Perang Dunia III Dipelupuk Mata.. Kaum Syi’ah Imamiyah Indonesia bersiagalah !!!

AS Mengaku Tidak Siap Untuk Menyerang Iran

____________________________________
Seorang pakar militer dan strategis Lebanon menilai pidato Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta di Institusi Brookings, sebagai pengakuan AS atas ketidakmampuannya untuk menyerang Iran dan sekaligus memperingatkan Israel untuk mengurungkan niatnya.

Elias Farhat kepada televisi al-Alam pada Sabtu (3/12), mengatakan, “Pernyataan Kementerian Pertahanan Amerika akhir-akhir ini soal konsekuensi penyerangan militer ke Tehran, menunjukkan adanya kemungkinan reaksi Iran dan sekutunya di Timur Tengah yang akan mengakibatkan terganggunya transit minyak di kawasan.”

Farhat menambahkan, Leon Panetta sebelumnya menjabat sebagai Direktur Intelijen Pusat AS, sehingga dia benar-benar memahami kondisi Iran. Selain itu, dengan jabatan yang dia emban saat ini, Panetta memperoleh informasi lengkap soal Iran.

“Panetta memperingatkan bahwa serangan militer ke Iran akan menimbulkan gelombang anti-Amerika oleh sekutu Tehran di Timur Tengah, dan bahkan ada kemungkinan negeri Persia itu akan menyerang pasukan Amerika di kawasan sebagai balasan Tehran. Selain itu, transit minyak di kawasan akan terganggu dan ekonomi dunia menghadapi masalah serius,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Farhat menegaskan bahwa pernyataan Panetta soal Iran di depan kalangan elit pendukung Israel di Brookings Institution, Amerika, dari satu sisi sebagai usaha untuk meyakinkan Tel Aviv bahwa Washington tidak siap menyerang Tehran, dan dari sisi lain memperingatkan rezim Zionis untuk tidak melakukan hal itu.”

Berbagai cara ditempuh negara-negara Barat terutama AS untuk menjegal kemajuan negara lain yang tidak seirama dengan kebijakannya.

Belum lama ini AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Tehran, dan menyerukan supaya negara-negara dunia mengikuti jejaknya mengucilkan Tehran di arena internasional.

AS menjatuhkan sanksi baru terhadap bank sentral Iran, yang diikuti Uni Eropa terhadap industri minyak Tehran. Namun tampaknya gelombang tekanan sanki itu tidak berjalan  mulus, karena sejumlah anggota dunia justru menentang keputusan sepihak tersebut.

Setelah Jepang dan Korea Utara terang-terangan menyatakan akan tetap melanjutkan impor minyak mentah dari Iran, sejumlah negara Uni Eropa juga mendesak penangguhan sanksi blok ini terhadap industri minyak Iran.

Sejauh ini anggota Uni Eropa gagal mencapai kesepakatan final tentang embargo minyak Iran. Sejumlah diplomat Eropa mengungkapkan kesulitan penerapan keputusan tersebut. Mereka menilai butuh waktu berbulan-bulan sebelum sanksi benar-benar diterapkan, karena beberapa anggota Uni Eropa telah meminta penundaan untuk melindungi perekonomian mereka yang dilanda utang dan krisis.

Penentangan paling keras datang dari Italia, Yunani dan Spanyol. Pasalnya, impor minyak mentah ketiga negara itu dari Iran lebih dari 68 persen total impor negara anggota Uni Eropa.

Yunani mengimpor sekitar seperempat kebutuhan minyak mentahnya dari Iran, adapun Italia sebesar 13 persen dan spanyol 10 persen. Bisa dibayangkan jika sanksi Uni Eropa terhadap Industri minyak Iran benar-benar diterapkan, maka perekonomian ketiga negara yang sedang dililit krisis ekonomi itu akan lumpuh.

Negara-negara Uni Eropa merupakan pasar terbesar minyak mentah Iran dengan pasokan  sekitar 450.000 barel per hari.

