NU dan Syi’ah akan dihancurkan Wahabi karena perintah Amerika dan Mossad

Dubes AS Ziarah ke Makam Gus Dur


Selasa, 24/01/2012 18:03 WIB

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel berziarah ke makam Gus Dur di komplek Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dalam ziarahnya, Scot memberikan apresiasi Gus Dur sebagai sosok yang toleran dengan semua kelompok.
Setibanya di Ponpes Tebuireng, Scot yang didampingi oleh Konjen AS untuk Surabaya, Kristen F Bauer, langsung disambut hangat oleh pengasuh pondok, KH Shalahuddin Wahid. Usai berbincang-bincang, rombongan langsung berziarah ke makam Gus Dur.

Dalam ziarahnya, Scot menaburkan bunga di atas makam Gus Dur sembari berdoa dengan hening. Setelah berziarah, Scot langsung mengikuti seminar yang bertajuk “Peran Amerika dalam Toleransi Agama” di Gedung Yusuf Hasyim yang tak jauh dari komplek makam.

Dalam seminar ini, Scot mengatakan, dia sangat mengapresiasi terhadap Gus Dur. Berkat ajaran mantan presiden ke-4 RI ini, semua umat beragama bisa hidup dengan damai dan tidak ada kesenjangan sosial.

“Orang Amerika harus banyak belajar kepada Gus Dur dalam hal toleransi antar umat beragama,” katanya saat menjadi pembicara dalam seminar tersebut, Selasa (24/1/2012).

Dia menjelaskan, sebelum dirinya bertugas di Indonesia, dia sudah membaca banyak tentang Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang harus ditiru oleh rakyat Amerika karena sikap toleransinya kepada semua golongan.

“Ajaran Gus Dur harus banyak ditiru warga Amerika. Di Amerika sendiri sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Seminar ini diikuti oleh puluhan santri Ponpes Tebuireng. Satu persatu para audiens bertanya kepada Scot yang terlihat sangat terbuka. Salah satu santri sempat bertanya, jika yang selama ini meresahkan Islam dan sarang teroris adalah Amerika dan sekutunya.

Pertanyaan ini dijawab oleh Scot dengan santai. Dia memandang persoalan tersebut bukan soal agama, melainkan persoalan politik. Dia mencontohkan, kasus Timur Tengah itu bukan agama, melainkan murni politik.

“D‎i Timur Tengah itu murni masalah politik, bukan masalah agama. Dan Amerika bukanlah teroris,” katanya sembari tersenyum.

Kunjungan Scot ke Jawa Timur untuk ketiga kalinya ini, bertujuan mencari kesepahaman bersama mitra antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sebagai bagian dari kemitraan komprehensif.

Program tersebut telah dicanangkan oleh kedua presiden negara ini pada tahun 2010 lalu. Kemitraan tersebut meliputi bidang energi, perdagangan dan investasi. Selain itu, bidang keamanan, iklim, lingkungan, pendidikan dan demokrasi.

Tak beda dengan sang Bapak -Raja Abdul Aziz Al Saud- sang anak -Raja Abdullah bin Abdul Aziz- tak ketinggalan pula mengobral pujian dan sanjungan kepada  sang tuan Presiden Amerika -Obama- tak tanggung-tanggung Abdullah mengatakan bahwa Amerika adalah sahabat Saudi Arabia dan rakyatnya, juga sahabat bangsa Arab, Islam dan karib kemanusiaan. dibawah ini kami nukil obral puji dan sanjung Raja Abdullah terhadap tuannya Presiden Amerika Obama yang kami kutib dari situs Gedung Putih Amerika (Sanjungan dan pujian ini disampaikan ketika Raja Abdullah berkunjung ke Amerika pada bulan juni yang lalu
.

Pergerakan Wahhabi Dibiayai Mossad

Penuturan Seorang Agen Mossad:

“Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.”


Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
Untold Story / the X files


FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim

.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme

.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:

.

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun

.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami

.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari

.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin

.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan

.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait

.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan

.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah

.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini

.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan

.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman

.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

.

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi

.

Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan

.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain

:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.
4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.
6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.
7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.
8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”
9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad

.


