Duh! 62,7 % Siswi SMP Di kota besar Indonesia Sudah tak Perawan ? Hanya 1 dari 3 siswi SMP Indonesia dikota besar saja yang masih perawan ?

Duh! 62,7 % Siswi SMP Di kota besar Sudah tak Perawan?

8 Alasan Kenapa Remaja Mengikuti Pergaulan Bebas.

Berikut beberapa alasan, kenapa remaja masa kini cengderung mengikuti pergaulan bebas.

1. Bosan akan dunianya
2. Ingin mencoba hal baru
3. Tidak mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari orang tua
4. Melampiaskan kekesalah semata
5. Stres berat
6. Dihasut rekan atau teman
7. Sebagai tanda remaja modern
8. Syarat masuk klub atau organisasi.

================================================================================

Remaja Dan Seks…

Rabu, 01-07-2009 10:20:53 oleh: Mestika Dewi

Apakah Anda pernah membaca tentang hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Terus akhir-akhir ini juga dibeberapa majalah dimuat mengenai tulisan tentang fenomena seks di usia remaja. Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa ada remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televisi. Belum lagi, membaca artikel di majalah lain mengenai prostitusi di kalangan siswi remaja, ternyata hal itu dibuktikan benar pula dari penelitian yang dilakukan majalah tersebut.

Entah karena kurang perhatian orang tua, sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini? Entahlah. Remaja memang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Tugas utamanya adalah pembentukan identitas atau konsep diri, dan membentuknya dengan baik memang tidak mudah. Masalah-masalah remaja seperti ini, sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Mengijinkan dirinya melakukan hal ini, merusak diri sendiri karena ia menilai dirinya secara kurang tepat.

Saat ini, sulit menemukan figur yang tepat untuk dijadikan model alias contoh bagi remaja untuk bertindak sebaiknya ia seperti apa. Hal ini, tampaknya dapat membuat remaja buntu mau harus bergerak di mana. Apalagi, informasi remaja juga sangat terbatas atas masalah ini. Dan sedihnya lagi, batasan yang kaku tanpa memberikan penjelasan, membuat remaja yang RASA INGIN TAHUNYA BESAR, malah ingin coba-coba, jadinya SALAH JUGA!

Beberapa kondisi remaja yang pernah penulis lihat, mungkin pula dapat memberikan gambaran remaja kita, ada yang menyedihkan ada dan ada pula yang mengharukan. Di pinggiran Jakarta Barat, Dumpit, masalah seks dengan melegalkannya menjadi pernikahan dini atas dasar masalah ekonomi yang mendesak, tampaknya sudah biasa. Orang tua di sini malah yang membiarkan anaknya menikah dini agar perekonomian orang tua membaik. Apa remaja ada pilihan?

Di sisi yang lain, di bagian Jakarta Barat yang lain, di daerah elitnya, remaja-remaja berkumpul untuk membahas bahwa pacaran sebaiknya tidak dilakukan dahulu, terkait dengan nilai-nilai budaya dan agama. Guru-guru yang memfasilitasi untuk pembahasan ini. Jangankan bicara mengenai seks secara vulgar, pacaran saja tidak boleh. Baik yah guru-gurunya, tapi apa itu cukup?

Ada pula, remaja yang khusus dibawa orang tuanya dari luar negeri untuk dikonsultasikan ke profesional, orang tua mulai prihatin karena anaknya pernah pulang hingga larut malam dengan ‘cipok’ sana-sini di lehernya. Usut punya usut, orang tua memang tidak pernah punya waktu dengan anaknya. Jadinya kaget deh, bingung.

Meski dianggap penting, pendidikan seks bagi remaja belum terlalu banyak dilakukan ternyata. Jarang ada guru yang kreatif yang bisa memfasilitasi hal ini, tapi ada koq seperti di atas, meski masih perlu dibenahi. Nah, mengharapkan dari guru saja, sebagai orang tua juga tampaknya tidak tepat. Sumber utama remaja bisa mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai seks (hal-hal yang berhubungan dengan jenis kelamin sampai dengan hubungan seksual) hanyalah bisa didapat secara tepat dari orang tua atau keluarga. Akan tetapi, biasanya orang tua atau keluarga sendiri yang risih membahasnya. Untungnya banyak buku-buku yang jadi pedoman untuk membahas masalah ini. Jadi bukan alasan untuk sulit melakukannya. Mungkin masalahnya, ada waktu tidak ya untuk membahasnya?

