Bukti Otentik Bahwa Hadis Hadis dan Kitab Sejarah Mazhab Sunni Telah Dipalsukan Oleh Penulis dari Dinasti Umayyah !!! (Sehingga Syi’ah Hanya Menerima Sebagian Hadis dan Sirah Sunni Dan Mengingkari Keotentikan Sebagian Lagi)

baca juga : pemalsuan hadis mahadahsyat !!! Kejahatan Penguasa Sunni Merusak Islam

Hadits-hadits palsu pada masa bani Umayyah, tidak akan “laku dijual” kalau masyarakat saat itu mau tetap menomorsatukan Al-Qur’an, di atas hadits-hadits.Oleh karena itu, untuk bisa melegitimasi kekuasaan bani Umayyah pada saat itu, harus dilakukan dua cara:
1. Buat hadits palsu sebanyak mungkin.
2. Palingkan perhatian kaum muslimin dari Al-Qur’an ke hadits-hadits. (agar bisa menelan hadits-hadits palsu tsb).

Kebencian keluarga Umayyah  kepada Bani Hasyim sangat terkenal, misalnya Cucu Abu Sofyan membantai Imam Husain di Karballa.Bukhari Menjadikan Salah Satu Sumber Utama Hadisnya dari ZUHRi Sang Pemalsu Hadis Dan Sejarah demi membenarkan tindakan Zalim Tiran Bani Umayyah

Mu’awiyah adalah orang pertama yang tertarik ingin menulis sejarah dan membuat buat hadis hadis atau sunnah palsu. Ia mendapatkan sebuah sejarah  masa lalu yang ditulis oleh seorang bernama Ubaid yang ia panggil dari Yaman.Ahmad Amin dalam bukunya Fajrul Islam, dan Abu Rayyah dalam bukunya Adhwa’ Ala Sunnah Al Muhammadiyah telah menggugat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, bahwa dia (Abu Hurairah) sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, padahal dia tidak pernah menulis. Ia hanya menceritakan hadits dari ingatannya.

Bukhari Menjadikan Salah Satu Sumber Utama Hadisnya dari ZUHRi Sang Pemalsu Hadis Dan Sejarah demi membenarkan tindakan Zalim Tiran Bani Umayyah

Zuhri adalah sejarawan pertama yang menulis sejarah Islam atas perintah dan pembiayaan langsung dari penguasa. Ia juga menulis kumpulan hadis. Karya Zuhri adalah salah satu sumber utama hadis hadis Bukhari. Zuhri sangat dekat dengan keluarga bangsawan, dan guru bagi putera putera nya

Dua orang murid Zuhri yang bernama Musa bin Uqbah dan Muhammad bin Ishaq menjadi sejarahwan terkenal. Musa dulunya adalah seorang budak dirumah Zubair. Karyanya merupakan karya yang terkenal untuk waktu yang lama. Anda akan menemukan referensi referensi nya di banyak buku buku sejarah

Murid kedua, Muhammad bin ishaq  adalah sejarahwan terkemuka bagi kaum sunni. Biografi Nabi karyanya  berjudul “Sirah Rasulullah” masih menjadi sumber sejarah yang diakui dalam bentuk yang diberikan oleh Ibnu Hisyam, dan dikenal sebagai sirah Ibnu Hiysam

Zuhri adalah orang pertama yang menyusun hadis seluruh sejarah  dan kitab sunni setelah nya oleh orang orang yang berpengaruh dalam karya karya ini (Sumber : As Sirah An Nabawiyah, Syilbi, Sejarahwan Sunni Terkemuka, bagian 1 halaman 13-17)

Penjelasan diatas memberikan bukti dan fakta fakta berikut :

  1. Kitab sejarah kaum sunni pertama kali disusun atas perintah langsung dari Dinasti Umayyah
  2. Penulis pertama adalah Zuhri, lalu dilanjutkan oleh kedua musridnya, Musa bin Uqbah dan Muhammad bin Ishaq
  3. Para penulis ini sangat dekat dengan keluarga Dinasti Umayyah

Penjahat penjahat inilah yang pertama kali menuliskan kitab kitab sejarah dan hadis. Mereka memalsukan hadis untuk membenarkan tindakan mereka dan menyatakan bahwa Nabi SAW telah memerintahkan untuk menaati mereka walaupun zalim.  Sebuah hadis berlabel shahih yang menggelikan !!!!