Sebuah buku berjudul “A Plan to Divide and Destroy the Theology” telah terbit di AS. Buku ini berisi wawancara detail dengan Dr. Michael Brant, mantan tangan kanan direktur CIA
.

Dalam wawancara ini diungkapkan hal-hal yang sangat mengejutkan. Dikatakan bahwa CIA telah mengalokasikan dana sebesar 900 juta US dolar untuk melancarkan berbagai aktivitas anti-Syiah. Dr. Michael Brant sendiri telah lama bertugas di bagian tersebut, akan tetapi ia kemudian dipecat dengan tuduhan korupsi dan penyelewengan jabatan

.

Tampaknya dalam rangka balas dendam, ia membongkar rencana-rencana rahasia CIA ini. Brant berkata bahwa sejak beberapa abad silam dunia Islam berada di bawah kekuasaan negara-negara Barat. Meskipun kemudian sebagian besar negara-negara Islam ini sudah merdeka, akan tetapi negara-negara Barat tetap menguasai kebebasan, politik, pendidikan, dan budaya mereka, terutama sistem politik dan ekonomi mereka. Oleh sebab itu, meski telah merdeka dari penjajahan fisik, mereka masih banyak terikat kepada Barat
.
Pada tahun 1979, kemenangan Revolusi Islam telah menggagalkan politik-politik kami. Pada mulanya Revolusi Islam ini dianggap hanya sebagai reaksi wajar dari politik-politik Syah Iran. Dan setelah Syah tersingkir, kami (AS) akan menempatkan lagi orang-orang kami di dalam pemerintahan Iran yang baru, sehingga kami akan dapat melanjutkan politik-politik kami di Iran
.
Setelah kegagalan besar AS dalam dua tahun pertama (dikuasainya Kedubes AS di Teheran dan hancurnya pesawat-pesawat tempur AS di Tabas) dan setelah semakin meningkatnya kebangkitan Islam dan kebencian terhadap Barat, juga setelah munculnya pengaruh-pengaruh Revolusi Islam Iran di kalangan Syiah di berbagai negara–terutama Libanon, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Pakistan–akhirnya para pejabat tinggi CIA menggelar pertemuan besar yang disertai pula oleh wakil-wakil dari Badan Intelijen Inggris. Inggris dikenal telah memiliki pengalaman luas dalam berurusan dengan negara-negara ini
.
Dalam pertemuan tersebut, kami sampai pada beberapa kesimpulan, di antaranya bahwa Revolusi Islam Iran bukan sekadar reaksi alami dari politik Syah Iran. Tetapi, terdapat berbagai faktor dan hakikat lain, di mana faktor terkuatnya adalah adanya kepemimpinan politik Marjaiyah dan syahidnya Husein, cucu Rasulullah, 1400 tahun lalu, yang hingga kini masih tetap diperingati oleh kaum Syiah melalui upacara-upacara kesedihan secara luas. Sesungguhnya dua faktor ini yang membuat Syiah lebih aktif dibanding Muslimin lainnya
.

”Dalam pertemuan CIA itu, telah diputuskan bahwa sebuah lembaga independen akan didirikan untuk mempelajari Islam Syiah secara khusus dan menyusun strategi dalam menghadapi Syiah.“

