Abu Sufyan
Shakhr bin Harb (bahasa Arab: صخر بن حرب; atau lebih dikenal dengan panggilannya Abu Sufyan bin Harb (bahasa Arab: أبو سفيان بن حرب) adalah salah seorang pemimpin utama Bani Quraisydi Mekkah yang sangat menentang Muhammad, akan tetapi di kemudian hari memeluk agama Islam. Keturunan Abu Sufyan kemudian mendirikan dinasti Umayyah yang memerintah dunia Islam antara tahun 661–750
.
Penentangan terhadap Islam
Abu Sufyan adalah kepala suku Bani Abdu Syams, salah satu dari cabang suku Quraisy. Ia adalah salah satu pemimpin utama Quraisy dan orang terpandang di Mekkah. Bagi Abu Sufyan, Muhammad dan kaum muslim dipandang sebagai ancaman terhadap tatanan sosial Mekkah, dan seseorang yang bertujuan untuk kekuasaan politik serta berpaling dari dewa-dewa Quraisy.
Kekerasan yang terjadi membuat sekelompok muslim Mekkah hijrah ke Habsyah untuk memperoleh perlindungan, dan putrinya yang bernama Ramlah binti Abu Sufyan adalah termasuk salah seorang diantaranya.
Konflik militer
Setelah Muhammad hijrah Madinah pada tahun 622, kaum Quraisy menyita barang-barang yang kaum muslim yang tinggalkan. Dari Madinah, kaum muslim kemudian mulai menyerang kafilah-kafilah Quraisy yang berdagang dari Suriah ke Mekkah.
Pada tahun 624, Abu Sufyan memimpin sebuah kafilah. Sebuah pasukan muslim ketika itu berusaha untuk mencegatnya, namun ia berhasil meminta bantuan dari Quraisy di Mekkah. Ini adalah penyebab terjadinya Pertempuran Badar, yang kemudian berakhir dengan kemenangan kaum muslim. Di lain pihak, Abu Sufyan berhasil membawa kafilahnya pulang dengan selamat ke Mekkah. Kematian beberapa pemimpin Quraisy dalam pertempuran tersebut menyebabkan Abu Sufyan menjadi pemimpin utama Mekkah.
Abu Sufyan selanjutnya berperan sebagai pemimpin militer Mekkah dalam peperangan melawan Madinah, antara lain dalam Pertempuran Uhud tahun 625 dan Pertempuran Khandaq tahun 627, tetapi tidak berhasil mencapai kemenangan yang menentukan. Akhirnya kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Perjanjian Hudaibiyyah tahun 628, yang memungkinkan umat Islam untuk melakukan ziarah ke Ka’bah.
Penaklukan Mekkah
Ketika gencatan senjata tersebut dilanggar oleh suku-suku sekutu Quraisy di tahun 630, Muhammad kemudian menggerakkan pasukan Muslim untuk menaklukkan Mekkah. Abu Sufyan yang kini merasa bahwa Quraisy sudah tidak cukup kuat untuk dapat menghalangi kaum muslim, melakukan perjalanan ke Madinah dan berusaha untuk mengembalikan perjanjian tersebut. Tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai antara kedua belah pihak, dan Abu Sufyan kembali ke Mekkah dengan tangan kosong. Abu Sufyan masih beberapa kali lagi melakukan perjalanan antara Mekkah dan Madinah untuk mengupayakan terjadinya penyelesaian damai.[1] Ketika penaklukan Mekkah pada akhirnya terjadi, upaya-upaya tersebut membuahkan hasil tidak adanya peperangan atau pertumpahan darah di Mekkah.
Kehidupan selanjutnya
Setelah penaklukan Mekkah, Abu Sufyan menjadi salah seorang panglima perang kaum muslim dalam peperangan selanjutnya. Dalam Pengepungan Tha’if, ia kehilangan sebelah matanya. Abu Sufyan sedang bertugas di Najran ketika Muhammad meninggal pada tahun 632. Abu Sufyan juga berperang dalam Pertempuran Yarmuk tahun 636, dimana ia kehilangan mata keduanya.[2][3]
Abu Sufyan meninggal dunia tahun 650 di Madinah pada usia sembilan puluh tahun. Utsman bin Affan yang telah menjadi khalifah ketiga di 644 dan merupakan kerabat Abu Sufyan adalah yang memimpin doa bagi penguburannya.