Mayoritas Umat Merupakan Jama’ah pengikut  Syi’ah Mu’awiyah (sunni sekarang) yang MERAMPAS  kekuasaan , menindas dan melakukan diskriminasi terhadap Syi’ah Ali.. Mustahil Nabi SAW menyuruh anda mengikuti kaum mayoritas !!!

Banyak Hadis Hadis dan Kitab Sejarah Mazhab Sunni Telah Dipalsukan Oleh Penulis dari Dinasti Umayyah !!!  Sehingga Syi’ah Hanya Menerima Sebagian Hadis dan Sirah Sunni Dan Mengingkari Keotentikan Sebagian Lagi

Bukhari Menjadikan Salah Satu Sumber Utama Hadisnya dari ZUHRi Sang Pemalsu Hadis Dan Sejarah demi membenarkan tindakan Zalim Tiran Bani Umayyah

Padahal Allah SWT berfirman : “Tidak seorang pun menyentuh (kedalaman makna Al Quran) kecuali hamba hamba yang disucikan” (Qs. Al Waqi’ah ayat 79)

al-zuhri telah membuat hadits palsu. Hal ini dilakukannya karena ada “order special” dari khalifah bani umayyah di damaskus

Kendati hadits tersebut termaktub dalam kitab sahih al-bukhari (kitab yang otentisitasnya tidak diragukan lagi oleh kaum muslim), sebagian diantaranya  bikinan imam al-zuhri. Bukanlah sabda Nabi saw. Saya meragukan  kredibilitas imam al-zuhri dan imam al-Bukhari, para pejabat itu telah memaksanya untuk menuliskan Hadits-hadits nabawi yang pada saat itu sudah ada tetapi belum terhimpun dalam suatu buku.

ummat islam diharapkan tidak percaya sepenuhnya kepada imam al-Bukhari, sebagian  omongan al-zuhri telah dianggap sebagai hadits Nabi SAW. DAN ITU kecerobohan mendasar imam al-bukhari.  ???

terdapat dalam kitab Ibn Sa’ad dan Ibn ‘Asakir  : al Zuhri mengatakan, “Inna haulai al umara akrahuna ‘ala kitabah alhadits” (sesungguhnya para pejabat itu telah memaksa kami untuk menulis Hadits). Artinya para pejabat itu telah memaksanya untuk menuliskan Hadits-hadits nabawi yang pada saat itu sudah ada tetapi belum terhimpun dalam suatu buku. JAdi Zuhri  ada  hubungan dengan Bani Umayyah dan pemanfaatan dirinya dalam pemalsuan hadits demi mengikuti hawa nafsu mereka

Ajaran SEMUA SAHABAT ADiL dan PAHAM JAMAAH adalah buah karya rekayasa Mu’awiyah dan para raja raja zalim dengan target antara lain :
- Sebagai pembenaran bagi Mu’awiyah dan para pengikutnya
- Sebagai pembenaran bagi 3 khalifah yang merampas hak Ali
- Sebagai tameng untuk melawan hardikan , kritikan dan hinaan kepada Mu’awiyah, Amru bin Ash, Marwan bin Hakam dll loyalis diktator
.
Agama Muhammad bin abdullah telah dikotorkan sehingga umat sunni sesat
  • Para gadis ukhti, syi’ah bukan pencela sahabat
  • Mayoritas sahabat yang wafat secara alamiah dan mati syahid semasa hidup Nabi SAW dipuji Syi’ah dan dipuji Al Quran
  • *

Mu’awiyah Adalah Pencetus Islam Umawy

ciri yang sangat menonjol dari islam Umawy di samping kekakuan sikap dan kesembronoannya dalam menvonis kafir setiap yang berbeda dengan mereka dan tentunya yang paling special dari mereka adalah sikap kebencian yang mendalam kepada Ahlulbait as. dan kurangnya penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw.

