ABI melawan Agen Saudi dan Israel yang bermain kacaukan Indonesia

baca juga :Ada bukti, Sekjen ABI tuduh MIUMI sebagai wahabi takfiri dan agen zionis

.
Syi’ah bergerak cepat melindungi umat dari Agen Saudi dan Israel yang bermain kacaukan kaum muslimin !!
.
Syi’ah bergerak cepat melindungi N.U !!! Syi’ah siap mati membela NU dari  serangan wahabi yang semakin hari semakin kurang ajar !
.
Orang orang yang dibayar asing harus angkat kaki dari bumi N.U.. Syi’ah selama ini sudah cukup bersabar menghadapi agen asing..
Tanggal: 2011/12/13 print
Indonesia:
PBNU: Ada Aliran Wahabi, Usir Saja!
Ketua PBNU, KH. Said Agil Siradj mengajak keluarga besar NU
untuk mewaspadai aliran Wahabi yang mengajarkan kekerasan dengan menggunakan Islam. 

 

Ketua PBNU, KH. Said Agil Siradj mengajak keluarga besar NU untuk mewaspadai aliran Wahabi yang mengajarkan kekerasan dengan menggunakan Islam. Pasalnya, di Indonesia ada 12 Yayasan yang beraliran Wahabi dengan didanai dari Arab Saudi.

“Waspadai aliran Wahabi, sudah ada 12 yayasan yang siap mengajarkan aliran islam keras dan tidak cocok dengan Islam Indonesia,” kata Said Agil Siradj pada wartawan di Ponpes Miftahul Ulum Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto, Jum’at (22/07/2011).

“Jadi Aliran Wahabi tidak cocok dengan umat islam di Indonesia,” ungkapnya.

Sebanyak 12 Yayasan yang didanai dari Arab Saudi dan Negara Timur Tengah lainnya ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera dan Sulawesi. Belasan yayasan ini melegalkan aksi kekerasn dengan menggunakan cara Islam Arab, bukan Islam Indonesia yang suka dengan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama.

“Kalau ada aliran Wahabi di Lumajang, usir saja,” ujar Said Agil

………………………………………………………………………………………..

Massa Ahlul Bait Indonesia Gelar Aksi di Kedubes AS

Massa Ahlul Baik Indonesia demo di kedubes AS

- Puluhan orang yang mengatasnamakan dari kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) mendatangi kantor Kedubes AS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2012)

.

Aksi mereka terkait dengan peredaran film Innocent of Moslems yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW. Selain itu ABI juga memprotes penerbitan kartun yang mengejek dan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW di koran terbitan Perancis, “Charlie Hebdo”.

Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan “Labbaika Ya Rasulullah..!!”, serta poster-poster bertuliskan “Don’t Insult My Prophet”, “Hancur Amerika”, “Prophet Muhammad, Trully We Love You”.

Demo Ahlul Bait Indonesia di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta (Foto : Dhanny Krisnadhy/seruu.com )

Kepolisian nampak berjaga-jaga mengamankan jalannya demo. Nampak puluhan petugas kepolisian dengan menggunakan atribut lengkap berbaris berjejer membatasi pendemo dengan jalan yang berada tepat di depan Kantor Kedubes AS.

Rencananya aksi demo dari kelompok ABI akan dilanjutkan dengan menyambangi kantor kedutaan besar Perancis.

Seperti diketahui, peredaran film Innocent of Moslems mendapat reaksi keras dari umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebelumnya pada hari senin lalu aksi demo di depan Kedubes AS berakhir ricuh.

Ahlul Bait Indonesia Kutuk Film “Innocence of Islam”

Kecam Kartun Nabi, Massa Ahlul Bait Indonesia Bergerak ke Kedubes Perancis

Sabtu, 22/09/2012 – 14:08
RATUSAN pengunjuk rasa dari Ahlul Bait Indonesia Bandung, berunjuk rasa mengutuk peredaran film “Innocence of Islam” dan karikatur majalah Charlie Hebdo yang menghina Nabi Muhammad saw, di depan Gedung Sate Kota Bandung, sabtu (22/9). Mereka menyerukan pemerintah Indonesia melalui kementrian luar negeri dan kementrian agama lebih proaktif di dunia internasional untuk menuntut orang-orang yang terlibat dalam film dan majalah tersebut dihukum seberat-beratnya.*
.

Massa Ahlul Bait Indonesia Gelar Aksi di Kedubes AS

Puluhan orang yang mengatasnamakan dari kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) mendatangi kantor Kedubes AS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2012).

Aksi mereka terkait dengan peredaran film Innocent of Moslems yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW. Selain itu ABI juga memprotes penerbitan kartun yang mengejek dan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW di koran terbitan Perancis, “Charlie Hebdo”.

Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan “Labbaika Ya Rasulullah..!!”, serta poster-poster bertuliskan “Don’t Insult My Prophet”, “Hancur Amerika”, “Prophet Muhammad, Trully We Love You”.

Kepolisian nampak berjaga-jaga mengamankan jalannya demo. Nampak puluhan petugas kepolisian dengan menggunakan atribut lengkap berbaris berjejer membatasi pendemo dengan jalan yang berada tepat di depan Kantor Kedubes AS.

Rencananya aksi demo dari kelompok ABI akan dilanjutkan dengan menyambangi kantor kedutaan besar Perancis.

Seperti diketahui, peredaran film Innocent of Moslems mendapat reaksi keras dari umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebelumnya pada hari senin lalu aksi demo di depan Kedubes AS berakhir ricuh.

Ahlul Bait Indonesia Tuduh Saudi dan Israel Bermain dalam Konflik Sampang

Rabu, 29 Agustus 2012 – 13:44:47 WIB

 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia, Habib Hasan Daliel Alaydrus, menilai ada intervensi asing di balik aksi kekerasan terhadap komunitas Syiah Sampang, Madura, Jawa Timur. Habib Hasan menuding Arab Saudi dan Israel sebagai negara yang bertanggungjawab terhadap terbelahnya umat Islam Indonesia.

“Ada tangan setan yang bermain di Indonesia. Jadi ada upaya untuk membenturkan Syiah dan Sunni di Sampang,” kata Habib Hasan dalam doa bersama Ahlul Bait Indonesia untuk korban Sampang di  Tugu Proklamasi, Jakarta Selatan, Selasa malam (28/8/2012).

Menurut Habib Hasan, Arab Saudi dan Israel punya kepentingan untuk memecah Syiah-Sunni Indonesia. Sebab, kata Habib Hasan, Syiah dan Sunni punya potensi menjadi kekuatan besar yang ditakuti dunia. “Jika dua sayap ini bersatu maka bisa menghadang kekuatan-kekuatan jahat dunia,” terang Habib Hasan.

Habib Hasan mengatakan Syiah-Sunni bukan semata dua aliran dalam Islam. Masing-masing aliran itu, dia menegaskan, mewakili Iran dan Indonesia, dua negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang punya hubungan mesra. “Indonesia mayoritas Sunni sedangkan Iran mayoritas Syiah. Kererasan di Sampang bertujuan untuk memisahkan Iran dan Indonesia. Dua negara ini hendak diadu domba,” kata Habib Hasan.

Habib Hasan menilai Israel jelas ketakutan jika muslim Iran dan Indonesia bersatu. Sedangkan Arab Saudi, kata dia, dikenal sebagai negara yang paling gampang menuduh sesat terhadap aliran Islam yang berseberangan dengan mazhab resmi negara Osama Bin Laden itu, yakni Wahabi. “Di mana posisi Saudi Arabia. Kita sering saksikan mereka main api untuk memecah kaum muslimin dan membid’ahkan (menyesatkan) kelompok lain,” kata dia

ABI melawan Agen Saudi dan Israel yang bermain kacaukan Indonesia

ABI  menuduh pihak-pihak yang mencounter ajaran syiah seperti  Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan MUI Jawa Timur sebagai biang perpecahan umat Islam. Tidak cukup sampai disitu, Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) juga menuduh media-media Islam yang menyampaikan kebenaran sebagai penyebar berita bohong.

Niat ABI melansir berita ini agar umat tidak terpengaruh ajaran teroris wahabi ! Wahabi melaknat dan mencela NU sebagai ahlul bid’ah sesat

“Media seperti Arrahmah,Eramuslim,Hidayatullah dan Voa Al Islam itu jelas sebagai provokator,” kata Sekretaris Jendral DPP ABI, Ahmad Hidayat kepada waryawan,di Gedung Dewan Pers,Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/08/2012) kemarin di Jakarta seperti dikutip hidayatullah.com.

Ahmad menganggap berita-berita yang disuguhkan media tersebut,khususnya soal Syiah di Sampang tidak benar.

Tidak hanya itu, media tersebut juga dicap sebagai corong sekelompok orang yang menebar kebencian dan merusak persatuan bangsa. Hanya saja ABI tak menyebutkan kelompok mana dan organisasi siapa yang dimaksudkan.

Tanpa alasan,  Ahmad juga menyerukan agar pemerintah membredel media-media yang dia maksud.

“Pemerintah melalui Kementrian yang bersangkutan harus segera memblokir situs-situs tersebut.” imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam acara yang sama, Ahmad Hidayat juga menuding MIUMI sebagai agen Zionis.

Selain menganggap organisasi yang didirikan para cendekiawan Muslim tersebut, ABI juga menuduh MUI Jatim salah dalam mengeluarkan fatwa sesat Syiah

ABI dalam sebuah konferensi pers

Tidak puas menuduh Majelis Intelektuan dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan MUI Jawa Timur sebagai biang perpecahan umat Islam, Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) kembali menuding media-media Islam penyebar berita bohong.

“Media seperti Ar-rahmah,Eramuslim,Hidayatullah dan Voa Al Islam itu jelas sebagai provokator,” kata Sekertaris Jendral DPP ABI, Ahmad Hidayat kepada waryawan,di Gedung Dewan Pers,Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/08/2012) kemarin di Jakarta.

Ahmad menganggap berita-berita yang disuguhkan media tersebut,khususnya soal Syiah di Sampang tidak benar.

Tidak hanya itu, media tersebut juga dicap sebagai corong sekelompok orang yang menebar kebencian dan merusak persatuan bangsa. Hanya saja ABI tak menyebutkan kelompok mana dan organisasi siapa yang dimaksudkan.

Ahmad juga menyerukan agar pemerintah membredel media-media yang dia maksud.

“Pemerintah melalui Kementrian yang bersangkutan harus segera memblokir situs-situs tersebut.” imbuhnya.

MIUMI, Sabili, VOA islam.com dan Hidayatullah pendukung SETAN NEJED WAHABi, Agen Zionis dan Pemecah Belah Umat !! MIUMI, Sabili, VOA islam.com dan Hidayatullah sangat anti kepada ahlul bait Nabi SAWSekjen ABI Tuding MIUMI Agen Zionis

Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia ( DPP ABI) mengecam segala pernyataan yang dikeluarkan Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) karena melanggar HAM !

MIUMI bis diseret ke Mahkamah Internasional, Human Right Watch, Komnas HAM dan Komisi HAM PBB karena berupaya melanggar HAM yaitu bidang kebebasan beragama

Menurut ABI, beberapa pernyataan yang dilontarkan MIUMI,termasuk soal syiah di Sampang,Madura bisa memicu pertikaian dan memecah persatuan bangsa.

“MIUMI itu wahabi takfiri,pernyataan dan sikapnya menimbulkan kebencian. Harus diwaspadai,”ucap Sekretaris Jenderal DPP ABI, Ahmad Hidayat,saat menggelar konfrensi pers soal Syiah di Sampang,di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/08/2012).

Selain itu, Ahmad Hidayat juga melontarkan tuduhan  pada lembaga yang baru berdiri kurang dari satu tahun ini

“Kalau ada kelompok seperti MIUMI,ini jelas antek-antek Yahudi, Zionis dan Komunis. Mereka ingin melihat bangsa ini tercabik-cabik,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini DPP ABI mengaku akan melayangkan surat terbuka kepada Presiden. Inti dari surat tersebut yakni, Syiah di Indonesia menginginkan agar pemerintah memberikan perlindungan dan berperilaku adil.

ABI juga menuduh fatwa MUI Jatim sebagai biang kerusuhan Sampang

Tuduhan yang dilontarkan Sekjen organisasi Syiah Ahlul Bait Indonesia, Ahmad Hidayat terhadap Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) sebagai kelompok wahabi takfiri, antek zionis dan komunis.

