AMALAN DAN DO’A SEBULAN PENUH RAMADHAN

Oleh:

Syaikh Abbas Al-Qummy

Penerjemah: A. KAMIL

(diterjemahkan dari buku Mafatihul jinan)

Keutamaan Dan Amalan Bulan Ramadhan

Syeikh Shaduq ra meriwayatkan dari Imam dengan sanad mu’tabar, dari kakek-kakek beliau as, dari Amirul Mukminin as bahwa Rasulullah SAWW berkhotbah pada suatu hari seraya bersabda, “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan ampunan; sebaik-baik bulan di sisi Allah; hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama, dan saat-saatnya adalah saat-saat yang paling utama; sebuah bulan yang kalian telah diundang untuk menghadiri jamuan Allah, dan di bulan ini, kalian telah dijadikan orang-orang yang berhak mendapatkan karunia Allah. Nafas-nafas kalian di dalamnya adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah, setiap amalan kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka, mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian dengan niat yang jujur dan kalbu yang bersih agar Ia memberikan taufik kepada kalian untuk menjalankan puasa dan membaca al-Kitab-Nya; karena orang yang celaka adalah orang yang terhalangi dari ampunan Allah pada bulan yang agung ini; ingatlah dengan rasa lapar dan dahaga kalian pada bulan ini rasa lapar dan dahaga hari Kiamat, bersedekahlah kepada orang-orang fakir dan miskin kalian, hormatilah orang-orang yang lebih tua dari kalian, kasihanilah anak-anak kecil, sambunglah silaturahmi kalian, jagalah lidah kalian, jagalah mata kalian hingga tidak melihat apa yang dilarang, jagalah telinga kalian hingga tidak mendengarkan apa yang tidak diperbolehkan, berbelas-kasihlah kepada anak-anak yatim agar Allah berbelas-kasih kepada kalian, bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, angkatlah tangan kalian untuk berdoa di waktu-waktu shalat kalian; karena waktu-waktu itu adalah waktu yang paling utama; Allah akan melihat para hamba-Nya pada waktu itu dengan rahmat, menjawab mereka jika bermunajat kepada-Nya, memenuhi (panggilan) mereka jika memanggil-Nya, dan mengabulkan doa mereka jika memohon kepada-Nya.
Wahai manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal-amal kalian, maka bebaskanlah ia dengan istighfar kalian; dan pundak kalian dibebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah dosa-dosa itu dengan panjangnya sujud kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah SWT telah bersumpah demi kemuliaan-Nya untuk tidak menyiksa orang-orang yang melakukan shalat dan bersujud, dan tidak menakut-nakuti mereka dengan api neraka ketika semua manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.
Wahai manusia, barangsiapa memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada seorang mukmin yang sedang berpuasa pada bulan ini, pahala itu semua adalah membebaskan budak dan pengampunan baginya terhadap dosa-dosanya yang telah lalu”.
Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak semua dari kami yang mampu untuk melakukan hal itu!”
Beliau bersabada, “Cegahlah api neraka dari diri kalian walaupun dengan sekerat kurma dan dengan seteguk air. Karena Allah SWT akan menganugrahkan pahala tersebut bagi orang yang melakukan amalan yang sepele ini jika tidak mampu lebih dari itu.
Wahai manusia, barangsiapa memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, ia akan dapat melintasi Shirat (jembatan akhirat dengan mudah) ketika semua kaki tergelincir pada waktu itu; barangsiapa memperingan beban hamba sahayanya (baca : pembantunya) pada bulan ini, maka Allah akan memperingan hisab (amal)nya; barangsiapa mencegah berbuat keburukan (kepada orang lain), Allah akan menegah kemurkaan-Nya kepadanya ketika ia bertemu dengan-Nya; barangsiapa menghormati seorang anak yatim, maka Allah akan menghormatinya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa menyambung tali silaturahmi pada bulan ini, maka Allah akan memngucurkan rahmat-Nya kepadanya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa memutuskan tali silaturahminya pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya ketika ia bertemu dengan-Nya; barangsiapa malakukan shalat sunnah pada bulan ini, maka Allah akan menetapkan ia bebas dari api neraka; barangsiapa mengerjakan sebuah kewajiban pada bulan ini, niscaya ia akan mendapatkan pahala orang yang melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain; barangsiapa memperbanyak shalawat atasku pada bulan ini, maka Allah akan memperberat timbangannya ketika semua timbangan meringan; barangsiapa membaca satu ayat al-Quran pada bulan ini, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengkhatamkan al-Quran di bulan selainnya.
Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga terbuka pada bulan ini, Maka mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian agar tidak menutupnya, pintu-pintu neraka tertutup, maka mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak membukanya, dan tangan-tangan setan terbelenggu, maka mohonlah kepada Tuhan kalian agar ia tidak menguasai kalian…”.
Syeikh Shadûq meriwayatkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah SAWW membebaskan setiap tawanan dan memberikan (permintaan) setiap peminta.
Penulis berkata, “Bulan Ramadhan adalah bulan Tuhan semesta alam dan bulan yang paling mulia. Sebuah bulan yang di dalamnya pintu-pintu langit, surga, dan rahmat dibuka (lebar-lebar) dan pintu-pintu neraka ditutup (rapat-rapat). Di dalam bulan ini terdapat sebuah malam yang ibadah pada malam itu lebih baik dari ibadah seribu bulan. Oleh karena itu, pikirkanlah bagaimanakah kita akan menjalani malam dan harinya, dan bagaimana kita akan menjaga anggota badan kita dari maksiat kepada Tuhan kita. Jangan sampai kita tidur lelap di malam harinya dan melupakan Allah di siang harinya. Sesungguhnya dalam sebuah hadis disebutkan bahwa di akhir setiap hari selama Ramadhan ketika saat berbuka puasa tiba, Allah Ta’âlâ akan membebaskan ribuan orang dari api Jahannam, ketika malam dan siang hari Jumat tiba, pada setiap saatnya Allah akan membebaskan ribuan orang yang telah wajib mendapatkan siksa dari api neraka, dan di malam dan siang terakhir bulan Ramadhan Allah akan membebaskan (orang-orang dari api neraka) sejumlah hamba yang telah dibebaskan selama bulan itu. Oleh karena itu, jangan sampai bulan Ramadhan berlalu sedangkan dosa kita masih belum diampuni dan ketika orang-orang yang berpuasa sedangkan menerima pahala masing-masing, kita termasuk di antara orang-orang yang merugi. Dekatkanlah diri kita kepada Allah SWT dengan membaca al-Quran pada malam dan siang harinya, mengerjakan shalat, dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, mengerjakan shalat di waktu fadhilahnya, memperbanyak istighfar dan doa.
Diriwayatkan dari Imam Shâdiq as, ‘Barangsiapa tidak diampuni (dosanya) di bulan Ramadhan, maka ia tidak akan diampuni hingga tahun depan kecuali jika ia menghadiri Arafah’.
Hindarkanlah diri kita dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan berbuka puasa dengan makanan haram dan berperilakulah sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Imam Shâdiq as. Beliau berkata, ‘Ketika engkau berpuasa, hendaknya telinga, mata, rambut, kulit, dan seluruh anggota badanmu juga berpuasa’. Yaitu, mencegah diri dari hal-hal yang diharamkan, bahkan dari hal-hal yang makruh. Beliau juga berkata, ‘Jangan sampai hari berpuasamu seperti saat berbuka puasamu’. Beliau juga berkata, ‘Berpuasa bukan sekedar menahan makan dan minum. Bahkan, di siang hari jagalah lidah kalian dari berkata bohong, hindarkanlah pandangan kalian dari hal-hal yang haram, janganlah bertikai dengan sesama kalian, jauhkanlah rasa iri hati, janganlah menggunjing, janganlah berdebat, janganlah bersumpah bohong, bahkan janganlah bersumpah meskipun benar, janganlah mencerca, janganlah mengejek, janganlah berbuat zalim, janganlah berbuat tolol, berlapang dadalah, janganlah lupa kepada Allah dan shalat, diamlah dari membicarakan apa yang tidak pantas diucapkan, bersabarlah, jujurlah, jauhilah orang-orang jahat, hindarilah perkataan jelek, berbohong, berdusta, bermusuhan dengan manusia, berprasangka jelek, menggunjing, dan mengadu-domba, yakinlah bahwa kalian telah mendekati akhirat, tunggulah kemunculan al-Qâ`im keluarga Muhammad, harapkanlah pahala akhirat, dan persiapkanlah bekal amal saleh untuk perjalanan akhirat. Tenangkanlah hati kalian, tenangkanlah anggota tubuh kalian, bersikaplah rendah hati, khusyu’, dan hina seperti seorang hamba yang takut kepada tuannya, takutlah kepada siksa Allah, berharaplah akan rahmat-Nya, sucikanlah hati kalian dari dari cela dan batin kalian dari tipu-daya dan makar, bersihkan badan kalian dari segala kotoran, bebaskan diri kalian dari selain Allah dan ketika berpuasa, murnikanlah wilâyah kalian hanya untuk-Nya, janganlah kalian lakukan apa yang Allah telah melarang kalian untuk melakukannya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, takutlah kepada Allah Yang Maha Mengalahkan atas apa yang pantas bagi-Nya untuk ditakuti, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, hadiahkanlah ruh dan badan kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla di hari-hari puasa kalian ini, kosongkan hati kalian hanya demi kecintaan kepada-Nya dan mengingat-Nya, dan gunakan tubuh kalian untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kalian. Jika kalian telah melakukan semua itu, berarti kalian telah melaksanakan apa yang layak bagi kewajiban puasa dan menaati perintah-perintah Allah, dan jika kalian lengah dalam melakukan apa yang telah kujelaskan itu, keutamaan dan pahala kalian akan berkurang sekadar kelengahan yang telah kalian lakukan. Sesungguhnya ayahku berkata, ‘Rasulullah SAWW pernah mendengar seorang wanita mencerca sahayanya di siang hari bulan puasa. Beliau meminta makanan (dari orang yang hadir waktu itu) dan berkata kepada wanita itu, ‘Makanlah!’ ‘Aku sedang berpuasa’, jawabnya. Beliau bersabda, ‘Bagaimana mungkin engkau berpuasa sedangkan engkau telah mencerca sahayamu? Berpuasa bukanlah sekedar menahan makan dan minum. Sesungguhnya Allah telah menjadikan puasa sebagai tabir dari seluruh keburukan, perilaku buruk, dan ucapan jelek. Alangkah sedikitnya orang-orang yang berpuasa dan alangkah banyaknya orang-orang yang hanya merasakan lapar’.
Amirul Mukminin as berkata, ‘Alangkah banyaknya orang berpuasa yang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa hasu dan lapar, dan alangkah banyaknya orang beribadah yang tidak mendapatkan dari ibadahnya kecuali kelelahan. Sungguh alangkah baiknya tidurnya orang-orang berakal, karena hal itu lebih utama dari ibadah orang-orang yang dungu dan alangkah baiknya tidak berpuasanya orang-orang berakal, karena hal itu lebih utama dari berpuasanya orang-orang yang tolol’.
Telah diriwayatkan dari Jabir bin Yazid, dari Imam Muhammad al-Bâqir as bahwa Rasulullah SAWW bersabda kepada Jabir bin Abdillah, ‘Wahai Jabir, ini adalah bulan Ramadhan. Barangsiapa berpuasanya di siang harinya, beribadah di sebagian malamnya, mencegah perut dan kemaluannya dari hal-hal yang telah diharamkan, dan menjaga mulutnya, ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana ia keluar dari bulan ini’.
Jabir berkta, ‘Alangkah bagusnya hadis yang telah Anda sabdakan itu!”
Rasulullah SAWW menjawab, ‘Alangkah beratnya persyaratan (amalan) yang telah kusebutkan itu’.
Amalan-amalan bulan akan disebutkan dalam dua bagian dan satu penutup.

Bagian Pertama: Amalan Umum Bulan Ramadhan

Amalan umum ini terbagi dalam empat bagian:

a. Amalan yang Dilakukan pada Siang dan Malam Ramadhan

Sayid Ibnu Thâwûs ra meriwayatkan dari Imam Bâqir dan Imam Shâdiq as, “Bacalah (doa ini) setelah mengerjakan shalat wajib dari awal hingga akhir Ramadhan”.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِيْ هَذَا وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَا أَبْقَيْتَنِيْ فِيْ يُسْرٍ مِنْكَ وَ عَافِيَةٍ وَ

Ya Allah, anugrahkanlah padaku untuk melaksanakan haji ke rumah-Mu yang mulia di tahunku ini dan di setiap tahun selama Engkau menghidupkanku dalam kemudahan dari-Mu, ‘afiat, dan

سَعَةِ رِزْقٍ، وَ لاَ تُخْلِنِيْ مِنْ تِلْكَ الْمَوَاقِفِ الْكَرِيْمَةِ وَ الْمَشَاهِدِ الشَّرِيْفَةِ وَ زِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ

kelapangan rezeki dan jangan Kau hindarkan aku dari tempat-tempat dan makam-makam mulia itu, serta dari menziarahi kubur Nabi-Mu, semoga shalawat-Mu

عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ فِيْ جَمِيْعِ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، فَكُنْ لِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ

selalu terlimpahkan atasnya dan keluarganya, dan bantulah aku dalam (menggapai) hajat dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu berkenaan dengan ketentuan pasti yang akan Kau tentukan dan pastikan (bagiku)

الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ

di malam Lailatul Qadr, qadhâ` yang tidak dapat ditolak dan dirubah; tulislah aku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci

الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ، وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ

yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang ditutupi kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara kententuan yang akan Kau tentukan dan pastikan;

أَنْ تُطِيْلَ عُمُرِيْ (فِيْ طَاعَتِكَ) وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ رِزْقِيْ وَ تُؤَدِّيَ عَنِّيْ أَمَانَتِيْ وَ دَيْنِيْ، آمِيْنَ رَبَّ
panjangkanlah umurku (dalam ketaatan kepada-Mu), lapangkalah rezekiku, dan penuhilah bagiku amanah dan utang-utangku. Amin, Robbal

الْعَالَمِيْنَ

‘âlamîn.

Bacalah (doa berikut ini) setelah mengerjakan shalat wajib.

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا غَفُوْرُ يَا رَحِيْمُ، أَنْتَ الرَّبُّ الْعَظِيمُ الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ، وَ هُوَ السَّمِيْعُ

Wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Pengasih, Engkaulah Tuhan Yang Maha Agung yang tak sesuatu pun menyerupai-Nya, dan Ia Maha Mendengar

الْبَصِيْرُ، وَ هَذَا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَ كَرَّمْتَهُ وَ شَرَّفْتَهُ وَ فَضَّلْتَهُ عَلَى الشُّهُوْرِ وَ هُوَ الشَّهْرُ الَّذِيْ فَرَضْتَ

dan Maha Mengetahui. Ini adalah sebuah bulan yang telah Kau agungkan, muliakan, dan utamakan atas bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan yang telah wajibkan

صِيَامَهُ عَلَيَّ، وَ هُوَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ

bagiku berpuasa di dalamnya. Ia adalah bulan Ramadhan yang telah Kau turunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas bagi petunjuk dan

الْفُرْقَانِ وَ جَعَلْتَ فِيْهِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ جَعَلْتَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، فَيَا ذَا الْمَنِّ وَ لاَ يُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ

jalan pemisah (hak dan batil) dan di dalamnya Kau tentukan malam Lailatul Qadr serta Kau jadikannya lebih baik dari seribu bulan. Maka, wahai Pemilik anugrah yang Engkau tak pernah diberi anugrah, anugrahkanlah padaku

بِفَكَاكِ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ فِيْمَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ، وَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏

kebebasanku dari api neraka di antara orang-orang yang Kau curahkan anugrah pada mereka dan masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Syeikh al-Kaf’ami dalam kitab al-Mishbâh dan al-Balad al-Amîn serta Syeikh Syahid dalam kumpulan doanya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAWW bersabda, “Barangsiapa membaca doa ini di bulan Ramadhan setiap setelah mengerjakan shalat wajib, Allah Ta’âlâ akan mengampuni dosa-dosanya hingga hari Kiamat”. Doa itu adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ السُّرُوْرَ، اَللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ، اَللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ

Ya Allah, masukkanlah ke (dalam hati) para penghuni kubur kebahagian. Ya Allah, kayakanlah setiap yang fakir. Ya Allah, kenyangkanlah setiap yang lapar. Ya Allah, berikanlah pakaian kepada

عُرْيَانٍ، اَللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِيْنٍ، اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، اَللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيْبٍ، اَللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ

setiap orang yang telanjang. Ya Allah, penuhilah utang setiap orang yang memiliki utang. Ya Allah, bahagiakanlah setiap yang tertimpa kesusahan. Ya Allah, kembalikanlah setiap orang kembalikanlah setiap orang yang terasing. Ya Allah, bebaskanlah setiap

أَسِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ، اَللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ،

tawanan. Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak. Ya Allah, sembuhkanlah setiap orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu.

اَللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوْءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah, rubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan kondisi-Mu (baca : sifat-Mu). Ya Allah, penuhilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Syeikh al-Kulaini meriwayatkan dari Abu Bashir bahwa Imam Shâdiq as selalu membaca doa (berikut) ini pada bulan Ramadhan.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ بِكَ وَ مِنْكَ أَطْلُبُ حَاجَتِيْ، وَ مَنْ طَلَبَ حَاجَةً إِلَى النَّاسِ فَإِنِّيْ لاَ أَطْلُبُ حَاجَتِيْ إِلاَّ مِنْكَ

Ya Allah, dengan (perantara)-Mu dan dari-Mu aku memohon hajatku, dan barangsiapa meminta suatu hajat kepada manusia, aku tidak akan meminta hajatku kecuali dari-Mu

وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَ أَسْأَلُكَ بِفَضْلِكَ وَ رِضْوَانِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ تَجْعَلَ

seorang, tiada sekutu bagi-Mu. Aku mohon kepada-Mu demi karunia dan keridhaan-Mu; curahkanlah shalawat atas Muhammad dan Ahlulbaitnya, lapangkanlah

لِيْ فِيْ عَامِيْ هَذَا إِلَى بَيْتِكَ الْحَرَامِ سَبِيْلاً حِجَّةً مَبْرُوْرَةً مُتَقَبَّلَةً زَاكِيَةً خَالِصَةً لَكَ تَقَرُّ بِهَا عَيْنِيْ وَ

bagiku di tahunku ini jalan menuju rumah-Mu yang suci sebagai haji yang mabrur, diterima, suci dan murni hanya untuk-Mu, serta dengannya aku merasa bahagia dan

تَرْفَعُ بِهَا دَرَجَتِيْ، وَ تَرْزُقَنِيْ أَنْ أَغُضَّ بَصَرِيْ وَ أَنْ أَحْفَظَ فَرْجِيْ وَ أَنْ أَكُفَّ بِهَا عَنْ جَمِيْعِ

dengannya Kau angkat derajatku; curahkan anugrah padaku untuk menutup mataku, menjaga kemaluanku, dan mencegahnya dari

مَحَارِمِكَ حَتَّى لاَ يَكُوْنَ شَيْئٌ آثَرَ عِنْدِيْ مِنْ طَاعَتِكَ وَ خَشْيَتِكَ وَ الْعَمَلِ بِمَا أَحْبَبْتَ وَ التَّرْكِ لِمَا

segala yang Kau haramkan sehingga tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari ketaatan pada-Mu, ketakutan pada-Mu, mengamalkan segala yang Kau senangi, dan meninggalkan segala

كَرِهْتَ وَ نَهَيْتَ عَنْهُ، وَ اجْعَلْ ذَلِكَ فِيْ يُسْرٍ وَ يَسَارٍ وَ عَافِيَةٍ وَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ

yang Kau benci dan larang, dan jadikanlah semua itu dan segala yang telah Kau curahkan atas diriku mudah, gampang, dan penuh dengan keselamatan. Dan aku memohon kepada-Mu;

تَجْعَلَ وَفَاتِيْ قَتْلاً فِيْ سَبِيْلِكَ تَحْتَ رَايَةِ نَبِيِّكَ مَعَ أَوْلِيَائِكَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَقْتُلَ بِيْ أَعْدَاءَكَ وَ أَعْدَاءَ

jadikanlah kematianku keterbunuhan di jalan-Mu di bawah bendera Nabi-Mu bersama para kekasih-Mu. Aku memohon kepada-Mu; dengan perantaraku musnahkanlah musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh

رَسُوْلِكَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُكْرِمَنِيْ بِهَوَانِ مَنْ شِئْتَ مِنْ خَلْقِكَ وَ لاَ تُهِنِّيْ بِكَرَامَةِ أَحَدٍ مِنْ أَوْلِيَائِكَ، اَللَّهُمَّ

Rasul-Mu. Aku memohon kepada-Mu; muliakanlah aku dengan Engkau menghinakan makhluk-Mu yang Kau kehendaki dan jangan Kau hinakan daku dengan kemuliaan salah seorang dari para kekasih-Mu. Ya Allah,

اجْعَلْ لِيْ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلاً حَسْبِيَ اَللهُ مَا شَاءَ اَللهُ‏

anugrahkan padaku jalan bersama Rasul. Cukuplah Allah bagiku, segala yang dikehendaki Allah (adalah sangat baik).

Penulis berkata, “Doa ini dikenal dengan nama doa haji. Dalam kitab Iqbâl al-A’mâl, Sayid Ibnu Thâwûs meriwayatkan dari Imam Shâdiq as bahwa doa ini dibaca di setiap malam selama bulan Ramadhan setelah shalat Maghrib. Dalam kitab al-Balad al-Amîn, al-Kaf’ami mengatakan bahwa disunnahkan membacanya di setiap hari bulan Ramadhan dan di malam pertama. Sementara, Syeikh Mufid dalam kitab al-Muqni’ah berpendapat doa itu dibaca pada malam pertama (bulan Ramadhan) saja setelah melaksanakan shalat Maghrib.
Ketahuilah bahwa amalan paling utama pada siang dan malam hari bulan Ramadhan adalah membaca al-Quran. Dan kita harus membacanya sebanyak mungkin, karena al-Quran turun pada bulan ini. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa segala sesuatu memiliki musim semi, dan musim semi al-Quran adalah bulan Ramadahan. Jika di bulan-bulan lain disunnahkan untuk mengkhatamkan al-Quran sekali dalam waktu minimal enam hari, di bulan Ramadhan ini disunnahkan untuk mengkhatamkan al-Quran sekali dalam waktu tiga hari. Dan jika kita dapat mengkhatamkannya dalam sehari sekali, itu sangat bagus. Allamah al-Majlisi ra berkata, ‘Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebagian para imam ma’shûm as sering mengkhatamkan al-Quran pada bulan ini sebanyak empat puluh kali atau lebih. Jika pahala setiap khataman al-Quran itu dihadiahkan kepada arwah salah satu empat belas ma’shûm as, pahalanya akan berlipat ganda’. Dari sebuah hadis dapat dipahami bahwa pahala orang yang berbuat demikian adalah ia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari Kiamat.
Pada bulan ini, seyogyanya kita memperbanyak doa, shalawat, dan istighfar, serta membaca kalimat lâ ilâha illallôh. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Imam Zainul Abidin as tidak pernah berbicara kecuali berdoa, bertasbih, beristighfar, dan bertakbir.
Hendaknya kita lebih memperhatikan ibadah dan shalat-shalat sunnah malam dan siang hari (bulan ini).

b. Amalan yang Dilakukan pada Malam Ramadhan

Amalan-amalan itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berbuka puasa. Disunnahkan berbuka puasa setelah mengerjakan shalat Maghirb dan Isyâ` kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu (untuk berbuka puasa bersama).
Kedua, berbuka puasa dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat. Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik.
Ketiga, membaca doa sebelum berbuka puasa sehingga Allah menganugrahkan kepada kita pahala (sebanyak) orang yang berpuasa pada hari itu, seperti:

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ

‏Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal.
Jika kita membaca doa Allôhumma Robban-nûril ‘azhîm yang diriwayatkan oleh Sayid Ibnu Thâwûs dan Syeikh al-Kaf’ami, kita akan mendapatkan keutamaan yang tak terhingga.
Diriwayatkan bahwa ketika Amirul Mukminin as ingin berbuka puasa, beliau selalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Keempat, membaca doa (berikut) ini pada suapan pertama.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لِي‏ْْ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku.

Kelima, membaca surah al-Qadr ketika sedang berbuka puasa.
Keenam, bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berbuka puasa tiba meskipun dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Rasulullah SAWW bersabda, “Barangsiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikit pun dan juga akan memperoleh seperti pahala kabajikan yang dilakukannya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu”.
Ayatullah Allamah Hilli ra dalam buku ar-Risâlah as-Sa’diyah meriwayatkan bahwa Imam Shâdiq as berkata, “Seorang Mukmin yang memberikan sesuap makanan kepada Mukmin (yang lain) pada bulan puasa, Allah Ta’âlâ akan menulis baginya pahala orang yang telah membebaskan tiga puluh budak Mukmin dan ia akan memiliki satu doa yang pasti dikabulkan di sisi-Nya”.
Ketujuh, membaca surah al-Qadr seribu kali setiap malam seperti disebutkan dalam sebuah riwayat.
Kedelapan, membaca surah ad-Dukhân seratus kali setiap malam jika mampu.
Kesembilan, Sayid Ibnu Thâwûs meriwayatkan bahwa barangsiapa membaca doa (berikut) ini di setiap malam bulan Ramadhan, dosa-dosanya selama empat puluh tahun akan diampuni.

اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيْهِ الصِّيَامَ، صَلِّ عَلَى

Ya Allah, Tuhan bulanRamadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan Engkau telah mewajibkan puasa atas hamba-hamba-Mu di bulan tersebut, curahkanlah shalawat atas

مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِيْ هَذَا وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ، وَ اغْفِرْ لِيْ تِلْكَ

Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkan padaku haji ke rumah-Mu yang mulis di tahun ini dan di setiap tahun, dan ampunilah

الذُّنُوْبَ الْعِظَامَ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا رَحْمَانُ يَا عَلاَّمُ‏

dosa-dosaku yang besar itu, karena tiada yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Mengetahui.

Kesepuluh, membaca doa haji yang telah disebutkan di bagian pertama amalan ini setiap malam setelah mengerjakan shalat Maghrib.
Kesebelas, membaca doa (iftitâh berikut) ini setiap malam.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَفْتَتِحُ الثَّنَاءَ بِحَمْدِكَ وَ أَنْتَ مُسَدِّدٌ لِلصَّوَابِ بِمَنِّكَ وَ أَيْقَنْتُ أَنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ فِيْ

Ya Allah, kubuka pujian dengan memuji-Mu sedangkan Engkau meluruskan kebenaran dengan karunia-Mu dan aku yakin bahwa Engkau adalah Yang Lebih Pengasih dari para pengasih dalam

مَوْضِعِ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَشَدُّ الْمُعَاقِبِيْنَ فِيْ مَوْضِعِ النَّكَالِ وَ النَّقِمَةِ وَ أَعْظَمُ الْمُتَجَبِّرِيْنَ فِيْ مَوْضِعِ

kondisi harus memaafkan dan mengucurkan rahmat, Yang paling keras menyiksa ketika (Engkau) harus menyiksa dan mengazab, dan Dzat Agung Yang Teragung dalam

الْكِبْرِيَاءِ وَ الْعَظَمَةِ، اَللَّهُمَّ أَذِنْتَ لِيْ فِيْ دُعَائِكَ وَ مَسْأَلَتِكَ، فَاسْمَعْ يَا سَمِيْعُ مِدْحَتِيْ وَ أَجِبْ يَا رَحِيْمُ

kebesaran dan keagungan. Ya Allah, Engkau telah mengizinkanku untuk berdoa dan memohon kepada-Mu. Maka, dengarkanlah wahai Yang Maha Mendengar pujianku, kabulkanlah wahai Yang Maha Penyayang

دَعْوَتِيْ وَ أَقِلْ يَا غَفُوْرُ عَثْرَتِيْ، فَكَمْ يَا إِلَهِيْ مِنْ كُرْبَةٍ قَدْ فَرَّجْتَهَا وَ هُمُوْمٍ (غُمُوْمٍ) قَدْ كَشَفْتَهَا وَ

permohonanku, dan maafkanlah wahai Yang Maha Pengampun ketergelinciranku. Ya Ilahi, alangkah banyaknya kegundahan yang telah Kau sirnakan, kesedihan yang telah Kau singkapkan,

عَثْرَةٍ قَدْ أَقَلْتَهَا وَ رَحْمَةٍ قَدْ نَشَرْتَهَا وَ حَلْقَةِ بَلاَءٍ قَدْ فَكَكْتَهَا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَ لاَ

ketergelinciran yang telah Kau maafkan, rahmat yang telah kau tebarkan, dan rantai bencana yang telah Kau uraikan. Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki teman (hidup) dan

وَلَدًا، وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِي الْمُلْكِ، وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَ كَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ بِجَمِيْعِ

anak, tiada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan, dan tiada penolong (yang dapat mengentaskan-Nya) dari kehinaan, serta agungkanlah Ia seagung-agungnya. Segala puji bagi Allah dengan segala

مَحَامِدِهِ كُلِّهَا عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ كُلِّهَا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لاَ مُضَادَّ لَهُ فِيْ مُلْكِهِ وَ لاَ مُنَازِعَ لَهُ فِيْ أَمْرِهِ،

pujaan-Nya atas segala nikmat-Nya. Segala puji bagi Allah yang tiada yang mampu menentang-Nya dalam kerajaan-Nya dan tiada yang mampu membantah perintah-Nya.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِيْ خَلْقِهِ وَ لاَ شَبِيْهَ (شِبْهَ) لَهُ فِيْ عَظَمَتِهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْفَاشِيْ فِي الْخَلْقِ

Segala puji bagi Allah yang tiada sekutu bagi-Nya dalam mencipta dan tiada yang serupa dengan-Nya dalam keagungan-Nya. Segala puji bagi Allah yang tertebar di antara makhluk

أَمْرُهُ وَ حَمْدُهُ الظَّاهِرِ بِالْكَرَمِ مَجْدُهُ الْبَاسِطِ بِالْجُوْدِ يَدَهُ الَّذِيْ لاَ تَنْقُصُ خَزَائِنُهُ وَ لاَ تَزِيْدُهُ (يَزِيدُهُ)

perintah dan pujian-Nya, yang tampak dengan kemurahan keagungan-Nya, yang menjulurkan tangan-Nya dengan kedermawanan, yang tak pernah berkurang simpanan-Nya dan tidak menambah-Nya

كَثْرَةُ الْعَطَاءِ إِلاَّ جُوْدًا وَ كَرَمًا، إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيْزُ الْوَهَّابُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ قَلِيْلاً مِنْ كَثِيْرٍ مَعَ حَاجَةٍ

banyaknya pemberian kecuali kedermawanan dan kemurahan hati. Sesungguhnya Ia adalah Maha Mulia, Maha Penganugrah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sedikit dari sekian banyak (hajatku) yang

بِيْ إِلَيْهِ عَظِيْمَةٍ وَ غِنَاكَ عَنْهُ قَدِيْمٌ وَ هُوَ عِنْدِيْ كَثِيْرٌ وَ هُوَ عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسِيْرٌ، اَللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ

aku sangat membutuhkannya, sedangkan ketidakbutuhan-Mu kepadanya (telah terbukti) sejak zaman azal dan hajat itu sangat banyak bagiku serta hal itu sangatlah mudah bagi-Mu. Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu atas

ذَنْبِيْ وَ تَجَاوُزَكَ عَنْ خَطِيْئَتِيْ وَ صَفْحَكَ عَنْ ظُلْمِيْ وَ سَتْرَكَ عَلَى (عَنْ) قَبِيْحِ عَمَلِيْ وَ حِلْمَكَ عَنْ

dosaku, maaf-Mu atas kesalahan dan kezalimanku, penutupan-Mu atas kelakuanku yang buruk, dan kesabaran-Mu atas

كَثِيْرِ (كَبِيْرِ) جُرْمِيْ عِنْدَ مَا كَانَ مِنْ خَطَإِيْ وَ عَمْدِيْ أَطْمَعَنِيْ فِيْ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ

kedurhakaanku yang besar karena kesalahan dan kesengajaanku telah merakuskanku untuk memohon kepada-Mu apa yang aku tidak pantas menerimanya dari-Mu

الَّذِيْ رَزَقْتَنِيْ مِنْ رَحْمَتِكَ وَ أَرَيْتَنِيْ مِنْ قُدْرَتِكَ وَ عَرَّفْتَنِيْ مِنْ إِجَابَتِكَ، فَصِرْتُ أَدْعُوْكَ آمِنًا
وَ

dan menganugrahkan(nya) padaku dengan rahmat-Mu, Kau unjukkan padaku kekuatan-Mu (di dalamnya) dan Kau kenalkan padaku pengabulan-Mu (dengan itu). Maka, aku menyeru-Mu dengan perasaan tentram dan

أَسْأَلُكَ مُسْتَأْنِسًا لاَ خَائِفًا وَ لاَ وَجِلاً مُدِلاًّ عَلَيْكَ فِيْمَا قَصَدْتُ فِيْهِ (بِهِ) إِلَيْكَ، فَإِنْ أَبْطَأَ عَنِّيْ عَتَبْتُ

aku memohon kepada-Mu dengan penuh ketenangan, tidak takut dan malu sambil memanjakan diri kepada-Mu demi (meraih) apa yang kuhaturkan pada-Mu. Dan jika permintaan itu terlambat datangnya, aku mencela-Mu

بِجَهْلِيْ عَلَيْكَ، وَ لَعَلَّ الَّذِيْ أَبْطَأَ عَنِّيْ هُوَ خَيْرٌ لِيْ لِعِلْمِكَ بِعَاقِبَةِ الْأُمُوْرِ، فَلَمْ أَرَ مَوْلًى (مُؤَمَّلاً)

karena kebodohanku, padahal mungkin yang terlambat tersebut lebih baik bagiku karena pengetahuan-Mu akan akibat setiap perkara. Oleh karena itu, aku tidak pernah melihat seorang tuan

كَرِيْمًا أَصْبَرَ عَلَى عَبْدٍ لَئِيْمٍ مِنْكَ عَلَيَّ، يَا رَبِّ إِنَّكَ تَدْعُوْنِيْ فَأُوَلِّيْ عَنْكَ، وَ تَتَحَبَّبُ إِلَيَّ فَأَتَبَغَّضُ

dermawan yang lebih penyabar terhadap hamba yang tak tahu diri dari-Mu. Ya Tuhanku, Engkau memanggilku, tapi aku berpaling dari-Mu; Engkau menawarkan cinta kepadaku, tapi aku membalas-Mu dengan kebencian;

إِلَيْكَ، وَ تَتَوَدَّدُ إِلَيَّ فَلاَ أَقْبَلُ مِنْكَ، كَأَنَّ لِيَ التَّطَوُّلَ عَلَيْكَ، فَلَمْ (ثُمَّ لَمْ) يَمْنَعْكَ ذَلِكَ مِنَ الرَّحْمَةِ لِيْ وَ

dan Engkau menawarkan kasih kepadaku, tapi aku tidak bersedia menerimanya dari-Mu seakan-akan aku pernah memberikan karunia kepada-Mu. Tapi, semua itu tidak mencegah-Mu untuk mengucurkan rahmat atasku,

الْإِحْسَانِ إِلَيَّ وَ التَّفَضُّلِ عَلَيَّ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ، فَارْحَمْ عَبْدَكَ الْجَاهِلَ، وَ جُدْ عَلَيْهِ بِفَضْلِ إِحْسَانِكَ،

kebajikan padaku, dan karunia atasku dengan anugrah dan karunia-Mu. Maka, kasihanilah hamba-Mu yang bodoh ini dan limpahkanlah karunia kepadanya demi curahan anugrah-Mu,

إِنَّكَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ مَالِكِ الْمُلْكِ مُجْرِي الْفُلْكِ مُسَخِّرِ الرِّيَاحِ فَالِقِ الْإِصْبَاحِ دَيَّانِ الدِّينِ رَبِّ

sesungguhnya Engkau Maha Dermawan, Maha Pemurah. Segala puji bagi Allah, Pemilik seluruh kerajaan, penggerak bahtera, penunduk angin, penerbit pagi hari, penguasa hari pembalasa, Tuhan

الْعَالَمِيْنَ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى حِلْمِهِ بَعْدَ عِلْمِهِ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى عَفْوِهِ بَعْدَ قُدْرَتِهِ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى

seluruh semesta alam. Segala puji bagi Allah atas kesabaran-Nya setelah pengetahuan-Nya. Segala puji bagi Allah atas maaf-Nya setelah kekuasaan-Nya. Segala puji bagi Allah atas

طُوْلِ أَنَاتِهِ فِيْ غَضَبِهِ، وَ هُوَ قَادِرٌ (الْقَادِرُ) عَلَى مَا يُرِيْدُ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ خَالِقِ الْخَلْقِ بَاسِطِ الرِّزْقِ فَالِقِ

panjangnya kesabaran-Nya dalam amarah-Nya, sedangkan Ia Maha Kuasa atas segala yang dikehendaki. Segala puji bagi Allah, Pencipta makhluk, Pelapang rezeki, Penerbit

الْإِصْبَاحِ ذِي الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ وَ الْفَضْلِ (التَّفَضُّلِ) وَ الْإِنْعَامِ (الْإِحْسَانِ) الَّذِيْ بَعُدَ فَلاَ يُرَى وَ قَرُبَ

pagi hari, Pemilik keagungan, kemuliaan, anugrah, dan karunia yang jauh sehingga tak terlihat dan dekat

فَشَهِدَ النَّجْوَى تَبَارَكَ وَ تَعَالَى، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَيْسَ لَهُ مُنَازِعٌ يُعَادِلُهُ، وَ لاَ شَبِيْهٌ يُشَاكِلُهُ، وَ لاَ ظَهِيْرٌ

sehingga dapat mendengarkan rintihan, Maha Agung Ia dan Maha Tinggi. Segala puji bagi Allah yang tiada penentang dapat melawan-Nya, tiada penyerupa yang menyerupai-Nya, dan tiada penolong

يُعَاضِدُهُ، قَهَرَ بِعِزَّتِهِ الْأَعِزَّاءَ وَ تَوَاضَعَ لِعَظَمَتِهِ الْعُظَمَاءُ فَبَلَغَ بِقُدْرَتِهِ مَا يَشَاءُ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ

yang dapat menolong-Nya. Dengan kemuliaan-Nya Ia mengalahkan orang-orang mulia dan tunduk bersimpuh di hadapan keagungan-Nya orang-orang yang agung. Maka, dengan kekuasaan-Nya Ia dapat menggapai segala yang dikehendaki. Segala puji bagi Allah yang

يُجِيْبُنِيْ حِيْنَ أُنَادِيْهِ، وَ يَسْتُرُ عَلَيَّ كُلَّ عَوْرَةٍ وَ أَنَا أَعْصِيْهِ، وَ يُعَظِّمُ النِّعْمَةَ عَلَيَّ فَلاَ أُجَازِيْهِ، فَكَمْ

menjawabku ketika aku memanggil-Nya, yang menutup semua celaku sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya, dan yang memperbanyak nikmat kepadaku, lalu aku tidak membalas-Nya. Alangkah banyaknya

مِنْ مَوْهِبَةٍ هَنِيْئَةٍ قَدْ أَعْطَانِيْ وَ عَظِيْمَةٍ مَخُوْفَةٍ قَدْ كَفَانِيْ وَ بَهْجَةٍ مُوْنِقَةٍ قَدْ أَرَانِيْ، فَأُثْنِيْ عَلَيْهِ حَامِدًا

karunia berharga yang telah yang diberikannya kepadaku, (betapa banyak) musibah menakutkan yang telah dielakkan oleh-Nya dariku, dan (alangkah banyaknya) kebahagiaan menakjubkan yang telah diperlihatkannya padaku. Maka, aku memuji-Nya dengan menghaturkan puja

وَ أَذْكُرُهُ مُسَبِّحًا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لاَ يُهْتَكُ حِجَابُهُ، وَ لاَ يُغْلَقُ بَابُهُ، وَ لاَ يُرَدُّ سَائِلُهُ، وَ لاَ يُخَيَّبُ

dan mengingat-Nya dengan bertasbih (kepada-Nya). Segala puji bagi Allah yang tak terkoyakkan tirai-Nya, tak tertutup pintu-Nya, tak tertolah peminta-Nya, dan tak tersia-siakan

(يَخِيْبُ) آمِلُهُ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ يُؤْمِنُ الْخَائِفِيْنَ وَ يُنَجِّي (يُنْجِي) الصَّالِحِيْنَ (الصَّادِقِينَ) وَ يَرْفَعُ

pengharap-Nya. Segala puji bagi Allah yang memberikan rasa aman kepada orang-orang yang takut, menyelamatkan orang-orang yang saleh, mengangkat (martabat)

الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَ يَضَعُ الْمُسْتَكْبِرِيْنَ وَ يُهْلِكُ مُلُوْكًا وَ يَسْتَخْلِفُ آخَرِيْنَ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ قَاصِمِ الْجَبَّارِيْنَ

orang-orang yang tertindas, menjerumuskan para penindas, dan membinasakan raja-raja serta menggantikan (mereka) dengan yang lain. Segala puji bagi Allah, Penghancur para penindas,

مُبِيْرِ الظَّالِمِيْنَ مُدْرِكِ الْهَارِبِيْنَ نَكَالِ الظَّالِمِيْنَ صَرِيْخِ الْمُسْتَصْرِخِيْنَ مَوْضِعِ حَاجَاتِ الطَّالِبِيْنَ مُعْتَمَدِ

Pembasmi orang-orang zalim, pengejar orang-orang yang lari, Penyiksa orang-orang zalim, Yang mendengar jeritan orang-orang yang menjerit, tempat (meminta) hajat bagi para pencari, tempat kepercayaan

الْمُؤْمِنِيْنَ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ مِنْ خَشْيَتِهِ تَرْعَدُ السَّمَاءُ وَ سُكَّانُهَا وَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَ عُمَّارُهَا وَ تَمُوْجُ

Mukminin. Segala puji bagi Allah yang karena takut kepada-Nya bergemuruh langit dan para penghuninya, bergetar bumi dan para penghuninya, dan bergelombang

الْبِحَارُ وَ مَنْ يَسْبَحُ فِيْ غَمَرَاتِهَا، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَ مَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اَللهُ،

lautan dan segala yang bertasbih di (gemuruh) ombaknya. Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami kepada (agama) dan kami tidak mungkin mendapatkan petunjuk jika Allah tidak memberikan petunjuk kepada kami.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ يَخْلُقُ وَ لَمْ يُخْلَقْ، وَ يَرْزُقُ وَ لاَ يُرْزَقُ، وَ يُطْعِمُ وَ لاَ يُطْعَمُ، وَ يُمِيْتُ الْأَحْيَاءَ وَ

Segala puji bagi Allah yang menciptakan dan tidak diciptakan, yang memberikan rezeki dan tidak memperoleh rezeki, yang memberikan makan dan tidak diberi makan, yang mematikan segala yang hidup, dan

يُحْيِي الْمَوْتَى وَ هُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

yang menghidupkan semua yang mati, sedangkan Ia Maha Hidup yang tak pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Ia Maha Mampu atas segala sesuatu. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad,

عَبْدِكَ وَ رَسُوْلِكَ وَ أَمِيْنِكَ وَ صَفِيِّكَ وَ حَبِيْبِكَ وَ خِيَرَتِكَ (خَلِيْلِكَ) مِنْ خَلْقِكَ وَ حَافِظِ سِرِّكَ وَ مُبَلِّغِ

hamba dan utusan-Mu, kepercayaan dan pilihan-Mu, kekasih dan pilihan-Mu di antara makhluk-Mu, penjaga rahasia-Mu, dan penyampai

رِسَالاَتِكَ أَفْضَلَ وَ أَحْسَنَ وَ أَجْمَلَ وَ أَكْمَلَ وَ أَزْكَى وَ أَنْمَى وَ أَطْيَبَ وَ أَطْهَرَ وَ أَسْنَى وَ أَكْثَرَ

risalah-Mu, shalawat, berkah, rahmat, kasih-sayang, dan salam kesejahteraan terutama, terbaik, terindah, tersempurna, terbersih, tersubur, terharum, tersuci, tertinggi, dan

(أَكْبَرَ) مَا صَلَّيْتَ وَ بَارَكْتَ وَ تَرَحَّمْتَ وَ تَحَنَّنْتَ وَ سَلَّمْتَ عَلَى أَحَدٍ مِنْ عِبَادِكَ (خَلْقِكَ) وَ أَنْبِيَائِكَ وَ

terbanyak yang pernah Kau limpahkan atas seluruh hamba, nabi,

رُسُلِكَ وَ صِفْوَتِكَ وَ أَهْلِ الْكَرَامَةِ عَلَيْكَ مِنْ خَلْقِكَ، اَللَّهُمَّ وَ صَلِّ عَلَى عَلِيٍّ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ وَصِيِّ

rasul, pilihan, dan orang-orang mulia dari makhluk-Mu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Ali, Amirul Mukminin, washî

رَسُوْلِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَبْدِكَ وَ وَلِيِّكَ وَ أَخِيْ رَسُولِكَ وَ حُجَّتِكَ عَلَى خَلْقِكَ وَ آيَتِكَ الْكُبْرَى وَ النَّبَإِ

Rasul Tuhan semesta alam, hamba dan kekasih-Mu, saudara Rasul-Mu, hujjah-Mu atas makhluk-Mu, ayat-My yang teragung, dan berita penting

الْعَظِيْمِ، وَ صَلِّ عَلَى الصِّدِّيْقَةِ الطَّاهِرَةِ فَاطِمَةَ (الزَّهْرَاءِ) سَيِّدَةِ نِسَاءِ الْعَالَمِيْنَ، وَ صَلِّ عَلَى سِبْطَيِ

yang agung. Curahkanlah shalawat atas Shiddîqah yang suci, Fathimah (az-Zahrâ`), penghulu wanita semesta alam. Limpahkanlah shalawat atas dua cucu

الرَّحْمَةِ وَ إِمَامَيِ الْهُدَى الْحَسَنِ وَ الْحُسَيْنِ سَيِّدَيْ شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَ صَلِّ عَلَى أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ عَلِيِّ

rahmat dan pemimpin petunjuk, Hasan dan Husein, penghulu seluruh pemuda penghuni surga. Dan curahkanlah shalawat atas para pemimpin Muslimin, Ali

بْنِ الْحُسَيْنِ وَ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ وَ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَ مُوْسَى بْنِ جَعْفَرٍ وَ عَلِيِّ بْنِ مُوْسَى وَ مُحَمَّدِ بْنِ

bin Husein, Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, Musa bin Ja’far, Ali bin Musa, Muhammad bin

عَلِيٍّ وَ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدٍ وَ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ وَ الْخَلَفِ الْهَادِيْ الْمَهْدِيِّ، حُجَجِكَ عَلَى عِبَادِكَ وَ أُمَنَائِكَ

Ali, Ali bin Muhammad, Hasan bin Ali, dan pengganti (terakhir) penegak bendera petunjuk al-Mahdi, para hujjah-Mu atas hamba-hamba-Mu dan orang-orang kepercayaan-Nya

فِيْ بِلاَدِكَ صَلاَةً كَثِيْرَةً دَائِمَةً، اَللَّهُمَّ وَ صَلِّ عَلَى وَلِيِّ أَمْرِكَ الْقَائِمِ الْمُؤَمَّلِ وَ الْعَدْلِ الْمُنْتَظَرِ، وَ حُفَّهُ

di seluruh penjuru negeri-Mu, shalawat yang tak terhingga nan abadi. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas pengurus urusan-Mu, al-Qâ`im yang selalu diharapkan dan keadilan yang ditunggu-tunggu, kirimkanlah

(وَ احْفُفْهُ) بِمَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَ أَيِّدْهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ الدَّاعِيَ إِلَى كِتَابِكَ وَ

para malaikat-Mu untuk selalu bersamanya, dan kuatkanlah ia dengan Ruhul Qudus, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, jadikan ia pengajak kepada kitab-Mu dan

الْقَائِمَ بِدِيْنِكَ، اسْتَخْلِفْهُ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفْتَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِ، مَكِّنْ لَهُ دِيْنَهُ الَّذِي ارْتَضَيْتَهُ لَهُ،

penegak agama-Mu, jadikanlah ia khalifah di muka bumi ini sebagaimana Engkau telah menjadikan orang-orang sebelumnya sebagai khalifah, tegakkan agamanya yang telah Kau ridhai baginya,

أَبْدِلْهُ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِ أَمْنًا يَعْبُدُكَ لاَ يُشْرِكُ بِكَ شَيْئًا، اَللَّهُمَّ أَعِزَّهُ وَ أَعْزِزْ بِهِ وَ انْصُرْهُ وَ انْتَصِرْ بِهِ وَ

gantikan ketakutannya dengan rasa aman (sehingga) ia dapat menyemban-Mu dengan tidak menyekutukan-Mu dengan sesuatu apa pun. Ya Allah, muliakanlah ia dan kuatkan (kami) dengan (wujud)nya, tolonglah dan menangkan ia,

انْصُرْهُ نَصْرًا عَزِيْزًا وَ افْتَحْ لَهُ فَتْحًا يَسِيْرًا وَ اجْعَلْ لَهُ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا، اَللَّهُمَّ أَظْهِرْ بِهِ

tolonglah ia dengan pertolongan yang mulia, berikan kemenangan kepadanya dengan kemenangan yang mudah (digapai), jadikan baginya kerajaan yang terdukung dari sisi-Mu. Ya Allah, tampakkan dengannya

دِيْنَكَ وَ سُنَّةَ نَبِيِّكَ حَتَّى لاَ يَسْتَخْفِيَ بِشَيْئٍ مِنَ الْحَقِّ مَخَافَةَ أَحَدٍ مِنَ الْخَلْقِ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيْ

agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu sehingga ia tidak terpaksa menyembunyikan kebenaran sedikit pun karena takut kepada (ancaman) makhluk. Ya Allah, kami mengharap kepada-Mu (untuk mewujudkan)

دَوْلَةٍ كَرِيْمَةٍ تُعِزُّ بِهَا الْإِسْلاَمَ وَ أَهْلَهُ وَ تُذِلُّ بِهَا النِّفَاقَ وَ أَهْلَهُ وَ تَجْعَلُنَا فِيْهَا مِنَ الدُّعَاةِ إِلَى طَاعَتِكَ

sebuah pemerintahan mulia yang dengannya Engkau memuliakan Islam dan para pengikutnya, menghinakan kemunafikan dan para penyandangnya, menjadikan kami di antara pengajak kepada ketaatan -Mu dan

وَ الْقَادَةِ إِلَى سَبِيْلِكَ وَ تَرْزُقُنَا بِهَا كَرَامَةَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ مَا عَرَّفْتَنَا مِنَ الْحَقِّ فَحَمِّلْنَاهُ وَ مَا

pemimpin menuju jalan-Mu, dan menganugrahkan kepada kami kemuliaan dunia dan akhirat. Ya Allah, kebenaran yang telah Kau kenalkan kepada kami, berikanlah kekuatan kepada kami untuk memikulnya dan segala

قَصُرْنَا عَنْهُ فَبَلِّغْنَاهُ، اَللَّهُمَّ الْمُمْ بِهِ شَعَثَنَا وَ اشْعَبْ بِهِ صَدْعَنَا وَ ارْتُقْ بِهِ فَتْقَنَا وَ كَثِّرْ بِهِ قِلَّتَنَا وَ

yang belum kami ketahui berkenaan dengannya, sampaikanlah kepada kami. Ya Allah, dengan (perantara)nya bereskan urusan kami yang tak terurus, kumpulkan ketercerai-beraian kami, himpunkan keterpecah-belahan (barisan) kami, perbanyak kesedikitan jumlah kami,

أَعْزِزْ (أَعِزَّ) بِهِ ذِلَّتَنَا وَ أَغْنِ بِهِ عَائِلَنَا وَ اقْضِ بِهِ عَنْ مُغْرَمِنَا (مَغْرَمِنَا) وَ اجْبُرْ بِهِ فَقْرَنَا وَ سُدَّ بِهِ

muliakan kehinaan kami, kayakan orang-orang miskin kami, lunaskanlah utang-utang kami, tamballah kefakiran kami, tutupilah

خَلَّتَنَا وَ يَسِّرْ بِهِ عُسْرَنَا وَ بَيِّضْ بِهِ وُجُوْهَنَا وَ فُكَّ بِهِ أَسْرَنَا وَ أَنْجِحْ بِهِ طَلِبَتَنَا وَ أَنْجِزْ بِهِ مَوَاعِيْدَنَا

kekurangan kami, mudahkanlah kesulitan kami, putihkanlah wajah kami, bebeaskanlah ketertawanan kami, kabulkanlah permohonan kami, tepatilah jani-janji(-Mu) kepada

وَ اسْتَجِبْ بِهِ دَعْوَتَنَا وَ أَعْطِنَا بِهِ سُؤْلَنَا وَ بَلِّغْنَا بِهِ مِنَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ آمَالَنَا وَ أَعْطِنَا بِهِ فَوْقَ

kami, kabulkanlah doa kami, berikanlah permohonan kami, sampaikanlah kami kepada cita-cita dunia dan akhirat, dan anugrahkan kepada kami melebihi

رَغْبَتِنَا، يَا خَيْرَ الْمَسْئُوْلِيْنَ وَ أَوْسَعَ الْمُعْطِيْنَ اشْفِ بِهِ صُدُوْرَنَا وَ أَذْهِبْ بِهِ غَيْظَ قُلُوْبِنَا وَ اهْدِنَا بِهِ

keinginan kami. Wahai sebaik-baik Dzat yang dapat dimohon dan seluas-luas Dzat Pemberi, dengan (perantara)nya sembuhkan (penyakit) batin kami, lenyapkan amarah hati kami, dan berikan petunjuk kepada kami

لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ وَ انْصُرْنَا بِهِ عَلَى عَدُوِّكَ

(sehingga kami dapat mengenal kebebnaran) yang diperselisihkan dengan izin-Mu; sesungguhnya Engkau menunjukkan orang yang Kau kehendaki ke jalan yang lurus, dan tolonglah kami atas musuh-Mu

وَ عَدُوِّنَا إِلَهَ الْحَقِّ (الْخَلْقِ) آمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ فَقْدَ نَبِيِّنَا صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ غَيْبَةَ وَلِيِّنَا

dan musuh kami, wahai Tuhan kebenaraan. Amin! Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu ketiadaan Nabi kami-semoga shalawat-Mu selalu tercurahkan atasnya dan atas keluarganya-, keghaiban imam kami,

(إِمَامِنَا) وَ كَثْرَةَ عَدُوِّنَا وَ قِلَّةَ عَدَدِنَا وَ شِدَّةَ الْفِتَنِ بِنَا وَ تَظَاهُرَ الزَّمَانِ عَلَيْنَا، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

banyaknya musuh kami, sedikitnya jumlah kami, keganasan fitnah terhadap kami, dan kemenangan masa atas kami. Maka, curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya,

(و آلِ مُحَمَّدٍ) وَ أَعِنَّا عَلَى ذَلِكَ بِفَتْحٍ مِنْكَ تُعَجِّلُهُ وَ بِضُرٍّ تَكْشِفُهُ وَ نَصْرٍ تُعِزُّهُ وَ سُلْطَانِ حَقٍّ تُظْهِرُهُ

dan bantulah kami (untuk mengatasi) semua itu dengan kemenangan dari-Mu yang Kau segerakan, kesengsaraan yang Kau singkapkan, pertolongan yang Kau kokohkan, kerajaan haq yang Kau menangkan,

وَ رَحْمَةٍ مِنْكَ تُجَلِّلُنَاهَا وَ عَافِيَةٍ مِنْكَ تُلْبِسُنَاهَا، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

rahmat dari-Mu yang Kau agungkan kami dengannya, dan ‘afiat dari-Mu yang Kau sandangkan pada kami, demi rahmat-Mu wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Kedua belas, membaca doa berikut ini setiap malam.

