wahabi gencar menuduh “Said Aqil Merusak Islam”.
Apa target wahabi yang diback up Saudi untuk mewahabikan NKRI ??
Agar Jabatan Ketum PBNU dialihkan kepada ulama NU yang anti syi’ah !! Wahabi menghalalkan segala cara agar Said Aqil dicopot dari jabatannya. Tokoh anti syi’ah sangat diharapkan wahabi jadi ketua umum PBNU

Banser NU dan PAGARNUSA harus waspada
baca juga : NU mampu membungkam wahabi setan nejed hanya dengan satu artikel ini !!!

Pertama, Salafi dakwah yang memiliki ciri – ciri :
[8]. Anti Iran, segala hal yang berbau syi’ah dan Iran berupaya mereka hanguskan, ini tidak lepas dari politik Arab Saudi dan Amerika -Israel yang anti Iran. Aliran dana dari CIA dan Arab Saudi sangat deras untuk memuluskan proyek ini !
.
[9]. Gemar merevisi bahkan memalsukan kitab kitab ulama salaf demi memuluskan ajaran wahabi (edisi cetak saudi).
[10]. Merekayasa berbagai aksi anarkhisme terhadap jama’ah syi’ah di Indonesia, yang selama ini hidup dengan damai dengan madzab Islam lainnya.
Lembaga nya antara lain : MIUMI, LPPI, syiahindonesia.com, hakekat.com, syiah.net, gensyiah.com, majalah Qiblati, majalah asysyariah, VOA iSLAM.com
Said Aqil yang Nyatakan Syiah Tak Sesat dicaci maki wahabi, upaya wahabi adu domba syi’ah dengan NU
“KH Said Aqil Siradj, Sampeyan Muslim ?” artikel keji voa-islam.com
“Habib Zein: Said Aqil Lebih Jelek dan Lebih Berbahaya daripada Syi’ah” artikel keji voa-islam.com
.Maaf NU yang saya ajak berkoalisi bukanlah NU gaya si habib tua Al Bayyinat,begitu mudahnya si Ahmad bin Zen Alkaf menjadi pengurus NU,padahal dia itu lulusan TKI di Saudi,kerja di toko di wilayah Jeddah. pulang gak mengerti apa-apa,lalu mendompleng ke toko Wahabi Bangil Muhammad Ba Abdullah,orang kepercayaan Wahabi Saudi,semenjak 25 tahun,sampai sekarang,semua habib tahu sepak terjangnya,mereka diam,karena ditutup oleh riyal-riyal yang di rupiahkan oleh Ahmad bin Zen Alkaf.
dan di yayasan Al-Bayyinat dia ingin ditetapkan sebagai ketua seumur hidup,di Pekalongan 3 tahun yang lalu,orang orang hampir tidak memilih dia,karena dia mengancam jika tidak dia,maka tidak ada dana yang mengalir,sampai-sampai akan terjadi perkelahian, ya begitulah si antek Wahabi tsb. Jadi kusarankan kepada tokoh tokoh NU untuk waspada atas sepak terjangnya si Ahmad Alkaf ini,lihatlah,apa yang dia tampilkan di forum forum,hanya untuk memecah belah umat aja,memasukan rasa kebencian sesama NU khususnya,umat Islam pada umumnya.Sadarlah sebelum terlambat wahai saudara-saudaraku NU>
Ulama Jatim Juluki Said Aqil ”Pengecut & Pendusta Pembela Syi’ah” !! artikel keji voa-islam.com
GUSDUR sudah wafat, buat apa voa-islam.com mengungkit ungkit lagi…
Gembong penulis web http://www.voa-islam.com adalah Al-Ustadz Abdul Qadir Aka,Ustadz Badru Tamam, Bos Ivan, Ustadz Abu Ro’idah, Kang Ali Makmur, M Abdul Gani pemred voa-islam.com, Mang Avud, Mus’ab, Kangbud, Badru, Mumtaz
![]()





Foto foto diatas adalah orang orang VOA-islam.com
Gembong VOA ISLAM.com yang gemar menyerang nama baik Gus Dur dan Said Aqil Siroj, serangan voa islam.com kepada NU melalui web mereka penuh dengan laknat dan caci maki
Karenanya, ini adalah tangggung jawab semua Muslim, khususnya para ulama untuk tidak mendiamkan kesatuan umat Islam dikoyak-koyak oleh pihak ketiga yang menginginkan hancurnya persatuan Umat Islam!
Awas Bahaya Dari Kaum Takfiriyyun!
Yang gemar mengkafirkan kaum Muslimin diantaranya adalah kaum Salafi Wahhabi… hanya kerena bermaksud bertabarruk dengan makam Nabi saw, atau makam seorang wali , misalnya, kaum NU divonis KAFIR dan MUSYRIK! Sekarang -karena alasan-alasan politis- mereka mengarahkan vonis pengkafirannya kepada Syi’ah
Menurut Ketu PB NU, Kyai Said Aqi Siraj bahwa: Ada pihak-pihak yang ingin suasana Indonesia menjadi rusuh dan tak tenang.
Sejak dari dulu, di Madura tak pernah ada ketegangan antara penganut Sunni dan Syi’ah. Tambah Kyai Aqil.