Kamis, 30 Aug 4012

Tokoh Syi’ah Hasan Daliel Sesalkan MIUMI yang Mengkafirkan Syi’ah

Tokoh Syi’ah yang juga pimpinan dari Ahlul Bait Indonesia (ABI) Hasan Dalil Alaydrus menyesalkan sikap MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) yang telah mengkafirkan kaum Syiah. Padahal, banyak pernyataan dari tokoh nasional dan internasional yang mengatakan, Syiah adalah bagian dari kaum muslimin.

“Mengapa ada sekelompok kecil seperti MIUMI yang mengkafirkan Syi’ah. Agenda siapa yang mereka bawa,” ujar Hasan Dalil di kediamannya.

“Tiba-tiba kita dikejutkan oleh sekelompok anak bangsa menyerang saudaranya sendiri.,” tukas Hasan Dalil yang akrab disapa Habib.

Terkait kasus Sampang, Hasan Dalil mempertanyakan, siapa yang menyerang dan siapa yang diserang. “Yang diserang tak lain adalah saudaranya sendiri sesama muslimin, bahkan masih tetangga dan saudaranya sendiri. Kejadian ini karena ada setan lokal yang bekerjasama dengan setan internasional untuk mempengaruhi beberapa orang untuk bertindak anarkis,” katanya.

Habib Hasan Daliel menegaskan, apa yang terjadi di Sampang, bukanlah pertikaian antara Suni dan Syiah. Karena Suni dan Syiah sama-sama menyakini rukun Islam yang lima, dan rukun Iman yang enam. Bahkan kalimat syahadatnya sama, sholatnya sama-sama 5 waktu, kitab sucinya, yaitu Al-Quran, berpuasa dibulan suci Ramadhan, dan pergi haji ke Makkah. Juga ibadah yang lain seperti zakat, infak, sadaqoh, dan sebagainya.

“Kita akui, di setiap kelompok ada yang beraliran menyimpang, baik itu di Sunni maupun di Syiah. Tetapi hendaknya, jangan digeneralisir dan dipukul rata dengan memvonis Syiah sesat,” ungkapnya.

Dikatakan Hasan Daliel, meski ada perbedaan dalam hal interpretasi, namun persamaannya jauh lebih banyak dari pada perbedaanya. Jika Sunni punya tokoh di level Internasional, begitu juga dengan Syiah. Hasan Dalil mengklaim, bahwa tokoh  Sunni sekalipun mengatakan, bahwa Syiah merupakan bagian dari kaum muslimin. Begitu juga tokoh Syiah yang menganggap kaum Sunni sebagai saudaranya.

Lebih jauh Hasan Daliel menjelaskan, ada penyataan sikap dalam Konferensi Islam Internasional’ di Amman-Yordania pada tahun 2005, yakni: bahwa mazhab di dunia Islam ada delapan, meliputi: Ahlussunnah Wal Jamaah (terdiri dari Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali), lalu dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), dan dua mazhab lagi (Ibadi dan Zhahiri). Semua mazhab ini adalah muslim dan bagian dari umat Rasulullah Saw.

Selanjutnya, pengurus ABI ini  menyebut nama-nama tokoh Islam dari kalangan Sunni yang tidak mengkafirkan Syiah, dan tidak pernah ada masalah dengan Syiah. , Sebut saja seperti KH. Said Aqil Siraj (Ketua Umum PBNU), KH. Sholahuddin Wahid (tokoh NU), Prof. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhamadiyah), Habib Rizieq Shihab (Ketua Umum FPI), Jos Rizal (MER-C).

miumi Jika MUI Lamban, MIUMI Bisa Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Ya ahlulbait, kami dizalimi..

Setelah memasukkan ratusan ribu tentara kafir najis AS ketanah suci Mekkah pada masa Perang Teluk I menghancurkan muslimin Irak maka kini gerakan Neo wahabi mengulah lagi

Setelah membantu Saddam Hussein membantai warga Iran dalam perang Irak Iran yang membuat 1 juta orang tewas maka kini wahabi mengulah lagi

Niatan kader kader kader NU dan Muhammadiyah untuk mengantarkan ketua Umumnya menuju kursi CAPRES RI 2014 terus dijegal sejumlah pihak.. Ada 2,5 juta kaum syi’ah indonesia yang terheran heran dengan aksi terselubung ini.. Wow, politik memang halus nan licin

Dalam pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Selasa (27/3) Delegasi dari MIUMI, Ustadz Farid Ahmad Okbah di dihadapan sejumlah petinggi MUI, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan Syiah di Indonesia

“Melihat awal perkembangan Syiah di Indonesia, pertama kali muncul dari Bangil, Madura, Jawa Timur.  Saya sendiri orang Bangil. Kita mengetahui, dalam menyebarkan paham Syiah di Indonesia, para penggeraknya berdalih menggalang persaudaran diantara umat Islam, namun didalamnya mengandung visi-misi Syiah. Jika dulu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kini mulai terang-terangan, contohnya seperti YAPI di Jawa Timur yang dikenal sebagai pusat dakwah dan kaderisasi Syiah,” ujar Ustadz Farid menjelaskan.

Tak dipungkiri, untuk menciptakan kader ulama Syiah, mereke mengutus kadernya untuk belajar ke Syiria, Irak dan Iran, termasuk ke Bangil, Jawa Timur. Ketahuilah, suara ukhuwah Islamiyah adalah kaum Syiah untuk menggalang dukungan dari umat Islam Ahli Sunnah. Sebagai contoh,  tulisan Haidar Bagir di harian Republika yang berjudul “Menuju Persatuan umat”. Tulisan Haidar Bagir pun mendapat tanggapan dari Fahmi Salim dan Prof Baharun di harian yang sama. Dengan licik, Haidar Bagir memasang iklan Yayasan Muslim Islam Bersatu sebagai bentuk propaganda terselubung.

Menurut Ustadz Farid, perkembangah Syiah di Indonesia telah dikukuhkan oleh oleh Gus Dur pada tahun 2000 dengan berdirinya IJABI (Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia). Kata Gus Dur, Syiah itu seperti wanita hamil, yang kini telah lahir sebagai ormas resmi kaum Syiah.

Kemudian tahun 2011, pemerintahan SBY juga mengakui keberadaan ABI (Ahlu Bait Indonesia), dimana Departemen Dalam negeri telah menerima ABI sebagai ormas baru kaum Syiah. Kini, sudah ada dua ormas Syiah: IJABI dan ABI. Meski keduanya, dikabarkan, telah berseberangan pendapat.

Yang mencemaskan Ustadz Farid adalah ternyata gerakan Syiah bukan hanya sebatas pemikiran atau lewat buku, tapi telah menggunakan media-media pemerintah. Di Bandung, pernah diadakan bedah Syiah, dimana Prof  Mohammad Baharun menjadi narasumbernya. Ketika itu, panitia yang menyelenggarakan bedah Syiah sempat mendapat tekanan dari polisi atas permintaan dari IJABI yang ingin cara tersebut dibubarkan. Yang jelas, hal sepert ini terjadi di banyak tempa

Hal yang harus diwaspadai, kata Ustadz Farid, kini mulai banyak anak muda Indonesia yang dicuci otaknya oleh pemahaman Syiah.  Bayangkan, sudah ratusan yayasan  Syiah ada di negeri ini, bahkan mereka membentuk lembaga advokasi, (LBH Universaliyah). Ini menunjukkan Syiah sudah menggurita. “Karena itu, kita harus melakukan langkah kongkrit. Mengingat gerakan Syiah di daerah semakin masif, yang dilakukan oleh gerakan Syiah yang militan dan terdidik.Ini menjadi tantangan dakwah kita semua.”

Oknum MUI berniat mengkudeta KH.Said Aqil Siraj dan Prof.Dr. Dien Syamsuddin dari kursi CAPRES 2014

Gerakan anti syi’ah di tubuh NU dan Muhammadiyah tidak lebih dari upaya merebut kursi ketua Umum NU dan merampas kursi ketua Umum Muhammadiyah…

MIUMi bergerak cepat sebelum 2014, di back up oknum MUI Pusat melakukan trik trik murahan ini..

Farid Ahmad Okbah juga menyesalkan, DMI yang jelas-jelas Sunni, telah kecolongan dan kesusupan gerakan Syiah. Melihat media internal DMI Tabloid Jumat dalam beberapa edisi, penyusup Syiah itu jelas-jelas menjadikan Tabloid Jumat sebagai corong Syiah.

“Corong Ahlus Sunnah Wal Jamaah pun dijadikan Corong Syiah atas nama ukhuwah. Bahkan ada oknum DMI yang bekerjasama IJABI dengan membentuk Muhsin, dimana Jalaluddin Rahmat sebagai perintisnya. Padahal, Ketua Umum DMI menyatakan penolakannya terhadap Syiah,” kata Ustadz Farid.

Gerakan Syiah juga menggalang kekuatan Ahlu Sunnah di Masjid Sunni al Azhar Kalimalang, dengan cara  membagikan buletin Jum’atan.

MIUMI mengetahui,  tanggal 20 Februari 2011 lalu, MUI Pusat kedatangan tamu dari Iran. “Saya diundang oleh pengurus MUI. Saat itu saya tunjukkan data, bahwa ulama sunni di Iran di penjara dan ditekan. Bahkan, ada penghancuran masjid Sunni di Mashad oleh Pemerintah Iran.

Farid sangat menyesalkan setiap ulama Sunni yang membela Sunni akan dituduh pemecah belah umat, wahabi dan agen zionis.Termasuk dirinya yang difitnah pemecah belah umat dan agen zionis. Seorang Sunni Yusuf Qaradahwi yang mendambakan ukhuwah Islamiyah, kini mulai kecewa dengan Syiah. “Bahkan MIUMI terkena getahnya. MIUMI dikatakan sesat menyesatkan oleh sebuah blog milik Syiah.”

Sejarah NU adalah sejarah perlawanan terhadap kaum Wahabi. Seperti dituturkan KH Abd. Muchith Muzadi, sang Begawan NU dalam kuliah Nahdlatulogi di Ma’ had Aly Situbondo dua bulan yang silam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan atas dasar perlawanan terhadap dua kutub ekstrem pemahaman agama dalam Islam. Yaitu: kubu ekstrem kanan yang diwakili kaum Wahabi di Saudi Arabia dan ekstrem kiri yang sekuler dan diwakili oleh Kemal Attartuk di Turki, saat itu. Tidak mengherankan jika kelahiran Nahdlatul Ulama di tahun 1926 M sejatinya merupakan simbol perlawanan terhadap dua kutub ekstrem tersebut.

Jakarta –

Niatan kader kader kader NU dan Muhammadiyah untuk mengantarkan ketua Umumnya menuju kursi CAPRES RI 2014 terus dijegal sejumlah pihak.. Ada 2,5 juta kaum syi’ah indonesia yang terheran heran dengan aksi terselubung ini.. Wow, politik memang halus nan licin

KH.Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa lambatnya fatwa MUI pusat terkait masalah kesesatan ajaran Syi’ah, dipengaruhi banyak faktor internal, pihak-pihak yang berada di dalam MUI sendiri. Salah satunya perihal kedekatan ideologis orang-orang tertentu di MUI dengan ajaran syi’ah, padahal MUI sendiri adalah lembaga ulama sunni.

“Ada SUSI juga, SUSI itu adalah Sunni-Syi’i, kajian Syi’ah ini agak ruwet sedikit jadinya” kata Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, selasa (27/3).

Oleh Karena itu, Kiyai Ma’ruf meminta maaf kepada umat Islam kalau fatwa tentang Syiah hingga sekarang belum juga keluar. “Minta maaf kalau MUI agak lambat. Di MUI ada kesulitan menghadapi kelompok SUSI”, tandasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa, MUI adalah lembaga Ahlus Sunnah wal jama’ah bukan syi’ah.

“MUI itu sunni, jadi jangan khawatir” tegasnya menepis keragu-raguan akibat lambatnya fatwa tentang syi’ah.

Sementara terkait fungsi MUI sebagai wadah pemersatu umat (tauhidil ummah), MUI akan mentolerasi perbedaan yang memang bersifat berbeda (al Mukhtalafu fiihi).“Perbedaan ditolerasi, penyimpangan diamputasi”, katanya.

Meski demikian MUI juga menyadari bahwa upaya penyatuan umat juga tidak mudah. “Tauhidul ummah itu susah sekali, ini satu pekerjaan supaya ada kesatuan gerakan (tauhidul harakah)“, tandasnya.