Akan tetapi yang paling penting sebagai remaja, tampaknya perlu untuk lebih MAU MENGAMBIL SIKAP DAN MENJADI ASERTIF (berani berkata ‘tidak’), bekal yang tampaknya akan dapat menjawab tantangan apapun agar tidak tergerus oleh jaman. PUNYA KONSEP DIRI YANG BAIK ITU MEMANG TIDAK MUDAH. AKAN TETAPI, SETIDAKNYA REMAJA TIDAK PERLU MERUSAK DIRI SENDIRI. BUKTIKAN MENJADI YANG TERBAIK DENGAN PRESTASI, MASA DEPAN TETAP DITANGAN PARA REMAJA, HARAPAN BANGSA KITA… Sebagai orang yang sudah lebih tua sedikit, mendukung remaja untuk maju. Kalau remaja ingin konsul sewaktu-waktu, silakan saja :)

2/3 Siswi SMP di Indonesia sudah tidak Perawan, sulit dicari siapa yang Memperawani


Kalau saja ini terjadi di Negara liberal, saya sih maklum saja.
Tapi sobat, hal ini terjadi di Negara yang katanya landasan agamanya kuat dan sangat ketat menjaga budayanya yang bermoral tinggi.

Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi ?
hanya 1 dari 3 siswi SMP  dikot besar saja yang masih perawan ?

fsaaf

DI INTERNET, saya mencoba menelusuri info terbaru mengenai gadis-gadis korban jejaring sosial dunia maya. Ada berita ditemukannya siswi SMP Diva Erriani Lelita atau Erin  (12) yang kabarnya diculik teman Facebook-nya. Ada juga berita mengenai Komnas Perlindungan Anak (KPA) yang telah menerima setidaknya 100 laporan kasus Facebook terkait dengan pengaduan tentang dampak dari penggunaan situs jejaring sosial dunia maya tersebut. Lalu di sebuah forum, tiba-tiba pandangan saya tertuju pada sebuah postingan yang cukup menohok: 2/3 Siswi SMP di Indonesia sudah tidak perawan. (lihat)

Apa gak salah, nih?

Postingan yang terakhir  ini membuat saya termangu beberapa jenak. Rasanya antara percaya dan tidak. Dalam hati saya, jangan-jangan ini hanya postingan orang iseng aja. Maklum, namanya saja di dunia maya banyak juga tulisan yang ngawur. Walau demikian, saya sangat tertarik. Penasaran ceritanya. Agar yakin, saya pun menelusuri datanya berbagai situs media arus utama. Ternyata info tadi gak salah, cuma belum lengkap. Menurut hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak 2008 di 33 provinsi di Indonesia, 62,7 % siswi remaja yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA di Indonesia, sudah tidak perawan lagi! Wow…!!! (lihat)

Pertanyaannya adalah apakah nilai-nilai budaya  dan moralitas bangsa ini sudah bergeser?

Entahlah. Saya kemudian teringat tulisan Mariska Lubis di Kompasiana, Perawan, Oh, Perawan , yang mengupas  tentang arti penting keperawanan. Dalam tulisan tersebut Mariska menggambarkan bahwa di Amerika Serikat pada dekade 80-an, masih banyak orang yang punya pikiran bahwa seorang perempuan yang sudah menginjak usia remaja tidak keren bila masih perawan. Bahkan dianggap memalukan. Ini menunjukkan betapa dalam pandangan mereka keperawanan itu tidak mempunyai arti.(lihat)

Jika hasil survei Komnas Perlindungan Anak di atas benar adanya, maka justru Indonesia yang justru cenderung mengadopsi pandangan Amerika tadi.  Dalam sebuah polling menyebutkan bahwa 56 persen anak-anak gadis usia sekolah menengah di Amerika sudah melakukan hubungan seksual. (lihat) Jika ini dijadikan perbandingan, berarti kondisi Indonesia sekarang sudah lebih gawat dibanding Amerika! Karena di Amerika saat ini malah mulai ada trend di mana keperawanan menjadi simbol kekuatan seorang perempuan. (lihat)

Kok di Indonesia bisa begini, ya? Bukankah budaya bangsa ini memandang keperawanan sebagai suatu yang sangat sakral dan penting? Bahkan begitu pentingnya, tak jarang pria menceraikan istri yang baru dinikahinya setelah diketahuinya sudah tidak perawan lagi di malam pertama. Akan tetapi, jika dikaitkan dengan hasil survei ini maka jelas pandangan tersebut jelas sudah bergeser. Toh, kalau belum bergeser, maka saya tidak bisa membayangkan betapa banyaknya wanita yang nantinya akan diceraikan suaminya gara-gara mengetahui istrinya sudah tak perawan lagi. Kecuali kalau si istri mampu menipu suaminya dengan menjadi perawan palsu,  misalnya dengan melalui operasi hymenoplasti. (lihat)

Entah siapa yang salah dalam hal ini. Apakah orang tua, lingkungan, atau ada faktor lain. Mungkin ini semua penting menjadi renungan khususnya bagi orang tua yang mempunyai anak gadis remaja. Kembalikanlah budaya bangsa yang berpandangan bahwa keperawanan itu sakral adanya dan hanya untuk dipersembahkan kepada suami yang sah di malam pertama.