اَللَّهُمَّ بِرَحْمَتِكَ فِي الصَّالِحِيْنَ فَأَدْخِلْنَا، وَ فِيْ عِلِّيِّيْنَ فَارْفَعْنَا، وَ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مِنْ عَيْنٍ سَلْسَبِيْلٍ

Ya Allah, demi rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang salih masukkanlah kami, di dalam surga ‘Illiyîn angkatlah (derajat) kami, dari mata air Salsabîl

فَاسْقِنَا، وَ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ فَزَوِّجْنَا، وَ مِنَ الْوِلْدَانِ الْمُخَلَّدِيْنَ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُوْنٌ فَأَخْدِمْنَا، وَ

berikanlah kami minum, dengan Hûrul ‘Ain-dengan rahmat-Mu-nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi (surga) yang (gemerlapan) bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu,

مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَ لُحُوْمِ الطَّيْرِ فَأَطْعِمْنَا، وَ مِنْ ثِيَابِ السُّنْدُسِ وَ الْحَرِيْرِ وَ الْإِسْتَبْرَقِ فَأَلْبِسْنَا، وَ لَيْلَةَ

dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah makan kami, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, Lailatul

الْقَدْرِ وَ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَ قَتْلاً فِيْ سَبِيْلِكَ فَوَفِّقْ لَنَا، وَ صَالِحَ الدُّعَاءِ وَ الْمَسْأَلَةِ فَاسْتَجِبْ لَنَا، (يَا

Qadr, haji ke rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik (untuk menggapainya), dan kabulkanlah doa dan permohonan (kami) yang layak, (wahai

خَالِقَنَا اسْمَعْ وَ اسْتَجِبْ لَنَا)، وَ إِذَا جَمَعْتَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَارْحَمْنَا، وَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ

Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah), jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari Kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka

فَاكْتُبْ لَنَا، وَ فِيْ جَهَنَّمَ فَلاَ تَغُلَّنَا وَ فِيْ عَذَابِكَ وَ هَوَانِكَ فَلاَ تَبْتَلِنَا، وَ مِنَ الزَّقُّوْمِ وَ الضَّرِيْعِ فَلاَ

tuliskanlah untuk kami, di dalam (jeratan) Jahannam jangan Kau belenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kau jerumuskan kami, dari buah Zaqqûm dan buah-buahan pahit jangan

تُطْعِمْنَا، وَ مَعَ الشَّيَاطِيْنِ فَلاَ تَجْعَلْنَا، وَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِنَا فَلاَ تَكْبُبْنَا (تَكُبَّنَا)، وَ مِنْ ثِيَابِ النَّارِ

Kau beri kami makan, bersama setan jangan Kau jadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan

وَ سَرَابِيْلِ الْقَطِرَانِ فَلاَ تُلْبِسْنَا، وَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِحَقِّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ فَنَجِّنَا

baju-baju lusuh berdaki (penduduk neraka) jangan Kau pakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada Tuhan selain Engkau demi lâ ilâha illallôh selamatkanlah kami.

Ketiga belas, diriwayatkan dari Imam Shâdiq as, “Bacalah setiap malam bulan Ramadhan,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ فِي الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu; di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kau tentukan dalam qadhâ` dan qadar yang bijaksana dan

لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ

tidak akan dapat diganti dan dirubah tuliskanlah aku di antara para peziarah rumah suci-Mu yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni

ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ وَ أَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيْلَ عُمُرِيْ فِيْ خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ

dosa-dosa mereka, dan yang tertebus kejeleka-kejelekan mereka, dan di dalam qadhâ` dan qadar yang akan Kau tentukan panjangkanlah umurku dalam kebajikan dan ‘afiat,

تُوَسِّعَ فِيْ رِزْقِيْ وَ تَجْعَلَنِيْ مِمَّنْ تَنْتَصِرُ بِهِ لِدِيْنِكَ وَ لاَ تَسْتَبْدِلْ بِيْ غَيْرِيْ

lapangkanlah rezekiku, dan jadikan aku di antara orang-orang Kau memenangkan agama-Mu dengan (perantara) mereka, serta jangan Kau ganti aku dengan orang selainku.

Keempat belas, dalam kitab Anîs ash-Shâlihîn disebutkan membaca doa ini setiap malam bulan Ramadhan.

أَعُوْذُ بِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَنْ يَنْقَضِيَ عَنِّيْ شَهْرُ رَمَضَانَ أَوْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِيْ هَذِهِ وَ لَكَ قِبَلِيْ

Aku berlindung kepada keagungan “wajah”-Mu yang mulia hendaknya jangan sampai bulan Ramadhan berlalu atau fajar malamku ini terbit sedangkan Engkau masih memiliki

تَبِعَةٌ أَوْ ذَنْبٌ تُعَذِّبُنِيْ عَلَيْهِ

tagihan atasku atau (aku masih berlumuran) dosa yang karenanya Engkau akan menyiksaku.

Kelima belas, dalam catatan pinggir kita al-Balad al-Amîn, Syeikh al-Kaf’ami menukil dari Sayid Ibnu Bâqî bahwa ia berkata, “Di setiap malam bulan Ramadhan disunnahkan mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan at-Tauhîd sebanyak tiga kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, bacalah,

سُبْحَانَ مَنْ هُوَ حَفِيْظٌ لاَ يَغْفُلُ، سُبْحَانَ مَنْ هُوَ رَحِيْمٌ لاَ يَعْجَلُ، سُبْحَانَ مَنْ هُوَ قَائِمٌ لاَ يَسْهُوْ،

Maha suci Dzat yang selalu mengawasi dan tidak lupa, maha suci Dzat Yang Maha Penyayang dan tidak terburu-buru, maha suci Dzat Yang berdiri Sendiri dan tidak lengah,

سُبْحَانَ مَنْ هُوَ دَائِمٌ لاَ يَلْهُوْ

maha suci Dzat Yang Maha Abadi dan tidak berbuat sia-sia.
Lalu, bacalah empat tasbîh sebanyak tujuh kali. Kemudian, bacalah,

سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ يَا عَظِيْمُ اغْفِرْ لِيَ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ‏

Maha suci Engkau, maha suci Engkau, maha suci Engkau, wahai Yang Maha Agung, ampunilah dosaku yang agung.

Setelah itu, bacalah shalawat untuk Rasulullah SAWW dan keluarga beliau sebanyak sepuluh kali. Barangsiapa mengerjakan shalat dua rakaat tersebut, Allah akan mengampuni tujuh puluh ribu dosanya”.

Keenam belas, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath di dalam shalat sunnah setiap malam, ia akan terjaga pada tahun itu.
Ketahuilah, di antara amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan di setiap malam bulan Ramadhan adalah mengerjakan shalat sebanyak seribu rakaat dalam sebulan. Para ulama yang mulia telah menyebutkan hal itu dalam buku-buku fiqih atau ibadah mereka. Adapun cara mengerjakannya, terdapat hadis-hadis yang berbeda-beda dalam hal ini. Sesuai dengan riwayat Ibnu Abi Qurrah dari Imam Jawad as dan pendapat Syeikh Thûsî dalam kitab al-Ghurriyah wa al-Asyrâf, bahkan pendapat masyhur, caranya adalah pada sepuluh malam pertama dan kedua, kita mengerjakan dua puluh rakaat setiap malam dengan mengucapkan salam pada penghujung setiap dua rakaat; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua belas rakaat setelah melakukan shalat Isya`. Dan pada sepuluh malam terakhir, kita mengerjakan tiga puluh rakaat setiap malam; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua puluh dua rakaat setelah melakukan shalat Isya`. Seluruh shalat ini berjumlah tujuh ratus rakaat. Sementara sisanya; tiga ratus rakaat, kita kerjakan pada malam Lailatul Qadr; seratus rakaat pada malam sembilan belas, seratus rakaat pada malam dua puluh satu, dan seratus rakaat pada malam dua puluh tiga. Dengan demikian, keseluruhan jumlahnya adalah seribu rakaat.
Ada juga hadis yang menyebutkan cara yang lain, dan dalam kesempatan ini tidak mungkin untuk disebutkan semuanya. Harapan kami semoga orang-orang yang cinta kebaikan tidak teledor dalam mengerjakan shalat seribu rakaat ini dan dapat mencurahkan anugrahnya atas dirinya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, setiap selesai mengerjakan dua rakaat shalat sunnah Ramadhan ini, kita membaca (doa berikut ini).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ وَ فِيْمَا تَفْرُقُ مِنَ الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنْ

Ya Allah, tentulah di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kau tentukan dalam qadhâ` dan qadar-Mu yang pasti serta di dalam urusan bijaksana yang akan Kau bedakan di malam Lailatul Qadr;

تَجْعَلَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُطِيْلَ

jadikan aku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang diampuni dosa-dosa mereka, dan aku memohon kepada-Mu; panjangkanlah

عُمُرِيْ فِيْ طَاعَتِكَ وَ تُوَسِّعَ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏

umurku dalam ketaatan kepada-Mu dan lapangkanlah rezekiku, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

c. Amalan-amalan pada Waktu Sahar Bulan Ramadhan

Amalan-amalan pada waktu sahar ini adalah sebagai berikut:

Pertama, santap sahur. Hendaknya kita jangan meninggalkan sahur ini meskipun dengan menyantap kurma yang paling rendah kaulitasnya atau seteguk air. Makanan sahur terbaik adalah Sawîq (sejenis makanan yang terbuat dari tepung gandum) dan kurma. Dalam sebuah hadis disebutkan, Allah dan para malaikat mengirimkan shalawat atas orang-orang yang beristighfar pada waktu sahar dan menyantap sahur.
Kedua, membaca surah al-Qadr pada waktu sahur. Barangsiapa membaca surah tersebut pada waktu berbuka puasa dan menyantap sahur, ia akan mendapatkan pahala orang yang berlumuran darah di jalan Allah.
Ketiga, membaca doa (Bahâ` berikut ini). Diriwayatkan bahwa Imam Ridhâ as berkata, “Ini adalah doa yang selalu dibaca oleh Imam Muhammad al-Bâqir as pada waktu sahar bulan Ramadhan”.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ بَهَائِكَ بِأَبْهَاهُ وَ كُلُّ بَهَائِكَ بَهِيٌّ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِبَهَائِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekemilauan-Mu demi kekemilauan-Mu yang paing kemilau, sedangkan seluruh kekemilauan-Mu adalah kemilau. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekemilauan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit)

مِنْ جَمَالِكَ بِأَجْمَلِهِ وَ كُلُّ جَمَالِكَ جَمِيْلٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِجَمَالِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ جَلاَلِكَ

dari keindahan-Mu demi keindahan-Mu yang paling indah, sedangkan seluruh keindahan-Mu adalah indah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh keindahan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kebesaran-Mu

بِأَجَلِّهِ وَ كُلُّ جَلاَلِكَ جَلِيْلٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِجَلاَلِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ عَظَمَتِكَ بِأَعْظَمِهَا وَ

demi kebesaran-Mu yang paling besar, sedangkan seluruh kebesaran-Mu adalah besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kebesaran-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari keagungan-Mu demi keagungan-Mu yang paling agung, sedangkan

كُلُّ عَظَمَتِكَ عَظِيْمَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِعَظَمَتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ نُوْرِكَ بِأَنْوَرِهِ وَ كُلُّ نُوْرِكَ

sekuruh keagungan-Mu adalah agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh keagungan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari cahaya-Mu demi cahaya-Mu yang paling benderang, sedangkan seluruh cahaya-Mu

نَيِّرٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِنُوْرِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ رَحْمَتِكَ بِأَوْسَعِهَا وَ كُلُّ رَحْمَتِكَ وَاسِعَةٌ، اَللَّهُمَّ

adalah benderang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh cahaya-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari rahmat-Mu demi rahmat-Mu yang terluas, sedangkan seluruh rahmat-Mu adalah luas. Ya Allah,

إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ كَلِمَاتِكَ بِأَتَمِّهَا وَ كُلُّ كَلِمَاتِكَ تَامَّةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ

aku memohon kepada-Mu demi seluruh rahmat-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kalimat-Mu demi kalimat-Mu yang paling sempurna, sedangkan seluruh kalimat-Mu adalah sempurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu

بِكَلِمَاتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ كَمَالِكَ بِأَكْمَلِهِ وَ كُلُّ كَمَالِكَ كَامِلٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِكَمَالِكَ كُلِّهِ،

demi seluruh kalimat-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kesempurnaan-Mu demi kesempurnaan-Mu yang paling sempurna, sedangkan seluruh kesempurnaan-Mu adalah sempurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kesempurnaan-Mu.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ أَسْمَائِكَ بِأَكْبَرِهَا وَ كُلُّ أَسْمَائِكَ كَبِيْرَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari asmâ-Mu demi asmâ-Mu yang paling besar, sedangkan seluruh asmâ-Mu adalah besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh asmâ-Mu. Ya Allah, aku

أَسْأَلُكَ مِنْ عِزَّتِكَ بِأَعَزِّهَا وَ كُلُّ عِزَّتِكَ عَزِيْزَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ

memohon kepada-Mu (sedikit) dari kemuliaan-Mu demi kemuliaan-Mu yang paling mulia, sedangkan seluruh kemuliaan-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kemuliaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari

مَشِيَّتِكَ بِأَمْضَاهَا وَ كُلُّ مَشِيَّتِكَ مَاضِيَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمَشِيَّتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ قُدْرَتِكَ

kehendak-Mu demi kehendak-Mu yang paling terlaksana, sedangkan seluruh kehendak-Mu pasti terlaksana. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kehendak-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekuatan-Mu

بِالْقُدْرَةِ الَّتِيْ اسْتَطَلْتَ بِهَا عَلَى كُلِّ شَيْئٍ وَ كُلُّ قُدْرَتِكَ مُسْتَطِيْلَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِقُدْرَتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ

demi kekuatan yang dengannya Engkau menguasai segala sesuatu,sedangkan seluruh kekuatan-Mu menguasai. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekuatan-Mu. Ya Allah,

إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ عِلْمِكَ بِأَنْفَذِهِ وَ كُلُّ عِلْمِكَ نَافِذٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِعِلْمِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ

aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ilmu-Mu demi ilmu-Mu yang paling berpengaruh, sedangkan seluruh ilmu adalah berpengaruh. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh ilmu-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari

قَوْلِكَ بِأَرْضَاهُ وَ كُلُّ قَوْلِكَ رَضِيٌّ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِقَوْلِكَ كُلِّهِْ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ مَسَائِلِكَ بِأَحَبِّهَا

firman-Mu demi firman-Mu yang paling diridhai, sedangkan seluruh firman-mu adalah diridhai. Ya Allah, aku memohon kepada demi seluruh firman-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari permohonan-Mu (yang Kau anugrahkan kepada hamba-Mu) demi permohonan-Mu yang paling Kau cintai,

إِلَيْكَ وَ وَ كُلُّ مَسَائِلِكَ إِلَيْكَ حَبِيْبَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمَسَائِلِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ شَرَفِكَ

sedangkan seluruh permohonan-Mu Kau cintai. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh permohonan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kemuliaan-Mu

بِأَشْرَفِهِ وَ كُلُّ شَرَفِكَ شَرِيْفٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِشَرَفِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ سُلْطَانِكَ بِأَدْوَمِهِ وَ

demi kemuliaan-Mu yang paling mulia, sedangkan seluurh kemuliaan-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kemuliaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekuasaan-Mu demi kekuasaan-Mu yang paling kekal, sedangkan

كُلُّ سُلْطَانِكَ دَائِمٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِسُلْطَانِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ مُلْكِكَ بِأَفْخَرِهِ وَ كُلُّ مُلْكِكَ

seluruh kekuasaan-Mu adalah kekal. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekuasaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kerajaan-Mu demi kerajaan-Mu yang paling megah, sedangkan seluruh kerajaan-Mu

فَاخِرٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمُلْكِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ عُلُوِّكَ بِأَعْلاَهُ وَ كُلُّ عُلُوِّكَ عَالٍ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ

adalah megah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kerajaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ketinggian (derajat)-Mu demi ketinggian (derajat)-Mu yang paling tinggi, sedangkan seluruh ketinggian (derajat)-Mu adalah tinggi. Ya Allah, aku

أَسْأَلُكَ بِعُلُوِّكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ مَنِّكَ بِأَقْدَمِهِ وَ كُلُّ مَنِّكَ قَدِيْمٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمَنِّكَ كُلِّهِ،

memohon kepada-Mu demi seluruh ketinggian (derajat)-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari karunia-Mu demi karunia-Mu yang paling qadîm, sedangkan seluruh karunia-Mu adalah qadîm. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh karunia-Mu.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ آيَاتِكَ بِأَكْرَمِهَا وَ كُلُّ آيَاتِكَ كَرِيْمَةٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِآيَاتِكَ كُلِّهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ayat-ayat-Mu demi ayat-ayat-Mu yang paling mulia, sedangkan seluruh ayat-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh ayat-Mu. Ya Allah, aku

أَسْأَلُكَ بِمَا أَنْتَ فِيْهِ مِنَ الشَّأْنِ وَ الْجَبَرُوْتِ وَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ شَأْنٍ وَحْدَهُ وَ جَبَرُوْتٍ وَحْدَهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ

memohon kepada-Mu demi kedudukan dan kakuasaan yang Kau miliki dan aku memohon kepada-Mu demi setiap kedudukan tunggal dan demi setiap keuasaan tunggal. Ya Allah, aku

أَسْأَلُكَ بِمَا تُجِيْبُنِيْ (بِهِ) حِيْنَ أَسْأَلُكَ، فَأَجِبْنِيْ يَا اَللهُ‏

memohon kepada-Mu demi apa yang Engkau menjawabku ketika aku memohon kepada-Mu. Maka, jawablah aku, ya Allah.
Setelah itu, mintalah setiap hajat yang Anda miliki, dan hajat itu akan dikabulkan.

Keempat, dalam kitab al-Mishbâh karya Syeikh Thûsî ra disebutkan, Abu Hamzah ats-Tsumâli meriwayatkan bahwa Imam Zainul Abidin as selalu mengerjakan shalat di malam hari bulan Ramadhan, dan ketika waktu sahar tiba, beliau membaca doa (berikut) ini.

إِلَهِيْ لاَ تُؤَدِّبْنِيْ بِعُقُوْبَتِكَ، وَ لاَ تَمْكُرْ بِيْ فِيْ حِيْلَتِكَ، مِنْ أَيْنَ لِيَ الْخَيْرُ يَا رَبِّ وَ لاَ يُوْجَدُ إِلاَّ مِنْ

Ya Ilahi, jangan Kau hajar aku dengan siksa-Mu dan jangan Kau jerumuskan aku dalam tpu-daya-Mu. Dari manakah aku mendapatkan kebaikan, sedangkan ia tidak mungkin ditemukan kecuali dari

عِنْدِكَ، وَ مِنْ أَيْنَ لِيَ النَّجَاةُ وَ لاَ تُسْتَطَاعُ إِلاَّ بِكَ، لاَ الَّذِيْ أَحْسَنَ اسْتَغْنَى عَنْ عَوْنِكَ وَ رَحْمَتِكَ وَ

sisi-mu? Dan dari mana aku mendapatkan keselamatan, sedangkan ia tidak dapat digapai kecuali dengan (perantara)-Mu? Tidaklah orang yang berbuat baik merasa cukup dari pertolongan dan rahmat-Mu, dan

لا الَّذِيْ أَسَاءَ وَ اجْتَرَأَ عَلَيْكَ وَ لَمْ يُرْضِكَ خَرَجَ عَنْ قُدْرَتِكَ، يَا رَبِّ يَا رَبِّ يَا رَبِّ، بِكَ عَرَفْتُكَ

tidaklah juga orang yang berbuat kejelekan, berani menentang-Mu, dan membuat-Mu murka keluar dari kekuasaan-Mu! Ya Robbi, ya Robbi, ya Robbi. (Bacalah ya Robbi ini hingga nafas Anda berakhir). Hanya dengan (perantar)-Mu aku mengenal-Mu

وَ أَنْتَ دَلَلْتَنِيْ عَلَيْكَ وَ دَعَوْتَنِيْ إِلَيْكَ، وَ لَوْلاَ أَنْتَ لَمْ أَدْرِ مَا أَنْتَ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَدْعُوْهُ فَيُجِيْبُنِيْ وَ

dan Engkau menunjukkanku kepada-Mu, serta memanggil-Mu ke arah-Mu. Jika bukan karena Engkau, aku tidak akan mengenal siapa Engkau. Segala puji bagi Allah yang (jika) aku memanggil-Nya, Ia pasti menjawab (panggilan)ku

إِنْ كُنْتُ بَطِيْئًا حِيْنَ يَدْعُوْنِيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَسْأَلُهُ فَيُعْطِيْنِيْ وَ إِنْ كُنْتُ بَخِيْلاً حِيْنَ يَسْتَقْرِضُنِيْ،

meskipun aku lambat (menjawab)-Nya ketika Ia memanggilku. Segala puji bagi Allah yang (jika) aku memohon-Nya, Ia pasti memberiku meskipun aku kikir ketika Ia ingin meminjam utang dariku.

وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أُنَادِيْهِ كُلَّمَا شِئْتُ لِحَاجَتِيْ وَ أَخْلُوْ بِهِ حَيْثُ شِئْتُ لِسِرِّيْ بِغَيْرِ شَفِيْعٍ فَيَقْضِيْ لِي

Segala puji bagi Allah yang aku dapat memanggil-Nya untuk hajatku kapan pun aku mau dan aku menyendiri dengan-Nya untuk rahasiaku kapan pun aku suka tanpa seorang perantara, lalu Ia pasti memenuhi

حَاجَتِيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لاَ أَدْعُوْ غَيْرَهُ، وَ لَوْ دَعَوْتُ غَيْرَهُ لَمْ يَسْتَجِبْ لِيْ دُعَائِيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ

hajatku. Segala puji bagi Allah yang aku tidak ingin menyeru selain-Nya, karena seandainya aku menyeru selain-Nya, ia tidak akan mampu menjawab seruanku. Segala Puji bagi Allah

الَّذِيْ لاَ أَرْجُوْ غَيْرَهُ، وَ لَوْ رَجَوْتُ غَيْرَهُ لَأَخْلَفَ رَجَائِيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَكَلَنِيْ إِلَيْهِ فَأَكْرَمَنِيْ، وَ

yang aku tidak ingin mengharap selain-Nya, karena seandainya aku mengharap selain-Nya, ia akan memutuskan harapanku. Segala puji bagi Allah yang telah menyerahkanku kepada Diri-Nya, lalu Ia memuliakanku dan

لَمْ يَكِلْنِيْ إِلَى النَّاسِ فَيُهِيْنُوْنِيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ تَحَبَّبَ إِلَيَّ وَ هُوَ غَنِيٌّ عَنِّيْ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ

tidak menyerahkanku kepada orang lain, lalu iai pasti menghinakanku. Segala puji bagi Allah yang senantiasa mencintaiku, sedangkan Ia tidak membutuhkanku. Dan segala puji bagi Allah yang

يَحْلُمُ عَنِّيْ حَتَّى كَأَنِّي لاَ ذَنْبَ لِيْ، فَرَبِّيْ أَحْمَدُ شَيْئٍٍ عِنْدِيْ وَ أَحَقُّ بِحَمْدِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَجِدُ سُبُلَ

selalu mengasihiku sehingga aku merasa tidak memiliki dosa sedikit pun. Dengan ini, Tuhanku adalah sesuatu yang lebih layak dipuji dan Ia lebih berhak terhadap pujianku. Ya Allah, kutemukan jalan-jalan

الْمَطَالِبِ إِلَيْكَ مُشْرَعَةً، وَ مَنَاهِلَ الرَّجَاءِ إِلَيْكَ مُتْرَعَةً، وَ الْإِسْتِعَانَةَ بِفَضْلِكَ لِمَنْ أَمَّلَكَ مُبَاحَةً، وَ

segala permohonan kepada-Mu terbentang, mata air harapan kepada-Mu penuh dengan air, meminta pertolongan kepada karunia-Mu bagi orang yang mengharapkan-Mu diperbolehkan, dan

أَبْوَابَ الدُّعَاءِ إِلَيْكَ لِلصَّارِخِيْنَ مَفْتُوْحَةً، وَ أَعْلَمُ أَنَّكَ لِلرَّاجِيْ (لِلرَّاجِيْنَ) بِمَوْضِعِ إِجَابَةٍ، وَ لِلْمَلْهُوْفِيْنَ

pintu-pintu doa kepada-Mu bagi orang-orang yang merintih terbuka. Dan aku mengetahui bahwa Engkau bagi yang berharap pasti mengabulkannya dan bagi yang tertimpa kesusahan

بِمَرْصَدِ إِغَاثَةٍ، وَ أَنَّ فِيْ اللَّهْفِ إِلَى جُوْدِكَ وَ الرِّضَى بِقَضَائِكَ عِوَضًا مِنْ مَنْعِ الْبَاخِلِيْنَ وَ مَنْدُوْحَةً

pasti menolongnya, (aku mengetahui) bahwa dalam merintih kepada kedermawanan-Mu dan menerima qadhâ`-Mu terdapat pengganti dari dari pelarangan orang-orang yang kikir dan kebebasan

عَمَّا فِيْ أَيْدِي الْمُسْتَأْثِرِيْنَ، وَ أَنَّ الرَّاحِلَ إِلَيْكَ قَرِيْبُ الْمَسَافَةِ، وَ أَنَّكَ لاَ تَحْتَجِبُ عَنْ خَلْقِكَ إِلاَّ أَنْ

dari (meminta) apa yang berada di tangan para pencinta dunia, dan (aku mengetahui) bahwa orang yang berjalan menuju-Mu dekat jarak (perjalanannya) dan Engkau tidak tersembunyi dari makhluk-Mu kecuali jika

تَحْجُبَهُمُ الْأَعْمَالُ دُوْنَكَ، وَ قَدْ قَصَدْتُ إِلَيْكَ بِطَلِبَتِيْ وَ تَوَجَّهْتُ إِلَيْكَ بِحَاجَتِيْ وَ جَعَلْتُ بِكَ اسْتِغَاثَتِيْ وَ

amalan-amalan yang mereka lakukan untuk selain-Mu yang menutupi (mata hati) mereka. (Kini) aku telah menuju-Mu dengan permohonanku ini, berangkat (menuju)-Mu dengan segala hajatku, kujadikan permintaan tolongku hanya kepada-Mu dan

بِدُعَائِكَ تَوَسُّلِيْ مِنْ غَيْرِ اسْتِحْقَاقٍ لِاسْتِمَاعِكَ مِنِّيْ وَ لاَ اسْتِيْجَابٍ لِعَفْوِكَ عَنِّيْ، بَلْ لِثِقَتِيْ بِكَرَمِكَ وَ

tawassulku hanya dengan menyeru-Mu, bukan karena aku berhak Engkau harus mendengarkan (seruan)ku dan aku menerima maaf-Mu, tetapi karena kepercayaanku terhadap karunia-Mu,

سُكُوْنِيْ إِلَى صِدْقِ وَعْدِكَ وَ لَجَإِيْ إِلَى الْإِيْمَانِ بِتَوْحِيْدِكَ وَ يَقِيْنِيْ (وَ ثِقَتِيْ) بِمَعْرِفَتِكَ مِنِّيْ أَنْ لاَ رَبَّ

ketenanganku terhadap kebenaran janji-Mu, bernaungku di bawah iman kepada keesaan-Mu, dan keyakinanku terhadap pengetahuanku tentang-Mu bahwa tiada Tuhan

لِيْ غَيْرُكَ وَ لاَ إِلَهَ (لِيْ) إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْقَائِلُ وَ قَوْلُكَ حَقٌّ وَ وَعْدُكَ

bagiku kecuali Engkau dan tiada Tuhan selain Engkau (yang) Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Mu. Ya Allah, Engkaulah yang telah berfirman-sedangkan firman-Mu adalah benar dan janji-Mu

صِدْقٌ، “وَ اسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا”، وَ لَيْسَ مِنْ صِفَاتِكَ يَا سَيِّدِيْ أَنْ تَأْمُرَ

adalah jujur-”Dan mohonlah kepada Allah dari karunia-Nya, sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian”. Dan bukanlah dari sifat-Mu, wahai Tuanku Engkau memerintahkan

بِالسُّؤَالِ وَ تَمْنَعَ الْعَطِيَّةَ، وَ أَنْتَ الْمَنَّانُ بِالْعَطِيَّاتِ عَلَى أَهْلِ مَمْلَكَتِكَ، وَ الْعَائِدُ عَلَيْهِمْ بِتَحَنُّنِ رَأْفَتِكَ،

untuk meminta, lalu Engkau enggan untuk memberi, sedangkan Engkau Maha Pemberi anugrah terhadap penghuni kerjaan-Mu dan pencurah kasih-sayang atas mereka.

إِلَهِيْ رَبَّيْتَنِيْ فِيْ نِعَمِكَ وَ إِحْسَانِكَ صَغِيْرًا وَ نَوَّهْتَ بِاسْمِيْ كَبِيْرًا، فَيَا مَنْ رَبَّانِيْ فِي الدُّنْيَا بِإِحْسَانِهِ

Ya Ilahi, Engkau telah mendidikku dalam kenikmatan dan kebaikan-Mu ketika aku masih kecil dan memuji namaku ketika aku sudah besar. Maka, wahai Yang telah mendidikku di dunia ini dengan kebaikan,

وَ تَفَضُّلِهِ وَ نِعَمِهِ وَ أَشَارَ لِيْ فِي الْآخِرَةِ إِلَى عَفْوِهِ وَ كَرَمِهِ، مَعْرِفَتِيْ يَا مَوْلاَيَ دَلِيْلِيْ (دَلَّتْنِيْ) عَلَيْكَ

karunia, dan nikmat-Nya dan menunjukkan kepadaku di akhirat ampunan dan kemurahan-Nya, makrifahku, wahai Junjunganku adalah petunjukku menuju-Mu dan

وَ حُبِّي لَكَ شَفِيْعِيْ إِلَيْكَ وَ أَنَا وَاثِقٌ مِنْ دَلِيْلِيْ بِدَلاَلَتِكَ وَ سَاكِنٌ مِنْ شَفِيْعِيْ إِلَى شَفَاعَتِكَ، أَدْعُوْكَ يَا

kecintaanku kepada-Mu adalah penyafaatku kepada-Mu, sedangkan aku percaya kepada petunjukku itu dengan penunjukan-Mu dan percaya kepada penyafaatku (bahwa ia akan mengantarkanku ke) syafaat-Mu. Aku menyeru-Mu, wahai

سَيِّدِيْ بِلِسَانٍ قَدْ أَخْرَسَهُ ذَنْبُهُ، رَبِّ أُنَاجِيْكَ بِقَلْبٍ قَدْ أَوْبَقَهُ جُرْمُهُ، أَدْعُوْكَ يَا رَبِّ رَاهِبًا رَاغِبًا رَاجِيًا

Junjunganku dengan lidah yang telah dibisukan oleh dosanya, Rabbi, aku bermunajat kepada-Mu dengan hati yang telah dicelakakan oleh kejahatannya, aku menyeru-Mu dalam keadaan takut, berkeinginan, berharap,

خَائِفًا، إِذَا رَأَيْتُ مَوْلاَيَ ذُنُوْبِيْ فَزِعْتُ وَ إِذَا رَأَيْتُ كَرَمَكَ طَمِعْتُ، فَإِنْ عَفَوْتَ فَخَيْرُ رَاحِمٍ وَ إِنْ

dan khawatir. Jika aku melihat dosa-dosaku wahai Junjunganku, aku menjadi takut dan jika melihat kemurahan-Mu, aku masih berharap. Jika Engkau memaafkanku, maka Engkau adalah sebaik-baik penyayang dan jika

عَذَّبْتَ فَغَيْرُ ظَالِمٍ، حُجَّتِيْ يَا اَللهُ فِيْ جُرْأَتِيْ عَلَى مَسْأَلَتِكَ مَعَ إِتْيَانِيْ مَا تَكْرَهُ جُوْدُكَ وَ كَرَمُكَ، وَ

Engkau menyiksaku, maka Engkau tidak berbuat zalim. Alasanku, ya Allah sehingga aku berani memohon kepada-Mu padahal aku telah mengerjakan segala yang Kau benci adalah kedermawanan dan kemurahan-mu, dan

عُدَّتِيْ فِيْ شِدَّتِيْ مَعَ قِلَّةِ حَيَائِيْ رَأْفَتُكَ وَ رَحْمَتُكَ، وَ قَدْ رَجَوْتُ أَنْ لاَ تَخِيْبَ بَيْنَ ذَيْنِ وَ ذَيْنِ مُنْيَتِيْ،

bekalku ketika aku ditimpa kesengsaraan padahal rasa maluku sedikit adalah kasih-sayang dan rahmat-Mu. Dan aku berharap; jangan Kau sia-siakan harapanku dengan semua pelanggaran dan ketidakmaluanku itu.

فَحَقِّقْ رَجَائِيْ وَ اسْمَعْ دُعَائِيْ يَا خَيْرَ مَنْ دَعَاهُ دَاعٍ وَ أَفْضَلَ مَنْ رَجَاهُ رَاجٍ، عَظُمَ يَا سَيِّدِيْ أَمَلِيْ وَ

Wujudkanlah harapanku dan dengarkanlah seruanku, wahai Sebaik-baik Dzat yang dapat diseru oleh penyeru dan diharapkan oleh pengharap. Sangat besar, wahai Tuanku harapanku dan

سَاءَ عَمَلِيْ، فَأَعْطِنِيْ مِنْ عَفْوِكَ بِمِقْدَارِ أَمَلِيْ وَ لاَ تُؤَاخِذْنِي بِأَسْوَإِ عَمَلِيْ، فَإِنَّ كَرَمَكَ يَجِلُّ عَنْ

sungguh jelek kelakukanku. Maka, anugrahkan kepadaku maaf-Mu sebesar harapanku dan jangan Kau siksa aku karena kelakukanku yang jelek. Karena kemurahan-Mu lebih agung daripada

مُجَازَاةِ الْمُذْنِبِيْنَ وَ حِلْمَكَ يَكْبُرُ عَنْ مُكَافَاةِ الْمُقَصِّرِيْنَ، وَ أَنَا يَا سَيِّدِيْ عَائِذٌ بِفَضْلِكَ هَارِبٌ مِنْكَ إِلَيْكَ

Engkau harus menyiksa orang-orang yang berdosa dan kesabaran-Mu lebih besar daripada Engkau harus membalas orang-orang yang bersalah. Dan aku, wahai Tuanku berlindung kepada karunia-Mu, lari dari-Mu menuju-Mu,

مُتَنَجِّزٌ مَا وَعَدْتَ مِنَ الصَّفْحِ عَمَّنْ أَحْسَنَ بِكَ ظَنًّا، وَ مَا أَنَا يَا رَبِّ وَ مَا خَطَرِيْ هَبْنِيْ بِفَضْلِكَ وَ

(dan menunggu) janji maaf-Mu atas orang yang berbaik sangka kepada-Mu terlaksana. Apalah aku, wahai Tuhanku dan apa pula kemampuanku? Anugrahkan padaku karunia-Mu dan

تَصَدَّقْ عَلَيَّ بِعَفْوِكَ، أَيْ رَبِّ جَلِّلْنِيْ بِسَتْرِكَ وَ اعْفُ عَنْ تَوْبِيْخِيْ بِكَرَمِ وَجْهِكَ، فَلَوِ اطَّلَعَ الْيَوْمَ عَلَى

bersedekahlah padaku dengan maaf-Mu. Wahai Tuhanku, agungkan agung dengan Engkau memnutupi (cela dan dosa)ku dan maafkan dosa-dosaku demi kemurahan-Mu. Seandainya pada hari ini

ذَنْبِيْ غَيْرُكَ مَا فَعَلْتُهُ، وَ لَوْ خِفْتُ تَعْجِيْلَ الْعُقُوْبَةِ لَاجْتَنَبْتُهُ، لاَ لِأَنَّكَ أَهْوَنُ النَّاظِرِيْنَ (إِلَيَّ) وَ أَخَفُّ

orang selain-Mu mengetahui perbuatan dosaku, niscaya aku tidak akan melakukannya dan seandainya aku takut akan siksa, niscaya aku akan menjauhinya, bukan (dengan demikian itu) karena Engkau tidak mampu melihat dan

الْمُطَّلِعِيْنَ (عَلَيَّ)، بَلْ لِأَنَّكَ يَا رَبِّ خَيْرُ السَّاتِرِيْنَ وَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِيْنَ وَ أَكْرَمُ الْأَكْرَمِيْنَ، سَتَّارُ الْعُيُوْبِ

mengetahui, bahkan karena Engkau, wahai Tuhanku adalah sebaik-baik penutup (dosa), sebaik-baik penguasa, sebaik-baik Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Penutup cela,

غَفَّارُ الذُّنُوْبِ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، تَسْتُرُ الذَّنْبَ بِكَرَمِكَ وَ تُؤَخِّرُ الْعُقُوْبَةَ بِحِلْمِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى حِلْمِكَ

Maha Pengampun dosa, Maha Mengetahui yang ghaib; Engkau menutupi dosa karena kemurahan-Mu dan menunda siksa karena kesabaran-Mu. Maka, segala puji bagi-Mu atas kesabaran-Mu

بَعْدَ عِلْمِكَ وَ عَلَى عَفْوِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ، وَ يَحْمِلُنِيْ وَ يُجَرِّئُنِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ حِلْمُكَ عَنِّيْ وَ يَدْعُوْنِيْ

setelah dan atas maaf-Mu setelah berkuasa-Mu. Mendorongku dan memberanikanku untuk bermaksiat kepada-Mu kesabaran-Mu terhadapku, mengajakku

إِلَى قِلَّةِ الْحَيَاءِ سَتْرُكَ عَلَيَّ وَ يُسْرِعُنِيْ إِلَى التَّوَثُّبِ عَلَى مَحَارِمِكَ مَعْرِفَتِيْ بِسَعَةِ رَحْمَتِكَ وَ عَظِيْمِ

untuk tidak memiliki rasa malu penutupan-Mu (terhadap cela)ku, dan merangsangku untuk melanggar segala larangan-Mu pengetahuanku akan luasnya rahmat-Mu dan agungnya

عَفْوِكَ، يَا حَلِيْمُ يَا كَرِيْمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا غَافِرَ الذَّنْبِ يَا قَابِلَ التَّوْبِ يَا عَظِيْمَ الْمَنِّ يَا قَدِيْمَ الْإِحْسَانِ،

maaf-Mu. Wahai Yang Maha Penyabar, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Pengampun dosa, wahai Penerima taubat, wahai Yang agung anugrah-Mu, wahai Yang qadim kebaikan-Mu,

أَيْنَ سَتْرُكَ الْجَمِيْلُ، أَيْنَ عَفْوُكَ الْجَلِيْلُ، أَيْنَ فَرَجُكَ الْقَرِيْبُ، أَيْنَ غِيَاثُكَ السَّرِيْعُ، أَيْنَ رَحْمَتُكَ

manakah penutupan-Mu (terhadap segala dosa) yang indah itu? Manakah maaf-Mu yang agung itu? Manakah faraj -Mu yang dekat itu? Manakah pertolongan-Mu yang cepat itu? Manakah rahmat-Mu

الْوَاسِعَةُ، أَيْنَ عَطَايَاكَ الْفَاضِلَةُ، أَيْنَ مَوَاهِبُكَ الْهَنِيْئَةُ، أَيْنَ صَنَائِعُكَ السَّنِيَّةُ، أَيْنَ فَضْلُكَ الْعَظِيْمُ، أَيْنَ

yang luas itu? Manakah pemberian-pemberian-Mu yang mulia itu? Manakah anugrah-anugrah-Mu yang mudah itu? Manakah perbuatan-perbuatan baik-Mu yang mulia itu? Manakah karunia-Mu yang agung itu? Manakah

مَنُّكَ الْجَسِيْمُ، أَيْنَ إِحْسَانُكَ الْقَدِيْمُ، أَيْنَ كَرَمُكَ، يَا كَرِيْمُ، بِهِ (وَ بِمُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ) فَاسْتَنْقِذْنِيْ، وَ

karunia-Mu yang agung itu? Manakah kebaikan-Mu yang qadîm itu? Manakah kemurahan-Mu, wahai Yang Maha Pemurah. Demi kemurahan itu (dan demi Muhammad dan keluarga Muhammad) selamatkanlah aku dan

بِرَحْمَتِكَ فَخَلِّصْنِيْ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُفْضِلُ، لَسْتُ أَتَّكِلُ فِي النَّجَاةِ مِنْ عِقَابِكَ عَلَى

demi rahmat-Mu lepaskanlah aku (dari segala derita dan celaka). Wahai Yang Maha Berbuat Baik, wahai Penganugrah keindahan, wahai Yang Maha memberi nikmat, wahai Yang Maha memberi anugrah, aku tidak bertumpu dalam mencari keselamatan dari siksa-mu kepada

أَعْمَالِنَا، بَلْ بِفَضْلِكَ عَلَيْنَا، لِأَنَّكَ أَهْلُ التَّقْوَى وَ أَهْلُ الْمَغْفِرَةِ، تُبْدِئُ بِالْإِحْسَانِ نِعَمًا وَ تَعْفُوْ عَنِ الذَّنْبِ

amalan-amalanku, akan tetapi hal itu dengan karunia-Mu terhadap kami. Karena Engkau layak untuk ditakuti dan layak untuk mengampuni. Engkau memulai dengan berbuat kebaikan sebagai nikmat dan memaafkan doa

كَرَمًا، فَمَا نَدْرِيْ مَا نَشْكُرُ، أَجَمِيْلَ مَا تَنْشُرُ أَمْ قَبِيْحَ مَا تَسْتُرُ، أَمْ عَظِيْمَ مَا أَبْلَيْتَ وَ أَوْلَيْتَ أَمْ كَثِيْرَ

sebagai kemurahan. Maka, kami tidak tahu apa yang harus kami syukuri? Apakah kebaikan yang Kau tebarkan, keburukan yang Kau tutupi, agungnya ujian yang Kau timpakan dan Kau menangkan (kami atasnya) ataukah banyaknya

مَا مِنْهُ نَجَّيْتَ وَ عَافَيْتَ، يَا حَبِيْبَ مَنْ تَحَبَّبَ إِلَيْكَ وَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ مَنْ لاَذَ بِكَ وَ انْقَطَعَ إِلَيْكَ، أَنْتَ

malapetaka yang telah Kau selamatkan? Wahai Kekasih orang yang mencintai-Mu dan wahai Kebahagiaan orang yang berlindung kepada-Mu dan menyatu dengan-Mu, Engkau adalah

الْمُحْسِنُ وَ نَحْنُ الْمُسِيْئُوْنَ، فَتَجَاوَزْ يَا رَبِّ عَنْ قَبِيْحِ مَا عِنْدَنَا بِجَمِيْلِ مَا عِنْدَكَ، وَ أَيُّ جَهْلٍ يَا رَبِّ

Dzat yang selalu berbuat kebaikan dan kami adalah orang-orang yang selalu berbuat kejelekan, ampunilah ya Rabbi keburukan yang ada pada kami dengan keindahan (baca : keabikan) yang ada pada Diri-Mu. Kebodohan manakah ya Rabbi

لاَ يَسَعُهُ جُوْدُكَ، أَوْ أَيُّ زَمَانٍ أَطْوَلُ مِنْ أَنَاتِكَ وَ مَا قَدْرُ أَعْمَالِنَا فِيْ جَنْبِ نِعَمِكَ، وَ كَيْفَ نَسْتَكْثِرُ

yang tidak diliputi oleh kedermawanan-Mu atau wakatu mamnakh yang lebih panjang dari kesabaran-Mu? Apalah harga amalan-amalan kami dibandingkan dengan seluruh nikmat-Mu dan bagaimanakah kami memperbanyak

أَعْمَالاً نُقَابِلُ بِهَا كَرَمَكَ (كَرَامَتَكَ)، بَلْ كَيْفَ يَضِيْقُ عَلَى الْمُذْنِبِيْنَ مَا وَسِعَهُمْ مِنْ رَحْمَتِكَ، يَا وَاسِعَ

amalan yang dengannya kami dapat membalsa kemurahan-Mu? Bahkan, bagaimana mungkin sesuatu yang diliputi oleh rahmat-Mu akan sempit bagi orang-orang yang berdoa? Wahai Yang Maha Luas

الْمَغْفِرَةِ يَا بَاسِطَ الْيَدَيْنِ بِالرَّحْمَةِ، فَوَ عِزَّتِكَ يَا سَيِّدِيْ، لَوْ نَهَرْتَنِيْ مَا بَرِحْتُ مِنْ بَابِكَ وَ لاَ كَفَفْتُ

ampunan-Nya, wahai Yang membentangkan kedua tanagan-Nya dengan rahmat, demi kemuliaan-Mu, wahai Junjunganku, jika Kau campakkan aku, aku tidak akan hengkang dari pintu-Mu dan tidak akan berhenti

عَنْ تَمَلُّقِكَ لِمَا انْتَهَى إِلَيَّ مِنَ الْمَعْرِفَةِ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ وَ أَنْتَ الْفَاعِلُ لِمَا تَشَاءُ، تُعَذِّبُ مَنْ تَشَاءُ بِمَا

dari memohon kepada-Mu, karena aku telah mengetahui kedermawanan dan kemurahan-Mu; Engkau akan menyiksa orang yang Kau kehendaki dengan apa

تَشَاءُ كَيْفَ تَشَاءُ وَ تَرْحَمُ مَنْ تَشَاءُ بِمَا تَشَاءُ كَيْفَ تَشَاءُ، لاَ تُسْأَلُ عَنْ فِعْلِكَ وَ لاَ تُنَازَعُ فِيْ مُلْكِكَ وَ

yang Kau kehendaki dan bagaimana pun Kau kehendaki, dan mengasihani orang yang Kau kehendaki dengan apa yang Kau kehendaki dan bagaimana pun Kau kehendaki. Engkau tidak dipertanyakan tentang perlakuan-Mu, Engkau tidak ditentang dalam kerajaan-Mu,

لاَ تُشَارَكُ فِيْ أَمْرِكَ وَ لاَ تُضَادُّ فِيْ حُكْمِكَ وَ لاَ يَعْتَرِضُ عَلَيْكَ أَحَدٌ فِيْ تَدْبِيْرِكَ، لَكَ الْخَلْقُ وَ

Engkau tidak dipersekutui dalam perintah-Mu, Engkau tidak dibantah dalam hukum-Mu, dan seorang pun tidak akan memprotes-Mu tentang pengaturan-Mu. Hanya bagi-Mu penciptaan dan

الْأَمْرُ، تَبَارَكَ اَللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، يَا رَبِّ هَذَا مَقَامُ مَنْ لاَذَ بِكَ وَ اسْتَجَارَ بِكَرَمِكَ وَ أَلِفَ إِحْسَانَكَ وَ

perintah. Maha Agung Allah Tuhan semesta alam. Wahai Tuhanku, ini adalah kedudukan orang yang berlindung kepada-Mu, meminta pertolongan kepada kemurahan-Mu, dan sudah terbiasa dengan kebaikan dan

نِعَمَكَ، وَ أَنْتَ الْجَوََّادُ الَّذِيْ لاَ يَضِيْقُ عَفْوُكَ وَ لاَ يَنْقُصُ فَضْلُكَ وَ لاَ تَقِلُّ رَحْمَتُكَ وَ قَدْ تَوَثَّقْنَا مِنْكَ

nikmat-nikmat-Mu, sedangkan Engkau adalah Maha Dermawan yang tidak sempit ampunan-Mu, tidak terkurangi karunia-Mu, dan tidak menyedikit rahmat-Mu, dan kami telah percaya kepada-Mu

بِالصَّفْحِ الْقَدِيْمِ وَ الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ وَ الرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ، أَفَتَرَاكَ يَا رَبِّ تُخْلِفُ ظُنُوْنَنَا أَوْ تُخَيِّبُ آمَالَنَا،

akan ampunan-Mu yang qadîm karunia-Mu yang agung, dan rahmat-Mu yang luas. Apakah mungkin Engkau akan mengingkari persangkaan kami atau menyia-siakan harapan-harapan kami?

