Mampukah Rezim Zionis Menyerang Iran ?

Hentikan Program Nuklir Iran, Barat Gunakan Cara Baru

ImageSejumlah anggota parlemen Republik Islam Iran mengutuk keras aksi teror terhadap dua pakar fisika nuklir Universitas Shahid Beheshti di Tehran. Mereka menilai aksi itu sebagai bentuk kelemahan dan ketidakmampuan musuh Revolusi Islam dalam menekan dan menjatuhkan sanksi demi menundukkan bangsa Iran.

Dua operasi teror terpisah kemarin pagi (Ahad,29/11/2010) menargetkan dua pakar nuklir Iran. Tindakan keji itu mengugurkan Doktor Majid Shahriari, sementara Profesor Fereydoun Abbasi dan istrinya menderita luka-luka.

Hossein Afarideh, anggota parlemen dan rekan kerja Doktor Shahriari memaparkan bahwa ia termasuk salah satu pakar nuklir terkemuka Iran. Dikatakannya, tujuan teror itu untuk menciptakan ketakutan di tengah para ilmuan Iran.

Sementara itu Profesor Foad Izadi, dosen Universitas Tehran mengatakan, Barat kini beralih ke aksi teror untuk menghentikan program nuklir damai Iran. “Mereka merupakan pakar fisika atom yang sangat aktif dalam program nuklir damai Iran. Selama 7-8 tahun terakhir, AS dan rezim Zionis Israel telah mencoba metode yang berbeda untuk menghentikan program tersebut,” ujar Doktor Izadi.

“Sanksi, ancaman serangan militer dan berbagai jenis tekanan telah diberikan. Kini AS dan Israel beralih ke salah satu taktik yang keduanya akrab dengan terorisme negara,” tegasnya.

“Pembunuhan itu tidak akan memiliki dampak negatif, tapi malah akan mendorong bangsa Iran untuk melanjutkan jalan tersebut,” ujarnya.

Mampukah Rezim Zionis Menyerang Iran?

ImageMayor Jenderal Mohammad Salimi, Penasehat militer Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, mengatakan Israel tidak akan mampu menekan Iran.

“Saat ini kesiapan angkatan bersenjata Iran, khususnya Angkatan Darat, berada di puncak,” katanya kepada kantor berita Mehr Jumat (11/3/2011).

“Israel selalu menggunakan ancaman untuk menekan Iran, tetapi mereka harus tahu bahwa kekuatan angkatan bersenjata negara ini, baik dari segi fasilitas dan peralatan modern serta sumber daya manusia sangat tinggi,” tegas Salimi.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu menyerukan “Opsi militer terhadap Iran” untuk memaksa Tehran mengakhiri program energi nuklir sipil.

Netanyahu mengatakan bahwa tindakan militer harus diambil oleh komunitas internasional dan dipimpin oleh Amerika Serikat.

Menyinggung kesiapan militer Iran menghadapi berbagai kemungkinan serangan militer musuh, Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad-Reza Pourdastan mengungkapkan, perombakan struktur organisasi, dan komposisi militer Iran dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru dunia dan jenis ancaman militer yang sedang berkembang.

Pourdastan mengatakan perubahan struktural akan memungkinkan pasukan darat untuk menghadapi segala ancaman dari berbagai sisi.

Di saat Tehran menyatakan kesiagaannya menghadapi berbagai kemungkinan serangan militer termasuk dari rezim Zionis, Israel diguncang berbagai kemelut mulai dari masalah sosial hingga friksi antar pejabat tingginya.

Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu bertemu pemimpin berbagai asosiasi pedagang dan serikat buruh, guna mencegah meningkatnya kemarahan warga dan pemogokan massal akibat naiknya harga sembako dan BBM.

Pertemuan darurat ini digelar menyusul ancaman pemimpin sejumlah asosiasi di Palestina pendudukan yang menyerukan aksi mogok massal. Keputusan itu diambil untuk memprotes ketidakmampuan rezim Tel Aviv menangani lonjakan harga barang.

Sepanjang tahun lalu, harga roti naik 10 persen, bensin melonjak 13 persen dan harga air juga meroket mencapai 134 persen. Warga Israel juga menghadapi tekanan akibat naiknya harga properti dan biaya transportasi serta pajak tidak langsung.

Di luar masalah sosial daan ekonomi, Kabinet Zionis terancam bubar dan perang memperebutkan kekuasaan semakin membara. Ehud Barak yang juga pimpinan Partai Buruh, menuding Netanyahu telah menjerumuskan Israel ke dalam krisis dan dilema besar.