Kalaupun terjadi seperti insiden pembakaran Kamis lalu, jelas ada tangan tak terlihat yang menginginkan terjadinya bentrokan. Jelas perbedaan Sunni-Syi’ah dijadikan alat. (Baca Jawa Pos, edisi Minggu,1/1/2012)

Kedua, Salafi jihadi yaitu salafi yang memfokuskan dakwahnya dalam bentuk teror dan jihad melawan madzab-madzab Islam
Adapun tokoh-tokohnya antara lain :
Abubakar ba’asyir, Amrozi, Imam Samudera, Noordin M Top, Doktor Azahari, Osama bin Laden.
ciri-cirinya adalah :
[1]. Gampang sekali menuduh kafir dan menghalalkan darah muslim lainnya.
[2]. Gemar mengesahkan aksi radikalisme seperti pemboman dan anarkhisme, bahkan diantara mereka adalah pelaku langsung anarkhisme dan pengeboman, bahkan tidak segan segan melakukan aksi bom bunuh diri yang terkadang membuat orang islam sendiri terbunuh dan ekonomi umat islam hancur.
[3]. Ingin mendirikan negara Islam, tetapi tidak jelas bagaimana format negara Islam yang mereka inginkan, apakah monarkhi saudi atau khilafah gaya Hizbut Tahrir ?? tidak jelas.
[4]. Berdakwah dengan cara radikal, pensesatan, pengkafiran dan pembid’ah-an .
[5] Melakukan pelatihan militer, misalnya di POSO, Aceh dan berbagai pesantren wahabi
.
Salafi Wahabi adalah teroris perusak islam. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Raja Abdullah yang membuat ulama Salafi Wahabi rela mencium telapak kakinya , adalah pemimpin Arab Saudi yang dikenal dekat dengan AS.

SEJARAH BANSER NU
Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes berdiri organisasi kepemudaan Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaidmelalui media khusus telah memiliki anggota 65 orang
.
Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan disambut baik oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai elemen unsur pemuda sehingga ratusan pemuda mencatatkan diri sebagai anggota, karena aktifitas organisasi ini menyentuh kepentingan dan kebutuhan pemuda saat itu
.
Karena Subbanul Wathan telah diterima baik oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pemuda maka membentukorganisasi kepanduan yang diberi nama Ahlul Wathan (Pandu Tanah Air) sebagai inspektur umum kwartir Imam Sukarlan Suryoseputro. Kelanjutan perkembangan organisasi ini sampai apada masalah-masalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air.
Setelah Nahdlatul Ulama (NU) berdiri (31 Januari 1926) kegiatan organisasi agak mengendor karena beberapa orang pengurusnya aktif dan disibukkan untuk mengurus organisasi NU.
Atas dasar pemikiran dan upaya Abdullah Ubaid dan Thohir Bakri pada tahun 1930 mengembangkan dan membangun organisasi yang berpengaruh di tingkat nasional yang diberi nama Nahdlatus Subban (Kebangkitan Pemuda), yang dipimpin oleh Umar Burhan
.
Dengan latar belakang pengarahan KH. Abdul Wahab (guru besar kaum muda waktu itu) beliau menyebut beberapa ayat suci Al-Qur’an yang mengisahkan kesetiaan para sahabat Al-Khawariyyin yang tidak kepalang tanggung menolong perjuangan para Nabi menyiarkan ajaran Islam dengan pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam, kemudian Nabi memberi nama penghormatan kepda mereka dengan sebutan Ansor yang berarti mereka yang menolong
.
Kemudian pada tanggal 24 April 1934 berdirilah organisasi ANO yang berarti Ansoru Nahdlatul Oelama yang dimaksudkan dapat mengambil berkah (Tabarrukan) atas semangat perjuangan para sahabat Nabi dalam memperjuangkan dan membela serta menegakkan agama Allah. Diharapkan kelak senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat ansor yang selalu bertindak dan bersikap sebagai pelopor dalam memberikan pertolongan untuk menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen yang seharusnya senantiasa dipegang teguh oleh para anggota Gerkan Pemuda Ansor.
Melalui kongres I tahun 1936, Kongres II Tahun 1937 dan Kongres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan Barisan Berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama) dengan merinci jenis riyadloh yang diperbolehkan:
1. Pendidikan baris berbaris
2. Latihan Lompat dan Lari
3. Latihan angkat mengangkat
4. Latihan ikat mengikat (Pioner)
5. Fluit Tanzim (belajar kode/isyarat suara)
6. Isyarat dengan bendera (morse)
7. Perkmpungan dan perkemahan
8. Beljar menolong kecelakaan (PPPK)
9. Musabaqoh Fil Kholi (Pacuan Kuda)
10. Muromat (melempar lembing dan cakram)
Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser. (
Cucu Pendiri NU Terpilih Menjadi Ketua Umum Pagar Nusa
Rabu, 11 Juli 2012 20:53 wib
Aizzudin Abdurrahman
JAKARTA -
Nahdlatul Ulama (NU) 100% Menolak Aliran Salafy Wahabi Teroris
Abu Jibril yang jelas jelas pro teroris wahabi menyatakan bahwa Kita harus sudah mulai mensosialisasikan kembali kesesatan Syiah di MasyarakatWakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Jibril Abdurrahman
Abu Jibril menekankan agar para ulama, da’i, aktivis dakwah dan pemuda-pemuda Islam bersatu dan mewaspadai Syiah. Terlebih saat ini banyak orang tertipu oleh gemerlap Iran dan Hizbullah yang terus berpura-pura membela umat Islam.
“Padahal dibalik itu mereka (Syiah) memiliki agenda untuk menyesatkan umat dengan ajaran mereka,” jelas Abu Jibril lagi.