كَلاَّ يَا كَرِيْمُ، فَلَيْسَ هَذَا ظَنُّنَا بِكَ وَ لاَ هَذَا فِيْكَ طَمَعَنَا (طَمَعُنَا)، يَا رَبِّ إِنَّ لَنَا فِيْكَ أَمَلاً طَوِيْلاً

Tidak mungkin, wahai Yang Maha Pemurah. Ini bukanlah persangkaan kami terhadap-mu dan bukan juga keinginan kami! Ya Rabbi, sesungguhnya kami memiliki harapan dari-Mu yang panjang

كَثِيْرًا، إِنَّ لَنَا فِيْكَ رَجَاءً عَظِيْمًا، عَصَيْنَاكَ وَ نَحْنُ نَرْجُوْ أَنْ تَسْتُرَ عَلَيْنَا وَ دَعَوْنَاكَ وَ نَحْنُ نَرْجُوْ

nan banyak, sesungguhnya kami memiliki keinginan yang besar dari-Mu. Kami bermaksiat kepada-Mu dan kami masih mengharapkan agar Engkau menutupinya, dankami menyeru-Mu dan kami masih mengharapkan

أَنْ تَسْتَجِيْبَ لَنَا، فَحَقِّقْ رَجَاءَنَا مَوْلاَنَا، فَقَدْ عَلِمْنَا مَا نَسْتَوْجِبُ بِأَعْمَالِنَا، وَ لَكِنْ عِلْمُكَ فِيْنَا وَ عِلْمُنَا

agar Engkau mengabulkannya. Maka, wujudkanlah harapan kami itu, wahai Junjungan kami. Dan kami mengetahui bahwa kami tidak berhak (atas itu semua) dengan amalan-amalan kami, akan tetapi, (hal itu karena) pengetahuan-Mu terhadap kami dan keyakinan kami

بِأَنَّكَ لاَ تَصْرِفُنَا عَنْكَ وَ إِنْ كُنَّا غَيْرَ مُسْتَوْجِبِيْنَ لِرَحْمَتِكَ، فَأَنْتَ أَهْلٌ أَنْ تَجُوْدَ عَلَيْنَا وَ عَلَى الْمُذْنِبِيْنَ

bahwa Engkau tidak akan menyingkirkan kami dari-Mu meskipun kami tidak berhak mendapatkan rahmat-Mu. Engkau sangat layak untuk memberikan anugrah kepada kami dan kepada orang-orang yang berdosa

بِفَضْلِ سَعَتِكَ، فَامْنُنْ عَلَيْنَا بِمَا أَنْتَ أَهْلُهُ وَ جُدْ عَلَيْنَا، فَإِنَّا مُحْتَاجُوْنَ إِلَى نَيْلِكَ، يَا غَفَّارُ بِنُوْرِكَ

demi karunia-Mu yang luas. Maka, curahkanlah karunia-Mu atas kami dengan apa yang layak bagi-Mu dan limpahkanlah kedermawanan-Mu atas kami, karena kami memerlukan karnia-Mu. Wahai Yang Maha Pengampu, hanya dengan nur-Mu

اهْتَدَيْنَا وَ بِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَ بِنِعْمَتِكَ أَصْبَحْنَا وَ أَمْسَيْنَا، ذُنُوْبُنَا بَيْنَ يَدَيْكَ نَسْتَغْفِرُكَ اَللَّهُمَّ مِنْهَا وَ

kami mendapatkan petunjuk, hanya dengan anugrah-Mu kami merasa cukup, dan hanya dengan nikmat-Mu kami menjalani hari-hari kami. Ya Allah, di haribaan-Mu kami meminta ampun atas dosa-dosa kami dan

نَتُوْبُ إِلَيْكَ، تَتَحَبَّبُ إِلَيْنَا بِالنِّعَمِ وَ نُعَارِضُكَ بِالذُّنُوْبِ، خَيْرُكَ إِلَيْنَا نَازِلٌ وَ شَرُّنَا إِلَيْكَ صَاعِدٌ، وَ لَمْ

bertaubat kepada-Mu. Engkau mengasihi kami dengan (mengucurkan) segala nikmat dan kami menentang-Mu dengan dengan dosa-dosa. Kebaikan-Mu selalu turun atas kami dan kejahatan kami selalu naik kepada-Mu, dan

يَزَلْ وَ لاَ يَزَالُ مَلَكٌ كَرِيْمٌ يَأْتِيكَ عَنَّا بِعَمَلٍ قَبِيْحٍ، فَلاَ يَمْنَعُكَ ذَلِكَ مِنْ أَنْ تَحُوْطَنَا بِنِعَمِكَ وَ تَتَفَضَّلَ

malaikat yang mulia selalu mendatangi-Mu dengan amalan-amalan kami yang buruk. Akan tetapi, itu semua tidak mencegah-Mu untuk selalu melimpahkan nikmat-Mu atas kami dan mencurahkan

عَلَيْنَا بِآلاَئِكَ، فَسُبْحَانَكَ مَا أَحْلَمَكَ وَ أَعْظَمَكَ وَ أَكْرَمَكَ مُبْدِئًا وَ مُعِيْدًا، تَقَدَّسَتْ أَسْمَاؤُكَ وَ جَلَّ ثَنَاؤُكَ

karunia-karunia-Mu atas kami. Maha Suci Engkau, alangkah penyabarnya Engkau, alangkah agungnya Engkau, dan alangkah pemurahnya Engkau dari sejak awal hingga akhir (penciptaan). Suci asmâ-Mu, agung pujian-Mu,

وَ كَرُمَ صَنَائِعُكَ وَ فِعَالُكَ، أَنْتَ إِلَهِيْ أَوْسَعُ فَضْلاً وَ أَعْظَمُ حِلْمًا مِنْ أَنْ تُقَايِسَنِيْ بِفِعْلِيْ وَ خَطِيْئَتِيْ،

dan mulia segala perlakuan-Mu. Anugrah-Mu, ya Ilahi lebih luas dan kesabaran-Mu lebih agung daripada Engkau harus membandingkanku dengan perlakukan dan dosaku.


فَالْعَفْوَ الْعَفْوَ الْعَفْوَ سَيِّدِيْ سَيِّدِيْ سَيِّدِيْ، اَللَّهُمَّ اشْغَلْنَا بِذِكْرِكَ، وَ أَعِذْنَا مِنْ سَخَطِكَ، وَ أَجِرْنَا مِنْ

Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, wahai Tuanku, wahai Tuanku, wahai tuanku. Ya Allah, sibukkanlah kami dengan mengingat-Mu, lindungilah dari murka-Mu, naungilah kami dari

عَذَابِكَ، وَ ارْزُقْنَا مِنْ مَوَاهِبِكَ، وَ أَنْعِمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَ ارْزُقْنَا حَجَّ بَيْتِكَ وَ زِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ

siksa-Mu, limpahkanlah rezeki kepada kami dari anugrah-anugrah-Mu, curahkanlah nikmat atas kami dari karunia-Mu, berikanlah kepada kesempatan untuk berhaji ke rumah-Mu yang suci dan menziarahi kuburan Nabi-Mu,

صَلَوَاتُكَ وَ رَحْمَتُكَ وَ مَغْفِرَتُكَ وَ رِضْوَانُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ، وَ ارْزُقْنَا

semoga shalawat, rahmat, ampunan, dan keridhaan-Mu senantiasa tercurahkan atasnya dan atas Ahlulbaitnya; sesungguhnya Engkau Maha Dekat nan Mengabulkan, anugrahkan kepada kami (kekuatan) untuk

عَمَلاً بِطَاعَتِكَ، وَ تَوَفَّنَا عَلَى مِلَّتِكَ وَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَ

mengamalkan ketaatan kepada-Mu, dan wafatkanlah kami atas agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu SAWW. Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan

ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا، اِجْزِهِمَا بِالْإِحْسَانِ إِحْسَانًا وَ بِالسَّيِّئَاتِ غُفْرَانًا، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ

rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu aku masih kecil. Balaslah kebajikan mereka dengan kabjikan dan kejelekan mereka dengan ampunan. Ya Allah, ampunilah Mukminin dan

الْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ وَ تَابِعْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ (فِي الْخَيْرَاتِ)، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَ

Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati dan hubungkanlah kami dengan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, ampunilah orang kami (baca : kerabat-kerabat kami) yang masih hidup dan

مَيِّتِنَا وَ شَاهِدِنَا وَ غَائِبِنَا ذَكَرِنَا وَ أُنْثَانَا (إِنَاثِنَا) صَغِيْرِنَا وَ كَبِيْرِنَا حُرِّنَا وَ مَمْلُوْكِنَا، كَذَبَ الْعَادِلُوْنَ

yang sudah meninggal, yang hadir sekarang dan yang tidak ada di hadapan kami, yang lelaki dan yang perempuan, yang masih kecil dan yang sudah tua, yang merdeka dan yang menjadi budak; telah berbohong orang-orang yang kembali dari

بِاللَّهِ وَ ضَلُّوْا ضَلاَلاً بَعِيْدًا وَ خَسِرُوْا خُسْرَانًا مُبِيْنًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اخْتِمْ لِيْ

(agama) Allah, sesat sesesat-sesatnya, dan merugi serugi-ruginya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, tutuplah (umur)ku

بِخَيْرٍ، وَ اكْفِنِيْ مَا أَهَمَّنِيْ مِنْ أَمْرِ دُنْيَايَ وَ آخِرَتِيْ، وَ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيَّ مَنْ لاَ يَرْحَمُنِيْ، وَ اجْعَلْ عَلَيَّ

dengan kebaikan, cukupkanlah bagiku urusan dunia dan akhiratku yang sangat kuperlukan, jangan Kau kuasakan atasku orang yang tidak mengasihaniku, jadikan untukku

مِنْكَ وَاقِيَةً بَاقِيَةً، وَ لاَ تَسْلُبْنِيْ صَالِحَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ، وَ ارْزُقْنِيْ مِنْ فَضْلِكَ رِزْقًا وَاسِعًا حَلاَلاً

dari-Mu penjagaan yang abadi, jangan Kau cabut dariku nikmat baik yang telah Kau limpahkan padaku, anugrahkan padaku rezeki yang lapang, halall, dan

طَيِّبًا، اَللَّهُمَّ احْرُسْنِيْ بِحَرَاسَتِكَ، وَ احْفَظْنِيْ بِحِفْظِكَ، وَ اكْلَأْنِيْ بِكِلاءَتِكَ، وَ ارْزُقْنِيْ حِجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ

baik. Ya Allah, lindungilah aku dengan perlindungan-Mu, jagalah aku dengan penjagaan-Mu, peliharalah aku dengan peliharaan-Mu, berilah padaku anugrah berhaji ke rumah-Mu yang suci,

فِيْ عَامِنَا هَذَا وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ وَ زِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ وَ الْأَئِمَّةِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ، وَ لاَ تُخْلِنِيْ يَا رَبِّ مِنْ تِلْكَ

di tahunku ini dan setiap tahun, dan berziarah ke kuburan Nabi-Mu dan para imam as, dan jangan Kau halangi aku dari

الْمَشَاهِدِ الشَّرِيْفَةِ وَ الْمَوَاقِفِ الْكَرِيْمَةِ، اَللَّهُمَّ تُبْ عَلَيَّ حَتَّى لاَ أَعْصِيَكَ، وَ أَلْهِمْنِي الْخَيْرَ وَ الْعَمَلَ بِهِ

Makam dan tempat-tempat suci itu. Ya Allah, terimalah taubatku sehingga aku tidak bermaksiat kepada-Mu dan ilhamkan padaku kebaikan dan mengamalkannya,

وَ خَشْيَتَكَ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ مَا أَبْقَيْتَنِيْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ كُلَّمَا قُلْتُ قَدْ تَهَيَّأْتُ وَ تَعَبَّأْتُ

serta rasa takut pada-Mu di waktu malam dan siang selama Engkau masih memberikan hidup padaku, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, setiap kali aku berkata pada diriku, “Sekarang aku telah siap untuk melakukan ketaatan

(تَعَبَّيْتُ) وَ قُمْتُ لِلصَّلاَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ وَ نَاجَيْتُكَ أَلْقَيْتَ عَلَيَّ نُعَاسًا إِذَا أَنَا صَلَّيْتُ، وَ سَلَبْتَنِيْ مُنَاجَاتَكَ إِذَا

dan berdiri untuk mengerjakan shalat di hadapan-Mu dan bermunajat kepada-Mu”, Engkau mendatangkan rasa kantuk jika aku mau mengerjakan dan mencabut dariku (kelezatan) bermunajat kepada-Mu jika

أَنَا نَاجَيْتُ، مَا لِيْ كُلَّمَا قُلْتُ قَدْ صَلَحَتْ سَرِيْرَتِيْ وَ قَرُبَ مِنْ مَجَالِسِ التَّوَّابِيْنَ مَجْلِسِيْ عَرَضَتْ لِيْ

aku bermunajat kepada-Mu. Apa gerangan yang terjadi pada diriku? Setiap kali kukatakan pada diriku, “Batinku telah baik dan hatiku telah mendekat kepada kelompok orang-orang yang ingin bertaubat”, bencana menimpaku

بَلِيَّةٌ أَزَالَتْ قَدَمِيْ وَ حَالَتْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ خِدْمَتِكَ، سَيِّدِي لَعَلَّكَ عَنْ بَابِكَ طَرَدْتَنِيْ وَ عَنْ خِدْمَتِكَ

yang membuat kakiku tergelincir dan menghalangiku dari berkhidmat kepada-Mu. Tuanku, mungkin dari pintu-Mu Engkau telah mencampakkanku dan dari (kelayakan) berkhidmat kepada-Mu

نَحَّيْتَنِي، أَوْ لَعَلَّكَ رَأَيْتَنِيْ مُسْتَخِفّا بِحَقِّكَ فَأَقْصَيْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ رَأَيْتَنِي مُعْرِضًا عَنْكَ فَقَلَيْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ

Engkau telah mengusirku? Atau mungkin Engkau melihatku telah meremehkan hak-Mu, lalu Kau campakkan aku? Atau mungkin Engkau melihatku berpaling dari-Mu, lalu Kau murka padaku? Atau mungkin

وَجَدْتَنِيْ فِيْ مَقَامِ الْكَاذِبِيْنَ فَرَفَضْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ رَأَيْتَنِيْ غَيْرَ شَاكِرٍ لِنَعْمَائِكَ فَحَرَمْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ

Engkau menemukanku di antara para pembohong, lalu Kau usir aku? Atau mungkin Engkau melihatku tidak bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, lalu halangi aku? Atau mungkin

فَقَدْتَنِيْ مِنْ مَجَالِسِ الْعُلَمَاءِ فَخَذَلْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ رَأَيْتَنِيْ فِي الْغَافِلِيْنَ فَمِنْ رَحْمَتِكَ آيَسْتَنِي، أَوْ لَعَلَّكَ

Engkau tidak menemukanku di tengah-tengah kelompok para ulama, lalu Kau hinakan aku? Atau mungkin Engkau melihatku di antara orang-orang yang lupa (terhadap diri mereka), lalu Kau putus-asakan aku dari rahmat-Mu? Atau mungkin

رَأَيْتَنِيْ آلِفَ مَجَالِسِ الْبَطَّالِيْنَ فَبَيْنِيْ وَ بَيْنَهُمْ خَلَّيْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ لَمْ تُحِبَّ أَنْ تَسْمَعَ دُعَائِيْ فَبَاعَدْتَنِيْ، أَوْ

Engkau melihatku terbiasa (berada di tengah-tengah) kelompok orang-orang yang senang kebatilan, lalu Kau biarkan berada di antara mereka? Atau mungkin Engkau tidak senang untuk mendengarkan seruanku, lalu Kau jauhi aku? Atau

لَعَلَّكَ بِجُرْمِيْ وَ جَرِيْرَتِيْ كَافَيْتَنِيْ، أَوْ لَعَلَّكَ بِقِلَّةِ حَيَائِيْ مِنْكَ جَازَيْتَنِيْ، فَإِنْ عَفَوْتَ يَا رَبِّ فَطَالَمَا

mungkin karena kejahatan dan dosaku Engkau menyiksaku? Atau mungkin karena sedikitnya rasa maluku Engkau membalasku? Jika engkau memaafkanku, ya Rabbi, telah sering

عَفَوْتَ عَنِ الْمُذْنِبِينَ قَبْلِيْ، لِأَنَّ كَرَمَكَ أَيْ رَبِّ يَجِلُّ عَنْ مُكَافَاةِ الْمُقَصِّرِيْنَ، وَ أَنَا عَائِذٌ بِفَضْلِكَ

Engkau memaafkan orang-orang berdosa sebelumku, karena kemurahan-Mu, ya Rabbi, lebih agung daripada harus menyiksa orang-orang yang bersalah. Dan aku berlindung kepada anugrah-Mu,

هَارِبٌ مِنْكَ إِلَيْكَ مُتَنَجِّزٌ مَا وَعَدْتَ مِنَ الصَّفْحِ عَمَّنْ أَحْسَنَ بِكَ ظَنًّا، إِلَهِيْ أَنْتَ أَوْسَعُ فَضْلاً وَ أَعْظَمُ

melarikan diri dari-Mu menuju haribaan-Mu, (menunggu) ampunan yang telah Kau janjikan kepada orang yang berbaik sangka kepada-Mu terlaksana. Ya Ilahi, anugrah-Mu lebih luas dan kesabaran-Mu lebih agung

حِلْمًا مِنْ أَنْ تُقَايِسَنِيْ بِعَمَلِيْ أَوْ أَنْ تَسْتَزِلَّنِيْ بِخَطِيْئَتِيْ، وَ مَا أَنَا يَا سَيِّدِيْ وَ مَا خَطَرِيْ، هَبْنِيْ

daripada harus membandingkanku dengan amalanku atau membuatku tergelincir (ke dalam jurang siksa) karena kesalahanku. Apa yang dapat kuperbuat, wahai Tuanku? Kucurkan atasku

بِفَضْلِكَ سَيِّدِيْ وَ تَصَدَّقْ عَلَيَّ بِعَفْوِكَ، وَ جَلِّلْنِيْ بِسَتْرِكَ، وَ اعْفُ عَنْ تَوْبِيْخِيْ بِكَرَمِ وَجْهِكَ، سَيِّدِيْ

anugrah-Mu, wahai Tuanku, bersedekahlah padaku dengan maaf-Mu, agungkan aku dengan Engkau menutupi (dosa)ku, dan hindarilah untuk mencelaku demi kemuliaan Dzat-Mu. Wahai Tuanku,

أَنَا الصَّغِيْرُ الَّذِيْ رَبَّيْتَهُ، وَ أَنَا الْجَاهِلُ الَّذِيْ عَلَّمْتَهُ، وَ أَنَا الضَّالُّ الَّذِيْ هَدَيْتَهُ، وَ أَنَا الْوَضِيْعُ الَّذِيْ

akulah orang kecil yang telah Kau didik, akulah orang bodoh yang telah Kau ajari, akulah orang sesat yang telah Kau berikan petunjuk, akulah orang hina yang

رَفَعْتَهُ، وَ أَنَا الْخَائِفُ الَّذِيْ آمَنْتَهُ، وَ الْجَائِعُ الَّذِيْ أَشْبَعْتَهُ، وَ الْعَطْشَانُ الَّذِيْ أَرْوَيْتَهُ، وَ الْعَارِيْ الَّذِيْ

telah Kau angkat, akulah orang yang ketakutan yang telah Kau berikan rasa aman, akulah orang yang tertimpa kelaparan yang telah Kau kenyangkan, orang yang terjerat kehausan yang (dahaganya) telah Kau puaskan, orang telanjang yang

كَسَوْتَهُ، وَ الْفَقِيْرُ الَّذِيْ أَغْنَيْتَهُ، وَ الضَّعِيْفُ الَّذِيْ قَوَّيْتَهُ، وَ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ أَعْزَزْتَهُ، وَ السَّقِيْمُ الَّذِيْ

telah Kau tutupi, orang fakir yang telah Kau keyakan, orang lemah yang telah Kau kuatkan, orang hina yang telah Kau muliakan, orang sakit yang

شَفَيْتَهُ، وَ السَّائِلُ الَّذِيْ أَعْطَيْتَهُ، وَ الْمُذْنِبُ الَّذِيْ سَتَرْتَهُ، وَ الْخَاطِئُ الَّذِيْ أَقَلْتَهُ، وَ أَنَا الْقَلِيْلُ الَّذِيْ

telah Kau sembuhkan, peminta yang telah Kau berikan, orang berlumuran dosa yang telah Kau tutupi, dan orang bersalah yang telah Kau ampuni, akulah orang yang sedikit yang

كَثَّرْتَهُ، وَ الْمُسْتَضْعَفُ الَّذِيْ نَصَرْتَهُ، وَ أَنَا الطَّرِيْدُ الَّذِيْ آوَيْتَهُ، أَنَا يَا رَبِّ الَّذِيْ لَمْ أَسْتَحْيِكَ فِي

telah Kau perbanyak, orang tertindas yang telah Kau tolong, dan akulah orang terusir yang telah Kau lindungi. Akulah, ya Rabbi, orang yang tidak merasa malu kepada-Mu dalam

الْخَلاَءِ وَ لَمْ أُرَاقِبْكَ فِي الْمَلَإِ، أَنَا صَاحِبُ الدَّوَاهِي الْعُظْمَى، أَنَا الَّذِيْ عَلَى سَيِّدِهِ اجْتَرَى، أَنَا الَّذِيْ

kesepian dan tidak memperhatikan-Mu dalam keramaian khalayak, akulah yang tertimpa malapetaka-malapetaka besar, akulah orang yang telah berani kepada Tuannya, akulah orang yang

عَصَيْتُ جَبَّارَ السَّمَاءِ، أَنَا الَّذِيْ أَعْطَيْتُ عَلَى مَعَاصِي الْجَلِيلِ الرُّشَا، أَنَا الَّذِيْ حِينَ بُشِّرْتُ بِهَا

telah bermaksiat kepada Tuhan langit, akulah orang yang telah memberikan uang suap atas maksiat(ku) kepada Dzat Yang Maha Agung, akulah orang yang ketika diberi tahu tentang adanya maksiat-maksiat itu

خَرَجْتُ إِلَيْهَا أَسْعَى، أَنَا الَّذِيْ أَمْهَلْتَنِيْ فَمَا ارْعَوَيْتُ، وَ سَتَرْتَ عَلَيَّ فَمَا اسْتَحْيَيْتُ، وَ عَمِلْتُ

bergegas menuju kepadanya, akulah orang yang telah Kau beri kesempatan (untuk bertaubat), lalu aku tidak mau kembali, telah Kau tutupi (dosa-dosa)ku, lalu aku tidak tahu malu, aku telah melakukan

بِالْمَعَاصِيْ فَتَعَدَّيْتُ، وَ أَسْقَطْتَنِيْ مِنْ عَيْنِكَ (عِنْدِكَ) فَمَا بَالَيْتُ، فَبِحِلْمِكَ أَمْهَلْتَنِيْ وَ بِسِتْرِكَ سَتَرْتَنِيْ

maksiat, lalu aku melebihi batas, dan Engkau telah menjatuhkanku dari mata-Mu, lalu aku masih tidak peduli. Namum demikian, dengan kesabaran-Mu Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan dengan penutupan-Mu Engkau masih menutupi (dosa-dosa)ku

حَتَّى كَأَنَّكَ أَغْفَلْتَنِيْ وَ مِنْ عُقُوْبَاتِ الْمَعَاصِيْ جَنَّبْتَنِيْ، حَتَّى كَأَنَّكَ اسْتَحْيَيْتَنِيْ، إِلَهِيْ لَمْ أَعْصِكَ حِيْنَ

sehingga Engkau telah melupakanku (akan itu semua itu) dan menjauhkanku dari siksa bermaksiat (kepada-Mu); sehingga Engkau merasa mali kepadaku. Ya Ilahi, aku tidak bermaksiat kepada-Mu ketika

عَصَيْتُكَ وَ أَنَا بِرُبُوْبِيَّتِكَ جَاحِدٌ وَ لاَ بِأَمْرِكَ مُسْتَخِفٌّ وَ لاَ لِعُقُوْبَتِكَ مُتَعَرِّضٌ وَ لاَ لِوَعِيْدِكَ مُتَهَاوِنٌ،

aku melakukan maksiat kepada-Mu sedangkan aku mengingkari Rubûbiyah-Mu, meremehkan perintah-Mu, menghatarkan diriku kepada siksa-Mu, dan menganggap remeh ancaman-Mu.

لَكِنْ خَطِيْئَةٌ عَرَضَتْ وَ سَوَّلَتْ لِيْ نَفْسِيْ وَ غَلَبَنِيْ هَوَايَ وَ أَعَانَنِيْ عَلَيْهَا شِقْوَتِي وَ غَرَّنِي سِتْرُكَ

Akan tetapi, semua itu adalah sebuah kesalahan yang telah terjadi, nafsuku telah menipuku, mengalahkanku nafsuku, kecelakaanku membantuku atasnya, dan menipuku kemahapenutupanku

الْمُرْخَى عَلَيَّ، فَقَدْ عَصَيْتُكَ وَ خَالَفْتُكَ بِجُهْدِيْ، فَالْآنَ مِنْ عَذَابِكَ مَنْ يَسْتَنْقِذُنِيْ، وَ مِنْ أَيْدِي

yang terbentangkan di hadapanku. Aku telah bermaksiat kepada-Mu dan menentang-Mu dengan seluruh usahaku. Sekarang, dari jeratan siksa-Mu siapakah yang dapat menyelamatkanku, dari (jeratan) tangan

الْخُصَمَاءِ غَدًا مَنْ يُخَلِّصُنِيْ، وَ بِحَبْلِ مَنْ أَتَّصِلُ إِنْ أَنْتَ قَطَعْتَ حَبْلَكَ عَنِّيْ، فَوَا سَوْأَتَا عَلَى مَا

para musuh esok hari siapakah yang dapat membebaskanku, dan ke tali siapakah aku harus bergantung jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku?Aduhai! Alangkah celakanya aku atas amalan

أَحْصَى كِتَابُكَ مِنْ عَمَلِيَ الَّذِيْ لَوْلاَ مَا أَرْجُوْ مِنْ كَرَمِكَ وَ سَعَةِ رَحْمَتِكَ وَ نَهْيِكَ إِيَّايَ عَنِ الْقُنُوْطِ

yang akan diperhitungkan oleh Kitab-Mu! Seandainya bukan karena kemurahan-Mu dan keluasan rahmat-Mu yang kuharapakan, serta pelarangan-Mu untuk berputus-asa,

لَقَنَطْتُ عِنْدَ مَا أَتَذَكَّرُهَا يَا خَيْرَ مَنْ دَعَاهُ دَاعٍ وَ أَفْضَلَ مَنْ رَجَاهُ رَاجٍ، اَللَّهُمَّ بِذِمَّةِ الْإِسْلاَمِ أَتَوَسَّلُ

niscaya aku sudah berputus-asa ketika mengingatnya, wahai sebaik-baik Dzat yang dapat diseru oleh setiap penyeru dan seutama-utama Dzat yang dapat diharap oleh setiap pengharap. Ya Allah, demi perjanjian Islam aku bertawassul

إِلَيْكَ وَ بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ أَعْتَمِدُ إِلَيْكَ وَ بِحُبِّي النَّبِيَّ االْأُمِّيَّ الْقُرَشِيَّ الْهَاشِمِيَّ الْعَرَبِيَّ التِّهَامِيَّ الْمَكِّيَّ

kepada-Mu, demi kemuliaan al-Quran aku berpegang teguh kepada-Mu, demi kecintaanku kepada Nabi yang ummi, al-Qurasyi, al-Hasyimi, al-Arabi, at-Tihami, al-Makki,

الْمَدَنِيَّ أَرْجُو الزُّلْفَةَ لَدَيْكَ، فَلاَ تُوْحِشْ اسْتِيْنَاسَ إِيْمَانِيْ، وَ لاَ تَجْعَلْ ثَوَابِيْ ثَوَابَ مَنْ عَبَدَ سِوَاكَ،

al-Madani aku berharap kedekatan kepada-Mu. Oleh karena itu, janganlah Kau gundahkan kedamaian imanku dan jangan Kau jadikan pahalaku pahala orang yang menyembah selain-mu,

فَإِنَّ قَوْمًا آمَنُوْا بِأَلْسِنَتِهِمْ لِيَحْقِنُوْا بِهِ دِمَاءَهُمْ فَأَدْرَكُوْا مَا أَمَّلُوْا، وَ إِنَّا آمَنَّا بِكَ بِأَلْسِنَتِنَا وَ قُلُوْبِنَا لِتَعْفُوَ

karena sebagian kaum telah beriman hanya dengan lisan mereka demi menjaga darah mereka (supaya tidak tertumpah) dan mereka telah mendapatkan apa yang mereka harapkan, sedangkan kami beriman dengan lisan dan hati kami

عَنَّا فَأَدْرِكْنَا مَا أَمَّلْنَا وَ ثَبِّتْ رَجَاءَكَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ

supaya Engkau mengampuni kami. Maka, sampaikanlah kami kepada apa yang telah kami harapkan, tetapkanlah harapan-Mu di hati kami, jangan Kau sesatkan hati kami setelah Engkau memberikan petunjuk kepadanya, dan anugrahkan kepada kami dari sisi-Mu

رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ، فَوَ عِزَّتِكَ لَوِ انْتَهَرْتَنِيْ مَا بَرِحْتُ مِنْ بَابِكَ وَ لاَ كَفَفْتُ عَنْ تَمَلُّقِكَ لِمَا أُلْهِمَ

rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi anugrah. Demi kemuliaan-Mu, seandainya Kauusir aku, aku tak ‘kan beranjak dari pintu-Mu dan tak ‘kan berhenti mengemis kepada-Mu, karena

قَلْبِيْ (يَا سَيِّدِي) مِنَ الْمَعْرِفَةِ بِكَرَمِكَ وَ سَعَةِ رَحْمَتِكَ، إِلَى مَنْ يَذْهَبُ الْعَبْدُ إِلاَّ إِلَى مَوْلاَهُ وَ إِلَى مَنْ

hatiku telah diilhami pengetahuan akan kemurahan dan keluasan rahmat-Mu. Kepada siapakah seorang hamba akan pergi kecuali kepada tuannya dan kepada siapakah

يَلْتَجِئُ الْمَخْلُوْقُ إِلاَّ إِلَى خَالِقِهِ، إِلَهِيْ لَوْ قَرَنْتَنِيْ بِالْأَصْفَادِ وَ مَنَعْتَنِي سَيْبَكَ مِنْ بَيْنِ الْأَشْهَادِ وَ دَلَلْتَ

makhluk akan berlindung kecuali kepada Penciptanya. Ya Ilahi, seandainya Kau belenggu aku dengan tali (amarah-Mu), Kau cegah amugrah-Mu untukku di hadapan para saksi (di hari Kiamat), Kau beberkan

عَلَى فَضَائِحِيْ عُيُوْنَ الْعِبَادِ وَ أَمَرْتَ بِيْ إِلَى النَّارِ وَ حُلْتَ بَيْنِي وَ بَيْنَ الْأَبْرَارِ مَا قَطَعْتُ رَجَائِيْ

kejelekan-kejelekanku di hadapan mata para hamba, Kau perintahkan untuk menjerumuskanku ke dalam api neraka, dan halangi antara aku dengan orang-orang yang baik, niscaya aku tidak akan memutuskan harapanku

مِنْكَ وَ مَا صَرَفْتُ تَأْمِيْلِيْ لِلْعَفْوِ عَنْكَ وَ لاَ خَرَجَ حُبُّكَ مِنْ قَلْبِيْ، أَنَا لاَ أَنْسَى أَيَادِيَكَ عِنْدِيْ وَ سَتْرَكَ

dari-Mu, tidak akan kugagalaj harapanku terhadap ampunan-Mu, dan cinta-Mu tidak akan keluar dari lubuk hatiku. Aku tidak akan melupakan karunia-karunia-Mu kepadaku dan penutupan-Mu

عَلَيَّ فِيْ دَارِ الدُّنْيَا، سَيِّدِيْ أَخْرِجْ حُبَّ الدُّنْيَا مِنْ قَلْبِيْ وَ اجْمَعْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ الْمُصْطَفَى وَ آلِهِ خِيَرَتِكَ

terhadap (dosa)ku di dunia. Wahai Tuanku, keluarkanlah cinta dunia dari hatiku, kumpulkanlah aku dengan al-Mushthafâ dan keluarganya, para pilihan-Mu

مِنْ خَلْقِكَ وَ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ انْقُلْنِيْ إِلَى دَرَجَةِ التَّوْبَةِ إِلَيْكَ وَ أَعِنِّيْ

di antara para makhluk dan pamungkas para nabi, Muhammad SAWW dan keluarganya, pindahkanlah aku ke tingkat maqâm bertaubat kepada-Mu, dan bantulah aku

بِالْبُكَاءِ عَلَى نَفْسِيْ، فَقَدْ أَفْنَيْتُ بِالتَّسْوِيْفِ وَ الْآمَالِ عُمُرِيْ وَ قَدْ نَزَلْتُ مَنْزِلَةَ الْآيِسِيْنَ مِنْ خَيْرِيْ

untuk menangisi diriku. Sungguh telah kuhabiskan umurku dalam penundaan (taubat) dan khayalan-khayalan hampa, dan aku telah putus asa terhadap kebaikanku.

(حَيَاتِي)، فَمَنْ يَكُوْنُ أَسْوَأَ حَالاً مِنِّيْ إِنْ أَنَا نُقِلْتُ عَلَى مِثْلِ حَالِيْ إِلَى قَبْرِيْ (قَبْرٍ) لَمْ أُمَهِّدْهُ لِرَقْدَتِيْ

Siapakah yang kondisinya lebih buruk dariku jika aku dengan kondisi ini dipindahkan ke dalam kuburku yang belum kupersiapkan sebagai tempat tidurku

وَ لَمْ أَفْرُشْهُ بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ لِضَجْعَتِيْ، وَ مَا لِيْ لاَ أَبْكِيْ وَ لاَ أَدْرِيْ إِلَى مَا يَكُوْنُ مَصِيْرِيْ وَ أَرَى

dan belum kuhamparkan permadani amal salih sebagai tempat berbaringku? Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis sedangkan aku tidak mengetahui bagaimana masa depanku, kulihat

نَفْسِيْ تُخَادِعُنِيْ وَ أَيَّامِيْ تُخَاتِلُنِيْ وَ قَدْ خَفَقَتْ عِنْدَ (فَوْقَ) رَأْسِيْ أَجْنِحَةُ الْمَوْتِ، فَمَا لِيْ لاَ أَبْكِيْ،

nafsuku selalu menipuku, hari-hariku selalu mengelabuiku, dan telah berkepak-kepak di atas kepalaku sayap-sayap maut? Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis?

أَبْكِيْ لِخُرُوْجِ نَفْسِيْ، أَبْكِيْ لِظُلْمَةِ قَبْرِيْ، أَبْكِيْ لِضِيْقِ لَحْدِيْ، أَبْكِيْ لِسُؤَالِ مُنْكَرٍ وَ نَكِيْرٍ إِيَّايَ، أَبْكِيْ

Aku menangis karena (mengingat) saat-saat nyawaku dicabut, aku menangis karena gelapnya kuburanku, aku menangis karena sempitnya lahadku, aku menangis karena pertanyaan malaikat Munkar dan Nakîr kepadaku, aku menangis

لِخُرُوْجِيْ مِنْ قَبْرِيْ عُرْيَانًا ذَلِيْلاً حَامِلاً ثِقْلِيْ عَلَى ظَهْرِيْ، أَنْظُرُ مَرَّةً عَنْ يَمِيْنِيْ وَ أُخْرَى عَنْ

karena aku akan keluar dari kuburku dalam keadaan telanjang, hina, dan memikul bebanku di atas punggungku; kulihat ke kananku dan

شِمَالِيْ إِذِ الْخَلاَئِقُ فِيْ شَأْنٍ غَيْرِ شَأْنِيْ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيْهِ، وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ

ke kiriku. Pada waktu semua makhluk sibuk dengan urusan masing-masing tidak sama dengan urusanku. Setiap orang pada waktu itu memiliki urusan sendiri yang sangat menyibukkannya. Pada wak itu ada sebagian wajah yang berseri-seri,

ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ وَ وُجُوْهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ وَ ذِلَّةٌ، سَيِّدِيْ عَلَيْكَ مُعَوَّلِيْ وَ مُعْتَمَدِيْ وَ

tertawa nan berbahagia, dan ada sebagian wajah yang pada waktu itu bak tertimpa debu-debu kotor dan terselimuti oleh kehinaan. Wahai Tuanku, hanya kepada-Mulah tempat aku berlindung, tempat aku bersandar,

رَجَائِيْ وَ تَوَكُّلِيْ وَ بِرَحْمَتِكَ تَعَلُّقِيْ، تُصِيْبُ بِرَحْمَتِكَ مَنْ تَشَاءُ وَ تَهْدِيْ بِكَرَامَتِكَ مَنْ تُحِبُّ، فَلَكَ

harapanku, aku bertawakkal, dan hanya kepada rahmat-Mu aku berharap. Engkau akan memberikan rahmat-Mu kepada orang yang Kau kehendaki dan Engkau akan memberikan petunjuk dengan kemuliaan-Mu orang yang Kau cintai. Maka, bagi-Mu

الْحَمْدُ عَلَى مَا نَقَّيْتَ مِنَ الشِّرْكِ قَلْبِيْ، وَ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى بَسْطِ لِسَانِيْ، أَفَبِلِسَانِيْ هَذَا الْكَالِّ أَشْكُرُكَ أَمْ

segala puji karena Engkau telah menyucikan hatiku dari syirik. Bagi-Mu segala puji karena Engkau telah membuka lidahku (untuk memuji-Mu). Apakah dengan llidah yang bisu ini aku akan bersyukur kepada-Mu ataukah

بِغَايَةِ جُهْدِيْ (جَهْدِيْ) فِيْ عَمَلِيْ أُرْضِيكَ، وَ مَا قَدْرُ لِسَانِيْ يَا رَبِّ فِيْ جَنْبِ شُكْرِكَ، وَ مَا قَدْرُ

dengan seluruh jerih-payahku dalam beramal aku meridhakan-Mu? Apalah nilai lidahku, ya Rabbi dibandingkan dengan rasa syukur kepada-Mu dan apalah nilai amalanku

عَمَلِيْ فِيْ جَنْبِ نِعَمِكَ وَ إِحْسَانِكَ (إِلَيَّ)، إِلَهِيْ إِنَّ جُوْدَكَ بَسَطَ أَمَلِيْ وَ شُكْرَكَ قَبِلَ عَمَلِيْ، سَيِّدِيْ

dibandingkan dengan nikmat dan kebaikan-Mu? Ya Ilahi, sesungguhnya kedermawanan-Mu telah menghamparkan harapanku dan rasa syukur-Mu telah menerima amalku. Wahai Tuanku,

إِلَيْكَ رَغْبَتِيْ وَ إِلَيْكَ (مِنْكَ) رَهْبَتِيْ وَ إِلَيْكَ تَأْمِيْلِيْ، وَ قَدْ سَاقَنِيْ إِلَيْكَ أَمَلِيْ وَ عَلَيْكَ (إِلَيْكَ) يَا وَاحِدِيْ

hanya kepada-Mu keinginanku, hanya kepada-Mu rasa takutku, dan hanya kepada-Mu pengharapanku. Telah mendorongku untuk menuju kepada-Mu harapanku, hanya kepada-Mu, wahai Maha Esaku

عَكَفَتْ هِمَّتِيْ وَ فِيْمَا عِنْدَكَ انْبَسَطَتْ رَغْبَتِيْ وَ لَكَ خَالِصُ رَجَائِيْ وَ خَوْفِيْ وَ بِكَ أَنِسَتْ مَحَبَّتِيْ وَ

tertumpu gairahku, terhadap apa yang ada di sisi-Mu keinginanku terhampar, hanya kepada-Mu harapan dan rasa takutku yang murni, hanya dengan-Mu rasa cintaku tentram,

إِلَيْكَ أَلْقَيْتُ بِيَدِيْ وَ بِحَبْلِ طَاعَتِكَ مَدَدْتُ رَهْبَتِيْ، يَا مَوْلاَيَ بِذِكْرِكَ عَاشَ قَلْبِيْ وَ بِمُنَاجَاتِكَ بَرَّدْتُ أَلَمَ

hanya kepada-Mu kutengadahkan tanganku, dan kepada tali ketaatan kepada-Mu kugantungkan rasa takutku. Wahai Junjungan-Ku, hanya dengan mengingat-Mu hatiku hidup dan hanya dengan bermunajat kepada-Mu kudinginkan pedihnya

الْخَوْفِ عَنِّيْ، فَيَا مَوْلاَيَ وَ يَا مُؤَمَّلِيْ وَ يَا مُنْتَهَى سُؤْلِيْ فَرِّقْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ ذَنْبِيَ الْمَانِعِ لِيْ مِنْ لُزُوْمِ

Ketakutanku. Wahai Junjunganku, wahai Harapanku, wahai Puncak permohonanku, pisahkanlah aku dari dosaku yang dapat menghalangiku untuk melaksanakan

طَاعَتِكَ، فَإِنَّمَا أَسْأَلُكَ لِقَدِيْمِ الرَّجَاءِ فِيْكَ وَ عَظِيْمِ الطَّمَعِ مِنْكَ الَّذِيْ أَوْجَبْتَهُ عَلَى نَفْسِكَ مِنَ الرَّأْفَةِ وَ

ketaatan kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu karena harapan lamaku kepada-Mu dan besarnya harapanku kepada-Mu yang Engkau telah mewajibkan atas diri-Mu untuk selalu mencurahkan kasih-sayang dan

الرَّحْمَةِ، فَالْأَمْرُ لَكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَ الْخَلْقُ كُلُّهُمْ عِيَالُكَ وَ فِيْ قَبْضَتِكَ وَ كُلُّ شَيْئٍ خَاضِعٌ لَكَ،

rahmat. Segala urusan hanya ada pada-Mu sendirian, tiada sekutu bagi-Mu, seluruh makhluk adalah keluarga-Mu dan berada di genggaman tangan-Mu, dan segala sesuatu tunduk kepada-Mu.

تَبَارَكْتَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، إِلَهِي ارْحَمْنِيْ إِذَا انْقَطَعَتْ حُجَّتِيْ وَ كَلَّ عَنْ جَوَابِكَ لِسَانِيْ وَ طَاشَ عِنْدَ

Maha Agung Engkau, wahai Tuhan semesta alam. Ya Ilahi, kasihanilah aku jika aku kehabisan alasan, kelu lidahku untuk menjawab pertanyaan-Mu, dan gemetar ketika

سُؤَالِكَ إِيَّايَ لُبِّيْ، فَيَا عَظِيمَ رَجَائِيْ لاَ تُخَيِّبْنِيْ إِذَا اشْتَدَّتْ فَاقَتِيْ وَ لاَ تَرُدَّنِيْ لِجَهْلِيْ وَ لاَ تَمْنَعْنِيْ لِقِلَّةِ

Engkau bertanya kepadaku hatiku. Wahai Harapanku Yang Agung, jangan Kau sia-siakan aku jika kemiskinanku parah, jangan Kau campakkan aku karena kebodohanku, jangan Kau cegah aku (dari karunia-Mu) karena sedikitnya

صَبْرِيْ، أَعْطِنِيْ لِفَقْرِيْ وَ ارْحَمْنِيْ لِضَعْفِيْ، سَيِّدِيْ عَلَيْكَ مُعْتَمَدِيْ وَ مُعَوَّلِيْ وَ رَجَائِيْ وَ تَوَكُّلِيْ وَ

kesabaranku, curahkan anugrah-Mu padaku karena aku miskin dan kasihanilah aku karena aku lemah. Wahai Tuanku, hanya kepada-Mu tempat bersandarku, tempat berpegang-teguhku, harapanku, tawakkalku,

بِرَحْمَتِكَ تَعَلُّقِيْ وَ بِفِنَائِكَ أَحُطُّ رَحْلِيْ وَ بِجُوْدِكَ أَقْصِدُ (أَقْصُرُ) طَلِبَتِيْ وَ بِكَرَمِكَ أَيْ رَبِّ أَسْتَفْتِحُ

kepada rahmat-Mu keinginanku, di halaman-Mu kujejakkan kakiku, dengan kedermawanan-Mu kuharapkan permohonanku, dengan kemurahan-Mu, ya Rabbi kubuka

دُعَائِيْ وَ لَدَيْكَ أَرْجُوْ فَاقَتِيْ (ضِيَافَتِيْ) وَ بِغِنَاكَ أَجْبُرُ عَيْلَتِيْ وَ تَحْتَ ظِلِّ عَفْوِكَ قِيَامِيْ وَ إِلَى جُوْدِكَ

doaku, di hadapan-Mu kuharapkan kepapaanku (sirna), dengan kekayaan-Mu kututupi kemiskinanku, di bawah naungan maaf-Mu aku berdiri, kepada kedermawanan

وَ كَرَمِكَ أَرْفَعُ بَصَرِيْ وَ إِلَى مَعْرُوْفِكَ أُدِيْمُ نَظَرِيْ، فَلاَ تُحْرِقْنِيْ بِالنَّارِ وَ أَنْتَ مَوْضِعُ أَمَلِيْ وَ لاَ

dan kemurahan-Mu kuangkat mataku, dan kepada kebaikan-Mu kukekalkan pandanganku. Maka, jangan Kau bakar aku dengan api neraka, sedangkan Engkau adalah harapanku dan jangan

تُسْكِنِّي الْهَاوِيَةَ فَإِنَّكَ قُرَّةُ عَيْنِيْ، يَا سَيِّدِي لاَ تُكَذِّبْ ظَنِّيْ بِإِحْسَانِكَ وَ مَعْرُوْفِكَ، فَإِنَّكَ ثِقَتِيْ، وَ لاَ

Kau tempatkan aku di neraka Hâwiyah, karena Engkau adalah ketentraman hatiku. Wahai Tuanku, jangan Kau bohongkan persangkaanku terhadap kebajikan dan kebaikan-Mu, karena Engkau adalah kepercayaanku dan jangan

تَحْرِمْنِيْ ثَوَابَكَ، فَإِنَّكَ الْعَارِفُ بِفَقْرِيْ، إِلَهِيْ إِنْ كَانَ قَدْ دَنَا أَجَلِيْ وَ لَمْ يُقَرِّبْنِيْ مِنْكَ عَمَلِيْ فَقَدْ جَعَلْتُ

Kau jangan Kau cegah aku dari pahala-Mu, karena Engkau mengetahui kefakiranku. Ya Ilahi, jika ajalku telah mendekat, sementara amalku tidak mendekatkanku kepada-Mu, telah kujadikan

الْإِعْتِرَافَ إِلَيْكَ بِذَنْبِيْ وَسَائِلَ عِلَلِيْ، إِلَهِيْ إِنْ عَفَوْتَ فَمَنْ أَوْلَى مِنْكَ بِالْعَفْوِ وَ إِنْ عَذَّبْتَ فَمَنْ أَعْدَلُ

pengakuanku akan dosaku kepada-Mu sebagai perantara alasanku. Ya Ilahi, jika Engkau memaafkan(ku), maka siapakah yang lebih layak untuk memaafkan dari-Mu dan jika Engkau menyiksa(ku), maka siapakah yang lebih adil

مِنْكَ فِي الْحُكْمِ، اِرْحَمْ فِيْ هَذِهِ الدُّنْيَا غُرْبَتِيْ وَ عِنْدَ الْمَوْتِ كُرْبَتِيْ وَ فِي الْقَبْرِ وَحْدَتِيْ وَ فِي اللَّحْدِ

dalam menentukan hukum dari-Mu? Kasihanilah di dunia ini keterasinganku, ketika maut tiba kesedihanku, di dalam kubur kesendirianku, dan di dalam lahad

وَحْشَتِيْ، وَ إِذَا نُشِرْتُ لِلْحِسَابِ بَيْنَ يَدَيْكَ ذُلَّ مَوْقِفِيْ، وَ اغْفِرْ لِيْ مَا خَفِيَ عَلَى الْآدَمِيِّينَ مِنْ عَمَلِيْ،

ketakutanku. Jika aku dibangkitkan kembali untuk menjalani hisâb di hadapan-Mu, kasihanilah (aku di mana) aku berdiri, ampunilah amalanku yang tak pernah diketahui oleh Bani Adam,

وَ أَدِمْ لِيْ مَا بِهِ سَتَرْتَنِيْ، وَ ارْحَمْنِيْ صَرِيْعًا عَلَى الْفِرَاشِ تُقَلِّبُنِيْ أَيْدِيْ أَحِبَّتِيْ، وَ تَفَضَّلْ عَلَيَّ

teruskanlah apa yang selama ini Kau tutupi (dosa-dosa)ku dengannya, kasihanilah aku di saat aku terbaring di atas ranjang (kematian) dan tangan orang-orang yang kucintai menggerak-gerakkanku, curahkanlah anugrah-Mu padaku

مَمْدُوْدًا عَلَى الْمُغْتَسَلِ يُقَلِّبُنِيْ صَالِحُ جِيْرَتِيْ، وَ تَحَنَّنْ عَلَيَّ مَحْمُوْلاً قَدْ تَنَاوَلَ الْأَقْرِبَاءُ أَطْرَافَ

di saat aku terbujur (kaku) di atas ranjang pemandian dan dibola-balikkan oleh tentangga-tetanggaku yang salih, berbelas-kasihlah kepadaku di saat aku kerabatku memikul

جَنَازَتِيْ، وَ جُدْ عَلَيَّ مَنْقُوْلاً قَدْ نَزَلْتُ بِكَ وَحِيْدًا فِيْ حُفْرَتِيْ، وَ ارْحَمْ فِيْ ذَلِكَ الْبَيْتِ الْجَدِيْدِ غُرْبَتِيْ

(peti) jenazahku, karuniailah aku di saat aku bertamu kepada-Mu sendirian di lubang kuburku, dan kasihanilah keterasinganku di rumah baru itu

حَتَّى لاَ أَسْتَأْنِسَ بِغَيْرِكَ، يَا سَيِّدِي إِنْ وَكَلْتَنِيْ إِلَى نَفْسِيْ هَلَكْتُ، سَيِّدِيْ فَبِمَنْ أَسْتَغِيْثُ إِنْ لَمْ تُقِلْنِيْ

sehingga aku tidak merasa tentram dengan selain-Mu. Wahai Tuanku, jika Engkau menyerahkan aku pada diriku, niscaya aku celaka. Wahai Tuanku, kepada siapakah aku memogon pertolongan jika Engkau tidak mengampuni

عَثْرَتِيْ، فَإِلَى مَنْ أَفْزَعُ إِنْ فَقَدْتُ عِنَايَتَكَ فِيْ ضَجْعَتِيْ، وَ إِلَى مَنْ أَلْتَجِئُ إِنْ لَمْ تُنَفِّسْ كُرْبَتِيْ، سَيِّدِيْ

ketergelinciranku, kepada siapakah aku harus memohon perlindungan jika aku tidak mendapatkan inayah-Mu di tempat tidurku, dan kepada siapakh aku memohon naungan jika Engkau tidak menyirnakan kesedihanku? Wahai Tuanku,

مَنْ لِيْ وَ مَنْ يَرْحَمُنِيْ إِنْ لَمْ تَرْحَمْنِيْ، وَ فَضْلَ مَنْ أُؤَمِّلُ إِنْ عَدِمْتُ فَضْلَكَ يَوْمَ فَاقَتِيْ، وَ إِلَى مَنِ

siapakah bagiku dan siapakah yang dapat mengasihaniku jjika Engkau tidak mengasihaniku, karnia siapakah yang dapat kuharap jika aku tidak mendapatkan karunia-Mu di saat aku papa, dan kepada siapakah

الْفِرَارُ مِنَ الذُّنُوْبِ إِذَا انْقَضَى أَجَلِيْ، سَيِّدِيْ لاَ تُعَذِّبْنِيْ وَ أَنَا أَرْجُوْكَ، إِلَهِيْ (اَللهُمَ) حَقِّقْ رَجَائِيْ وَ

aku dapat melarkan diri dari dosa jika ajalku tiba? Wahai Tuanku, jangan Kau siksa aku sedangkan aku masih mengharapkan-Mu. Ya Ilahi, wujudkanlah harapanku dan

آمِنْ خَوْفِيْ، فَإِنَّ كَثْرَةَ ذُنُوْبِيْ لاَ أَرْجُوْ فِيْهَا (لَهَا) إِلاَّ عَفْوَكَ، سَيِّدِيْ أَنَا أَسْأَلُكَ مَا لاَ أَسْتَحِقُّ وَ أَنْتَ

berilah rasa aman kepada rasa takutku, karena banyaknya dosaku tidak ada yang dapat kuharapkan baginya kecuali maaf-Mu. Wahai Tuanku, aku memohon kepada-Mu apa yang aku tidak berhak atasnya,sedangkan Engkau

