Month: Mei 2011

Ahlul Bait Dalam Pandangan Imam Ali ?

Ahlul Bait Dalam Pandangan Imam Ali ?

Masih di seputar hangat-hangatnya mengenai siapakah Ahlul Bait, kami akan membawakan atsar perkataan Imam Ali soal ahlul bait yang cukup memberikan petunjuk soal siapakah ahlul bait Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]? Apakah ahlul kisa’ [keluarga Ali] ataukah istri-istri Nabi?.

نا أبو رفاعة نا إبراهيم بن سعيد الجوهري نا إبراهيم بن مهدي عن عيسى بن يونس عن إسماعيل عن قيس قال قال علي : ما زال الزبير منا أهل البيت حتى نشأ ابنه عبد الله فغلبه

Telah menceritakan kepada kami Abu Rifaa’ah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’id Al Jauhariy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Mahdiy dari Isa bin Yunus dari Ismaiil dari Qais yang berkata Ali berkata “Zubair senantiasa menjadi bagian dari kami Ahlul Bait sampai akhirnya putranya Abdullah tumbuh dewasa dan menguasainya” [Mu’jam Ibnu Arabi 4/431 no 1923]

Atsar Imam Ali di atas diriwayatkan oleh Ibnu Arabi dalam Mu’jam-nya. Ibnu Arabi adalah Ahmad bin Muhammad bin Ziyaad Abu Sa’id bin Al Arabi Al Bashriy seorang Imam muhaddis, qudwah, shaduq, hafizh, Syaikh Al Islam [As Siyar Adz Dzahabiy 15/408 no 229]. Perawi dalam sanad atsar di atas adalah para perawi tsiqat.

  • Abu Rifa’ah yaitu Abdullah bin Muhammad bin Umar bin Habib Al Adawiy Al Bashriy, biografinya disebutkan Al Khatib dalam kitab Tarikh Baghdad dimana Al Khatib menyatakan ia seorang yang tsiqat [Tarikh Baghdad 11/283 no 5150]
  • Ibrahim bin Sa’id Al Jauhariy adalah perawi Muslim dan Ashabus Sunan. Abu Hatim menyebutkan “shaduq”. Nasa’i dan Al Khatib menyatakan ia tsiqat. Ia juga dinyatakan tsiqat oleh Daruquthni, Al Khaliliy dan Ibnu Hibban [At Tahdzib juz 1 no 218]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat hafizh [At Taqrib 1/57]
  • Ibrahim bin Mahdiy adalah perawi Abu Dawud. Abu Hatim menyatakan ia tsiqat. Ibnu Qani’ menyatakan ia tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 1 no 304]. Ibnu Hajar berkata “maqbul” [At Taqrib 1/67]. Pendapat yang rajih ia seorang yang tsiqat.
  • Isa bin Yunus adalah Isa bin Yunus bin Abu Ishaq perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ahmad, Abu Hatim, Yaqub bin Syaibah, Ibnu Khirasy menyatakan tsiqat. Al Ijli menyatakan ia tsiqat dan tsabit dalam hadis. Abu Zur’ah berkata “hafizh”. Ibnu Saad berkata “tsiqat tsabit”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 8 no 440]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat ma’mun” [At Taqrib juz 1/776]
  • Ismail bin Abi Khalid adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Mahdi, Ibnu Ma’in dan Nasa’i berkata “tsqiat”. Ibnu ‘Ammar berkata “hujjah”. Al Ijli dan Abu Hatim menyatakan tsiqat. Yaqub bin Abi Syaibah berkata “tsiqat tsabit”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dan berkata “syaikh shalih”. [At Tahdzib juz 1 no 543]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit” [At Taqrib 1/93]
  • Qais bin Abi Haazim adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat mukhadhramun. Ibnu Ma’in berkata “ia lebih terpercaya daripada Az Zuhri”. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat”. Ibnu Hibban memasukkannya ke dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 8 no 691]. Al Ijli berkata “termasuk sahabat Abdullah, mendengar dari Abu Bakar Ash Shiddiq dan ia tsiqat” [Ma’rifat Ats Tsiqat no 1529]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat” [At Taqrib 2/32]. Adz Dzahabiy berkata “tsiqat hujjah” [Al Mizan juz 3 no 6908]

Atsar di atas sanadnya shahih sampai kepada Imam Ali. Setelah meneliti keshahihan riwayat tersebut mari kita lanjutkan dengan pembahasan terhadap matannya. Ucapan Imam Ali tentang Zubair di atas diucapkan oleh Beliau saat terjadinya perang jamal dimana saat itu Zubair beserta putranya Abdullah bin Zubair berperang dengan Imam Ali. Dalam sejarah [baik yang ternukil dalam kitab sirah maupun kitab hadis] diketahui kalau Zubair termasuk sahabat yang berpihak kepada Imam Ali pasca wafatnya Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Pada saat itu pihak Abu Bakar [yaitu Umar] mengancam akan membakar rumah Imam Ali yang merupakan tempat berkumpul Ali, Zubair dan sahabat lainnya. Inilah yang dimaksud Imam Ali dengan perkataan “selalu menjadi bagian dari kami Ahlul Bait”. Yaitu maksudnya Zubair bin Awwam selalu berpihak, mendukung dan membela Ahlul Bait. Tetapi sejarah juga membuktikan setelah itu Zubair ternyata ikut berperang melawan Imam Ali dalam perang Jamal.

Padahal dalam perang jamal berdasarkan dalil dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] pihak yang benar adalah Imam Ali sedangkan Zubair adalah pihak yang zalim. Imam Ali mengatakan kalau sikap Zubair itu akibat pengaruh dari putranya Abdullah bin Zubair sehingga Zubair yang awalnya berpihak dan mendukung Ahlul Bait kemudian pada perang jamal malah menentang ahlul bait. Itulah maksud perkataan Imam Ali bahwa Zubair senantiasa menjadi bagian dari ahlul bait sampai akhirnya putranya Abdullah menguasainya. Jadi menurut Imam Ali, pada saat perang Jamal, Zubair telah berpisah dari Ahlul Bait.

Pertanyaannya, dalam perang jamal Zubair dan putranya Abdullah bin Zubair itu berpihak kepada siapa?. Siapakah pemimpin pihak Zubair dalam perang Jamal?. Siapakah yang diikuti dan didukung oleh Zubair dalam perang Jamal?. Kita sama-sama mengetahui, tidak lain ia adalah Ummul mukminin Aisyah radiallahu ‘anha salah satu dari istri Nabi [shallallahu 'alaihi wasallam]. Bukankah Aisyah ra sebagai istri Nabi juga termasuk Ahlul Bait?. Lantas mengapa Imam Ali mengatakan Zubair tidak lagi menjadi bagian dari Ahlul Bait?.

Tentu saja kami tidak akan menyatakan kalau Imam Ali menolak atau menafikan bahwa Aisyah ra adalah istri Nabi yang juga termasuk Ahlul Bait. Dalam tradisi arab sudah jelas kalau istri Nabi termasuk Ahlul Bait dan terdapat dalil yang jelas kalau Rasulullah [shallallahu 'alaihi wasallam] telah memanggil istri Beliau [shallallahu 'alaihi wasallam] dengan sebutan Ahlul Bait. Tetapi yang dimaksud Imam Ali dengan “ahlul bait” disini adalah “Ahlul Bait” yang seharusnya menjadi pedoman dan wajib diikuti oleh umat islam [termasuk Zubair] yaitu keluarga Imam Ali yang terdiri dari Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain. Merekalah ahlul bait yang dimaksud dalam perkataan Imam Ali tentang Zubair.

Perang Jamal adalah perselisihan antara Imam Ali dan Aisyah ra, keduanya adalah Ahlul Bait. tetapi ahlul bait yang menjadi pedoman umat [dalam hadis Tsaqalain] dan yang telah disucikan oleh Allah SWT [dalam ayat tathiir] adalah Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain. Aisyah ra dengan segala kemuliaan yang dimiliki oleh beliau adalah pihak yang keliru, pertentangannya dengan Imam Ali dimana beliau telah keluar dari rumahnya hingga sampai ke medan perang jelas merupakan kesalahan. Kami menghormati dan memuliakan beliau sebagai istri Nabi tetapi kami lebih menjunjung tinggi kebenaran. Imam Ali mengetahui bahwa Aisyah ra istri Nabi adalah Ahlul Bait tetapi beliau tetap mengatakan kalau Zubair tidak lagi berpihak kepada ahlul bait. itu berarti “ahlul bait” yang dimaksud Imam Ali adalah merujuk pada dirinya, Imam Hasan dan Imam Husain yang merupakah ahlul bait yang disucikan oleh Allah SWT.

Ahlul Bait Mengakui Kepemimpinan Mereka Dengan Ayat Tathhiir

Dimana saja dan di zaman manapun akan selalu ada orang-orang yang dengan segala cara mengingkari keutamaan Ahlul Bait. Diantara kaum ingkar tersebut, yang paling berbahaya adalah orang yang menyebut diri mereka “salafy”. Dengan symbol palsu seperti itu mereka mengatasnamakan kaum salaf sambil mengutip hadis-hadis yang mereka simpangkan artinya demi mengingkari keutamaan Ahlul Bait. Salafy adalah kaum yang paling keras pengingkarannya terhadap kepemimpinan Ahlul Bait dan insya Allah, dalam perkara “Ahlul Bait” blog ini akan menjadi yang paling keras membantah salafy. Salafy mengingkari kepemimpinan Ahlul Bait maka kami katakan Ahlul Bait sendiri mengakui kepemimpinan mereka

اخبرنا أبو بكر محمد بن عبد الباقي أنا الحسن بن علي أنا محمد بن العباس الخزاز أنا احمد بن معروف نا الحسين بن محمد أنا محمد بن سعد نا يزيد بن هارون أنا العوام بن حوشب عن هلال بن يساف قال سمعت الحسن بن علي وهو يخطب وهو يقول يا أهل الكوفة اتقوا الله فينا فإنا أمراؤكم وأنا اضيافكم ونحن أهل البيت الذين قال الله تعالى ” إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا ” قال فما رأيت يوما قط اكثر باكيا من يومئذ

Telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar Muhammad bin ‘Abdul Baaqiiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Hasan bin Ali yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbas Al Khazzaaz yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ma’ruf yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sa’ad yang berkata telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun yang berkata telah menceritakan kepada kami Al ‘Awwaam bin Hausyab dari Hilal bin Yasaaf yang berkata aku mendengar Hasan bin Ali dan ia berkhutbah, ia mengatakan “wahai ahlul kufah bertakwalah kepada Allah tentang kami, kami adalah pemimpin-pemimpin kalian dan tamu-tamu kalian dan kami ahlul bait yang difirmankan Allah SWT “sesungguhnya Allah SWT berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai ahlul bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya”. [Hilal bin Yasaaf] berkata “aku belum pernah melihat hari dimana banyak orang menangis seperti pada hari itu” [Tarikh Ibnu Asakir 13/270]

Atsar Imam Hasan ini sanadnya shahih. Para perawinya tsiqat, Husain bin Muhammad adalah Husain bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Fahm dikatakan Daruquthni “tidak kuat” tetapi Al Hakim berkata “tsiqat ma’mun hafizh”.

  • Abu Bakar Muhammad bin ‘Abdul Baaqiy adalah Syaikh [guru] Ibnu Asakir yang tsiqat. Adz Dzahabi menyebutnya Syaikh Imam Al Alim. Ibnu Jauzi menyatakan ia tsiqat tsabit dan hujjah [As Siyar 20/23-28 no 12]
  • Hasan bin Ali adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali Al Jauhariy Asy Syiraaziy Al Baghdadiy. Adz Dzahabi menyebutnya Syaikh Imam muhaddis shaduq. Al Khatib telah menulis darinya dan menyatakan ia tsiqat dapat dipercaya [As Siyaar 18/68 no 30]
  • Muhammad bin ‘Abbas adalah Abu ‘Umar Muhammad bin ‘Abbas bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya Al Baghdadiy Al Khazzaaz yang dikenal dengan Ibnu Haywayh. Adz Dzahabi menyebutnya imam muhaddis yang tsiqat. Al Khatib menyatakan tsiqat. Al Barqaniy berkata “tsiqat tsabit hujjah” [As Siyar 16/409-410 no 296]
  • Ahmad bin Ma’ruf adalah Ahmad bin Ma’ruf bin Basyr bin Musa Abu Hasan Al Khasysyaab mendengar dari Husain bin Fahm dan telah meriwayatkan darinya Ibnu Haywayh. Al Khatib berkata “ia tsiqat” [Tarikh Baghdad 5/368 no 2920]
  • Husain bin Muhammad adalah Husain bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Fahm. Al Hakim berkata “tsiqat ma’mun hafizh” [Mustadrak Ash Shahihain no 4638]. Daruquthni berkata “tidak kuat” [Su’alat Al Hakim no 85]. Al Khatib berkata “ia tsiqat berhati-hati dalam riwayat” [Tarikh Baghdad 8/92 no 4190]
  • Muhammad bin Sa’ad Al Hasyimi Abu ‘Abdullah Al Bashriy penulis kitab Thabaqat. Ibnu Hajar berkata “ia hafizh besar yang tsiqat”. Al Khatib menyatakan Ibnu Sa’ad termasuk ahli ilmu yang memiliki keutamaan, kefahaman dan ‘adalah [At Tahdzib juz 9 no 275]. Ibnu Hajar juga berkata “shaduq memiliki keutamaan” [At Taqrib 2/79].
  • Yazid bin Harun bin Waadiy adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Ibnu Madini berkata “ia termasuk orang yang tsiqat” dan terkadang berkata “aku tidak pernah melihat orang lebih hafizh darinya”. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat”. Al Ijli berkata “tsiqat tsabit dalam hadis”. Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata “aku belum pernah bertemu orang yang klebih hafizh dan mutqin dari Yazid”. Abu Hatim menyatakan ia tsiqat imam shaduq. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat banyak meriwayatkan hadis”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Yaqub bin Syaibah menyatakan tsiqat. Ibnu Qani’ berkata “tsiqat ma’mun” [At Tahdzib juz 11 no 612]
  • ‘Awwaam bin Hausyaab adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Telah meriwayatkan darinya Syu’bah yang berarti Syu’bah menganggapnya tsiqat. Ahmad bin Hanbal berkata “tsiqat tsiqat”. Ibnu Ma’in dan Abu Zur’ah berkata “tsiqat”. Abu Hatim berkata “shalih tidak ada masalah padanya”. Al Ijli, Ibnu Hibban dan Ibnu Sa’ad menyatakan tsiqat [At Tahdzib juz 8 no 298]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit dan memiliki keutamaan” [At Taqrib 1/759]
  • Hilaal bin Yasaaf adalah perawi Bukhari dalam At Ta’liq, Muslim dan Ashabus Sunan. Ia menemui masa Ali dan meriwayatkan dari Hasan bin Ali. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat banyak meriwayatkan hadis”. Al Ijli berkata “tabiin kufah yang tsiqat”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 11 no 144]. Ibnu Hajar menyatakan tsiqat [At Taqrib 2/274]

Tidak diragukan lagi semua perawinya tsiqat. Hanya Husain bin Fahm yang dikatakan Daruquthni “tidak kuat” tetapi ini bukan jarh yang menjatuhkan karena perawi dengan predikat seperti ini bisa jadi hadisnya hasan. Apalagi jarh Daruquthni ini bersumber dari Al Hakim sedangkan Al Hakim sendiri menyatakan Husain bin Fahm tsiqat ma’mun dan Hafizh. Pendapat yang rajih Husain bin Fahm seorang yang tsiqat.

Hilaal bin Yasaaf dalam periwayatan dari Imam Hasan memiliki mutaba’ah yaitu dari Abu Jamilah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam Tafsiir Ibnu Abi Hatim no 16776 dan Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir 3/93 no 2761. Berikut sanad riwayat Ibnu Abi Hatim dari ayahnya

حدثنا أبو الوليد حدثنا أبو عوانة عن حصين بن عبد الرحمن عن أبى جملية قال إن الحسن بن علي

Telah menceritakan kepada kami Abul Walid yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Hushain bin ‘Abdurrahman dari Abi Jamilah yang berkata bahwa Hasan bin Ali-riwayat di atas-

Riwayat Abu Jamilah ini sanadnya hasan. Para perawinya tsiqat kecuali Abu Jamilah ia seorang yang shaduq hasanul hadis. Dalam riwayat Abu Jamilah terdapat tambahan lafaz yang menyebutkan kalau khutbah Imam Hasan itu diucapkan ketika Imam Ali telah wafat.

  • Abu Walid adalah Hisyam bin Abdul Malik seorang Hafizh Imam Hujjah. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat [2/267]. Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqat [Al Kasyf no 5970]
  • Abu Awanah adalah Wadhdhah bin Abdullah Al Yaskuri. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat tsabit [At Taqrib 2/283]. Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqah [Al Kasyf no 6049].
  • Hushain bin Abdurrahman adalah seorang yang tsiqah. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqah [At Taqrib 1/222] dan Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqat hujjah [Al Kasyf no 1124]
  • Abu Jamilah adalah Maisarah bin Yaqub seorang tabiin yang melihat Ali dan meriwayatkan dari Ali dan Hasan bin Ali. Ibnu Hibban menyebutkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 10 no 693]. Ibnu Hajar menyatakan ia maqbul [At Taqrib 2/233]. Pernyataan Ibnu Hajar keliru karena sebagai seorang tabiin dan telah meriwayatkan darinya sekumpulan perawi tsiqah bahkan Ibnu Hibban menyebutnya dalam Ats Tsiqat maka dia adalah seorang yang shaduq hasanul hadis seperti yang dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib [Tahrir At Taqrib no 7039]

Abu ‘Awanah dalam periwayatan dari Hushain bin ‘Abdurrahman memiliki mutaba’ah yaitu dari Khalid bin ‘Abdullah Al Wasithiy sebagaimana yang diriwayatkan Ath Thabrani dengan jalan sanad berikut

حدثنا محمود بن محمد الواسطي ثنا وهب بن بقية أنا خالد عن حصين بن أبي جميلة أن الحسن بن علي رضي الله عنه

Telah menceritakan kepada kami Mahmuud bin Muhammad Al Wasithiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyah yang berkata telah menceritakan kepada kami Khalid dari Hushain dari Abu Jamilah bahwa Hasan bin Ali radiallahu ‘anhu-riwayat-

Riwayat ini sanadnya hasan. Mahmud bin Muhammad Al Wasithiy dikatakan Daruquthni seorang yang tsiqat [Su’alat Hamzah no 367]. Wahb bin Baqiyah adalah perawi Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i, Ibnu Hajar berkata “tsiqat” [At Taqrib 2/291]. Khalid bin ‘Abdullah Al Wasithiy adalah perawi kutubus sittah, Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit” [At Taqrib 1/259]. Dengan mengumpulkan sanad-sanadnya maka riwayat Imam Hasan ini kedudukannya shahih tanpa keraguan. Telah meriwayatkan dari Imam Hasan, Hilal bin Yasaaf dan Abu Jamilah Maisarah bin Ya’qub.
.

.

.

Pembahasan Matan Riwayat

Khutbah Imam Hasan ini diucapkan beliau setelah Imam Ali meninggal atau syahid [sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Abu jamilah]. Imam Hasan mengingatkan kepada para penduduk kufah dengan lafaz “wahai penduduk kufah bertakwalah kepada Allah tentang kami”. Lafaz ini menunjukkan bahwa terdapat sesuatu tentang “kami” [yang dikatakan Imam Hasan] dimana hal tersebut diwajibkan bagi umat islam [yang saat itu diseru adalah penduduk kufah].

Apa sebenarnya sesuatu tentang “kami” yang dimaksud oleh Imam Hasan?. Jawabannya terletak pada kalimat setelahnya yaitu pada lafaz “kami adalah pemimpin-pemimpin kalian”. Lafaz “pemimpin” disini diucapkan dalam bentuk jamak, artinya lebih dari satu. Apakah kepemimpinan yang dimaksud merujuk pada kepemimpinan Khalifah dimana Imam Hasan telah dibaiat?.

