Qom saat ini merupakan pusat terbesar pembelajaran Syi’ah di dunia

Qom

Koordinat34°39′ LU 50°53′ BTQom (Persiaقم, dikenal juga dengan nama Q’um atau Kom) adalah sebuah kota yang juga merupakan ibukota Provinsi Qom di Iran. Terletak sekitar 156 km barat daya Teheran. Memiliki penduduk sekitar 1.042.309 jiwa pada 2005[1], berada di tepi Sungai Qom.

Qom menjadi sebuah kota suci bagi penganut Islam Syi’ah, dimana di kota ini terdapat makam dari Fatimah al-Ma’sum, saudari dari Imam Ali ar-Ridha. Kota ini merupakan pusat pendidikan Syi’ah terbesar di dunia.

Masjid al Hazraf IranJika Aceh disebut Serambi Makkah, maka Desa Kenep di Bangil agaknya layak disebut sebagai “Serambi Qom”. Bagaimana ceritanya?

Suatu hari di tahun 1982, pemerintah Iran pimpinan Khomeini mengirim tiga orang utusannya ke Indonesia . Mereka adalah Ayatollah Ibrahim Amini, Ayatollah Masduqi, dan Hujjatul Islam Mahmudi. Salah satu dari kegiatan mullah-mullah ini adalah kunjungan ke Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, untuk menemui pimpinannya, Husein al-Habsyi.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah diterimanya 10 murid pilihan Husein al-Habsyi untuk belajar di hauzah ‘ilmiyyah di kota Qom, Iran. Sejak saat itu hingga wafatnya pada tahun 1994, Husein al-Habsyi bertanggung jawab penuh menyeleksi para kandidat yang ingin nyantri ke hauzah ‘ilmiyyah di Qom, dan kota-kota lainnya di Iran.

Direktur pusat Kebudayaan Iran (Islamic Cultural Center-Jakarta), Mohsen Hakimollahi mengatakan, selepas wafatnya Husein al-Habsyi, rekomendasi untuk kuliah ke Iran dilakukan oleh tokoh-tokoh ormas Islam seperti Amien Rais, Said Aqil Siradj, ataupun Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

.

Kota sejuta ulama

Hazrat-e Masuma Shrine in Qom

Qom adalah sebuah kota di Iran yang menjadi mendapat julukan Kota Sejuta Ulama. Kota ini berjarak 135 km dari Teheran, ibukota Iran. Secara administratif, Qom adalah ibu kota propinsi Qom yang menurut statistik 1997, jumlah penduduknya sekitar 44,850 jiwa; 16,91% tinggal di kota dan 82,8% tinggal di daerah pedesaan. Qum terletak di kawasan sahara tengah Iran. Posisinya yang berada di tengah padang yang gersang dan jauh dari laut, iklim Qom sangat kering dan memiliki curah hujan yang kecil. Sebagian besarnya tanahnya tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

Tanahnya tidak subur antara lain karena posisinya yang berdekatan dengan danau garam. Di musim panas, suhu udara bisa mendekati 40 derajat celsius. Meski begitu, di musim dingin suhu udara juga bisa anjlok hingga di bawah nol dan sesekali turun salju, meskipun jarang sekali lebat, tak sebagaimana Teheran.

Ayatullah Khomeini Tokoh Agama terkemuka Iran

Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini adalah tokoh agama, presiden, dan pemimpin umat Islam yang disegani dunia. Lahir di Khomein, Provinsi Markazi, 24 September 1902 – meninggal di Tehran, Iran, 3 Juni 1989 pada umur 86 tahun. Khomeini juga tokoh Revolusi Iran dan Pemimpin Agung Iran pertama. Ayatollah Ruhollah Khomeini belajar teologi di Arak dan kemudian di kota suci Qom, di mana ia mengambil tempat tinggal permanen dan mulai membangun dasar politik untuk melawan keluarga kerajaan Iran, khususnya Shah Mohammed Reza Pahlavi.Ujian pertamanya tiba pada tahun 1962 saat pemerintahan Shah berhasil mendapatkan RUU yang menetapkan beberapa kekuasaan pada dewan provinsi dan kota. Sejumlah pengikut Islam keberatan pada perwakilan yang baru dipilih dan tak diwajibkan bersumpah pada al-Qur’an namun pada tiap teks suci yang dipilihnya. Khomeini menggunakan kemarahan rakyat ini kemudian mengatur pemogokan di seluruh negara yang menimbulkan penolakan pada RUU itu.