أَهْلُ التَّقْوَى وَ أَهْلُ الْمَغْفِرَةِ، فَاغْفِرْ لِيْ وَ أَلْبِسْنِيْ مِنْ نَظَرِكَ ثَوْبًا يُغَطِّيْ عَلَيَّ التَّبِعَاتِ وَ تَغْفِرُهَا لِيْ

layak untuk ditakuti dan memaafkan. Maka, ampunilah aku dan demi pengawasan-Mu pakaikanlah kepadaku sebuah pakaian yang dapat menutupi segala amalan burukku, mengampuninya untukku,

وَ لاَ أُطَالَبُ بِهَا، إِنَّكَ ذُوْ مَنٍّ قَدِيْمٍ وَ صَفْحٍ عَظِيْمٍ وَ تَجَاوُزٍ كَرِيْمٍ، إِلَهِيْ أَنْتَ الَّذِيْ تُفِيْضُ سَيْبَكَ عَلَى

dan aku tidak dituntut karenanya. Sesungguhnya Engkau memiliki karunia yang qadîm, ampunan yang agung, dan maaf yang mulia. Ya Ilahi, Engkaulah yang mengucurkan anugrah-Mu atas

مَنْ لاَ يَسْأَلُكَ وَ عَلَى الْجَاحِدِينَ بِرُبُوْبِيَّتِكَ، فَكَيْفَ سَيِّدِيْ بِمَنْ سَأَلَكَ وَ أَيْقَنَ أَنَّ الْخَلْقَ لَكَ وَ الْأَمْرَ

orang yang tidak memohon kepada-Mu dan atas orang-orang yang menentang Rubûbiyah-Mu. Maka, bagaimana, wahai Tuanku dengan orang yang meyakini bahwa penciptaan dan perintah

إِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَ تَعَالَيْتَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، سَيِّدِيْ عَبْدُكَ بِبَابِكَ أَقَامَتْهُ الْخَصَاصَةُ بَيْنَ يَدَيْكَ يَقْرَعُ

berada di tangan-Mu? Maha Agung dan Tinggi Engkau, wahai Tuhan semesta alam. Wahai Tuanku, hamba-Mu berada di depan pintu-Mu, kemiskinan telah memaksanya untuk berdiri di haribaan-Mu dan mengetuk

بَابَ إِحْسَانِكَ بِدُعَائِهِ (وَ يَسْتَعْطِفُ جَمِيْلَ نَظَرِكَ بِمَكْنُوْنِ رَجَائِكَ)، فَلاَ تُعْرِضْ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ
عَنِّيْ

pintu kebajikan-Mu dengan doanya. Maka, janganlah Kau palaingkan wajah-Mu yang mulia dariku

وَ اقْبَلْ مِنِّيْ مَا أَقُوْلُ، فَقَدْ دَعَوْتُ (دَعْوَتُكَ‏) بِهَذَا الدُّعَاءِ وَ أَنَا أَرْجُوْ أَنْ لاَ تَرُدَّنِيْ مَعْرِفَةً مِنِّيْ

dan kabulkanlah apa yang kukatakan. Aku telah menyeru-Mu dengan doa ini dan akku mengharapkan jangan Kau mencampakkanku, karena aku mengetahui

بِرَأْفَتِكَ وَ رَحْمَتِكَ، إِلَهِيْ أَنْتَ الَّذِيْ لاَ يُحْفِيْكَ سَائِلٌ وَ لاَ يَنْقُصُكَ نَائِلٌ، أَنْتَ كَمَا تَقُوْلُ وَ فَوْقَ مَا

kasih-sayang dan rahmat-Mu. Ya Ilahi, Engkaulah Dzat yang tak ‘kan merasa capek oleh orang yang meminta-Nya dan tak ‘kan berkurang oleh (harapan) pengharapnya. Engkau seperti yang Kau firmankan dan di atas apa yang

نَقُوْلُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ صَبْرًا جَمِيْلاً وَ فَرَجًا قَرِيْبًا وَ قَوْلاً صَادِقًا وَ أَجْرًا عَظِيْمًا، أَسْأَلُكَ يَا رَبِّ مِنَ

kami katakan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran yang indah, faraj yang dekat, ucapan yang benar, dan pahala yang besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, ya Rabbi

الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَ مَا لَمْ أَعْلَمْ، أَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ، يَا

seluruh kebaikan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang salih. Wahai

خَيْرَ مَنْ سُئِلَ وَ أَجْوَدَ مَنْ أَعْطَى أَعْطِنِيْ سُؤْلِيْ فِيْ نَفْسِيْ وَ أَهْلِيْ وَ وَالِدَيَّ وَ وُلْدِيْ (وَلَدِيْ) وَ أَهْلِ

sebaik-baik Dzat yang dapat dimohon dan Dzat Maha Pemberi terdermawan, kabulkanlah permohonanku untuk diriku, keluargaku, kedua orang tuaku, anak-cucuku,

حُزَانَتِيْ وَ إِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَ أَرْغِدْ عَيْشِيْ وَ أَظْهِرْ مُرُوَّتِيْ وَ أَصْلِحْ جَمِيْعَ أَحْوَالِيْ وَ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ

kerabatku, dan saudara-saudaraku seiman, tentrankanlah kehidupanku, tampakkanlah etikaku yang baik, perbaikilah seluruh keadaanku, dan jadikan aku di antara orang-orang yang

أَطَلْتَ عُمُرَهُ وَ حَسَّنْتَ عَمَلَهُ وَ أَتْمَمْتَ عَلَيْهِ نِعْمَتَكَ وَ رَضِيْتَ عَنْهُ وَ أَحْيَيْتَهُ حَيَاةً طَيِّبَةً فِيْ أَدْوَمِ

telah Kau panjangkan umur mereka, telah Kau perbaiki amalan mereka, telah Kau sempurnakan nikmat-Mu atas mereka, telah Kau ridhai mereka, dan telah Kau anugrahkan kepada mereka kehidupan yang baik dengan kebahagiaan yang abadi,

السُّرُوْرِ وَ أَسْبَغِ الْكَرَامَةِ وَ أَتَمِّ الْعَيْشِ، إِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تَشَاءُ وَ لاَ تَفْعَلُ مَا يَشَاءُ غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ خُصَّنِيْ

kemuliaan yang sempurna, dan kehidupan yang sempurna. Sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Kau kehendaki dan tidak mengerjakan apa yang dikehendaki oleh selain-Mu. Ya Allah, istimewakan aku

مِنْكَ بِخَاصَّةِ ذِكْرِكَ وَ لاَ تَجْعَلْ شَيْئًا مِمَّا أَتَقَرَّبُ بِهِ فِيْ آنَاءِ اللَّيْلِ وَ أَطْرَافِ النَّهَارِ رِيَاءً وَ لاَ سُمْعَةً

dengan zikir-Mu yang khusus dan jangan Kau jadikan apa yang dengannya aku mendekatkan diri (kepada-Mu) siang dan malam sebagai riiya`, rasa ingin tenar,

وَ لاَ أَشَرًا وَ لاَ بَطَرًا، وَ اجْعَلْنِيْ لَكَ مِنَ الْخَاشِعِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِي السَّعَةَ فِي الرِّزْقِ وَ الْأَمْنَ فِي

kezaliman, dan kesombongan, serta jadikan aku di antara orang-orang khusyu` kepada-Mu. Ya Allah, berikan kepadaku kelapangan rezeki, keamanan di dalam

الْوَطَنِ وَ قُرَّةَ الْعَيْنِ فِي الْأَهْلِ وَ الْمَالِ وَ الْوَلَدِ وَ الْمُقَامَ فِيْ نِعَمِكَ عِنْدِيْ وَ الصِّحَّةَ فِي الْجِسْمِ وَ

negara (aku dilahirkan), kebahagiaan di dalam keluarga, harta dan anak-cucu, kekekalan dalam nikmat-nikmat-Mu terhadapku, kesehatan tubuh,

الْقُوَّةَ فِي الْبَدَنِ وَ السَّلاَمَةَ فِي الدِّيْنِ، وَ اسْتَعْمِلْنِيْ بِطَاعَتِكَ وَ طَاعَةِ رَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ

kekuatan badan, dan keselamatan di dalam agama, gunakan aku dalam ketaatan kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, Muhammad-semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atasnya dan atas

آلِهِ أَبَدًا مَا اسْتَعْمَرْتَنِيْ، وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْفَرِ عِبَادِكَ عِنْدَكَ نَصِيْبًا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ أَنْزَلْتَهُ وَ تُنْزِلُهُ فِيْ

keluarganya-selama Engkau masih mengaruniakan umur bagiku, jadikan aku di sisi-Mu di antara pada hamba-Mu yang mendapatkan nasib kebaikan yang telah Kau turunkan dan yang akan Kau turunkan di

شَهْرِ رَمَضَانَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ مَا أَنْتَ مُنْزِلُهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ مِنْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا وَ عَافِيَةٍ تُلْبِسُهَا وَ بَلِيَّةٍ

bulan Ramadhan di malam Lailatul Qadr dan (yang mendapatkan) apa yang akan Kau turunkan pada setiap tahun; rahmat yang Kau tebarkan, ‘afiat yang Kau anugrahkan, malapetaka

تَدْفَعُهَا وَ حَسَنَاتٍ تَتَقَبَّلُهَا وَ سَيِّئَاتٍ تَتَجَاوَزُ عَنْهَا، وَ ارْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِنَا (عَامِيْ) هَذَا

yang Kau tolak, kebajikan yang Kau terima, dan keburukan yang Kau maafkan, anugrahkan padaku rezeki untuk berhaji ke rumah-Mu yang suci di tahun kami ini

وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ، وَ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا وَاسِعًا مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ، وَ اصْرِفْ عَنِّيْ يَا سَيِّدِي الْأَسْوَاءَ، وَ

dan di setiap tahun, anugrahkan padaku rezeki yang luas dari karunia-Mu yang luas, hindarkanlah dari aku, wahai Tuanku berbagai keburukan,

اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَ الظُّلاَمَاتِ حَتَّى لاَ أَتَأَذَّى بِشَيْئٍ مِنْهُ، وَ خُذْ عَنِّيْ بِأَسْمَاعِ وَ أَبْصَارِ أَعْدَائِيْ وَ

lunaskanlah semua utangku dan kezaliman-kezaliman (yang harus kubayar kepada orang lain) sehingga aku tidak tersiksa dengan semua itu, halangilah dariku penglihatan dan pendengaran musuh-musuh,

حُسَّادِيْ وَ الْبَاغِيْنَ عَلَيَّ وَ انْصُرْنِيْ عَلَيْهِمْ، وَ أَقِرَّ عَيْنِيْ (وَ حَقِّقْ ظَنِّيْ) وَ فَرِّحْ قَلْبِيْ، وَ اجْعَلْ لِيْ

para penghasud, dan penzalimku dan menangkanlah aku atas mereka, bahagikanlah aku, (wujudkanlah segala prasangkaku terhadap-Mu),
gembirakanlah hatiku, jadikanlah

مِنْ هَمِّيْ وَ كَرْبِيْ فَرَجًا وَ مَخْرَجًا، وَ اجْعَلْ مَنْ أَرَادَنِيْ بِسُوْءٍ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ تَحْتَ قَدَمَيَّ، وَ

bagi kesedihan dan kesusahanku faraj dan jalan keluar, letakkanlah orang yang menginginkan keburukan bagiku dari seluruh makhluk-Mu di bawah kedua kakiku,

اكْفِنِيْ شَرَّ الشَّيْطَانِ وَ شَرَّ السُّلْطَانِ وَ سَيِّئَاتِ عَمَلِيْ، وَ طَهِّرْنِيْ مِنَ الذُّنُوْبِ كُلِّهَا، وَ أَجِرْنِيْ مِنَ

cukupkanlah bagiku kejahatan setan, penguasa, dan kejelekan amalanku, sucikanlah aku dari seluruh dosa, lindingilah aku dari

النَّارِ بِعَفْوِكَ، وَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ وَ زَوِّجْنِي مِنَ الْحُورِ الْعِيْنِ بِفَضْلِكَ، وَ أَلْحِقْنِيْ بِأَوْلِيَائِكَ

api neraka demi maaf-Mu, masukkanlah aku ke dalam surga demi rahmat-Mu dan nikahkan aku dengan Hurul ‘Ain demi karunia-Mu, dan gabungkanlah aku dengan pada kekasih-Mu

الصَّالِحِيْنَ مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الْأَبْرَارِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ الْأَخْيَارِ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِمْ وَ عَلَى أَجْسَادِهِمْ وَ

yang salih, Muhammad dan keluarganya yang baik, suci, dan terpilih-shalawat, rahmat, dan berka-Mu atas mereka, tubuh, dan

أَرْوَاحِهِمْ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ، إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ وَ عِزَّتِكَ وَ جَلاَلِكَ لَئِنْ طَالَبْتَنِيْ بِذُنُوْبِيْ لَأُطَالِبَنَّكَ

arwah mereka-. Ya Ilahi, wahai Tuanku, demi kemuliaan dan keagungan-Mu, jika Engakau menuntutku dengan dosa-dosaku, niscaya aku akan menuntut-Mu

بِعَفْوِكَ، وَ لَئِنْ طَالَبْتَنِيْ بِلُؤْمِيْ لَأُطَالِبَنَّكَ بِكَرَمِكَ، وَ لَئِنْ أَدْخَلْتَنِي النَّارَ لَأُخْبِرَنَّ أَهْلَ النَّارِ بِحُبِّيْ لَكَ،

dengan maaf-Mu, jika Engkau menuntutku dengan kekejianku, niscaya aku akan menuntut-Mu dengan kemurahan-Mu, dan jika Kau campakkan aku ke dalam neraka, niscaya akan kuberutahukan kepada penduduknya bahwa aku mencintai-Mu.

إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ إِنْ كُنْتَ لاَ تَغْفِرُ إِلاَّ لِأَوْلِيَائِكَ وَ أَهْلِ طَاعَتِكَ فَإِلَى مَنْ يَفْزَعُ الْمُذْنِبُوْنَ، وَ إِنْ كُنْتَ لاَ

Ya Ilahi, wahai Tuanku, jika Engkau tidak mengampuni kecuali para kekasih dan orang-orang yang menaati-Mu, maka kepada siapakah orang-orang yang berdosa akan bernaung? Dan jika Engkau tidak

تُكْرِمُ إِلاَّ أَهْلَ الْوَفَاءِ بِكَ فَبِمَنْ يَسْتَغِيْثُ الْمُسِيْئُوْنَ، إِلَهِي إِنْ أَدْخَلْتَنِي النَّارَ فَفِيْ ذَلِكَ سُرُوْرُ عَدُوِّكَ وَ

memuliakan kecuali orang-orang yang setia kepada-Mu, maka kepada siapakah orang-orang yang telah berbuat kejahatan akan meminta pertolongan. Ya Ilahi, jika Engkau mencampakkan aku ke dalam neraka, di situlah kesenangan musuh-Mu dan

إِنْ أَدْخَلْتَنِي الْجَنَّةَ فَفِي ذَلِكَ سُرُوْرُ نَبِيِّكَ، وَ أَنَا وَ اللَّهِ أَعْلَمُ أَنَّ سُرُوْرَ نَبِيِّكَ أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنْ سُرُوْرِ

jika Engkau memasukkan aku ke dalam surga, di situlah kebahagiaan Nabi-Mu. Dan aku, demi Allah yakin bahwa kebahagiaan Nabi-Mu lebih Kau sukai daripada kesenangan

عَدُوِّكَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَمْلَأَ قَلْبِيْ حُبًّا لَكَ وَ خَشْيَةً مِنْكَ وَ تَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَ إِيمَانًا بِكَ وَ فَرَقًا

musuh-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu; penuhilah hatiku dengan kecintaan kepada-Mu, rasa takut kepada-Mu, pembenaran terhadap Kitab-Mu, keimanan kepada-Mu, ketakutan

مِنْكَ وَ شَوْقًا إِلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ حَبِّبْ إِلَيَّ لِقَاءَكَ وَ أَحْبِبْ لِقَائِيْ، وَ اجْعَلْ لِيْ فِيْ لِقَائِكَ

kepada-Mu, dan kerinduan kepada-Mu. Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, cintakanlah kepadaku perjumpaan dengan-Mu dan cintailah perjumpaan denganku dan anugrahkan padaku dalam perjumpaan dengan-Mu itu

الرَّاحَةَ وَ الْفَرَجَ وَ الْكَرَامَةَ، اَللَّهُمَّ أَلْحِقْنِيْ بِصَالِحِ مَنْ مَضَى وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ صَالِحِ مَنْ بَقِيَ، وَ خُذْ

ketentraman, faraj, dan kemuliaan. Gabungkanlah aku dengan orang-orang salih yang telah berlalu dan jadikan kami orang-orang salih yang tersisa, tuntunlah

بِيْ سَبِيْلَ الصَّالِحِيْنَ، وَ أَعِنِّيْ عَلَى نَفْسِيْ بِمَا تُعِيْنُ بِهِ الصَّالِحِيْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ، وَ اخْتِمْ عَمَلِيْ بِأَحْسَنِهِ

aku menempuh jalan orang-orang yang salih, tolonglah aku melawan hawa nafsuku dengan apa yang Kau dengannya membantu orang-orang salih melawan hawa nafsu mereka, tutuplah amalanku dengan yang sebaik-baiknya

وَ اجْعَلْ ثَوَابِيْ مِنْهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ، وَ أَعِنِّيْ عَلَى صَالِحِ مَا أَعْطَيْتَنِيْ، وَ ثَبِّتْنِيْ يَا رَبِّ وَ لاَ تَرُدَّنِيْ

dan jadikan demi rahmat-Mu pahalaku darinya surga, bantulah aku untuk mempergunakan apa yang telah Kau anugrahkan padaku dalam kesalihan, tetapkanlah (pendirian)ku, ya Rabbi, dan jangan Kau kembalikan aku

فِيْ سُوْءٍ اسْتَنْقَذْتَنِيْ مِنْهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لاَ أَجَلَ لَهُ دُوْنَ لِقَائِكَ، أَحْيِنِيْ مَا

ke dalam jurang kejelakan yang telah Kau selamatkan aku darinya, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebuah iman yang tiada ajal baginya kecuali berjumpa dengan-Mu, hidupkan aku selama

أَحْيَيْتَنِيْ عَلَيْهِ وَ تَوَفَّنِيْ إِذَا تَوَفَّيْتَنِيْ عَلَيْهِ، وَ ابْعَثْنِيْ إِذَا بَعَثْتَنِيْ عَلَيْهِ، وَ أَبْرِئْ قَلْبِيْ مِنَ الرِّيَاءِ وَ

Engkau menghidupkan aku atas iman itu, matikan aku jika Engkau mematikanku atasnya, bangkitkanlah aku jika Engkau membangkitkanku atasnya, dan bebaskan hatiku dari riya`,

الشَّكِّ وَ السُّمْعَةِ فِيْ دِيْنِكَ حَتَّى يَكُوْنَ عَمَلِيْ خَالِصًا لَكَ، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ بَصِيْرَةً فِيْ دِيْنِكَ وَ فَهْمًا فِيْ

keraguan, dan rasa ingin tenar dalam agama-Mu sehingga seluruh amalku murni untuk-Mu. Ya Allah, anugrahkan padaku bashîrah dalam agama-Mu, kepahaman

حُكْمِكَ وَ فِقْهًا فِيْ عِلْمِكَ وَ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِكَ وَ وَرَعًا يَحْجُزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ، وَ بَيِّضْ وَجْهِيْ

tentang hukum-Mu, kedalaman dalam ilmu-Mu, dua hadiah dari rahmat-Mu, dan wara’ yang dapat menghalangiku bermaksiat kepada-Mu, putihkanlah wajahku

بِنُوْرِكَ، وَ اجْعَلْ رَغْبَتِيْ فِيْمَا عِنْدَكَ، وَ تَوَفَّنِيْ فِيْ سَبِيْلِكَ وَ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ،

dengan nur-Mu, jadikan keinginanku terhadap apa yang ada di sisi-Mu, matikan aku di jalan-Mu dan atas agama Rasul-Mu SAWW.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَ الْفَشَلِ وَ الْهَمِّ وَ الْجُبْنِ وَ الْبُخْلِ وَ الْغَفْلَةِ وَ الْقَسْوَةِ (وَ الذِّلَّةِ) وَ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kegagalan, kesedihan, kepenakutan, kekikiran, kelalaian, kekerasan (hati),

الْمَسْكَنَةِ وَ الْفَقْرِ وَ الْفَاقَةِ وَ كُلِّ بَلِيَّةٍ وَ الْفَوَاحِشِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ مَا بَطَنَ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ نَفْسٍ لاَ

kemiskinan, kefakiran, kepapaan, seluruh malapetaka dan keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, aku berlindung kepada-Mu dari hawa nafsu yang tak

تَقْنَعُ وَ بَطْنٍ لاَ يَشْبَعُ وَ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ وَ عَمَلٍ لاَ يَنْفَعُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ يَا رَبِّ عَلَى

pernah puas, perut yang tak pernah kenyang, hati yang tak pernah khusyu’, doa yang tak didengarkan, dan amalan yang tidak bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbi atas

نَفْسِيْ وَ دِيْنِيْ وَ مَالِيْ وَ عَلَى جَمِيْعِ مَا رَزَقْتَنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، اَللَّهُمَّ

jiwaku, agamaku, hartaku, dan seluruh yang telah Kau anugrahkan padaku dari dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ya Allah,

إِنَّهُ لاَ يُجِيْرُنِيْ مِنْكَ أَحَدٌ وَ لاَ أَجِدُ مِنْ دُوْنِكَ مُلْتَحَدًا، فَلاَ تَجْعَلْ نَفْسِيْ فِيْ شَيْئٍ مِنْ عَذَابِكَ وَ لاَ

tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari-Mu dan aku tidak menemukan selain-Mu tempat berlindung. Maka, jangan Kau campakkan daku ke dalam siksa-Mu sedikit pun, jangan

تَرُدَّنِيْ بِهَلَكَةٍ وَ لاَ تَرُدَّنِيْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ وَ أَعْلِ ذِكْرِيْ وَ ارْفَعْ دَرَجَتِيْ وَ حُطَّ وِزْرِيْ

Kau tolak daku dengan kehancuran, dan jangan Kau usir daku dengan siksa yang pedih. Ya Allah, terimalah dariku, tinggikan namaku, angkatlah derajatku, musnahkanlah dosaku,

وَ لاَ تَذْكُرْنِيْ بِخَطِيْئَتِيْ وَ اجْعَلْ ثَوَابَ مَجْلِسِيْ وَ ثَوَابَ مَنْطِقِيْ وَ ثَوَابَ دُعَائِيْ رِضَاكَ وَ الْجَنَّةَ، وَ

jangan Kau ingat aku dengan kesalahanku, jadikan pahala dudukku, pahala bicaraku, dan pahala doaku ridha-Mu dan surga,

أَعْطِنِيْ يَا رَبِّ جَمِيْعَ مَا سَأَلْتُكَ، وَ زِدْنِيْ مِنْ فَضْلِكَ، إِنِّيْ إِلَيْكَ رَاغِبٌ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ

berikanlah kepadaku, ya Rabbi seluruh yang kumohon pada-Mu, dan tambahkan bagiku karunia-Mu, Karena aku sangat berharap kepada-Mu, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, Engkau

أَنْزَلْتَ فِيْ كِتَابِكَ (الْعَفْوَ وَ أَمَرْتَنَا) أَنْ نَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَنَا وَ قَدْ ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا فَاعْفُ عَنَّا، فَإِنَّكَ أَوْلَى

telah turunkan di dalam Kitab-Mu agar kami memaafkan orang yang menzalimi kami, dan kami telah menzalimi diri kami sendiri, maka ampunilah kami; karena Engkau lebih layak

بِذَلِكَ مِنَّا، وَ أَمَرْتَنَا أَنْ لاَ نَرُدَّ سَائِلاً عَنْ أَبْوَابِنَا وَ قَدْ جِئْتُكَ سَائِلاً فَلاَ تَرُدَّنِيْ إِلاَّ بِقَضَاءِ حَاجَتِيْ، وَ

untuk itu semua dari kami, Engkau telah memerintahkan kami untuk tidak mengusir peminta dari pintu kami, dan kini aku datang kepada-Mu untuk memohon, maka jangan Kau usir aku kecuali dengan pengabulan hajatku, dan

أَمَرْتَنَا بِالْإِحْسَانِ إِلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُنَا وَ نَحْنُ أَرِقَّاؤُكَ فَأَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ، يَا مَفْزَعِيْ عِنْدَ كُرْبَتِيْ

Engkau telah memerintahkan kepada kami untuk berbuat kebajikan kepada sahaya-sahaya kami, kami adalah hamba sahaya-Mu, bebaskanlah kami dari api neraka. Wahai Tempat Pelarianku di saat aku tertimpa kesedihan,

وَ يَا غَوْثِيْ عِنْدَ شِدَّتِيْ إِلَيْكَ فَزِعْتُ وَ بِكَ اسْتَغَثْتُ وَ لُذْتُ، لاَ أَلُوذُ بِسِوَاكَ وَ لاَ أَطْلُبُ الْفَرَجَ إِلاَّ

wahai Penolongku ketika aku tertimpa kesusahan, hanya kepada-Mu aku berlindung, meminta pertolongan, dan bernaung. Aku tidak akan bernaung kepada selain-Mu dan tidak akan memohon faraj kecuali

مِنْكَ، فَأَغِثْنِيْ وَ فَرِّجْ عَنِّيْ، يَا مَنْ يَفُكُّ الْأَسِيْرَ (يَقْبَلُ الْيَسِيْرَ) وَ يَعْفُوْ عَنِ الْكَثِيْرِ اقْبَلْ مِنِّي الْيَسِيْرَ وَ

kepada-Mu. Maka, tolonglah aku dan lapangkanlah (hati)ku. Wahai Yang membebaskan tawanan dan memaafkan (dosa) yang banyak, terimalah amalanku yang sedikit ini dan

اعْفُ عَنِّي الْكَثِيْرَ، إِنَّكَ أَنْتَ الرَّحِيْمُ الْغَفُوْرُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيمَانًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ يَقِيْنًا (صَادِقًا)

maafkan dosaku yang banyak. Sesungguhnya Engkau Maha Penyayang, Maha Pengampun. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang dengannya Kau kuasai kalbuku dan keyakinan (yang sempurna)

حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيْبَنِيْ إِلاَّ مَا كَتَبْتَ لِيْ، وَ رَضِّنِيْ مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

sehingga aku yakin bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah Kau tentukan bagiku, dan relakanlah aku dengan kehdiupan yang telah Kau bagikan untukku, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Kelima, Syeikh Thûsî ra juga berkata, “Bacalah doa berikut ini setiap waktu sahar tiba”.

يَا عُدَّتِيْ فِيْ كُرْبَتِيْ وَ يَا صَاحِبِيْ فِيْ شِدَّتِيْ وَ يَا وَلِيِّيْ فِيْ نِعْمَتِيْ وَ يَا غَايَتِيْ فِيْ رَغْبَتِيْ، أَنْتَ

Wahai Persiapanku di saat kesedihanku, wahai Sahabatku di saat kesulitanku, wahai Pemberi nikmatku, wahai Puncak Harapanku, Engkaulah

السَّاتِرُ عَوْرَتِيْ وَ الْمُؤْمِنُ رَوْعَتِيْ وَ الْمُقِيْلُ عَثْرَتِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خُشُوْعَ

Penutup celaku, Pemberi keamanan terhadap rasa takutku, dan Pengampun ketergelinciranku. Maka, ampunilah kesalahan dan dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kekhusyukan

الْإِيْمَانِ قَبْلَ خُشُوْعِ الذُّلِّ فِي النَّارِ، يَا وَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا

iman sebelum pahitnya kehinaan di api neraka. Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tunggal, wahai Tempat Bergantung, wahai Yang tiada beranak dan tidak diperanakkan, serta tak seorang pun yang menandinginya,

أَحَدٌ، يَا مَنْ يُعْطِيْ مَنْ سَأَلَهُ تَحَنُّنًا مِنْهُ وَ رَحْمَةً وَ يَبْتَدِئُ بِالْخَيْرِ مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ تَفَضُّلاً مِنْهُ وَ كَرَمًا

wahai Yang memberi orang yang memohon-Nya sebagai kasih-sayang dan rahmat dari-Nya dan mencurahkan kebaikan kepada orang yang tidak memohon-Nya sebagai karunia dari-Ny dan kemurahan-Nya

بِكَرَمِكَ الدَّائِمِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ هَبْ لِيْ رَحْمَةً وَاسِعَةً جَامِعَةً أَبْلُغُ بِهَا خَيْرَ الدُّنْيَا وَ

yang abadi, curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dan anugrahkan padaku rahmat yang luas nan menyeluruh sehingga dengannya aku dapat menggapai kebaikan dunia dan

الْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تُبْتُ إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِكُلِّ خَيْرٍ أَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ

akhirat. Ya Allah, aku meminta ampun kepada-Mu atas dosa yang aku telah bertaubat darinya kemudian kembali lagi melakukannya dan aku meminta ampun kepada-Mu atas setiap kebaikan yang kuikhlaskan hanya untuk-Mu,

فَخَالَطَنِيْ فِيْهِ مَا لَيْسَ لَكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اعْفُ عَنْ ظُلْمِيْ وَ جُرْمِيْ بِحِلْمِكَ وَ

lalu (niat)ku tercampuri oleh apa yang tidak pantas bagi-Mu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, maafkanlah kezaliman dan kesalahanku demi kesabaran dan

جُوْدِكَ، يَا كَرِيْمُ يَا مَنْ لاَ يَخِيْبُ سَائِلُهُ وَ لاَ يَنْفَدُ نَائِلُهُ، يَا مَنْ عَلاَ فَلاَ شَيْئَ فَوْقَهُ وَ دَنَا فَلاَ شَيْئَ

kedermawanan-Mu. Wahai Dzat Maha Mulia yang tak tersia-siakan pemohon-Nya dan anugrah-Nya tak kunjung kering, wahai Dzat Maha Tinggi yang tiada lagi sesuatu di atas-Nya dan Maha Dekat yang tiada lagi sesuatu

دُوْنَهُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ ارْحَمْنِيْ يَا فَالِقَ الْبَحْرِ لِمُوْسَى اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ، السَّاعَةَ

di bawah-Nya, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dan limpahkanlah rahmat-Mu atasku, wahai Pembelah lautan untuk Musa, malam ini juga, malan ini juga, malam ini juga, saat ini juga,

السَّاعَةَ السَّاعَةَ، اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَ عَمَلِيْ مِنَ الرِّيَاءِ وَ لِسَانِيْ مِنَ الْكِذْبِ وَ عَيْنِيْ مِنَ

saat ini juga, saat ini juga. Ya Allah, sucikakn hatiku dari kemunafikan, amalkku dari riya`, mulutku dari kebohongan, dan mataku dari

الْخِيَانَةِ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَ مَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ، يَا رَبِّ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، هَذَا

khianat. Karena Engkau mengetahui mata-mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Ya Rabbi, inilah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari api neraka, inilah

مَقَامُ الْمُسْتَجِيْرِ بِكَ مِنَ النَّارِ، هَذَا مَقَامُ الْمُسْتَغِيْثِ بِكَ مِنَ النَّارِ، هَذَا مَقَامُ الْهَارِبِ إِلَيْكَ مِنَ النَّارِ،

tempat orang yang memohon perlindungan kepada-Mu dari api neraka, inilah tempat orang yang memohon pertolongan kepada-Mu dari api neraka, inilah tempat orang yang melarikan diri kepada-Mu dari api neraka,

هَذَا مَقَامُ مَنْ يَبُوْءُ لَكَ بِخَطِيْئَتِهِ وَ يَعْتَرِفُ بِذَنْبِهِ وَ يَتُوبُ إِلَى رَبِّهِ، هَذَا مَقَامُ الْبَائِسِ الْفَقِيْرِ، هَذَا مَقَامُ

inilah tempat orang yang kembali kepada-Mu dengan memikul kesalahannya, mengakui dosanya, dan bertaubat kepada Tuhannya, inilah tempat orang yang sengsara nan fakir, inilah tempat

الْخَائِفِ الْمُسْتَجِيْرِ، هَذَا مَقَامُ الْمَحْزُوْنِ الْمَكْرُوْبِ، هَذَا مَقَامُ الْمَغْمُوْمِ (الْمَحْزُوْنِ) الْمَهْمُوْمِ، هَذَا مَقَامُ

orang yang takut yang meminta perlindungan, inilah tempat orang yang tertimpa kesedihan dan nestapa, inilah tempat orang yang tertimpa duka dan kesedihan, inilah tempat

الْغَرِيْبِ الْغَرِيْقِ، هَذَا مَقَامُ الْمُسْتَوْحِشِ الْفَرِقِ، هَذَا مَقَامُ مَنْ لاَ يَجِدُ لِذَنْبِهِ غَافِرًا غَيْرَكَ وَ لاَ لِضَعْفِهِ

orang asing yang tenggelam (dalam lautan dosa), inilah tempat orang yang takut nan pengecut, inilah tempat orang yang tidak menemukan bagi dosanya pengampun selain-Mu, bagi kelemahannya

مُقَوِّيًا إِلاَّ أَنْتَ وَ لاَ لِهَمِّهِ مُفَرِّجًا سِوَاكَ، يَا اَللهُ يَا كَرِيْمُ لاَ تُحْرِقْ وَجْهِيْ بِالنَّارِ بَعْدَ سُجُوْدِيْ لَكَ وَ

orang yang dapat menguatkannya selain Engkau, dan bagi kesedihannya pemusnahnya selian diri-Mu. Ya Allah, wahai Yang Maha Mulia, jangan Kau bakar wajahku dengan api neraka setelah aku bersujud kepada-Mu dan

تَعْفِيْرِيْ بِغَيْرِ مَنٍّ مِنِّيْ عَلَيْكَ، بَلْ لَكَ الْحَمْدُ وَ الْمَنُّ وَ التَّفَضُّلُ عَلَيَّ، اِرْحَمْ أَيْ رَبِّ أَيْ رَبِّ أَيْ رَبِّ

setelah kutempelkan wajahku ke tanah karena Engkau tanpa ingin mengungkit-ungkitnya. Bahkan, hanya bagi-Mulah segala puji, karunia, dan anugrah (yang telah curahkan) atasku. Kasihanilah ya Rabbi (bacalah ya Rabbi ini hingga napas Anda terputus)

ضَعْفِيْ وَ قِلَّةَ حِيْلَتِيْ وَ رِقَّةَ جِلْدِيْ وَ تَبَدُّدَ أَوْصَالِيْ وَ تَنَاثُرَ لَحْمِيْ وَ جِسْمِيْ وَ جَسَدِيْ وَ وَحْدَتِيْ وَ

kelemahanku, sedikitnya dayaku, kelembutan kulitku, rontoknya anggota badanku, tercerai-berainya daging dan tubuhku, kesendirianku,

وَحْشَتِيْ فِيْ قَبْرِيْ وَ جَزَعِيْ مِنْ صَغِيْرِ الْبَلاَءِ، أَسْأَلُكَ يَا رَبِّ قُرَّةَ الْعَيْنِ وَ الاغْتِبَاطَ يَوْمَ الْحَسْرَةِ وَ

kesunyianku di dalam kubur, dan ketakutanku terhadap malapetaka yang kecil. Aku memohon kepada-Mu, ya Rabbi kebahagiaan hati dan kebahagiaan pada hari kesedihan dan

النَّدَامَةِ، بَيِّضْ وَجْهِيْ يَا رَبِّ يَوْمَ تَسْوَدُّ الْوُجُوْهُ، آمِنِّيْ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، أَسْأَلُكَ الْبُشْرَى يَوْمَ تُقَلَّبُ

penyesalan, putihkanlah wajahku, ya Rabbi pada wajah-wajah (para makhluk) hitam-kelam, anugrahkan rasa aman padaku pada hari ketakutan terbesar, aku memohon kepada-Mu kegembiraan pada hari terbolak-baliknya

الْقُلُوْبُ وَ الْأَبْصَارُ وَ الْبُشْرَى عِنْدَ فِرَاقِ الدُّنْيَا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْجُوْهُ عَوْنًا فِيْ حَيَاتِيْ وَ أُعِدُّهُ ذُخْرًا

hati dan penglihatan dan kebahagiaan ketika berpisah dengan dunia ini. Segala puji bagi Allah yang dapat kuharapkan pertolongan-Nya di dalam hidupku dan kusiapkan sebagai simpanan

لِيَوْمِ فَاقَتِيْ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَدْعُوْهُ وَ لاَ أَدْعُوْ غَيْرَهُ، وَ لَوْ دَعَوْتُ غَيْرَهُ لَخَيَّبَ دُعَائِيْ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

pada saat kepapaanku. Segala puji bagi Allah yang aku menyeru-Ny dan tidak menyeru selain-Nya. Seandainya aku menyeru selain-Nya, niscaya ia akan menyia-siakan seruanku. Segala puji bagi Allah

الَّذِيْ أَرْجُوْهُ وَ لاَ أَرْجُوْ غَيْرَهُ، وَ لَوْ رَجَوْتُ غَيْرَهُ لَأَخْلَفَ رَجَائِيْ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْعِمِ الْمُحْسِنِ

yang aku mengharapkan-Ny dan tidak mengharapakan selian-Nya. Seandainya aku mengharapkan selain-Nya, niscaya ia akan mencampakkan harapanku. Segala puji bagi Allah Yang Maha Pemberi nikmat, Yang Maha Berbuat kebaikan,

الْمُجْمِلِ الْمُفْضِلِ ذِيْ الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ وَلِيُّ كُلِّ نِعْمَةٍ وَ صَاحِبُ كُلِّ حَسَنَةٍ وَ مُنْتَهَى كُلِّ رَغْبَةٍ وَ

Yang Maha Memberi keindahan, Yang Maha Menganugrahkan keutamaan, Pemilik keagungan dan kemuliaan, Penganugrah setiap nikmat, Pemilik setiap kebaikan, Puncak setiap harapan, dan

قَاضِيْ كُلِّ حَاجَةٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ ارْزُقْنِي الْيَقِيْنَ وَ حُسْنَ الظَّنِّ بِكَ وَ أَثْبِتْ

Pengabul stiap hajat. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkan padaku keyakinan dan prasangka baik kepada-Mu, tetapkanlah

رَجَاءَكَ فِيْ قَلْبِيْ وَ اقْطَعْ رَجَائِيْ عَمَّنْ سِوَاكَ حَتَّى لاَ أَرْجُوَ غَيْرَكَ وَ لاَ أَثِقَ إِلاَّ بِكَ، يَا لَطِيْفًا لِمَا

rasa berharap kepada-Mu di kalbuku, dan putuskanlah harapanku terhadap selain-Mu sehingga aku tidak berharap kepada selain-Mu dan tidak percaya kecuali kepada-Mu. Wahai Yang Maha Kasih terhadap orang

تَشَاءُ الْطُفْ لِيْ فِيْ جَمِيْعِ أَحْوَالِيْ بِمَا تُحِبُّ وَ تَرْضَى، يَا رَبِّ إِنِّيْ ضَعِيْفٌ عَلَى النَّارِ فَلاَ تُعَذِّبْنِيْ

yang Kau kehendaki, kasihanilah aku di semua keadaanku dengan apa yang Kau cintai dan ridhai. Ya Rabbi, sesungguhnya aku lemah menghadapi api neraka. Maka, jangan Kau siksa aku

بِالنَّارِ، يَا رَبِّ ارْحَمْ دُعَائِيْ وَ تَضَرُّعِيْ وَ خَوْفِيْ وَ ذُلِّيْ وَ مَسْكَنَتِيْ وَ تَعْوِيْذِيْ وَ تَلْوِيْذِيْ، يَا رَبِّ

dengan api neraka. Ya Rabbi, kasihanilah seruanku, kerendahan diriku, rasa takutku, kehinaanku, kemiskinanku, permohonanlindungku dan naunganku. Ya Rabbi,

إِنِّيْ ضَعِيْفٌ عَنْ طَلَبِ الدُّنْيَا وَ أَنْتَ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ، أَسْأَلُكَ يَا رَبِّ بِقُوَّتِكَ عَلَى ذَلِكَ وَ قُدْرَتِكَ عَلَيْهِ وَ

sesungguhnya aku lemah dalam mencari dunia, sedangkan Engkau Maha Luas nan Pemurah. Aku memohon kepada-Mu, ya Rabbi demi kekuatan dan kemampuan-Mu atas semua itu, serta

غِنَاكَ عَنْهُ وَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ أَنْ تَرْزُقَنِيْ فِيْ عَامِيْ هَذَا وَ شَهْرِيْ هَذَا وَ يَوْمِيْ هَذَا وَ سَاعَتِيْ هَذِهِ رِزْقًا

demi ketidakbutuhan-Mu terhadapnya dan keperluanku kepadanya; karuniakanlah kepadaku di tahunku ini, di bulanku ini, di hariku ini, dan di saatku ini rezeki

تُغْنِيْنِيْ بِهِ عَنْ تَكَلُّفِ مَا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ مِنْ رِزْقِكَ الْحَلاَلِ الطِّيِّبِ، أَيْ رَبِّ مِنْكَ أَطْلُبُ وَ إِلَيْكَ

halal nan baik yang dengannya Kau tidak memaksaku untuk melirik apa yang ada di tangan orang lain. Ya Rabbi, hanya kepada-Mu aku meminta, hanya kepada-Mu

أَرْغَبُ وَ إِيَّاكَ أَرْجُوْ وَ أَنْتَ أَهْلُ ذَلِكَ لاَ أَرْجُوْ غَيْرَكَ وَ لاَ أَثِقُ إِلاَّ بِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، أَيْ رَبِّ

Kucurahkan keinginanku, dan hanya kepada-Mu aku berharap, sedangkah Engkau layak untuk itu. Aku tidak akan mengharap selain-Mu dan tidak akan percaya kecuali kepada-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari pada pengasih. Ya Rabbi,

ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ وَ ارْحَمْنِيْ وَ عَافِنِيْ، يَا سَامِعَ كُلِّ صَوْتٍ وَ يَا جَامِعَ كُلِّ فَوْتٍ وَ يَا بَارِئَ

aku telah menzalimi diriku. Maka, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan selamatkanlah aku. Wahai Pendengar setiap suara, wahai Pengumpul setiap yang telah tiada, wahai Pencipta

النُّفُوْسِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَا مَنْ لاَ تَغْشَاهُ الظُّلُمَاتُ وَ لاَ تَشْتَبِهُ عَلَيْهِ الْأَصْوَاتُ وَ لاَ يَشْغَلُهُ شَيْئٌ عَنْ شَيْئٍ

jiwa setelah kematiannya, wahai Yang tak tertutupi oleh kegelapan, tak rancau bagi-Nya suara-suara, dan tidak disibukkan oleh sesuatu (untuk mengawasi) sesuatu yang lain,

أَعْطِ مُحَمَّدًا صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ أَفْضَلَ مَا سَأَلَكَ وَ أَفْضَلَ مَا سُئِلْتَ لَهُ وَ أَفْضَلَ مَا أَنْتَ مَسْؤُوْلٌ

berikanlah kepada Muhammad SAWW permohonannya yang terbaik dan sebaik-baik permohonan yang Engkau telah diminta untuk menyampaikannya kepadanya

لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَ هَبْ لِيَ الْعَافِيَةَ حَتَّى تَهْنِئَنِي الْمَعِيْشَةُ وَ اخْتِمْ لِيْ بِخَيْرٍ حَتَّى لاَ تَضُرَّنِي

hingga hari Kiamat, anugrahkanlah padaku kesehatan sehingga kehidupan ini terasa tentram bagiku, dan tutuplah (amalan)ku dengan kebaikan sehingga tidak membuatkku celaka

الذُّنُوْبُ، اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ حَتَّى لاَ أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ

dosa-dosa(ku). Ya Allah, ridhakanlah aku dengan apa yang telah Kau bagikan untukku sehingga aku tidak meminta sesuatu kepada orang lain. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad,

افْتَحْ لِيْ خَزَائِنَ رَحْمَتِكَ وَ ارْحَمْنِيْ رَحْمَةً لاَ تُعَذِّبُنِيْ بَعْدَهَا أَبَدًا فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ ارْزُقْنِيْ مِنْ

bukakanlah untukku simpanan rahmat-Mu, rahmatilah aku sehingga sesudahnya Engkau tidak akan menyiksaku selamanya di dunia dan akhirat, dan anugrahkan padaku dari

فَضْلِكَ الْوَاسِعِ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا لاَ تُفْقِرُنِيْ إِلَى أَحَدٍ بَعْدَهُ سِوَاكَ تَزِيْدُنِيْ بِذَلِكَ شُكْرًا وَ إِلَيْكَ فَاقَةً وَ

karunia-Mu yang luas rezeki yang halal sehingga setelahnya Engkau tidak menjadikanku perlu kepada orang lain selain-Mu, dengannya Engkau tambahkan rasa syukurku dan rasa butuhku kepada-Mu,

فَقْرًا وَ بِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ غِنًى وَ تَعَفُّفًا، يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُفْضِلُ يَا مَلِيْكُ يَا مُقْتَدِرُ صَلِّ

serta dengan diri-Mu kecukupan dan keengganan (untuk meminta) kepada selain-Mu. Wahai Yang Berbuat kebaikan, wahai Yang Maha Memperindah, wahai Yang Maha Memberi nikmat, wahai Yang Maha Memberi Karunia, wahai Maha Pemilik, wahai Yang Maha Perkasa, curahkanlah shalawat-Mu

عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اكْفِنِي الْمُهِمَّ كُلَّهُ وَ اقْضِ لِيْ بِالْحُسْنَى وَ بَارِكْ لِيْ فِيْ جَمِيْعِ أُمُوْرِيْ وَ

atas Muhammad dan keluarga Muhammad, cukupkanlah bagiku semua yang kuperlukan, tentukanlah bagiku akibat yang baik, berkahkanlah semua urusanku, dan

اقْضِ لِيْ جَمِيْعَ حَوَائِجِيْ، اَللَّهُمَّ يَسِّرْ لِيْ مَا أَخَافُ تَعْسِيْرَهُ (تَعَسُّرَهُ)، فَإِنَّ تَيْسِيْرَ مَا أَخَافُ تَعْسِيْرَهُ

sampaikanlah aku kepada semua hajatku. Ya Allah, mudahkanlah bagiku apa yang kutakutkan kesulitannya, karena memudahkan apa yang kutakutkan kesulitannya itu

(تَعَسُّرَهُ) عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسِيْرٌ، وَ سَهِّلْ لِيْ مَا أَخَافُ حُزُوْنَتَهُ، وَ نَفِّسْ عَنِّيْ مَا أَخَافُ ضِيْقَهُ، وَ كُفَّ

adalah sangat mudah bagi-Mu, mudahkanlah bagiku apa yang kutakutkan kesulitannya, luaskanlah bagiku apa yang kutakutkan kesempitannya, cegahlah

عَنِّيْ مَا أَخَافُ هَمَّهُ (غَمَّهُ)، وَ اصْرِفْ عَنِّيْ مَا أَخَافُ بَلِيَّتَهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ حُبًّا

dariku apa yang kutakutkan kesedihannya, dan palingkanlah dariku apa yang kutakutkan malapetakanya, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Ya Allah, penuhilah kalbuku dengan kecintaan,

لَكَ وَ خَشْيَةً مِنْكَ وَ تَصْدِيْقًا لَكَ وَ إِيمَانًا بِكَ وَ فَرَقًا مِنْكَ وَ شَوْقًا إِلَيْكَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ، اَللَّهُمَّ

rasa takut kepada-Mu, pembenaran terhadap-Mu, keimanan, ketakutan, dan kerinduan kepada-Mu, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Ya Allah,

إِنَّ لَكَ حُقُوْقًا فَتَصَدَّقْ بِهَا عَلَيَّ وَ لِلنَّاسِ قِبَلِيْ تَبِعَاتٌ فَتَحَمَّلْهَا عَنِّيْ، وَ قَدْ أَوْجَبْتَ لِكُلِّ ضَيْفٍ قِرًى وَ

sesungguhnya Engkau memiliki hak-hak (atasku), maka sedekahkanlah semua itu padaku dan orang lain memiliki tagihan terhadapku, maka tanggunglah semua itu untukku, Engkau telah mewajibkan supaya setiap tamu dijamu, dan

أَنَا ضَيْفُكَ، فَاجْعَلْ قِرَايَ اللَّيْلَةَ الْجَنَّةَ، يَا وَهَّابَ الْجَنَّةِ يَا وَهَّابَ الْمَغْفِرَةِ، وَ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

aku adalah tamu-Mu. Maka, jadikanlah jamuanku pada malam ini surga, wahai Penganugrah surga, wahai Penganugrah ampunan, tiada daya dan tiada kekuatan selain dengan (pertolongan)-Mu.

Keenam, membaca doa Nabi Idris as sebagaimana diriwayatkan oleh Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra. Bagi yang berminat, hendaknya merujuk kepada kitab Mishbâh al-Mutahajjid atau Iqbâl al-A’mâl.

Ketujuh, membaca doa berikut ini. Doa ini disebutkan dalam kitab Iqbâl al-A’mâl dan termasuk doa-doa sahar yang terpendek.

يَا مَفْزَعِيْ عِنْدَ كُرْبَتِيْ، وَ يَا غَوْثِيْ عِنْدَ شِدَّتِيْ، إِلَيْكَ فَزِعْتُ وَ بِكَ اسْتَغَثْتُ وَ بِكَ لُذْتُ، لاَ أَلُوْذُ

Wahai Tempat Pelarianku di saat kesedihanku, wahai Penolongku di saat kesulitanku, hanya kepada-Mu aku berlindung, meminta pertolongan, dan bernaung. Aku tidak akan bernaung

بِسِوَاكَ وَ لا أَطْلُبُ الْفَرَجَ إِلاَّ مِنْكَ، فَأَغِثْنِيْ وَ فَرِّجْ عَنِّيْ، يَا مَنْ يَقْبَلُ الْيَسِيْرَ وَ يَعْفُوْ عَنِ الْكَثِيْرِ اقْبَلْ

kepada selain-Mu dan tidak akan mencari kelapangan kecuali dari-Mu. Maka, berikanlah pertolongan kepadaku dan lapangkanlah (kesulitan)ku. Wahai Yang menerima yang sedikit dan memaafkan (dosa) yang banyak, terimalah

مِنِّي الْيَسِيْرَ وَ اعْفُ عَنِّي الْكَثِيْرَ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ

(amal)ku yang sedikit dan maafkanlah (dosa)ku yang banyak. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang dengannya Kau awasi kalbuku dan

يَقِيْنًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيْبَنِيْ إِلاَّ مَا كَتَبْتَ لِيْ، وَ رَضِّنِيْ مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، يَا أَرْحَمَ

keyakinan sehingga aku mengetahui bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah Kau tulis bagiku. Dalam kehidupan ini, ridhakanlah aku dengan apa yang telah Kau bagikan untukku, wahai Yang Lebih Pengasih

الرَّاحِمِيْنَ، يَا عُدَّتِيْ فِيْ كُرْبَتِيْ، وَ يَا صَاحِبِيْ فِيْ شِدَّتِيْ، وَ يَا وَلِيِّيْ فِيْ نِعْمَتِيْ، وَ يَا غَايَتِيْ فِيْ

dari para pengasih. Wahai Pesiapanku di saat kesedihianku, wahai Sahabatku di saat kesulitanku, wahai Pemberi nikmatku, wahai Puncak

رَغْبَتِيْ، أَنْتَ السَّاتِرُ عَوْرَتِيْ وَ الْآمِنُ رَوْعَتِيْ وَ الْمُقِيْلُ عَثْرَتِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، يَا أَرْحَمَ
keinginanku, Engkaulah Penutup celaku, Pengaman ketakutankku, dan Pengampun ketergelinciranku, ampunilah kesalahanku, wahai Yang Lebih Pengasih

الرَّاحِمِيْنَ

dari para pengasih.

Kedelapan, membaca tasbîh berikut ini. Tasbîh ini disebutkan di dalam kitab al-Iqbâl.

