pemimpin tertinggi Republik ISLAM Iran, Ayatullah Khamenei menggali Ayat Ayat Sains Dalam Al Quran untuk kemandirian Iran

Rahbar di hari Milad Rasul SAW:
Revolusi Islam Iran Adalah Kelahiran Kembali Islam
“Berkat Islam dan gerakan agung Rasulullah Saw, revolusi Islam Iran berhasil menang dan hari ke hari semakin solid.”
Revolusi Islam Iran Adalah Kelahiran Kembali IslamSatu-satunya jalan bagi umat Islam untuk memperoleh kemuliaan, kehormatan, keagungan hakiki serta kesejahteraan spiritual dan materi adalah dengan mengambil pelajaran dari berbagai dimensi wujud dan kepribadian agung Rasulullah Saw. Hal itu dikatakan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei hari ini (10/2) dalam acara peringatan Milad Rasulullah Muhammad Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) di Huseiniyah Imam Khomeini Tehran.
.
Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, berbagai lapisan masyarakat, para peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-25 dan Duta Besar negara-negara Islam itu, Rahbar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad Nabi Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) seraya menyebut hari ini sebagai hari raya terbesar sepanjang sejarah bagi umat manusia.
.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa Rasulullah Saw adalah manifestasi ilmu, amanah, keadilan, akhlak mulia, kasih sayang, dan keyakinan akan pertolongan Allah.
.
“Sepanjang sejarah, dengan berbagai kemajuan materi dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan, umat manusia selalu menjunjung tinggi sifat-sifat mulia dan nilai-nilai agung ini. Saat ini, dibanding yang lain umat Islam lebih memerlukan sifat-sita agung dan mulia tersebut,” kata beliau.
.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan jalinan persaudaraan, kesabaran dan toleransi di antara umat Islam, seraya menambahkan, hal lain yang sangat diperlukan umat Islam saat ini adalah keyakinan akan terwujudnya janji-janji Ilahi. Sebab, Allah Swt telah menjanjikan bahwa kerja keras, perjuangan, resistensi menghadapi segala tekanan dan tidak tunduk terhadap hawa nafsu duniawi, harta dan kekuasaan akan membuahkan keberhasilan.
.
Mengenai 10 tahan masa pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan, “Meskipun pemerintahan ini berlangsung singkat, namun berhasil membangun pondasi kokoh bagi umat manusia sepanjang masa untuk bergerak mencapai puncak keilmuan, peradaban dan kemajuan materi dan spiritual.”
.
Beliau menyinggung persatuan sebagai salah satu kebutuhan umat Islam yang mendesak. Seraya mengingatkan akan kebangkitan bangsa-bangsa Muslim di kawasan, beliau menandaskan, “Transformasi dan revolusi-revolusi di kawasan yang berlangsung saat ini seiring dengan kegagalan demi kegagalan yang dialami Amerika Serikat (AS) dan kubu arogansi serta kian melemahnya rezim Zionis Israel adalah kesempatan langka bagi umat Islam yang harus dimanfaatkan secara maksimal.”
.
Rahbar menambahkan, tak diragukan bahwa dengan inayah Allah Swt dan dengan tekad kuat umat Islam, para cendekiawan, tokoh keilmuan, politik dan agama gerakan ini akan terus berlanjut, dan umat Islam akan kembali mencapai era kemuliaan dan kemajuannya.
.
Beliau mengomentari jatuhnya peringatan Milad Nabi Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) yang bertepatan dengan ulang tahun kemenangan revolusi Islam seraya mengatakan, “Revolusi ini adalah buah dari gerakan agung Nabi Saw yang dicatat sejarah. Revolusi Islam adalah kelahiran kembali Islam.”