Jawabannya bukan, karena kalau kepemimpinan yang menyangkut pemerintahan maka pemimpin saat itu hanya ada satu yaitu Khalifah Hasan bin Ali radiallahu ‘anhu. Imam Hasan mengucapkan dengan lafaz jamak “kami pemimpin-pemimpin kalian” untuk menunjukkan kepemimpinan jenis lain yaitu kepemimpinan Ahlul Bait sebagai pribadi-pribadi yang menjadi pedoman umat islam agar tidak tersesat. Sehingga kata “kami” yang diucapkan oleh Imam Hasan merujuk kepada “Ahlul Bait”. Lagipula termasuk aneh jika Imam Hasan mengingatkan penduduk Kufah agar mereka mengikuti dirinya dengan cara mengatakan kalau dirinya adalah khalifah mereka, aneh karena sudah sejak awal mereka telah membaiat Imam Hasan sebagai khalifah atau telah mengakui Imam Hasan sebagai khalifah.

Siapakah Ahlul Bait yang ada saat itu dan yang dimaksudkan oleh Imam Hasan dalam ucapannya tersebut?. Jawabannya terletak pada kalimat selanjutnya “kami adalah ahlul bait yang difirmankan Allah SWT : sesungguhnya Allah SWT berkehendak menghilangkan dosa dari kamu ahlul bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya”. Ayat ini turun untuk Imam Ali, Sayyidah Fathimah, Imam Hasan dan Imam Husain, merekalah ahlul bait yang dimaksud. Pada saat Imam Hasan mengucapkan khutbah tersebut, ahlul bait yang dimaksud dalam ayat tathhiir adalah Imam Hasan dan Imam Husain. Mereka berdua yang dimaksud dalam ucapan Imam Hasan “kami adalah pemimpin-pemimpin kalian”.

Khutbah Imam Hasan juga memberikan faedah bagi kita bahwa sebenarnya ayat tathhiir sedari awal memang turun untuk ahlul kisa’. Perhatikan lafaz ucapan Imam Hasan “kami adalah ahlul bait yang difirmankan Allah SWT”, lafaz ini bukti nyata bahwa Imam Hasan mengakui ayat tersebut turun untuk Beliau. Ucapan Imam Hasan ini juga membantah pernyataan kaum pengingkar [baca : Nashibi] yang mengatakan kalau ayat tathhiir turun khusus untuk istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] sedangkan ahlul kisa’ hanya didoakan oleh Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] supaya ikut masuk.

Khutbah Imam Hasan ini juga memberikan faedah soal makna ayat tathhiir. Bagi kaum pengingkar [baca : salafy nashibi] ayat tathhiir bermakna pribadi-pribadi yang dimaksud harus melaksanakan syariat “jangan berhias” atau “tetaplah dirumahmu” agar mendapatkan penyucian yang dimaksud. Ternyata apa yang dikatakan Imam Hasan sangat jauh dari itu, Bagamana mungkin ahlul bait dalam ayat tathiir harus “tetap di rumahmu” padahal Beliau Imam Hasan malah pergi ke medan perang untuk memerangi Muawiyah dan Imam Hasan mengakui kalau dirinya adalah ahlul bait yang dimaksud dalam ayat tathhiir.

Imam Hasan menjadikan ayat tathhiir sebagai hujjah agar umat islam mengikuti dan berpedoman kepada Ahlul Bait [dalam hal ini beliau sendiri dan Imam Husain]. Hal ini menunjukkan bahwa makna ayat tathhiir dalam pandangan Imam Hasan adalah sebagai iradah yang takwiniyah artinya pribadi-pribadi yang dimaksud telah disucikan sehingga penyucian itu menjadi keutamaan bagi mereka dimana sebagai orang yang suci pribadi tersebut harus diikuti dan dijadikan pedoman agar tidak tersesat. Pandangan seperti ini selaras dengan wasiat Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] dalam hadis Tsaqalain.

Tentu saja para pengingkar [baca : Nashibi] akan merasa sakit hati untuk mengakui kepemimpinan Ahlul Bait. Mengapa? Karena mereka malu [padahal tidak tahu malu] atau mereka sombong untuk mengakui kebenaran. Akibatnya kerja mereka menebar berbagai syubhat “itu syiah” atau “itu ucapan syiah” atau “syiah yang menyesatkan” atau “hawa nafsu kaum syiah” dan yang lain-lain kalau bisa disyiah-syiahkan. Orang-orang seperti ini mungkin layak untuk dikatakan neonashibi [nashibi model baru]. Penyakit nashibi ini memang parah, setiap yang mengutamakan ahlul bait di atas sahabat pasti akan mereka tuduh syiah padahal itulah kedudukan ahlul bait yang telah ditetapkan Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Siapapun yang berpegang teguh pada sunnah akan mengetahui betapa mulia dan tingginya kedudukan Ahlul Bait sehingga tidak ada satupun [bahkan dari kalangan sahabat] yang dapat dibandingkan dengan Mereka. Akhir kata, kami berlepas diri dari ucapan para penuduh dan pengingkar, kepada Allah SWT kami memohon ampun.

KH. Abdul Malik Ahmad: Ulama Muhammadiyyah Yang Tegas Mengatakan Pancasila Bertentangan Dengan Tauhid


Orangnya tegas, jujur, dan pemberani. Tidak kenal kompromi untuk persoalan akidah menjadi kalimat pas yang melekat dalam pribadinya. Berbeda dengan orang-orang yang mengemis jabatan agar dekat dengan pemerintah, ia justru sebaliknya. Kursi empuk dalam struktur tertinggi Muhammadiyyah pernah ditolaknya semata-mata tidak mau menjadi penjilat untuk Soeharto
.
“… karena saya pribadi hubungannya kurang harmonis dengan pemerintah (Soeharto), maka sebaiknya saya jangan ditempatkan jadi orang nomor satu,” ungkapnya mengagetkan koleganya
.
Ia adalah KH. Abdul Malik Ahmad atau akrab disapa Buya Malik. Tokoh Ideologis Muhammadiyyah yang sempat heboh di ketika menolak asas tunggal Pancasila di tubuh organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan itu periode 1980-an. Bagi Buya Malik, posisi Tauhid tidak boleh bergeser setapal pun meski itu demi alasan pragmatis. Iya kata yang justru menjadi kunci ormas-ormas muslim saat ini agar bisa “memuluskan” jalan dakwahnya.
Kisah ini bermula ketika Soeharto memaksakan tiap Ormas untuk menerima Asas Tunggal Pancasila lewat RUU Organisasi Kemasyarakatan. Muhammadiyyah pun terbelah. Tak mudah memang, sebab melalui lobi yang panjang. Bahkan, Muhammadiyah sampai menunda muktamar ke-41, yang mestinya diselenggarakan Februari 1984, dan akhirnya baru dilaksanakan 7-11 Desember 1985
.
Tanda-tanda menerima asas tunggal Pancasila, secara terbuka, mulai tampak pada hari kedua muktamar, pada tanggal 8 Desember. Di pendopo Mangkunegaran, Solo, Haji A.R. Fakhruddin, Ketua PP Muhammadiyah, menyebutkan bahwa asas Pancasila itu diterima, “dengan ikhtiar”
.
Dengan ikhtiar, kata Fakhruddin, “Supaya yang dimaksudkan pemerintah itu berhasil, tapi tidak melanggar agama. Kami, para pimpinan, tetap bertekad menegakkan kalimah Allah di Indonesia ini. Tidak merusakkan peraturan-peraturan di Indonesia, tapi tidak menjual iman, tidak menjual agama.”
Presiden Soeharto akhirnya membuka muktamar ke-41 ini. Menyebut diri sebagai orang yang pernah mengecap pendidikan Muhammadiyah, dalam pidatonya Presiden kembali menegaskan bahwa: Pancasila bukanlah tandingan agama. Pancasila bukan pengganti agama. Penegasan ini pernah diusulkan oleh PP Muhammadiyah, supaya dicantumkan dalam batang tubuh UU Organisasi Kemasyarakatan itu
.
Namun ternyata pandangan petinggi Muhammadiyyah dan lebih-lebih Soeharto, bertolak belakang dengan pemahaman Buya Malik. Beliau yang kala itu menjadi Wakil Ketua PP Muhammadiyah, mempersolakan Pancasila yang dijadikan lebih tinggi dari tauhid. “Itu yang saya tolak,” katanya. Maka itu konsekuensi menerima asas tunggal bagi Buya Malik adalah kemusyrikan. Sebuah kata yang dapat menjerumuskan kepada kekafiran
.
Kalau kita telaah, alasan Buya Malik memang sangat masuk akal. Logika sederhananya, kalau Orde Baru mengatakan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi sebuah ideologi, hal itu sama saja mengakui bahwa Pancasila lebih tinggi dari kitab suci. Dan tokoh Orde Baru lebih tinggi daripada Nabi. Padahal Rasululullah SAW diutus untuk mengapus Syariat-syariat Nabi sebelumnya. Maka bagaimana mungkin Soeharto menghapus Syariat Nabi Muhammad SAW. padahal dia sendiri bukan Nabi
.
Ironisnya lagi, Asas Tunggal, seperti kata KH. Firdaus AN, adalah hasil bikinan tiga tokoh militer yang diragukan komitmennya kepada agama. Mereka adalah Soeharto, Amir Machmud, dan Soedomo
.
Rupanya, kekuatan Tauhid Buya Malik memang bukan isapan jempol semata. Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia, Ahmad Soemargono sempat memiliki pengalaman tersendiri saat berguru kepada Buya Malik.
“Dari sekian guru yang paling berkesan itu adalah Buya Malik Ahmad. Kalau mendengarkan ceramahnya saya tersentuh.” Ungkapnya saat diwawancara Republika
.
Gogon- sapaan akrab Ahmad Soemargono- juga terkesan dengan karya tafsir Buya Malik yang bernama Tafsir Sinar. Menurutnya, kajian-kajian yang terkandung dalam tulisan beliau memiliki nilai Tauhid yang mendalam
.
Segala ujian dan cobaan dalam menegakkan akidah menurut Buya Malik adalah keniscayaan bagi orang beriman. Ini adalah konsekuensi logis tentanga arti menyuarakan kebenaran dan menyingkirkan kebathilan. Dalam tulisannya yang berjudul “Orientalisme” di tahun 1978, Buya menulis,
“Orang-orang beriman dalam menegakkan aqidah dan ajaran Ilahi menuju keredhaan Allah; selalu mendapat rintangan, halangan dan kesulitan; baik yang nyata maupun tersembunyi; yang halus maupun yang kasar; menghadapi rayuan atau tekanan/paksaan yang datang dari orang-orang yang pandai membohong, menipu dan membingungkan; dengan menggunakan bermacam kekuatan, fasilitas dan mass media, yang berakibat langsung ataupun tidak langsung terhadap ummat Islam; sehingga banyak di antara ummat Islam yang terlalai, terlupa dan terpengaruh. Akibatnya kaum Muslimin tidak menyadari bahaya yang dilancarkan oleh orang-orang yang tidak menyukai Islam; bahkan sebagian kita merasakan seolah-olah faham dan sikap yang demikian sebagai ajaran Islam yang murni.”
.
Kini Buya sudah tiada. Ulama Kharismatik itu menyimpan torehan manis tentang arti perjuangan menegakkan pemurnian tauhid kepada Allahuta’ala. Dengan menolak pencampuran ideologi Pancasila yang jelas-jelas bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah. Kapankah kembali muncul generasi Muhammadiyyah seperti Buya?
.
Seberapa besar pengaruh pola pemikiran Zionis atau Freemasonry terhadap penerapan Pancasila di Indonesia, buku ini akan memaparkannya secara jelas dan lengkap. Namun sebelum itu, akan sangat bermanfaat apabila dalam pengantar ini, kita ilustrasikan
bagaimana penerapan ideologi Pancasila selama dua periode pemerintahan di Indonesia. Di zaman Orla, atas nama Pancasila, Ir. Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup.

Kekuasaan negara diselenggarakan dengan menganut sistem Demokrasi Terpimpin, yang kemudian ternyata melahirkan prinsip-prinsip yang mereduksi Islam, dan pada saat yang sama mendukung komunisme. Dari sinilah lahirnya Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) sebagai aplikasi idiologi Pancasila (9)
.
Selama 20 tahun rezim Soekarno berkuasa, Indonesia menjadi lahan yang subur bagi golongan-golongan anti Islam; seperti Zionisme, Freemasonry, Salibisme, Komunisme, paganisme, sekularisme serta kelompok “Yes Man” (3)
.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang bersikap kritis, taat beragama, dan bercita-cita membangun masyarakat berdasarkan agama, Indonesia ketika itu bagaikan neraka. Mereka yang dipandang tidak loyal pada pemerintah, dituduh kontra revolusi dan menjadi
mangsa penjara. Sebagai akibatnya, kezaliman politik, keruntuhan akhlak, kebencian antar warga masyarakat, serta kebiadaban kelompok yang kuat dalam menindas yang lemah menjadi trade merk pemerintah Orde Lama
.
Dan akibat selanjutnya, sepanjang kurun waktu orde lama, tidak pernah sepi dari perlawanan rakyat kepada pemerintah, dan pemberontakan daerah terhadap penguasa pusat (4). Penerapan ideologi Pancasila dari masa ke masa, dan pada setiap periode pemerintahan yang berbeda-beda, selalu menimbulkan korban yang tidak kecil. Pembunuhan demokrasi, pemerkosaan hak asasi manusia, adalah di antara ekses-ekses negatif penerapan Pancasila oleh penguasa
.
Di negara Pancasila, seseorang bisa dipenjara bertahun-tahun lamanya tanpa proses pengadilan dengan tuduhan menentang Pancasila atau merongrong wibawa pemerintah yang sah. Dan bila penguasa menghendaki, atas nama Pancasila, seseorang bisa dijebloskan ke dalam penjara, tanpa dasar yang jelas.(3)
Perbenturan ideologi, pertikaian para penganut agama dan kaum anti agama menjelang Gestapo (G 30 S PKI), dan hiruk pikuk Lekra/PKI dan kawan-kawannya. Kemudian keberpihakan penguasa kepada kaum penyembah Lenin itu, serta kezalimannya terhadap kaum muslimin.
Semua ini dapat dibaca dalam buku: “Prahara Budaya”, Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk. Tulisan D.S. Moeljanto dan Taufiq Ismail, diterbitkan oleh penerbit MIZAN Bandung, Maret 1995. 4 Baca buku: Dosa-Dosa Yang Tak Boleh Berulang Lagi, kumpulan tulisan K.H. Firdaus A.N., CV. Pedoman Inti Jaya, 1993. (10).
Kehilangan hak-hak sipil maupun politiknya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Dalam hal ini, termasuk dosa politik rezim Soekarno terhadap rakyat Indonesia adalah dicoret-nya tujuh kata dalam Piagam Jakarta (Jakarta Charter), yaitu Kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, lalu menggantinya dengan Ketuhanan Yang Maha Esa
.
Tujuh kalimat yang dicoret secara sepihak itu, pada mulanya dinilai sebagai perjanjian moral antara umat Islam dan non-Islam. Selain pencoretan itu, pengkhianatan pemimpin-pemimpin republik terhadap janjinya, telah menyulut api pemberontakan dan menyebabkan kepercayaan rakyat mulai luntur terhadap kredibilitas pemimpin pusat
.
Di antara bentuk pengkhianatan rezim Orla terhadap janji yang diucapkan atas nama pemerintah Pancasila, dan hingga kini membawa akibat buruk bagi bangsa Indonesia, adalah kasus pemberontakan Darul Islam pimpinan Tengku Muhammad Daud Beureueh, tokoh ulama seluruh Aceh (PUSA) berserta para pengikutnya
.
Pengkhianatan pemerintah Orde Lama itu, dengan jelas terlihat dalam dialog antara Tengku Daud Beureueh dan Presiden Soekarno.
Bagian terakhir dari dialog tersebut, selengkapnya adalah sebagai berikut (5)
:
Presiden“Saya minta bantuan kakak, agar rakyat Aceh turut mengambil bagian dalam perjuangan bersenjata yang sekarang sedang berkobar antara Indonesia dan Belanda untuk mempertahankan”.
Daud Beureueh :” Saudara Presiden! Kami rakyat Aceh dengan segala senang hati dapat memenuhi permintaan presiden, asal saja perang yang akan kami kobarkan itu berupa perang sabil atau perang fisabilillah, perang untuk menegakkan agama Allah, sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu maka berarti mati syahid” .
Presiden”Kakak! Memang yang saya maksud-kan adalah perang yang seperti telah dikobarkan oleh pahlawan-pahlawan Aceh yang terkenal seperti Tengku Tjhik di Tiro dan lain-lain yaitu perang yang tidak kenal mundur, perang yang ber-semboyan “merdeka atau syahid” .
Daud Beureueh : ”Kalau begitu kedua pendapat kita telah bertemu Saudara Presiden. Dengan demikian bolehlah saya mohon kepada Saudara Presiden, bahwa apabila perang telah usai nanti, kepada rakyat Aceh diberikan kebebasan untuk menjalankan syari’at Islam di dalam daerahnya”.
Presiden: ”Mengenai hal itu kakak tak usah khawatir. Sebab 90% rakyat Indonesia beragama Islam” .
Daud Beureueh: ”Maafkan saya Sudara Presiden, kalau saya terpaksa mengatakan, bahwa hal itu tidak menjadi jaminan bagi kami. Kami meng-inginkan suatu kata ketentuan dari Saudara Presiden”
Presiden : ”Kalau demikian baiklah, saya setujui permintaan kakak itu”.
Daud Beureueh : ”Alhamdulillah, atas nama rakyat Aceh saya mengucapkan terimakasih banyak atas kebaikan hati Saudara Presiden. Kami mohon, (sambil menyodorkan secarik kertas kepada Soekarno) sudi kiranya Sdr. Presiden menulis sedikit di atas kertas ini”.
Mendengar ucapan Tengku Muhammad Daud Beureueh itu langsung Presiden Soekarno menangis terisak-isak. Air matanya yang mengalir di pipinya telah membasahi bajunya. Dalam keadaan terisak-isak Presiden Soekarno berkata: ”Kakak! Kalau begitu tidak ada gunanya aku menjadi Presiden. Apa gunanya menjadi Presiden kalau tidak dipercaya” .
Langsung saja Tengku Daud Beureueh menjawab:”Bukan kami tidak percaya, Saudara Presiden. Akan tetapi hanya sekedar menjadi tanda yang akan kami perlihatkan pada rakyat Aceh yang akan kami ajak untuk berperang” .
Lantas Presiden Soekarno, sambil menyeka air matanya, berkata:”Wallahi, Billahi, kepada daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan syari’at Islam. Dan Wallah, saya akan pergunakan pengaruh saya agar rakyat Aceh benar-benar nanti dapat melaksanakan syari’at Islam di dalam daerahnya. Nah, apakah kakak masih ragu-ragu juga?”
Dijawab oleh Tengku Muhammad Daud Beureueh:”Saya tidak ragu lagi Saudara Presiden. Sekali lagi atas nama rakyat Aceh saya mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan hati Saudara Presiden” .
Menurut keterangan Tengku Muhammad Daud Beureueh, oleh karena iba hatinya melihat Presiden menangis terisak-isak, beliau tidak sampai hati lagi meminta jaminan hitam di atas putih atas janji-janji Presiden Soekarno itu.
Karakteristik orang-orang munafik suka berjanji tapi kemudian mengingkarinya, dan menjadikan sumpah sebagai helah. Allah berfirman: Mereka menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (orang lain) dari jalan Allah. Sungguh amat buruklah apa yang mereka lakukan
.
Allah berfirman :
“Yang demikian itu karena mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (kembali), lalu hati mereka dikunci (tertutup dari menerima kebenaran). Maka mereka tidak memahami. Dan apabila engkau melihat mereka, engkau akan kagum karena tubuh-tubuh mereka (yang tegap dan tampan). Dan apabila mereka berbicara, engkau akan terpaku mendengarkannya. Mereka bagaikan kayu yang tersandar (tidak mempunyai fikiran). Mereka menduka setiap suara keras (panggilan) ditujukan kepada mereka. Merekalah musuh (sejati), maka jauhilah mereka, (waspadalah terhadap mereka). Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dibutakan mata hatinya dari kebenaran)?. (Q.S. Al Munafiqun: 2-4).Dari dialog di atas, kita bisa maklum bahwa, secara historis, dari sejak awal masyarakat Aceh ketika bergabung dengan Indonesia, menginginkan otonomi dengan penerapan hukum Islam. Orang Aceh siap membantu pemerintah Indonesia me-lawan Belanda, dengan suatu syarat, supaya syari’at Islam berlaku sepenuhnya di Aceh. Atau dengan kata lain, masyarakat ingin di Aceh berlaku syari’at Islam dalam bingkai negara Kesatuan RI.
Akan tetapi, meski Soekarno telah berjanji dengan berurai air mata, ternyata ia ingkar dan tidak konsekuen terhadap ucapannya sendiri. Melihat kenyataan ini, suatu hari, dengan suara masygul, Daud Beureueh pernah berkata:”Sudah ratusan tahun syari’at Islam berlaku di Aceh. Tetapi hanya beberapa tahun bergabung dengan RI, sirna hukum Islam di Aceh. Oleh karena itu, saya akan pertaruhkan segalanya demi tegaknya syari’at Islam di Aceh. Maka sejak itu lahirlah gerakan Darul Islam di Aceh.7
Soekarno termasuk pengagum Kemal Attaturk, presiden Turki keturunan Yahudi, yang paling lantang menolak keterlibatan agama dalam urusan politik dan pemerintahan. Demikian ekstrim pendiriannya dalam urusan ini, sehingga ia menghapus sistem kekhalifahan Islam di Turki, mengganti lafadz adzan yang berbahasa Arab menjadi bahasa nasional Turki. Dia berkata: ”Agama hanyalah hubungan pribadi dengan Tuhan, sedang negara adalah milik
bersama”. (14)
.
Sekarang angin beracun ini masih berhembus kencang. Maka sebagaimana Kemal Attaturk, dalam suatu pidatonya di Amuntai Kalimantan Selatan pada tahun 1954, Soekarno juga pernah menyatakan tidak menyukai lahirnya Negara Islam dari Republik
Indonesia
.
Mengapa Soekarno ingkar janji terhadap rakyat Aceh, dan menolak berlakunya syari’at Islam? Menurut pengakuannya sendiri, Soekarno pernah dikader oleh seorang Belanda keturunan Yahudi, bernama A. Baars. ”Saya mengaku, pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang
memberi pelajaran kepada saya, jangan berfaham kebangsaan, tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia” ,
 katanya.
Pengakuan ini diungkapkan di hadapan sidang BPUPKI. Selanjutnya, dalam pidatonya itu, Soekarno juga menyatakan: ”Tetapi pada tahun 1918, alhamdulillah, ada orang lain yang
memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmo-politisme yang diajarkan oleh A. Baars itu. Di dalam hati saya, sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan, oleh pengaruh buku tersebut”
.
Berdasarkan tela’ah dari berbagai karya tulis, pidato serta riwayat hidup Bung Karno, kita menjadi paham, bahwa prinsip ideologi yang dikem-bangkannya merupakan kombinasi
dari paham kebangsaan dan mulhid, yaitu Nasionalisme dan Komunisme. Kombinasi dari keduanya, kemudian melahirkan ajaran Bungkarno, yang terkenal dengan Marhaenisme, akronim dari Marxisme, Hegel dan Nasionalisme. Semua ini sangat berpengaruh
terhadap aplikasi ideologi Pancasila selama masa kekuasaannya.Setelah berkuasa lebih dari 20 tahun lamanya, kekuasaan Soekarno akhirnya runtuh, dan riwayat hidupnya berakhir nista, terpuruk dari singgasana, dan mati dalam status dipenjara oleh rezim baru Soeharto
.
Catatan Kaki :
(5) Wawancara dengan Tengku Daud Beureuh, dalam TGK. M. DAUD BEUREUH: Peranannya Dalam Pergolakan di Aceh, oleh M. Nur Elibrahimy, hal. 65, PT. Gunung Agung, Jakarta, Cetakan Kedua, 1982. (11) kemerdekaan yang telah kita proklamirkan pada tanggal 17 Agustus
1945” .
(14) Slogan ini adalah salah satu racun kolonial, tetapi sampai 7 Rubrik Nasional, Mingguan ABADI, No. 37/Th.I, 22-28 Juli 1999. 14