سُبْحَانَ مَنْ يَعْلَمُ جَوَارِحَ الْقُلُوْبِ، سُبْحَانَ مَنْ يُحْصِيْ عَدَدَ الذُّنُوْبِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ خَافِيَةٌ

Maha SuCi Dzat yang mengetahui malapetaka-malapetakan hati. Maha Suni Dzat yang menghitung jumlah dosa. Maha Suci Dzat yang tidak tersembunyi bagi-Nya segala yang tersembunyi

فِي السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرَضِيْنَ، سُبْحَانَ الرَّبِّ الْوَدُوْدِ، سُبْحَانَ الْفَرْدِ الْوِتْرِ، سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْأَعْظَمِ،

di langit dan di bumi. Maha Suci Tuhan Yang Maha Pengasih. Maha Suci Dzat Yang Maha Esa nan Tunggal. Maha Suci Dzat Yang Maha Agung na Teragung.

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَعْتَدِيْ عَلَى أَهْلِ مَمْلَكَتِهِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يُؤَاخِذُ أَهْلَ الْأَرْضِ بِأَلْوَانِ الْعَذَابِ، سُبْحَانَ

Maha Suci Dzat yang tidak pernah berbuat zalim terhadap penduduk kerajaan-Nya. Maha Suci Dzat yang tidak menyiksa penduduk bumi dengan aneka-ragam siksa. Maha Suci

الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، سُبْحَانَ الرَّؤُوْفِ الرَّحِيْمِ، سُبْحَانَ الْجَبَّارِ الْجَوَّادِ، سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ، سُبْحَانَ

Dzat Yang Maha Kasih nan Penganugrah. Maha Suci Dzat Yang Maha Belas-kasih nan Penyayang. Maha Suci Dzat Yang Maha Perkasa nan Dermawan. Maha Suci Dzat Yang Maha Pemurah nan Penyabar. Mahas Suci

الْبَصِيْرِ الْعَلِيْمِ، سُبْحَانَ الْبَصِيْرِ الْوَاسِعِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَى إِقْبَالِ النَّهَارِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَى إِدْبَارِ

Dzat Yang Maha Melihat nan Mengetahui. Maha Suci Allah atas kedatangan siang. Maha Suci Allah atas kepergian

النَّهَارِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَى إِدْبَارِ اللَّيْلِ وَ إِقْبَالِ النَّهَارِ، (سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَى إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِدْبَارِ اللَّيْلِ،

siang. Maha Suci Allah atas kepergian malam dan kedatangan siang. (Maha Suci Allah atas kedatangan siang dan kepergian malam.

سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَى إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِقْبَالِ اللَّيْلِ)، وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ الْمَجْدُ وَ الْعَظَمَةُ وَ الْكِبْرِيَاءُ مَعَ كُلِّ نَفَسٍ

Maha Suci Allah atas kedatangan siang dan malam). Hanya bagi-Nya segala pujian, kemuliaan, keagungan, dan kebesaran disertai dengan setiap hembusan napas,

وَ كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ وَ كُلِّ لَمْحَةٍ سَبَقَ فِيْ عِلْمِهِ، سُبْحَانَكَ مِلْأَ مَا أَحْصَى كِتَابُكَ، سُبْحَانَكَ زِنَةَ عَرْشِكَ،

kedipan mata, dan setiap isyarat yang telah termaktub dalam ilmua-Nya. Maha Suci Engkau sebanyak yang dapat dihitung oleh Kitab-mu. Maha Suci Engkau sebanyak timbangan ‘Arasy-Mu.

سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ‏

Maha Suci Engkau. Maha Suci Engkau. Maha Suci Engkau.

Ketahuilah, para ulama menganjurkan, jika kita berniat puasa setelah memakan sahur, hal itu adalah lebih baik. Akan tetapi, kita memiliki kesempatan untuk berniat puasa dari awal malam hingga akhir malam. Niat adalah kita mengetahui dan bermaksud untuk melakukan puasa esok hari dan meninggalkan segala yang dapat membatalkannya. Selayaknya kita melakukan shalat malam (tahajjud) di waktu-waktu sahar ini.

d. Amalan-amalan Siang Hari Bulan Ramadhan

Bagian ini terdiri dari beberapa amalan:

Pertama, membaca doa yang telah dinukil oleh Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra berikut ini.

اَللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، وَ هَذَا

Ya Allah, ini adalah bulan Ramadhan yang telah kau turunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas bagi hidayah dan bagi jalan pemisah (antara hak dan batil). Ini

شَهْرُ الصِّيَامِ، وَ هَذَا شَهْرُ الْقِيَامِ، وَ هَذَا شَهْرُ الْإِنَابَةِ، وَ هَذَا شَهْرُ التَّوْبَةِ، وَ هَذَا شَهْرُ الْمَغْفِرَةِ وَ

adalah bulan puasa. Ini adalah bulan ibadah. Ini adalah bulan kembali (kepada Allah). Ini adalah bulan taubat. Inni adalah bulan ampunan dan

الرَّحْمَةِ، وَ هَذَا شَهْرُ الْعِتْقِ مِنَ النَّارِ وَ الْفَوْزِ بِالْجَنَّةِ، وَ هَذَا شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ الَّتِيْ هِيَ خَيْرٌ مِنْ

rahmat. Inin adalah bulan kebebasan dari api neraka dan kemenagan dengan surga. Ini adalah bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr sebagai malam erbaik dari

أَلْفِ شَهْرٍ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَعِنِّيْ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ، وَ سَلِّمْهُ لِيْ وَ

seribu bulan. Ya Allah curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, tolonglah aku untuk berpuasa dan beribadah di dalamnya, sejahterakanlah ia untukku dan

سَلِّمْنِيْ فِيْهِ، وَ أَعِنِّيْ عَلَيْهِ بِأَفْضَلِ عَوْنِكَ، وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِطَاعَتِكَ وَ طَاعَةِ رَسُولِكَ وَ أَوْلِيَائِكَ صَلَّى

sejahterakan aku di dalamnya, bantulah aku untuk melaksanakan kewajibannya dengan pertolongan-Mu yang terbaik, berikanlah taufik padaku di dalamnya untuk menaati-Mu dan menaati Rasul dan para kekasih-Mu as,

اَللهُ عَلَيْهِمْ، وَ فَرِّغْنِيْ فِيْهِ لِعِبَادَتِكَ وَ دُعَائِكَ وَ تِلاَوَةِ كِتَابِكَ، وَ أَعْظِمْ (عَظِّمْ) لِيْ فِيْهِ الْبَرَكَةَ، (وَ

fokuskanlah (waktu)ku di dalamnya untuk beribadah kepada-Mu, berdoa kepada-Mu, dan membaca Kitab-Mu, agungkanlah untukku di dalamnya berkah,

أَحْرِزْ لِيْ فِيْهِ التَّوْبَةَ)، وَ أَحْسِنْ لِيْ فِيْهِ الْعَافِيَةَ (الْعَاقِبَةَ)، وَ أَصِحَّ فِيْهِ بَدَنِيْ، وَ أَوْسِعْ (لِيْ) فِيْهِ

perbaikilah untukku di dalamnya ‘afiat, sehatkanlah di dalamnya badanku, lapangkah di dalamnya

رِزْقِيْ، وَ اكْفِنِيْ فِيْهِ مَا أَهَمَّنِيْ، وَ اسْتَجِبْ فِيْهِ دُعَائِيْ، وَ بَلِّغْنِيْ فِيْهِ رَجَائِيْ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

rezekiku, cukupkanlah bagiku di dalamnya apa yang kuperlukan, kabulkanlah di dalamnya doaku, dan sampaikan padaku di dalamnya segala harapanku. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad

وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَذْهِبْ عَنِّيْ فِيْهِ النُّعَاسَ وَ الْكَسَلَ وَ السَّأْمَةَ وَ الْفَتْرَةَ وَ الْقَسْوَةَ وَ الْغَفْلَةَ وَ الْغِرَّةَ، وَ

dan keluarga Muhammad, usirlah dari pada bulan ini rasa kantuk, kemalasan, kejemuan, keletihan, kekerasan (hati), kelupaan, dan kelengahan,

جَنِّبْنِيْ فِيْهِ الْعِلَلَ وَ الْأَسْقَامَ وَ الْهُمُوْمَ وَ الْأَحْزَانَ وَ الْأَعْرَاضَ وَ الْأَمْرَاضَ وَ الْخَطَايَا وَ الذُّنُوْبَ، وَ

jauhkanlah aku di dalamnya dari berbagai penyakit, kegundahan, kesedihan, berbagai penderitaan, kesalahan, dan dosa, dan

اصْرِفْ عَنِّيْ فِيْهِ السُّوْءَ وَ الْفَحْشَاءَ وَ الْجَهْدَ وَ الْبَلاَءَ وَ التَّعَبَ وَ الْعَنَاءَ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ، اَللَّهُمَّ

tolaklah dariku di dalamnya kejelekan, kekejian, pekerjaan yang berat, malapetaka, dan kelelahan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. Ya Allah,

صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَعِذْنِيْ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَ هَمْزِهِ وَ لَمْزِهِ وَ نَفْثِهِ وَ نَفْخِهِ وَ

curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, lindungilah aku di dalamnya dari setan yang terkutuk dan dari godaan, makian, umpatan, kesombongan,

وَسْوَسَتِهِ وَ تَثْبِيْطِهِ (وَ بَطْشِهِ) وَ كَيْدِهِ وَ مَكْرِهِ وَ حَبَائِلِهِ وَ خُدَعِهِ وَ أَمَانِيِّهِ وَ غُرُوْرِهِ وَ فِتْنَتِهِ وَ

bisikan, pencegahan, tipu-daya, makar, jebakan, tipuan, kesombongan, fitnah,

شَرَكِهِ وَ أَحْزَابِهِ وَ أَتْبَاعِهِ وَ أَشْيَاعِهِ وَ أَوْلِيَائِهِ وَ شُرَكَائِهِ وَ جَمِيْعِ مَكَائِدِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ

perangkap, golongan, pengikut, kelompok, kekasih, partner, dan seluruh tipu-dayanya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan

آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنَا قِيَامَهُ وَ صِيَامَهُ وَ بُلُوْغَ الْأَمَلِ فِيْهِ وَ فِيْ قِيَامِهِ وَ اسْتِكْمَالَ مَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ

keluarga Muhammad, anugrahkan kepada kami ibadah, berpuasa, tergapainya harapan di dalamnya dan di dalam ibadahnya, dan menyempurnakan apa yang menjadikan Engkau ridha terhadapku,

صَبْرًا وَ احْتِسَابًا وَ إِيمَانًا وَ يَقِيْنًا، ثُمَّ تَقَبَّلْ ذَلِكَ مِنِّيْ بِالْأَضْعَافِ الْكَثِيْرَةِ وَ الْأَجْرِ الْعَظِيْمِ، يَا رَبَّ

baik dalam kesabaran, keikhlasan, keimanan, dan keyakinan. Lalu, terimalah semua itu dariku dengan pelipatgandaan yang tak terhingga dan pahala yang besar. Wahai Tuhan

الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنِيْ (وَ ارْزُقْنَا) الْحَجَّ وَ الْعُمْرَةَ (وَ الْجِدَّ) وَ

semesta alam. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkanlah padaku ibadah haji, ‘umrah,

الْإِجْتِهَادَ وَ الْقُوَّةَ وَ النَّشَاطَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ الْقُرْبَةَ (وَ التَّوْفِيْقَ) وَ الْخَيْرَ الْمَقْبُوْلَ وَ الرَّغْبَةَ وَ

semangat, kekuatan, keceriaan, kembali (pada-Mu), taubat, kedekatan (dengan-Mu), kebaikan yang diterima, keinginan,

الرَّهْبَةَ وَ التَّضَرُّعَ وَ الْخُشُوْعَ وَ الرِّقَّةَ وَ النِّيَّةَ الصَّادِقَةَ وَ صِدْقَ اللِّسَانِ وَ الْوَجَلَ مِنْكَ وَ الرَّجَاءَ لَكَ

rasa takut, merendahkan diri, kekhusyukan, kelunakan (hati), niat yang benar, kejujuran dalam berbicara, rasa takut dari-Mu, berharap kepada-Mu,

وَ التَّوَكُّلَ عَلَيْكَ وَ الثِّقَةَ بِكَ وَ الْوَرَعَ عَنْ مَحَارِمِكَ مَعَ صَالِحِ الْقَوْلِ وَ مَقْبُوْلِ السَّعْيِ وَ مَرْفُوْعِ

berpasrah diri kepada-Mu, kepercayaan kepada-Mu, bersikap wara’ terhadap keharaman-Mu disertai dengan perkataan yang benar, usaha yang diterima, amal yang diangkat,

الْعَمَلِ وَ مُسْتَجَابِ الدَّعْوَةِ، وَ لاَ تَحُلْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ شَيْئٍ مِنْ ذَلِكَ بِعَرَضٍ وَ لاَ مَرَضٍ وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ

dan doa yang dikabulkan dan jangan Kau halangi aku dari semua itu dengan (peristiwa) yang akan terjadi, penyakit, kesusahan,

غَمٍّ وَ لاَ سُقْمٍ وَ لاَ غَفْلَةٍ وَ لاَ نِسْيَانٍ، بَلْ بِالتَّعَاهُدِ وَ التَّحَفُّظِ لَكَ وَ فِيْكَ وَ الرِّعَايَةِ لِحَقِّكَ وَ الْوَفَاءِ

kegundahan, penyakit, kelupaan, dan kelalaian, bahkan (semua amalku dapat kulakukan) dengan mengawasi dan memperhatikan-Mu, menjaga hak-Mu, memenuhi

بِعَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اقْسِمْ لِيْ فِيْهِ

perjanjian dan janji-Mu, dengan (perantara) rahmat-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari pada pengasih. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, bagikanlah padaku di dalamnya

أَفْضَلَ مَا تَقْسِمُهُ لِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، وَ أَعْطِنِيْ فِيْهِ أَفْضَلَ مَا تُعْطِيْ أَوْلِيَاءَكَ الْمُقَرَّبِيْنَ مِنَ الرَّحْمَةِ وَ

bagian terbaik yang akan Kau bagikan kepada hamba-hamba-Mu yang salih, berikanlah kepadaku di dalamnya pemberian terbaik yang akan Kau berikan kepada para kekasih-Mu yang dekat (dengan haribaan-Mu); dari rahmat,

الْمَغْفِرَةِ وَ التَّحَنُّنِ وَ الْإِجَابَةِ وَ الْعَفْوِ وَ الْمَغْفِرَةِ الدَّائِمَةِ وَ الْعَافِيَةِ وَ الْمُعَافَاةِ وَ الْعِتْقِ مِنَ النَّارِ وَ

ampunan, kasih-sayang, pengabulan (doa), maaf, ampunan yang abadi, kesehatan, keselamatan, kebebasan dari api neraka,

الْفَوْزِ بِالْجَنَّةِ وَ خَيْرِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اجْعَلْ دُعَائِيْ فِيْهِ إِلَيْكَ

kemenangan dengan surga, kebaikan dunia, dan akhirat. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikanlah di dalam bulan ini doaku

وَاصِلاً، وَ رَحْمَتَكَ وَ خَيْرَكَ إِلَيَّ فِيْهِ نَازِلاً، وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً، وَ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا، وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ

sampai kepada-Mu, rahmat dan kebaikan-Mu tercurahkan atasku, amalku terkabulkan, segala usahaku disyukuri, dan dosaku
مَغْفُوْرًا حَتَّى يَكُوْنَ نَصِيْبِيْ فِيْهِ الْأَكْثَرَ (الْأَكْبَرَ) وَ حَظِّيْ فِيْهِ الْأَوْفَرَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ

diampuni sehingga nasibku di dalamnya adalah yang terbanyak dan bagianku yang tersempurna. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga

مُحَمَّدٍ، وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَى أَفْضَلِ حَالٍ تُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ عَلَيْهَا أَحَدٌ مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَ أَرْضَاهَا

Muhammad, pada bulan ini berikanlah taufik kepadaku untuk menggapai malam Lailatul Qadr dalam kondisi terbaik dan paling diridhai bagi-Mu yang Engkau suka salah seorang kekasih-Mu memiliknya,

لَكَ، ثُمَّ اجْعَلْهَا لِيْ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا أَفْضَلَ مَا رَزَقْتَ أَحَدًا مِمَّنْ بَلَّغْتَهُ إِيَّاهَا وَ

kemudian jadikanlah malam itu lebih baik dari seribu bulan, anugrahkan di malam itu padaku rezeki terbaik yang telah Kau anugrahkan kepada orang yang telah Kau sampaikan kepada malam itu dan

أَكْرَمْتَهُ بِهَا، وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنْ جَهَنَّمَ وَ طُلَقَائِكَ مِنَ النَّارِ وَ سُعَدَاءِ خَلْقِكَ بِمَغْفِرَتِكَ وَ

Kau muliakannya dengannya, jadikan aku di malam itu di antara orang-orang yang telah terbebaskan dari dari neraka Jahannam dan api neraka, dan di antara makhluk-Mu yang memperoleh kebahagiaan dengan ampunan dan

رِضْوَانِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنَا فِيْ شَهْرِنَا هَذَا الْجِدَّ وَ

keridhaan-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkan pada kami di bulan ini kesungguhan,

الْإِجْتِهَادَ وَ الْقُوَّةَ وَ النَّشَاطَ وَ مَا تُحِبُّ وَ تَرْضَى، اَللَّهُمَّ رَبَّ الْفَجْرِ وَ لَيَالٍ عَشْرٍ (وَ اللَّيَالِي الْعَشْرِ) وَ

kegiatan, kekuatan, semangat, dan apa yang Kau cintai dan ridhai. Ya Allah, wahai Tuhan fajar dan sepuluh malam,

الشَّفْعِ وَ الْوَتْرِ وَ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ مَا أَنْزَلْتَ فِيْهِ مِنَ الْقُرْآنِ وَ رَبَّ جَبْرَئِيْلَ وَ مِيْكَائِيْلَ وَ

kegenapan dan keganjilan, wahai Tuhan bulan Ramadhan dan al-Quran yang telah Kau turunkan di dalamnya, wahai Tuhan malaikat Jibril, Mikail,

إِسْرَافِيْلَ وَ عِزْرَائِيْلَ وَ جَمِيْعِ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَ رَبَّ إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَ إِسْحَاقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ

Israfil, Izrail, dan seluruh malaikat yang muqarrab, wahai Tuhan Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan Ya’qub,

رَبَّ مُوْسَى وَ عِيْسَى وَ جَمِيْعِ النَّبِيِّيْنَ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَ رَبَّ مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

wahai Tuhan Musa, Isa, dan seluruh nabi dan rasul, wahai Tuhan Muhammad, pamungkas sekalian nabi-shalawat-Mu atasnya dan atas mereka

أَجْمَعِيْنَ، وَ أَسْأَلُكَ بِحَقِّكَ عَلَيْهِمْ وَ بِحَقِّهِمْ عَلَيْكَ وَ بِحَقِّكَ الْعَظِيْمِ لَمَّا صَلَّيْتَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ عَلَيْهِمْ

seluruhnya-, aku memohon kepada-Mu demi hak-Mu atas mereka dan demi hak mereka atas-Mu, serta demi hak-Mu yang agung; curahkanlah shalawat atasnya dan atas keluarganya, serta atas mereka

أَجْمَعِيْنَ، وَ نَظَرْتَ إِلَيَّ نَظْرَةً رَحِيْمَةً تَرْضَى بِهَا عَنِّيْ رِضًى لاَ سَخَطَ (تَسْخَطُ) عَلَيَّ بَعْدَهُ أَبَدًا، وَ

seluruhnya, pandanglah aku dengan pandanga penuh rahmat sehigga dengan itu Engkau ridha padaku dengan keridhaan yang tidak disertai dengan kemurkaan-Mu padaku selamanya,

أَعْطَيْتَنِيْ جَمِيْعَ سُؤْلِيْ وَ رَغْبَتِيْ وَ أُمْنِيَّتِيْ وَ إِرَادَتِيْ، وَ صَرَفْتَ عَنِّيْ مَا أَكْرَهُ وَ أَحْذَرُ وَ أَخَافُ

kabulkanlah seluruh permohonanku, keinginanku, cita-citaku, dan kehendakku, dan palingkanlah dariku apa yang tak kusukai, yang kukhawatirkan, dan yang kutakutkan

عَلَى نَفْسِيْ وَ مَا لاَ أَخَافُ وَ عَنْ أَهْلِيْ وَ مَالِيْ وَ إِخْوَانِيْ وَ ذُرِّيَّتِيْ، اَللَّهُمَّ إِلَيْكَ فَرَرْنَا مِنْ ذُنُوْبِنَا

atas diriku, serta yang tak kutakutkan, dan (paling juga semua itu) dari keluarga, harta, saudara-saudara, dan anak-cucuku. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami melarikan diri dari dosa-dosa kami,

فَآوِنَا تَائِبِيْنَ، وَ تُبْ عَلَيْنَا مُسْتَغْفِرِيْنَ، وَ اغْفِرْ لَنَا مُتَعَوِّذِيْنَ، وَ أَعِذْنَا مُسْتَجِيْرِيْنَ، وَ أَجِرْنَا

maka naungilah kami sebagai orang-orang yang bertaubat, ampunilah kami sebagai orang-orang yang meminta ampunan, maafkanlah kami sebagai orang-orang yang berlindung, lindungilah kami sebagai orang-orang yang memohon perlindungan, naungilah kami

مُسْتَسْلِمِيْنَ، وَ لاَ تَخْذُلْنَا رَاهِبِيْنَ، وَ آمِنَّا رَاغِبِيْنَ، وَ شَفِّعْنَا سَائِلِيْنَ، وَ أَعْطِنَا، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

sebagai orang-orang yang pasrah, jangan Kau hinakan kami sebagai orang-orang yang takut, berikanlah keamanan kepada kami sebagai orang-orang yang merindukan, anugrahkan syafaat kepada kami sebagai orang-orang yang memohon, dan berikanlah (karunia) pada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa,

قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَحَقُّ مَنْ سَأَلَ الْعَبْدُ رَبَّهُ وَ لَمْ يَسْأَلِ الْعِبَادُ مِثْلَكَ كَرَمًا وَ

Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu, Engkau adalah Dzat yang lebih berhak untuk dimohon oleh seorang hamba kepada Tuhannya dan para hamba belum pernah memohon kepada orang yang seperti-Mu kemurahan dan

جُوْدًا، يَا مَوْضِعَ شَكْوَى السَّائِلِيْنَ، وَ يَا مُنْتَهَى حَاجَةِ الرَّاغِبِيْنَ، وَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ، وَ يَا مُجِيْبَ

kedermawanannya. Wahai Tempat mengadu bagi orang-orang yang memohon, wahai Puncak hajat orang-orang yang merindukan, wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan, wahai Pengabul

دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، وَ يَا مَلْجَأَ الْهَارِبِيْنَ، وَ يَا صَرِيْخَ الْمُسْتَصْرِخِيْنَ، وَ يَا رَبَّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ، وَ يَا

doa orang-orang yang sangat membutuhkan, wahai Tempat Berlindung orang-orang yang melarikan diri, wahai Yang Mendengar jeritan orang-orang yang menjerit, wahai Tuhan orang-orang yang tertindas, wahai

كَاشِفَ كَرْبِ الْمَكْرُوْبِيْنَ، وَ يَا فَارِجَ هَمِّ الْمَهْمُوْمِيْنَ، وَ يَا كَاشِفَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ

Penyingkap duka orang-orang yang tertimpa duka, wahai Pemusnah kesedihan orang-orang yang tertimpa kesedihan, wahai Penyingkap duka yang besar, ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih,

يَا رَحِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، (وَ يَا أَيُّهَا الْمَكْنُوْنُ مِنْ كُلِّ عَيْنٍ الْمُرْتَدِيْ بِالْكِبْرِيَاءِ)، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih, (wahai Yang tersembunyi dari setiap penglihatan yang berjubahkan keagungan), curahkanlah shalawat atas Muhammad

وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ وَ عُيُوْبِيْ وَ إِسَاءَتِيْ وَ ظُلْمِيْ وَ جُرْمِيْ وَ إِسْرَافِيْ عَلَى نَفْسِيْ، وَ

dan keluarga Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, celaku, perbuatan burukku, kezalimanku, kejahatanku, dan keterlaluanku atas diriku, dan

ارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ وَ رَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهَا (لاَ يَمْلِكُهُمَا) غَيْرُكَ، وَ اعْفُ عَنِّيْ، وَ اغْفِرْ لِيْ كُلَّ مَا

anugrahkan padaku anugrah dan rahmat-Mu; karena semua itu tidak dimiliki oleh selain-Mu, maafkanlah aku, ampunilah dosa-dosaku yang

سَلَفَ مِنْ ذُنُوْبِيْ، وَ اعْصِمْنِيْ فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِيْ، وَ اسْتُرْ عَلَيَّ وَ عَلَى وَالِدَيَّ وَ وَلَدِيْ وَ قَرَابَتِيْ

telah berlalu, jagalah aku di sisa-sisa umurku ini, dan tutupilah (segala cela)ku, (cela) kedua orang tuaku, anak-cucuku, kerabatku,

وَ أَهْلِ حُزَانَتِيْ وَ مَنْ كَانَ مِنِّيْ بِسَبِيْلٍ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، فَإِنَّ ذَلِكَ كُلَّهُ

keluargaku, dan orang-orang yang memiliki hubungan denganku dari Mukminin dan Mukminat di dunia dan akhirat, karena semua itu

بِيَدِكَ وَ أَنْتَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ، فَلاَ تُخَيِّبْنِيْ يَا سَيِّدِيْ وَ لاَ تَرُدَّ دُعَائِيْ وَ لاَ يَدِيْ إِلَى نَحْرِيْ، حَتَّى تَفْعَلَ

berada di tangan-Mu dan Engkau Maha Luas ampunan-Mu. Maka, jangan Kau sia-siakan aku, wahai Tuanku, jangan Kau tolak doaku, dan jangan Kau kembalikan tanganku (ketika aku menengadahkannya kepada-Mu) sehingga Engkau melakukan

ذَلِكَ بِيْ وَ تَسْتَجِيْبَ لِيْ جَمِيْعَ مَا سَأَلْتُكَ وَ تَزِيْدَنَيْ مِنْ فَضْلِكَ، فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَ نَحْنُ إِلَيْكَ

itu terhadapku, mengabulkan bagiku segala yang kumohon, dan menambahkan untukku karunia-Mu. Karena, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu dan kami

رَاغِبُوْنَ، اَللَّهُمَّ لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (كُلُّهَا) وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ

merindukan-Mu. Ya Allah, hanya bagi-Mulah seluruh asmâ yang baik, permpamaan yang tinggi, kebesaran, dan segala nikmat. Aku memohon kepada-Mu demi asmâ-Mu, dengan nama

اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنْ كُنْتَ قَضَيْتَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ تَنَزُّلَ الْمَلاَئِكَةِ وَ الرُّوْحِ فِيْهَا أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى

Allah Yang Maha Pengasih nan Maha Penyayang, jika Engkau pada malam ini memastikan turunnya para malaikat dan ruh; curahkanlah shalawat atas

مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ

Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikanlah namaku di antara jejeran orang-orang yang telah menggapai kebahagiaan, ruhku bersama para syahid, perbuatan baikku di surga ‘Illiyyîn, dan

إِسَاءَتِي مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا لاَ يَشُوْبُهُ شَكٌّ وَ رِضًى بِمَا قَسَمْتَ لِيْ،

perbuatan burukku diampuni, anugrahkanlah padaku keyakinan yang dengannya Kau kuasai hatiku, keimanan yang tak terlumuri oleh keraguan, dan kerelaan dengan apa yang telah Kau bagi,

وَ آتِنِيْ (تُؤْتِيَنِيْ) فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنِيْ عَذَابَ النَّارِ، وَ إِنْ لَمْ تَكُنْ قَضَيْتَ فِيْ

dan berikan padaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jagalah aku dari api neraka. Jika Engkau tidak memastikan pada

هَذِهِ اللَّيْلَةِ تَنَزُّلَ الْمَلاَئِكَةِ وَ الرُّوْحِ فِيْهَا فَأَخِّرْنِيْ إِلَى ذَلِكَ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ طَاعَتَكَ

malam ini turunnya para malaikat dan ruh, tangguhkanlah aku hingga hal itu (Kau pastikan), anugrahkanlah padaku di malam ini mengingat-Mu, bersyuykur kepada-Mu, menaati-Mu,

وَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا أَحَدُ يَا

dan beribadah kepada-Mu dengan baik dan limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad dengan shalawat-Mu yang paling utama, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Wahai Yang Maha Esa, wahai

صَمَدُ يَا رَبَّ مُحَمَّدٍ، اغْضَبِ الْيَوْمَ لِمُحَمَّدٍ وَ لِأَبْرَارِ عِتْرَتِهِ، وَ اقْتُلْ أَعْدَاءَهُمْ بَدَدًا وَ أَحْصِهِمْ عَدَدًا،

Tempat Bergantung, wahai Tuhan Muhammad, marahlah pada hari ini demi Muhammad dan ‘Itrahnya yang baik, bunuhlah para musuh mereka semua dan hitunglah satu persatu,

وَ لاَ تَدَعْ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ مِنْهُمْ أَحَدًا، وَ لاَ تَغْفِرْ لَهُمْ أَبَدًا، يَا حَسَنَ الصُّحْبَةِ يَا خَلِيْفَةَ النَّبِيِّيْنَ، أَنْتَ

jangan Kau biarkan seorang pun dari mereka (hidup) di muka bumi ini, dan jangan Kau ampuni mereka selamanya. Wahai Dzat yang baik persahabatan-Nya, wahai Khalifah para nabi, Engkau

أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ الْبَدِيئُ الْبَدِيْعُ الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِكَ شَيْئٌ وَ الدَّائِمُ غَيْرُ الْغَافِلِ وَ الْحَيُّ الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ،

adalah Yang Lebih Pengasih dari para pengasih, Yang Maha Memulai, Yang Maha Pencipta (dari ketiadaan), Yang tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Mu, Yang Maha Abadi tidak lalai, dan Yang Maha Hidup tidak mati,

أَنْتَ كُلَّ يَوْمٍ فِيْ شَأْنٍ، أَنْتَ خَلِيْفَةُ مُحَمَّدٍ وَ نَاصِرُ مُحَمَّدٍ وَ مُفَضِّلُ مُحَمَّدٍ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَنْصُرَ وَصِيَّ

Engkau setiap hari memiliki urusan, Engkau adalah Khalifah Muhammad, Penolong Muhammad, dan Pemberi kutamaan kepada Muhammad, aku memohon kepada-Mu; tolonglah Washî

مُحَمَّدٍ وَ خَلِيْفَةَ مُحَمَّدٍ وَ الْقَائِمَ بِالْقِسْطِ مِنْ أَوْصِيَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ، اعْطِفْ عَلَيْهِمْ

Muhammad, khalifah Muhammad, seseorang yang menegakkan keadilan dari para washî Muhammad-shalawat-Mu atasnya dan atas mereka-, curahkanlah atas mereka

نَصْرَكَ، يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِحَقِّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اجْعَلْنِيْ مَعَهُمْ فِي

pertolongan-Mu. Wahai Yang tiada Tuhan selain Engkau, demi hak lâ ilâha illâ anta, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikan aku bersama mereka di

الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، وَ اجْعَلْ عَاقِبَةَ أَمْرِيْ إِلَى غُفْرَانِكَ وَ رَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَ كَذَلِكَ نَسَبْتَ

dunia dan akhirat, dan jadikan akhir urusanku kembali kepada ampunan dan rahmat-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Begitu juga, Engkau telah menyandarkan

نَفْسَكَ يَا سَيِّدِيْ بِاللَّطِيْفِ (بِاللُّطْفِ)، بَلَى إِنَّكَ لَطِيْفٌ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ الْطُفْ (بِيْ

diri-Mu, wahai Tuanku kepada kemahalemah-lembutan, bahkan Engkau adalah Maha Lemah-lembut, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan kasihanilah (aku,

إِنَّكَ لَطِيْفٌ) لِمَا تَشَاءُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنِي الْحَجَّ وَ الْعُمْرَةَ فِيْ عَامِنَا هَذَا،

karena Engkau adalah Maha Lemah-lembut) terhadap segala sesuatu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkanlah pada haji dan umrah pada tahun ini

وَ تَطَوَّلْ عَلَيَّ بِجَمِيْعِ حَوَائِجِيْ لِلْآخِرَةِ وَ الدُّنْيَا

dan penuhilah segala kebutuhanku untuk akhirat dan dunia.

Lalu, bacalah bacaan berikut ini sebanyak tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّيْ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ، إِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّيْ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ، إِنَّ رَبِّيْ

Aku mohon ampun kepada Allah, Tuhanku dan bertaubat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Dekat nan Mengabulkan. Aku mohon ampun kepada Allah, Tuhanku dan bertaubat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku

رَحِيْمٌ وَدُوْدٌ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّيْ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ، إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (غَفُوْرًا)، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، إِنَّكَ أَرْحَمُ

adalah Maha Penyayang nan Pengasih. Aku mohon ampun kepada Allah, Tuhanku dan bertaubat kepada-Nya. Sesungguhnya Ia adalah Maha Pengampun. Ya Allah, ampunilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Lebih Pengasih

الرَّاحِمِيْنَ، رَبِّ إِنِّيْ عَمِلْتُ سُوْءًا وَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُ

dari para pengasih. Ya Rabbi, aku telah berbuat kejelekan dan menzalimi diriku. Maka, ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Aku mohon ampun kepada

اللَّهَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ الْحَلِيْمُ الْعَظِيْمُ الْكَرِيْمُ الْغَفَّارُ لِلذَّنْبِ الْعَظِيْمِ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ، أَسْتَغْفِرُ

Allah yang tiada Tuhan selain Ia Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Maha Penyabar, Maha Agung, Maha Pemurah, Maha Mengampuni dosa, Yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya. Aku mohon ampun

اللَّهَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُوْرًا رَحِيْمًا

kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun nan Penyayang.

Kemudian, bacalah doa berikut ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu; curahkanlah shalwat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, di antara qadhâ` dan qadar pasti yang akan Kau tentukan

الْعَظِيْمِ الْمَحْتُوْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ

pada malam Lailatul Qadr, qadhâ` yang tak dapat dihindari dan diganti, tulislah aku di antara orang-orang yang berhaji ke rumah-Mu yang mulia,

الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ، وَ أَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ

yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, yang ditutupi kejelekan-kejelekan mereka, dan di antara qadhâ` dan qadar yang

تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيْلَ عُمْرِيْ وَ تُوَسِّعَ رِزْقِيْ وَ تُؤَدِّيَ عَنِّيْ أَمَانَتِيْ وَ دَيْنِيْ، آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ

akan Kau tentukan, panjanglah umurku, lapangkanlah rezekiku, dan penuhilah amanat dan utangku. Amin, ya Rabbal ‘?lamîn. Ya Allah, anugrahkanlah

لِيْ مِنْ أَمْرِيْ فَرَجًا وَ مَخْرَجًا، وَ ارْزُقْنِيْ مِنْ حَيْثُ أَحْتَسِبُ وَ مِنْ حَيْثُ لاَ أَحْتَسِبُ، وَ احْرُسْنِيْ مِنْ

padaku dalam urusanku keleluasaan dan jalan keluar, berikanlah rezeki padaku, baik yang telah kusangka maupun yang tak kusangka-sangka, jagalah aku,

حَيْثُ أَحْتَرِسُ وَ مِنْ حَيْثُ لاَ أَحْتَرِسُ، وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ سَلِّمْ كَثِيْرًا

baik aku menjaga diriku maupun tidak menjaga diriku, dan curahkanlah shalawat dan salam yang tak terhingga atas Muhammad dan keluarga Muhammad.

Kedua, Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra berkata, “Bacalah tasbîh berikut ini setiap hari dari awal hingga akhir Ramadhan. Tasbîh ini memiliki sepuluh bagian dan setiap bagian terdiri dari sepuluh kali subhânallôh”.

(?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ

(1) Maha Suci Allah Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah

جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ

Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah

خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ السَّمِيْعِ

Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terbatas). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah Yang Maha Mendengar

الَّذِيْ لَيْسَ شَيْئٌٌ أَسْمَعَ مِنْهُ، يَسْمَعُ مِنْ فَوْقِ عَرْشِهِ مَا تَحْتَ سَبْعِ أَرَضِيْنَ، وَ يَسْمَعُ مَا فِيْ ظُلُمَاتِ

yang tidak ada sesuatu pun yang lebih mendengar dari-Nya, Ia Mendengar dari atas ‘Arsy-Nya segala yang berada di bawah tujuh bumi, Ia Mendengar segala berada di kegelapan

الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ، وَ يَسْمَعُ الْأَنِيْنَ وَ الشَّكْوَى، وَ يَسْمَعُ السِّرَّ وَ أَخْفَى، وَ يَسْمَعُ وَسَاوِسَ الصُّدُوْرِ (وَ

daratan dan lautan, Ia mendengar rintihan dan pengaduan, Ia mendengar segala yang samar dan menyembunyikannya, Ia mendengar bisikan-bisikan hati (dan

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَ مَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ) وَ لاَ يُصِمُّ سَمْعَهُ صَوْتٌ، (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ،

mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati), serta tak satu suara pun yang dapat menulikan pendengaran-Nya. (2) Maha Suci Allah Pencipta makhluk.

سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ

Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci

اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى،

Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat.

سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْبَصِيْرِ الَّذِيْ لَيْسَ شَيْئٌ أَبْصَرَ مِنْهُ،

Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah Yang Maha Melihat yang tidak ada sesuatu pun yang lebih melihat dari-Nya,

يُبْصِرُ مِنْ فَوْقِ عَرْشِهِ مَا تَحْتَ سَبْعِ أَرَضِيْنَ وَ يُبْصِرُ مَا فِيْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ، لاَ تُدْرِكُهُ

Ia melihat dari atas ‘Arsy-Nya segala yang berada di bawah tujuh bumi dan melihat segala yang berada di kegelapan daratan dan lautan, mata-mata tidak sanggup untuk menggapai-Nya,

الْأَبْصَارُ وَ هُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَ هُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ، وَ لاَ تُغْشِيْ (تُغَشِّيْ) بَصَرَهُ الظُّلْمَةُ، وَ لاَ

sedangkan Ia menggapai mata-mata itu, dan Ia Maha Lemah-lembut nan Mengetahui, penglihatan-Nya tidak ditutupi oleh kegelapan, penglihatan-Nya tak

يُسْتَتَرُ مِنْهُ بِسِتْرٍ، وَ لاَ يُوَارِيْ مِنْهُ جِدَارٌ، وَ لاَ يَغِيْبُ عَنْهُ بَرٌّ وَ لاَ بَحْرٌ، وَ لاَ يُكِنُّ (يَكِنُّ) مِنْهُ جَبَلٌ

tertutupi oleh penutup, penglihatan-Nya tak terhalangi oleh tembok, tak tersembunyi dari-Nya daratan dan lautan, tak tersembunyi bagi-Nya

مَا فِيْ أَصْلِهِ وَ لاَ قَلْبٌ مَا فِيْهِ وَ لاَ جَنْبٌ مَا فِيْ قَلْبِهِ، وَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْهُ صَغِيْرٌ وَ لاَ كَبِيْرٌ، وَ لاَ

segala yang berada di perut gunung, segala rahasia hati, dan segala yang terlintas di kalbu setiap manusia, tak tertutupi dari penglihatan-Nya yang kecil maupun yang besar,

يَسْتَخْفِيْ مِنْهُ صَغِيْرٌ لِصِغَرِهِ، وَ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ، هُوَ الَّذِيْ

tak tersembunyi dari-Nya yang kecil karena kecilnya, dan tak tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang berada di bumi dan yang di langit, Ia-lah yang

يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ

membentuk kalian di dalam rahim sesuai dengan kehendak-Nya, tiada Tuhan selain-Nya Yang Maha Mulia nan Bijkasana. (3) Maha Suci Allah Pencipta makhluk. Maha Suci

اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ

Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah

فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ

Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci

اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ يُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ وَ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ

Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terbatas). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah yang mewujudkan awan-awan tebal, yang halilintar bertasbih

بِحَمْدِهِ وَ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ وَ يُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ

dengan mengumandangkan pujian kepada-Nya, yang para malaikat bertasbih karena takut kepada-Nya, yang mengirimkan petir, lalu menimpakannya kepada yang dikehendaki-Nya, yang mengirimkan angin sebagai berita gembira

يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَ يُنَزِّلُ الْمَاءَ مِنَ السَّمَاءِ بِكَلِمَتِهِ وَ يُنْبِتُ النَّبَاتَ بِقُدْرَتِهِ وَ يَسْقُطُ الْوَرَقُ بِعِلْمِهِ، سُبْحَانَ

di hadapan rahmat-Nya, yang menurunkan air dari langit dengan kalimah-Nya, yang menumbuhkan tetumbuhan dengan kekuasaan-Nya, dan yang dengan ilmu-Nya dedaunan berjatuhan, Maha Suci

اللَّهِ الَّذِيْ لاَ يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ لاَ أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَ لاَ أَكْبَرُ إِلاَّ

Allah yang tak tersembunyikan dari-Nya sekadar atom di bumi dan di langit, serta yang lebih kecil dan yang lebih besar darinya, kecuali

فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا،

(semua itu) terdapat dalam Kitab yang nyata. (4) Maha Suci Allah Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan.

سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ،

Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencita segala sesuatu.

سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ

Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci

اللَّهِ الَّذِيْ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَ مَا تَغِيْضُ الْأَرْحَامُ وَ مَا تَزْدَادُ، وَ كُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ، عَالِمُ

Allah yang mengetahui apa yang dikandung oleh setiap betina dan perkembangan pasang-surut apa yang ada di rahim, segala sesuatu di sisi-Nya memiliki kadar tertentu, Ia Maha Mengetahui

الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالِ، سَوَاءٌ مِنْكُمْ مَنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَ مَنْ جَهَرَ بِهِ وَ مَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ

alam ghaib dan non-ghaib Yang Maha Besar nan Maha Tinggi, adalah sama (bagi-Nya) salah seorang dari kalian menyembunyikan ucapannya atau menampakkannya, bersembunyi di (kegelapan) malam

وَ سَارِبٌ بِالنَّهَارِ، لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُوْنَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ

atau menampakkan diri di sing hari, (untuk segala sesuatu) Ia memiliki penjaga-penjaga dari arah depan dan belakangnya yang akan selalu menjaganya dengan perintah Allah, Maha Suci Allah yang

يُمِيْتُ الْأَحْيَاءَ وَ يُحْيِي الْمَوْتَى وَ يَعْلَمُ مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ وَ يُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا يَشَاءُ إِلَى أَجْلٍ

mematikan semua yang hidup dan menghidupkan semua yang telah mati, mengetahui apa yang dikurangi oleh bumi dari mereka, dan menempatkan di dalam rahim apa yang dikehendaki-Nya sampai batas waktu

مُسَمًّى (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ

tertentu. (5) Maha Suci Allah Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci

اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ

Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Dzat Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci

اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ

Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah

مَالِكِ الْمُلْكِ، تُؤْتِيْ الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَ تَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَ تُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَ تُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ

Pemilik segala kerajaan, Engkau menganugrahkan kerajaan kepada siapa yang Kau kehendaki dan mencabut kerajaan dari pundak orang yang Kau kehendaki, memuliakan orang yang Kau kehendaki dan menghinakan siapa yang Kau kehendaki, hanya di tangan-Mu

الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيْرٌ، تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَ تُوْلِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، تُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ

segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Engkau memasukkan malam ke siang dan memasukkan siang ke malam, Engkau mengeluarkan yang hidup dari

الْمَيِّتِ وَ تُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَ تَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ،

yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta memberikan rezeki kepada orang yang Kau kehendak tanpa perhitungan. (6) Maha Suci Allah Pencipta makhluk.

سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ

Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci

اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى،

Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat.

سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ عِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا

Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya ( yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah yang di sisi-Nya kunci-kunci alam ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya

إِلاَّ هُوَ وَ يَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَ مَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَ لاَ حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَ

kecuali Ia, Ia mengetahui apa yang terdapat di daratan dan di lautan, tak satu pun daun yang jatuh kecuali diketahui oleh-Nya, dan tak satu biji pun di dalam perut bumi,

لاَ رَطْبٍ وَ لاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ

begitu juga yang basah dan kering kecuali (tertulis) di dalam Kitab yang nyata. (7) Maha Suci Allah Dzat Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Maha Pembentuk. Maha Suci

اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى،

Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi).

سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ،

Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tal terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga).

سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ لاَ يُحْصِيْ مِدْحَتَهُ الْقَائِلُوْنَ وَ لاَ يَجْزِيْ بِآلاَئِهِ الشَّاكِرُوْنَ

Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah yang tak dapat menghitung pujian-Nya orang-orang yang berucap, tidak mampu membalas (baca : mensyukuri) nikmat-nikmat-Nya para penyukur

الْعَابِدُوْنَ وَ هُوَ كَمَا قَالَ وَ فَوْقَ مَا نَقُوْلُ وَ اَللهُ سُبْحَانَهُ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ وَ لاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ

ahli ibadah, Ia seperti yang difirmankan dan di atas apa yang kami sifatkan, Allah Yang Maha Suci seperti Ia memuji diri-Nya, mereka tidak mampu menguasai

عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضَ وَ لاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ (?)

ilmu-Nya kecuali kehendak-Nya, kursi-Nya meliputi seluruh langit dan bumi, dan menjaga keduanya tidak akan melelahkan-Nya, serta Ia Maha Tinggi nan Agung. (8)

سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ

Maha Suci Allah Dzat Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta

الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ

kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta

مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ يَعْلَمُ مَا

segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah yang mengetahui

يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَ لاَ يَشْغَلُهُ مَا يَلِجُ فِي

apa yang masuk ke dalam bumi dan yang keluar darinya, serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya, yang tidak disibukkan oleh apa yang masuk

الْأَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا عَمَّا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَ لاَ يَشْغَلُهُ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَ

ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya untuk mengawasi apa yang turun dari langit dan yang naik kepadanya, yang tidak disibukkan oleh apa yang turun dari langit dan

مَا يَعْرُجُ فِيْهَا عَمَّا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَ لاَ يَشْغَلُهُ عِلْمُ شَيْئٍ عَنْ عِلْمِ شَيْئٍ، وَ لاَ

yang naik kepadanya untuk mengawasi apa yang masuk ke dalam bumi dan yang keluar darinya, yang tidak disibukkan oleh mengetahui sesuatu untuk mengetahui sesuatu (yang lain), dan yang tidak

يَشْغَلُهُ خَلْقُ شَيْئٍ عَنْ خَلْقِ شَيْئٍ وَ لاَ حِفْظُ شَيْئٍ عَنْ حِفْظِ شَيْئٍ، وَ لاَ يُسَاوِيْهِ شَيْئٌ وَ لاَ يَعْدِلُهُ

disibukkan oleh menciptakan sesuatu untuk menciptakan sesuatu (yang lain) dan oleh menjaga sesuatu untuk menjaga sesuatu (yang lain), tidak menyamai-Nya sesuatu apa pun dan tidak menandingi-Nya

شَيْئٌ، لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ، وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ (?) سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ،

sesuatu apa pun, tiada sesuatu pun yang menyamai-Nya, dan Ia Maha Mendengar nan Mengetahui. (9) Maha Suci Allah Dzat Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk.

سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ

Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh

النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ

biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah

كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ، جَاعِلِ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً

kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah Pencipta seluruh langit dan bumi, Yang menjadikan para malaikat sebagai para utusan

أُولِيْ أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَ ثُلاَثَ وَ رُبَاعَ، يَزِيْدَ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ، إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، مَا يَفْتَحِ

yang bersayap dua, tiga, dan empat, Ia menambahkan kepada ciptaan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, jika Allah membuka

اَللهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلاَ مُمْسِكَ لَهَا وَ مَا يُمْسِكْ فَلاَ مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ، وَ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ (??)

(pintu) rahmat untuk manusia, maka tiada orang yang dapat menahannya dan jika Ia menahannya, maka tiada orang yang dapat menurunkannya setelah itu, dan Ia Maha Perkasa nan Maha Bijaksana. (10)

سُبْحَانَ اللَّهِ بَارِئِ النَّسَمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْمُصَوِّرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ الْأَزْوَاجِ كُلِّهَا، سُبْحَانَ اللَّهِ جَاعِلِ

Maha Suci Allah Dzat Pencipta makhluk. Maha Suci Allah Dzat Maha Pembentuk. Maha Suci Allah Pencipta seluruh (makhluk) berpasang-pasangan. Maha Suci Allah Pencipta

الظُّلُمَاتِ وَ النُّوْرِ، سُبْحَانَ اللَّهِ فَالِقِ الْحَبِّ وَ النَّوَى، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ كُلِّ شَيْئٍ، سُبْحَانَ اللَّهِ خَالِقِ

kegelapan dan cahaya. Maha Suci Allah Penumbuh biji-bijian (dari dalam bumi). Maha Suci Allah Pencipta segala sesuatu. Maha Suci Allah Pencipta

مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى، سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِيْ يَعْلَمُ مَا

segala yang terlihat dan yang tak terlihat. Maha Suci Allah sejumlah kalimah-kalimah-Nya (yang tak terhingga). Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. Maha Suci Allah yang mengetahui segala yang

فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي الْأَرْضِ، مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاَثَةٍ إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَ لاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ

di langit dan di bumi, tiada rahasia (yang diucapkan oleh) tiga orang kecuali Ia adalah yang keempat, tiada pula (yang diucapkan oleh) lima orang kecuali Ia

سَادِسُهُمْ وَ لاَ أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَ لاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَمَا كَانُوْا، ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِنَّ

adalah yang keenam, dan tidak lebih sedikit atau lebih banyak dari itu kecuali Ia bersama mereka di mana pun mereka berada, kemudian pada hari Kiamat Ia akan memberitahukan apa yang telah mereka lakukan, sesungguhnya

اللَّهَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ketiga, Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra berkata, “Baca shalawat berikut ini setiap hari selama bulan Ramadhan”.