.
Dalam pertemuan CIA itu, telah diputuskan bahwa sebuah lembaga independen akan didirikan untuk mempelajari Islam Syiah secara khusus dan menyusun strategi dalam menghadapi Syiah. Bujet awal sebesar 40 juta US dolar juga telah disediakan. Untuk penyempurnaan proyek ini, ada tiga tahap program:
1. Pengumpulan informasi tentang Syiah, markas-markas dan jumlah lengkap pengikutnya.
2. Program-program jangka pendek: propaganda anti-Syiah, mencetuskan permusuhan dan bentrokan besar antara Syiah dan Sunni dalam rangka membenturkan Syiah dengan Sunni yang merupakan mayoritas Muslim, lalu menarik mereka (kaum Syiah) kepada AS.
3. Program-program jangka panjang: demi merealisasikan tahap pertama, CIA telah mengutus para peneliti ke seluruh dunia, di mana enam orang dari mereka telah diutus ke Pakistan, untuk mengadakan penelitian tentang upacara kesedihan bulan Muharram. Para peneliti CIA ini harus mendapatkan jawaban bagi soal-soal berikut:a. Di kawasan dunia manakah kaum Syiah tinggal, dan berapa jumlah mereka?
b. Bagaimanakah status sosial-ekonomi kaum Syiah, dan apa perbedaan-perbedaan di antara mereka?
c. Bagaimanakah cara untuk menciptakan pertentangan internal di kalangan Syiah?
d. Bagaimanakah cara memperbesar perpecahan antara Syiah dan Sunni?
e. Mengapa mereka kuatir terhadap Syiah?Dr. Michael Brant berkata bahwa setelah melalui berbagai polling tahap pertama dan setelah terkumpulnya informasi tentang pengikut Syiah di berbagai negara, didapat poin-poin yang disepakati, sebagai berikut:Para Marja Syiah adalah sumber utama kekuatan mazhab ini, yang di setiap zaman selalu melindungi mazhab Syiah dan menjaga sendi-sendinya. Dalam sejarah panjang Syiah, kaum ulama (para Marja) tidak pernah menyatakan baiat (kesetiaan) kepada penguasa yang tidak Islami. Akibat fatwa Ayatullah Syirazi, Marja Syiah saat itu, Inggris tidak mampu bertahan di Iran.Di Irak yang merupakan pusat terbesar ilmu-ilmu Syiah, Saddam dengan segala kekuatan dan segenap usaha tidak mampu membasmi Syiah. Pada akhirnya, ia terpaksa mengakhiri usahanya itu.Ketika semua pusat ilmu lain di dunia selalu mengambil langkah beriringan dengan para penguasa, Hauzah Ilmiyah Qom justru menggulung singgasana kerajaan tirani Syah

.

Di Libanon, Ayatullah Musa Shadr memaksa pasukan militer Inggris, Perancis, dan Israel melarikan diri. Keberadaan Israel juga terancam oleh sang Ayatullah dalam bentuk Hizbullah

.

Setelah semua penelitian ini, kami sampai pada kesimpulan bahwa berbenturan langsung dengan Syiah akan banyak menimbulkan kerugian, dan kemungkinan menang atas mereka sangat kecil

.

Oleh sebab itu, kami mesti bekerja di balik layar. Sebagai ganti slogan lama Inggris: Pecah-belah dan Kuasai (Divide and Rule), kami memiliki slogan baru: Pecah-belah dan Musnahkan (Divide and Annihilate)

.

Rencana mereka sebagai berikut:

1. Mendorong kelompok-kelompok yang membenci Syiah untuk melancarkan aksi-aksi anti-Syiah.
2. Memanfaatkan propaganda negatif terhadap Syiah, untuk mengisolasi mereka dari masyarakat Muslim lainnya.
3. Mencetak buku-buku yang menghasut Syiah.
4. Ketika kuantitas kelompok anti-Syiah meningkat, gunakan mereka sebagai senjata melawan Syiah (contohnya: Taliban di Afghanistan dan Sipah-e Sahabah di Pakistan).
5. Menyebarkan propaganda palsu tentang para Marja dan ulama Syiah

.

Orang-orang Syiah selalu berkumpul untuk memperingati tragedi Karbala. Dalam peringatan itu, seorang akan berceramah dan menguraikan sejarah tragedi Karbala, dan hadirin pun mendengarkannya. Lalu mereka akan memukul dada dan melakukan upacara kesedihan (azadari). Penceramah dan para pendengar ini sangat penting bagi kita. Karena, azadari-azadari seperti inilah yang selalu menciptakan semangat menggelora kaum Syiah dan mendorong mereka untuk selalu siap memerangi kebatilan demi menegakkan kebenaran

.