.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menambahkan, “Di zaman ketika kekuatan adi daya dunia beranggapan telah berhasil menyingkirkan dan meredam segala hal yang berhubungan dengan spiritualitas dan gerakan Islam, mendadak terdengar gema agung revolusi Islam yang abadi dan bersejarah. Selain menyentak musuh-musuh Islam, gema revolusi ini membangkitkan harapan dan optimisme di hati kawan yang cerdik, arif dan bijak.”
.
Seraya mengingatkan konspirasi besar-besaran dan sistematis kubu adidaya dan arogansi untuk meredam gema revolusi Islam, beliau menegaskan, di tengah himpitan tekanan dan konspirasi, berkat kepemimpinan Imam Khomeini dan resistensi rakyat Iran, revolusi Islam tetap lestari dan semakin kuat.
.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa bangsa Iran tetap loyal dengan khittah Imam Khomeini dan terus bergerak mencapai cita-citanya. Dengan teguh dan bersabar menghadapi berbagai kesulitan dan tekanan, bangsa ini berhasil menggagalkan semua konspirasi musuh.
.
“Berkat Islam dan gerakan agung Rasulullah Saw, revolusi Islam Iran berhasil menang dan hari ke hari semakin solid,” imbuh beliau.
.
Menurut Rahbar apa yang berhasil dicapai bangsa Iran dengan revolusi Islamnya dan resistensinya selama 33 tahun ini bisa menjadi teladan bagi bangsa-bangsa Muslim yang lain.
..
Di awal pertemuan itu Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pembicaraannya menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari lahir Rasulullah Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) seraya menyebut semua gerakan kebebasan dan pembaharuan termasuk revolusi Islam Iran sebagai buah dari perjuangan kebangkitan para Nabi utusan Allah, khususnya gerakan kebangkitan agung dan sempurna yang dipimpin oleh Nabi Muhammad Saw.
.
Dikatakannya, Nabi Saw bangkit untuk mengibarkan panji tauhid, mengajarkan norma-norma hakiki, menyingkirkan segala keburukan, kezaliman dan kebodohan serta menegakkan keadilan dan akhlak, sementara revolusi Islam Iran adalah kepanjangan dari gerakan agung ini.Ahmadinejad menyinggung gerakan kebangkitan Islam di kawasan saat ini dan menyebutnya sebagai kelanjutan dari gerakan Nabi Saw.
.
“Transformasi terkini dengan cepat akan melahirkan gerakan kebangkitan besar yang bakal mengibarkan kedaulatan tauhid di dunia dan menyingkirkan kezaliman kaum durjana dan zionis dari muka bumi,” imbuhnya.
.
Di akhir pertemuan, sejumlah tamu asing peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-25 bertatap muka dan berbincang-bincang dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam.
.
Iran berhasil meluncurkan satelit orbitnya, Jumat (3/2) pagi waktu setempat. Di lokasi peluncuran, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad  berharap peluncuran satelit ini bisa menjadi sinyal persahabatan antar sesama manusia. “Tindakan ini [peluncuran satelit] akan mengirim sinyal persahabatan yang kuat untuk umat manusia,” tulis kantor berita resmi Iran, IRNA sebagaimana dilansir dari Associated Press, Sabtu (4/2).Satelit kecil bernama Navid dan Gospel ini dirancang untuk mengumpulkan data tentang kondisi cuaca dan memantau bencana alam. Satelit memiliki berat sekitar 110 pon (50 kilogram), mengorbit di ketinggian 234 mil (375 kilometer), dan mengelilingi bumi sebanyak 15 kali dalam sehari
.

