NU dan Muhammadiyah mulai bisa menerima syi’ah

Selasa, 22 Februari 2011

Setelah Temui Pemimpin Besar Iran, Prof. Dr. Agil Siradj Bertolak ke YAPI


Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma melakukan pertemuan khusus dengan para ulama, tokoh dan cendekiawan yang hadir dalam Konferensi Persatuan Islam ke-24 di Tehran.Dalam pertemuan itu nampak Ketua PB NU Prof. DR. Said Agil Siradj, di barisan terdepan yang duduk berhadapan langsung dengan Rahbar. Salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin, Kamal el-Halbawi, duduk di samping Rahbar.Dalam pertemuan dengan Rahbar juga hadir beberapa tokoh utama di dunia Islam seperti Mufti Agung Oman, Allamah Syeikh Ahmad al-Khaili, Sekjen Persatuan Universitas Islam, Jafar Abdussalam, mantan menteri kebudayaan Jordania, Munir Shafiq, Sekjen Partai Islam Tajikistan, Mahyuddin Kabiri, Penasehat Menteri Wakaf Suriah, Nabil Sulaiman, Ketua Parlemen Penasehat Sudan, Abdurrahim Omar, Ketua Komunistas Ulama Muslim Lebanon, Syeikh Ahmad al-Zain, seorang ulama terkemuka Ahlussunnah Irak, Syeikh Khaled Mulla, Mufti Agung Bosnia, Syeikh Mustafa Serich, dan Ketua Gerakan al-Tauhid Lebanon, Syeikh Bilal Saeed Syaban.Menurut laporan tersebut, Konferensi Persatuan Islam ke 24 dihadiri 400 ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai negara.

Rahbar dalam pertemuan itu seraya menyingung perkembangan terakhir di negara-negara Timur Tengah menyusul Revolusi Rakyat di Tunisia dan Mesir, juga mengajak para ulama dan tokoh muslim seluruh dunia supaya lebih percaya diri akan janji Allah Swt. Kemudian, Rahbar menyingung musuh-musuh Islam, khususnya AS dan Zionis Israel, kian melemah.

Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, rasa tanggung jawab bangsa-bangsa Islam terhadap satu sama lain adalah dampak terpenting dari persatuan umat Islam. Beliau juga menekankan bahwa upaya menyulut perpecahan antarumat Islam dan melontarkan isu Syiah dan Sunni merupakan propaganda musuh-musuh yang harus dikalahkan. Ayatullah Khamenei mengatakan, “Gerakan rakyat saat ini di dunia Islam akan berlanjut dan kami mempercayai janji Allah dan kami yakin bahwa Allah swt akan menolong orang-orang mukmin.”

Menurut laporan yang diterima IRIB, Ketua PB NU Prof. DR. Said Agil Siradj setelah menghadiri Konferensi Persatuan Islam ke-24 di Tehran, langsung akan bertolak ke Ponpes YAPI Bangil, Pasuruan yang baru-baru ini menjadi sasaran serangan sekelempok terprovokasi.

Berdasarkan laporan yang diterima IRIB, Ketua Umum PB NU Prof. DR. Said Agil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. DR. Din Syamsuddin, Ketua MUI Prof. DR. Umar Shihab dijadwalkan akan menghadiri Peringatan Maulid Nabi SAW di YAPI tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Ponpes Yayasan Pesantren Islam (YAPI) akan digelar hari Senin pada tanggal 28 Februari 2011, pukul 08.30 WIB.