Kemelut di pemerintahan Netanyahu mencuat setelah media massa memuat bocoran informasi keamanan yang sangat vital dari kantor Perdana Menteri. Menyikapi publikasi informasi itu, Netanyahu memerintahkan Badan Keamanan Umum ‘Shabak’ untuk menyidik para penasehat senior terkait pembocoran informasi. Instruksi Netanyahu melahirkan gelombang ketidakpercayaan di kantor Perdana Menteri. Akibatnya, sejumlah penasehat perdana menteri memilih mundur diri dari jabatan mereka

Inilah Skema Baru Barat Menghancurkan Revolusi Islam

ImagePenasehat senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyoroti peran Iran dalam membimbing gerakan-gerakan Islam yang sedang berlangsung di kawasan.

“Kita sekarang menyaksikan baik kawan maupun lawan mengakui bahwa gelombang baru kebangkitan Islam mengambil model dari Iran,” kata Ali Akbar Velayati, sebagaimana dilansir IRNA.

Velayati menggambarkan perlawanan rakyat bangsa-bangsa Arab di Afrika Utara dan Timur Tengah melawan penguasa despotik sebagai lembaran baru dalam sejarah. “Kami belum melihat perkembangan kedalaman dan besaran perlawanan seperti itu dalam sejarah kontemporer,” katanya.

Penasihat Ayatullah Khamenei ini menggambarkan keimanan orang-orang Islam sebagai ciri khas gelombang kebangkitan Islam, sekaligus menjadi faktor yang mempertahankan identitas nasional dan agama.

Velayati memperingatkan bahwa kekuasaan kolonial di Barat telah merancang skema baru untuk menjegal dan menghancurkan revolusi Islam, untuk itu, kita harus menangkis propaganda musuh ini dengan berbagai karya budaya

…………………………………………………

Published On: Tue, Dec 28th, 2010

Iran Gantung Seorang Agen Mossad

ImageIran, Selasa (28/12), menggantung seorang pria dinyatakan bersalah karena bekerja sebagai “mata-mata” untuk badan intelijen Israel, Mossad, demikian lapor kantor berita IRNA yang mengutip kantor kejaksaan Teheran.

Pria itu, Ali Akbar Siadat, digantung di penjara Evin, Teheran, setelah divonis mati karena bekerja untuk Mossad. Menurut IRNA, Siadat dinyatakan bersalah karena memiliki hubungan dengan Mossad selama enam tahun. “Dia telah menerima 60.000 dollar (AS) karena memberikan informasi rahasia kepada rezim Zionis,” lapor kantor berita itu.

Dikatakan, Siadat mengaku telah membangun kontak dengan satu kedutaan Israel di luar negeri dan bahwa ia telah mengirim informasi tentang pangkalan militer Iran ke pihak “musuh”. Dia juga memberikan informasi “tentang rudal milik Pengawal Revolusi”.

Masih menurut IRNA, tiga tahun lalu Siadat menerima komputer dan peralatan lainnya untuk keperluan operasinya. Siadat dulu menemui kontaknya dari dinas intelijen Israel di Turki, Thailand dan di sejumlah hotel berbeda di Belanda. Ia ditangkap dua tahun lalu bersama istrinya ketika mencoba untuk meninggalkan Iran

Published On: Thu, Dec 16th, 2010

Pelaku Teror Chabahar Ditangkap Intelijen Iran

ImagePetugas khusus Dinas Intelejen Iran berhasil menangkap salah seorang pelaku teror di perbatasan Iran-Pakistan.

Petugas keamanan Iran juga berhasil menyita sejumlah peralatan militer bersama barang bukti lainnya.

“Tiga orang teroris yang masuk dari negara tetangga, berniat melakukan aksi teror terpisah di tenggara Iran,”kata salah seorang pejabat Dinas intelejen Provinsi Sistan Baluchistan, Rabu malam.

“Salah seorang pelaku teror tewas ditembak petugas kemanan, namun seorang lainnya meledakkan bom di tengah kerumunan massa yang menyebabkan gugur dan cideranya orang-orang tak berdosa.”tambahnya.

Dua serangan bom terjadi di sekitar Masjid Imam Husein as Chabahar, Provinsi Sistan Balouchistan Rabu pagi (15/12) yang menyebabkan 33 orang gugur dan 95 lainnya cidera.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s