Jenazah Mulia Rasulullah Ditinggal …

 Jenazah Mulia Rasulullah Ditinggal …

Di dalam Islam, tentunya kita semua sudah mafhum bahwa salah satu kewajiban yang paling harus disegerakan dalam pelaksanaannya adalah mengurusi jenazah, mulai dari memandikan jenazah hingga menguburkannya. Dan para ‘ulama sepakat bahwa kewajiban ini termasuk di dalam fardhu kifayah.

247089_10150210815969161_88292589160_6870791_3392967_n.jpg (576×720)Kita bisa melihat di sekeliling kita semisal dengan melihat ada salah satu anggota masyarakat yang meninggal dunia, maka akan sangat segera sekali di dalam masyarakat itu untuk mengurusi jenazahnya. Ada yang sudah menggali lubang kubur di pemakaman, ada yang mengumumkan berita kematian itu di seluruh pelosok kampong, ada yang bertugas memandikan jenazah, menhafani, menyiapkan keranda si mayit dan pengantarnya ke kuburan hingga menguburkannya
.
Hal ini tentu dilakukan karena memang timbulnya pemahaman dan kesadaran pada diri masing-masing anggota masyarakat bahwa mengurusi jenazah adalah sebuah kewajiban atau yang biasa di istilahkan dengan kalimat ma’lum min al din bi al dharurah.
Namun bagaimanakan kita melihat proses pengurusan akan jenazah yang paling mulia di muka bumi ini yakni Nabi Muhammad saw? Manusia yang di pilih oleh Allah swt untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh penjuru alam semesta ini. Jenazah seorang kekasih Allah yang disegani lawan maupun kawannya. Jenazah yang semasa hidupnya selalu dido’akan oleh para malaikat. Jenazah yang mengeluarkan bau harum saat jenazah tersebut di mandikan. Dan jenazah yang mulia itu baru dikuburkan ketika telah melewati waktu dua hari 3 malam. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah tidak ada yang mengurusi jenazah beliau? Tentu ada, dan mereka adalah para sahabat Rasulullah saw. Maka pertanyaannya adalah kenapa bisa lebih dari 2 hari 3 malam beliau baru di kuburkan?
.
Semasa Sakit Beliau
Dua bulan setelah menunaikan ibadah Haji Wadak (haji terkahir), Nabi mengalami demam. Badannya mulai lemah. Meskipun demikian ia tetap memimpin salat berjemaah
.
Namun setelah merasa sangat lemah, ia menunjuk Abu Bakar menjadi penggantinya sebagai imam shalat. Dalam sirah nabawiyah kita bisa membaca dan melihat bahwa waktu itu ketika Rasulullah saw sakit, Umar kemudian berinisiatif menjadi Imam sholat bagi kaum muslim.
Suara takbir yang diucapkan oleh Umar ketika sholat terdengar oleh Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan bahwa “Allah dan kaum muslim tidak menyukai ini, dimana Abu Bakar? Suruhlah dia untuk memimpin sholat berjama’ah kaum muslim”, perintah Rasulullah. Lalu kemudian Abu Bakar kemudian memimpin kaum muslim untuk sholat secara berjama’ah
.
Pernah suatu ketika tatkala Abu Bakar sedang memimpin sholat berjam’ah, Rasulullah yang sebelumnya sakit, datang menghampiri sholat para sahabat tersebut, hampir saja Abu Bakar mundur untuk memberi tempat kepada nabi memimpin sholat, namun nabi member isyarat agar sholat tetap diteruskan dengan Imam sholat sahabatnya Abu Bakar Siddik ra tersebut
.
Pada waktu itu kaum muslim melihat wajah Rasulullah tampak sehat, dan mereka tidak pernah melihat dan merasakan Rasulullah sesehat kala itu. Para sahabat pun bergembira karena mengira bahwa Rasulullah saw telah sehat dan pulih seperti sedia kala
.
Wafatnya Rasulullah saw
Namun akhirnya pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M, di usia 63 tahun Allah swt telah mewafatkan beliau.
Namun tahukah kita apa yang terjadi pada hari wafatnya Rasulullah saw? Jenazah beliau belum diurusi oleh para sahabat. Padahal Rasulullah saw adalah orang yang paling dicintai oleh para sahabatnya dibandingkan kecintaan mereka kepada keluarga dan harta mereka sendiri. Sebagaimana mereka mengamalkan hadist yang pernah Rasulullah saw ucapkan :
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: ” Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang”
.
Namun mengapa jenazah yang paling mereka cintai itu mereka seolah abaikan? Tidak mereka urusi? Apa yang dilakukan oleh para sahabat kala itu?
Para sahabat sebagian berkumpul di bani saqifah, sebagian lagi berdiam diri, dan para ahlul bait nabi menutup pintu rumah Aisyah yang di dalamnya terdapat jenazah Rasul yang mulia tersebut
.
Apa yang dilakukan para sahabat di bani saqifah?
Ketika Rasulullah wafat, sebagian sahabat baik golongan Anshar dan Muhajirin berkumpul di bani saqifah. Mereka sedang berdebat tentang siapa yang berhak menggantikan kepemimpinan Rasulullah dalam mengurusi umat sepeninggal beliau. Masing-masing dari golongan Anshar dan Muhajirin saling merasa bahwa mereka lah yang berhak menjadi pengganti tongkat estafet kepemimpinan tersebut
.
Kaum Anshar merasa lebih berhak karena mereka adalah “tuan rumah” di tanah mereka di Madinah. Sedangkan golongan Muhajirin lebih merasa mereka yang berhak menjadi pemimpin karena mereka adalah orang-orang dari quraysi, sebagaimana Rasulullah pernah bersabda :
‘’Pemimpin adalah dari orang Quraisy,’ maka janganlah kalian bersaingan dengan saudara-saudara kalian kaum Muhajirin dalam anugerah yang dilimpahkan Allah bagi mereka…”
.
Perselisihan diantara para sahabat Rasulullah tersebut hamper saja menyebabkan pertikaian diantara mereka yang bisa berujung kepada pertumpahan darah
.
Para sahabat kemudian melaporkan kejadian itu kepada Abu Bakar, dan meminta Abu bakar untuk mengatasi masalah itu.
Akhirnya setelah terjadinya musyawarah antara kaum Anshar dan Muhajarin kemudian terpilihlah Abu Bakar untuk menjadi Imam/Khalifah bagi kaum muslim. Semua sahabat ridha akan keputusan tersebut dan tidak ada satupun yang mengingkarinya.
Proses sejak wafatnya Rasulullah kemudian perselisihan yang terjadi diantara kaum muslim dari golongan kaum Anshar dan Muhajirin hingga dimakamnya jenazah Rasulullah saw memakan waktu 2 hari 3 malam
.
Timbul pertanyaan, kenapa mereka para sahabat tidak mendahulukan mengurusi jenazah Rasulullah saw terlebih dahulu daripada memilih seseorang untuk menjadi seorang pemimpin?
Ya karena mereka mengkudeta wasiat Ghadir Kum dan menzalimi  wasiat Nabi SAW
.

Para Khalifah Itu Adalah Para Imam Ahlul Bait

Sesungguhnya kata “khulafa” di dalam hadis ini tidaklah dikhususkan untuk satu golongan tertentu, dan penafskan kalangan Ahlus Sunnah bahwa para khalifah itu adalah para khalifah yang empat adalah sebuah pentakwilan yang tanpa dalil. Karena pernyataan (proposisi) yang dikemukakan lebih luas dari klaim, dan bahkan bukti-bukti mengatakan sebaliknya. Yaitu bahwa yang dimaksud dengan para khalifah rasyidin ialah para Imam dua belas dari Ahlul Bait as.

Disebabkan dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang pasti yang menetapkan bahwa para khalifah rasyidin sepeninggal Rasulullah saw itu berjumlah dua belas orang khalifah. Al-Qanduzi al-Hanafi telah meriwayatkan di dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah, “Yahya bin Hasan telah menyebutkan di dalam kitab al-’Umdah melalui dua puluh jalan bahwa para khalifah sepeninggal Rasulullah saw itu berjumlah dua belas orang khalifah, dan seluruhnya dari bangsa Quraisy. Dan begitu juga di dalam Sahih Bukhari melalui tiga jalan, di dalam Sahih Muslim melalui sembilan jalan, di dalam Sunan Abu Dawud melalui tigajalan, di dalam Sunan Turmudzi melalui satu jalan, dan di dalam al-Hamidi melalui tiga jalan.

Di dalam Sahih Bukhari berasal dari Jabir yang mengatakan, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Akan muncul sepeninggalku dua belas orang amir’, kemudian Rasulullah saw mengatakan sesuatu yang saya tidak mendengarnya. Lalu saya menanyakannya kepada ayah saya, ‘Apa yang telah dikatakannya?’ Ayah saya men-jawab, ‘Semuanya dari bangsa Quraisy.’” Adapun di dalam Sahih Muslim berasal dari ‘Amir bin Sa’ad yang berkata, “Saya menulis surat kepada Ibnu Samrah, ‘Beritahukan kepada saya sesuatu yang telah Anda dengar dari Rasulullah saw.’ Lalu Ibnu Samrah menulis kepada saya, ‘Saya mendengar Rasulullah saw bersabda pada hari Jumat sore pada saat dirajamnya al-Aslami, ‘Agama ini akan tetap tegak berdiri hingga datangnya hari kiamat dan munculnya dua belas orang khalifah yang kesemuanya berasal dari bangsa Quraisy.”

Setelah ini tidak ada lagi orang yang bisa berhujjah dengan hadis “Kamu harus berpegang teguh kepada sunahku dan sunah para Khulafa` Rasyidin..” dengan menerapkannya kepada para khalifah yang empat. Dikarenakan riwayat-riwayat yang mutawatir yang mencapai dua puluh jalan, yang kesemuanya dengan jelas mengatakan khalifah itu ada dua belas orang; dan kita tidak akan menemukan penafsiran bagi riwayat-riwayat ini pada dunia nyata kecuali pada para Imam mazhab Ahlul Bait yang dua belas. Dengan demikian, Syi’ah adalah satu-satunya kelompok yang merupakan personifikasi dari makna hadis-hadis ini, dikarenakan penerimaan mereka kepada kepemimpinan Imam Ali as, kemudian Imam Hasan dan Imam Husain, dan setelah itu sembilan orang Imam dari keturunan Imam Husain, sehingga jumlah mereka seluruhnya berjumlah dua belas orang Imam.

Meskipun kata “Quraisy” yang terdapat di dalam riwayat-riwayat ini bersifat mutlak dan tidak dibatasi, namun dengan riwayat-riwayat dan petunjuk-petunjuk yang lain menjadi jelas bahwa yang dimaksud adalah Ahlul Bait. Dan itu disebabkan adanya banyak riwayat yang menunjukkan kepada kepemimpinan Ahlul Bait. Insya Allah, kita akan memaparkan sebagiannya pada pembahasan-pembahasan yang akan datang.

Pada kesempatan ini saya cukupkan Anda dengan riwayat yang berbunyi, “Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, yaitu Kitab Allah dan ‘ltrah Ahlul Baitku.”

Setelah ini tidak ada lagi orang yang bisa berhujjah dengan hadis “Kamu harus berpegang teguh kepada sunahku dan sunah para Khulafa` Rasyidin..” dengan menerapkannya kepada para khalifah yang empat. Dikarenakan riwayat-riwayat yang mutawatir yang mencapai dua puluh jalan, yang kesemuanya dengan jelas mengatakan khalifah itu ada dua belas orang; dan kita tidak akan menemukan penafsiran bagi riwayat-riwayat ini pada dunia nyata kecuali pada para Imam mazhab Ahlul Bait yang dua belas. Dengan demikian, Syi’ah adalah satu-satunya kelompok yang merupakan personifikasi dari makna hadis-hadis ini, dikarenakan penerimaan mereka kepada kepemimpinan Imam Ali as, kemudian Imam Hasan dan Imam Husain, dan setelah itu sembilan orang Imam dari keturunan Imam Husain, sehingga jumlah mereka seluruhnya berjumlah dua belas orang Imam.

Meskipun kata “Quraisy” yang terdapat di dalam riwayat-riwayat ini bersifat mutlak dan tidak dibatasi, namun dengan riwayat-riwayat dan petunjuk-petunjuk yang lain menjadi jelas bahwa yang dimaksud adalah Ahlul Bait. Dan itu disebabkan adanya banyak riwayat yang menunjukkan kepada kepemimpinan Ahlul Bait. Insya Allah, kita akan memaparkan sebagiannya pada pembahasan-pembahasan yang akan datang.

Pada kesempatan ini saya cukupkan Anda dengan riwayat yang berbunyi, “Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, yaitu Kitab Allah dan ‘ltrah Ahlul Baitku.”

Riwayat ini merupakan salah satu korban daripada pengubahan. Namun, Allah SWT menampakkan cahaya-Nya. Al-Qanduzi al-Hanafi sendiri telah menukilnya di dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah. Pada mawaddah kesepuluh dari kitab Mawaddah al-Qurba, bagi Sayyid Ali al-Hamadani —semoga Allah SWT mensucikan jalannya dan mencurahkan keberkahannya kepada kita— disebut-kan, “Dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Jabir bin Samrah yang ber-kata, ‘Saya pernah bersama ayah saya berada di sisi Rasulullah saw, dan ketika itu Rasulullah saw bersabda, ‘Sepeninggalku akan ada dua belas orang khalifah.’ Kemudian Rasulullah saw menyamarkan suar-anya. Lalu saya bertanya kepada ayah saya, ‘Perkataan apa yang disamarkan olehnya?’ Ayah saya menjawab, ‘Rasulullah saw berkata, ‘Semua berasal dari Bani Hasyim.”

Bahkan Al-Qanduzi meriwayatkan banyak hadis lain yang lebih jelas dari hadis-hadis di atas. Al-Qanduzi telah meriwayat dari ‘Abayah bin Rab’i, dari Jabir yang mengatakan, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Saya adalah penghulu para nabi dan Ali adalah penghulu para washi, dan sesungguhnya para washi sepeninggalku berjumlah dua belas orang. Yang pertama dari mereka adalah Ali, dan yang terakhir dari mereka adalah al-Qa’im al-Mahdi.”

Setelah menyebutkan hadis-hadis ini, Al-Qanduzi al-Hanafi tidak menemukan apa-apa selain harus mengakui dan mengatakan, “Sesungguhnya hadis-hadis yang menunjukkan bahwa para khalifah sesudah Rasulullah saw sebanyak dua belas orang khalifah, telah banyak dikenal dari banyak jalan, dan dengan penjelasan jaman dan pengenalan alam dan tempat dapat diketahui bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah saw dari hadis ini ialah para Imam dua belas dari Ahlul Bait Rasulullah saw. Karena tidak mungkin kita dapat menerap-kannya pada raja-raja Bani Umayyah, dikarenakan jumlah mereka yang lebih dari dua belas orang dan dikarenakan kezaliman mereka yang amat keji, kecuali Umar bin Abdul Aziz, dan dikarenakan mereka bukan dari Bani Hasyim.