Agresi militer Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak, tak hanya berhasil menggulingkan Presiden Saddam Hussein dari tampuk kepemimpinannya. Mereka juga menanam bom waktu: pertikaian antarkelompok. Lebih tepatnya, antara kubu Syiah dan Suni.
Ulama terkemuka asal Damaskus, Suriah, Syekh Abdullah An-Nidzam mengungkapkan konflik Syiah-Suni yang terjadi belakangan ini di Irak, bukanlah murni konflik ideologi antarmereka. “Konflik diciptakan oleh agresor militer Amerika Serikat dan sekutunya,” ujarnya, di sela-sela Konferensi Ulama dan Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak di Bogor Rabu 4/4/2007)
.
Sejak awal invasi militer Amerika Serikat ke Irak tahun 2003, sambung An-Nidzam, pihaknya mengaku sudah sangat khawatir hal ini bakal terjadi. Dekan Fakultas Dirasah Islamiyah pada Universitas Islam Damaskus ini menyatakan perlunya perhatian umat Islam dari seluruh dunia untuk segera mengakhiri konflik dan penderitaan rakyat Irak
.
Sejak dulu, kata Syeikh Az-Nidzam, dalam Islam tidak dikenal istilah pengkotak-kotakan. Kita sekarang ini justru sangat menyayangkan sikap Amerika Serikat maupun Israel yang terus mendorong terciptanya upaya pengkotak-kotakan antar kelompok Islam di Irak.
Dalam sejarah Irak, sejak berabad-abad lamanya antara Suni dan Syiah di Irakdapat hidup berdampingan dan rukun, tanpa ada gejolak apalagi peperangan seperti yang terjadi sekarang ini. ”Ini memang siasat mereka, ketika ingin menghancurkan satu negara, maka mereka ciptakan kelompok-kelompok,” tegasnya.
Syekh AEM Hussein dari Universitas Al Azhar menyuarakan hal yang sama. Antara Suni dan Syiah, kata dia, sama-sama Islam. ”Mereka menyembah Tuhan yang satu, mereka shalat menghadap kiblat yang sama. Mereka sama-sama Muslim.”
.
Sedang menurut Jalaluddin Rakhmat, cendekiawan Muslim, kekerasan di Irak dipicu oleh kepentingan politik. Ada provokator yang merancang konflik sosial yang kini terjadi di Irak. “Tak disebabkan oleh perbedaan teologis antara Suni-Syiah. Selama ini perbedaan itu ada namun tak menjadi masalah yang melahirkan sebuah konflik
.
Politik adu domba
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi yang bersama-sama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Prof Dr Din Syamsuddin menjadi penggagas Konferensi Internasional Ulama dan Pimpinan Islam Dunia untuk Rekonsiliasi Irak mengungkapkan, apa yang dilakukan AS di Irak adalah bentuk politik adu domba. ”Dendam sejarah dibangkitkan kembali, tempat-tempat suci dirusak melalui gerakan intelijen untuk menciptakan peperangan antara kelompok Suni dan Syiah, sehingga dengan demikian pertentangan ini sebenarnya didesain untuk kemenangan penjajah secara gratis.”
Pandangan sama diungkapkan Din Syamsuddin. “Peperangan yang terjadi di Irak tahun 2003, tak hanya menimbulkan korban dari orang-orang yang tidak berdosa, tapi juga telah menimbulkan kedengkian, iri dan permusuhan di tengah masyarakat Irak. Kemudian timbul peperangan antar kelompok dan etnis serta fitnah yang besar di Irak,” ujarnya
.
Sarat konflik?
Benarkah sejarah Syiah-Suni selalu kelam dan penuh permusuhan? Salah seorang ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) Prof Dr Said Agil Siraj mengungkapkan di sejumlah negara Islam maupun Timur Tengah yang hidup faham Suni dan Syiah, dapat hidup rukun dan berdampingan. ”Bahkan Mufti Syria Badruddin Hassun yang berasal dari Suni, fatwa-fatwanya sangat didengar oleh kelompok Syiah,” jelas Kiai Siraj seraya menambahkan kondisi serupa terjadi di Saudi Arabia, Pakistan, maupun Libanon. ”Bahkan di Libanon Selatan Hizbullah yang dari kelompok Syiah yang sangat berperan dalam mengusir penjajah Israel didukung juga oleh kelompok Suni.”
.
Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengakui sepanjang sejarah sebenarnya perbedaan yang terjadi antara Suni dan Syiah pada soal kekuasaan atau lazim disebut imamah. Karena itu, kelompok Syiah memasukkan masalah imamah ke dalam rukun agama dan sejak dini anak-anak mereka diajarkan pengetahuan tentang imamah
.
Dalam perkembangan Islam, kedua kelompok Suni dan Syiah sama-sama memberikan andil dan peran yang sangat besar dalam peradaban Islam,” tegas kyai Siraj.
Ia lalu menyebut sejumlah tokoh Syiah yang memberikan andil besar bagi kemajuan Islam. Sebut saja misalnya Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dikenal sebagai seorang dokter, Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai penemu ilmu hitung atau aljabbar, dan seorang sufi Abu Yazid al Busthami. Mereka yang beraliran Syiah ini telah menyumbangkan ilmunya bagi kemajuan Islam. “Jadi, kedua kelompok ini adalah aset yang sangat berharga bagi umat Islam
.
Ketua Umum Ikadi (Ikatan Dai Indonesia) Prof Dr Ahmad Satori menyatakan potren kehidupan yang rukun antara kelompok Suni dan Syiah juga dapat dilihat di Mesir, Saudi Arabia, Niger, dan negara Islam lainnya.”Bahkan di Iran, terdapat juga kelompok Suni dan ternyata mereka dapat hidup rukun dengan kelompok Syiah yang mayoritas,” ujar Satori
.
Satori memandang perlunya sosialisasi fiqh i’tilaf (Fiqh Penyatuan) dan bukan fiqh ikhtilaf (fiqh perbedaan). ”Yang kita perlukan sekarang ini adalah fiqh i’tilaf supaya umat Islam menjadi kuat dan tidak gampang diadudomba seperti yang terjadi di Irak,” tegasnya.(Dikutip dari majalah Republika,Bukan Konflik Sunni-Syiah)

