Saat ini NU berada dalam kepungan aliran maupun gerakan yang berseberangan dengan ideologi NU yaitu Salafi Wahabi (kaum radikalisme dan ektremisme agama)

As’ad: Wahabi Cari Pengikut Lewat Masjid

4 November 2009 | 20:21

Dalam beberapa artikel sebelumnya, kita telah memperoleh penjelasan bahwa salafi merasa dirinya paling benar, selamat dan masuk syurga (Karakter 1), sehingga hanya salafi saja golongan yang boleh eksis didunia. Sedangkan golongan lain sesat, bid’ah dan tidak selamat sehingga layak dicela dan jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya (Karakater 2).

Berkembangnya gerakan Wahabi di Indonesia dikarenakan mereka sangat serius dalam mencari pengikut di masjid-masjid. Kelompok ini disinyalir mengembangan ajaran-ajaran radikal dan pemahaman yang salah tentang jihad.

“Kalau kita sadari besarnya gerakan semacam wahabi di Indonesia dikarenakan mereka sangat serius dalam berdakwah di masjid-masjid,”

Demikian dikatakan Wakil Kepada Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali saat menjadi keynote speaker dalam acara halaqoh alim Ulama NU Jateng-DIY yang digelar di Pesantren Raudlatuth Thalibin Bendan Kudus,3 Nopember 2009

Oleh karena itu, kata As’ad, Warga Nahdlatul Ulama (NU) harus lebih mengintesifkan da’wahnya di masjid-masjid untuk menghalau perkembangan gerakan itu, serta mencermati perkembangan agama di kota-kota besar. “Sementara warga NU masih kurang serius,” tambahnya.

Menurutnya, untuk menangkal terorisme yang sedang berkembang di negeri ini, NU perlu memperkuat sikap kebangsaan serta pemahaman ma’na jihad secara benar terhadap warganya.

Dikatakan As’ad, makna jihad yang sedang berkembang belakangan ini adalah jihad yang berarti qital (membunuh) sebagaimana yang termaktub dalam kitab yang ditulis Sayyid Qutub, penerus ajaran Wahabi yang menjelma dalam gerakan Ihwanul Muslimin.

Dikatakan As’ad, Saat ini NU berada dalam kepungan aliran maupun gerakan yang berseberangan dengan ideologi NU yaitu Salafi Wahabi (kaum radikalisme dan ektremisme  agama)

“Oleh karena itu, posisi NU dituntut menjadi gerakan Islam yang substantif, dimana keberadaan NU sebagai pembawa rahmatal lil alamin yang bisa dirasakan oleh umat,” tegasnya.

Lantas betulkah salafi telah ada semenjak Nabi Adam AS?, darimanakah sebetulnya salafi berasal?

Dimulai Dari Muhammad bin Abdul Wahab

Pemikiran para salaf dimulai pada abad ke-4 H, disaat ulama-ulama Madzhab Hanbali yang pemikirannya bermuara pada Imam Ahmad bin Hanbal. Madzhab ini menghidupkan aqidah ulama salaf dan memerangi paham lainnya.

Golongan ini kemudian muncul kembali pada abad ke-7 H dengan kemunculan Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Taimiyah menambahkan beberapa hal pemikiran Hanbali sesuai kondisi zamannya. Ibnu Taimiyah ditangkap dan dipenjara beberapa kali, pada tahun 726 H beliau dipenjara kembali karena perdebatan mendatangi kuburan nabi dan orang-orang shalih, akhirnya beliau meninggal dipenjara Damaskus pada tahun 20 Dzulhijjah 728 H dan selama dipenjara ditemani murid beliau Ibnul Qayyim Al-Jauziyah.

Selanjutnya pada abad ke-12 H pemikiran serupa muncul kembali di Jazirah Arab yang dihidupkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, yang selanjutnya disebut kaum Wahabi

Kaum wahabi (yang berpusat di Riyadh) dengan bantuan Inggris melakukan pembangkangan bersenjata (peperangan) terhadap kekhilafahan Utsmaniyah, Inggris memberikan bantuan dana dan senjata kepada kaum wahabi dan dikirim melalui India. Mereka berusaha merampas wilayah-wilayah yang dikuasai oleh kekhilafahan Utsmaniyah agar mereka bisa mengatur wilayah tersebut sesuai dengan paham wahabi, kemudian mereka menghilangkan madzhab lain dengan kekerasan. Sehingga kaum wahabi mengalami penentangan dan bantahan yang bertubi-tubi dari para ulama, pemimpin dan tokoh masyarakat yang menganggap pendapat wahabi bertentangan

Kaum wahabi tahun 1788 M menyerang dan menduduki Kuwait serta mengepung Baghdad, tahun 1803 menyerang dan menduduki Makkah. Pada tahun 1804 menduduki Madinah dan menghancurkan kubah besar yang digunakan untuk menaungi makam Rasulullah saw, mempreteli seluruh batu perhiasan dan ornamennya yang sangat berharga. Setelah menguasai seluruh daerah Hijaz, mereka begerak kedaerah Syam, tahun 1810 menyerang Damaskus dan Najaf. Kekhilafahan Utsmaniyah mengerahkan kekuatan menghadapinya tetapi tidak berhasil, sehingga kekhilafahan Utsmaniyah meminta bantuan Gubernur Mesir Muhammad Ali, Muhammad Ali mengutus anaknya Thassun untuk memerangi kaum wahabi dan berhasil menghancurkan Wahabi pada tahun 1818 M, ketika itulah kekuatan senjata wahabi mulai surut dan hanya tinggal beberapa kabilah saja

Tetapi dengan bantuan Inggris akhirnya kaum wahabi berhasil melepaskan diri dari kekhilafahan Ustmaniyah, mereka mendirikan kerajaan yang turun temurun diperintah oleh Ibnu Saud dan kerajaan hanya menggunakan paham wahabi hingga kini. Sangat nyata taktik yang dilakukan oleh Inggris dalam mencerai-beraikan kekhilafahan Utsmaniyah, yakni dengan mempertentangkan wahabi dengan madzhab lainnya (adu domba), sehingga wilayah-wilayah tersebut lepas dari genggaman kekhilafahan Utsmaniyah dan Inggris dapat menguasainya secara politik.