“Untuk perbedaan NU dan Muhammadiyah itu harus ditoleransi, namun untuk urusan aqidah Syiah ini harus diamputasi,” jelasnya diiringi gemuruh takbir seiisi ruangan rapat.

Senada dengan KH Ma’ruf Amin, Sekjen MUI Pusat, Drs. HH. Ichwan Sam mengatakan MUI kali akan segera mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dengan bukti yang tak terbantahkan.

“MUI akan mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah ini, namun kami akan melakukan riset dan investigasi untuk menampung semua data bukan hanya dari MIUMI saja, agar fatwa ini benar benar memiliki alasan dan bukti yang tidak terbantahkan,” jelasnya kepada hidayatullah.com usai acara silaturrahmi tersebut.*

E-mail Cetak PDF

Jakarta –

Umar Shihab Tinggalkan Rapat karena Wahabi cuma Tukang Semir Sepatu AS/Israel

Ada yang menarik dalam pertemuan antara MIUMI dengan MUI, Selasa (27/3) kemarin.

Di saat bersamaan hadir pula Umar Shihab, salah seorang ketua MUI yang memang terkenal pro terhadap Syiah. Umar Shihab pun begitu seksama mendengarkan paparan Ustadz Farid Okbah. Namun lama kelamaan Umar Shihab memilih keluar dari ruangan rapat ditengah para pengurus lainnya setia mendengarkan. Tadinya para wartawan menduga, Umar hanya keluar untuk kepentingan sementara, namun hingga usai pertemuan pada pukul 12.30, wajah Umar Shihab tidak kunjung muncul.

Tidak ada keterangan resmi mengapa Umar Shihab memilih meninggalkan ruangan. Para wartawan yang setia menunggunya pun tidak bisa mengkonfirmasi terkait hal ini.

Sebelumnya, salah seorang ketua MUI, KH Anwar Abbas mengatakan umat Islam perlu mewaspadai beasiswa-beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Iran. Sebab melalui beasiswa pendidikan itulah, Syiahisasi dilakukan. “Saya yakin kalau mereka kembali sudah berubah jadi Syiah,” katanya.

Tokoh Muhammadiyah itu lantas bercerita pengalaman Profesor Amir Syarifudin ke Iran. “Saat berkunjung ke Iran, Prof Amir Syamsuddin bertanya kamu masih Sunni atau sudah Syiah? Mahasiswa itu menjawab, ya sudah Syiah donk Pak,” kata Kiyai Anwar Abbas menirukan jawaban mahasiswa.

Kyai Anwar juga mencium aroma penjinakan yang dilakukan pemerintah Iran kepada tokoh-tokoh Islam Indonesia dengan cara mengundang mereka datang ke Iran. “Saya sudah mencium, kita kalau diundang ke sana dalam rangka penjinakan,” tambahnya

Sejarah NU adalah sejarah perlawanan terhadap kaum Wahabi. Seperti dituturkan KH Abd. Muchith Muzadi, sang Begawan NU dalam kuliah Nahdlatulogi di Ma’ had Aly Situbondo dua bulan yang silam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan atas dasar perlawanan terhadap dua kutub ekstrem pemahaman agama dalam Islam. Yaitu: kubu ekstrem kanan yang diwakili kaum Wahabi di Saudi Arabia dan ekstrem kiri yang sekuler dan diwakili oleh Kemal Attartuk di Turki, saat itu. Tidak mengherankan jika kelahiran Nahdlatul Ulama di tahun 1926 M sejatinya merupakan simbol perlawanan terhadap dua kutub ekstrem tersebut.

Itulah doktrin NU kepada anNahdhiyyin, menyerukan Jihad memerangi tukang semir sepatu AS/israel

Konsep NU memandang wahaby adalah sekte yang membahayakan Islam berdasarkan prinsip prinsip telaah pemahaman NU tentang Agama.

wahabi doktrin yang membahayakan Umat  justru bisa memecah belah Umat menjadi berkeping keping seperti pecahan kaca yang berserakan di jalan. Tatapan amarah dan buas terhadap Wahabi mencerminkan NU yang pernah hidup Tenpo doeloe, masa lahirnya orma islam, sebelum lahirnya NU itu sendiri.

Sejarah itu terulang kembali sebagai episode dari “kebencian” yang tidak tercapai sejak tahun 1912. Penghujatan terhadap “wahabi” merupakan “bara api” yang tersimpan dan terasa selama puluhan tahun. Kini saatnya NU menjadi pemuja perdamaian ala ke-NU-an dengan berdamai dengan syiah, tentunya merupakan Usaha NU yang paling sepaktakuler di abad ini memerangi pemahaman Islam yang dirasakan merongrong NU.

Terkait insiden bentrokan Sunni-Syiah jilid 2 di Karang Gayam Omben, Kab. Sampang Madura, DPP ABI melalui Ketua Umum nya Hassan Dalil Alaydrus dinilai Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) telah melakukan lakukan fitnah dan pembohongan publik

MIUMI hanyalah kaki tangan wahabi yang pro Arab Saudi, tujuan mereka cuma uang real saudiIslam itu hanya ada dua macam, yaitu :
1. Syiah Muawiyah, yang telah diplopori oleh ; 14 Dhalimin Bani Umayah dan diteruskan oleh Bani Abasiyah dan Osmaniyah dan kelompok ini terdiri dari
a. Mazhab Maliki,
b. Mazhab Hanafi,
c. Mazhab Syafe’i,
d. Mazhab Hambali,

2. Syiah Ali, dinaungi oleh 14 Maksumim, yaitu dari Muhammad s/d Muhammad al Mahdi atau Muntazhar, terdiri dari : Syiah Itsna Asyaroh (12 Imam) yang Al Haq.

Nah, tolong antum mintakan ke Oki agar Shahih Buchori dan Muslim agar dicabut dari peredaran agar bisa dihapus dulu tentang :

1. Hadist tentang Islam akan jaya sampai hari kiamat dan kalian akan dipimpin oleh 12 Amir atau Khlaifah, sementara fakta lapangan ga bisa dibuktikan, malah ini dituduhkan sisipan Syiah. Kan, gampang saja kalau kalian merasa benar 100%, semestinya bisa lakukan dan aku bisa bertaruh yang mampu menghilangkan hadist ini, pasti Wahabi atau Sarafi (orang-orang yang agak sarap/gila)

.

2.Tentang sergahan Umar bin Khatab kepada Guru dan Imam Agung untuk tidak berwasiat apapun, ketika detik-detik akhir menjelang wafatnya Rosul, dimana harapan beliau agar umat tak tersesat. Karena hal ini tidak terlaksana, malah jasadnya beliau tergeletak selam 3 (tiga) hari, mengingat akan dilakukan PILKADA untuk menggantikan Kepemimpinan Rosul, yang artinya Jasad Rosul ini tak ada artinya apa-apa dan Umat mengamini hal ini tanpa mampu mengkritisinya, yang berarti Nilai Sahab lebih besar dari Nilai Rosul sendiri. Tahukah Wahai manusia apa konsekwensinya wasiat tidak terealisir yang berartti KESESATANLAH yang akan dimiliki oleh sebagian besar Umat ini

3. Qs. An-Nisa 59 sudah dieliminir oleh pernyataan Salah satu Imam NON SYIAH (Namanya cukup aku saja yang tahu, karena cukup banyak buku yang harus kubaca), yatu :

“Pemimpin adalah Orang yang telah mengalahkan musuhnya (Husein) dengan pedangnya, baikl dia (pemimpin) itu fasik ataupun Mukmin”,

Jadi nilai si bedebah Yazid itu lebih Mulia dari Keluarga Rosul dan aku akan tamsilkan An-Nisa 59, adalah Bila ketika penciptaan awal Syeitan harus tunduk/sujud ke Adam, maka ketika Keluarga Rosul (Calon Pemimpin anak-anak muda di Surga) terbantai, maka ketika ini terjadi maka Anak Adam harus sujud ke Bani Syeitan al Kabir”,

mungkinkah seperti ini, coba terawang pakai akal waras : Allah Mahakudus, Rosul adalah Maksum, maka Ulil Amri minkum adalah para imam syi’ah , jika memegang ulil amri minkum sunni maka mungkinkah jika kita perpedoman pada pemimpin bejat dan tak bermoral untuk melindungi Al-Qur’an yang suci ini tanpa diobok-obok dulu pemahamannya, sementara matan al-Qur’an sedikitpun tak mungkin terdistorsi.Hujah apa yang kalian punya, dan jawablah secara Ilmiah bukan bacot kaya anak ingusan yang idiot wahai MIUMI

Para intelektual dan ulama muda se-Indonesia yang tergabung dalam Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)

Ketua MIUMI Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Sekjen MIUMI, Bachtiar Nasir Lc. MM.

MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) sesat menyesatkan !!! Ngga ngerti syi’ah

Siaran Pers MAJELIS INTELEKTUAL DAN ULAMA MUDA INDONESIA (MIUMI) karena keawaman ilmu saja
miumi Jika MUI Lamban, MIUMI Bisa Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

PDF

Sabili Majalah Anti Syi’ah ! Luar Biasa Syi’ah dihantam Sabili

Jumat, 10 Juni 2011 16:49 yudy
E-mail Cetak PDF

CyberSabili-Jakarta. Pasca Deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah di Masjid Al Akbar, Jakarta (20/5/2011. Kalangan mayoritas Sunni di Indonesia menolak deklarasi bersatunya Sunni-Syiah itu. Namun, sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai kumpulan ulama yang mayoritas berpaham Sunni, tidak memiliki fatwa kesesatan Syiah.

“Pada tahun 1984, MUI hanya mengeluarkan himbauan paham Syiah. Yang Saat itu ditandatangani oleh Prof Ibrahim Hosen,” papar Ketua MUI KH Kholil Ridwan pada diskusi tentang ajaran Syiah di Masjid Al-Furqan, Komplek Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta (10/6/2011).

Dikatakan Kholil, anggota MUI bersifat heterogen sehingga banyak kepentingan yang diakomodir, salah satunya ada yang membela kepentingan Syiah. ”Di MUI ada ulama yang membela kepentingan Syiah sehingga tidak ada fatwa sesat Syiah,” katanya

.

Peluncuran Buku Putih Syiah

Quraisy Shihab: Syiah Puluhan, Tidak Bisa Dipungkiri ada yang Sesat

Rabu, 19 September 2012

Hidayatullah.com merupakan web yang luar biasa menghantam syi’ah ! Itu fakta

Bertempat di Gedung Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu, Kav 34 Jakarta Selatan, Selasa kemarin (18/09/2012), Ahlul Bait Indonesia (ABI) mengadakan seminar “Menuju Kesepahaman dan Kerukunan Umat Islam”. Acara seminar  tersebut sekaligus menandai peluncuran buku Syiah berjudul “Buku Putih Mazhab Syiah Menurut Ulama Syiah yang Muktabar” yang dirumuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI.

Prof.Dr Quraisy Shihab yang menjadi keynote speaker, mengatakan, buku itu sebagai upaya untuk meluruskan dan mengenalkan apa dan siapa Syiah sebenarnya. Direktur Pusat Studi Al-Qur’an ini menilai bahwa apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah karena kesalahpahaman.

“Tidak bisa ada persamaan kalau tidak ada kesepahaman, tidak ada kesepahaman kalau tidak ada pemahaman atas diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.

Prof. Quraisy mengakui bahwa Syiah banyak kelompoknya. Ia juga mengakui bila memang ada juga Syiah yang sesat.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa Syiah itu banyak kelompoknya. Syiah ada puluhan. Kita tidak bisa memungkiri ada Syiah yang sesat, bahkan ada juga kelompok Syiah yang menyesatkan Syiah lain,” jelasnya.

Ia juga berpendapat bahwa bersatu dalam akidah, perumusannya tidak harus sama.

Acara yang dihadiri oleh ormas-ormas seperti NU dan Muhammadiyah itu juga dihadiri oleh Dr. Umar Shahab, Ketua Dewan Syuro ABI dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Shadra, Masdar F. Mas’udi (PBNU), tokoh Syiah yang juga Direktur Moderat Institute Dr. Muhsin Labib serta Prof. Dr. Zainun Kamal, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Muhsin Labib yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut berpendapat soal wilayatul faqih yang ada dalam ajaran Syiah.

