Month: Juli 2011

Malaysia Bubarkan Pertemuan Massal Pengikut Sekte Syi’ah

Malaysia Bubarkan Pertemuan Massal Pengikut Sekte Syi’ah

MALAYSIA (voa-islam.com) -

Pemerintah Malaysia telah membubarkan sebuah pertemuan massal penganut sekte Syi’ah dan menahan sedikitnya empat orang.

Petugas Departemen Agama ditemani dengan setidaknya 20 pasukan keamanan membubarkan sebuah pertemuan yang diadakan untuk merayakan ulang tahun dari putri Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Fatimah Radiallahu Anha, pada hari Selasa, AFP.

“Kami sedang makan siang … dengan 200 orang, banyak dari mereka yang non-Muslim, untuk merayakan ulang tahun, ketika tempat kami digerebek,” kata Wahab Omar, pemimpin komunitas Syiah.

Tokoh Syi’ah Malaysia Abdul Aziz Kamil Zuhairi dan tiga pengikut lainnya ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia.

..Tokoh Syi’ah Malaysia Abdul Aziz Kamil Zuhairi dan tiga pengikut lainnya ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia..

Kamil Zuhairi sebelumnya menyalahkan pejabat pemerintah karena secara sistematis melanggar hak-hak dasar warga Syi’ah di negara mayoritas Muslim Sunni tersebut.

Desember lalu, lebih dari 200 Muslim Syiah, termasuk warga Iran, Indonesia dan Pakistan, ditangkap di sebuah upacara berkabung untuk Imam Syi’ah ketiga dan cucu Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Imam Hussein Radiallahu Anha, yang menjadi syahid di Karbala, Irak, lebih dari 1.300 tahun yang lalu.

Beberapa dari mereka yang ditahan dituntut di pengadilan agama dan sedang menunggu persidangan.

Larangan Syi’ah di Malaysia dikeluarkan pada 1996 oleh Dewan Fatwa Nasional. Dewan Fatwa berada di bawah Departemen Pengembangan Islam

salafi adalah teroris ! SETAN DARi NAJAD sudah muncul

Anda mungkin terkejut membaca judul diatas !

Terkesan fitnah ya ?

Ah tidak…

Sejak salafi masuk Indonesia – Malaysia maka radikalisme merajalela…

Salafi  pecah menjadi  dua aliran :

1. Salafi dakwah

ciri – ciri :

a. Mendukung Arab Saudi menyediakan pangkalan militer kepada Amerika Serikat ketika menyerang Irak pada PERANG TELUK I, fatwa pro Amerika ditanda tangani Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz yang membuat Usamah bin Ladin murka !!

b. Mendukung Irak ( Saddam Hussein ) menyerang Iran pada saat perang Irak – iran 1980 -1988, saat itu Amerika  Serikat + Sebagian negara negara Arab mendorong dorong pembunuhan massal terhadap 1 juta rakyat Iran

c. Loyal kepada kerajaan Saudi yang monarkhi absolut dan pro Amerika – Israel, sikap pro Amerika ditandai dengan fatwa fatwa ulam seperti Syaikh Albani yang meminta rakyat Palestina hijrah keluar dari Palestina

d. Gemar membid’ah – bid’ah kan orang

e. Berdakwah demi mendapat uang dari Arab Saudi, dalam tempo cepat ratusan pesantren / ma’had, majalah, bulletin, VCD dll  berkembang di Indonesia

f. Menghujat dan memfitnah syi’ah imamiyah melalui buku buku, majalah, VCD, web web internet dengan target agar mereka diakui oleh Nahdlatul Ulama (N.U) sebagai pembela ahlusunnah wal jama’ah yang harus diterima sebagai saudara N.U.. Taktik mereka berhasil, buktinya ALBAYYiNAT  dan SALAFi  bersatu menghadang  syi’ah.

g. Berupaya merebut basis basis NU  perkotaan, bahkan berupaya mengambil alih pengaruh masjid masjid NU  perkotaan

h. Anti Iran, segala hal yang berbau  syi’ah dan Iran berupaya mereka hanguskan, ini tidak lepas dari politik Arab Saudi dan Amerika Israel yang anti Iran. Aliran dana dari CIA dan Arab Saudi sangat deras untuk memuluskan proyek ini !

i. Gemar mengutak atik bahkan memalsukan kitab kitab ulama salaf demi memuluskan ajaran wahabi (pemalsuan)

j. Merekayasa berbagai aksi anarkhisme terhadap jama’ah syi’ah di Indonesia, taktik ini cukup berhasil

.

2. Salafi  jihadi

tokoh tokoh : Abubakar ba’asyir, Amrozi, Imam Samudera, Noordin M Top, Doktor Azahari, Osama bin Laden

ciri ciri :

a. Gampang mengkafir kafir kan orang lain

b. Gemar  mengesahkan aksi radikalisme seperti pemboman dan anarkhisme, bahkan diantara mereka adalah pelaku langsung  anarkhisme dan pengeboman, bahkan tidak segan segan melakukan aksi bom bunuh diri yang terkadang membuat orang islam sendiri terbunuh dan ekonomi umat islam hancur

c. Ingin mendirikan negara Islam, tetapi tidak jelas bagaimana format negara Islam yang mereka inginkan, apakah monarkhi saudi atau khilafah gaya Hizbut Tahrir ?? tidak jelas

d. Berdakwah dengan cara radikal, tidak simpatik

===================================================

KESiMPULAN :

salafi adalah teroris perusak indonesia – malaysia yang dihadang oleh MAZHAB SYi’AH iMAMiYAH

.

wahabi

saudaraku….

Mei 7, 2010

Raja Abdullah, pemimpin Arab Saudi dikenal dekat dengan AS. Bahkan terhadap mantan presiden AS George W. Bush, Raja Abdullah banyak memberikan bantuan secara finansial dan juga keleluasaan dalam menentukan kebijakan militer AS dan Barat di Arab Saudi yang juga berimbas pada kawasan Timur Tengah.

Tidak jauh dengan rajanya, tentara Arab Saudi pun mau tak mau menjadi akrab dengan tentara AS. Ibaratnya, guru kencing berdiri, ya murid pun kencing berlari. Mereka sering mengadakan acara bersama. Mulai latihan perang bersama, sampai acara santai. Berikut foto-foto yang menunjukan betapa “mesranya” hubungan antara tentara AS dan Arab Saudi.

Seorang komandan tentara Saudi menyambut kedatangan para tentara AS.

Para pembesar militer AS tengah menyusun rencana, sementara tentara-tentara Saudi Arabia merubunginya.

“Nih lihat, iPhone terbaru. Di sini  udah ada belum?” Mungkin begitu kata si tentara AS pamer gadget terbarunya.

Dua komandan berbeda negara, berbeda ideologi saling menjabat tangan dalam acara sarasehan.

“Ha ha ha…. situ bisa aja. Bercandanya jangan kelewatan dong!”

Seorang perwira AS tengah memberikan briefing pada tentara Saudi.

Dan kini, tentara AS pun bebas jalan-jalan atau sekadar olah raga di kota-kota Saudi. Dipandu tentara Saudi lagi.

=============================================================

 http://qitori.wordpress.com/Wawancara Dengan Habib Ali Hasan Bahar :

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.

Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, berbagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi. Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,” ujar Habib Ali Hasan Bahar, mantan Ketua Habaib DKI Jakarta, kepada Moh Anshari dari Indonesia Monitor, Kamis (20/8).

Berikut ini petikan wawancara dengan alumunus Universitas Kerajaan Yordania yang kini aktif di Islamic Centre Kwitang dan UIN Jakarta itu.

Bagaimana awal kemunculan aliran Wahabi?

Wahabi itu diidentifikasi sebagai satu kelompok yang mengaku sebagai pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Kemunculannya di Jazirah Arab dimaksudkan untuk membersihkan akidah dari perilaku-perilaku syirik. Pencetusnya adalah Muhammad bin Abdul Wahab.

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?

Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu. Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?

Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif. Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?

Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab, edisi hari ini, Kamis (20 / 8), ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?

Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras. Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?

Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya. Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan. Saya masih teringat satu buku yang ditulis oleh Sholeh Al-Wardani asal Mesir berjudul ‘Fatwa-fatwa bin Baz’. Buku itu mengritisi fatwa-fatwa Grand Mufti (Juru Fatwa Agung) Saudi Arabia Abdul Aziz bin Baz yang mengeluarkan fatwa untuk berjihad ke Afghanistan.

Apanya yang aneh dari fatwa itu ?

Kenapa fatwa itu memerintahkan berjihad ke Afghanistan, kenapa tidak ke Palestina? Itu menjadi tanda tanya besar. Nah, di buku itu dianalisa dan diduga bahwa di balik fatwa itu ada dikte dan intervensi atau arahan dari kepentingan tertentu (asing).

Menurut Anda, ada kepentingan apa di balik fatwa itu?

Kader-kader Wahabi yang berjihad ke Afghanistan itu sebenarnya hasil rekayasa intelijen Eropa Barat untuk menghabisi pengaruh komunisme Eropa Timur di Afghanistan. Afghanistan menjadi lahan pertempuran dua ideologi; ideologi Barat dan ideologi Timur. Sepertiya betul kesimpulan Sholeh Al-Wardani yang mengatakan bahwa sepertinya ada tangan-tangan tertentu yang menunjuk dan mengarahkan fatwa jihad Wahabi itu.

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Muhammadiyah sering di identikkan dengan Wahabi. Apakah berdirinya Muhammadiyah juga bagian dari proyek Wahabi di Indonesia?

Kita tidak bisa mengatakan seratus persen seperti itu. Tapi yang bisa kita buktikan memang kiblat dari mayoritas pengikut Muhammadiyah itu adalah mazhab Ahmad bin Hambal, sebagaimana Wahabi. Dan madzab ini pusatnya di Arab Saudi. Tapi saya melihat tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan itu masih belum sampai bercorak Wahabi melainkan lebih tepat ke pengikut Hambali. Sebab, Ahmad Dahlan sangat toleran, berbeda dengan ciri-ciri Wahabi (yang tidak toleran kepada mazhab Islam lainnya).

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?

Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini.

Albayyinat Kecewa Pernyataan Pengurus MUI Soal Syiah

Albayyinat Kecewa Pernyataan Pengurus MUI Soal Syiah

Selasa, 03 Mei 2011 14:23 Redaksi

Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Albayyinat  “yang terpengaruh ajaran salafi wahabi radikal”  hari Selasa (3/5) menyampaikan surat keberatan atas pernyataan salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Umar Shihab tentang Syiah saat berceramah di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, baru-baru ini.

Seperti diketahui, dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah pelajar di kota Qom, Iran Kamis (28/4)  lalu,  pengurus MUI itu sempat mengatakan  bahwa Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

Pernyataan Umar Shihab yang dikutip salah satu website Ahlul Bait, http://abna.ir berjudul “Pertemuan ketua MUI dengan Pelajar Indonesia di Iran: Ketua MUI: Syiah Itu Sah dan Benar sebagaimana Madzhab dalam Islam”. langsung membuat peneliti aliran Syiah itu beraksi

Sebagaimana diketahui,  dalam salah satu pernyataan dalam sesi tanya jawab saat berkunjung ke Qom, Iran, Prof.Umar Shihab sempat menjawab penanya dengan mengatakan, MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

“Misalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan bukan keputusan MUI sebagai sebuah organisasi.” Jelas beliau.

Jawaban Umar Shihab ini disampaikan ketika ada yang bertanya, bisakah MUI wilayah di daerah mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Pusat?

Selain menemui para pelajar Umar juga bertemu Sayyid Farid, seorang ulama Iran yang sering berkunjung ke Indonesia bertempat di kediamannya di Mujtama Maskuni Ayatullah Sistani, Qom.  Kedatangan Umar Shihab didampingi Dr. Khalid Walid, Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI yang saat itu memberikan sambutan pengantarnya dengan menjelaskan kedatangan rombongan MUI ke Iran atas undangan  Majma Taghrib bainal Mazahib.

“Dalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, di antaranya, atas nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama. Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam, ” jelas Dr. Khalid sebagaimana dikutip situs resmi ahlulbait

Pernyataan  Kiyai Haji  Umar  Shihab disambut sujud syukur oleh sejumlah ulama Aceh, menurut penelusuran web ini, sejumlah ulama Aceh yang minta namanya di rahasiakan :  “Umar Shihab ulama cerdas !”

April 12, 2010

Ketaqwa’an Raja Arab Saudi Yang Wahhabi nan Salafy

.

George Bush, Presiden Cina Hu Jintao, dan Raja Salafy Wahhabi Lagi Asyik Ber-Toast-ria.

.

Ustad Syi’ah Ali berkata :

Beginilah “Khadimul Haramain”, Raja Abdullah ibn Abdil Aziz memperagakan pengalaman yang tepat dan kâffah dalam “berpegang teguh” dengan syari’at Islam yang melarang meniru dan bertasyabbuh dengan kaum Yahdi, Nashrani dan orang-orang kafir!!

Wahai saudaraku pemegang hak paten Mazhab Salaf Shaleh (PS2) apakah Anda berprasangka baik/husnudzdzan bahwa yang sedang ditenggak raja kebanggaan ulama mazhab Wahabi-Salafy bersama penjahat perang yang tangannya berlumuran darah-darah suci umat Islam itu adalah air Zamzam?! Bukan wisky?!

Baiklah, mari kita berhusnudzdzan bahwa itu adalah menimun yang halal, terus bagaimana dengan budaya “Toast” yang diperagakan Raja Salafy-Wahabi itu, bukankah itu  budaya orang kafir?, yang tidak dikenal dalam syariat Nabi Muhammad Saw? bukankah seorang ulama besar dan mantan mufti dinasti al-Saud Bin Baz kebanggaan wahhabi-salafy pernah mengharamkan bertepuk tangan dengan alasan bertasyabuh dengan orang-oramg kafir, lalu mana fatwa Dewan Fatwa Kerajaan Wahhabi-Salafy Saudi Arabia (Hai’ah al Kibar al Ulama) tentang hukum ber-”Toast” yang jelas-jelas bertasyabuh dengan orang-0rang kafir itu?!

Apakah Nabi Muhammad saw.pernah mencontohkan prilaku “miring” tradisi “Toast” atau “Ting Tung” alias minum bareng seperti itu apalagi dengan penjahat perang?

Di manakah ulama Wahabi-Salafy Arab itu sehingga membiarkan rajanya melakukan adegan bermesraan dengan penjahat perang, dan ber-toast-ria?! Apakah semua ulama Wahhâbi itu buta? Atau pura-pura buta? Atau mereka adalah sekawanan para penjilat yang berkedok agamis? Atau memang mereka juga alat Imprialisme Barat/Amerika dan kaki tangan Zionis?

Mengapakah kaum Salafi-wahhabi di tanah air juga menjadi tuli dan buta dari menyaksikan kenyataan ini?!

Wahai saudaraku kaum Muslimin, tanah suci kaum Muslimin harus dibebaskan dari cengkeraman kaum yang tidak memelihara kesucian Haramain!

Kota suci Mekkah dan Madinah bukan milik kaum Wahhabi Salafy bukan pula milik keluarga kerajaan Arab Saudi! Berdasarkan ayat Al Qur’an, Allah SWT menjadikannya untuk umat manusia yang mukmin guna menegakkan penghambaan kepada Allah!

***********************

.

Galery Foto Keluarga Kerajaan Saudi Al Wahhabi Al Salafy

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz  dengan Paus Bennedict

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz dengan Tokoh Yahudi

.

Cipika-cipiki Raja Abdullah dengan Sang Tuan George Bush

.

Raja Abdullah memberikan medali penghargaan untuk sang boss Mr. Bush

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz,…Thank you Bos !

.

Lagi medali penghargaan untuk sang Tuan Baru Mr. Obama, dari Raja Abdullah bin Abdul Aziz -Amir wahabiyyun Salafiyyun-

.

Tuan Bush dan Abdullah bin Abdul Aziz bergandengan tangan

.

Bergandengan Tangan Raja Abdullah dengan sang Tuan Mr. Bush Senior dan Staf  Dick Cheney dan Jenderal Perang Teluk Colin Powell

.

Raja Abdullah dan Obama dan di Belakang Lukisan Mendiang Raja-Raja Saudi Yang Telah Al Marhum, Bagaimana dengan Fatwa ulama Wahhabi-Salafy yang mengharamkan lukisan dan foto?

Dari kiri, Raja Abdullah (Saudi), Menlu Arab Saudi, Saud Al-faisal, Raja Abdullah (Jordan), dan Tuan Mereka Mr.George Bush

\

Iran:
Ayatullah Shafi Gulpaigani Protes Penghinaan atas Qur’an dan Masjid di Bahrain
Ayatullah Shafi Gulpaigani dengan penentangan beliau atas pembakaran dan perusakan masjid di Bahrain berikut diamnya umat islam Dunia Internasional atas tindakan keji yang telah dilakukan itu menuntut para ulama Islam untuk mengirimkan para peneliti mereka untuk melihat langsung kejadian mengenaskan tersebut di Negara Bahrain.

Menurut kantor berita ABNA, Hadrat Ayatullah Shafi Gulpaigani pada pesan keras yang ditujukan atas pembakaran Qur’an Karim dan perusakan masjid-masjid di Bahrain memprotes dan menuntut kepada seluruh ulama dunia untuk mengirimkan peneliti mereka sebagai pembuktian ke Bahrain. Pada sebagian dari pesannya beliau juga mencela diamnya berbagai Negara  besar, PBB, organisasi-organisasi internasional dan persatuan Negara-negara Islam, beliau menekankan,” Jika umat Islam dengan dibakarnya al-Qur’an oleh seorang pastur Kristen melakukan aksi protes dan rasa berbelasungkawa sekarang ini tentara Ali Khalifah dan Ali Su’ud yang mengakungaku sebagai pengkhidmat Haramain sedang membakar alqur’an-alqur’an di masjid-masjid umat Islam di depan mata umat Islam. Selain itu masjid-masjid pun diruntuhkan, satu sisi Amerika dan para pendukungnya menilai bahwa tindakan ini sebagai tindakan dibawah payung hukum. Organisasi PBB dan pusat perlindungan hak-hak Kemanusiaan dan OKI dengan diamnya mereka telah menunjukkan persetujuannya atas peristiwa tersebut.”

Isi pesan lengkap dari Ayatullah Shafi Gulpaigani sebagai berikut:

Dengan  menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyanyang.

Rasulullah bersabda,

«اذا التبست عليكم الفتن كقطع الليل المظلم فعليكم بالقرآن»

” Jika datang fitnah kepada kalian seperti gelapnya malam maka bersandarlah kalian pada Al-Qur’an”

Ulama Islam, pencinta perdamaian, pembela hukum dan pembela agama Islam yang mulia, dan penjaga al-Qur’an Majid; Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kembalilah kepada Qur’an dan kita menangis dan bertindak dengan kuasa Allah swt dan Kekuatan-Nya, Negara-negara besar Islam sekarang ini menjadi saksi pergerakan besar kebangkitan Qur’ani Islami untuk melepaskan diri dari penjajahan dan merindukan kemerdekaan. Orang-orang yang ingin pergi dari cengkraman penguasa-penguasa pongah dunia. Suara takbir sudah sampai ditelinga umat islam seluruh dunia. Demonstrasi dan perkumpulan aksi yang dilihat oleh Negara timur dan barat, dan sesungguhnya suara tauhid” Qulu lailaha illallah tuflihu, katakanlah wahai kalian bahwa tiada tuhan kecuali Allah maka kalian akan mendapatkan pertolongan” dapat didengar oleh seluruh penduduk berbagai belahan dunia. Apakah ini tidak cukup untuk menjadi media pemersatu?

Satu sisi Negara-negara syaithani para pembenci keadilan pada zaman ini telah bersama-sama bergandengan. Para penjaganya seperti Amerika dan Negara-negara Eropa didalam penduduk muslim berdiri tegar menghadang pergerakan suci penuntut keadilan tadi.

Mereka menyadari dan memahami arti pergerakan ini sehingga berupaya keras untuk memandulkannya, dengan berlandaskan pada kehinaan dan keangkuhan mereka terus melakukan penekanan, namun dengan pertolongan Allah swt usaha mereka tidak membuahkan hasil dihadapan pergerakan Islami tersebut, mereka nantinya akan dihukumi.

Muslimin Bahrain, kawasan ini yang merupakan kawasan muslim akan menjadi sebuah titik pancar munculnya permulaan matahari Islami, dan dalam pergerakan ini dan juga pergerakan di Dunia Arab yang berupaya menentang kekuasaan arogansi Amerika bersama-sama dalam satu tujuan dan suara menginginkan pemerintahan berkedaulatan rakyat dan berdasarkan keadilan. Mereka menyampaikan aspirasi dengan aksi demonstrasi damai dan jauh dari tindakan fisik merusak. Sosok seperti Ali Khalifah yang cukup berkuasa pada mereka demi menghormati hak-hak masyarakat diundang untuk bisa mendengarkan harapan dan tuntutan masyarakat, sehingga Ali Khalifah mau mengabulkan harapan dan tuntutan islami yang diinginkan masyarakat.

Tetapi arogansi Amerika demi kepentingannya sendiri tidak mau membuang peluang emas, dengan pertemuan rutin menteri pertahanannya dengan Arab Saudi dan Bahrain membawa pemerintahan Ali Su’ud ke Bahrain sehingga bisa mengirimkan angkatan bersenjatanya.

Sampai sekarang tentara yang dikirim sudah berada di Bahrain selama kurang lebih satu bulan, pasukan yang dimanfaatkan untuk mempertahankan pemerintahan Bahrain yang dhalim, dan para tentara Arab Saudi dengan tanpa rasa kasih sayang sedikitpun melakukan pemutusan keturunan dan pembantaian laki-laki dan wanita baik masih belia atau sudah tua, bahkan mereka juga melakukan penganiayaan dan penyiksaan pada para pasien rumah sakit.

Serangan  ke sekolah-sekolah perempuan dan sekolah-sekolah laki-laki terus mereka lakukan, mereka terus melakukan berbagai kriminalitas, anggota yang bergabung disini ini memiliki sisi yang banyak dan bertindak dengan sangat mengerikan.

Apa yang kami tujukan kepada para Ulama berbagai Negara dan berbagai Organisasi yang ada dan juga masyarakat muslim dan masyarakat Qur’ani yang berada di Negara Islam maupun non Islam seperti Mesir Turki, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Afganistan, dan berbagai kawasan Negara yang lain.

Kami nasehatkan  untuk memberikan perhatian kepada penghilangan kemuliaan Qur’an dan Masjid yang dilakukan oleh tentara Arab Saudi dan tentara Ali Khalifah. Mereka telah berani membakar Qur’an dan hampir 30 Masjid besar mereka rusak ratakan dengan tanah.

Ini menjadikan setiap umat Islam tenggelam dalam kesedihan, jika umat Islam  merasa geram terhadap pemabakaran Qur’an oleh seorang pastur Kristen dengan menggelar berbagai aksi protes sekarang ini di Bahrain pasukan Ali Su’ud yang mengaku sebagai pengkhidmat Dua Haram Suci dan Ali Khalifah Qur’an di Kota muslim dihadapan mata umat Islam dibakar, dan masjid-masjid mereka hancurkan, kedatangan Amerika di Bahrain pun dinilai sebagai hal yang telah melalui jalur hukum, sedang Organisasi bangsa-bangsa dan berbagai organisasi hak asasi manusia  hanya diam seribu bahasa menyetujui hal itu. Mengapa masyarakat Islam di Dunia dan petinggi-petinggi masyarakat agamis dan budaya seperti orang(sok) mulia hanya diam semata? Bahkan untuk pembakaran Qur’an dan perusakan Masjid pun mereka tidak tergerak untuk menentang?

Mengapa mereka tidak mengirim utusan untuk menganalisa dan meneliti secara langsung kerugian dan penghinaan ini di Negara Bahrain sehingga bisa melihat dengan jelas dan dekat kebejatan yang sudah dilakukan? Mengapa dalam menjalankan amalan Qurani mereka pilih-pilih?.

Semua organisasi, Masjid, Yayasan sebagai kewajiban agama harus segera mengambil tindakan. Mereka harus mengirimkan bantuan untuk mencegah penghinaan yang dilakukan pasukan Ali Su’ud dan Ali Khalifah pada Qur’an dan Masjid umat Islam ke Negara Bahrain.

Masjid-masjid Syiah yang Dihancurkan Tentara Saudi di Bahrain

Menyedihkan, untuk menghentikan revolusi rakyat dan membungkam suara-suara penuntut keadilan, tentara bayaran Saudi memusnahkan beberapa masjid di Bahrain.
Menurut Kantor Berita ABNA, berikut daftar nama-nama masjid yang telah dimusnahkan di Bahrain oleh tentara Saudi dan pasukan keamanan Bahrain sendiri:1. Masjid Imam Sadiq di Salmabad.
2. Masjid Rasul A’zam di kota Karzakan.
3. Masjid al-Barbaqi di wilayah A’ali pada 17 April.4. Masjid Al-Watiyya yang dikenali sebagai Qaddam al-Mahdi di perkampungan Mahuz.
5. Masjid Imam Jawad di Hamad.
6. Masjid Imam Hasan Al-Askari di Manama pada 15 April.
7. Masjid Fadak Az-Zahra di Hamad pada 14 April.

Satu harapan kita semoga dipercepat pengiriman bantuan dari berbagai Negara muslim dan pusat keilmuan ke Negara Bahrain, setidaknya menunjukkan aksi penolakan dan pengecaman atas penghinaan besar ini.

(*)

syi’ah mengkritik sunni cuma sebatas wacana ilmiah debat intelektual, jadi syi’ah tidak anarkhis brutal menyerang orang  seperti  kelakukan  para  teroris

Pengamat politik membandingkan kejahatan yang dilakukan oleh Arab Saudi dengan brutalitas Israel, menyusul invasi militer Riyadh ke Bahrain dalam rangka membantu memadamkan protes anti-pemerintah.

Pada tanggal 14 Maret, Arab Saudi mengirim seribu pasukannya ke Bahrain untuk menindak para pengunjuk rasa Bahrain yang menuntut pengakhiran dinasti al-Khalifa.

Hal ini mendorong pengamat politik untuk meninjau kembali kejahatan rezim Saudi sepanjang sejarah dan mengemukakan pertanyaan, apakah bedanya rezim Saudi dan Israel?”

Rezim Zionis menginvasi Palestina dan mengganti namanya menjadi Israel, dan dinasti Saudi menyerang Hijaz dan menjadikan nama keluarga sebagai nama negara Arab Saudi.

Israel menyerang Lebanon dan Gaza dengan dalih mewujudkan keamanan sementara Saudi melancarkan serangan terhadap warga sipil Bahrain guna mencegah gelombang protes anti-pemerintah itu menyebar menyebar ke Arab Saudi

Israel melanggar berbagai ketentuan internasional dan penggunaan senjata non-konvensional terhadap warga Gaza dan Lebanon. Adapun Arab Saudi menggunakan peluru tajam dan gas saraf dalam menyerang warga Bahrain yang sedang menggelar protes damai.

Israel menyerang area permukiman, rumah sakit dan sekolah-sekolah, sementara Arab Saudi menyerang ambulans dan rumah sakit di Bahrain.

Israel mengandalkan penculikan, pemboman dan berbagai operasi teror ke negara lain demi mempertahankan hegemoninya. Adapun Saudi telah menyiapkan AlQaeda guna melanggengkan dominasinya dan mengirim kelompok teroris ke Irak guna melancarkan teror di pendudukan tersebut.