Karena Rasulullah saw telah bersabda, ‘Seluruhnya dari Bani Hasyim’, di dalam riwayat Abdul Malik, dari Jabir. Dan begitu juga penyamaran suara yang dilakukan oleh Rasulullah saw di dalam perkataan ini, memperkuat riwayat ini. Dikarenakan mereka tidak menyambut baik kekhilafahan Bani Hasyim. Kita juga tidak bisa menerapkannya kepada raja-raja Bani ‘Abbas, disebabkan jumlah mereka yang lebih banyak dibandingkan jumlah yang disebutkan, dan juga dikarenakan mereka kurang menjaga ayat “Katakanlah, ‘Aku tidak meminta upah apapun kepadamu atas risalah yang aku sampaikan kecuali kecintaan kepada keluargaku’” dan hadis Kisa`. Maka mau tidak mau hadis ini harus diterapkan kepada para Imam dua belas dari Ahlul Bait Rasulullah saw. Karena mereka adalah manusia yang paling berilmu pada jamannya, paling mulia, paling warak, paling bertakwa, paling tinggi dari sisi nasab, paling utama dari sisi kedudukan dan paling mulia di sisi Allah SWT. Ilmu mereka berasal dari bapak-bapak mereka, dan terus bersambung kepada datuk mereka Rasulullah saw.

para Imam Ahlul Bait jauh lebih dekat dibandingkan menerapkannya kepada para khalifah yang empat. Karena sudah jelas bahwa para khalifah sepeninggal Rasulullah saw itu berjumlah dua belas orang khalifah, yang kesemuanya berasal dari Bani Hasyim.

PENUNJUKKAN HADIS TSAQALAIN TERHADAP KEIMAMAHAN AHLUL BAIT

Penunjukkan makna hadis tsaqalain terhadap keimamahan Ahlul Bait adalah sesuatu yang amat jelas bagi setiap orang yang adil. Karena makna hadis tsaqalain menunjukkan kepada wajibnya mengikuti mereka di dalam masalah-masalah keyakinan, hukum dan pendapat, dan tidak menentang mereka baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Karena amal perbuatan apa pun yang melenceng dari kerangka mereka maka dianggap telah keluar dari Al-Qur’an, dan tentunya juga telah keluar dari agama. Dengan demikian, mereka adalah ukuran yang teliti, yang dengannya dapat diketahui jalan yang benar. Karena sesungguhnya tidak ada petunjuk kecuali melalui jalan mereka dan tidak ada kesesatan kecuali dengan menentang mereka. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan, “jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat”. Karena yang dimaksud berpegang teguh kepada Al-Qur’an ialah mengamalkan apa yang ada di dalamnya, yaitu menuruti perintahnya dan menjauhi laranganya. Demikian juga halnya dengan berpegang teguh kepada ‘ltrah Ahlul Bait. Karena jawab syarat tidak akan dapat terlaksana kecuali dengan terlaksananya yang disyaratkan (al-masyruth) terlebih dahulu. Dhamir (kata ganti) “bihima” kembali kepada al-Kitab dan ‘ltrah. Saya kira tidak ada seorang pun dari orang Arab, yang mempunyai pemahaman sedikit tentang bahasa, yang menentang hal ini. Dengan demikian, maka mengikuti Ahlul Bait sepeninggal Rasulullah saw adalah sesuatu yang wajib, sebagaimana juga mengikuti Al-Qur’an adalah sesuatu yang wajib, terlepas dari siapa yang dimaksud dengan Ahlul Bait itu. Karena hal ini merupakan pembahasan berikutnya. Yang penting di sini ialah kita membuktikan bahwa perintah dan larangan serta ikutan adalah milik Ahlul Bait. Adapun pembahasan mengenai siapa mereka, berada di luar konteks pembahasan hadis ini. Sebagaimana para ulama ilmu ushul mengatakan, “Sesungguhnya proposisi tidak menetapkan maudhu-nya”‘, maka tentu Ahlul Bait adalah para khalifah sepeninggal Rasulullah saw. Sabda Rasulullah yang berbunyi “Aku tinggalkan padamu….” adalah merupakan nas yang jelas bahwa Rasulullah saw menjadikan mereka sebagai khalifah sepeninggal beliau, dan berpesan kepada umat untuk mengikuti mereka. Rasulullah saw menekankan hal ini dengan sabdanya “Maka perhatikanlah bagaimana kamu memperlakukan keduanya sepeninggalku”. Kekhilafahan Al-Qur’an sudah jelas, sementara kekhilafahan Ahlul Bait tidak dapat terjadi kecuali dengan keimamahan mereka.

Oleh karena itu, Kitab Allah dan ‘ltrah Rasulullah saw adalah merupakan sebab yang menyampaikan manusia kepada keridaan Allah. Karena mereka adalah tali Allah yang kita telah telah diperintahkan oleh Allah untuk berpegang teguh kepadanya, “Dan berpegang teguh lah kamu kepada tali Allah.” (QS. Ali ‘lmran: 103)

Ayat ini bersifat umum di dalam menentukan apa dan siapa tali Allah yang dimaksud. Sesuatu yang dengan jelas dapat disimpulkan dari ayat ini ialah wajibnya berpegang teguh kepada tali Allah; lalu kemudian datang sunah dengan membawa hadis tsaqalain dan hadis-hadis lainnya, yang menjelaskan bahwa tali yang kita diwajibkan berpegang teguh kepadanya ialah Kitab Allah dan Rasulullah saw.

Sekelompok para mufassir telah mengatakan yang demikian itu. Ibnu Hajar telah menyebut nama-nama mereka di dalam kitabnya ash-Shawa’iq, di dalam bab “Apa-Apa Yang Diturunkan Dari Al-Qur’an Tentang Ahlul Bait”. Silahkan Anda merujuknya!

Al-Qanduzi menyebutkannya di dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah. Dia berkata tentang firman Allah SWT yang berbunyi “Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali Allah”, “Tsa’labi telah mengeluarkan dari Aban bin Taghlab, dari Ja’far ash-Shadiq as yang berkata, ‘Kami inilah tali Allah yang telah Allah katakan di dalam firman-Nya ‘Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali Allah danjanganlah berpecah-belah.’” Penulis kitab al-Manaqib juga mengeluarkan dari Sa’id bin Jabir, dari Ibnu Abbas yang berkata, “Kami pernah duduk di sisi Rasulullah saw, lalu datang seorang orang Arab yang berkata, ‘Ya Rasulullah, saya dengar Anda berkata, ‘Berpegang teguhlah kamu kepada tali Allah’, lalu apa yang dimaksud tali Allah yang kita diwajibkan berpegang teguh kepadanya?’ Rasulullah saw memukulkan tangannya ke tangan Ali seraya berkata, ‘Berpegang teguhlah kepada ini, dia lah tali Allah yang kokoh itu.’”

Adapun sabda Rasulullah saw yang berbunyi “Keduanya tidak akan pernah berpisah hingga menemui aku di telaga”, menunjukkan kepada beberapa arti berikut:

Pertama, menetapkan kemaksuman mereka. Karena keseiringan mereka dengan Kitab Allah yang sama sekali tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya, menunjukkan pengetahuan mereka tentang apa yang ada di dalam Kitab Allah dan bahwa mereka tidak akan menyalahinya, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Jelas, munculnya penentangan dalam bentuk apa pun dari mereka terhadap Kitab Allah, baik disengaja maupun tidak disengaja, itu berarti keterpisahan mereka dari Kitab Allah. Padahal, secara tegas hadis mengatakan keduanya tidak akan pernah berpisah sehingga menjumpai Rasulullah saw di telaga. Karena jika tidak demikian, maka itu berarti menuduh Rasulullah saw berbohong. Pemahaman ini juga dikuatkan oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan sunah. Kita akan tunda pembahasan ini pada tempatnya.

Kedua, sesungguhnya kata lan menunjukkan arti pelanggengan (ta’bidiyyah). Yaitu berarti bahwa berpegang teguh kepada keduanya akan mencegah manusia dari kesesatan untuk selamanya, dan itu tidak dapat terjadi kecuali dengan berpegang teguh kepada keduanya secara bersama-sama, tidak hanya kepada salah satunya saja. Sabda Rasulullah saw di dalam riwayat Thabrani yang berbunyi “Janganlah kamu mendahului mereka karena kamu akan celaka, janganlah kamu tertinggal dari mereka karena kamu akan binasa, dan janganlah kamu mengajari mereka karena sesungguhnya mereka lebih mengetahui dari kamu” memperkuat makna ini.

Ketiga, keberadaan ‘ltrah di sisi Kitab Allah akan tetap berlangsung hingga datangnya hari kiamat, dan tidak ada satu pun masa yang kosong dari mereka. Ibnu Hajar telah mendekatkan makna ini di dalam kitabnya ash-Shawa’iq, “Di dalam hadis-hadis yang menganjurkan untuk berpegang teguh kepada Ahlul Bait, terdapat isyarat yang mengatakan tidak akan terputusnya kelayakan untuk berpegang teguh kepada mereka hingga hari kiamat. Demikian juga halnya dengan Kitab Allah. Oleh karena itu, mereka adalah para pelindung bagi penduduk bumi, sebagaimana yang akan dijelaskan nanti. Hadis yang berbunyi ‘Pada setiap generasi dari umatku akan ada orang-orang yang adil dari Ahlul Baitku’, memberikan kesaksian akan hal ini. Kemudian, orang yang paling berhak untuk diikuti dari kalangan mereka, yang merupakan imam mereka ialah Ali bin Abi Thalib —karramallah wajhah, dikarenakan keluasan ilmunya dan ketelitian hasil-hasil istinbathnya

Keempat, kata ini juga menunjukkan kelebihan mereka dan pengetahuan mereka terhadap rincian syariat; dan itu dikarenakan keseiringan mereka dengan Kitab Allah yang tidak mengabaikan hal-hal yang kecil apalagi hal-hal yang besar. Sebagaimana Rasulullah saw telah bersabda, “Janganlah kamu mengajari mereka karena mereka lebih tahu darimu.”

Ringkasnya, mau tidak mau harus ada seorang dari kalangan Ahlul Bait pada setiap jaman hingga datangnya hari kiamat, yang ucapan dan perbuatannya tidak menyalahi Al-Qur’an, sehingga tidak berpisah darinya. Dan arti dari “tidak berpisah dari Al-Qur’an secara perkataan maupun perbuatan” ialah berarti dia maksum dari segi perkataan dan perbuatan, sehingga wajib diikuti karena merupakan pelindung dari kesesatan.

Tidak ada yang mengatakan arti yang seperti ini kecuali Syi’ah, di mana mereka mengatakan wajibnya adanya imam dari kalangan Ahlul Bait pada setiap jaman, yang terjaga dari segala kesalahan, yang kita wajib mengenal dan mengikutinya. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak mengenal Imam jaman-nya maka dia mati sebagaimana matinya orang jahiliyyah.” Makna yang demikian ditunjukkan oleh firman Allah SWT yang berbunyi, “Dan pada hari di saat Kami memanggil setiap manusia dengan Imam mereka.”

Inggris Latih Pasukan Arab Saudi Salafi di Bahrain Untuk Memerangi Syi’ah Bahrain

Kemunafikan Inggris- Dukung Pemberontak Libya, Latih Tentara Saudi untuk Melawan Demonstran

Posted by تان سليمان , , 6:31 PM

Hal itu diungkapkan hari ini (29/5) bahwa Inggris adalah melatih tentara nasional Arab Saudi -pasukan elit yang digunakan untuk menghancurkan- demonstran anti rezim di Bahrain awal tahun ini mengakibatkan pembunuhan terhadap demonstran tidak bersenjata dan penangkapan serta penyiksaan terhadap lawan politik.
Mengomentari hal ini Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir di Inggris mengatakan: “kemunafikan kebijakan luar negeri Inggris secara nyata bisa dilihat untuk semua orang. Dalam pidatonya di Mansion House awal bulan ini, Menteri Luar Negeri William Hague mengatakan ‘kita berdiri hari ini dengan orang-orang yang bangkit melawan rezim tirani. ”
“Namun, pada saat yang sama Inggris memberikan pelatihan militer untuk diktator korup yang membunuh, memukul dan menyiksa para demonstran yang menentang pemerintahan tirani mereka.”
.
“Berita ini datang sebagai kejutan kecil kepada kita mengingat bahwa pada awal pemberontakan ini, Perdana Menteri Inggris Cameron berada di wilayah tanpa malu-malu menjual senjata rezim ini. Hanya beberapa minggu sebelum Gaddafi menjadi musuh publik nomor satu ia sedang dipeluk oleh kantor luar negeri Inggris, dan hanya beberapa hari setelah membantai ratusan orang, William Hague menyebut Bashar al Assad sebagai sang reformis! ”
“Pesan kami kepada masyarakat Timur Tengah adalah: perubahan yang nyata hanya akan datang dengan menghapus rezim dan pengaruh kekuasaan kolonial Barat yang mendukung mereka.”
.
“Semakin banyak orang menyadari bahwa meskipun Mubarak atau Ben Ali telah pergi, mereka belum melihat perubahan yang nyata. Semakin banyak orang menyadari bahwa Inggris, Amerika dan Eropa yang putus asa untuk mempertahankan pengaruh mereka di wilayah tersebut. Semakin banyak orang bisa melihat bahwa keterlibatan Barat di Libya lebih karena kepentingan minyak Inggris dan mencegah krisis pengungsi di Eropa daripada tentang dukungan berprinsip apapun untuk pemberontakan tersebut. ”

“Revolusi ini tidak akan menghasilkan perubahan nyata sampai masyarakat tidak hanya menghapus tiran, tetapi membangun kembali negara Khilafah Islam yang akan menghilangkan pengaruh pemerintah Barat yang mendirikan dan mendukung tiran ini sejak penghancuran negara Khilafah

.

Dengan dalih membantu keamanan di Manama dan menumpas aksi protes damai rakyat. Rezim Arab Saudi secara terang-terangan mengirim tentaranya ke negera Bahrain, kini giliran Inggris mulai terbongkar kedoknya. Ternyata misi yang diemban tentara Saudi ini mendapat restu dari London. Bahkan untuk menjalankan misi tersebut, tentara Saudi mendapat pelatihan khusus dari militer Inggris. Taktik dan strategi menumpas aksi demo didapat tentara Saudi dari Inggris.

Hal ini diakui sendiri oleh wakil menteri pertahanan Inggris. Ia mengakui bahwa militer negaranya melatih sejumlah kesatuan Angkatan Bersenjata Arab Saudi. Kesatuan tersebut adalah pasukan garda nasional yang saat ini ditempatkan di Bahrain. Ditambahkannya, Dephan Inggris memiliki kerjasama militer luas dengan Arab Saudi. Kerjasama itu mencakup pelatihan pasukan garda nasional.

Terbongkarnya dukungan dan pelatihan militer Inggris terhadap Arab Saudi bersamaan dengan kritik luas di London terkait aksi militer Riyadh di Manama. Para petinggi London juga memprediksikan pemindahan tawanan Bahrain ke Arab Saudi. Namun demikian, petinggi London mengaku belum mendapat laporan terkait hal ini.

Sementara itu, ulah Riyadh mengirim pasukannya ke Bahrain mendapat kecaman dan kritik luas dari berbagai negara dan publik dunia. Sejak dimulainya kebangkitan rakyat Bahrain menentang Dinasti al-Khalifa, ratusan rakyat tewas, cidera atau diculik pasukan Arab Saudi. Nasib mereka yang diculik hingga kini masih belum jelas.

Di sisi lain, sejumlah anggota majelis rendah Inggris melayangkan surat tuntutan penjatuhan embargo senjata kepada Arab Saudi dan Bahrain. Dalam suratnya, mereka mengecam kehadiran pasukan Saudi di Bahrain dan perusakan tempat-tempat ibadah di Manama.

Perdana Menteri Inggris David Cameron pekan lalu diberitakan melakukan pembicaraan dengan Shaikh Salman bin Hamad al-Khalifa, putra mahkota Bahrain di London. Koran Daily Telegraph terkait hal ini menulis, petinggi Inggris tidak pantas menggelar karpet merah bagi arsitek penyiksaan rakyat Bahrain.

Kate Allen, salah satu staf Badan Amnesti Internasional menandaskan, Cameron harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan meminta pemerintah Bahrain menghentikan aksi brutalnya membantai warga. Namun menurutnya, Cameron mengorbankan isu hak asasi manusia demi keuntungan perdagangan dan berbagai kontrak penjualan senjata.

Kini, pengakuan tersirat deputi menteri pertahanan Inggris terkait pelatihan militer Arab Saudi oleh London kian membuktikan wajah sejati Amerika Serikat dan negara Barat serta Arab yang tak segan-segan mendepak hak asasi manusia demi meraih keuntungan dan menjaga kepentingan.

entara Arab Saudi yang dikirim ke Bahrain untuk membantu menghadapi demonstrasi telah menerima pelatihan dari Inggris, sebuah surat kabar mengatakan Ahad, dengan mengutip dokumen pemerintah.

Garda Nasional Arab Saudi telah diberi pelatihan persenjataan dan penegakan ketertiban umum oleh misi militer Inggris, menurut dokumen yang didapat oleh The Observer, berdasar Undang-udang Kebebasan Informasi.

Pasukan Teluk pimpinan Saudi, yang mencakup polisi Uni Emirat Arab (UAE), masuk Bahrain pada pertengahan Maret untuk membantu menghadapi demonstran pro-demokrasi di negara Arab mayoritas Syiah yang diperintah oleh monarki Muslim Sunni itu.

Langkah itu telah membebaskan pasukan keamanan Bahrain untuk menghadapi gerakan protes. Sebanyak 20 tim pelatihan telah dikirim ke Arab Saudi tiap tahun, kata Observer, dengan Riyath yang membayar rekeningnya.

Personel Inggris secara tetap menjalankan kursus bagi pasukan elite garda nasional dalam latihan keahlian militer umum, ketrampilan lapangan dan persenjataan, dan juga penanganan insiden, penjinakan bom, pencarian, ketertiban umum dan pelatihan penembak jitu, kata dokumen tersebut.

Para pengkampanye hak asasi manusia menyatakan Inggris oleh karena itu telah membantu menindas pergolakan di Bahrain, di tengah kecaman bahwa London tidak mengambil sikap keras pada penguasa Bahrain seperti sikapnya pada pemimpin Libya Muamar Gaddafi.

Menteri Muda Pertahanan Nick Harvey mengatakan pada parlemen pekan lalu bahwa beberapa anggota pasukan Saudi yang telah dikerahkan di Bahrain mungkin telah menjalani beberapa pelatihan Inggris.

Kementerian Pertahanan menekankan bahwa keterlibatan Inggris dalam pelatihan pasukan asing dimaksudkan untuk menimbulkan kebudayaan menghormati hak asasi manusia.

“Inggris memberi pelatihan dan pendidikan pertahanan kelas-dunia pada banyak negara, termasuk di Teluk, menciptakan hubungan kekal antara pasukan bersenjata kami dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja bersama ke arah keamanan dan stabilitas regional,” kata seorang juru bicara.

“Negara-negara Teluk merupakan mitra penting dalam perang melawan terorisme dan pengembangan senjata nuklir dan juga menjadi sumber pengaruh ekonomi dan politik yang sedang muncul.

Dalam sebuah upaya untuk menopang sekutu dekatnya, Arab Saudi mengirim ratusan pasukan masuk ke dalam Bahrain pada Senin (14/3) waktu setempat, dalam sebuah tawaran untuk membantu pemerintah mendamaikan protes anti-rejim.