Untuk itu:
1. Kita harus mendapatkan orang-orang Syiah yang materialistis dan memiliki akidah lemah, tetapi memiliki kemasyhuran dan kata-kata yang berpengaruh. Karena, melalui orang-orang inilah kita bisa menyusup ke dalam upacara-upacara azadari.
2. Mencetak atau menguasai para penceramah yang tidak begitu banyak mengetahui akidah Syiah.
3. Mencari sejumlah orang Syiah yang butuh duit, lalu memanfaatkan mereka untuk kampanye anti-Syiah. Sehingga, melalui tulisan-tulisan, mereka akan melemahkan fondasi-fondasi Syiah dan melemparkan kesalahan kepada para Marja dan ulama Syiah.
4. Memunculkan praktik-praktik azadari yang tidak sesuai dan bertentangan dengan ajaran Syiah yang sebenarnya.
5. Tampilkan praktik azadari (seburuk mungkin), sehingga muncul kesan bahwa orang-orang Syiah ini adalah sekelompok orang dungu, penuh khurafat, yang di bulan Muharram melakukan hal-hal yang mengganggu orang lain.
6. Untuk menyukseskan semua rencana itu harus disediakan dana besar, termasuk mencetak penceramah-penceram ah yang dapat menistakan praktik azadari. Sehingga, mazhab Syiah yang berbasis logika itu dapat ditampilkan sebagai sesuatu yang tidak logis dan palsu. Hal ini akan memunculkan kesulitan dan perpecahan di antara mereka.
7. Jika sudah demikian, tinggal kita kerahkan sedikit kekuatan untuk membasmi mereka secara tuntas.
8. Kucurkan dana besar untuk mempropagandakan informasi palsu.
9. Berbagai topik anti-Marjaiyah harus disusun, lalu diserahkan kepada para penulis bayaran untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Marjaiyah, yang merupakan pusat kekuatan Syiah, harus dimusnahkan

.
Akibatnya, para pengikut Syiah akan bertebaran tanpa arah, sehingga mudah untuk menghancurkan mereka.

Ayatullah Makarim Syirazi: Kita Siap Berdiskusi untuk Menunjukkan Kesalahan Wahabi