Dengan perbandingan tersebut, masih belum jelas pula siapa yang yang lebih kriminal dan kejam antara Israel dan Arab Saudi. Namun satu fakta yang pasti bahwa keduanya mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat

.
AKHIR-AKHIR INI, di Tanah Air kita muncul banyak sekali kelompok-kelompok pengajian dan studi keislaman yang mengidentitaskan diri mereka sebagai pengikut dan penyebar ajaran para Salaf Saleh. Mereka sering mengatasnamakan diri mereka sebagai kelompok Salafi. Dengan didukung dana yang teramat besar dari negara donor, yang tidak lain adalah negara asal kelompok ini muncul, mereka menyebarkan akidah-akidah yang bertentangan dengan ajaran murni keislaman baik yang berlandaskan al-Quran, hadis, sirah dan konsensus para salaf maupun khalaf. Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir, zindiq dan munafiq, mereka ubah tujuan teks-teks tersebut untuk menghantam para kaum muslimin yang tidak sepaham dengan akidah mereka. Mereka beranggapan, bahwa hanya akidah mereka saja yang mengajarkan ajaran murni monoteisme dalam tubuh Islam, sementara ajaran selainnya, masih bercampur syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang harus dijauhi, karena sesat dan menyesatkan. Untuk itu, dalam makalah ringkas ini akan disinggung selintas tentang apa dan siapa mereka. Sehingga dengan begitu akan tersingkap kedok mereka selama ini, yang mengaku sebagai bagian dari Ahlusunnah dan penghidup ajaran Salaf Saleh

E-mail Cetak PDF

//

“Wajah ekstremis Islam, yang membenarkan kekerasan dan menggerakkan kebencian, merefleksikan kepentingan orang kaya dan penguasa. Wajah itu dimiliki oleh ideologi yang dikenal sebagai Wahhabisme, sebuah “kultus mati” yang merupakan ajaran resmi penguasa Kerajaan Saudi.” (Stephen Sulaiman Schwartz, Dua Wajah Islam; Moderatisme vs Fundamentalisme dalam Wacana Global).

Peristiwa pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Jakarta bulan Juli lalu mencuatkan fenomena menarik. Aksi teror kali ini tidak hanya dikaitkan dengan yang disebut jaringan atau kelompok teroris, seperti Jamaah Islamiyah dan lain sebagainya. Tapi dikembangkan lebih luas lagi hingga menyentuh akar ideologis dari terorisme. Disinilah isu Wahabi muncul.

Fenomena ini tentu saja menarik, karena tampak sekali ada upaya pembentukan opini masyarakat bahwa Wahabi adalah ideologi sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada jaringan teroris, karena merupakan paham ekstrem yang mengajarkan doktrin-doktrin terorisme sehingga setiap pengikutnya, sadar ataupun tidak, berpotensi menjadi teroris. Karena itu wajar jika ada pihak yang meminta agar pemerintah lebih mengantisipasi gerakan Wahabi di Indonesia.

Ada apa dengan Wahabi? Apa itu Wahabi? Apa saja ajaran-ajaran Wahabi? Benarkah Wahabi mengajarkan doktrin terorisme? Mengapa stigma terorisme begitu cepat dilekatkan kepada Wahabi? Bagaimana Wahabi masuk ke Indonesia? Siapakah representasi Wahabi di Indonesia? Masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dimunculkan terkait isu Wahabi dan terorisme ini.

Pada hakekatnya, kelompok yang mengaku sebagai salafi yang dapat kita temui di Tanah Air sekarang ini, mereka adalah golongan Wahabi yang telah diekspor oleh pamuka-pemukanya dari dataran Saudi Arabia. Dikarenakan istilah Wahabi begitu berkesan negatif, maka mereka mengatasnamakan diri mereka dengan istilah Salafi, terkhusus sewaktu ajaran tersebut diekspor keluar Saudi.

Kesan negatif dari sebutan Wahabi buat kelompok itu bisa ditinjau dari beberapa hal, salah satunya adalah dikarenakan sejarah kemunculannya banyak dipenuhi dengan pertumpahan darah kaum muslimin, terkhusus pasca kemenangan keluarga Saud -yang membonceng seorang rohaniawan menyimpang bernama Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- atas semua kabilah di jazirah Arab atas dukungan kolonialisme Inggris. Akhirnya keluarga Saud mampu berkuasa dan menamakan negaranya dengan nama keluarga tersebut. Inggris pun akhirnya dapat menghilangkan dahaga negaranya dengan menyedot sebagian kekayaan negara itu, terkhusus minyak bumi. Sedang pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, resmi menjadi akidah negara tadi yang tidak bisa diganggu gugat. Selain menindak tegas penentang akidah tersebut, Muhammad bin Abdul Wahab juga terus melancarkan aksi ekspansinya ke segenap wilayah-wilayah lain diluar wilayah Saudi

.

Sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf, salah satu ulama Ahlusunnah yang sangat getol mempertahankan serangan dan ekspansi kelompok wahabisme ke negara-negara muslim, dalam salah satu karyanya yang berjudul “as-Salafiyah al-Wahabiyah” menyatakan: “Tidak ada perbedaan antara salafiyah dan wahabiyah. Kedua istilah itu ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. Mereka (kaum salafi dan wahabi) satu dari sisi keyakinan dan pemikiran. Sewaktu di Jazirah Arab mereka lebih dikenal dengan al-Wahhabiyah al-Hambaliyah. Namun, sewaktu diekspor keluar (Saudi), mereka mengatasnamakan dirinya sebagai Salafy”. Sayyid as-Saqqaf menambahkan: “Maka kelompok salafi adalah kelompok yang mengikuti Ibnu Taimiyah dan mengikuti ulama mazhab Hambali. Mereka semua telah menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai imam, tempat rujukan (marja’), dan ketua. Ia (Ibnu Taimiyah) tergolong ulama mazhab Hambali. Sewaktu mazhab ini berada di luar Jazirah Arab, maka tidak disebut dengan Wahabi, karena sebutan itu terkesan celaan”. Dalam menyinggung masalah para pemuka kelompok itu, kembali Sayyid as-Saqqaf mengatakan: “Pada hakekatnya, Wahabiyah terlahir dari Salafiyah. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang yang menyeru untuk mengikuti ajaran Ibnu Taimiyah dan para pendahulunya dari mazhab Hambali, yang mereka kemudian mengaku sebagai kelompok Salafiyah”.

Dalam menjelaskan secara global tentang ajaran dan keyakinan mereka, as-Saqqaf mengatakan: “Al-Wahabiyah atau as-Salafiyah adalah pengikut mazhab Hambali, walaupun dari beberapa hal pendapat mereka tidak sesuai lagi (dan bahkan bertentangan) dengan pendapat mazhab Hambali sendiri. Mereka sesuai (dengan mazhab Hambali) dari sisi keyakinan tentang at-Tasybih (Menyamakan Allah dengan makhluk-Nya), at-Tajsim (Allah berbentuk mirip manusia), dan an-Nashb yaitu membenci keluarga Rasul saw (Ahlul-Bait) dan tiada menghormati mereka”.

Jadi, menurut as-Saqqaf, kelompok yang mengaku Salafi adalah kelompok Wahabi yang memiliki sifat Nashibi (pembenci keluarga Nabi saw), mengikuti pelopornya, Ibnu Taimiyah.

Pasca perang Teluk Kedua 1991, Menteri Pertahanan Amerika, Colin Powel, menegaskan, AS akan menutup 150 pangkalan militernya yang telah bertahan selama 45 tahun di Eropa, dan memindahkannya ke pangkalan-pangkalan militer rahasia dan baru di Kuwait, Qatar, Saudi, Oman, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, menurut seorang pejabat Amerika yang dikutip kantor berita AP, saat ini ada sekitar 5.000 serdadu Amerika yang diposkan di Arab Saudi dan kebanyakan mereka ditempatkan dekat Riyadh. Kerjasama militer Amerika dan Arab Saudi sudah menjadi kebutuhan kedua belah pihak dan akan berlanjut terus terutama dalam masalah pelatihan dan impor peranti keras. Saat ini, di Pangkalan Udara Prince Sultan, Saudi Arabia terdapat sekitar 100 pesawat tempur.

Majalah Washington Post edisi jum’at 28/9/2001 memuat pernyataan penguasa Amerika, bahwa pemerintah Saudi telah memutuskan untuk mengijinkan (setelah mendapat restu dari para ulama kaki tangan penguasa) tentara Amerika yang bertebaran di dalam negaranya –termasuk angkatan udara- untuk bekerja sama dalam memerangi umat Islam di Afghanistan, dan majalah itu menunjukkan bahwasanya kementrian pertahanan Amerika telah kosong lantaran sikap ini dengan pertimbangan memindahkan markas komandonya ke negara teluk yang lain.

Sebagaimana menteri luar negeri kerajaan Saudi Al-Faishol menyatakan pada hari Rabu 26/9/2001, bahwa negaranya akan melaksanakan kewajibannya dan bahwasanya ‘perang melawan teroris’ ini harus tidak terbatas pada penangkapan pelaku-pelaku peledakan, akan tetapi mencakup juga jaringan-jaringan bawah tanah yang membantu para teroris.

Sebenarnya, hubungan kerja sama antara Amerika dan Arab Saudi sudah terjadi bahkan sebelum Operasi Badai Gurun dalam Perang Teluk 1991 (yang membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak) dan terus berlangsung setelah perang dengan Irak.

Mantan presiden Amerika, Richard M. Nixon dalam memoarnya menulis: “Untuk pertama kalinya, eksistensi militer AS secara besar-besaran di kawasan ini terjadi pada pertengahan 1367 H/1948 M, melalui Doktrin Truman, yang memberi mandat pembentukan divisi pasukan khusus keenam, yang semula mengendalikan armada AL Amerika Keenam.

Arab Saudi kembali membuka wilayahnya untuk pasukan kuffar Salib pada tahun 1990, ketika lebih dari 500 ribu serdadu Amerika datang ke jazirah Arab tersebut. Jumlah ini menambah puluhan ribu serdadu Inggris, dan Prancis, yang sudah lebih dulu datang sebagai reaksi terhadap invasi Irak ke Kuwait.

Setelah Kuwait dibebaskan dalam Operasi Badai Gurun, Amerika tetap mempertahankan beberapa ribu serdadu angkatan udaranya dan belasan pesawat tempur untuk membuat zona larangan terbang di atas Irak.

Sejak itu, pemerintahan kafir Washington mulai membangun pusat komando udara di tempat itu, dan menghabiskan dana senilai US$ 45 juta demi menjadikannya sebagai pusat komando operasi udara canggih, yang mengkoordinasi serangan udara ke Irak dan Afganistan pada akhir 2001.

Beberapa pengkhianatan yang dilakukan rezim Saudi menurut Syaikh Usamah Al  wahabi  adalah:

1. Mengizinkan penempatan tentara Amerika di Saudi.

Dikatakan Syaikh Usamah wahabi, “Tanah ini sekarang dipenuhi tentara Amerika dan sekutu-sekutu mereka. Rezim yang berkuasa tidak mampu lagi memerintah tanpa dukungan dan bantuan mereka. Rezim ini telah mengkhianati umat Islam dan mendukung orang kafir, membantu mereka menghadapi umat Islam.”

Dengan membuka jazirah Arab bagi orang-orang kafir, maka rezim ini telah bertindak menentang sabda Nabi Muhammad saw., ”Usirlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab.” (HR Bukhari). Juga sabda beliau saw., “Jika aku hidup lebih lama lagi, Insya Allah aku akan mengusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab.” (Al-Jami’ush-Shagir, hadits sahih).

Dengan mengizinkan bercokolnya tentara Amerika di Tanah Suci, menurut Syaikh Usamah, maka sama saja, Raja Arab Saudi telah mengalungkan Salib di dadanya sendiri. “Tanah dan negeri ini sekarang terbuka bagi orang-orang kafir dari Utara sampai Selatan dan dari Timur sampai ke Barat.”

Syaikh Usamah juga membantah peryataan pemerintah Saudi bahwa keberadaan tentara Amerika di sana adalah bersifat sementara untuk melindungi kedua tempat suci umat Islam. Sudah sekian tahun tentara Amerika tetap bercokol di Saudi. Apalagi pemerintah Saudi juga menolak menggantikan tentara Amerika dengan tentara Islam.

Padahal, setelah terjadinya peristiwa peledakan di Al Khobar, 1995, Menteri Pertahanan Amerika William Pery menyatakan, “Kehadiran tentara Amerika adalah untuk menjaga kepentingan Amerika.”

2. Penahanan terhadap sejumlah ulama dan intelektual seperti Syaikh Salman Audah dan Syaikh Safar al-Hawalli yang menentang keras kehadiran pasukan Amerika di Saudi Arabia.

Hawali menulis sebuah buku yang memaparkan sejumlah bukti bahwa kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab adalah sebuah rencana pendahuluan untuk melakukan pendudukan militer.

Bahkan, ia juga mengungkap pengkhianatan Raja Abdul Aziz dalam menyerahkan Al-Aqsha kepada kaum kafir. Pada tahun 1936, para Mujahidin Palestina memulai perjuangan jihad terhadap Inggris. Karena kewalahan, Inggris meminta Raja Abdul Aziz agar melobi para Mujahidin Palestina untuk menghentikan jihad mereka.

Melalui dua anaknya, Abdul Aziz memberikan jaminan kepada para Mujahidin bahwa Inggris akan memenuhi tuntutan mereka untuk meninggalkan wilayah Palestna. “Demikianlah, Raja Abdul Aziz menyerahkan kiblat pertama umat Islam, Masjidil Aqsha, kepada musuh,” kata Syaikh Usamah mengutip pendapat al-Hawalli.

Bisa dibayangkan, dengan pernyataan Syaikh Usamah yang demikian, tentu akan merahlah telinga Raja Fahd, yang menyebut dirinya sebagai “Pelayan Dua Tempat Suci” (Khadimul Haramain).

Namun, Syaikh Usamah memandang pengkhianatan rezim ini berdampak sangat buruk terhadap nasib umat Islam. Merekalah yang – demi mempertahankan kekuasaannya – rela melindungi kepentingan-kepentingan penjajah kafir. “Rezim ini harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap apa yang telah terjadi selama ini, yaitu berkuasanya Amerika di kedua Tanah Suci,” tegas Syaikh Usamah.

Syaikh Usamah wahabi  tidak merasa telah berkhianat kepada sang Raja. “Saya tidak pernah berkhianat kepada Raja. Tetapi Raja sendiri yang berkhianat kepada Ka’bah, kiblat kami. Raja telah menyerahkan Tanah Suci ini dikotori oleh najis orang-orang kafir.”

Bayangkan, Rezim Saudi telah membagi-bagi kekayaannya yang merupakan hasil minyak untuk membiayai perang Afghan mencapai $ 20 billion. Bahkan semua pembiayaan tentara Amerika di Jazirah dibebankan kepada negara-negara Arab. Seperti diketahui bersama, lebih dari 60% cadangan minyak dunia berada di Arab Saudi dan Jazirah Arab. Namun sayang sekali kekayaan yang begitu besar ini dinikmati oleh musuh-musuh Allah.

Dalam satu hari, Arab Saudi mampu mengeluarkan minyak sejumlah 6-8 juta Barel. Padahal harga minyak terus melambung tinggi. Sayangnya, pendapatan negara ini tak bisa dinikmati oleh umat Islam sepenuhnya, karena beban kerajaan sangat besar, yakni untuk menggaji tentara Amerika yang konon satu bulannya bisa mencapai $ 10.000.

Ini baru untuk membiayai tentara saja. Belum lagi ketika markas militer mereka di Dhahran dan Al Khabar dibom. Seluruh biaya pembangunan ulang ditanggung oleh pihak kerajaan. Tak heran bila sudah sejak beberapa tahun yang lalu (1997), kerajaan Saudi sampai berhutang sebanyak 340 miliar riyal Saudi kepada Uni Emirat Arab. Ironis!

Ke mana dana minyak ini dimanfaatkan militer Amerika Serikat? Lebih ironis lagi, yakni untuk mengembargo Irak. Akibatnya: 1,5 juta umat Islam Irak meninggal karena kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Ini belum terhitung 400.000 nyawa umat Islam Irak yang meninggal karena gempuran Amerika dan sekutunya dalam perang Teluk serta ditambah dengan perang yang terjadi saat ini.

Lalu untuk membantu Israel mengokohkan eksistensinya di Palestina. Setiap sumbangan Amerika ke Israel akan diwujudkan Israel dalam bentuk peluru untuk membunuh umat Islam Palestina yang berjihad membebaskan kiblat pertama umat Islam tersebut.

Selain itu untuk membunuh umat Islam di Afghanistan dan menghancurkan pabrik obat umat Islam di Sudan. Membantu tentara Salib Filipina membantai umat Islam Moro. Membiayai seluruh gerakan kristenisasi di seluruh penjuru dunia.

Jadi betapa jelas peranan rezim Saudi dalam membantu perang Salib global yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Dan kehadiran Al Qa’idah dengan serangan-serangannya yang intensif di Jazirah Arabia semata-mata hanyalah untuk membebaskan dan membersihkan dua kota suci, Mekkah dan Madinah dari najis-najis kafir Amerika dan yang lainnya. Allahu Akbar.

Iran: Amerika Serikat Dalangi Campur Tangan Saudi Di Yaman

TEHERAN, — Setidaknya dua tentara Arab Saudi tewas dalam pertempuran terbaru, dan konflik itu telah lebih jauh meningkatkan ketegangan di kawasan itu, dengan peringatan Iran kepada Arab Saudi untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Yaman.

Ali Larijani, ketua parlemen Iran, kemarin menuduh Washington mendalangi pemboman Arab Saudi dari pemberontak Syi’ah di Yaman, situs parlemen dilaporkan.

“Peristiwa yang menyedihkan di negara Islam Yaman yang telah meningkat selama dua minggu dan campur tangan Arab Saudi di Yaman melalui pemboman oleh pesawat tempur berulang-ulang sungguh mengherankan,” seperti yang dikutip ketika Larijani mengatakan kepada deputi.

Dia menuduh Amerika Serikat berada di balik pengeboman, mengatakan: “Laporan menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dalam langkah yang menindas.”

Komentar Larijani datang kurang dari seminggu setelah Sanaa mengkritik “campur tangan” Iran dalam urusan mereka setelah Teheran mengecam intervensi regional dalam perang Yaman dengan para pemberontak dalam sebuah kiasan terselubung yang mengacu ke Arab Saudi.

Parlemen Iran juga menyerukan Organisasi Konferensi Islam untuk ikut campur tangan dalam menghentikan pembunuhan Muslim Yaman.

Pasukan Yaman dan Arab Saudi membombardir posisi pemberontak Syi’ah di sepanjang perbatasan antara kedua negara, menurut saksi dan pejabat militer.

Jet tempur Arab Saudi melanjutkan serangan mereka pada hari Sabtu (14/11/2009) malam dan membombardir tempat persembunyian pemberontak” di daerah perbatasan, kata saksi.

“Keadaan pada hari Ahad pagi relatif tenang tapi operasi udara terhadap daerah perbatasan terus berlangsung.”

Kehadiran militer Arab Saudi di wilayah Jizan telah meningkat selama dua hari, menurut koresponden AFP, yang mengatakan bantuan tersebut terlihat pada rute ke Khubah, dekat dengan posisi pemberontak.

Para pemberontak menyatakan mereka telah meluncurkan serangan kemarin di sebuah pangkalan militer Arab Saudi di Jizan untuk membalas kematian warga sipil yang tewas dalam serangan udara dan artileri.

“Setelah lebih dari delapan hari dari awal serangan artileri dan serangan udara Arab Sauditerhadap penduduk sipil di wilayah Yaman, hari ini … kita menyerang Harra, pangkalan militer Al Ain dengan roket Katyusha dan kebakaran terlihat di kamp itu,” para pemberontak mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Rezim Saudi harus meninjau ulang posisi agresif mereka terhadap orang-orang Yaman yang menolak ketidakadilan.”

Pasukan Arab Saudi telah melakukan penembakan dan pengeboman pada posisi pemberontak di 2.000 m daerah pegunungan di Jabal Dukhan, yang terbentang pada kedua sisi perbatasan, sejak November 2009, setelah pemberontak membunuh seorang penjaga perbatasan dan menduduki dua desa kecil di wilayah Saudi hari sebelumnya.

Riyadh telah mengatakan serangan udara dan pemboman akan berlanjut sampai pemberontak mundur puluhan kilometer dari perbatasan Saudi – Yaman.

Sementara itu, pasukan Yaman pada Sabtu malam mengebom posisi pemberontak di benteng mereka di provinsi Saada dan di Harf Sufyan di provinsi Amran, keduanya di utara Sanaa, seorang pejabat militer Yaman berkata.

“Bentrokan kuat meletus di Harf Sufyan antara tentara dan pemberontak, yang didukung oleh suku-suku,” kata pejabat, dengan menambahkan bahwa lima anggota suku tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Bentrokan itu terjadi setelah bala bantuan dari Sanaa tiba di Harf Sufyan untuk “membantu tentara menguasai daerah itu,” kata pejabat.

Korban yang dilaporkan berjatuhan dari kedua belah pihak dalam pertempuran di Saada. —

Iran Sebut AS dan Israel Dukung Arab Saudi Serang Al-Houthi

Anggota komisi keamanan nasional dankebijakan luar negeri di parlemen Iran, Hossein Ebrahimi menuding Rezim Zionis Israel dan AS bersekongkol dengan Arab Saudi menyerang warga Yaman. Hossein Ebrahimi  dalam wawancaranya dengan televisi Al-Alam mengkritik sikap Barat khususnya AS dan Inggris yang mendukung serangan Arab Saudi ke Yaman Utara. Ditambahkannya, negara-negara Arab yang bungkam melihat penderitaan warga Yaman adalah pengekor imperialis dan arogan dunia. Ia menegaskan kondisi di Yaman sangat bertentangan dengan konvensi internasional.

Ebrahimi mengatakan, mengingat para korban tewas dan cidera serta pengungsi Al-Houthi adalah muslimin tidak seharusnya Raja Arab Saudi yang mengklaim dirinya sebagai Khadimul Haramain Al-Syarifain (pelayan dua masjid suci, masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah) menyerang negara Islam lainnya. Menurutnya, Arab Saudi seharusnya membantu umat Islam. Dalam kesempatan tersebut, Ebrahimi menegaskan bahwa dukungan parlemen Iran terhadap warga tertindas adalah kewajiban Islam dan kemanusiaan mereka.

Ebrahimi mengatakan, lebih dari 250 anggota parlemen Iran membubuhkan tanda tangan dalam statemen yang mengutuk tindakan Arab Saudi terhadap warga Yaman. Pemerintah Yaman sejak 11 Agustus dengan bantuan Arab Saudi menggelar operasi untuk menghancurkan milisi Al-Houthi di Provinsi Saada, Yaman Utara. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, ratusan orang tewas termasuk puluhan warga sipil dan 150.000 lainnya mengungsi akibat perang di wilayah Yaman Utara.

Ahmadinejad: Rakyat Bolivia Sama dengan Bangsa Iran

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Bolivia, Evo Morales masing-masing menyatakan bahwa bangsa mereka berada dalam satu front dunia untuk mengupayakan kemajuan dan keadilan. Kantor Berita IRNA  melaporkan, Ahmadinejad mengatakan, Iran dan Bolivia mempunyai hubungan kuat dan kokoh yang berlandaskan persahabatan. Ditambahkanya, “Meski ditekan kekuatan imperialisme dan musuh-musuh kedua negara ini, namun kerjasama Iran dan Bolivia terus memberikan hasil.”

Ahmadinejad dalam acara penandatanganan nota kesepakatan dan kerjasama antara Bolivia dan Iran, mengatakan, “Bangsa Bolivia sama seperti bangsa Iran yang merupakan bangsa besar dan menghendaki keadilan. Meski kedua negara ini jauh dari sisi geografi, namun pandangan dan harapan kedua negara ini sangat dekat.” Ahmadinejad juga merasa puas akan peresmian proyek bersama di Bolivia. Dikatakannya, kerjasama kedua negara di bidang pembangunan pabrik dan pusat-pusat kesehatan telah sampai pada tahap final.

Dalam kesempatan tersebut, Morales menyampaikan rasa senangnya atas kedatangan Ahmadinejad di La Paz mengatakan, “Hubungan dan kerjasama Iran dan Bolivia di berbagai bidang kian kokoh dan tangguh.” Seraya mengapresiasi bangsa Iran dalam memerangi imprealisme, Morales menuturkan, “Selama imprealisme bercokol, perluasan dan pembangunan tidak akan terjadi, bahkan independensi dan kedaulatan akan kehilangan makna.”

Setelah berkunjung ke Bolivia, Ahmadinejad,  tiba di Caracas, ibukota Venezuela, yang disambut secara resmi oleh Presiden Hugo Chavez.

Militer Inggris Langgar HAM di Irak

Ali al-Mayali, Juru Bicara Fraksi Sadr di Parlemen Irak menuding militer agresor Inggris melanggar hak asasi manusia di Irak. Ali al-Mayali  kepada wartawan televisi al-Alam mengatakan, “Sejak pendudukan Irak tujuh tahun lalu, militer agresor Inggris dan Amerika Serikat melakukan penyiksaan terhadap rakyat Irak dengan berbagai cara dan melanggar hak asasi mereka.” Ditegaskannya, bangsa Inggris dan AS serta masyarakat dunia menentang berbagai bentuk penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia dan mereka menuntut hukuman bagi para pelanggar HAM di Irak.”

Menyinggung pembantaian 35 warga sipil Irak oleh tentara Inggris, al-Mayali menekankan, militer Inggris di Basrah secara terang-terangan melanggar hak asasi manusia dengan membunuh anak-anak dan menghancurkan rumah mereka.

Juru Bicara Fraksi Sadr ini menegaskan, militer Inggris dan AS adalah pasukan agresor dan bangsa Irak menyadari haknya untuk membela diri dan melawan mereka dengan berbagai cara. Ali al-Mayali mendesak pemerintah Irak membentuk komisi pencari fakta atas pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan agresor Inggris dan AS serta menyerahkannya ke mahkamah internasional. Jubir fraksi Sadr ini juga mendesak pemerintah Irak mengerahkan seluruh daya untuk menjamin hak warganya.

Hamas Tolak Pengalihan Kuasa dari Parlemen ke Dewan Pusat PLO

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menentang segala bentuk usulan pengalihan kekuasaan dari parlemen ke Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan menilai tindakan ini bermakna kudeta terhadap legitimasi parlemen dan bertentangan dengan undang-undang dasar.

Sebagaimana dilaporkan pusat penerangan Palestina dari Jalur Gaza, Salah Mohammad Al Bardawil, Juru Bicara delegasi Hamas di Parlemen Palestina,  mengkritik mental para pemimpin Fatah dan PLO yang memberikan keistimewaan kepada rezim Zionis dan Amerika Serikat, seraya menuding mereka menghalangi proses tercapainya kesepakatan nasional untuk menjauhkan Hamas dari arena politik Palestina.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Nasional Palestina, Salim al-Za’nun mengklaim bahwa friksi antara Hamas dan Fatah telah relatif mereda dan mengusulkan pertemuan di Dewan Nasional Palestina pada 15 Desember mendatang guna membahas pengalihan kekuasaan dari Parlemen Palestina ke Dewan Pusat PLO.


DOA PAGI DAN SORE HARI

IMAM HUSAIN BIN ALI BIN ABI THALIB

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Dengan nama Allah, dengan Allah, dari Allah,

Kepada Allah, di jalan Allah dan atas agama Rasulullah

Aku berserah diri pada Allah

Tiada kekuasaan dan kekuatan kecuali dengan

Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung

Ya Allah

Sesungguhnya aku menyerahkan diriku pada-Mu

Aku hadapkan wajahku ke hadapan-Mu

Aku serahkan urusanku pada-Mu

Kepada-Mu aku memohon ampun

dari seluruh kejahatan  di dunia dan akhirat

Ya Allah

Sesungguhnya Engkaulah yang mencukupiku dari setiap orang

Tiada seorang pun yang mencukupi aku dari-Mu

Maka cukupilah aku dari semua orang

yang aku khawatirkan dan yang aku takuti

berikan keluasan dan jalan keluar dari semua urusanku

Sesungguhnya Engkau mengetahui,

sedangkan aku tidak mengetahui

Engkau yang berkuasa sedangkan aku tidak kuasa

Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu

Dengan kasih-Mu

salafi adalah teroris perusak indonesia – malaysia yang dihadang oleh MAZHAB SYi’AH iMAMiYAH

Anda mungkin terkejut membaca judul diatas !

Terkesan fitnah ya ?