Sebagai Tokoh Agama, Khomeini memiliki basis dukungan rakyat yang kuat. Khomeini menyampaikan khotbah di Faiziyveh School yang menuduh negara berkolusi dengan Israel dan mencoba “mendiskreditkan al-Qur-an.” Penangkapannya yang tak terelakkan oleh polisi rahasia Iran, SAVAK, memancing kerusuhan besar-besaran dan reaksi kekerasan yang biasa oleh pihak keamanan yang mengakibatkan kematian ribuan orang. Khomeini terus susah selama tahun-tahun berikutnya dan pada peringatan pertama kerusuhan pasukan Shah bergerak ke kota Qom, menahan Imam sebelum mengirimnya ke pembuangan di Turki. Ia tinggal sebentar di sana selama sebelum pindah ke Irak di mana melanjutkan perjuangan untuk menjatuhkan rezim Shah. Pada 1978 pemerintahan Shah meminta Irak untuk mengusirnya dari Najaf, lalu ia menuju Paris.

Demonstrasi Besar di Kota Qom

9 Januari 1978, terjadi demostrasi menentang rezim Shah Pahlevi di kota Qom, Iran. Demonstrasi ini merupakan unjuk rasa besar-besaran pertama yang terjadi di Iran setelah 14 tahun berlalu sejak Kebangkitan 5 Januari 1964. Dengan demikian, jiwa perjuangan rakyat Iran untuk menentang rezim despotis yang berkuasa di negeri mereka, bangkit kembali. Demostrasi ini berlangsung akibat dimuatnya artikel yang menghina Imam Khomeini di sebuah surat kabar terbitan Teheran. Pada hari itu, para ulama dan rakyat kota Qom berkumpul di Masjid Besar dan menyerukan yel-yel anti rezim Shah. Tentara menghadapi demonstrasi ini dengan senjata sehingga banyak warga kota yang gugur syahid atau luka-luka. Kemudian, sebagian besar ulama kota inipun dibuang oleh pemerintah Shah ke kota-kota lain. Setahun kemudian, revolusi Islam meraih kemenangannya di Iran dan rezim Shah berhasil digulingkan.

 

Ketokohan Ayatullah Khomeini semakin populer setelah menjelang sampai kejatuhan Shah. Menyusul rangkaian kekacauan di Iran, keluarga Shah meninggalkan Iran pada Februari 1979, sementara rakyat tumpah ruah di jalanan jalan untuk menyambut kembalinya Khomeini dan ‘Permulaan Revolusi Islamnya’. Ayatullah Khomeini disambut ratusan ribu rakyatnya di bandara dan ribuan orang lainnya berjajar sepanjang jalan kembali ke Teheran. Ayatollah sudah sepantasnya memandang Iran sebagaimana dirinya, dan Khomeinipun menjadi pemimpin dan tokoh agama. Teheran menjadi kursi kekuatan, jauh dari jantung kota Qom. Pada 1981 Irak menyerang Iran. Perang itu berlangsung 8 tahun penuh yang menghancurkan hidup jutaan muslimin di kedua pihak. Khomeini meninggal di Teheran pada 3 Juni 1989.

 

Ulama radikal Syi’ah Moqtada al-Sadr pada hari Rabu kemarin (5/1) kembali ke kota rumahnya Najaf di Irak Tengah setelah selama empat tahun berada di luar negeri, sebuah sumber dari gerakannya mengatakan.

“Moqtada al-Sadr telah kembali ke rumahnya di Najaf. Ia tiba sekitar pukul 3:00 (12:00 GMT) dengan beberapa pemimpin dari gerakan Sadr,” kata sumber itu, menambahkan bahwa Sadr tidak sekedar mengunjungi Najaf tetapi harus kembali untuk tinggal di sana.

Sumber itu mengatakan Sadr telah meninggalkan Irak pada akhir tahun 2006.

Sadr, putra dari tokoh Syi’ah Ayatollah Mohammed Sadiq al-Sadr, dilaporkan tengah belajar agama di kota suci Qom Iran.

Ulama Syi’ah, yang dikatakan berusia 30 tahun itu, mendapatkan popularitas yang luas di kalangan Syi’ah di Irak pada bulan-bulan awal setelah invasi pimpinan Amerika tahun 2003 dan pada tahun 2004. Milisi Tentara Al-Mahdinya berjuang melawan pasukan AS dalam dua konflik berdarah.

