KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

Pernyataan KH.Said Aqil Siroj bahwa wahabi setingkat dibawah teroris ternyata BERDASARKAN FAKTA NYATA !

Ajaran Wahabi mendorong orang menjadi teroris

Reporter : Mohamad Taufik

Jumat, 28 September 2012 10:07:56

Ajaran Wahabi mendorong orang menjadi teroris

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut ada kaitan antara aliran Wahabi dengan jaringan terorisme. Sebab, ajaran ini menyebutkan ziarah kubur, tahlilan, haul, dan istighosah itu musyrik dan bid’ah.

“Nah, di hati dan pikiran anak-anak muda, kalau begitu orang NU musyrik, kalau gitu orang tua saya tahlilan musyrik juga, halal darahnya, bisa dibunuh,” kata dia. Sebab itu, ajaran Wahabi sangat berbahaya.

Berikut penuturan Said Aqil kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com, Rabu (26/9), dalam perjalanan semobil menuju sebuah tasiun televisi.

Sejauh mana pengaruh asing membentuk radikalisme di Indonesia?

Kita awali dulu dari Timur Tengah. Dulu, begitu Anwar Sadat berkuasa di Mesir, tahanan kelompok Ikhwanul Muslimin dipenjara, semua dilepas. Mereka kebanyakan pintar, ahli. Setelah keluar dari tahanan, kebanyakan megajar di Arab Saudi. Di Arab mereka membentuk gerakan Sahwah Islamiyah atau kesadaran kebangkitan Islam. Sebenarnya pemerintah Arab Saudi sudah prihatin, khawatir mereka menjadi senjata makan tuan.

Tapi, kebetulan pada 1980-an, Uni Soviet masuk ke Afghanistan. Pemerintah Arab menjaring, menampung anak-anak, termasuk kelompok Ikhwanul Muslimin, berjihad ke Afghanistan, termasuk Usamah Bin Ladin. Bin Ladin ini keluarga kaya, pemborong Masjidil Haram. Singkat cerita, setelah Soviet lari, kemudian bubar, Arab Saudi memanggil mereka kembali. Yang pulang banyak, yang tidak juga banyak.

Lalu Bin Ladin membentuk Al-Qoidah. Menurut mazhab Wahabi, membikin organisasi bid’ah. Maka Bin Ladin diancam kalau tidak pulang dicabut kewaranegaraannya. Sampai tiga kali dipanggil, tidak mau pulang, maka dicabutlah kewarganegaraanya. Nah, sekarang jadi sambung dengan cerita teroris di Indonesia. Di sini ada DITII, di sana ada Al-Qaiudah. Tapi saya heran, mereka ini berjuang atas nama Islam, tapi tidak pernah ada gerakan Al-Qaidah pergi ke Palestina.

Walau mengebom itu salah, saya heran, padahal mengatasnamakan demi Islam, tapi tidak pernah ada Al-Qaidah pergi ke Israil mengebom atau apalah. Yang dibom, malah Pakistan, Indonesia, dan Yaman. Kenapa tidak pergi ke Israil kalau memang benar-benar ingin berjihad. Walau saya sebenarnya juga tidak setuju kalau sekonyong-konyong mengebom Israel, itu biadab juga. Tapi artinya, kalau benar-benar ingin berjuang kenapa tidak ke Israel.

Lalu hubunganya dengan Indonesia?

Kemudian beberapa organisasi di Indonesia mulai tumbuh. Mohon maaf, ketika beberapa lembaga atau yayasan pendidikan di Indonesia didanai oleh masyarakat Saudi beraliran Wahabi, Ingat, bukan pemerintah Arab Saudi. Dana dari masyarakat membiayai pesantren baru muncul, di antaranya; Asshofwah, Assunnah, Al Fitroh, Annida. Mereka ada di Kebon Nanas, Lenteng Agung, Jakarta, Sukabumi, Bogor, Jember, Surabaya, Cirebon, Lampung dan Mataram.

Mereka mendirikan yayasan Wahabi. Tapi sebentar, jangan salah tulis, saya tidak pernah mengatakan Wahabi teroris, banyak orang salah paham. Tapi doktrin, ajaran Wahabi bisa, dapat mendorong anak-anak muda menjadi teroris. Karena ketika mereka megatakan tahlilan musyrik, haul dan istighosah bidah, musyrik, dan ini-itu musyrik.

Nah, di hati dan pikiran anak-anak muda, kalau begitu orang NU musyrik, kalau begitu orang tua saya tahlilan musyrik juga, halal darahnya, bisa dibunuh. Kalau seperti itu, tinggal ada keberanian atau tidak, ada kesempatan dan kemampuan atau tidak, nekat dan tega atau tidak. Kalau ada kesempatan, ada keberanian, ada kemampuan, tinggal mengebom saja. Walau ajaran Wahabi sebenarnya mengutuk pengeboman, tidak metolerir, tapi ajaran mereka keras,

Contoh, di pesantren Assunnah, Kalisari Jonggrang, Cirebon Kota. Pemimpinnya Salim Bajri, sampai sekarang masih ada, punya santri namanya Syarifudin mengebom masjid Polresta Cirebon, punya santri namanya Ahmad Yusuf dari Losari, mengebom gereja kota di Solo. Ajarannya sih tidak pernah memerintahkan mengebom, tapi bisa mengakibatkan.

Anda setuju Wahabi pembentuk radikalisme?

Saya tidak pernah mengatakan Wahabi teroris, banyak orang salah paham. Tapi doktrin, ajaran Wahabi dapat mendorong anak-anak muda menjadi teroris. Karena ketika mereka megatakan tahlilan musyrik, haul dan istighosah bidah, musyrik, dan ini-itu musyrik. Jadi ajaran Wahabi itu bagi anak-anak muda berbahaya.

Bisa dibilang ada persaingan antara Wahabi dan Sunni?