Di saat negara-negara Uni Eropa masih mempertimbangkan untuk mengamini dikte Washington atau menyelematkan kepentingan ekonomi nasional mereka sendiri,Rusia mengingatkan Uni Eropa untuk tidak bergabung dalam sanksi minyak Amerika Serikat terhadap Iran.

Moskow  menilai langkah tersebut memiliki konsekuensi ekonomi yang getir bagi negara-negara anggota blok itu. Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa negaranya tidak akan bergabung dalam sanksi AS dan Eropa terhadap sektor minyak Iran.

Di luar Uni Eropa, sikap realistis telah diambil negara-negara dunia lainnya yang tidak mengindahkan sanksi atas Iran. Bagi mereka mengikuti dikte Washington mengucilkan Iran justru merugikan kepentingan nasionalnya masing-masing……………………………….

Al-Azhar Mesir Membela Iran

“setiap negara Islam yang bekerjasama dengan Amerika Serikat dan Israel dalam melawan Iran, maka negara tersebut telah dosa dan kejahatan terhadap Islam”
(Mantan Ketua Komisi Fatwa al-Azhar Mesir, Syeikh Abdul Hamid al-Atrash)

______________________________________
Mantan Ketua Komisi Fatwa al-Azhar Mesir, Syeikh Abdul Hamid al-Atrash, dalam fatwa terbarunya menyatakan, setiap negara Islam yang bekerjasama dengan Amerika Serikat dan Israel dalam melawan Iran, maka negara tersebut telah dosa dan kejahatan terhadap Islam.

Koran al-Jumhuriyah terbitan Mesir (10/11) menulis, Syeikh al-Atrash menegaskan bahwa setiap setiap negara Arab yang bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam melawan Iran, maka negara tersebut telah melakukan dosa dan kejahatan terhadap Islam, karena membantu musuh yang sama sekali tidak beriman kepada Allah Swt dan rasul-Nya.

Syeikh al-Atrash menegaskan, “Karena Allah Swt berfirman bahwa kaum mukminin adalah bersaudara.”

Pejabat al-Azhar itu menambahkan bahwa negara-negara yang bungkam di hadapan fitnah Amerika Serikat juga sama-sama berdosa. Tidak hanya itu, Syeikh al-Atrash juga menegaskan bahwa negara-negara lain harus menghancurkan pihak mana pun yang membantu Amerika Serikat, Israel dan negara-negara lain yang berusaha menghancurkan sebuah negara Islam.

“Ini merupakan kewajiban pokok untuk setiap negara dan setiap orang yang hanya bungkam dan tidak melakukan apapun juga terlibat dalam dosa tersebut,” tuturnya.

Dalam beberapa hari terakhir, akibat propaganda media massa mainstream dan para pejabat rezim Zionis anti-Iran, masalah serangan militer terhadap instalasi nuklir Iran atas tuduhan bohong Amerika Serikat kembali meningkat. Namun ancaman serangan terhadap Iran itu mendapat penentangan dari sejumlah negara termasuk Perancis, Rusia, dan Cina.

Pesawat RQ-170; Bukti Kemenangan Intelijen dan Militer Iran atas Amerika

Republik Islam Iran yang selama ini diembargo sedemikian rupa pada akhirnya mampu mengontrol pesawat mata-mata paling canggih AS. Kenyataan ini membuat mereka terbuka matanya betapa Iran telah mengalami kemajuan luar biasa di bidang ini

_________________________________________

Pesawat pengintai RQ-170, atau Sentinel, atau yang disebut dengan Beast of Kandahar, terperangkap dalam jebakan sistem pertahanan elektronik udara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran. Kontrol pesawat tersebut berhasil direbut dari tangan militer Amerika Serikat dan sukses didaratkan dengan tingkat kerusakan minimum. Sepekan berlalu setelah kesuksesan ini, para pejabat Amerika masih kaget dan cemas akan kemampuan hebat militer Iran. Karena pesawat RQ-170 merupakan pesawat tanpa awak Amerika paling canggih yang ada selama ini.