Intervensi tersebut datang “setelah seruan berulang-ulang oleh pemerintah Bahrain untuk dialog, yang berlangsung tanpa terjawab” oleh pihak oposisi, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP)
.
Pasukan tersebut, yang masuk kerajaan Teluk strategis, adalah bagian dari Pasukan Pelindung Teluk milik negara-negara Teluk.
Di bawah peraturan Dewan Kerjasama Teluk, “pasukan Teluk manapun yang memasuki sebuah negara anggota menjadi berada di bawah komando pemerintah,” pejabat tersebut menambahkan.
Bahrain, sebuah negara dengan sebagian besar Syiah dikuasai oleh sebuah dinasti Muslim Sunni, telah melihat protes oposisi akbar, menuntut jangkauan luas reformasi demokrasi
.
Raja Bahrain telah menawarkan dialog dan sebuah perlemen baru yang lebih kuat, dan refomrasi lainnya namun pihak oposisi telah menolak untuk duduk dan berbicara sampai pemerintah mengundurkan diri
.
Pemerintah Bahrain belum mengkonfirmasi kehadiran pasukan Arab Saudi di kepulauan tersebut, yang adalah rumah bagi Armada Kapal Kelima AS.
Namun, menteri luar negeri kerajaan tersebut mengatakan pada akun Twitter miliknya bahwa pasukan keamanan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council – GCC) ada di Bahrain, tidak memberikan rincian lebih jauh
.
Nabeel Al-Hamer, seorang mantan menteri informasi dan penasihat pengadilan kerajaan, mengkonfirmasi berita tersebut, juga melalui berita Twitter miliknya
.
“Pasukan dari Dewan Kerjasama Teluk telah tiba di Bahrain untuk mempertahankan ketertiban dan keamanan,” Al-Hamer mengatakan.
GCC terbentuk dari enam negara Teluk – Bahrain, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar.
Aliansi tersebut bertujuan untuk mencapai integrasi ekonomi dan keamanan antara negara anggota GCC.
Bahrain digabungkan dengan Arab Saudi oleh sebuah jalan lintasan di seberang Teluk
.
Para analis dan diplomat menyakini bahwa Arab Saudi dibuat khawatir oleh perselisihan di Bahrain karena perselisihan tersebut akan membuat lebih berani orang-orang Syiah yang gelisah di dalam Provinsi bagian Timur, pusat dari industri minyak.
Kantor berita harian Gulf Daily News, sebuah harian yang dekat dengan perdana menteri berkuasa Bahrain, memberitakan pada Senin (14/3) bahwa pasukan dari GCC akan melindungi fasilitas-fasilitas strategis
.
Pasukan GCC akan membantu mempertahanakan ketertiban dan hukum, harian tersebut mengatakan di sebuah berita halaman depan, kantor berita Reuters mengatakan
.
“Misi mereka akan dibatasi untuk melindungi fasilitas penting, seperti minyak, listrik dan instalasi air, dan fasilitas perbankan dan keuangan.”
Pada Senin, para pemrotes tumpah ruah masuk ke dalam distrik pusat fasilitas penting, kompleks bisnis Financial Harbor – sebuah simbol kekayaan dan keistimewaan – sementara kepolisian nampaknya telah meninggalkan daerah tersebut, para saksi mengatakan.
Oposisi Bahrain mengecam intervensi Arab Saudi sebagai sebuah “pendudukan asing”
.
“Kami menganggap kedatangan tentara manapun, atau kendaraan militer apapun, masuk ke dalam kawasan Bahrain… sebuah pendudukan terselubung dari kerajaan Bahrain dan sebuah konspirasi terhadap rakyat Bahrain yang tidak bersenjata,” kata sebuah pernyataan oleh aliansi oposisi yang dikutip oleh kantor berita AFP.
.
Blok tersebut membandingkan tujuh kelompok oposisi, sebagian besar Syiah, mengatakan bahwa intervensi tersebut “melanggar konvensi internasional.”
Blok alinasi tersebut juga menyerukan sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dan memohon komunitas internasional untuk bertindak memastikan “perlindungan rakyat Bahrain dari bahaya intervensi militer asing.”
Intervensi Arab Saudi kemungkinan besar memicu sensitivitas di Teluk, di mana beberapa komunitas Syiah mengeluhkan diskriminasi dan marjinalisasi.
“Negara dengan populasi Syiah yang besar, terutama di Kuwait dan Arab Saudi, kemungkinan mengintensifkan demonstrasi anti-rejim lokal sendiri,” Ghanem Nuseibeh, rekanan pada konsultasi Cornerstone Global, mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“Perselisihan Bahrain dapat secara potensial mengubah kekerasan sektarian regional yang berlangsung melebihi perbatasan negara tertentu yang dikhawatirkan.”
.
Namun di Bahrain sendiri, para pemrotes nampaknya tidak terpengaruh oleh berita-berita intervensi Arab Saudi.
“Kami tidak akan pernah pergi. Ini adalah negara kami,” kata Abdullah, seorang pemrotes, ketika ditanya apakah pasukan Arab Saudi akan menghentikan mereka.

“Mengapa kami harus takut? Kami tidak takut di dalam negara kami sendiri.”

SETAN DARi NAJAD dilatih Inggris Untuk Memerangi Syi’ah Bahrain !!! Wow Manhaj Salafi Pro British

Kemunafikan Inggris- Dukung Pemberontak Libya, Latih Tentara Saudi untuk Melawan Demonstran

Posted by تان سليمان , , 6:31 PM

 

Hal itu diungkapkan hari ini (29/5) bahwa Inggris adalah melatih tentara nasional Arab Saudi -pasukan elit yang digunakan untuk menghancurkan- demonstran anti rezim di Bahrain awal tahun ini mengakibatkan pembunuhan terhadap demonstran tidak bersenjata dan penangkapan serta penyiksaan terhadap lawan politik.
Mengomentari hal ini Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir di Inggris mengatakan: “kemunafikan kebijakan luar negeri Inggris secara nyata bisa dilihat untuk semua orang. Dalam pidatonya di Mansion House awal bulan ini, Menteri Luar Negeri William Hague mengatakan ‘kita berdiri hari ini dengan orang-orang yang bangkit melawan rezim tirani. ”
“Namun, pada saat yang sama Inggris memberikan pelatihan militer untuk diktator korup yang membunuh, memukul dan menyiksa para demonstran yang menentang pemerintahan tirani mereka.”
.
“Berita ini datang sebagai kejutan kecil kepada kita mengingat bahwa pada awal pemberontakan ini, Perdana Menteri Inggris Cameron berada di wilayah tanpa malu-malu menjual senjata rezim ini. Hanya beberapa minggu sebelum Gaddafi menjadi musuh publik nomor satu ia sedang dipeluk oleh kantor luar negeri Inggris, dan hanya beberapa hari setelah membantai ratusan orang, William Hague menyebut Bashar al Assad sebagai sang reformis! ”
“Pesan kami kepada masyarakat Timur Tengah adalah: perubahan yang nyata hanya akan datang dengan menghapus rezim dan pengaruh kekuasaan kolonial Barat yang mendukung mereka.”
.
“Semakin banyak orang menyadari bahwa meskipun Mubarak atau Ben Ali telah pergi, mereka belum melihat perubahan yang nyata. Semakin banyak orang menyadari bahwa Inggris, Amerika dan Eropa yang putus asa untuk mempertahankan pengaruh mereka di wilayah tersebut. Semakin banyak orang bisa melihat bahwa keterlibatan Barat di Libya lebih karena kepentingan minyak Inggris dan mencegah krisis pengungsi di Eropa daripada tentang dukungan berprinsip apapun untuk pemberontakan tersebut. ”

“Revolusi ini tidak akan menghasilkan perubahan nyata sampai masyarakat tidak hanya menghapus tiran, tetapi membangun kembali negara Khilafah Islam yang akan menghilangkan pengaruh pemerintah Barat yang mendirikan dan mendukung tiran ini sejak penghancuran negara Khilafah

.

Dengan dalih membantu keamanan di Manama dan menumpas aksi protes damai rakyat. Rezim Arab Saudi secara terang-terangan mengirim tentaranya ke negera Bahrain, kini giliran Inggris mulai terbongkar kedoknya. Ternyata misi yang diemban tentara Saudi ini mendapat restu dari London. Bahkan untuk menjalankan misi tersebut, tentara Saudi mendapat pelatihan khusus dari militer Inggris. Taktik dan strategi menumpas aksi demo didapat tentara Saudi dari Inggris.

Hal ini diakui sendiri oleh wakil menteri pertahanan Inggris. Ia mengakui bahwa militer negaranya melatih sejumlah kesatuan Angkatan Bersenjata Arab Saudi. Kesatuan tersebut adalah pasukan garda nasional yang saat ini ditempatkan di Bahrain. Ditambahkannya, Dephan Inggris memiliki kerjasama militer luas dengan Arab Saudi. Kerjasama itu mencakup pelatihan pasukan garda nasional.

Terbongkarnya dukungan dan pelatihan militer Inggris terhadap Arab Saudi bersamaan dengan kritik luas di London terkait aksi militer Riyadh di Manama. Para petinggi London juga memprediksikan pemindahan tawanan Bahrain ke Arab Saudi. Namun demikian, petinggi London mengaku belum mendapat laporan terkait hal ini.

Sementara itu, ulah Riyadh mengirim pasukannya ke Bahrain mendapat kecaman dan kritik luas dari berbagai negara dan publik dunia. Sejak dimulainya kebangkitan rakyat Bahrain menentang Dinasti al-Khalifa, ratusan rakyat tewas, cidera atau diculik pasukan Arab Saudi. Nasib mereka yang diculik hingga kini masih belum jelas.

Di sisi lain, sejumlah anggota majelis rendah Inggris melayangkan surat tuntutan penjatuhan embargo senjata kepada Arab Saudi dan Bahrain. Dalam suratnya, mereka mengecam kehadiran pasukan Saudi di Bahrain dan perusakan tempat-tempat ibadah di Manama.

Perdana Menteri Inggris David Cameron pekan lalu diberitakan melakukan pembicaraan dengan Shaikh Salman bin Hamad al-Khalifa, putra mahkota Bahrain di London. Koran Daily Telegraph terkait hal ini menulis, petinggi Inggris tidak pantas menggelar karpet merah bagi arsitek penyiksaan rakyat Bahrain.

Kate Allen, salah satu staf Badan Amnesti Internasional menandaskan, Cameron harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan meminta pemerintah Bahrain menghentikan aksi brutalnya membantai warga. Namun menurutnya, Cameron mengorbankan isu hak asasi manusia demi keuntungan perdagangan dan berbagai kontrak penjualan senjata.

Kini, pengakuan tersirat deputi menteri pertahanan Inggris terkait pelatihan militer Arab Saudi oleh London kian membuktikan wajah sejati Amerika Serikat dan negara Barat serta Arab yang tak segan-segan mendepak hak asasi manusia demi meraih keuntungan dan menjaga kepentingan.

entara Arab Saudi yang dikirim ke Bahrain untuk membantu menghadapi demonstrasi telah menerima pelatihan dari Inggris, sebuah surat kabar mengatakan Ahad, dengan mengutip dokumen pemerintah.

Garda Nasional Arab Saudi telah diberi pelatihan persenjataan dan penegakan ketertiban umum oleh misi militer Inggris, menurut dokumen yang didapat oleh The Observer, berdasar Undang-udang Kebebasan Informasi.

Pasukan Teluk pimpinan Saudi, yang mencakup polisi Uni Emirat Arab (UAE), masuk Bahrain pada pertengahan Maret untuk membantu menghadapi demonstran pro-demokrasi di negara Arab mayoritas Syiah yang diperintah oleh monarki Muslim Sunni itu.

Langkah itu telah membebaskan pasukan keamanan Bahrain untuk menghadapi gerakan protes. Sebanyak 20 tim pelatihan telah dikirim ke Arab Saudi tiap tahun, kata Observer, dengan Riyath yang membayar rekeningnya.

Personel Inggris secara tetap menjalankan kursus bagi pasukan elite garda nasional dalam latihan keahlian militer umum, ketrampilan lapangan dan persenjataan, dan juga penanganan insiden, penjinakan bom, pencarian, ketertiban umum dan pelatihan penembak jitu, kata dokumen tersebut.

Para pengkampanye hak asasi manusia menyatakan Inggris oleh karena itu telah membantu menindas pergolakan di Bahrain, di tengah kecaman bahwa London tidak mengambil sikap keras pada penguasa Bahrain seperti sikapnya pada pemimpin Libya Muamar Gaddafi.

Menteri Muda Pertahanan Nick Harvey mengatakan pada parlemen pekan lalu bahwa beberapa anggota pasukan Saudi yang telah dikerahkan di Bahrain mungkin telah menjalani beberapa pelatihan Inggris.

Kementerian Pertahanan menekankan bahwa keterlibatan Inggris dalam pelatihan pasukan asing dimaksudkan untuk menimbulkan kebudayaan menghormati hak asasi manusia.

“Inggris memberi pelatihan dan pendidikan pertahanan kelas-dunia pada banyak negara, termasuk di Teluk, menciptakan hubungan kekal antara pasukan bersenjata kami dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja bersama ke arah keamanan dan stabilitas regional,” kata seorang juru bicara.

“Negara-negara Teluk merupakan mitra penting dalam perang melawan terorisme dan pengembangan senjata nuklir dan juga menjadi sumber pengaruh ekonomi dan politik yang sedang muncul.

Dalam sebuah upaya untuk menopang sekutu dekatnya, Arab Saudi mengirim ratusan pasukan masuk ke dalam Bahrain pada Senin (14/3) waktu setempat, dalam sebuah tawaran untuk membantu pemerintah mendamaikan protes anti-rejim.

Intervensi tersebut datang “setelah seruan berulang-ulang oleh pemerintah Bahrain untuk dialog, yang berlangsung tanpa terjawab” oleh pihak oposisi, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP)
.
Pasukan tersebut, yang masuk kerajaan Teluk strategis, adalah bagian dari Pasukan Pelindung Teluk milik negara-negara Teluk.
Di bawah peraturan Dewan Kerjasama Teluk, “pasukan Teluk manapun yang memasuki sebuah negara anggota menjadi berada di bawah komando pemerintah,” pejabat tersebut menambahkan.
Bahrain, sebuah negara dengan sebagian besar Syiah dikuasai oleh sebuah dinasti Muslim Sunni, telah melihat protes oposisi akbar, menuntut jangkauan luas reformasi demokrasi
.
Raja Bahrain telah menawarkan dialog dan sebuah perlemen baru yang lebih kuat, dan refomrasi lainnya namun pihak oposisi telah menolak untuk duduk dan berbicara sampai pemerintah mengundurkan diri
.
Pemerintah Bahrain belum mengkonfirmasi kehadiran pasukan Arab Saudi di kepulauan tersebut, yang adalah rumah bagi Armada Kapal Kelima AS.
Namun, menteri luar negeri kerajaan tersebut mengatakan pada akun Twitter miliknya bahwa pasukan keamanan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council – GCC) ada di Bahrain, tidak memberikan rincian lebih jauh
.
Nabeel Al-Hamer, seorang mantan menteri informasi dan penasihat pengadilan kerajaan, mengkonfirmasi berita tersebut, juga melalui berita Twitter miliknya
.
“Pasukan dari Dewan Kerjasama Teluk telah tiba di Bahrain untuk mempertahankan ketertiban dan keamanan,” Al-Hamer mengatakan.
GCC terbentuk dari enam negara Teluk – Bahrain, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar.
Aliansi tersebut bertujuan untuk mencapai integrasi ekonomi dan keamanan antara negara anggota GCC.
Bahrain digabungkan dengan Arab Saudi oleh sebuah jalan lintasan di seberang Teluk
.
Para analis dan diplomat menyakini bahwa Arab Saudi dibuat khawatir oleh perselisihan di Bahrain karena perselisihan tersebut akan membuat lebih berani orang-orang Syiah yang gelisah di dalam Provinsi bagian Timur, pusat dari industri minyak.
Kantor berita harian Gulf Daily News, sebuah harian yang dekat dengan perdana menteri berkuasa Bahrain, memberitakan pada Senin (14/3) bahwa pasukan dari GCC akan melindungi fasilitas-fasilitas strategis
.
Pasukan GCC akan membantu mempertahanakan ketertiban dan hukum, harian tersebut mengatakan di sebuah berita halaman depan, kantor berita Reuters mengatakan
.
“Misi mereka akan dibatasi untuk melindungi fasilitas penting, seperti minyak, listrik dan instalasi air, dan fasilitas perbankan dan keuangan.”
Pada Senin, para pemrotes tumpah ruah masuk ke dalam distrik pusat fasilitas penting, kompleks bisnis Financial Harbor – sebuah simbol kekayaan dan keistimewaan – sementara kepolisian nampaknya telah meninggalkan daerah tersebut, para saksi mengatakan.
Oposisi Bahrain mengecam intervensi Arab Saudi sebagai sebuah “pendudukan asing”
.
“Kami menganggap kedatangan tentara manapun, atau kendaraan militer apapun, masuk ke dalam kawasan Bahrain… sebuah pendudukan terselubung dari kerajaan Bahrain dan sebuah konspirasi terhadap rakyat Bahrain yang tidak bersenjata,” kata sebuah pernyataan oleh aliansi oposisi yang dikutip oleh kantor berita AFP.
.
Blok tersebut membandingkan tujuh kelompok oposisi, sebagian besar Syiah, mengatakan bahwa intervensi tersebut “melanggar konvensi internasional.”
Blok alinasi tersebut juga menyerukan sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dan memohon komunitas internasional untuk bertindak memastikan “perlindungan rakyat Bahrain dari bahaya intervensi militer asing.”
Intervensi Arab Saudi kemungkinan besar memicu sensitivitas di Teluk, di mana beberapa komunitas Syiah mengeluhkan diskriminasi dan marjinalisasi.
“Negara dengan populasi Syiah yang besar, terutama di Kuwait dan Arab Saudi, kemungkinan mengintensifkan demonstrasi anti-rejim lokal sendiri,” Ghanem Nuseibeh, rekanan pada konsultasi Cornerstone Global, mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“Perselisihan Bahrain dapat secara potensial mengubah kekerasan sektarian regional yang berlangsung melebihi perbatasan negara tertentu yang dikhawatirkan.”
.
Namun di Bahrain sendiri, para pemrotes nampaknya tidak terpengaruh oleh berita-berita intervensi Arab Saudi.
“Kami tidak akan pernah pergi. Ini adalah negara kami,” kata Abdullah, seorang pemrotes, ketika ditanya apakah pasukan Arab Saudi akan menghentikan mereka.

“Mengapa kami harus takut? Kami tidak takut di dalam negara kami sendiri.”

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

oleh : Ustad Husain Ardilla

Syi’ah merupakan mazhab YANG BERPEGANG KEPADA AHLU BAiT dan SEBAGiAN  SAHABAT !

Tidak ada dikotomi  antara syi’ah dengan sebagian sahabat

ingatlah kepada kisah Harits di dalam perang Jamal.

Haris kebingungan, karena dua pihak yang hendak berperang itu adalah sama-sama orang yang dicintai nabi.

Harits tampak bingung dan bersedih, ia berkata, “Wahai Amirul mukminin, saya jadi bingung, di satu sisi ada Anda, menantu Rasulullah,  Sahabat Rasulullah, sepupu Nabi saw, sedangkan di pihak lain ada Aisyah, Ummul Mukimin, Istri Nabi, Putri Abu Bakar, siapa yang benar dan siapa yang harus saya bela?”

Ali berkata, “Wahai Harits, cara berpikir mu itu terbalik! kebenaran tidaklah dapat dilihat dari siapa orangnya.”

bila wahabi mau menghimpun bersama 100 orang syiah saja, lalu saya tanya satu persatu, apakah ada di antara mereka yang menjadi syiah karena keturunan atau sejak mereka kecil? maka jawabannya tidak ada. karena ketika kami berhimpun, masing-masing seringkali menceritakan masa lalunya, di madzab mana dahulu mereka berada dan sebagai apa. semuanya berasal dari mazhab non syiah. ada para mantan dedengkot NII, ada dari Persis, Muhammadiyah, NU, LDII, dari kelompok tarekat-tarekat, dan ada juga yang berasal dari kelompok salafi. Demikian pula ketika saya berhimpun dengan sekelompok syiah lainnya, tidak dapat saya temukan satupun yang bukan mantan sunni. dari sini dapat dipertimbangkan bahwa mayoritas syiah di Indonesia adalah mantan sunni.

diantara seribu umat, ada satu umat dari keturunan habib. terkadang habib ini juga mantan sunni. tapi kebanyakan habib memang syiah sejak kecil. tapi jumala habib dengan jumlah umat itu 1 : 1000. jadi, boleh dikatakan umat syiah yang bukan mantan sunni, hanya 1 di antara 1000 orang syiah.

kaum wahabi kerap menyebarkan brosur yang memprovokasi masyarakat agar membenci dan menolak syiah di Indonesia

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah?. Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

daan keduanya hanya terletak pada hadits. Jika hadits Sunni paling besar berasal dari sahabat nabi seperti Abu Hurairoh, maka hadtis Syiah berasal dari Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW). “

Perbedaan Sunni dan Syiah hanya soal jalur hadis semata. Kaum Muslim Syiah (Mazhab Ahlulbait) meyakini hanya sunnah dan hadis Nabi yang berasal dari keluarga Nabi dan sahabat tepercaya yang layak dijadikan pedoman.

