Month: Januari 2013

NU : “Kelompok Wahabi Salafi Takfiri berbeda dengan mazhab Sunni. Kelompok Takfiri ini hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia akan tetapi kalau dibiarkan maka akan menguasai dan membahayakan Sunatullah keanekaragaman mayarakat Indonesia”

Tanggal: 2013/01/23 – 21:24 v
Indonesia:
Tolak Kelompok Takfiri, Warga Balikpapan Adakan Seminar Sehari
Menurut Zuhairi, pembicara dan aktifis NU mengatakan Kelompok Wahabi Salafi Takfiri berbeda dengan mazhab Sunni. Kelompok Takfiri ini hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia akan tetapi kalau dibiarkan maka akan menguasai dan membahayakan Sunatullah keanekaragaman mayarakat Indonesia. Ciri-ciri Wahabi Takfiri adalah mengkafirkan semua orang diluar kelompok mereka dan yang paling benar adalah kelompoknya sendiri. 

 Tolak Kelompok Takfiri, Warga Balikpapan Adakan Seminar Sehari

Doni Wardana, dalam sambutannya sebagai ketua panitia mendorong pentingya perdamaian dan dialog. Karena perbedaan adalah sangat indah dan fitrah. Haji Sofyan, mewakili walikota mengatakan, “Al-Quran diturunkan untuk semua, dan untuk memahami dan mengamalkan al-Quran dibutuhkann akal dan pengetahuan yang cukup.” Sedangkan perwakilan MUI Balikpapan Muhammad Idris, mengatakan umat Islam harus siap menjadi Mukmin yang bertakwa dengan berusaha menjalankan perintah dan larangan-Nya.

Menurut Zuhairi, pembicara dan aktifis NU mengatakan Kelompok Wahabi Salafi Takfiri berbeda dengan mazhab Sunni. Kelompok Takfiri ini hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia akan tetapi kalau dibiarkan maka akan menguasai dan membahayakan Sunatullah keanekaragama mayarakat Indonesia. Ciri-ciri Wahabi Takfiri  adalah mengkafirkan semua orang diluar kelompok mereka dan yang paling benar adalah kelompoknya sendiri.

Mencontohkan soal sektarianisme di Sampang, Zuhairi mengatakan, telah terjadi krisis ulama Sampang, seorang ulama harusnya seorang alim dan mulutnya menebarkan rahmat, akan tetapi kenapa bisa rumah dan ladang komunitas Syiah dibakar bahkan ada yang dibunuh. Sebagai seorang yang berasal dari madura, Zuhairi malu, kenapa warga Nahdhiyin gampang disusupi aliran Wahabi Salafi Takfiri? Membunuh warga muslim itu kan dosa besar dalam fatwa NU, kenapa ulama di Sampang dan di Jawa Timur tidak mau dialog dan merasa benar. Menurut survey, kata Zuhairi, 99% rakyat Indonesia mencintai perdamaian dan toleran, tetapi akibat masuknya paham Takfiri dari luar mengakibatkan ulama lokal kehilangan kredibilitas.

Dari 6236 ayat al-Quran, menurut Zuhairi, kalau diperas jadi al-Fatihah, kalau diperas lagi jadi Bismillahirrahmanirahim. 300 ayat berisi toleransi, 176 ayat tentang perang itupun terkait dengan Asbabul Nuzul. Menurut survei,  99% masyarakat Indonesia menyukai toleransi. Terkait radikalisme dan ektrimime di dunia Islam, menurut Zuhairi disebabkan beberapa faktor. Karena wacana pemikiran, benturan peradaban Islam dan Barat,  globalisasi ekrimisme, identitas soliter (menang sendiri) juga karena adanya kebangkitan agama selain berdampak positif juga berefek negatif.

Lain lagi dengan Prof. Azyumardi Azra MA yang juga menjadi salah seorang pembicara mengiyakan sikap MUI Jatim yang salah dalam memberikan fatwa Syiah sesat, bahkan mereka mencoba menggiring MUI pusat untuk mensesatkan Syiah tetapi upaya itu tidak berhasil. Azyumardi menyesalkan sikap MUI jatim yang berseberangan dengan hasil keputusan ulama dunia.

Meski sedikit jumlah kelompok tidak toleran dan sektarian ini tidak bisa dianggap enteng karena awal konflik sektarian di Lebanon, Afganistan dan Irak berawal dari kelompok ini. Pendapat ini dikatakan Dr. Ir Haidar Bagi, MA  dan menanyakan kepada peserta seminar, kenapa umat Islam gampang marah. Menurutnya ada pandangan agama berorientasi hukum dan ada juga agama cinta yang mementingkan keakraban, cinta kasih antarhamba. Orang Barat gampang memasukkan agama Islam berorientasi hukum.  Sedangkan  agama Kristen dimasukkan agama cinta. Inilah kesalahan para pakar Barat yang ikut berkontribusi pada pemberian label bahwa Islam adalah agama kekerasan.

Haidar tidak menafikan faktor luar, tetapi di kalangan umat Islam memang sudah ada potensi  sejak dini bahwa Islam lebih berorientasi pada hukum daripada cinta kasih. “Dari kecil kita digambarkan agama Islam ditampilkan sangat mengerikan, kartun-kartun memperlihatkan betapa mengerikanya keadaan neraka,” ujarnya.

Anak-anak kecil kita beri gambaran Nabi kebanyakan perang dibanding damai. Sosok perang itu di antaranya Abu bakar, Khalid bin Walid, Ali bin Abi Thalib.  Anak kecil kita didik untuk takut berlebihan pada Tuhan. Memori anak kecil selalu diisi dengan gambaran Tuhan-Nya orang Islam adalah tukang marah dan Nabinya suka perang. Orang tua kita sayangi, tapi Tuhan sosok pemarah. Padahal kalau diperhatikan kata bismillahirrahman tidak berhenti tapi diakhiri rahim.

Seperti dalam sejarah dalam 23 tahun setelah hijrah, 20 hari saja Nabi Muhmmad perang dari 7790 hari. Disamping itu nama-sama sifat sifat jamaliyah Tuhan 5X kali lebih banyak daripada sifat jalaliah. Motif penciptaan Allah adalah kecintaan  dan kerinduan Allah terhadap umat manusia untuk dikenali.

Untuk menggambarkan akhlak Rasulullah, kata Imam Ali, keindahan alam pendek dan sedikit, sedang akhlak Rasulullah besar. Imam Khomeini yang digambarkan sosok fundamentalis oleh media Barat pernah mengatakan, “Saya memimpikan mata senjata jadi mata-mata pena”. Jadi perang dalam Islam karena terpaksa bukan tujuan tetapi sayangnya kelompok takfiri ikut memperlancar promosi Islam agama kekerasaan bukan rahmatanlillalamin. []

masyarakat Balikpapan gelisah dengan maraknya sepak terjang kelompok Wahabi Salafi Takfiri yang menguasai banyak panggung dan mendorong masyarakat untuk melakukan tindak kekerasan. Untuk mencegah dan meminimalisir kelompok sektarian ini masuk dan merusak kerukunan antaragama di Balikpapan, beberapa ormas Islam menyelenggarakan seminar sehari Ahad (20/1) dengan tema “Membumikan Al-Quran, Islam Agama Dialogis dan Cinta Damai”, diselenggaraan oleh Yayaan Azzahra, HMI, Ikatan Mubaligh Al-Burhan Pusat Balikpapan, Ahlul Bait Indonesia Cabang Balikpapan. 

Pelatih Timnas Catur Iran asal Lithuania masuk syi’ah

Tanggal: 2013/01/23 – 20:29
Iran:
Pelatih Timnas Catur Iran asal Lithuania Masuk Islam
“Selama empat tahun di Iran, saya banyak mempelajari tentang Islam. Saya merasa hanya Syiah Ali saja yang dapat membahagiakan diriku baik di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menjadi pengikut Syiah Imamiyah dan meninggalkan keyakinan saya sebelumnya (Kristen Katolik). Saya kemudian memilih nama Ali dengan harapan akan tetap menjadi pengikut Imam Ali as serta hidup di bawah bendera Islam.”
 

 


 Pelatih Timnas Catur Iran asal Lithuania Masuk IslamVirginijus Grabliauskas, pelatih tim catur Republik Islam Iran dikabarkan telah memeluk agama Islam. Dia menyatakan keislamannya di kantor Imam Shalat Jumat Sari, Mazandaran.

Menurut sumber berita, pelatih tim catur Iran asal Lithuania tersebut setelah melakukan pengkajian mendalam mengenai Islam dan mazhab Syiah membuatnya tertarik berpindah agama dan akhirnya memutuskan mengucapkan kalimat syahadat di kantor perwakilan Rahbar di Mazandaran.

Virginijus  yang memilih nama Ali sebagai nama Islamnya mengatakan, “Selama empat tahun di Iran, saya banyak mempelajari tentang Islam. Saya merasa hanya Syiah Ali saja yang dapat membahagiakan diriku baik di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menjadi pengikut Syiah Imamiyah dan meninggalkan keyakinan saya sebelumnya (Kristen Katolik). Saya kemudian memilih nama Ali dengan harapan akan tetap menjadi pengikut Imam Ali as serta hidup di bawah bendera Islam.”

Virginijus mengucapkan dua kalimat syahadat di depan Ayatullah Tabarsi dan secara resmi memeluk mazhab Syiah Imamiyah.

Dilaporkan pula bahwa Virginijus  setelah mengenal keluarga Shabrang di desa Asram, Sari, Mazandaran kemudian mengikat tali kekeluargaan dengan keluarga ini. Acara pernikahan Virginius dengan keluarga Shabrang digelar di kantor perwakilan Rahbar di Mazandaran dan dipimpin Ayatullah Tabarsi.

Merasa tidak dihargai kedudukannya sebagai ulama oleh kru pesawat, Rektor al Azhar batalkan kunjungi Arab Saudi.

Tanggal: 2013/01/24 – 17:05
Mesir:
Tersinggung, Rektor Al Azhar Batalkan Kunjungi Saudi
Merasa tidak dihargai kedudukannya sebagai ulama oleh kru pesawat, Rektor al Azhar batalkan kunjungi Arab Saudi. 

 Tersinggung, Rektor Al Azhar Batalkan Kunjungi Saudi

Rektor Universitas Al Azhar Mesir, Syaikh Ahmad al tayeb membatalkan rencana rencana kunjungannya ke Arab Saudi setelah bersitegang dan memprotes perlakuan tidak sopan sebuah perusahaan pesawat terbang negara itu.   

 Syaikh Ahmad Al Tayeb, Mufti Al Azhar sebagaimana dilansir dari al Alam (24/1), meminta kru pesawat terbang Saudi untuk menghormati posisi keagamaan dan keilmuan rombongan yang menyertainya, serta memberikan kursi kelas satu kepada mereka. Akan tetapi ketua kru pesawat menolak permintaannya itu karena tiket mereka adalah tiket biasa dan kursi kelas satu sudah penuh.  

Situs Saudi, Al Jazira Al Arabia menulis, “Syeikh Al Azhar tersinggung dengan sikap kru pesawat Saudi dan membatalkan kunjungannya ke negara itu.”

KH. Said Aqil Sirodj: “Wahabi Itu Pintu ke Teroris, NU menyatakan memerangi Wahabi”

Terduga Teroris Abu Roban Tewas Ditembak

Aliran salafi wahabi hanya membuat malu islam dimata dunia, kerjanya cuma ngerecokin umat saja ! Gerakan teror yang ditebar wahabi semestinya dijauhi oleh kaum muslimin !

.
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil melumpuhkan 20 orang terduga teroris di sejumlah lokasi. Beberapa orang di antaranya Seperti Abu Roban tewas di tempat ketika terjadi baku tembak di saat penangkapan.

Jenazah Terduga Teroris Abu Roban

Petugas dari Disaster Victim Identivication (DVI) menurunkan jenazah terduga teroris Abu Roban dari Batang Jawa Tengah saat tiba di RS Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/5)

.

Terduga teroris Abu Roban tewas saat penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Desa Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013) malam. Abu Roban diduga ikut terlibat dalam pendanaan aksi teror di Poso.

tentang Abu Roban (untung hidayat)

Jenazah Abu Roban (RS), terduga teroris yang meninggal dalam baku tempak dengan densus 88, pada Rabu (8/5/2013) lalu, di Desa Limpung, Babupaten Batang diangkut dari RS Bhayangkara Semarang. Kamis (9/5/2013) Jenazah Abu Roban dibawa menuju RS Kramat Jati Jakarta menggunakan mobil Disarter Victim Identivication (DVI).

Istri Abu Roban alian Untung Hidayat alias Bangka Nangka, pentolan teroris Jawa Tengah yang ditembak mati tim Densus 88 Antiteror, tak mau ditemui siapa pun. Apalagi, satu hari sebelum penembakan Abu, perempuan itu baru melahirkan anak ketiga.

Roban alias Untung Hidayat tewas saat penyergapan teroris di Desa LimpungKabupaten BatangJawa Tengah, Rabu (8/5/2013). Dia diduga sebagai pemimpin 19 terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tempat dan pimpinan halaqoh Ciledug. Santoso diduga terlibat dalam pendanaan aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah.

.

Menurut keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Roban juga diduga memiliki hubungan dengan jaringan teroris Santoso dari Poso yang saat ini masih buron (DPO).  Santoso adalah tersangka teroris yang disebut pernah memimpin pelatihan militer di Poso. Dia juga diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA di Palu, 25 Mei 2011.

.

Selama hidupnya, Abu Roban juga pernah terlibat dalam perampokan toko emas di Tubagus AngkeTamboraJakarta Barat, beberapa waktu lalu dan perampokan di Bank DKI. Saat itu dilakukan bersama Sugiyanto. Hasil perampokan itu untuk mendanai aksi terorisme atau fa’i.

.

Selain terkait dengan jaringan teroris Santoso, Abu Roban juga diduga berhubungan dengan kelompok Abu Omar, pemasok senjata dari Filipina.

.

Pesan Sebelum Tewas
Menurut Bibinya, Siti Khadijah, 3 bulan sebelum kematiannya, Abu Roban sempat berpamitan dan meminta maaf kepada keluarganya. “Bi minta maaf, namanya manusia takut saya nggak ada umur”

.

Terduga teroris Abu Roban yang tewas di Kebumen Jawa Tengah, ternyata bukan warga Cipulir Jakarta Selatan. KTP Jakarta yang dibuat Abu roban dibuat saat dirinya menetap di rumah bibinya.

.

20130509_jenazah-abu-roban_5413.jpg

Abu Roban As Salafy Al Wahabi wujud radikalisme wahabi yang disesalkan NU – Syi’ah

Persekongkolan bedebah Wahabi dan Bani Saud

Bodoh, arogan, dan suka melawan. Itulah penilaian Ibnu Humaidi, guru dari pendiri gerakan Wahabi, Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Dia akhirnya tidak lulus belajar dengan mufti bermazhab Hambali di Kota Makkah itu.

Dia lantas berguru kepada Muhammad Hayyat al-Sindhi, di Kota Madinah. Di sana, dia ajarkan untuk mengharamkan ziarah kubur dan menghormati para wali. Setelah belajar ke mana-mana, termasuk Basrah dan Baghdad di Irak, pada 1740 dia pulang ke kampung halamannya di Desa Uyaina, Najd, Arab Saudi.

Dengan usia masih 37 tahun, Syekh Muhammad mulai menyebarluaskan ajarannya. Dia berhasil mempengaruhi Usman bin Muammar, penguasa Uyaina. Dia lantas menyuruh Usman mengangkat kubur Zaid bin Khattab dikeramatkan warga setempat. Kemudian dia memerintahkan semua pelaku zina dirajam sampai mati. Dia bahkan pernah memimpin hukuman itu.

Semua ajaran Syekh Muhammad mendapat perhatian dari Sulaiman bin Muhammad bin Ghurair dari Bani Khalid. Dia memerintahkan Syekh Muhammad dibunuh. Namun Usman menolak perintah atasannya itu. Akhirnya, Syekh Muhammad diusir dari tanah kelahirannya itu.

Selepas itu, dia bermukim di Diriyah diperintah oleh Muhammad bin Saud. “Oasis ini milikmu, jangan takut terhadap musuh-musuhmu. Atas nama Allah, jika seluruh penduduk Najaf mengusirmu, kami tidak akan pernah melakukan itu,” kata Muhammad bin Saud, seperti ditulis Madawi al-Rasyid dalam buku berjudul A History of Saudi Arabia.

Syekh Muhammad menjawab, “Anda adalah pemimpin dan orang bijak. Aku ingin Anda bersumpah kepada saya untuk memerangi para penentang saya. Sebagai balasan, Anda menjadi imam masyarakat muslim dan saya pemimpin dalam urusan agama.”

Keduanya pada 1744 membuat perjanjian berlaku hingga kini. Kedua pihak saling mendukung. Keturunan Muhammad bin Saud akhirnya memimpin Kerajaan Arab Saudi sekarang menyokong dana buat penyebaran paham Wahabi, jumlahnya sekitar USD 2 miliar saban tahun. Anak cucu Syekh Muhammad yang menjadi pemuka agama Saudi memberikan legitimasi terhadap penguasa sebagai balasan.

Seperti para pendahulunya, keluarga Kerajaan Saudi melenyapkan semua peninggalan sejarah Islam berkaitan dengan Nabi Muhammad. Mereka beralasan praktek berziarah dan berdoa di tempat-tempat disakralkan itu sebagai syirik. Para pengikut Wahabi ini juga tidak percaya dengan syafaat Rasulullah.

Paham Wahabi juga menganggap Rasulullah sebagai manusia biasa sehingga tidak perlu dipuja dan dipuji. Apalagi, sampai merayakan hari kelahirannya. Bahkan mendiang Syekh Abdul Aziz bin Baz berani menyatakan Allah itu memiliki batas dan hanya Dia yang tahu keterbatasannya.

Sejumlah ulama Wahabi juga melontarkan pendapat membahayakan. Seperti Syekh Al-Qanuji dalam kitabnya Ad-Dinul Khalish, jilid pertama halaman 140, “Taklid terhadap mazhab termasuk syirik.”