Ah tidak…

Sejak salafi masuk Indonesia – Malaysia maka radikalisme merajalela…

Salafi  pecah menjadi  dua aliran :

1. Salafi dakwah

ciri – ciri :

a. Mendukung Arab Saudi menyediakan pangkalan militer kepada Amerika Serikat ketika menyerang Irak pada PERANG TELUK I, fatwa pro Amerika ditanda tangani Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz yang membuat Usamah bin Ladin murka !!

b. Mendukung Irak ( Saddam Hussein ) menyerang Iran pada saat perang Irak – iran 1980 -1988, saat itu Amerika  Serikat + Sebagian negara negara Arab mendorong dorong pembunuhan massal terhadap 1 juta rakyat Iran

c. Loyal kepada kerajaan Saudi yang monarkhi absolut dan pro Amerika – Israel, sikap pro Amerika ditandai dengan fatwa fatwa ulam seperti Syaikh Albani yang meminta rakyat Palestina hijrah keluar dari Palestina

d. Gemar membid’ah – bid’ah kan orang

e. Berdakwah demi mendapat uang dari Arab Saudi, dalam tempo cepat ratusan pesantren / ma’had, majalah, bulletin, VCD dll  berkembang di Indonesia

f. Menghujat dan memfitnah syi’ah imamiyah melalui buku buku, majalah, VCD, web web internet dengan target agar mereka diakui oleh Nahdlatul Ulama (N.U) sebagai pembela ahlusunnah wal jama’ah yang harus diterima sebagai saudara N.U.. Taktik mereka berhasil, buktinya ALBAYYiNAT  dan SALAFi  bersatu menghadang  syi’ah.

g. Berupaya merebut basis basis NU  perkotaan, bahkan berupaya mengambil alih pengaruh masjid masjid NU  perkotaan

h. Anti Iran, segala hal yang berbau  syi’ah dan Iran berupaya mereka hanguskan, ini tidak lepas dari politik Arab Saudi dan Amerika Israel yang anti Iran. Aliran dana dari CIA dan Arab Saudi sangat deras untuk memuluskan proyek ini !

i. Gemar mengutak atik bahkan memalsukan kitab kitab ulama salaf demi memuluskan ajaran wahabi (pemalsuan)

j. Merekayasa berbagai aksi anarkhisme terhadap jama’ah syi’ah di Indonesia, taktik ini cukup berhasil

.

2. Salafi  jihadi

tokoh tokoh : Abubakar ba’asyir, Amrozi, Imam Samudera, Noordin M Top, Doktor Azahari, Osama bin Laden

ciri ciri :

a. Gampang mengkafir kafir kan orang lain

b. Gemar  mengesahkan aksi radikalisme seperti pemboman dan anarkhisme, bahkan diantara mereka adalah pelaku langsung  anarkhisme dan pengeboman, bahkan tidak segan segan melakukan aksi bom bunuh diri yang terkadang membuat orang islam sendiri terbunuh dan ekonomi umat islam hancur

c. Ingin mendirikan negara Islam, tetapi tidak jelas bagaimana format negara Islam yang mereka inginkan, apakah monarkhi saudi atau khilafah gaya Hizbut Tahrir ?? tidak jelas

d. Berdakwah dengan cara radikal, tidak simpatik

===================================================

KESiMPULAN :

salafi adalah teroris perusak indonesia – malaysia yang dihadang oleh MAZHAB SYi’AH iMAMiYAH

.

wahabi

saudaraku….

Mei 7, 2010

Raja Abdullah, pemimpin Arab Saudi dikenal dekat dengan AS. Bahkan terhadap mantan presiden AS George W. Bush, Raja Abdullah banyak memberikan bantuan secara finansial dan juga keleluasaan dalam menentukan kebijakan militer AS dan Barat di Arab Saudi yang juga berimbas pada kawasan Timur Tengah.

Tidak jauh dengan rajanya, tentara Arab Saudi pun mau tak mau menjadi akrab dengan tentara AS. Ibaratnya, guru kencing berdiri, ya murid pun kencing berlari. Mereka sering mengadakan acara bersama. Mulai latihan perang bersama, sampai acara santai. Berikut foto-foto yang menunjukan betapa “mesranya” hubungan antara tentara AS dan Arab Saudi.

Seorang komandan tentara Saudi menyambut kedatangan para tentara AS.

Para pembesar militer AS tengah menyusun rencana, sementara tentara-tentara Saudi Arabia merubunginya.

“Nih lihat, iPhone terbaru. Di sini  udah ada belum?” Mungkin begitu kata si tentara AS pamer gadget terbarunya.

Dua komandan berbeda negara, berbeda ideologi saling menjabat tangan dalam acara sarasehan.

“Ha ha ha…. situ bisa aja. Bercandanya jangan kelewatan dong!”

Seorang perwira AS tengah memberikan briefing pada tentara Saudi.

Dan kini, tentara AS pun bebas jalan-jalan atau sekadar olah raga di kota-kota Saudi. Dipandu tentara Saudi lagi.

=============================================================

 http://qitori.wordpress.com/Wawancara Dengan Habib Ali Hasan Bahar :

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.

Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, berbagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi. Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,” ujar Habib Ali Hasan Bahar, mantan Ketua Habaib DKI Jakarta, kepada Moh Anshari dari Indonesia Monitor, Kamis (20/8).

Berikut ini petikan wawancara dengan alumunus Universitas Kerajaan Yordania yang kini aktif di Islamic Centre Kwitang dan UIN Jakarta itu.

Bagaimana awal kemunculan aliran Wahabi?

Wahabi itu diidentifikasi sebagai satu kelompok yang mengaku sebagai pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Kemunculannya di Jazirah Arab dimaksudkan untuk membersihkan akidah dari perilaku-perilaku syirik. Pencetusnya adalah Muhammad bin Abdul Wahab.

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?

Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu. Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?

Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif. Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?

Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab, edisi hari ini, Kamis (20 / 8), ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?

Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras. Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?

Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya. Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan. Saya masih teringat satu buku yang ditulis oleh Sholeh Al-Wardani asal Mesir berjudul ‘Fatwa-fatwa bin Baz’. Buku itu mengritisi fatwa-fatwa Grand Mufti (Juru Fatwa Agung) Saudi Arabia Abdul Aziz bin Baz yang mengeluarkan fatwa untuk berjihad ke Afghanistan.

Apanya yang aneh dari fatwa itu ?

Kenapa fatwa itu memerintahkan berjihad ke Afghanistan, kenapa tidak ke Palestina? Itu menjadi tanda tanya besar. Nah, di buku itu dianalisa dan diduga bahwa di balik fatwa itu ada dikte dan intervensi atau arahan dari kepentingan tertentu (asing).

Menurut Anda, ada kepentingan apa di balik fatwa itu?

Kader-kader Wahabi yang berjihad ke Afghanistan itu sebenarnya hasil rekayasa intelijen Eropa Barat untuk menghabisi pengaruh komunisme Eropa Timur di Afghanistan. Afghanistan menjadi lahan pertempuran dua ideologi; ideologi Barat dan ideologi Timur. Sepertiya betul kesimpulan Sholeh Al-Wardani yang mengatakan bahwa sepertinya ada tangan-tangan tertentu yang menunjuk dan mengarahkan fatwa jihad Wahabi itu.

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Muhammadiyah sering di identikkan dengan Wahabi. Apakah berdirinya Muhammadiyah juga bagian dari proyek Wahabi di Indonesia?

Kita tidak bisa mengatakan seratus persen seperti itu. Tapi yang bisa kita buktikan memang kiblat dari mayoritas pengikut Muhammadiyah itu adalah mazhab Ahmad bin Hambal, sebagaimana Wahabi. Dan madzab ini pusatnya di Arab Saudi. Tapi saya melihat tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan itu masih belum sampai bercorak Wahabi melainkan lebih tepat ke pengikut Hambali. Sebab, Ahmad Dahlan sangat toleran, berbeda dengan ciri-ciri Wahabi (yang tidak toleran kepada mazhab Islam lainnya).

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?

Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini.

Albayyinat Kecewa Pernyataan Pengurus MUI Soal Syiah

Albayyinat Kecewa Pernyataan Pengurus MUI Soal Syiah

Selasa, 03 Mei 2011 14:23 Redaksi

Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Albayyinat  “yang terpengaruh ajaran salafi wahabi radikal”  hari Selasa (3/5) menyampaikan surat keberatan atas pernyataan salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Umar Shihab tentang Syiah saat berceramah di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, baru-baru ini.

Seperti diketahui, dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah pelajar di kota Qom, Iran Kamis (28/4)  lalu,  pengurus MUI itu sempat mengatakan  bahwa Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

Pernyataan Umar Shihab yang dikutip salah satu website Ahlul Bait, http://abna.ir berjudul “Pertemuan ketua MUI dengan Pelajar Indonesia di Iran: Ketua MUI: Syiah Itu Sah dan Benar sebagaimana Madzhab dalam Islam”. langsung membuat peneliti aliran Syiah itu beraksi

Sebagaimana diketahui,  dalam salah satu pernyataan dalam sesi tanya jawab saat berkunjung ke Qom, Iran, Prof.Umar Shihab sempat menjawab penanya dengan mengatakan, MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

“Misalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan bukan keputusan MUI sebagai sebuah organisasi.” Jelas beliau.

Jawaban Umar Shihab ini disampaikan ketika ada yang bertanya, bisakah MUI wilayah di daerah mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Pusat?

Selain menemui para pelajar Umar juga bertemu Sayyid Farid, seorang ulama Iran yang sering berkunjung ke Indonesia bertempat di kediamannya di Mujtama Maskuni Ayatullah Sistani, Qom.  Kedatangan Umar Shihab didampingi Dr. Khalid Walid, Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI yang saat itu memberikan sambutan pengantarnya dengan menjelaskan kedatangan rombongan MUI ke Iran atas undangan  Majma Taghrib bainal Mazahib.

“Dalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, di antaranya, atas nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama. Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam, ” jelas Dr. Khalid sebagaimana dikutip situs resmi ahlulbait

Pernyataan  Kiyai Haji  Umar  Shihab disambut sujud syukur oleh sejumlah ulama Aceh, menurut penelusuran web ini, sejumlah ulama Aceh yang minta namanya di rahasiakan :  “Umar Shihab ulama cerdas !”

April 12, 2010

Ketaqwa’an Raja Arab Saudi Yang Wahhabi nan Salafy

.

George Bush, Presiden Cina Hu Jintao, dan Raja Salafy Wahhabi Lagi Asyik Ber-Toast-ria.

.

Ustad Syi’ah Ali berkata :

Beginilah “Khadimul Haramain”, Raja Abdullah ibn Abdil Aziz memperagakan pengalaman yang tepat dan kâffah dalam “berpegang teguh” dengan syari’at Islam yang melarang meniru dan bertasyabbuh dengan kaum Yahdi, Nashrani dan orang-orang kafir!!

Wahai saudaraku pemegang hak paten Mazhab Salaf Shaleh (PS2) apakah Anda berprasangka baik/husnudzdzan bahwa yang sedang ditenggak raja kebanggaan ulama mazhab Wahabi-Salafy bersama penjahat perang yang tangannya berlumuran darah-darah suci umat Islam itu adalah air Zamzam?! Bukan wisky?!

Baiklah, mari kita berhusnudzdzan bahwa itu adalah menimun yang halal, terus bagaimana dengan budaya “Toast” yang diperagakan Raja Salafy-Wahabi itu, bukankah itu  budaya orang kafir?, yang tidak dikenal dalam syariat Nabi Muhammad Saw? bukankah seorang ulama besar dan mantan mufti dinasti al-Saud Bin Baz kebanggaan wahhabi-salafy pernah mengharamkan bertepuk tangan dengan alasan bertasyabuh dengan orang-oramg kafir, lalu mana fatwa Dewan Fatwa Kerajaan Wahhabi-Salafy Saudi Arabia (Hai’ah al Kibar al Ulama) tentang hukum ber-”Toast” yang jelas-jelas bertasyabuh dengan orang-0rang kafir itu?!

Apakah Nabi Muhammad saw.pernah mencontohkan prilaku “miring” tradisi “Toast” atau “Ting Tung” alias minum bareng seperti itu apalagi dengan penjahat perang?

Di manakah ulama Wahabi-Salafy Arab itu sehingga membiarkan rajanya melakukan adegan bermesraan dengan penjahat perang, dan ber-toast-ria?! Apakah semua ulama Wahhâbi itu buta? Atau pura-pura buta? Atau mereka adalah sekawanan para penjilat yang berkedok agamis? Atau memang mereka juga alat Imprialisme Barat/Amerika dan kaki tangan Zionis?

Mengapakah kaum Salafi-wahhabi di tanah air juga menjadi tuli dan buta dari menyaksikan kenyataan ini?!

Wahai saudaraku kaum Muslimin, tanah suci kaum Muslimin harus dibebaskan dari cengkeraman kaum yang tidak memelihara kesucian Haramain!

Kota suci Mekkah dan Madinah bukan milik kaum Wahhabi Salafy bukan pula milik keluarga kerajaan Arab Saudi! Berdasarkan ayat Al Qur’an, Allah SWT menjadikannya untuk umat manusia yang mukmin guna menegakkan penghambaan kepada Allah!

***********************

.

Galery Foto Keluarga Kerajaan Saudi Al Wahhabi Al Salafy

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz  dengan Paus Bennedict

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz dengan Tokoh Yahudi

.

Cipika-cipiki Raja Abdullah dengan Sang Tuan George Bush

.

Raja Abdullah memberikan medali penghargaan untuk sang boss Mr. Bush

.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz,…Thank you Bos !

.

Lagi medali penghargaan untuk sang Tuan Baru Mr. Obama, dari Raja Abdullah bin Abdul Aziz -Amir wahabiyyun Salafiyyun-

.

Tuan Bush dan Abdullah bin Abdul Aziz bergandengan tangan

.

Bergandengan Tangan Raja Abdullah dengan sang Tuan Mr. Bush Senior dan Staf  Dick Cheney dan Jenderal Perang Teluk Colin Powell

.

Raja Abdullah dan Obama dan di Belakang Lukisan Mendiang Raja-Raja Saudi Yang Telah Al Marhum, Bagaimana dengan Fatwa ulama Wahhabi-Salafy yang mengharamkan lukisan dan foto?

Dari kiri, Raja Abdullah (Saudi), Menlu Arab Saudi, Saud Al-faisal, Raja Abdullah (Jordan), dan Tuan Mereka Mr.George Bush

\

Iran:
Ayatullah Shafi Gulpaigani Protes Penghinaan atas Qur’an dan Masjid di Bahrain
Ayatullah Shafi Gulpaigani dengan penentangan beliau atas pembakaran dan perusakan masjid di Bahrain berikut diamnya umat islam Dunia Internasional atas tindakan keji yang telah dilakukan itu menuntut para ulama Islam untuk mengirimkan para peneliti mereka untuk melihat langsung kejadian mengenaskan tersebut di Negara Bahrain.

Menurut kantor berita ABNA, Hadrat Ayatullah Shafi Gulpaigani pada pesan keras yang ditujukan atas pembakaran Qur’an Karim dan perusakan masjid-masjid di Bahrain memprotes dan menuntut kepada seluruh ulama dunia untuk mengirimkan peneliti mereka sebagai pembuktian ke Bahrain. Pada sebagian dari pesannya beliau juga mencela diamnya berbagai Negara  besar, PBB, organisasi-organisasi internasional dan persatuan Negara-negara Islam, beliau menekankan,” Jika umat Islam dengan dibakarnya al-Qur’an oleh seorang pastur Kristen melakukan aksi protes dan rasa berbelasungkawa sekarang ini tentara Ali Khalifah dan Ali Su’ud yang mengakungaku sebagai pengkhidmat Haramain sedang membakar alqur’an-alqur’an di masjid-masjid umat Islam di depan mata umat Islam. Selain itu masjid-masjid pun diruntuhkan, satu sisi Amerika dan para pendukungnya menilai bahwa tindakan ini sebagai tindakan dibawah payung hukum. Organisasi PBB dan pusat perlindungan hak-hak Kemanusiaan dan OKI dengan diamnya mereka telah menunjukkan persetujuannya atas peristiwa tersebut.”

Isi pesan lengkap dari Ayatullah Shafi Gulpaigani sebagai berikut:

Dengan  menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyanyang.

Rasulullah bersabda,

«اذا التبست عليكم الفتن كقطع الليل المظلم فعليكم بالقرآن»

” Jika datang fitnah kepada kalian seperti gelapnya malam maka bersandarlah kalian pada Al-Qur’an”

Ulama Islam, pencinta perdamaian, pembela hukum dan pembela agama Islam yang mulia, dan penjaga al-Qur’an Majid; Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kembalilah kepada Qur’an dan kita menangis dan bertindak dengan kuasa Allah swt dan Kekuatan-Nya, Negara-negara besar Islam sekarang ini menjadi saksi pergerakan besar kebangkitan Qur’ani Islami untuk melepaskan diri dari penjajahan dan merindukan kemerdekaan. Orang-orang yang ingin pergi dari cengkraman penguasa-penguasa pongah dunia. Suara takbir sudah sampai ditelinga umat islam seluruh dunia. Demonstrasi dan perkumpulan aksi yang dilihat oleh Negara timur dan barat, dan sesungguhnya suara tauhid” Qulu lailaha illallah tuflihu, katakanlah wahai kalian bahwa tiada tuhan kecuali Allah maka kalian akan mendapatkan pertolongan” dapat didengar oleh seluruh penduduk berbagai belahan dunia. Apakah ini tidak cukup untuk menjadi media pemersatu?

Satu sisi Negara-negara syaithani para pembenci keadilan pada zaman ini telah bersama-sama bergandengan. Para penjaganya seperti Amerika dan Negara-negara Eropa didalam penduduk muslim berdiri tegar menghadang pergerakan suci penuntut keadilan tadi.

Mereka menyadari dan memahami arti pergerakan ini sehingga berupaya keras untuk memandulkannya, dengan berlandaskan pada kehinaan dan keangkuhan mereka terus melakukan penekanan, namun dengan pertolongan Allah swt usaha mereka tidak membuahkan hasil dihadapan pergerakan Islami tersebut, mereka nantinya akan dihukumi.

Muslimin Bahrain, kawasan ini yang merupakan kawasan muslim akan menjadi sebuah titik pancar munculnya permulaan matahari Islami, dan dalam pergerakan ini dan juga pergerakan di Dunia Arab yang berupaya menentang kekuasaan arogansi Amerika bersama-sama dalam satu tujuan dan suara menginginkan pemerintahan berkedaulatan rakyat dan berdasarkan keadilan. Mereka menyampaikan aspirasi dengan aksi demonstrasi damai dan jauh dari tindakan fisik merusak. Sosok seperti Ali Khalifah yang cukup berkuasa pada mereka demi menghormati hak-hak masyarakat diundang untuk bisa mendengarkan harapan dan tuntutan masyarakat, sehingga Ali Khalifah mau mengabulkan harapan dan tuntutan islami yang diinginkan masyarakat.

Tetapi arogansi Amerika demi kepentingannya sendiri tidak mau membuang peluang emas, dengan pertemuan rutin menteri pertahanannya dengan Arab Saudi dan Bahrain membawa pemerintahan Ali Su’ud ke Bahrain sehingga bisa mengirimkan angkatan bersenjatanya.

Sampai sekarang tentara yang dikirim sudah berada di Bahrain selama kurang lebih satu bulan, pasukan yang dimanfaatkan untuk mempertahankan pemerintahan Bahrain yang dhalim, dan para tentara Arab Saudi dengan tanpa rasa kasih sayang sedikitpun melakukan pemutusan keturunan dan pembantaian laki-laki dan wanita baik masih belia atau sudah tua, bahkan mereka juga melakukan penganiayaan dan penyiksaan pada para pasien rumah sakit.

Serangan  ke sekolah-sekolah perempuan dan sekolah-sekolah laki-laki terus mereka lakukan, mereka terus melakukan berbagai kriminalitas, anggota yang bergabung disini ini memiliki sisi yang banyak dan bertindak dengan sangat mengerikan.

Apa yang kami tujukan kepada para Ulama berbagai Negara dan berbagai Organisasi yang ada dan juga masyarakat muslim dan masyarakat Qur’ani yang berada di Negara Islam maupun non Islam seperti Mesir Turki, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Afganistan, dan berbagai kawasan Negara yang lain.

Kami nasehatkan  untuk memberikan perhatian kepada penghilangan kemuliaan Qur’an dan Masjid yang dilakukan oleh tentara Arab Saudi dan tentara Ali Khalifah. Mereka telah berani membakar Qur’an dan hampir 30 Masjid besar mereka rusak ratakan dengan tanah.

Ini menjadikan setiap umat Islam tenggelam dalam kesedihan, jika umat Islam  merasa geram terhadap pemabakaran Qur’an oleh seorang pastur Kristen dengan menggelar berbagai aksi protes sekarang ini di Bahrain pasukan Ali Su’ud yang mengaku sebagai pengkhidmat Dua Haram Suci dan Ali Khalifah Qur’an di Kota muslim dihadapan mata umat Islam dibakar, dan masjid-masjid mereka hancurkan, kedatangan Amerika di Bahrain pun dinilai sebagai hal yang telah melalui jalur hukum, sedang Organisasi bangsa-bangsa dan berbagai organisasi hak asasi manusia  hanya diam seribu bahasa menyetujui hal itu. Mengapa masyarakat Islam di Dunia dan petinggi-petinggi masyarakat agamis dan budaya seperti orang(sok) mulia hanya diam semata? Bahkan untuk pembakaran Qur’an dan perusakan Masjid pun mereka tidak tergerak untuk menentang?

Mengapa mereka tidak mengirim utusan untuk menganalisa dan meneliti secara langsung kerugian dan penghinaan ini di Negara Bahrain sehingga bisa melihat dengan jelas dan dekat kebejatan yang sudah dilakukan? Mengapa dalam menjalankan amalan Qurani mereka pilih-pilih?.

Semua organisasi, Masjid, Yayasan sebagai kewajiban agama harus segera mengambil tindakan. Mereka harus mengirimkan bantuan untuk mencegah penghinaan yang dilakukan pasukan Ali Su’ud dan Ali Khalifah pada Qur’an dan Masjid umat Islam ke Negara Bahrain.

Masjid-masjid Syiah yang Dihancurkan Tentara Saudi di Bahrain

Menyedihkan, untuk menghentikan revolusi rakyat dan membungkam suara-suara penuntut keadilan, tentara bayaran Saudi memusnahkan beberapa masjid di Bahrain.
Menurut Kantor Berita ABNA, berikut daftar nama-nama masjid yang telah dimusnahkan di Bahrain oleh tentara Saudi dan pasukan keamanan Bahrain sendiri:1. Masjid Imam Sadiq di Salmabad.
2. Masjid Rasul A’zam di kota Karzakan.
3. Masjid al-Barbaqi di wilayah A’ali pada 17 April.4. Masjid Al-Watiyya yang dikenali sebagai Qaddam al-Mahdi di perkampungan Mahuz.
5. Masjid Imam Jawad di Hamad.
6. Masjid Imam Hasan Al-Askari di Manama pada 15 April.
7. Masjid Fadak Az-Zahra di Hamad pada 14 April.

Satu harapan kita semoga dipercepat pengiriman bantuan dari berbagai Negara muslim dan pusat keilmuan ke Negara Bahrain, setidaknya menunjukkan aksi penolakan dan pengecaman atas penghinaan besar ini.

(*)

syi’ah mengkritik sunni cuma sebatas wacana ilmiah debat intelektual, jadi syi’ah tidak anarkhis brutal menyerang orang  seperti  kelakukan  para  teroris

Pengamat politik membandingkan kejahatan yang dilakukan oleh Arab Saudi dengan brutalitas Israel, menyusul invasi militer Riyadh ke Bahrain dalam rangka membantu memadamkan protes anti-pemerintah.

Pada tanggal 14 Maret, Arab Saudi mengirim seribu pasukannya ke Bahrain untuk menindak para pengunjuk rasa Bahrain yang menuntut pengakhiran dinasti al-Khalifa.

Hal ini mendorong pengamat politik untuk meninjau kembali kejahatan rezim Saudi sepanjang sejarah dan mengemukakan pertanyaan, apakah bedanya rezim Saudi dan Israel?”

Rezim Zionis menginvasi Palestina dan mengganti namanya menjadi Israel, dan dinasti Saudi menyerang Hijaz dan menjadikan nama keluarga sebagai nama negara Arab Saudi.

Israel menyerang Lebanon dan Gaza dengan dalih mewujudkan keamanan sementara Saudi melancarkan serangan terhadap warga sipil Bahrain guna mencegah gelombang protes anti-pemerintah itu menyebar menyebar ke Arab Saudi

Israel melanggar berbagai ketentuan internasional dan penggunaan senjata non-konvensional terhadap warga Gaza dan Lebanon. Adapun Arab Saudi menggunakan peluru tajam dan gas saraf dalam menyerang warga Bahrain yang sedang menggelar protes damai.

Israel menyerang area permukiman, rumah sakit dan sekolah-sekolah, sementara Arab Saudi menyerang ambulans dan rumah sakit di Bahrain.

Israel mengandalkan penculikan, pemboman dan berbagai operasi teror ke negara lain demi mempertahankan hegemoninya. Adapun Saudi telah menyiapkan AlQaeda guna melanggengkan dominasinya dan mengirim kelompok teroris ke Irak guna melancarkan teror di pendudukan tersebut.

Dengan perbandingan tersebut, masih belum jelas pula siapa yang yang lebih kriminal dan kejam antara Israel dan Arab Saudi. Namun satu fakta yang pasti bahwa keduanya mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat

.
AKHIR-AKHIR INI, di Tanah Air kita muncul banyak sekali kelompok-kelompok pengajian dan studi keislaman yang mengidentitaskan diri mereka sebagai pengikut dan penyebar ajaran para Salaf Saleh. Mereka sering mengatasnamakan diri mereka sebagai kelompok Salafi. Dengan didukung dana yang teramat besar dari negara donor, yang tidak lain adalah negara asal kelompok ini muncul, mereka menyebarkan akidah-akidah yang bertentangan dengan ajaran murni keislaman baik yang berlandaskan al-Quran, hadis, sirah dan konsensus para salaf maupun khalaf. Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir, zindiq dan munafiq, mereka ubah tujuan teks-teks tersebut untuk menghantam para kaum muslimin yang tidak sepaham dengan akidah mereka. Mereka beranggapan, bahwa hanya akidah mereka saja yang mengajarkan ajaran murni monoteisme dalam tubuh Islam, sementara ajaran selainnya, masih bercampur syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang harus dijauhi, karena sesat dan menyesatkan. Untuk itu, dalam makalah ringkas ini akan disinggung selintas tentang apa dan siapa mereka. Sehingga dengan begitu akan tersingkap kedok mereka selama ini, yang mengaku sebagai bagian dari Ahlusunnah dan penghidup ajaran Salaf Saleh

E-mail Cetak PDF

//

“Wajah ekstremis Islam, yang membenarkan kekerasan dan menggerakkan kebencian, merefleksikan kepentingan orang kaya dan penguasa. Wajah itu dimiliki oleh ideologi yang dikenal sebagai Wahhabisme, sebuah “kultus mati” yang merupakan ajaran resmi penguasa Kerajaan Saudi.” (Stephen Sulaiman Schwartz, Dua Wajah Islam; Moderatisme vs Fundamentalisme dalam Wacana Global).

Peristiwa pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Jakarta bulan Juli lalu mencuatkan fenomena menarik. Aksi teror kali ini tidak hanya dikaitkan dengan yang disebut jaringan atau kelompok teroris, seperti Jamaah Islamiyah dan lain sebagainya. Tapi dikembangkan lebih luas lagi hingga menyentuh akar ideologis dari terorisme. Disinilah isu Wahabi muncul.

Fenomena ini tentu saja menarik, karena tampak sekali ada upaya pembentukan opini masyarakat bahwa Wahabi adalah ideologi sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada jaringan teroris, karena merupakan paham ekstrem yang mengajarkan doktrin-doktrin terorisme sehingga setiap pengikutnya, sadar ataupun tidak, berpotensi menjadi teroris. Karena itu wajar jika ada pihak yang meminta agar pemerintah lebih mengantisipasi gerakan Wahabi di Indonesia.