Peninggalan
Di kemudian hari, Muawiyah putra Abu Sufyan berhasil mendirikan dinasti Umayyah, yaitu dinasti muslim pertama yang memerintah dunia Islam selama seabad, antara tahun 661-750. Muawiyah berperang melawan Ali bin Abi Thalib, sementara putranya Yazid bin Muawiyah terlibat peperangan yang akhirnya menyebabkan syahidnya Husain bin Ali. Kaum Syi’ah memandang Abu Sufyan sebagai seorang munafik yang memeluk Islam hanya setelah penaklukan Mekkah, dan penyusup di kalangan umat Islam.[4]
Referensi
- ^ John Glubb, The Life and Times of Muhammad, Lanham 1998, p. 304-310.
- ^ Ibn al-Athir, Al-Kamil fi al-Tarikh, p. 393.
- ^ http://www.sahaba.net/modules.php?name=News&file=article&sid=62
- ^ www.al-islam.org
Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi as
Keyakinan akan “Sang Penyelamat” tidak hanya dipercayai oleh para pengikut agama langit, tapi kebanyakan aliran pemikiran juga punya keyakinan yang sama. Konsep “Sang Penyelamat” menyebutkan akan muncul seorang yang akan membawa keadilan, keamanan dan ketenangan bagi kehidupan manusia. Sang Penyelamat ini akan mencabut akar kezaliman dan membasmi orang-orang zalim di muka bumi.
Hadis-hadis banyak menyebutkan tentang kemunculan Sang Penyelamat secara detil dan pribadi Sang Penyelamat itu sendiri. Mazhab-mazhab Islam dalam buku-buku hadisnya menukil identitas Imam Mahdi af dan juga menjelaskan sahabat dan keturunannya. Imam Mahdi af, Sang Penyelamat ini merupakan keturunan dari Imam Ali as dengan Sayidah Fathimah az-Zahra as dari Imam Husein as. Imam Mahdi as lahir tanggal 15 Sya’ban tahun 255 Hijriah di kota Samara, utara Baghdad. Imam Mahdi af berusia 5 tahun ketika ayahnya, Imam Hasan Askari gugur syahid. Pada usia yang masih kecil itu Allah menganugerahkannya ilmu dan hikmah.
Tapi di hari-hari ini, semua manusia ramai membicarakan tentang akhir dunia di tahun 2012. Alasan di balik penetapan ini pada intinya kembali pada perhitungan kalender suku Maya. Bangsa Maya tinggal di Amerika Tengah. Puncak peradaban mereka berlaku sejak 250 SM hingga 900 M. Para pemimpin spiritual suku Baya menciptakan sistem penanggalan yang berhubungan dengan ilmu perbintangan yang sangat detil. Periode saat ini dalam penanggalan suku Maya merupakan akhir dari penciptaan yang akan berakhir dalam Revolusi Musim dingin di tahun 2012. Penanggalan ini menjadi sumber dari kebanyakan prediksi akan akhir dunia, atau terciptanya peristiwa yang tidak pernah dibayangkan.
Berdasarkan ini, para futurolog memaparkan sejumlah kisah dari peristiwa-peristiwa yang diklaim bakal terjadi di tahun 2012. Kekeringan di seluruh dunia, banjir, angin topan, tsunami raksasa, gempa besar, badai matahari, kekurangan bahan makanan, perang dan perubahan tiba-tiba merupakan ramalan yang telah terjadi di tahun 2012. Tapi apakah klaim akan peristiwa-peristiwa ini juga dapat dimaknai dengan akhir dunia di tahun ini? Sebagian juga berkeyakinan bahwa akhir penanggalan suku Maya dimulai dari tanda-tanda periode baru dalam kehidupan manusia di muka bumi. Perubahan itu muncul dari perilaku manusia dan perdamaian akan terjadi di seluruh dunia.
Ide tentang kemunculan Sang Penyelamat dan Pembaharu Besar yang akan membebaskan manusia dari kezaliman dan mengantarkan mereka kepada perdamaian merupakan kabar gembira dari Allah yang pasti terwujud. Tapi seperti yang tersebar luas di Barat, masih belum ada kejelasan kapan kemunculannya. Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Rasulullah Saw disebutkan, “Bila usia dunia hanya tinggal satu hari, Allah akan memanjangkan hari itu agar dapat mengutus seorang saleh dari keluargaku. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, setelah dipenuhi dengan kezaliman.” Tapi kapan itu akan terjadi? Apakah bulan Desember 2012 adalah hari kedatangan Sang Penyelamat?