Satelit diproduksi sebuah Universitas Teknik di Iran. Satelit Navid merupakan satelit kecil ketiga yang berhasil diluncurkan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Satelit ini diperkirakan mampu mengorbit selama dua bulan. Satelit Navid dilengkapi teknologi kontrol maju, kamera resolusi tinggi, dan photocells untuk menghasilkan tenaga. Navid diluncurkan menggunakan rudal Safir yang berarti Duta Besar Persia. Sebuah situs Iran, irannuc.ir, menyebutkan Safir merupakan rudal balistik yang dapat diubah menjadi rudal jelajah antar benua

.

Sementara itu, seperti biasanya Amerika Serikat (AS) langsung kalang-kabut dengan kemajuan yang dicapai Iran. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington mengatakan pengembangan Roket Safir melanggar resolusi PBB 2010, yang melarang Iran meluncurkan menggunakan teknologi rudal balistik. Pelucuran Safir, menurut AS, merupakan krisis pengembangan rudal balistik jarak jauh Iran

.

Bagi Iran, mengorbitnya satelit Navida dan Gospel serta meluncurnya Rudal Safir merupakan jawaban bahwa negara ini sama sekali tidak terpengaruh dengan sanksi ekonomi yang diberikan AS dan Uni Eropa.

Soft Power, Sumber Kekuatan Iran

Selasa, 2012 Februari 14 12:49


Dalam studi Hubungan Internasional, power, atau kekuatan negara-negara biasanya didefinisikan dalam dua kategori, hard power dan soft power.
.
Hard power secara singkat bisa dimaknai sebagai kekuatan material, semisal senjata, jumlah pasukan, dan uang yang dimiliki sebuah negara. Umumnya pemikir Barat (atau pemikir Timur yang westernized) lebih memfokuskan pembahasan pada  hitung-hitungan hard power ini. Contohnya saja, seberapa mungkin Indonesia bisa menang melawan Malaysia jika terjadi perang? Yang dikedepankan biasanya adalah kalkulasi seberapa banyak senjata, kapal perang, kapal selam, dan jumlah pasukan yang dimiliki kedua negara
.
Begitu juga, di saat AS dan Israel berkali-kali melontarkan ancaman serangan kepada Iran, yang banyak dihitung oleh analis Barat adalah berapa banyak pasukan AS yang kini sudah dipindahkan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia; seberapa banyak rudal yang dimililiki Iran, seberapa jauh jarak jelajahnya, dst
.
Bila memakai kalkulasi hard power, harus diakui bahwa sebenarnya kekuatan Iran masih jauh di bawah AS. Apalagi, doktrin militer Iran adalah defensive (bertahan, tidak bertujuan menginvasi Negara lain). Iran hanya menganggarkan 1,8% dari pendapatan kotor nasional (GDP)-nya untuk militer (atau sebesar 7 M dollar). Sebaliknya, AS adalah negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, yaitu 4,7% dari GDP atau sebesar  687 M dollar. Bahkan, AS telah membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai penjuru dunia yang mengepung Iran
.
Tapi, dalam kasus Iran, memperhatikan kalkulasi hard power saja tidak cukup. Sebabnya adalah karena kunci kekuatan Iran justru di soft power-nya. Dan ini sepertinya diabaikan  oleh banyak analis Barat, mungkin sengaja, atau mungkin juga ketidaktahuan. Dalam papernya di The Iranian Journal of International Affairs, Manouchehr Mohammadi (Professor Hubungan Internasional dari Tehran University) menyebutkan bahwa kemampuan Republik Islam Iran untuk bertahan hingga hari ini adalah bergantung pada faktor-faktor yang sangat langka ditemukan dalam masyarakat Barat yang materialistis, yaitu faktor-faktor spiritual. Tentu saja, faktor hard power tetap diperhatikan oleh Republik Islam Iran, namun basisnya adalah soft power
.
Apa itu soft power?Secara ringkas bisa dikatakan bahwa subtansi soft power adalah sikap persuasif dan kemampuan meyakinkan pihak lain; sementara hard power menggunakan kekerasan dan pemaksaan dalam upayanya menundukkan pihak lawan. Karena itulah, menurut Mohammadi, dalam soft power, mentalitas menjadi kekuatan utama dan investasi terbesar yang dibangun Iran adalah membangun mental ini, bukan membangun kekuatan militer. Pemerintah Iran berusaha untuk menumbuhkan nilai-nilai bersama, antara lain nilai tentang kesediaan untuk berkorban dan bekerja sama dalam mencapai kepentingan nasional.Mohammadi mengidentifikasi ada 10 sumber kekuatan soft power Iran,tiga diantaranya adalah sebagai berikut
.
1.    Rahmat Tuhan.
Faktor Tuhan memang jarang disebut-sebut dalam analisis politik. Tapi, kenyataannya, memang inilah yang diyakini oleh rakyat Iran, dan inilah sumber kekuatan mereka. Menurut Mohammadi, bangsa Iran percaya bahwa orang yang berjuang melawan penentang Tuhan, pastilah dibantu oleh Tuhan. Dengan kalimat yang indah, Mohammadi mendefinisikan keyakinan ini sebagai berikut, “Kenyataannya, mereka [yang berjuang di jalan Allah] bagaikan tetesan air yang bergabung dengan lautan luas, lalu menghilang dan menyatu dalam lautan, kemudian menjelma menjadi kekuatan yang tak terbatas.”
.