Ada apa dengan Wahabi? Apa itu Wahabi? Apa saja ajaran-ajaran Wahabi? Benarkah Wahabi mengajarkan doktrin terorisme? Mengapa stigma terorisme begitu cepat dilekatkan kepada Wahabi? Bagaimana Wahabi masuk ke Indonesia? Siapakah representasi Wahabi di Indonesia? Masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dimunculkan terkait isu Wahabi dan terorisme ini.

Pada hakekatnya, kelompok yang mengaku sebagai salafi yang dapat kita temui di Tanah Air sekarang ini, mereka adalah golongan Wahabi yang telah diekspor oleh pamuka-pemukanya dari dataran Saudi Arabia. Dikarenakan istilah Wahabi begitu berkesan negatif, maka mereka mengatasnamakan diri mereka dengan istilah Salafi, terkhusus sewaktu ajaran tersebut diekspor keluar Saudi.

Kesan negatif dari sebutan Wahabi buat kelompok itu bisa ditinjau dari beberapa hal, salah satunya adalah dikarenakan sejarah kemunculannya banyak dipenuhi dengan pertumpahan darah kaum muslimin, terkhusus pasca kemenangan keluarga Saud -yang membonceng seorang rohaniawan menyimpang bernama Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- atas semua kabilah di jazirah Arab atas dukungan kolonialisme Inggris. Akhirnya keluarga Saud mampu berkuasa dan menamakan negaranya dengan nama keluarga tersebut. Inggris pun akhirnya dapat menghilangkan dahaga negaranya dengan menyedot sebagian kekayaan negara itu, terkhusus minyak bumi. Sedang pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, resmi menjadi akidah negara tadi yang tidak bisa diganggu gugat. Selain menindak tegas penentang akidah tersebut, Muhammad bin Abdul Wahab juga terus melancarkan aksi ekspansinya ke segenap wilayah-wilayah lain diluar wilayah Saudi

.

Sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf, salah satu ulama Ahlusunnah yang sangat getol mempertahankan serangan dan ekspansi kelompok wahabisme ke negara-negara muslim, dalam salah satu karyanya yang berjudul “as-Salafiyah al-Wahabiyah” menyatakan: “Tidak ada perbedaan antara salafiyah dan wahabiyah. Kedua istilah itu ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. Mereka (kaum salafi dan wahabi) satu dari sisi keyakinan dan pemikiran. Sewaktu di Jazirah Arab mereka lebih dikenal dengan al-Wahhabiyah al-Hambaliyah. Namun, sewaktu diekspor keluar (Saudi), mereka mengatasnamakan dirinya sebagai Salafy”. Sayyid as-Saqqaf menambahkan: “Maka kelompok salafi adalah kelompok yang mengikuti Ibnu Taimiyah dan mengikuti ulama mazhab Hambali. Mereka semua telah menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai imam, tempat rujukan (marja’), dan ketua. Ia (Ibnu Taimiyah) tergolong ulama mazhab Hambali. Sewaktu mazhab ini berada di luar Jazirah Arab, maka tidak disebut dengan Wahabi, karena sebutan itu terkesan celaan”. Dalam menyinggung masalah para pemuka kelompok itu, kembali Sayyid as-Saqqaf mengatakan: “Pada hakekatnya, Wahabiyah terlahir dari Salafiyah. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang yang menyeru untuk mengikuti ajaran Ibnu Taimiyah dan para pendahulunya dari mazhab Hambali, yang mereka kemudian mengaku sebagai kelompok Salafiyah”.

Dalam menjelaskan secara global tentang ajaran dan keyakinan mereka, as-Saqqaf mengatakan: “Al-Wahabiyah atau as-Salafiyah adalah pengikut mazhab Hambali, walaupun dari beberapa hal pendapat mereka tidak sesuai lagi (dan bahkan bertentangan) dengan pendapat mazhab Hambali sendiri. Mereka sesuai (dengan mazhab Hambali) dari sisi keyakinan tentang at-Tasybih (Menyamakan Allah dengan makhluk-Nya), at-Tajsim (Allah berbentuk mirip manusia), dan an-Nashb yaitu membenci keluarga Rasul saw (Ahlul-Bait) dan tiada menghormati mereka”.

Jadi, menurut as-Saqqaf, kelompok yang mengaku Salafi adalah kelompok Wahabi yang memiliki sifat Nashibi (pembenci keluarga Nabi saw), mengikuti pelopornya, Ibnu Taimiyah.

Pasca perang Teluk Kedua 1991, Menteri Pertahanan Amerika, Colin Powel, menegaskan, AS akan menutup 150 pangkalan militernya yang telah bertahan selama 45 tahun di Eropa, dan memindahkannya ke pangkalan-pangkalan militer rahasia dan baru di Kuwait, Qatar, Saudi, Oman, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, menurut seorang pejabat Amerika yang dikutip kantor berita AP, saat ini ada sekitar 5.000 serdadu Amerika yang diposkan di Arab Saudi dan kebanyakan mereka ditempatkan dekat Riyadh. Kerjasama militer Amerika dan Arab Saudi sudah menjadi kebutuhan kedua belah pihak dan akan berlanjut terus terutama dalam masalah pelatihan dan impor peranti keras. Saat ini, di Pangkalan Udara Prince Sultan, Saudi Arabia terdapat sekitar 100 pesawat tempur.

Majalah Washington Post edisi jum’at 28/9/2001 memuat pernyataan penguasa Amerika, bahwa pemerintah Saudi telah memutuskan untuk mengijinkan (setelah mendapat restu dari para ulama kaki tangan penguasa) tentara Amerika yang bertebaran di dalam negaranya –termasuk angkatan udara- untuk bekerja sama dalam memerangi umat Islam di Afghanistan, dan majalah itu menunjukkan bahwasanya kementrian pertahanan Amerika telah kosong lantaran sikap ini dengan pertimbangan memindahkan markas komandonya ke negara teluk yang lain.

Sebagaimana menteri luar negeri kerajaan Saudi Al-Faishol menyatakan pada hari Rabu 26/9/2001, bahwa negaranya akan melaksanakan kewajibannya dan bahwasanya ‘perang melawan teroris’ ini harus tidak terbatas pada penangkapan pelaku-pelaku peledakan, akan tetapi mencakup juga jaringan-jaringan bawah tanah yang membantu para teroris.

Sebenarnya, hubungan kerja sama antara Amerika dan Arab Saudi sudah terjadi bahkan sebelum Operasi Badai Gurun dalam Perang Teluk 1991 (yang membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak) dan terus berlangsung setelah perang dengan Irak.

Mantan presiden Amerika, Richard M. Nixon dalam memoarnya menulis: “Untuk pertama kalinya, eksistensi militer AS secara besar-besaran di kawasan ini terjadi pada pertengahan 1367 H/1948 M, melalui Doktrin Truman, yang memberi mandat pembentukan divisi pasukan khusus keenam, yang semula mengendalikan armada AL Amerika Keenam.

Arab Saudi kembali membuka wilayahnya untuk pasukan kuffar Salib pada tahun 1990, ketika lebih dari 500 ribu serdadu Amerika datang ke jazirah Arab tersebut. Jumlah ini menambah puluhan ribu serdadu Inggris, dan Prancis, yang sudah lebih dulu datang sebagai reaksi terhadap invasi Irak ke Kuwait.

Setelah Kuwait dibebaskan dalam Operasi Badai Gurun, Amerika tetap mempertahankan beberapa ribu serdadu angkatan udaranya dan belasan pesawat tempur untuk membuat zona larangan terbang di atas Irak.

Sejak itu, pemerintahan kafir Washington mulai membangun pusat komando udara di tempat itu, dan menghabiskan dana senilai US$ 45 juta demi menjadikannya sebagai pusat komando operasi udara canggih, yang mengkoordinasi serangan udara ke Irak dan Afganistan pada akhir 2001.

Beberapa pengkhianatan yang dilakukan rezim Saudi menurut Syaikh Usamah Al  wahabi  adalah:

1. Mengizinkan penempatan tentara Amerika di Saudi.

Dikatakan Syaikh Usamah wahabi, “Tanah ini sekarang dipenuhi tentara Amerika dan sekutu-sekutu mereka. Rezim yang berkuasa tidak mampu lagi memerintah tanpa dukungan dan bantuan mereka. Rezim ini telah mengkhianati umat Islam dan mendukung orang kafir, membantu mereka menghadapi umat Islam.”

Dengan membuka jazirah Arab bagi orang-orang kafir, maka rezim ini telah bertindak menentang sabda Nabi Muhammad saw., ”Usirlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab.” (HR Bukhari). Juga sabda beliau saw., “Jika aku hidup lebih lama lagi, Insya Allah aku akan mengusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab.” (Al-Jami’ush-Shagir, hadits sahih).

Dengan mengizinkan bercokolnya tentara Amerika di Tanah Suci, menurut Syaikh Usamah, maka sama saja, Raja Arab Saudi telah mengalungkan Salib di dadanya sendiri. “Tanah dan negeri ini sekarang terbuka bagi orang-orang kafir dari Utara sampai Selatan dan dari Timur sampai ke Barat.”

Syaikh Usamah juga membantah peryataan pemerintah Saudi bahwa keberadaan tentara Amerika di sana adalah bersifat sementara untuk melindungi kedua tempat suci umat Islam. Sudah sekian tahun tentara Amerika tetap bercokol di Saudi. Apalagi pemerintah Saudi juga menolak menggantikan tentara Amerika dengan tentara Islam.

Padahal, setelah terjadinya peristiwa peledakan di Al Khobar, 1995, Menteri Pertahanan Amerika William Pery menyatakan, “Kehadiran tentara Amerika adalah untuk menjaga kepentingan Amerika.”

2. Penahanan terhadap sejumlah ulama dan intelektual seperti Syaikh Salman Audah dan Syaikh Safar al-Hawalli yang menentang keras kehadiran pasukan Amerika di Saudi Arabia.

Hawali menulis sebuah buku yang memaparkan sejumlah bukti bahwa kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab adalah sebuah rencana pendahuluan untuk melakukan pendudukan militer.

Bahkan, ia juga mengungkap pengkhianatan Raja Abdul Aziz dalam menyerahkan Al-Aqsha kepada kaum kafir. Pada tahun 1936, para Mujahidin Palestina memulai perjuangan jihad terhadap Inggris. Karena kewalahan, Inggris meminta Raja Abdul Aziz agar melobi para Mujahidin Palestina untuk menghentikan jihad mereka.

Melalui dua anaknya, Abdul Aziz memberikan jaminan kepada para Mujahidin bahwa Inggris akan memenuhi tuntutan mereka untuk meninggalkan wilayah Palestna. “Demikianlah, Raja Abdul Aziz menyerahkan kiblat pertama umat Islam, Masjidil Aqsha, kepada musuh,” kata Syaikh Usamah mengutip pendapat al-Hawalli.

Bisa dibayangkan, dengan pernyataan Syaikh Usamah yang demikian, tentu akan merahlah telinga Raja Fahd, yang menyebut dirinya sebagai “Pelayan Dua Tempat Suci” (Khadimul Haramain).

Namun, Syaikh Usamah memandang pengkhianatan rezim ini berdampak sangat buruk terhadap nasib umat Islam. Merekalah yang – demi mempertahankan kekuasaannya – rela melindungi kepentingan-kepentingan penjajah kafir. “Rezim ini harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap apa yang telah terjadi selama ini, yaitu berkuasanya Amerika di kedua Tanah Suci,” tegas Syaikh Usamah.

Syaikh Usamah wahabi  tidak merasa telah berkhianat kepada sang Raja. “Saya tidak pernah berkhianat kepada Raja. Tetapi Raja sendiri yang berkhianat kepada Ka’bah, kiblat kami. Raja telah menyerahkan Tanah Suci ini dikotori oleh najis orang-orang kafir.”

Bayangkan, Rezim Saudi telah membagi-bagi kekayaannya yang merupakan hasil minyak untuk membiayai perang Afghan mencapai $ 20 billion. Bahkan semua pembiayaan tentara Amerika di Jazirah dibebankan kepada negara-negara Arab. Seperti diketahui bersama, lebih dari 60% cadangan minyak dunia berada di Arab Saudi dan Jazirah Arab. Namun sayang sekali kekayaan yang begitu besar ini dinikmati oleh musuh-musuh Allah.

Dalam satu hari, Arab Saudi mampu mengeluarkan minyak sejumlah 6-8 juta Barel. Padahal harga minyak terus melambung tinggi. Sayangnya, pendapatan negara ini tak bisa dinikmati oleh umat Islam sepenuhnya, karena beban kerajaan sangat besar, yakni untuk menggaji tentara Amerika yang konon satu bulannya bisa mencapai $ 10.000.

Ini baru untuk membiayai tentara saja. Belum lagi ketika markas militer mereka di Dhahran dan Al Khabar dibom. Seluruh biaya pembangunan ulang ditanggung oleh pihak kerajaan. Tak heran bila sudah sejak beberapa tahun yang lalu (1997), kerajaan Saudi sampai berhutang sebanyak 340 miliar riyal Saudi kepada Uni Emirat Arab. Ironis!

Ke mana dana minyak ini dimanfaatkan militer Amerika Serikat? Lebih ironis lagi, yakni untuk mengembargo Irak. Akibatnya: 1,5 juta umat Islam Irak meninggal karena kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Ini belum terhitung 400.000 nyawa umat Islam Irak yang meninggal karena gempuran Amerika dan sekutunya dalam perang Teluk serta ditambah dengan perang yang terjadi saat ini.

Lalu untuk membantu Israel mengokohkan eksistensinya di Palestina. Setiap sumbangan Amerika ke Israel akan diwujudkan Israel dalam bentuk peluru untuk membunuh umat Islam Palestina yang berjihad membebaskan kiblat pertama umat Islam tersebut.

Selain itu untuk membunuh umat Islam di Afghanistan dan menghancurkan pabrik obat umat Islam di Sudan. Membantu tentara Salib Filipina membantai umat Islam Moro. Membiayai seluruh gerakan kristenisasi di seluruh penjuru dunia.

Jadi betapa jelas peranan rezim Saudi dalam membantu perang Salib global yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Dan kehadiran Al Qa’idah dengan serangan-serangannya yang intensif di Jazirah Arabia semata-mata hanyalah untuk membebaskan dan membersihkan dua kota suci, Mekkah dan Madinah dari najis-najis kafir Amerika dan yang lainnya. Allahu Akbar.

Iran: Amerika Serikat Dalangi Campur Tangan Saudi Di Yaman

TEHERAN, — Setidaknya dua tentara Arab Saudi tewas dalam pertempuran terbaru, dan konflik itu telah lebih jauh meningkatkan ketegangan di kawasan itu, dengan peringatan Iran kepada Arab Saudi untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Yaman.

Ali Larijani, ketua parlemen Iran, kemarin menuduh Washington mendalangi pemboman Arab Saudi dari pemberontak Syi’ah di Yaman, situs parlemen dilaporkan.

“Peristiwa yang menyedihkan di negara Islam Yaman yang telah meningkat selama dua minggu dan campur tangan Arab Saudi di Yaman melalui pemboman oleh pesawat tempur berulang-ulang sungguh mengherankan,” seperti yang dikutip ketika Larijani mengatakan kepada deputi.

Dia menuduh Amerika Serikat berada di balik pengeboman, mengatakan: “Laporan menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dalam langkah yang menindas.”

Komentar Larijani datang kurang dari seminggu setelah Sanaa mengkritik “campur tangan” Iran dalam urusan mereka setelah Teheran mengecam intervensi regional dalam perang Yaman dengan para pemberontak dalam sebuah kiasan terselubung yang mengacu ke Arab Saudi.

Parlemen Iran juga menyerukan Organisasi Konferensi Islam untuk ikut campur tangan dalam menghentikan pembunuhan Muslim Yaman.

Pasukan Yaman dan Arab Saudi membombardir posisi pemberontak Syi’ah di sepanjang perbatasan antara kedua negara, menurut saksi dan pejabat militer.

Jet tempur Arab Saudi melanjutkan serangan mereka pada hari Sabtu (14/11/2009) malam dan membombardir tempat persembunyian pemberontak” di daerah perbatasan, kata saksi.

“Keadaan pada hari Ahad pagi relatif tenang tapi operasi udara terhadap daerah perbatasan terus berlangsung.”

Kehadiran militer Arab Saudi di wilayah Jizan telah meningkat selama dua hari, menurut koresponden AFP, yang mengatakan bantuan tersebut terlihat pada rute ke Khubah, dekat dengan posisi pemberontak.

Para pemberontak menyatakan mereka telah meluncurkan serangan kemarin di sebuah pangkalan militer Arab Saudi di Jizan untuk membalas kematian warga sipil yang tewas dalam serangan udara dan artileri.

“Setelah lebih dari delapan hari dari awal serangan artileri dan serangan udara Arab Sauditerhadap penduduk sipil di wilayah Yaman, hari ini … kita menyerang Harra, pangkalan militer Al Ain dengan roket Katyusha dan kebakaran terlihat di kamp itu,” para pemberontak mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Rezim Saudi harus meninjau ulang posisi agresif mereka terhadap orang-orang Yaman yang menolak ketidakadilan.”

Pasukan Arab Saudi telah melakukan penembakan dan pengeboman pada posisi pemberontak di 2.000 m daerah pegunungan di Jabal Dukhan, yang terbentang pada kedua sisi perbatasan, sejak November 2009, setelah pemberontak membunuh seorang penjaga perbatasan dan menduduki dua desa kecil di wilayah Saudi hari sebelumnya.

Riyadh telah mengatakan serangan udara dan pemboman akan berlanjut sampai pemberontak mundur puluhan kilometer dari perbatasan Saudi – Yaman.

Sementara itu, pasukan Yaman pada Sabtu malam mengebom posisi pemberontak di benteng mereka di provinsi Saada dan di Harf Sufyan di provinsi Amran, keduanya di utara Sanaa, seorang pejabat militer Yaman berkata.

“Bentrokan kuat meletus di Harf Sufyan antara tentara dan pemberontak, yang didukung oleh suku-suku,” kata pejabat, dengan menambahkan bahwa lima anggota suku tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Bentrokan itu terjadi setelah bala bantuan dari Sanaa tiba di Harf Sufyan untuk “membantu tentara menguasai daerah itu,” kata pejabat.

Korban yang dilaporkan berjatuhan dari kedua belah pihak dalam pertempuran di Saada. —

Iran Sebut AS dan Israel Dukung Arab Saudi Serang Al-Houthi

Anggota komisi keamanan nasional dankebijakan luar negeri di parlemen Iran, Hossein Ebrahimi menuding Rezim Zionis Israel dan AS bersekongkol dengan Arab Saudi menyerang warga Yaman. Hossein Ebrahimi  dalam wawancaranya dengan televisi Al-Alam mengkritik sikap Barat khususnya AS dan Inggris yang mendukung serangan Arab Saudi ke Yaman Utara. Ditambahkannya, negara-negara Arab yang bungkam melihat penderitaan warga Yaman adalah pengekor imperialis dan arogan dunia. Ia menegaskan kondisi di Yaman sangat bertentangan dengan konvensi internasional.

Ebrahimi mengatakan, mengingat para korban tewas dan cidera serta pengungsi Al-Houthi adalah muslimin tidak seharusnya Raja Arab Saudi yang mengklaim dirinya sebagai Khadimul Haramain Al-Syarifain (pelayan dua masjid suci, masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah) menyerang negara Islam lainnya. Menurutnya, Arab Saudi seharusnya membantu umat Islam. Dalam kesempatan tersebut, Ebrahimi menegaskan bahwa dukungan parlemen Iran terhadap warga tertindas adalah kewajiban Islam dan kemanusiaan mereka.

Ebrahimi mengatakan, lebih dari 250 anggota parlemen Iran membubuhkan tanda tangan dalam statemen yang mengutuk tindakan Arab Saudi terhadap warga Yaman. Pemerintah Yaman sejak 11 Agustus dengan bantuan Arab Saudi menggelar operasi untuk menghancurkan milisi Al-Houthi di Provinsi Saada, Yaman Utara. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, ratusan orang tewas termasuk puluhan warga sipil dan 150.000 lainnya mengungsi akibat perang di wilayah Yaman Utara.

Ahmadinejad: Rakyat Bolivia Sama dengan Bangsa Iran

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Bolivia, Evo Morales masing-masing menyatakan bahwa bangsa mereka berada dalam satu front dunia untuk mengupayakan kemajuan dan keadilan. Kantor Berita IRNA  melaporkan, Ahmadinejad mengatakan, Iran dan Bolivia mempunyai hubungan kuat dan kokoh yang berlandaskan persahabatan. Ditambahkanya, “Meski ditekan kekuatan imperialisme dan musuh-musuh kedua negara ini, namun kerjasama Iran dan Bolivia terus memberikan hasil.”

Ahmadinejad dalam acara penandatanganan nota kesepakatan dan kerjasama antara Bolivia dan Iran, mengatakan, “Bangsa Bolivia sama seperti bangsa Iran yang merupakan bangsa besar dan menghendaki keadilan. Meski kedua negara ini jauh dari sisi geografi, namun pandangan dan harapan kedua negara ini sangat dekat.” Ahmadinejad juga merasa puas akan peresmian proyek bersama di Bolivia. Dikatakannya, kerjasama kedua negara di bidang pembangunan pabrik dan pusat-pusat kesehatan telah sampai pada tahap final.

Dalam kesempatan tersebut, Morales menyampaikan rasa senangnya atas kedatangan Ahmadinejad di La Paz mengatakan, “Hubungan dan kerjasama Iran dan Bolivia di berbagai bidang kian kokoh dan tangguh.” Seraya mengapresiasi bangsa Iran dalam memerangi imprealisme, Morales menuturkan, “Selama imprealisme bercokol, perluasan dan pembangunan tidak akan terjadi, bahkan independensi dan kedaulatan akan kehilangan makna.”

Setelah berkunjung ke Bolivia, Ahmadinejad,  tiba di Caracas, ibukota Venezuela, yang disambut secara resmi oleh Presiden Hugo Chavez.

Militer Inggris Langgar HAM di Irak

Ali al-Mayali, Juru Bicara Fraksi Sadr di Parlemen Irak menuding militer agresor Inggris melanggar hak asasi manusia di Irak. Ali al-Mayali  kepada wartawan televisi al-Alam mengatakan, “Sejak pendudukan Irak tujuh tahun lalu, militer agresor Inggris dan Amerika Serikat melakukan penyiksaan terhadap rakyat Irak dengan berbagai cara dan melanggar hak asasi mereka.” Ditegaskannya, bangsa Inggris dan AS serta masyarakat dunia menentang berbagai bentuk penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia dan mereka menuntut hukuman bagi para pelanggar HAM di Irak.”

Menyinggung pembantaian 35 warga sipil Irak oleh tentara Inggris, al-Mayali menekankan, militer Inggris di Basrah secara terang-terangan melanggar hak asasi manusia dengan membunuh anak-anak dan menghancurkan rumah mereka.

Juru Bicara Fraksi Sadr ini menegaskan, militer Inggris dan AS adalah pasukan agresor dan bangsa Irak menyadari haknya untuk membela diri dan melawan mereka dengan berbagai cara. Ali al-Mayali mendesak pemerintah Irak membentuk komisi pencari fakta atas pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan agresor Inggris dan AS serta menyerahkannya ke mahkamah internasional. Jubir fraksi Sadr ini juga mendesak pemerintah Irak mengerahkan seluruh daya untuk menjamin hak warganya.

Hamas Tolak Pengalihan Kuasa dari Parlemen ke Dewan Pusat PLO

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menentang segala bentuk usulan pengalihan kekuasaan dari parlemen ke Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan menilai tindakan ini bermakna kudeta terhadap legitimasi parlemen dan bertentangan dengan undang-undang dasar.

Sebagaimana dilaporkan pusat penerangan Palestina dari Jalur Gaza, Salah Mohammad Al Bardawil, Juru Bicara delegasi Hamas di Parlemen Palestina,  mengkritik mental para pemimpin Fatah dan PLO yang memberikan keistimewaan kepada rezim Zionis dan Amerika Serikat, seraya menuding mereka menghalangi proses tercapainya kesepakatan nasional untuk menjauhkan Hamas dari arena politik Palestina.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Nasional Palestina, Salim al-Za’nun mengklaim bahwa friksi antara Hamas dan Fatah telah relatif mereda dan mengusulkan pertemuan di Dewan Nasional Palestina pada 15 Desember mendatang guna membahas pengalihan kekuasaan dari Parlemen Palestina ke Dewan Pusat PLO.


DOA PAGI DAN SORE HARI

IMAM HUSAIN BIN ALI BIN ABI THALIB

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Dengan nama Allah, dengan Allah, dari Allah,

Kepada Allah, di jalan Allah dan atas agama Rasulullah

Aku berserah diri pada Allah

Tiada kekuasaan dan kekuatan kecuali dengan

Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung

Ya Allah

Sesungguhnya aku menyerahkan diriku pada-Mu

Aku hadapkan wajahku ke hadapan-Mu

Aku serahkan urusanku pada-Mu

Kepada-Mu aku memohon ampun

dari seluruh kejahatan  di dunia dan akhirat

Ya Allah

Sesungguhnya Engkaulah yang mencukupiku dari setiap orang

Tiada seorang pun yang mencukupi aku dari-Mu

Maka cukupilah aku dari semua orang

yang aku khawatirkan dan yang aku takuti

berikan keluasan dan jalan keluar dari semua urusanku

Sesungguhnya Engkau mengetahui,

sedangkan aku tidak mengetahui

Engkau yang berkuasa sedangkan aku tidak kuasa

Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu

Dengan kasih-Mu

Sekularisme – Liberal – Artis Dihadapi dengan santai, tetapi syi’ah dihadapi dengan KEMURKAAN

Sekularisme – Liberal – Artis Dihadapi dengan santai, tetapi syi’ah dihadapi dengan KEMURKAAN

aneh…

Prinsip dasar sekularisme adalah memisahkan kehidupan dari agama. Kamus Dairatul-Ma’arif al-Brithaniyah  mendefinisikan sekularisme sebagai gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan perhatian manusia dari akherat dan mengarahkannya kepada dunia ansich. [Mauqif Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah minal-’Ilmaniyah ‘Awaiq al-Inthalaqah al-Kubra, Muhammad ‘Abdul Hadi al-Mishriy].

islam liberal , (maaf bukan liberal dalam ajaran agama islam) , adalah orang2 yang ingin terpandang hebat dalam masyarakat islam biasa ( mungkin tradisional)
, mereka ingin disebut orang islam yg tidak kolot , islam liberal adalah orang2 yg.memandang rendah orang2 yg.taat ibadah . mereka lebih mengira dirinyalah orang yg.lebih memahami islam sebenarnya , kasihan nya pemikiran2 tsb.adalah akibat dari seringnya mereka mendapat sokongan ekonomi dari luar negeri . mereka bangga mendapat beasiswa/undangan2 seminar luar negeri membahas islam atau tepatnya memburuk buruki islam ,mereka berpikir dirinyalah terpilih karena kepiawaian dalam islam ,,,, . .. . kalau saya terus inventarisir gejala2 perbuatan mereka , saya kuatir menjadi sederajat , stop ahh

Pengaruh Sekularisme – Liberal Terhadap Institusi Keluarga

Sebagian dari buah jadam sekularisme itu hari ini telah kita rasakan. Tersebarnya kerusakan moral tak hanya di kalangan remaja, bahkan orang tua yang telah berkeluarga. Yang lebih mengkhawatirkan, dekadensi itu telah disemai benihnya sejak anak-anak tingkat pendidikan dasar. Kerusakan moral di kalangan remaja ditandai dengan banyaknya remaja yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Berdasarkan sebuah penelitian, angka itu mencapai 51%. Tetapi peneliti yang lain mengatakan bahwa angka 51% itu merupakan angka yang telah di-reduksi, sekedar menggambarkan bahwa jumlah prosentase kerusakan itu telah melampaui setengah. Menurut mereka angka sesungguhnya jauh lebih besar.