Ya jelas dong. Jadi mereka punya sistem, uang, dana, pelatih. Tapi sekali lagi jangan salah paham. Saya hormat kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz karena saya alumnus sana. Tapi saya menentang Wahabi.

Jadi sebatas perbedaan pendapat?

Ya, yang saya tentang Wahabi, bukan raja Arab Saudi. Karena duta besar Arab Saudi bilang saya ini mencaci Raja Arab. Itu salah.

Berapa pesantren beraliran Wahabi ini?

Setahu saya ada 12 pesantren, di antaranya Asshofwah, Assunnah, Al Fitrah, Annida. Pesantren seperti ini (Wahabi) lahirnya baru sekitar 1980-an.

FATWA ULAMA SAUDI (SALAFY – WAHABI) UNTUK MEMBUNUH RAKYAT BAHRAIN YANG BERUNJUK RASA BAIK WANITA ATAUPUN ANAK- ANAK


Mencenganngkan fatwa ulama Wahabi Arab Saudi ini. Baru-baru ini ulama Saudi yang berfaham Wahabi telah mengeluarkan fatwa untuk membekali tentara Saudi yang bertugas di Bahrain untuk membunuh Siapapun rakyat Bahrain sebanyak yang mereka bisa.Ulama wahabi ini menyebut warga Bahrain sebagai orang-orang kafir hanya karena mereka adalah Syiah dan menuntut kebebasan mereka

.
Dalam putusan yang dikeluarkan ulama wahabi meminta tentara untuk tidak menaruh belas kasihan kendati kepada anak-anak atau perempuan, dan wajib membunuh semua orang yang dijumpai.Menurut sumber-sumber informasi pasukan pendudukan Saudi menyerang pengunjuk rasa yang tidak bersenjata di Sitrah yang melukai lebih dari 800 orang menewaskan sejumlah warga.

ULAMA SALAFY – WAHABI : HALAL DAN BOLEH DI BUNUH YANG MELAKUKAN/ MENGIZINKAN IKHTILAT LAKI & PEREMPUAN DI MANAPUN DIA BERADA


Syaikh Abdul Rahmah Al-Barrak salah seorang ulama Saudi senior dalam pesannya yang disampaikan lewat situsnya, dengan tegas menyatakan bahwa:

“HALAL DAN BOLEH DI BUNUH BAGI ORANG – ORANG YANG MENGIZINKAN PERCAMPURAN/IKHTILAT ANTARA LAKI LAKI DAN PEREMPUAN DI LAPANGAN PENDIDIKAN MAUPUN PEKERJAAN, dan ia menyebut ORANG YANG MEMBOLEHKAN HAL INI ADALAH KAFIR DAN TELAH MURTAD DARI ISLAM “

Syaikh Al-Barrak juga mengecam seseorang yang membiarkan saudara perempuannya atau istrinya untuk bekerja dan belajar di tempat yang terjadi ikhtilat, dia menganggap orang tersebut tidak memiliki rasa kecemburuan.

Pernyataan ulama resmi senior ini tentu saja akan menimbulkan polemik berkepanjangan, sebelumnya seorang anggota dari dewan ulama senior Saudi – Syaikh Dr. Saad bin Abdul Aziz bin Nassir Shitri terpaksa harus dipecat dari posisi sebagai ulama senior, karena berani secara terang-terangan mengecam pendirian kampus milik raja Abdullah Saudi, King Abdullah University of Science and technology (KAUST) yang membolehkan para mahasiswanya bercampur baur di ruang kelas maupun semua tempat yang ada dikampus super modern tersebut. KAUST sendiri secara resmi dibuka pada akhir bulan September tahun lalu.

Beranikah Syekh ini menjalankan fatwanya terhadap Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang terang-terangan menentang fatwa edan dan sadis ini?

Bukannya Syekh ini mengatakan: Halal dan boleh dibunuh bagi orang-orang yang mengizinkan percampuran/ikhtilat antara laki-laki dan perempuan di lapangan pendidikan maupun pekerjaan. Beranikah Syekh ini menentang dan membunuh Rajanya atau melakukan pemboman bunuh diri kepada rajanya, seperti yang dilakukan teroriz-teroris wahabi/salafy terhadap umat Islam tak berdosa diberbagai belahan dunia yang bertentangan dengan madzhab mereka?

ULAMA SALAFY – WAHABI BERFATWA HARAM BERDEMO MENENTANG PEMERINTAHAN ARAB, DAN MENYEBUTNYA SEBAGAI MUSUH ISLAM


Setelah sebelumnya dikejutkan dengan dukungan terang-terang Raja Saudi Arabia Abdullah bin Abdul Aziz yang mendukung Rezim Diktator Husni Mubarak yang korup antek zionis dan Amerika, Lalu dikejutkan dengan fatwa Mufti Besar Saudi Arabia Abdul Aziz Alu Syekh seperti yang dikutip media Saudi Arabia milik salah satu pangeran keluarga kerajaan Al Sharq al Awsat.

Dalam khutbah jum’atnya di Jami’ Al Imam Turki bin Abdullah, Syekh Wahabi-Salafy ini menyatakan bahwa demo anti Rezim Fir’aun Husni Mubarak di Mesir dan Fir’aun Ben Ali di Tunisia dan tempat lain sebagai sebuah perbuatan makar jahat (plot) oleh musuh-musuh Islam untuk menyebarkan ketidakstabilan Protes di Mesir, untuk memecah negara-negara Arab Muslim

Dibawah ini saya copy-paste laporan Al Sharq al Awsat (dalam bahasa arab) dan laporan Reuter (dalam bahasa Inggris) yang mengutip Al Sharq al Awsat

SUMBER: Kantor Berita Reuter (http://af.reuters.com/article/egyptNews/idAFLDE71403F20110205)

Saudi top cleric blasts Arab, Egypt protests-paper

RIYADH Feb 5 (Reuters) – Saudi Arabia’s top Islamic scholar condemned anti-government protests in Egypt, Tunisia and elsewhere as a plot by enemies of Islam to spread instability, Saudi newspapers said on Saturday. Hundreds of thousands of Egyptians marched peacefully in Cairo on Friday to demand an end to President Hosni Mubarak’s 30-year rule, but no end to the confrontation was in sight as the unrest entered its 12th day.