Menurut Kantor Berita ABNA, Ulama Marji’ Taqlid, Ayatullah Al Uzhma Nasir Makarim Syirazi dalam pengajian Fiqh Kharij di masjid A’zam, kota Qom Republik Islam Iran mengucapkan selamat Hari Al-Ghadir dengan mengingatkan tentang hadis Nabi saww, “Menurut riwayat dari Rasulullah saww, salah satu tanda keimanan seseorang adalah menghidupkan malam, bertahajjud dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Selain itu tanda-tanda keimanan ialah berpuasa dan tidak mementingkan keduniaan dan material”.
.
“Riwayat ini ditujukan kepada kita, yang mendakwahkan diri sebagai Syiah, Al-Ghadir tanda kepemimpinan untuk kita, namun hendaklah kita ketahui perayaan dan kelaziman tawassul ini tidak mencukupi.”
.
Marji’ Taqlid ini mengatakan, “Di dalam negara pemerintahan Ali bin Abi Talib terdapat beberapa amalan tidak bermoral dan penggelapan harta. Kita perlu berusaha menzahirkan penampilan keimanan”.
.
Ayatullah Syirazi menambah, “Membuat pengakuan kecintaan saja masih tidak mencukupi, hendaklah kesan-kesan kecintaan terhadap ajaran Ali bin Abi Talib dan para imam yang lain, kegiatan-kegiatan mereka perlu ada di dalam sikap dan perbuatan kita”.
.
Beliau menegaskan, “Sudah beberapa kali saya tegaskan, alim ulama dan para pelajar hendaklah lebih maju dalam amalan dan tindakan yang menzahirkan hakikat keimanan dan kecintaan terhadap kepimpinan (wilayah)”.
.
Ulama Marja Taqlid ini menyatakan, “Baru-baru ini berita tidak menyenangkan dari Kuwait sampai kepada kita dan telah menunjukkan kebiadaban dua imam solat Jum’at Wahabi terhadap kesucian Imam Husain as di mana manusia pasti malu untuk menerangkannya”.
.
Beliau dalam mengecam dua da’i Wahabi tersebut mengatakan, “Kedua-dua ulama ini menunjukkan kelancangan dan menghina, ziarah kemakam Imam Husain as dihitungnya sebagai syirik dan kufur, keduanya juga memprovokasi masyarakat agar menjadi orang-orang yang menaruh kebencian terhadap Syiah, mereka digerakkan untuk menjadi anti Syiah.”
.
Ayatullah Makarim Syirazi menerangkan, “Ulama Kuwait lainnya telah memprotes peryataan mereka tersebut bahkan Kementerian Agama Kuwait telah mencekal kedua orang tersebut untuk kembali berkhutbah selama dua sampai empat bulan.”
.
Selanjutnya Ayatullah Makarim Syirazi menegaskan, “Perlu pemerintah Kuwait ketahui, bahwa mereka inilah yang sesungguhnya pengacau, musuh keamanan dan kestabilan Negara. Keduanya tidak paham makna tauhid, tawassul, syirik dan kufur disebabkan kejahilan mereka tentang sunnah Nabi saww. Kelemahan ilmu merekalah yang membuat mereka terjebak dalam fanatisme buta.”
.
Mengenai Tawassul dan Ziarah, Ayatullah Syirazi menerangkan, “Ziarah dan Tawassul kepada para imam yang suci telah dikenal dan dipraktikkan kaum muslimin sejak dari kurun pertama, kitab-kitab sejarah dan riwayat menjadi saksi dalam masalah ini. Kami beberapa kali menyampaikan bahwa kami bersedia duduk dalam satu majelis dialog dengan mufti besar Wahabi, dengan berdalil daripada kitab-kitab mereka, kami akan buktikan bahwa mereka berada di jalan yang salah”.
.
Ayatullah Makarim Syirazi mengecam tidakan Wahabi-Salafi dan ekstrimis dengan menegaskan: “Mereka ini adalah golongan minoritas yang ucapannya bertentangan dengan seluruh ulama Islam, di Mesir makam kepala Sayyidina Husain as sebagaimana Haram Ahlul Bait di Iraq yang menjadi perhatian umum masyarakat Syiah dan Ahlu Sunnah, orang ramai beramai-ramai menziarahi tempat-tempat ini, para ulama al-Azhar turut memperbolehkannya, mala baru-baru ini mufti Mesir, Syaikh Jum’ah dengan sepenuh hati mempertahankan keberadaan tempat suci tersebut dan berkata jikalau mereka (orang-orang Wahabi) hendak mengancurkan situs-situs Islam yang suci, saya akan memootong tangan-tangan mereka”.
.
Ustad Hauzah ilmiyah Qom ini mengatakan, “Ketika kita katakan kepada mereka, jika pemusnahan makam-makam suci ini kamu anggap perlu, mengapa makam Nabi saww tidak kamu hancurkan? Mereka pasti akan menjawab bahwa suara seluruh umat Islam dan ulama akan bangkit dan masalah ini dan ini menunjukkan bahwa mereka ini minoritas”.
.
Merujuk kepada Wahabi, Marja’ Taqlid ini menganjurkan supaya mereka berhenti menghancurkan kewibawaan Islam dengan jalan yang salah. Beliau menegaskan, “Individu ini tidak boleh berkhayal bahwa pengikut Syiah di Kuwait bersendirian, seluruh dunia Syiah bersama mereka, penghinaan terhadap mereka adalah penghinaan kepada seluruh pengikut Syiah”.
.
“Saya harap pejabat pemerintahan Kuwait menghalangi khatib dan penulis asing yang memecah belahkan umat, saya juga meminta pengikut mazhab Syiah di negara ini menjauhkan diri dari perpecahan”, pesan Ayatullah Makarim Syirazi menutup ceramahnya
.
.
RAJA ABDULLAH: Terima kasih banyak Bapak Presiden. Saya percaya Anda telah menutupi segalanya dan tidak ditinggalkan dalam percakapan kami
.
Tuan Presiden , saya ingin berbagi pandangan dengan anda bahwa saya telah mendengar tentang Anda dari yang lain – dari seluruh dunia Anda adalah orang terhormat dan Anda adalah orang yang baik . . Dan aku tidak mengatakan ini dalam rangka untuk pujian kepada Anda – Saya katakan ini karena ini adalah kebenaran yang saya dengar dari orang di seluruh dunia
.
Dan saya ingin mengatakan kepada rakyat Amerika yang bersahabat, bahwa orang-orang Amerika adalah teman Arab Saudi dan rakyatnya, dan mereka adalah teman dari orang-orang Arab dan Muslim, mereka juga teman kemanusiaan .
Bapak Presiden, saya ingin menunjukkan ikatan persahabatan bersejarah antara kedua negara yang dimulai dengan pertemuan yang Anda sebut, pertemuan antara Raja Abdul Aziz (raja Saudi yang dahulu) dan Presiden (Amerika yang dahulu) Franklin Delano Roosevelt. Selama tujuh dekade terakhir, hubungan itu telah tumbuh lebih kuat, lebih luas dan lebih dalam, dan kami menghargai semua yang Anda lakukan secara pribadi untuk lebih memperluas dan memperdalam dan memperkuat hubungan ini . Dan saya berharap bahwa Anda akan dapat terus bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan hubungan lagi pada tahun-tahun yang akan datang
.
Terima kasih, Bapak Presiden, untuk pertemuan produktif. Saya juga ingin berterima kasih kepada teman-teman kita, orang-orang Amerika Dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kita di sini diari media Semoga Allah menghindarkan kita dari segala hal-hal yam buruk buruk, Dia dapat lakukan untuk kita, Dan Semoga Allah memberkati kita dengan semua hal-hal yang positif yang dapat Dia lakukan bagi kita dan bagi kemanusiaan .
*********************
Pidato Lengkap Raja Abdullah dan Obama bisa anda lihat disini, dibawah juga kami copy-kan teks bahasa Inggrisnya:
.
The White House
Office of the Press Secretary
For Immediate Release
June 29, 2010
Remarks by President Obama and His Majesty King Abdullah of Saudi Arabia Before Meeting
Oval Office