Kerusakan juga terjadi di kalangan kelompok dewasa yang telah berada dalam ikatan rumah tangga. Ini menandakan kehancuran institusi rumah tangga. Rumah tangga sebagai unsur terkecil pembentuk masyarakat telah digerogoti eksistensinya oleh serangan sistematis paham sekularisme-liberal. Kerusakan institusi “usroh-muslimah”  ini membawa dampak berantai; keretakan hubungan suami-isteri, terburainya ikatan kekeluargaan, terabaikannya hak-hak anak baik kasih sayang maupun pendidikan.

Efeknya, anak-anak merasa tidak nyaman di rumah. Mereka mencari komunitas senasib di luar rumah, atau mencari kesenangan sendiri tanpa bimbingan dan tanpa kontrol. Dari sini kerusakan lebih lanjut bermula. Anak-anak ini tanpa bimbingan dan pendampingan dari orang tua mengakses informasi sendiri, tanpa dapat memilah yang bermanfaat dari yang membahayakan, tidak dapat membedakan yang baik dari yang buruk, belum mengerti mana yang merupakan kenyataan dan mana yang bukan.

Ketika mereka tersesat di situs-situs porno, dengan menemukannya sendiri atau mendapat informasi dari teman atau dengan cara yang lain, menontonnya sendiri atau bersama dengan teman-temannya, terus mengulanginya sehingga mengalami kecanduan. Kerusakan lebih dahsyat dimulai. Kecanduan anak-anak di bawah umur kepada pornografi jauh lebih merusak dibandingkan kecanduan kepada rokok, minuman keras dan narkoba.

Peran Media Dalam Penyebaran Dekadensi Moral

Media massa menjadikan pornografi sebagai tambang uang; koran-koran, majalah, televisi, internet, dll. Para artis merupakan komoditas yang terus-menerus menjadi dagangan media untuk menangguk untung, tanpa rasa tanggung jawab atas akibat dari apa yang mereka sebarkan. Industri penerbitan, penyiaran dengan industri perfilman dan hiburan pada umumnya telah menjadi dua sejoli yang secara mutualistik menjadi agen dekadensi moral.

Kejahatan media sekuler-liberal tidak berhenti di titik itu. Tersebarnya informasi sebagai akibat kerja media melahirkan penyimpangan moral, tindak kriminal, pelanggaran susila, perselingkuhan, affair, dll. Selanjutnya, penyimpangan dan kerusakan tersebut justru menjadi komoditas lanjutan yang dijual media. Halaman media tidak lagi mampu meng-coverseluruh berita meskipun mereka telah meningkatkan jumlah halaman, menyediakan rubrik baru, jika perlu meluncurkan media baru dengan spesifikasi makin khusus. Dengan demikian media sekuler-liberal telah mengamankan sendiri pasarnya, bahkan produk komoditas yang hendak mereka jual telah pula secure, dijamin selalu ada berita sensasional.

Media cetak maupun layar kaca, siang malam berlomba adu kreasi menciptakan program-program baru yang mengekploitasi pornografi, menayangkan para artis dengan segala penampilan keseronokannya maupun bicaranya yang semakin berani, sekali lagi dengan mengatasnamakan kebebasan.

Keprihatinan para tokoh terhadap dekadensi moral dianggap oleh kaum sekuler-liberal sebagai sikap konservatif, kolot. Mereka tidak henti-hentinya dan dengan berbagai cara melakukan delegitimasi. Upaya untuk melindungi masa depan generasi muda dari kerusakan moral dengan usulan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi mereka lawan dengan berbagai manuver, atas nama kebebasan dan pelanggaran hak asasi, tidak memberi ruang hidup kebudayaan dan kreasi seni dll.

Anehnya, media selalu mencela, menyalahkan dan mentertawakan para pelaku tindak kriminal maupun pelanggaran moral. Padahal tindakan itu sejatinya kontradiktif-paradoks dengan tindakannya sendiri. Bukankah mayoritas tindak kriminal dan pelanggaran moral berhulu dari mengkonsumsi asupan informasi media massa yang begitu bebas, gamblang dan detail baik dengan tayangan gambar maupun narasi cerita suatu perbuatan kriminal dan tindakan asusila?

Kontribusi Media Massa dalam Tindak Pelanggaran

Gambaran kejahatan kriminal, pemerkosaan, pembunuhan , atau pelanggaran moral yang lain yang dipaparkan detail oleh media massa disimpan dalam file di otak para pengkonsumsi berita. Selipan gambar-gambar merangsang di rubrik olahraga maupun life style melekat di benak para pengkonsumsinya. Gambar-gambar, cerita narasi dan reportasi kejadian tersebut terus terakumulasi menjadi keinginan kuat untuk menyalurkan hasrat. Bagi mereka yang mempunyai pasangan sah persoalannya dapat diatasi secara aman dan halal.

Yang menjadi masalah, mereka yang tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan secara benar, sementara mereka juga tidak terdidik dengan benteng agama dan moral yang kuat, karena paham sekuler-liberal telah merobohkan bangunan tersebut, maka kemungkinan penyaluran mereka hanya ada di dua cara yang haram ; melacur atau memperkosa. Bagi yang mempunyai uang dia akan melacur, yang tidak memiliki uang akan mencari dengan cara salah, atau alternatif yang sama-sama buruk memperkosa.

Sedihnya, biasanya yang menjadi korban tindak kriminal seperti tersebut di atas, tidak pilih-pilih. Artinya, kadang orang baik-baik yang tidak menjadi bagian dari rantai kerusakan tersebut tetapi berada dalam posisi lemah menjadi korban. Jika sudah begitu, media massa akan menjadi yang terdepan menjelek-jelekkan pelaku kejahatan atau pelanggaran moral tersebut. Seolah-olah melebihi penyidik, bahkan jaksa atau bertindak seperti hakim. Media lupa bahwa pelaku kejahatan melakukan tindakannya karena asupan informasi yang secara akumulatif mereka konsumsi. Dan itu produk dari media massa. Jadi, sejatinya, sekalipun sering tampil bak  pahlawan, media massa termasuk mata rantai kerusakan dan dekadensi moral itu sendiri.

Hendaknya seorang muslim yang bekerja di dunia media waspada agar diri dan institusinya tidak menjadi bagian mata rantai kerusakan ini.

Aksi ML Anak Kecil Yang Terekam Kamera Yang Mencontoh Video Ariel – Luna Maya – Cut Tari..

Ya Allah  Indonesia rusak parahhhh

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah memberikan peringatan akan kemunculan fitnah agama, ujian-ujian beragama yang pasti melanda umat islam di masa depan. Beliau bersabda:

Wahai Rasullah, apakah Fitnah al Ahlaas itu? Beliau menjawab: “pelarian dan peperangan. Kemudian Fitnah As Sarraa’ yang asapnya berasal dari bawah kedua kaki seorang lelaki dari ahli baitku yang menyangka ia bagian dariku padahal kekasihku hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian orang-orang berislah kepada seorang lelaki laksana pantat di atas tulang rusuk. Kemudian Fitnah Ad Duhaima’, yang tidak membiarkan siapapun kecuali pasti menamparnya, bila dikatakan telah berhenti maka justru semakin parah sehingga di dalamnya seseorang di pagi hari mukmin dan di sore hari sudah menjadi kafir sehingga manusia menjadi (terkumpul) dalam dua tenda; tenda keimanan yang sama sekali tidak ada nifaq di dalamnya dan tenda nifaq yang sama sekali tidak ada Iman di dalamnya. Bila sudah demikian maka tunggulah Dajjal pada hari itu atau esoknya” HR Abu Dawud/4242.]

Hadits ini secara jelas menyebutkan bahwa Fitnah yang menimpa umat Islam memiliki empat tahapan; dan salah satunya adalah fitnah Duhaima’. Oleh sahabat Imran bin Hushen fitnah duhaima’ diartikan fitnah dimana orang sudah menghalalkan darah atau gampang membunuh meski tanpa hak. Tidak peduli lagi cara mengambil harta benda apakah dari yang halal atau yang haram dan yang terparah sekaligus juga menghalalkan kemaluan. Artinya perzinaan dianggap sebagai hal yang lumrah.

Fitnah Duhaima’, firnah kerusakan moral (fasaadul Akhlaaq) inilah yang sedang melanda umat islam saat ini. Inilah salah satu efek dari globalisasi informasi. Keburukan yang dilakukan oleh seseorang dengan mudah ditransformasikan ke penjuru dunia dan dengan mudah pula diakses oleh penduduk seluruh negeri. Akibatnya keburukan dan kebejatan moral semakin biasa. Kasus terbaru adalah munculnya video mesum para selebritis. Di satu sisi fenomena ini semakin menjadikan masyarakat faham siapa sebenarnya para artis dan para selebriti yang selama ini mereka idolakan. Mereka tidak lebih adalah Ikon kerusakan moral anak bangsa. Narkoba dan seks bebas adalah dunia mereka.Sementara di sisi lain kasus seperti ini adalah laksana bangkai tikus bagi kucing-kucing media massa. Seluruh media massa; cetak dan elektronik berlomba-lomba membuat berita tentangnya. Dampaknya adalah pembicaraan tentang film porno dengan para aktor dan artis indonesia mengalami pergeseran. Film porno yang dulu hanya diproduksi oleh kepanjangan tangan-tangan Yahudi kini telah tidak saru lagi dibicarakan sebagai produk anak negeri bangsa indonesia sebagai bangsa yang berketuhanan.

Mungkin jika hanya mendengar berita, para pembaca yang masih hidup nurani keimanannya, hanya akan menganggap bahwa kelakuan para selebritis -yang dalam hal ini Ariel dan Luna sebagai lakon meski sebenarnya banyak lagi nama yang juga tidak kalah payahnya dibanding mereka berdua – ini sungguh menjijikkan. Maka akan semakin menjijikkan lagi ketika di tetangga kita ada seorang gadis panggilan atau lelaki gigolo. Pasti image kita terhadapnya begitu negatif. Kita bayangkan tetangga kita itu adalah para artis yang selama ini seluk beluk kehidupan dan sepak terjanganya dipaksakan oleh media untuk kita tonton dan bahkan sebagai panggung hiburan. Dengan begitu insya Allah kita, keluarga kita dan khususnya anak-anak kita tidak akan pernah mengidolakan selebritis siapapun. Dan dengan begitu akan selamat dari dampak mengidolakan yang berarti meniru dan mengikuti gaya gidup dan akhirnya seperti disabadakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Seseorang bersama orang yang dicintainya”

Jangan jadikan kehidupan selebritis sebagai cermin rumah tangga kita karena kehidupan para selebritis adalah perceraian dan perselingkuhan atau secara singkat gaya hidup yang memperturutkan hawa nafsu (hedonis).

kerusakan moral yang tidak lagi tambal sulam

waktu kasus terbongkarnya video Mesum artis, semua gempar, heboh, berhari-hari liputannya muncul di media, semua menghujat,

ada yang menghujat lalu ada yang jatuh iba, sampai segerombolan orang teriak-teriak di depan kantor polisi menunjukan solidaritas tanda dukungannnya
(yang saya kadang mikir, dukungan buat apa? aksi mesumnya, apa kasian karena dipenjara, lalu engga bisa nyanyi lagi?)
Beberapa minggu ini media mulai melunak, beritanya tidak sekeras pertama kemunculan video mesum itu, ya seperti biasa, bangsa indonesia itu cepet banget lupa dan pemaaf sekali.
Baik lha kita tidak sedang bergossip tentang si artis beken idola remaja yang kasih contoh buruk itu
.
mereka manusia dewasa yang dosanya udah nanggung sendiri, mau mereka tobat atau minta belas kasian silahkan, Toh Alloh itu bukan Maha pelupa, Semua ada hitung2annya, dia tahu konsekuensi berzina itu bagaimana?
.
Tapi  hikmahnya apa? mungkin mulai mikir…
_generasi muda-
Saya akan mengatakan itu, lihat saja kelakuan anak remaja jaman sekarang, teknologi yang berkembang begitu cepat, menopang daya eksistensi mereka, dari 1 sisi mungkin bisa metik hasil positifnya, jadi generasi yang melek teknologi, tapi sisi negatifnya pun ga kalah mengerikan..
coba tonton berita kriminal di tv,  pasti ada saja ditemukan, kasus-kasus asusila yang melibatkan anak remaja usia sekolah, mulai dari kasus video porno mirip artis mesum itu atau apapun bentuknya
.
Atau cerita tentang penemuan sesosok mayat bayi yang baru dilahirkan ditemukan di bak sampah, dijerat tali rafia, beralaskan kardus bekas minuman yang hampir saja di makan anjing liar.
Atau kasus terbaru, ketika remaja putri usia 15 tahunan dijadikan tersangka karena membunuh janinnya sendiri di kamar mandi sekolahnya, hiks sungguh tragis dan menyedihkan.
Lalu ketika saya bertanya, kemana orang tua, dimana peran mereka??
terlalu sibuk kah mereka dengan urusan pekerjaan mereka, seberapa sering mereka menyediakan waktu luang mereka untuk lebih dekat dengan anak-anak remajanya, mau kah orang tua mendengar curhatan mereka, mau kah orang tua memberitahukan sex education itu seperti apa, apa semua itu masih tabu bagi mereka dalam mendidik, karena tidak sesuai adat orang timur?
Kadang memang ga banyak orang tua yang menyadari  dan tahu peran krusial seperti apa yang harus mereka lakukan ketika anak-anaknya beranjak dewasa, mereka cuma mantau dengan banyaknya peraturan yang di jejali di otak anak mereka, dan hanya sedikit sekali mau mendengarkan keluhan anak mereka
.
hanya melakukannya demi sebuah hubungan darah : orang tua dan anak, tanpa melibatkan hubungan emosional yang lebih mendalam, sehingga sang anak remaja, lebih banyak mencari tahu di luaran, dilingkungan pergaulan yang mereka temukan dan mereka merasa nyaman dan diterima disana
.
semua diserap begitu saja tanpa ada filter yang benar-benar mereka pikir masak-masak, karena tidak di backup ilmu agama yang mencukupi, mereka menerima apa adanya yang ada dihadapan mereka
.
kalau tidak mengikuti gaya hidup lingkungan barunya di luar rumah, mereka takut dibilang anak cemen, ga gaul dsb yang membuat mereka semakin minder dsb, kalau mereka ga pernah nyoba-nyoba merokok misalnya, yang ada bukan dukungan dari teman-temannya tapi malah hinaan yang semakin menciutkan nyali mereka, sebuah tantangan yang membuat mereka akhirnya berani melakukan hal-hal yang semakin kebablasan, awalnya mungkin coba-coba, lalu menjadi ketagihan dll
.
Dan  kontrol orang tua berperan sebagai formalitas belaka: anaknya pulang ke rumah
cuma di tanya: ‘Dari mana? ‘sudah makan atau belum?— formalitas-formalitas standar peran orangtua, atau mungkin memang ada yang  mencoba bertanya lebih banyak, tapi tidak dengan melakukan pendekatan yang si anak sukai, malah terkesan otoriter,
 yang ada , si anak bukannya senang di tanya, tapi akan menyerang balik orangtuanya dan akan melabelinya sebagai orang tua: otoriter, keras, galak. dan hubungan akan semakin memburuk dengan sang anak.
Hanya di jejali dengan kepentingan duniawi, dibentuk untuk mengejar duniawi, yang didapati pun hanya sebatas duniawi
sibuk di les kan di mana-mana, mulai dari les bahasa asing, hingga pintar cas-cis-cus kayak bule, lalu les piano, mungkin balet atau mungkin les-les lain yang menaikan prestise si anak di lingkungannya dan di mata orangtuanya.
Tapi kadang ada yang melupakan:
Bagaimana dengan: pengetahuan agamanya??
sudah bisa ngaji kah si anak, bagaimana  dengan bacaan sholatnya,
lalu kalau ada yang berpikir: toh di sekolah, si anak udah dapat mata pelajaran agama, ngapain di les-in ngaji misalnya?
.
toh kalau ujian nasional, atau masuk perguruan tinggi, yang di ujikan seputar pengetahuan umum dan bahasa asing yang penting, bukan agama.
Oke mungkin  ada yang menganggapnya ga penting, karena tidak masuk dalam ujian nasional.
Tapi pendidikan agama sejak dini, jauh lebih penting untuk membentuk karakter si anak dalam bermoral
.
bermoral dan hidup dalam lingkungan sekitar.
Saya melihatnya, ketika kerusakan moral melanda seperti sekarang ini, rasanya nilai tinggi si anak dalam berbagai mata pelajaran, deretan piala di lemari kaca rumah yang menunjukan si anak sangat berprestasi di bidang tertentu akan begitu saja tidak bernilai, kalau si anak menjadi sebuah ‘aib’ yang memalukan
.
dan berimbas kepada si orangtua, merasa gagal mendidik si anak.
pada dasarnya semua orangtua menginginkan kehidupan anak-anaknya harus jauh lebih baik dari kehidupan mereka sekarang.
Dan pertanggung jawaban yang maha berat di hadapan Tuhan, ketika titipanNya tidak dididik dengan baik..???
.
Cara mendidik anak-anak remaja jaman sekarang metode mendidiknya pun harus disesuaikan dengan jaman dan perkembangan di sekitarnya kalau tidak ingin merasa kecolongan lagi.
Sedih rasanya kalau melihat remaja jaman sekarang, menjadi korban kerusakan moral yang semakin menggila..
.
mari pak..bu..kita evaluasi ulang, untuk mencegah keburukan itu semakin meluas..
saya pun ingin sekali membantu..bagaimanapun caranya itu
.
Pelajaran penting
Dalam sebuah kehidupan memang sangat rumit dan sulit ditebak, banyak rahasia dalam kehidupan ini. Baik buruknya orang terlihat dari cara bersikap pada orang lain dan saat bersosialisasi dengan khalayak banyak. Sosok seorang public figure memang sangat menempel dihati para penggemarnya. Baik buruknya, orang lain yang menilai tindakan artis tersebut. Meski kebenaran secara konvensional belum terbukti namun masyarakat mungkin telah bisa menilai sendiri.
Kejadian yang seperti ini bisa menumbuhkan bakal bibit yang bisa merusak moral para generasi muda. Arus globalisasi yang sangat begitu cepat menyebabkan setiap informasi dapat tersebar dengan cepat. Apapun informasinya, entah positif atau negative dapat dengan mudah tersebar. Situasi seperti ini bukan saatnya menyalahkan siapa dan siapa, namun lebih kepada pembentengan diri dan keluarga agar hal ini bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua. Teringat akan kata dalam bahasa jawa,”wong ki neng ndonyo mung mampir ngombe”, orang itu di dunia hanya mampir untuk minum. Sepenggal kalimat yang seharusnya patut menjadi pegangan dalam hidup ini.

Ulama Sunni Gagal mencegah kerusakan moral yang dibawa para artis !! Anehnya mereka gencar menyerang mazhab syi’ah ahlulbait

Sekularisme – Liberal – Artis Dihadapi dengan santai, tetapi syi’ah dihadapi dengan KEMURKAAN

aneh…

Ulama Sunni Gagal mencegah kerusakan moral yang dibawa para artis !! Anehnya mereka gencar menyerang mazhab syi’ah ahlulbait

.

Aksi ML Anak Kecil Yang Terekam Kamera Yang Mencontoh Video Ariel – Luna Maya – Cut Tari..

Ya Allah  Indonesia rusak parahhhh

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah memberikan peringatan akan kemunculan fitnah agama, ujian-ujian beragama yang pasti melanda umat islam di masa depan. Beliau bersabda:

Wahai Rasullah, apakah Fitnah al Ahlaas itu? Beliau menjawab: “pelarian dan peperangan. Kemudian Fitnah As Sarraa’ yang asapnya berasal dari bawah kedua kaki seorang lelaki dari ahli baitku yang menyangka ia bagian dariku padahal kekasihku hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian orang-orang berislah kepada seorang lelaki laksana pantat di atas tulang rusuk. Kemudian Fitnah Ad Duhaima’, yang tidak membiarkan siapapun kecuali pasti menamparnya, bila dikatakan telah berhenti maka justru semakin parah sehingga di dalamnya seseorang di pagi hari mukmin dan di sore hari sudah menjadi kafir sehingga manusia menjadi (terkumpul) dalam dua tenda; tenda keimanan yang sama sekali tidak ada nifaq di dalamnya dan tenda nifaq yang sama sekali tidak ada Iman di dalamnya. Bila sudah demikian maka tunggulah Dajjal pada hari itu atau esoknya” HR Abu Dawud/4242.]

Hadits ini secara jelas menyebutkan bahwa Fitnah yang menimpa umat Islam memiliki empat tahapan; dan salah satunya adalah fitnah Duhaima’. Oleh sahabat Imran bin Hushen fitnah duhaima’ diartikan fitnah dimana orang sudah menghalalkan darah atau gampang membunuh meski tanpa hak. Tidak peduli lagi cara mengambil harta benda apakah dari yang halal atau yang haram dan yang terparah sekaligus juga menghalalkan kemaluan. Artinya perzinaan dianggap sebagai hal yang lumrah.

Fitnah Duhaima’, firnah kerusakan moral (fasaadul Akhlaaq) inilah yang sedang melanda umat islam saat ini. Inilah salah satu efek dari globalisasi informasi. Keburukan yang dilakukan oleh seseorang dengan mudah ditransformasikan ke penjuru dunia dan dengan mudah pula diakses oleh penduduk seluruh negeri. Akibatnya keburukan dan kebejatan moral semakin biasa. Kasus terbaru adalah munculnya video mesum para selebritis. Di satu sisi fenomena ini semakin menjadikan masyarakat faham siapa sebenarnya para artis dan para selebriti yang selama ini mereka idolakan. Mereka tidak lebih adalah Ikon kerusakan moral anak bangsa. Narkoba dan seks bebas adalah dunia mereka.Sementara di sisi lain kasus seperti ini adalah laksana bangkai tikus bagi kucing-kucing media massa. Seluruh media massa; cetak dan elektronik berlomba-lomba membuat berita tentangnya. Dampaknya adalah pembicaraan tentang film porno dengan para aktor dan artis indonesia mengalami pergeseran. Film porno yang dulu hanya diproduksi oleh kepanjangan tangan-tangan Yahudi kini telah tidak saru lagi dibicarakan sebagai produk anak negeri bangsa indonesia sebagai bangsa yang berketuhanan.

Mungkin jika hanya mendengar berita, para pembaca yang masih hidup nurani keimanannya, hanya akan menganggap bahwa kelakuan para selebritis -yang dalam hal ini Ariel dan Luna sebagai lakon meski sebenarnya banyak lagi nama yang juga tidak kalah payahnya dibanding mereka berdua – ini sungguh menjijikkan. Maka akan semakin menjijikkan lagi ketika di tetangga kita ada seorang gadis panggilan atau lelaki gigolo. Pasti image kita terhadapnya begitu negatif. Kita bayangkan tetangga kita itu adalah para artis yang selama ini seluk beluk kehidupan dan sepak terjanganya dipaksakan oleh media untuk kita tonton dan bahkan sebagai panggung hiburan. Dengan begitu insya Allah kita, keluarga kita dan khususnya anak-anak kita tidak akan pernah mengidolakan selebritis siapapun. Dan dengan begitu akan selamat dari dampak mengidolakan yang berarti meniru dan mengikuti gaya gidup dan akhirnya seperti disabadakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Seseorang bersama orang yang dicintainya”

Jangan jadikan kehidupan selebritis sebagai cermin rumah tangga kita karena kehidupan para selebritis adalah perceraian dan perselingkuhan atau secara singkat gaya hidup yang memperturutkan hawa nafsu (hedonis).

kerusakan moral yang tidak lagi tambal sulam

waktu kasus terbongkarnya video Mesum artis, semua gempar, heboh, berhari-hari liputannya muncul di media, semua menghujat,

ada yang menghujat lalu ada yang jatuh iba, sampai segerombolan orang teriak-teriak di depan kantor polisi menunjukan solidaritas tanda dukungannnya
(yang saya kadang mikir, dukungan buat apa? aksi mesumnya, apa kasian karena dipenjara, lalu engga bisa nyanyi lagi?)
Beberapa minggu ini media mulai melunak, beritanya tidak sekeras pertama kemunculan video mesum itu, ya seperti biasa, bangsa indonesia itu cepet banget lupa dan pemaaf sekali.
Baik lha kita tidak sedang bergossip tentang si artis beken idola remaja yang kasih contoh buruk itu
.
mereka manusia dewasa yang dosanya udah nanggung sendiri, mau mereka tobat atau minta belas kasian silahkan, Toh Alloh itu bukan Maha pelupa, Semua ada hitung2annya, dia tahu konsekuensi berzina itu bagaimana?
.
Tapi  hikmahnya apa? mungkin mulai mikir…
_generasi muda-
Saya akan mengatakan itu, lihat saja kelakuan anak remaja jaman sekarang, teknologi yang berkembang begitu cepat, menopang daya eksistensi mereka, dari 1 sisi mungkin bisa metik hasil positifnya, jadi generasi yang melek teknologi, tapi sisi negatifnya pun ga kalah mengerikan..
coba tonton berita kriminal di tv,  pasti ada saja ditemukan, kasus-kasus asusila yang melibatkan anak remaja usia sekolah, mulai dari kasus video porno mirip artis mesum itu atau apapun bentuknya
.
Atau cerita tentang penemuan sesosok mayat bayi yang baru dilahirkan ditemukan di bak sampah, dijerat tali rafia, beralaskan kardus bekas minuman yang hampir saja di makan anjing liar.
Atau kasus terbaru, ketika remaja putri usia 15 tahunan dijadikan tersangka karena membunuh janinnya sendiri di kamar mandi sekolahnya, hiks sungguh tragis dan menyedihkan.
Lalu ketika saya bertanya, kemana orang tua, dimana peran mereka??
terlalu sibuk kah mereka dengan urusan pekerjaan mereka, seberapa sering mereka menyediakan waktu luang mereka untuk lebih dekat dengan anak-anak remajanya, mau kah orang tua mendengar curhatan mereka, mau kah orang tua memberitahukan sex education itu seperti apa, apa semua itu masih tabu bagi mereka dalam mendidik, karena tidak sesuai adat orang timur?
Kadang memang ga banyak orang tua yang menyadari  dan tahu peran krusial seperti apa yang harus mereka lakukan ketika anak-anaknya beranjak dewasa, mereka cuma mantau dengan banyaknya peraturan yang di jejali di otak anak mereka, dan hanya sedikit sekali mau mendengarkan keluhan anak mereka
.
hanya melakukannya demi sebuah hubungan darah : orang tua dan anak, tanpa melibatkan hubungan emosional yang lebih mendalam, sehingga sang anak remaja, lebih banyak mencari tahu di luaran, dilingkungan pergaulan yang mereka temukan dan mereka merasa nyaman dan diterima disana
.
semua diserap begitu saja tanpa ada filter yang benar-benar mereka pikir masak-masak, karena tidak di backup ilmu agama yang mencukupi, mereka menerima apa adanya yang ada dihadapan mereka
.
kalau tidak mengikuti gaya hidup lingkungan barunya di luar rumah, mereka takut dibilang anak cemen, ga gaul dsb yang membuat mereka semakin minder dsb, kalau mereka ga pernah nyoba-nyoba merokok misalnya, yang ada bukan dukungan dari teman-temannya tapi malah hinaan yang semakin menciutkan nyali mereka, sebuah tantangan yang membuat mereka akhirnya berani melakukan hal-hal yang semakin kebablasan, awalnya mungkin coba-coba, lalu menjadi ketagihan dll
.
Dan  kontrol orang tua berperan sebagai formalitas belaka: anaknya pulang ke rumah
cuma di tanya: ‘Dari mana? ‘sudah makan atau belum?— formalitas-formalitas standar peran orangtua, atau mungkin memang ada yang  mencoba bertanya lebih banyak, tapi tidak dengan melakukan pendekatan yang si anak sukai, malah terkesan otoriter,
 yang ada , si anak bukannya senang di tanya, tapi akan menyerang balik orangtuanya dan akan melabelinya sebagai orang tua: otoriter, keras, galak. dan hubungan akan semakin memburuk dengan sang anak.
Hanya di jejali dengan kepentingan duniawi, dibentuk untuk mengejar duniawi, yang didapati pun hanya sebatas duniawi
sibuk di les kan di mana-mana, mulai dari les bahasa asing, hingga pintar cas-cis-cus kayak bule, lalu les piano, mungkin balet atau mungkin les-les lain yang menaikan prestise si anak di lingkungannya dan di mata orangtuanya.
Tapi kadang ada yang melupakan:
Bagaimana dengan: pengetahuan agamanya??
sudah bisa ngaji kah si anak, bagaimana  dengan bacaan sholatnya,
lalu kalau ada yang berpikir: toh di sekolah, si anak udah dapat mata pelajaran agama, ngapain di les-in ngaji misalnya?
.
toh kalau ujian nasional, atau masuk perguruan tinggi, yang di ujikan seputar pengetahuan umum dan bahasa asing yang penting, bukan agama.
Oke mungkin  ada yang menganggapnya ga penting, karena tidak masuk dalam ujian nasional.
Tapi pendidikan agama sejak dini, jauh lebih penting untuk membentuk karakter si anak dalam bermoral
.
bermoral dan hidup dalam lingkungan sekitar.
Saya melihatnya, ketika kerusakan moral melanda seperti sekarang ini, rasanya nilai tinggi si anak dalam berbagai mata pelajaran, deretan piala di lemari kaca rumah yang menunjukan si anak sangat berprestasi di bidang tertentu akan begitu saja tidak bernilai, kalau si anak menjadi sebuah ‘aib’ yang memalukan
.
dan berimbas kepada si orangtua, merasa gagal mendidik si anak.
pada dasarnya semua orangtua menginginkan kehidupan anak-anaknya harus jauh lebih baik dari kehidupan mereka sekarang.
Dan pertanggung jawaban yang maha berat di hadapan Tuhan, ketika titipanNya tidak dididik dengan baik..???
.
Cara mendidik anak-anak remaja jaman sekarang metode mendidiknya pun harus disesuaikan dengan jaman dan perkembangan di sekitarnya kalau tidak ingin merasa kecolongan lagi.
Sedih rasanya kalau melihat remaja jaman sekarang, menjadi korban kerusakan moral yang semakin menggila..
.
mari pak..bu..kita evaluasi ulang, untuk mencegah keburukan itu semakin meluas..
saya pun ingin sekali membantu..bagaimanapun caranya itu
.
Pelajaran penting
Dalam sebuah kehidupan memang sangat rumit dan sulit ditebak, banyak rahasia dalam kehidupan ini. Baik buruknya orang terlihat dari cara bersikap pada orang lain dan saat bersosialisasi dengan khalayak banyak. Sosok seorang public figure memang sangat menempel dihati para penggemarnya. Baik buruknya, orang lain yang menilai tindakan artis tersebut. Meski kebenaran secara konvensional belum terbukti namun masyarakat mungkin telah bisa menilai sendiri.
Kejadian yang seperti ini bisa menumbuhkan bakal bibit yang bisa merusak moral para generasi muda. Arus globalisasi yang sangat begitu cepat menyebabkan setiap informasi dapat tersebar dengan cepat. Apapun informasinya, entah positif atau negative dapat dengan mudah tersebar. Situasi seperti ini bukan saatnya menyalahkan siapa dan siapa, namun lebih kepada pembentengan diri dan keluarga agar hal ini bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua. Teringat akan kata dalam bahasa jawa,”wong ki neng ndonyo mung mampir ngombe”, orang itu di dunia hanya mampir untuk minum. Sepenggal kalimat yang seharusnya patut menjadi pegangan dalam hidup ini.
.