Dalam forum ini, Abu Jibril juga meminta agar FPS membuka Media Center (Pusat Informasi) mengenai kondisi Suriah. Di sisi lain ia juga berharap Media Center tersebut bisa menjadi pusat konsolidasi gerakan anti Syiah di Indonesia.
“Dari situ umat Islam bisa mendapatkan informasi mengenai fakta kesesatan Syiah,” tambahnya lagi.
Kesantunan dan kelembutan yang senantiasa melekat pada kyai NU nampaknya terdapat pada diri Kang Said. Ketua umum PBNU ini sering melontarkan kata-kata mulia dan bahkan menuai dukungan dari internal NU sendiri terkait wahabi setan dari nejed
Terkait terorisme, kyai lulusan universitas Ummul Quro Makkah ini seolah menjadi garda terdepan dalam rujukan. Syukurnya apa yang dia paparkan berupa data dan fakta sangat dekat dengan kebenaran
Dilansir merdeka.com, Jumat (28/09) dalam rubrik khas wawancara dengan Said Aqil Siraj dengan tema “Ajaran Wahabi Mendorong Orang Menjadi Teroris” ketua umum PBNU itu menyebut ada kaitan antara ajaran Wahabi dengan jaringan terorisme. Sebab, ajaran ini menyebutkan ziarah kubur, tahlilan, haul, dan istighosah itu musyrik dan bid’ah.
Ditengah-tengah wawancara, Said mengatakan bahwa ajaran Wahabi bisa dan dapat mendorong anak-anak muda menjadi teroris. Karena mereka megatakan tahlilan musyrik, haul dan istighosah bidah, musyrik, dan ini-itu musyrik. Kemudian dia memberikan contoh salah satu pesantren ditanah kelahirannya yang dituduh beraliran Wahabi. “Contoh, di pesantren Assunnah, Kalisari Jonggrang, Cirebon Kota. Pemimpinnya Salim Bajri, sampai sekarang masih ada, punya santri namanya Syarifudin mengebom masjid Polresta Cirebon, punya santri namanya Ahmad Yusuf dari Losari, mengebom gereja kota di Solo. Ajarannya sih tidak pernah memerintahkan mengebom, tapi bisa mengakibatkan,” ujar Said.
Selain menyebutkan pesantren Assunnah Cirebon sebagai radikal dan menanamkan benih-benih terorisme, Said Aqil juga menyebut ada 12 yayasan dan lembaga yang menurut persangkaannya adalah beraliran wahabi dan menanamkan benih-benih teroris seperti Ash-Shofwah, An-Nida dan Al-Fitrah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendesak Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan SK Gubernur pelarangan ajaran Syiah.”Kalau gubernur berkenan, MUI usulkan agar ajaran Syiah juga dilarang seperti Ahmadiyah di Jatim,” kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori kepada wartawan, Selasa (23/10)
Menurut Abdusshomad, Pergub 55/2012 masih mengatur larangan ajaran sesat secara umum. “Pergub itu mengatur secara umum, belum ada kalimat yang langsung menyebut Syiah,” jelasnya.
Kata Abdusshomad, ajaran Syiah mencaci maki sahabat Rasulullah. “Syiah itu kan ajarannya mencaci maki sahabat Rasulullah. Islam di Indonesia mengakui Khulafaur Rasyidin, yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib,” tuturnya.
Pernyataan beliau ini ditunggangi kepentingan dana wahabi global yang ingin memasukkan paham teroris ke indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menyatakan bahwa ajaran Salafi Wahabi tidak cocok dengan tradisi dan budaya Islam di Indonesia. Sebab aliran ini mengajarkan kekerasan dan intoleransi.
Hal ini disampaikan Said AqAqilil dalam acara bedah buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama yang digelar GP Ansor di Kampus Politeknik Batam, Minggu (5/2). “Wahabi mengajarkan ektrimisme dan kekerasan. Ajaran ini selangkah menuju terorisme,” kata Aqil.
Menurutnya, Islam merupakan agama yang terintegrasi dengan tradisi dan budaya santun dan cinta damai. Sehingga Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, apalagi mengajarkan jalan jihad melalui aksi terorisme.
Dia mengisahkan, dalam sejarah Nabi Muhammad SAW tidak pernah ada perintah menghancurkan berhala. Bahkan Nabi sering sedih ketika mendengar kabar kaum agama lain mengalami kekalahan dalam perang. Atau ketika umat Yahudi mengatakan Yesus merupakan anak haram. “Sehingga kalau saat ini ada kelompok-kelompok yang menggunakan cara-cara kekerasan berarti mereka tidak sedang menjalankan ajaran Islam,” katanya.
Nahdlatul Ulama (NU) 100% Menolak Aliran Salafy Wahabi Teroris
Aqil memang tidak mengatakan aliran Wahabi sesat. Namun dia mengecam sikap aliran Wahabi yang mengharamkan tahlilan dan amalan-amalan dengan bertawasul kepada Nabi Muhammad.
“Silahkan berwahabi, silahkan melarang tahlilan. Tapi jangan di Batam atau di Indonesia. Silahkan pergi ke Afganistan, Pakistan dan negara lainnya,” kata Aqil.
Meski begitu Aqil menilai aliran Wahabi cukup berbahaya dan mengancam kelangsungan hidup Islam. Sebab aliran ini banyak menjalakan amalan-amalan yang justru tidak sejalan dengan ajaran Islam.