Wilayatul faqih sama saja dengan kepausan. Kita tidak apa-apa sama dengan Kristen, karena mereka adalah Ahlul Kitab. Hubungan wilayatul faqih adalah pertanggungjawaban keagamaan Syiah, tapi itu tidak berarti menghilangkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya.

Muhsin yang juga lulusan Hauzah Ilmiah Qom, Republik Iran ini mengakui bahwa selama ini Syiah sering tidak diberi hak jawab.

“Ini saatnya Syiah membuka diri, jangan sampai kita dianggap tidak mau membuka diri. Kita tidak benar-benar eksklusif hanya sering tidak diberi hak jawab,” akunya.

Dalam paparannya, ia juga sempat menyinggung bila bahwa NU adalah proses upaya untuk menggabungkan Sunni-Syi’ah dan juga menuduh fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan Syiah sebagai ‘legalisasi untuk membunuh”.*

Fitnah VOA ISLAM.COM kepada syi’ah sudah kelewatan

JAKARTA (voa-islam.com) kerap menyerang syi’ah, namun faktanya baca dibawah ini :

…………………………………………………………..

Foto-foto Persekutuan Arab Saudi dengan Inggris dan AS:

Oleh pengikut Salafi, itu dianggap fitnah keji.

kitab sejarah pembunuhan wahabi

kitab sejarah pembunuhan wahabi

FAKTA SEJARAH MEMBUKTIKAN KEZALIMAN WAHHABI DI MEKAH AL-MUKARRAMAH MEMBUNUH UMAT ISLAM BERDASARKAN BUKU SEJARAH WAHHABI SENDIRI

(Edisi Sejarah HITAM Wahhabi Di Mekah Al-Mukarramah)

Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya disana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803M : 1218H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy ‘Asyar. Manakala pengkaji sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:

KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA MEKAH:-

- Pada bulan Muharram 1220H bersamaan 1805M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji.

- Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.

- Penduduk Mekah kelaparan kerana keadaan begitu zalim dilakukan oleh Wahhabi sehingga kanak-kanak mati kelaparan berkelimpangan mayat-mayat mereka.

- Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keldai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.

( RUJUK FAKTA SEJARAH DI ATAS YANG DINYATAKAN TADI DALAM KITAB PENGKAJI WAHHABI SENDIRI BERNAMA UTHMAN IBNU BASYIR AL-HAMBALY AN-NAJDY DALAM KITABNYA BERJUDUL ‘INWAN AL-MAJDY FI TARIKH NAJAD JUZUK 1 MUKASURAT 135, RUJUK JUGA KITAB YANG TELAH DISCAN DI ATAS ).

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab sangat kontroversial. Ada yang menyukai. Ada juga yang membencinya. Pengikutnya, kelompok Muwahhidun atau sekarang menamakan dirinya Salafi (oleh lawannya disebut Wahabi), Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai Pejuang Tauhid yang memurnikan Islam. Namun oleh lawannya, Muhammad bin Abdul Wahhab disebut sebagai sosok yang ekstrim.

Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung ‘Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang.

Beliau meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah mengabdikan diri selama lebih 46 tahun dalam memangku jabatan sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi .

Nama lengkapnya: Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi al-Hambali an-Najdi. Syekh Abdul Wahab tergolong Banu Siman, dari Tamim. Pendidikannya dimulai di Madinah yakni berguru pada ustadz Sulaiman al-Kurdi dan Muhammad Hayat al-Sind. Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah pendiri kelompok Wahabi yang mazhab fikihnya dijadikan mazhab resmi kerajaan Saudi Arabia, hingga saat ini.

Di situs Arrahmah disebut:

Gerakan al-Muwahhidun atau yang kini sering disebut sebagai gerakan “wahabi” ini menjadi ancaman bagi kekuasaan Inggris di daerah perbatasan dan Punjab sampai 1871. Ketika itu pemerintah Inggris bersekongkol untuk mengeluarkan ‘fatwa’ guna memfitnah kaum Wahhabi sebagai orang-orang kafir.

Sebetulnya jika kita teliti sejarah, justru Muhammad Bin Abdul Wahhab bersama dengan Ibnu Saud dibantu dengan dana dan senjata oleh Pemerintah Inggris guna melawan Kekhalifahan Islam Turki Usmani. Foto bareng Muhammad Bin Abdul Wahhab dengan Ibnu Saud dan juga Jenderal Inggris, Sir Percy Cox, merupakan satu bukti.

Tidak ada catatan sejarah yang menuliskan Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Ibnu Saud atau Arab Saudi berperang melawan Inggris. Semua melawan ummat Islam seperti pasukan Pemerintah Khalifah Turki Usmani.

Sebaliknya, banyak sekali tulisan atau pun foto-foto yang mengungkap kerjasama Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Ibnu Saud bekerjasama dengan Inggris.

Muhammad bin Abdul Wahhab pendiri aliran Muwahhidun atau Salafi (Wahabi)

Dari situs Isnet yang pro Wahabi disebut bagaimana Muhammad bin Abdul Wahhab berdakwah dengan pedang atau perang sebagaimana Nabi Muhammad SAW. Namun jika Nabi Muhammad SAW itu memerangi orang-orang kafir bersama orang-orang yang beriman, Muhammad bin Abdul Wahab justru memerangi ummat Islam yang dia tuduh sebagai Musyrik atau Kafir dengan bantuan persenjataan Inggris seperti senapan dan peluru:

Demikianlah perjuangan Tuan Syeikh yang berawal dengan lisan, lalu dengan pena dan seterusnya dengan senjata, telah didukung sepenuhnya oleh Amir Muhammad bin Saud, penguasa Dar’iyah.

Beliau memulakan jihadnya dengan pedang pada tahun 1158 H. Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang da’i ilallah, apabila tidak didukung oleh kekuatan yang mantap, pasti dakwahnya akan surut, meskipun pada tahap pertama mengalami kemajuan. Namun pada akhirnya orang akan jemu dan secara beransur-ansur dakwah itu akan ditinggalkan oleh para pendukungnya.

Oleh kerana itu, maka kekuatan yang paling ampuh untuk mempertahankan dakwah dan pendukungnya, tidak lain harus didukung oleh senjata. Kerana masyarakat yang dijadikan sebagai objek daripada dakwah kadangkala tidak mampan dengan lisan maupun tulisan, akan tetapi mereka harus diiring dengan senjata, maka waktu itulah perlunya memainkan peranan senjata. Alangkah benarnya firman Allah SWT [Al Hadiid}:

Namun semua itu tidak mungkin berjalan dengan lancar dan stabil tanpa ditunjang oleh kekuatan besi (senjata) yang menurut keterangan al-Qur’an al-Hadid fihi basun syadid iaitu, besi waja yang mempunyai kekuatan dahsyat. Iaitu berupa senjata tajam, senjata api, peluru, senapang, meriam, kapal perang, nuklear dan lain-lain lagi, yang pembuatannya mesti menggunakan unsur besi.

Sungguh besi itu amat besar manfaatnya bagi kepentingan umat manusia yang mana al-Qur’an menta’birkan dengan Wama nafiu linasi iaitu dan banyak manfaatnya bagi umat manusia. Apatah lagi jika dipergunakan bagi kepentingan dakwah dan menegakkan keadilan dan kebenaran seperti yang telah dimanfaatkan oleh Tuan Syeikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab semasa gerakan tauhidnya tiga abad yang lalu.

Orang yang mempunyai akal yang sihat dan fikiran yang bersih akan mudah menerima ajaran-ajaran agama, sama ada yang dibawa oleh Nabi, maupun oleh para ulama. Akan tetapi bagi orang zalim dan suka melakukan kejahatan, yang diperhambakan oleh hawa nafsunya, mereka tidak akan tunduk dan tidak akan mau menerimanya, melainkan jika mereka diiring dengan senjata.

Demikianlah Tuan Syeikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam dakwah dan jihadnya telah memanfaatkan lisan, pena serta pedangnya seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, di waktu baginda mengajak kaum Quraisy kepada agama Islam pada waktu dahulu.

.

Arab Saudi bukanlah negara pembuat/industri senjata. Oleh karena itu senjata canggih mereka dapatkan dari sekutunya, Inggris, guna melawan Turki.

Sama sekali tidak ada peperangan melawan Inggris. Yang ada adalah peperangan dengan ummat Islam dari Thaif, Mekkah, dan Madinah. Berikutnya dengan Turki dan Mesir:

Berangkatlah Imam Saud bin ‘Abdul ‘Aziz menuju tanah Haram Mekah dan Madinah (Haramain) yang dikenal juga dengan nama tanah Hijaz.

Mula-mula beliau bersama pasukannya berjaya menawan Ta’if. Penaklukan Ta’if tidak begitu banyak mengalami kesukaran kerana sebelumnya Imam Saud bin ‘Abdul ‘Aziz telah mengirimkan Amir Uthman bin ‘Abdurrahman al-Mudhayifi dengan membawa pasukannya dalam jumlah yang besar untuk mengepung Ta’if. Pasukan ini terdiri dari orang-orang Najd dan daerah sekitarnya. Oleh kerana itu Ibnu ‘Abdul ‘Aziz tidak mengalami banyak kerugian dalam penaklukan negeri Ta’if, sehingga dalam waktu singkat negeri Ta’if menyerah dan jatuh ke tangan Wahabi.

Di Ta’if, pasukan muwahidin membongkar beberapa maqam yang di atasnya didirikan masjid, di antara maqam yang dibongkar adalah maqam Ibnu Abbas r.a. Masyarakat tempatan menjadikan maqam ini sebagai tempat ibadah, dan meminta syafaat serta berkat daripadanya.

Dari Ta’if pasukan Imam Saud bergerak menuju Hijaz dan mengepung kota Mekah. Manakala gabenor Mekah mengetahui hal ehwal pengepungan tersebut (waktu itu Mekah di bawah pimpinan Syarif Husin), maka hanya ada dua pilihan baginya, menyerah kepada pasukan Wahabi atau melarikan diri ke negeri lain. Ia memilih pilihan kedua, iaitu melarikan diri ke Jeddah. Kemudian, pasukan Saud segera masuk ke kota Mekah untuk kemudian menguasainya tanpa perlawanan sedikit pun.

Tepat pada waktu fajar, Muharram 1218 H, kota suci Mekah sudah berada di bawah kekuasaan muwahidin sepenuhnya.

Lihat bagaimana para “Muwahhidun” atau Salafi memerangi ummat Islam sehingga jatuh banyak korban di kalangan ummat Islam. Pemerintah Kekhalifahan Islam Turki pun lemah sehingga bisa dikalahkan Inggris:

Setelah lapan tahun wilayah ini berada di bawah kekuasaan Imam Saud, pemerintah Mesir bersama sekutunya Turki, mengirimkan pasukannya untuk membebaskan tanah Hijaz, terutama Mekah dan Madinah dari tangan muwahidin sekaligus hendak mengusir mereka keluar dari daerah tersebut.

Adapun sebab campurtangan pemerintah Mesir dan Turki itu adalah seperti yang telah dikemukakan pada bahagian yang lalu, iaitu kerana pergerakan muwahidin mendapat banyak tentangan dari pihak musuh-musuhnya, sama ada ianya dari pihak dalam Islam sendiri ataupun dari luarnya, yang mana tujuan mereka sama iaitu untuk memulau dan memadamkan api gerakan dakwah salafiyyah. Oleh kerana musuh-musuh gerakan salafiyyah tidak mempunyai kekuatan yang memadai untuk menentang pergerakan Wahabiyah, maka mereka menghasut pemerintah Mesir dan Turki dengan menggunakan nama agama, seperti yang telah diterangkan pada bahagian yang lalu. Maka menyerbulah pasukan Mesir dan Turki ke negeri Hijaz untuk membebaskan kedua-dua kota suci Mekah dan Madinah dari cengkaman kaum muwahiddin, sehingga terjadilah peperangan di antara Mesir bersama sekutunya Turki di satu pihak menentang pasukan muwahidin dari Najd dan Hijaz di pihak lain. Peperangan ini telah berlangsung selama tujuh tahun, iaitu dari tahun 1226 hingga 1234 H.

Dalam masa perang tujuh tahun itu tidak sedikit kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak, terutama dari pihak pasukan Najd dan Hijaz, selain kerugian harta benda, tidak sedikit pula kerugian nyawa dan tubuh manusia

Dari tulisan di website Isnet yang pro Wahabi kita paham bahwa dengan dalih membersihkan Islam dari kemusyrikan dan kekafiran, Wahabi menyerang ummat Islam di Thaif, Mekkah, Madinah, dsb. Banyak ummat Islam yang jadi korban. Ada satu pertanyaan, jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah disebut Musyrik dan Kafir, di mana ummat Islam yang lurus?