Keyakinan ini semakin kuat setelah bangsa Iran pasca Revolusi terbukti berkali-kali meraih kemenangan dalam melawan berbagai serangan dari pihak musuh, mulai dari invasi Irak (yang didukung penuh oleh AS, Eropa, Arab, dan Soviet), hingga berbagai aksi terorisme (pengeboman pusat-pusat ziarah, pemerintahan, dan aparat negara). Salah satu kejadian yang dicatat dalam sejarah Iran adalah kegagalan operasi rahasia Angkatan Udara AS untuk memasuki Teheran. Pada tahun 1980, Presiden AS Jimmy Carter mengirimkan delapan helicopter dalam Operasi Eagle Claw. Misinya adalah menyelamatkan 52 warga AS yang disandera para mahasiswa Iran di Teheran. Operasi itu gagal ‘hanya’ karena angin topan menyerbu kawasan Tabas, gurun tempat helikopter itu ‘bersembunyi’ sebelum meluncur ke Teheran. Angin topan dan pasir membuat helikopter itu saling bertabrakan dan rusak parah. Mengomentari kejadian ini, Imam Khomeini mengatakan, “Pasir dan angin adalah ‘pasukan’ Allah dalam operasi ini.”

.

2.    Kepemimpinan dan Otoritas
Peran kepemimpinan dan komando adalah faktor yang sangat penting dalam situasi konflik, baik itu militer, politik, atau budaya. Pemimpin-lah yang menjadi penunjuk arah dalam setiap gerakan perjuangan. Dialah yang menyusun rencana dan strategi untuk berhadapan dengan musuh. Menurut Mohammadi, hubungan yang erat dan solid antara pemimpin dengan rakyatnya adalah sumber power yang sangat penting. Di Iran, karena yang menjadi pemimpin adalah ulama yang memiliki kredibilitas tinggi, kepatuhan kepada pemimpin bahkan dianggap sebagai sebuah gerakan relijius, dan inilah yang menjadi sumber utama kekuatan soft power Iran. Dalam kalimat Mohammadi, “[it] is a source of power per se, that assures the friends and frightens the foes.”

.

3.  Mengubah Ancaman Menjadi Kesempatan
Revolusi Islam Iran telah menggulingkan Shah Pahlevi yang didukung penuh oleh Barat.

.