Dikenal untuk sorban hitam dari “sayid,” atau konon keturunan Nabi Muhammad dan jenggot hitamnya yang mencolok, ulama muda Syi’ah itu diidentifikasi oleh Pentagon pada tahun 2006 sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas di Irak.

Milisinya menjadi yang paling aktif dan menjadi kelompok Syi’ah bersenjata yang paling ditakuti, dan oleh Washington milisinya disalahkan untuk pembunuhan ribuan kaum Sunni Irak.

Tetapi pada bulan Agustus 2008, ia menghentikan kegiatan Tentara Mahdinya, yang pernah berjumlah puluhan ribu, menyusul serangan besar-besara Amerika Serikat terhadap bentengnya di Baghdad dan Irak selatan pada musim semi tahun pada tahun itu.

Setelah gencatan senjata, komandan militer AS memuji Dia, katanya tindakannya telah berperan dalam membantu membawa penurunan yang signifikan pada tingkat kekerasan di Irak.

Meskipun langka tampil di depan umum, ulama muda Syi’ah ini menjadi idola oleh jutaan Syi’ah, khususnya di kota suci Najaf di Irak tengah di mana ia memiliki kantor pusat.

Secara politis, Sadr menunjukkan dia bisa menarik dukungan kuat meskipun keluar negeri.

Setelah kecewa berat kepada politikus Syiah Nouri al-Maliki pada tahun 2006, yang memastikan diri menjadi perdana menteri, Sadr kemudian memerintahkan para pengikutnya untuk keluar dari kabinet Perdana Menteri setahun kemudian, yang hampir menjatuhkan pemerintah Maliki.

Seminari di Qom

Qom saat ini merupakan pusat terbesar pembelajaran Syi’ah di dunia. Seminari atau Hauzah di bawah ini adalah yang berlokasi di Qom.

  • Hauzah Amuliyah
  • Hauzah Ayatollah Golpayegani
  • Hauzah Ayatollah Mar’ashi Najafi
  • Hauzah Abul-Sadigh
  • Hauzah Imam al-Husayn
  • Hauzah Imam al-Askari
  • Hauzah Imam al-Mahdi
  • Hauzah Imam al-Hadi
  • Hauzah Rasul ul-A’dham
  • Hauzah Sayyed Hasan al-Shirazi
  • Hauzah Alwandiyah
  • Hauzah Imam al-Khamenei
  • Hauzah Imam al-Baqir
  • Hauzah Imam Hasan al-Mujtaba
  • Hauzah Imam Khomeini
  • Hauzah Imam al-Sadiq
  • Hauzah Imam al-Hadi
  • Hauzah Amir al-Mu’menin
  • Hauzah Bi’that
  • Hauzah Jabir ibn al-Hayyan
  • Hauzah Al-Zahra
  • Hauzah Jafariyah
  • Hauzah Haj Sayyed Sadiq
  • Hauzah Haj Ghazanfar
  • Hauzah Hojattiyeh
  • Hauzah Hossaynie
  • Hauzah Hadhrat al-Masuma
  • Hauzah Dar al-Shifa
  • Hauzah Rasul al-Akram
  • Hauzah Sa’adat
  • Hauzah Sharafiddin Amili
  • Hauzah Shahabiyah
  • Hauzah Shahid Sadr
  • Hauzah Shahidayn
  • Hauzah Sadiqqiyah
  • Hauzah Saduq
  • Hauzah Judiciary
  • Hauzah Alavi
  • Hauzah Fatimie
  • Hauzah Feyzie
  • Hauzah Qadiriye
  • Hauzah Kermani-ha
  • Hauzah Ma’sumiye
  • Hauzah Mahdi Mow’ud
  • Hauzah Na’ini
  • Hauzah Wahidiyah
  • Hauzah Wali Asr
  • Hauzah Al-Alam
  • Hauzah Ad-Dirasat al-Islamiyya
  • Hauzah Maktab al-Mahdi
  • Hauzah Maktab at-Towhid
  • Hauzah al-Kawthar

Daftar ulama senior di Qom

Dibawah ini adalah daftar dari Ayatullah Utama dan Ayatullah paling senior yang berada atau berhubungan langsung dengan Qom

Sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s