Bagaimana ummat Islam diperangi dan dibunuh sementara kaum kafir Inggris justru aman dari tangan mereka? Sejalankan tindakan kaum Salafi dengan firman Allah di bawah?

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..” [Al Fath 29]

“..kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir..” [Al Maa-idah 54]

Dari situs Arrahmah.com disebut:

Perjuangan tauhid beliau terkristalisasi dalam ungkapan la ilaha illa Allah. Menurut beliau, aqidah atau tauhid umat telah dicemari oleh berbagai hal seperti takhayul, bid’ah dan khurafat (TBC) yang bisa menjatuhkan pelakunya kepada syirik. Aktivitas-aktivitas seperti mengunjungi para wali, mempersembahkan hadiah dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan keuntungan atau kesusahan, mengunjungi kuburan mereka, mengusap-usap kuburan tersebut dan memohon keberkahan kepada kuburan tersebut. Seakan-akan Allah SWT sama dengan penguasa dunia yang dapat didekati melalui para tokoh mereka, dan orang-orang dekat-Nya. Bahkan manusia telah melakukan syirik apabila mereka percaya bahwa pohon kurma, pepohonan yang lain, sandal atau juru kunci makam dapat diambil berkahnya, dengan tujuan agar mereka dapat memperoleh keuntungan.

Menurut Muhammad bin Abdul Wahhab, ummat Islam sekarang lebih musyrik daripada kaum kafir Mekkah yang menyembah berhala serta ingkar kepada Allah, Al Qur’an, dan Nabi Muhammad.

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Qawaidul Arba’ berkata, “Kaum musyrikin pada zaman kita ini lebih besar kesyirikannya dari pada (kaum musyrikin) terdahulu, karena (kaum musyrikin) dahulu berbuat syirik (ketika) keadaan senang dan mereka ikhlas dalam keadaan susah. Sementara kaum musyrikin zaman kita, kesyirikan mereka terus-menerus dalam keadaan senang maupun susah, dan dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (Al Ankabut: 65)
.

Surah Al-’Ankabut adalah surah ke-29 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah. Dinamai Al-’Ankabut berhubung terdapatnya kata Al-’Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, dimana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu’aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Jadi jika dengan memakai ayat-ayat Al Qur’an yang diperuntukkan kepada orang2 kafir Mekkah kepada ummat Islam bahkan menyatakan ummat Islam lebih syirik daripada orang2 musyrik tersebut apalagi sampai membantai sesama Muslim, itu tidak selaras dengan ajaran Islam.

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Janganlah kita sembarang menuduh sesama Muslim Syirik atau nama lain yang tidak menyenangkan (Al Hujuraat 11-12)

Saat ini ada 7 milyar manusia di mana ummat Islam cuma 1,3 milyar. Harusnya ayat2 kemusyrikan tsb ditujukan pada orang2 kafir yang masih menyembah selain Allah dan berhala seperti Hindu, Budha, Kristen, dsb. Bukan orang2 Islam.

Ingin meluruskan Tauhid dan membersihkan Syirik bagus. Tapi lakukan dengan cara
yang benar.

Muhammad bin Abdul Wahhab terlalu su’u zhon atau berprasangka buruk terhadap ummat Islam. Orang yang melakukan ziarah kubur, ditudingnya sebagai penyembah kuburan atau musyrik. Padahal ziarah kubur itu adalah sunnah Nabi:

Dari Buraidah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Saya telah pernah -dahulu- melarang engkau semua perihal ziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah ke kubur itu!” (Riwayat Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: “Maka barangsiapa yang hendak berziarah kubur, maka baiklah berziarah, sebab ziarah kubur itu dapat mengingatkan kepada akhirat.”

Dari Aisyah ra, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu setiap malam gilirannya di tempat Aisyah, beliau s.a.w. lalu keluar pada akhir malam ke makam Baqi’, kemudian mengucapkan -yang artinya-: “Keselamatan atasmu semua hai perkampungan kaum mu’minin, akan datang padamu semua apa-apa yang engkau semua dijanjikan besok yakni masih ditangguhkan waktunya. Sesungguhnya kita semua ini Insya Allah menyusul engkau semua pula. Ya Allah, ampunilah para penghuni makam Baqi’ Algharqad ini.” (Riwayat Muslim)

Tudingan bid’ah dan sesat itu terjadi karena memahami Al Qur’an dan Hadits setengah-setengah dengan cara yang keliru. Tidak menyeluruh dan benar.

Karena pandangannya yang ekstrim itulah Muhammad bin Abdul Wahab ditentang bahkan oleh saudara-saudaranya sendiri yang juga ulama. Dari situs Arrahman ditulis:

Pada awalnya, idenya tidak begitu mendapat tanggapan bahkan banyak mendapatkan tantangan, kebanyakan dari saudaranya sendiri, termasuk kakaknya Sulaiman dan sepupunya Abdullah bin Husain.

Dari referensi lain seperti Buku yang ditulis oleh Syekh Idahram, bukan cuma kakaknya yang menentang, tapi juga ayahnya, Abdul Wahhab, menentang pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab. Oleh sebab itulah sebagian ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah menuding Muhammad bin Abdul Wahab tidak bersanad karena gurunya sendiri yang juga ayah kandungnya, menolak pemahamannya yang ekstrim dan aneh.

Tudingan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap sesama Muslim seperti Musyrik, Kafir, Penyembah Kuburan, dsb yang belum tentu benar dan kemudian membantainya/memeranginya jelas tidak sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an dan juga sunnah Nabi:

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. AlAhzab:58)

Apa pun dalihnya, sesungguhnya haram mencaci dan membunuh sesama Muslim. Kecuali betul-betul ada pengadilan di bawah Khalifah Islam yang membuktikan bahwa orang itu memang harus dihukum mati.

Namun kalau cuma kelompok seperti firqoh atau golongan tak boleh melakukan itu. Minimal harus ada Ijma’/Kesepakatan Ulama agar tidak jadi golongan Khawarij yang mudah mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim.

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

Ada yang membela Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai orang asing yang dimusuhi oleh orang-orang yang sesat. Namun orang asing yang dimaksud Nabi adalah orang yang mengasingkan diri dari para Sultan demi menghindari fitnah.

Ini beda dengan Muhammad bin Abdul Wahhab yang justru bergaul dengan Sultan dan mengobarkan peperangan terhadap sesama Muslim dengan dalih memerangi kemusyrikan dan kekafiran:

Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)

Tudingan Muhammad bin Abdul Wahhab bekerjasama dengan Inggris dalam rangka bughot/berontak terhadap Kekhalifahan Islam Turki Usmani mungkin dianggap fitnah oleh pengikutnya. Mereka menganggap itu cuma fitnah dari Syi’ah Rafidhoh, Ahlul Bid’ah, Sufi, dan sebagainya. Namun dari berbagai tulisan, termasuk dari kelompok Pro Wahabi sendiri, dan juga foto-foto menunjukkan hal itu. Kerjasama dengan Inggris yang dilanjutkan oleh Pemerintah Arab Saudi dan Wahabi seperti dengan Lawrence of Arabia memerangi Kekhalifahan Islam Turki Usmani. Kemudian berlanjut dengan kerjasama dengan Amerika Serikat seperti menyediakan pangkalan militer bagi AS guna memerangi Iraq.

Bukan hanya Pangeran Bandar yang begitu, beberapa kebijakan dan sikap kerajaan terkadang juga agak membingungkan. Siapa pun tak kan bisa menyangkal bahwa Kerajaan Saudi amat dekat—jika tidak bisa dikatakan sekutu terdekat—Amerika Serikat. Di mulut, para syaikh-syaikh itu biasa mencaci maki Zionis-Israel dan Amerika, tetapi mata dunia melihat banyak di antara mereka yang berkawan akrab dan bersekutu dengannya.

Barangkali kenyataan inilah yang bisa menjawab mengapa Kerajaan Saudi menyerahkan penjagaan keamanan bagi negerinya—termasuk Makkah dan Madinah—kepada tentara Zionis Amerika.

Ketika umat Islam dunia melihat pasukan Amerika Serikat yang hendak mendirikan pangkalan militer utama AS dalam menghadapi invasi Irak atas Kuwait beberapa tahun lalu, maka hal itu tidak lepas dari kebijakan orang-orang yang berada dalam kerajaan tersebut.

Langkah-langkah mengejutkan yang diambil pihak Kerajaan Saudi tersebut sesungguhnya tidak mengejutkan bagi yang tahu latar belakang berdirinya Kerajaan Saudi Arabia itu sendiri. Tidak perlu susah-sudah mencari tahu tentang hal ini dan tidak perlu membaca buku-buku yang tebal atau bertanya kepada profesor yang sangat pakar.

Pergilah ke tempat penyewaan VCD atau DVD, cari sebuah film yang dirilis tahun 1962 berjudul ‘Lawrence of Arabia’ dan tontonlah. Di dalam film yang banyak mendapatkan penghargaan internasional tersebut, dikisahkan tentang peranan seorang letnan dari pasukan Inggris bernama lengkap Thomas Edward Lawrence, anak buah dari Jenderal Allenby (jenderal ini ketika merebut Yerusalem menginjakkan kakinya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi dan dengan lantang berkata, “Hai Saladin, hari ini telah kubalaskan dendam kaumku dan telah berakhir Perang Salib dengan kemenangan kami!”).

Film ini memang agak kontroversial, ada yang membenarkan namun ada juga yang menampiknya. Namun produser mengaku bahwa film ini diangkat dari kejadian nyata, yang bertutur dengan jujur tentang siapa yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia.

Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.

Bahkan di film itu digambarkan bahwa klanSaud dengan bantuan Lawrence mendirikan kerajaan sendiri yang terpisah dari khilfah Turki Utsmani. Sejarahwan Inggris, Martin Gilbert, di dalam tulisannya “Lawrence of Arabia was a Zionist” seperti yang dimuat di Jerusalem Post edisi 22 Februari 2007, menyebut Lawrence sebagai agen Zionisme.

Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.

Entah apa yang terjadi, namunhingga detik ini, Kerajaan Saudi Arabia, walau Makkah al-Mukaramah dan Madinah ada di dalam wilayahnya, tetap menjadi sekutu terdekat Amerika Serikat. Mereka tetap menjadi sahabat yang manis bagi Amerika.

Selain film ‘Lawrence of Arabia’, ada beberapa buku yang bisa menggambarkan hal ini yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain:

  • Wa’du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali—mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)
  • Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)
  • Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)
  • History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)

Sebab itu, banyak kalangan yang berasumsi bawah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia adalah akibat “pemberontakan” terhadap Kekhalifahan Islam Turki Utsmani dan diback-up oleh Lawrence, seorang agen Zionis dan bawahan Jenderal Allenby yang sangat Islamofobia. Mungkin realitas ini juga yang sering dijadikan alasan, mengapa Arab Saudi sampai sekarang kurang perannya sebagai pelindung utama bagi kekuatan Dunia Islam,wallahu a’lam. (Rz)

Terakhir ada berita dari catatan harian Mr. Hempher, agen Inggris yang mengatakan agar Penjajahan Inggris bisa bertahan, mereka harus menciptakan aliran Islam sesat guna memecah-belah kekuatan Islam di daerah jajahannya. Di Inggris dan Pakistan mereka ciptakan Ahmadiyyah yang menghilangkan Jihad. Di Iran mereka buat aliran Baha’i. Ada pun di Arab Saudi yang Islamnya sangat kuat, mereka ciptakan Wahabi yang meski kelihatannya ingin memurnikan Islam, namun dengan isyu memurnikan Islam itulah tercipta perpecahan dan peperangan antar ummat Islam sehingga Pemerintah Kekhalifahan Islam Turki pun melemah akibat diserang Wahabi

.

Di Indonesia sendiri, AS yang merupakan penerus Inggris membentuk dan mendanai aliran sesat Islam Liberal yang menyatakan semua agama sama benarnya dan menghapuskan jihad serta Hukum Allah. Paling mudah bagi AS dan Inggris untuk menghancurkan Islam adalah dengan menghancurkannya dari dalam dengan membentuk aliran sesat sehingga ummat Islam saling perang/bunuh.