“Kalau Islam tetap toleran, maka Islam akan hidup selamanya. Tapi kalau mengedepankan ajaran-ajaran yang ekstrim dan kekerasan, sebentar lagi Islam bisa bubar,” katanya.
Sebelumnya, buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya” mendapat kritik dari berbagai kalangan. Buku karangan Syaikh Idahram ini dituding membela Syi”ah
Teroris Merajalela karena ta’lim salafi wahabi !! Koalisi N.U – Syi’ah diperlukan
Rekrutmen teroris di kalangan masyarakat mulai dari kelas bawah hingga sarjana dan kamerawan semakin merajalela . Fungsi Kementerian Agama terutama dalam melakukan pembinaan masyarakat mendapat kritikan dan dipertanyakan.
“Seharusnya Kementerian Agama melakukan pembinaan. Memberi pembinaan, penyadaran soal agama yang benar. Hal ini diperlukan agar tidak ada orang yang menyebarkan ajaran teroris,” ujar sosiolog Musni Umar, Senin (25/4/2011).
Musni menjelaskan, Kemenag bisa menggandeng ormas-ormas keagamaan, Kementerian Pendidikan Nasional dan unsur-unsur masyarakat untuk pembinaan agama. Sebab tugas Kemenag tidak hanya mengurusi regulasi atau haji saja.
“Saat ini kan PNS dari Kemenag juga pulang kerja, pulang saja. Tidak ada keinginan untuk melakukan pembinaan pada masyarakat,” kata pengajar UIN Syarif Hidayatullah ini.
Musni menerangkan dalam pembinaan, pemerintah tidak bisa hanya melimpahkan tanggung jawab ini kepada ormas. “Dananya ormas kan terbatas. Kalau Kemenag itu dibiayai pemerintah. PNSnya juga digaji,” imbuhnya.
Musni melihat rekrutmen teroris makin luas. Kalau dulu rata-rata hanya lulusan pesantren, kini meluas hingga kampus dan sarjana. Hal ini yang perlu dicegah
.
Terorisme wahabi telah merobek dan melukai hati seluruh rakyat yang tengah membangun dan berjuang mewujudkan masyarakat yang aman, berkeadilan, dan sejahtera. Terorisme telah merobek rasa aman dan damai yang dibangun dengan susah payah
.
Gambaran psikologis pelaku berserta latar belakang sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya membantu kita untuk mengarsir sketsa wajah pelaku. Studi-studi terkini yang menitikberatkan latar belakang pelaku teror di berbagai negara justru menunjukkan bahwa asal pelaku jaringan teroris dari ekonomi bawah dan pendidikan rendah lebih merupakan stereotipe daripada realitas
.
Stereotipe terhadap pelaku ini cenderung berulang dengan akibat penyempitan pandangan terhadap pelaku dan salah arah dalam kebijakan publik. Kehati-hatian hendaknya terjaga terutama saat dalam kasus teror bom kita kebetulan mendapati pelaku memeluk agama Islam dalam kartu tanda penduduknya. Sampai sejauh ini aparat keamanan mensinyalir keterlibatan pelaku dari luar negara Indonesia dalam aksi teror bom.
Informasi ini membantu kita untuk menyadari teror born barangkali memiliki target politik yang melampaui ruang lingkup nasional. Aksi teror mereka boleh jadi berkaitan dengan aksi-aksi teror serupa di wilayah geografi lain dengan agenda menggoncang panggung politik global.
mulai dengan mendengarkan tuturan penderitaan korban teror bom. la mempertanyakan pelabelan politik religius Islam dengan teroris dan Barat dengan kekafiran. Pendefinisian terorisme, teroris, dan korban teroris kemudian membutuhkan kehatian-kehatian agar terhindar dari perangkap pelabelan politik-religius yang dipasang penciptanya. Pendefinisian terorisme, dan pemilahan antara korban dan pelaku teroris berlangsung dengan membedah paham kebertuhanan subyek-subyek yang terlibat dalam wacana. Penderitaan korban dan goncangan ketakutan yang melampaui batas negara yang menjadi lokasi bom menyingkap politik teror pelaku
.
Di mata sosiolog, terorisme tumbuh subur ditengah kemiskinan yang kian merajalela. Peran pemerintah menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat perlu ditingkatkan.
“Akar persoalannya adalah kemiskinan menjadi sumber masalah yang terbesar. Kesenjangan yang makin mencolok perlu diperketat agar kaum kelas bawah tidak terpuruk. Kalangan bawah yang makin terpuruk mudah disisipi ideologi dan gampang diprovokasi,” ujar sosiolog Universitas Sriwijaya, Alfitri, kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).
Selain, itu menurut Alfitri, kekecewaan masyarakat kepada institusi penegak hukum juga makin nyata. Ia menduga bom bunuh diri yang dilakukan di Mapolresta Cirebon bermaksud menunjukkan kekecewaan mereka.
“Kekecewaan yang semula diarahkan ke institusi negara saat ini bergeser diarahkan ke institusi formal kepolisian juga penegak hukum yang dianggap melakukan rekayasa dan keadilan,” ujarnya.
Karena itu, penting sekali peran pemerintah dalam pemberantasan terorisme secara persuasif. Dengan menjamin kesejahteraan rakyat dan menjamin keadilan bagi rakyat, pemerintah telah menutup simpul jaringan teroris berikutnya.