Syaikh Hassan al-Aqqad dalam kitabnya Halaqat Mamnuah, halaman 25, menyatakan, “Kafir orang membaca salawat untuk nabi seribu kali atau mengucapkan La ilaha illallah seribu kali.”

Kebanyakan ulama Sunni menganggap ajaran Syekh Muhammad sesat. Ayah dan saudara lelakinya, Sulaiman bin Abdul Wahab, termasuk pengkritik dia. Sulaiman menganggap Syekh Muhammad orang terpelajar yang sakit mental dan tidak toleran. Dia juga menilai paham Wahabi sebagai ajaran pinggiran sekaligus fanatik.

Gurunya saja sudah bilang Syekh Muhammad bodoh, berarti umat Islam lebih bahlul lantaran membiarkan dua kota suci Makkah dan Madinah terus dalam cengkeraman rezim Wahabi.

NU : Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid
Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan, melawan radikalisme agama bukan dengan berhadapan langsung dengan mereka, tapi dengan memperkuat masjid.

Menurut Kiai Manan, memperkuat masjid adalah menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat, “Masjid harus dipenuhi dengan program-program yang menyentuh keinginan jamaahnya,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Untuk memperkuat masjid dengan program, LTMNU menawarkan tujuh aksi masjid berdasarkan keinginan jamaah. Keinginan itu tertuang dalam doa mereka selepas shalat.Allahuma ini asaluka salamatan fid din, wa ‘fiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmy, wabarakatan fi rizqy, wa taubatan qablal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut. 

Doa orang di masjid itu sambung Kiai Manan, dijabarkan PP LTMNU periode 2010-2015 sebagai program dasar. Rinciannya adalah, peningkatan Ahlussunah wal-Jamaah ‘ala tahriqah Nahdliyah, wa Syari’ah ‘ala madzhabil arba’ah, wa thoriqah a’ala thoriqoti al-Imam Junaid al-Baghdadi wa Imam al-Ghazali.

Kedua, pelayanan kesehatan berbasis masjid, yaitu menjadikan masjid sebagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas), “Paling tidak, setiap masjid kecamatan diharapkan punya satu poliklinik di rumah obat,” harapanya di hadapan ratusan peserta yang terdiri imam, khotib, dan DKM tersebut.

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan berbasis masjid, baik pendidikan formal maupun nonformal. Keempat, pemberdayaan ekonomi jamaah; mulai dari informasi peluang usaha, pengkaderan enterpreneur, kerja sama kemitraan, sampai pembentukann wadah perekonomian seperti baitul mal masjid, Koperasi masjid NU Kopmasnu, dan lembaga keuangan syariah.

Kelima, pusat pertaubatan, yaitu menjadikan masjid sebagai wadah dan usaha membangun masyarakat husnul khotimah, “Untuk menjalan program itu, harus menciptakan aktivis masjid yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Orang seperti tersebut adalah salah satu dari 7 golongan yang akan dinaungi perlindungan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

NU : Umat Islam Jangan Mudah Terpengaruh Kelompok Baru

Ulama NU, Habib Umar Muthohar mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh kelompok baru yang suka menyesatkan. Kelompok ini sering menuding syirik dan bid’ah amalan ahlussunnah wal jama’ah.

“Kita jangan ikut-ikutan kelompok ini. Selama ada syi’ar Islam, mereka selalu katakan salah,” ujar ulama asal Semarang dalam acara pengajian umum dalam rangka Haul KHR Asnawi di pondok pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jum’at  (3/5) malam lalu.

Mendapat tudingan bid’ah dan syirik, Habib mengajak umat terus memperkuat amalan-amalan Aswaja termasuk melakukan  riyadhoh ibadah sunnah lainnya.

“Kita tidak perlu lemes dan putus asa, teruslah mengamalkan seperti perjuangan ulama dahulu yang selalu  mengamalkan bacaan-bacaan dan amalan-amalan sunnah,” tambah Habib.

Ketika  kelompok sesat itu mengajak berdebat mengenai dasar amalan Aswaja,  Habib menyatakan cukup  dijawab secara logika sederhana tanpa harus menunjukkan dalilnya. Karena,kata habib, kelompok ini tidak paham akan dalil-dalil agama.

“Pernah saya ditanya mereka, kenapa kalau dzikir kok pakai gedek (geleng ke kiri-kanan) segala. Saya balik tanya, memangnya masalah buat loe?. Kalau berdzikir sambil melempari dan merusak milik orang lain, kamu baru boleh mempermasalahkan,” tuturnya bercerita  yang disambut geer jamaah.

Pada kesempatan itu, Habib mengajak untuk memperbanyak riyadhoh amanal sunnah guna memperkuat keilmuan yang dimiliki. Dengan melaksanakan kesunahan beribadah akan mendapatkan keberkahan.

“Kita harus meniru ulama zaman dahulu tekun beribadah karena ingin memperoleh keutamaan dan keberkahannya,” tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, Habib berharap umat memiliki keyakinan dan melanjutkan perjuangan ulama pendahulu seperti KHR Asnawi yang hebat dan penuh berkah.

“Setiap peringatan haul ulama  itu harus dibacakan riwayatnya sebagai  motivasi dan semangat sehingga perjuangan kita semakin mantab dan bermanfaat,” pungkasnya.

Disamping pengajian umum, peringatan haul pendiri NU ini  juga dilaksanakan khotmil qur’an dan  tahlil umum di Makam KHR Asnawi  yang terletak di komplek makam masjid Menara Kudus.

Menyikapi Perbedaan dengan Berdialog

Fenomena konflik kekerasan yang terjadi selama ini, pengafiran, klaim sesat dan lain sebagainya, banyak yang ditengarai karena kurang adanya dialog yang produktif dan sikap toleran dalam memandang pendapat orang atau kelompok lain yang berbeda.

Sikap fanatik dan memandang kelompok lain salah sungguh tidak dapat dibenarkan sama sekali. Apalagi jika sampai memerangi dan memusuhi orang yang berlainan dengan pahamnya. Munculnya berbagai mazhab seharusnya tidak menjadi penyebab perpecahan, saling berseberangan, saling membenci dan mencaci. Tetapi, adanya banyak mazhab tersebut hendaknya dijadikan sebagai penyebab fleksibilitas, penguat hubungan, pemahaman argumen dan memperluas wawasan.

Maka, di sinilah sebetulnya pentingnya membangun budaya dialog yang kini sudah mulai tergeser oleh budaya otot dalam menyikapi perbedaan. Baik dialog interreligius maupun intrareligius. Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW tidak menutup pintu dialog dengan orang musyrik, orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Bahkan beliau melakukan dialog dengan golongan-golongan ini di tengah-tengah Masjid Nabawi. Beliau menyambut dan berdialog dengan semuanya.

Budaya dialog juga tumbuh subur di kalangan ulama-ulama klasik. Bahkan, tak jarang terjadi perdebatan sengit di antara mereka dalam mempertahankan pendapatnya. Akan tetapi, perbedaan pandangan dan pemikiran tidak menghalangi mereka di dalam menjaga persaudaraan dan menjalin kasih sayang yang diperintahkan oleh Allah Swt.

Buku Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat yang ditulis oleh seorang intelektual muda Indonesia, Al-Hamid Jakfar Al-Qadri, lulusan Sekolah Darul Musthafa, Tarim, Hadhramaut, Yaman ini hadir pada saat yang sangat tepat di tengah meruyaknya aliran pemikiran dan keyakinan yang sedang berkembang di Indonesia. Cara menghadapi pemikiran-pemikiran itu adalah dengan berdialog bukan dengan cara kekerasan.

Ulasan-ulasan yang ada pada buku ini juga merekam pemikiran Al-Habib Umar bin Hafizh—guru dari Al-Qadri sekaligus pengasuh Sekolah Darul Musthafa—dalam upaya membangun persaudaraan dan membina dialog di antara berbagai aliran keyakinan.

Al-Habib Umar bin Hafizh adalah termasuk salah satu penandatangan dari dua dokumen internasional yang berpengaruh, yaitu Risalah Amman (2005) dan Common Word (2007). Isi dariRisalah Amman mengakui adanya keragaman mazhab dalam Islam, melarang saling mengafirkan di antara mereka, dan menyerukan persaudaraan Muslim dari berbagai mazhab. SedangkanCommon Word adalah surat terbuka yang ditulis oleh para ulama terkemuka dari banyak negara—termasuk Indonesia—kepada pemimpin Kristen sebagai bentuk ajakan dialog yang produktif.

Al-Hamid Jakfar Al-Qadri juga menguraikan upaya Al-Habib Umar bin Hafizh dalam membangun persatuan umat Islam. Di antaranya adalah dengan mengadakan simposium ulama berkala internasional. Di Indonesia sendiri, beliau mendirikan forum komunikasi antar ulama. Forum ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama yang berlatar belakang pesantren tradisional hingga para intelektual dan akademisi. (Halaman 37-46)

Di antara kelebihan buku ini, terutama untuk konteks masyarakat Indonesia, adalah solusi yang ditawarkan dalam menyikapi perbedaan pendapat. Pertama, toleran ketika berbeda. Caranya adalah dengan menghormati pendapat yang berbeda, bersikap objektif, tidak memusuhi pemilik pendapat yang berbeda, menyepakati demi menjaga persatuan dan memaklumi perbedaan yang terjadi.

Kedua, tidak saling mengafirkan dan menyesatkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari menyebutkan: “Barangsiapa yang menuduh kafir pada seorang mukmin maka itu sama dengan membunuhnya”. Hadis ini memberikan informasi betapa bahayanya pengafiran pada orang lain. (Halaman 21-28)

Secara eksplisit, buku ini hendak mengajak pembaca untuk lebih mengedepankan dialog dalam menyikapi sebuah perbedaan pendapat. Dan menghindari fanatisme yang sampai menimbulkan tindakan anarkis. Dengan cara seperti ini, adanya perbedaan niscaya akan membuahkan rahmat. Bukan justru malah menimbulkan malapetaka.
Judul : Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat
Penulis : Al-Hamid Jakfar Al-Qadri
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : I, Desember 2012
Tebal : XVII+117 Halaman
ISBN : 978-979-433-753-0
Peresensi : Zainal Fanani, Anggota Forum Lingkar Pena cabang Hadhramout; mahasiswa Al-Ahgaff University, Tarim, Hadhramout, Yaman.


Nahdatul Ulama Tegas Terhadap Wahabi

 

K.H. Said Agil Siradj:
Nahdatul Ulama Tegas Terhadap Wahabi
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak membawa nama Islam,” kata dia.
 

 

Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri Batam menggelar bedah buku sejarah Berdarah Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam. Acara ini menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj

.
Said mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuan mereka ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal,” kata dia

.
Ia mengatakan, Wahabi memang bukan teroris, namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam

.
Menurut Said, Wahabi selalu mengatasnamakan Islam dalam doktrin atau ajaran yang dilakukan, namun tindakannya kadang tidak islami

.
“Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi bid’ah yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus diperangi,” kata dia

.
Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan serta tidak ada yang mengada-ngada

.
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak membawa nama Islam,” kata dia

.
Hal tersebut, tambah Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.
KH. Said Aqil Sirodj: Wahabi Itu Pintu ke Teroris

Wawancara:
 KH. Said Aqil Sirodj: Wahabi Itu Pintu ke Teroris
Saya tidak mengatakan Wahabi teroris akan tetapi ajaran Wahabi itu bisa membuka pintu dan peluang ke arah teroris. Ketika ada orang yang mengatakan ziarah kubur itu musyrik, bagi anda yang sudah di doktrin mendengar itu, berarti orang NU musyrik, berarti boleh dibunuh. Tinggal tunggu tanggal kapan dia punya keberanian membunuh atau dia tega dan ada kesempatan atau tidak. 
 Semakin meluasnya paham Wahabi di tanah air dianggap sebagai ancaman bagi organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Hingga Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj harus meneriakan perlawanan terhadap gerakan yang ditudingnya sebagai kelompok Islam ekstrim ini.

Paham yang di tempat asal awalnya memperjuangkan purifikasi (pemurnian- red) agama Islam ini, di Indonesia dinilainya telah berkembang menjadi kelompok intoleran dan bahkan menjadi paham yang menularkan kekerasan dan terorisme.

Paham ini juga dianggap mengancam kemapanan keberagamaan dan toleransi. Karena itu NU menyayangkan tidak adanya antisipasi pemerintah terhadap meluasnya paham ini. Berikut wawancara tim Prioritas dengan Said Aqil.

Bagaimana anda mengidentifikasi gerakan Wahabi di Indonesia?

Sejak tahun 80-an mulai banyak jaringan Arab Saudi yang bukan jaringan negara tetapi jaringan LSM-nya. Menyebarkan ajaran radikalisme ke seluruh negara non Arab, seperti Pakistan, India, Banglades, dan Indonesia. Di Afrika gerakan ini mengganti nama dari Wahabi menjadi Salafi. Itu ide dua orang Nassirudin Al Albani orang Madinah dan Syekh Mukbil Al- Wakdi di kota Damaz Yaman. Yang salah satu muridnya Jafar Umar Thalib itu.Ini dari sana sama sekali tidak membenarkan pergerakan, tapi hanya purifikasi akidah, seperti memusyrikan tahlil dan haul.

Sekarang ada Wahabi yang ekstrim tinggalnya di London, Abdullah Syururi, ini Wahabi yang pergerakan. Di Indonesia dua-duanya ada di sini. Yang sebatas purifikasi akidah, ini kebanyakan tidak membangun organisasi resmi, pokoknya ceramah sana sini. Tapi ada juga yang harokah, berupa gerakan politik.

Bagaimana membedakan gerakan ini bukan formal kerajaan Arab Saudi, sementara paham ini menjadi mahzab resmi di sana?

Begini, Wahabi dahulu pertama kalinya berdiri memang keras berdarah- darah. Yang menentang di bunuh, kalau tidak menentang minimal tidak boleh mengajar. Namun setelah kekuasaan Abdul Aziz stabil, lalu ada amnesti, walaupun bukan Wahabi dipanggil pulang. Artinya kerajaan Saudi sangat berkembang. Raja Faisal orang yang pertama kali membuka televisi dan madrasah perempuan ini, ditentang oleh ulama-ulama sampai dia ditembak, dibunuh karena melenceng dari mazhab Wahabi.Sekarang pun di sana masih begitu, antara pemerintah dan fundamental itu berseberangan.

Saya tidak mengatakan Wahabi teroris akan tetapi ajaran Wahabi itu bisa membuka pintu dan peluang ke arah teroris. Ketika ada orang yang mengatakan ziarah kubur itu musyrik, bagi anda yang sudah di doktrin mendengar itu, berarti orang NU musyrik, berarti boleh dibunuh. Tinggal tunggu tanggal kapan dia punya keberanian membunuh atau dia tega dan ada kesempatan atau tidak.

Jadi munculnya gelombang pembaharuan ini sekonyong-konyong?

Ini bukan pembaharuan tapi purifikasi, tidak sekonyong-konyong. Jadi waktu itu khilafah Ottoman kedodoran wilayahnya dipereteli oleh penjajah. Tinggal ada jazirah Arabia dan Turki sekarang itu. Islam sedang mengalami kemunduran luar biasa. Itu menurut Muhammad bin Abdul Wahab akibat orang Islam meninggalkan jihad, sibuk dengan kuburan, sibuk dengan tarekat dengan dzikir semangat perangnya tidak ada. Kebetulan ada tokoh masyarakat yang disegani karena dia jawara, namanya Muhammad bin Saud, ingin jadi raja (politik), bekerjasama dengan Abdul Wahab yang kepentingannya ideologi.

Namun pertama bergerak dihantam tentara Turki dari Mesir. Cucunya bin Saud, Abdul Aziz lari ke Bahrain, ketemu dengan Inggris dan Amerika yang sedang mengebor minyak, kemudian dilatih, masuk kembali dan menang.

Bagaimana kelompok Wahabi bisa mengumpulkan dana begitu besar?

Saya kira dari masyarakat mereka yang kaya. Proposal yang diajukan mungkin untuk dakwah, membantu yatim piatu dan fakir miskin, bencana alam masa tidak memberikan. Padahal ketika sampai di sini dananya dibelokkan…

Bapak pernah mengatakan bahwa masjid NU sudah banyak diculik, apa ini benar terjadi?

Bukan masjid NU saja, masjid Muhammadiyah juga banyak, prosesnya pertama kali mereka datang ke situ, bilangnya saya ke sini mau mengabdi tidak usah digaji saya mau jadi marbot. Lama-kelamaan mereka ikut rapat ini itu. Misalnya ada rapat di masjid itu besok Jumat yang ceramah, si ustad anu saja, tidak usah dibayar kok. Datang ustadnya ya itulah antara lain (prosesnya). Mereka punya sistem yang cukup canggih. Teroris ada, ada sistemnya, ada dananya, ada tutornya, ada pelatihnya, ada jaringannya.

Nah keadaan terbuka ini dimanfaatkan secara maksimal oleh mereka. Contoh HTI, di Timur Tengah itu dilarang karena pemikirannya menolak adanya nation, dan hanya mau kembali ke khalifah. Tapi di Indonesia tidak?

Kenapa?

Yaitu, saya juga mempertanyakan hal yang sama.

Bagaimana pola ideologisasi Wahabi di Indonesia, apakah sama dengan di luar negeri?

Sama, mereka awal berdirinya adalah orang Islam yang mengamalkan ajaran Rasullulah sesuai penafsiran Muhammad bin Abdul Wahab, kalau kafir, halal darahnya. Tapi saat ini dari pusatnya tidak sekeras itu, prinsip dakwahnya purifikasi agama Islam.

Prinsipnya masih itu yang dipakai. Akan tetapi agak ke sini setelah Syeh bin Baas, tidak sama pola gerakannya. Hanya jangan ikut bid’ah, tidak ada kata bunuh.

Kalau pola-pola dakwah yang paling utama?

Ya itu tadi di masjid-masjid.

Mereka mendirikan pesantren juga?

Iya, bikin pesantren bikin yayasan, ada 12 yayasan di sini.

Apakah NU pernah mengusulkan Hizbut Tahrir Indonesia ditutup pemerintah?