RQ-170 memiliki berat sekitar 3850 kilogram dan daya jelajahnya hingga 1500 kilometer. Satu dari tugas penting pesawat ini adalah mematikan sistem radar dan komunikasi musuh. Badan pesawat ini dibuat dari bahan khusus yang mampu membuatnya tidak dapat dideteksi oleh radar. Mesinnya dibuat dengan teknologi modern dan komplek, sehingga mampu membuatnya terus menerus di udara hingga beberapa hari.

Pesawat RQ-170 dapat terbang dengan pelbagai kecepatan yang telah diatur dan bahkan bisa tetap berada di udara tanpa bergerak. Pesawat mata-mata AS ini memiliki kamera dan antena pengirim canggih. Pesawat ini mampu merekam gambar hingga radius 250 kilometer dan mengirimkannya ke pusat komando. Gambar yang diambil sangat jelas, sekalipun dari jarak yang amat jauh. Saking canggihnya pesawat ini, pemerintah Amerika tidak memberikannya kepada Pentagon dan hanya beberapa unit yang diserahkan kepada Dinas Rahasia Amerika (CIA).

Begitu diumumkan bahwa pesawat ini telah dikontrol dan direbut oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran di kedalaman 250 kilometer teritorial Iran, sebagian media Amerika bahkan memberikan kemungkinan akan ada aksi militer AS untuk mengambilnya kembali atau menghancurkannya. Langkah itu harus dilakukan guna mencegah terungkapnya teknologi canggih yang ada pada pesawat ini. Namun pada akhirnya diberitakan bahwa para pejabat Gedung Putih akhirnya memilih tidak melakukan aksi apapun, mengingat mereka tidak dapat memprediksi reaksi yang akan dilakukan Iran.

Reaksi Barack Obama, Presiden Amerika dan Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika pada akhirnya mereaksi direbutnya kontrol pesawat RQ-170 oleh Iran dan meminta agar Iran sudi menyerahkan pesawat itu. Pernyataan ini membuktikan pekerjaan besar yang telah dilakukan oleh para pakar perang elektronik Angkatan Bersenjata Iran dalam mengontrol dan mengambil pesawat itu. Dengan mengetahui informasi mengenai pesawat canggih ini, dapat diketahui seberapa besar kekuatan satuan perang elektronik Amerika dalam perang cyber.

Para pakar militer Iran di bidang elektronik dan komputer dalam operasi mengambil kontrol pesawat RQ-170 ini pada awalnya memutuskan hubungan pesawat ini dengan pangkalan Amerika. Pesawat mata-mata canggih AS ini punya dua sistem otomatis saat menghadapi masalah; pertama secara otomatis kembali ke pangkalannya dan kedua, menghancurkan dirinya sendiri. Di sini, para pakar perang elektronik Iran pada tahap kedua mematikan sistem penghancur dirinya sendiri. Sementara pada tahap ketiga mengontrol pesawat ini hingga ke darat dengan kerusakan yang sangat minim. Pada tahap akhir, melindungi informasi yang dimiliki pesawat in. Karena seketika hubungan dengan komando terputus, pesawat ini punya sistem otomatis untuk menghapus segala informasi yang ada padanya.

Operasi menguasai pesawat mata-mata RQ-170 menunjukkan kesiapan penuh Iran dalam perang elektronik dengan Amerika. Sementara Gedung Putih dalam beberapa waktu belakangan menebar ancaman perang elektronik untuk mematikan persenjataan militer dan instalasi-instalasi industri Iran. Sebelumnya, Amerika telah memulai perang cyber terhadap Iran dengan menyebarkan virus Stuxnet guna menghentikan aktivitas reaktor nuklir Bushehr. Tapi dalam perang cyber ini para pakar Iran berhasil mengalahkan Amerika dan membuat malu Gedung Putih.