Ketua PB NU, Muhammadiyah dan MUI Akan Hadiri Maulid di YAPI


Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Ponpes Yayasan Pesantren Islam (YAPI) akan digelar hari Senin pada tanggal 28 Februari 2011, pukul 08.30 WIB. Menurut rencana, Ustadz Muhammad bin Alwi, Dr. Umar Ibrahim Assegaf dan sejumlah tokoh masyarakat akan menjadi pembicara dalam acara peringatan Maulid Nabi Saw.

Berdasarkan laporan yang diterima IRIB, Ketua Umum PB NU Prof. DR. Said Agil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. DR. Din Syamsuddin, Ketua MUI Prof. DR. Umar Shihab dijadwalkan akan menghadiri Peringatan Maulid Nabi SAW di YAPI tersebut. Hingga berita ini dilaporkan, tidak ada keterangan pasti, apakah para tokoh tadi akan menjadi pembicara dalam acara tahunan yang biasa digelar di ponpes ini.

Belum lama ini, YAPI menjadi pusat perhatian kalangan politisi, tokoh, ulama dan media-media nasional menyusul kasus penyerangan sekelompok tertentu atas ponpes ini.

Pada tanggal 15 Februari, ratusan orang tiba-tiba menyerang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep Kecamatan Beji, Pasuruan. Ratusan perusuh dengan mengenakan sarung dan naik motor itu menyerang Ponpes YAPI dan menyusup masuk ke dalam pondok. Perusuh yang diperkirakan mencapai 300 orang itu secara brutal melemparkan batu ke arah Ponpes YAPI dan para santri. Serangan terjadi pukul 15:00, saat para santri Ponpes menyelenggarakan pertandingan futsal.

Serangan tersebut mendapat perlawanan dari para santri. Bentrokan pun tidak dapat dihindari. Perlawanan para santri YAPI berlangsung selama 20 menit dan berhasil mengusir para penyerang hingga 20 meter di luar pintu gerbang.
Sejak awal terjadinya bentrokan, sejumlah aparat polisi berpakaian preman juga berada di lokasi. Namun mereka tidak segera bertindak mencegah bentrokan. Setelah para penyerang terdesak ke luar Ponpes dan para santri mulai mengejar mereka, aparat baru menembakkan peluru ke udara.

Hisyam Suleiman, warga Jakarta, mengatakan, “Maulid Nabi di Yapi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan Maulid Nabi Saw tahun ini tidak hanya merupakan peringatan semata, tapi juga menjadi ajang solidaritas pada ponpes. Meski bukan alumnus YAPI, tapi saya akan datang ke Bangil sebagai bentuk solidaritas.”

Maulid Peringatan Nabi Besar Muhammad Saw di YAPI digelar untuk masyarakat umum. Untuk itu, warga dari manapun yang ingin menghadiri peringatan Maulid Nabi di YAPI di Jl. Raya Bangil-Pandaan KM.02, Kec. Beji Pasuruan, JATIM Indonesia, 67153. Untuk lebih lengkapnya bisa dihubungi no telepon 0343-741238.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s