 Pra-revolusi Islam, Barat sangat mendominasi Iran, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya. Kepentingan Barat di Iran terancam oleh naiknya seorang ulama yang menyuarakan independensi dan sikap anti kapitalisme-liberalisme, yaitu Imam Khomeini. Karena itulah, Barat dengan berbagai cara berusaha menggulingkan pemerintahan Islam, antara lain dengan memback-up Saddam Husein untuk memerangi Iran. Saddam yang sesumbar bisa menduduki Teheran hanya dalam sepekan, ternyata setelah berperang selama 8 tahun tetap tidak mampu mengalahkan Iran
.
AS dan Eropa kemudian menerapkan berbagai sanksi dan embargo; berusaha meminggirkan Iran dalam pergaulan internasional, mempropagandakan citra buruk terhadap pemerintahan Islam, dll.Karena didasari oleh dua faktor sebelumnya (keyakinan pada rahmat Tuhan dan faktor kepemimpinan relijius), bangsa Iran mampu bertahan hidup dalam situasi yang sulit dan berjuang untuk mengubah tekanan dan ancaman ini menjadi kesempatan untuk maju dan berdikari. Contoh mutakhirnya adalah, ketika akhir-akhir ini semakin marak pembunuhan terhadap pakar nuklir Iran yang didalangi oleh agen-agen rahasia asing; jumlah pendaftar kuliah di jurusan teknik nuklir justru semakin meningkat. Inilah jenis mental yang berhasil dibangun oleh pemerintah Iran selama 34 tahun terakhir:  semakin ditekan, semakin kuat semangat perjuangan mereka
.

Dalam pidato terbarunya di Teheran, pemimpin tertinggi Republik ISLAM Iran, Ayatullah Khamenei, menyinggung masalah ini. Beliau mengatakan,

“Ketika kita diembargo, kemampuan kita justru semakin meningkat, potensi kita justru semakin terasah, kita tumbuh dari dalam. Jika kita tidak diembargo senjata, hari ini kita tidak akan mencapai kemajuan yang mengagumkan. Jika kita tidak diembargo dalam pengembangan nuklir –padahal reaktor nuklir Bushehr itu mereka [Barat] yang membangunnya—hari ini kita tidak memiliki kemampuan dalam pengayaan uranium,. Jika mereka tidak menutup pintu-pintu ilmu dari kita, hari ini kita tidak akan mampu menciptakan stem cell, menguasai ilmu antariksa dan mengirim satelit ke angkasa luar. Karena itu, semakin mereka mengembargo kita, semakin besar kita mampu menggali kemampuan dan potensi kita sendiri. Dan semakin hari, potensi kita itu akan semaki mekar berkembang. Karena itulah, embargo sesungguhnya bermanfaat bagi kita.”
.
Belajar dari Iran, kita perlu mengajukan pertanyaan, bagaimana dengan Indonesia hari ini? Faktor kepemimpinan yang lemah dan lebih mendahulukan membeli pesawat produk luar negeri jelas faktor yang sangat melemahkan soft power Indonesia. Namun sebagai bangsa, kita masih memiliki kekuatan untuk membangun dari dalam, dimulai dari diri sendiri, yaitu membangun kekuatan dan keyakinan spiritual; membangun etos perjuangan berbasis relijiusitas.
.



Fatwa Mati untuk Salman Rushdie, Lini Pertahanan dari Serangan Budaya Barat

Selasa, 2012 Februari 14 08:56

.