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، لَبَّيْكَ يَا رَبِّ

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mengirimkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, kirimkanlah shalawat dalama salam kepadanya. Ya! Kuturuti perintah-Mu, ya Rabbi,

وَ سَعْدَيْكَ وَ سُبْحَانَكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا

kebagagiaan hanya dari-Mu, dan Maha Suci Engkau. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad serta berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana

صَلَّيْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ كَمَا

Engkau telah mencurahkan shalawat dan berkah atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji nan Maha Mulia. Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana

رَحِمْتَ إِبْرَاهِيْمَ وَ آلَ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا سَلَّمْتَ عَلَى

Engkau telah merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji nan Maha Mulis. Ya Allah, limpahkanlah salam sejahtera atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan salam sejahtera atas

نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ امْنُنْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا مَنَنْتَ عَلَى مُوْسَى وَ هَارُوْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ

Nuh di antara semesta alam. Ya Allah, curahkanlah karunia atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah mencurahkan karunia atas Musa dan Harun. Ya Allah, curahkanlah shalawat

عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا شَرَّفْتَنَا بِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا هَدَيْتَنَا بِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ

atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memuliakan kami dengan (pengutusan)nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan petunjuk kepada kami dengannya. Ya Allah, curahkanlah shalawat

عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَغْبِطُهُ بِهِ الْأَوَّلُوْنَ وَ الْآخِرُوْنَ، عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dan angkatlah ia ke kedudukan terpuji yang diinginkan oleh para makhluk pertama dan terakhir. Atas Muhammad dan dan keluarganya

السَّلاَمُ كُلَّمَا طَلَعَتْ شَمْسٌ أَوْ غَرَبَتْ، عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ السَّلاَمُ كُلَّمَا طَرَفَتْ عَيْنٌ أَوْ بَرَقَتْ، عَلَى

salam sejahtera setiap matahari terbit atau terbenam. Atas Muhammad dan keluarganya salam sejahtera setiap mata berkedip atau bercahaya. Atas

مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ السَّلاَمُ كُلَّمَا ذُكِرَ السَّلاَمُ، عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ السَّلاَِمُ كُلَّمَا سَبَّحَ اللَّهَ مَلَكٌ أَوْ قَدَّسَهُ، السَّلاَمُ

Muhammad dan keluarganya salam setiap salam sejahtera diingat. Atas Muhammad dan keluarganya salam setiap malaikat bertasbih kepada Allah atau mengkuduskan-Nya. Salam sejatera

عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَ السَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ فِي الْآخِرِيْنَ، وَ السَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

atas Muhammad dan keluarganya di antara para makhluk pertama. Salam sejahtera atas Muhammad dan keluarganya di antara para makhluk terakhir. Salam sejahtera atas Muhammad dan keluarganya

فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ رَبَّ الْبَلَدِ الْحَرَامِ وَ رَبَّ الرُّكْنِ وَ الْمَقَامِ وَ رَبَّ الْحِلِّ وَ الْحَرَامِ أَبْلِغْ مُحَمَّدًا

di dunia dan akhirat. Ya Allah, wahai Tuhan negeri yang suci, wahai Tuhan ar-Rukn dan al-Maqâm, wahai Tuhan segala yang halal dan haram, sampaikanlah kepada Muhammad,

نَبِيَّكَ عَنَّا السَّلاَمَ (وَ أَهْلَ بَيْتِهِ عَنَّا أَفْضَلَ التَّحِيَّةِ وَ السَّلاَمِ)، اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُحَمَّدًا مِنَ الْبَهَاءِ وَ النَّضْرَةِ وَ

Nabi-Mu dari kami salam sejahtera (dan kepada keluarganya dari kami salam terbaik). Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad kecemerlangan, ketampanan,

السُّرُوْرِ وَ الْكَرَامَةِ وَ الْغِبْطَةِ وَ الْوَسِيْلَةِ وَ الْمَنْزِلَةِ وَ الْمَقَامِ وَ الشَّرَفِ وَ الرِّفْعَةِ وَ الشَّفَاعَةِ عِنْدَكَ

kebahagiaan, kemurahan hati, keinginan (yang tak ternodai riyâ`), keperantaraan, kedudukan, maqâm, kemuliaan, keagungan, dan syafaat di sisi-Mu

يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَفْضَلَ مَا تُعْطِيْ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، وَ أَعْطِ مُحَمَّدًا فَوْقَ مَا تُعْطِي الْخَلاَئِقَ مِنَ الْخَيْرِ

pada hari Kiamat yang paling utama yang akan Kau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu dan anugrahkan kepada Muhammad di atas apa yang akan Kau anugrahkan kepada para makhluk kebaikan

أَضْعَافًا (مُضَاعَفَةً) كَثِيْرَةً لاَ يُحْصِيْهَا غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ أَطْيَبَ وَ أَطْهَرَ وَ

yang berlipat-ganda nan tak terhingga yang selain-Mu tidak akan mampu untuk menghitungnya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad shalawat terharum, tersuci,

أَزْكَى وَ أَنْمَى وَ أَفْضَلَ مَا صَلَّيْتَ عَلَى أَحَدٍ مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ وَ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، يَا أَرْحَمَ

terbersih, tumbuh pesat, dan yang terutama yang pernah Kau curahkan atas salah seorang dari para makhluk-Mu yang pertama dan terakhir, wahai Yang Lebih Pengasih

الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَلِيٍّ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ

dari para pengasih. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Ali, Amirul Mukminin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa

عَلَى مَنْ شَرِكَ فِيْ دَمِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى فَاطِمَةَ بِنْتِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ وَ آلِهِ السَّلاَمُ (وَ وَالِ مَنْ

atas orang yang turut serta dalam (menumpahkan) darahnya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Fathimah putri Nabi-Mu, Muhammad as, (cintailah orang

وَالاَهَا وَ عَادِ مَنْ عَادَاهَا وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهَا) وَ الْعَنْ مَنْ آذَى نَبِيَّكَ فِيْهَا، اَللَّهُمَّ صَلِّ

yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya), dan jauhkanlah dari rahmat-Mu orang yang menyakiti Nabi-Mu dengan menyakitinya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat

عَلَى الْحَسَنِ وَ الْحُسَيْنِ إِمَامَيِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُمَا وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُمَا وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ

atas Hasan dan Husain, dua pemimpin Muslimin, cintailah orang yang mencntai mereka, musuhilah orang yang memusuhi mereka, dan lipat-gandakanlah siksa

عَلَى مَنْ شَرِكَ فِيْ دِمَائِهِمَا (دَمِهِمَا)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ

atas orang yang turut serta dalam (menumpahkan) darah meraka. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Ali bin husain, imam Muslimin, cintailah orang

وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ إِمَامِ

yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad bin Ali, imam

الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى

Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas

جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ،

Ja’far bin Muhammad, imam Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُوْسَى بْنِ جَعْفَرٍ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ

Ya Allah, kucurkanlah shalawat atas Musa bin Ja’far, imam Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanah

الْعَذَابَ عَلَى مَنْ شَرِكَ فِيْ دَمِهِ (ظَلَمَهُ)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَلِيِّ بْنِ مُوْسَى إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ

siksa atas orang yang turut serta dalam (menumpahkan) darahnya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Ali bin Musa, imam Muslimin, cintailah orang

وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ شَرِكَ فِيْ دَمِهِ (ظَلَمَهُ)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدِ

yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang turut serta dalam (menumpahkan) darahnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad

بْنِ عَلِيٍّ إِمَامِ الْمُسْلِمِينَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ (شَرِكَ

bin Ali, imam Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya.

فِيْ دَمِهِ)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدٍ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ

Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Ali bin Muhammad, imam Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan

ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ (شَرِكَ فِي دَمِهِ)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ

lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya. Ya Allah, kucurkanlah shalawat atas Hasan bin Ali, imam Muslimin,

وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ ضَاعِفِ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ (شَرِكَ فِيْ دَمِهِ)، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى

cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan lipat-gandakanlah siksa atas orang yang menzaliminya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas

الْخَلَفِ مِنْ بَعْدِهِ إِمَامِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ عَجِّلْ فَرَجَهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى

pengganti setelahnya, imam Muslimin, cintailah orang yang mencintainya, musuhilah orang yang memusuhinya, dan percepatlah masa kemunculannya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas

الْقَاسِمِ وَ الطَّاهِرِ ابْنَيْ نَبِيِّكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى رُقَيَّةَ بِنْتِ نَبِيِّكَ وَ الْعَنْ مَنْ آذَى نَبِيَّكَ فِيْهَا، اَللَّهُمَّ صَلِّ

Qasim dan Thahir, dua putra Nabi-Mu. Ya Allah, kucurkanlah shalawat atas Ruqaiyah, putri Nabi-Mu dan jauhkanlah dari rahmat orang yang menyakiti Nabi-Mu dengan menyakitinya. Ya Allah, limaphkanlah shalawat

عَلَى أُمِّ كُلْثُوْمٍ بِنْتِ نَبِيِّكَ وَ الْعَنْ مَنْ آذَى نَبِيَّكَ فِيْهَا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى ذُرِّيَّةِ نَبِيِّكَ، اَللَّهُمَّ اخْلُفْ نَبِيَّكَ

atas Ummi Kultsum, putri Nabi-Mu dan jauhkanlah dari rahmat orang yang menyakiti Nabi-Mu dengan menyakitinya. Ya Allah, kucurkanlah shalawat atas keturunan Nabi-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebagai pengganti Nabi-Mu

فِيْ أَهْلِ بَيْتِهِ، اَللَّهُمَّ مَكِّنْ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عَدَدِهِمْ وَ مَدَدِهِمْ وَ أَنْصَارِهِمْ عَلَى الْحَقِّ

Ahlulbaitnya. Ya Allah, anugrahkanlah kekuasaan kepada mereka di muka bumi ini. Ya Allah, jadikanlah kami di antara orang-orang yang bersama mereka dan para penolong mereka atas kebenaran,

فِي السِّرِّ وَ الْعَلاَنِيَةِ، اَللَّهُمَّ اطْلُبْ بِذَحْلِهِمْ وَ وِتْرِهِمْ وَ دِمَائِهِمْ وَ كُفَّ عَنَّا وَ عَنْهُمْ وَ عَنْ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَ

baik secara rahasia maupun tarang-terangan. Ya Allah, tuntutlah kezaliman (yang selama ini telah menimpa) mereka dan darah mereka (yang telah terkucurkan) dan cegahlah dari kami, dari mereka, dan dari setiap Mukmin lelaki maupun

مُؤْمِنَةٍ بَأْسَ كُلِّ بَاغٍ وَ طَاغٍ وَ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّكَ أَشَدُّ بَأْسًا وَ أَشَدُّ تَنْكِيْلاً

wanita kejahatan setiap penindas, penganiaya, dan hewan melata yang Engkau adalah pemegang hidup dan matinya. Sesungguhnya Engkau lebih dahsyat murka-Mu dan lebih keras siksa-Mu.

Sayid Ibnu Thâwûs ra berkata, “Dan bacalah doa berikut ini”.

يَا عُدَّتِيْ فِيْ كُرْبَتِيْ، وَ يَا صَاحِبِيْ فِيْ شِدَّتِيْ، وَ يَا وَلِيِّيْ فِيْ نِعْمَتِيْ، وَ يَا غَايَتِيْ فِيْ رَغْبَتِيْ، أَنْتَ

Wahai Bekalku dalam kesedihanku, wahai Sahabatku dalam kesulitanku, wahai Pemilik nikmatku, wahai Puncak harapanku, Engkaulah

السَّاتِرُ عَوْرَتِيْ، وَ الْمُؤْمِنُ رَوْعَتِي، وَ الْمُقِيْلُ عَثْرَتِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Penutup celaku, Pengaman rasa takutku, dan Pengampun kesalahanku. Maka, ampunilah kesalahanku, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Dan bacalah (doa berikut ini).

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَدْعُوْكَ لِهَمٍّ لاَ يُفَرِّجُهُ غَيْرُكَ، وَ لِرَحْمَةٍ لاَ تُنَالُ إِلاَّ بِكَ، وَ لِكَرْبٍ لاَ يَكْشِفُهُ إِلاَّ أَنْتَ، وَ

Ya Allah, sesungguhnya aku berdoa kepada-Mu karena sebuah kegundahan yang tak dapat menyirnakannya kecuali Engkau, karena (mengharap) rahmat yang tak mungkin digapai kecuali dengan (pertolongan)-Mu, karena sebuah duka yang tak dapat menyingkapnya kecuali Engkau,

لِرَغْبَةٍ لاَ تُبْلَغُ إِلاَّ بِكَ، وَ لِحَاجَةٍ لاَ يَقْضِيْهَا إِلاَّ أَنْتَ، اَللَّهُمَّ فَكَمَا كَانَ مِنْ شَأْنِكَ مَا أَذِنْتَ لِيْ بِهِ مِنْ

karena sebuah harapan yang tak dapat digapai kecuali dengan (bantuan)-Mu, dan karena sebuah hajat yang tak dapat mewujudkannya kecuali Engkau. Ya Allah, sebagaimana sesuai dengan kebiasaan-Mu Engkau telah mengizinkan kepadaku

مَسْأَلَتِكَ وَ رَحِمْتَنِيْ بِهِ مِنْ ذِكْرِكَ فَلْيَكُنْ مِنْ شَأْنِكَ سَيِّدِي الْإِجَابَةُ لِيْ فِيْمَا دَعَوْتُكَ وَ عَوَائِدُ الْإِفْضَالِ

untuk memohon kepada-Mu dan merahmatiku sehingga aku dapat mengingat-Mu, maka hendaklah di antara kebiasaan-Mu (yang lain) adalah mengabulkan apa yang telah kuminta, kucuran karunia

فِيْمَا رَجَوْتُكَ وَ النَّجَاةُ مِمَّا فَزِعْتُ إِلَيْكَ فِيْهِ، فَإِنْ لَمْ أَكُنْ أَهْلاً أَنْ أَبْلُغَ رَحْمَتَكَ فَإِنَّ رَحْمَتَكَ أَهْلٌ أَنْ

terhadap harapanku kepada-Mu, dan keselamatan dari segala yang darinya aku berlindung kepada-Mu. Jika aku tidak layak untuk menggapai rahmat-Mu, maka rahmat-Mu sangat layak

تَبْلُغَنِيْ وَ تَسَعَنِيْ، وَ إِنْ لَمْ أَكُنْ لِلْإِجَابَةِ أَهْلاً فَأَنْتَ أَهْلُ الْفَضْلِ وَ رَحْمَتُكَ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ، فَلْتَسَعْنِيْ

untuk menggapai dan meliputiku, dan jika aku tidak layak untuk mendapat karunia pengabulan itu, maka Engkau adalah Pemilik karunia dan rahmat-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, hendaknya meliputiku

رَحْمَتُكَ، يَا إِلَهِيْ يَا كَرِيْمُ أَسْأَلُكَ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ تُفَرِّجَ هَمِّيْ

rahmat-Mu. Ya Ilahi, wahai Yang Maha Pemurah, aku memohon kepada-Mu demi Dzat-Mu yang Maha Pemurah; curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarganya, lapangkanlah kegundahanku,

وَ تَكْشِفَ كَرْبِيْ وَ غَمِّيْ وَ تَرْحَمَنِيْ بِرَحْمَتِكَ وَ تَرْزُقَنِيْ مِنْ فَضْلِكَ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ

singkaplah duka dan kesedihanku, rahmatilah aku dengan rahmat-Mu, dan anugrahkanlah padaku dari karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa, Maha Dekat nan Maha Mengabulkan.

Keempat, Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra berkata, “Bacalah doa berikut ini setiap hari”.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ بِأَفْضَلِهِ، وَ كُلُّ فَضْلِكَ فَاضِلٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِفَضْلِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang paling utama, sedangkan seluruh karunia-Mu adalah utama. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh karunia-Mu. Ya Allah, aku

أَسْأَلُكَ مِنْ رِزْقِكَ بِأَعَمِّهِ، وَ كُلُّ رِزْقِكَ عَامٌّ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرِزْقِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ

memohon kepada-Mu dari rezeki-Mu yang paling menyeluruh, sedangkan seluruh rezeki-Mu adalah menyeluruh. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh rezeki-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari

عَطَائِكَ بِأَهْنَئِهِ، وَ كُلُّ عَطَائِكَ هَنِيْئٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِعَطَائِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِكَ

pemberian-Mu yang paling membahagiakan, sedangkan seluruh pemberian-Mu adalah membahagiakan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh pemberian-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan-Mu

بِأَعْجَلِهِ، وَ كُلُّ خَيْرِكَ عَاجِلٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِخَيْرِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ إِحْسَانِكَ بِأَحْسَنِهِ، وَ

yang paling cepat, sedangkan seluruh kebaikan-Mu adalah cepat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebajikan-Mu yang paling baik,

كُلُّ إِحْسَانِكَ حَسَنٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِإِحْسَانِكَ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمَا تُجِيْبُنِيْ بِهِ حِيْنَ أَسْأَلُكَ،

sedangkan seluruh kebajikan-Mu adalah baik. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebajikan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) apa yang Engkau akan mengabulkanku ketika aku memohon kepada-Mu.

فَأَجِبْنِيْ يَا اَللهُ وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ الْمُرْتَضَى وَ رَسُوْلِكَ الْمُصْطَفَى وَ أَمِيْنِكَ وَ نَجِيِّكَ دُوْنَ

Maka, kabulkanlah aku ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad, hamba-Mu yang diridhai, utusan-Mu yang terpilih, orang kepercayaan-Mu, orang yang dipercayai memegang rahasia-Mu di antara

خَلْقِكَ وَ نَجِيْبِكَ مِنْ عِبَادِكَ وَ نَبِيِّكَ بِالصِّدْقِ وَ حَبِيْبِكَ، وَ صَلِّ عَلَى رَسُوْلِكَ وَ خِيَرَتِكَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ

makhluk-Mu, orang mulia (pilihan)-Mu di antara sekian hamba-Mu, Nabi-Mu dengan (membawa) kebenaran, dan kekasih-Mu, limpahkanlah shalawat atas Rasul-Mu dan pilihan-Mu di antara sekian penduduk alam semesta,

الْبَشِيْرِ النَّذِيْرِ السِّرَاجِ الْمُنِيْرِ وَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ الْأَبْرَارِ الطَّاهِرِيْنَ وَ عَلَى مَلاَئِكَتِكَ الَّذِيْنَ اسْتَخْلَصْتَهُمْ

pemberi berita gembira, pemberi peringatan, pelita yang benderang, atas keluarganya yang baik dan suci, atas para malaikat-Mu yang telah Kau pilih secara khusus

لِنَفْسِكَ وَ حَجَبْتَهُمْ عَنْ خَلْقِكَ وَ عَلَى أَنْبِيَائِكَ الَّذِيْنَ يُنْبِئُوْنَ عَنْكَ بِالصِّدْقِ وَ عَلَى رُسُلِكَ الَّذِيْنَ

untuk diri-Mu dan Kau tutupi mereka dari gapaian makhluk-Mu, atas para nabi-Mu yang memberitakan dari sisi-Mu dengan kebenaran, atas para rasul-Mu yang

خَصَصْتَهُمْ بِوَحْيِكَ وَ فَضَّلْتَهُمْ عَلَى الْعَالَمِيْنَ بِرِسَالاَتِكَ وَ عَلَى عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الَّذِيْنَ أَدْخَلْتَهُمْ فِيْ

telah Kau istimewakan dengan wahyu-Mu dan Kau utamakan atas seluruh penduduk alam semesta dengan risalah-risalah-Mu, atas hamba-hamba saleh-Mu yang telah Kau masukkan ke

رَحْمَتِكَ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ الرَّاشِدِيْنَ وَ أَوْلِيَائِكَ الْمُطَهَّرِيْنَ وَ عَلَى جَبْرَئِيْلَ وَ مِيْكَائِيْلَ وَ إِسْرَافِيْلَ وَ مَلَكِ

dalam rahmat-Mu, para imam yang telah mendapatlan petunjuk dan para kekasih-Mu yang suci, atas Jibril, Mikail, Israfil, dan malaikat

الْمَوْتِ وَ عَلَى رِضْوَانَ خَازِنِ الْجِنَانِ وَ عَلَى مَالِكٍ خَازِنِ النَّارِ وَ رُوْحِ الْقُدُسِ وَ الرُّوْحِ الْأَمِيْنِ وَ

maut, atas malaikat Ridhwan penjaga surga, atas malaikat Malik penjaga neraka, atas Ruhul Qudus, Ruhul Amin,

حَمَلَةِ عَرْشِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ الْحَافِظَيْنِ عَلَيَّ بِالصَّلاَةِ الَّتِيْ تُحِبُّ أَنْ يُصَلِّيَ بِهَا عَلَيْهِمْ أَهْلُ

para malaikat pemikul ‘Arsy-Mu, dan atas dua malaikat penjagaku dengan shalawat yang Kau senang jika dengannya

السَّمَاوَاتِ وَ أَهْلُ الْأَرَضِيْنَ صَلاةً طَيِّبَةً كَثِيْرَةً مُبَارَكَةً زَاكِيَةً نَامِيَةً ظَاهِرَةً بَاطِنَةً شَرِيْفَةً فَاضِلَةً تُبَيِّنُ

seluruh penduduk langit dan bumi mencurahkan shalawat atas mereka; shalawat yang baik, banyak, penuh berkah, suci, berkembang-biak, tampak, tersembunyi, mulia nan utama yang Kau jelaskan

(تُبِينُ) بِهَا فَضْلَهُمْ عَلَى الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَ الشَّرَفَ وَ الْفَضِيْلَةَ وَ اجْزِهِ

dengannya keutamaan mereka kepada para makhluk pertama dan terakhir. Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad wasilah (keperantaraan), kemuliaan, dan keutamaan dan balaslah ia

(عَنَّا) خَيْرَ مَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ، اَللَّهُمَّ وَ أَعْطِ مُحَمَّدًا صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ مَعَ كُلِّ زُلْفَةٍ زُلْفَةً وَ

(dari kami) sebaik-baik balasan yang Kau telah balaskan kepada seorang nabi dari umatnya. Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad SAWW bersama setiap kedekatan satu kedekatan,

مَعَ كُلِّ وَسِيْلَةٍ وَسِيْلَةً وَ مَعَ كُلِّ فَضِيْلَةٍ فَضِيْلَةً وَ مَعَ كُلِّ شَرَفٍ شَرَفًا تُعْطِيْ (أَعْطِ) مُحَمَّدًا وَ آلَهُ يَوْمَ

bersama setiap perantara satu perantara, bersama setiap keutamaan satu keutamaan, dan bersama setiap kemuliaan satu kemuliaan. Berikanlah kepada Muhammad dan keluarganya pada hari

الْقِيَامَةِ أَفْضَلَ مَا أَعْطَيْتَ أَحَدًا مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ وَ اجْعَلْ مُحَمَّدًا صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ

Kiamat pemberian paling utama yang telah Kau berikan kepada seseorang dari para makhluk pertama dan terakhir. Ya Allah, jadikanlah Muhammad SAWW

أَدْنَى الْمُرْسَلِيْنَ مِنْكَ مَجْلِسًا وَ أَفْسَحَهُمْ فِي الْجَنَّةِ عِنْدَكَ مَنْزِلاً وَ أَقْرَبَهُمْ إِلَيْكَ وَسِيْلَةً، وَ اجْعَلْهُ أَوَّلَ

rasul yang terdekat dari-Mu kedudukannya, yang terluas di surga di sisi-Mu rumahnya, dan yang terdekat kepada-Mu perantaranya, jadikanlah ia orang pertama

شَافِعٍ وَ أَوَّلَ مُشَفَّعٍ وَ أَوَّلَ قَائِلٍ وَ أَنْجَحَ سَائِلٍ، وَ ابْعَثْهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُوْدَ الَّذِيْ يَغْبِطُهُ بِهِ الْأَوَّلُوْنَ وَ

yang memberi syafaat, orang pertama yang syafaatnya diterima, orang pertama yang berucap, dan orang pertama yang memohon, dan angkatlah ia ke kedudukan terpuji yang selalu diinginkan oleh para makhluk pertama dan

الْآخِرُوْنَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَسْمَعَ صَوْتِيْ وَ

Terakhir, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Dan aku mohon kepada-Mu; curahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengarkanlah suaraku,

تُجِيْبَ دَعْوَتِيْ، وَ تَجَاوَزَ عَنْ خَطِيْئَتِيْ، وَ تَصْفَحَ عَنْ ظُلْمِيْ، وَ تُنْجِحَ طَلِبَتِيْ، وَ تَقْضِيَ حَاجَتِيْ، وَ

kabulkanlah doaku, ampunilah kesalahanku, maafkanlah kezalimanku, perkenankanlah permintaanku, sampaikanlah hajatku,

تُنْجِزَ لِيْ مَا وَعَدْتَنِيْ، وَ تُقِيْلَ عَثْرَتِيْ، وَ تَغْفِرَ ذُنُوْبِيْ، وَ تَعْفُوَ عَنْ جُرْمِيْ، وَ تُقْبِلَ عَلَيَّ وَ لاَ

wujudkanlah apa yang telah Kau janjikan padaku, maafkanlah ketergelinciranku, ampunilah dosa-dosaku, maafkanlah kejahatanku, menghadaplah kepadaku dan janganlah

تُعْرِضَ عَنِّيْ، وَ تَرْحَمَنِيْ وَ لاَ تُعَذِّبَنِيْ، وَ تُعَافِيَنِيْ وَ لاَ تَبْتَلِيَنِيْ، وَ تَرْزُقَنِيْ مِنَ الرِّزْقِ أَطْيَبَهُ وَ

Kau berpaling dariku, kasihanilah aku dan jangan Kau siksa aku, sembuhkanlah aku dan jangan Kau turunkan bencana padaku, dan berikanlah rezeki padaku yang terbaik dan

أَوْسَعَهُ وَ لاَ تَحْرِمَنِيْ، يَا رَبِّ وَ اقْضِ عَنِّيْ دَيْنِيْ، وَ ضَعْ عَنِّيْ وِزْرِيْ، وَ لاَ تُحَمِّلْنِيْ مَا لاَ طَاقَةَ

terlapang dan jangan Kau halangi aku. Ya Rabbi, lunaskanlah utangku, luruhkanlah semua dosaku, dan jangan Kau bebankan kepadaku apa yang aku tidak mampu memikulnya.

لِيْ بِهِ، يَا مَوْلاَيَ وَ أَدْخِلْنِيْ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ أَدْخَلْتَ فِيْهِ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ، وَ أَخْرِجْنِيْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ

Wahai Junjunganku, masukkanlah aku di setiap kebaikan yang Engkau telah memasukkan Muhammad dan keluarga Muhammad di dalamnya dan keluarkanlah aku dari setiap keburukan

أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ، وَ السَّلاَمُ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ

yang Engkau telah mengeluarkan Muhammad dan keluarga Muhammad darinya-shalawat-Mu atasnya dan atas mereka-. Semoga salam dan rahmat Allah senantiasa tercurahkan atasnya dan atas mereka, serta

بَرَكَاتُهُ
berkah-Nya.

Lalu, bacalah doa berikut ini sebanyak tiga kali.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَدْعُوْكَ كَمَا أَمَرْتَنِيْ، فَاسْتَجِبْ لِيْ كَمَا وَعَدْتَنِيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku menyeru-Mu sebagaimana telah Kau perintahkan kepadaku. Maka, kabulkanlah seruanku itu sebagaimana telah Kau janjikan padaku.

Selanjutnya, bacalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ قَلِيْلاً مِنْ كَثِيْرٍ مَعَ حَاجَةٍ بِيْ إِلَيْهِ عَظِيْمَةٍ وَ غِنَاكَ عَنْهُ قَدِيْمٌ وَ هُوَ عِنْدِيْ كَثِيْرٌ وَ هُوَ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sedikit dari yang banyak dengan kebutuhanku yang sangat kepadanya dan ketidakbutuhan-Mu kepadanya adalah qadîm, sedangkan ia di sisiku sangatlah besar dan

عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسِيْرٌ، فَامْنُنْ عَلَيَّ بِهِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ‏

bagi-Mu sangatlah mudah. Maka, anugrahkanlah ia kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Amin, ya Rabbal ‘Alamîn.

Kelima, membaca doa berikut ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَدْعُوْكَ كَمَا أَمَرْتَنِيْ، فَاسْتَجِبْ لِيْ كَمَا وَعَدْتَنِيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku menyeru-Mu sebagaimana telah Kau perintahkan kepadaku. Maka, kabulkanlah seruanku itu sebagaimana telah Kau janjikan padaku.

Karena doa ini sangat panjang, kami tidak menyebutkannya guna memperingkas (isi buku ini). Bagi yang menginginkannya, hendaknya ia merujuk ke buku al-Iqbâl dan Zâd al-Ma’âd.

Keenam, dalam kitab al-Muqni’ah, Syeikh Mufid ra meriwayatkan dari Tsiqah Ali bin Mahziyar dari Imam Muhammad at-Taqi as bahwa disunnahkan untuk banyak membaca doa berikut ini di siang dan malam hari dari awal hingga akhir bulan Ramadhan.

يَا ذَا الَّذِيْ كَانَ قَبْلَ كُلِّ شَيْئٍ، ثُمَّ خَلَقَ كُلَّ شَيْئٍ، ثُمَّ يَبْقَى وَ يَفْنَى كُلُّ شَيْئٍ، يَا ذَا الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ

Wahai Dzat yang telah ada sebelum segala sesuatu, lalu Ia menciptakan segala sesuatu, kemudian Ia tetap kekal abadi dan segala sesuatu fana. Wahai Dzat yang tidak menyamai-Nya

شَيْئٌ، وَ يَا ذَا الَّذِيْ لَيْسَ فِي السَّمَاوَاتِ الْعُلَى وَ لاَ فِي الْأَرَضِيْنَ السُّفْلَى وَ لاَ فَوْقَهُنَّ وَ لاَ تَحْتَهُنَّ وَ

sesuatu apa pun. Wahai Dzat yang tidak ada di langit-langit yang tinggi, di bumi-bumi yang rendah, di atasnya, di bawahnya, dan

لاَ بَيْنَهُنَّ إِلَهٌ يُعْبَدُ غَيْرُهُ، لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا لاَ يَقْوَى عَلَى إِحْصَائِهِ إِلاَّ أَنْتَ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ

di antara keduanya Tuhan yang layak disembah selain-Nya. Bagi-Mu segala pujian, pujian yang siapa pun tidak mampu untuk menghitungnya kecuali Engkau. Maka, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga

مُحَمَّدٍ صَلاَةً لاَ يَقْوَى عَلَى إِحْصَائِهَا إِلاَّ أَنْتَ‏

Muhammad, shalawat yang siapa pun tidak mampu untuk menghitungnya kecuali Engkau.

Ketujuh, dalam kitab al-Balad al-Amîn dan al-Mishbâh, Syeikh al-Kaf’ami telah menukil pendapat Sayid Ibnu al-Baqi bahwa barangsiapa membaca doa berikut ini setiap hari di bulan Ramadhan, Allah akan mengampuni dosa yang telah dikerjakannya selama empat puluh tahun.

اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيْهِ الصِّيَامَ ارْزُقْنِيْ حَجَّ

Ya Allah, wahai Tuhan bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di bulan ini dan mewajibkan puasa atas hamba-hamba-Mu, anugrahkanlah pada berhaji

بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ هَذَا الْعَامِ وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الْعِظَامَ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ، يَا ذَا

ke rumah-Mu yang suci di tahun ini dan di setiap tahun dan ampunilah dosa-dosaku yang besar. Karena, tidak ada orang yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai Pemilik

الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ
keagungan dan kemuliaan.

Kedelapan, membaca dzikir berikut ini setiap hari sebanyak seratus kali sebagaimana telah disebutkan oleh Muhaddis Faidh dalam kitab Khulâshah al-Adzkâr.

سُبْحَانَ الضَّارِّ النَّافِعِ، سُبْحَانَ الْقَاضِيْ بِالْحَقِّ، سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى، سُبْحَانَهُ وَ بِحَمْدِهِ، سُبْحَانَهُ وَ

Maha Suci Dzat Pendatang mara bahaya dan manfaat. Maha Suci Dzat Pemutus perkara dengan kebenaran. Maha Suci Dzat Yang Maha Tinggi nan Tertinggi. Maha Suci Ia dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Ia dan

تَعَالَى‏

Maha Tinggi.

Kesembilan, dalam kitab al-Muqni’ah, Syeikh Mufid berkata, “Di antara sunnah-sunnah bulan Ramadhan adalah mengirimkan shalawat untuk Rasulullah SAWW setiap hari sebanyak seratus kali. Jika jumlahnya lebih banyak, maka hal itu adalah lebih utama”.

Bagian Kedua: Amalan Khusus Bulan Ramadhan

a. Malam Pertama

Di malam pertama ini terdapat beberapa amalan:

Pertama, memperhatikan munculnya Hilal bulan Ramadhan. Sebagian ulama mewajibkan hal itu.

Kedua, ketika melihat Hilal, hendaknya kita menghadap ke arah Kiblat, bukan ke arah Hilal itu, mengangkat kedua tangan ke arah langit, dan berbicara dengan Hilal dengan membaca:

رَبِّيْ وَ رَبُّكَ اَللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلاَمَةِ وَ الْإِسْلاَمِ وَ الْمُسَارَعَةِ

Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, munculkanlah ia atas kami dengan (membawa) keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, dan bergegas

إِلَى مَا تُحِبُّ وَ تَرْضَى، اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَهْرِنَا هَذَا، وَ ارْزُقْنَا خَيْرَهُ وَ عَوْنَهُ، وَ اصْرِفْ عَنَّا

menuju kepada yang apa Kau cintai dan ridhai. Ya Allah, berkahilah kami di bulan kami ini, anugrahkan kepada kami kebaikan dan pertolongannya, dan singkirkan dari kami

ضُرَّهُ وَ شَرَّهُ وَ بَلاءَهُ وَ فِتْنَتَهُ

bahaya, kejahatan, malapetaka, dan fitnahnya.

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAWW melihat Hilal bulan Ramadhan, beliau menghadap ke arah Kiblat dan membaca:

اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلاَمَةِ وَ الْإِسْلاَمِ وَ الْعَافِيَةِ الْمُجَلَّلَةِ وَ دِفَاعِ الْأَسْقَامِ (وَ الرِّزْقِ

Ya Allah, munculkanlah ia (Hilal itu) atas kami dengan (membawa) keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, kesehatan yang meliputi (semua orang), penolakan atas seluruh jenis penyakit, (rezeki

الْوَاسِعِ) وَ الْعَوْنِ عَلَى الصَّلاَةِ وَ الصِّيَامِ وَ الْقِيَامِ وَ تِلاَوَةِ الْقُرْآنِ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِشَهْرِ رَمَضَانَ وَ

yang lapang), dan batuan demi mengerjakan shalat, puasa, beribadah, dan membaca al-Quran. Ya Allah, serahkanlah diri kami kepada bulan Ramadhan,

تَسَلَّمْهُ مِنَّا وَ سَلِّمْنَا فِيْهِ حَتَّى يَنْقَضِيَ عَنَّا شَهْرُ رَمَضَانَ وَ قَدْ عَفَوْتَ عَنَّا وَ غَفَرْتَ لَنَا وَ رَحِمْتَنَا

terimalah ia dari kami, dan sehatkanlah kami di dalamnya sehingga bulan Ramadhan ini berlalu dan Engkau telah memaafkan kami, mengampuni kami, dan merahmati kami.

Diriwayatkan bahwa Imam Shâdiq as berkata, “Ketika engkau melihat Hilal bulan Ramadhan, maka bacalah:

اَللَّهُمَّ قَدْ حَضَرَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَ قَدِ افْتَرَضْتَ عَلَيْنَا صِيَامَهُ وَ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ

Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan dan di dalamnya Engkau telah mewajibkan puasa atas kami, serta menurunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas

مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَ تَقَبَّلْهُ مِنَّا وَ سَلِّمْنَا فِيْهِ وَ سَلِّمْنَا مِنْهُ وَ سَلِّمْهُ لَنَا فِيْ

bagi petunjuk dan (jalan) pembeda (antara kbatilan dan kebenaran). Ya Allah, bantulah kami untuk melaksanakan puasanya, terimalah ia dari kami, sehatkanlah kami di dalamnya, terimalah kami darinya, dan serahkanlah ia kepada kami dengan

يُسْرٍ مِنْكَ وَ عَافِيَةٍ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، يَا رَحْمَانُ يَا رَحِيْمُ

kemudahan dan ‘afiat dari-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Penyayang.

Ketiga, membaca doa ke-43 dari ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah ketika melihat Hilal. Sayid Ibnu Thâwûs ra meriwayatkan bahwa suatu hari Imam Ali Zainul Abidin as melewati sebuah jalan. Tiba-tiba beliau melihat Hilal bulan Ramadhan. Beliau berhenti dan membaca:

أَيُّهَا الْخَلْقُ الْمُطِيْعُ الدَّائِبُ السَّرِيْعُ الْمُتَرَدِّدُ فِيْ مَنَازِلِ التَّقْدِيْرِ الْمُتَصَرِّفُ فِيْ فَلَكِ التَّدْبِيْرِ، آمَنْتُ بِمَنْ

Wahai makhluk yang selalu taat, giat berusaha, berlalu-lalang di istana-istana taqdir, yang menguasai falak pengaturan, aku beriman kepada Dzat

نَوَّرَ بِكَ الظُّلَمَ، وَ أَوْضَحَ بِكَ الْبُهَمَ، وَ جَعَلَكَ آيَةً مِنْ آيَاتِ مُلْكِهِ وَ عَلاَمَةً مِنْ عَلاَمَاتِ سُلْطَانِهِ، فَحَدَّ

yang denganmu telah menerangi kegelapan, menjelaskan segala ketidakjelasan, menjadikanmu tanda dari sekian tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan alamat dari sekian alamat-alamat kerajaan-Nya. Lalu, Ia menentukan

بِكَ الزَّمَانَ وَ امْتَهَنَكَ بِالْكَمَالِ وَ النُّقْصَانِ وَ الطُّلُوْعِ وَ الْأُفُوْلِ وَ الْإِنَارَةِ وَ الْكُسُوْفِ، فِيْ كُلِّ ذَلِكَ

dengan (perantara)mu masa dan membuktikan kemakhlukanmu dengan kesempurnaan dan kekurangan, terbit dan tenggelam, serta dengan kebenderangan dan gerhana. Dalam semua itu

أَنْتَ لَهُ مُطِيْعٌ وَ إِلَى إِرَادَتِهِ سَرِيْعٌ، سُبْحَانَهُ، مَا أَعْجَبَ مَا دَبَّرَ مِنْ أَمْرِكَ وَ أَلْطَفَ مَا صَنَعَ فِيْ

engkau selalu menaaati-Nya dan bergegas melakukan kehendak-Nya. Maha Suci Ia. Alangkah ajaibnya apa yang telah diatur oleh-Nya berkenaan dengan urusanmu dan alangkah lembutnya apa yang telah diperbuat oleh-Nya berkenaan

شَأْنِكَ، جَعَلَكَ مِفْتَاحَ شَهْرٍ حَادِثٍ لِأَمْرٍ حَادِثٍ، فَأَسْأَلُ اللَّهَ رَبِّيْ وَ رَبَّكَ وَ خَالِقِيْ وَ خَالِقَكَ وَ مُقَدِّرِيْ

dengan dirimu. Ia telah menjadikanmu kunci bagi sebuah bulan baru untuk sebuah peristiwa baru. Maka, aku memohon Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Penciptaku dan Penciptamu, Penentu taqdirku

وَ مُقَدِّرَكَ وَ مُصَوِّرِيْ وَ مُصَوِّرَكَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ يَجْعَلَكَ هِلاَلَ بَرَكَةٍ لاَ

dan Penentu taqdirmu, Pembentukku dan Pembentukmu agar Ia mencurahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan menjadikanmu Hilal keberkahan yang tidak

تَمْحَقُهَا الْأَيَّامُ وَ طَهَارَةٍ لاَ تُدَنِّسُهَا الْآثَامُ، هِلاَلَ أَمْنٍ مِنَ الْآفَاتِ وَ سَلاَمَةٍ مِنَ السَّيِّئَاتِ، هِلاَلَ سَعْدٍ لاَ

dimusnahkan oleh masa, Hilal kesucian yang tidak dikotori oleh dosa, Hilal keamanan dari segala bencana, Hilal keselamatan dari segala kejelekan, Hilal kebahagiaan yang tidak

نَحْسَ فِيْهِ وَ يُمْنٍ لاَ نَكَدَ مَعَهُ وَ يُسْرٍ لاَ يُمَازِجُهُ عُسْرٌ وَ خَيْرٍ لاَ يَشُوْبُهُ شَرٌّ، هِلاَلَ أَمْنٍ وَ إِيْمَانٍ وَ

memiliki kenaasan, Hilal kententraman yang tidak disertai dengan kesusah-payahan, Hilal kemudahan yang tidak dicampuri oleh kesulitan, Hilal kebaikan tidak dihantui oleh keburukan, Hilal keamanan, keimanan,

نِعْمَةٍ وَ إِحْسَانٍ وَ سَلاَمَةٍ وَ إِسْلاَمٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اجْعَلْنَا مِنْ أَرْضَى مَنْ

kenikmatan, kebajikan, keselamatan, dan keisalaman. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah kami di antara orang-orang paling diridhai

طَلَعَ عَلَيْهِ وَ أَزْكَى مَنْ نَظَرَ إِلَيْهِ وَ أَسْعَدَ مَنْ تَعَبَّدَ لَكَ فِيْهِ، وَ وَفِّقْنَا اَللَّهُمَّ فِيْهِ لِلطَّاعَةِ وَ التَّوْبَةِ، وَ

yang ia terbit atas mereka, di antara orang-orang tersuci yang ia memandangnya, dan di antara orang-orang terbahagia yang menyembah-Mu di dalamnya. Anugrahkanlah taufik kepada kami ya Allah di dalamnya untuk melakukan taat dan bertaubat,

اعْصِمْنَا فِيْهِ مِنَ الْآثَامِ وَ الْحَوْبَةِ، وَ أَوْزِعْنَا فِيْهِ شُكْرَ النِّعْمَةِ، وَ أَلْبِسْنَا فِيْهِ جُنَنَ الْعَافِيَةِ، وَ أَتْمِمْ عَلَيْنَا

jagalah kami di dalamnya dari perbuatan dosa, karuniakanlah kepada kami di dalamnya untuk mensyukuri nikmat, pakaikanlah kepada di dalamnya perisai-perisai kesehatan, dan sempurnakanlah atas kami

بِاسْتِكْمَالِ طَاعَتِكَ فِيْهِ الْمِنَّةَ، إِنَّكَ أَنْتَ الْمَنَّانُ الْحَمِيْدُ، وَ صَلَّى اَللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَ

karena ketaatan kami kepada-Mu di dalamnya karunia-shalawat Allah atas Muhammad dan keluarganya yang suci-,

اجْعَلْ لَنَا فِيْهِ عَوْنًا مِنْكَ عَلَى مَا نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ مِنْ مُفْتَرَضِ طَاعَتِكَ وَ تَقَبَّلْهَا، إِنَّكَ الْأَكْرَمُ مِنْ كُلِّ كَرِيْمٍ

kucurkanlah atas kami di dalamnya pertolongan untuk melaksanakan kewajiban taat yang Engkau telah memanggil kami untuk itu, dan terimalah ketaatan tersebut. Sesungguhnya Engkau lebih Pemurah dari setiap pemurah

وَ الْأَرْحَمُ مِنْ كُلِّ رَحِيْمٍ، آمِيْنَ آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ‏

dan lebih Penyayang dari setiap penyayang, Amin! Amin! Rabbal ‘Alamîn.


Keempat, melakukan senggama dengan istri di malam pertama itu. Ini adalah salah satu keistimewaan bulan ini, karena melakukan senggama di malam pertama pada bulan-bulan yang lain adalah makruh.

Kelima, mandi malam pertama. Diriwayatkan bahwa barangsiapa mandi pada malam pertama bulan Ramadhan, penyakit gatal-gatal tidak akan menghampirinya hingga bulan Ramadhan mendatang.

Keenam, mandi di sungai yang mengalir dan menuangkan air di kepala sebanyak tiga puluh kali siraman dengan menggunakan telapak tangan sehingga kita tersucikan secara maknawiyah hingga bulan Ramadhan mendatang.

Ketujuh, menziarahi kuburan Imam Husain as sehingga dosa-dosa kita sirna dan kita mendapatkan pahala para jamaah haji dan ‘umrah pada tahun itu.

Kedelapan, mulai mengerjakan shalat sunnah seribu rakaat bulan Ramadhan sebagaimana telah disebutkan caranya di akhir pembahasan bagian kedua (Amalan-amalan yang Dilakukan pada Malam Ramadhan, hal. 101).

Kesembilan, mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat. Pada setiap rakaatnya, kita membaca surah al-Fâtihah dan al-An’âm. Lalu, kita memohon kepada Allah SWT supaya Ia mencukupi kita dan menjaga kita dari penyakit yang kita khawatirkan.

Kesepuluh, membaca doa Allôhumma inna hâdzasy-syahral mubârok yang telah disebutkan di bab amalan malam terakhir bulan Sya’ban.

Kesebelas, setelah mengerjakan shalat Maghrib, kita angkat tangan kita seraya membaca yang berasal dari Imam Muhammad al-Jawwâd as ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Iqbâl.

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ يَمْلِكُ التَّدْبِيْرَ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، يَا مَنْ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَ مَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ وَ

Ya Allah, wahai Yang memiliki (hak) mengatur dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Dzat yang mengetahui pengkhianatan mata, apa yang disembunyikan oleh hati,

تُجِنُّ الضَّمِيْرُ وَ هُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ نَوَى فَعَمِلَ وَ لاَ تَجْعَلْنَا مِمَّنْ شَقِيَ فَكَسِلَ وَ لا

dan yang dirahasiakan oleh kalbu, dan Ia Maha Lembut nan Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami di antara orang-orang yang berniat, lalu beramal, jangan Kau jadikan kami di antara orang-orang yang celaka, lalu bermalas-malasan, dan jangan pula

مِمَّنْ هُوَ عَلَى غَيْرِ عَمَلٍ يَتَّكِلُ، اَللَّهُمَّ صَحِّحْ أَبْدَانَنَا مِنَ الْعِلَلِ وَ أَعِنَّا عَلَى مَا افْتَرَضْتَ عَلَيْنَا مِنَ

di antara orang-orang yang bersandar kepada selain amalan. Ya Allah, sehatkanlah badan kami dari segala penyakit dan tolonglah kami (supaya dapat melakukan) amalan yang telah Kau wajibkan atas kami

الْعَمَلِ حَتَّى يَنْقَضِيَ عَنَّا شَهْرُكَ هَذَا وَ قَدْ أَدَّيْنَا مَفْرُوْضَكَ فِيْهِ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ، وَ وَفِّقْنَا

sehingga bulan-Mu ini berlalu dari kami dan kami telah melaksanakan kewajiban kami di dalamnya. Ya Allah, tolonglah kami untuk berpuasa, berikanlah taufik kepada kami

لِقِيَامِهِ، وَ نَشِّطْنَا فِيْهِ لِلصَّلاَةِ، وَ لاَ تَحْجُبْنَا مِنَ الْقِرَاءَةِ، وَ سَهِّلْ لَنَا فِيْهِ إِيْتَاءَ الزَّكَاةِ، اَللَّهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ

untuk beribadah, giatkanlah kami di dalamnya untuk melakukan shalat, jangan Kau halangi kami untuk membaca (al-Quran), dan mudahkan bagi kami di dalamnya untuk mengeluarkan zakat. Ya Allah, jangan Kau timpakan

عَلَيْنَا وَصَبًا وَ لاَ تَعَبًا وَ لاَ سَقَمًا وَ لاَ عَطَبًا، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِفْطَارَ مِنْ رِزْقِكَ الْحَلاَلِ، اَللَّهُمَّ سَهِّلْ لَنَا

atas kami penyakit yang tak kunjung sembuh, rasa capek, penyakit, dan kebinasaan. Ya Allah, anugrahkan kami berbuka puasa daru rezeki-Mu yang halal. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami

فِيْهِ مَا قَسَمْتَهُ مِنْ رِزْقِكَ، وَ يَسِّرْ مَا قَدَّرْتَهُ مِنْ أَمْرِكَ، وَ اجْعَلْهُ حَلاَلاً طَيِّبًا نَقِيًّا مِنَ الْآثَامِ خَالِصًا مِنَ

di dalamnya rezeki-Mu yang telah Kau bagikan, mudahkanlah perintah yang telah Kau tentukan, jadikanlah ia halal, baik, suci dari dosa, dan bersih dari

الْآصَارِ وَ الْأَجْرَامِ، اَللَّهُمَّ لاَ تُطْعِمْنَا إِلاَّ طَيِّبًا غَيْرَ خَبِيْثٍ وَ لاَ حَرَامٍ وَ اجْعَلْ رِزْقَكَ لَنَا حَلاَلاً لاَ

segala kesalahan dan kedurjanaan. Ya Allah, janganlah Kau beri kami makan kecuali yang baik tidak kotor dan haram, dan jadikan rezeiki-Mu bagi kami rezeki halal yang tidak

يَشُوْبُهُ دَنَسٌ وَ لاَ أَسْقَامٌ، يَا مَنْ عِلْمُهُ بِالسِّرِّ كَعِلْمِهِ بِالْأَعْلاَنِ، يَا مُتَفَضِّلاً عَلَى عِبَادِهِ بِالْإِحْسَانِ، يَا

tercampuri oleh kotoran dan penyakit. Wahai Dzat yang ilmu-Nya terhadap yang rahasia seperti ilmu-Nya terhadap yang nyata, wahai Dzat yang memberikan karunia kepada para hamba-Nya, wahai

مَنْ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ، أَلْهِمْنَا ذِكْرَكَ، وَ جَنِّبْنَا عُسْرَكَ، وَ أَنِلْنَا يُسْرَكَ،

Dzat yang Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu, ilhamkanlah kepada kami untuk mengingat-Mu, jauhkanlah kami dari kesulitan (perhitungan)-Mu, sampaikanlah kami kepada kemudahan-Mu,

وَ اهْدِنَا لِلرَّشَادِ، وَ وَفِّقْنَا لِلسَّدَادِ، وَ اعْصِمْنَا مِنَ الْبَلاَيَا، وَ صُنَّا مِنَ الْأَوْزَارِ وَ الْخَطَايَا، يَا مَنْ لاَ

tunjukkanlah kami kepada jalan hidayah, berikanlah taufik kebenaran kepada kami, jagalah kami dari malapetaka, dan lindungilah kami dari dosa dan kesalahan. Wahai Dzat yang tidak

يَغْفِرُ عَظِيْمَ الذُّنُوْبِ غَيْرُهُ وَ لاَ يَكْشِفُ السُّوْءَ إِلاَّ هُوَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ، صَلِّ

dapat mengampuni dosa yang besar selain-Nya dan tidak dapat menyingkap keburukan kecuali Ia. Wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih dan Lebih Pemurah dari para pemurah, curahkanlah shalawat

عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَ اجْعَلْ صِيَامَنَا مَقْبُوْلاً وَ بِالْبِرِّ وَ التَّقْوَى مَوْصُوْلاً، وَ كَذَلِكَ فَاجْعَلْ

atas Muhammad dan Ahlulbaitnya yang suci, jadikanlah puasa kami diterima dan bersambung dengan kebaikan dan ketakwaan. Begitu juga, jadikanlah

سَعْيَنَا مَشْكُوْرًا وَ قِيَامَنَا مَبْرُوْرًا وَ قُرْآنَنَا (وَ قِرَاءَتَنَا) مَرْفُوْعًا وَ دُعَاءَنَا مَسْمُوْعًا، وَ اهْدِنَا لِلْحُسْنَى

seluruh usaha kami disyukuri, ibadah kami ibadah yang mabrur, (bacaan kami terhadap) al-Quran kami terangkat, dan doa kami didengar, berikanlah petunjuk kepada kami untuk kebaikan,

(الْحُسْنَى)، وَ جَنِّبْنَا الْعُسْرَى، وَ يَسِّرْنَا لِلْيُسْرَى، وَ أَعْلِ لَنَا الدَّرَجَاتِ، وَ ضَاعِفْ لَنَا الْحَسَنَاتِ، وَ

jauhkanlah kami dari kesulitan, mudahkanlah kepada kami untuk menggapai kemudahan, tinggikanlah derajat kami, lipat-gandakanlah kebaikan kami,

اقْبَلْ مِنَّا الصَّوْمَ وَ الصَّلاَةَ، وَ اسْمَعْ مِنَّا الدَّعَوَاتِ، وَ اغْفِرْ لَنَا الْخَطِيْئَاتِ، وَ تَجَاوَزْ عَنَّا السَّيِّئَاتِ، وَ

terimalah dari kami shalat dan puasa, dengarkanlah doa-doa kami, ampunilah segala kesalahan kami,

اجْعَلْنَا مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْفَائِزِيْنَ وَ لا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ لاَ الضَّالِّيْنَ حَتَّى يَنْقَضِيَ شَهْرُ

jadikan kami di antara ahli amal yang telah mendapatkan kemenangan dan jangan Kau jadikan kami di antara orang-orang yang mendapatkan murka dan orang-orang yang sesat sehingga berlalu bulan

رَمَضَانَ عَنَّا وَ قَدْ قَبِلْتَ فِيْهِ صِيَامَنَا وَ قِيَامَنَا وَ زَكَّيْتَ فِيْهِ أَعْمَالَنَا وَ غَفَرْتَ فِيْهِ ذُنُوْبَنَا وَ أَجْزَلْتَ فِيْهِ

Ramadhan dan Engkau telah menerima puasa dan ibadah kami, menyucikan seluruh amalan kami, mengampuni dosa-dosa kami, dan mengagungkan

مِنْ كُلِّ خَيْرٍ نَصِيْبَنَا، فَإِنَّكَ الْإِلَهُ الْمُجِيْبُ وَ الرَّبُّ الْقَرِيْبُ (الرَّقِيْبُ)، وَ أَنْتَ بِكُلِّ شَيْئٍ مُحِيْطٌ

nasib kami dari setiap kebaikan. Sesungguhnya Engkaulah Tuhan yang Maha Mengabulkan dan Maha Dekat, serta Engkau Maha Meliputi segala sesuatu.