Rasulullah Saw. memberitahu Ali a.s. bahawa Abu Bakr akan dibai‘ah di Dataran Bani Sa‘idah selepas kewafatannya…Bai‘ah Ali a.s. dan para sahabatnya kepada Abu Bakr secara terpaksa

Rasulullah Saw. memberitahu Ali a.s. bahawa Abu Bakr akan dibai‘ah di Dataran Bani Sa‘idah selepas kewafatannya

 

Amir al-Mukminin Ali a.s. berkata: Rasulullah Saw. telah memberitahuku dan bersabda: Orang ramai akan memberi bai‘ah kepada Abu Bakr di Dataran Bani Sa‘idah selepas penentangan mereka terhadap hak kami dan hujah kami. Kemudian mereka akan mendatangi Masjid dan orang pertama yang akan memberi bai‘ah kepadanya di atas mimbarku adalah Iblis dalam bentuk lelaki tua, mempunyai tanda hitam di dahi serta akan berkata sedemikian, kemudian dia akan keluar.

Kemudian dia akan mengumpulkan syaitan dan Iblisnya, lalu keluar dalam keadaan sujud seraya berkata: Wahai Sayyidana wa Kabirana! Andalah yang telah mengeluarkan Adam daripada Syurga. Dia berkata: Adakah ada umat yang tidak akan sesat selepas nabinya? Tidak ada. Kalian telah menyangka aku tidak terdaya lagi ke atas mereka? Bagaimana kalian telah melihatku memperdayakan mereka ketika mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya? Sebagaimana firman-Nya dalam Surah al-Saba’ (34): 20 ‘‘Sesungguhnya telah benar prasangka Iblis terhadap mereka itu lalu mereka mengikutnya kecuali satu golongan di antara orang Mukminin”.

 

Ali a.s. membawa Fatimah a.s. mendatangi sahabat Rasulullah Saw. bagi menuntut jawatan khalifah

 

Salman berkata: Apabila tiba waktu malam, Ali a.s. telah membawa Fatimah di atas keldai dan memegang dua anak lelakinya al-Hasan dan al-Husain a.s. dengan dua tangannya. Beliau tidak meninggalkan seorangpun ahli Badr yang terdiri daripada Muhajirin dan Ansar, melainkan menziarahi rumah mereka bagi menerangkan haknya kepada mereka dan menyeru mereka supaya membantunya.[1] Maka tidak seorangpun daripada mereka menyahuti seruannya kecuali empat puluh empat lelaki. Lantas beliau memerintahkan mereka supaya datang pada keesokan paginya dalam keadaan kepala bercukur dan membawa bersama mereka senjata untuk memberi bai‘ah kepadanya di atas dasar sanggup mati bersama.

Keesokannya, tidak seorangpun melakukannya melainkan empat orang sahaja. Maka aku bertanya kepada Salman: Siapakah mereka berempat itu? Jawabnya: Aku, Abu Dhar, al-Miqdad dan al-Zubair bin al-Awwam. Kemudian Ali a.s. datang kepada mereka pada malam berikutnya. Beliau telah berbincang dengan mereka lalu mereka berkata: Pagi tadi kami sahaja yang datang. Kemudian beliau datang kepada mereka pada malam ketiga namun tiada seorangpun berjumpa dengannya kecuali kami.

Manakala beliau sendiri telah melihat penipuan mereka dan sikap tidak mengambil berat mereka terhadapnya, beliaupun menghabiskan masa di rumahnya mengadap al-Qur’an, menyusun dan mengumpulkannya. Beliau tidak keluar dari rumahnya sehingga beliau selesai mengumpulkan al-Qur’an yang sebelum ini ditulis pada beberapa helai mushaf, pada pelepah tamar dan lain-lain. Apabila selesai mengumpulkan kesemuanya dan menulis tanzil, takwil,nasikh dan mansukhnya maka Abu Bakr menghantar perutusan kepadanya supaya keluar bagi memberi bai‘ah kepadanya.

Lantas Ali a.s. menghantar perutusan kepadanya dengan menyatakan: Aku sibuk. Aku telah bersumpah bahawa aku tidak akan memakai pakaian yang lengkap kecuali untuk mengerjakan solat sehingga aku mengumpul al-Qur’an dan menyusunnya. Maka merekapun berdiam diri beberapa hari mengenainya.

Beliaupun siap mengumpulkannya dalam satu kain kemudian keluar kepada orang ramai yang sedang berhimpun bersama Abu Bakr di Masjid Rasulullah Saw., maka Ali a.s. menyeru dengan suaranya yang tinggi: Wahai manusia! Aku sentiasa sibuk semenjak kewafatan Rasulullah Saw., memandikannya dan seterusnya mengumpulkan al-Qur’an di dalam satu kain ini. Allah tidak menurunkan satu ayat ke atas Rasulullah Saw. melainkan aku mengumpulkannya. Tidak ada satu ayatpun, melainkan beliau membacakannya kepadaku dan telah mengajarkan kepadaku takwilnya.

Kemudian Ali a.s. berkata kepada mereka: Supaya kalian tidak akan berkata: Kami melupai perkara ini. Dan janganlah kalian berkata pada Hari Kiamat bahawa aku tidak menyeru kalian untuk membantuku dan aku tidak mengingatkan kalian tentang hakku dan tidak menyeru kalian kepada Kitab Allahdaripada Fatihahnya hingga ke akhirnya.

Maka Umar berkata kepadanya: Apakah yang membuat anda berfikir bahawa kami perlu kepada apa yang anda dakwakan sedangkan kami mempunyai al-Qur’an? Kemudian Ali a.s. memasuki rumahnya. Umar berkata kepada Abu Bakr: Hantarkan perutusan kepada Ali supaya dia memberi bai‘ah, kerana kita tidak kemana-mana sehingga dia memberi bai‘ah. Sekiranya dia memberi bai‘ah, kita akan menjamin keselamatannya. Maka Abu Bakr menghantar perutusannya supaya beliau menyahut seruan Khalifah Rasulullah. Maka perutusan itu mendatangi Ali a.s. dan memberitahunya[2].

Lantas Ali menjawab: Subhanallah! Alangkah cepatnya kalian membohongi Rasulullah Saw., sesungguhnya beliau dan orang di sekelilingnya mengetahui bahawa Allah dan Rasul-Nya tidak melantik seseorang selain daripadaku. Lalu perutusan tersebut pulang dan memberitahu Abu Bakr apa yang dikatakan oleh Ali a.s.Abu Bakr berkata: Pergilah anda dan katakan kepadanya: Sahutilah seruan Amir al-Mukminin Abu Bakr. Diapun pergi berjumpa dengan Ali dan berkata apa yang telah diberitahu oleh Abu Bakr.

Maka Ali a.s. berkata: Subhanallah! Masa tidak lama, dia telah lupa. Demi Allah! Sesungguhnya dia telah mengetahui bahawa gelaran ini tidak sesuai melainkan untukku. Sesungguhnya Rasulullah Saw. telah memerintahkan Abu Bakr di kalangan tujuh orang supaya memberi bai‘ah kepadaku memimpin Muslimin. Orang pertama adalah dia dan sahabatnya Umar di kalangan tujuh orang.

Mereka berkata: Adakah perintah ini daripada Allah dan Rasul-Nya? Rasulullah Saw. menjawab kepada mereka berdua: Ya! Kebenaran daripada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Ali (a.s.) adalah Amir al-Mukminin, penghulu Muslimin dan pemegang bendera yang bergemerlapan. Allah mendudukannya di atas al-Sirat al-Mustaqimmaka beliau memasukkan para wali-Nya ke Syurga dan musuh-musuh-Nya ke Neraka.

Lantas perutusan tadi pulang dan memberitahu Abu Bakr apa yang dikatakan Ali a.s. Salman berkata: Merekapun mendiamkan diri mengenainya pada hari itu.[3] Apabila tiba waktu malam, Ali a.s. telah membawa Fatimah a.s. di atas keldai sambil memegang kedua-dua anak lelakinya al-Hasan dan al-Husain dengan kedua-dua tangannya. Tiada seorangpun daripada sahabat Rasulullah Saw. melainkan beliau datang ke rumah mereka.

Beliau menyeru mereka dengan nama Allah tentang haknya dan mengajak mereka supaya membantunya. Tetapi tiada seorangpun yang menyahuti seruannya selain daripada kami berempat. Kami telah mencukur kepala dan memberi bantuan kepadanya. Al-Zubair adalah orang yang paling terserlah dalam memberi bantuan itu. Setelah Ali a.s. melihat sikap dingin orang ramai yang tidak memberi bantuan terhadapnya, malah mereka menyokong Abu Bakr dan membesar-besarkannya pula, beliaupun balik ke rumahnya.

Selanjutnya Umar berkata kepada Abu Bakr: Apakah yang menghalang anda menghantar perutusan kepadanya supaya dia memberi bai‘ah kerana semua orang telah memberi bai‘ah melainkan dia dan empat orang sahabatnya. Dalam hal ini, Abu Bakr adalah lebih lembut dan sopan, sementara yang kedua (Umar) adalah lebih kasar dan dingin. Abu Bakr berkata: Siapakah yang akan kami hantar? Umar menjawab: Kami akan menghantar Qunfudh. Dia seorang lelaki yang kasar dan dingin. Dia juga orang yang baru memeluk Islam yang berasal dari suku Bani Adi bin Ka‘ab.

Maka Qunfudh telah dihantar bersama beberapa pembantunya. Apabila sampai, diapun memohon kebenaran Ali a.s. untuk masuk ke rumahnya. Namun Ali a.s. enggan memberi kebenaran, lalu merekapun pulang menemui Abu Bakr dan Umar yang sedang duduk di Masjid dan orang ramai berada di sekelilingnya. Mereka berkata: Kami tidak dibenarkan masuk. Umarpun berkata: Kalian pergi kembali dan masuklah ke rumahnya sama ada diberi kebenaran ataupun tidak. Maka merekapun pergi lalu memohon kebenaran untuk masuk.

Fatimah a.s. berkata: Aku akan menyusahkan kalian jika kalian memasuki rumahku tanpa izin, lalu mereka pun pulang tetapi Qunfudh al-Mal‘un tidak pulang. Mereka yang pulang memberitahu bahawa Fatimah akan menyusahkan mereka jika mereka memasuki rumahnya tanpa keizinan. Lantas Umar menjadi marah dan bekata: Apakah hubungan urusan kami dengan perempuan?

 

Rumah Fatimah a.s. diserang dan paksaan ke atas Ali a.s. supaya memberi bai‘ah

 

Kemudian Umar memerintahkan orang ramai supaya membawa kayu api. Merekapun membawa kayu api, begitu juga dengan Umar. Kemudian kayu api itu diletakkan di sekeliling rumah Ali, Fatimah dan dua anak lelakinya. Kemudian Umar telah menyeru Ali. dan Fatimah. Demi Allah! kami akan mengeluarkan kalian wahai Ali! Oleh itu, hendaklah anda membai‘ah Khalifah Rasulullah.

Jika tidak, aku akan menyalakan api ke atas anda. Maka Fatimah a.s. berkata: Wahai Umar! Apakah pertalian kami dengan anda? Umar berkata: Bukakan pintu, jika tidak kami akan membakar rumah kalian. Fatimah berkata: Wahai Umar! Tidakkah anda bertakwa kepada Allah, anda ingin memasuki rumahku? Namun Umar enggan pulang. Kemudian dia menyeru untuk mendapatkan api lantas menyalakannya di pintu lantas menolaknya dan terus memasuki rumah. Diapun berhadapan dengan Fatimah a.s.[4]

Fatimah a.s. menjerit dan berkata: Wahai bapaku! Wahai Rasulullah!. Tetapi Umar telah mengangkat pedang yang masih tersarung dan meletakkannya di bahu Fatimah a.s. Fatimah melaung: Wahai bapaku! Maka Umarpun mengangkat cemetinya dan terus memukul bahu Fatimah. Fatimah a.s. menyeru lagi: Wahai Rasulullah! Sejahat-jahat manusia selepas anda wafat adalah Abu Bakr dan Umar.

Dalam pada itu, Ali a.s. telah melompat lalu memegang hidung dan tengkuk Umar. Hampir-hampir beliau membunuhnya, namun beliau mengingati kata-kata dan wasiat Rasulullah Saw. Beliaupun berkata: Demi orang yang memuliakan Muhammad dengan kenabian, wahai Ibn Sahhak (Umar)! Sekiranya tidak ada kitab daripada Allah terdahulu dan janji yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw. kepadaku, nescaya anda mengetahui bahawa anda tidak akan memasuki rumahku.

Umar pun meminta orang ramai supaya memasuki rumah Ali manakala Ali a.s. pula telah menerkam ke arah pedangnya, lantas Qunfudh pulang menemui Abu Bakr kerana takut Ali a.s. akan keluar dengan pedangnya.[5] Dia mengetahui akan kehebatan Ali a.s. Abu Bakr berkata kepada Qunfudh: Kembalilah kepada Ali dan jika dia tidak keluar, cerobohilah rumahnya. Jika dia enggan, nyalakan api ke atas mereka dan rumah mereka sekali.

Lalu Qunfudh al-Mal‘un datang semula. Dia dan para sahabatnya telah memasuki rumah Ali a.s. tanpa izin. Ali a.s. telah menerkam kepada pedangnya tetapi mereka mendahuluinya. Mereka datang berpusu-pusu kepadanya dalam jumlah yang ramai. Meskipun begitu Ali a.s. sempat merampas sebahagian daripada pedang mereka.           Akhirnya mereka mencampakkan tali ke leher Ali a.s. Fatimah a.s. pada masa itu yang berada di sebalik pintu dipukul oleh Qunfudh dengan cemeti lalu jatuh pengsan. Terdapat kesan di bahunya seperti warna hitam akibat daripada pukulan tersebut, la‘natullahi ‘alaihi. Kemudian Qunfudh melalui Ali a.s. yang sedang ‘digari’ dan membawanya ke hadapan Abu Bakr dan Umar yang sedang berdiri sambil memegang pedang di atas kepalanya.

Khalid bin al-Walid, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Salim maula Abi Hudhaifah, Mu‘adh bin Jabal, al-Mughirah bin Syu‘bah, Usyad bin Hudhair, Basyir bin S‘ad dan semua orang di sekitar Abu Bakr lengkap dengan senjata.

Akupun bertanya kepada Salman: Mereka telah memasuki rumah Fatimah tanpa izinnya? Salman menjawab: Ya. Demi Tuhan! Tidak ada di atasnya penutup (khimar), lalu Fatimah a.s. menyeru bapanya wahai bapaku! wahai Rasulullah! Sejahat-jahat manusia selepas anda meninggal adalah Abu Bakr dan Umar. Kedua-dua mata anda belum memejam dengan rapat dalam kuburan anda. Fatimah a.s. telah menyeru dengan suara yang tinggi. Akupun melihat Abu Bakr dan orang di sekelilingnya menangis melainkan Umar, Khalid dan al-Mughirah bin Syu‘bah. Umar berkata: Kami bukan perempuan kerana fikiran mereka tertumpu kepada perkara tertentu.

Salman berkata lagi: Mereka menyerahkan Ali a.s. kepada  Abu Bakr. Ali a.s. berkata: Demi Allah! jika terhunus pedang ditanganku maka kalian mengetahui bahawa kalian tidak akan sampai ke sini selama-lamanya. Demi Tuhan! aku tidak mencela diriku di dalam perjuangan kalian. Sekiranya aku dapat mengumpulkan empat puluh orang lelaki, nescaya aku dapat memecahkan kumpulan kalian. Tetapi Allah melaknati orang yang telah memberi bai‘ah kepadaku kemudian mereka tidak mematuhinya pula.

Manakala Abu Bakr merenung kepadanya dia melaungkan suaranya: Berikan laluan untuknya. Ali a.s. membalas: Alangkah cepatnya kalian menghina Rasulullah Saw.! Di atas hak dan kedudukan manakah anda menyeru orang ramai supaya memberi bai‘ah kepada anda? Tidakkah anda telah memberi bai‘ah kepadaku kelmarin dengan perintah Allah dan Rasul-Nya? Qunfudh la‘natullah, telah memukul Fatimah a.s. dengan cemeti apabila terpisah antaranya dan suaminya. Kemudian menolaknya sambil memukul bahunya. Maka gugurlah janinnya daripada perutnya. Fatimah a.s. sentiasa berada di atas hamparannya sehingga beliau mati syahid.

Salman berkata: Manakala Ali a.s. dibawa kepada Abu Bakr, Umar memekik: Berilah bai‘ah dan tinggalkan kebatilan-kebatilan ini. Ali a.s berkata kepadanya: Sekiranya aku tidak melakukannya, apakah yang akan kalian lakukan kepadaku? Mereka berkata: Kami akan membunuh anda (naqtulu-ka) dengan penuh kehinaan. Beliau berkata: Jika begitu kalian membunuh seorang hamba Allah dan saudara Rasulullah? Abu Bakr menjawab: Adapun seorang hamba Allah, itu benar namun saudara Rasulullah, kami tidak mengakuinya. Ali berkata: Adakah kalian mengingkari bahawa Rasulullah Saw. telah mempersaudarakanku dengannya.[6] Abu Bakr berkata: Ya. Maka dia telah mengulangi jawapan yang sama kepadanya.

 

Penyaksian ucapan Nabi Saw. pada Hari Ghadir Khum mengenai hak Ali a.s.

 

Ali a.s. telah tampil di hadapan mereka seraya berkata: Wahai Muslimin, Muhajirin dan Ansar! Aku menyeru kalian dengan nama Allah, adakah kalian telah mendengar Rasulullah Saw. berkata pada Hari Ghadir Khum,[7] demikian, demikian sehingga beliau tidak meninggalkan sesuatu apapun perkara yang telah diucapkan oleh Rasulullah Saw., sebagai pemberitahuan kepada orang ramai. Merekapun menjawab: Ya.

Apabila Abu Bakr berasa takut bahawa orang ramai akan membantu Ali (a.s.) dan menghalangnya (Abu Bakr), diapun berkata: Apa yang anda katakan itu adalah betul. Sesungguhnya kami telah mendengarnya dengan telinga kami dan hati kami mengingatinya. Tetapi aku telah mendengar Rasulullah bersabda selepas itu: Kami Ahl al-Bait telah dipilih oleh Allah di mana Dia telah memuliakan kami dan memilih untuk kami Akhirat ke atas Dunia. Dan sesungguhnya Allah tidak mahu menghimpunkan untuk kami Ahl al-Bait kenabian dan khilafah.

Ali a.s. berkata: Adakah seseorang daripada sahabat Rasulullah Saw. telah menyaksikannya bersama anda? Umar berkata: Benar apa yang dikatakan oleh Khalifah Rasulullah bahawa sesungguhnya aku telah mendengarnya sebagaimana yang dikatakan olehnya. Abu Ubaidah, Salim maula Abi Hudhaifah dan Mu‘adh bin Jabal berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarnya daripada Rasulullah.

Ali a.s. berkata: Sesungguhnya kalian telah menunaikan perjanjian yang terkandung di dalam Sahifah di mana kalian menandatanganinya di hadapan Ka‘bah bahawa jika Muhammad mati atau terbunuh, kami akan menjauhkan urusan khilafah daripada kami Ahl al-Bait. Abu Bakr berkata: Bagaimanakah anda mengetahui tentangnya? Kami tidakpun memberitahu anda mengenainya!

Ali a.s. berkata: Anda wahai Zubair, Salman, Abu Dhar dan al-Miqdad, aku menyeru kalian dengan nama Allah dan Islam, adakah anda telah mendengar Rasulullah Saw. berkata sedemikian? Dan adakah kalian telah mendengar bahawa si fulan dan si fulan sehingga beliau menyebutkan kelima-lima nama mereka (yang mendakwa mendengar sabda Rasulullah), kerana mereka telah menulis sebuah perjanjian bersama mereka?

Mereka menjawab: Ya. Kami telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda sedemikian kepada anda. Sesungguhnya mereka telah membuat perjanjian untuk mereka laksanakan dan menulis sebuah perjanjian bersama mereka: Sekiranya aku dibunuh atau mati, mereka akan menjauhkan khilafah daripada anda, wahai Ali! Akupun bertanyakan Rasulullah Saw: Dengan nama bapaku, anda dan ibuku, wahai Rasulullah! Jika berlaku sedemikian, apakah yang anda perintahkan untuk kulakukan? Maka Rasulullah Saw. berkata: Sekiranya anda mendapati pembantu-pembantu, maka perangilah mereka. Dan sekiranya anda tidak mendapati pembantu-pembantu, maka berilah bai‘ah dan jagalah darah anda.

Ali a.s. berkata: Demi Allah! Sekiranya empat puluh orang lelaki yang memberi bai’ah kepadaku setia kepadaku, nescaya aku memerangi mereka kerana Allah. Tetapi tidak seorangpun daripada keturunan mereka berdua akan menduduki jawatan khalifah sehingga Hari Kiamat. Adapun ucapan mereka yang membohongi kalian tentang Rasulullah Saw., maka firman-Nya dalam Surah al-Nisa’ (4): 54 ada menerangkan. ‘‘Bahkan mereka dengki kepada manusia kerana Allah memberi kurniaan kepadanya? Maka sesungguhnya Kami telah mengurniakan keluarga Ibrahim akan al-Kitab dan al-Hikmah dan Kami kurniakan kepada mereka kerajaan yang besar”. Maka Al-Kitab adalah al-Nubuwwah (kenabian), al-Hikmah adalah al-Sunnah dan Al-Mulk adalah al-khilafah. Dan kamilah keluarga Ibrahim.[8]

 

Pendirian al-Miqdad dan peringatannya kepada orang ramai di majlis Abu Bakr

 

Maka al-Miqdad pun bangun dan berkata: Wahai Ali! Apakah anda memerintahkan aku untuk melakukan sesuatu? Demi Allah! sekiranya anda memerintahkan aku, nescaya aku akan memukulnya dengan pedangku dan sekiranya anda memerintahkan aku, nescaya aku menahan diriku.

Lantas Ali a.s. berkata: Tahanlah diri anda Wahai al-Miqdad! Ingatlah janji Rasulullah Saw. dan wasiatnya kepada anda. Maka akupun berdiri dan berkata: Demi yang diriku di tangan-Nya, jika aku mengetahui sesungguhnya aku telah menolak bala dan aku lebih mulia di sisi agama, nescaya aku akan meletakkan pedangku di atas tengkukku. Kemudian aku memukulnya sedikit-sedikit. Ali a.s. berkata: Adakah anda membohongi saudara Rasulullah Saw., wasinya, khalifahnya pada umatnya dan bapa anaknya? Maka terimalah berita gembira dengan bala dan janganlah mengharapkan kesenangan.

 

Pendirian Abu Dhar al-Ghifari dan amarannya kepada orang ramai di majlis Abu Bakr

 

Abu Dhar bangun dan berkata: Wahai umat yang bingung selepas Nabinya dikhianati! Sesungguhnya Allah berfirman dalam Surah Ali al-Imran (3): 33-34 ‘‘Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran ke atas sekalian alam. (Mereka itu) satu keturunan, sesetengahnya akan sesetengah yang lain dan Allah Maha Mendengar dan Maha mengetahui” Maka Keluarga Muhammad adalah daripada keturunan Nuh, Ibrahim dan Isma‘il.

‘Itrah (keturunan) Nabi Muhammad Saw. adalah Ahl Bait al-Nubuwwah, tempat turunnya perutusan dan tempat berkunjungnya para Malaikat. Mereka seperti langit yang diangkat, gunung yang tersergam, Ka‘bah yang tersembunyi, mata yang bersih, bintang petunjuk dan pokok yang diberkati yang telah memancarkan cahayanya serta diberkati minyaknya oleh Muhammad, penutup segala nabi dan penghulu anak Adam. Sementara Ali adalah wasi  kepada segalawasi dan imam bagi orang yang bertakwa.[9]

Beliau adalah al-Siddiq al-Akbar, al-Faruq al-A‘zam,[10] wasi Muhammad, pewaris ilmunya dan orang yang paling aula dengan al-Mukminin daripada diri mereka sendiri sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Ahzab (33): 6 ‘‘Nabi adalah aula (dekat) dengan Mukminin daripada diri mereka sendiri, manakala isteri-isterinya adalah ibu mereka dan kerabat pertalian darah sebahagian mereka lebih aula daripada yang lain di dalam Kitab Allah”. Lantaran itu dahulukanlah mereka yang telah didahulukan oleh Allah dan kemudiankanlah mereka yang telah dikemudiankan oleh Allah. Jadikanlah wilayah, dan wirathah bagi orang yang dipilih oleh Allah SWT.