“Artinya adalah refleksi publik yang luar biasa dimana keadilan masyarakat sangat jauh. Tidak ada upaya lain selain melakukan tindakan radikal. Harus diperhatikan akar masyarakat orang mengambil cara radikal. Harus dibenahi posisi keadilan bagi masyarakat harus dikedepankan,” tuturnya.
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat bekerjasama dalam program deradikalisasi. Hal itu diwujudkan dengan dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di halaman masjid al Wali Jl Fatmawati, Ketileng, Semarang Timur.”Sekuat apapun pemerintah tetap butuh civil soceity. Kami (NU) siap bekerja sama dengan siapapun, TNI, POLRI ataupun ormas lainnya,” kata ketua umum PBNU Said Agil Sirodj usai penandatangan MoU, Minggu (14/10/2012).
Selain deradikalisasi, kerjasama juga meliputi Pendidikan, Lingkungan Hidup, Penanggulangan Bencana, Kedaulatan Pangan, Menjaga tegaknya NKRI. Bagi Said Agil, NU dan LDII memiliki kesepahaman terkait islam radikal. Menurutnya, gerakan radikal bukan budaya Indonesia.
Ia menyebut bahwa sejarah Islam Nusantara yang dibawa wali songo mengajarkan islam melalui jalan damai yaitu seni ataupun budaya. Islam radikal yang beredar di Indonesia menurutnya paham impor.
Ketua DPP LDII Abdullah Syam menuturkan pentingnya sinergitas antar organisasi masyarakat (ormas). Dengan adanya mou ini, pihaknya berjanji akan belajar banyak dari ormas NU yang memang sudah lebih dulu lahir.
“Nanti mungkin perlu forum untuk organisasi besar semisal NU, Muhammadiyah dan kami, untuk kerjasama ke depan,” ucapnya.
http://syiahali.wordpress.com dibuat oleh Ustad Husain Ardilla demi membela N.U dan rakyat Malaysia dari serangan wahabi
salafi wahabi pecah dua :
Prof. M. Quraish Shihab; salah seorang penganjur persatuan
.
Amien Rais dan Gus Dur pro syi’ah
.
Habib Zein: Said Aqil Lebih Jelek dan Lebih Berbahaya daripada Syi’ah
Bela sekte Syi’ah sebagai aliran tak sesat, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dituding ulama wahabi sebagai makhluk yang lebih jelek dan lebih berbahaya daripada Syi’ah.
Hal itu diungkapkan Ketua bidang Organisasi Albayyinat, Habib Achmad Zein Alkaf, menanggapi pernyataan Said Aqil bahwa Syi’ah bukan aliran sesat.
“Bagi kami Albayyinat kalau ada seorang yang mengaku Sunni tapi dia justru membela Syi’ah, maka bagi kami dia lebih jelek dan lebih berbahaya dari pada Syi’ah,” tegas Habib yang juga A’wan Syuriyah Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jatim itu.
Membantah Habib Zein yang melaknat Said Aqil Lebih Jelek dan Lebih Berbahaya daripada Syi’ah
Pemahaman dangkal terhadap agama seringkali berakibat pada pembenaran atas paham yang dimiliki dan menganggap yang lainnya salah atau bahkan sesat. Ya si habib tua termasuk orang yang botol (bodoh dan tolol)
saat ini banyak tokoh membela wahabi demi mendapat gelontoran dana dari Saudi. Para tokoh itu mati-matian membela wahabi dari fatwa sesat, karena fatwa sesat ini bisa mengentikan dana upeti dari Saudi.
Bagi orang-orang yang sudah dibeli oleh wahabi, ‘Fatwa wahabi sesat’ tersebut akan merugikan pribadinya yang biasa menerima upeti dari wahabi . Apabila wahabi sampai dilarang di Indonesia, maka gelontoran dana dari Saudi akan berhenti. Itulah sebabnya mereka mati matian membela wahabi
Di Indonesia, wajar saja banyak kalangan atau kelompok yang menolak syiah dan menganggapnya sesat sebab, yang mereka baca, dengar dan ketahui sejak kecil hanyalah sunni dan cenderung lebih sempit lagi yakni; NU dan Muhammadiyah.
Ini biasanya didapati di kampung-kampung yang memang pengetahuannya terbatas hanya mendengar ceramah ustadz yang juga pengetahuannya terbatas. Namun masyarakat seperti ini biasanya tidak begitu ekstrem tetapi mudah disulut atau diprovokasi atasnama keyakinan.
Nabi Muhammad SAW, telah wafat kurang-lebih 1500 tahun tahun yang lalu, itu artinya tiadak ada diantara kita yang hidup pada zaman beliau, melainkan kita hanya menerima alqur’an, hadits dan riwayat-riwayat tentang beliau. Hadits dan riwayat sunni tentu bersumber dari berbagai narasumber yang terjadi dari zaman ke zaman yang terbukti bisa dipalsukan. Lalu dengan alasan apa kita begitu mudah men-sesat-kan golongan lain dan dengan dasar apa kit mengklaim diri sebagai golongan yang benar?…
Sunni Syi’ah yang ada dalam islam, sepanjang mengakui Muhammad sebagai Nabi dan Rasul ALLAH untuk Islam maka, itu adalah islam dan seharusnya kita punya rasa malu utuk menyebutnya sebagai kafir atu sesat sebab, jangan-jangan kitalah yang sesat.