Top oil exporter Saudi Arabia has said it is worried that the unrest might lead to instability in Egypt, its main Arab ally. King Abdullah called Mubarak to express his support, Saudi state media said on Jan. 29.

The protests in Egypt, Tunisia and other countries are plots by enemies of Islam to break up Arab Muslim nations, GRAND MUFTI SHEIKH ABDUL – AZIZ AL-SHEIKH, who is close to Saudi government thinking, was quoted as saying.

“This chaos comes from ENEMIES OF ISLAM and those who follow them,” the daily Asharq al-Awsat quoted him as saying, adding that demonstrations led to bloodshed and stealing.”

Both Saudi Arabia, an Islamic kingdom ruled by the Al Saud family in alliance with clerics following an austere version of Sunni Islam, and Egypt are key Arab allies of the United States. (Reporting by Ulf Laessing, editing by Tim Pearce)

FATWA ULAMA SALAFY – WAHABI BUMI DATAR DAN SIAPA YANG TIDAK SEPAHAM MAKA IA KAFIR !!


“The earth is flat. Whoever claims it is round is an atheist deserving of punishment.” Yousef M. Ibrahim, “Muslim Edicts take on New Force”, The New York Times, February 12, 1995, p. A-14. Teori Bumi Datar adalah penemuan spektakuler sepanjang abad modern oleh seorang jenius ulama Arab Saudi, Grand Mufti Ibn Baz. ia meraih penghargaan Service to Islam dari Raja Faisal, dan ditunjuk sebagai Grand Mufti pada tahun 1994 oleh Raja Fahd.

Ia menulis sejumlah buku yg berguna bagi umat manusia. Penemuan paling terkenalnya ditulisnya sesuai dengan judul bukunya, “Bukti bahwa Bumi Tidak Bergerak.” Riset sains ini diterbitkan oleh Islamic University of Medina, Saudi, tahun 1974. Pada halaman 23, ia berbicara tentang penemuan brilyannya ini dan merujuk pada ayat-ayat Al-Quran dan Al-hadist. Ia dengan yakin menentang kepercayaan kuno bahwa bumi berputar. Ini kutipannya:

“Kalau bumi berputar (rotasi) seperti yang mereka katakan, maka negara – negara, pegunungan, pohon – pohon, sungai- sungai dan samudera- samudra tidak memiliki dasar dan orang akan melihat negara-negara di timur bergerak ke barat dan negara- negara barat bergerak ke timur.”

Parvez Hoodbhoy dalam bukunya “Islam and Science: Religious Orthodoxy and the Battle for Rationality”. Pada halaman 49, ia menulis:

”.. The Sheikh (Abdul Aziz Ibn Baz) menulis … sebuah buku dlm bahasa Arab berjudul Jiryan Al-Shams Wa Al-Qammar Wa-Sukoon Al-Arz. Artinya : Pergerakan Matahari dan Bulan dan Tidak Bergeraknya Bumi … Dlm buku sebelumnya, ia mengancam para penantang dgn fatwa keras atau ‘takfir’ (alias kafir), tetapi tidak mengulanginya dlm versi yg lebih baru.”

Lagi-lagi tahun 1993, otak jenius encer itu mulai lagi bekerja overtime. Suatu pagi hari, sang jenius membuka Qurannya dan menoleh sejumlah mukjizat ilmiah dan sampai pada penemuan baru bahwa “Bentuk Bumi adalah Datar”. Ini direkam oleh Carl Sagan dlm bukunya “The Demon-haunted World: Science as a Candle in the Dark”. Sagan menulis:

“Th 1993, otoritas religius tertinggi Saudi, Sheik Abdel-Aziz ibn Baaz, mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bumi adalah datar. Siapapun yg menolak dianggap tidak percaya Allah dan harus dihukum. ”

Namun lagi-lagi, sang jenius Ibn Baz berubah pikiran seperti sebelumnya. Ia membantah bahwa ia pernah menyusun teori Bumi Datar. Tidak diketahui mengapa ia meninggalkan kesimpulan ilmiah yang begitu hebat itu. Mungkin inilah karakteristik seorang jenius.

.
Masalah: Apakah bumi itu bulat?

Pendapat asy-Syaikh al-Albani:
Kemudian, secara tekstual hadits137 ini menurut saya adalah hadits mungkar. Sebab bumi adalah bulat secara pasti sebagaimana yang dibuktikan fakta ilmiyah. Dan hal ini tidak bertentangan dengan dalil-dalil syar’iyah. Berbeda dengan orang yang berusaha berkilah dalam masalah ini: kalau bumi bulat, maka di mana kanan bumi dan kiri bumi? Keduanya adalah masalah nisbi persis seperti masalah timur dan barat.

ash-Shahihah (IV/158-159) Fatwa Syeikh Albani

Baru-baru ini saya mendapatkan buku murah di pasar buku lowak (azbaciah) yang bertajuk “al-Sa’udiyyun wa al-Irhabi: Ru’yah ‘Alamiyah” (Orang-orang Saudi dan Terorisme: Sebuah Pandangan Dunia): Riadh, 2005. Sejenis bunga rampai, memuat tulisan dari berbagai kalangan. Ada satu sub judul yang membicarakan relasi terorisme dan Wahabi. Cukup beragam tulisan itu: ada yang menohok bahwa Wahabi adalah salah satu sumber merebaknya terorisme, dan ada yang menyucikan Wahabi dari terorisme. Tapi, penyucian Wahabi dari terorisme menjadi sangsi jika kita melihat kenyataan selalu saja ada pihak yang bergabung dalam komplotan terorisme berkedok agama, yang telah menyerap doktrin Wahabi. Dan benarkah kalau mereka hanyalah sekedar oknum?

