wahabi salafi pemalsu kitab ! Sok Sunnah padahal pemalsu kitab

Tahrif Kitab Ash Shobuni

Nama Kitab : ‘Aqidah as-Salaf Ashab al-Hadits

Penulis : Abu Utsman As-Shobuni

Pemalsu : (diduga) Kelompok Wahhabi

Tujuan : Pembenaran faham Wahhabi sebagai faham Salafy

Pada bukti kali ini anda akan saya bawa kepada fakta bahwa mereka memang suka mentahrif kitab kitab ‘Ulama, jika kaum Yahudi terkenal sebagai kaum yang suka merubah rubah isi kitab sucinya para Rasul, maka mereka sangat hoby mentahrif kitab ‘ulama, dan kali ini yang menjadi korban tahrif itu adalah Kitab Ash Shobuni.

Tahrif Kitab Ash Shobuni ini disertai bukti yang kuat melalui scen kitab asli dan palsunya, betapa tahrif kitab ash shobuni ini dalam rangka mendukung fatwa farwa mufti yang ada di kerajaannya.

Berikut adalah Cover Edisi “pemalsuan” pertama  cetakan tahun 1397 H.:

Tahrif Kitab Ash Shobuni

Edisi pertama ini adalah cetakan ad-Dar as-Salafiyah Kuwait. berikut adalah isu kajian yang dipalsukan:

Tahrif Kitab Ash Shobuni

perhatikan, pada halaman ini komentator menjelaskan (sekaligus memperlihatkan) perubahan kata “ziyarat qabri“ pada kata “ziyarat masjidi”. Menurutnya, kata “ziyarat qabri“ adalah salah (walaupun naskah aslinya seperti itu).

Lalu beberapa tahun kemudian, tahun 1404 H. terbit edisi baru:

Tahrif Kitab Ash Shobuni

ini adalah edisi cetakan  pada percetakan yang sama. dengan komentator Badar al-Badar (yang mungkin lebih amanah dari edisi sebelumnya), coba perhatikan pada isu yang sama:

Tahrif Kitab Ash Shobuni

pada halaman ini, terlihat bahwa kata “ziyarat qabri” tertulis sebagaimana aslinya. walaupun si komentator memberikan komentar sesuai dengan keyakinannya, bahwa kata “ziyarat qabri” itu salah.

Kemudian edisi berikutnya, terbit di Mesir:

Tahrif Kitab Ash Shobuni

yang diterbitkan oleh percetakan  Dar at-Tauhid li an-Nasr wa at-Tawzi’, dengan komentator Abu Khalid Majdi Ibn Saad. pada isu yang sama, si komentator sama sekali merubah dan bahkan membuang semua komentar pada edisi sebelumnya, sehingga pembaca akan kehilangan jejak sama sekali.

Tahrif Kitab Ash Shobuni

Anda ingin bergabung dengan orang-orang jahat? Wahabi akan menerima anda dengan tangan terbuka!!!

Wahabi Telah Melanggar Kode Etik Keilmuan

Seperti yang selama ini kita kenal PEMIKIRAN SALAFI  yang bercita2 untuk menyatukan semua pemikiran dan Hasil Ijtihad para ‘Ulama Madzhab di bawah Komandonya, sehingga Papan Nama besar Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia segera mendapat legalitas Dunia, walaupun dengan cara merubah Karya Ilmiyyah dan melanggar kode etik keilmuan yang ada.

Pelanggaran keilmuan yang di lakukan lebih di sebabkan WAHABI/SALAFI TIDAK MAMPU MENERIMA PERBEDAAN, walaupun dalam berbagai kesempatan mereka terus meneriakkan Slogan Kembali kepada Al Quran dan Hadits Sahih dengan Pemahaman para Salafussalih, tetapi itu hanya MANHAJ SALAF SEBATAS PENGAKUAN saja, terbukti mereka telah melakukan tidak kriminal dengan memalsukan Nama besar Seorang Ulama dengan merekayasa sebuah kitab atau merubah teks2 aslinya

.

Kitab Rekayasa Wahabi ini semakin menunjukkan bahwa salafi wahabi memang telah menunjukkan identitas yang sebenarnya sebagai Pencipta Tuhan Baru Manusia Masa Kini yang secara mutlak harus di turuti segala kemauannya

.

Di antara kitab Ahlussunnah adalah Hasyiyah ash-Shawi Ala Tafsir al Jalalain karya Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawi al-Maliki (w 1214 H).

.

