KH Athian Ali Orang yang Tidak Faham Islam sehingga menghina Umar Shihab

sumber kutipan dari :http://nahdlatululamadukungsyiah.wordpress.com/2012/01/05/kh-athian-ali-orang-yang-tidak-faham-islam-sehingga-menghina-umar-shihab/

.

 

PBNU : Syiah, Hanya Perbedaan Cara Pandang

 

- Slamet Effendy Yusuf, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, kelompok aliran Syiah tidaklah bertentangan dengan Islam. Syiah dalam Islam diakui sebagai bagian aliran beberapa mazhab yang ada. Meskipun kata dia, Syiah memiliki beberapa perbedaan terkait cara pandang.
“MUI dalam rekomendasi pada 1984 menyatakan Syiah itu bagian dari mazhab dalam Islam, karena itu memang didalam mazhab, ada perbedaan-perbedaan tentang beberapa pandangan,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (2/1). 

Beberapa perbedaan dalam cara pandang antara lain terkait hadis dan imamah.“Seperti pandangan terhadap hadis, kalau Sunni, semua hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat dan tabiin, oke. Sementara Syi’ah tidak. Soal Imamah di Sunni tidak mewajibkan tapi di Syiah mewajibkan, Terjemahan dalam solat antara Sunni dan Syiah ada perbedaan,” ujarnya.

Slamet yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

MUI: Ada Kesalahan Memahami Syiah

  

 Ketua Majelis Ulama Indonesia Umar Shihab menilai konflik di Sampang, Madura, Jawa Timur, disebabkan adanya kesalahpahaman tentang mazhab Syiah. Umar menegaskan mazhab Syiah bukan aliran sesat. Ditegaskan pula MUI tak pernah menetapkan Syiah sesat. “Saya perlu nyatakan di sini bahwa mazhab Syiah bukan mazhab yang sesat tapi benar menurut dunia Islam,” di Jakarta, Ahad (1/1)
.
MUI menyayangkan kekerasan yang terjadi di Sampang, terlebih mengatasnamakan agama [baca: MUI Sampang: Pembakaran Dipicu Penistaan Agama]. Padahal sesuai konferensi internasional Ulama Islam di Mekkah, dua tahun silam, Syiah diakui sebagai bagian dari Islam. “Keberadaan mazhab Syiah sebenarnya sejak awal Islam. Sama juga dengan keberadaan mazhab ahlussunnah wal jamaah,” jelas Umar Shihab.

Dalam persoalan ini MUI lantas mengimbau agar masyarakat tak terpancing melakukan kekerasan

Kementerian Agama: Syiah Kelompok Sah

SUNDAY, 01 JANUARY 2012 

Kementerian Agama memastikan Syiah merupakan kelompok yang sah di Indonesia.

Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar mengatakan Syiah tidak menyimpang dalam ajaran Islam. Lagi pula di negara-negara Islam lain, Syiah diakui dan tidak mendapatkan penolakan.”Bagi kita Syiah dan Sunni di Indonesia sesungguhnya tidak ada masalah. Karena sebelum masuk ke Indonesia, keduanya bahkan aliran dan semua agama sudah melalui proses peng-Indonesia-an. Jadi bingkai ke-Indonesia-an inilah yang menyatukan aspek-aspek. Seharusnya sudah tidak ada lagi (pertentangan-red) karena sudah disatukan karena ke-Indonesia-an itu,” jelas  Nazaruddin Umar.

Dia mengatakan kementeriannya sudah menugaskan kantor Kementerian Agama di Sampang, Jawa Timur turun ke daerah konflik untuk memberikan pembinaan kepada kelompok yang bertikai Syiah dan Sunni. Soal rencana relokasi Syiah, kementerian  tidak akan mencampuri keputusan itu. Alasannya itu  wilayah pemerintah daerah setempat. Sebelumnya, terjadi aksi pembakaran terhadap permukiman dan sekolah madrasah milik jemaat Syiah terjadi di Dusun Nangkernang, Kabupaten Sampang, Madura. Aksi itu diduga dilakukan kelompok Islam aliran Sunni. Peristiwa itu merupakan kali kedua yang terjadi dalam bulan ini. Polisi sudah menangkap 1 pelaku, sementara 2 pelaku lainnya masih buron

Polemik Syiah

Ketua MUI: Jangan Sampai Menimbulkan Perpecahan

Ilustrasi
JAKARTA -

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab meminta para ulama untuk tidak sembarangan menghakimi suatu ajaran sebagai aliran sesat.

Pernyataan Umar ini disampaikan menanggapi sejumlah pendapat majelis ulama daerah yang langsung memvonis Syiah sebagai ajaran sesat. Seyogyanya, kata dia, para ulama bisa berembuk terlebih dahulu sekaligus mengkaji ajaran tersebut.