Muhammad Abduh sebagai saksi mata menilai Wahabi adalah gerakan pembaharuan yang paradok: hendak mengibaskan debu taklid yang mengotori, tapi di saat yang sama menciptakan taklid baru yang lebih menjijikan

.
Wacana teologi yang diusung Wahabi adalah sejenis wacana yang absen dari percaturan ilmiah, dengan mengembalikannya ke dalam wacana “religius murni” yang bertumpu pada makna literalisme teks-teks primer agama (Quran&hadits), yang bersifat univositas. Bahasa metafor (majaz) adalah barang haram. Berteologi dengan berfikir atau penghayatan-intuitif adalah tindakan kriminal! Syahdan, Wahabi dalam menyikapi ayat-ayat ketuhanan pun tetap berpegang pada makna literalisnya. Yadu-Allah, semisal, diartikan bahwa Tuhan mempunyai tangan, seperti pendapatnya para salaf al-salih, demikian Wahabi berkata.

Sejatinya nama besar dan harum “salaf al-salih” di sini sedang dijual sebagai alat legitimasinya. Terbukti, para salaf al-salih dalam menyikapi ayat-ayat ketuhanan, semisal Yadu-Allah, dengan tanpa menentukan makna, dan menyerahkan maknanya kepada Allah. Wa-llahu A’lam. Sementara kita tahu bahwa Wahabi telah menentukan makna literalisnya, dan terperosok ke dalam tajsiem (mempersonifikasi Tuhan yang berjasad). Pengakuan Wahabi sebagai madzhab salaf menjadi musykil.

 
Kamis, 29/11/2012 08:54

“Ideologi Wahabi, satu dua langkah lagi akan menjadi terorisme,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU dalam sambutan pelepasan peserta pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ di aula kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/11) siang.

Ajaran Wahabi menurut Kang Said, memang tidak mengajarkan untuk membunuh orang kafir. Tetapi Wahabi mengajarkan pengikutnya memandang orang di luar kelompoknya sebagai orang musyrik yang halal darahnya.

“Meskipun begitu, ajaran Wahabi membuka peluang bagi penganutnya untuk menjadi teroris. Penganut Wahabi yang sedang marah, lalu kalap, dan berkesempatan, akan mengondisikan dirinya menjadi teroris,” tambah Kiai Said.

Hal ini diutarakan Kang Said di hadapan sedikitnya 20 peserta utusan Lembaga Takmir Masjid NU, LTMNU. Mereka adalah pengurus masjid yang direkrut dari sejumlah wilayah dan cabang NU di Indonesia.

Sambutan pelepasan diadakan untuk menampik kekhawatiran bahwa penyusupan ideologi Wahabi diselundupkan dalam pelatihan tersebut. Karena, sebagian peserta pelatihan sempat mempertanyakan kemungkinan penyusupan.

Meski demikian, Kiai Said sempat menyebut sejumlah yayasan keagamaan yang didanai Pemerintah Arab Saudi. “Sebagian pengurus yayasan itu menjadi pelaku teror di sejumlah titik Indonesia yang ditetapkan oleh Kepolisian RI,” tegasnya.

Pelatihan diselenggarakan Pemerintah Arab Saudi di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Pelatihan manajemen kepengurusan masjid dan persoalan muazin dimulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ diikuti oleh semua ormas Islam se-Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah 120 orang. Dua puluh dari semua peserta, direkrut dari ormas NU melalui LTMNU.


Sejarah mencatat bahwa hanabilah telah mengajarkan doktrin kekerasan dengan praktik nyata bagaimana mereka harus menyikapi lawan-lawan mereka; kaum Muslimin dari mazhab-mazhab lain selain mazhab Hanbali (yang mereka modifikasi menjadi mazhab galak dan sadis)!Ibnu Katsir (ahli sejarah dan mufassir yang tak henti-hentinya dibanggakan kaum Salafi Wahhâbi) melaporkan (tentu kaum Wahhâbi harus menerimanya, sebab beliau adalaah imam terpercaya dalam keyakinan mereka)  bahwa kaum pendahulu kaum Wahhâbi (Hanâbilah) telah berbuat kejahatan agamis dengan melarang kaum Muslimin beraliran Asy’ariyah menunaikan shalat jum’at!Dengar apa laporang Ibnu Katsir ketika beliau melaporkan pristiwa tahun 447 H:.

وفيها وقعت الفتنة بين الأشـاعرة والحنابلـة ، فقـوي جانب الحنابلة قـوة عظيمـة ، بحيث أنه كان ليس لأحد من الأشاعرة أن يشهـد الجمعة ولا الجماعات .

“Pada tahun ini terjadilah fitnah (kekacauan) antara penganut Asy’ariyah dan kaum Hanâbilah. Lalu kuatlah posisi kaum Hanâbilah dengan kekuatan yang sangat sehingga tidak seorang pun dari pengikut Asy’ariyah yang dibolehkan menhadiri shalat Jum’at dan jama’ah.”[1]

.

Ibnu Jauzi juga melaporkan pristiwa tahun 447 H sebagai berikut:

.

ووقعت بين الحنابلة والأشاعرةفتنة عظيمة حتى تأخر الأشاعـرة عـن الجمعـات خـوفاً من الحنابلة .

“Dan terjadilah fitnah/kerusuha besar antara kaum Hanâbilah dan Asy’ariyah sampai-sampai kaum Asy’ariyah meninggalkan shalat jum’at karena takut dari kaum Hanâbilah.”[2]

.