PRESIDENT OBAMA: Hello, everybody.  I want to welcome His Majesty King Abdullah to the White House, and I’m very pleased to be able to return the extraordinary hospitality that he showed me and my delegation when we visited Saudi Arabia and when we visited His Majesty’s farm.
Since that historic meeting that took place 65 years ago between Franklin Delano Roosevelt and His Majesty’s father, King Abdul-Aziz, we have had a strong and strategic relationship between the United States and Saudi Arabia

.
I always value His Majesty’s wisdom and insights, and we have had a very productive session speaking about a whole range of issues that relate to both relations between our two countries but also issues of prosperity and security around the globe.
We talked about our joint interest and work together in combating violent extremism.  And we talked about a range of strategic issues, including issues related to Afghanistan and Pakistan; Iran and its attempts to develop nuclear weapons capacity.  We discussed the Middle East peace process and the importance of moving forward in a significant and bold way in securing a Palestinian homeland that can live side by side with a secure and prosperous Israeli state.
As representatives of two G20 countries, we also continued the conversation that took place this weekend about how the Saudi government and the United States government can work with our other partners around the world to keep the economic recovery going and to help bring about the strong economic growth that’s necessary to put people back to work.
And we will continue to work together to expand the people-to-people contacts, the educational programs, the commercial ties, the business people who are working together in both countries so that not only do our governments remain strong partners but our people are continually enriching both countries

.
On behalf of the American people, welcome.  We appreciate your friendship.  And we appreciate your good counsel and look forward to continuing to work together to strengthen the strong bonds between our two countries.
KING ABDULLAH: (As translated.)  Thank you very much, Mr. President.  I believe you have covered everything and left nothing out in terms of our conversation.
Mr. President, I would like to share with you the views that I have been hearing about you from other — from around the world.  You are an honorable man and you are a good man.  And I don’t say this in order to compliment you — I say this because this is the truth as I hear it from people around the world.
And I would like to say to the friendly American people that the American people are friends of Saudi Arabia and its people, and they are friends of the Arab and Muslim people, and they are also friends of humanity.
Mr. President, I would like to point to the historic ties of friendship between our two nations that began with the meeting that you pointed to, the meeting between the late King Abdul-Aziz and the late Franklin Delano Roosevelt.  Over the past seven decades, the relationship has grown stronger and broader and deeper, and we appreciate all that you personally have done to further broaden and deepen and strengthen this relationship.  And I hope that you will be able to continue to work with us on improving this relationship for many more years.
Thank you, Mr. President, for a productive meeting.  I want to also thank our friends, the American people.  And I also would like to thank our friends here in the media.  May God spare us from all of the bad things they can do to us.  (Laughter.)  And may God bless us with all the positive things they can do for us and for humanity.
PRESIDENT OBAMA: Well, that is an excellent prayer.  Thank you.