BAHAYANYA PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA

Assalammulaikum wr.wb.

BAB I

PENDAHULUAN
Remaja pada saat sebagian kecil telah kehilangan moralitas,ini terbukti di berbagai acara berita di televisi khususnya diacara kriminalitas.Bahwa banyak PSK(pekerja seks komersial) yang umumnya masih remaja.Hal ini terjadi dikarenakan berbagai banyak alasan saperti,mereka ingin membantu perekonomian keluarga,ditipu oleh mucikar-mucikari dan lebih parah ada pula yang mengatakan hanya ikut-ikutan.Dan kejadian yang ke 2 adalah banyaknya film porno dan yang melakukannya bukan lain adalah remaja.Hal ini membuktikan bahwa moralitas dikalangan remaja umumnya masih rendah.Dan khususnya di daerah Mojokerto ada pula kejadian yang memalukan yaitu di area Joging trak atau biasanya anak muda mengatakannya JT.Di daerah ini banyak anak muda berpacaran dan di perlihatkan secara umum.Setelah saya menanyakannya kepada mereka,”apakah kalian tidak malu”,dan mereka hanya menjawab”ini urusanku”.Dan ini membuktikan betapa hancurnya moralitas dikalangan remaja.

LATAR BELAKANG
Latar belakang saya membuat laporan ini adalah ingin mengetahui bahayanya pergaulan bebas di kalangan remaja pada zaman yang modern ini.Dan kenapa para remaja dapat melakukanya apakah karena faktor keluarga,lingkungan ataukah yang lain.Dengan pertanyaan-pertanyan yang sebegitu banyaknya tentang pergaulan bebas yang membuat saya penasaran,saya memutuskan untuk membuat laporan dan menganbil tema ini. Saya mengambil tema ini atas usulan ayah saya yang mengomentari tentang masalah pergaulan bebas di kalangan remaja rada saat ini.

Seperti Apa sih Peran Orang Tua dalam Perkembangan Remaja?

Siapa yang belum pernah mengenal masa remaja? Pastinya anak-anak bayi yang belum gede.. Hehe..

Yupz tentunya hampir semua orang dewasa pernah mengalami masa-masa indah ini. Eh, tapi apa iya masa indah? Hmm… Meski tidak semua remaja bisa menikmati masa indahnya, tapi setidaknya bagi kebanyakan remaja, masa remaja ini merupakan tahun-tahun emas bagi mereka, karena remaja bebasa berekspresi dan juga bereksplorasi.

Seiring dengan berkembangnya zaman yang makin canggih aja nih, perkembangan remaja sekarang semakin memprihatinkan saja. Kenapa? Coba kamu lihat aja.. Remaja pergi ke sekolah setiap harinya, namun apakah mereka benar-benar belajar? Jika kita lihat dengan jeli, remaja memandang sekolah sekarang ini hanya sebagai formalitas saja. Mereka cukup datang, mendengarkan guru di depan kelas, dan tak tahu lah apakah ilmu yang disampaikan oleh guru masuk atau tidak ke otak mereka.

Dan bukan hanya itu saja, kini sudah menjadi hal yang biasa bagi remaja untuk merokok, minum-minuman keras, bahkan mereka mulai mencoba untuk mencicipi narkoba. Hmm… Sungguh memprihatinkan. Itu sebagian besar yang dilakukan oleh remaja putra, lalu bagaimana dengan remaja putri? Ehmm… Sepertinya tidak perlu ditanya. Remaja putri sekarang cenderung labih suka untuk mengikuti trend tentunya. Namun sekarang ini, bukan hanya dari segi fashion saja, ada hal yang lebih memprihatinkan lagi. Apalagi kalau bukan kehamilan remaja. Kayaknya udah bukan hal yang asing lagi ya??

Iyaa.. Memang!

Sebenarnya semua itu salah siapa? Kalau ditanya salah siapa, coba deh lihat beberapa poin di bawah ini.