Perbedaan adalah rahmat, ciptaan Tuhan dan suatu keniscayaan. bahkan yang bukan Islampun wajib kita menghargai sebab kita sama-sama ciptaan Tuhan, soal agama dan tata cara menyembah adalah urusan masing-masing dan Tuhan yang akan menilai sebab, bukan kita pemilik Sorga atau Neraka melainkan Dia. Jadi jika mau berbuat sesuatu sebaiknya kita selalu mengingat Tuhan agar kita tidak malu sendiri, ingat Tuhan tidak perlu diperlu dibela karena kita terlalu sombong bila mau membelaNYA dan sebagai hamba kita hanya berkewajina untuk menyembah, itu saja.
Jadi, biarkan syi’ah hidup tenang tenang dan tentram di Indonesia sebab penganutnya juga adalah warga negara Indonesia dan Indonesia bukan milik orang-orang yang berpaham sunni saja.
Din Syamsudin dan Said Aqil Siraj: Syiah tidak sesat
Tak seperti Ahmadiyah yang semua ulama hampir menyepakati bahwa ajaran ini sesat dan bukan islam, Syiah justru banyak Ulama yang berpendapat bahwa Syiah tidak sesat. Berikut petikan pendapat beberapa tokoh Islam, diantaranya adalah ketua dua ormas Islam terbesar di Indonesia (NU dan Muhammadiyah) Serta Ketua MUI tentang Syiah dan alasan kenapa ajaran tersebut bukan aliran sesat. (data dari Voa-Islam)
.
Umar Syihab (Ketua MUI)
.
Menurut Umar Syihab, ia tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat
.
Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat
.
Kata Umar, MUI tidak pernah menyatakan, bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar, sama halnya dengan ahli sunnah wal jama’ah. Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang
.
Ajaran Syiah, kata Umar, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. “Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban.”
.
Said Aqil Siraj
.
Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, ada desain besar di balik aksi pembakaran pesantren penganut Syiah di Sampang,Madura. Tak mungkin peristiwa tersebut terjadi tanpa ada yang membuatnya. Padahal kerukunan hidup beragama di sana sebelumnya baik-baik saja
.
Said meminta pemerintah dan aparat keamanan bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari. “Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia,” kata Said
.
Menurut Said Aqil, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan. Padahal tidak, mereka dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan. Ketua Umum PBNU itu meminta semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. “Pihak ketiga itu selalu melancarkan provokasi supaya konflik terus terjadi. Dan bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi di kemudian hari,” katanya
.
Prof Dr Said Agil Siraj mengungkapkan, di sejumlah negara Islam maupun Timur Tengah yang hidup faham Suni dan Syiah, dapat hidup rukun dan berdampingan. ”Bahkan Mufti Syria Badruddin Hassun yang berasal dari Suni, fatwa-fatwanya sangat didengar oleh kelompok Syiah,” jelas Kiai Siraj seraya menambahkan kondisi serupa terjadi di Saudi Arabia, Pakistan, maupun Libanon
.
Bahkan di Libanon Selatan, lanjut Said, Hizbullah dari kelompok Syiah didukung juga oleh kelompok Suni. Dikatakan Said, sepanjang sejarah, perbedaan yang terjadi antara Suni dan Syiah sebenarnya, terkait soal kekuasaan atau lazim disebut imamah. Karena itu, kelompok Syiah memasukkan masalah imamah ke dalam rukun agama dan sejak dini anak-anak mereka diajarkan pengetahuan tentang imamah. “Dalam perkembangan Islam, kedua kelompok Suni dan Syiah sama-sama memberikan andil dan peran yang sangat besar dalam peradaban Islam,” tegas kyai Siraj
.
Said menyebut sejumlah tokoh Syiah yang memberikan andil besar bagi kemajuan Islam. Sebut saja misalnya Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dikenal sebagai seorang dokter, Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai penemu ilmu hitung atau aljabbar, dan seorang sufi Abu Yazid al Busthami. Mereka yang beraliran Syiah ini telah menyumbangkan ilmunya bagi kemajuan Islam. “Jadi, kedua kelompok ini adalah aset yang sangat berharga bagi umat Islam.”
.
Syafii Maarif
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.
Menurutnya, kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. Syafii mengatakan, Syiah telah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. Dia pun menyatakan bahwa setiap orang, sekalipun atheis berhak hidup. Terpenting, katanya, bisa hidup rukun dan toleran.
.
Din Syamsudin
Pada Konferensi Persatuan Islam Sedunia yang berlangsung 4-6 Mei 2008 di Teheran, Iran, Din Syamsuddin pernah mengatakan, bahwa Sunni dan Syi’ah ada perbedaan, tapi hanya pada wilayah cabang (furu’yat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Menurut Din, Sunni dan Syi’ah berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, yakni Ali bin Abi Thalib.
.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, sewajarnya jika dua kekuatan besar Islam ini (Sunni dan Syi’ah) bersatu melawan dua musuh utama umat saat ini yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (Detikcom 5 Mei 2008)
.
Dikatakan Din, seandainya tidak dicapai titik temu, maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi. Seluruh elemen umat Islam dalam kemajemukannya perlu menemukan “kalimat sama” (kalimatun sawa) dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi.
.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa persatuan umat Islam khususnya antara kaum Sunni dan kaum Syiah, adalah mutlak perlu sebagai prasyarat kejayaan Islam. Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut
Syeikh Mahmud Syaltut, Penggagas Ide Pendekatan antar Mazhab
Syeikh Mahmud Syaltut adalah seorang ulama, ahli tafsir dan mufti di Kairo. Beliau juga dikenal sebagai penyeru persatuan umat islam. Sebelum dikenal sebagai pemikir dan teolog besar, beliau sudah dikenal sebagai seorang fakih dan pelopor pendekatan antar mazhab Islam.