Coba bandingkan sikap mesra dan hubungan harmonis, mawadah antara musuh-musuh Allah dan musuh-musuh umat Islam dan kemanusian dengan umara’ bermazhab Wahhabi yang berfaham Salafi yang menguasai dua kota suci umat Islam. bandingkan dengan firman Allah yang mengecam keras kecenderungan apalagi bermesraan dengan kaum zalim dalam ayat 113 surah Hud!
Dan baca pula ayat 22 surah al Mujadilah, bagaimana Allah Swt. menegaskan bahwa kaum Mukminin tidak mungkin bermesraan  dan berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya! Baca pula ayat 118 surah Alu Imran!
Sekali lagi Anda renungkan ayat-ayat di atas dan banyak lagi selainnya, dengan sikap menjilat para penguasa negeri Wahabi yang sok paling menegakkan Tauhid!!
Di manakah ulama Wahhabi yang biasanya rajin mengkafirkan kaum Muslimin karena menjalin hubungan mesra dengan para nabi dan para wali?
Di manakah ulama Wahhabi yang biasanya rajin mengkafirkan kaum Muslimin karena bertawassul dengan para nabi dan para wali??
Mengapa bertawassul dengan Kedudukan mulia Nabi Muhammad Saw. divonis musyrik sedangkan bertawassul dengan AS dan gembong-gembong Zionis menjadi inti tauhid?!
Dimanakah para ulama wahhabi/salafy asal negeri Saudi yang biasa mentahdir umat Islam yang bertentangan dengan faham mereka, dimana amar ma’ruf dan tahdir mereka terhadap prilaku para amir dan rajanya?

.

Wahabi didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Pendiri Wahabi ini merupakan murid Ibn Qayyimal-Jauziyah. Ibn Qayyim sendiri merupakan murid Ibn Taimiyah. Ibn Taimiyah adalah pemuka mazhab Hanbali.

Dari silsilah seperti itu, kita tahu bahwa sebenarnya pendapat ataupun kalau boleh disebut ajaran Wahabiitu sebenarnya bersumber dari mazhab Hanbali. Imam Ahmad bin Hanbal terkenal sebagai Imam mazhab yang cukup ketat berpegang pada nash. Jarang sekali ia memainkan unsur logika dalam membahas suatu nash.Tak heran banyak kalangan yang mempersoalkan posisi Imam Ahmad. Beliau dianggap bukan ahli fiqih. Beliau hanya menyusun kitab hadis yang sistematika babnya disusun menurut bab dalam ilmu fiqh. Kalaupun ia dianggap ahli hadis, ternyata kitab Musnad-nya tidaklah termasuk dalam “kutubus sittah” (enam kitab hadis terkemuka). Jadi, sebagai ahli fiqih ia diragukan, dan sebagai ahli hadis pun juga layak dipertanyakan.

Akan tetapi, terlepas dari kontroversi akan ketokohan Imam ahmad, yang jelas dari sisi penganut paham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah beliau berjasa besar dalam mempertahankan aqidah islamiyah. Imam Ahmad dalam ilmu kalam dikelompokkan sebagai penganut paham salafiyah; sebuah paham yang sebenarnya banyak berbeda dengan paham Asy’ariyah (yang diikuti di Indonesia itu).

Dari sini kita sudah bisa menangkap bahwa Muhammad bin Abdul wahhab, pendiri Wahabi itu, sudah punya beban sejarah yang kontroversial, karena guru dari gurunya sendiri juga dianggap kontroversial. Dari sini pula kita bisa mengerti mengapa Muhammadiyah dan NU terlihat sangat susah untuk “bertemu”. NU mengambil paham Asy’ariyah sedangkan Muhammadiyah, yang terpengaruh Wahabi, lebih cenderung pada paham Salaf.

Dari sini kita bisa pula mengerti mengapa pesantren tradisional di Indonesia tidak mengajarkan kitab Ibn Taimiyah (pemuka mazhab Hanbali), bahkan banyak yang masih mengkafirkan Ibn Taimiyah di Indonesia. Kita bisa pula memahami, bahwa salah satu akar keberatan banyak ulama terhadap pemikiran Cak Nur adalah karena Cak Nur juga sangat sering (bahkan terlalu sering) mengutip Ibn Taimiyah dalam tulisannya.