Kerusuhan yang terjadi, sekali lagi diakaibatkan kaum Hanbaliyah menyebarkan akidah sesat tentang tajsîm dan demi memikat hati kaum awam mereka membawa-bawa nama Imam Ahmad ibn Hanbal! Ibnu Khaldun merekam dengan rinci keganasan yang dipicu oleh pendahulu/Salaf kaum Salafi Wahhâbi dalam masalah sifat Allah SWT. Ia melaporkan:

.

… وبين الحنابلة والشافعية وغيرهم من تصريح الحنابلة بالتشبيه في الذات والصفات ، ونسبتهم ذلك إلى الإمام أحمد ، وحاشاه منه ، فيقع الجدال والنكير ، ثم يفضي إلى الفتنة بين العوام .

“Dan antara kaum Hanbaliyah dan Syafi’iyah dan penganut mazhab lainnya terjadi perdebatan di mana kaum Hanbaliyah berterang-terangan dalam akidah tasybîh (menyerupakah Allah dengan makhluk-Nya) dalam Dzat dan Sifat dan mereka menisbatkan akidah itu kepada Imam Ahmad (dan tidak mungkin beliau berakidah seperti itu), lalu terjadilah perdebatan dan penolakan keras kemudian menyulut fitnah di kalangan kaum awam.”[3]

.

kesimpulan :

Selamanya kaum Hanbaliyah (yang kini diwakili kaum Wahhâbi/Salafi) meracuni kaum awam (walaupun ulama mereka juga tidak kalah awamnya dengn kaum awam yang sangat awam) dengan bahasan-bahasan tentang tauhid yang berorientasi kepada doktrin penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Walaupun mereka selalu ngotot mengelak bahwa akidah mereka itu adalah inti akidah tasybîb dan tajsîm!

Kini cara-cara itu juga mulai dipergunakan kaum Wahhâbi melalui otot-otot preman bayaran untuk melarang kaum Muslim yang tidak mereka sukai untuk menegakkan shalat di masjid-masjid; rumah ibadah!

Jika nanti mereka kuat, mungkin saja apa yang diprktikkan pendahulu mereka juga dikalukan kepada kaum Mulim non Wahhâbi…

Coba perhatikan sikap mereka ketika mendapat sedikit angin segar… ketika sedikit merasa kuat.. langgar-langgar kaum Muslim yang dahulu membaca Mauludan dan Diba’an atau tawassul dan istighatsah mereka kuasai kemudian semua acara ritual itu diporak-porandakan… dilarang… dengan alasan bid’ah! Mengandung unsur syirik.. dll. masjid-masjid yang dahulu membaca qunut dilarang dengan alasan Nabi saw. tidak pernah mensunnahkan qunut!

Al hasil… mereka adalah kelompok ganas yang tidak pernah mentolerir perbedaaan mazhab! Hanya mazhab mereka saja yang boleh dijalankan… sebab “hanya mazhab mereka yang mengikuti Al Qur’an dan Sunnah”! Mazhab-mazhab lain sesat! Menyimpang dari tuntunan Salaf!

Bukankah cara berpikir seperti itu adalah bahaya?!


[1] Al Bidâyah wa an Nihâyah,12/71. terbitan Dâr ar Rayyân Li at Tutrâts-Kairo.

[2] Al Muntadzim,15/347.

[3] Tarikh Ibn Khaldûn,3/477.

Ciri Ciri Aliran sesat

Kecintaan Syi’ah kepada Nabi saw. dan Ahlulbait ra begitu kental dalam jiwa Syi’ah dan telah mereka terjemahkan dengan berbagai bentuk, mulai dari mengimani berbagai keutamaan yang disabdakan Nabi saw., mengabadikan berbagai peninggalannya, meyakini mereka sebagai pribadi-pribadi agung yang mulia hingga menjadikan mereka sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anak Bin Baz Menolak Fatwa-fatwa Ayahnya

ANAK DARI ABDUL ‘AZIZ BIN BAZ MENOLAK FATWA-FATWA YANG PERNAH DIKELUARKAN OLEH AYAHNYA YANG MEMBAWA AJARAN WAHHABI
.
Gerakan Salafy Modern Di Indonesia semoga saja segera menyadari betapa gelombang pemikiran intern mereka sendiri telah demikian beragam dan sangat rentan akan menimbulkan perpecahan. Ahmad bin Abdul Aziz Bin Baz menolak fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh bapaknya yaitu Abdul Aziz Bin Baz yang merupakan tokoh besar agama Wahhabi
.
Ternyata anaknya menyadari terdapat banyak pandangan yang keterlaluan dan radikal te…rbit dari banyak pendakyah Wahhabi di negara Saudi Arabia, beliau (Ahmad) telah mengumumkan agar faham itu perlu dihapus (Rujuk Al-Awsat 2004) dan kini anak dari tokoh ajaran Wahhabi ini menolak fatwa-fatwa yang terbit dari ayahnya Abdul Aziz Bin Baz
.
ada photonya syeikh ahmad bin abdul aziz bin baz, cakep juga loh, pake kaca mata lagi. Padahal ayahnya sendiri berfatwa photo adalah haram dan terlaknat,
أحمد بن باز: فتاوى والدي غير صالحة لكل الحالات وبعض الفتاوى تصدر على أساس أسئلة «ملغومة» – صحيفة صوت
www.okhdood.com

موقع يُعنى بأخبار منطقة نجران

Dan poto di atas juga tidak menunjukkan jenggot yang awut awutan, hehehhehe
Apakah ini Pertanda Zaman sebagai babak awal hancurnya Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia?
.

PERPECAHAN DAN PERCERAI-BERAIAN

Hal tersebut seperti telah diingatkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka”, (QS. 3 : 105). “Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat”, (QS. 5 : 64).

MENGIKUTI HAWA NAFSU

Sebagaimana diingatkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ

 “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan (zaigh)”, (QS. 3 : 7).

قال أبو جعفر: يعني بذلك جل ثناؤه: فأما الذين في قلوبهم ميل عن الحق وانحرافٌ عنه.