Tidak diragukan lagi bahwa Mu’awiyah adalah ‘Putra Harapan Kaum Kafir Quraisy’ yang diharap mampu menjayakan proyek para pembesar kafir Quriasy yang bertekuk lutut di hadapan kejayaan Islam, puncaknya dengan ditaklukkannya kota Mekkah

.

Abu Sufyan berusaha meraih kembali kejayaan palsu kemusyrikan kaum Musyrik Quraisy melalui putra kebanggaannya, Mu’awiyah. Setelah berhasil merebut kekhalifahan, Mu’awiyah segera menjalankan agenda besarnya; memerangi Islam yang dibawa dan diperjuangkan Nabi bersama para sahabat mulianya

.

Namun kali ini, ia tidak menggunakan cara-cara klasik para moyangnya. Ia menjalankan peperangan ini dengan cerdas, halus, berlahan namun pasti dan tidak lupa, ia perangi Islam Rasulullah Saw. dengan menggunakan nama Islam itu sendiri sebagai senjata, tentunya setelah membodohi banyak kalangan dengan tipu muslihat dan makar jahatnya!

Mu’awiyah Menghancurkan Wibawa Nabi Saw. dan Kebanbian!

Tidaklah akan ada gunanya rasanya apabila kekuasaan yang telah ia rebut dengan makar dantipu muslihat, dan ia pertahankan tangan besi dari umat Islam itu tidak ia jadikan senjata ampuh untuk menghancurkan Islam yang sejak dahulu ia perangi ‘mati-matian’ bersama ayah-ibunya, paman-pamannya dan kakek-kakeknya dan yang untuknya keluarga besanya telah kehilangan banyak anggota keluarga dan kerabat kesayangan mereka, selain tentunya harta yang tidak sedikit!

.

Karenanya, agenda besar islam Umawy adalah bagaimana Islam sejati yang dibawa Rasulullah Muhammad Saw dapat dimusnahkan dan diganti dengan islam versi Umayyah. Untuk itu semua, pertama-tama yang harus dilakukan adalah bagaimana kewibawaan Nabi Saw. dan kenabian harus segera diruntuhkan. Muhammad –dalam pandangan Mu’awiyah dan Bani Umayyah- jangan terlalu dijadikan nabi… ia harus jadi Muhammad biasa… Muhammad putra Abu Kabsyah! Bukan Muhammad yangWamâ yanthiqu ‘Anil hawâ in huwa illâ wahyun yûhâ/Tiada tiada ia berucap dari hawa nafsunya melainkan seluruh ucapannya dari wahyu dan berdasar bimbingan wahyu! Demikian pula, segala panji yang akan mengingatkan kita kepada Nabi Muhammad harus segera dimusnahkan… semua yang mewakili wajah cemerlang Nabi Saw. harus dicoreng dan dihinakan serta dikubur! Dan umat harus dibutakan terhadapnya…

.

Mesti harus dibina generasi yang hanya mengenal wajah islam Umawy yang mewakili satu-satunya Islam edisi resmi yang otentik… . Hindun sebagai wanita sucinya yang harus dikuduskan… Abu Sufyan sebagai Kekek kaum Muslimin dan Mu’awiyah, selain sebagai Khalifah resmi Rasulullah Saw. ia juga ‘Paman Kaum Muslimin/Khâlul Mu’minin’. Dan tentunya tidak ketinggalan bahwa Yazid adalah pewaris sejati tahta kenabian dan duta Tuhan di muka bumi-Nya!

Tidak sulit medapatkan bukti-bukti yang mendukung apa yang saya katakan di atas. Namun karena terbatasnya waktu dan ruang saya hanya akan cukupkan dengan menghadirkan beberapa bukti saja.