“Tidak bisa seseorang atau salah satu pengurus MUI yang menyatakan sesuatu tanpa tidak ada pembicaraan dan tak ada pembahasan. Ini menyalahi aturan. Yang berhak menyatakan sesat atau tidak sesat adalah komisi Fatwa MUI pusat,” katanya kepada okezone di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2012).

Perbedaan antara Sunni dan Syiah, kata Umar, hanya terletak pada perbedaan enterpretasi pemaknaan AlQuran dan sunnah. “Di dalam Sunni juga ada perbedaan misalkan tentang penetapan hari raya,” tambahnya.

Dan hal itu, kata dia, tidak perlu diperbesar apalagi berpotensi menimbulkan perpecahan di antara umat Islam. “Dan jangan perbedaan itu membuat kita saling menyesatkan, perbedaaan itu rahmah,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, Madura, KH Bukhori Maksum, meminta agar aliran Syiah dibekukan karena dianggap sesat.

Imbauan pembekuan ini, menurut Bukhori sudah disampaikan sejak pertama kali munculnya konflik kecil di tengah masyarakat. Sayangnya, hal tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak Pemkab Sampang maupun pihak keamanan terkait.

KH Athian Ali: di Tubuh MUI Pusat Ada Orang yang Tidak Faham Islam
Terkait pernyataan pengurus MUI Pusat Umar Shihab di beberapa media yang menyebutkan bahwa ajaran Syiah tidak sesat,  Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) ustadz Athian Ali menanggapi kalau Umar Shihab itu tidak faham Islam.
Seperti dilansir MetroTV hari Ahad 1 Januari 2012, “Saya katakan, MUI berprinsip pertama, Mazhab Syiah tidak sesat. Karena ada yang mengatakan Syiah sesat. kedua, mazhab Ahl As-sunnah wal Jamaah (Sunni) dan Syiah adalah mazhab besar dalam dunia Islam.
Bahkan, dalam pertemuan internasional yang dihadiri ulama Sunni juga dihadiri ulama Syiah,” kata Ketua MUI Umar Shihab di Jakarta, Ahad (1/1)
Karena itu, Umar mengimbau umat Islam tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiyah, serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda.

KH Athian Ali: Umar Shihab Tidak Faham Islam


Menanggapi pernyataan dari Umar Shihab bahwa Syiah tidak sesat, KH Athian Ali mengatakan “pertama, itu pernyataan pribadi yang bersangkutan (Umar Shihab_red), bukan atas nama MUI, dan yang kedua, kita menyayangkan bahwa di tubuh MUI ternyata ada orang sama sekali tidak kenal Islam.”

Ustadz Athian Ali mengakui jika ada beberapa golongan Syiah yang masih dianggap tidak sesat, yakni Syiah Zaidiyah. Namun pernyataan Umar Shihab tempo hari tidak menjelaskan Syiah golongan mana yang ia nyatakan tidak sesat.

“Jangan-jangan dia (Umar Shihab) nggak tau apa itu Syiah, jangan-jangan dia hanya bicara saja,” tambah ketua FUUI yang berdomisili di Bandung ini.

“Dugaan saya dia tidak ngerti tentang Syiah, bahkan mungkin juga tidak ngerti tentang Islam, membedakan mana yang sesat dan mana yang tidak sesat.”

Terkait ucapan Umar Shihab mengenai prinsip MUI bahwa ajaran Syiah tidak sesat, KH Athian Ali yang sempat menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat dari tahun 1984 sampai 1994 menanggapi, bahwa “MUI belum pernah mengeluarkan pernyataan apa-apa tentang Syiah itu”.

Terakhir alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini menasehati Umar Shihab, sebaiknya Umar Shihab itu mempelajari Syiah sebelum mengeluarkan pernyataan, karena kebetulan yang bersangkutan duduk sebagai salah seorang pengurus MUI. Tidak layak pengurus MUI mengeluarkan pernyataan yang dia tidak ketahui

.

MUI Jatim Putuskan Syiah Aliran Sesat

Majelis ulama indonesia (MUI) cabang Sampang, dengan tegas menyatakan aliran syiah yang ada di Dusun Nangkernang Desa Karang gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang murni ajaran sesat.

Hal itu di sampaikan oleh ketua MUI Sampang KH. Bukhori maksum di hadapan sejumplah wartawan sabtu (31/12/2011) bertempat di kantor Kejaksaan Negri jalan Jaksa Agung suprapto Kecamatan kota.