Lantas Umar bangun dan berkata kepada Abu Bakr yang sedang duduk di atas mimbar: Apakah yang membuat anda duduk di atas mimbar ini? Orang yang duduk ini (Ali) adalah penentang dan dia tidak bangun untuk memberi bai‘ah kepada anda. Perintahkannya supaya dia memberi bai‘ah kepada anda, jika tidak, penggallah kepalanya. Al-Hasan dan al-Husain a.s. sedang berdiri. Apabila mereka berdua mendengar kata-kata Umar, mereka terus menangis.

Lantas Ali a.s. memeluk mereka berdua ke dadanya sambil berkata: Janganlah kalian menangis. Demi Allah! mereka berdua tidak mampu untuk membunuh bapa kalian. Tiba-tiba Umm Aiman (penyusu Rasulullah Saw.) datang dan berkata: Wahai Abu Bakr! Alangkah cepatnya kalian melahirkan hasad dan nifaq (sifat munafik) anda. Maka Umar memerintahkan supaya dia dikeluarkan dari Masjid dan berkata: Perempuan tidak ada kaitan dengan kami.

 

Pendirian Buraidah al-Aslami dan amarannya kepada Umar dan Abu Bakr

 

Buraidah al-Aslami berdiri dan berkata: Adakah anda telah membohongi saudara Rasulullah Saw. dan bapa anaknya? Andalah yang kami kenali dalam masyarakat Quraisy dengan sebenarnya. Tidakkah kalian berdua telah dikatakan oleh Rasulullah Saw: Pergilah kepada Ali dan ucaplah salam ke atasnya kerana menjadi pemimpin Mukminin? Maka kalian berdua berkata: Adakah ia merupakan perintah daripada Allah dan Rasul-Nya? Dia menjawab: Ya.         Abu Bakr berkata: Ia memang begitu.Tetapi Rasulullah bersabda selepas itu: Tidak akan berkumpul pada Ahl Baitku al-Nubuwwah dan al-Khilafah. Namun Ali a.s. membalas: Rasulullah Saw. tidak bersabda sedemikian. Demi Allah! aku tidak akan tinggal di negeri di mana anda adalah amirnya. Maka Umar telah memerintahkan supaya beliau dipukul dan diusir.

 

Bai‘ah Ali a.s. dan para sahabatnya kepada Abu Bakr secara terpaksa

 

Kemudian Umar berkata: Berdirilah wahai Ibn Abi Talib dan berilah bai‘ah. Ali a.s menjawab: Jika aku tidak melakukannya? Dia menjawab: Jika begitu, demi Allah! kami akan memenggal kepala anda. Ali a.s. telah memberi hujah kepada mereka sebanyak tiga kali, kemudian menghulurkan tangannya tanpa membuka tapak tangannya. Maka Abu Bakr pun memegang tangannya dan meridhai hal sedemikian.

Ali a.s. telah menyeru sebelum memberi bai‘ah dalam keadaan tali terikat pada lehernya: Wahai Ibn Umm! Sesungguhnya mereka menindasku dan hampir membunuhku. Ada seseorang berkata kepada al-Zubair: Berilah bai‘ah, tetapi dia menolaknya. Lantas Umar, Khalid, al-Mughirah bin Syu‘bah telah bergegas ke hadapan orang ramai, lantas mereka merampas pedangnya dan memukulnya ke tanah sehingga mereka mematah dan mengucapkan talbiah kepadanya.

Maka al-Zubair berkata dalam keadaan Umar menolak dadanya: Wahai Ibn Sahhak! Sekiranya pedang berada di tanganku, nescaya anda menjauhiku, kemudian diapun memberi bai‘ah. Salman berkata: Kemudian mereka telah membawaku dan memegang tengkukku dengan pantas sehingga mereka meninggalkannya seperti barang. Kemudian mereka memegang tanganku, lalu aku memberi bai‘ah secara terpaksa. Seterusnya Abu Dhar dan al-Miqdad juga telah memberi bai‘ah secara terpaksa.

Tiada seorangpun yang telah memberi bai‘ah secara terpaksa selain daripada Ali a.s. dan kami berempat. Dan tiada seorangpun daripada kami yang begitu lantang selain daripada al-Zubair kerana dia berkata ketika memberi bai‘ah: Wahai Ibn Sahhak! Demi Allah! Sekiranya tiada mereka yang zalim membantu anda nescaya anda tidak akan datang kepadaku ketika pedangku berada di tanganku, kerana aku mengetahui anda adalah seorang yang pengecut dan keji. Tetapi anda mendapatkan orang yang zalim (thughat) bagi menguatkan kedudukan anda. Kata-kata itu menyebabkan Umar naik marah.

Al-Zubair berkata lagi: Adakah anda masih ingat wahai Sahhak? Umar bertanya: Siapa Sahhak? Al-Zubair menjawab: Apakah yang menghalangku daripada menyebut Sahhak? Sahhak adalah seorang penzina wanita. Adakah anda mengingkarinya wahai Umar? Tidakah dia seorang hamba wanita daripada Habsyah kepunyaan datukku Abd al-Muttalib, kemudian datuk anda Nufail berzina dengannya, lalu melahirkan bapa anda al-Khattab? Selepas itu Abd al-Muttalib memberikannya kepada datuk anda selepas dia berzina denganya kemudian melahirkanya (al-Khattab). Sesungguhnya dia (al-Khattab) adalah hamba kepada datukku, adalah anak zina.[11] Lantas Abu Bakr mendamaikan di antara mereka berdua, lalu kedua-duanya dapat mengawal diri mereka.

 

Ucapan Salman al-Farisi selepas memberi bai‘ah secara terpaksa di majlis Abu Bakr

 

Sulaim bin Qais berkata: Maka aku berkata kepada Salman: Wahai Salman! Adakah anda telah memberi bai‘ah kepada Abu Bakr tanpa berkata apa-apa? Beliau menjawab: Sesungguhnya aku telah berkata selepas memberi bai‘ah: Binasalah untuk kalian sepanjang masa. Adakah kalian mengetahui apa yang kalian lakukan untuk diri kalian? Kalian betul dari satu segi dan bersalah dari satu segi yang lain ? Kalian betul, kerana menepati sunnah orang sebelum kalian yang telah berpecah-belah dan berselisih faham.

Dan kalian telah bersalah kerana menyalahi Sunnah Nabi kalian sehingga kalian mengeluarkan (sunnah) daripada galiannya dan keluarganya. Lantas Umar berkata: Wahai Salman! Justeru sahabat anda telah memberi bai‘ah dan anda sendiri telah memberi bai‘ah maka cakaplah apa sahaja yang anda mahu dan lakukanlah apa yang terlintas di hati anda. Dan biarlah sahabat anda berkata apa yang terlintas di hatinya.[12] Salman berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya kepada anda dan sahabat anda yang anda bai‘ah kepadanya adalah seperti dosa-dosa umatnya sehingga Hari Kiamat dan seperti azab mereka semua”.

Maka Umar berkata kepadanya: Katakanlah apa yang anda mahu. Tidakkah anda telah memberi bai‘ah? Allah tidak akan mententeramkan dua mata anda jika sahabat anda memegang jawatan khalifah. Maka Salman berkata: Aku naik saksi bahawa sesungguhnya aku telah membaca beberapa kitab Allah yang diturunkan, bahawa anda dan nama anda, keturunan anda dan sifat anda adalah satu pintu daripada pintu-pintu Jahanam. Maka Umar berkata kepadaku: Katakanlah apa yang anda mahu. Tidakkah Allah telah menghilangkan daripada Ahl al-Bait yang kalian telah mengambil mereka sebagai tuhan (arbaban) selain daripada Allah?

Aku berkata kepadanya: Aku naik saksi sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda dan aku telah bertanya kepadanya firman-Nya dalam Surah al-Fajr (89): 25-26 ‘‘Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaaan Allah. Dan tiada seorangpun yang mengikat dengan rantai seperti ikatan Allah” Maka beliau memberitahuku bahawa andalah yang dimaksudkan.

Maka Umar berkata kepadaku: Diam! Allah mendiamkan mulut anda wahai hamba anak lelaki orang yang tidak berkhatan. Lantas Ali a.s. berkata kepadaku: Aku bersumpah ke atas anda wahai Salman supaya diam. Salman berkata: Demi Allah! Sekiranya Ali a.s. tidak memerintahkanku supaya berdiam nescaya aku memberitahunya setiap ayat yang turun mengenainya dan setiap sesuatu yang aku mendengar daripada Rasulullah Saw. tentangnya dan sahabatnya (Abu Bakr). Manakala Umar melihatku dia berdiam seketika kemudian berkata: Anda terlalu mematuhinya!

Apabila Abu Dhar dan al-Miqdad memberi bai‘ah dan mereka berdua tidak berkata apa-apa, Umar berkata: Wahai Salman! Tidakkah anda boleh menahan diri anda sebagaimana yang dilakukan oleh kedua-dua sahabat anda? Demi Allah! bahawa sesungguhnya anda bukanlah mencintai Ahl al-Bait ini lebih daripada mereka berdua dan bukan pula lebih membesarkan mereka daripada kedua-duanya.

Sesungguhnya memadailah sebagaimana anda lihat mereka berdua telah memberi bai‘ah. Abu Dhar berkata: Adakah anda menghina kami kerana cinta kami kepada keluarga Muhammad dan membesarkan mereka? Allah melaknati dan Dia telah melakukannya kepada orang yang memusuhi mereka, membohongi mereka, menzalimi hak mereka, membuat orang ramai memandang rendah terhadap mereka dan mengembalikan umat ini mundur kebelakang.

Umar berkata: Amin! Allah melaknati orang yang menzalimi hak mereka. Tidak! Demi Allah! mereka tidak mempunyai apa-apa hakpun. Malah manusia adalah sama. Abu Dhar berkata: (Jika begitu) Kenapa kalian bertengkar dengan kaum Ansar tentang hak mereka dan hujah mereka?[13]

 

Ucapan Ali a.s. selepas memberi bai‘ah secara terpaksa

 

Ali a.s. berkata kepada Umar: Wahai Ibn Sahhak! Kami tidak mempunyai hak mengenainya malah ia untuk anda dan anak lelaki kepada wanita pemakan lalat (Abu Bakr). Umar berkata: Tahan diri anda sekarang juga wahai Abu al-Hasan! Kerana anda telah memberi bai‘ah. Lagipun orang ramai meridhai dengan sahabatku dan bukan dengan anda. Justeru itu apakah dosaku?

Ali a.s. berkata: Tetapi Allah (SWT) dan Rasul-Nya tidak meridhai selain daripadaku. Lantaran itu, terimalah berita gembira untuk anda, sahabat anda dan sesiapa yang mengikut kalian berdua maka kemurkaan Allah, azab-Nya dan penghinaan-Nya[14].

Celakalah anda (waila-ka) wahai Ibn al-Khattab! Adakah anda mengetahui dari manakah anda keluar, dari manakah anda masuk, apakah jenayah yang anda perlakukan ke atas diri anda dan sahabat anda? Maka Abu Bakr berkata: Wahai Umar! Tidakkah dia telah memberi bai‘ah kepada kita dan kita telah terselamat daripada kejahatannya, pembunuhannya dan ancamannya? Justeru itu, biarkan dia berkata apa yang dia mahu.

Lalu Ali a.s. berkata: Aku tidak akan berkata melainkan satu perkara; aku mengingatkan kalian akan Allah, wahai kalian berempat (Salman, Abu Dhar, al-Zubair dan al-Miqdad) bahawa aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Tabut daripada api mengandungi dua belas lelaki. Enam terdiri daripada orang yang terdahulu dan enam lagi terdiri daripada orang yang terkemudian berada di Neraka Jahannam, peringkat terbawah, di dalam Tabut (peti besi) yang bertutup di atasnya dengan batu besar. Apabila Allah ingin memanaskan Neraka Jahannam, Dia akan membuka batu besar tersebut daripada Tabut. Lantas Neraka Jahanam menjadi lebih panas lagi”.

Ali a.s. berkata: Aku telah bertanya kepada Rasulullah Saw. dan kalian menjadi saksi tentang enam orang yang terdahulu. Maka beliau berkata: Orang yang terdahulu adalah anak lelaki Adam yang telah membunuh saudaranya, ketua segala Fir‘aun yang telah berhujah dengan nabi Ibrahim tentang Tuhannya, dua lelaki daripada Bani Isra’il yang telah mengubah Kitab dan Sunnah mereka. Salah seorang daripada mereka mengyahudikan Yahudi, sementara seorang lagi menasranikan Nasrani, pembunuh unta betina (al-Naqah) dan pembunuh Nabi Yahya bin Zakaria.

Adapun orang yang terkemudian adalah Dajjal dan lima orang yang membuat perjanjian di hadapan Ka‘bah (Ashab al-Sahifah) bagi menentang anda. Wahai saudaraku! mereka akan melahirkan penentangan ke atas anda selepasku; ini dan ini sehingga dia namakan mereka satu persatu kepada kami. Salman berkata: Maka kamipun berkata: Anda memang benar. Kami bersaksi sesungguhnya kami telah mendengar perkara itu daripada Rasulullah Saw.

Uthman berkata: Wahai Abu al-Hasan! Adakah di sisi anda dan sahabat anda ada hadis mengenaiku? Ali a.s. menjawab: Ya. Aku telah mendengar Rasulullah Saw. melaknati anda. Kemudian Allah tidak akan mengampuninya selepas beliau melaknati anda. Lantas Uthman memarahinya dan berkata: Apa salahku dan anda? Janganlah anda meninggalkanku pada masa nabi dan selepasnya. Ali a.s. berkata: Ya, Allah telah menundukkan keangkuhan anda.

Maka Uthman berkata: Demi Allah, sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Al-Zubair akan dibunuh dalam keadaan murtad daripada agama Islam. Salman berkata: Ali a.s. telah berkata kepadaku ketika kami berdua: Benar apa yang telah dikatakan oleh Uthman tadi. Dia telah memberi bai‘ah kepadaku selepas pembunuhan Uthman tetapi dia telah menarik balik bai‘ahnya daripadaku. Justeru itu, dia telah dibunuh dalam keadaan murtad.

Salman berkata: Maka Ali a.s. berkata lagi: Sesungguhnya orang ramai semuanya telah menjadi murtad selepas Rasulullah Saw. melainkan empat orang. Sesungguhnya orang ramai telah menjadi murtad selepas Rasulullah Saw. sepertilah kedudukan Harun dan orang yang mengikutinya dan kedudukan al-‘Ijlserta orang yang mengikutinya. Maka Ali a.s. diumpamakan seperti Harun danal-Atiq (Abu Bakr) diumpamakan seperti al-‘Ijl, sementara Umar sepertilah al-Samiri.

Dan aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Akan datang satu kaum daripada sahabatku yang mempunyai kedudukan yang tinggi di sisiku melalui al-Sirat. Apabila aku melihat mereka dan mereka melihatku, aku mengenali mereka dan mereka juga mengenaliku”. Tiba-tiba mereka dibawa begitu pantas daripadaku, maka akupun berkata: Wahai Tuhanku! (mereka itu) sahabatku, sahabatku. Maka dijawab: Anda tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh mereka selepas anda. Mereka telah menjadi murtad kebelakang sebaik saja anda meninggalkan mereka”.

Maka aku berkata: Mohon dijauhkan perkara tersebut! Dan aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Umatku akan mengikut sunnah Bani Isra’il sepenuhnya sehingga jika mereka memasuki lubang biawak sekalipun, mereka akan memasukinya bersama mereka,[15] kerana sesungguhnya Taurat dan al-Qur’an telah ditulis oleh seorang Malaikat dalam satu lembaran dengan satu penulisan. Lantaran itu, contoh-contoh dan sunnah-sunnah adalah sama”.

 

Pada Hari Kiamat Iblis akan dibelenggu dengan satu belenggu daripada api neraka

 

       Daripada Abban bin Abi ‘Iyasy daripada Sulaim bin Qais: Beliau berkata: Aku mendengar Salman al-Farisi berkata: Apabila datang Hari Kiamat, Iblis akan dibawa dalam keadaan terbelenggu dengan satu belenggu daripada Api Neraka. Sementara Zufar akan dibawa dalam keadaan terbelenggu dengan dua belenggu daripada Api Neraka. Lantas Iblis datang kepadanya dan berkata dengan suara yang nyaring: Celaka ibu anda mengandung! Siapa anda? Akulah yang melakukan fitnah terhadap orang terdahulu dan orang terkemudian. Aku dibelenggu dengan satu belenggu sementara anda dibelenggu dengan dua belenggu. Maka Iblis berkata: Akulah yang telah memerintah, maka anda telah menaatinya. Sementara Allah telah memerintah, tetapi anda telah mendurhakai.

 

Sabda Nabi Saw.: “Saudaraku adalah kemegahan Arab, sepupu yang paling mulia, bapa yang paling dihormati…”

 

[1] Al-Muttaqi al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, iii, hlm. 139.

 

[2] Al-Muttaqi al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, iii, hlm.139.

 

[3] Ibid.

 

[4] Abu al-Fida’, Tarikh, i, hlm. 156. al-Tabari, Tarikh, iii, hlm.156-7.

 

[5] Ibn Qutaibah, al-Imamah wa al-Siyasah, i, hlm. 14-15. al-Tabari, Tarikh, iii, hlm. 198.

 

[6] Ibn Hanbal, Fadha’il al-Sahabah, ii, hlm. 617.

 

[7] Ibn Qutaibah, Kitab al-Ma‘arif, hlm. 251-2. Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, ii, hlm. 298.

 

[8] Al-Qunduzi al-Hanafi, Yanabi‘ al-Mawaddah, hlm. 120-1.

 

[9] Al-Syarif al-Radhi, Nahj al-Balaghah, hlm.162-3.

 

[10] Al-Qunduzi al-Hanafi, Yanabi‘ al-Mawaddah, hlm. 124-5.

 

[11] Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, xxx, hlm. 98-99.

 

[12] Bandingkan, al-Tabari, Tarikh, iii, hlm. 198-20. Abu al-Fida’, Tarikh, hlm. 156-9.

 

[13] Lihat misalnya Ibn Qutaibah, al-Imamah wa al-Siyasah, hlm. 10-11.

 

[14]Abu Nu‘aim al-Isfahani, Hilyah al-Auliya, i, hlm. 66. al-Kanji al-Syafi‘i, Kifayah al-Talib, hlm. 72.

 

[15] Ibn Hanbal, Musnad, iii, hlm. 84,94.

Malik bin Anas berkata : “Fitnah Abu Hanifah lebih berbahaya bagi umat dari pada Fitnah Iblis”…”Malik berkata : Tidak seorangpun lahir dalam islam yang lebih berbahaya dari Abu Hanifah”

Abu Hanifah dikenal sebagai ulama dari salah satu empat Mazhab Sunni yang sempat belajar kepada Imam Ja’far Shadiq (as). Salah satu ucapannya yang terkenal adalah :

أبا حنيفة ومالك كانا تلميذين للإمام الصادق وكان أبو حنيفة كثيرا ما يقول لولا السنتان لهلك النعمان

Abu Hanifah dan Malik adalah murid dari Imam Shadiq dan Abu Hanifah biasa mengatakan : “Tanpa dua tahun al-Nu’man akan binasa” (Nazarat fi al Kutub al Khalidah halaman 182:)

Dalam Minhaj al-Syariah al-Islamiah j. 3 h.114:

وأخذ عنه أيضا الإٌمام أبو حنيفة في الكوفة ، وقال ما رأبت أفقه من جعفر بن محمد الصادق

“Begitu juga Imam Abu Hanifah dibawah pengajaran (Imam Shadiq) di Kufah, dan ia (Abu Hanifah) berakata :’Aku tidak pernah melihat sorang yang lebih faqih dari Ja’far bin Muhammad al Shadiq”

Ulama Sunni Syaikh Ibn Talha As-Syafi’i dalam Matalib al Sual halaman 218:

واستفاد من الإمام الصادق جماعة من أعيان الأئمة وأعلامهم مثل مالك بن أنس وأبو حنيفة

“Banyak ulama yang mengambil manfaat dari Imam Ash-Shadiq seperti Malik bin Anas dan Abu Hanifah”

.

Pada masa itu, pengetahuan Islam menyebar dan pelajar mengambil manfaat dari ajaran ulama dengan perbedaan pandangan yang jauh dan luas. Abu Hanifah termasuk yang mengambil pelajaran dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) walaupun sekitar dua tahun sebagaimana yang di ucapkannya. Jika kita belajar fiqih atau ilmu agama lainnya dibawah guru dengan keyakinan yang berbeda untuk diri sendiri maka itu TIDAK secara otomatis berarti kita harus merubah keyakinan kita. Oleh sebab itu jika ada krtitik terhadap Abu Hanifah, terkait tentang pandangan-pandangannya tidaklah berpengaruh terhadap Imam Ja’far (as) yang mana Imam Abu Hanifah sempat dua tahun belajar kepadanya.

Oknum Ulama sering mengatakan bahwa mazhab Islam yang benar adalah empat mazhab ahlu sunnah, selain dari mazhab tersebut sesat, tidak boleh di ikuti, dan lain-lain. Jika kita perhatikan beberapa Imam Mazhab tersebut sering kali mengkritik pedas ulama mazhab lainnya. Abu Hanifah adalah salah satu Imam Mazhab Sunni yang sering di kritik pedas oleh Imam Mazhab Sunni lainnya.

.

.

.

.

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Ahmad Bin Hanbal

Tarikh Baghdad (13/454) :

أخبرنا الحسن بن الحسن بن المنذر القاضي والحسن بن أبي بكر البزاز قالا أخبرنا محمد بن عبد الله الشافعي سمعت إبراهيم بن إسحاق الحربي قال سمعت احمد بن حنبل وسئل عن مالك فقال حديث صحيح ورأي ضعيف وسئل عن الأوزاعي فقال حديث ضعيف ورأي ضعيف وسئل عن أبي حنيفة فقال لا رأي ولا حديث وسئل عن الشافعي فقال حديث صحيح وراي صحيح

Ishaq bin Harby berkata : “Aku mendengar, Ahmad bin Hanbal ditanya mengenai Imam Malik. Jawabannya; ‘Hadisnya Shahih tapi pendapatnya Lemah (dhaif). Lalu ia ditanya mengenai Awzai, ia menjawab; ‘Hadis dan pendapatnya keduanya Dhaif, lalu ia ditanya tentang Abu Hanifah, ia menjawab; ‘Tdk Hadis dan tidak Pendapatanya (tidak ada nilainya), lalu ia ditanya tentang Imam Syafi’i, jawabannya; “Hadis dan pendapatnya shahih”

Tarikh Baghdad (15/ 569) :

أخبرنا بن رزق حدثنا احمد بن سلمان الفقيه المعروف بالنجاد حدثنا عبد الله بن احمد بن حنبل حدثنا مهنى بن يحيى قال سمعت احمد بن حنبل يقول ما قول أبي حنيفة والبعر عندي إلا سواء

Ahmad bin Hanbal berkata : “Menurutku pendapat Abu Hanifah sama dengan kotoran kambing”

Keterangan :

SANADNYA KEPADA MUHANNA ADALAH SHAHIH,MUHANNA ADALAH SEORANG TSIQOH DAN SANGAT TEGUH BERPEGANG PADA SUNNAH,TAMPAKNYA ABDULLAH (PUTRA AHMAD BIN HAMBAL) TIDAK MENDENGAR DARI AYANYA DAN IA MENGAMBIL DARI MUHANNA. (catatn kaki Tarikh Baghdad j. 15/569)

Ulama kontemporer Sunni, Hasan As-Saqqaf mencatat dalam Al Salafya al Wahabiah, hal. 73 :

فالحنابلة يرون أن الإمام أبو حنيفة من أئمة الضلال

“Hanbaliyah menyakini bahwa Imam Abu Hanifah adalah Imam kesesatan.”

Tarikh Baghdad (13/416) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن رزق أخبرنا بن سلم حدثنا الأبار حدثنا أبو الأزهري النيسابوري حدثنا حبيب كاتب مالك بن أنس عن مالك بن أنس قال كانت فتنة أبي حنيفة أضر على هذه الأمة من فتنة إبليس

Malik bin Anas berkata : “Fitnah Abu Hanifah lebih berbahaya bagi umat dari pada Fitnah Iblis”

Tarikh Baghdad (13/415) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن الفضل أخبرنا عبيد الله بن جعفر بن درستويه حدثنا يعقوب بن سفيان حدثني الحسن بن الصباح حدثنا إسحاق بن إبراهيم الحنيني قال قال مالك ما ولد في الإسلام مولود أضر على أهل الإسلام من أبي حنيفة

“Malik berkata : Tidak seorangpun lahir dalam islam yang lebih berbahaya dari Abu Hanifah”

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Syafi’i

Tarikh Baghdad (15/ 567) :

وقال أيضا حدثنا أبي حدثنا هارون بن سعيد الأيلي قال سمعت الشافعي يقول ما أعلم أحدا وضع الكتاب أدل على عوار قوله من أبي حنيفة

Syafi’i berkata : “Saya tidak tahu siapa yang menulis sebuah kitab yang membuktikan kesalahannya sendiri kecuali Abu Hanifah”

Halaman yang sama :

أخبرنا احمد بن محمد العتيقي والحسن بن جعفر السلماسي والحسن بن علي الجوهري قالوا أخبرنا علي بن عبد العزيز البرذعي أخبرنا أبو محمد عبد الرحمن بن أبي حاتم أخبرنا محمد بن عبد الله بن عبد الحكم قال قال لي محمد بن إدريس الشافعي نظرت في كتب لأصحاب أبي حنيفة فإذا فيها مائة وثلاثون ورقة فعددت منها ثمانين ورقة خلاف الكتاب والسنة

Berkata Muhammad bin Idris As-Syafi’i : “Aku melihat kitab sahabat-sahabat Abu Hanifah dan itu terdiri dari 130 halaman, aku menemukan di dalamnya 80 halaman yang bertentangan dengan Al Kitab (al Qur’an) dan Sunnah”

Tarikh Baghdad (15/549) :

- وقال الشافعي شر عليهم من أبي حنيفة

“Syafi’i mengatakan kepada mereka kejahatan Abu Hanifah”

Imam Subki mencatat pernyataan Imam Syafi’i dalam Tabaqat al-Shafi’iyah al-Kubra, j.2 h.94 :

وكذلك وجدت كتاب أبى حنيفة إنما يقولون كتاب الله وسنة نبيه وإنما هم مخالفون له

“Aku telah melihat kitab Abu Hanifah dan mereka mengklaim bahwa apapun yang mereka katakan ada dalam Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya, dan sebenarnya mereka menentangnya. (bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah)

.

.

.

Dari semua itu maka terlihat jelas bahwa tidak ada kewajiban bagi siapapun untuk mengikuti salah satu dari empat Mazhab Sunni, karena jika kebenaran ada pada keempat mazhab tersebut, mengapa salah satu Imam Mazhab dari empat mazhab tersebut dikritik pedas oleh Imam Mazhab lainnya..? Lalu pandangan yang mana yang harus diikuti.? toh kedua Imam Mazhab Sunni tersebut jelas-jelas mengatakan bahwa Abu Hanifah yg merupakan salah satu dari Imam Mazhab sunni tersebut merupakan seorang Imam kesesatan, pendapatnya tidak ada artinya, fitnahnya lebih berbahaya daripada fitnah iblis, dll (sebagaimana yang tercantum dalam Tarikh Baghdad diatas) ?

Pada intinya silahkan bagi anda untuk mengikuti mazhab manapun yang anda yakini, tidak ada monopoli dalam bermazhab, yang jelas kewajibannya adalah mengikuti Tsaqalain : Kitabullah dan Ahlul Bait.

==

.