Meski kebenarannya harus diteliti lebih jauh, namun beberapa situs Islam memuatnya seperti:

Walaupun Ibn Abdul-Wahhab dianggap sebagai Bapak Wahabisme, namun aktualnya Kerajaan Inggeris-lah yang membidani kelahirannya dengan gagasan-gagasan Wahabisme dan merekayasa Ibn Abdul-Wahhab sebagai Imam dan Pendiri Wahabisme, untuk tujuan menghancurkan Islam dari dalam dan meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah yang berpusat di Turki. Seluk-beluk dan rincian tentang konspirasi Inggeris dengan Ibn Abdul-Wahhab ini dapat Anda temukan di dalam memoar Mr. Hempher : “Confessions of a British Spy”

Memoirs Of Mr. Hempher, The British Spy To The Middle East is the title of a document that was published in series (episodes) in the German paper Spiegel and later on in a prominent French paper. A Lebanese doctor translated the document to the Arabic language and from there on it was translated to English and other languages. Waqf Ikhlas publications put out and circulated the document in English in hard copy and electronically under the title: Confessions of a British spy and British enmity against Islam. This document reveals the true background of the Wahhabi movement which was innovated by Mohammad bin abdul Wahhab and explains the numerous falsehood they spread in the name of Islam and exposes their role of enmity towards the religion of Islam and towards prophet Mohammad sallallahu ^alayhi wa sallam and towards Muslims at large. No wonder the Wahhabis today stand as the backbone of terrorism allowing and financing and planning shedding the blood of Muslims and other innocent people. Their well known history of terrorism as documented in Fitnatul Wahhabiyyah by the mufti of Makkah, Sheikh Ahmad Zayni Dahlan, and their current assassinations and contravention is due to their ill belief that all are blasphemers save themselves. May Allah protect our nation from their evils.

Mungkin itu sulit dipercaya. Namun Wahabi memang bekerjasama dengan Raja Arab Saudi. Wahabi adalah Mazhab Resmi Kerajaan Arab Saudi. Posisi Mufti Agama selalu dipegang ulama Wahabi. Sementara Raja Arab Saudi memang biasa bekerjasama dengan Inggris saat melawan Turki dan sekarang dengan AS saat melawan Iraq. Berita tentang itu begitu banyak/mutawatir dari berbagai sumber/sanad. Sulit dipungkiri:

Dokumen Ekspos Pendiri Saudi Yakinkan Inggris untuk Dirikan Negara Yahudi

Sebuah dokumen kuno mengungkapkan bagaimana Sultan Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi meyakinkan Inggris untuk menciptakan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina, sebuah laporan berita mengatakan.

Pengikut Abdul Wahhab mungkin menganggap itu fitnah yang keji. Sementara yang anti terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab justru menuduh Muhammad bin Abdul Wahhab lah yang gemar memfitnah sesama Muslim dengan sebutan Ahlul Bid’ah, Musyrik, Kafir, dan sebagainya kemudian memeranginya.

Agar tidak bingung terhadap 2 pendapat yang berbeda tersebut, hendaknya kita kembali kepada Al Qur’an dan Hadits. Kita imani apa adanya. Jangan ditakwilkan sehingga berubah maknanya.

Sebagaimana kita ketahui, Muhammad bin Abdul Wahhab lahir dan besar di Najd, sehingga beliau disebut juga Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi. Nah ternyata Nabi telah mengisahkan kepada kita tentang Najd yang merupakan tempat timbulnya fitnah:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

حدثنا عبد الله ثنا أبي ثنا أبو سعيد مولى بنى هاشم ثنا عقبة بن أبي الصهباء ثنا سالم عن عبد الله بن عمر قال صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الفجر ثم سلم فاستقبل مطلع الشمس فقال ألا ان الفتنة ههنا ألا ان الفتنة ههنا حيث يطلع قرن الشيطان

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]

tanduk-setan
mekah-berubah-mengikuti-rencana-illuminati

najd-is-najd-iraq-is-iraq1

Najd adalah Najad, Iraq adalah Iraq

basmalah

Syi’ah Sesat hanya propaganda SETAN NEJED WAHABi, Agen Zionis dan Pemecah Belah Umat !! Milyaran dollar tumpah ke Indonesia

wahabi1.1

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ   رواه البخاري، والترمذي، وأحمد وابن حبان في صحيحه

 
Daripada Abdullah Ibn Umar r.a., beliau berkata: Rasulullah SAW menyebut: Ya Allah! Berkatilah kami pada Yaman kami dan berkatilah kami Ya Allah! pada Syam kami.Maka sebahagian sahabat berkata: Dan pada Najd kami Ya Rasulallah! Rasulullah pun bersabda: Ya Allah! Berkatilah kami pada Yaman kami dan berkatilah kami Ya Allah! pada Syam kami.Maka sebahagian sahabat berkata: Dan pada Najd kami Ya Rasulallah!Dan aku menyangka (seingat aku) pada kali ketiga Rasulullah SAW bersabda: Di sanalah berlakunya gegaran-gegaran, fitnah-fitnah dan di sanalah terbitnya tanduk Syaitan.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Imam al-Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Ibnu Hibban dan lain-lain.

Sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” dan pada yang ketiga kalinya beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.” Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.

tanduk-setan

Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian.” Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala’uzh Zholam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Akan keluar di abad kedua belas (setelah hijrah) nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin” AI-Hadits.

BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab. Pendiri ajaran Wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H/ 1792 M.

…………………………………………………………..

MINGGU, 24 JULI 2011

Apa Kata Para Pemuka Agama Soal Syiah?


Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia menggelar diskusi yang bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah Di Tengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia. ” Diskusi bertempat di kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia Jl. Proklamasi Jakarta Pusat digelar kemarin (Senin, 14/3/2011).Diskusi itu melibatkan tokoh-tokoh agama di tingkat nasional seperti Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. K. H. Aqiel Siradj, Dr. K.H. Qureisy Shihab dan Dr. Khalid Walid.Prof. Azyumardi Azra dalam diskusi itu mengulas perspektifnya yang berjudul, “Realitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia dan Tantangannya dari Masa ke Masa.”
.
Prof. Azyumardi mengatakan, “Di Indonesia terdapat upaya aktualisasi Umat Wahdatan yang tidak berada dalam titik ekstrim. Baru belakangan ini muncul gerakan trans-nasional yang mudah mengkafirkan dan mengecam pandangan yang berbeda termasuk menolak maulid
.
“Menurut Prof Azyumardi, kelompok ini menjadi sumber konflik dan pemecah belah umat Islam di Indonesia. Prof, Azyumardi juga menambahkan, “Kelompok ini juga cenderung menyalahkan semua pandangan dan melakukan tindakan kekerasan seperti yang terjadi terhadap Ahmadiyah.”Lebih lanjut Prof. Azyumardi Azra, “Saya khawatir, Syiah akan menjadi sasaran berikutnya. Padahal Syiah adalah sahabat kita. Saya sangat menyesalkan pelarangan Syiah yang terjadi di Malaysia.” Prof. Azyumardi juga menyatakan dirinya sebagai simpatisan Syiah
.
Dalam diskusi yang mengangkat tema Ukhuwah Islamiyah itu, Ketua PBNU, Prof. Dr. K.H. Aqiel Siradj juga menjadi salah satu pembicara inti. Dalam diskusi, Prof Aqiel Siradj mengulas pandangannya yang bertema, ‘Menjaga, Memelihara dan Merawat Ukhuwah Islamiyah.”Dalam kesempatan itu, Prof Aqiel Siradj mencontohkan masa Nabi. Dikatakannya, ” Di masa Nabi ada pluralitas keyakinan, dan tetap dilindungi dan dihormati.” Prof Aqiel Siradj mencontohkan Piagam Madinah sebagai dasar kebersamaan dan apresiasi
.

Lebih Lanjut Aqiel Siradj yang juga pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia, menawarkan empat kiat untuk melangkah seperti yang dilakukan Rasulullah Saw dalam Piagam Madinah. Dikatakannya, “Kiat pertama, memahami orang lain. Kiat kedua, mengembangkan dan melestarikan tradisi. Ketiga, menjaga komitmen kemanusiaan dalam berbangsa dan bernegara. Keempat, memahami ideologi lain.”

.

Prof Aqiel Siradj dalam pernyataannya di diskusi yang bertema Ukhuwah Islamiyah itu menyayangkan kekerasan yang seringkali dilakukan. Padahal menurut Aqiel Siradj, perbedaan adalah hal yang diciptakan Allah, bahkan bagian dinamika kehidupan. Lebih lanjut Prof Aqiel Siradj mengaku kagum atas mazhab Syiah yang melahirkan intelektual-intelektual luar biasa dan tetap berpegang teguh pada keyakinan agama

.

Masih dalam diskusi Ukhuwah Islamiyah, Prof. Dr. K.H. Qureisy Shihab juga ikut menyumbang pandangan yang memilih tema, “Membangun Visi Bersama Umat Islam Indonesia. ” Dikatakannya, “Perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan dalam Islam adalah hal yang alami.”

.

Prof Qureisy Shihab dalam pernyataannya menegaskan, “Perbedaan antarmazhab hanyalah pada tingkat ushul mazhab dan furu’u-dien semata (baca: prinsip mazhab bukan agama).” Menurut Prof Qureisy Shihab, hal tersebut hampir ditemukan pada seluruh mazhab atau aliran dalam Islam, baik Mu’tazilah, bahkan Wahabiyah.

.

Dalam penjelasannya, Qureisy Shihab menjelaskan, “Syiah memiliki ushul mazhab imamah atau kepemimpinan. Karena hal tersebut merupakan ushul mazhab, maka mereka yang tidak menerima Imamah tidaklah berarti kafir.” Prof Qureisy Shihab juga menyayangkan kelompok-kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lain. Menurut Prof Qureisy Shihab, pengkafiran bermula dari kedangkalan pengetahuan

.

Di penghujung acara, Dr.Khalid Walid yang juga penggagas acara tersebut menyatakan bahwa acara seperti ini harus terus digalakkan demi persatuan umat dan kesatuan bangsa Indonesia di nusantara. Diskusi ilmiah yang bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah di tengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia, ” dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan wakil pengurus pusat ormas-ormas Islam Indonesia termasuk Organisasi Ahlul Bait Indonesia atau ABI.

.

MINGGU, 24 JULI 2011

PROF.UMAR SHIHAB (KETUA MUI) : SYI’AH MAZHAB YANG SAH DI DALAM ISLAM


Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan Sy’iah sebagai mazhab sesat dan dinilai bukan bagian dari Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia menyebut Syi’ah sebagai mazhab yang sah dan benar dalam Islam.Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Qom, Iran kamis (28/4) sore pukul 18.00 ,
.
Ketua MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab mengatakan, “Sunni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat iniRombongan MUI terdiri dari ketua pusat, beberapa ketua harian dan ketua komisi, namun beberapa dari rombongan telah bertolak ke tanah air sehingga tidak sempat mengikuti pertemuan dengan para pelajar Indonesia tersebut.
.
“Dalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, diantaranya, atas nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama. Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam. ” Jelas Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, DR. Khalid Walid.Apakah berita sidang pleno MUI setelah kunjungan resmi ke Iran atas undangan Majma Taghrib bainal Mazahib hanya dusta dan fitnah atau benar adanya, seperti yg di tulis saudara Kholili Hasib di atas?
.
Sementara MOU itu adalah resmi atas nama Lembaga MUI dan bukan perorangan, beginilah sejatinya kelompok takfir selalu memprovokasi awam dengan berbagia info dan berita yg menyesatkan demi menjalankan agenda musuh2 Islam melalui adu-domba dan pecah-belah Ummat agar Islam lemah dari dalam.
_____________________________________________________________________________________________________________
Setelah MOU antar MUI dan Majma’ Taqrib baynal Mazahib Islamiyah akan keabsahan mazhab Ahlussunah dan Syi’ah (28 April 2011) maka MUI sudah sepantasnya untuk meninjau kembali Fatwa 1984 yg sekarang menjadi dasar pembenaran terjadinya anarkhisme terhadap muslim syi’ah dan mengajak Ulama Syi’ah dan ormas2 Islam untuk merumuskan kembali tentang makna Ukhuwah Islamiyah
.
Dan terpenting adalah Fatwa eksplisit dulu dari MUI bahwa Sunnah-Syi’ah adalah mazhab yg sah di dalam Islam, Sunnah-Syi’ah bersaudara dan wajib menjalin Ukhuwah Islamiyah, agar siapa saja yg ingin berlaku anarkhis mentasnamakan mazhab maka akan berfikir seribu kali, tak jadi soal Fatwa itu efektif atau tidak yg jelas dgn keluarnya fatwa eksplisit dan tegas MUI berperan sebagai pengayom dan pemersatu umat dan bukannya termakan hasudan dan fitnahan dari kelompok takfir lintas mazhab yg lambat-laun akan merobohkan bangunan NKRI dengan konflik horisontal yg mereka lestarikan.UKHUWAH ISLAMIYAH :
.