Secara diskusi sering, bukan langsung perintah, tapi pertimbangan dengan bapak SBY. NU itu diusulkan Ki Wahab kepada Kyai Hasyim didirikan tahun 1914. Namun saat itu belum diizinkan. Tapi tahun 1926 baru diizinkan sebagai reaksi atas Wahabi, karena Wahabi di sana membongkar situs-situs sejarah. Kuburan diratakan dengan tanah. Di Baqi 15.000 kuburan sahabat rata dengan tanah. Kuburanya Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar yang ada di pojok masjid juga akan dibongkar. Berangkatlah ke sana komite Hijaz, Kyai Wahab, Kyai Zul Arifi n, Syeh Gonaim orang Mesir yang tinggal di Surabaya, dan Hajah Hasan Kipo mohon kepada raja Abdul Aziz agar itu tidak dilakukan.

Soviet saja tidak membongkar kuburan Baihaqi, Buchori yang ada di Samarkand Uzbekistan. Sekarang di Baqi kita mencari kuburan Siti Aisyah saja tidak tahu. Kuburan istri Nabi dimana, bibinya Nabi dimana? Rata dengan tanah. Begitu juga dengan rumah tempat lahirnya Nabi Muhammad ketika pertama kali Wahabi masuk itu dijadikan wc, rumahnya Sayidina Ali dijadikan kandang keledai. Memang sekarang tidak lagi, rumah Nabi jadi perpustakaan, rumah Ali jadi madrasah.

Di masjid itu ada pintu bani Saibah di buang, ada makam Syafi’i dibuang, Baitul Arkom tempat pertama kali Nabi mengkader, dibongkar. Rumahnya Siti Khadijah dibongkar. Rugi besar itu situs sejarah.

Seperti apa tafsiran Abdul Wahab kok bisa luar biasa menyihir?

 Apa yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad itu bid’ah, dan bid’ah itu harus diperangi, setiap bid’ah itu sesat, dan setiap sesat itu itu pasti neraka. Itu memang ada dasar dalilnya.

Tapi kita juga kalau mau mencari dasar dalilnya seabreg-abreg. Rasullulah setiap Jumat sore ziarah kubur ke Baqi, setiap tahun ziarah ke Gunung Uhud karena ada kuburan Hamzah, itu kan berarti haul. Apalagi soal memuji-muji Nabi dan sahabat, seabreg-abreg seperti Maulid, saya punya tiga jilid volume buku isinya para sahabat bikin syair memuji Nabi.

Kalau Wahabi bagaimana?

 Mereka hanya mengakui dua hari besar Idul Fitri dan Idul Adha lain itu bid’ah semua. Sekarang rupanya mereka sedang blunder kalau hari nasional tidak diperingati generasi muda tidak akan paham walaupun ada di pelajaran. Bagaimana sejarah berdirinya kerajaan Saudi, apabila tidak diperingati setiap tahun dengan seremonial. Kurang membekas dong.

Apakah dalam hidupnya Abdul Wahab sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad?

 Iya yang ia yakini dijalankan, untuk dirinya dan keluarganya.

Seberapa besar potensi Wahabi di Indonesia mampu membuat kerusakan untuk Islam Indonesia?

 Itu tadi setiap dakwah di daerah mengobrak-abrik yang sudah mapan, terjadilah kerusakan. Masyarakat sudah tenang-tenang setiap syukuran baca maulid, setiap ada kematian baca tahlil, sewaktuwaktu ziarah kubur ke orang tuanya.

Nabi Muhammad itu 13 tahun di Mekah, di masjid ada 330 berhala diatas kabah ada Hubal namanya, tidak pernah diganggu. Setelah hijrah ke Madinah, dan orang Mekah berbondong-bondong masuk Islam, baru dengan kesadaran sendiri membersihkan Masjidil Haram dari berhala.

Jadi mereka kokoh karena selain ideologi juga karena memiliki kekuasaan?

Memang sampai sekarang Wahabi tanpa kekuasaan tidak akan laku. Siapa sih orang bangga ikut Wahabi. Kita bangga dong ikut Syafi’i, Hambali, Maliki, Hanafi , yang jelas kaliber imam besar.

Apa tujuan Wahabi di Indonesia?

 Pertama kali dari sananya itu purifikasi, tapi ditataran action ya ada kepentingan.

 Tapi pemerintah tak bereaksi menghadapi gerakan seperti ini, atau ada pembiaran?

 Ya kita juga tidak tahu kenapa, karena reformasi dan keterbukaan ini setiap orang mendaftarkan LSM Mendagri tidak bisa menolak. Saya pernah diskusi dengan Mendagri di depan Presiden malah. Cobalah ditinjau ulang kembali, tegas saja menurut saya yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dengan kebhinekaan larang saja organisasinya apapun dan siapa pun.

Tapi sampai sekarang belum ada tindakan?

 Ya itu, belum ada makanya tampak seperti ada pembiaran padahal katakanlah HTI tadi, sudah menolak nation, kalau di Timur Tengah sudah di tolak

Apa Wahabi bisa disebut musuh besar NU dan umat Islam Indonesia?

 Ya musuh dalam tanda petik, bahwa tidak semua yang dari Arab itu bisa kita terima di sini. Kyai Hasyim, Kyai Bisri, Kyai Wahab semua belajar di Arab, pulang tidak jadi kyai Arab, kyai Jawa. Sama saja Pak Hatta kuliah di Belanda pulang gak jadi liberal.

Apa langkah NU untuk mengisolasi gerakan Wahabi dan menyadarkan yang sudah terjebak?

Ya kita tidak henti-hentinya dakwah dan kaderisasi atau memperkuat pelajaran di pesantren. Tapi pertahanan paling kuat adalah keluarga, bila ada anak mendengar khutbah di masjib Wahabi lalu pulang lihat bapaknya tahlil di rumah selesai itu. Mental gak masuk.

Kalau yang namanya ekstrimis itu di mana saja sama. Pokoknya yang bertentangan dengan budaya dan peradaban berarti bertentangan dengan fi trah manusia pasti akan mental, yang langgeng adalah yang moderat dan toleran. []

BiodataK.H. Said Aqil Sirodj

Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953

Riwayat Pendidikan Pendidikan Formal

  • S1 Universitas King Abdul Aziz , Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982
  • S2 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan Perbandingan Agama, tamat
    1987
  • S3 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1994

Pendidikan Non Formal

  • Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek C irebon
  • Pesantren Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri (1965-1970)
  • Pesantren Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (1972-1975)

Aktivitas Profesi

  • Ketua PBNU
  • Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa
  • Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI
  • Penasehat PMKRI
  • Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia
  • Dosen pasca sarjana ST Maqdum Ibrahim Tuban
  • Dosen pasca sarjana Universitas Nahdlatul Ulama UNU solo
  • Dosen pasca sarjana Unisma, Malang
  • Dosen pasca sarjana UIN Syarif Hidayatulah Jakarta
  • Penasehat dosen MKDU di Universitas Surabaya
  • Dosen luar biasa Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri

 

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?

Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu. Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?

Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif. Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Apakah hubungan wahabi dengan imperialisme? Semoga buku ini bisa memuaskan pembaca untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut

Gerakan Salafi Wahabi – Dana Arab Saudi Mengalir Deras

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.

Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, berbagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi. Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,”

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?

Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab,   ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?

Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras. Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?

Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya. Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?

Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini

 

 

Dalam referensi ahlusunnah sendiri banyak ayat Al Qur’an yang hilang ! Bagaimana menyikapinya? Silahkan pilih 3 cara

oleh : Ustad Husain Ardilla

=======================
 Syiah dan Tuduhan Tahrif al-Quran

SYi’AH YANG MEYAKiNi TAHRiF  BUKANLAH  SYi”AH YANG ASLi

ketika Ali diperangi, Ali menyuruh sahabatnya untuk membawa mushaf  Quran kepada para musuh yang membencinya (kubu Muawiyah), atas nama kitabullah, utusan Ali menyampaikan pesan dan ajakan damai dari Ali,  tapi apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya kaum muslimin tersebut, utusan yang membawa kitabullah itu diputuskan tangannya dengan pedang.

Ali tiada berputus asa, berkali-kali mengirimkan utusan untuk mengajak kepada perdamaian! Ali tidak akan menganggu mereka dengan apa yang mereka yakini, tapi meminta mereka untuk melakukan peperangan, tapi sudah tidak ada yang mereka inginkan kecuali kematian Ali. Maka setiap utusan perdamaian itupun dilukai atau dibunuh.

Sampai akhirnya Ali memutuskan untuk melakukan perlawanan dengan pengikutnya

‘Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu ‘anhu sendiri-pun sewaktu menjadi Khalifah sama sekali tidak mempermasalahkan Al-Quran mushaf ‘Utsmani ini. Tidak mencoba untuk mengoreksinya, tidak menambahnya, tidak menguranginya, tidak pula mencoba mengubahnya.  Sama sekali tidak, bahkan walau hanya satu surat, bahkan walau hanya satu huruf. Padahal, beliau sangat sangat-lah mampu untuk melakukannya jika memang Al-Quran itu ada yang keliru.

Hal ini benar benar menunjukkan kalau Al-Quran mushaf ‘Utsmani itu memang tidak ada masalah.Maka dengan itu, tidak ada hujjah untuk mengingkari keotentikan Al-Quran.Menghindari siksa dari Allah karena menyembunyikan ayat2 Al-Quran adalah suatu alasan yang sangat lebih dari cukup bagi ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu ‘anhu untuk menyampaikan ayat2 Allah yang benar jika memang Mushaf Utsmani itu keliru.

Dan sangat tidak masuk akal sekali, kalau ‘Ali radhiyallaahu ‘anhu lebih memilih untuk menyembunyikannya, padahal beliau  tahu apa ancaman Allah bagi orang  yang menyembunyikan ayat ayat Allah??

Mustahil Ali membiarkan kaum muslimin tersesat hingga akhir jaman karena mengimani al-Quran yg telah dirubah-rubah, serta mengabaikan ancaman Allah kelak di akhirat…. Jadi, apapun alasannya, tak ubahnya Ali ra. bahu membahu dalam kesesatan karena melakukan pembiaran terhadap al-Quran yg dirubah-rubah, padahal dia punya kekuatan dan kemampuan untuk memperbaikinya.

Dan justru dengan lebih memilih untuk menyembunyikan ayat2 Allah daripada menyampaikannya, maka berarti beliau radhiyallaahu ‘anhum telah melakukan satu dosa besar yang diancam dengan siksa yang berat.

Dan Allah juga berfirman tentang diri Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.”
(Q.S Al-Maidah ayat 67)

Dan dengan lebih memilih untuk menyembunyikan ayat2 Allah daripada menyampaikannya, maka berarti beliau telah menyelisihi dari jalan yang telah ditempuh oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaiamana diperintahkan oleh Allah, yaitu untuk menyampaikan Al-Quran yang Allah turunkan.

sedangkan telah Allah mengancam :”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati,”(Q.S Al-Baqarah ayat 159)

Dan Allah mengancam :”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih” (Q.S Al-Baqarah ayat 174)

Dan bagi seorang Syi’ah, satu orang ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu ‘anhu yang diam dan tidak merevisi kembali Mushaf  ‘Ustmani itu saat beliau menjadi khalifah, seharusnya sudah cukup menjadi hujjah. Al Quran Ali sama dengan Al Quran Usmani

 Syiah dan Tuduhan Tahrif al-Quran

Dalam referensi ahlusunnah sendiri banyak ayat Al Qur’an yang hilang.

Ibnu Majah meriwayatkan dari A’isyah, yang mengatakan bahwa Ayat Rajam dan Ayat Radha’ah yang ia simpan di bawah ranjang telah dimakan kambing dan tidak ada lagi dalam Al-Qur’an.

“Ta’wil Mukhtalaf Al-hadits” oleh Ibn Qutaibah, hal. 310.  Musnad Ahmad, jilid 6, hal. 269.

Aisyah mengatakan : “Pada masa Nabi, Surat Al-Ahzab dibaca sebanyak 200 ayat, tetapi ketika Utsman menulis mushaf ia tidak bisa mendapatkannya kecuali yang ada sekarang”

1. Suyuthi, dalam “Al-Itqan”, jilid 2, hal. 25.
2. Muntakhab Kanzul Ummal pada Musnad Ahmad, jilid 2, hal. 1.
3. Musnad Ahmad, jilid 5, hal. 132.

Umar bin Khattab mengatakan : “Apabila bukan karena orang-orang akan mengatakan bahwa Umar menambah-nambah ayat ke dalam Kitabullah, akan aku tulis ayat rajam dengan tanganku sendiri”

a. Shohih Bukhori bab “shahadah indal hakim fi wilayatil Qadla”.
b. “Al-itqan” oleh Suyuthi, jilid 2, hal. 25 dan 26.
c. Nailul Authar, kitab hudud ayat rajam, jilid 5, hal. 105.
d. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, hal. 260.
e. “Hayatus Shohabah” oleh Kandahlawi, jilid 2, hal. 12.

Bila anda belum tahu mengenai ayat rajam, berikut bunyinya :
“Idzaa Zanaya Syaikhu wa Syaikhotu Farjumuuhuma Al-battatan Minallaahi Wallaahu ‘Aziizun Hakiim”
lihat :
a. Suyuthi, dalam “Al-Itqan”, jilid 2, hal. 25.
b. Abdur Rozaq, dalam “Mushannif”, jilid 7, hal. 320.
c. Muntakhab Kanzul Ummal pada Musnad Ahmad, jilid 2, hal. 1.

Al-Bukhari di dalam Sahihnya, VI, hlm. 210 menyatakan (Surah al-Lail (92):3 telah ditambah perkataan “Ma Khalaqa” oleh itu ayat yang asal ialah “Wa al-Dhakari wa al-Untha” tanpa “Ma Khalaqa”. Hadith ini diriwayatkan oleh Abu al-Darda’, kemudian ianya dicatat pula oleh Muslim, Sahih,I,hlm. 565; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191.

Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, I, hlm. 394; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191 menyatakan (Surah al-Dhariyat (51):58 telah diubah dari teks asalnya “Inni Ana r-Razzaq” kepada “Innallah Huwa r-Razzaq” yaitu teks sekarang.

Muslim, Sahih, I, hlm. 726; al-Hakim, al-Mustadrak, II, hlm. 224 meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari,”Kami membaca satu surah seperti Surah al-Bara’ah dari segi panjangnya, tetapi aku telah lupa, hanya aku mengingati sepotong dari ayatnya,”Sekiranya anak Adam (manusia) mempunyai dua wadi dari harta, niscaya dia akan mencari wadi yang ketiga dan perutnya tidak akan dipenuhi melainkan dengan tanah.”

Al-Suyuti, al-Itqan, II, hlm. 82, meriwayatkan bahwa ‘Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab (33):56 pada masa Nabi SAWW adalah lebih panjang yaitu dibaca “Wa’ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal” setelahnya “Innalla ha wa Mala’ikatahu Yusalluna ‘Ala al-Nabi…” Aisyah berkata,”Yaitu sebelum Uthman mengubah mushaf-mushaf.”

al-Muslim, Sahih, II, hlm. 726, meriwayatkan bahwa Abu Musa al-Asy’ari membaca setelah Surah al-Saf (61):2, “Fatuktabu syahadatan fi A’naqikum…”tetapi itu tidak dimasukkan ke dalam al-Qur’an sekarang.

Al-Suyuti, al-Itqan, I, hlm. 226 menyatakan bahwa dua surah yang bernama “al-Khal” dan “al-Hafd” telah ditulis dalam mushaf Ubayy bin Ka’b dan mushaf Ibn ‘Abbas, sesungguhnya ‘Ali AS mengajar kedua-dua surah tersebut kepada Abdullah al-Ghafiqi, ‘Umar dan Abu Musa al-Asy’ari juga membacanya.

Malik, al-Muwatta’, I, hlm. 138 meriwayatkan dari ‘Umru bin Nafi’ bahwa Hafsah telah meng’imla’ “Wa Salati al-Asr” selepas Surah al-Baqarah (2): 238 dan ianya tidak ada dalam al-Qur’an sekarang. Penambahan itu telah diriwayatkan juga oleh Muslim, Ibn, Hanbal, al-Bukhari, dan lain-lain.

Al-Bukhari, Sahih, VIII, hlm. 208 mencatatkan bahwa ayat al-Raghbah adalah sebahagian daripada al-Qur’an iaitu “La Targhabu ‘an Aba’ikum” tetapi ianya tidak wujud di dalam al-Qur’an yang ada sekarang.

Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, V, hlm. 192 mencatatkan bahwa di sana terdapat ayat yang tertinggal selepas Surah al-Ahzab (33):25 iaitu “Bi ‘Ali bin Abi Talib”. Jadi ayat yang dibaca, “Kafa Llahul Mu’minin al-Qital bi ‘Ali bin Abi Talib.”

Ibn Majah, al-Sunan, I, hlm. 625 mencatat riwayat daripada ‘Aisyah, dia berkata: ayat al-Radha’ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah dan ianya ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah SAWW dan kami sibuk dengan kewafatannya, maka ianya hilang.

Al-Suyuti, al-Itqan, III, hlm. 41 mencatatkan riwayat daripada ‘Abdullah bin ‘Umar, daripada bapanya ‘Umar bin al-Khattab, dia berkata,”Janganlah seorang itu berkata aku telah mengambil keseluruhan al-Qur’an, apakah dia tahu keseluruhan al-Qur’an itu? Sesungguhnya sebahagian al-Qur’an telah hilang dan katakan sahaja aku telah mengambil al-Qur’an mana yang ada.” Ini bererti sebahagian al-Qur’an telah hilang.

itu hanya segelintir riwayat.

masih jauh lebih banyak lagi riwayat-riwayat tentang “prahara” penyusunan Quran mushaf utsmani.

sesudah jelas banyak riwayat yang menjelaskan bahwa tidak semua ayat al Quran tertulis di dalam mushaf Quran utsmani, lalu mari kita amati, bagaimana kaum sunni mengingkari hal itu dan bersikukuh bahwa mushaf utsmani adalah kitab yang utuh, yang terpelihara, yang ssuai redaksi aslinya, tidak berkurang atau tidak bertambah sedikitpun dari yang seharusnya.

saya telah melihat, mereka menutup mata dari riwayat-riwayat tersebut. karena tidak sanggup menerima kenyataan

 Syiah dan Tuduhan Tahrif al-Quran

Bagaimana menyikapinya? Silahkan pilih 3 cara…

A. Menolak isu tahrif tersebut karena bertentangan dengan ayat “ Dan sesungguhnya Kami benar – benar memeliharanya “ ( QS 15 : 9 ).