 Kesesatan (zaigh) adalah lari dari kebenaran karena mengikuti hawa nafsu.

Dalam ayat lain dikatakan:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ

 “Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.” (QS. 28 : 50).

Ada kisah menarik berkaitan dengan mengikuti hawa nafsu ini. Ketika orang-orang Khawarij mengasingkan diri dan menjadi kekuatan oposisi terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Ali selalu didatangi orang-orang yang memberinya saran: “Wahai Amirul Mu’minin, mereka melakukan gerakan melawan Anda.” Ali radhiyallahu anhu hanya menjawab: “Biarkan saja mereka. Aku tidak akan memerangi mereka, sebelum mereka memerangiku. Dan mereka pasti melakukannya.” Sampai akhirnya pada suatu hari, Ibn Abbas mendatanginya sebelum waktu zhuhur dan berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, aku mohon shalat zhuhur agak diakhirkan, aku hendak mendatangi mereka (Khawarij) untuk berdialog dengan mereka.” Ali radhiyallahu anhu menjawab: “Aku khawatir mereka mengapa-apakanmu.” Ibn Abbas berkata: “Tidak perlu khawatir. Aku laki-laki yang baik budi pekertinya dan tidak pernah menyakiti orang.” Akhirnya Ali radhiyallahu anhu merestuinya. Lalu Ibn Abbas memakai pakaian yang paling bagus produk negeri Yaman.

Ibn Abbas berkata: “Aku menyisir rambutku dengan rapi dan mendatangi mereka pada waktu terik matahari. Setelah aku mendatangi mereka, aku tidak pernah melihat orang yang lebih bersungguh-sungguh dari pada mereka. Pada dahi mereka tampak sekali bekas sujud. Tangan mereka kasar seperti kaki onta. Dari wajah mereka, tampak sekali kalau mereka tidak tidur malam untuk beribadah. Lalu aku mengucapkan salam kepada mereka. Mereka menjawab: “Selamat datang Ibn Abbas. Apa keperluanmu?”

Aku menjawab: “Aku datang mewakili kaum Muhajirin dan Anshar serta menantu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Al-Qur’an turun di tengah-tengah mereka. Mereka lebih mengetahui maksud al-Qur’an dari pada kalian. Lalu sebagian mereka berkata, “Jangan berdebat dengan kaum Quraisy, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar”. (QS. 43 : 58).

Kemudian ada dua atau tiga orang berkata: “Kita akan berdialog dengan Ibn Abbas.” Kemudian terjadi dialog antara Ibn Abbas dengan mereka. Setelah Ibn Abbas berhasil mematahkan argumentasi mereka, maka 2000 orang Khawarij kembali kepada barisan Sayidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Sementara yang lain tetap bersikeras dengan pendiriannya. 2000 orang tersebut kembali kepada kelompok kaum Muslimin, karena berhasil mengalahkan hawa nafsu mereka. Sementara yang lainnya, telah dikalahkan oleh hawa nafsunya, sehingga bertahan dalam kekeliruan.

Jadi, setiap persoalan yang timbul dalam Islam, lalu orang-orang berbeda pendapat mengenai hal tersebut dan perbedaan itu tidak menimbulkan permusuhan, kebencian dan perpecahan, maka kami meyakini bahwa persoalan tersebut masuk dalam koridor Islam. Sedangkan setiap persoalan yang timbul dalam Islam, lalu menyebabkan permusuhan, kebencian, saling membelakangi dan memutus hubungan, maka hal itu kami yakini bukan termasuk urusan agama. Persoalan tersebut berarti termasuk yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam menafsirkan ayat berikut ini

.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, siapa yang dimaksud dalam ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka”, (QS. 6 : 159)?” ‘Aisyah menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Mereka adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu, ahli bid’ah dan aliran sesat dari umat ini.” Demikian uraian Asy-Syathibi.

Setelah menguraikan demikian, kemudian Asy-Syathibi mencontohkan dengan aliran Khawarij. Di mana Khawarij memecah belah umat Islam, dan bahkan sesama mereka juga terjadi perpecahan. Mereka sebenarnya yang dimaksud dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Mereka akan membunuh orang-orang Islam, tetapi membiarkan para penyembah berhala.”

Berkaitan dengan aliran Salafi, agaknya terdapat kemiripan antara Salafi dengan Khawarij, yaitu menjadi pemecah belah umat Islam dan bahkan sesama mereka juga terjadi perpecahan. Perpecahan sesama Salafi telah dibeberkan oleh Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad al-‘Abbad al-Badr, dosen di Jami’ah Islamiyah, Madinah al-Munawwaroh dalam bukunya, Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Mushri.

Seorang anak kecil berpaham syi’ah pernah bertanya pada ustad beken wahabi :

“Ustadz, Anda tadi mengatakan bahwa tanda-tanda ahli bid’ah itu, sesama kelompoknya terjadi perpecahan, saling membid’ahkan dan saling mengkafirkan. Sedangkan Ahlussunnah Wal-Jama’ah tidak demikian. Ustadz, saya sekarang bertanya, siapa yang dimaksud Ahlussunnah Wal-Jama’ah menurut Ustadz? Bukankah sesama ulama Salafi di Timur Tengah yang mengklaim Ahlussunnah Wal-Jama’ah, juga terjadi perpecahan, saling membid’ahkan dan bahkan saling mengkafirkan.

Misalnya

• Abdul Muhsin al-’Abbad dari Madinah menganggap al-Albani berfaham Murji’ah.

• Hamud al-Tuwaijiri dari Riyadh menilai al-Albani telah mulhid (tersesat).

• Al-Albani juga memvonis tokoh Salafi di Saudi Arabia yang mengkritiknya, sebagai musuh tauhid dan sunnah.

