itu kami mengatakan beberapa kali. Apakah yang hendak terjadi kepada Syiah jikalau para Imam tidak berpesan supaya kita beradab santun dengan Ahlusunnah?. Apa yang berlaku jika para marja kita tidak melarang kita dari mencerca?
Menyebarkan Penentangan Ulama Syiah terhadap Mazhab Syiah.
Salah satu bentuk propaganda baru Wahabi adalah menyebarkan perkara-perkara yang menentang Syiah dari ulama-ulama Syiah sendiri. Dalam 2 – 3 minggu belakangan ini, isu ini telah didanai. Jika anda menonton saluran-saluran Wahabi Safa, Wisal, dan Nur selama sepekan, anda akan dapati salah satu perkara yang mereka singgung ialah ada di kalangan para ulama Syiah yang membicarakan perkara yang menentang Syiah. Contohnya seperti apa yang dikatakan sebagai Dr. Musa Musawi, cucu al-Marhum Sayyid Abul Hasan Esfahani, mereka telah banyak mengeluarkan biaya di dalam halaman site, satelit dan kitab-kitabnya. Beliau telah menulis kitab yang bernama As-Syiah Wa Al-Tashih. Ayatullah al-Uzma Subhani menukilkan kepada saya dengan berkata, «من خودم از راديو شنيدم كه صدام ميگفت: اگر اين 8 سال جنگ ما عليه ايران، هيچ فايدهاي نداشت جز اينكه اين كتاب توسط يك مرجع زاده نوشته شد، براي ما كافي است». (Saya sendiri mendengar Saddam mengatakan, jika dalam perang 8 tahun kita menentang Iran dan tidak memberi faedah apa-apa, cukuplah kemenangan bagi kita sebuah kitab yang ditulis oleh cucu seorang Marja).
Kitab ini dari awal sampai halaman terakhirnya, tidak ada yang lain kecuali penghinaan yang melampaui batas terhadap Syiah dan tempat-tempat sucinya. Wahabi juga turut menyatakan suka citanya dengan kehadiran buku tersebut. Salah seorang Marja Taqlid besar yang mungkin sebaiknya tidak usah saya sebutkan nama beliau di sini, beliau terkenal di kalangan penuntut agama sebagai seorang yang bersih, taqwa dan berwilayah. Beliau berkata kepada saya, “Saya tidak akan lupa, Musa Musawi ini di Zaman Syah, ia seorang peminum arak, pezina dan pergi ke club-club malam, dan ia sering bersama seorang artis.” Beliau juga bersama-sama dengan beberapa penari masyhur, memberi cek kepada mereka, lari dari Iran yang kemudian berita mengenai hal tersebut tersebar dalam surat kabar. Ada orang memberitahu kepada saya, “Sudah tentu ia tahu memberi uang kepada mereka ini adalah haram, dan pengeluaran uang tersebut di jalan yang salah. Ia mengatakan, “Beliau dilihat bertemu dengan bekas perdana menteri Syah, dan dikenakan topi di kepalanya, dan ia mengambil sejumlah uang dan melarikan diri”. Sekarang lihatlah golongan Wahabi hari ini memuliakan individu seperti ini, dengan menyamaratakan semua keluarga dan orang yang ada disekelilingnya, orang ini kemudian diperkenalkan sebagai seorang pemikir Syiah di mana dikatakan, “Setelah ia tahu Syiah adalah sebuah mazhab yang sesat, ia menulis sebuah buku yang dinamakan Al-Syiah Wa Al-Tashih.” Dia sekitar 7 sampai 8 tahun yang lalu di Arab Saudi telah menderita penyakit barah akibat banyak meminum arak. Saya pernah menghubungi beberapa orang pamannya dan anak saudaranya di Masyhad, termasuk adik kandungnya di Teheran. Mereka berkata “Kami sangat merasa malu, kami hanya bisa membantah apa yang dia lakukan dan nyatakan bahwa apapun yang dia nyatakan dan lakukan tidak ada lagi sangkut pautnya dengan keluarga”.