Bukti Pertama:

Zubair bin Bakkâr (dan yang perlu dicatat di sini bahwa ia tidak perlu diragukan keberpihakannya kepada islam Umawy, sehingga Anda tidak perlu meragukan penulikannya) dalam kitab al Muwaffaqiyyât-nya meriwayatkan, “Mathraf bin Mughîrah bin Syu’bah berkata, ‘Aku bersama ayahku masuk menjumpai Mu’awiyah. Dan ayahku biasa mendatangi Mu’awiyah dan berbincang-bincang lalu sepulangnya ia menceritakan kepada kami kehebatan akal dan ide-ide Mu’awiyah. Lalu pada suatu malam ayahku pulang dan ia menahan diri dari menyantap makan malamnya, aku menyaksikannya sedih. Aku menantinya. Aku mengira kesedihannya karena kami. Lalu aku berkata, ‘Wahai ayah! Mengapakah aku menyaksikanmu bersedih sepanjang malam? Maka ia menjawab, ‘Hai anakku! Aku baru saja datang dariseorang yang palibg kafir dan paling busuk’! Aku bertanya, ‘Apa itu?’ ia berkata, ‘Aku berkata kepada Mu’awiyah di saat aku berduaan dengannya, ‘Wahai Amirul Mukminin! Sesungguhnya engkau telah mencapai usia lanjut, andai engkau tanpakkan keadilan dan kamu berikan kebaikan. Andai engkau memerhatikan kondisi kerabatmu dari Bani Hasyim, engkau sambung tali rahim mereka. Demi Allah, tidak ada lagi pada mereka sesuatu yang perlu engkau takutkan. Hal itu akan membuat nama harum Anda menjadi langgeng dan pahala tetap untuk Anda. Maka ia berkata, ‘TIDAK! TIDAK! Sebutan apa yang aku harap dapat langgeng! Saudara dari suku Taim (Abu Bakar maksudnya) berkuasa lalu ia berbuat baik, lalu apa? Ia mati dan sebutannya pun juga mati bersamanya! Paling-paling orang-orang hanya menyebut-nyebut, ‘Abu Bakar! Abu Bakar! Saudara suku Adi (Umar maksudnya) berkuasa, lalu ia bersungguh-sungguh dalam berbuat baik, kemudian ia mati, maka mati pula sebutannya. Paling-paling orang-orang hanya menyebut-nyebut, Umar! Umar! SEMENTARA ITU ANAK PAK ABU KABSYAH NAMANYA DIPEKIKKAN SETIAP HARI LIMA KALI; “AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH”Amal dan sebutan apa yang akan langgeng! Celakalah engkau! Tidak! sehingga nama orang itu (Nabi Muhammad Saw maksudnya) dikubur dalam-dalam/ dafnan-dafnan![1]

Dalam kata-katanya yang penuh dengan luapan kekafiran itu ia menyebut Nabi Mulia saw. dengn sebutan putra Abu Kabsyah tentu dengan tujuan menghina, sebab kaum kafir Quraisy dahulu demikian memanggil Nabi Muhammad Saw. dengan maksud menghina. Abu Kabsyah adalah nama bapak asuh Nabi saw. saat kanak-kanak! Kata-kata itu sendiri dapat menjadi bukti betapa Mu’awiyah tidak kuasa menyembunyikan kekafirannya dan sekaligus kedengkiannya kepada Nabi Islam Muhammad Saw.

Bukti Kedua:

Ketika Mu’awiyah mendengar seorang muadzdzin mengumandangkan suara adzan, dan ia sampai pada pasal: Asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Mu’awiyah berkata, ‘Untukmu ayahmu hai anak Abdullah! Engkau benar-benar berambisi besar.Engkau tidak puas sehingga engkau gandengkan namamu dengan nama Rabbul ‘Âlâmîn.[2]