Ahmad Salman Rushdie, tentu termasuk salah satu penulis yang paling benci masyarakat dunia. Seorang antek-antek yang menjual nafas setannya untuk menistakan dunia Islam. Akan tetapi ia lupa bahwa telah menjadi sunnah ilahi, bahwa orang-orang yang beranggapan dapat menenggelamkan cahaya abadi Islam, akan hancur.
.
Ahmad Salman Rushdie, adalah putra tunggal dari seorang pengusaha lulusan Cambridge, dan ibunya adalah seorang guru di Bombay. Mengenai kehidupan pribadinya, tersebar isu bahwa ibunya adalah seorang penari, namun berdasarkan sumber-sumber resmi, ibunya adalah seorang pengajar.
.
Sebelum menginjak usia 14 tahun, berhijrah ke Inggris untuk belajar di sebuah sekolah rubgy, Salman Rushdie belajar di sebuah sekolah privat di Bombay. Setelah itu, Salman Rushdie belajar di King’s College di jurusan sejarah.
.
Karya pertama Salman Rushdie berjudul Grimus yang terbit tahun 1975. Novel tersebut tidak mendapat sambutan pasar. Novel berikutnya berjudul Midnight’s Children, yang terbit tahun 1981 dan mendapat penghargaan Booker Prize dan pada tahun 1993 dan 2008, novel itu mendapat penghargaan Best of the Bookers.
.
Setelah itu ia menulis buku Shame pada tahun 1983. Dan karya keempat Salman Rushdie dan yang paling kontroversial adalah Satanic Verses, yang secara resmi dilarang publikasinya di Iran, India, Pakistan, Bangladesh, Mesir, dan Afrika Selatan.
.
Buku tersebut adalah sebuah cerita panjang yang diterbitkan pada 26 September 1988 oleh penerbitan Viking. Buku tersebut pada hakikatnya ditulis Salman Rushdie atas pesanan Gillon Aitken, oleh pemimpin penerbitan Viking keturunan Yahudi, dengan komisi hingga 580 ribu pound.
.
Dukungan luas media massa dari buku ini dan publikasi meluasnya di berbagai negara dunia, mengungkap dukungan banyak pihak di balik tabir terhadap buku Salman Rushdie. Secara bertahap protes umat Islam atas penerbitan buku tersebut semakin meluas dan ratusan warga Muslim di kota Bradford membakar ratusan kopi buku tersebut. Di banyak negara Islam, termasuk Pakistan dan India, masyarakat menggelar demo massif. Dilaporkans sejumlah orang tewas dalam demonstrasi tersebut.
.
Pemimpin Revolusi Islam Iran dan pendiri pemerintahan Republik Islam, Imam Khomeini pada 14 Februari 1989, mengeluarkan fatwa mati kepada Salman Rushdie dan fatwa tersebut hingga kini tetap berlaku. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tujuh tahun lalu menyatakan bahwa fatwa Imam Khomeini atas Salman Rushdie itu tidak dapat diubah.
.
Menyusul fatwa tersebut, media massa asing di Barat mengklaim bahwa jika Salman Rushdie bertobat, maka fatwa mati terhadapnya akan dihapus. Imam Khomeini dengan segera menepis berita tersebut dan menekankan bahwa meski Salman Rushdie bertobat dan menjadi orang yang paling zuhud di dunia, wajib bagi setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya dari sisi materi maupun maknawi untuk mengantarkan Salman Rushdie ke neraka. Dan jika seorang non-Muslim mengetahui tempat persembunyian Salman Rushdie dan membunuhnya lebih cepat dari umat Islam, maka wajib bagi umat Islam untuk memberinya imbalan sebesar-besarnya.
.
Setelah statemen Imam Khomeini, pemerintah Inggris menyatakan bersedia melindungi Salman Rushdie dan bahkan menyediakan pengawal pribadi.
.
Salman Rushdie bersembunyi sejak fatwa Imam Khomeini dan polisi Inggris bertanggung jawab menjaganya di tempat yang dirahasiakan. Biaya pengawalan Salman Rushdie setiap tahunnya mencapai 10 juta pound. Besarnya dana tersebut hingga membuat pangeran Inggris pernah menyatakan bahwa Salman Rushdie telah menjadi beban berat bagi para pembayar pajak Inggris.
.
Meski menghadapi kemarahan umat Islam dunia, Salman Rushdie tidak jera untuk mencetak ulang novelnya. Ketika pemerintah Inggris menolak untuk mencetak ulang buku Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie membawanya ke Amerika Serikat dan mencetak ulang buku kontroversial itu dan dijual dengan harga yang sangat murah. (IRIB Indonesia/MZ)

Imam Khomeini Ungkap Makar Dinas Intelijen Barat di Balik Publikasi Buku Ayat-Ayat Setan