Mazhab Ahlulbait selektif dalam menerima dan meriwayatkan hadis. Tidak semua sahabat Nabi dianggap saleh dan adil. Karena itu, riwayat-riwayatnya tidak sembarang diterima.

Meski memang tidak dipungkiri dalam sejumlah kitab hadis masih ada yang harus dikaji secara kritis. Saya meyakini bahwa sesudah wafat nabi, ada banyak hadits palsu yang disandarkan oleh nabi oleh perawi sunni

Berikut saya sampaikan bahan bagi kaum ahlul hadits baik dari Suni maupun Syii yang masih malu-malu untuk mendiskusikannya.

Setidaknya ada 2 versi hadits yang relevan dengan judul yang diangkat:

1. Pedomanilah Rasulullah dan Sahabat

dalil-dalil ahlusunnah yang kontra terhadap hadits tsaqalain itu secara makna, tidak lebih kuat dari dalil yang tsaqalain yang diyakini oleh kaum syiah. Oleh karena itu, jika standar keabsahan hadits itu mengikuti cara berpikir ahlu sunnah, maka seharusnya imamah itu diyakini oleh ahlusunnah berdasarkan hadits tsaqalain itu.

orang berkata, “jika Abu Bakar salah di mata Ali, mengapa Ali menjadi pengecut dengan tidak memerangi Abu Bakar?”

Abu Bakar itu muslim. dan menumpahkan darah sesama muslim itu haram hukumnya, kecuali karena membela diri, bukan agresi. Dengan naiknya Abu Bakar menjadi khalifah dan keengganannya untuk memberikan tanah fadak kepada fatimah, bukan alasan yang tepat untuk Ali memerangi Abu Bakar sehingga terjadi pertumpahan darah. tetapi, anda dan orang-orang yang sefaham dengan anda menganggap sikap itu sebagai bentuk kepengecutan.

Ali a.s memang memililki kekuatan yang besar, tapi untuk memerangi suatu kelompok atau suatu pihak, tidak cukup dengan memiliki kekuatan besar itu, tapi juga harus mendahulukan KEBERLANGSUNGAN AGAMA ISLAM. Kaum muslimin pada masa Abubkar menolak memerangi kaum murtadin jika Ali tidak mau membai’at Abubakar !

Ali a.s mengetahui siapa orang yang hendak membunuhnya, dan kapan orang itu akan membunuhnya  karena Nabi telah memberi tau kepada Ali jauh-jauh hari, kapan dan siapa orang yang akan membunuh ali.  itu adalah keyakinan kaum syiah. Orang non syiah berkata, “Kalau begitu, kenapa Ali tidak menangkap calon pembunuhnya sebelum pembunuh itu membunuh dirinya, kenapa Ali tidak membunuh Muawiyah ketika Nabi wafat ??”

untuk menangkap seorang pembunuh, tentu diperlukan hujjah. sedangkan seseorang tidak dapat dihukum atau diqisas hanya karena ia memiliki niat membunuh.

ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, muawiyahpun naik menjadi khalifah tandingan. dan keluarga rasulullah mendapat tekanan yang lebih besar dari masa khalifah utsman. Sehingga mimbar-mimbar jumat, tidak kurang dari 6.000 mimbar jumat di gunakan untuk mencaci maki Ali bin abi thalib atas perintah Muawiyah. Ali sudah dianggap kafir ole sebagai orang yang terkena provokasi. kebenaran tertutup dari mata umat, sehingga ada seorang arab yang mendengar bahwa syahidnya Ali adala ketika ia sedang melaksanakan shalat, si Arab ini terkejut dan berkata, “Shalat? apa dia shalat? aku mengira dia tidak perna shalat?”

selepas syahidnya Ali, Muawiyah mengundang para ulama dan ahli hadits, serta mengundang Hasan a.s untuk diperolok-olok dimajelisnya.

Husain putra Ali bin Abi Thalib di kepung di Karbala, yang mengepung itu adalah kaum muslimin. mereka mengepung Husain seperti mengepung orang kafir. sehingga imam Husain, mengangkat bayinya yang menangis kehausan, “WAhai kalian semua! seandainya kalian menganggap aku kafir, maka lihatlah bayi ini? berikanlah air kepadanya, karena ia tidak berdosa!”

tapi seruan Husain a.s dijawab dengan anak panah yang menembus leher Ali Ashgar, bayi tak berdosa itu. meminta seteguh air saja, bagi seorang bayi yang tak berdosa, dijawab dengan kebengisan, maka bagaimana menyodorkan al Quran yang tdak sesuai dengan keyakinan mereka?

persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (QS. Ali Imran: 103)

Apa Sebab Perpecahan?

sebab utama perpecahan adalah sikap sektarian dan suka bergolong-golongan pada diri sebagian kaum muslimin terhadap suatu kelompok tertentu, jama’ah tertentu, atau sosok tertentu selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia.”

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.” (QS. al-An’am: 159).

“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang…”

Seorang muslim -apalagi penuntut ilmu dan da’i- semestinya memperhitungkan dampak dari pendapat atau ucapan yang dilontarkannya di hadapan manusia, apakah hal itu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah mereka ataukah tidak.

Sebuah pelajaran berharga, bahwa perpecahan tidak akan teratasi dengan perpecahan pula. Perpecahan hanya bisa diatasi dengan persatuan yang sejati.

Barangsiapa mengira bahwa perpecahan bisa diatasi dengan sikap ta’ashub kepada sosok tertentu selain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh dia telah keliru!

Islam yang asli pada zaman Umayyah Abbasiyah telah dirusak, Syi’ah yang memurnikan islam justru dituduh sesat

“Nabi Muhammad saw menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin setelahnya

Nabi Muhammad saw datang membawakan ajaran mulia, Islam.

Sepanjang dakwahnya ia selalu mengenalkan Ali bin Abi Thalib kepada umatnya, bahkan menyatakan bahwa ia adalah pemimipin setelahnya.

Rasulullah saw meninggal dunia. Namun semua orang sibuk di Saqifah membahas siapakah yang layak menjadi pengganti nabi.

Ali bin Abi Thalib dan keluarganya dikucilkan.

Imam demi Imam silih berganti, sampai imam terakhir, Al Mahdi ghaib.

Kini kita tidak bisa merasakan kehadiran pimpinan di tengah-tengah kita. Ikhtilaf, perpecahan, perbedaan pendapat, permusuhan antar umat Islam… semuanya berakar di sejarah yang terlupakan.

Satu-satunya masalah yang paling besar yang memecahkan umat Islam menjadi Syi’ah dan non Syi’ah adalah kekhilafahan. Syi’ah meyakini Ali bin Abi Thalib adalah khalifah pertama, lalu Hasan dan Husain putranya, lalu Ali Zainal Abidin, dan seterusnya.

2. Pedomanilah Kitabullah dan Ahlul bait

hadits tsaqalain yang berbunyi “Kitabullah wa Itrati”   memiliki hadits “tandingan”yakni pedomanilah Rasulullah dan para Sahabat. Lalu kepada hadits mana kita harus berpegang ?? dan mana yang palsu ??

Mungkin sebagian orang menjadi bingung dan menganggap ketiga hadits tersebut saling bertentangan, sehingga harus dipegang salah satunya, dan ditinggalkan yang lainnya. Untuk itu kemudian harus menguji satu persatu, mana hadits yang paling shahih. Tapi pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mudah. Jika setiap orang ingin yakin sepenuhnya tentang mana yang paling shaheh, maka setiap orang harus melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh para ahli atau para peneliti hadits. Tidak akan selesai kita melakuan penelitian dalam waktu satu atau dua bulan saja, untuk satu hadits ini saja. Bayangkan, itu baru satu hadits. Padahal kita dihadapkan pada banyak hadits, ratusan bahkan ribuan hadits yang dianggap memiliki pertentangan. Berapa banyak umur yang akan kita habiskan untuk meneliti keshahehan hadits-hadits ini satu persatunya? Itu karena orang awam, seolah-olah ingin mengambil alih pekerjaan yang seharusnya hanya dilakukan oleh para ahli.

Di tangan saya terdapat sebuah buku yang berjudul “Dua Pusaka Nabi” yang isinya mengupas tuntas kajian matan dan sanad hadits tsaqalain “Kitab dan Itrah”, berikut matan dan sanad hadits yang dianggap berlawanan dengannya. Tebal buku tersebut adalah 684 halaman. Bayangkan, karena ingin meyakinkan keautentikan satu hadits saja, penulisnya harus menguraikan fakta-fakta yang panjang lebar, hingga mencapai 684 halaman. Coba renungkan, berapa juta lembar yang dibutuhkan untuk menguraikan fakta-fakta keautentikan seribu hadits? Akankah kita menghabiskan umur untuk menelaah seluruh kitab itu?

Dorongan untuk menelaah seluruh kajian sanad dari suatu hadits tersebut, terutama karena ada pihak lain yang meragukan keshahehannya, sementara pihak lainnya menyatakan dhaif, palsu atau memaknainya dengan makna yang jauh berbeda bahkan bertentangan, sehingga kita menjadi bimbang dan ingin memastikan keshahehannya, atau karena kita ingin membuktikan kepada mereka yang tidak percaya keshahehannya bahwa hadits tersebut memang shaheh.


Adapun Kitabullah dan Sunnah ?

“sunnah” yang di bawa sama “itrah” itu yang paling benar memadukannya,

‘itrah’ yang mana? tentu itrah yg dimaksud oleh Nabi saw,

itrah itu pengertiannya bisa ahlil bait artinya dari nasab keturunan

Keharusan berpegang dan mengikuti Kitabullah dan sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bukanlah hanya berdasarkan hadits2, akan tetapi berdasarkan firman Allah langsung di dalam Al-Quran.

Diantaranya Allah berfirman :”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Q.S Al-Ahzab ayat 36)

Allah juga berfirman :”Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(Q.S An-Nisa ayat 59)

inilah hadits nama-nama dua belas imam suci yang disebutkan oleh Rasulullah saw :

Dari Jabir Yazid al Ju`fy, ia berkata, “Jabir bin Abdillah Anshari berkata : ` Ketika Allah menurunkan menurunkan ayat :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu (Q.S 4: 59)”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Kami telah kenal Allah dan RasulNya.  Akan tetapi siapakah Ulil Amr yang ketaatan kepadanya dihubugkan dengan ketaatan (kepada) Anda?

Beliau menjawab ,” Hai Jabir! Mereka adalah para khalifah (penggantiku) dan pemimpin umat Islam setelahku. Yang pertama (1)Ali bin Abi Thalib, kemudian (2)Hasan dan (3)Husain, kemudian (4)Ali bin Husain, kemudian (5)Muhammad bin Ali, yang dalam Taurat dikenal dengan al Baqir dan kamu, hai Jabir, akan menemuinya. Jika kamu menjumpainya, sampaikan salamku atasnya! Kemudian (6)ash Shidiq Ja`far bin Muhammad, kemudian (7)Musa bin Ja`far, Kemudian (8)Ali bin Musa, kemudian (9)Muhammad bin Ali, kemudian (10)Ali bin Muhammad, kemudian (11)Hasan bin Ali, kemudian yang kauniyahnya sama denganku, ia adalah al Hujjah (bukti) Allah di bumi Nya, peninggalan Nya di kalangan (di antara) hamba-hamba Nya, ia adalah (12) Putra Hasan bin Ali, Allah akan menaklukan Timur dan Barat melalui tangannya, ia menghilang dari syiah dan orang-orang yang mencintainya, sehingga tidak akan meyakini imamahnya dengan teguh kecuali orang yang hatinya telah diuji oleh Allah (dan berhasil dengan) keimanan.

Jabir berkata, `Aku berkata : “Wahai Rasulullah, apakah pengikut-pengikut (syiah)-nya dapat mengambil manfaat darinya pada masa ghaibnya?

Beliau menjawab “ Demi Dzat yang membangkitkanku (mengutusku) dengan kenabian, mereka akan bersinar dengan sinar cahayanya dan mengambil manfaat dengan wilayahnya pada masa ghaibnya, sehingga manusia menarik manfaat dari matahari ketika ditutupi awan tebal.” [41]

Selain riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan di atas, masih banyak riwyat lain yang senada dan memuat kandungan serupa. Jumlah hadis tersebut mencapai ratusan, oleh sebab itu tidak mungkin kami sebut semuanya dalam buku ini, bagi yang berminat dapat merujuknya langsung ke buku yang secara khusus membahas masalah-masalah tersebut, seperti : Muntakab al Atsar, karya Luftullah as Shafi al Guybaygani, al Mahdi karya as Sayyid Shadruddin ash Shadr, dan al Imam al Mahdi karya Muhammad Ali Dukhayyil.

[41] Ikmaluddin, I/365, Ilzam An Nashib, 55; Yanabi al Mawaddah, 465

Sumber : Ali Umar Al-Habsyi, Dua Pusaka Nabi, Hal. 319-320

Imam Khomeini

hadith ” Tsaqalain” yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadith ahli Sunnah

Diantara hadithnya:

.
Al-Imam Abul Hussain Muslim bin Hajaj An-Naisaburi ( wafat 262 H) meriwayatkan dalam Shahihnya dengan sanadnya
(2408) حدثني زهير بن حرب، وشجاع بن مخلد، جميعا عن ابن علية، قال زهير: حدثنا إسماعيل بن إبراهيم، حدثني أبو حيان، حدثني يزيد بن حيان، قال: انطلقت أنا وحصين بن سبرة، وعمر بن مسلم، إلى زيد بن أرقم، فلما جلسنا إليه قال له حصين: لقد لقيت يا زيد خيرا كثيرا، رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم، وسمعت حديثه، وغزوت معه، وصليت خلفه لقد لقيت، يا زيد خيرا كثيرا، حدثنا يا زيد ما سمعت من رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: يا ابن أخي والله لقد كبرت سني، وقدم عهدي، ونسيت بعض الذي كنت أعي من رسول الله صلى الله عليه وسلم، فما حدثتكم فاقبلوا، وما لا، فلا تكلفونيه، ثم قال: قام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما فينا خطيبا، بماء يدعى خما بين مكة والمدينة فحمد الله وأثنى عليه، ووعظ وذكر، ثم قال: ” أما بعد، ألا أيها الناس فإنما أنا بشر يوشك أن يأتي رسول ربي فأجيب، وأنا تارك فيكم ثقلين: أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله، واستمسكوا به ” فحث على كتاب الله ورغب فيه، ثم قال: «وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي» فقال له حصين: ومن أهل بيته؟ يا زيد أليس نساؤه من أهل بيته؟ قال: نساؤه من أهل بيته، ولكن أهل بيته من حرم الصدقة بعده، قال: ومن هم؟ قال: هم آل علي وآل عقيل، وآل جعفر، وآل عباس قال: كل هؤلاء حرم الصدقة؟ قال: نعم
.
Telah meriwayatkan kpd kami Zuhair bin Harb,dan Syuja`bin Makhlad kesemuanya daripada Ibnu `Aliyah,kata Zuhair: telah meriwayatkan kepada kami Ismai`l bin Ibrahim,telah meriwayatkan kepada kami Abuu Hayyan,meriwayatkan kepada kami Yazid bin Hayyan,katanya: Aku telah bertolak bersama-sama Hushoin bin Sabrah,dan `Umar bin Muslim menemui Zaid bin Arqam,apabila kami duduk bermajlis bersamanya Hushoin berkata kepadanya: ” Sesungguhnya engkau wahai Zaid telah mendapat kebaikan yang sangat banyak,engkau pernah melihat Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam,dan engkau telah mendengar haditnya,dan engkau telah ikut berperang bersamanya,dan engkau pernah solat di belakangnya dan sungguh enkau telah bertemunya, wahai Zaid kebaikan yang banyak, khabarkanlah kepada kami wahai Zaid apa yang telah engkau dengar daripada Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam,jawabnya: ” Wahai anak saudaraku,demi Allah umurku telah tua,aku dah lama hidup,dan aku telah lupa sebahagian hadith yang aku telah hafal daripada Rasulullah sallallahu`alahiwasallam ,maka apa yang aku khabarkan kepada kamu maka terimalah,jika tidak aku ingat maka jangan kamu memberat-beratkan aku,kemudian beliau berkata: ” Suatu hari Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam bangun beridiri berkhutbah kepada kami disisi anak sungai yang bernama Khum yang terletak di antara Makkah dan Madinah lalu beliau memuji Allah dan memberi nasihat serta peringatan kemudian beliau bersabda: ” Amma Ba`d, ketahuilah wahai manusia,maka sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia hampir-hampir utusan tuhanku( malaikat maut) mendatangiku dan aku dimatikan,dan aku meninggalkan kepada kamu tsaqalain( dua perkara yang berat): yang pertamanya ialah Kitab Allah,padanya terdapat petunjuk dan cahaya maka berpeganglah dengan Kitab Allah,dan berpegang teguhlah dengannya”,kemudian beliau menggalakkan agar melazimi kitab Allah dan memberi motivasi agar berpegang dengannya, kemudian beliau bersabda: “Ahli Baitku, Aku mengingatkan kamu dengan Allah agar menjaga hak-hak ahli baitku,aku mengingatkan kamu dengan Allah terhadap ahli baitku,aku mengingatkan kamu dengan Allah terhadap ahli baitku..” Kata Hushoin kepadanya: ” Dan siapakah ahli baitnya?,bukankah isteri-isterinya termasuk ahli baitnya?, jawab Zaid: ” isteri-isterinya adalah ahli baitnya,akan tetapi ahli baitnya adalah sesiapa yang diharamkan sadaqah(zakat) selepas kewafatannya” dia bertanya lagi: ” Siapa mereka?” Jawab Zaid: ” Mereka ialah aali( Keluarga) `Ali,keluarga `Aqil,keluarga Ja`afar dan keluarga `Abbas”. Dia bertanya lagi: ” Kesemua mereka itu diharamkan sadaqah(zakat)? ” Jawab Zaid: ” Y
.[ HR Muslim no:2408, Kitab Fadhail As-Sohabah Radiallahu`anhum, Bab Fadhail `Ali bin Abi Talib Radiallahu`anhu ]
.
Hadith berkenaan Tsaqalain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim adalah Hadith yang paling shahih dalam bab ini,dan merupakan umdah(asas) pada masalah ini.Adapun hadith-hadith lain yang shahih diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan selainya seperti diriwayatkan beliau dengan sanadnya
3788 - حدثنا علي بن المنذر الكوفي قال: حدثنا محمد بن فضيل قال: حدثنا الأعمش، عن عطية، عن أبي سعيد، والأعمش، عن حبيب بن أبي ثابت، عن زيد بن أرقم قالا: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أحدهما أعظم من الآخر: كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض. وعترتي أهل بيتي، ولن يتفرقا حتى يردا علي الحوض فانظروا كيف تخلفوني فيهما «هذا حديث حسن غريب»
.
Telah meriwayatkan kepada kami `Ali bin Munzir Al-Kufi katanya: Telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Fudhail katanya: Telah meriwayatkan kepada kami `Al-`Amasy,daripada `Atiyah,daripada Abi Sa`id dan Al`Amasy daripada Habib bin Abi Thabit,daripada Zaid bin Arqam katanya: Rasulullah sallalahu`alaihiwasallam bersabda: ” Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kamu apa yang jika kamu berpegang teguh dengannya maka kamu tidak akan sesat selepasku, salah satunya sangat agung daripada yang lain: Kitab Allah tali yang dihulurkan daripada langit ke bumi,dan ahli `itrah ahli baitku,dan tidak akan berpisah antara keduanya sehinggalah disampaikan keduanya kepadaku al-haudh(telaga) maka lihatlah kamu semua bagaiman kamu menggantikan aku dalam menjaga hak-hak keduanya
.
[ HR Tirmidzi no:3786,3788, Bab Manaqib Ahli Baitin Nabi sallallahu`alaihiwasallam dan At-Tirmidzi menyebutkan hadith ini hasan gharib,dan Syeikh Al-Albani mensahihkannya

serban

Selain itu perlu difahami bahwa bagi kaum syiah, menggunakan redaksi bihi maupun bihima, tidaklah menyalahi makna bahwa maksudnya adalah “Quran dan ahli bait nabi”. Kenapa? Karena Quran dan Ahli Bait nabi dianggap sebagai satu. Sebagaimana Muhammad saw dan al-Quran dianggap sebagai suatu kesatuan. Oleh karena itu, baik Muhammad saw dan Ali disebut sebagai al-Quran Natiq, yakni al-Quran yang berbicara.