Selaku ketua MUI, ia menilai syiah telah menyimpang dari ajaran ahli sunah waljamaah. Selain itu perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok.lanjutnya, ada beberapa ajaran yang menyimpang. Antara lain, mereka memiliki tiga syahadad, dalam menjalankan sholat mereka hanya melaksanakan 3 waktu dalam sehari, mengharamkan sholat jum’at dan mereka juga menuding bahwa Al-quran yang beredar sekarang bukan asli lagi

.

Buya Syafii: Kebenaran Bukan Milik Individu

Ilustrasi
JAKARTA –

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.

Menurut pria yang lebih akrab dipanggil Buya ini, hal semacam itu harus dihentikan. Sebab kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. “Saya rasa sikap yang tidak baik, ada monopoli kebenaran,” ujar Buya kepada okezone, Minggu (1/1/2012).

Buya pun heran terhadap tindakan anarkistis sebagian masyarakat lantaran menganggap Syiah bertentangan dengan Islam. Padahal kata dia, Syiah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. “Kalau Syiah dikalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima,” jelasnya.

Hal yang terpenting kata dia, bisa hidup rukun dan toleran. “Jadi perbuatan-perbuatan semacam itu harus dihentikkan, apalagi di Sampang itu bersaudara, masak agama memecah belah,” paparnya.

Dia meyakini para pemeluk agama yang melakukan tindakan anarkistis bukanlah penganut agama yang diridhai. “Menurut saya semacam itu bukan agama yang autentik,” pugkasnya

.

2 comments

  1. Yang sesat kelompok MUI itu sendiri sudah mulutnya mencla mencle suka provokasi kelompok lain sehingga tumpah lah darah rakyat indonesia yg cinta damai. pemerintah harus bersikap tegas terhadap kelompok MUI . pemerintah terutama presiden SBY harus mewaspadai kelompok MUI . fatwanya menyesatkan .menimbulkan kegaduhan bagi bangsa indonesia yang sedang membangun.Hidup NKRI

  2. Pernyataanku sederhana saja, yaitu :

    1. Ulama Sunni yang mana bisa jelaska tentang 12 Amir atau 12 Khalifah yang disebutkan dalam Kitab Hadist Shahih Buchori dan Muslim.

    2. Kenapa didalam 6 Kitab Hadist Shahih tidak secuilpun tersambung Perowinya Kepada Keluarga Rosul, minimal tersambung kepada Sayidina Ali kw, karena beliau sudah bersinggungan dengan Rosul semenjak umur 10 tahun, dan malah menjadi mantunya dan sampai yang memandikan Mayatnya Rosul.

    Seolah-olah hal ini seperti ada suatu musibah besar, semisal Gempa Bumi yang menelan seluruh Keluarga Rosul, kecuali yang selamat kebanyakannya adalah Para Sahabat Rosul, sehingga umat berikutnya, hanya bisa berhubungan kepada Sahabat-sahabat Rosul yang selamat dari Musibah itu.

    Sementara ada Pihak Lain yang dituduh Kafir, bisa mampu mempunyai data lengkap, malah Kumpulan Kata-kata Imam Ali yang terangkum dalam Nahjul Balaghah sudah disyarahkan oleh Ulama beken Mesir, seperti Abduh yang menyatakan bahwa itu benar Kata-Kata Imam Ali, malah susunan bahasanya sudah setingkat Level ke 2 dari Qur’an.

    Disini sebenarnya yang sedang berdusta tentang Agama itu siapa, juga aneh dan naif sekali klau Islam berkembang melalui Pembunuhan semisal dari Umayyah ke Abasiyah dan Osmaniyah semuanya dengan saling membunuh, disini dimana Nilai An-Nisa 93, apakah ini sebagai bukti benarnya firman Allah SWT, bahwa sanya “Arab itu sangat kafir dan Munafik sekali”, dan bagi saya penampakan itu jelas sekali pasca Rosul Wafat, Terbunuhnya Hsan dan Husein dan dari sinilah awal Rusaknya Islam dan itu pasti benarnya.

    Bagi yang mampu menolak pernyataan ini, silahkan berhujjahlah kalian yang tidak lebih Hujjah kalian hanya bagaikan Rumah Lebah saja dengan cara apapun logika tidak bisa menerimanya, walaupun kalian bergelar Professor, DR, S2 Lulusan Mesir karena akan dipatahkan oleh Ucapan Imam Ali as, melalui Buku Ramalan Akhir Zaman Al;i bin Abi Thalib, yaitu : “Suatu saat orang-orang yang tak berilmu akan mengatakan bahwa Allah SWT tidak memerlukan Keluarga Rosul”—Jadi yang bergelar dengan Tittle seabreg-abreg apapun isinya tidak jauh dari pernyataan Imam Ali as yang nilainya adalah = ORANG-ORANG YANG TIDAK BERILMU ALIAS = ORANG-ORANG TIDAK WARAS ALIAS GILA.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s