Selasa, 2012 Februari 14 09:00
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, Heshmatollah Falahat menilai fatwa mati terhadap Salman Rushdie yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini, sebagai langkah bijak dan bahwa fatwa tersebut bukan hanya sesuai dengan prinsip-prinsip al-Quran, melainkan juga sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
 .
Dalam wawancaranya dengan Mehr News (13/2), Heshmatollah mengatakan, “Di Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa, dibentuk berbagai komite budaya yang beraktivitas di bawah pengawasan lembaga-lembaga intelijen. Komite-komite budaya tersebut secara resmi merekrut para cendikiawan untuk dikerahkan dalam program perang budaya.”
 .
“Mereka [Barat] berpendapat bahwa para cendikiawan yang dikerahkan pada era Perang Dingin dalam melawan paham komunisme era Uni Soviet, dapat kembali di aktifkan untuk melawan dunia Islam sebagai tantangan baru bagi Barat. Salah satu dari cendikiawan tersebut adalah Salman Rushdie,” tegas Hehsmatollah.
 .
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Iran itu mengatakan, “Salman Rushdie  dan komite budaya Barat menggelar propaganda anti-Islam itu untuk dua tujuan. Pertama melawan gelombang kecenderungan terhadap Islam yang semakin meluas di Barat dan keud menghadapi dunia Islam secara keseluruhan dalam upaya mewujudkan atmosfer sekulerisme di negara-negara Islam.
 .
“Imam Khomeini pada masa itu mengungkap tujuan-tujuan di balik layar Barat dan menjelaskan bahwa blok Barat tengah menggelar perang baru yaitu perang dengan Islam. Imam Khomeini ra berusaha menciptakan baris pertahanan baru menghadapi propaganda Barat dengan fatwa tegas itu. Fatwa Imam Khomeini itu mengubah perimbangan internasional dan kini setelah bertahun-tahun berlalu sejak, para pemuda Muslim mengetahui bahwa fatwa Imam Khomeini itu merupakan langkah pencegahan menghadapi politik budaya distorsif Barat,” jelas Heshmatollah.
 .
Menurutnya, fatwa Imam Khomeini bukan hanya sesuai dengan prinsip al-Quran dan agama melainkan juga sesuai dengan hukum internasional. Karena Salman Rushdie melalui jenis pengingkarannya tengah berupaya menggelar perang era abad pertengahan anti-Islam dan menciptakan fitnah besar dalam dunia Islam serta menyulut medan perang baru antara Barat dan Islam.
 .
Fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie itu merupakan langkah pencegahan karena terungkap bahwa di masa-masa berikutnya, muncul Salman Rushdie baru di Belanda, Denmark, Jerman, dan di banyak negara Barat, yang semuanya merupakan hasil dari komite budaya yang berada di bahwa pengawasan lembaga-lembaga intelijen.
 .
Menjawab pertanyaan apakah fatwa mati terhadap Salman Rushdie itu akan membuat musuh-musuh Islam semakin kurang ajar? Heshmatollah mengatakan, “Fatwa Imam Khomeini ra telah menunjukkan pengaruhnya, mungkin jika Salman Rushdie terbunuh, pengaruhnya tidak seperti sekarang. Karena setiap tahun umat Islam memperingati solidaritas mereka dalam mendukung fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie.”
 .
“Dunia barat dengan seluruh kemampuan mereka berusaha melindungi Salam Rushdie dan ini membuktikan kekhawatiran Barat terhadap dunia Islam, dan bahkan sejak fatwa terhadap Salman Rushdie itu, kecenderungan terhadap agama Islam di Barat semakin meluas.”

One comment

  1. Sebuah perhelatan yg menakjubkan dan semoga bangsa kita dapat belajar dengan iran’ semoga ALLAH SWT memberi dari sisinya tempat mulia bagi Imam Khomeini.ra

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s