Marilah kita kembangkan sikap toleransi dan persaudaraan bahwa perbedaan mazhab bukan berarti permusuhan, Ukhuwah Islamiyah bukan berarti meniadakan atau peleburan semua mazhab, kaum Sunni tetap menjadi Sunni dan kaum Syi’ah tetap menjadi Syi’ah karena Sunnah dan Syi’ah adalah aliran yang sah yang lahir dari Rahim Islam yang Satu, kalaupun ada perbedaan tidak lebih kepada masalah furu’iyah bukan masalah pokok aqidah lebih baik saling mendekatkan dengan banyaknya persamaan daripada terus bersengketa dengan sedikitnya perbedaan dan termakan isyu propaganda dari kaum zionis, salibis, dan kelompok fanatis yang tidak sadar dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk melemahkan agama yang haq ini, marilah kita bersama-sama baik Sunnah maupun Syi’ah berlomba-lomba memberikan kontribusi kepada Islam agar Islam jaya sebagai Rahmatan lil alamin meskipun lewat jalan yang tidak harus selalu sama

.

Saudaraku semua! Musuh-musuh kita tidak membedakan Sunni dan Syiah. Mereka hanya mau menghancurkan Islam sebagai sebuah ideologi dunia. Oleh karena itu, segala kerja sama dan langkah demi menciptakan perbedaan dan pertentangan antara muslimin dengan tema Syiah dan Sunni berarti bekerja sama dengan kufr dan memusuhi Islam dan kaum muslimin. Berdasarkan hal ini, fatwa Imam Khomeini adalah Pertentangan adalah haram dan pertentangan harus dihapuskan.”

.

SABTU, 23 JULI 2011

Rekomendasi Konferensi Internasional Persatuan Islam ke 23 di Teheran


Rekomendasi Konferensi Internasional Persatuan Islam Ke-23 Teheran 15-17 Rabiul Awal 1431 HSegala puji bagi Allah Swt, Pengatur alam semesta dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw dan keluarga sucinya serta para sahabatnya yang mulia.Dengan inayah dan bantuan Allah Swt dan bertepatan dengan peringatan Pekan Persatuan di hari kelahiran Rasul yang mulia saw, Muhammad bin Abdillah dan Imam Ja’far ash Shadiq, Forum Internasional Pendekatan Mazhab Islam (FIPMI) berhasil mengadakan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-23 pada tanggal 15-17 Rabiul Awal 1431 H/2-4 Maret 2010 M yang dihadiri 650 kaum cendekiawan Muslim dari Republik Islam Iran dan pelbagai negara Islam, termasuk Indonesia yang mengirim tiga orang utusannya
.
Konferensi ini membahas dengan serius tema yang diusungnya, yaitu: Islamic Ummah from Religious Pluralism to Sectarianism
.
Konferensi ini dibuka oleh orasi ilmiah dan komprehensif Ayatullah Hasyimi Rafsanjani, ketua Dewan Pakar dan sekaligus ketua Dewan Penentuan Kebijakan Republik Islam Iran. Para peserta konferensi kali ini juga bertemu dan beramah tamah dengan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Imam Khamene’i dan mereka mengambil manfaat dari ceramah dan petuah yang penuh makna dan solusi dari beliau
.
Konferensi ini berlangsung selama tiga hari dan menyoroti beberapa tema penting, dan di akhir pertemuan, konferensi ini melahirkan pelbagai keputusan dan pernyataan serta rokomendasi sebagai berikut:1-Para peserta konferensi menegaskan bahwa Al-Qur’an al Karim dan sunah Rasul yang mulia saw telah menyiapkan aspek yang dibutuhkan oleh manusia dan peradaban agung bagi umat Islam dan mendorong mereka untuk memberdayakan rasionalitas dan membangun dialog yang efektif dan kebebasan berijtihad dalam ruang lingkup ketentuan syariat
.
Mereka sepakat untuk menjaga semangat persaudaraan dan persatuan yang begitu jelas menjadi karakter ajaran Islam bagi seluruh dunia, dan akhirnya mereka pun menilai bahwa pluralisme mazhab sebagai hal yang alami yang membawa dampak positif pada adanya beragam solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan pelbagai problema di bawah naungan ajaran syariat Islam dan prinsip-prinsipnya
.

2-Konferensi menghimbau untuk diadakannya usaha di bidang penguatan prinsip-prinsip ini dan membikin sebuah pedoman guna menjamin beragam teori dan pelbagai solusi serta mengaktifkan ijtihad untuk memahami Islam dan Al-Qur’an yang mulia serta menjaga kejayaan dan gerakan peradaban Islam dan melindunginya dari pelbagai syubhah dan penyimpangan pemikiran.

3-Para peserta konferensi menegaskan bahwa umat Islam sampai sekarang masih menghadapi pelbagai problema besar. Problema ini membidik tokoh masyarakat, budaya dan unsur-unsur kekuatan yang ada serta peranan peradaban yang diharapkannya dimana semua itu rentan terhadap pelbagai konspirasi yang mengarah pada desintegrasi geografi, nasional, mazhab dan bahkan sejarah. Para musuh berusaha untuk tetap mempertahankan umat Islam dalam kemunduran sains, ekonomi, militer dll. Demikian juga musuh berupaya untuk menjauhkan umat Islam dari agama mereka dengan menumbuhkan keraguan dan ketergantungan serta kekaguman yang berlebihan terhadap Barat. Di samping itu, mereka pun menunjukkan kelemahan ajaran dan system pendidikan Islam dalam kaitannya dengan kemajuan manusia dan mereka melemahkan dakwah Islam dan pengaruhnya dengan cara menanamkan ketidakmampuan dan pengakuan terhadapnya, sehingga dengan begitu peran efektif Islam dapat mereka cegah

.

4-Para peserta konferensi yakin bahwa hawa nafsu dan pelbagai motif politik dan psikologis serta menebarkan fanatisme sempit dan kejahilan sebagian pengikut mazhab berkaitan dengan hakikat mazhab lainnya adalah hal yang keluar dari ruang lingkup alaminya dan justru menjurus ke arah perpecahan yang pada akhirnya menyebabkan percekcokan dan kerengangan serta pergulatan pemikiran yang berdampak pada tindakan yang tidak diinginkan. Hal ini akan membawa dampak negative yang cukup besar terhadap kekuatan umat dan solidaritas mereka dan justru akan membuka peluang masuknya musuh untuk melakukan serangan terhadap akidah dan system teoritis dan praktisnya

.

5-Para peserta konferensi meyakini—sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur’an dan sunah Rasul saw—bahwa Islam-lah yang mengumpulkan kaum Muslimin yang memiliki kiblat yang sama dan yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Dua hal ini merupakan jaminan keselamatan jiwa, harta dan kehormatan kaum Muslimin. Mereka juga percaya bahwa pendekatan antara mazhab-mazhab Islam merupakan langkah penting dalam merealisasikan persatuan dalam pelbagai bidang. Mazhab-mazhab Islam sama-sama meyakini prinsip-prinsip keimanan dan tidak mengingkari masalah yang cukup gamblang dalam Islam. Para pengikut pelbagai mazhab merupakan satu umat Islam. Satu sama lain harus saling membantu dan masing-masing harus memikirkan keselamatan jiwa saudaranya. Sesuatu yang paling minimal untuk mereka upayakan adalah berusaha mencari kerelaan di antara mereka. Dan untuk mewujudkan tujuan agung Islam, mereka harus bekerja sama secara efektif. Tentu saja pelbagai perbedaan visi politik kiranya tidak mengiring mereka pada perselisihan akidah, sejarah atau fikih di antara mereka. Dan gerakan apapun yang menjurus pada perpecahan dan penyulutan api fitnah serta tindakan yang berbau sektarian cuma akan mendatangkan manfaat bagi musuh dan membantu lancarnya proposal perpecahan dan tipu daya mereka terhadap umat Islam serta mengukuhkan pendudukan mereka. Maka, umat Islam dengan cara apapun harus melawan rencana jahat musuh ini

.

6-Untuk mewujudkan persatuan antara umat Islam dan usaha mendekatkan pelbagai pengikut mazhab Islam, para peserta konferensi menegaskan pentingnya para pengikut mazhab untuk menghormati para pengikut mazhab lainnya, dan hendaklah mereka menyerahkan masalah-masalah yang masih diperselisihkan di tangan para ulama dan para pakar, sehingga masalah-masalah ini kiranya dapat diselesaikan secara ilmiah, tanpa ketegangan dan permusuhan. Para peserta konferensi juga menghimbau supaya masing-masing pengikut mazhab tidak berburuk sangka terhadap sesama saudaranya dan tidak menciptakan opini buruk di antara mereka. Di samping itu, para peserta konferensi juga menegaskan pentingnya para pengikut mazhab untuk tidak menghina dan menyudutkan hal-hal yang dihormati/disucikan di mazhab lainnya, khususnya tidak dibenarkannya menghina kesucian ahlul bait atau menyatakan permusuhan atau menyepelekan kedudukan mereka dengan cara apapun yang dinisbatkan kepada mereka. Peserta konferensi juga menyatakan penentangan terhadap pelbagai bentuk tindakan asusila, baik secara lisan maupun praktis dan tidak diperkenankannya menggunakan secara negative tempat-tempat suci, seperti masjid, husainiyah, makam, musala dll

.

7-Mengingat pelbagai kebutuhan yang telah dipaparkan di atas, para peserta konferensi menegaskan pentingnya menyiapkan sebuah rancangan/pedoman yang terperinci guna merealisasikan hal-hal di bawah ini:

a-Meningkatkan tingkat pengetahuan kaum Muslimin di pelbagai bidang, khususnya di bidang pemahaman terhadap Islam dan ajarannya serta tujuannya dan memahami realita yang ada di pelbagai aspek dan kondisi yang terkait dengannya.

b-Menghimbau negara-negara Islam untuk melaksanakan syariat Islam dalam seluruh bagian kehidupan, seperti dalam memahami Islam dan ajarannya serta tujuan-tujuannya dan mencermati realita yang ada di pelbagai aspek dan kondisi yang terkait dengannya.

c-Mengaktifkan pelbagai gerakan pendidikan yang menyeluruh di pelbagai bagian umat yang berdasarkan ajaran Islam.

d-Berupaya mewujudkan satu sikap praktis umat Islam dalam pelbagai masalah dan merealisasikan solidaritas dan persaudaraan di tengah umat Islam dalam pelbagai bidang.

e-Memperkuat lembaga-lembaga yang memiliki kegiatan keislamanan bersama, seperti OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan pelbagai lembaga dakwah yang tidak resmi dan sosial serta pendidikan dan media massa.

f-Memanfaatkan secara baik pelbagai potensi politik, ekonomi, geografi dan kapasitas keilmuan umat Islam guna merealisasikan tujuan-tujuan besar dan berjuang menghadapi pelbagai problema.

g-Membantu minoritas umat Islam yang terdapat di pelbagai penjuru dunia.

h-Melakukan usaha serius guna menerapkan proposal dunia Islam di bidang HAM (hak asasi manusia) yang dikeluarkan oleh OKI dalam rangka menjaga identitasnya dan melaksanakan ritual mazhab mereka.

i-Menegaskan peran umat Islam dalam membangun masa depannya dan pertisipasi aktif mereka dalam pembangunan diri dan system kehidupan internalnya serta laju peradaban manusia.

j-Mendidik generasi Islam dalam budaya, perjuangan dan kemuliaan.