Tapi, apakah Wahabi itu sebuah mazhab? Saya cenderung berpendapat bahwa Wahabi itu kedudukannya sama dengan Muhammadiyah atau NU, Persis atau malah Isnet:)

Wahabi hanyalah kelompok (harakah) biasa atau sebut saja semacam organisasi. Wahabi tak memiliki pendapat sendiri, karena ia sepenuhnya mengikuti mazhab Hanbali. Sama dengan NU yang tak bisa kita anggap sebagai mazhab tersendiri, karena NU merupakan organisasi yang pada hakekatnya banyak berpegang pada mazhab Syafi’i. Sayangnya, Wahabi juga memasuki wilayah politik sehingga perbedaan kelompok ini dengan para ulama lainnya cukup diwarnai “perseteruan politik”. Kalimat terakhir ini juga merupakan alasan “kontroversial”-nya Wahabi

.

Pertemuan antara Raja Abdulaziz and President Franklin D. Roosevelt,  Febuary 14, 1945

“I love your country and admire your president [Franklin D. Roosevelt], and am very grateful for the services which members of your mission have shown me and my people. You come wanting only to help us.”

King Abdulaziz bin Abdulrahman Al-Saud to U.S. medical mission in Riyadh, January 10, 1937
Saya mencintai negara dan mengagumi presiden Anda (Franklin D. Roosevelt), dan saya sangat berterima kasih atas jasa/layanan yang telah ditunjukkan oleh misi (bantuan) Anda kepada saya dan rakyat saya, Anda datang demi menginginkan untuk membantu kami”

Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman Al Saud (Bapak Pendiri Kerajaan Wahhabi Saudi Arabia) kepada Misi bantuan kedokteran Amerika Serikat di Riyadh, 10 Januari 1937 – di kutip dari Situs Kedubes Arab Saudi di Washington – Amerika Serikat

.
.
GALERY 70 TAHUN HUBUNGAN MESRA REZIM WAHHABI-SALAFY DAN PENJAJAH DUNIA ISLAM AMERIKA
(foto-foto kami ambil dari situs Kedusbes Saudi Arabia – Washington – Amerika)
Raja Abdulaziz and President Franklin D. Roosevelt
.
Pertemuan Raja Saud bin Abdulaziz dengan Presiden Dwight D. Eisenhower dan wakil Presiden Richard
Nixon ketika mengadakan kunjungan kenegaraan ke during Washington, DC, tahun 1957.
.
.
Putra Mahkota Faisal bin Abdulaziz bertemu Presiden John F. Kennedy
di Washington, DC, tahun 1962
Raja Faisal bin Abdulaziz mengunjungi Presiden Lyndon B. Johnson tahun 1966

Raja Faisal dengan Presiden Richard Nixon tahun 1971.
.
.
Putra Mahkota Fahd bertemu Presiden Jimmy Carter dan mantan Presiden Gerald Ford
dalam kunjungannya ke Washington, DC, tahun 1977.
.
Presiden Ronald Reagan menyambut Raja Fahd di Gedung Putih (the White House) tahun 1985.
.
.
Mantan Komandan Pengawal Nasional, Pangeran Abdullah (Raja Saudi Sekarang)
ketika bertemu Presiden Ford di Gedung Putih 1976.
.
Raja Khaled bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Fahd dengan Presiden Amerika Carter di Riyadh 1978
.
Raja Fahd dan Presiden Amerika Mr. Bush (Senior), ketika bertemu di Riyadh,
November 1990 guna membahas pembebasan Kuwait.
.
Pangeran  Sultan bin Abdulaziz dan Dubes Saudi untuk Amerika Pangeran Bandar
bin Sultan bin Abdulaziz, ketika bertemu Menhan Amerika
William Cohen di Pentagon 1999.
.
Raja Fahd menjamu Presiden Bill Clinton Oktober 1994. Fahd didampingi
Dubes Saudi untuk amerika Pangeran Bandar.
.
Dalam pertemuannya di Gedung Putih September 20, 2001, Menlu Saudi Arabia
Pangeran Saud Al-Faisal berjanji kepada Presiden George W. Bush
bahwa Saudi Arabia akan bekerjasama secara penuh
untuk memerangi terorisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s