Wahabi (Yang Anti Syi’ah) SESAT MENYESATKAN menurut Said Aqil Siroj karena membuat perpecahan dalam Islam

Lihatlah Si Pinokio Terus Menari…wahabi gandeng-renteng dengan Al Bayyinat/ MIUMI. Selain tentunya, gandengan dengan Amerika, dalam rangka “memerangi Iran”.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ajaran salafy racun , kata KH. Said Aqil

paham Salafy-Wahabi sebagai biang kerok konflik horizontal di Indonesia, radikalisme agama, rangkaian peristiwa peledakan (pemboman) yang terjadi di Indonesia

KH. Said Aqil Sirodj: NU memerangi Wahabi karena membuat perpecahan dalam Islam

Sejak kaum wahabi merilis buku-buku propaganda anti syi’ah, merebak aneka rupa tanggapan. Dari sebagian kalangan NU, Syiah, Shufi, mereka merasa terbela dengan buku-buku itu, sehingga semakin memuncak kebencian mereka kepada kalangan Syi’ahi. Dari kalangan Muslim perkotaan, gerakan Islam, dan majlis-majlis dakwah Syiah, mereka merasa dihujat, dizhalimi, dan disuguhi pertunjukan fitnah “tanpa ampun”.

Alhamdulillah, dengan seijin Allah dan pertolongan-Nya, mulai terkuat satu per satu bukti-bukti kesesatan dan kedustaan dari gerakan fitnah yang dilancarkan oleh wahabi itu. Bahkan, semakin tampak jelas, bahwa muara dari gerakan fitnah ini ialah: Agresi Pemikiran wahabi (setan nejed).

Singkat kata, Indonesia saat ini sedang dilanda “Demam Fitnah”. Pemain utama lakon drama fitnah ini yaitu “dua sejoli”: wahabi dan gembong pendukungnya (Yayasan Al Bayyinat dan MIUMI cs). Keduanya saling bahu-membahu, tolong-menolong, cinta-mencintai, serta “memadu kasih” di pelataran kobaran api fitnah. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum, wa lil Muslimin.

Gendrang perang melawan wahabi lalu ditabuh oleh seorang alumnus Perguruan Tinggi Wahabi, Prof, DR. Said Aqil Siroj MA, setelah meraih Gelar doktornya. Syi’ah itu madzhab Ja’fari yang merupakan bagian dari madzhab Islam yang diakui dunia internasional.

Wajar, Sinisme yang mewarnai tulisan tulisannya  seperti buku ” Sekte berdarah wahabi ” dan sejenisnya merupakan buku kloningan berbasis dendam NU pada aliran sesat wahabi

buku yang sarat muatan caci maki terhadap wahabi, tidak bisa dilepaskan dari komentar komentar sinisme sebuah kelompok islam terbesar yang di ketuai   Said Aqil siroj.

Sebab demam anti wahabi mulai berkobar, merebak dan menebar kebencian, sejak Said Aqil siroj memegang jabatan ketua PB NU.  Terjadi  dari seluruh penjuru NU di Indonesia sikap anti “wahabi”.

Catatan khusus untuk Said Aqil Siradj: “Abdurrahman Wahid di masanya juga terkenal sebagai pembenci Wahabi. Tapi dia masih ‘mending‘, sebab tidak pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Saudi selama 14 tahunan,   lulus sebagai doktor

Puncaknya saat ini, beliau  menjadi promotor besar terbitnya buku-buku fitnah. Apa yang dilakukan Said Aqil ini  semata mata demi melindungi NU dari aliran sesat wahabi

jadi apakah menurut anda seseorang harus menutup diri dari kebenaran hanya karena alasan balas budi dan utang jasa? ini masalah agama lho!

sedikit-sedikit bid’ah setiap bid’ah sesat, kembali ke Qur-an dan hadits itu slogan-slogan indah namun kosong dari wahabi, nyatanya mereka wahabi tetap mengambil pendapat-2 ulama mereka dan menolak pendapat 4 madzhab lainnya yg notabene 4 madzhab ini ada sejak zaman tabi’in ….

mereka ini lucu, kaku, perusak nama Islam di mata internasional karena keras kepalanya mereka dan kebiasaan meng kafirkan kelompok yg tidak sepaham dgn mereka …. sejatinya upaya mereka ini meng’arab’kan manusia bukan meng’Islam’kan manusia.

wahabi men dhoifkan hadits-2 yg tidak mendukung mereka …. memang mereka sumber perpecahan dlm tubuh Islam, org Islam mana yg rela di katakan kafir, murtad, sehingga wajib utk dibunuh

 Tiga Tokoh Nasional Raih Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2012

Selasa, 30 April 2013, 21:14 WIB

Harian Republika memberikan penghargaan kepada tiga tokoh nasional atas kontribusinya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketiga tokoh itu adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Penyerahan penghargaan diserahkan pemilik PT Republika Media Mandiri Erick Thohir.

Hadir dalam acara penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2012 di gedung Djakarta Theatre, Selasa (30/4), adalah presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, serta Wakil Ketua DPR Pramono Anung.

Dalam pidatonya, Said Aqil Siradj menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku sebenarnya tidak merasa cukup berkontribusi terhadap perkembangan umat Islam dan bangsa. Namun, penghargaan dati Republika dijadikannya sebagai pemicu agar bisa lebih baik dalam perannya terhadap kemajuan Islam dan NKRI.