Pemerintah Amerika dan sekutunya hingga saat ini menganggap remeh kemampuan pemerintah Iran di bidang perang elektronik. Namun operasi mengontrol pesawat canggih RQ-170 menjadi bukti bahwa Iran juga sangat maju dalam perang elektronik. Karena operasi pelik semacam ini membutuhkan radar canggih dan super komputer untuk membuka sandi-sandi. Artinya, Iran telah memiliki radar modern dan super komputer yang mampu membuka kode-kode keamanan dan sensitif pesawat RQ-170.

Melacak, mengontrol, mengarahkan dan pada akhirnya menurunkan pesawat canggih Amerika RQ-170 tanpa banyak kerusakan merupakan keberhasilan Iran dan capaian besar. Tentu saja apa didemonstrasikan militer Iran baru sebagian dari kemampuannya. Menurut para pakar masalah strategis, kemajuan di bidang elektronik dan cyber penentu perang militer di masa depan. Kontrol Iran atas pesawat canggih AS, RQ-170 jelas-jelas membuat Amerika dan sekutunya kebingungan.

Republik Islam Iran yang selama ini diembargo sedemikian rupa pada akhirnya mampu mengontrol pesawat mata-mata paling canggih AS. Kenyataan ini membuat mereka terbuka matanya betapa Iran telah mengalami kemajuan luar biasa di bidang ini. Hal ini yang membuat para pejabat politik dan militer Washington dan sekutu Amerika menjadi sangat cemas. Sekaitan dengan hal ini, Brigjend Salami, Wakil Pasdaran Iran menjelaskan bagaimana cara mengontrol pesawat RQ-170 dan hal ini menghilangkan banyak ketidakjelasan selama ini. Penjelasan itu menjadi bukti kuat akan kemampuan Iran dalam perang elektronik.

Mengenai cara mengontrol pesawat mata-mata Amerika ini, Brigjend Salami mengatakan, ” Pesawat ini dikontrol oleh sistem sekunder. Ini sebuah teka-teki yang harus dipikirkan oleh Amerika dan yang lain.” Urgensi masalah ini dapat dilihat dari penyusupan terpisah Iran terhadap sistem kontrol pesawat ini di pangkalan militer sebagai contoh nyata kemampuan elektronik Iran. Surat kabar The Nation dalam sebuah laporannya di bidang ini menulis, intelijen Iran mengawasi terbangnya pesawat-pesawat Amerika yang terbang di atas Pakistan dan Afghanistan dengan ketelitian luar biasa. Para pemuda Iran berlatih keras tanpa kenal lelah hingga meraih kemampuan melakukan operasi ini.

The Nation menulis, ketika Iran mampu menyusup ke sistem informasi Amerika, dengan mudah mereka menguasainya. Menyusupi sistem software Israel sangat mudah bagi Iran. Terlebih lagi sistem Israel telah berkali-kali disusupi oleh Hizbullah. Ditambahkan lagi, Iran dengan mudah menyusup ke dalam sistem komputer Eropa dan Amerika. Harus dikatakan juga bahwa ketika sistem yang dipakai pada satelit, radar dan rudal lebih mudah ketimbang yang dipakai pesawat RQ-170, maka dengan mudah Iran akan menguasai semua itu. Kepada pemerintah Pakistan, penulis koran The Nation menulis, Pakistan harus belajar dari Iran bagaimana menghadapi musuh dan memperlakukannya. Iran mengontrol pesawat mata-mata Amerika dalam waktu yang tepat.

3 comments

  1. soal tehnologi IRAN lebih hebat dari pada amerika/sekutu=israel/fremeson/imuniti, hai peminpin ISLAM mari bersatu, ISLAM itu bersaudara hai kaum murtaad pemimpin arab sadarlah lihat itu ALLAh SWT telah menunjukkan kepada kamu kemana arah kebijakanmu arahkan pandanganmu pada IRAN contoh mereka bersatu dengan IRAN cepat sebelum kamu menyesal perhatikan di Udara,Laut di Daraat IRAN sudah memperlihatkan bagaimana seni berperang sama musuh, cepat bersatu dengan IRAN belajar jangan malu jangan ikuti kemauan Setan(amerika/sekutu=israel/fremeson/imuniti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s