  • Poin pertama ini sebenarnya poin yang paling penting. Kenapa? Iya.. Orang tua merupakan guru pertama bagi anak. Bagaimanapun juga anak akan mengikuti apa yang telah orang tua mereka ajarkan. Untuk itulah orang tua sangat berperan penting dalam perkembangan remaja.
  • Yang paling pertama dan utama yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya adalah orang tua harus menanamkan nilai-nilai agama sebagai pondasi awal bagi anak selain nilai-nilai moralitas etika dalam hidup. Nilai agama itu tidak akan pernah berubah. Karena semua itu sumbernya dari Tuhan.
  • Arahkan anak-anak pada hal-hal yang positif. Berikan dukungan kepada anak untuk melakukan hal-hal yang baik.
  • Gali potensi anak. Biarkan saja anak-anak berekspresi dengan apa yang mereka sukai, misalnya mereka suka main musik, arahkan mereka untuk les music, dan lainnya.
  • Pantau perkembangan anak. Anda tidak perlu mengawasi dengan ketat apapun yang dilakukan remaja, jika Anda berlebihan dalam memantau kegiatan yang mereka jalani, yakinlah mereka tidak akan merasa nyaman dan tenang. Mereka akan merasa takut karena merasa diawasi Anda.
  • Selain memantau perkembangan remaja Anda, Anda juga perlu untuk memantau lingkungan bergaul mereka tanpa membatasi pergaulan mereka.
  • Poin yang satu ini juga perlu Anda berikan kepada anak. Berilah ‘sex education’ bagi anak. Sex education ini mempunyai cakupan yang luas. Anda dapat memberikannya pada momen-momen khusus, misalnya ketika Anda sekeluarga sedang menonton TV bersama dan menyaksikan berita tentang pergaulan zaman sekarang yang semakin kacau. Selipkan alasan-alasan yang mudah dicerna oleh remaja tanpa maksud menggurui.
  • Saringlah segala hal yang Anda berikan kepada anak. Tidak bisa dipungkiri lagi, media komunikasi mempunyai andil yang besar terhadap perkembangan mental anak remaja masa kini. Untuk itulah, Anda sebagai orang tua harus lebih bijak dan cerdas dalam menyikapi masalah ini. Cobalah untuk memberikan pengertian secara baik dan mengena pada anak-anak apabila mereka melihat, mendengar, dan membaca apapun yang media suguhkan kepada mereka. Jika Anda tidak bisa menyikapinya dengan baik permasalahan ini, anak akan meniru apa yang media tawarkan. Tanamkanlah dalam jiwa anak untuk terbiasa bersikap bertanggung jawab terhadap apapun yang mereka lakukan. Ini akan membentuk anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab setelah dewasa nanti.

Beberapa poin di atas merupakan patokan dasar dalam mendidik anak. Mungkin terkesa simple, namun kebanyakan orang tua sering ‘masa bodoh’ dengan semua teori itu. Biasanya yang orang tua pikirkan adalah bagaimana caranya agar anak bisa menjadi apa yang mereka mau, misalnya orang tua ingin anaknya menjadi dokter, padahal sang anak ingin sekali menjadi pemusik. Bertolak belakang bukan?

Orang tua hanya ingin anak-anak mereka mengikuti apa kehendak mereka. Yang perlu Anda ingat, anak bukanlah pion catur yang mudah dimainkan bahkan dikorbankan untuk kepentingan ambisi orang tua semata. Anak-anak juga punya kehidupan mereka sendiri. Mereka punya cita-cita dan mimpi yang ingin mereka wujudkan. Mereka membutuhkan kebebasan untuk menentukan pilihan hidup mereka. Tugas orang tua hanyalah mengarahkan anak-anak ke arah positif, bukan menentukan jalan hidup anak.

Untuk itulah Anda sebagai orang tua harus bisa memahami anak Anda. Tidak menjadi hal sulit jika Anda sudah bisa memahami anak Anda sejak kecil. Untuk itulah tanamkan segala hal positif sejak dini, agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang menyimpang.

Menurut saya tema ini cocok dengan kehidupan remaja pada saat ini yang lebih mengutamakan kepentingan pribadinya.Dan dengan tema BAHAYANYA PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA ,Saya membuat laporan sebagai berikut.

RUMUSAN MASALAH :
Dan sesuai urain di atas yang menyangkut tentang moralitas pada remaja pada saat ini yang menjadi asal mula pergaulan bebas atau free sex. Saya merumuskan masalah,”Apakah yang di maksudkan pergaulan bebas di kalangan remaja itu”.

TUJUAN PENELITIAN
a.Bahwa saya ingin mengetahui dampak-dampak dari pergaulan bebas tersebut.
b.Saya ingin mengetahui apa yang di maksud pergaulan bebas itu.
c.Apa pula menyebabkan pergaulan bebas banyak menginggapi remaja.