Beliau telah melakukan langkah-langkah dasar dalam pembenahan pandangan Islam dan pendekatan antar mazhab dengan ide-idenya yang maju. Jasa-jasa beliau dalam hal ini sangatlah besar dan mendasar. Dalam salah satu fatwanya yang paling bersejarah, beliau sebagai ulama besar Ahli Sunah dan mufti al-Azhar mengumumkan diperbolehkannya mengikuti mazhab Syiah.
Syeikh Mahmud Syaltut lahir pada tahun 1310 H di Buhairah, Mesir. Setelah menyelesaikan pendidikannya di universitas Iskandariah Mesir, beliau mengajar di universitas tersebut lalu pindah ke universitas Al-Azhar. Di sana beliau terus berkembang dan maju hingga pada akhirnya pada tahun 1378 H menjadi mufti umum al-Azhar. Beliau terus mengemban tanggung-jawab ini hingga wafat pada tahun 1383 H.
Syeikh Syaltut seorang fakih yang bijak dan tidak fanatik. Beliau telah melakukan usaha-usaha yang sangat berpengaruh dalam upaya pendekatan mazhab-mazhab Islam. Para ulama dan pembesar Ahli sunah dan Syiah juga mendampingi beliau dalam mewujudkan hal ini.
Beliau sempat surat-menyurat dan berdialog dengan tokoh-tokoh besar (Syiah) seperti Muhammad Husein Kasyiful Ghita, sayid Abdul Husein Syarafuddin Amili, dan ayatullah sayyid Husein Borujerdi. Beliau juga telah melakukan banyak hal dalam usaha pendekatan antar mazhab, antara lain:
1. Menyebarkan pemikiran pendekatan antar mazhab Islam untuk menghilangkan pertikaian dan mendirikan yayasan pendekatan antar mazhab Islam di Kairo yang bernama “Dar al-Taqrib wa Nasyri Majallah Risalah al-Islam”.
2. Mengumpulkan dan mengoreksi validitas hadis-hadis yang sama antara Ahli Sunah dan Syiah, yang berhubungan dengan pendekatan antarmazhab.
3. Memasukkan fikih Syiah dalam mata pelajaran fikih Islam komperatif untuk mahasiswa universitas al-Azhar.
4. Yang terpenting adalah fatwa beliau yang telah membenarkan mazhab Syiah sebagai salah satu mazhab yang sah dan boleh diikuti. Padahal, sampai saat itu belum ada ulama besar dari Ahli Sunah maupun mufti al-Azhar yang pernah memberikan fatwa seperti itu.
Dengan fatwa ini beliau telah menunjukkan kebesarannya dan memperkecil jarak antar mazhab. Karena pentingnya fatwa bersejarah Syeikh Syaltut tentang pembenaran mazhab syiah ini, kami akan membawakan teks fatwa tersebut:
Seseorang telah bertanya, “Sebagian masyarakat berpendapat bahwa setiap muslim harus mengikuti salah satu fikih dari empat mazhab agar amal ibadah dan muamalahnya sah. Sedangakan Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah tidak termasuk dalam empat mazhab tersebut. Apakah anda sepakat dengan pendapat ini dan mengharamkan mengikuti mazhab Syiah Itsna Asyariyah (Dua Belas Imam atau Imamiah)?
Syeikh Syaltut menjawab,
1) Agama islam tidak memerintahkan umatnya untuk mengikuti mazhab tertentu. Setiap muslim boleh mengikuti mazhab apapun yang benar riwayatnya dan mempunyai kitab fikih khusus. Setiap muslim yang mengikuti mazhab tertentu dapat merujuk ke mazhab lain (mazhab apapun) dan tidak ada masalah.
2) Mazhab Ja’fari yang dikenal sebagai mazhab Syiah Dua Belas Imam adalah mazhab yang secara syariat boleh diikuti seperti mazhab-mazhab Ahli Sunah lainnya.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya umat Islam memahami hal ini dan meninggalkan fanatisme buta terhadap mazhabnya, karena agama dan syariat Allah tidak mengikuti mazhab tertentu dan tidak pula terpaku pada mazhab tertentu, akan tetapi semua pemimpin mazhab adalah mujtahid dan ijtihad mereka sah di mata Allah Swt. Setiap muslim yang bukan mujtahid dapat merujuk kepada mazhab yang mereka pilih. Ia boleh mengikuti hukum-hukum fikih dari mazhab yang dipilih itu dan dalam hal ini tidak ada perbedaan antara ibadah dan muamalah.
Dar Al-Taqrib
Syekh Syaltut adalah seorang tokoh besar dan pendiri “Dar al-Taqrib bayna al-Madzahib al-Islamiyah” Mesir. Lembaga ini adalah sebuah institusi yang berusaha mewujudkan pendekatan dan persaudaraan serta menghilangkan perpecahan dan perselisihan yang ada antara Ahli Sunah dan Syiah. Yayasan ini juga memiliki misi memperkuat hubungan antara mazhab-mazhab islam; sebuah pusat pergerakan yang pada akhirnya menjadi dasar pikiran berdirinya “Majma-e Jahani-e Taghrib-e Mazaheb-e Islami” (Forum Internasional Pendekatan Mazhab-mazhab Islam) di Iran.