Penyebutan nama Nabi Saw. dalam syahadatain baik dalam pasal adzan maupun selainnya adalah sepenuhnya berdasarkan wahyu. Kita kaum Muslimin meyakini bahwa beliau saw. adalah Nabi dan Utusan Allah, tiada berkata dan bertindak melainkan atas dasar bimbingan wahyu… akan tetapi mereka yang tidak mempercayai beliau sebagai Nabi dan Rasul Allah pasti akan memaknai apa yang dibawa Nabi Saw. sebagai buatan dan kepalsuan yang dibuat-buat oleh Muhammad Saw. Kenyataan ini telah ditegaskan dalam Al Qur’an. Kecuali apabila Mu’awiyah juga berani menuduh ayat tentangnya sebagai kepalsuan buatan Nabi Muhammad Saw.

Allah berfirman:

َ لَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (*) وَ وَضَعْنا عَنْكَ وِزْرَكَ (*) الَّذي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (*) وَ رَفَعْنا لَكَ ذِكْرَكَ (*) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً (*) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً (*) فَإِذا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (*) وَ إِلى‏ رَبِّكَ فَارْغَبْ (*)

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu.* Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,* Yang  memberatkan punggungmu.* Dan Kami tinggikan bagimu sebutan ( nama ) mu.* Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,* sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.* Maka apabila kamu telah selesai ( dari sesuatu urusan ), kerjakanlah dengan sungguh- sungguh ( urusan ) yang lain,* Dan  hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”(QS asy Syarh [94];1-8(

Imam asy Syafi’i meriwayatkan  tafsir ayat kelima di atas dari Mujahid, ia berkata: “Tiada Aku (Allah) disebut melainkan engkau juga disebut bersamaku, “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.

Bukti Ketiga:

Dalam kitab al Mu’ammarîn karya Abu Hâtim as Sijistâni, “Pada suatu hari Mu’awiyah bertanya kepada Amad bin Abad al Hadhrami (seorang yang berusia panjang), ‘Apakah engkau pernah menyaksikan Hasyim (kekek ayah Nabi saw.)? ia menjawab, ‘Ya. Pernah. Ia seorang yang tinggi gagah dan tanpan …’ Mu’awiyah melanjutkan, ‘Apakah engkau pernah melihat Muhammad?’ Amad bertanya balik, ‘Muhammad siapa?’ Mu’awiyah menjawab, ‘Rasul Allah.’ Amad menjawab, ‘Mengapakah engkau tidak mengagungkannya sebagaimana Allah mengagungkannya, mengapakah kamu tidak menggelarinya dengan Rasulullah?![3]

Bukti Keempat:

Mu’awiyah Bangga Dipanggil Sebagai Rasulullah!

Imam ath Thabari dalam kitab Târîkh-nya meriwayatkan bahwa ketika ‘Amr bin Âsh mendelegasikan serombongan penduduk Mesir untuk menemui Mu’awiyah di istananya, ia berpesan agar mereka tidak memanggil Mu’awiyah dengan gelar Amirul Mukminin, ‘Amr bin Âsh berkata, ‘Perhatikan! Jika kalian masuk menemui putra Hindun maka hendaknya kalian tidak mengucapkan salam dengan mengatakan ‘Assalamu alaikum wahai Khalifah. Karena yang demikian membuat kalian lebih dihargai oleh Mu’awiyah. Dan hinakan dia sebisa kalian. Mu’awiyah sepertinya telah merasakan adanya makar jahat ‘Amr bin Âsh. Ia berkata kepada penjaga istana, ‘Sepertinya aku telah mengetahui bahwa putra Nâbighah (nama ibu ‘Amr bin Âsh yang juga dikenal selabagi pelacur murahan_pen) hendak menghinakan kedudukanku di hadapan mereka. Kerenanya, perhatikan jika delegasi itu datang, tahan mereka di luar dengan cara hina sehingga setiap dari mereka hanya akan memikirkan keselamat dirinya sendiri. Setelah mereka dipersilahkan masuk, orang yang pertama kali masuk adalah seorang dari penduduk Mesir bernama Ibnu Khayyâth, ia ketakutan sampai-sampai ia terputus-putus bicaranya, lalu ia berkata, “SALAM ATASMU WAHAI RASULULLAH. Kemudian yang lainnya pun mengikuti dengan menggelari Mu’awiyah dengan gelar Rasulullah! Dan Mu’awiyah pun tidak menghardik atau menyalahkan mereka karena hal itu![4]

Mu’awiyah Mengolok-olok Syariat Rasulullah Saw.