• Komisi fatwa Saudi Arabia yang beranggotakan al-Fauzan dan al-Ghudyan, serta ketuanya Abdul Aziz Alus-Syaikh memvonis Ali Hasan al-Halabi, murid al-Albani dan ulama Salafi yang tinggal di Yordania, berfaham Murji’ah dan Khawarij.

Kemudian

• Husain Alus-Syaikh yang tinggal di Madinah membela al-Halabi dan mengatakan bahwa yang membid’ahkan al-Halabi adalah ahli-bid’ah dan bahwa al-Fauzan telah berbohong dalam fatwanya tentang al-Halabi.

• Al-Halabi pun membalas juga dengan mengatakan, bahwa Safar al-Hawali, pengikut Salafi di Saudi Arabia, beraliran Murji’ah.

• Ahmad bin Yahya al-Najmi, ulama Salafi di Saudi Arabia, memvonis al-Huwaini dan al-Mighrawi yang tinggal di Mesir mengikuti faham Khawarij.

• Falih al-Harbi dan Fauzi al-Atsari dari Bahrain menuduh Rabi’ al-Madkhali dan Salafi Saudi lainnya mengikuti faham Murji’ah.

• Dan Banyak pula ulama Salafi yang hampir saja menganggap Bakar Abu Zaid, ulama Salafi yang tinggal di Riyadh, keluar dari mainstream Salafi karena karangannya yang berjudul Tashnif al-Nas baina al-Zhann wa al-Yaqin. []

Dengan kenyataan terjadinya perpecahan di kalangan ulama Salafi seperti ini, menurut Ustadz, layakkah para ulama Salafi tadi disebut Ahlussunnah Wal-Jama’ah?” Mendengar pertanyaan tersebut, Ustadz Salafi itu hanya menjawab: “Wah, kalau begitu, saya tidak tahu juga ya”. Demikian jawaban Ustadz Salafi itu yang tampaknya kebingungan.” Demikian kisah teman saya, AD.

Beberapa bulan sebelumnya, ketika data-data perpecahan di kalangan ulama Salafi di Timur Tengah tersebut disampaikan kepada Ustadz Ali Musri, tokoh Salafi dari Sumatera yang sekarang tinggal di Jember, Ustadz Ali Musri langsung mengatakan: “Data ini fitnah. Di kalangan ulama Salafi tidak ada perpecehan.” Demikian jawaban Ustadz Ali Musri pada waktu itu.

Namun tanpa diduga sebelumnya, beberapa hari kemudian, Ustadz Ali Musri membagi-bagikan beberapa buku kecil kepada mahasiswanya di STAIN Jember. Ketika saya mengajar di STAIN Jember, sebagian mahasiswa yang menerima buku-buku tersebut, meminjamkannya kepada saya. Dan ternyata, di antara buku tersebut ada yang berjudul, Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, karangan Dr. Abdul Muhsin bin Hamad al-‘Abbad al-Badar, dosen Ustadz Ali Musri ketika kuliah di Jami’ah Islamiyah, Madinah al-Munawwaroh. Ternyata dalam kitab Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, Dr. Abdul Muhsin membeberkan terjadinya perpecahan di kalangan Salafi yang sangat parah dan sampai klimaks, sampai pada batas saling membid’ahkan, tidak bertegur sapa, memutus hubungan dan sebagainya. Subhanallah, kesesatan suatu golongan dibeberkan oleh orang dalam sendiri. “Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya”, (QS. 12 : 26).

RESENSI BUKU : SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

Resensi buku fenomenal :

”SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

mereka membunuh semuanya termasuk para ulama”

karya syaikh Idahram

(Pustaka Pesantren, Bantul Yogyakarta, 2011. tebal buku 272 halaman

Rasul sempat bersabda saat kemenangan di perang hunain bulan syawal waktu itu,”akan lahir dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca alquran tidak sampai melewati batas tenggorokan, mereka keluar dari agama seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan menembus keluar dari badan binatang buruan, mereka memerangi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala…” (HR bukhari muslim, Muslim, Abu daud, Nasai, Ahmad)

hadits itu muncul saat ada pembagian ghonimah perang, dan dibagikan pada para muallaf walaupun sudah kaya sekaliber Abu Sofyan, sedang Abu bakar, Umar dan Ali malah tidak diberi oleh Rasul, tiba – tiba dari kebijakan itu muncullah seseorang namanya Dzul khuwaisah dengan berkacak pinggang dengan sombongnya menghardik Rasul dengan kasar :” berlaku adillah, hai Muhammad!!” Nabi pun menyahut “ celaka kamu!! Siapa yang berbuat adi jika aku saja tidak berbuat adil, Ha!??” lantas Umar berkata “ wahai Rasulullah, biarkan kupenggal lehernya”, “biarkan saja!!”kata Nabi, setelah kejadian itu  bersabdalah Nabi dengan redaksi di atas. Dan cirri cirri Dzul khuwaisah adalah sebagai berikut : (versi Imam nawawi dalam kitabnya), Dzul Khuwaisah itu sosok yang berjidat hitam, kepalanya botak tidak berambut, tinggi gamisnya setengah kaki dan jenggotnya panjang.