MANFAAT SECARA UMUM
Ingin memberi penjelasan kepada masyarakat luas tentang bahaya dari pergaulan bebas.Dan apa pula dampak-dampaknya bagi seseorang yang terkena penyakit seks bebas ke lingkungsn sekitarnya.

MANFAAT KHUSUS
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dan tindakan lebih lanjut dalam mengatasi masalah yang dihadapi serta bermanfaat untuk melakukan perbaikan, selain itu dapat memberikan gambaran sejauh mana perkembangan anak dari segi pendidikan.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A.HIPOTESIS
Berdasarkan rumusan masalah di atas,maka saya bahwa saya menganggap bahwa moralitas di kalangan remaja saat ini mulai terkikis oleh perkembangan waktu yang ada.Dan terjadilah pergaulan bebas yang dapat menimbulkan kehamilan pranikah.

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

A.Metode/Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theorytical Framework.Metode ini bertujuan untuk memperoleh hasil penelitian suatu masalah yang terjadi pada saat itu.Theorytical Framework adalah Penelusuran literature yang bersumber pada buku, media, dan hasil penelitian untuk menjadi dasar teori yg akan kita gunakan.Metode adalah cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan.Perumusan masalah hendaknya jelas atau akurat tentang aspek-aspek yang akan digunakan.Metode Theorytical Framework merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki menurut kejadian yang terjadi pada saat itu dengan mencari pada sumber-sumber media massa.

B.Populasi
populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang dapat berupa manusia, benda, gejala-gejala, peristiwa, pola hidup, dan sebagainya yang menjadi obyek penelitian.Dalam penelitian ini saya mengambil populasi dari kelas 9c yang siswanya 40 siswa dan dapat mewakili golongan remaja pada saat ini.

C.Sampel
sampel adalah bagian terkecil dari populasi atau individu-individu yang diambil dari populasi tersebut.Dalam penelitian ini saya mewancarai thoriq prima.Saya bertanya pada prima”Apakah kamu mengetahui tentang free sex”.Dan prima menjawab”aku mengetahuinya”.Dan pertanyaan yang ke-2,Saya bertanya pada prima “penyakit apa saja yang di timbulkan dari free sex”.Dan prima menjawab”penyakit HIV/AIDS”.Orang yang ke 2 yaitu andi saya bertanya pada andi”apakah kamu tahu kenapa free sex dapat terjadi di kalangan remaja”. Dan dia menjawab “aku tidak tahu”dari pertanyaan yang di atas ternyata para remaja tersebut mengetahuinya.Dan kenapa free sex masih meraja rela dikalangan remaja.Dan dari pertanyaan tersebut saya menyusun bab menurut pertanyaan-pertanyaan itu pula.

D.TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan Data yang diperguanakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati, mencatat atau membuat Fotocopy dari dokumen-dokumen yang relevan dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB 4

HASIL ANALISIS

HASIL ANALISIS:
A. Pengertian Pergaulan BebasKita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.B.Dampak-dampak dari pergaulan bebasPergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas. Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.

B.Akibat buruk yang ditimbulkan dari pergaulan bebas atau free sex antara lain:
1.Pergaulan bebas dapat menyebabkan KTD{kehamilan tak diinginkan}.
2.Dari KTD dapat menimbulkan aib di masyarakat,sehingga muncullah rasa malu yang dapat memacu remaja melakukan aborsi.
3.Remaja yang mengalami KTD terpaksa putus sekolah sehingga membuat masa depannya suram.
4.perilaku seks pranikah berpluang terjangkit PMS{penyakit menular seks},seperti HIV/AIDS yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

C.Apa yang dimaksud virus HIV/AIDS.
AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh

.
Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV

.
HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya
mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.

D.Cara pencegahan virus HIV/AIDS.
1.Tidak melakukan pergaulan bebas/free sex.
2.Menjaga pergaulan yang sehat dan dinamis.
3.Tidak memakai jarum suntik secara bergantian.
4.Usahakan memakai jarum suntik yang seteril.

E.Cara pergaulan yang baik.
Pergaulan yang baik sebenarnya gampang-gampang susah.yang jelas tergantung dari tingkah laku kita sendiri.Kita harus banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang kita percayai atau keluarga kita sendiri.Dalam bergaul yang sangat mempengaruhi adalah lingkungan sekitar.Ada pepatah yang mengatakan masuk ke kandang kambing tapi jangan seperti kambing,begitu juga dengan bergaul kita harus memperhatikan lingkungan sekeliling kita.bagaimana cara orang cara orang berperilaku yang baik.Gaya berbicara yang sopan dan santun dalam bergaul tidak harus dengan cara ugal-ugalan atau ketenaran semata.Jadi yang harus kita lakukan adalah jadi diri kamu sendiri bagaimana oarang disekeliling kamu merasa nyaman saat berkomunikasi dengan kita.Jadi cobalah memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hati kita.