Pimpinan Universitas Al-Azhar
Beliau menjadi wakil rektor universitas tersebut pada tahun 1957 M. Pada bulan Oktober tahun 1958 beliau diangkat menjadi rektor universitas oleh presiden. Beliau mengemban tanggung-jawab ini hingga akhir hayatnya. Pemimpin besar dan cendekiawan ini wafat pada umurnya yang ke 70 di malam Jumat tanggal 26 Rajab tahun 1383 H., yang bertepatan dengan tanggal 12 September 1963 M.
Hasil karya beliau yang populer antara lain:
Tafsir Al-Quran Al-Karim
Nahju Al-Quran fi Bina Al-mujtama
Al-Islam, Al-Aqidah wa Al-Syariah
Al-Fatawa
Al-Qital fi Al-Islam
Min Tawjihat Al-Islam
Muqaronah Al-Madzahib fi Al-Fiqh
Fiqh Al-Quran
.
…………..
Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomentar ringkas
Proses penyelesaian hukum atas peristiwa Sampang I (Desember 2011) masih meninggalkan berbagai persoalan. Proses hukumnya, dalam pendapat berbagai pihak dianggap banyak kejanggalan. Hanya ada 1 orang yang dianggap menjadi pelaku dan divonis 3 bulan penjara.
Kini ia telah bebas. Semantara itu, KH. Tajul Muluk yang menjadi korban dalam kasus tersebut dikriminalisasi dengan tuduhan melakukan penistaan agama. Hakim PN Sampang telah menjatuhkan vonis 2 tahun penjara. Ironis dan mengecewakan.
Dalam suasana menanti proses pengadilan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur, Sampang berdarah lagi dengan tragedi yang lebih besar. Upaya-upaya rekonsiliasi dan berbagai pendekatan yang tengah dilakukan berbagai komponen masyarakat kini mendekati titik kesia-siaan. Semua dihancurkan oleh tindakan tak bertanggung jawab sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah 1000 orang dengan menyerang, merusak, dan membakar. Bahkan, kejadian ini telah menelan korban jiwa.
Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomentar ringkas, “Ini sangat memalukan.” Namun ketika ditanya lebih jauh, beliau bersedia memberikan statemen pribadi agar segala persoalan kemanusiaan yang muncul dalam peristiwa itu ditangani terlebih dahulu. “Selesaikan dulu, dan utamakan penanganan kemanusiaan warga yang menjadi korban. Itu lebih penting, nanti hal-hal lainnya menyusul.” Kata akademisi yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Agama itu. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa semua yang kedinginan, kehilangan tempat tinggal, butuh pakaian, selimut, pengobatan, tempat tinggal, dan lain-lain yang berdimensi kemanusiaan harus menjadi prioritas.
“Jangan biarkan pelakunya berkeliaran. Harus ada tindakan tegas secepatnya” tutur beliau. Memang selama ini pembiaran para pelaku menikmati udara bebas dan tanpa tersentuh hukum membuat potensi konflik kian mengancam di masa mendatang.
Ditanya tentang hal-hal yang perlu dikoreksi dari penyelenggaraan hukum dan ketertiban masyarakat, serta jaminan keamanan di Indonesia, beliau menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan pihak kampus. Beliau baru saja meminta kepada Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Abd. A’la, yang juga orang Madura untuk melakukan studi yang komprehensif. Hal ini ditempuh untuk memperoleh data yang cukup dalam mendukung kajian akademis yang lebih utuh sehingga ditemukan akar persoalan dalam berbagai tinjauan, baik sosiologis, budaya, psikologis dan psiko-sosial, hingga hukum, yang diharapkan dapat menjadi landasan pengambilan kebijakan dalam rangka menuntaskan masalah tersebut di masa mendatang.
Tidak ada alasan kuat untuk serta-merta menyatakan mereka sesat. “Tidak ada ulama di dunia ini yang menyatakan Syiah sesat” kata beliau. Oleh sebab itu, seharusnya yang perlu dikedepankan adalah saling pengertian dan kerjasama yang produktif.
Beliau menghimbau agar pihak keamanan memproses para pelakunya secara adil berdasarkan ketentuan hukum. “Kasus ini harus diproses secara hukum” kata beliau. KH. Ichwan Syam juga mengharapkan kedewasaan masyarakat untuk tidak terhasut oleh pihak-pihak yang sering menyebarkan informasi-informasi yang dapat menyulut emosi. Masyarakat harus waspada terhadap provokator yang dapat memicu konflik. Ia juga berharap agar aparat keamanan lebih tanggap dan sigap sehingga pelaku-pelakunya dan aktor intelektual di balik peristiwa itu dapat ditangkap sesegera mungkin
.
Pertama menyesalkan dan mengutuk peristiwa penyerangan terhadap Muslim Syiah. Ini termasuk perbuatan yang biadab. Pemerintah harus menuntaskan masalah ini sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan menghukum pelaku tindak kekerasan dan para provokator.
Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia itu kemudian mengingatkan kepada umat/kaum muslimin untuk tidak terprovokasi terhadap masalah ini. Ini bukan masalah Sunni-Syi’ah, tetapi ini masalah tindak kriminal yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak beradab. Pihak kepolisian tidak boleh membiarkan masalah ini berlarut-larut. Sekali lagi himbauan kepada umat/kaum muslimin agar tidak terjebak di dalam permainan pihak-pihak yang ingin mengadu domba untuk memecah belah umat Islam.
Filed under: Uncategorized



buku para teroris








