Film Iran raih OSCAR

'A Separation', Film Iran Pertama yang Menyabet Oscar

Asghar Farhadi

‘A Separation’, Film Iran Pertama yang Menyabet Oscar

Untuk kali pertama, film Iran berhasil menyabet penghargaan bergengsi di ajang Oscar sebagai film berbahasa asing terbaik. Film ‘A Separation’ adalah film Iran pertama yang mendapatkan penghargaan itu.

Sutradara Asghar Farhadi menerima penghargan itu dan sempat bicara dalam bahasa Farsi. Asghar sendiri mengungkapkan kemampuan warga Iran untuk membuat prestasi di bidang budaya yang mendunia

.
Dia juga terus menerus menekankan bahwa karya mereka adalah tentang keluarga dan kemanusiaan, bukan politik. Sebelumnya, film ini berhasil juga menyabet penghargaan serupa di ajang Golden Globe.

Namun, di balik keberhasilan ‘A Separation’ terbetik kabar bahwa ada perang dingin antara Asghar dan sutradara Joseph Cedar yang turut membantu dalam film itu. Farhadi juga dikabarkan sempat tak mengikuti ajang penghargaan serupa karena disebut-sebut menghindari Cedar, entah apa penyebabnya.

 

Pengaruh Lobi Zionis Tekan AS Serang Iran

Para pejabat teras rezim Zionis semakin getol meningkatkan retorika haus perang terhadap Iran dengan mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap negara itu, jika sanksi gagal menghentikan program nuklir sipil Tehran.

 

Gelombang propaganda masif itu mengalir semakin deras menjelang lawatan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu ke Amerika. Dijadwalkan, agenda utama pertemuan Netanyahu dengan pejabat tinggi  AS mengenai program nuklir Iran. Sebelumnya, Pada 9 Februari lalu, Menteri Luar Negeri rezim Zionis, Avigdor Lieberman mengancam akan menginvasi Iran, jika sanksi internasional gagal menghentikan program nuklir Tehran.

 

Gencarnya ancaman serangan militer Israel terhadap Iran mengemuka di saat para pakar militer menilai rezim Zionis tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menginvasi Iran. Para analis menilai Tel Aviv tidak sanggup menghadapi serangan balasan dari Tehran. Prediksi tersebut juga diakui sendiri oleh Menteri Peperangan Israel, Ehud Barak.

 

Statemen kontradiktif itu menunjukkan bahwa para pejabat Israel berupaya memanfaatkan atmosfir pemilu di AS untuk menarik dukungan Gedung Putih terhadap manuver Tel Aviv menyerang Iran.

 

Sebelumnya, Komandan Staf Gabungan Angkatan bersenjata AS, Jenderal Martin Dempsey dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan Menteri peperangan Ehud Barak menyatakan bahwa pemerintahan Obama menentang segala bentuk serangan militer terhadap Iran. Pernyataan Dempsey yang dikemukakan pada awal Februari 2012 itu menegaskan bahwa Washington tidak akan mengamini Tel Aviv menyulut perang baru di kawasan Timur Tengah.

Sontak sikap Washington yang terlihat lunak terhadap Iran di mata Tel Aviv itu memicu kecaman keras pejabat teras rezim Zionis. Kini, Israel terus-menerus mendesak Gedung Putih supaya bersikap lebih keras terhadap Tehran. Namun tampaknya AS mereaksi tuntutan Israel tersebut dengan cara lain. Washington memperingatkan Israel mengenai dampak buruk serangan militer terhadap Iran.

 

Tampaknya, kemenangan para kandidat dalam pilpres AS sangat berkaitan erat dengan dukungan lobi rezim Zionis. Dengan demikian, kandidat pilpres akan terpilih jika mendapat restu dari para pemuka Zionis. Untuk itu para kandidat berlomba-lomba menarik dukungan rezim Zionis dengan mengungkapkan dukungan sebesar-besarnya terhadap Israel. Mereka mengumbar dukungan luas terhadap kebijakan Israel di kawasan Timur Tengah. Netanyahu memanfaatkan momentum itu untuk menarik dukungan penguasa AS sebelum pertemuan tahunan Komite Urusan Publik Israel-Amerika (AIPAC), terutama menekan Obama supaya mengamini ambisi Israel menyerang Iran.

 

AS dan sekutunya bersama Israel senantiasa menuding aktivitas nuklir Iran mengarah pada program militer rahasia. Dengan memanfaatkan tudingan itu, Washington dan Tel Aviv melancarkan sanksi sepihak terhadap Tehran dan kini mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap Iran.

 

Sebaliknya, di tengah derasnya ancaman Israel itu, Tehran menegaskan akan membalas segala bentuk ancaman tersebut, dan memperingatkan bahwa perang terhadap Iran akan meluas tidak hanya di kawasan Timur Tengah saja.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.