Said Agil Siraj Bilang Syiah di Indonesia Tidak Berbahaya

Said Agil Siraj Bilang Syiah di Indonesia Tidak Berbahaya

Jika seorang Said Agil Siraj begitu khawatir dengan Salafi Wahabi – meski belum jelas definisi yang dimaksud – karena dianggap bukan hanya mengancam NU, tapi juga NKRI. Tapi terhadap Syiah, Ketua Umum PBNU ini merasa nyaman, dan tidak dianggap membahayakan NKRI.

Tidak Aneh, pernyataan yang dikeluarkan dari mulut seorang Ketua Umum PBNU  ini. Konflik Sunni-Syiah dikatakan, hanyalah persoalan politik semata, bukan permasalahan akidah. . Syiah di Indonesia, katanya, tidak berbahaya. “Itu politik, antara paman dan ponakan saja bisa berkelahi,” ujarnya.

PBNU Desak Pemerintah Tuntaskan Kasus Kekerasan Atas Nama Agama

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencatat sepanjang tahun 2011 masih banyak ditemukan kasus intoleransi baik antar atau sesama agama, yang tak jarang berujung pada kekerasan. Karenanya pemerintah diminta bisa memperbaikinya di tahun 2012 mendatang.

“Dari Islam sendiri, yang paling parah kita masih ingat kejadian di Cikeusik. Dari Kristen juga ada, yang cabang-cabang alirannya memang juga banyak,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/12/2011).

Kiai Said menambahkan, dalam ajaran agama apapun, termasuk Islam, kekerasan secara tegas dilarang dilakukan. “Laa ikraaha fiddin. Tidak ada kekerasan dalam agama ataupun atas nama agama. Agama itu pembawa perdamaian, menjadikan hidup damai. Tidak ada ceritanya agama justru menjadikan manusia saling serang,” lanjutnya.

Untuk tahun 2012 mendatang, PBNU mewakili seluruh masyarakat Indonesia meminta Pemerintah bisa melakukan langkah nyata menekan, bahkan menghilangkan segalam bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama. Termasuk RUU Kerukunan Umat Beragama yang saat ini tengah disusun, diharapkan bisa menjadi solusi terbaik.

“Keamanan dalam negeri, termasuk dari aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama, itu sangat mempengaruhi kepercayaan asing. Itu tugas Pemerintah, itu PR yg harus dituntaskan,” tandasnya.

Ketua MUI Pusat: Syiah Tak Sesat

Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof. Umar Shihab sepakat dengan pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin bahwa Syiah bukan ajaran sesat. Baik Sunni maupun Syiah, tetap diakui Konferensi Internasional Ulama Islam di Mekkah dua tahun lalu, sebagai bagian dari Islam.

Hal itu dikatakan Prof. Umar Shihab siang ini (Minggu, 1/1) menanggapi aksi pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura, Kamis lalu.

Karena itu, kakak kandung mantan Menteri Agama M. Quraish Shihab meminta umat Islam kembali mengartikan Islam sebagai rahmahlil’alamiin. Terkait perbedaan, dia mengutip Sabda Rasulullah Muhammad SAW, bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Karena itu, ungkapnya, MUI Pusat akan melakukan pertemuan dengan MUI Sampang, Jawa Timur, yang memfatwakan Syiah itu ajaran sesat.

“Kita belum ada rencana untuk evaluasi MUI daerah, terutama Sampang. Tapi Insya Allah kita akan ikuti perkembangan. Selasa besok kita ketemu,” ungkap Gurubesar Ilmu Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

MUI Sampang, menurutnya, kurang memahami bagaimana kedudukan dan pemikiran Islam Sunni dan Syiah. Atau mungkin, dia menduga, ada kelompok-kelompok atau oknum tertentu yang tidak ingin umat Islam bersatu. “Ada yang tidak ingin Islam ini menyatu. Sehingga (umat Islam) ditunggangi, bahkan dihasut, yang malah jauh dari ajaran Islam seperti membakar rumah,” tandasnya.

Menteri Agama: Syiah Masih dalam Koridor

Indonesia:
 Menteri Agama: Syiah Masih dalam Koridor
Menteri Agama Suryadharma Ali mengutuk pembakaran pesantren syiah di Dusun Nangkrenang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura. Menurutnya Syiah masih dalam koridor ajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s