Sekarang mereka buat juga membuat ulama boneka, Sayyid Abu al-Fadhl Burqe’i sambil menggelarinya Ayatullah Uzma, kononnya beliau salah seorang ustaz hauzah ilmiyah Qom yang tersohor. Setiap hari rekaman ceramah beliau yang menghina simbol-simbol suci Syiah, penghinaan kepada para ulama marja’ besar Syiah dan ejekan terhadap ziarah para Imam ditayangkan berkali-kali dalam Saluran Nur, sementara dalam saluran-saluran Arab ditayangkan juga biografi dan sejarah latar belakangnya dengan sangat jelas. Memang benar beliau pernah berada di dalam Hauzah, yaitu di zaman Ayatullah Burujerdi, ia mengajar kitab Rasail dan makasib, dan disebabkan kebiadabannya terhadap Ayatullah Burujerdi di dalam Masjid Imam, penduduk Qom telah mengusir dan memintanya keluar dari kota Qom. Beliau pergi ke Tehran dan membina masjid Wazir Daftar. Beberapa ketika beliau di sana, beliau masih meneruskan penghinaan dan pengikut Syiah di sana turut menyingkirkannya. Ia juga pernah menerjemahkan Kitab Ibnu Taimiyah dalam bahasa Persia. Beberapa tahun lalu kami ke Makkah, ketika kami masuk ke Baitullah Al-Haram, bungkusan jilid yang dimasukkan al-Quran kecil ke dalamnya, saya lihat salah satunya mengandungi terjemahan Minhaj Al-Sunnah Ibnu Taimiyah hasil karya Abul Fadhl Burqe’i. Ini benar-benar sebuah skandal. Beliau juga mempunyai hampir 70 karya dan buku. Dari jumlah tersebut hampir 30 kitab yang menyampaikan hal sebenarnya mengenai Syiah dan 40 kitab menentang Syiah. Namun menjelang penghujung usia, beliau menyesal di atas kebiadabannya. Namun penyesalan tidak lagi berguna:
“Dan tidak ada gunanya taubat itu kepada orang-orang yang selalu melakukan kejahatan, hingga apabila salah seorang dari mereka hampir mati, berkatalah ia: “Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini,” (sedang taubatnya itu sudah terlambat), dan (demikian juga halnya) orang-orang yang mati sedang mereka tetap kafir. Orang-orang yang demikian, Kami telah sediakan bagi mereka azab yang teramat pedih.” (Surah Al-Nisa ayat 18)
Salah seorang sahabat-sahabat terdekat beliau sendiri, Husaini dan Rajani menukilkan dan menulis, “Beliau meninggal karena sebuah penyakit. Kami telah pergi menjenguknya dan beliau membaca surat wasiatnya untuk kami dan berkata: Saya seorang Syiah yang percaya keimamahan dan kemaksuman 12 Imam. Dan saya pernah melakukan kekhilafan”. Ketika beliau dikeluarkan dari Teheran, beliau pergi ke kampung Kun di kawasan Teheran dan tinggal di rumah anak laki-lakinya. Beliau berwasiat: “Jikalau pengikut Syiah mengizinkan, kuburkan jenazahku di dalam perkuburan sanak saudara Nabi Syuaib as semoga baginda Nabi memberikan syafaat kepadaku dan Allah mengampuniku”. Sekarang kelancangan memerangi Syiah atau merusakkan pemikiran para pemuda adalah dengan memutarkan rekaman ucapan pendek beliau. Namun Uthman Khamis seorang pemuka ekstrim Wahabi dan pemikirannya, kelancangannya telah menguntungkan Syiah dan sudah tentu Syiah dalam akidahnya sangat tegar. Ia selalu memperkenalkan sosok Sayyid Abul Fadhl Burqe’i sebagai seorang tokoh Syiah terkemuka di mana sebelumnya adalah seorang Syiah dan kemudian masuk Sunni. Beginilah cara mereka mereka menebar fitnah dan kebohongan. Sekiranya mereka tidak menemukan seorang watak Syiah yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka pasti akan menciptanya.. Contohnya berbagai kitab yang dicetak di Arab Saudi dengan nama Ayatullah al-Uzma Subhani dan Allamah Askari. Ayatullah al-Uzma Subhani menulis dalam sepucuk surat kepada Dr. Qardawi: “Apakah anda tidak punya tindakan apa-apa mengenai kenyataan di Arab Saudi dan Emirat, yang tidak berlalu satu hari melainkan ditulis sebuah risalah atau buku, atau makalah yang menyerang Syiah dan malangnya, ia sentiasa mengulang tuduhan-tuduhan palsu di mana puluhan kali jawaban sudah diberi…, mereka masih tidak cukup dengan ini, buku-buku mengkritik Syiah dengan nama Ulama Syiah telah dicetak