F.Mengapa pergaulan bebas dapat terjadi dikalangan remaja.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya

.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan.

BAB 5

KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah lagi-lagi moralitas dikalangan remaja mulai hancur dan terkikis banyak pula penyebabnya.Dan apabila moralitas dikalangan remaja kita saat ini masih hancur,tentu saya tidak dapat memprediksi masa depan indonesia seperti apaYang terakhir apabila moral di kalangan remaja pada saat ini masih hancur tentu persatuan dan kesatuan tidak akan terjalin dengan erat.

SARAN
1.Sebaiknya moral itu di pupuk sejak dini.
2.Di beritahukan dampak-dampak free sex mulai sejak SD.
3Diadakannya kegiaatan keimanan di sekolah.
4.Sebaiknya orang tua ikut mengawasi pergaulan putra-putrinya

.

“Islam pasti akan mencapai wilayah yang diliputi siang dan malam (seluruh dunia).
Allah tidak akan membiarkan rumah yang megah maupun yang sederhana,
kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang yang mulia dan menghinakan orang yang hina. Mulia karena Allah memuliakannya dengan Islam; hina karena Allah menghinakannya akibat kekafirannya.” [HR. Ahmad dalam Musnad-nya, jld. IV/103].

Masih segar dalam ingatan kita, 01 Desember 2007 genap 20 tahun dunia menyoroti tentang bahaya HIV/ AIDS yang mengancam jiwa manusia. Ibarat sebuah penyakit kanker yang siap memberangus setiap nyawa yang ditemuinya. Setiap tahun kita terperangah dengan semakin meningkatnya orang dengan HIV/AIDS dan pecandu narkoba. HIV/AIDS dan narkoba bukan lagi menjadi endemik ganda yang mengancam kehidupan gemerlap, bebas dan para penjaja seks namun sudah mulai masuk dalam ranah kehidupan rumah tangga dan anak-anak.

Keunikan Diri Remaja
Berbicara tentang remaja memang selalu menarik perhatian semua kalangan. Tidak hanya karena remaja merupakan sosok unik ketika melewati fase perubahan fisik namun juga dari perubahan non fisik yang penuh gejolak, potensi dan kedinamisan. Remaja laki-laki dengan perubahan suara, adanya jakun, atau mulai tumbuhnya —maaf— payudara pada perempuan menunjukkan adanya perubahan fisik. Sedangkan perubahan non fisik meliputi kelabilan emosi, perkembangan jiwa, dan pembentukan karakter yang sering ditemui dari gejala yang ditunjukkan dalam perilakunya. Pakar psikologi mengatakan fase ini dikenal dengan proses pencarian jati diri dan pemahaman diri, penjajakan peranan dan kedudukannya dalam lingkungan.
Dalam proses pencarian jati diri ini, remaja membutuhkan kemandirian yang menurut Sutari Imam Barnadib meliputi: “Perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan/masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain.” Ada suatu dorongan yang kuat untuk terlepas dari ketergantungan dengan orang tua , keinginan dihargai sebagai orang dewasa dan mempunyai hak terhadap dirinya dalam berkeputusan.serta bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya
.
Masa remaja adalah masa pembelajaran. Meskipun remaja mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi diri namun tetap memerlukan bekal, bimbingan dan pengarahan orang tua, pendidik serta dukungan lingkungan yang kondusif. Membekali mereka dengan pemahaman sebuah konsep hidup yang benar sangat diperlukan dalam proses pencarian jati diri. Dengan bimbingan, membentuk remaja merasa percaya diri karena secara kemampuan mereka belum teruji dalam menghadapi tantangan hidup. Keterlibatan orang tua, pendidik dan lingkungannya dalam memberikan pengarahan akan membentuk kesiapan mentalnya karena secara kejiwaan remaja masih labil, mudah kebingungan ketika mengalami kesulitan dan kegagalan menjalani hidupnya.