Sebelumnya mari kita saksikan beberapa Saksi dari pera komentator berikut:

Ibnu Ali

saya telah memeriksanya pada sebuah naskah Kitab Hasyiah Shawi `ala Jalalain peninggalan para ulama dahulu yang ada diperpustakaan di sebuah pesantren di Aceh, naskah tersebut di cetak oleh Maktabah Al Azhariyah cetakan pertama tahun 1345 H/1926 M. pada halaman 255 jilid ke 3 pada surat Al fathir ayat ke delapan terdapat kata-kata yang tidak diperdapatkan dalam naskah yang baru yaitu:وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية
“mereka adalah satu kelompok di tanah hijaz yang dinamakan kaum Wahhabiyyah”.Dalam cetakan Toha putra pada akhir halaman 307 setelah kalimat دماء المسلمين terdapat terdapat kosong yang bersambung hingga halaman selanjutnya yang tertulis الا انهم هم الكاذبون jadi pada cetakan toha putra kalimat واموالهم لم هو مشاهد الان فى نظائرهم يحسبون انهم على شيء telah ditutupi, lucunya kalimat واموالهم dituliskan kembali dengan tulisan tangan, mungkin karena mereka telah menutupi tulisannya melebihi tujuan utamanya. Ini juga menjadi bukti yang kuat bahwa antara kalimat فى نظائرهم dan يحسبون انهم terdapat kalimat yang telah dibuang..ini menjadi satu bukti bahwa berita ini bukanlah fitnah semata-mata.
.

Oetoeh Koetatil

Dalam kitab terbitan DARUL FIKRI, Beirut Th. 2004 M/1423 Jilid III, hal. 379 (baris kedua dari bawah), juga hilang sebagian tulisan seperti dimaksud. Akan tetapi tidak seluruhnya, hanya pada bagian :
وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية
Dengan demikian ada versi lain lagi, namun substansinya sama. Hal ini fakta bahwa itu adalah “KESENGAJAAN”
.
Hati-hati dengan semua pihak yang bermaksud buruk terhadap Islam.Terima kasih admin atas infonya yang menginsfirasikan kita untuk bersikap teliti, sekaligus mengingatkan kita agar dalam menuntut ilmu harus melalui GURU yang muththasil, bersambung ilmunya hingga kepada sumber aslinya.
Berikut adalah scan Kitab yang berhasil di teliti oleh Saudara Abou Fateh yang kemudian di muat dalam Page Facebook “Allah Ada Tanpa Tempat”
.

Kitab Tafsir ini telah direduksi kaum Wahhabi oleh karena penulisnya telah membongkar sejarah hitam mereka. Perhatikan berikut ini !!

Scan pertama ini menunjukan naskah asli yang telah diterbitkan oleh Dar Ihya at turats al Arabi;

“Menurut satu pendapat; ayat ini turun tentang kaum Khawarij yang telah merusak takwil al-Qur’an dan Sunnah, yang untuk tujuan itu mereka menghalalkan darah orang-orang Islam dan harta-hata mereka.

.

Kenyataan ini sebagaimana terbukti di masa sekarang, sebuah kelompok yang sama persis dengan kaum Khawarij tersebut; mereka adalah kelompok yang berada di negeri Hijaz, mereka dinamakan dengan kelompok Wahhabiyyah, mereka menganggap diri mereka di atas kebenaran, padahal sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta. Mereka telah dijerumuskan oleh setan, hingga setan itu telah menjadikan mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itu adalah golongan setan, dan sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi, kita minta kepada Allah semoga Allah menghancurkan mereka”.

lalu, silahkan anda lihat….

scan ke dua ini dari kitab yang sama yang diterbitkan Wahhabi, diterbitkan oleh Dar al Kutub al Ilmiyyah;

Terjemah tulisan yang ditandai dengan warna adalah sebagai berikut:

“Menurut satu pendapat; ayat ini turun tentang kaum Khawarij yang telah merusak takwil al-Qur’an dan Sunnah, yang untuk tujuan itu mereka menghalalkan darah orang-orang Islam dan harta-hata mereka.

.

[[[[[[[ .........teks di sini hilang ke antah berantah digerogoti Wahabi........... ]]]]]]]]]

.

Mereka telah dijerumuskan oleh setan, hingga setan itu telah menjadikan mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itu adalah golongan setan, dan sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi”.

Imam Ahmad Ahli Tahrif Kata Wahhabi

Imam Ahmad secara tidak langsung atau langsung telah dituduh oleh wahhabi sebagai ahli Tahrif (mengubah maksud ayat).