Kedua belas, membaca doa yang telah diriwayatkan dari Imam Shâdiq as berikut ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Iqbâl.

اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ مُنَزِّلَ الْقُرْآنِ، هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ وَ أَنْزَلْتَ فِيْهِ

Ya Allah, wahai Tuhan bulan Ramadhan, Penurun al-Quran, ini adalah bulan Ramadhan yang di dalamnya Engkau telah menurunkan al-Quran dan

آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَ أَعِنَّا عَلَى قِيَامِهِ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْهُ لَنَا وَ سَلِّمْنَا

ayat-ayat yang jelas dari petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Ya Allah, di bulan ini berikanlah anugrah puasa kepada kami dan tolonglah kamu untuk beribadah. Ya Allah, serahkanlah ia kepada kami, sehatkanlah kami

فِيْهِ وَ تَسَلَّمْهُ مِنَّا فِيْ يُسْرٍ مِنْكَ وَ مُعَافَاةٍ وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ وَ فِيْمَا تَفْرُقُ

di dalamnya, dan terimalah ia dari kami dalam kemudahan dari-Mu dan ‘afiat, serta tentukanlah di antara keputusan pasti yang akan Kau tentukan dan di antara keputusan-keputusan bijaksana yang akan Kau bedakan

مِنَ الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ

di malam Lailatul Qadr, qadhâ` yang tidak dapat ditolak dan dirubah supaya Engkau menulisku di antara para jamaah haji (yang berkunjung ke) rumah-Mu

الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ

yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, yang ditebus kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara qadhâ`

وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيْلَ لِيْ فِيْ عُمْرِيْ وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ مِنَ الرِّزْقِ الْحَلاَلِ‏

dan qadar-Mu supaya Engkau memanjangkan umurku dan melapangkan untukku rezeki yang halal.

Ketiga belas, membaca doa ke-44 ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah.

Keempat belas, membaca doa Allôhumma inna hâdzâ syahru Ramadhôn yang sangat panjang sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Iqbâl.

Kelima belas, membaca doa:

اَللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ، اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ وَ جَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ

Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan. Ya Allah, wahai Tuhan bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan menjadikannya sebagai penjelas

مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، اَللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَ صَلَوَاتِهِ وَ تَقَبَّلْهُ مِنَّا

(jalan) petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan ini dan bantulah kami untuk berpuasa dan melakukan shalat-shalatnya, serta terimalah dari kami.

Diriwayatkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah SAWW selalu membaca doa tersebut.

Keenam belas, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAWW selalu membaca doa berikut ini di malam pertama bulan Ramadhan.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَكْرَمَنَا بِكَ أَيُّهَا الشَّهْرُ الْمُبَارَكُ، اَللَّهُمَّ فَقَوِّنَا عَلَى صِيَامِنَا وَ قِيَامِنَا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kami denganmu wahai bulan yang penuh berkah. Ya Allah, kuatkanlah kami terhadap puasa dan ibadahkami, kokohkanlah kaki kami, dan

انْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْوَاحِدُ فَلاَ وَلَدَ لَكَ، وَ أَنْتَ الصَّمَدُ فَلاَ شِبْهَ لَكَ، وَ أَنْتَ

tolonglah kami atas kaum yang kafir. Ya Allah Engkau Maha Esa, maka Engkau tidak memiliki anak, Engkau Maha Abadi, maka tiadak keserupaan dengan-Mu, Engkau

الْعَزِيْزُ فَلاَ يُعِزُّكَ شَيْئٌ، وَ أَنْتَ الْغَنِيُّ وَ أَنَا الْفَقِيْرُ، وَ أَنْتَ الْمَوْلَى وَ أَنَا الْعَبْدُ، وَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ وَ أَنَا

Maha Mulia, maka tak suatu pun yang dapat memuliakan-Mu, Engkau Maha dan aku fakir, Engkau adalah Tuan dan aku adalah hamba, Engkau Maha Pengampun dan aku

الْمُذْنِبُ، وَ أَنْتَ الرَّحِيْمُ وَ أَنَا الْمُخْطِئُ، وَ أَنْتَ الْخَالِقُ وَ أَنَا الْمَخْلُوْقُ، وَ أَنْتَ الْحَيُّ وَ أَنَا الْمَيِّتُ،

adalah pelaku dosa, Engkau Maha Penyayang dan aku adalah orang yang bersalah, Engkau Maha Pencipta dan aku adalah makhluk, dan Engkau Maha Hidup dan aku mati,

أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَ تَرْحَمَنِيْ وَ تَجَاوَزَ عَنِّيْ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

aku memohon kepada-Mu demi rahmat-Mu; ampunilah aku, kasihanilah aku, dan maafkanlah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ketujuh belas, telah disebutkan dalam Bab I bahwa disunnahkan membaca doa Jausyan Kabîr di pertama bulan Ramadhan.

Kedelapan belas, membaca doa untuk haji yang telah disebutkan di bagian pertama amalan bulan Ramadhan.

Kesembilan belas, ketika bulan Ramadhan tiba, hendaknya kita memperbanyak membaca al-Quran. Diriwayatkan bahwa sebelum mulai membaca al-Quran, Imam Shâdiq as selalu membaca doa berikut ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّ هَذَا كِتَابُكَ الْمُنْزَلُ مِنْ عِنْدِكَ عَلَى رَسُوْلِكَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ

Ya Allah, aku bersaksi bahwa ini adalah Kitab-Mu yang telah diturunkan dari sisi-Mu kepada Rasul-Mu, Muhammad bin Abdillah SAWW

آلِهِ وَ كَلاَمُكَ النَّاطِقُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ جَعَلْتَهُ هَادِيًا مِنْكَ إِلَى خَلْقِكَ وَ حَبْلاً مُتَّصِلاً فِيْمَا بَيْنَكَ وَ بَيْنَ

dan Kalam-Mu yang berbiacara melalui lisan Nabi-Mu. Engkau telah menjadikannya sebagai pemberi petunjuk bagi makhluk-Mu dan tali yang menyambungkan antara diri-Mu dan

عِبَادِكَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ نَشَرْتُ عَهْدَكَ وَ كِتَابَكَ، اَللَّهُمَّ فَاجْعَلْ نَظَرِيْ فِيْهِ عِبَادَةً وَ قِرَاءَتِيْ فِيْهِ فِكْرًا وَ

para hamba-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku telah membuka jani dan Kitab-Mu ini. Ya Allah, jadikanlah pandanganku kepadanya sebagai ibadah, bacaanku sebagai perenungan, dan

فِكْرِيْ فِيْهِ اعْتِبَارًا، وَ اجْعَلْنِيْ مِمَّنِ اتَّعَظَ بِبَيَانِ مَوَاعِظِكَ فِيْهِ وَ اجْتَنَبَ مَعَاصِيَكَ، وَ لاَ تَطْبَعْ عِنْدَ

perenunganku sebagai langkah untuk mengambil pelajaran, jadikanlah aku di antara orang-orang yang dapat mengambil nasihat dari nasihat-nasihat-Mu dan menjauhi maksiat-Mu, jangan Kau tutup ketika

قِرَاءَتِيْ عَلَى سَمْعِيْ، وَ لا تَجْعَلْ عَلَى بَصَرِيْ غِشَاوَةً، وَ لاَ تَجْعَلْ قِرَاءَتِيْ قِرَاءَةً لاَ تَدَبُّرَ فِيْهَا، بَلِ

aku sedang membacanya pendengaranku, jangan Kau hamparkan penutup di atas penglihatanku, jangan Kau jadikan bacaanku sebagai bacaan yang tidak disertai oleh perenungan, akan tetapi

اجْعَلْنِيْ أَتَدَبَّرُ آيَاتِهِ وَ أَحْكَامَهُ آخِذًا بِشَرَائِعِ دِيْنِكَ، وَ لاَ تَجْعَلْ نَظَرِيْ فِيْهِ غَفْلَةً وَ لاَ قِرَاءَتِيْ هَذَرًا،

jadikan aku merenungi ayat-ayat dan seluruh hukumnya dan mengambil syariat agama-Mu, jangan Kau jadikan pandanganku kepadanya sebagai kelalaian dan bacaanku igauan belaka.

إِنَّكَ أَنْتَ الرَّؤُُوْفُ الرَّحِيْمُ

Sesungguhnya Engkau Maha Belas-kasih nan Penyayang.

Dan setelah usai membaca, beliau selalu membaca doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ قَدْ قَرَأْتُ مَا قَضَيْتَ مِنْ كِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَهُ عَلَى نَبِيِّكَ الصَّادِقِ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ، فَلَكَ

Ya Allah, aku telah membaca apa yang telah Kau tentukan dari Kitab-Mu yang telah Kau turunkan kepada Nabi-Mu yang jujur SAWW. Maka, bagi-Mu

الْحَمْدُ رَبَّنَا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَ يُحَرِّمُ حَرَامَهُ وَ يُؤْمِنُ بِمُحْكَمِهِ وَ مُتَشَابِهِهِ وَ اجْعَلْهُ لِيْ

segala puji wahai Tuhan kami. Ya Allah, jadikanlah kami di antara orang-orang yang menghalakan halalnya, mengharamkan haramnya, dan beriman kepada ayat-ayat muhkam dan mutasyâbihnya, jadikanlah ia

أُنْسًا فِيْ قَبْرِيْ وَ أُنْسًا فِيْ حَشْرِيْ وَ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ تُرْقِيْهِ (تُرَقِّيْهِ) بِكُلِّ آيَةٍ قَرَأَهَا دَرَجَةً فِيْ أَعْلَى

sebagai ketentramanku di dalam kuburku, ketentramanku di hari Mahsyarku, dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang Kau naikkan (kedudukan) mereka untuk setiap ayat yang mereka baca satu derajat di surga ‘Illiyyin tertinggi.

عِلِّيِّيْنَ، آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ‏

Amin! Rabbal ‘Alamîn.

b. Hari Pertama

Pada hari pertama ini terdapat beberapa amalan:

Pertama, mandi di air yang mengalir dan menuangkan air di atas kepala sebanyak tiga puluh kali dengan menggunakan telapak tangan. Hal ini dapat memberikan proteksi terhadap seluruh penyakit sepanjang tahun.

Kedua, membasuh wajah dengan air bunga supaya kita dapat terselamatkan dari kehinaan dan kesusahan. Begitu juga, menuangkannya sedikit di kepala supaya kita terjaga dari penyakit semi gila pada tahun itu.

Ketiga, mengerjakan shalat awal bulan sebanyak dua rakaat dan bersedekah.

Keempat, mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, kita membaca surah al-Fâtihah dan al-Fath, dan pada rakaat
kedua, surah al-Fâtihah dan surah bebas. Dengan ini, Allah akan menjauhkan semua keburukan dari kita pada tahun itu dan kita akan berada dalam penjagaan-Nya hingga tahun mendatang.

Kelima, membaca doa berikut ini setelah fajar terbit.

اَللَّهُمَّ قَدْ حَضَرَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَ قَدِ افْتَرَضْتَ عَلَيْنَا صِيَامَهُ وَ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ

Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan dan Engkau telah mewajibkan atas kami berpuasa, serta Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk dan penjelas

مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَ تَقَبَّلْهُ مِنَّا وَ تَسَلَّمْهُ مِنَّا وَ سَلِّمْهُ لَنَا فِيْ يُسْرٍ مِنْكَ وَ

bagi (jalan) petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Ya Allah, tolonglah kami untuk melaksanakan puasa, kabulkanlah ia dari kami, terimalah ia dari kami, dan serahkanlah ia kepada kami dalam kemudahan dari-Mu dan

عَافِيَةٍ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

‘afiat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Keenam, membaca doa ke-44 ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah jika kita belum membacanya pada malam harinya.

Ketujuh, dalam kitab Zâd al-Ma’âd Allamah al-Majlisi berkata, “Syeikh al-Kulaini, Syeikh Thûsî dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang sahih bahwa Imam Musa al-Kâzhim as berkata, ‘Bacalah doa ini di bulan Ramadhan di awal tahun’ . Selanjutnya beliau berkata, ‘Barangsiapa membaca doa ini demi ridha Allah dan tanpa disertai oleh tujuan-tujuan rusak dan riya`, niscaya ia tidak akan tertimpa fitnah, kesesatan, malapetaka yang dapat merusakkan agama atau tubuhnya, dan Allah SWT akan menjaganya dari keburukan bencana yang akan terjadi pada tahun itu’. Doa itu adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الَّذِيْ دَانَ لَهُ كُلُّ شَيْئٍ، وَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ، وَ بِعَظَمَتِكَ الَّتِيْ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi asmâ-Mu yang segala sesuatu taat kepadanya, demi rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, demi keagungan-Mu yang

تَوَاضَعَ لَهَا كُلُّ شَيْئٍ، وَ بِعِزَّتِكَ الَّتِيْ قَهَرَتْ كُلَّ شَيْئٍ، وَ بِقُوَّتِكَ الَّتِيْ خَضَعَ لَهَا كُلُّ شَيْئٍ، وَ

segala sesuatu tunduk kepadanya, demi kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu, demi kekuatan-Mu yang segala sesuatu bersimpuh di hadapannya,

بِجَبَرُوْتِكَ الَّتِيْ غَلَبَتْ كُلَّ شَيْئٍ، وَ بِعِلْمِكَ الَّذِيْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئٍ، يَا نُوْرُ يَا قُدُّوْسُ، يَا أَوَّلاً قَبْلَ كُلِّ

demi kekuasaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu, dan demi ilmu-Mu yang meliputi segala sesuatu. Wahai Nûr, wahai Yang Maha Qudus, wahai Yang Maha Awal sebelum segala

شَيْئٍ، وَ يَا بَاقِيًا بَعْدَ كُلِّ شَيْئٍ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ

Sesuatu wahai wahai Yang Maha Kekal setelah segala sesuatu, ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, ampunilah dosa-dosaku

الَّتِي تُغَيِّرُ النِّعَمَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُنْزِلُ النِّقَمَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَقْطَعُ الرَّجَاءَ، وَ

yang dapat merubah nikmat, ampunilah dosa-dosaku yang dapat menurunkan siksa, ampuilah dosa-dosaku yang dapat memutuskan harapan,

اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُدِيْلُ الْأَعْدَاءَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَرُدُّ الدُّعَاءَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ

ampunilah dosa-dosaku yang dapat membangkitkan para musuh, ampunilah dosa-dosaku yang dapat menolak doa, ampunilah dosa-dosaku yang

يُسْتَحَقُّ بِهَا نُزُوْلُ الْبَلاَءِ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَحْبِسُ غَيْثَ السَّمَاءِ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ

dengannya bencana pasti turun, ampunilah dosa-dosaku yang dapat menahan kucuran hujan dari langit, ampunilah dosa-dosaku yang

تَكْشِفُ الْغِطَاءَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُعَجِّلُ الْفَنَاءَ، وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُوْرِثُ النَّدَمَ، وَ

dapat menyingkap tirai (dosa), ampunilah dosa-dosaku yang dapat mempercepat kefanaan, ampunilah dosa-dosaku yang dapat mewariskan penyesalan,

اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَهْتِكُ الْعِصَمَ، وَ أَلْبِسْنِيْ دِرْعَكَ الْحَصِيْنَةَ الَّتِي لاَ تُرَامُ، وَ عَافِنِيْ مِنْ شَرِّ مَا

ampunilah dosa-dosaku yang dapat mengoyak-koyak tirai keterpeliharaan (dari dosa), pakaikanlah kepadaku perisai-Mu yang kokoh nan tak tertandingi, dan jagalah aku dari keburukan apa

أُحَاذِرُ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ فِيْ مُسْتَقْبَلِ سَنَتِيْ هَذِهِ، اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبَّ الْأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ

yang kukhawatirkan setiap malam dan siang di tahunku yang akan datang ini. Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan tujuh bumi, serta

مَا فِيْهِنَّ وَ مَا بَيْنَهُنَّ وَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ السَّبْعِ الْمَثَانِيْ وَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ إِسْرَافِيْلَ وَ

apa yang terdapat di dalamnya dan di antara keduanya, Tuhan ‘Arsy yang agung, Tuhan as-Sab’ al-Matsânî dan al-Quran yang agung, Tuhan Israfil,

مِيْكَائِيْلَ وَ جَبْرَئِيْلَ وَ رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ، أَسْأَلُكَ بِكَ وَ

Mikail, dan Jibril, Tuhan Muhammad SAWW penghulu seluruh rasul dan pamungkas para nabi, aku mohon kepada-Mu demi Engkau

بِمَا سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ يَا عَظِيْمُ، أَنْتَ الَّذِيْ تَمُنُّ بِالْعَظِيْمِ وَ تَدْفَعُ كُلَّ مَحْذُوْرٍ وَ تُعْطِيْ كُلَّ جَزِيْلٍ وَ

dan demi apa yang Kau namakan diri-Mu dengannya, wahai Yang Maha Agung, Engkaulah yang menganugrahkan segala yang agung, menolak segala mara bahaya, memberikan segala yang besar,

تُضَاعِفُ (مِنَ) الْحَسَنَاتِ بِالْقَلِيْلِ وَ بِالْكَثِيْرِ وَ تَفْعَلُ مَا تَشَاءُ، يَا قَدِيْرُ يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ صَلِّ عَلَى

melipat-gandakan kebaikan, baik yang sedikit maupun yang banyak, dan melakukan apa yang Kau kehendaki. Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, curahkanlah shalawat atas

مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ، وَ أَلْبِسْنِيْ فِيْ مُسْتَقْبَلِ سَنَتِيْ هَذِهِ سِتْرَكَ، وَ نَضِّرْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ، وَ أَحِبَّنِيْ

Muhammad dan Ahlulbaitnya, pakaikanlah kepadaku di tahun depanku ini kepenutupan-Mu, ceriaknlah wajahku dengan cahaya-Mu, cintailah aku

بِمَحَبَّتِكَ، وَ بَلِّغْنِيْ رِضْوَانَكَ وَ شَرِيْفَ كَرَامَتِكَ وَ جَسِيْمَ عَطِيَّتِكَ، وَ أَعْطِنِيْ مِنْ خَيْرِ مَا عِنْدَكَ وَ مِنْ

dengan kecintaan-Mu, sampaikanlah aku kepada keridhaan-Mu, kemurahan-Mu yang mulia, dan karunia-Mu yang agung, berikanlah kepadaku sebagian kebaikan yang ada di sisi-Mu dan sebagian

خَيْرِ مَا أَنْتَ مُعْطِيْهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، وَ أَلْبِسْنِيْ مَعَ ذَلِكَ عَافِيَتَكَ، يَا مَوْضِعَ كُلِّ شَكْوَى، وَ يَا شَاهِدَ

kebaikan yang akan Kau berikan kepada seseorang dari makhluk-Mu, dan pakaikanlah kepadaku bersama semua itu pakaian ‘afiat-Mu. Wahai Tempat segala pengaduan, wahai Yang Menyaksikan

كُلِّ نَجْوَى، وَ يَا عَالِمَ كُلِّ خَفِيَّةٍ، وَ يَا دَافِعَ مَا تَشَاءُ مِنْ بَلِيَّةٍ، يَا كَرِيْمَ الْعَفْوِ، يَا حَسَنَ التَّجَاوُزِ تَوَفَّنِيْ

setiap yang rahasia, wahai Yang Mengetahui setiap yang tersembunyi, wahai Yang Menolak malapetaka yang Kau kehendaki, wahai Yang mulia ampunan-Nya, wahai Yang bajik maaf-Nya, wafatkanlah aku

عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ وَ فِطْرَتِهِ وَ عَلَى دِيْنِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سُنَّتِهِ وَ عَلَى خَيْرِ الْوَفَاةِ

atas agama Ibrahim dan fitrahnya, atas agama Muhammad SAWW dan sunnahnya, dan atas kewafatan yang terbaik.

فَتَوَفَّنِيْ مُوَالِيًا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لِأَعْدَائِكَ، اَللَّهُمَّ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ كُلَّ عَمَلٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ

Maka, wafatkanlah aku dalam keadaan mencintai para kekasih-Mu dan memusuhi para musuh-Mu. Ya Allah, jauhkanlah aku pada tahun ini dari setiap amal, perkataan atau perilaku

يُبَاعِدُنِيْ مِنْكَ وَ اجْلِبْنِيْ إِلَى كُلِّ عَمَلٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ يُقَرِّبُنِيْ مِنْكَ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ، يَا أَرْحَمَ

yang dapat menjauhkanku dari-Mu dan tariklah aku kepada setiap amal, perkataan, atau perilaku yang dapat mendekatkanku kepada-Mu pada tahun ini, wahai Yang Lebih Pengasih

الرَّاحِمِينَ، وَ امْنَعْنِيْ مِنْ كُلِّ عَمَلٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ يَكُوْنُ مِنِّيْ أَخَافُ ضَرَرَ عَاقِبَتِهِ وَ أَخَافُ مَقْتَكَ

dari para pengasih, cegahlah aku dari setiap amal, perkataan, atau perilakuku yang kutakutkan akibatnya dan kutakutkan murka-Mu

إِيَّايَ عَلَيْهِ حِذَارَ أَنْ تَصْرِفَ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ عَنِّيْ فَأَسْتَوْجِبَ بِهِ نَقْصًا مِنْ حَظٍّ لِيْ عِنْدَكَ، يَا رَؤُوْفُ

atasku karenanya, karena aku khawatir Engkau akan memalingkan wajah-Mu yang suci dariku, lalu aku akan mendapatkan kekurangan dalam bagianku yang ada di sisi-Mu, wahai Yang Maha Belas-asih,

يَا رَحِيْمُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْ مُسْتَقْبَلِ سَنَتِيْ هَذِهِ فِيْ حِفْظِكَ وَ فِيْ جِوَارِكَ وَ فِيْ كَنَفِكَ، وَ جَلِّلْنِيْ سِتْرَ

wahai Yang Maha Penyayang. Ya Allah, jadikanlah aku di tahun depanku ini berada dalam penjagaan-Mu, perlindungan-Mu, dan pemeliharaan-Mu, rentangkan kepadaku tirai

عَافِيَتِكَ، وَ هَبْ لِيْ كَرَامَتَكَ، عَزَّ جَارُكَ وَ جَلَّ ثَنَاؤُكَ وَ لا إِلَهَ غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ تَابِعًا لِصَالِحِيْ

‘afiat-Mu, anugrahkanlah pada kemurahan-Mu. Mulia orang yang berlindung kepada-Mu, agung pujian-Mu, dan tiada Tuhan (sejati) selain Engkau. Ya Allah, jadikan aku mengikuti orang-orang salih

مَنْ مَضَى مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَ أَلْحِقْنِيْ بِهِمْ وَ اجْعَلْنِيْ مُسَلِّمًا لِمَنْ قَالَ بِالصِّدْقِ عَلَيْكَ مِنْهُمْ، وَ أَعُوْذُ بِكَ

dari para kekasih-Mu yang telah berlalu dan gabungkanlah aku dengan mereka, serta jadikan aku menyerah kepada siapa dari mereka yang berkata benar tentang-Mu. Aku berlindung kepada-Mu

اَللَّهُمَّ أَنْ تُحِيْطَ بِيْ خَطِيْئَتِيْ وَ ظُلْمِيْ وَ إِسْرَافِيْ عَلَى نَفْسِيْ وَ اتِّبَاعِيْ لِهَوَايَ وَ اشْتِغَالِيْ بِشَهَوَاتِيْ

ya Allah, supaya kesalahanku, kezalimanku, keteraluanku terhadap diriku, menuruti hawa nafsu, dan kesibukanku dengan syhawatku tidak menguasai diriku.

فَيَحُوْلُ ذَلِكَ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ رَحْمَتِكَ وَ رِضْوَانِكَ فَأَكُوْنَ مَنْسِيًّا عِنْدَكَ مُتَعَرِّضًا لِسَخَطِكَ وَ نِقْمَتِكَ، اَللَّهُمَّ

Karena, semua itu akan menghalangiku dari rahmat dan keridhaan-Mu. Dengan demikian, aku akan terlupakan di sisi-Mu dan tersediakan untuk menerima murka dan siksa-Mu. Ya Allah,

وَفِّقْنِيْ لِكُلِّ عَمَلٍ صَالِحٍ تَرْضَى بِهِ عَنِّيْ وَ قَرِّبْنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، اَللَّهُمَّ كَمَا كَفَيْتَ نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَلَّى

berikanlah taufik kepadaku untuk (melakukan) setiap amal salih yang dengannya Engkau meridhaiku dan dekatkanlah aku ke haribaan-Mu. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mencukupi Nabi-Mu, Muhammad SAWW

اَللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ هَوْلَ عَدُوِّهِ وَ فَرَّجْتَ هَمَّهُ وَ كَشَفْتَ غَمَّهُ (كَرْبَهُ) وَ صَدَقْتَهُ وَعْدَكَ وَ أَنْجَزْتَ لَهُ

dari kedahsyatan musuhnya, telah Kau musnahkan kegundahannya, telah Kau sirnakan kesedihannya, telah Kau tepati janji-Mu kepadanya, dan telah Kau wujudkan baginya

عَهْدَكَ، اَللَّهُمَّ فَبِذَلِكَ فَاكْفِنِيْ هَوْلَ هَذِهِ السَّنَةِ وَ آفَاتِهَا وَ أَسْقَامَهَا وَ فِتْنَتَهَا وَ شُرُوْرَهَا وَ أَحْزَانَهَا وَ

janji-Mu, ya Allah, demi semua itu, cukupilah aku dari kedahsyatan tahun ini, malapetaka, penyakit, fitnah, kejahatan, dan kesedihannya, serta

ضِيْقَ الْمَعَاشِ فِيْهَا وَ بَلِّغْنِيْ بِرَحْمَتِكَ كَمَالَ الْعَافِيَةِ بِتَمَامِ دَوَامِ النِّعْمَةِ عِنْدِيْ إِلَى مُنْتَهَى أَجَلِيْ، أَسْأَلُكَ

kesempitan hidup di dalamnya, dan sampaokanlah aku demi rahmat-Mu kepada ‘afiat yang sempurna dengan keabadian nimat di sisiku hingga akhir ajalku. Aku mohon kepada-Mu

سُؤَالَ مَنْ أَسَاءَ وَ ظَلَمَ وَ اسْتَكَانَ وَ اعْتَرَفَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ مَا مَضَى مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِيْ

bak permohonan orang yang telah berbuat kejelekan, berbuat zalim, hina, dan mengakui (segala kesalahannya). Aku mohon kepada-Mu untuk mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu yang

حَصَرَتْهَا حَفَظَتُكَ وَ أَحْصَتْهَا كِرَامُ مَلاَئِكَتِكَ عَلَيَّ وَ أَنْ تَعْصِمَنِيْ إِلَهِيْ (اَللهُمَ) مِنَ الذُّنُوْبِ فِيْمَا بَقِيَ

telah diketahui oleh para penjaga-Mu dan dihitung oleh para malaikat-Mu yang mulia, dan menjagaku ya Ilahi sehingga aku tidak berbuat dosa di sisa-sisa

مِنْ عُمْرِي إِلَى مُنْتَهَى أَجَلِيْ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ يَا رَحِيْمُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِ مُحَمَّدٍ وَ آتِنِيْ

umurku hingga akhir ajalku. Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Penyayang, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan Ahlulbait Muhammad, dan berikanlah kepadaku

كُلَّ مَا سَأَلْتُكَ وَ رَغِبْتُ إِلَيْكَ فِيْهِ، فَإِنَّكَ أَمَرْتَنِي بِالدُّعَاءِ وَ تَكَفَّلْتَ لِيْ بِالْإِجَابَةِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏

segala yang telah kumohon kepada-Mu dan kuharapkan dari-Mu. Karena, Engkau telah memerinthakanku untuk berdoa dan Engkau menjamin bagiku pengabulannya, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Penulis berkata, “Sayid Ibnu Thâwûs ra telah menyebutkan doa ini untuk malam pertama bulan Ramadhan”.

c. Hari Keenam

Pada tanggal 6 Ramadhan 201, Muslimin membaiat Imam Ridha as. Sayid Ibnu Thâwûs ra meriwayatkan bahwa demi mensyukuri nikmat ini, kita mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat. Pada setiap rakaat, setelah membaca surah al-Fâtihah, kita membaca surah at-Tauhid sebanyak dua puluh lima kali.

d. Malam Ketiga Belas

Malam ini adalah malam pertama dari tiga malam yang dikenal dengan nama al-Layâlî al-Bîdh. Untuk malam ini terdapat tiga amalan sebagai berikut:

Pertama, mandi.

Kedua, mengerjakan shalat sebanyak empat rakaat, pada setiap rakaatnya kita membaca surah al-Fâtihah dan dua p uluh lima kali surah at-Tauhid.

Ketiga, mengerjakan dua rakaat shalat yang juga disunnahkan untuk dikerjakan pada malam ketiga belas bulan Rajab dan Sya’ban. Pada setiap rakaatnya, kita membaca surah al-Fâtihah, Yasin, al-Mulk, dan at-Tauhid.

e. Malam Keempat Belas

Pada malam ini, shalat tersebut (pada amalan ketiga malam ketiga belas) juga sunnah untuk dikerjakan. Hanya saja, di sini ia berjumlah empat rakaat dengan dua kali salam. Sebelumnya pada pembahasan doa al-Mujîr telah disebutkan bahwa barangsiapa mengerjakan shalat ini pada malam-malam al-Layâlî al-Bîdh bulan Ramadhan, maka dosanya akan diampuni meskipun dosa-dosa itu sejumlah tetesan hujan, daun pepohonan, dan kerikil di bumi.

f. Malam Kelima Belas

Malam ini adalah malam yang penuh berkah. Pada malam ini terdapat beberapa amalan berikut:

Pertama, mandi.

Kedua, menziarahi Imam Husain as.

Ketiga, mengerjakan shalat sebanyak enam rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah, Yasin, al-Mulk, dan at-Tauhid.

Keempat, mengerjakan shalat sebanyak seratus rakaat, pada setiap rakaatnya setelah membaca surah al-Fâtihah, kita membaca surah at-Tauhid sebanyak sepuluh kali. Dalam kitab al-Muqni’ah Syeikh Mufid ra meriwayatkan dari Amirul Mukminin as bahwa barangsiapa mengerjakan shalat tersebut, Allah SWT akan mengirimkan sepuluh malaikat kepadanya guna membasmikan para musuhnya, baik dari kalangan jin maupun manusia, dan mengirimkan tiga puluh malaikat kepadanya ketika ia hendak meninggal dunia guna melindunginya dari api neraka.

Kelima, diriwayatkan bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Imam Shâdiq as, “Apa pesan Anda kepada orang-orang yang berziarah kepada Imam Husain as pada malam kelima belas bulan Ramadhan?” Beliau menjawab, “Alangkah baiknya orang yang mengerjakan shalat sebanyak sepuluh rakaat pada malam pertengahan Ramadhan di dekat makam beliau setelah mengerjakan shalat Isya`, dan shalat itu selain shalat malam. Hendaknya setelah membaca surah al-Fâtihah ia membaca surah at-Tauhid sebanyak sepuluh kali dan berlindung kepada Allah dari api neraka. (Dengan itu) Allah akan menetapkannya sebagai orang yang telah terbebaskan dari api neraka dan tidak akan meninggal dunia kecuali setelah bermimpi bertemu para malaikat yang akan memberikan kabar gembira padanya dengan surga dan melindunginya dari api neraka”.

g. Hari Kelima Belas

Tanggal 15 Ramadhan 2 H. adalah hari kelahiran Imam Hasan al-Mujtaba as. Dan Syeikh Mufid ra juga berpendapat bahwa kelahiran Imam Muhammad at-Taqi as jatuh pada hari ini juga tahun 195 H. Akan tetapi, menurut pendapat masyhur hal itu jatuh pada hari yang lain. Bagaimana pun, hari ini adalah sebuah hari yang sangat mulia dan bersedekah pada hati ini memiliki keutamaan yang tak terhingga.

h. Malam Ketujuh Belas

Malam ini adalah malam yang penuh berkah. Pada malam ini, pasukan Rasulullah SAWW bertemu dengan paskan orang-orang kafir Quraisy di daerah Badar, dan keesokan harinya terjadilah perang Badar. Allah SWT telah memenangkan pasukan beliau atas pasukan musyrikin, dan hal ini adalah salah satu kejayaan Islam yang terbesar. Oleh karena itu, para ulama berpendapat, disunnahkan pada hari itu untuk bersedekah, bersyukur kepada Allah, dan mandi, serta ibadah pada malam harinya memiliki keutamaan yang sangat besar.
Penulis berkata, “Menurut beberapa riwayat, pada malam itu Rasulullah bertanya kepada para sahabat, ‘Siapakah yang bersedia pada malam ini untuk mengambil air dari sumur?’
Para sahabat diam seribu bahasa dan tak seorang pun yang berani melakukannya. Akhirnya Amirul Mukminin as mengambil kantong air dan berangkat keluar untuk mengambil air. Malam itu sangat gelap-gulita, hawa sangat dingin, dan angin bertiup keras. Beliau sampai di sebuah sumur yang sangat dalam dan gelap, dan beliau tidak menemukan sebuah timba untuk memungut air dari dalam sumur itu. Terpaksa beliau turun ke dalam sumur dan memenuhi kantong air itu dengan air. Setelah keluar dari dalam sumur itu, ia melangkah untuk kembali pulang. Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang menerpa beliau sehingga beliau terduduk (untuk menghindari terpaan angin itu) dan menunggu hingga angin itu berhenti bertiup. Beliau bangkit dari duduk dan melangkah kembali. Tiba-tiba angin kencang bertiup kembali. Beliau duduk kembali sehingga angin itu berhenti bertiup. Beliau bangkit kembali dan melangkah. Untuk ketiga kalinya angin kencang bertiup kembali dan beliau pun terpaksa duduk sehingga angin itu berhenti. Setelah angin berhenti bertiup, beliau bangkit dan melangkah menuju Rasulullah. Setelah beliau sampai, Rasulullah bertanya kepada beliau, ‘Wahai Abul Hasan, mengapa engkau terlambat datang?’ Beliau menjawab, ‘Tiga kali angin keras menimpaku sehingga aku bergetar, dan keterlambatanku disebabkan oleh angin tersebut’. ‘Apakah engkau tahu apakah semua angin itu, wahai Ali’, tanya Rasulullah kembali. ‘Tidak’, jawab beliau. Rasulullah menjawab, ‘Angin yang pertama adalah malaikat Jibril bersama seribu malaikat yang telah mengucapkan salam kepadamu. Yang kedua adalah malaikat Mikail bersama seribu malaikat yang telah mengucapkan salam kepadamu, dan yang ketiga adalah malaikat Israfil bersama seribu malaikat yang telah mengucapkan salam kepadamu. Mereka turun (ke bumi) untuk membantu kita’.
Pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa Amirul Mukminin as bertemu dengan tiga ribu malaikat dan memiliki tiga kebaikan dalam satu malam menunjuk pada peristiwa tersebut. Begitu juga syair Sayid al-Himyari mengindikasikan persitiwa tersebut. Ia bersyair:

أُقْسِمُ بِاللهِ وَ آلاَئِهِ * وَ الْمَرْءُ عَمَّا قَالَ مَسْؤُوْلُ

Aku bersumpah kepada Allah dan nikmat-nikmat-Nya, dan seseorang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dikatakan.

إِنَّ عَلِيِّ بْنَ أَبِيْ طَالِبٍ * عَلَى الْتُّقَى وَ الْبِرِّ مَجْبُوْلُ

Sungguh Ali bin Abi Thalib, terciptakan atas takwa dan kebaikan.

كَانَ إِذَا الْحَرْبُ مَرَتْهَا الْقَنَا * وَ أَحْجَمَتْ عَنْهَا الْبَهَالِيْلُ

Ketika perang telah dikobarkan oleh pedang-pedangnya, dan para pendekar lari darinya tunggang-langgang,

يَمْشِيْ إِلَى الْقِرْنِ وَ فِيْ كَفِّهِ * أَبْيَضُ مَاضِي الْحَدِّ مَصْقُوْلُ

ia pergi menentang lawan dan di tangannya, pedang yang mengkilat nan tajam,

مَشْيَ الْعَفَرْنَا بَيْنَ أَشْبَالِهِ * أَبْرَزَهُ لِلْقَنَصِ الْغِيْلُ

bak jalannya seekor singa di antara anak-anaknya, yang mereka untuk sebuah perburuan dikeluarkan.

ذَاكَ الَّذِيْ سَلَّمَ فِيْ لَيْلَةٍ * عَلَيْهِ مِيْكَالٌ وَ جِبْرِيْلُ

Ia adalah orang yang menghaturkan salam di sebuah malam, kepadanya Mikail dan Jibril.

مِيْكَالُ فِيْ أَلْفٍ وَ جِبْرِيْلُ فِيْ * أَلْفٍ وَ يَتْلُوْهُمْ سَرَافِيْلُ

Mikail dengan seribu malaikat dan Jibril dengan, seribu malaikat, lalu diikuti oleh Israfil,

لَيْلَةَ بَدْرٍ مَدَدًا أُنْزِلُوْا * كَأَنَّهُمْ طَيْرٌ أَبَابِيْلُ

pada malam Badar, untuk pertolongan mereka diturunkan, seakan-akan mereka burung Ababil.

i. Malam Kesembilan Belas

Malam ini adalah malam pertama Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr adalah sebuah malam yang tidak satu malam pun dalam setahun yang memiliki keutamaan seperti keutamaannya. Amalan pada malam itu adalah lebih baik dari amalan yang dikerjakan selama seribu bulan. Pada malam itu semua taqdir dalam setahun akan ditentukan. Para malaikat dan Ruh akan turun ke bumi dengan izin Allah untuk berjumpa dengan Imam Zaman as guna melaporkan kepada beliau setiap ketentuan yang dimiliki oleh setiap hamba.
Amalan pada malam Lailatul Qadr terklasifikasi dalam dua bagian: amalan umum yang dilakukan pada setiap malam Lailatul Qadr, dan amalan khusus untuk setiap malam Lailatul Qadr.

1. Amalan Umum

Amalan pada malam-malam ini adalah sebagai berikut:

Pertama, mandi. Menurut Allamah al-Majlisi, lebih baiknya mandi ini dilakukan bersamaan dengan terbenamnya matahari sehingga kita mengerjakan shalat Maghrib dan Isya` dengan mandi tersebut.

Kedua, mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat. Pada setiap rakaatnya, setelah membaca surah al-Fâtihah, kita membaca surah at-Tauhid sebanyak tujuh kali, dan setelah selesai mengerjakan shalat, kita membaca astaughfirullôh wa atûbu ilaih sebanyak tujuh puluh kali.
Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan bahwa yang mengerjakan shalat ini tidak akan bangun dari tempat duduknya kecuali Allah SWT telah mengampuninya dan kedua orang tuanya.

Ketiga, bukalah al-Quran dan letakkanlah di hadapan Anda seraya berkata,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِكِتَابِكَ الْمُنْزَلِ وَ مَا فِيْهِ وَ فِيْهِ اسْمُكَ الْأَكْبَرُ وَ أَسْمَاؤُكَ الْحُسْنَى وَ مَا يُخَافُ وَ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi Kitab-Mu yang telah diturunkan dan seluruh isinya, sedangkan di dalamnya terdapat asmâ-Mu yang teresar, asmâ-asmâ-Mu yang baik, segala yang ditakuti dan

يُرْجَى أَنْ تَجْعَلَنِيْ مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ

diharapkan agar Kau jadikan aku di antara orang-orang yang terbebaskan dari api neraka.

Kemudian, mintalah segala hajat yang Anda inginkan.

Keempat, ambillah al-Quran itu dan letakkan di atas kepala Anda. Lalu, bacalah:

اَللَّهُمَّ بِحَقِّ هَذَا الْقُرْآنِ وَ بِحَقِّ مَنْ أَرْسَلْتَهُ بِهِ وَ بِحَقِّ كُلِّ مُؤْمِنٍ مَدَحْتَهُ فِيْهِ وَ بِحَقِّكَ عَلَيْهِمْ، فَلاَ أَحَدَ

Ya Allah, demi hak al-Quran ini, demi hak orang yang telah Kau utus dengannya, demi hak setiap Mukmin yang telah Kau puji di dalamnya, dan demi hak-Mu atas mereka. Tiada seorang pun

أَعْرَفُ بِحَقِّكَ مِنْكَ

yang lebih mengetahui hak-Mu dari pada-Mu.

Lalu, bacalah bacaan berikut ini masing-masing sebanyak sepuluh kali.

بِكَ يَا اَللهُ

بِمُحَمَّدٍ

بِعَلِيٍّ

بِفَاطِمَةَ

بِالْحَسَنِ

بِالْحُسَيْنِ

بِعَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ

بِمُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ

بِجَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ

بِمُوسَى بْنِ جَعْفَرٍ

بِعَلِيِّ بْنِ مُوسَى

بِمُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ

بِعَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدٍ

بِالْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بِالْحُجَّةِ

Kelima, berziarah kepada Imam Husain as. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika malam Lailatul Qadr tiba, seorang penyeru di langit ke tujuh dari dalam ‘Arsy berseru, “Allah telah mengampuni orang yang berziarah ke kuburan Husain as”.

Keenam, menghidupkan malam ini . Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barangsiapa menghidupkan malam Lailatl Qadr, dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak bintang-gumintang di langit, seberat gunung-gunung, dan seluas lautan.

Ketujuh, mengerjakan shalat sebanyak seratus rakaat. Shalat ini sangat memiliki keutamaan yang tak terhingga. Dan lebih baiknya, pada setiap rakaat setelah membaca surah al-Fâtihah, kita membaca surah at-Tauhid sebanyak sepuluh kali.

Kedelapan, membaca (doa berikut ini).

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ لَكَ عَبْدًا دَاخِرًا، لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَفْعًا وَ لاَ ضَرًّا وَ لاَ أَصْرِفُ عَنْهَا سُوْءًا، أَشْهَدُ

Ya Allah, aku telah memasuki soreku ini sebagai hamba yang hina. Aku tidak memiliki manfaat dan mara bahaya bagi diriku sendiri dan aku tidak menolak keburukan darinya. Aku bersaksi

بِذَلِكَ عَلَى نَفْسِيْ وَ أَعْتَرِفُ لَكَ بِضَعْفِ قُوَّتِيْ وَ قِلَّةِ حِيْلَتِيْ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْجِزْ

dengan hal itu terhadap diriku dan mengaku dengan kelemahan kekuatanku dan sedikitnya tipu-dayaku. Maka, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, wujudkanlah

لِيْ مَا وَعَدْتَنِيْ وَ جَمِيْعَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ مِنَ الْمَغْفِرَةِ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَ أَتْمِمْ عَلَيَّ مَا آتَيْتَنِيْ،

bagiku ampunan pada malam ini yang telah Kau janjikan kepadaku dan kepada seluruh Mukminin dan Mukminat, dan sempurnakanlah apa yang telah Kau anugrahkan pada kami.

فَإِنِّيْ عَبْدُكَ الْمِسْكِيْنُ الْمُسْتَكِيْنُ الضَّعِيْفُ الْفَقِيْرُ الْمَهِيْنُ، اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْنِيْ نَاسِيًا لِذِكْرِكَ فِيْمَا أَوْلَيْتَنِيْ وَ

Karena aku adalah hamba-Mu yang miksin, rendah, lemah, fakir, dan hina. Ya Allah, jangan Kau jadikan aku lalai untuk mengingat-Mu terhadap apa yang telah Kau anugrahkan padaku,

لاَ (غَافِلاَ) لِإِحْسَانِكَ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ وَ لاَ آيِسًا مِنْ إِجَابَتِكَ وَ إِنْ أَبْطَأَتْ عَنِّيْ فِيْ سَرَّاءَ (كُنْتُ) أَوْ

lupa akan kebaikan-Mu terhadap apa yang telah Kau karuniakan padaku, dan putus asa akan pengabulan-Mu meskipun hal itu lambat datang kepadaku, baik aku dalam kebahagiaan,

ضَرَّاءَ أَوْ شِدَّةٍ أَوْ رَخَاءٍ أَوْ عَافِيَةٍ أَوْ بَلاَءٍ أَوْ بُؤْسٍ أَوْ نَعْمَاءَ، إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

kesusahan, kesulitan, ketentraman, kesehatan, malapetaka, kesengsaraan, maupun kenikmatan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

Doa ini telah diriwayatkan oleh Syeikh al-Kaf’ami dari Imam Zainul Abidin as bahwa beliau selalu membacanya pada malam Lailatul Qadr, baik dalam keadaan berdiri, duduk, ruku’, maupun sujud.
Allamah al-Majlisi berkata, “Amalan yang terbaik pada malam-malam ini adalah memohon ampunan, berdoa untuk kepentingan dunia dan akhirat diri kita sendiri, kedua orang tua, kerabat, saudara-saudara seiman kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, membaca dzikir, dan mengirinkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga beliau semampu kita. Dalam sebuah hadis disebutkan, hendaknya kita membaca doa Jausyan Kabir pada tiga malam tersebut”.
Penulis berkata, “Doa Jausyan Kabir telah disebutkan sebelumnya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAWW pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, ‘Jika aku mendapatkan malam Lailatul Qadr, apa yang harus kumohon dari Allah?’ ”Afiat dan kesehatan’, jawab beliau ringkas”.

2. Amalan Khusus

Malam Kesembilan Belas

Amalan khusus untuk malam kesembilan belas adalah sebagai berikut:

Pertama, membaca astaughfirullôh robbî wa atûbu ilaih sebanyak seratus kali.

Kedua, mengucapkan Allôhummal-’an qotalata Amiril Mukminin sebanyak seratus kali.

Ketiga, membaca doa yâ dzal-ladzî kâna yang telah disebutkan pada amalan keenam di antara amalan-amalan siang hari bulan Ramadhan.

Keempat, membaca (doa berikut ini).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ وَ فِيْمَا تَفْرُقُ مِنَ الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ فِي

Ya Allah, tentukanlah di antara keputusan pasti yang akan Kau tentukan dan di antara keputusan-keputusan bijaksana yang akan Kau bedakan di malam Lailatul Qadr, serta di antara

الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ

qadhâ` yang tidak dapat ditolak dan dirubah supaya Engkau menulisku di antara para jamaah haji (yang berkunjung ke) rumah-Mu yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka,

الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيْلَ عُمْرِيْ وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ

yang diampuni dosa-dosa mereka, yang ditebus kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara qadhâ` dan qadar-Mu supaya Engkau memanjangkan umurku dan melapangkan untukku

فِيْ رِزْقِيْ وَ تَفْعَلَ بِيْ كَذَا وَ كَذَا

rezekiku dan memperlakukanku dengan …. (sebagai ganti dari titik-titik ini, sebutkanlah hajat dan keinginan Anda).

Malam Kedua Puluh Satu

Keutamaan malam kedua puluh satu ini adalah lebih besar dari keutamaan malam kesembilan belas, dan selayaknya kita mengerjakan amalan-amalan umum malam Lailatul Qadr itu (secara lebih giat di sini), seperti mandi, bangun malam, berziarah kepada Imam Husain as, mengerjakan shalat dengan membaca tujuh kali surah at-Tauhid, meletakkan al-Quran di atas kepala, mengerjakan shalat sebanyak seratus rakaat, membaca doa Jausyan Kabir, dan lain sebagainya. Dalam beberapa hadis telah ditekankan untuk melakukan mandi, bangun malam, dan giat beribadah pada malam ini dan malam kedua puluh tiga, serta bahwa malam Lailatul Qadr adalah salah satu dari dua malam ini.
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa para sahabat pernah meminta kepada ma’shumin as untuk menentukan malam Lailatul Qadr. Mereka enggan untuk menentukannya dan sebagai gantinya mereka berkata, “Alangkah mudahnya permohonan kalian terkabulkan pada dua malam ini”, atau “Mengapa kalian enggan melakukan kebaikan di dua malam ini?”, dan lain sebagainya.
Di antara pesan-pesan yang disampaikan oleh Syeikh Shaduq ra kepada Masyâyikh (al-Hadîts) dari kalangan Syi’ah Imamiah berkata, “Barangsiapa menghidupkan dua malam ini dengan membahas ilmu, hal itu adalah lebih utama”.
Ringkasnya, dari malam ini disunnahkan bagi kita untuk membaca doa-doa sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan. Di antaranya adalah doa yang diriwayatkan oleh Syeikh al-Kulaini ra dalam kitab al-Kâfî dari Imam Shâdiq as bahwa beliau berkata, “Bacalah (doa ini) setiap malam pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”.

أَعُوْذُ بِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَنْ يَنْقَضِيَ عَنِّيْ شَهْرُ رَمَضَانَ أَوْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِيْ هَذِهِ وَ لَكَ قِبَلِيْ

Aku berlindung kepada keagungan Dzat-Mu Yang Maha Mulia agar jangan sampai bulan Ramadhan ini berlalu dariku atau fajar malamku ini menyingsing sedangkan aku masih memiliki

ذَنْبٌ أَوْ تَبِعَةٌ تُعَذِّبُنِيْ عَلَيْهِ

dosa atau tanggungan yang yang karenanya Engkau akan menyiksaku.

Dalam catatan pinggir kitab al-Balad al-Amîn Syeikh al-Kaf’ami menukil bahwa Imam Shâdiq as selalu membaca (doa berikut ini) setiap malam selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan setelah mengerjakan shalat wajib dan sunnah.

اَللَّهُمَّ أَدِّ عَنَّا حَقَّ مَا مَضَى مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ اغْفِرْ لَنَا تَقْصِيْرَنَا فِيْهِ وَ تَسَلَّمْهُ مِنَّا مَقْبُوْلاً وَ لاَ

Ya Allah, penuhilah dari kami hak bulan Ramadhan yang telah berlalu, ampunilah kelengahan kami di dalamnya, terimalah ia dari kami, janganlah

تُؤَاخِذْنَا بِإِسْرَافِنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَ اجْعَلْنَا مِنَ الْمَرْحُوْمِيْنَ وَ لاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ

Kau siksa kami karena keterlaluan kami terhadap diri kami, jadikanlah kami di antara orang-orang yang dikasihani, dan janganlah Kau jadikan kami di antara orang-orang yang terhalangi.