8-Para peserta konferensi mengecam segala bentuk agresi rezim Zionis terhadap bangsa Palestina yang sabar dan yang rela berkorban, utamanya tindakan buas dan membabi buta mereka terhadap rakyat Gaza yang tangguh dan pejuang, seperti pembunuhan massal dan pengusiran ribuan orang yang tak bertempat tinggal, begitu juga perusakan terhadap Baitul Maqdis dan tindakan mereka akhir-akhir ini yang berusaha memasukkan Haram Ibrahim dan Masjiid Bilal dalam warisan budaya Yahudi. Para peserta konferensi menuntut supaya tindakan Zionis ini dijegah. Mereka memuji dan mendoakan kesuksesan perlawanan bangsa Palestina. Mereka mendukung perdamaian dan persatuan di antara pelbagai kelompok Palestina dan menegaskan kembali hak bangsa Palestina untuk mendapatkan hak sah mereka dimana yang paling penting adalah hak mereka dalam menentukan nasib mereka sendiri, seperti hak mereka dalam membangun negara independen di tanah airnya dengan ibu kota Baitul Maqdis dan mereka juga berhak untuk kembali ke rumah dan tanah mereka. Para peserta konferensi menuntut PBB supaya memperhatikan laporan Goldstone yang sampai di tengan mereka berkaitan dengan kejahatan perang kaum Zionis dan supaya para pelakunya diseret ke meja hijau dan mereka harus diadili karena kejahatan perang dan tindakan tak manusiawi

.

9- Para peserta konferensi mendukung supaya segala potensi yang ada di Somalia digunakan di bidang dialog dan kerja sama guna membangun Somalia baru dan masa depannya tanpa ada kekerasan dan pembunuhan, dan mereka juga mendukung segala bentuk usaha positif di bidang ini.

10- Para peserta konferensi mendoakan kesuksesan negara Republik Islam Iran dan para pejabatnya yang telah berusaha sungguh-sungguh dalam menjalankan syariat Islam dalam pelbagai bidang kehidupan dan mereka mengecam segala usaha yang mencoba mengganggu dan melemahkan Iran. Mereka mendukung sepenuhnya program nuklir damai Iran dan mengecam segala usaha yang mengahalangi Iran untuk memiliki hak sahnya secara undang-undang internasional dan mereka meminta dunia Islam supaya belajar dari pengalaman Iran di bidang ini

.

11- Para peserta konferensi mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam Iran dan pimpinan mereka, Imam Khamene’i, begitu juga mereka berterima kasih terhadap FIPMI (Forum Internasional Pendekatan Mahab Islam) atas usahanya menyelenggarakan konferensi ini yang penuh dengan berkah dan mereka yakin bahwa diadakannya konferensi seperti ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi umat Islam.

Dan akhirnya, semoga sholawat dan salam Allah Swt tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga sucinya serta sahabatnya yang mulia.

RABU, 20 JULI 2011

Prof.Dr. Din Syamsudin: Persatuan Sunni-Syiah Untuk Kejayaan Islam


Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan persatuan umat Islam, khususnya antara kaum Sunni dan Kaum Syiah, mutlak perlu sebagai prasyarat kejayaan umat agama itu
.
“Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut,” kata Din dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin
.
Din Syamsuddin mengikuti Konperensi Islam Sedunia yang sedang berlangsung di Teheran, 4-6 Mei. Konperensi dihadiri sekitar 400 ulama, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah dari berbagai belahan dunia
.
Din yang berbicara pada sesi pertama bersama enam tokoh Islam lainnya menegaskan bahwa antara Sunni dan Syiah ada perbedaan tapi hanya pada wilayah cabang (furu’iyat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah)
.
Keduanya berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap Ali bin Abi Thalib. Oleh karena itu, kata dia, kedua kelompok harus terus melakukan dialog dan pendekatan. Seandai tidak dicapai titik temu maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi
.
“Seluruh elemen umat Islam, dalam kemajemukannya, perlu menemukan ‘kalimat sama’ dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi,” katanya
.
Kemudian dalam menghadapi tantangan dewasa ini, kata Din, umat Islam perlu menemukan dalam dirinya “musuh bersama”. “Dua hal ini, ‘kalimatun swa’ (kalimat sama) dan ‘aduwwun sawa’ (musuh bersama) adalah faktor kemajuan umat,” kata Din.
“Musuh bersama” itu, kata Din, terdapat di dalam diri umat Islam yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (Republika 5 Mei 2008)
.

Syeikh Mahmud Syaltut, Penggagas Ide Pendekatan antar Mazhab


Syekh Mahmud Syaltut adalah seorang ulama, ahli tafsir dan mufti di Kairo. Beliau juga dikenal sebagai penyeru persatuan umat islam. Sebelum dikenal sebagai pemikir dan teolog besar, beliau sudah dikenal sebagai seorang fakih dan pelopor pendekatan antar mazhab Islam.Beliau telah melakukan langkah-langkah dasar dalam pembenahan pandangan Islam dan pendekatan antar mazhab dengan ide-idenya yang maju
.
Jasa-jasa beliau dalam hal ini sangatlah besar dan mendasar. Dalam salah satu fatwanya yang paling bersejarah, beliau sebagai ulama besar Ahli Sunah dan mufti Al-Azhar mengumumkan diperbolehkannya mengikuti mazhab Syi’ah.Syekh Mahmud Syaltut lahir pada tahun 1310 H. di Buhairah, Mesir
.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di universitas Iskandariah Mesir, beliau mengajar di universitas tersebut lalu pindah ke universitas Al-Azhar. Di sana beliau terus berkembang dan maju hingga pada akhirnya pada tahun 1378 H. menjadi mufti umum Al-Azhar. Beliau terus mengemban tanggung-jawab ini hingga wafat pada tahun 1383 H.Syekh Syaltut seorang fakih yang bijak dan tidak fanatik. Beliau telah melakukan usaha-usaha yang sangat berpengaruh dalam upaya pendekatan mazhab-mazhab Islam. Para ulama dan pembesar Ahli sunah dan Syi’ah juga mendampingi beliau dalam mewujudkan hal ini.

Beliau sempat surat-menyurat dan berdialog dengan tokoh-tokoh besar (Syi’ah) seperti Muhammad Husein Kasyiful Ghita, sayyid Abdul Husein Syarafuddin Amili, dan ayatullah sayyid Husein Borujerdi. Beliau juga telah melakukan banyak hal dalam usaha pendekatan antar mazhab, antara lain:

1. Menyebarkan pemikiran pendekatan antar mazhab Islam untuk menghilangkan pertikaian dan mendirikan yayasan pendekatan antar mazhab Islam di Kairo yang bernama “Dar Al-Taqrib wa Nasyri Majallah Risalah Al-Islam”.

2. Mengumpulkan dan mengoreksi validitas hadis-hadis yang sama antara Ahli Sunah dan Syi’ah, yang berhubungan dengan pendekatan antar mazhab.

3. Memasukkan fikih Syi’ah dalam mata pelajaran fikih Islam komperatif untuk mahasiswa universitas al-Azhar.

4. Dan, yang terpenting adalah fatwa beliau yang telah membenarkan mazhab syi’ah sebagai salah satu mazhab yang sah dan boleh diikuti. Padahal, sampai saat itu belum ada ulama besar dari Ahli Sunah maupun mufti Al-Azhar yang pernah memberikan fatwa seperti itu. Dengan fatwa ini beliau telah menunjukkan kebesarannya dan memperkecil jarak antar mazhab. Karena pentingnya fatwa bersejarah Syeikh Syaltut tentang pembenaran mazhab syiah ini, kami akan membawakan teks fatwa tersebut:

Seseorang telah bertanya, “Sebagian masyarakat berpendapat bahwa setiap muslim harus mengikuti salah satu fikih dari empat mazhab agar amal ibadah dan muamalahnya sah. Sedangakan Syi’ah Imamiyah dan Syi’ah Zaidiyah tidak termasuk dalam empat mazhab tersebut. Apakah anda sepakat dengan pendapat ini dan mengharamkan mengikuti mazhab Syi’ah Itsna Asyariyah (Dua Belas Imam atau Imamiyah)?

Syekh Syaltut menjawab,

1) Agama islam tidak memerintahkan umatnya untuk mengikuti mazhab tertentu. Setiap muslim boleh mengikuti mazhab apapun yang benar riwayatnya dan mempunyai kitab fikih khusus. Setiap muslim yang mengikuti mazhab tertentu dapat merujuk ke mazhab lain (mazhab apapun) dan tidak ada masalah.

2) Mazhab Ja’fari yang dikenal sebagai mazhab Syi’ah Dua Belas Imam adalah mazhab yang secara syariat boleh diikuti seperti mazhab-mazhab Ahli Sunah lainnya.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya umat islam memahami hal ini dan meninggalkan fanatisme buta terhadap mazhabnya, karena agama dan syariat Allah tidak mengikuti mazhab tertentu dan tidak pula terpaku pada mazhab tertentu, akan tetapi semua pemimpin mazhab adalah mujtahid dan ijtihad mereka sah di mata Allah Swt. Setiap muslim yang bukan mujtahid dapat merujuk kepada mazhab yang mereka pilih. Ia boleh mengikuti hukum-hukum fikih dari mazhab yang dipilih itu dan dalam hal ini tidak ada perbedaan antara ibadah dan muamalah.

Dar Al-Taqrib

Syekh Syaltut adalah seorang tokoh besar dan pendiri “Dar Al-Taqrib bayna Al-Madzahib Al-Islamiyah” Mesir. Lembaga ini adalah sebuah institusi yang berusaha mewujudkan pendekatan dan persaudaraan serta menghilangkan perpecahan dan perselisihan yang ada antara Ahli Sunah dan Syi’ah. Yayasan ini juga memiliki misi memperkuat hubungan antara mazhab-mazhab islam; sebuah pusat pergerakan yang pada akhirnya menjadi dasar pikiran berdirinya “Majma-e Jahoni-e Taghrib-e Mazaheb-e Islami” (Forum Internasional Pendekatan Mazhab-mazhab Islam) di Iran.

Pimpinan Universitas Al-Azhar

Beliau menjadi wakil rektor universitas tersebut pada tahun 1957 M. Pada bulan Oktober tahun 1958 beliau diangkat menjadi rektor universitas oleh presiden. Beliau mengemban tanggung-jawab ini hingga akhir hayatnya. Pemimpin besar dan cendekiawan ini wafat pada umurnya yang ke 70 di malam Jum’at tanggal 26 Rajab tahun 1383 H., yang bertepatan dengan tanggal 12 September 1963 M.

Hasil karya beliau yang populer antara lain:

Tafsir Al-Qur’an Al-Karim

Nahju Al-Qur’an fi Bina Al-mujtama’

Al-Islam, Al-Aqidah wa Al-Syariah

Al-Fatawa

Al-Qital fi Al-Islam

Min Tawjihat Al-Islam

Muqaronah Al-Madzahib fi Al-Fiqh

Fiqh Al-Qur’an

SYEIKH AL-AZHAR, DR. AHMED AL-TAYEB: SERUKAN UMAT ISLAM BERSATU


Sheikh – Azhar Dr Ahmed Al-Tayeb meminta negara-negara Eropa dan Amerika Serikat tentang perlunya melakukan kebijakan keadilan dan menghentikan kebijakan standar ganda tentang isu-isu Islam dan bangsa Arab.hal ini harus ditunjukkan dengan keseriusan dan tanggung jawab.keadilan yang berhubungan dengan masalah Palestina dan isu utama dari penderitaan dan ketidakadilan yang diderita oleh rakyat Palestina.Syaikh Al-Azhar dalam sambutannya pada pembukaan Global Forum ke lima untuk lulusan Al-Azhar pada Sabtu malam, yang berlangsung selama empat hari.Pendekatan sejarah Al-Azhar yang cukup panjang untuk mempertahankan Islam yang benar dan untuk membela serta menyebarkan keadilan, keamanan dan perdamaian di antara semua agama dan mengutuk kekerasan
.
Syekh Al Azhar dalam sambutannya mengatakan Islam moderat menghadapi ekstremisme,” afiliasi dalam beberapa pelaku kekacauan serta penyebaran kekerasan dan doktrin terhadap Islam, hal ini tidak mencerminkan realitas pemikiran Islam, yang menyerukan sentrisme, moderasi, yang berhubungan dengan non-Muslim.Syekh Al Azhar menekankan tentang kebutuhan umat Muslim karena menderita diskriminasi untuk kembali kepada satu pemahaman dan menjauhkan dari perbedaan ideology, dalam rangka mencapai kesatuan muslim dan kekuatan baru islam.Syekh Al Azhar juga mendesak para pemimpin Eropa dan Amerika untuk menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab, keadilan yang menyangkut status Palestina serta untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina dari penindasan bangsa Israel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s