Kitabullah dan Ahlul  bait:

Muslim 4425.

Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] dan [Syuja' bin Makhlad] seluruhnya dari [Ibnu 'Ulayyah], [Zuhair] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim]; Telah menceritakan kepadaku [Abu Hayyan]; Telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Hayyan] dia berkata; “Pada suatu hari saya pergi ke [Zaid bin Arqam] bersama Husain bin Sabrah dan Umar bin Muslim. Setelah kami duduk, Husain berkata kepada Zaid bin Arqam. Hai Zaid, kamu telah memperoleh kebaikan yang banyak. Kamu pernah melihat Rasulullah. Kamu pernah mendengar sabda beliau. Kamu pernah bertempur menyertai beliau. Dan kamu pun pernah shalat jama’ah bersama beliau. Sungguh kamu telah memperoleh kebaikan yang banyak. OIeh karena itu hai Zaid. sampaikanlah kepada kami apa yang pernah kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!

.
Zaid bin Arqam berkata; Hai kemenakanku, demi Allah sesungguhnya aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat. Aku sudah lupa sebagian dari apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, apa yang bisa aku sampaikan, maka terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan. maka janganlah kamu memaksaku untuk menyampaikannya.” Kemudian Zaid bin Arqam meneruskan perkataannya.

.
Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berpidato di suatu tempat air yang di sebut Khumm, yang terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan serta berkata; Ketahuilah hai saudara-saudara, bahwasanya aku adalah manusia biasa seperti kalian. Sebentar lagi utusan Tuhanku, malaikat pencabut nyawa, akan datang kepadaku dan aku pun siap menyambutnya.

.
Sesungguhnya aku akan meninggalkan dua hal yang berat kepada kalian, yaitu: Pertama, Kitabullah yang berisi petunjuk dan cahaya. Oleh karena itu, laksanakanlah isi Kitabullah dan peganglah. Sepertinya Rasulullah sangat mendorong dan menghimbau pengamalan Kitabullah. Kedua, keluargaku. Aku ingatkan kepada kalian semua agar berpedoman kepada hukum Allah dalam memperlakukan keluargaku.” (Beliau ucapkan sebanyak tiga kali). Husain bertanya kepada Zaid bin Arqarn; “Hai Zaid, sebenarnya siapakah ahlul bait (keluarga) Rasulullah itu? Bukankah istri-istri beliau itu adalah ahlul bait (keluarga) nya?” Zaid bin Arqam berkata; “Istri-istri beliau adalah ahlul baitnya. tapi ahlul bait beliau yang dimaksud adalah orang yang diharamkan untuk menerima zakat sepeninggalan beliau.” Husain bertanya; “Siapakah mereka itu?” Zaid bin Arqam menjawab; “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas.” Husain bertanya; “Apakah mereka semua diharamkan untuk menerima zakat?” Zaid bin Arqam menjawab.”Ya.”
dst

.

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakkar bin Ar Rayyan]; Telah menceritakan kepada kami [Hassan] yaitu Ibnu Ibrahim dari [Sa'id] yaitu Ibnu Masruq dari [Yazid bin Hayyan] dari [Zaid bin Arqam] dia berkata; Kami menemui Zaid bin Arqam, lalu kami katakan kepadanya; ‘Sungguh kamu telah memiliki banyak kebaikan. Kamu telah bertemu dengan Rasulullah, shalat di belakang beliau…dan seterusnya sebagaimana Hadits Abu Hayyan. Hanya saja dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Ketahuilah sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara yang sangat besar. Salah satunya adalah Al-Qur’an, barang siapa yang mengikuti petunjuknya maka dia akan mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia akan tersesat.’ Juga di dalamnya disebutkan perkataan; Lalu kami bertanya; siapakah ahlu baitnya, bukankah istri-istri beliau? Dia menjawab; Bukan, demi Allah, sesungguhnya seorang istri bisa saja dia setiap saat bersama suaminya. Tapi kemudian bisa saja ditalaknya hingga akhirnya dia kembali kepada bapaknya dan kaumnya. Yang dimaksud dengan ahlu bait beliau adalah, keturunan beliau yang diharamkan bagi mereka untuk menerima zakat.’

.

 Sunan Darimi no. 3182.

Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Yazid bin Hayyan] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata, “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri khutbah, beliau memuji Allah dan memuja-Nya kemudian bersabda: “Wahai manusia, aku hanyalah seorang manusia, hampir tiba masanya utusan Rabbku datang padaku hingga aku pun harus memenuhi- Nya. Dan sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang berat. Pertama adalah Kitabullah yang mengandung di dalamnya petunjuk dan cahaya maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah dan ambillah ia.” Maka beliau mendorong dan menganjurkan untuk berpegang teguh kepadanya. Kemudian beliau bersabda: ‘Aku ingatkan kalian akan Allah pada Ahlu baitku.’ Beliau mengatakan tiga kali.”

.

Tirmidzi no. 3718 dan 3719

Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Abdurrahman Al Kuffi] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hasan, dia adalah seorang dari Anmath] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [ayahnya] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hajinya ketika di ‘Arafah, sementara beliau berkhutbah di atas untanya -Al Qahwa`- dan saya mendengar beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Dzar, Abu Sa’id, Zaid bin Arqam dan Hudzaifah bin Asid. ia berkata; “hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini. Lalu ia melanjutkan; “Sa’id bin Sulaiman dan banyak dari kalangan ulama` yang telah meriwayatkan dari Zaid bin Hasan.”

.

Tirmidzi no. 3720.

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Mundzir Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Athiyah] dari [Abu Sa'id Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Zaid bin Arqam radliallahu 'anhuma] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Fathimah Az Zahra puteri Nabi SAW yang dizalimi kaum pemberontak pelaku kudeta

29 05 2011

Jalaluddin Rakhmat

KISAH perjuangan Fathimah adalah kisah penderitaan. Ia membuka matanya yang pertama ketika keluarga Nabi saw digoncang oleh berbagai musibat. Ia juga menutup matanya pada waktu keluarga Fathimah dihujani musibat, yang seperti terungkap dalam puisinya, “Sekiranya musibat itu menimpa siang, siang akan berubah menjadi malam gelita. Ke manakah ia mengadukan segala deritanya? Di manakah ia mendapatkan kedamaian di tengah prahara di zamannya? Di manakah ia melabuhkan hatinya yang hancur?”

Dari ayahnya ia belajar bahwa ia hanya menemukan ketentraman dalam ibadah, dalam zikir dan doa. Ketika tangan Fathimah melepuh karena memutar penggilingan gandum, ia datang menemui ayahnya. Rasulullah saw baru saja menerima banyak tawanan perang. Ia ingin meminta salah seorang di antaranya untuk membantunya bekerja di rumah. Ia tidak berhasil menemuinya. “Ketika Nabi saw datang,“ kata Ali yang mengisahkan kejadian itu kepada kita, “Aisyah menceritakan kepadanya tentang kedatangan Fathimah. Beliau mengunjungi kami ketika kami bersiap untuk tidur. Aku bangkit untuk menyambutnya tetapi beliau berkata: Tetaplah kalian di tempat kalian. Lalu beliau duduk di antara kami. Aku merasakan sejuknya kedua telapak kakinya pada dadaku. Beliau berkata: Perhatikan, akan aku ajarkan kepada kalian yang lebih baik dari apa yang kalian minta, jika kalian sudah berbaring untuk tidur. Ucapkan takbir 34 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali. Itu lebih baik bagi kalian dari seorang pembantu.”

Tasbih yang diajarkan Nabi saw itu kelak terkenal dengan sebutan Tasbih Al-Zahra. Tasbih ini bukan hanya dibaca sebelum tidur, tetapi juga diwiridkan setiap ba’da salat. Dari Al-Zahra, kita bukan hanya menerima tasbih ini, tetapi juga banyak tasbih lainnya. Dan di samping tasbih, kita juga mewarisi doa-doa ba’da salat lainnya, yang kita sebut sebagai ta’qib. Selain tasbih dan doa, dari Fathimah, kita juga belajar doa harian serta doa untuk berbagai situasi -seperti doa hajat, doa untuk keluar dari penjara, doa untuk menolak bencana, dan doa sehari-hari lainnya.

Pada lidah Al-Thahîrah, Sang Perempuan Suci, doa bukan hanya permohonan kepada Allah. Seperti Nabi Ya’qub yang berkata, “Sesungguhnya aku adukan derita dan kepedihanku kepada Allah” (QS. Yusuf: 86), Fathimah juga menjadikan doa sebagai pengaduan, jeritan hati, dan ungkapan kerinduan. Simaklah, misalnya, doa hari Selasa:

Ya Allah, jadikanlah kelalaian manusia dari kami sebagai peringatan, dan jadikanlah ingatan mereka pada kami sebagai syukur, dan jadikan ucapan baik yang kami ucapkan dengan lidah kami sebagaimana yang ada di dalam hati kami

.
Ya Allah, sungguh pengampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami, dan sungguh rahmat-Mu lebih kami harapkan dari amal-amal kami.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat pada Muhammad dan keluarganya, serta anugerahkanlah kami petunjuk untuk melakukan amal baik dan amal salih.

Di samping itu, seperti para ma’shumin lainnya, Sayyidah Fathimah menjadikan doa sebagai media untuk mengajarkan ajaran Islam kepada para pendengarnya. Dalam doa dan zikirnya ia menjelaskan kebesaran Allah dan keesaaan-Nya, kasih sayang Allah dan ampunannya dengan bahasa yang jernih, sederhana, indah, tetapi mendalam. Perhatikanlah doa-doa ta’qib salat dalam buku ini, terutama doa yang harus dibaca di pagi hari (setelah salat Subuh). Setiap kalimat doanya dapat menjadi satu bab pelajaran Aqidah, “…bagi orang yang punya hati, memusatkan pendengaran dan ia menjadi saksi.” (QS. Qaf: 37)
Menurut Sayyid Husain Fadhlullah, Fathimah juga mengajarkan prinsip kehidupan yang harus dipegang teguh oleh kaum mukminin. Imam Hasan menceritakan ibadat ibunya, “Aku pernah melihat ibuku Fathimah as berdiri di mihrabnya sepanjang malam Jumat. Tidak henti-hentinya ia rukuk dan sujud sampai terbit fajar. Aku mendengar ia mendoakan kaum mukminin dan mukminat sambil menyebut nama-nama mereka. Ia memperbanyak doa bagi mereka tetapi tidak berdoa untuk dirinya. Aku bertanya kepadanya: Ibu, mengapa Ibu tidak berdoa untuk ibu sendiri sebagaimana Ibu berdoa untuk orang lain? Ia menjawab: Anakku, tetangga dulu baru rumah kita sendiri!”
.

Al-jâr tsumma al-dâr adalah falsafah hidup Fathimah. Ia menjadikan hidupnya sebagai masa untuk berkhidmat bagi manusia. Kecintaannya kepada Al-Khaliq diungkapkannya dengan kecintaannya kepada makhluk-Nya. Tetangga dulu baru rumah sendiri. Di dalam doa ketika kita berkutat dalam keinginan-keinginan egoistis kita, Sayyidah Fathimah melantunkan doa-doa mulia untuk orang lain. Apa yang diungkapkannya dalam doa dipraktekkan juga dalam kehidupannya sehari-hari. Bagi Fathimah, falsafah al-jâr tsumma al-dâr bukan hanya sekedar wacana yang diomongkan kemudian dilupakan, bukan hanya sebatas pakaian yang dapat dikenakan dan ditanggalkan. Falsafah itu sekaligus jalan kehidupan yang ditempuhnya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, diceritakan kisah berikut ini; Seorang A’rabi -Arab Badui- dari Bani Sulaym keluar untuk mencari air di padang pasir. Tiba-tiba ia menemukan dhab -sejenis biawak- merayap di hadapannya. Ia berjalan di belakangnya sampai berhasil menangkapnya. Ia menyimpannya di dalam kantongnya. Ia melanjutkan perjalanannya mendatangi Nabi saw. Tidak jauh dari Nabi, ia berteriak, “Ya Muhammad, ya Muhammad!”
Ketika orang A’rabi itu menyerunya ‘Ya Muhammad, ya Muhammad’, Nabi pun menjawabnya dengan seruan, “Ya Muhammad, ya Muhammad.” Sang A’rabi lalu berkata, “Engkau tukang sihir pendusta! Di bawah kolong langit ini, di atas permukaan bumi, tidak ada lidah yang lebih pembohong daripada lidahmu. Engkaulah yang mengaku bahwa Tuhan telah membangkitkan kamu di bumi ini sebagai utusan kepada orang hitam maupun orang putih. Demi Latta dan ‘Uzza, sekiranya aku tidak takut kaumku menyebut aku sebagai orang yang terburu-buru, aku akan bunuh kamu dengan pedang ini dengan satu tebasan saja!”
.

Umar meloncat untuk mencengkeramnya. Tetapi Nabi berkata, “Duduk hai Umar! Hampir saja seorang penyantun itu dapat menjadi nabi karena kesantunannya.” Kemudian Nabi melihat kepada orang A’rabi itu seraya berkata, “Hai saudaraku Bani Sulaym, inikah yang dilakukan orang Arab? Mereka menyerang kami di tengah-tengah majelis kami dan mencaci maki dengan kata-kata kasar? Hai A’rabi, demi yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya dua pukulan di dunia esok hari akan menyala di neraka. Hai A’rabi, demi Yang mengutusku dengan kebenaran sebagai Nabi, sesungguhnya penghuni langit yang ketujuh menamaiku Ahmad Yang Benar. Hai A’rabi, Islamlah kamu supaya kamu selamat dari api neraka. Sehingga apa yang kami miliki juga menjadi milikmu, apa yang menimpa kami juga menimpamu, dan jadilah kamu saudara kami di dalam Islam.”
Orang A’rabi itu semakin marah dan berkata, “Demi Latta dan ‘Uzza, aku tidak akan beriman kepadamu hai Muhammad, kecuali kalau biawak ini beriman.” Ia lalu melemparkan biawak dari kantongnya. Ketika jatuh ke bumi, biawak itu segera melarikan diri. Nabi saw menyerunya, “Hai biawak, kembalilah kepadaku!” Biawak itu kembali sambil memandang Nabi saw

.
Nabi bersabda, “Hai biawak, siapakah aku?” Tiba tiba biawak itu berbicara dengan lidah yang fasih, “Engkau Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf.” Nabi bertanya lagi, “Siapa yang kamu sembah?” Biawak itu menjawab, “Aku menyembah Allah yang menaburkan biji-bijian dan menggelarkan ciptaan, yang mengambil Ibrahim sebagai sahabat-Nya dan memilih engkau, hai Muhammad, sebagai kekasih-Nya.”
Ketika orang A’rabi itu menyaksikannya, ia berkata, “Ajaib benar! Seekor biawak yang aku buru di padang pasir dan aku simpan di dalam kantungku, yang tidak berfikir dan berakal, tiba-tiba berbicara kepada Muhammad saw dengan pembicaraan seperti ini dan bersaksi dengan kesaksian seperti ini. Ulurkan tanganmu dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya.” Masuklah orang A’rabi itu ke dalam Islam dan baguslah Islamnya

.
Kemudian Nabi melihat ke arah sahabat-sahabatnya seraya berkata, “Ajarkan kepada orang A’rabi ini beberapa surat Al-Quran.” Setelah orang A’rabi itu diajari beberapa surat dari Al-Quran, Nabi berkata lagi kepadanya, “Apakah kamu punya harta kekayaan?” Ia berkata, “Demi yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi. Ada empat ribu orang Bani Sulaym. Tidak seorang pun di antara mereka yang lebih miskin dan lebih sedikit hartanya dariku.”
Nabi menengok kepada sahabat-sahabatnya dan bertanya, “Siapa yang mau memberikan orang A’rabi ini seekor unta, aku jaminkan bagi dia di sisi Allah, seekor unta dari surga.” Lalu Sa’ad bin Ubadah meloncat dan berkata, “Biarlah ibu dan ayahku menjadi tebusanku, unta merah ini menjadi milik orang A’rabi.”
.

Nabi menengok lagi sahabat-sahabatnya dan berkata, “Siapa yang mau memberikan mahkota kepada orang A’rabi ini, aku jaminkan baginya di sisi Allah, mahkota ketakwaan.” Lalu Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata, “Apakah mahkota ketakwaan itu?” Nabi kemudian menyebutkan sifat-sifatnya. Ali pun melingkarkan serbannya kepada kepala orang A’rabi itu

.
Setelah itu Nabi bersabda, “Barangsiapa yang memberi bekal kepada orang A’rabi ini, aku jaminkan baginya di sisi Allah, bekal ketakwaan.” Salman Al-Farisi berdiri dan bertanya, “Apa bekal takwa itu?” Rasulullah bersabda, “Hai Salman, pada hari terakhir engkau meninggalkan dunia ini, Tuhan membimbing kamu untuk mengucapkan kalimat syahadat. Jika kamu sanggup mengucapkannya, kamu akan berjumpa denganku dan aku berjumpa denganmu. Jika tidak, kamu takkan berjumpa denganku dan aku pun takkan berjumpa denganmu selama-lamanya.”
Lalu berangkatlah Salman mendatangi sembilan rumah istri Nabi saw. Ia tidak mendapatkan apa pun dari mereka. Ketika ia kembali lagi, ia melewati kamar Fathimah lalu mengetuk pintunya. Dari dalam terdengar suara, “Siapa di balik pintu?” Ia menjawab, “Aku Salman Al-Farisi.” Ia bertanya, “Ya Salman, kau mau apa?” Kemudian Salman mengisahkan orang A’rabi dengan biawaknya di depan Nabi saw.
Fathimah berkata, “Hai Salman, Demi Yang mengutus Muhammad saw dengan kebenaran sebagai Nabi, sudah tiga hari ini kami tidak makan. Hasan dan Husain sudah menggigil karena kelaparan yang sangat dan tidur seperti anak burung yang kehilangan bulunya. Tapi aku tidak akan menolak kebaikan kalau kebaikan itu datang di pintuku. Hai Salman, bawalah perisai ini dan sampaikan kepada Syam’un orang Yahudi. Katakan kepadanya: Fathimah putri Muhammad minta dipinjami satu sha’ kurma dan sha’ gandum. Aku akan mengembalikan kepadanya, insya Allah.”
.

Ketika Syam’un mengambil perisai itu, dibolak-balikannya benda itu dalam tangannya sementara matanya berlinang air mata. Kemudian ia berkata, “Hai Salman, inilah yang disebut zuhud dalam dunia. Inilah yang disampaikan kepada kami oleh Musa bin Imran di dalam Taurat. Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Nya dan Utusan-Nya.” Masuk Islamlah Yahudi itu dengan keislaman yang baik. Ia memberikan kepada Salman satu sha’ kurma dan satu sha’ gandum

.
Salman mendatangi Fathimah yang segera menggiling gandum itu dengan tangannya dan membuat roti. Ia berkata kepadanya, “Ambillah roti ini dan bawa kepada Nabi saw.” Salman berkata kepadanya, “Ya Fathimah, ambillah sebagian kecil untuk melepaskan lapar Hasan dan Husain.” Fathimah berkata, “Ya Salman, roti ini sudah kami persembahkan untuk Allah dan kami tidak akan mengambil sedikit pun.” Salman membawa roti itu ke hadapan Nabi dan menjelaskan apa yang dilakukan Fathimah

.
Nabi sendiri waktu itu belum makan selama tiga hari. Nabi lalu berangkat menuju bilik Fathimah. Ia mengetuk pintu. Ketika Fathimah membuka pintu, Nabi saw melihat mukanya yang menguning dan matanya yang sayu. Nabi berkata, “Anakku, mengapa kulihat wajahmu menguning dan matamu sayu?” Fathimah berkata, “Ya Abah, sudah tiga hari ini kami tidak memakan makanan apa pun. Hasan dan Husain sudah menggigil karena kelaparan dan tidur seperti anak burung yang menggelepar karena kehilangan bulunya.”
.