Kenapa Seks Bebas, Narkoba Dan HIV/AIDS dekat dengan Remaja?
Menurut dr Boyke Dian Nugroho, SpOG MARS jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 500-600 ribu orang dimana 40% diantaranya remaja berusia 15-10 tahun. Ada dua penyebab utama terjadinya percepatan penularan HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas (30%) dan peredaran narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik (50%). Dengan demikian Indonesia memungkinkan jadi episentrum HIV/AIDS. Di Malang raya sendiri hingga menjelang Desember 2007, tercatat 17 dari 65 penderita HIV/AIDS meninggal dunia. Menurut ketua Sekretaris tetap Komisi Pemberantasan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Malang, sejak ditemukannya kasus AIDS pada tahun 1991 tercatat secara kumulatif mencapai 221 orang dan 61 diantaranya meninggal dunia

.
Menyimak perkembangan dan peredaran narkotika, psikotropika dan bahan-bahan aktif lainnya, Badan Narkotika Nasional mengatakan tahun 2003 hampir 10 juta telah menjadi korban barang haram ini. Kenapa dampak terbesar terjadi pada remaja?. Hal ini tidak terlepas dari secara kejiwaan remaja memang mengalami fase ketidakstabilan emosional. Sifat agresifitas yang tinggi, seringnya mengambil tindakan cepat tanpa pertimbangan matang ikut menunjang mudahnya remaja terjerumus pada lingkungan negatif. Ketika remaja menghadapi realitas hidup sering mengalami kebingungan akibat kelemahan prinsip hidup dan keterbatasan bekal hidup yang dimiliki. Kondisi lingkungan keluarga dan masyarakat yang maladaptif menjadikan remaja lebih aman bersama teman-temannya dan tinggal di luar rumah dari pada bercengkrama dengan keluarga di rumah. Lingkungan negatif inilah yang rentan membawa remaja kepada pergaulan bebas , seks bebas , narkoba, dan tertularnya penyakit HIV/AIDS.

Remaja aset bangsa dan agama

Persoalan remaja saat ini sudah masuk dalam tataran kritis dan sulit dikendalikan. Hal ini menjadikan berbagai kalangan merasa cemas dan berupaya menemukan langkah-langkah penyelesaiannya. Bagaimanapun juga remaja adalah aset negara, agama, dan penerus perjuangan generasi sebelumnya. Secara kejiwaan remaja mempunyai energi yang berpotensi menghasilkan kecermelangan berfikir dalam menemukan ide dan inovasi baru yang penuh kedinamisan. Namun potensi ini harus diimbangi dengan kejelasan arah dan tujuan hidupnya. Ketika remaja kosong dengan tujuan hidup yang benar, pemanfaatan potensi ini akan beralih pada keadaan yang justru merugikan bahkan menghancurkan kehidupannya
.
Sebagaimana pernyataan yang dikeluarkan presiden RI bahwa endemik ganda narkoba dan HIV/AIDS telah mencapai keadaan yang mengkuatirkan eksistensi negara. Beliau menyarankan langkah antisipatif dengan 3T-nya: Tingkatkan kepemimpinan dan upaya pencegahan, Tingkatkan layanan kesehatan komprehensif, profesional dan manusiawi, dan Tingkatkan mobilisasi sumber dana dan daya. Banyak pula pernyataan solutif yang diberikan para praktisi kesehatan, psikologi bahkan pemerhati remaja tentang cara terbaik bagaimana mencegah semakin menjamurnya kasus endemik ganda yang merusak generasi bangsa. Pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja sekarang sudah menjadi wabah yang setiap saat bisa melahirkan berbagai penyakit fisik dan psikososial. Sebagian praktisi mengatakan remaja putri merupakan pihak yang sangat dikorbankan akibat pergaulan bebas ini Untuk itu perlu memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksinya sehingga remaja memahami tentang dirinya, keunikan organ reproduksinya. Dengan demikian remaja mampu memberikan keputusan tepat dan bertanggung jawab terhadap penggunaan organ reproduksinya. Selain itu dengan dalih kedaruratan, diambil langkah-langkah penyelesaikan seperti ATM kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS, anjuran pemakaian jarum steril saat mengonsumsi narkoba, kemudahan sarana untuk melakukan aborsi aman yang sebenarnya justru akan memfasilitasi semakin berkembangnya seks bebas berikut juga dampaknya. Sekali lagi kita selalu dihadapkan dengan kenyataan bahwa kenaikan kasus dampak dari pergaulan bebas yang terjadi di masyarakat terutama remaja semakin tidak terkendali. Ibarat fenomena gunung es dampak pergaulan bebas dan seks bebas yaitu meningkatnya pemakai narkoba, berkembangnya penyakit menular seksual terutama HIV/AIDS yang akan menghancurkan aset termahal bangsa ini.