dan disebarkan. Sehingga sebuah kitab yang mengatasnamakan saya, dan sebuah kitab dengan nama al-Marhum Allamah Askari telah di cetak dan diterbitkan. Kedua-duanya diperkenalkan seorang muballigh Wahabi dan pengkritik Syiah”. Yaitu mereka tidak ragu sedikitpun melakukan kebohongan dengan menciptakan tokoh fiktif atau mencaplok nama pemuka Syiah yang menjadi pengkritik Syiah. Sehingga seorang saudara kita dari Afganistan menelepon saya dan berkata, “Di sini mereka telah menulis sebuah kitab yang mengandungi kata-kata anda yaitu Qazwini telah menjadi Ahlusunnah dan menentang Syiah dan risalah-risalah telah mereka sebarkan”. Saya pun berkata, “Jikalau suara Ayatullah al-Uzma Subhani dan Allamah Askari tidak sampai ke seluruh dunia serta terbatas, saya dengan berkah Ahlul Bait as hadir bergiat dalam dialog Syiah – Wahabi, dan di dalam saluran Al-Mustaqillah, Nur, Salam dan Wilayah tidak sampai seminggu yang lalu saya menjalankan program menentang Wahabi dan mempertahankan Syiah”. Mereka sampai ke tahap ini melakukan upaya penentangan Syiah. Atau seperti buku Lillah Thumma Li Tarikh (telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah”), Arab Saudi telah mencetaknya dengan edaran jutaan eksemplar dan disebarkan ke seluruh negara-negara Islam. Dalam pertemuan saya dengan salah seorang ulama besar di Qatif di Makkah al-Mukarramah, ia berkata, “Di kawasan Qatif dan Ahsha, buku ini diedarkan kepada pemuda-pemuda Syiah dari sebuah kios. Di mana saja mereka lihat orang beratur membeli roti atau selainnya, mereka akan bawa serta mengedarkannya dengan gratis”. Di Kuwait 100 ribu naskah buku ini telah dicetak dan disebarkan kepada khalayak ramai. Salah seorang ulama terkenal Syiah Kuwait, (bernama) Muhri secara resmi memberi peringatan kepada kerajaan Kuwait, “Jikalau penyebaran buku ini tidak dicegah, Kuwait akan menjadi Lebanon kedua”. Mereka serta-merta kemudian melakukan pelarangan penyebaran buku tersebut. Penulis buku ini juga adalah yang dikatakan sebagai Ayatullah Sayyid Husain Musawi, salah seorang marja Syiah terkenal di Najaf (sebagaimana yang tertulis dalam buku tersebut) Ia pernah mengajar di sana selama beberapa tahun namun karena mendapat keragu-raguan, lantas pergi mencari jawaban dan berguru kepada Ayatullah al-Uzma al-Khui, Ayatullah al-Uzma Sadr dan ulama-ulama besar Syiah lainnya. Namun kesemua ulama-ulama Syiah tersebut tidak mampu menjawab keraguannya sehingg ia kembali kepada Ahlusunnah dan menjadi Wahabi. Hari ini Wahabi begitu mengagung-agungkan Sayyid Husain Musawi dan bukunya dicetak dan diedarkan ke negara-negara Islam dengan berjuta-juta naskah. Walau bagaimana pun banyak kitab telah ditulis untuk menyangkal bukunya. Salah satu buku terbaik ialah dikarang oleh ulama terkenal Saudi yang bernama Syaikh Ali Al Muhsin yang pernah menimba ilmu di Hawzah Ilmiyah Qom. Kitab ini berjudul ‘Lillah Thumma Lil Haqiqah’. Hampir 15 kitab telah menjawab buku tersebut, dan ada di dalam beberapa situs .
Di Pakistan, 3 juta Pelajar Wahabi Direkrut untuk Menyebarkan Ajaran Wahabi
Di Afghanistan, terdapat 11 ribu madrasah dibangun oleh Wahabi dan untuk Negara ini saja lebih dari 70 ribu pelajar Wahabi yang direkrut.
Sebelum ini, pemimpin pelajar Ahlusunnah atau guru dari kota Timur dan Selatan telah dibawa ke Madinah untuk belajar di Universitas Madinah. Saya berusaha mengenal lebih dekat pembelajaran di sana. Tatkala kepergian mereka (pelajar) ke Arab Saudi menghadapi masalah, Saudi telah membina madrasah di Emirat yang menempatkan 12 ribu pelajar. Beberapa kali pelajar dari Iran, Afghanistan dan Tajikistan dibawa ke Emirat. Mereka dibekali dengan uang yang sangat banyak ketika tabligh dan pulang ke kampung halaman mereka. Para hadirin sekalian, demikianlah gambaran besar dari berbagai upaya mereka untuk menghancurkan Syiah dan menyebarkan mazhab mereka.
««« و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته »»»