Begitulah, kaum wahabi menyebarluaskan paham mereka melalui peperangan bersenjata, mengacungkan pedang kepada khalifah, menyerang kaum muslimin didaerah Arab, Iraq, Syam dan Kuwait, memaksa kaum muslimin didaerah yang mereka kuasai untuk menanggalkan madzhab mereka dan menggunakan paham wahabi saja, karena mereka meyakini bahwa hanya paham wahabi yang boleh eksis didunia.

Mereka tidak lagi mempedulikan boleh tidaknya berkolaborasi dengan kaum kuffar (Inggris), padahal Rasulullah saw memperingatkan kita agar berhati-hati dengan orang-orang kafir, jangan menjadikan mereka sebagai teman dekat (teman kepercayaan) dan jangan jadikan mereka sebagai wali. Tetapi mereka mengabaikan semua itu dengan alasan menjalankan sunnah Rasulullah Saw, mengaku ahlus-sunnah tetapi dengan menentangnya, bagaimana bisa?

Siapa saja diantara kalian mengambil mereka (orang-orang kafir) sebagai wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Qs. al-Maa’idah [5]: 51).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. (Qs. Ali-‘Imraan [3]: 118)

.

.

Ali bin Abi Thalib ra. Aja Mereka Kafirkan!

Posted on Januari 2, 2012 by abusalafy

Ali bin Abi Thalib ra. Aja Mereka Kafirkan!

Akhir-akhir ini marak aksi pengafiran sesama Muslim hanya kerena dipicu oleh perbedaan mazhab atau aliran atau pendapat dalam memahami ajaran Islam.

Dahulu Imam Ali ra. dikafirkan oleh kaum Khawarij dengan tuduhan telah menjadikan  selain Allah sebagai Hakim dalam urusan umat Islam!

Rupanya pengkafiran sesama Muslim (yang seringkali dibarengi dengan penghalalan darah, harta dan kehormatan) sekarang menjadi gaya kaum NEO KHAWARIJ yang dilakoni oleh sebagian kaum yang menamakan diri mereka sebagai Pengikut Salaf/Salafi dan kaum awam selain mereka yang pikirannya telah dipermainkan oleh para pemuka agama yang sû’!

Kalau dahulu Imam Ali ra. mereka kafirkan dan mereka halalkan darahnya! Kini kaum Neo Khawarij mengulang aksi gilanya dengan mengkafirkan kelompok yang mencintai dan mengikuti Ali bin Abi Thalib ra.

Sementara, para ulama kita, Ahlusunnah, mereka tidak pernah mengafirkan kaum Syi’ah dan sangat berhati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir kepada ahli La Ila Illallah Muhammadun Rasulullah! Allamah Sayyid Muhammad Alawi al Maliki -Guru besar para Kyai di Indonesia, tidak terkecuali para Kyai Madura- sangat tegas sikapnya! Beliau mengecam keras pengafiran Syi’ah! menurut beliau Syi’ah adalah bagian dari mazhab-mazhab Islam dan kaum Syi’ah adalah saudara kita… mereka Muslimun!

Jadi!

jadi, sampai kapankah kaum Muslim, khususnya sebagian ulama Ahlusunnah wal Jama’ah mau ditipu habis-habisan oleh pikiran kotor kaum Khawarij judud?! dan kemudian mengerahkan massa untuk mengkafirkan sesama Muslim?

Apa yang terjadi di Sampang Madura bukti bahaya kaum Takfiriyyûn alias Wahabi alias Neo Khawarij yang ajarannya ditegakkan di atas teror dan pengkafiran sesama Muslim!

Karenanya, ini adalah tangggung jawab semua Muslim, khususnya para ulama untuk tidak mendiamkan kesatuan umat Islam dikoyak-koyak oleh pihak ketiga yang menginginkan hancurnya persatuan Umat Islam!

Awas Bahaya Dari Kaum Takfiriyyun!

Yang gemar mengkafirkan kaum Muslimin diantaranya adalah kaum Salafi Wahhabi… hanya kerena bermaksud bertabarruk dengan makam Nabi saw, atau makam seorang wali , misalnya, kaum NU divonis KAFIR dan MUSYRIK! Sekarang -karena alasan-alasan politis- mereka mengarahkan vonis pengkafirannya kepada Syi’ah

Menurut Ketu PB NU, Kyai Said Aqi Siraj bahwa: Ada pihak-pihak yang ingin suasana Indonesia menjadi rusuh dan tak tenang.

Sejak dari dulu, di Madura tak pernah ada ketegangan antara penganut Sunni dan Syi’ah. Tambah Kyai Aqil.

Kalaupun terjadi seperti insiden pembakaran Kamis lalu, jelas ada tangan tak terlihat yang menginginkan terjadinya bentrokan. Jelas perbedaan Sunni-Syi’ah dijadikan alat.  (Baca Jawa Pos, edisi Minggu,1/1/2012)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s