B. Menerima isu tahrif itu adalah kehendak Allah dikarenakan ayat “Al Baqarah ayat 106: “ Apa saja ayat yang Kami nasakhkan, atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya , Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Bukankah kamu mengetahui bahwa Allah swt. berkuasa atas segala sesuatu.”

C. Menerima kedua pendapat tersebut. Bahwa Allah menasakh dan membuat lupa beberapa ayat, kemudian menjaganya.

Syi’ah meyakini Al Quran Syi’ah sama dengan Al Quran Sunni karena :

Allah telah berfirman :”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.”
(Q.S Al-Hijr ayat 9)

Ini adalah jaminan Allah mengenai keterjagaan Al-Quran. Jika ada lembaran kertas yang berisikan catatan ayat Al-Quran yang hilang, atau rusak, atau hancur dengan sebab apapun, maka itu sama sekali tidaklah menghilangkan ayat Al-Quran-nya.

.
Sebab dahulu, yang menuliskan ayat2 Al-Quran, bukanlah hanya ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saja, akan tetapi banyak sekali sahabat2 Nabi lainnnya, sehingga kalaulah ada yang rusak atau hilang atau hancur salah satu diantaranya, maka masih banyak lagi catatan2 yang lainnya.

.
Zaid bin Tsabit radhiyallaahu ‘anhu pernah mengatakan :
فَتَتَبَّعْتُ الْقُرْآنَ أَجْمَعُهُ مِنْ الْعُسُبِ وَالرِّقَاعِ وَاللِّخَافِ وَصُدُورِ الرِّجَالِ
“Maka kutelusuri ayat2 Al-Quran yang terpisah-pisah dan aku kumpulkan dari pelepah kurma, kertas/kain, tembikar, dan dari dada para penghafal….”(Shahih al-Bukhari 9/47 no.7191)
.
Sebagai bukti bahwa ayat2 Al-Quran itu benar2 dicatat oleh banyak sekali sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada berbagai media dan sekaligus juga dihafal oleh beliau semua radhiyallaahu ‘anhum.Sehingga -sekali lagi- bahwa hilangnya atau hancurnya atau rusaknya salah satu catatan sama sekali tidak mengubah apa  apa

.
Hal ini sebagaimana jika anda memiliki satu mushaf Al-Quran dan kemudian hilang, atau terbakar habis, atau dirobek oleh anak anda, atau dimakan oleh rayap, maka itu sama sekali bukan berarti kalau ayat2 Al-Quran juga ikut hilang, sebab masih banyak lagi jutaan mushaf yang lainnya yang menuliskan ayat2 yang sama di dalamnya, dan masih banyak jutaan orang penghafal Al-Quran yang menghafal apa2 yang terdapat dalam mushaf

.
Maka, salah besar jika misalnya ada yang menyangka bahwa dengan hilangnya atau terbakarnya, atau robeknya atau rusaknya mushaf milik anda, itu berarti hilangnya pula ayat Al-Quran, sebagaimana salah pula orang yang membawakan riwayat ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha di atas lalu menyangka bahwa ayat Al-Quran itu ada yang hilang hanya karena salah satu lembar catatannya dimakan oleh binatang

yang bilang bahwa Quran itu dijaga…ya Allah sendiri. Tapi kita juga harus toleran jika ada sekelompok kaum syiah yang meyakini bahwa penyusunan surah serta penempatan ayatnya adalah tidak sesuai dengan urutan turunnya al-Quran.

Sebab Al-Quran itu dikumpulkan dari semua orang yang pernah mendengar, atau menghafal, ataupun menuliskan ayat2 Al-Quran itu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Sebenarnya dari jaman Abu Bakar ra jg sudah dimulai koq pengumpulan ‘catatan’ Al-Quran, dan pada masa Umar semua yg punya cataan mushaf al-Quran di setor dan di tampung, termasuk semua catatan pihak saidina Ali ra, pada masa Utsman lah diseragamkan semua “catatan”, ingat hanya “catatan”, sementara sudah bejibun hafidz Quran dari 3masa khalifah tsb, klo ada beda ngapain aja tuh hafidz Quran, pastinya mereka duluan yg pada mengkoreksinya

Seperti kita ketahui bahwa al-Quran yg turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun lebih itu adalah dalam bentuk serangkaian kalimat yg dibaca (lisan), dan bukan dalam bentuk tulisan (teks), sebagaimana dijelasakan dalam firman Allah swt,

“Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. “ (QS. Al- Isra’: 106).

Jadi, al-Quran diwahyukan kepada Rosulullah untuk disampaikan kepada umat dg cara disampaikan secara lisan, bukan berupa teks tertulis. Kemudian para sahabat menerimanya dg cara menghafalkannya, sebagian yg mempunyai kemampuan baca tulis, menuliskannya dlm berbagai media. Tulisan wahyu yg disimpan oleh para sahabat inilah kemudian dikenal dg “mushaf.” Maka wajar bila jumlah mushaf sahabat cukup banyak.

Pada periode Madinah, Islam berkembang sangat cepat hingga ke berbagai pelosok daerah. Demi mudahnya dakwah al-Quran, Nabi SAW memberikan ruksah (kemudahan) untuk memahami al-Quran dg bahasa & qira’at yg mereka kuasai selain bahasa Quraisy sebagai bahasa Quran. Hal inilah yg menyebabkan perbedaan diantara mushaf sahabat. Setelah Rosulullah wafat, dalam perkembangannya kemudian, Ustman menemukan adanya saling klaim ditengah2 umat bahwa bacaanya masing2 yg paling baik. Karena berpotensi perpecahan diantara umat karena saling klaim, maka Ustman mempunyai upaya mengembalikan bacaan al-Quran menjadi satu bacaan dg membentuk semacam panitia pengumpulan dan punilisan al-Quran yg dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit, juru tulils wahyu Nabi SAW bersama para sahabat lainnya dan para hufadz berdasar pada mushaf Abu Bakar. Ustman kemudian memusnahkan mushaf-mushaf sahabat dan menyatukan bacaan mereka dalam mushaf Ustmani.

Demikian sekelumit sejarah kodifikasi al-Quran yg dilakukan pada era Khalifah Ustman.

Mengutip pendapat Muhammad Al Ghazali mengenai tuduhan perubahan al-Quran ini…. Jadi bagaimana mungkin terjadi pengubahan atas Al Qur’an sementara ada sekian banyak orang yang menghafal dan mempelajarinya di berbagai tempat yang berbeda? Artinya, pengubahan terhadap Al Qur’an hanya mungkin terjadi ketika seluruh orang yang menghafal Al Qur’an yang hidup di berbagai tempat yang berbeda itu sama-sama sepakat untuk melakukan perubahan terhadap Al Qur’an. Dan itu mustahil, karena umat islam tidak akan mungkin sepakat dalam kekufuran. Maka, jika benar Umar atau Usman telah mengubah Al Qur’an, niscaya para hufadz di ( orang yg hafal Al Quran ) kalangan sahabat yang jumlahnya sangat banyak, akan menyadari penyelewengan itu. Jika mereka semua diam atas penyelewengan itu, maka itu mustahil

Tapi jangan lupa bahwa Al Quran dan itrah ahlul bait adalah satu kesatuan !

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya: “Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang
yang disucikan
“. (Al-Waqi`ah: 79)

dan Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku hendak mensucikan kamu dari ar-rijs dengan sesuci-sucinya, hai ahlul bait.” (Q.S al Ahzab : 33)

jadi, jelas bukan, bahwa yang telah ditentukan oleh Allah yang bisa menyentuh al Quran itu adalah orang yang telah disucikan, yaitu ahlul bait nabi

sebagaimana kata Ibn Hajar al-Haitsami, “Mazhab kami benar, tetapi mengandung kekeliruan. Mazhab selain kami keliru, tetapi mengandung kebenaran.”

Syiah dan Tuduhan Tahrif al-Quran

Tahrif Al-Qur’an

Isu tahrif (distorsi) Al-Qur’an selalu dituduhkan kepada Syiah, meskipun masalah tahrif ini telah dibantah oleh para ulama Syiah di setiap masa dan generasi sejak ratusan tahun yang lalu.

Sebab, yang penting adalah keyakinan bahwa tidak ada ayat lain selain yang terdapat dalam Al-Quran di tangan kita”.[Syaikh Rasul Ja'fariyan, "Ukdzubah Tahrif al-Qur'an Baina asy-Syiah wa as-Sunnah", hal. 137]

Mengenai riwayat-riwayat lainnya, sebagian mesti dipahami sebagai tahrif maknawi (distorsi kontekstual), bukan tahrif lughawi (distorsi tekstual). Hal ini tampak pada riwayat dari Imam Muhammad al-Baqir, “Di antara ulah mereka yang suka membuang Al-Qur’an adalah membiarkan huruf-hurufnya, tetapi mengubah hukum-hukumnya.”[Al-Kulaini, Al-Kafi, jil. 8, hal. 53]

Namun demikian, bila ada riwayat yang mengindikasikan tahrif lughawi, maka hal ini telah dibantah oleh jumhur ulama Syiah. Sayid Muhsin al-Amin mengatakan tentang tahrif yang dinisbatkan pada Syiah, “Itu adalah bohong dan dusta. Para ulama Syiah dan para muhadis mereka menyatakan yang sebaliknya.” [Sayid Muhsin al-Amin, yan asy-Syi'ah, jil. 1, hal. 46 dan 51]

Bahkan hal ini ditegaskan pula oleh seorang ulama besar Ahlusunah, Rahmatullah al-Hindi, “Sesungguhnya Al-Qur’an al-Majid, di kalangan jumhur Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah, adalah terjaga dari perubahan dan pergantian. Apabila ada di antara mereka yang mengatakan adanya tahrif pada Al-Qur’an, maka yang demikian itu telah mereka tolak dan tidak mereka terima.” [Rahmatullah al-Hindi, Izh-harul Haq, jil. 2, hal. 128]

Saya senang mendengar bahwa isu tahrif di kalangan Ahlusunah, seperti riwayat Ibnu Majah tersebut, telah dibantah. Untuk itu, saya juga menunggu argumen bantahan lanjutan untuk riwayat-riwayat Ahlusunah berikut:
1. Khudzaifah berkata, “Pada masa Nabi, Saya pernah membaca Surat Al-Ahzab. Tujuh puluh ayat darinya saya sudah agak lupa bunyinya, namun saya tidak mendapatinya di dalam Al-Qur’an yang ada saat ini.”[Suyuthi, Durr al-Mantsur, jil. 5, hal. 180]

2. Ibn Mas’ud telah membuang surat Muawidzatain (an-Nas dan al-Falaq) dari mushafnya dan mengatakan bahwa keduanya tidak termasuk ayat Al-Qur’an. [Al-Haitsami, Majma az-Zawa'id, jil. 7, hal 149; Suyuthi, Al-Itqan, jil. 1, hal. 79]

3. Umar bin Khattab berkata, “Apabila bukan karena orang-orang akan mengatakan bahwa Umar menambah ayat ke dalam Kitabullah, maka akan aku tulis ayat rajam dengan tanganku sendiri.” [Shahih Bukhari, bab Syahadah Indal Hakim Fi Wilayatil Qadha; Suyuthi, Al-Itqan, jil. 2, hal. 25 dan 26; Asy-Syaukani, Nailul Authar, jil. 5, hal. 105; Tafsir Ibnu Katsir, jil. 3, hal. 260]

Laknat Bani Umayah Terhadap Ali bin Abi Thalib Sekali lagi, Bung Fahmi terlalu pede dengan hanya mengutip tulisan Shallabi. Mengenai Al-Madaini yang kata Shallabi dinilai tak bisa dipercaya oleh hampir semua pakar dan imam hadis Ahlusunah, adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lami Nubala justru berkata sebaliknya, “Ia memiliki pengetahuan yang menakjubkan tentang sejarah, peperangan, nasab, dan peristiwa-peristiwa di tanah Arab. Ia jujur (shadiq) dalam menyampaikannya. Ia seorang alim dalam isu seputar penaklukan (futuh), peperangan (maghazi), dan syair. Ia seorang yang jujur (shadiq) dalam hal itu.”

Saya rasa Bung Fahmi tentu tahu bahwa Adz-Dzahabi adalah salah seorang imam rijal hadis Ahlusunah kenamaan. Namun demikian, saya juga ingin menambahkan riwayat tentang pelaknatan Ali tersebut dari sumber-sumber yang lain, di antaranya:

1. Suyuthi berkata, “Pada zaman Bani Umayyah terdapat lebih dari tujuh puluh ribu mimbar untuk melaknat Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang telah ditetapkan Muawiyah.” [Ibn Abil Hadid al-Mu'tazili, Syarh Nahjul Balaghah, jil. 1, hal. 356].

2. Ibn Abdu Rabbih berkata, “Ketika Muawiyah melaknat Ali dalam khutbahnya di Masjid Madinah, Ummu Salamah segera menyurati Muawiyah, “Sungguh engkau telah melaknat Ali bin Abi Thalib. Padahal, aku bersaksi, Allah dan Rasul-Nya mencintainya.” Namun, Muawiyah tidak peduli dengan kata-kata Ummu Salamah itu. [Ibn Abdu Rabbih, Al-Iqdu al-Farid, jil. 2, hal. 301 dan jil. 3, hal. 127].

3. Yaqut al-Hamawi berkata, “Atas perintah Muawiyah, Ali dilaknat selama masa kekuasaan Bani Umayyah dari Timur hingga Barat, di mimbar-mimbar masjid.” [Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Buldan, jil. 1, hal. 191]

Syiah dan Tuduhan Tahrif al-Quran
ingatlah kepada kisah Harits di dalam perang Jamal.

Haris kebingungan, karena dua pihak yang hendak berperang itu adalah sama-sama orang yang dicintai nabi.

Harits tampak bingung dan bersedih, ia berkata, “Wahai Amirul mukminin, saya jadi bingung, di satu sisi ada Anda, menantu Rasulullah,  Sahabat Rasulullah, sepupu Nabi saw, sedangkan di pihak lain ada Aisyah, Ummul Mukimin, Istri Nabi, Putri Abu Bakar, siapa yang benar dan siapa yang harus saya bela?”

Ali berkata, “Wahai Harits, cara berpikir mu itu terbalik! kebenaran tidaklah dapat dilihat dari siapa orangnya.”

hadits tsaqalain yang berbunyi “Kitabullah wa Itrati” memiliki hadits tandingan yakni “pedomanilah Rasulullah dan para Sahabat”. Lalu kepada hadits mana kita harus berpegang ?? dan mana yang palsu ??

oleh : Ustad Husain Ardilla


Syi’ah merupakan mazhab YANG BERPEGANG KEPADA AHLU BAiT dan SEBAGiAN  SAHABAT !

Tidak ada dikotomi  antara syi’ah dengan sebagian sahabat

ingatlah kepada kisah Harits di dalam perang Jamal.

Haris kebingungan, karena dua pihak yang hendak berperang itu adalah sama-sama orang yang dicintai nabi.

Harits tampak bingung dan bersedih, ia berkata, “Wahai Amirul mukminin, saya jadi bingung, di satu sisi ada Anda, menantu Rasulullah,  Sahabat Rasulullah, sepupu Nabi saw, sedangkan di pihak lain ada Aisyah, Ummul Mukimin, Istri Nabi, Putri Abu Bakar, siapa yang benar dan siapa yang harus saya bela?”

Ali berkata, “Wahai Harits, cara berpikir mu itu terbalik! kebenaran tidaklah dapat dilihat dari siapa orangnya.”

bila wahabi mau menghimpun bersama 100 orang syiah saja, lalu saya tanya satu persatu, apakah ada di antara mereka yang menjadi syiah karena keturunan atau sejak mereka kecil? maka jawabannya tidak ada. karena ketika kami berhimpun, masing-masing seringkali menceritakan masa lalunya, di madzab mana dahulu mereka berada dan sebagai apa. semuanya berasal dari mazhab non syiah. ada para mantan dedengkot NII, ada dari Persis, Muhammadiyah, NU, LDII, dari kelompok tarekat-tarekat, dan ada juga yang berasal dari kelompok salafi. Demikian pula ketika saya berhimpun dengan sekelompok syiah lainnya, tidak dapat saya temukan satupun yang bukan mantan sunni. dari sini dapat dipertimbangkan bahwa mayoritas syiah di Indonesia adalah mantan sunni.

diantara seribu umat, ada satu umat dari keturunan habib. terkadang habib ini juga mantan sunni. tapi kebanyakan habib memang syiah sejak kecil. tapi jumala habib dengan jumlah umat itu 1 : 1000. jadi, boleh dikatakan umat syiah yang bukan mantan sunni, hanya 1 di antara 1000 orang syiah.

kaum wahabi kerap menyebarkan brosur yang memprovokasi masyarakat agar membenci dan menolak syiah di Indonesia

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

daan keduanya hanya terletak pada hadits. Jika hadits Sunni paling besar berasal dari sahabat nabi seperti Abu Hurairoh, maka hadtis Syiah berasal dari Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW). “

Perbedaan Sunni dan Syiah hanya soal jalur hadis semata. Kaum Muslim Syiah (Mazhab Ahlulbait) meyakini hanya sunnah dan hadis Nabi yang berasal dari keluarga Nabi dan sahabat tepercaya yang layak dijadikan pedoman.

Mazhab Ahlulbait selektif dalam menerima dan meriwayatkan hadis. Tidak semua sahabat Nabi dianggap saleh dan adil. Karena itu, riwayat-riwayatnya tidak sembarang diterima.

Meski memang tidak dipungkiri dalam sejumlah kitab hadis masih ada yang harus dikaji secara kritis. Saya meyakini bahwa sesudah wafat nabi, ada banyak hadits palsu yang disandarkan oleh nabi oleh perawi sunni

Berikut saya sampaikan bahan bagi kaum ahlul hadits baik dari Suni maupun Syii yang masih malu-malu untuk mendiskusikannya.