“Indonesia yang dihuni potensi unggul, saya belum menyaksikannya. Kita harus terus memperbaiki diri agar Indonesia bisa lebih maju,” ujarnya.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mempertanyakan mengapa dipilih sebagai penerima penghargaan yang terkesan mewah. Padahal, dalam keseharian tugasnya, tidak pernah terbersit aktivitasnya dihargai orang lain. Apalagi, ia merasa lebih banyak tokoh yang layak mendapat penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2012.

“Bukan tujuan dan prinsip hidup saya (meraih penghargaan). Saya memiliki motto just do your best. Apa tidak salah ini penghargaan ini. Terlalu mewah dan terlalu tinggi,” ujar mantan panglima TNI itu.

Ketua MPR Taufiq Kiemes mengatakan, empat pilar yang selalu dikampanyekannya itu merupakan satu keniscayaan yang harus dijalankan agar Indonesia tetap tegak. Empat pilar itu mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menjelaskan, melihat Indonesia yang terdiri ratusan suku dan budaya bisa dipersatukan dan dibimbing untuk tetap menjadi satu negara. Padahal, ada negara yang terdiri dua suku atau bahasa saja bisa pecah menjadi dua negara. “Empat pilar itu bukan kerja saya sensiri, tapi semua fraksi di MPR,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Sepak Terjang Salafi Wahabi

TV dan buku menjadi senjata ampuh yang paling efektif bagi kelompok Salafi Wahabi dalam mengarahkan umat kepada paham yang mereka inginkan.

Gerakan Wahabiyah yang sampai sekarang merupakan paham atau aliran keagamaan yang dianut dan diterapkan oleh Kerajaan Saudi, dengan gencar melakukan penyebaran Wahabisme. Penyebaran itu lewat pemberian dana dan bantuan lainnya kepada institusi, organisasi dengan membagi-bagikan literatur Islam khususnya karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahab (1702-1791) dan Ibnu Taymiyyah (1263-1328), yang merupakan sumber pokok Salafi Wahabi.

Dalam ideologi Salafi Wahabi telah terpatri sebuah ideologi supremasi bahwa mereka selalu merasa lebih unggul dan superior disertai sikap arogansi diri yang didalamnya terkandung perasaan selalu benar ketika berhadapan dengan kelompok atau pendapat orang lain. Jelas bahwa orientasi kelompok Salafi Wahabi tak lain adalah kelompok yang selalu merasa lebih unggul dan kekuasaan simbolik yang tak kenal kompromi walaupun sesama muslim.

Itulah ideologi Salafi Wahabi yang cendrung saling menyalahkan dan menuduh umat Islam lain telah menyimpang dari ajaran Islam sebenarnya. Bahkan yang sangat memiriskan, temuan buku ini mengungkap dengan jelas bahwa kelompok Salafi Wahabi telah melakukan pemusnahan dan pembakaran buku, sengaja meringkas, mentahqiq, mentakhrij kitab-kitab hadits yang tak mereka sukai, menghilangkan hadits-hadits yang tak sesuai dengan paham mereka.

Lebih tragisnya, kelompok Salafi Wahabi telah melakukan pembajakan atas karya-karya Ulama klasik, melakukan intimidasi dan provokasi, membeli manuskrip, menyogok penerbit sampai pada pencurian buku-buku induk untuk dihilangkan sebagian isinya atau dimusnahkan segalanya.\

saya berharap besar kepada pengurus NU, untuk lebih intensif mengadakan kajian islam, serta pengkaderan secara berjenjang.sebagaimana kelompok neo wahabi (salafi) sehingga masyarakat yang mayoritas awam ini dapat terselamatkan dari faham wahabi, termasuk santri-santri wajib dikader untuk saling membina, ada jenjangnya. sehingga kesan dakwah NU hanya untuk kalangan pesantren dapat terkikis. suwun

Kiai Said : Gerakan Salafi Menyalahi Rasulullah

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Ketua PBNU

Amerika Serikat dianggap ikut bertanggung jawab atas gerakan penyebaran ideologi salafi yang akhir-akhir ini merugikan dan merusak beberapa negara yang berpenduduk muslim

.
“Gerakan salafi bertentangan dengan ajaran Rasulullah yang telah mendirikan negara berperadaban dan menghormati hak-hak sipil.” Kata KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saat memberikan ceramah umum, ‘Islam di Indonesia dalam Menghadapi Ekstremisme’ di al-Jazair, sebagaimana dikutip elkhabar.com.

Menurut Kiai Said, gerakan salafi pada saat ini mewujud dalam istilah ‘perang suci’. Istilah ini tentu perlu dikritisi mengingat Rasulullah di Madinah sangat melindungi hak-hak sipil baik muslim maupun non muslim, “karena itu tidak ada  perang suci mengingat Islam menentang pertumpahan darah.” Kata Kiai Said Aqil.

Atas fenomena gerakan salafi di Indonesia, Kiai Said mengakui bahwa hal tersebut memang ada kira-kira delapan tahun terakhir dan bersifat eksklusif serta terbatas

.
“Kita akui mereka ada dan meskipun masih terkucil namun mereka cukup terorganisir. Jika memperhatikan model gerakan salafi tentu kita sebagai masyarakat muslim akan mempertanyakan ajakan mereka mengingat ideologi mereka yang dekat dengan kekerasan.” Kata Kiai Said

Semoga artikel-artikel di atas bermanfaat, bisa menjadi inspirasi dan wawasan, serta berkenan di sisi Allah Ar Rabbul Jalil. Amin Allahumma amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s