Sebagian orang yang punya kecenderungan menanti kemunculan dan mempersiapkan pendahuluan kemunculan Sang Penyelamat menentukan waktu kemunculan. Terkadang mereka mencoba menyesuaikan tanda-tanda yang disebutkan dalam riwayat dengan peristiwa dan kondisi yang ada. Tapi harus diketahui bahwa menerapkan sebagian tanda-tanda dengan kejadian yang ada tidak benar.
Karena bila penerapan itu tidak benar-benar terjadi atau tidak tepat dengan yang disebutkan riwayat, maka upaya ini justeru merusak inti kepercayaan akan kemunculan Sang Penyelamat. Oleh karenanya, Ahlul Bait Nabi menolak penentuan waktu tertentu terkait peristiwa besar ini. Poin penting lain yang harus diperhatikan, berharap akan kemunculan Sang Penyelamat merupakan hal yang baik, tapi jangan sampai disesatkan oleh ilusi yang berujung pada penentuan waktu munculnya.
Sejak lama masyarakat menantikan sebuah dunia yang lebih baik. Kini waktu dengan cepat tengah bergulir ke arah kemunculan Sang Penyelamat. Ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis banyak membicarakan tentang tanda-tanda kemunculan ini. Di sebagian teks-teks itu menunjukkan telah semakin dekatnya kemunculan Imam Mahdi af. Sebagian menilai tanda-tanda yang disebutkan itu sebagai kepastian, tapi sebagian lainnya menolak dan tidak meyakininya sebagai kepastian. Sebagian riwayat dengan transparan menyinggung dua jenis tanda-tanda ini.
Sebuah riwayat dari Imam Shadiq as menyebutkan, “Seruan dari langit merupakan tanda-tanda yang pasti terjadi. Keluarnya Sufyani juga pasti. Kekuasaan allah muncul di langit juga merupakan tanda-tanda yang pasti. Terbunuhnya Nafs Zakiyah (jiwa yang suci) dan sebuah teriakan keras di bulan Ramadhan yang menyebabkan orang-orang kebingungan dan ketakutan juta termasuk tanda-tanda yang pasti.”
Dalam riwayat ini, dijelaskan secara transparan akan tanda-tanda kepastian kemunculan Imam Mahdi af. Sebagi contoh, satu dari tanda-tanda yang disebutkan mengenai kemunculan Sang Penyelamat adalah adanya seruan dari langit. Sekaitan dengan hal ini, Imam Shadiq as berkata, “Demi Allah! Masalah ini tertera dalam al-Quran secara transparan ketika Allah Swt berfirman, “Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka tanda dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.” (Q.S as-Syu’ara: 4)
Oleh karenanya, hari yang dijanjikan mengenai kemunculan Imam Mahdi af akan ada seruan dari langit yang menjadi tanda dan membuat manusia tunduk kepadanya. Ketika penduduk bumi mendengar tanda kebenaran ini langsung mengimaninya. Pada waktu itu Iblis juga mengeluarkan seruan dan berusaha menyesatkan manusia. Pada waktu itu sebagian orang mengikutinya dan tersesat. Dalam riwayat juga disebutkan tentang keluarnya Sufyani yang menjadi simbol pribadi seperti Abu Sufyan dan anak-anaknya yang menyeru manusia ke dalam kesesatan untuk memerangi kebenaran.
Satu lagi dari tanda-tanda yang mendekati masa kemunculan Imam Mahdi af terjadinya perang besar dan pusat konflik terjadi di Timur Tengah, sekalipun di tempat lain juga terjadi perang, tapi tidak sehebat di Timteng. Dengan mencermati peristiwa yang terjadi di dunia, apakah munculnya konflik di Timteng dapat dikatakan sebagai tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi af?