Setidaknya ada 2 versi hadits yang relevan dengan judul yang diangkat:

1. Pedomanilah Rasulullah dan Sahabat

dalil-dalil ahlusunnah yang kontra terhadap hadits tsaqalain itu secara makna, tidak lebih kuat dari dalil yang tsaqalain yang diyakini oleh kaum syiah. Oleh karena itu, jika standar keabsahan hadits itu mengikuti cara berpikir ahlu sunnah, maka seharusnya imamah itu diyakini oleh ahlusunnah berdasarkan hadits tsaqalain itu.

orang berkata, “jika Abu Bakar salah di mata Ali, mengapa Ali menjadi pengecut dengan tidak memerangi Abu Bakar?”

Abu Bakar itu muslim. dan menumpahkan darah sesama muslim itu haram hukumnya, kecuali karena membela diri, bukan agresi. Dengan naiknya Abu Bakar menjadi khalifah dan keengganannya untuk memberikan tanah fadak kepada fatimah, bukan alasan yang tepat untuk Ali memerangi Abu Bakar sehingga terjadi pertumpahan darah. tetapi, anda dan orang-orang yang sefaham dengan anda menganggap sikap itu sebagai bentuk kepengecutan.

Ali a.s memang memililki kekuatan yang besar, tapi untuk memerangi suatu kelompok atau suatu pihak, tidak cukup dengan memiliki kekuatan besar itu, tapi juga harus mendahulukan KEBERLANGSUNGAN AGAMA ISLAM. Kaum muslimin pada masa Abubkar menolak memerangi kaum murtadin jika Ali tidak mau membai’at Abubakar !

Ali a.s mengetahui siapa orang yang hendak membunuhnya, dan kapan orang itu akan membunuhnya  karena Nabi telah memberi tau kepada Ali jauh-jauh hari, kapan dan siapa orang yang akan membunuh ali.  itu adalah keyakinan kaum syiah. Orang non syiah berkata, “Kalau begitu, kenapa Ali tidak menangkap calon pembunuhnya sebelum pembunuh itu membunuh dirinya, kenapa Ali tidak membunuh Muawiyah ketika Nabi wafat ??”

untuk menangkap seorang pembunuh, tentu diperlukan hujjah. sedangkan seseorang tidak dapat dihukum atau diqisas hanya karena ia memiliki niat membunuh.

ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, muawiyahpun naik menjadi khalifah tandingan. dan keluarga rasulullah mendapat tekanan yang lebih besar dari masa khalifah utsman. Sehingga mimbar-mimbar jumat, tidak kurang dari 6.000 mimbar jumat di gunakan untuk mencaci maki Ali bin abi thalib atas perintah Muawiyah. Ali sudah dianggap kafir ole sebagai orang yang terkena provokasi. kebenaran tertutup dari mata umat, sehingga ada seorang arab yang mendengar bahwa syahidnya Ali adala ketika ia sedang melaksanakan shalat, si Arab ini terkejut dan berkata, “Shalat? apa dia shalat? aku mengira dia tidak perna shalat?”

selepas syahidnya Ali, Muawiyah mengundang para ulama dan ahli hadits, serta mengundang Hasan a.s untuk diperolok-olok dimajelisnya.

Husain putra Ali bin Abi Thalib di kepung di Karbala, yang mengepung itu adalah kaum muslimin. mereka mengepung Husain seperti mengepung orang kafir. sehingga imam Husain, mengangkat bayinya yang menangis kehausan, “WAhai kalian semua! seandainya kalian menganggap aku kafir, maka lihatlah bayi ini? berikanlah air kepadanya, karena ia tidak berdosa!”

tapi seruan Husain a.s dijawab dengan anak panah yang menembus leher Ali Ashgar, bayi tak berdosa itu. meminta seteguh air saja, bagi seorang bayi yang tak berdosa, dijawab dengan kebengisan, maka bagaimana menyodorkan al Quran yang tdak sesuai dengan keyakinan mereka?

persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (QS. Ali Imran: 103)

Apa Sebab Perpecahan?

sebab utama perpecahan adalah sikap sektarian dan suka bergolong-golongan pada diri sebagian kaum muslimin terhadap suatu kelompok tertentu, jama’ah tertentu, atau sosok tertentu selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia.”

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.” (QS. al-An’am: 159).

“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang…”

Seorang muslim -apalagi penuntut ilmu dan da’i- semestinya memperhitungkan dampak dari pendapat atau ucapan yang dilontarkannya di hadapan manusia, apakah hal itu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah mereka ataukah tidak.

Sebuah pelajaran berharga, bahwa perpecahan tidak akan teratasi dengan perpecahan pula. Perpecahan hanya bisa diatasi dengan persatuan yang sejati.

Barangsiapa mengira bahwa perpecahan bisa diatasi dengan sikap ta’ashub kepada sosok tertentu selain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh dia telah keliru!

Islam yang asli pada zaman Umayyah Abbasiyah telah dirusak, Syi’ah yang memurnikan islam justru dituduh sesat

“Nabi Muhammad saw menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin setelahnya

Nabi Muhammad saw datang membawakan ajaran mulia, Islam.

Sepanjang dakwahnya ia selalu mengenalkan Ali bin Abi Thalib kepada umatnya, bahkan menyatakan bahwa ia adalah pemimipin setelahnya.

Rasulullah saw meninggal dunia. Namun semua orang sibuk di Saqifah membahas siapakah yang layak menjadi pengganti nabi.

Ali bin Abi Thalib dan keluarganya dikucilkan.

Imam demi Imam silih berganti, sampai imam terakhir, Al Mahdi ghaib.

Kini kita tidak bisa merasakan kehadiran pimpinan di tengah-tengah kita. Ikhtilaf, perpecahan, perbedaan pendapat, permusuhan antar umat Islam… semuanya berakar di sejarah yang terlupakan.

Satu-satunya masalah yang paling besar yang memecahkan umat Islam menjadi Syi’ah dan non Syi’ah adalah kekhilafahan. Syi’ah meyakini Ali bin Abi Thalib adalah khalifah pertama, lalu Hasan dan Husain putranya, lalu Ali Zainal Abidin, dan seterusnya.

2. Pedomanilah Kitabullah dan Ahlul bait

hadits tsaqalain yang berbunyi “Kitabullah wa Itrati”   memiliki hadits “tandingan”yakni pedomanilah Rasulullah dan para Sahabat. Lalu kepada hadits mana kita harus berpegang ?? dan mana yang palsu ??

Mungkin sebagian orang menjadi bingung dan menganggap ketiga hadits tersebut saling bertentangan, sehingga harus dipegang salah satunya, dan ditinggalkan yang lainnya. Untuk itu kemudian harus menguji satu persatu, mana hadits yang paling shahih. Tapi pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mudah. Jika setiap orang ingin yakin sepenuhnya tentang mana yang paling shaheh, maka setiap orang harus melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh para ahli atau para peneliti hadits. Tidak akan selesai kita melakuan penelitian dalam waktu satu atau dua bulan saja, untuk satu hadits ini saja. Bayangkan, itu baru satu hadits. Padahal kita dihadapkan pada banyak hadits, ratusan bahkan ribuan hadits yang dianggap memiliki pertentangan. Berapa banyak umur yang akan kita habiskan untuk meneliti keshahehan hadits-hadits ini satu persatunya? Itu karena orang awam, seolah-olah ingin mengambil alih pekerjaan yang seharusnya hanya dilakukan oleh para ahli.

Di tangan saya terdapat sebuah buku yang berjudul “Dua Pusaka Nabi” yang isinya mengupas tuntas kajian matan dan sanad hadits tsaqalain “Kitab dan Itrah”, berikut matan dan sanad hadits yang dianggap berlawanan dengannya. Tebal buku tersebut adalah 684 halaman. Bayangkan, karena ingin meyakinkan keautentikan satu hadits saja, penulisnya harus menguraikan fakta-fakta yang panjang lebar, hingga mencapai 684 halaman. Coba renungkan, berapa juta lembar yang dibutuhkan untuk menguraikan fakta-fakta keautentikan seribu hadits? Akankah kita menghabiskan umur untuk menelaah seluruh kitab itu?

Dorongan untuk menelaah seluruh kajian sanad dari suatu hadits tersebut, terutama karena ada pihak lain yang meragukan keshahehannya, sementara pihak lainnya menyatakan dhaif, palsu atau memaknainya dengan makna yang jauh berbeda bahkan bertentangan, sehingga kita menjadi bimbang dan ingin memastikan keshahehannya, atau karena kita ingin membuktikan kepada mereka yang tidak percaya keshahehannya bahwa hadits tersebut memang shaheh.


Adapun Kitabullah dan Sunnah ?

“sunnah” yang di bawa sama “itrah” itu yang paling benar memadukannya,

‘itrah’ yang mana? tentu itrah yg dimaksud oleh Nabi saw,

itrah itu pengertiannya bisa ahlil bait artinya dari nasab keturunan

Keharusan berpegang dan mengikuti Kitabullah dan sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bukanlah hanya berdasarkan hadits2, akan tetapi berdasarkan firman Allah langsung di dalam Al-Quran.

Diantaranya Allah berfirman :”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Q.S Al-Ahzab ayat 36)

Allah juga berfirman :”Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(Q.S An-Nisa ayat 59)

inilah hadits nama-nama dua belas imam suci yang disebutkan oleh Rasulullah saw :

Dari Jabir Yazid al Ju`fy, ia berkata, “Jabir bin Abdillah Anshari berkata : ` Ketika Allah menurunkan menurunkan ayat :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu (Q.S 4: 59)”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Kami telah kenal Allah dan RasulNya.  Akan tetapi siapakah Ulil Amr yang ketaatan kepadanya dihubugkan dengan ketaatan (kepada) Anda?

Beliau menjawab ,” Hai Jabir! Mereka adalah para khalifah (penggantiku) dan pemimpin umat Islam setelahku. Yang pertama (1)Ali bin Abi Thalib, kemudian (2)Hasan dan (3)Husain, kemudian (4)Ali bin Husain, kemudian (5)Muhammad bin Ali, yang dalam Taurat dikenal dengan al Baqir dan kamu, hai Jabir, akan menemuinya. Jika kamu menjumpainya, sampaikan salamku atasnya! Kemudian (6)ash Shidiq Ja`far bin Muhammad, kemudian (7)Musa bin Ja`far, Kemudian (8)Ali bin Musa, kemudian (9)Muhammad bin Ali, kemudian (10)Ali bin Muhammad, kemudian (11)Hasan bin Ali, kemudian yang kauniyahnya sama denganku, ia adalah al Hujjah (bukti) Allah di bumi Nya, peninggalan Nya di kalangan (di antara) hamba-hamba Nya, ia adalah (12) Putra Hasan bin Ali, Allah akan menaklukan Timur dan Barat melalui tangannya, ia menghilang dari syiah dan orang-orang yang mencintainya, sehingga tidak akan meyakini imamahnya dengan teguh kecuali orang yang hatinya telah diuji oleh Allah (dan berhasil dengan) keimanan.

Jabir berkata, `Aku berkata : “Wahai Rasulullah, apakah pengikut-pengikut (syiah)-nya dapat mengambil manfaat darinya pada masa ghaibnya?

Beliau menjawab “ Demi Dzat yang membangkitkanku (mengutusku) dengan kenabian, mereka akan bersinar dengan sinar cahayanya dan mengambil manfaat dengan wilayahnya pada masa ghaibnya, sehingga manusia menarik manfaat dari matahari ketika ditutupi awan tebal.” [41]

Selain riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan di atas, masih banyak riwyat lain yang senada dan memuat kandungan serupa. Jumlah hadis tersebut mencapai ratusan, oleh sebab itu tidak mungkin kami sebut semuanya dalam buku ini, bagi yang berminat dapat merujuknya langsung ke buku yang secara khusus membahas masalah-masalah tersebut, seperti : Muntakab al Atsar, karya Luftullah as Shafi al Guybaygani, al Mahdi karya as Sayyid Shadruddin ash Shadr, dan al Imam al Mahdi karya Muhammad Ali Dukhayyil.

[41] Ikmaluddin, I/365, Ilzam An Nashib, 55; Yanabi al Mawaddah, 465

Sumber : Ali Umar Al-Habsyi, Dua Pusaka Nabi, Hal. 319-320

Imam Khomeini

hadith ” Tsaqalain” yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadith ahli Sunnah

Diantara hadithnya:

.
Al-Imam Abul Hussain Muslim bin Hajaj An-Naisaburi ( wafat 262 H) meriwayatkan dalam Shahihnya dengan sanadnya
(2408) حدثني زهير بن حرب، وشجاع بن مخلد، جميعا عن ابن علية، قال زهير: حدثنا إسماعيل بن إبراهيم، حدثني أبو حيان، حدثني يزيد بن حيان، قال: انطلقت أنا وحصين بن سبرة، وعمر بن مسلم، إلى زيد بن أرقم، فلما جلسنا إليه قال له حصين: لقد لقيت يا زيد خيرا كثيرا، رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم، وسمعت حديثه، وغزوت معه، وصليت خلفه لقد لقيت، يا زيد خيرا كثيرا، حدثنا يا زيد ما سمعت من رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: يا ابن أخي والله لقد كبرت سني، وقدم عهدي، ونسيت بعض الذي كنت أعي من رسول الله صلى الله عليه وسلم، فما حدثتكم فاقبلوا، وما لا، فلا تكلفونيه، ثم قال: قام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما فينا خطيبا، بماء يدعى خما بين مكة والمدينة فحمد الله وأثنى عليه، ووعظ وذكر، ثم قال: ” أما بعد، ألا أيها الناس فإنما أنا بشر يوشك أن يأتي رسول ربي فأجيب، وأنا تارك فيكم ثقلين: أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله، واستمسكوا به ” فحث على كتاب الله ورغب فيه، ثم قال: «وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي» فقال له حصين: ومن أهل بيته؟ يا زيد أليس نساؤه من أهل بيته؟ قال: نساؤه من أهل بيته، ولكن أهل بيته من حرم الصدقة بعده، قال: ومن هم؟ قال: هم آل علي وآل عقيل، وآل جعفر، وآل عباس قال: كل هؤلاء حرم الصدقة؟ قال: نعم
.
Telah meriwayatkan kpd kami Zuhair bin Harb,dan Syuja`bin Makhlad kesemuanya daripada Ibnu `Aliyah,kata Zuhair: telah meriwayatkan kepada kami Ismai`l bin Ibrahim,telah meriwayatkan kepada kami Abuu Hayyan,meriwayatkan kepada kami Yazid bin Hayyan,katanya: Aku telah bertolak bersama-sama Hushoin bin Sabrah,dan `Umar bin Muslim menemui Zaid bin Arqam,apabila kami duduk bermajlis bersamanya Hushoin berkata kepadanya: ” Sesungguhnya engkau wahai Zaid telah mendapat kebaikan yang sangat banyak,engkau pernah melihat Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam,dan engkau telah mendengar haditnya,dan engkau telah ikut berperang bersamanya,dan engkau pernah solat di belakangnya dan sungguh enkau telah bertemunya, wahai Zaid kebaikan yang banyak, khabarkanlah kepada kami wahai Zaid apa yang telah engkau dengar daripada Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam,jawabnya: ” Wahai anak saudaraku,demi Allah umurku telah tua,aku dah lama hidup,dan aku telah lupa sebahagian hadith yang aku telah hafal daripada Rasulullah sallallahu`alahiwasallam ,maka apa yang aku khabarkan kepada kamu maka terimalah,jika tidak aku ingat maka jangan kamu memberat-beratkan aku,kemudian beliau berkata: ” Suatu hari Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam bangun beridiri berkhutbah kepada kami disisi anak sungai yang bernama Khum yang terletak di antara Makkah dan Madinah lalu beliau memuji Allah dan memberi nasihat serta peringatan kemudian beliau bersabda: ” Amma Ba`d, ketahuilah wahai manusia,maka sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia hampir-hampir utusan tuhanku( malaikat maut) mendatangiku dan aku dimatikan,dan aku meninggalkan kepada kamu tsaqalain( dua perkara yang berat): yang pertamanya ialah Kitab Allah,padanya terdapat petunjuk dan cahaya maka berpeganglah dengan Kitab Allah,dan berpegang teguhlah dengannya”,kemudian beliau menggalakkan agar melazimi kitab Allah dan memberi motivasi agar berpegang dengannya, kemudian beliau bersabda: “Ahli Baitku, Aku mengingatkan kamu dengan Allah agar menjaga hak-hak ahli baitku,aku mengingatkan kamu dengan Allah terhadap ahli baitku,aku mengingatkan kamu dengan Allah terhadap ahli baitku..” Kata Hushoin kepadanya: ” Dan siapakah ahli baitnya?,bukankah isteri-isterinya termasuk ahli baitnya?, jawab Zaid: ” isteri-isterinya adalah ahli baitnya,akan tetapi ahli baitnya adalah sesiapa yang diharamkan sadaqah(zakat) selepas kewafatannya” dia bertanya lagi: ” Siapa mereka?” Jawab Zaid: ” Mereka ialah aali( Keluarga) `Ali,keluarga `Aqil,keluarga Ja`afar dan keluarga `Abbas”. Dia bertanya lagi: ” Kesemua mereka itu diharamkan sadaqah(zakat)? ” Jawab Zaid: ” Y
.[ HR Muslim no:2408, Kitab Fadhail As-Sohabah Radiallahu`anhum, Bab Fadhail `Ali bin Abi Talib Radiallahu`anhu ]
.
Hadith berkenaan Tsaqalain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim adalah Hadith yang paling shahih dalam bab ini,dan merupakan umdah(asas) pada masalah ini.Adapun hadith-hadith lain yang shahih diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan selainya seperti diriwayatkan beliau dengan sanadnya
3788 - حدثنا علي بن المنذر الكوفي قال: حدثنا محمد بن فضيل قال: حدثنا الأعمش، عن عطية، عن أبي سعيد، والأعمش، عن حبيب بن أبي ثابت، عن زيد بن أرقم قالا: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أحدهما أعظم من الآخر: كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض. وعترتي أهل بيتي، ولن يتفرقا حتى يردا علي الحوض فانظروا كيف تخلفوني فيهما «هذا حديث حسن غريب»
.
Telah meriwayatkan kepada kami `Ali bin Munzir Al-Kufi katanya: Telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Fudhail katanya: Telah meriwayatkan kepada kami `Al-`Amasy,daripada `Atiyah,daripada Abi Sa`id dan Al`Amasy daripada Habib bin Abi Thabit,daripada Zaid bin Arqam katanya: Rasulullah sallalahu`alaihiwasallam bersabda: ” Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kamu apa yang jika kamu berpegang teguh dengannya maka kamu tidak akan sesat selepasku, salah satunya sangat agung daripada yang lain: Kitab Allah tali yang dihulurkan daripada langit ke bumi,dan ahli `itrah ahli baitku,dan tidak akan berpisah antara keduanya sehinggalah disampaikan keduanya kepadaku al-haudh(telaga) maka lihatlah kamu semua bagaiman kamu menggantikan aku dalam menjaga hak-hak keduanya
.
[ HR Tirmidzi no:3786,3788, Bab Manaqib Ahli Baitin Nabi sallallahu`alaihiwasallam dan At-Tirmidzi menyebutkan hadith ini hasan gharib,dan Syeikh Al-Albani mensahihkannya

serban

Selain itu perlu difahami bahwa bagi kaum syiah, menggunakan redaksi bihi maupun bihima, tidaklah menyalahi makna bahwa maksudnya adalah “Quran dan ahli bait nabi”. Kenapa? Karena Quran dan Ahli Bait nabi dianggap sebagai satu. Sebagaimana Muhammad saw dan al-Quran dianggap sebagai suatu kesatuan. Oleh karena itu, baik Muhammad saw dan Ali disebut sebagai al-Quran Natiq, yakni al-Quran yang berbicara.