Pada pendahuluan dari buku ini kita dikenalkan dengan apa itu salafi, berdasarkan pemahaman konteks hadits yang menceritakan tentang kebaikan orang orang setelah Rasul, maka dipahami bahwa salaf adalah generasi yang dibatasi oleh sebuah penjelasan Rasulullah “sebaik baik manusia adalah yang hidup di masaku, kemudian yang mengikuti mereka (tabiin) dan yang mengikuti mereka lagi (tabi’ tabi’in) (HR Bukhari Muslim) Muhammad bin Abdul wahhab, anak seorang tokoh yang faqih merupakan tokoh pendiri sekte ini, ia gagal beberapa kali untuk mondok kepada para Ulama kakak kandungnya pun mengkritisi dan membuat buku untuk menangkis pemikiran “gila” si Wahab ini, di antaranya adalah ungkapan dalam buku karangan kakak kandungnya itu, Syaikh Sulaiman Ibn Abdul wahhab:

Saat ini manusia tengah ditimpa bencana besar dengan kemunculan orang orang yang mengaku berdasarkan alquran dan assunnah. Dia masa bodoh dengan orang yang menyalahinya. Bahwa setiap orang yang menyalahinya dianggap kafir olehnya. Begitulah sementara ia bukan seorang yang menyandang satu pun dari sekian banyak syarat mujtahid. Bahkan sepersepuluh dari salah satunya pun dia tidak memiliki. Namun demikian ucapannya laris di kalangan kaum jahil, innaa lillaahi wa innaa ilaihi Raaji’uun” (terambil dari kitab Ashawa’iq  al-ilahiyyah, Ahmad Ibnu Zaini Dahlan : Fitnah AlWahhabiyyah, Istanbul Turkey 1986 h.5)

Pada tengah buku dijelaskan sejarah kemunculan Wahabisme di Indonesia, bahkan mengenal nama-nama dan lembaga pondok maupun group jihad dengan gamblangnya, buku ini telah mengalami cetak 5 kali dalam kurun tak lebih dari 3 bulan, busyet…..

Ibnu Abdul wahhab yang satu ini telah mengalami beberapa pengusiran di daerahnya karena ulah gilanya mengkafirkan 10 desa di daerahnya, akhirnya melancong ke  Dir’iyyah untuk minta perlindungan pada Ibn sau, ia menyambutnya dan melindunginya dari musuh musuhnya, diberilah si wahhab ini wilayah oleh Saud dan Wahhab membalasnya dengan ungkapan yang menimbulkan kengerian:” kamu adalah penguasa di pemukiman ini dan orang yang bijaksana saya minta engkau bersumpah bahwa engkau akan melaksanakan jihad terhadap orang orang kafir (lihat, umat islam waktu itu dianggapnya kafir olehnya) sebagai gantinya engkau akan menjadi imam, pemimpin masyarakat muslim dan aku akan menjadi pemimpin di bidang agama”[1]

Dalam buku babon mereka yang berjudul ad durar as ssaniyyah mereka menjelaskan kronologi kebiadaban wahabi atas pembunuhan ulama-ulama,

“saat itu syaikh Abdullah Abu bathin ditanya, bukankah Muhammad bin abdul wahab itu masuk criteria bughot sehingga halal darahnya tidak hartanya?’ ia menjawab, “jika sebagian orang bodoh menanyakan hal itu jawab saja bahwa Nabi juga tidak mensyaratkan bahwa imam harus dari orang turki, karena orang arab itu lebih baik dari pada orang turki (dalam menjadi imam)” (Muhammad ibn Abdul wahhab dkk, durar saniyyah jilid 7 h.8.

Di dalamnya juga menceritakan pengakuan seorang peneliti, Sebuah buku yang fenomenal menceritakan kronologi pembantaian massal wahhabi pada ummat islam yang tidak sejalan dengan cara berfikirnya, yaitu kitab tarikh al arobiyyah al hadits, dar al farabi, Beirut 2007 h.179 karya Vladimir Borisovich Lotsky :” pada periode itu fenomena kepala-kepala terputus dari ummat islam dari ummat islam yang dituduh menolak faha wahabi sangat banyak bergelimpangan dimana-mana, belum lagi fenomena pemotongan kaki, tangan dan penyiksana jasmani dan rohani”

Pada halaman menjelang akhir, ditulislah daftar kebobrokan fatwa yang menyimpang dari islam, diantaranya: boleh berbohong atas nama agama bagi muballigh, boleh melaknat syiah, boleh menghancurkan situs situs orang yang memusuhinya demi dakwah wahhabi, haram belajar bahasa inggris, haram bermain bola, haram pengguna internet itu wanita, haram bertepuk tangan, dan menyapa selamat pagi, haram wanita bicara dengan suara saat di sisi laki laki asing,(bagai monyet dong), haram wanita mengendarai mobil, neraka tidak kekal dan kuffar gak abadi di neraka, sholawat setelah adzan dosanya sama dengan perzinaan,( wuik padahal orang Indonesia biasa pujian sebelum iqomah dikumandangkan) dan yang paling tragis, haram ziarah ke maqam rasulullah SAW, kafirlah yang tidak mengkafirkan sayyidina Ali bin abi thalib, (benar-benar mengerikan, masuk Indonesia kita doakan kesulitan!! Amin, pen)

Pada kesimpulan pembahasan diuraikanlah oleh si penulis dengan gamblang dan bahasa yang enak dipahami, pertanyaan yang dilontarkan pada pengikut wahabi dengan pertanyaan system mukhotob, seolah olah pembaca adalah wahabi, dan dijawab sendiri oleh penulis dan menjelaskan kebobrokan mereka. amalan mereka dikatakan salaf, tapi tidak mutlak totalitas namun semau udelnya sendiri, dan mengungkapkan bahasa ajaran wahabi ini bagi orang awam khususnya orang orang yang tidak begitu memahami islam dengan mendalam, wahhabi merupakan golongan yang suka memelintir ayat dan hadits sesuai dengan nafsu dan kesenangan mereka sendiri, tidak pernah berfikir bahwa hal itu adalah kesalahan agung.

Demikian apa yang dapat rangkumkan dari buku fenomenal dan penuh intrik membara ini, silakan beli, kalaupun tidak beli silakan membaca materi ini berulang-ulang hingga hafal di luar kepala, kalo tidak sampai luar kepala, minimal hafal dalam laptopnya, amin. Atas keterbatasan gaya bahasa dan kekurangan ide dan model, mohon sudi untuk berkenan memaafkan Anan Smile yang lemah ini. Dan terima kasih telah meluangkan waktu membaca catatan kecil ini. Semoga bermanfaat dunia akhirat, amin.

[1] Hal.115

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s