Tak syak masa kemunculan Imam Mahdi af merupakan periode kehidupan manusia paling penting. Di masa ini harus ada upaya serius untuk mengenal kebenaran dari kebatilan. Pengenalan ini harus mampu melindungi kita dari keraguan akan kemunculan Imam Mahdi af dan menyelamatkan kita dari penyimpangan yang dilakukan oleh Iblis dan anasir-anasirnya. Patut diketahui bahwa sangat penting mengenal kebangkitan global dan akhir dunia. Oleh karenanya, tidak mengenal masalah kemunculan Imam Mahdi af sangat mungkin membuat kita menolak kebenaran. Dengan demikian, perlu bagi kita semua meningkatkan informasi tentang tanda-tanda kemunculan Sang Penyelamat guna dapat mengidentifikasi kebenaran dari kebatilan dengan baik
.
Amerika didukung Saudi Arabia Meningkatkan Tekanan Terhadap Iran
Amerika, sejumlah negara Eropa dan sekutunya menyelenggarakan pertemuan khusus dan lobi-lobi regional untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Manuver ini dilakukan dengan tudingan bahwa Iran tengah berusaha membuat senjata nuklir yang dapat mengancam negara-negara lain. Pernyataan terbaru James R. Clapper, Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika (DNI) bagian dari manuver Amerika ini.
James Clapper mengklaim bahwa kemajuan Iran di bidang teknis, khususnya di sektor pengayaan uranium membenarkan penilaian kami bahwa Iran memiliki kapasitas ilmiah, teknis dan industri yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir. Ditambahkannya, “Menurut kami, kemajuan ini membuat Tehran dengan mudah membuat senjata nuklir kapan saja diinginkannya. Secara teknis Iran punya kemampuan memproduksi uranium yang diperkaya untuk kepentingan militer.”
Sekaitan dengan hal ini, sebagian sumber-sumber pemberitaan mengkonfirmasikan adanya pertemuan di Senat Amerika untuk memperketat sanksi sepihak Amerika terhadap Iran. Sejumlah senator AS dikabarkan tengah berusaha meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan hubungan dagang dengan Iran guna menciptakan masalah pada program nuklir Iran.
Sejak Amerika dan sekutunya mulai menunjukkan penentangannya terhadap kemajuan sains Iran dengan alasan program nuklir Iran, tanpa kenal lelah mereka berusaha melontarkan tuduhan-tuduhan tanpa bukti untuk mencegah kemajuan sains Iran. Tekanan-tekanan yang dilakukan Barat terhadap Iran dimulai dengan ratifikasi empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dilanjutkan dengan teror lima ilmuwan nuklir Iran yang namanya tertera dalam list resolusi DK-PBB. Lucunya, para pejabat Amerika masih akrab mendendangkan lagu persahabatan dengan bangsa Iran, yang lagi-lagi untuk menekan bangsa ini.
Langkah yang dilakukan antara lain dengan merusak rotasi aktivitas finansial Bank Sentral Iran dan mencegah upaya Iran membeli kebutuhan rakyat seperti palawija, obat dan barang-barang impor lainnya. Apa hubungannya sanksi “cerdas” yang dilakukan Amerika terhadap kebutuhan rakyat dengan program nuklir Iran? Sebelumnya, Amerika memasukkan pesawat penumpang Iran dalam daftar yang harus diberi sanksi.
Langkah-langkah arogan Amerika terhadap Iran ini merupakan contoh nyata upaya memutarbalikkan kenyataan dengan tujuan menjamin kepentingan haram dan kebijakan hegemoninya. Jenis sanksi yang diberlakukan menunjukkan AS menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar penghentian program nuklir Iran. Sejatinya, proses pemberlakuan sanksi sepihak Amerika terhadap Iran merupakan ancaman nasional bagi sebuah bangsa yang ingin meraih hak-haknya.
Filed under: Uncategorized
Sebuah riwayat dari Imam Shadiq as menyebutkan, “Seruan dari langit merupakan tanda-tanda yang pasti terjadi. Keluarnya Sufyani juga pasti. Kekuasaan allah muncul di langit juga merupakan tanda-tanda yang pasti. Terbunuhnya Nafs Zakiyah (jiwa yang suci) dan sebuah teriakan keras di bulan Ramadhan yang menyebabkan orang-orang kebingungan dan ketakutan juta termasuk tanda-tanda yang pasti.”
Riwayat diatas bisa nggak dikasih sanadnya dan dikitab apa?
Atas jawabannya ana ucapkan syukron katsiron.