Kitabullah dan Ahlul  bait:

Muslim 4425.

Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] dan [Syuja' bin Makhlad] seluruhnya dari [Ibnu 'Ulayyah], [Zuhair] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim]; Telah menceritakan kepadaku [Abu Hayyan]; Telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Hayyan] dia berkata; “Pada suatu hari saya pergi ke [Zaid bin Arqam] bersama Husain bin Sabrah dan Umar bin Muslim. Setelah kami duduk, Husain berkata kepada Zaid bin Arqam. Hai Zaid, kamu telah memperoleh kebaikan yang banyak. Kamu pernah melihat Rasulullah. Kamu pernah mendengar sabda beliau. Kamu pernah bertempur menyertai beliau. Dan kamu pun pernah shalat jama’ah bersama beliau. Sungguh kamu telah memperoleh kebaikan yang banyak. OIeh karena itu hai Zaid. sampaikanlah kepada kami apa yang pernah kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!

.
Zaid bin Arqam berkata; Hai kemenakanku, demi Allah sesungguhnya aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat. Aku sudah lupa sebagian dari apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, apa yang bisa aku sampaikan, maka terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan. maka janganlah kamu memaksaku untuk menyampaikannya.” Kemudian Zaid bin Arqam meneruskan perkataannya.

.
Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berpidato di suatu tempat air yang di sebut Khumm, yang terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan serta berkata; Ketahuilah hai saudara-saudara, bahwasanya aku adalah manusia biasa seperti kalian. Sebentar lagi utusan Tuhanku, malaikat pencabut nyawa, akan datang kepadaku dan aku pun siap menyambutnya.

.
Sesungguhnya aku akan meninggalkan dua hal yang berat kepada kalian, yaitu: Pertama, Kitabullah yang berisi petunjuk dan cahaya. Oleh karena itu, laksanakanlah isi Kitabullah dan peganglah. Sepertinya Rasulullah sangat mendorong dan menghimbau pengamalan Kitabullah. Kedua, keluargaku. Aku ingatkan kepada kalian semua agar berpedoman kepada hukum Allah dalam memperlakukan keluargaku.” (Beliau ucapkan sebanyak tiga kali). Husain bertanya kepada Zaid bin Arqarn; “Hai Zaid, sebenarnya siapakah ahlul bait (keluarga) Rasulullah itu? Bukankah istri-istri beliau itu adalah ahlul bait (keluarga) nya?” Zaid bin Arqam berkata; “Istri-istri beliau adalah ahlul baitnya. tapi ahlul bait beliau yang dimaksud adalah orang yang diharamkan untuk menerima zakat sepeninggalan beliau.” Husain bertanya; “Siapakah mereka itu?” Zaid bin Arqam menjawab; “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas.” Husain bertanya; “Apakah mereka semua diharamkan untuk menerima zakat?” Zaid bin Arqam menjawab.”Ya.”
dst

.

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakkar bin Ar Rayyan]; Telah menceritakan kepada kami [Hassan] yaitu Ibnu Ibrahim dari [Sa'id] yaitu Ibnu Masruq dari [Yazid bin Hayyan] dari [Zaid bin Arqam] dia berkata; Kami menemui Zaid bin Arqam, lalu kami katakan kepadanya; ‘Sungguh kamu telah memiliki banyak kebaikan. Kamu telah bertemu dengan Rasulullah, shalat di belakang beliau…dan seterusnya sebagaimana Hadits Abu Hayyan. Hanya saja dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Ketahuilah sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara yang sangat besar. Salah satunya adalah Al-Qur’an, barang siapa yang mengikuti petunjuknya maka dia akan mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia akan tersesat.’ Juga di dalamnya disebutkan perkataan; Lalu kami bertanya; siapakah ahlu baitnya, bukankah istri-istri beliau? Dia menjawab; Bukan, demi Allah, sesungguhnya seorang istri bisa saja dia setiap saat bersama suaminya. Tapi kemudian bisa saja ditalaknya hingga akhirnya dia kembali kepada bapaknya dan kaumnya. Yang dimaksud dengan ahlu bait beliau adalah, keturunan beliau yang diharamkan bagi mereka untuk menerima zakat.’

.

 Sunan Darimi no. 3182.

Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Yazid bin Hayyan] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata, “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri khutbah, beliau memuji Allah dan memuja-Nya kemudian bersabda: “Wahai manusia, aku hanyalah seorang manusia, hampir tiba masanya utusan Rabbku datang padaku hingga aku pun harus memenuhi- Nya. Dan sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang berat. Pertama adalah Kitabullah yang mengandung di dalamnya petunjuk dan cahaya maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah dan ambillah ia.” Maka beliau mendorong dan menganjurkan untuk berpegang teguh kepadanya. Kemudian beliau bersabda: ‘Aku ingatkan kalian akan Allah pada Ahlu baitku.’ Beliau mengatakan tiga kali.”

.

Tirmidzi no. 3718 dan 3719

Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Abdurrahman Al Kuffi] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hasan, dia adalah seorang dari Anmath] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [ayahnya] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hajinya ketika di ‘Arafah, sementara beliau berkhutbah di atas untanya -Al Qahwa`- dan saya mendengar beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Dzar, Abu Sa’id, Zaid bin Arqam dan Hudzaifah bin Asid. ia berkata; “hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini. Lalu ia melanjutkan; “Sa’id bin Sulaiman dan banyak dari kalangan ulama` yang telah meriwayatkan dari Zaid bin Hasan.”

.

Tirmidzi no. 3720.

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Mundzir Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Athiyah] dari [Abu Sa'id Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Zaid bin Arqam radliallahu 'anhuma] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

baca juga artikel kami : Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

wahabi secara terang terangan mencari musuh dengan kalangan NU, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir

wahabi secara terang terangan mencari musuh dengan kalangan NU, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir melalui tuduhan tuduhan sesat dan ahlulbid’ah kepada kelompok lain ! Kaum wahabi kini mulai menyuap sejumlah intelektual Indonesia untuk mempromosikan akidah sesat mereka !

Wahabi Movement, Indian Freedom Movement

Syi’ah menghendaki ukhuwah dan persatuan Islam ! Tapi wahabi melaknat firqah firqah selain mereka !

Quantcastimage

selama ini yang paling tegas menyuarakan kebenaran/kemurnian Islam mungkin ‘kelompok’ yang sering disebut “syiah atau mazhab ahlulbait” sehingga banyak pihak merasa terganggu, terutama wahabi yang sedang cari muka, pura-pura baik menjalin “ukhuwah” dengan umat Islam Indonesia (contoh : MIUMI dan Al Bayyinat) .

Saudaraku, hati-hatilah dengan makar kelompok wahabi yang sangat keji!

yang jelas kenapa kita mau diadu domba oleh wahabi , padahal adu domba itu adalah alat yang paling ampuh untuk menjajah, makanya bersatulah hai yang benar benar serta bermoral

Sayang sekali wahabi memusuhi kalangan syi’ah  tetapi wahabi  juga secara terang terangan mencari musuh dengan kalangan NU, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir 

Maka wahabi  sebenarnya mencari musuh

Jadi sekali lagi kami minta agar wahabi jangan kibarkan bendera perusakan islam dengan menganggap golongan NU dan syi’ah  keliru dll seperti itu. Saya khawatir ini akan jadi biang permusuhan dibelakang hari. Apalagi seakaan wahabi  mesra dengan Nahdiyin KUBU GENERASI  KUNO (MUI Jatim dan Al bayyinat)

saat menghadapi syi’ah  sebenarnya wahabi  mulai menusuk Nahdiyin dari belakang karena syi’ah di Indonesia punya ritual, budaya dan sejarah kedekatan dengan syi’ah !

wahabi membuat artikel menghina mazhab ahlulbait, NU, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir..Apa Begitukah karakter wahabi dalam berdakwah ? Hati hati  ente ketemu syi’ah, NU, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir.

Dasar wahabi sesat !

Muhammadiyah dan NU, sebagai  organisasi Islam yang besar di Indonesia jangan menganggap ringan kejahatan kaum wahabi, yang sudah menjadi watak asli mereka!

Ukhuwah dengan sesama muslimin di Indonesia saja masih carut marut, kenapa menjalin ukhuwah dengan wahabi?

Nantinya akan tambah parah! Karena mereka wahabi  memanfaatkan kondisi kita ini (yang lemah) untuk menyebarkan faham-faham mereka yang sesat ke tengah umat Islam!

Said Agil: NU Tegas Terhadap Wahabi

  • Senin, 06 Februari 2012
 Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri Batam menggelar bedah buku sejarah Berdarah Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam, Minggu kemarin (5/2/2012). Acara ini menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj
.
Said mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuan mereka ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi
.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal,” kata dia
.
Ia mengatakan, Wahabi memang bukan teroris, namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam
.
Menurut Said, Wahabi selalu mengatasnamakan Islam dalam doktrin atau ajaran yang dilakukan, namun tindakannya kadang tidak islami
.
“Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi bid’ah yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus diperangi,” kata dia
.
Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan serta tidak ada yang mengada-ngada
.
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak mebawa nama Islam,” kata dia
.
Hal tersebut, tambah Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj (nu.or.id)

Senin, 11 Juni 2012

.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mensyukuri kondisi NU yang saat ini menjadi kekuatan civil society terbesar di Indonesia. Nahdliyin -sebutan warga NU- diminta bisa memanfaatkannya, dengan menjadi pelopor terbentuknya Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah.
.
“Dengan Pemerintah dan non Pemerintah, NU menjalin hubungan baik. Dengan agama lain, bahkan dengan luar negeri kita juga berhubungan baik. NU sekarang dalam kondisi baik, besar, dan diharapkan perannya oleh semua pihak,” tegas Kiai Said di hadapan seratusan Nahdliyin di Kantor PWNU Jawa Tengah, Ahad (10/6).
.
Acara di PWNU Jawa Tengah adalah rangkaian Turba PBNU ke kepengurusan di daerah, yang di bingkai dalam ‘Dialog Keorganisasian NU’. Hadir juga dalam acara tersebut pengurus PCNU se-Jawa Tengah, beserta lembaga, lajnah, dan badan otonomnya.
.
Sesuai dengan cita-cita pendirian NU, Nahdliyin harus bisa mempelopori terbentuknya Ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam. Adanya perbedaan pemahaman diminta tidak menjadi penyebab munculnya permusuhan.
.
“Perbedaan pasti ada, itu sudah nash dan tidak bisa dipungkiri. Tapi jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita saling bermusuhan,” ujar Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.
Meski demikian Kang Said juga berpesan, dalam menjalankan Ukhuwah Islamiyah harus dibarengi dengan Ukhuwah Wathaniyah. Mengutamakan Ukhuwah Islamiyah saja dikhawatirkan akan menjadikan umat Islam jadi eksklusif yang berujung ekstremisme, sementara lebih mementingkan Ukhuwah Wathaniyah akan mengantarkan pada suburnya sekulerisme.
.
Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah harus sejalan. Jika itu selesai kita akan persembahkan ke dunia Ukhuwah Insaniyah, kita pelopori perdamaian dunia tanpa adanya peperangan,” tuntas Kang Said.
.

Said Aqil: Umat Islam Indonesia Tidak Boleh Radikal, Tapi Jangan Lemah!

  • Selasa, 15 Mei 2012
 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU), K.H. Said Aqil Siradj menegaskan, umat Islam tidak boleh terlibat dalam aksi anarkistis dan radikalisme untuk mengawal kebijakan pemerintah pusat ataupun daerah. Sebab, aksi tersebut tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik dan malah mencoreng citra umat Islam.
.
“Umat Islam Indonesia tidak boleh radikal, tetapi juga jangan lemah,” katanya di sela kunjungan kerja PBNU ke Pondok Pesantren Darul Falah, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5).
.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, H. Eman Suryaman dan ratusan nahdiyin dari berbagai daerah di Jawa Barat.
.
Sesuai dengan visinya dalam membangun karakter bangsa, kata Aqil, nahdiyin tidak mengambil jalur kekerasan dalam mengawal kebijakan pemerintah. Meski memiliki massa yang besar, yakni sekitar 70 juta nahdiyin di seluruh Indonesia, menurut dia, NU tetap mengedapankan jalur perdamaian dan diplomasi baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
.
Metode tersebut, lanjut Aqil, sesuai dengan fitrah umat Islam yang senantiasa menebar cinta dan kasih sayang sesama makhluk (rahmatan lil alamin). Dengan demikian, dia tidak menganjurkan para nahdiyin untuk terlibat dalam berbagai unjuk rasa yang menimbulkan anrkisme.
.
“Unjuk rasa hanya membuat kemacetan dan mengganggu masyarakat lainnya. Coba kalau massa NU demo semua, bisa repot nanti,” ujarnya.
.
Salah satu upaya yang terus didorong untuk mencegah timbulnya karakter anarkistis, kata Aqil, di antaranya dengan terus mengembangkan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Saat ini, NU telah mendirikan 400.000 madrasah, 21.600 pesantren, 211 sekolah tinggi, dan 850.000 sebagai sarana pendidikan umat.
.
“Para nahdiyin juga terus memberikan kontribusinya melalui lembaga legislatif dan eksekutif, seperti di kementerian, DPR, hingga Mahkamah Konstitusi. Kami bertekad untuk menjadi pelopor bagi ormas-ormas lainnya,” katanya.
.

Wamenag: Perbedaan Keyakinan Tak Boleh Jadi Alasan Memperuncing Konflik

  • Sabtu, 10 Maret 2012
erbedaan agama dan kepercayaan tak boleh menjadi alasan untuk memperuncing konflik. Sebaliknya, lantaran perbedaan itu pula harus saling menghormati untuk kemajuan bangsa.
.
“Bhinneka Tunggal Ika patut kita junjung tinggi, karena terbentuknya Bangsa Indonesia dari adanya pluralisme tersebut,” kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Denpasar, Bali, Kamis 8 Maret 2012 malam.
.
Nasaruddin menekankan pentingnya saling hormat menghormati antarumat maupun agama yang dianut oleh individu.
.
“Sesungguhnya kita adalah bersaudara dan satu di hadapan Tuhan. Namun cara melakukan sembahyang dan keyakinan yang berbeda,” katanya.
.
Negara, sambungnya, menjamin pemeluk agama di Indonesia sekali pun penganutnya minoritas. Tidak ada intimidasi atau tekanan dalam menjalankan ibadahnya.
.
“Sebab kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan telah dituangkan dalam pembukaan UUD 1945. Karena itu, umat Islam sebagai mayoritas berkewajiban memberikan perlindungan kepada umat lain,” ujarnya.Ia mengulas, Islam di Indonesia mempunyai budaya dan tradisi tersendiri dibanding Islam di negara lain. Karena itu patut dilestarikan sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.”Dengan keberagaman agama di Indonesia menjadikan kekuatan untuk bersatu membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita bangsa itu sendiri, yakni masyarakat adil dan sejahtera,” katanya.
.
Nasaruddin menyayangkan jika belakangan ini merebak tindak anarkisme di berbagai daerah dengan dalih agama.
.
“Padahal tindakan yang dilakukan oleh sekolompok atau organisasi masyarakat yang mengatasnamakan agama itu jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam,” ujarnya.
.
Sebenarnya, kata dia, kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama adalah bertentangan dengan agama itu sendiri. Sebabnya, semua ajaran agama di dunia mengajarkan umatnya berbuat baik, saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi tersebut.
.
“Siapa pun berani melanggar ajaran agama dan berbuat kejahatan dengan sesama umat adalah perbuatan dosa,” kata Nasaruddin.
.
Sementara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Provinsi Bali, H Mulyono Setiawan mengajak semua umat belajar melakukan toleransi beragama di Pulau Dewata.
.
“Kami mengajak semua umat belajar membina dan menjaga tolerasi beragama di Bali. Walau di Bali mayoritas memeluk agama Hindu, namun mereka tak ada mengabaikan umat yang minoritas. Karena itu sangat tepat untuk berkacamata soal toleransi umat beragama disini,” katanya.
.
Karena toleransi beragama yang begitu kental, kata dia, wisatawan mancanegara merasa aman dan sangat senang berlibur di Pulau Dewata.
.
“Toleransi beragama serta didukung seni budaya yang adiluhung, maka Bali semakin pesat dalam pengembangan sektor pariwisata. Kami mengajak semua umat menghargai perbedaan kepercayaan, karena perbedaan itulah menjadikan bangsa ini akan kuat dan maju,” katanya.