Bagaimana Islam Memberi Sulusi

Islam hadir sebagai pengatur dan pemecah segala persoalan manusia termasuk di dalamnya bagaimana menyiapkan generasi yang unggul, siap menjadi penerus generasi mendatang. Manusia adalah bagian dari mahkluk Alloh yang diberi kelebihan berupa kemampun untuk menganalisa segala persoalan yang dihadapinya. Namun demikian akal tidak akan pernah mampu menemukan aturan yang terbaik yang mampu mengantarkan manusia pada tujuan hidup yang diinginkan. Manusia akan terjebak dengan memenuhi keinginan hawa nafsunya ketika dibiarkan mengatur hidupnya sendiri tanpa keterlibatan Sang Pencipta
.
Karena itulah Islam hadir sebagai agama yang berpengaruh dalam segala aspek kehidupan manusia. Islam menanamkan sebuah keyakinan (aqidah) dengan mendudukkan Alloh sebagai pencipta(Al-kholik) dan pengatur (Al-mudabbir) kehidupan. Manusia akan kembali kepada-Nya dengan membawa beban tanggung jawab atas segala pilihan perbuatannya di dunia ini yang menjadi penentu kehidupannya di akhirot. Dari sini maka umat islam akan berusaha untuk berjalan sesuai dengan aturan Alloh dan tidak keluar dari koridor Islam. Umat Islam melakukan suatu perbuatan karena meyakini perbutan itu diwajibkan atau dibolehkan dalam Islam dan meninggalkan suatu perbuatan karena dilarang Alloh. Seorang muslim akan berlomba memperbanyak pahala dan mendapatkan keridhoan Alloh. Prinsip hidup seperti inilah yang mestinya tertanam dalam setiap kaum muslimin termasuk para remaja kita
.
Hal ini berbeda dengan pola kehidupan sekuler yang diagungkan Masyarakat Barat. Gaya hidup sekuler merupakan gaya hidup yang mengesampingkan aspek tuhan sebagai pengatur hidup manusia. Agama menjadi urusan pribadi seseorang dengan tuhannya dan terpisah dari kehidupan duniawi. Penghilangan pengaruh agama dalam kehidupan duniawi inilah yang mengantarkan masyarakat barat untuk membuat aturan hidup sesuai dengan keinginannya. Berawal dari harapan terpenuhinya segala keinginan manusia berkembanglah empat kebebasan yaitu: kebebasan beragama (berkeyakinan), berpendapat, kepemilikan, dan bertingkah laku. Agar dalam pelaksanaan kebebasan ini tidak melanggar hak orang lain lahirlah slogan kebebasan tidak boleh melanggar hak asasi manusia (HAM). Setiap orang tua di kehidupan sekuler harus memberikan jaminan tidak melanggar hak asasi anak sebagai manusia dalam menerapkan pendidikan terhadap anaknya. Remaja mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya tanpa harus dibayangi pengarahan orang tua
.
Terbatasnya peran orang tua dan kebebasan tanpa kendali ini menyebabkan berkembangnya kebebasan berfikir remaja untuk merencanakan hidupnya. Remaja bebas bertindak (permisif) dalam mencari langkah solutif permasalahannya, terjebak dengan kehidupan hedonistik (kesenangan) dan pergaulan bebas yang mengantarkannya berperilaku seks bebas. Gaya hidup remaja barat seperti ini telah mulai diikuti remaja muslim. Dengan dalih kebebasan, remaja kita telah mengalami pergeseran ke arah perilaku liar tak terkendali. Parahnya, gaya hidup sekuler itu makin populer di mata remaja dan sering kali menjadi acuan dalam perjalanannya mencari identitas diri
.
Sekarang, bagaimana orang tua, terutama para ibu berperan sebagai ibu terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu ibu perlu mempersiapkan diri dengan konsep dan metode pendidikan yang benar sekaligus memberi keteladanan berdasar Islam. Dengan pendidikan Islam pada usia dini maka di usia remaja dan baligh anak-anak mampu menjadi sosok muslim yang telah menemukan jati dirinya, selalu memegang prinsip dan tujuan hidup islami menuju insan taqwa. Tentunya ibu harus mengasah kemampuan dan potensi diri dengan meningkatkan pemahaman terhadap dienul islam sebagai acuan pendidikan generasi kita.Walloohu A’lam Bisshowaf.

DAFTAR PUSAKA

1.Bambang Nianto Mulyo, MEd, Sri Handayani, MSi, Kurikulum 2004,Geografi 3,Solo:Tiga Serangkai.
2.Tim Geografi SMU DKI,Kurikulum 1994 Suplemen GBPP1999,Geografi SMU Jilid 1,Jakarta:Erlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s