Adapun sikap pelecehan dan menghina terhadap syari’at Nabi Muhammad Saw. yang ditanpakkan terang-terangan oleh Mu’awiyah maka bukanlah hal samar…. Mengakui Ziyâd yang lahir dari pasangan suami istri yang sah sebagai anak Abu Sufyan sebab ibu Ziyad yang bernama Sumayyah telah melacur dengan Abu Sufyan (yang memang sangat dikenal suka berzina)… maka Mu’awiyah mengakuinya sebagai Ziyad bin Abu Sufyan setelah sebelumnya disebut Ziyad bin Abihi (Ziyad putra ayahnya) adalah satu dari puluhan jika bukan ratusan contoh kasus pelecehan terhadap Syari’at dan bukan hanya sekedar pelanggaran hukum semata! Sehingga rasanya, untuk sementara waktu tidak perlu saya berlama-lama menyita waktu pembaca terhormat dengan menyebutnya satu persatu. Mungkin dalam kesempatan lain kami akan menyajikannya untuk para pembaca.

Mu’awiyah Sukses Membangun Jaringan Fron Pembela Bani Umayyah.

Dan sebagai bukti keberhasilan Mu’awiyah dalam kejahatannya merusak kesadaran kaum Muslimin, ia mampu menciptakan di setiap zaman kelompok yang getol membela bani Umayyah dan mengecam siapapun yang berani membongkar kejahatan Mu’awiyah dan Bani Umayyah dengan menuduhnya sebagai Syi’ah! Pembenci Salaf Shaleh! Zindiq dll. Kenyataan ini akan Anda ketahui buktinya segera setelah artikel ini diterbitkan… Anda akan menyaksikan bagaimana mereka akan menvonis kami sebagai Syi’ah Rafidhah yang Zindiq! Sebab dalam kamus islam Umawy, wajib hukumnya bahkan mungkin termasuk rukun iman terselubung mengagungkan Mu’awiyah. Maka barang siapa yang membongkar kejahatan Mu’awiyah dan Bani Umayyah maka ia zindiq/bukan Muslim!

 


[1] Al Akhbâr al Muwaffaqiyyât:576-577, Murûj adz Dzahab; al Ms’ûdi,4/41 dan an Nashâih al Kâfiyah; Sayyid Habib Muhammad bin Aqil bin Abdullah bin Umar bin Yahya Al Alawi al Hadhrami asy Syafi’i:93. Setelahnya al Habib Muhammad bin Aqil menyebutkan bahwa Zubair bin Bakkâr adalah Qadhi kota suci Mekkah, seorang yang sangat masyhur di kalangan para Muhadditsin dan parawi hadis shahih. Dan ia tidak tertuduh menjelek-jelekkan keutamaan dan keadilan Mu’awiyah sebab ia tergolong dari pembela Mu’wiyah. Dan seperti Anda ketahui bahwa di antara keluarga Zubairiyyin banyak yang menyimpang dari Ali (karramallahu wajhahu).

[2] Syarah Ibn Abil Hadîd al Mu’tazili,10/101. Para tokoh Islam Umawy selalu menuduh siapapun yang tidak berpihak kepada Mu’wiyah sebagai Syi’ah Rafidhah tidak terkecuali Imam Ibnu Abil Hadîd, Imam al Hâkim, Imam ath Thabari, Imam Syafi’i dll. Seperti dapat dibuktikan!

[3] An Nashâih al Kâfiyah:95.

[4] Kisah lebih lanjut dapat Anda baca langsung dalam Târîkh ath Thabari. Baca juga an Nashâih al Kâfiyah:94.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s