KH Said Aqil Siradj, Ketum PBNU melawan wahabi yang tak punya malu karena wahabi menganggap kaum Nasrani masih lebih baik dari pada kaum Asy’ariyun

Selasa, 22 Nov 2011

Forum Nahdiyin Serang Salafi

Baca : N.U “dianggap ahlul bid’ah TERLAKNAT TERKUTUK” oleh Wahabi Salafi yang merupakan rekaan dan senjata teologi yang digunakan British dan Freemason

Para kiyai Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin (FOSWAN), mengidentifikasi Salafi dari empat penampilan fisik yang harus diboikot warga Nahdlatul Ulama (NU).

Identifikasi ini disampaikan FOSWAN dalam tabligh akbar “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi” di Masjid Nurul Ikhwan Perumnas III Bekasi, Ahad (20/11/2011).

Ketua Lembaga Bahsul Masail FOSWAN Drs Muhammad Bukhori Maulana MA menyebutkan empat ciri fisik Salafi, yaitu celana cingkrang (tidak isbal), berjenggot tidak rapi, kening berbekas hitam dan wajah yang tidak enak dipandang.

“Jadi ciri Salafi ini, tolong camkan ini: celananya cingkrang, jenggotnya ngga karu-karuan, jidatnya itu hitam kelam, wajahnya tidak enak dipandang,” ujarnya dengan nada meledak-ledak.

Bukhori Maulana mengutip  mendiang Nurcholis Madjid.

 “Professor Doktor Nurkholis Madjid pernah mengatakan Kaum Salafi Wahabi menganggap bahwa kaum Nasrani masih lebih baik dari pada kaum Asy’ariyun. Asy’ariyun itu orang kita, kita semua ini adalah kelompok Asy’ari, masih mendingan orang Nasrani dari pada kita,” terangnya

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj

.
Said Aqil selama belajar di arab saudi, sopan dan santun mengikuti arus pemahaman yang terdapat diarab saudi, tidak seorangpun menyangka sosok Said aqil kelak akan menjadi Bumerang terhadap perguruan tinggi arab saudi dan dakwah wahabi setan nejed ditanah air
.
Tuduhan wahabi bahwa Said Aqil berhutang budi pada wahabi karena kenyang makan uang wahabi merupakan pernyataan idiot arab badui pemerkosa TKW ! Bukankah beribu ribu wahabi indonesia makan minum dan jualan madu ditanah air Indonesia yang mayoritas menganut pemahaman NU ?? Silahkan wahabi keluar dari Indonesia jika menganggap belajar agama memakai uang Saudi sebagai bentuk berhutang budi kepada Saudi !
.
Sekalipun Disertasinya memuaskan dan meyakinkan para dosen dosen pembimbing , terutama  As-Syaikh DR. Mahmuud Ahmad Khofaaji, tetapi Said aqil dan disertasinya itu tidak sama, jauh panggang dari api. Dalam segala kiat dakwahnya di Indonesia bertolak belakang dengan karya ilmiahnya yang mencengangkan guru besar arab saudi
.
CV Said aqil dalam pendidikan di arab saudi meliputi
  1. S1, ditempuh di Universitas King Abdul Aziz, Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982.
  2. S2 ditempuh di Universitas Ummu al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, tamat 1987, dengan tesis yang berjudul رَسَائِلُ الرُّسُلِ وَأَثَرُهَا فِي انْحِرَافِ الْمَسِيْحِيَّةِ (Pengaruh Surat-Surat para rasul dalam Bibel terhadap penyimpangan Agama Kristen).
  3. S3 di Universitas Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1414 H (1994 M), dengan judul disertasi : صِلَةُ اللهِ بِالْكَوْنِ فِي التَّصَوُّفِ الْفَلْسَفِي (Hubungan antara Allah dan alam menurut perspektif tasawwuf falsafi), yang disertasi beliau ini dibimbing oleh dosen beliau yang bernama As-Syaikh DR. Mahmuud Ahmad Khofaaji Inilah bagian paling menarik dari disertasinya yang mengesan Said aqil seorang wahaby yang menentang berbagai penyelewengan dalam Islam. Ini juga merupakan fakta antara Said dan profesor Said satu orang yang berbeda haluan berpikir, pertama menghasilkan pernyatan seperti dibawa, menilai sufistik di Indonesia identik  dengan dengan kesesatan, kedua menghasilkan profesor said sebagai ketua PB NU yang justru menyerang Disertasinya sendiri…
    Dan sufiyah di Indonesia sungguh telah sukses besar dalam menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang sesat -meskipun kebanyakan mereka tidak beriman dengan aqidah hulul dan ittihad serta wihdatul wujud-. Dan ajaran sufiah ini senantiasa masih termasuk ajaran yang paling berbahaya yang tersebar di negeri Indonesia, hal ini disebabkan kejahilan kaum muslimin di Indonesia terhadap aqidah yang benar” (Bagian Disertasi Said Aqil)
.
Wahabi membayar oknum kyai NU kampung untuk menyerang mazhab syi’ah, apakah itu bukan dakwah tak punya malu ?
.
Wahabi tinggal di Indonesia namun melaknat mencaci maki NU yg mayoritas di Indonesia, apakah itu bukan dakwah tak punya malu ?
.
MIUMI merupakan kumpulan wahabi yang dibayar Saudi, memang diantara tokoh MIUMI ada yag sok ilmiah padahal makan uang wahabi, apakah itu bukan dakwah tak punya malu ?
.
Menghadapi wahabi bisa dengan cara cara yang dipakai Said Aqil

NU Jember Desak Pergub Pelarangan Syi’ah

Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab). Ia mengatakan, pihaknya mendorong terbentuknya Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur. Hal itu disampaikan dalam Dialog Ulama dan Umara’ yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jember, beberapa waktu lalu (11/6/2012).

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar “Mengokohkan Ahlusunnah Wal Jamaah di Indonesia”, Ahad (16/9/2012) lalu di Masjid Al Furqan, Gedung DDII, Jakarta Pusat, menyatakan akan terus mengawal Fatwa MUI Provinsi Jawa Timur tentang sesatnya paham Syiah ke seluruh Indonesia.

Syi’ah dituduh melaknat sahabat padahal faktanya ada sahabat membunuh sahabat, baca : Usman Bin Affan Dibunuh Sahabat Nabi SAW !! Bukan Oleh Abdullah Bin Saba’

Membaca dan mencoba mencari tahu sajarah pertikaian awal umat islam tidaklah mudah, akan sulit sekalih untuk menyimpulkan kebenarannya seratus persen dalam sejarah yang diceritakan tersebut. Karena dalam menceritakan sejarah pasti banyak intrik dan tendensi didalamnya dan kita seperti menelusuri sebuah zona spekulasi antara sebap akibat dan motif sang pelakon. Maka dibutuhkan kearifan dan ketelitian dalam menyimpulkan sebuah sejarah yang dimana sejarah itu akan menjadi hikmah dan pembelajaran yang berharga bagi umat manusia. Seperti halnya sejarah munculnya aliran Syiah pada umat islam.

Hal itu dimulai pada saat terpilinya abu bakar sebagai khalifah pertama, yang dimana hingga saat ini syiah menyatakan bahwa Abu bakar dan Umar telah merampok kekuasaan karena telah mengambil hak Sayyidina Ali. Karena menurut mereka Ali lah yang berhak menggantikan baginda nabi, yang diman pada waktu pemilihan Ali tidak dapat hadir dikarenakan dia sibuk mengurusi pemandian dan pemakaman baginda nabi. Tuduhan kalangan syiah semakin kuat ketika mereka mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar berambisi akan kekuasan hal ini dilandasi oleh mereka karena pada saat itu umat islam masih berkabung dan baginda nabi belum dimakamkan akan tetapi Abu Bakar dan Umar meninggalkan beliau untuk sebuak kekuasaan.

Tapi apakah benara seperti itu kejadiannya. Tujuan lain yang melandasi Abu bakar dan Umar mengambil kepeutusan tersebut adalah semata-mata untuk menjaga keutuhan umat islam. Apakah kesetiaan dua sahabat terbaik nabi ini masih diragukan dimana Abu Bakar dan umar mencintai baginda nabi melebihi mencintai dirinya sendiri. Tapi inilah awal perpecahan umat islam yang mulai naik kepermukaan pada saat pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Baca : Agama Muhammad SAW terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan yang diawali oleh kudeta Abubakar dan Umar di Saqifah

Ocehan pengikut aliran setan nejed cuma bualan belaka, ujung ujung nya nyari duit doang !

wahabi perusak tasawuf NU dan Mesir

wahabi perusak tasawuf NU dan Mesir, wahabi secara biadab menyerang tasawuf NU dan tasawuf Mesir !
.
NU dan syi’ah serta kaum sufi Mesir memiliki kesamaan yang erat dibidang tarekat terutama tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah. Nah si wahabi badui ini kerap melaknat sana sini seolah olah syi’ah itu ajaran sesat yang tidak bisa menyatu dengan NU dan rakyat Mesir… Wahai wahabi tobat lah sampeyan jangan suka memalsukan kitab kitab warga NU !!
.
Rabu, 07 Dec 2011

Said Aqil : Ulama Wahabi Itu Cocoknya Jadi Pimpinan Ranting NU

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hanya pantas duduk sebagai Pimpinan Ranting Nahdhatul Ulama (NU). Bahkan, ulama itu jika ikut Muktamar NU pasti kalah suara” kata Said Aqil ketua PBNU

.
Setelah mendengar ucapan orang nomor satu di NU maka saya teringat ketika Delegasi sufi Mesir melakukan kunjungan ke Iran selama delapan hari yang dimulai pada tanggal 12 November 2012 dalam rangka menjembatani jarak antara suni dan Syiah, sekaligus memerangi tren ekstrimisme yang semakin memperlebar jurang sektarian. Usaha untuk menjembatani jarak ini tidak akan terjadi tanpa masukan dari Mesir. Pada saat yang sama, delegasi sufi Mesir juga menyatakan solidaritasnya terhadap Iran dalam melawan ancaman Israel. Delegasi yang mengunjungi Iran terdiri dari perwakilan 11 ordo sufi yang bertemu dengan Ayatullah Abbas Vaez Tabasi dan Ayatullah Muhammad Husain Alamulhuda
.
Sehubungan dengan kunjungan tersebut, Syekh Alaa Abou El Azayem, syekh sufi ordo Azmeyya dan pemimpin delegasi, menyatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih mempersatukan suni dan Syiah melawan tren yang memperlebar jarak di antara mereka, sekaligus mendukung Iran terkait program nuklir yang bertujuan damai.Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Abbas Vaez Tabasi menyatakan bahwa sebuah keharus untuk lebih mendekatkan suni dan Syiah terkait dengan ancaman yang di hadapi dunia muslim. Dia menilai kelompok-kelompok yang meningkatkan konflik antara dua mazhab dan mengisolasi Iran dari dunia Islam merupakan kelompok menyimpang yang harus dilawan
.
“Mereka adalah kelompok yang bekerja untuk Barat dan memecah umat Islam.”Menjembatani jarak antara dua mazhab tersebut sangat penting bagi Mesir dan di antara alasan kebangkitan Islam di wilayah Arab karena penyatuan rakyat Mesir. Ayatullah Tabas juga menyangkal keinginan Iran untuk campur tangan dalam urusan negara lain dan siap mendukung negara manapun dalam mencapai keinginan bersama semua kelompok.Delegasi sufi Mesir di Iran

Sufisme dan agama sejati

Ayatullah Husain Alamulhuda menyatakan bahwa kunjungan ordo Sufi ke Iran memiliki pengaruh positif yang berbeda bagi rakyat Iran, khususnya karena Mesir dan Iran masing-masing memiliki peran berpengaruh bagi dunia Islam dan integrasi budaya mereka sejak era Persia.” Beliau juga memuji inisiatif Mesir dalam membawa suni dan Syiah lebih dekat, serta menyatakan kepercayaannya pada ordo Sufi dalam menyebarkan agama sejati melalu aktivitas sosial mereka.

“Perbedaa antara suni dan Syiah ada dalam aspek kecil, bukan aspek besar. Perbedaan di antara mazhab suni sendiri lebih besar dari pada antara suni dan Syiah. Namun Wahabi, dengan dukungan Barat, berusaha untuk meningkatkan dan memperlebar konflik sektarian,” tambahnya.

Ayatullah Alamulhuda menyangkal segala konflik antara suni dan Syiah di Iran dan menyatakan, “Pengikut suni menjalankan kehidupan seperti warga lainnya. Mereka memegang semua jenis jabatan dan tidak ada perbedaan. Semua propaganda penganiayaan suni di Iran merupakan kebohongan yang dibuat oleh Amerika Serikat dan Wahabi.”

Pendekatan praktis

Alaa Abou El Azayem, pemimpin delagis sufi, menyatakan bahwa pengikut Syiah harus membuktikan dengan cara praktis dalam menciptakan persatuan di antara mazhab dalam rangka persatuan umat muslim. Beliau juga menilai Wahabi sebagai alasan utama di balik konflik antara suni dan Syiah secara umum. “Mesir saat ini terdiri dari 18 ordo sufi yang berusaha untuk menyatukan umat Islam tanpa membedakan mazhab yang satu dengan yang lain. Kami menerbitkan 32 buku mengutuk ideologi Wahabi dan 7 buku tentang Syiah.”

Beberapa peniliti percaya bahwa pernyataan yang dibuat Abou El Azayem terhadap salafi dan Wahabi menjadi alasan di balik sikap Mubarak terhadap Abou El Azayem yang khawatir jika sufisme dapat mengakibatkan meluasnya Syiah di Mesir. Beliau juga meyakinkan bahwa perbedaan suni dan Syiah tidak lebih dari 5%.

Dalam kesempatan yang sama, Mustafa Al-Hashim, syekh ordo sufi Hashimiyyah, menyatakan bahwa Mesir setelah revolusi mengalami penderitaan akibat salafi. Dia meyakinkan bahwa ordo sufi akan melakukan semampu mungkin untuk melawan kelompok ini dan menyatukan umat muslim dan meminta dukungan dari Iran untuk menampilkan wajah Islam sejati.

Kabar Gembira Untuk Syi’ah ! Inilah agama wahabi yang sesungguhnya !

Bukankah pemimpin negeri-negeri Islam seharusnya tampil islami? Mengapa mereka minum, berjabat tangan dengan “orang asing”, dan mendukung rezim tirani seperti Israel? Tulisan di bawah coba memberikan penjelasan pertanyaan tersebut

Pendiri Republik Islam Iran telah membedakan antara Islam “sejati” dan Islam versi Amerika. Islam versi Amerika didefinisikan sebagai Islam harta dan kekuasaan, penipuan, kompromistis dan diperbudak, serta kapitalis dari kalangan tertindas dan melarat. Dalam versi ini, inti dan nilai berharga Islam terlupakan dan yang tersisa hanyalah lapisan. Dengan kata lain, semangat menjalankan keislaman, perintah Tuhan dan praktik keagamaan menjadi rusak dan tinggal kulitnya saja.

Mungkin, faktor utama sikap kompromistis pemimpin negeri-negeri Islam itu karena kesalahpahaman atas ajaran Islam. Pemikiran seorang muslim, yang tahu bahwa Tuhan adalah pembuat hukum dan penguasa semesta alam, tidak akan dan tidak bisa harmonis dengan keyakinan materialistis Barat. Usaha seorang kapitalis Barat untuk mengasimilasi simbol-simbol kebudayaan berbagai bangsa merupakan perang psikologis untuk menggambarkan semangat seluruh peradaban yang disatukan dengan gaya hidup modern Barat. Jelas sekali, para elit penguasa dan bangsawan akan menentukan gaya hidup kelompok yang lain. Sebuah masyarakat dengan penguasa yang berkesesuaian dengan gaya hidup seperti itu, akan menjadi juru bicara resmi bagi periklanan gaya hidup yang sama.

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Tentu saja, para pemimpin boneka tidak bisa secara terang-terangan melancarkan perang melawan simbol (keagamaan) seperti hijab (pakaian wanita islami), gaya hidup hidup sederhana, dsb. sebagaimana Syah Reza Pahlavi asal Iran melakukannya namun kemudian kehilangan dukungan publik dan para pelaku Perang Dunia mengasingkannya ke sebuah pulau. Nampaknya, kemasan Barat untuk Islam secara bertahap berubah menjadi gaya hidup Barat, dengan komitmen seremoni keagamaan dan berbaur serta minum-minum bersama. Inilah kemunculan Islam versi Amerika.

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Seiring berjalannya waktu, masyarakat menjadi terbiasa dengan tingkah-laku pemimpin politik mereka dan rasa sensitivitas mulai menghilang. Pemimpin politik, selebritis, atlit, dan lainnya yang media puja sebagai orang terhormat, menjadi teladan bagi generasi muda. Teladan seperti ini dan kelaziman gaya hidup Barat menciptakan kesenjangan antara generasi muda dengan rasa kepercayaan terhadap agama dan nasional.

Hijab dan pakaian

Simbol penting dari pergeseran masyarakat Islam terhadap penafsiran Amerika terhadap Islam adalah hijab dan etika berpakaian. Menurut Islam, pentingnya hijab bagi mereka yang beriman akan berpengaruh penting bagi “kesehatan” masyarakat umum.

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Di banyak negeri-negeri Islam, etika berpakaian islami secara signifikan berubah ke arah etika berpakai barat, yang paling jelas terlihat dalam pejabat tinggi negara tersebut dan keluarganya. Wanita di Saudi, Qatar, dan negara Teluk Persia lainnya menjadi contoh fakta ini. Meskipun tindakan keras telah diambil oleh pemerintah Saudi dan sanksi Islam bagi wanita muslim sudah jelas, wanita-wanita muda dari keluarga Saud menghindarinya.

Keserahakan dan pencari harta

Salah satu aturan penting Islam sejati bagi seorang muslim adalah gaya hidup sederhana dan menghindari kemewahan. Hal ini semakin ditekankan bagi para pemimpin, karena mereka dilihat oleh rakyat; dan harus memiliki kehidupan kelas terendah untuk memahami penderitan dan kesulitan rakyat.

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Sayangnya, para penguasa Arab korup dan reaksioner yang memerintah atas nama Islam, memiliki catatan gelap dalam hal ini, sekalipun banyak umat Islam yang berjuang dari kemiskinan dan penderitaan; namun mereka menjalani kehidupan mewah di kerajaan.