Imam Syafi’i berkata : “Saya tidak tahu siapa yang menulis sebuah kitab yang membuktikan kesalahannya sendiri kecuali Abu Hanifah. “Aku telah melihat kitab Abu Hanifah dan mereka mengklaim bahwa apapun yang mereka katakan ada dalam Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya, dan sebenarnya mereka menentangnya. (bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah)”…Berkata Muhammad bin Idris As-Syafi’i : “Aku melihat kitab sahabat-sahabat Abu Hanifah dan itu terdiri dari 130 halaman, aku menemukan di dalamnya 80 halaman yang bertentangan dengan Al Kitab (al Qur’an) dan Sunnah”…”Syafi’i mengatakan kepada mereka kejahatan Abu Hanifah”…

Abu Hanifah dikenal sebagai ulama dari salah satu empat Mazhab Sunni yang sempat belajar kepada Imam Ja’far Shadiq (as). Salah satu ucapannya yang terkenal adalah :

أبا حنيفة ومالك كانا تلميذين للإمام الصادق وكان أبو حنيفة كثيرا ما يقول لولا السنتان لهلك النعمان

Abu Hanifah dan Malik adalah murid dari Imam Shadiq dan Abu Hanifah biasa mengatakan : “Tanpa dua tahun al-Nu’man akan binasa” (Nazarat fi al Kutub al Khalidah halaman 182:)

Dalam Minhaj al-Syariah al-Islamiah j. 3 h.114:

وأخذ عنه أيضا الإٌمام أبو حنيفة في الكوفة ، وقال ما رأبت أفقه من جعفر بن محمد الصادق

“Begitu juga Imam Abu Hanifah dibawah pengajaran (Imam Shadiq) di Kufah, dan ia (Abu Hanifah) berakata :’Aku tidak pernah melihat sorang yang lebih faqih dari Ja’far bin Muhammad al Shadiq”

Ulama Sunni Syaikh Ibn Talha As-Syafi’i dalam Matalib al Sual halaman 218:

واستفاد من الإمام الصادق جماعة من أعيان الأئمة وأعلامهم مثل مالك بن أنس وأبو حنيفة

“Banyak ulama yang mengambil manfaat dari Imam Ash-Shadiq seperti Malik bin Anas dan Abu Hanifah”

.

Pada masa itu, pengetahuan Islam menyebar dan pelajar mengambil manfaat dari ajaran ulama dengan perbedaan pandangan yang jauh dan luas. Abu Hanifah termasuk yang mengambil pelajaran dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) walaupun sekitar dua tahun sebagaimana yang di ucapkannya. Jika kita belajar fiqih atau ilmu agama lainnya dibawah guru dengan keyakinan yang berbeda untuk diri sendiri maka itu TIDAK secara otomatis berarti kita harus merubah keyakinan kita. Oleh sebab itu jika ada krtitik terhadap Abu Hanifah, terkait tentang pandangan-pandangannya tidaklah berpengaruh terhadap Imam Ja’far (as) yang mana Imam Abu Hanifah sempat dua tahun belajar kepadanya.

Oknum Ulama sering mengatakan bahwa mazhab Islam yang benar adalah empat mazhab ahlu sunnah, selain dari mazhab tersebut sesat, tidak boleh di ikuti, dan lain-lain. Jika kita perhatikan beberapa Imam Mazhab tersebut sering kali mengkritik pedas ulama mazhab lainnya. Abu Hanifah adalah salah satu Imam Mazhab Sunni yang sering di kritik pedas oleh Imam Mazhab Sunni lainnya.

.

.

.

.

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Ahmad Bin Hanbal

Tarikh Baghdad (13/454) :

أخبرنا الحسن بن الحسن بن المنذر القاضي والحسن بن أبي بكر البزاز قالا أخبرنا محمد بن عبد الله الشافعي سمعت إبراهيم بن إسحاق الحربي قال سمعت احمد بن حنبل وسئل عن مالك فقال حديث صحيح ورأي ضعيف وسئل عن الأوزاعي فقال حديث ضعيف ورأي ضعيف وسئل عن أبي حنيفة فقال لا رأي ولا حديث وسئل عن الشافعي فقال حديث صحيح وراي صحيح

Ishaq bin Harby berkata : “Aku mendengar, Ahmad bin Hanbal ditanya mengenai Imam Malik. Jawabannya; ‘Hadisnya Shahih tapi pendapatnya Lemah (dhaif). Lalu ia ditanya mengenai Awzai, ia menjawab; ‘Hadis dan pendapatnya keduanya Dhaif, lalu ia ditanya tentang Abu Hanifah, ia menjawab; ‘Tdk Hadis dan tidak Pendapatanya (tidak ada nilainya), lalu ia ditanya tentang Imam Syafi’i, jawabannya; “Hadis dan pendapatnya shahih”

Tarikh Baghdad (15/ 569) :

أخبرنا بن رزق حدثنا احمد بن سلمان الفقيه المعروف بالنجاد حدثنا عبد الله بن احمد بن حنبل حدثنا مهنى بن يحيى قال سمعت احمد بن حنبل يقول ما قول أبي حنيفة والبعر عندي إلا سواء

Ahmad bin Hanbal berkata : “Menurutku pendapat Abu Hanifah sama dengan kotoran kambing”

Keterangan :

SANADNYA KEPADA MUHANNA ADALAH SHAHIH,MUHANNA ADALAH SEORANG TSIQOH DAN SANGAT TEGUH BERPEGANG PADA SUNNAH,TAMPAKNYA ABDULLAH (PUTRA AHMAD BIN HAMBAL) TIDAK MENDENGAR DARI AYANYA DAN IA MENGAMBIL DARI MUHANNA. (catatn kaki Tarikh Baghdad j. 15/569)

Ulama kontemporer Sunni, Hasan As-Saqqaf mencatat dalam Al Salafya al Wahabiah, hal. 73 :

فالحنابلة يرون أن الإمام أبو حنيفة من أئمة الضلال

“Hanbaliyah menyakini bahwa Imam Abu Hanifah adalah Imam kesesatan.”

Tarikh Baghdad (13/416) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن رزق أخبرنا بن سلم حدثنا الأبار حدثنا أبو الأزهري النيسابوري حدثنا حبيب كاتب مالك بن أنس عن مالك بن أنس قال كانت فتنة أبي حنيفة أضر على هذه الأمة من فتنة إبليس

Malik bin Anas berkata : “Fitnah Abu Hanifah lebih berbahaya bagi umat dari pada Fitnah Iblis”

Tarikh Baghdad (13/415) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن الفضل أخبرنا عبيد الله بن جعفر بن درستويه حدثنا يعقوب بن سفيان حدثني الحسن بن الصباح حدثنا إسحاق بن إبراهيم الحنيني قال قال مالك ما ولد في الإسلام مولود أضر على أهل الإسلام من أبي حنيفة

“Malik berkata : Tidak seorangpun lahir dalam islam yang lebih berbahaya dari Abu Hanifah”

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Syafi’i

Tarikh Baghdad (15/ 567) :

وقال أيضا حدثنا أبي حدثنا هارون بن سعيد الأيلي قال سمعت الشافعي يقول ما أعلم أحدا وضع الكتاب أدل على عوار قوله من أبي حنيفة

Syafi’i berkata : “Saya tidak tahu siapa yang menulis sebuah kitab yang membuktikan kesalahannya sendiri kecuali Abu Hanifah”

Halaman yang sama :

أخبرنا احمد بن محمد العتيقي والحسن بن جعفر السلماسي والحسن بن علي الجوهري قالوا أخبرنا علي بن عبد العزيز البرذعي أخبرنا أبو محمد عبد الرحمن بن أبي حاتم أخبرنا محمد بن عبد الله بن عبد الحكم قال قال لي محمد بن إدريس الشافعي نظرت في كتب لأصحاب أبي حنيفة فإذا فيها مائة وثلاثون ورقة فعددت منها ثمانين ورقة خلاف الكتاب والسنة

Berkata Muhammad bin Idris As-Syafi’i : “Aku melihat kitab sahabat-sahabat Abu Hanifah dan itu terdiri dari 130 halaman, aku menemukan di dalamnya 80 halaman yang bertentangan dengan Al Kitab (al Qur’an) dan Sunnah”

Tarikh Baghdad (15/549) :

- وقال الشافعي شر عليهم من أبي حنيفة

“Syafi’i mengatakan kepada mereka kejahatan Abu Hanifah”

Imam Subki mencatat pernyataan Imam Syafi’i dalam Tabaqat al-Shafi’iyah al-Kubra, j.2 h.94 :

وكذلك وجدت كتاب أبى حنيفة إنما يقولون كتاب الله وسنة نبيه وإنما هم مخالفون له

“Aku telah melihat kitab Abu Hanifah dan mereka mengklaim bahwa apapun yang mereka katakan ada dalam Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya, dan sebenarnya mereka menentangnya. (bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah)

.

.

.

Dari semua itu maka terlihat jelas bahwa tidak ada kewajiban bagi siapapun untuk mengikuti salah satu dari empat Mazhab Sunni, karena jika kebenaran ada pada keempat mazhab tersebut, mengapa salah satu Imam Mazhab dari empat mazhab tersebut dikritik pedas oleh Imam Mazhab lainnya..? Lalu pandangan yang mana yang harus diikuti.? toh kedua Imam Mazhab Sunni tersebut jelas-jelas mengatakan bahwa Abu Hanifah yg merupakan salah satu dari Imam Mazhab sunni tersebut merupakan seorang Imam kesesatan, pendapatnya tidak ada artinya, fitnahnya lebih berbahaya daripada fitnah iblis, dll (sebagaimana yang tercantum dalam Tarikh Baghdad diatas) ?

Pada intinya silahkan bagi anda untuk mengikuti mazhab manapun yang anda yakini, tidak ada monopoli dalam bermazhab, yang jelas kewajibannya adalah mengikuti Tsaqalain : Kitabullah dan Ahlul Bait.

==

.

Ahmad bin Hanbal berkata : “Menurutku pendapat Abu Hanifah sama dengan kotoran kambing”…Ahmad bin Hanbal ditanya mengenai Imam Malik. Jawabannya; ‘Hadisnya Shahih tapi pendapatnya Lemah (dhaif).

Abu Hanifah dikenal sebagai ulama dari salah satu empat Mazhab Sunni yang sempat belajar kepada Imam Ja’far Shadiq (as). Salah satu ucapannya yang terkenal adalah :

أبا حنيفة ومالك كانا تلميذين للإمام الصادق وكان أبو حنيفة كثيرا ما يقول لولا السنتان لهلك النعمان

Abu Hanifah dan Malik adalah murid dari Imam Shadiq dan Abu Hanifah biasa mengatakan : “Tanpa dua tahun al-Nu’man akan binasa” (Nazarat fi al Kutub al Khalidah halaman 182:)

Dalam Minhaj al-Syariah al-Islamiah j. 3 h.114:

وأخذ عنه أيضا الإٌمام أبو حنيفة في الكوفة ، وقال ما رأبت أفقه من جعفر بن محمد الصادق

“Begitu juga Imam Abu Hanifah dibawah pengajaran (Imam Shadiq) di Kufah, dan ia (Abu Hanifah) berakata :’Aku tidak pernah melihat sorang yang lebih faqih dari Ja’far bin Muhammad al Shadiq”

Ulama Sunni Syaikh Ibn Talha As-Syafi’i dalam Matalib al Sual halaman 218:

واستفاد من الإمام الصادق جماعة من أعيان الأئمة وأعلامهم مثل مالك بن أنس وأبو حنيفة

“Banyak ulama yang mengambil manfaat dari Imam Ash-Shadiq seperti Malik bin Anas dan Abu Hanifah”

.

Pada masa itu, pengetahuan Islam menyebar dan pelajar mengambil manfaat dari ajaran ulama dengan perbedaan pandangan yang jauh dan luas. Abu Hanifah termasuk yang mengambil pelajaran dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) walaupun sekitar dua tahun sebagaimana yang di ucapkannya. Jika kita belajar fiqih atau ilmu agama lainnya dibawah guru dengan keyakinan yang berbeda untuk diri sendiri maka itu TIDAK secara otomatis berarti kita harus merubah keyakinan kita. Oleh sebab itu jika ada krtitik terhadap Abu Hanifah, terkait tentang pandangan-pandangannya tidaklah berpengaruh terhadap Imam Ja’far (as) yang mana Imam Abu Hanifah sempat dua tahun belajar kepadanya.

Oknum Ulama sering mengatakan bahwa mazhab Islam yang benar adalah empat mazhab ahlu sunnah, selain dari mazhab tersebut sesat, tidak boleh di ikuti, dan lain-lain. Jika kita perhatikan beberapa Imam Mazhab tersebut sering kali mengkritik pedas ulama mazhab lainnya. Abu Hanifah adalah salah satu Imam Mazhab Sunni yang sering di kritik pedas oleh Imam Mazhab Sunni lainnya.

.

.

.

.

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Ahmad Bin Hanbal

Tarikh Baghdad (13/454) :

أخبرنا الحسن بن الحسن بن المنذر القاضي والحسن بن أبي بكر البزاز قالا أخبرنا محمد بن عبد الله الشافعي سمعت إبراهيم بن إسحاق الحربي قال سمعت احمد بن حنبل وسئل عن مالك فقال حديث صحيح ورأي ضعيف وسئل عن الأوزاعي فقال حديث ضعيف ورأي ضعيف وسئل عن أبي حنيفة فقال لا رأي ولا حديث وسئل عن الشافعي فقال حديث صحيح وراي صحيح

Ishaq bin Harby berkata : “Aku mendengar, Ahmad bin Hanbal ditanya mengenai Imam Malik. Jawabannya; ‘Hadisnya Shahih tapi pendapatnya Lemah (dhaif). Lalu ia ditanya mengenai Awzai, ia menjawab; ‘Hadis dan pendapatnya keduanya Dhaif, lalu ia ditanya tentang Abu Hanifah, ia menjawab; ‘Tdk Hadis dan tidak Pendapatanya (tidak ada nilainya), lalu ia ditanya tentang Imam Syafi’i, jawabannya; “Hadis dan pendapatnya shahih”

Tarikh Baghdad (15/ 569) :

أخبرنا بن رزق حدثنا احمد بن سلمان الفقيه المعروف بالنجاد حدثنا عبد الله بن احمد بن حنبل حدثنا مهنى بن يحيى قال سمعت احمد بن حنبل يقول ما قول أبي حنيفة والبعر عندي إلا سواء

Ahmad bin Hanbal berkata : “Menurutku pendapat Abu Hanifah sama dengan kotoran kambing”

Keterangan :

SANADNYA KEPADA MUHANNA ADALAH SHAHIH,MUHANNA ADALAH SEORANG TSIQOH DAN SANGAT TEGUH BERPEGANG PADA SUNNAH,TAMPAKNYA ABDULLAH (PUTRA AHMAD BIN HAMBAL) TIDAK MENDENGAR DARI AYANYA DAN IA MENGAMBIL DARI MUHANNA. (catatn kaki Tarikh Baghdad j. 15/569)

Ulama kontemporer Sunni, Hasan As-Saqqaf mencatat dalam Al Salafya al Wahabiah, hal. 73 :

فالحنابلة يرون أن الإمام أبو حنيفة من أئمة الضلال

“Hanbaliyah menyakini bahwa Imam Abu Hanifah adalah Imam kesesatan.”

Tarikh Baghdad (13/416) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن رزق أخبرنا بن سلم حدثنا الأبار حدثنا أبو الأزهري النيسابوري حدثنا حبيب كاتب مالك بن أنس عن مالك بن أنس قال كانت فتنة أبي حنيفة أضر على هذه الأمة من فتنة إبليس

Malik bin Anas berkata : “Fitnah Abu Hanifah lebih berbahaya bagi umat dari pada Fitnah Iblis”

Tarikh Baghdad (13/415) :

http://islamport.com/d/1/trj/1/108/1614.html

أخبرنا بن الفضل أخبرنا عبيد الله بن جعفر بن درستويه حدثنا يعقوب بن سفيان حدثني الحسن بن الصباح حدثنا إسحاق بن إبراهيم الحنيني قال قال مالك ما ولد في الإسلام مولود أضر على أهل الإسلام من أبي حنيفة

“Malik berkata : Tidak seorangpun lahir dalam islam yang lebih berbahaya dari Abu Hanifah”

Abu Hanifah Dalam Pandangan Imam Syafi’i

Tarikh Baghdad (15/ 567) :

وقال أيضا حدثنا أبي حدثنا هارون بن سعيد الأيلي قال سمعت الشافعي يقول ما أعلم أحدا وضع الكتاب أدل على عوار قوله من أبي حنيفة

Syafi’i berkata : “Saya tidak tahu siapa yang menulis sebuah kitab yang membuktikan kesalahannya sendiri kecuali Abu Hanifah”

Halaman yang sama :

أخبرنا احمد بن محمد العتيقي والحسن بن جعفر السلماسي والحسن بن علي الجوهري قالوا أخبرنا علي بن عبد العزيز البرذعي أخبرنا أبو محمد عبد الرحمن بن أبي حاتم أخبرنا محمد بن عبد الله بن عبد الحكم قال قال لي محمد بن إدريس الشافعي نظرت في كتب لأصحاب أبي حنيفة فإذا فيها مائة وثلاثون ورقة فعددت منها ثمانين ورقة خلاف الكتاب والسنة

Berkata Muhammad bin Idris As-Syafi’i : “Aku melihat kitab sahabat-sahabat Abu Hanifah dan itu terdiri dari 130 halaman, aku menemukan di dalamnya 80 halaman yang bertentangan dengan Al Kitab (al Qur’an) dan Sunnah”

Tarikh Baghdad (15/549) :

- وقال الشافعي شر عليهم من أبي حنيفة

“Syafi’i mengatakan kepada mereka kejahatan Abu Hanifah”

Imam Subki mencatat pernyataan Imam Syafi’i dalam Tabaqat al-Shafi’iyah al-Kubra, j.2 h.94 :

وكذلك وجدت كتاب أبى حنيفة إنما يقولون كتاب الله وسنة نبيه وإنما هم مخالفون له

“Aku telah melihat kitab Abu Hanifah dan mereka mengklaim bahwa apapun yang mereka katakan ada dalam Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya, dan sebenarnya mereka menentangnya. (bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah)

.

.

.

Dari semua itu maka terlihat jelas bahwa tidak ada kewajiban bagi siapapun untuk mengikuti salah satu dari empat Mazhab Sunni, karena jika kebenaran ada pada keempat mazhab tersebut, mengapa salah satu Imam Mazhab dari empat mazhab tersebut dikritik pedas oleh Imam Mazhab lainnya..? Lalu pandangan yang mana yang harus diikuti.? toh kedua Imam Mazhab Sunni tersebut jelas-jelas mengatakan bahwa Abu Hanifah yg merupakan salah satu dari Imam Mazhab sunni tersebut merupakan seorang Imam kesesatan, pendapatnya tidak ada artinya, fitnahnya lebih berbahaya daripada fitnah iblis, dll (sebagaimana yang tercantum dalam Tarikh Baghdad diatas) ?

Pada intinya silahkan bagi anda untuk mengikuti mazhab manapun yang anda yakini, tidak ada monopoli dalam bermazhab, yang jelas kewajibannya adalah mengikuti Tsaqalain : Kitabullah dan Ahlul Bait.

==

Keluarga Nabi SAW disakiti dengan keji.. … “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. al Ahzâb[33] ;57)

… “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. al Ahzâb[33] ;57)

Dan tiada nabi yang lebih sabar  dari Nabi Muhammad SAWW dalam menghadapi gangguan kaumnya, baik yang kafir maupun yang munafik atau yang lemah imannya.

Serta tiada dosa melebihi dosa mengganggu Allah dan Rasul-Nya. Allah melaknat dan mencampakkan ke dalam siksa pedih-Nya sesiapa yang berani-berani mengganggu rasul-Nya.

Allah SWT. berfirman:

إِنَّ الَّذينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذاباً مُهيناً.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. al Ahzâb[33] ;57)

Keterangan:

Tentang ayat di atas, Ibnu Katsir berkata, “Allah berfirman sembari mengancam dan manjanjikan siksaan atas sesiapa yang mengganggu-Nya dengan melanggar perintah-perintah-Nya dan menerjang larangan-larangan-Nya serta berterus-terus dalam melanggar. Allah juga mengancam sesiapa yang mengganggu Rasul-Nya dengan menisbatkan aib atau cacat –kami berlindung kepada Allah darinya-….

.” Dan setelah menyebutkan perselisihan pendapat para ahli tafsir tentang siapa atau kelompok mana yang dimaksud dengannya, di antaranya adalah pendapat Ibnu Abbas ra. bahwa yang dimaksud dengannya  adalah para sahabat yang mengganggu Nabi saw. terkait dengan pernikahan beliau saw. dengan Shaifyah binti Huyai ibn Akhthab, ia melanjutkan, “Yang zahir bahwa ayat itu bersifat umum untuk siapapun yang mengganggu beliau dengan bentuk gangguan apapun. Maka barang siapa mengganggu beliau berarti ia benar-benar telah mengganggu Allah. Sebagaimana ta’at kepada beliau adalah ta’at kepada Allah.”[1]

Asy Syaukani menjelaskan makna mengganggu dengan: “Tindakan apapun yang tidak disukai Allah dan rasul-Nya berupa maksiat. Sebab mustahil Allah terganggu. Adapun makna la’nah (laknat) adalah diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah. Dan Allah menjadikan ganjaran itu di dunia dan di akhirat agar mereka diliputi laknat sehingga tidak tersisa waktu hidup dan mati mereka melainkan laknat/kutukan Allah mengena dan menyertai mereka.”[2]

Dalam ayat di atas Allah menegaskan bahwa siapapun yang mengganggu Rasulullah saw. berarti ia menganggu Allah, sebab seorang rasul selaku rasul tidak lain adalah utusan Allah, maka siapapun yang mengganggu Rasul-Nya berarti sebenarnya ia sedang bermaksud mengganngu Allah.

Dan Allah mencancam bagi yang mengganngu-Nya dan mengganggu Rasul-Nya dengan kutukan/ laknatan yang akan mengena dan menyertainya di sepanjang kehidupan dunia dan akhiratnya, selain Allah siapkan siksa yang menghinakan kelak di hari kiamat ketika mereka dicampakkan ke dalam api neraka.

Allah mengancamnya dengan laknat yang artinya –seperti telah disebutkan- adalah diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah SWT. Dan rahmat Allah yang khusus bagi kaum Mukmin adalah berbentuk bimbingan kepada keyakinan yang benar/haq dan hakikat keimanan yang akan diikuti dengan amal shaleh.

Jadi dijauhkan dari rahmat di dunia berkonsekuensi terhalanginya orang tersebut dari mendapatkan rahmat tersebut di atas sebagai balasan atas kejahatannya.Dan ini akan menyebabkan terkuncinya hati dari menerima kebenaran, seperti ditegaskan dalam firman-Nya:

لَعَنَّاهُمْ وَ جَعَلْنَا قُلُوبَهُم قاسِيَةً.

Kami laknati mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.” (QS. Al Mâidah [5];13)

Sebagaimana mata hati mereka menjadi buta dan telinga battin mereka menjadi tuli. Allah SWT berfiaman:

أُلئكَ الذين لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُم و أَعْمَى أَبْصارَهُمْ.

Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad [47];23)

Inilah ganjaran mereka yang menggangggu Rasulullah SAWW. di dunia.Adapun ganjaran atas mereka di akhirat nanti adalah dijauhkan dari rahmat kedekatan Allah. Mereka dihalau dari mendapat anugrah-Nya. Dan setelah itu Allah menambahkan lagi dengan firman-Nya:dan (Allah) menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang menghinakan mereka, karena daahulu di dunia mereka mengganggu Rasulullah saw. sebagai bentuk kecongkakan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, maka sekarang mereka dibalas dengan kehinaan abadi.

Salah Satu Bentuk Mengganggu Nabi saw.

Para ulama ahli tafsir Sunni menyebutkan bahwa di antara sikap yang mengganggu dan menyakitkan hati Nabbi saw. adalah ucapan sebagian sahabat bahwa ia akan menikahi seorang dari istri beliau SAWW. jika nanti beliau meninggal. Dan  Allah telah merekam sikap tidak senonoh tersebut dalam firman-Nya:

وَ ما كانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَ لا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْواجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَداً إِنَّ ذلِكُمْ كانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظيماً.

“….Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.”(QS. al Ahzâb[33];53)

Keterangan:

Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah (dengan melanggar perintahnya baik yang terkait dengan sikap kalian terhadap istri-istri beliau atau dalam masalah-masalah lain) dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu (menikahi istri-istri beliau sepeninggal beliau) adalah (dosa yang) amat besar (dosanya) di sisi Allah.

Ayat ini mengesankan secara kuat bahwa sebagian sahabat telah menyebut-nyebut niatan/ucapan yang disebut di dalamnya bahwa ada di antara mereka yang berniat menikahi istri-istri Nabi saww. sepeninggal beliau saww.

Beberapa riwayat telah dircatat para Ahli Hadis bahwa yang berbicara tidak sononoh itu adalah salah seorang sahabat Nabi saw. Sementara beberapa riwayat lainnya menegaskan bahwa sahabat yang dimaksud adalah Thalhal ibn Ubaidillah.

Jalaluddin as Suyuthi menyebutkan dalam kitab tafsir ad Durr al Mantsûr-nya delapan riwayat dalam masalah ini dari para muhaddis kenamaan Ahlusunnah, di antaranya adalah:

(1)   Ibnu Jarir ath Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Ada seorang datang menemui salah seorang istri Nabi saw. lalu berbincang-bincang dengannya, ia adalah anak pamannya. Maka Nabi saw. bersabda, ‘Jangan kamu ulang lagi perbuatan ini setelah hari ini!’ Ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah! Dia adalah anak pamanku dan aku tidak berbincang-bincang yang munkar kepadanya dan dia pun tidak berbicara yang munkar kepadaku.’ Nabi SAWW bersabda, ‘Aku mengerti itu. Tiada yang lebih cemburu dibanding Allah dan tiada seorang yang lebih pecemburu dibanding aku. Lalu ia meninggalkan Nabi kemudian berkata, ‘Dia meralangku berbincang-bincang dengan anak pamanku, jika ia mati aku benar-benar akan menikahinya.’ Maka turunlah ayat itu. …. “

(2)   Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari as Siddi ra., ia berkata, “Telah sampai kepada kami berita bahwa Thalhah berkata, ‘Apakah Muhammad menghalang-halangi kami dari menikahi wanita-wanita suku kami, sementara ia menihaki wanita-wanita kami setelah kematian kami? Jika terjadi sesuatu atasnya (mati_maksudnya) aku akan nikahi istri-istrinya.” Maka turunlah ayat ini.

(3)   Abdurrazzâq, Abdu ibn Humaid dan Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Qatadah ra., ia baerkata, “Thahlah berkata, ‘Jika Nabi wafat aku akan nikahi ‘Aisyah ra.” maka turunlah ayat: Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri- istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat… “

(4)   Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Abu Bakar ibn Muhammad ibn ‘Amr ibn Hazm tentang firman Allah: Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri- istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat….”, ia berkata, “Ayat ini turun untuk Thalhah ibn Ubaidillah, sebab dia berkata, ‘Jika Rasulullah saw wafat. aku akan nikahi Aisyah ra.’”[3]

Wallahu A’lam.

Khulashah:

Dari keterangan di atas dimengerti bahwa karena Allah SWT. tidak mungkin menimpa-Nya gangguan apapun baik secara fisik maupun non fisik karena Dzat Allah Maha suci dari mengalami itu semua.

Maka Allah menetapkan manusia-manusia suci pilihan-Nya sebagai barometer gangguan kepada Allah. Nabi Muhammad saw. adalah barometer tersebut! Sesiapa yang mengganggu Nabi Muhammad saw. maka berarti ia benar-benar telah mengganggu Allah SWT. Sebab beliau adalah duta Allah dan hamba pilihan-Nya!

by Ibnu Jakfari

[1] Tafsir al Qur’an al Adzîm; Ibnu Katsir,4/517.

[2] Fathul Qadîr,4/302-303.

[3] Baca ad Durr al Mantsûr,5/403-404, Tafsir Fathul Qadîr,4/298-300, tafsir Ibnu Katsir,3/506, Tafsir Ma’âlim at Tanzîl,5/273, dll.