Imam Ahmad yang dituduh wahhabi sebagai ahli tahrif menurut pengakuan kebanyakan wahhabi adalah bermadzhab Hanbali, yaitu mengikuti metode Imam Ahmad bin Hanbal dalam fiqih, namun bagaimana bisa Imam yang diikuti itu ternyata sebagai ahli tahrif menurut ‘Ulama pentolan wahhabi sendiri?

.

Tuduhan Imam Ahmad sebagai ahli tahrif menurut pentolan ‘Ulama wahhabi berlatar belakang  dari Imam Ahmad yang dalam menafsirkan salah satu ayat dalam Al Quran tidak menurut dhohirnya, sebagai berikut:

قال تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22)

Sabda Allah: “Dan datanglah Robbmu sementara para Malaikat bershaf shaf”

تفسير الإمام أحمد رحمه الله: روى البيهقي في مناقب الإمام أحمد عن الحاكم، عن أبي عمرو بن السماك عن حنبل أن أحمد بن حنبل تأول قول الله تعالى قال تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22) أنه جاء ثوابه. ثم قال البيهقي وهذا إسناد لا غبار عليه. نقل هذا ابن كثير في البداية والنهاية المجلد 10 ص 327.

“Dalam tafsir Imam Ahmad: Imam Bayhaqi meriwayatkan dalam manaqib Imam Ahmad dari Al Hakim, dari Abi ‘Amru bin samak, dari hanbal sesungguhnya Ahmad bin Hanbal mentakwil Sabda Allah (datanglah Robbmu sementara para Malaikat bershaf shaf) sesungguhnya datang pahalaNya, Imam Bayhaqi menjelaskan bahwa sanad ini tidak bernoda sama sekali, ImamIbnu Katsir menuqilnya dalam kitabnya Al Bidayah Wa Al Nihayah jild 10 hal 327”

Adapun Syailh ‘utsaimin dalam masalah ayat tersebut didalam kitabnya yang berjudul  “MAJMU’ FATAWA WA AL ROSAIL “ atau anda bisa melihatnya dalam situs http://www.resaltalislam.com/yang saya ambil screen shootnya seperti di bawah ini:

Imam Ahmad Ahli Tahrif Kata Wahhabi

mengatakannya sebagai berikut:

[فأهل السنة و الجماعة يقولون : نحن نؤمن بهذه الآيات، والأحاديث و لا نحرفها، لأن تحريفها قول على الله بغير علم من وجهين، يتبين ذلك في قوله تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22) قال أهل السنة والجماعة : جاء ربك أي هو نفسه يجيء، لكنه مجيء يليق بجلاله و عظمته لا يشبه مجيء المخلوقين، ولا يمكن أن نكيفه، و علينا أن نضيف الفعل إلى الله كما أضافه الله إلى نفسه. فنقول: إن الله تعالى يجيء يوم القيامة مجيئاً حقيقياً يجيء هو نفسه، و قال أهل التحريف معناه : و جاء أمر ربك ….]

Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah mereka mengatakan: Kita mengimani ayat ini juga beberapa hadits (yang membicarakan masalah Shifat) dan Kami tidak mentahrifnya, karena mentahrif ayat dan hadits hadits tersebut adalah ucapan mengatasnamakan Allah tanpa Ilmu dari dua segi, hal itu akan jelas dalam Firman Allah  {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22), Ahlussunnah wal Jama’ah mengatakan : Datang Tuhanmu yang dimaksud Tuhan datang dengan diiNya, tetapi kedatanganNya yang patut dengan keagungan dan kemulyaanNya, tidak sama seperti kedatangan para Mahluq, dan kita tidak mungkin menteorikan kedatangaNya itu, dan wajib bagi kita untukmenyandarkan perbuatan kepada Allah sebagaimana Allah sendiri menyandarkan perbuatan itu kepada DiriNya sendiri. Maka kami mengatakan: Allah datang dihari Qiyamat dengan datang yang sebenarnya, Allah datang dengan Dirinya Sendiri. Dan Orang orang Ahli tahrif mengatakan artinya (Dan datang Robbmu) itu dengan “Dan datang Perintah Robbmu”

.

Demikianlah Imam Ahmad adalah Ahli Tahrif menurut pandangan ‘Ulama wahhabi Syaikh Al ‘utsaimain, sebab Imam Ahmad telah mentakwil ayat tersebut dengan yang tidak seperti mereka katakan atau tidak mengartikan sesuai apa adanya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s