Kompromistis

Minum, berpose, ekonomi, keamanan, dan militer berlapis, dsb serta bekerja sama dengan musuh yang diakui Islam merupakan wujud terbesar Islam versi Amerika, terlihat jelas dalam kediktatoran Arab dan negara lain di kawasan; sehingga orang-orang di negara ini kehilangan harapan dari pemimpin mereka dalam menyelamatkan kemerdekaan, harga diri warga, dan mereformasi status quo. Gelombang kebangkitan Islam dipicu oleh fakta pahit ini.

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Mencari keadilan dan keberanian

Keberanian di hadapan pemimpin arogan dan kekuatan jahat dunia dan menangis demi keadilan merupakan ciri lain Islam sejati yang tidak ditemukan gemanya di negara-negara tersebut; seolah-olah pemimpin reaksioner Arab dan pemimpin negara muslim yang ditekan tidak memiliki seni lain kecuali menyerah terhadap kekuataan intimadasi Barat. Mungkin karena alasan inilah, Turki, Saudi, Qatar, dan pemimpin Arab lainnya berada di sisi Israel dalam perang melawan Suriah.

Keterasingan dari massa muslim

Ketidakpedulian terhadap negara dan umat muslim merupakan ciri menonjol Islam versi Amerika, dengan contoh di negara-negara yang terkena dampak revolusi atau di ambang revolusi. Penguasa negara-negara ini melanggar hak-hak dasar rakyat dan agama Tuhan untuk kepentingan kalangan mereka sendiri dan orang-orang di Amerika Serikat. Fakta ini juga menjadi penyebab kebangkitan Islam di kawasan.

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Pemimpin Revolusi Islam dalam Konferensi Internasional Profesor Universitas Muslim dan Kebangkitan Islam menyatakan, “Musuh takut dengan kebangkitan Islam sejati… mereka tidak takut dengan Islam yang menjadi budak dolar; mereka tidak takut dengan Islam yang tenggelam dalam kemewahan dan kerusakan, sebuah Islam yang tidak mengakar di tengah masyarakat, tapi mereka takut dengan Islam yang disertai dengan tindakan, Islam yang menanamkan kepercayaan kepada Tuhan. Tidak diragukan lagi, musuh-musuh takut kebangkitan Islam dengan ciri-ciri seperti ini. Mereka menolak menggunakan (istilah) Islamic Awakening ‘kebangkitan Islam’ untuk pergerakan yang saat ini terjadi di kawasan.” (SH/EA)

Sumber: Mehrnews.com

Raja Hamad dari Bahrain

Raja Hamad dari Bahrain

Kita akan menghadapi masa paling berbahaya dalam sejarah manusia dan dunia. Kita akan membicarakan mengenai implikasi serangan Zionis Israel terhadap Iran, yang tidak hanya akan terjadi tapi juga tidak lama lagi. Kita melihat bahwa Israel akan menyerang Iran karena Zionis Israel ingin menguasai dan memerintah dunia secara penuh; karena sekutu Yahudi-Kristen-Zionis Eropa ingin memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai dunia.

Itu sebabnya kita yakin perang ini akan terjadi. Itu sebabnya mereka ingin menyerang Iran. Israel “memiliki hak” untuk membangkitkan perang yang tidak adil kepada orang lain, begitu juga perang terhadap Iran. Tetapi ada hal lain, yaitu mereka yang menabuh semangat perang di dunia Arab dan mengharapkan perang terhadap Iran terjadi. Mereka menabuh drum perang yang tidak adil.

Jika perang benar-benar terjadi, mereka juga melakukan dosa yang sama karena mendukung terjadinya perang. Celakalah kalian! Celakalah bagi kalian (negara Arab) yang menginginkan perang terhadap Iran. Jika kalian mendukung serangan terhadap Iran, berarti kalian mendukung perang yang tidak adil. Kalian menjadi bagian dari perbuatan zalim, dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang zalim.

Salah satu alasan mengapa banyak (negara) Arab ingin menabuh drum peperangan dan mengharapkan perang terhadap Iran adalah karena Iran Syiah. Mereka menganggap Syiah kelompok kafir. Mereka membolehkan perang terhadap kelompok kafir. Bagaimana mereka sampai pada kesimpulan bahwa Syiah kelompok kafir? Jika Syiah kelompok kafir, maka harus ada konsensus tentang hal ini. Nyatanya tidak ada konsensus yang dicapai tentang hal ini selama 1.400 tahun.

Karena itulah kami mengatakan terlalu terlambat pada akhir zaman ini untuk menghasilkan argumen bahwa Syiah adalah kelompok kafir. Dominasi (Arab) melawan Syiah dan serangan yang akan dilancarkan terhadap Iran, menjadi keinginan (Zionis) yang hakikatnya bertujuan memerangi Islam melalui penciptaan perang saudara suni-Syiah di dunia Islam. Perang saudara suni-Syiah akan menjadi sangat bermanfaat bagi Israel.

  • Pertama, perang saudara suni-Syiah akan menciptakan buruknya Islam di mata dunia di saat Islam menjadi pusat perhatian dunia.
  • Kedua, perang saudara suni-Syiah akan memecahkan perhatian muslim dan non-muslim dari rencana Zionis untuk menguasai dunia.
  • Ketiga, kaum muslim yang saling berperang tentu saja akan menghilangkan kekuatan yang dimiliki, dan tentu saja sangat bermanfaat bagi Israel.

Perang terhadap Iran akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Pertama, harga minyak. Tidak hanya karena Iran menjadi salah satu penyumbang minyak terbesar tapi juga karena lokasi Iran yang strategis di Teluk Arab… Tidak sulit bagi Iran untuk memblokade selat Hormuz. Jadi kita tidak bisa mencegah harga minyak melambung tinggi sekali serangan terhadap Iran terjadi. Pemerintah Amerika tahu akan hal ini dan itu sebabnya mereka tidak ingin serangan terjadi. Karena pemerintah Amerika, Fed, dan para bankir tahu jika hal itu terjadi maka dolar dan perekonomian AS akan runtuh. Orang-orang kaya akan bangkrut dan akan terjadi kerusuhan masal di sana. Karena itulah perang terhadap Iran akan menjadi bencana bagi ekonomi, finansial, dan moneter.

Perang terhadap Iran juga bisa berlanjut dengan terjadinya perang terhadap Pakistan. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan Pakistan dari kelompok negara nuklir. Inilah saatnya bagi muslim seluruh dunia, termasuk muslim Iran, untuk menyadari bahwa rekan paling strategis Israel saat ini, setelah AS, adalah India, dengan Arab Saudi di belakangnya. Sehingga tidak hanya India akan terlibat dalam serangan tersebut, tapi juga serangan terhadap Pakistan akan menjadikan India menguasai wilayah atas nama Israel.

Kabar Gembira Untuk Syi’ah ! Inilah agama wahabi yang sesungguhnya !

Kabar Gembira Untuk Syi’ah ! Inilah agama wahabi yang sesungguhnya !

Neo-Salafisme Wahabi: Ironi Teologi dan Pendangkalan Islam

Bukankah pemimpin negeri-negeri Islam seharusnya tampil islami? Mengapa mereka minum, berjabat tangan dengan “orang asing”, dan mendukung rezim tirani seperti Israel? Tulisan di bawah coba memberikan penjelasan pertanyaan tersebut

Pendiri Republik Islam Iran telah membedakan antara Islam “sejati” dan Islam versi Amerika. Islam versi Amerika didefinisikan sebagai Islam harta dan kekuasaan, penipuan, kompromistis dan diperbudak, serta kapitalis dari kalangan tertindas dan melarat. Dalam versi ini, inti dan nilai berharga Islam terlupakan dan yang tersisa hanyalah lapisan. Dengan kata lain, semangat menjalankan keislaman, perintah Tuhan dan praktik keagamaan menjadi rusak dan tinggal kulitnya saja.

Mungkin, faktor utama sikap kompromistis pemimpin negeri-negeri Islam itu karena kesalahpahaman atas ajaran Islam. Pemikiran seorang muslim, yang tahu bahwa Tuhan adalah pembuat hukum dan penguasa semesta alam, tidak akan dan tidak bisa harmonis dengan keyakinan materialistis Barat. Usaha seorang kapitalis Barat untuk mengasimilasi simbol-simbol kebudayaan berbagai bangsa merupakan perang psikologis untuk menggambarkan semangat seluruh peradaban yang disatukan dengan gaya hidup modern Barat. Jelas sekali, para elit penguasa dan bangsawan akan menentukan gaya hidup kelompok yang lain. Sebuah masyarakat dengan penguasa yang berkesesuaian dengan gaya hidup seperti itu, akan menjadi juru bicara resmi bagi periklanan gaya hidup yang sama.

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Tentu saja, para pemimpin boneka tidak bisa secara terang-terangan melancarkan perang melawan simbol (keagamaan) seperti hijab (pakaian wanita islami), gaya hidup hidup sederhana, dsb. sebagaimana Syah Reza Pahlavi asal Iran melakukannya namun kemudian kehilangan dukungan publik dan para pelaku Perang Dunia mengasingkannya ke sebuah pulau. Nampaknya, kemasan Barat untuk Islam secara bertahap berubah menjadi gaya hidup Barat, dengan komitmen seremoni keagamaan dan berbaur serta minum-minum bersama. Inilah kemunculan Islam versi Amerika.

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Seiring berjalannya waktu, masyarakat menjadi terbiasa dengan tingkah-laku pemimpin politik mereka dan rasa sensitivitas mulai menghilang. Pemimpin politik, selebritis, atlit, dan lainnya yang media puja sebagai orang terhormat, menjadi teladan bagi generasi muda. Teladan seperti ini dan kelaziman gaya hidup Barat menciptakan kesenjangan antara generasi muda dengan rasa kepercayaan terhadap agama dan nasional.

Hijab dan pakaian

Simbol penting dari pergeseran masyarakat Islam terhadap penafsiran Amerika terhadap Islam adalah hijab dan etika berpakaian. Menurut Islam, pentingnya hijab bagi mereka yang beriman akan berpengaruh penting bagi “kesehatan” masyarakat umum.

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Di banyak negeri-negeri Islam, etika berpakaian islami secara signifikan berubah ke arah etika berpakai barat, yang paling jelas terlihat dalam pejabat tinggi negara tersebut dan keluarganya. Wanita di Saudi, Qatar, dan negara Teluk Persia lainnya menjadi contoh fakta ini. Meskipun tindakan keras telah diambil oleh pemerintah Saudi dan sanksi Islam bagi wanita muslim sudah jelas, wanita-wanita muda dari keluarga Saud menghindarinya.

Keserahakan dan pencari harta

Salah satu aturan penting Islam sejati bagi seorang muslim adalah gaya hidup sederhana dan menghindari kemewahan. Hal ini semakin ditekankan bagi para pemimpin, karena mereka dilihat oleh rakyat; dan harus memiliki kehidupan kelas terendah untuk memahami penderitan dan kesulitan rakyat.

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Sayangnya, para penguasa Arab korup dan reaksioner yang memerintah atas nama Islam, memiliki catatan gelap dalam hal ini, sekalipun banyak umat Islam yang berjuang dari kemiskinan dan penderitaan; namun mereka menjalani kehidupan mewah di kerajaan.

Kompromistis

Minum, berpose, ekonomi, keamanan, dan militer berlapis, dsb serta bekerja sama dengan musuh yang diakui Islam merupakan wujud terbesar Islam versi Amerika, terlihat jelas dalam kediktatoran Arab dan negara lain di kawasan; sehingga orang-orang di negara ini kehilangan harapan dari pemimpin mereka dalam menyelamatkan kemerdekaan, harga diri warga, dan mereformasi status quo. Gelombang kebangkitan Islam dipicu oleh fakta pahit ini.

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Mencari keadilan dan keberanian

Keberanian di hadapan pemimpin arogan dan kekuatan jahat dunia dan menangis demi keadilan merupakan ciri lain Islam sejati yang tidak ditemukan gemanya di negara-negara tersebut; seolah-olah pemimpin reaksioner Arab dan pemimpin negara muslim yang ditekan tidak memiliki seni lain kecuali menyerah terhadap kekuataan intimadasi Barat. Mungkin karena alasan inilah, Turki, Saudi, Qatar, dan pemimpin Arab lainnya berada di sisi Israel dalam perang melawan Suriah.

Keterasingan dari massa muslim

Ketidakpedulian terhadap negara dan umat muslim merupakan ciri menonjol Islam versi Amerika, dengan contoh di negara-negara yang terkena dampak revolusi atau di ambang revolusi. Penguasa negara-negara ini melanggar hak-hak dasar rakyat dan agama Tuhan untuk kepentingan kalangan mereka sendiri dan orang-orang di Amerika Serikat. Fakta ini juga menjadi penyebab kebangkitan Islam di kawasan.

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Pemimpin Revolusi Islam dalam Konferensi Internasional Profesor Universitas Muslim dan Kebangkitan Islam menyatakan, “Musuh takut dengan kebangkitan Islam sejati… mereka tidak takut dengan Islam yang menjadi budak dolar; mereka tidak takut dengan Islam yang tenggelam dalam kemewahan dan kerusakan, sebuah Islam yang tidak mengakar di tengah masyarakat, tapi mereka takut dengan Islam yang disertai dengan tindakan, Islam yang menanamkan kepercayaan kepada Tuhan. Tidak diragukan lagi, musuh-musuh takut kebangkitan Islam dengan ciri-ciri seperti ini. Mereka menolak menggunakan (istilah) Islamic Awakening ‘kebangkitan Islam’ untuk pergerakan yang saat ini terjadi di kawasan.” (SH/EA)

Sumber: Mehrnews.com

Raja Hamad dari Bahrain

Raja Hamad dari Bahrain

Kita akan menghadapi masa paling berbahaya dalam sejarah manusia dan dunia. Kita akan membicarakan mengenai implikasi serangan Zionis Israel terhadap Iran, yang tidak hanya akan terjadi tapi juga tidak lama lagi. Kita melihat bahwa Israel akan menyerang Iran karena Zionis Israel ingin menguasai dan memerintah dunia secara penuh; karena sekutu Yahudi-Kristen-Zionis Eropa ingin memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai dunia.

Itu sebabnya kita yakin perang ini akan terjadi. Itu sebabnya mereka ingin menyerang Iran. Israel “memiliki hak” untuk membangkitkan perang yang tidak adil kepada orang lain, begitu juga perang terhadap Iran. Tetapi ada hal lain, yaitu mereka yang menabuh semangat perang di dunia Arab dan mengharapkan perang terhadap Iran terjadi. Mereka menabuh drum perang yang tidak adil.

Jika perang benar-benar terjadi, mereka juga melakukan dosa yang sama karena mendukung terjadinya perang. Celakalah kalian! Celakalah bagi kalian (negara Arab) yang menginginkan perang terhadap Iran. Jika kalian mendukung serangan terhadap Iran, berarti kalian mendukung perang yang tidak adil. Kalian menjadi bagian dari perbuatan zalim, dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang zalim.

Salah satu alasan mengapa banyak (negara) Arab ingin menabuh drum peperangan dan mengharapkan perang terhadap Iran adalah karena Iran Syiah. Mereka menganggap Syiah kelompok kafir. Mereka membolehkan perang terhadap kelompok kafir. Bagaimana mereka sampai pada kesimpulan bahwa Syiah kelompok kafir? Jika Syiah kelompok kafir, maka harus ada konsensus tentang hal ini. Nyatanya tidak ada konsensus yang dicapai tentang hal ini selama 1.400 tahun.

Karena itulah kami mengatakan terlalu terlambat pada akhir zaman ini untuk menghasilkan argumen bahwa Syiah adalah kelompok kafir. Dominasi (Arab) melawan Syiah dan serangan yang akan dilancarkan terhadap Iran, menjadi keinginan (Zionis) yang hakikatnya bertujuan memerangi Islam melalui penciptaan perang saudara suni-Syiah di dunia Islam. Perang saudara suni-Syiah akan menjadi sangat bermanfaat bagi Israel.

  • Pertama, perang saudara suni-Syiah akan menciptakan buruknya Islam di mata dunia di saat Islam menjadi pusat perhatian dunia.
  • Kedua, perang saudara suni-Syiah akan memecahkan perhatian muslim dan non-muslim dari rencana Zionis untuk menguasai dunia.
  • Ketiga, kaum muslim yang saling berperang tentu saja akan menghilangkan kekuatan yang dimiliki, dan tentu saja sangat bermanfaat bagi Israel.

Perang terhadap Iran akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Pertama, harga minyak. Tidak hanya karena Iran menjadi salah satu penyumbang minyak terbesar tapi juga karena lokasi Iran yang strategis di Teluk Arab… Tidak sulit bagi Iran untuk memblokade selat Hormuz. Jadi kita tidak bisa mencegah harga minyak melambung tinggi sekali serangan terhadap Iran terjadi. Pemerintah Amerika tahu akan hal ini dan itu sebabnya mereka tidak ingin serangan terjadi. Karena pemerintah Amerika, Fed, dan para bankir tahu jika hal itu terjadi maka dolar dan perekonomian AS akan runtuh. Orang-orang kaya akan bangkrut dan akan terjadi kerusuhan masal di sana. Karena itulah perang terhadap Iran akan menjadi bencana bagi ekonomi, finansial, dan moneter.

Perang terhadap Iran juga bisa berlanjut dengan terjadinya perang terhadap Pakistan. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan Pakistan dari kelompok negara nuklir. Inilah saatnya bagi muslim seluruh dunia, termasuk muslim Iran, untuk menyadari bahwa rekan paling strategis Israel saat ini, setelah AS, adalah India, dengan Arab Saudi di belakangnya. Sehingga tidak hanya India akan terlibat dalam serangan tersebut, tapi juga serangan terhadap Pakistan akan menjadikan India menguasai wilayah atas nama Israel

.

Neo-Salafisme Wahabi: Ironi Teologi dan Pendangkalan Islam
.
Rabu, 07 Dec 2011

Said Aqil : Ulama Wahabi Itu Cocoknya Jadi Pimpinan Ranting NU

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hanya pantas duduk sebagai Pimpinan Ranting Nahdhatul Ulama (NU). Bahkan, ulama itu jika ikut Muktamar NU pasti kalah suara” kata Said Aqil ketua PBNU

.