Beliau berkata, “Barangsiapa membaca doa ini, Allah SWT akan mengampuni kesalahannya pada hari-hari yang telah berlalu selama bulan Ramadhan ini dan menjaganya dari perbuatan maksiat di sisa-sisa bulan ini”.
Di antara amalan-amalan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah dalam kitab al-Iqbâl Sayid Ibnu Thâwûs ra meriwayatkan dari Ibnu Abi ‘Umair dari Murazim bahwa Imam Shâdiq as selalu membaca (doa berikut ini) setiap malam selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam Kitab-Mu yang telah diturunkan, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang al-Quran telah diturunkan di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas

الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ، فَعَظَّمْتَ حُرْمَةَ شَهْرِ رَمَضَانَ بِمَا أَنْزَلْتَ فِيْهِ مِنَ الْقُرْآنِ وَ خَصَصْتَهُ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ

(jalan) petunjuk dan pemisah (antara kebenaran dan kebatilan)”. Dengan demikian Engkau telah mengagungkan kesucian bulan Ramadhan dengan al-Quran yang telah Kau turunkan di dalamnya dan Kau mengistimewakannya dengan malam Lailatul Qadr,

جَعَلْتَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، اَللَّهُمَّ وَ هَذِهِ أَيَّامُ شَهْرِ رَمَضَانَ قَدِ انْقَضَتْ وَ لَيَالِيْهِ قَدْ تَصَرَّمَتْ وَ قَدْ

lalu Kau jadikannya lebih baik dari seribu bulan. Ya Allah, hari-hari bulan Ramadhan ini telah berlalu dan malam-malamnya telah terputus, sedangkan

صِرْتُ يَا إِلَهِيْ مِنْهُ إِلَى مَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ وَ أَحْصَى لِعَدَدِهِ مِنَ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ، فَأَسْأَلُكَ بِمَا سَأَلَكَ

aku ya Ilahi telah berada dalam sebuah kondisi yang Engkau lebih tahu dari padaku dan lebih mampu menghitung jumlahnya dari pada seluruh makhluk. Maka, aku memohon kepada-Mu dengan suatu perantara yang dengannya telah memohon kepada-Mu

بِهِ مَلاَئِكَتُكَ الْمُقَرَّبُوْنَ وَ أَنْبِيَاؤُكَ الْمُرْسَلُوْنَ وَ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

para malaikat-Mu yang telah didekatkan (ke haribaan-Mu), para nabi-Mu yang telah diutus, dan para hamba-Mu yang salih agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad,

وَ أَنْ تَفُكَّ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ وَ تُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ وَ أَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيَّ بِعَفْوِكَ وَ كَرَمِكَ وَ تَتَقَبَّلَ

membebaskan diriku dari api neraka, memasukkanku ke dalam dalam surga dengan rahmat-Mu, memberikan karunia padaku dengan maaf dan kemurahan-Mu, menerima

تَقَرُّبِيْ وَ تَسْتَجِيْبَ دُعَائِيْ وَ تَمُنَّ عَلَيَّ بِالْأَمْنِ يَوْمَ الْخَوْفِ مِنْ كُلِّ هَوْلٍ أَعْدَدْتَهُ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ، إِلَهِيْ وَ

taqarrubku, mengabulkan doaku, dan memberikan karunia keamanan kepadaku para hari ketakutan terhadap kedahsyatan yang telah Kau persiapkan untuk hari Kiamat. Ya Ilahi,

أَعُوْذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ بِجَلاَلِكَ الْعَظِيْمِ أَنْ يَنْقَضِيَ أَيَّامُ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ لَيَالِيْهِ وَ لَكَ قِبَلِيْ تَبِعَةٌ أَوْ

aku berlindung kepada-Mu demi Dzat-Mu Yang Mulia dan kebesaran-Mu Yang Agung supaya jangan sampai hari-hari bulan Ramadhan dan malam-malamnya berlalu sedangkan aku masih memiliki tanggungjawab kepada-Mu atau

ذَنْبٌ تُؤَاخِذُنِيْ بِهِ أَوْ خَطِيْئَةٌ تُرِيْدُ أَنْ تَقْتَصَّهَا مِنِّيْ لَمْ تَغْفِرْهَا لِيْ سَيِّدِيْ سَيِّدِيْ سَيِّدِيْ، أَسْأَلُكَ يَا لاَ

dosa yang dengannya Engkau akan menyiksaku atau kesalahan yang (karenanya) Engkau akan membalasku (dan) Engkau tidak akan mengampuninya, Tuanku, Tuanku, Tuanku. Aku memohon kepada-Mu wahai Yang tiada

إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ إِذْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ إِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّيْ فِيْ هَذَا الشَّهْرِ فَازْدَدْ عَنِّيْ رِضًا، وَ إِنْ لَمْ تَكُنْ

Tuhan (sejati) selain Engkau ketika tiada Tuhan (sejati) selain Engkau, jika Engkau ridha terhadapku pada bulan ini, maka tambahkanlah keridhaan-Mu kepadaku, dan jika

رَضِيْتَ عَنِّيْ فَمِنَ الْآنَ فَارْضَ عَنِّيْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَا اَللهُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ

Engkau tidak ridha kepadaku, maka dari sekarang ridhalah kepadaku, wahai Yang Lebig Pengasih dari para pengasih, ya Allah, wahai Yang Maha Esa, wahai Tempat Bergantung, wahai Yang tidak beranak dan tidak

يُوْلَدْ وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

diperanakkan, dan tak seorang pun yang sejajar dengan-Nya.


Lalu, bacalah berulang-ulang:

يَا مُلَيِّنَ الْحَدِيْدِ لِدَاوُوْدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، يَا كَاشِفَ الضُّرِّ وَ الْكُرَبِ الْعِظَامِ عَنْ أَيُّوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، أَيْ

Wahai Pelunak besi bagi Dawud as, wahai Penyingkap kesengsaraan dan kegundahan bagi Ayyub as, wahai

مُفَرِّجَ هَمِّ يَعْقُوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، أَيْ مُنَفِّسَ غَمِّ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا

Penyirna kesusahan Ya’qub as, wahai Pelapang kesedihan Yusuf as, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana

أَنْتَ أَهْلُهُ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ وَ افْعَلْ بِيْ مَا أَنْتَ أَهْلُهُ وَ لاَ تَفْعَلْ بِيْ مَا أَنَا أَهْلُهُ‏

Engkau layak untuk mencurahkan shalawat atas mereka semua, perlakukanlah aku sesuai dengan yang layak bagi-Mu, dan jangan perlakukan aku sesuai yang layak bagiku.


Di antara doa-doa sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah doa berikut ini yang telah dinukil dalam kitab al-Kâfî secara musnad dan di dalam kitab al-Muqni’ah secara mursal. Doa ini dibaca pada malam pertama (dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan). Yaitu,

Doa malam kedua puluh satu.
يَا مُوْلِجَ اللَّيْلِ فِي النَّهَارِ وَ مُوْلِجَ النَّهَارِ فِي اللَّيْلِ وَ مُخْرِجَ الْحَيِّ مِنَ الْمَيِّتِ وَ مُخْرِجَ الْمَيِّتِ مِنَ

Wahai Yang memasukkan malam ke dalam siang, Yang memasukkan siang ke dalam malam, Yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Yang mengeluarkan yang mati dari

الْحَيِّ، يَا رَازِقَ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ، يَا اَللهُ يَا رَحِيْمُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ

yang hidup, wahai Pemberi Rezeki kepada yang dikehendaki tanpa perhitungan, ya Allah, ya Rahmân, ya Allah, ya Rahîm, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mulah

الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ

asmâ-asmâ yang baik, perumpamaan-perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan segala nikmat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad,

أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ

menjadikan namaku pada malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku berada di surga ‘Illiyyîn, dan kejelekanku

مَغْفُوْرَةً وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ

terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah Kau tuntukankan untukku.

آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ

Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa neraka yang membakar, dan anugrahkanlah padaku pada malam ini untuk mengingat-Mu, besyukur kepada-Mu,

وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

merindukan-Mu, kembali kepada-Mu, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Dua
يَا سَالِخَ النَّهَارِ مِنَ اللَّيْلِ فَإِذَا نَحْنُ مُظْلِمُوْنَ وَ مُجْرِيَ الشَّمْسِ لِمُسْتَقَرِّهَا بِتَقْدِيْرِكَ، يَا عَزِيْزُ يَا عَلِيْمُ

Wahai Yang mengeluarkan siang dari malam; tiba-tiba kami tertimpa kegelapan dan Yang menjalankan matahari di orbitnya dengan taqdir-Mu. Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Mengetahui

وَ مُقَدِّرَ الْقَمَرِ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ، يَا نُوْرَ كُلِّ نُوْرٍ وَ مُنْتَهَى كُلِّ رَغْبَةٍ وَ وَلِيَّ كُلِّ

dan Yang menentukan bagi rembulan tempat-tempat (tertentu dari bulan sabit hingga pudar kembali) sehingga (setelah sampai pada tempat terakhir) ia kembali seperti bentuk tandan yang telah tua, wahai Cahaya setiap cahaya, Puncak setiap harapan, dan Pemilik setiap

نِعْمَةٍ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ، يَا اَللهُ يَا قُدُّوْسُ، يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا فَرْدُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ

nikmat, ya Allah ya Rahmân, ya Allah ya Rahîm, wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Satu, wahai Yang Maha Tunggal, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mulah asmâ-asmâ

الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ (عَلَى) أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ

yang baik, seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan Ahlulbaitnya,

تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ

menjadikan namaku pada malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyyîn, dan kejelekanku

مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ وَ

terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah tentukan untukku.

آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ

Anugrahkanlah padaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah aku dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkanlah padaku pada malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu,

وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

merindukan-Mu, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Tiga

يَا رَبَّ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ جَاعِلَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ وَ رَبَّ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ الْجِبَالِ وَ الْبِحَارِ وَ الظُّلَمِ وَ

Wahai Tuhan malam Lailatul Qadr dan Yang menjadikannya lebih baik dari pada seribu bulan, wahai Tuhan malam, siang, gunung-gunung, lautan, kegelapan,

الْأَنْوَارِ وَ الْأَرْضِ وَ السَّمَاءِ، يَا بَارِئُ يَا مُصَوِّرُ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ، يَا اَللهُ يَا قَيُّوْمُ،

cahaya, bumi, dan langit, Wahai Dzat Maha Pencipta, wahai Dzat Maha Pembentuk, wahai Dzat Maha Belas-asih, ya Allah wahai Yang Maha Pengasih, ya Allah wahai Yang Maha Berdiri Sendiri,

يَا اَللهُ يَا بَدِيْعُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ

ya Allah wahai Yang Maha Pencipta (tanpa contoh sebelumnya), ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu seluruh asmâ yang baik, seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon kepada-Mu

أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ
agar Kau limpahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku pada malam di antara orang-orang yang berbahagia,
ruhku bersama

الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ

para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan

الشَّكَّ عَنِّيْ وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

keraguan dariku, merelakanku terhadap apa yang telah Kau bagikan untukku. Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah aku dari siksa api neraka

الْحَرِيْقِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ

yang membakar, dan anugrahkanlah padaku pada malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh)

مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ‏

Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Muhammad bin Isa dengan sanadnya telah meriwayatkan sebua hadis dari para imam ma’shûm as. Mereka berkata, “Bacalah doa (berikut) ini berulang-ulang pada malam kedua puluh tiga Ramadhan, baik dalam sujud, berdiri, maupun ruku’, dan bagaimana pun posisimu di bulan-bulan yang lain. (Bacalah juga) kapan pun ada kesempatan dan kapan pun engkau mengingatnya sepanjang umurmu. Setelah memuji Allah dengan (menyebutkan) keagungan-Nya dan mengirimkan shalawat kepada Rasulullah SAWW, bacalah:

اَللَّهُمَّ كُنْ لِوَلِيِّكَ الْحُجَّةِ بْنِ الْحَسَنِ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَى آبَائِهِ فِيْ هَذِهِ السَّاعَةِ وَ فِيْ كُلِّ سَاعَةٍ وَلِيًّا

Ya Allah, jadilah Engkau bagi Wali-Mu al-Hujjah bin Hasan al-’Askari-shalawat-Mu atasnya dan atas nenek-moyangnya-pada saat ini dan pada setiap saat sebagai wali,

وَ حَافِظًا وَ قَائِدًا وَ نَاصِرًا وَ دَلِيْلاً وَ عَيْنًا حَتَّى تُسْكِنَهُ أَرْضَكَ طَوْعًا وَ تُمَتِّعَهُ فِيْهَا طَوِيْلاً

pemelihara, pemimpin, penolong, penunjuk (jalan), dan pemantau hingga Engkau menetapkannya di atas bumi-Mu dengan tunduk dan mempertahankan ia hidup di atasnya selama mungkin.

Dan bacalah juga:

يَا مُدَبِّرَ الْأَمُوْرِ يَا بَاعِثَ مَنْ فِي الْقُبُوْرِ، يَا مُجْرِيَ الْبُحُوْرِ، يَا مُلَيِّنَ الْحَدِيْدِ لِدَاوُوْدَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Wahai Pengatur segala urusan, wahai Pembangkit semua yang berada di dalam kubur, wahai Pengalir lautan, wahai Pelunak besi bagi Dawud as, curahkanlah shalawat atas Muhammad

وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ افْعَلْ بِيْ كَذَا وَ كَذَا اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ

dan keluarga Muhammad dan perlakukanlah aku ….. (sebagai ganti dari titik-titik itu, sebutkanlah hajat dan keinginan Anda) malam
ini juga, malam ini juga.

Dan angkatlah tanganmu tinggi-tinggi . Bacalah doa itu dalam kondisi ruku’, sujud, berdiri, dan duduk, dan bacalah berulang-ulang. Bacalah juga doa itu pada malam terakhir bulan Ramadhan”.

Doa Malam Kedua Puluh Empat
يَا فَالِقَ الْإِصْبَاحِ وَ جَاعِلَ اللَّيْلِ سَكَنًا وَ الشَّمْسِ وَ الْقَمَرِ حُسْبَانًا، يَا عَزِيْزُ يَا عَلِيْمُ يَا ذَا الْمَنِّ وَ

Wahai Pemancar sinar pagi dan Yang menjadikan malam sebagai tempat ketenangan, matahari dan rembulan sebagai (tolok ukur) perhitungan, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Pemilik anugrah dan

الطَّوْلِ، وَ الْقُوَّةِ وَ الْحَوْلِ، وَ الْفَضْلِ وَ الْإِنْعَامِ، وَ الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ، يَا اَللهُ يَا رَحْمَانُ، يَا اَللهُ يَا فَرْدُ

nikmat, kekuatan dan daya, anugrah dan karunia, keagungan dan kemuliaan, ya Allah wahai Yang Maha Pengasih, ya Allah wahai Yang Maha Esa,

يَا وِتْرُ، يَا اَللهُ يَا ظَاهِرُ يَا بَاطِنُ يَا حَيُّ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ

wahai Yang Maha Tunggal, ya Allah wahai Yang Maha Lahir, wahai Yang Maha Batin, wahai Yang Maha Hidup, tiada Tuhan (sejati) selain Engkau, hanya bagi-Mu seluruh asmâ yang baik, perumpamaan yang tinggi,

الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي

kebesaran, dan nikmat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku pada malam ini di antara

السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ

orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan

بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يَذْهَبُ بِالشَّكِّ عَنِّيْ وَ رِضًى بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ

yang dengannya Kau awasi kalbuku, keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dari hatiku, dan keridhaan terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku. Berikanlah pada kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,

حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ

lindungilah aku dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkan padaku pada malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu, kembali kepada-Mu, dan bertaubat,

وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad as dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Lima

يَا جَاعِلَ اللَّيْلِ لِبَاسًا وَ النَّهَارِ مَعَاشًا وَ الْأَرْضِ مِهَادًا وَ الْجِبَالِ أَوْتَادًا، يَا اَللهُ يَا قَاهِرُ، يَا اَللهُ يَا

Wahai Yang menjadikan malam sebagai baju (kegelapan jagad), siang sebagai tempat aktifitas hidup, bumi terhampar, dan gunung-gunung sebagai pasak, ya Allah wahai Yang Maha Perkasa, ya Allah wahai

جَبَّارُ، يَا اَللهُ يَا سَمِيْعُ، يَا اَللهُ يَا قَرِيْبُ، يَا اَللهُ يَا مُجِيْبُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى و

Yang Maha Menang, ya Allah wahai Yang Maha Mendengar, ya Allah wahai Yang Maha Dekat, ya Allah wahai Yang Maha mengabulkan, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu asmâ-asmâ yang baik,

الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ

seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nimat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluraga Muhammad, menjadikan namaku pada

هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ

malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan

لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ وَ رِضًى بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ

padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku, keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan keridhaan terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku. Berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan

فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ

kebaikan di akhirat, lindungilah aku dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkan padaku di malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu,

الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

kembali kepada-Mu, bertaubat, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Enam

يَا جَاعِلَ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ آيَتَيْنِ، يَا مَنْ مَحَا آيَةَ اللَّيْلِ وَ جَعَلَ آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوْا فَضْلاً مِنْهُ وَ

Wahai Yang menjadikan malam dan siang dua tanda (kekuasaan-Nya), wahai Yang memusnahkan tanda kekuasaan malam dan menjadikan tanda kekuasaan siang benderang sehingga mereka mengharapkan anugrah dan

رِضْوَانًا، يَا مُفَصِّلَ كُلِّ شَيْئٍ تَفْصِيْلاً، يَا مَاجِدُ يَا وَهَّابُ، يَا اَللهُ يَا جَوَادُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ

keridhaan dari-Nya, wahai Yang memerinci segala sesuatu sedetail mungkin, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pemberi Anugrah, ya Allah wahai Yang Maha Dermawan, ya Allah,, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu

الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ

asmâ-asmâ yang baik, seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad,

أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ

menjadikan namaku pada malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku

مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِي، وَ

terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku.

آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ

Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkan padaku di malam ini untuk mengingat-Mu,

شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ

bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu, kembali kepada-Mu, bertaubat, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

وَ عَلَيْهِمْ

Doa Malam Kedua Puluh Tujuh
يَا مَادَّ الظِّلِّ، وَ لَوْ شِئْتَ لَجَعَلْتَهُ سَاكِنًا وَ جَعَلْتَ الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلاً، ثُمَّ قَبَضْتَهُ (إِلَيْكَ) قَبْضًا يَسِيْرًا،

Wahai Yang membentangkan bayangan (sehingga meliputi segala sesuata). Jika Kau berkehendak, niscaya Kau jadikannya diam (tak bergerak) dan menjadikan matahari sebagai petunjuk kepadanya. Kemudian, (setelah bayangan itu terbentang), Kau kumpulkan kembali sedikit demi sedikit.

يَا ذَا الْجُوْدِ وَ الطَّوْلِ وَ الْكِبْرِيَاءِ وَ الْآلاَءِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ، لاَ

Wahai Pemilik kedermawanan, karunia, kebesaran, dan nikmat, tiada Tuhan (sejati) selain Engkau Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan tampak, Yang Maha Pengasih nan Maha Penyayang, tiada

إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، يَا قُدُّوْسُ يَا سَلاَمُ يَا مُؤْمِنُ يَا مُهَيْمِنُ يَا عَزِيْزُ يَا جَبَّارُ يَا مُتَكَبِّرُ، يَا اَللهُ يَا خَالِقُ يَا

Tuhan (sejati) selain Engkau, wahai Yang Maha Qudus, wahai Yang Maha Penyelamat, wahai Yang Maha Pemberi rasa aman, wahai Yang Maha Menguasai, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Agung, ya Allah wahai Maha Pencipta, wahai

بَارِئُ يَا مُصَوِّرُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاءُ،

Yang Maha Pewujud, wahai Maha Pembentuk, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu asmâ-asmâ yang baik, seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat.

أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ

Aku mohon kepada-Mu aga Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku pada malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku

مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا

bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan

يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا

yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku. Berikanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami

عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ

dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkan padaku di malam ini untu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu, kembali kepada-Mu, bertaubat, taufik

لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

(untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Delapan
يَا خَازِنَ اللَّيْلِ فِي الْهَوَاءِ وَ خَازِنَ النُّوْرِ فِي السَّمَاءِ وَ مَانِعَ السَّمَاءِ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ وَ

Wahai Yang menyimpan malam di angkasa, Yang menyimpan cahaya di langit, Yang Mencegah langit sehingga tidak runtuh menimpa bumi kecuali dengan izin-Nya, dan

حَابِسَهُمَا أَنْ تَزُوْلاَ، يَا عَلِيْمُ يَا عَظِيْمُ يَا غَفُوْرُ يَا دَائِمُ يَا اَللهُ يَا وَارِثُ يَا بَاعِثَ مَنْ فِي الْقُبُوْرِ، يَا اَللهُ

Yang Menahan keduanya sehingga tidak musnah. Wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Abadi, ya Allah, wahai Pewaris, wahai Pembangkit semua yang berada di alam kubur, ya Allah,

يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ

ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu asmâ-asmâ yang baik, seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon kepada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad

وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ، وَ إِحْسَانِيْ فِيْ

dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku di malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di

عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ لِي يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ، وَ

surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan

تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ

merelakanku terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku. Berikanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa api neraka yang membakar, dan

ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ

anugrahkanlah padaku di malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, merindukan-Mu, kembali pada-Mu, bertaubat, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga

مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Kedua Puluh Sembilan
يَا مُكَوِّرَ اللَّيْلِ عَلَى النَّهَارِ وَ مُكَوِّرَ النَّهَارِ عَلَى اللَّيْلِ، يَا عَلِيْمُ يَا حَكِيْمُ، يَا رَبَّ الْأَرْبَابِ وَ سَيِّدَ

Wahai Yang memasukkan malam ke dalam siang dan Yang memasukkan siang ke dalam malam, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Bijaksana, wahai Tuhan seluruh tuhan dan Tuan

السَّادَاتِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، يَا أَقْرَبَ إِلَيَّ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ

semua tuan, tiada Tuhan (sejati) selain Engkau, wahai Yang Lebih Dekat kepadaku dari pada urat nadi, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu asmâ-asmâ yang baik,

الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ

seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon pada-Mu agar Kau limpahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku pada

هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ

malam ini di antara orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan

لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ، وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا

padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan kemimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah tentukan bagiku. Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia

حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ

dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkan padaku di malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, merindukan-Mu,

إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

kembali kepada-Mu, bertaubat, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Doa Malam Ketiga Puluh
اَلْحَمْدُ ِللهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اَلْحَمْدُ ِللهِ كَمَا يَنْبَغِيْ لِكَرَمِ وَجْهِهِ وَ عِزِّ جَلاَلِهِ وَ كَمَا هُوَ أَهْلُهُ، يَا قُدُّوْسُ يَا

Segala puji bagi Allah tiada sekutu bagi-Nya. Segala puji bagi Allah sebagaimana layaknya bagi kemurahan Dzat-Nya dan kemuliaan kagungan-Nya, serta sebagaimana ia pantas untuk itu. Wahai Yang Maha Qudus, wahai

نُوْرُ، يَا نُوْرَ الْقُدْسِ، يَا سُبُّوْحُ، يَا مُنْتَهَى التَّسْبِيْحِ، يَا رَحْمَانُ، يَا فَاعِلَ الرَّحْمَةِ، يَا اَللهُ يَا عَلِيْمُ يَا

Cahaya, wahai Cahaya kesucian, wahai Yang Maha Suci, wahai Puncak segala tasbih, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Pencipta rahmat, ya Allah, wahai Yang Maha Mengetahu, wahai

كَبِيْرُ، يَا اَللهُ يَا لَطِيْفُ يَا جَلِيْلُ، يَا اَللهُ يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ

Yang Maha Besar, ya Allah, wahai Yang Maha Lembut, wahai Yang Maha Agung, ya Allah, wahai Yang Maha Mendengar, wahai Yang Maha Melihat, ya Allah, ya Allah, ya Allah, hanya bagi-Mu asmâ-asmâ yang baik,

الْأَمْثَالُ الْعُلْيَى وَ الْكِبْرِيَاءُ وَ الْآلاَءُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ، وَ أَنْ تَجْعَلَ اسْمِيْ فِيْ

seluruh perumpamaan yang tinggi, kebesaran, dan nikmat. Aku mohon pada-Mu agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, menjadikan namaku di

هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ وَ رُوْحِيْ مَعَ الشُّهَدَاءِ وَ إِحْسَانِيْ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَ إِسَاءَتِيْ مَغْفُوْرَةً، وَ أَنْ تَهَبَ

malam ini di antar orang-orang yang berbahagia, ruhku bersama para syahid, kebaikanku di surga ‘Illiyîn, dan kejelekanku terampuni, menganugrahkan

لِيْ يَقِيْنًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِيْ وَ إِيْمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّيْ، وَ تُرْضِيَنِيْ بِمَا قَسَمْتَ لِيْ، وَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا

padaku keyakinan yang dengannya Kau awasi kalbuku dan keimanan yang dapat menyirnakan keraguan dariku, dan merelakanku terhadap apa yang telah Kau tentukan bagiku. Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia

حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ الْحَرِيْقِ، وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهَا ذِكْرَكَ وَ شُكْرَكَ وَ الرَّغْبَةَ

dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa api neraka yang membakar, dan anugrahkanlah padaku di malam ini untuk mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, merindukan-Mu,

إِلَيْكَ وَ الْإِنَابَةَ وَ التَّوْبَةَ وَ التَّوْفِيْقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اَللهُ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ

kembali kepada-Mu, bertaubat, dan taufik (untuk menggapai) apa yang (telah digapai oleh) Muhammad dan keluarga Muhammad dengan taufik-Mu.

Sisa Amalan Malam Kedua Puluh Satu

Syeikh al-Kaf’ami meriwayatkan dari Sayid Ibnu al-Bâqî ra bahwa bacalah di malam kedua puluh satu:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اقْسِمْ لِيْ حِلْمًا يَسُدُّ عَنِّيْ بَابَ الْجَهْلِ، وَ هُدًى تَمُنُّ بِهِ عَلَيَّ مِنْ

Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dan tentukan untukku kesabaran yang dapat menutup pintu kejahilanku, hidayah yang dengannya Kau jauhkan aku dari

كُلِّ ضَلاَلَةٍ، وَ غِنًى تَسُدُّ بِهِ عَنِّيْ بَابَ كُلِّ فَقْرٍ، وَ قُوَّةً تَرُدُّ بِهَا عَنِّيْ كُلَّ ضَعْفٍ، وَ عِزًّا تُكْرِمُنِيْ بِهِ

setiap kesesatan, kekayaan yang dengannya Kau tutupi pintu kefakiranku, kekuatan yang dengannya Kau menolak seluruh kelemahanku, kemuliaan yang dengannya Kau muliakan aku

عَنْ كُلِّ ذُلٍّ، وَ رِفْعَةً تَرْفَعُنِيْ بِهَا عَنْ كُلِّ ضَعَةٍ، وَ أَمْنًا تَرُدُّ بِهِ عَنِّيْ كُلَّ خَوْفٍ، وَ عَافِيَةً تَسْتُرُنِيْ

dari setiap kehinaan, ketinggian yang dengannya Kau angkat aku dari setiap kerendahan, keamanan yang dengannya Kau singkirkan dariku setiap ketakutan, kesehatan yang dengannya Kau tutupi

بِهَا عَنْ كُلِّ بَلاَءٍ، وَ عِلْمًا تَفْتَحُ لِيْ بِهِ كُلَّ يَقِيْنٍ، وَ يَقِيْنًا تُذْهِبُ بِهِ عَنِّيْ كُلَّ شَكٍّ، وَ دُعَاءً تَبْسُطُ لِيْ

aku dari setiap malapetaka, ilmu yang dengannya Kau buka bagiku setiap keyakinan, keyakinan yang dengannya Kau sirnakan dariku setiap keraguan, doa yang dengannya Kau bentangkan

بِهِ الْإِجَابَةَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَ فِيْ هَذِهِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ يَا كَرِيْمُ، وَ خَوْفا تَنْشُرُ (تُيَسِّرُ)

(pintu) pengabulan di malam ini di saat ini juga, di saat ini juga, di saat ini juga, wahai Yang Maha Pemurah, rasa takut yang dengannya Kau tebarkan

لِيْ بِهِ كُلَّ رَحْمَةٍ، وَ عِصْمَةً تَحُوْلُ بِهَا بَيْنِيْ وَ بَيْنَ الذُّنُوْبِ حَتَّى أُفْلِحَ بِهَا عِنْدَ الْمَعْصُومِيْنَ عِنْدَكَ،

bagiku segala rahmat, dan keterjagaan yang dengannya Kau halangi aku dari perbuatan dosa sehingga aku berjaya di sisi para imam ma’shûm di haribaan-Mu,

بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

demi rahmat-Mu wahai Yang Lebih Penyayang dari para penyayang.

Diriwayatkan bahwa pada malam kedua puluh satu Hammad bin Utsman bertamu ke rumah Imam Shâdiq as. Beliau bertanya kepadanya, “Engkau sudah mandi?” “Sudah, semoga jiwaku menjadi tebusan Anda”, jawabnya. Lalu, beliau meminta tikar yang terbuat dari pelepah kurma dan memanggil Hammad mendekat. Beliau mulai sibuk mengerjakan shalat dan Hammad pun mengerjakan shalat juga hingga mereka berdua selesai mengerjakan shalat. Setelah itu, beliau berdoa dan Hammad mengucapkan Amin hingga fajar menyingsing. Beliau mengumandangkan adzan dan iqamah. Beliau memanggil sebagian pembantu (untuk melakukan shalat berjamaah). Beliau menjadi imam shalat dalam mengerjakan shalat Shubuh itu. Pada rakaat pertama beliau membaca surah al-Fâtihah dan al-Qadr, dan pada rakaat kedua surah al-Fâtihah dan at-Tauhid. Setelah selesai mengerjakan shalat Shubuh, beliau membaca tasbih dan pujian kepada Allah, mengirimkan shalawat kepada Rasulullah SAWW, dan berdoa untuk semua Mukminin, baik laki-laki maupun wanita. Selanjutnya beliau membaca doa lâ ilâha illâ anta muqollibal qulûbi wal abshôr hingga akhir. Doa ini terdapat dalam kitab al-Iqbâl.
Syeikh al-Kulaini ra meriwayatkan bahwa Imam al-Bâqir as pada malam kedua puluh satu selalu berdoa hingga pertengahan pertengahan malam tiba. Setelah itu, beliau mulai mengerjakan shalat.
Ketahuilah, disunnahkan untuk mandi pada setiap malam selama sepuluh terakhir (bulan Ramadhan) ini. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAWW selalu melakukan mandi pada setiap malam sepuluh terakhir tersebut. I’tikaf pada sepuluh hari terakhir ini juga disunnahkan dan memiliki keutamaan yang tak terhingga. Sepuluh hari terakhir ini adalah waktu terbaik (untuk beri’tikaf). Diriwayatkan bahwa pahala i’tikaf pada hari-hari tersebut adalah dua kali haji dan dua kali ‘umrah. Ketika sepuluh hari terakhir tiba, Rasulullah SAWW pergi beri’tikaf di masjid. Beliau membuat semacam tenda dari kulit dan meninggalkan ranjang tidurnya.
Ketahuilah bahwa pada malam (kedua puluh satu) tahun 40 Hijriah ini Amirul Mukminin as syahid, dan pada malam itu kesedihan Ahlulbait as dan para pengikut mereka diperbaharui. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada malam itu, seperti halnya malam kesyahidan Imam Husain as tidak satu pun batu yang diangkat dari bumi kecuali di bawahnya terdapat darah segar (mengalir).
Syeikh Mufid ra berkata, “Pada malam ini, hendaknya kita sering-sering mengirimkan shalawat (kepada Ahlulbait as) dan selalu mengirimkan laknat kepada orang-orang yang telah mezalimi mereka dan kepada pembunuh Amirul Mukminin as. Tanggal dua puluh satu adalah hari pembunuhan Amirul Mukminin as dan sangat tepat untuk membaca doa ziarah untuk beliau. Doa Nabi Khidhir as dapat digunakan sebagai doa ziarah bagi beliau pada hari ini.

Sisa Malam Kedua Puluh Tiga

Dalam kitab Hadiyyah az-Zâ`ir disebutkan bahwa malam ini lebih utama dari dua malam Lailatul Qadr sebelumnya. Dari beberapa hadis dapat disimpulkan bahwa malam ini adalah malam Lailatul Qadr (yang sebenarnya). Malam ini adalah malam Sahabat Juhani . Di malam ini, semua ketentuan (nasib para hamba) akan ditentukan. Di samping amalan-amalan umum yang sama dengan amalan-amalan dua malam sebelumnya, pada malam ini terdapat amalan-amalan khusus sebagai berikut:

Pertama, membaca surah al-’Ankabût dan ar-Rûm. Imam Shâdiq as bersumpah bahwa orang yang membaca kedua surah tersebut pada malam ini adalah penghuni surga.

Kedua, membaca surah Hâ` Mîm ad-Dukhân.

Ketiga, membaca surah al-Qadr sebanyak seribu kali.

Keempat, membaca doa Allôhumma kun li waliyyik. Doa ini telah disebutkan pada pembahasan doa di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan setelah menyebutkan doa malam kedua puluh tiga.

Kelima, membaca:

اَللَّهُمَّ امْدُدْ لِيْ فِيْ عُمْرِيْ، وَ أَوْسِعْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، وَ أَصِحَّ لِيْ جِسْمِيْ، وَ بَلِّغْنِيْ أَمَلِيْ، وَ إِنْ كُنْتُ

Ya Allah, panjangkanlah umurku, lapangkanlah rezekiku, sehatkanlah badanku, dan sampaikanlah aku kepada harapanku. Jika aku

مِنَ الْأَشْقِيَاءِ فَامْحُنِيْ مِنَ الْأَشْقِيَاءِ وَ اكْتُبْنِيْ مِنَ السُّعَدَاءِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ

termasuk di antara orang-orang yang celaka, maka hapuslah (nama)ku dari deretan orang-orang yang celak dan tulislah aku di antara orang-orang yang berbahagia. Sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam Kitab-Mu yang telah diturunkan kepada Nabi

الْمُرْسَلِ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

utusan-Mu-shalawat-Mu atasnya dan atas keluarganya-, “Allah akan menghapus apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkannya, dan di sisi-Nya Ummul Kitâb”.

Keenam, membaca:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ فِيْمَا تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ وَ فِيْمَا تَفْرُقُ مِنَ الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Ya Allah, tentukanlah di antara ketentuan pasti yang akan Kau tentukan dan urusan bijaksana yang akan Kau bedakan di malam Lailatul Qadr,

مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِيْ هَذَا الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ

qadhâ` yang tidak dapat ditolak dan diganti agar Engkau menulisku di antara para jamaah haji (yang berziarah ke) rumah-Mu yang suci di tahunku ini dan di setiap tahun yang mabrur haji mereka,

الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ، وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيْلَ

yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, yang ditebus kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara qadhâ` dan qadar yang akan Kau pastikan agar Kau memanjangkan

عُمْرِيْ وَ تُوَسِّعَ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ

umurku dan melapangkan rezekiku.

Ketujuh, membaca doa yang terdapat dalam kitab al-Iqbâl berikut ini:

يَا بَاطِنًا فِيْ ظُهُوْرِهِ، وَ يَا ظَاهِرًا فِيْ بُطُوْنِهِ، وَ يَا بَاطِنًا لَيْسَ يَخْفَى، وَ يَا ظَاهِرًا لَيْسَ يُرَى، يَا

Wahai Yang Maha Batin dalam kemahatampakan-Nya, wahai Yang Maha Tampak dalam kemahabatinan-Nya, wahai Yang Maha Batin tak tersembunyi, wahai Yang Maha Tampak tak terlihat, wahai

مَوْصُوْفًا لاَ يَبْلُغُ بِكَيْنُوْنَتِهِ مَوْصُوْفٌ وَ لاَ حَدٌّ مَحْدُوْدٌ، وَ يَا غَائِبًا (غَائِبُ) غَيْرَ مَفْقُوْدٍ، وَ يَا شَاهِدًا

Dzat yang memiliki sifat yang tak satu pun sifat dan batasan mampu mengungkap hakikat-Nya, wahai Yang Ghaib tak hilang, wahai Yang tampak

(شَاهِدُ) غَيْرَ مَشْهُوْدٍ، يُطْلَبُ فَيُصَابُ، وَ لَمْ يَخْلُ مِنْهُ السَّمَاوَاتُ وَ الْأَرْضُ وَ مَا بَيْنَهُمَا طَرْفَةَ عَيْنٍ،

tak terlihat. Ia dicari dan akan ditemukan. Langit dan langit tidak akan pernah kosong dari-Nya selamanya.

لاَ يُدْرَكُ بِكَيْفٍ (بِكَيْفَ) وَ لاَ يُؤَيَّنُ بِأَيْنٍ (بِأَيْنَ) وَ لاَ بِحَيْثٍ (بِحَيْثُ)، أَنْتَ نُوْرُ النُّوْرِ وَ رَبُّ

Ia tak terjangkau dengan bagaimana, tidak ditentukan keberadaan-Nya dengan di mana dan arah. Engkau adalah Nur segala cahaya dan Tuhan

الْأَرْبَابِ، أَحَطْتَ بِجَمِيْعِ الْأُمُوْرِ، سُبْحَانَ مَنْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ، سُبْحَانَ مَنْ هُوَ

segala tuhan. Engkau meliputi segala sesuatu. Maha Suci Dzat yang tiada seperti-Ny segala sesuatu, dan Ia Maha Mendengar nan Mengetahui. Maha Dzat yang Ia

هَكَذَا وَ لاَ هَكَذَا غَيْرُهُ‏

(memiliki sifat-sifat) demikian dan selain-Nya tidak demikian.

Setelah itu, mintalah segala yang Anda inginkan.

Kedelapan, mandi di akhir malam, selain mandi di permulaan malam. Ketahuilah bahwa mandi, menghidupkan malam ini, menziarahi Imam Husain as, dan mengerjakan seratus rakaat memiliki keutamaan yang tak terhingga dan sangat dianjurkan. Dalam kitab at-Tahdzîb Syeikh Thûsî ra meriwayatkan dari Abu Bashir dari Imam Shâdiq as bahwa beliau berkata, “Kerjakanlah shalat seratus rakaat di malam yang dimunngkinkan sebagai malam Lailatl Qadr. Bacalah pada setiap rakaat surah at-Tauhid sebanyak sepuluh kali”. Abu Bashir bertanya, “Jika aku tidak mampu shalat berdiri?” “Lakukanlah dengan duduk”, jawab beliau. Ia bertanya lagi, “Jika aku tidak mampu melakukannya dengan berdiri?” “Lakukanlah dengan tidur terlentang sebagaimana engkau tidur di ranjangmu”, jawab beliau.
Dalam kitab Da’â`im al-Islam terdapat sebuah hadis bahwa pada sepuluh malam terakhir Rasulullah SAWW menggulung tempat tidur beliau demi melakukan ibadah dan pada malam kedua puluh tiga beliau membangunkan seluruh keluarga beliau, serta memercikkan air ke wajah mereka yang tertidur. Pada malam ini. Sayidah Fathimah as tidak mengizinkan seorang pun dari keluarga beliau untuk tidur dan beliau mengobati tidur mereka dengan cara membuat makanan, serta mempersiapkan mereka untuk malam itu dari sejak siang. Yaitu, beliau memerintahkan mereka untuk tidur dan beristirahat pada siang hari sehingga pada malam harinya mereka tidak tertidur dan dapat menghidupkan malam itu. Beliau sering berkata, “Orang yang celaka adalah orang yang terhalang pada malam ini (untuk menghidupkannya)”.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Imam Shâdiq as pernah tertimpa penyakit parah. Ketika malam kedua puluh tiga tiba, beliau memerintahkan para pembantu beliau untuk menggotongnya ke masjid. Pada malam itu beliau menginap di masjid hingga pagi hari.
Allamah al-Majlisi berkata, “Hendaknya kita membaca al-Quran semampu kita pada malam ini dan doa-doa ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah, khususnya doa Makârim al-Akhlâq dan doa Taubat. Kita juga harus menghormati siang hari malam Lailatul Qadr dan menyibukkan diri dengan ibadah, membaca al-Quran, dan doa, karena dalam beberapa hadis yang mu’tabar disebutkan bahwa siang hari malam Lailatul Qadr adalah seperti malamnya.

Sisa Malam Kedua Puluh Tujuh

Pada malam ini mandi sangat ditekankan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada malam ini Imam Zainul Abidin as selalu mengulang-ulang doa berikut ini dari permulaan hingga akhir malam.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي التَّجَافِيَ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَ الْإِنَابَةَ إِلَى دَارِ الْخُلُوْدِ وَ الْإِسْتِعْدَادَ لِلْمَوْتِ قَبْلَ حُلُوْلِ

Ya Allah, anugrahkanlah kepadaku menjauhi liang keangkuhan, kembali kepada istana kekekalan, dan mempersiapkan diri untuk mati sebelum datangnya

الْفَوْتِ‏

ajal.

Malam Terakhir

Malam terakhir bulan Ramadhan adalah sebuah malam yang penuh berkah. Pada malam ini terdapat beberapa amalan berikut ini:

Pertama, mandi.

Kedua, menziarahi Imam Husein as.

Ketiga, membaca surah al-An’âm, al-Kahf, Yasin dan seratus kali astaughfirullôh wa atûbu ilaih.

Keempat, membaca doa yang telah dinukil oleh Syeikh al-Kulaini ra dari Imam Shâdiq as berikut ini:

اَللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ وَ قَدْ تَصَرَّمَ وَ أَعُوْذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ يَا رَبِّ أَنْ

Ya Allah, ini adalah bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan ia telah berlalu. Aku berlindung kepada Dzat-Mu Yang Mulis, ya Rabbi supaya

يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِيْ هَذِهِ أَوْ يَتَصَرَّمَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَ لَكَ قِبَلِيْ تَبِعَةٌ أَوْ ذَنْبٌ تُرِيْدُ أَنْ تُعَذِّبَنِيْ بِهِ

fajar malamku ini tidak terbit atau bulan Ramadhan ini berlalu sedangkan aku masih memiliki tanggungan untuk-Mu atau dosa yang dengannya Engkau akan menyiksaku

يَوْمَ أَلْقَاكَ‏

pada hari aku berjumpa dengan-Mu.

Kelima, membaca doa yâ mudabbirol umûr seperti telah disebutkan pada amalan malam kedua puluh tiga.

Keenam, mengucapkan salam perpisahan dengan bulan Ramadhan dengan membaca doa perpisahan yang telah diriwayatkan oleh Syeikh al-Kulaini, Syeikh Shaduq, Syeikh Mufid, Syeikh Thusi, dan Sayid Ibnu Thâwûs ra. Mungkin doa yang paling utama untuk hal ini adalah doa ke-45 dari ash-Shahifah as-Sajjâdiyah. Dan Sayid Ibnu Thâwûs meriwayatkan dari Imam Shadiq as bahwa barangsiapa mengucapkan salam perpisahan dengan bulan Ramadhan seraya membaca

اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِيْ لِشَهْرِ رَمَضَانَ وَ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَطْلُعَ فَجْرُ هَذِهِ اللَّيْلَةِ إِلاَّ وَ قَدْ

Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan ini sebagai masa terakhirku untuk berpuasa dalam bulan Ramadhan dan aku berlindung kepada-Mu supaya fajar malam ini tidak terbit kecuali

غَفَرْتَ لِيْ

Engkau telah menhampuniku

maka Allah SWT akan mengampuninya sebelum pagi tiba dan Ia akan menganugrahkan kepadanya taubat dan kembali ke (haribaan-Nya).
Sayid Ibnu Thâwûs dan Syeikh Shaduq ra meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah al-Anshari ra bahwa ia berkata, “Aku pernah bertamu ke rumah Rasulullah pada malam terakhir Jumat terakhir bulan Ramadhan. Ketika melihatku, beliau berkata, ‘Wahai Jabir, malam ini adalah Jumat terakhir bulan Ramadhan ini. Maka, ucapkanlah selamat tinggal kepadanya dan ucapkanlah

اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan ini masa terakhir bagi puasa kami dalam bulan Ramadhan. Jika Engkau memnjadikannya sebagai masa terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang dikasihani dan jangan Kau jadikan aku orang yang terhalangi.

Sesungguhnya orang yang membaca doa ini pada hari ini, ia akan mendapatkan salah satu dari dua keutamaan ini: ia akan sampai kepada bulan bulan Ramadhan mendatang atau mendapatkan rahmat dan ampunan Ilahi yang tak terhingga’.”
Sayid Ibnu Thâwûs dan Syeikh al-Kaf’ami meriwayatkan dari Rasulullah SAWW, “Barangsiapa melaksanakan shalat sebanyak sepuluh rakaat pada malam terakhir bulan Ramadhan dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan surah at-Tauhid sebanyak sepuluh kali pada setiap rakaat, ketika ruku’ dan sujud membaca subhânallôh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallôh wallôhu akbar sebanyak sepuluh kali, membaca tasyahhud dan salam setelah setiap dua rakaat, dan setelah selesai mengerjakan kesepuluh rakaat tersebut, ia bersitighfar sebanyak seribu kali, serta setelah membaca istighfar ia melakukan sujud seraya membaca

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ الْإِكْرَامِ، يَا رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ رَحِيْمَهُمَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،

Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih,

يَا إِلَهَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ، اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَ صِيَامَنَا وَ قِيَامَنَا

wahai Tuhan para makhluk pertama dan terakhir, ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah shalat, puasa, dan ibadah kami
sumpah demi hak Dzat yang telah mengutusku dengan kenabian, malaikat Jibril telah memberitahukan kepadaku dari malaikat Israfil dari Tuhannya SWTbahwa ia tidak bangun dari sujudnya kecuali Ia telah mengampuninya, menerima bulan Ramadhannya, dan memaafkan dosa-dsoanya”.

Menurut sebuha hadis, shalat ini juga bisa dikerjakan pada malam hari raya Idul Fitri. Hanya saja, sebagai ganti dari tasbih ruku’ dan sujud tersebut, kita membaca tasbîhât arba’ah dan sebagai ganti dari ighfir lanâ dzunûbanâ … kita membaca ighfir lî dzunûbî wa taqobbal shaumî wa sholâti wa qiyâmî.

Hari Ketiga Puluh

Untuk hari terakhir (bulan Ramadhan) ini, Sayid Ibnu Thâwûs ra telah menukil sebuah doa yang dimulai dengan ungkapan Allôhumma innaka arhamur-rôhimîn. Karena mayoritas masyarakat pada hari ini mengkhatamkan al-Quran, selayaknya mereka membaca doa ke-42 ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah setelah mengkhatamkannya. Jika mereka mau, mereka bisa juga membaca doa ringkas yang telah diriwayatkan oleh Syeikh Thûsî dari Amirul Mukminin as ini.

اَللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالْقُرْآنِ صَدْرِيْ، وَ اسْتَعْمِلْ بِالْقُرْآنِ بَدَنِيْ، وَ نَوِّرْ بِالْقُرْآنِ بَصَرِيْ، وَ أَطْلِقْ بِالْقُرْآنِ

Ya Allah, lapangkanlah dengan (perantara) al-Quran dadaku, pergunakanlah dengan al-Quran tubuhku, sinarkanlah dengan al-Quran mataku, bukakanlah dengan al-Quran

لِسَانِيْ، وَ أَعِنِّيْ عَلَيْهِ مَا أَبْقَيْتَنِيْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

mulutku, dan bantulah aku terhadapnya selama Engkau masih memberikan hidup kepadaku, karena tiada daya dan kekuatan selain dengan (pertolongan)-Mu.

Begitu juga bacalah doa yang telah diriwayatkan dari Amirul Mukminin as berikut ini.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِخْبَاتَ الْمُخْبِتِيْنَ وَ إِخْلاَصَ الْمُوقِنِيْنَ وَ مُرَافَقَةَ الْأَبْرَارِ وَ اسْتِحْقَاقَ حَقَائِقِ الْإِيْمَانِ وَ

Ya Allah, kekhusyu’an orang-orang yang khusyu’, keikhlasan orang-orang yang ikhlas, bersahabat dengan orang-orang yang baik, keberhakan mendapatkan hakikat kimanan,

الْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَ السَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَ وُجُوْبَ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَ

kesempatan untuk mendapatkan setiap kebaikan, ketejagaan dari setiap dosa, kewajiban (mendapatkan) rahmat-Mu dan ampunan-Mu yang pasti, kemenangan dengan (mendapatkan) surga, dan

النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

keselamatan dari api neraka.

Penutup

Shalat dan Doa-doa Siang dan Malam Yang Masyhur

Shalat-shalat di Malam Ramadhan Yang Masyhur 

Dalam kitab Zâd al-Ma’âd pasal terakhir amalan-amalan bulan Ramadhan, Allamah al-Majlisi ra telah menyebutkan semua itu. Di sini kami rasa cukup menukil apa yang telah beliau sebutkan tersebut.

Malam Pertama

Shalat sebanyak empat rakaat dengan membaca surah at-Tauhid sebanyak lima belas kali setelah membaca surah al-Fâtihah pada setiap rakaat.

Malam Kedua

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Qadr sebanyak dua puluh kali setelah membaca surah al-Fâtihah pada setiap rakaat.

Malam Ketiga

Shalat sepuluh rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan at-Tauhid sebanyak lima puluh kali pada setiap rakaat.

Malam Keempat

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan surah al-Qadr sebanyak dua puluh kali pada setiap rakaat.

Malam Kelima

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan at-Tauhid sebanyak lima puluh kali pada setiap rakaat. Dan setelah
mengucapkan salam, membaca Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad wa ?li Muhammad sebanyak seratus kali.

Malam Keenam

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan surah al-Mulk pada setiap rakaat.

Malam Ketujuh

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan al-Qadr sebanyak tiga belas kali pada setiap rakaat.

Malam Kedelapan

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan at-Tauhid sebanyak sepuluh kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, membaca subhânallôh sebanyak seribu kali.

Malam Kesembilan

Shalat enam rakaat antara shalat Isya` dan waktu tidur dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan ayat kursi sebanyak tujuh kali pada setiap rakaat. Setelah selesai, membaca Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad wa ?li Muhammad sebanyak lima puluh kali.

Malam Kesepuluh

Shalat dua puluh rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan at-Tauhid sebanyak tiga puluh kali.

Malam Kesebelas

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan al-Kautsar sebanyak dua puluh kali pada setiap rakaat.

Malam Kedua Belas

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan al-Qadr sebanyak tiga puluh kali pada setiap rakaat.

Malam Ketiga Belas

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan at-Tauhid sebanyak dua puluh lima kali pada setiap rakaat.

Malam Keempat Belas

Shalat enam rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah sekali dan az-Zilzâl sebanyak tiga puluh kali pada seetiap rakaat.

Malam Kelima Belas

Shalat empat dengan membaca surah at-Tauhid sebanyak seratus kali setelah membaca al-Fâtihah pada dua rakaat pertama dan lima puluh kali surah at-Tauhid (setelah membaca surah al-Fâtihah) pada dua rakaat berikutnya.

Malam Keenam Belas

Shalat dua belas rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan dua belas kali surah at-Takâtsur pada setiap rakaat.

Malam Ketujuh Belas

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan surah sekehendak hati pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua surah al-Fâtihah dan seratus kali surah at-Tauhid. Setelah mengucapkan salam, membaca lâ ilâha illallôh sebanyak seratus kali.

Malam Kedelapam Belas

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan dua puluh lima kali surah al-Kautsar pada setiap rakaat.

Malam Kesembilan Belas

Shalat lima puluh rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan lima puluh kali surah az-Zilzâl. Mungkin maksudnya adalah dalam setiap satu rakaat membaca surah tersebut sekali, (bukan lima puluh kali). Karena, sangat sulit untuk membaca surah az-Zilzâl sebanyak 2500 kali dalam semalam.

Malam Kedua Puluh, Kedua Puluh Satu, Kedua Puluh Dua, Kedua Puluh Tiga, dan Kedua puluh Empat

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah sesuka hati.

Malam Kedua Puluh Lima

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan sepuluh kali surah at-Tauhid pada setiap rakaat.

Malam Kedua Puluh Enam

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan seratus kali surah at-Tauhid pada setiap rakaat.

Malam Kedua Puluh Tujuh

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan al-Mulk pada setiap rakaat. Jika tidak mampu, hendaknya membaca surah at-Tauhid sebanyak dua puluh kali.

Malam Kedua Puluh Delapan

Shalat enam rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah, seratus kali ayat Kursi, seratus kali surah at-Tauhid, dan seratus kali surah al-Kautsar pada setiap rakaat. Setelah selesai mengerjakan shalat, mengirimkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya sebanyak seratus kali.

Penulis berkata, “Menurut apa yang telah kutemukan (dalam beberapa hadis), cara mengerjakan shalat malam kedua puluh delapan adalah enam rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah, sepuluh kali ayat Kursi, sepuluh kali surah al-Kautsar, sepuluh kali surah at-Tauhid, dan seratus kali shalawat.

Malam Kedua Puluh Sembilan

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan dua puluh kali surah at-Tauhid pada setiap rakaat.

Malam Ketiga Puluh

Shalat dua belas rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan dua puluh kali surah at-Tauhid pada setiap rakaat. Setelah selesai mengerjakan shalat, membaca shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad sebanyak seratus kali.
Shalat-shalat tersebut dilakukan dengan satu salam setiap selesai mengerjakan dua rakaat.

Doa-doa Harian Pada Bulan Ramadhan

Diriwayatakan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAWW telah menjelaskan keutamaan yang tak terhingga bagi puasa pada setiap hari dalam bulan Ramadhan, dan beliau juga telah menentukan doa-doa khusus untuk setiap harinya yang memiliki keutamaan dan pahala yang sangat banyak. Di sini kami hanya ingin menyebutkan doanya saja.

Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.

Doa Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya. Dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.

Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu). Dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الْإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak. Dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.

Doa Hari keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الْآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala. Dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.

Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, anugrahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.

Doa Hari Keenam Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian. Dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الْآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

Doa Hari Kedelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya. Dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.

Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ

Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalankepada kebenaran yang nyata.

Doa Hari Kedua Puluh

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.

Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.

Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.

Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.

Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لِأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.

Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لِأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.

Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari orang-orang yang mendengar.

Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.

Doa Hari Kedua Puluh Delapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.

Doa Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.

Doa Hari Ketiga Puluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالْأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏

Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya. Demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s