Nabi mengambil salah seorang dari cucunya dan menempatkannya pada pahanya sebelah kanan dan yang lain pada paha sebelah kiri serta mendudukkan Fathimah di hadapannya. Nabi memeluknya dan masuklah Ali. Ia memeluk Nabi dari belakang. Kemudian Nabi saw mengangkat matanya ke arah langit seraya berkata, “Tuhanku, junjunganku, pelindungku, inilah ahli baitku. Ya Allah, hilangkan dari mereka segala noda dan sucikan mereka sesuci-sucinya.”
Kemudian Fathimah masuk ke tempat ibadatnya. Ia merapatkan kedua kakinya dan salat dua rakaat. Setelah itu ia mengangkat tangan ke langit seraya berdoa, “Tuhanku, junjunganku, inilah Muhammad nabi-Mu, inilah Ali putra paman nabi-Mu dan inilah Hasan dan Husain, kedua cucu nabi-Mu. Tuhanku, turunkan kepadaku hidangan dari langit sebagaimana telah engkau turunkan kepada Bani Israil. Mereka makan makanan itu tapi kemudian kafir. Ya Allah, turunkanlah makanan itu kepada kami dan sungguh kami ini orang-orang mukmin.”
.

Berkata Ibnu Abbas, “Demi Allah, belum habis doa itu, tiba-tiba aku melihat nampan yang di belakang menyebarkan wewangian yang lebih harum dari kesturi.” Kemudian Fathimah membawanya ke hadapan Nabi saw, Ali, Hasan, dan Husain. Dan Ali bertanya kepadanya, “Hai Fathimah, dari mana engkau dapatkan ini semua?” Lalu Nabi saw berkata, “Makanlah ya Abal Hasan dan jangan banyak bertanya. Segala puji bagi Allah yang tidak mematikan aku sebelum ia menganugerahkan padaku seorang anak yang seperti Maryam binti Imran. ”Setiap kali Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab ia mendapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini? Maryam menjawab: Makanan itu dari sisi Allah swt. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakinya tanpa perhitungan.” (QS. Ali Imran; 37)
.

Makanlah Nabi bersama Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain. Setelah itu Nabi keluar. Sang A’rabi yang telah mendapatkan bekal, duduk di atas kendaraannya dan menemui Bani Sulaym yang ketika itu berjumlah empat ribu orang. Ketika ia berada di tengah-tengah mereka, ia berteriak dengan suara keras, “Ucapkan oleh kalian Lâilâha ilallâh, Muhammadar Rasûlullâh.”
Begitu mereka mendengar suara itu, mereka segera mengambil pedang dan menghunusnya sambil berkata, “Kamu sudah murtad dan memasuki agama Muhammad, tukang sihir pendusta!” Ia berkata kepada mereka, “Ia bukan tukang sihir dan bukan pendusta! Hai Bani Sulaym, sesungguhnya Tuhan Muhammad adalah sebaik-baiknya Tuhan dan Muhammad adalah sebaik-baiknya Nabi. Aku datang kepadanya dalam keadaan lapar dan ia memberikan makanan kepadaku. Aku datang dalam keadaan telanjang, ia memberiku pakaian. Aku datang sambil berjalan kaki, dan ia berikan kepadaku kendaraan.”
Kemudian ia menceritakan kisah biawak di hadapan Nabi saw, dan berkata, “Hai Bani Sulaym, Islamlah kamu supaya kalian selamat dari api neraka.” Hari itu juga empat ribu orang Bani Sulaym masuk Islam. Mereka adalah sahabat di sekitar Nabi yang membawa bendera hijau.

Seperti ajakan tokoh Bani Sulaym, kumpulan doa-doa Fathimah as disampaikan dengan diiringi seruan untuk mengikuti Fathimah bukan saja dalam mengamalkan doanya, tetapi juga dalam mempraktekkan ajarannya dalam kehidupan kita.

Dengan melantunkan doa-doa Fathimah as, kita ingin menyerap sedikit saja cahaya yang memancar dari mihrabnya. Dengan memanjatkan rintihan-rintihan sucinya, kita berharap agar Tuhan menggabungkan kita bersama sang penghulu perempuan seluruh alam, Sayyidah Fathimah ‘alaihas salam.

Apa yang Dihapus (OLEH SETAN DARi NAJAD) di Masjid Nabawi ???

Sejak awal blog ini ingin tetap konsisten dengan prinsip persatuan umat Islam dan sebisa mungkin tetap ingin menjaganya. Dalam beberapa diskusi dan pertemuan, ada keinginan untuk tidak terlalu menyinggung Wahabi atau yang sekarang ini mencatut nama salafi. Katanya, mereka sebenarnya masih punya peluang untuk dibantu. Setidaknya dibantu untuk kembali menggunakan akal dan tidak buta dengan istilah dan penampilan lahiriah.

Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kelompok yang kelihatannya sangat taat ini sebenarnya ingin mencerabut Nabi Muhammad saw. dari hati umat muslim. Dimulai dari klaim bahwa orang tua nabi berada di neraka, keluarga nabi adalah manusia biasa, larangan ziarah kepada nabi, dan tuduhan lain yang merendahkan nabi saw. Liciknya mereka menggunakan dalih dengan mengaku sebagai muwahid sejati dan menjual murah kata-kata “musyrik”, “bidah“, “sesat” dan sebagainya.

Apa yang Dihapus di Masjidnabawi?

Ketika kekhalifahan Utsmaniah (Ottoman) Turki membangun kembali Masjid Nabawi, mereka menuliskan di pagar emas Raudah Syarif “Ya Allah Ya Muhammad” bersamaan.

Tapi menurut syariahnya Wahabi, penyebutan “Ya Muhammad” adalah syirik meskipun seluruh umat muslim tahu Nabi Muhammad saw. adalah utusan-Nya. Sehingga mereka menambahkan “titik” di bawah huruf “ha” sehingga menjadi huruf “jim” dan menghapus huruf “mim” untuk kemudian menambahkan “dua titik” sehingga terlihat seperti huruf “ya”. Kemudian kata Muhammad dihapus menjadi Majîd.

“Ya Muhammad” menjadi “Ya Majid”

sumber kutipan : http://ejajufri.wordpress.com/2011/05/29/apa-yang-dihapus-di-masjid-nabi-dan-ditulis-di-kakbah-oleh-wahabi/

Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab menyebutkan bahwa sampai saat ini MUI sama sekali tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah. Namun saat ini beberapa media dan situs yang memiliki tendensi negatif terhadap Syiah mempublikasikan selebaran fatwa MUI yang disebutkan menyatakan kesesatan Syiah dan bukan bagian dari Islam. Manakah yang benar dari keduanya?

Analisa “Fatwa” MUI: Waspada Klaim Palsu Syiah Sesat

 

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam pertemuannya dengan para pelajar Indonesia yang berada di Qom (28/4), Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab menyebutkan bahwa sampai saat ini MUI sama sekali tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah. Namun saat ini beberapa media dan situs yang memiliki tendensi negatif terhadap Syiah mempublikasikan selebaran fatwa MUI yang disebutkan menyatakan kesesatan Syiah dan bukan bagian dari Islam. Manakah yang benar dari keduanya?

Pernyataan Prof. Umar Shihab yang notabene adalah Ketua MUI yang menyebutkan MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah atau media-media anti Syiah yang menyebutkan MUI pernah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dan belum dianulir sampai saat ini?

Berikut kami menyertakan sebuah analisa sederhana:

Prof. Umar Shihab sebagai ketua MUI tentu tidak akan mengeluarkan pernyataan secara gegabah hanya sekedar untuk menyenangkan pendengarnya, dengan mengorbankan reputasinya sebagai tokoh masyarakat, ulama dan pejabat negara. Sementara media-media anti Syiah, tentu akan melakukan banyak hal untuk tetap membenarkan pendapat mereka meskipun itu dengan cara manipulasi dan merendahkan kehormatan seorang muslim.

Media anti-Syiah mempublikasikan kembali hasil Rakernas MUI tahun 1984 yang mengeluarkan rekomendasi mengenai paham Syiah yang kemudian mereka menyebutnya sebagai fatwa MUI.

Berikut teks lengkap rekomendasi tersebut (http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=25&tmpl=component&format=raw&Itemid=84)

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut:

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu di antaranya :

  1. Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu musthalah hadits.
  2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma’sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
  3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
  4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/ pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.
  5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

Ditetapkan: Jakarta, 7 Maret 1984 M

4 Jumadil Akhir 1404 H

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML (Ketua)

H. Musytari Yusuf, LA (Sekretaris)

Analisa

  1. Meskipun rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI dan terdapat dalam Himpunan Fatwa MUI namun tidak satupun teks yang menyebutkan bahwa apa yang tertulis di atas adalah Fatwa MUI. Di awal surat disebutkan bahwa teks di atas adalah rekomendasi MUI yang merupakan hasil dari Rakernas MUI tahun 1984 mengenai paham Syiah dan di akhir teks disebutkan himbauan MUI untuk mewaspadai Syiah, dan sama sekali tidak menyebutkan fatwa MUI apapun mengenai Syiah.
  2. Dalam surat rekomendasi tersebut disebutkan, “Faham Syiah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.” Pernyataan bahwa paham Syiah sebagai salah satu paham yang terdapat dalam dunia Islam, menunjukkan pengakuan MUI bahwa Syiah adalah bagian dari dunia Islam. Tidak sebagaimana pengklaiman media anti-Syiah yang menyebutkan MUI mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dan menganggap Syiah di luar Islam.
  3. Lima poin perbedaan yang dipaparkan MUI dalam surat rekomendasi tersebut adalah perbedaan antara paham Syiah dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut oleh umat Islam Indonesia, bukan dengan ajaran Islam itu sendiri, dan bukan pula dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut umat Islam di luar Indonesia. Mengingat, jangankan pemahaman ahlusunah waljemaah dengan umat Islam di negara lain, dalam negeri Indonesia sendiri, antara sesama pengikut ahlusunah waljemaah terdapat perbedaan akidah dan amalan fikih yang mencolok. Antara pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut Nahdatul Ulama (NU) yang moderat terhadap tradisi lokal sangat berbeda dengan pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi ke Arab Saudi.
  4. MUI tidak menyebutkan lima poin perbedaan pokok antara paham Syiah dengan pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut (mayoritas) umat Islam Indonesia sebagai kesesatan Syiah dan pembenaran terhadap pemahaman ahlusunah waljemaah versi umat Islam Indonesia. Adanya perbedaan paham dalam dunia Islam adalah hal yang biasa, sebagaimana perbedaan paham dalam mazhab suni sendiri.
  5. Himbauan MUI agar waspada terhadap ajaran Syiah hanya dikhususkan kepada umat Islam Indonesia yang berpaham ahlusunah waljemaah bukan kepada seluruh umat Islam Indonesia. Karenanya, bukan menjadi persoalan kemudian jika ada ormas-ormas Islam ataupun tokoh Islam yang menyatakan menerima keberadaan Syiah di Indonesia. Dan statusnya sebagai himbauan tidak meniscayakan bahwa yang menerima keberadaan Syiah menentang MUI.

Dengan lima poin analisa sederhana tersebut di atas, kami menyatakan apa yang dinyatakan oleh Prof. Umar Shihab bahwa MUI tidak pernah menyatakan Syiah sesat adalah benar, sementara media-media ataupun ormas-ormas yang anti-Syiah yang mengklaim MUI pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah adalah kedustaan belaka dan upaya manipulatif untuk tetap menimbulkan perpecahan dalam tubuh umat Islam Indonesia.

Kami mengutip kembali pernyataan Prof. Dr. Umar Shihab, “Suni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah Swt. yang menghendaki umat ini bersatu.” Semoga Allah Swt. memperbanyak orang-orang seperti beliau.

Prof. DR. Umar Shihab: “Saya Bukan Pembela Syiah, tapi

Pembela Kebenaran”

 

Prof. Dr. KH. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat), pekan lalu bersama rombongan mengunjungi Iran kurang lebih selama seminggu atas undangan Organisasi Ahlul Bait Internasional. Beliau sangat terkesan dalam kunjungan singkatnya tersebut karena dapat melihat dari dekat suasana spiritual dan semangat kehidupan keberagamaan di Iran serta usaha keras para ulama Iran dalam mewujudkan persatuan antara sesama muslim dan pendekatan antara pelbagai mazhab Islam.

Saat bertemu dengan para pelajar Indonesia di Qom (Selasa, 13 Oktober 2009) beliau tidak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika mendapatkan kesempatan dan taufik dari Allah Swt. untuk berziarah pertama kalinya ke makam kakek beliau, Imam Ali ar-Ridha. Bagi beliau, sosok Imam Ridha adalah teladan bagi seluruh umat Islam.

 

Tokoh Islam yang sejak kecil bercita-cita untuk mempersatukan barisan kaum Muslimin ini menghimbau para pelajar Indonesia di Iran supaya menjadi dai-dai yang menyerukan persatuan dan menghindari timbulnya perpecahan di tengah umat Islam. Beliau sangat anti terhadap gerakan takfiriah (usaha mengkafirkan sesama muslim) hanya karena perbedaan masalah furu’ (masalah cabang alias tidak prinsip). Beliau sangat mengapresiasi upaya serius ulama-ulama Iran di bidang pendekatan antara pelbagai mazhab Islam.

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Prof. Dr. KH. Umar Shihab, berikut ini kami melakukan wawancara singkat dengan beliau. Dengan harapan, semoga kerukunan beragama dan bermazhab di tanah air tercinta berjalan dengan baik dan tidak terjadi kekerasan yang mengatasnamakan agama dan mudah-mudahan tercipta suasana saling memahami dan ukhuwah islamiah antara pelbagai mazhab Islam.

Setelah melihat Iran dari dekat, bagaimana pandangan dan kesan Anda?

Iran merupakan tempat perkembangan pengetahuan, khususnya pengetahuan agama. Ini ditandai dengan banyaknya perpustakaan besar di sana-sini. Sekiranya saya masih muda, niscaya saya akan belajar di sini.

Beberapa bulan yang lalu adik saya, Quraish Shihab, juga datang ke Iran guna memenuhi undangan Lembaga Pendekatan Mazhab Islam. Sepengetahuan saya, hanya Iran satu-satunya negara yang secara resmi memiliki lembaga yang peduli terhadap persatuan antara mazhab-mazhab Islam. Iran secara getol menyerukan persatuan antara sesama umat Islam, apapun mazhab mereka. Kalau saja negara-negara Islam meniru strategi pendekatan mazhab yang dilakukan Iran niscaya tidak ada pengkafiran, dan kejayaan dan kemenangan Islam akan terwujud.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi isu ikhtilaf antara Syiah dan Ahlussunah?

Saya orang suni, tapi saya percaya Syiah juga benar. Sebagaimana saya percaya bahwa mazhab Hanafi dan Maliki juga benar. Saya tidak mau disebut sebagai pembela Syiah, tapi saya pembela kebenaran. Jangankan mentolerir kekerasan antarmazhab yang MUI tidak pernah mengeluarkan “fatwa sesat dan kafir” terhadap mazhab tersebut, kepada Ahmadiah yang kita fatwakan sebagai ajaran sesat pun kita tidak mengizinkan dilakukannya kekerasan terhadap mereka.

Kita tidak boleh gampang mengecap kafir kepada sesama muslim hanya karena masalah furu’iah (masalah cabang/tidak utama). Antara Syafii dan Maliki terdapat perbedaan, meskipun Imam Malik itu guru Imam Syafii. Ahmadiah kita anggap sesat karena mengklaim ada nabi lain sesudah Nabi Muhammad saw, sedangkan mazhab ahlulbait (Syiah) dan ahlusunah sama meyakini tidak ada nabi lain sesudah Nabi Muhammad saw.

Perbedaan itu hal yang alami dan biasa. Imam Syafii, misalnya, meletakkan tangannya di atas dada saat melaksanakan salat. Namun saat berada di Mekkah—untuk menghormati Imam Malik—beliau meluruskan tangannya dan tidak membaca kunut dalam salat subuhnya. Orang yang sempit pengetahuannya yang menyalahkan seseorang yang tangannya lurus alias tidak bersedekap dalam salatnya.

Sebagian kalangan menganggap Syiah sebagai mazhab sempalan dan tidak termasuk mazhab Islam yang sah? Bagaimana pendapat Anda?

Orang yang menganggap Syiah sebagai mazhab sempalan tidak bisa disebut sebagai ulama. Syiah dan ahlusunah tidak boleh saling menyalahkan. Masing-masing ulama kedua mazhab tersebut memiliki dalil. Syiah dan ahlusunah mempunyai Tuhan, Nabi, dan Alquran yang sama. Orang yang mengklaim bahwa Syiah punya Alquran yang berbeda itu hanya fitnah dan kebohongan semata.

Saudara Prof. Muhammad Ghalib (Guru Besar Tafsir dan Sekretaris MUI Sulsel, Makassar yang ikut bersama beliau ke Iran) akan membawa Alquran cetakan Iran yang konon katanya berbeda itu ke tanah air. Saya sangat kecewa kalau ada salah satu ulama mazhab membenarkan mazhabnya sendiri dan tidak mengapresiasi mazhab lainnya. Salat yang dilakukan oleh orang-orang Syiah sama dengan salat yang dipraktikkan Imam Malik.

Apa pesan Anda terhadap kami sebagai pelajar-pelajar agama?

Pesan pertama dan utama saya, peliharalah persatuan dan kesatuan antara umat Islam. Banyak ayat dalam Alquran yang mengecam perpecahan dan perselisihan di antara sesama umat Islam, seperti usaha menyebarkan fitnah dan percekcokan di tubuh umat Islam dll. Kita harus menjadi pelopor persatuan dan tidak membiarkan perpecahan terjadi di tubuh umat Islam. Contoh ideal persatuan dan persaudaraan antara sesama muslim adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. saat mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansar.

Pesan kedua, persatuan yang ditekankan dalam ajaran Islam bukan persatuan yang pura-pura atau untuk kepentingan sesaat, namun persatuan yang bersifat kontinu dan sepanjang masa. Kita tidak boleh terjebak dalam fanatisme buta. Saya saksikan sendiri di Iran, khususnya di Qom, banyak orang-orang alim yang sangat toleran. Saya tahu persis di Iran ada usaha serius untuk mendekatkan dan mencari titik temu antara mazhab-mazhab Islam yang tidak ditemukan di tempat lain.

Saya mengunjungi perpustakaan di Qom dan saya melihat usaha keras para ulama di bidang pendekatan antara mazhab Islam. Saya tekankan bahwa setiap ulama mazhab memiliki dalil atas setiap pendapatnya dan pihak yang berbeda mazhab tidak boleh menyalahkannya begitu saja. Sebagai contoh, kalangan ulama berbeda pendapat berkaitan dengan hukum mabit (bermalam) di Mina. Ada yang mewajibkannya dan ada pula yang menganggapnya sunah. Jangankan antara Syiah dan ahlusunah, antara sesama internal ahlusunah sendiri pun terdapat perbedaan, misalnya antara Syafii dan Hanafi. Jadi, perpecahan itu akan melemahkan kita sebagai umat Islam.

Pesan ketiga, sebagai pemuda, jangan berputus asa. Allah Swt. memerintahkan kita untuk tidak berputus asa. Belajarlah bersungguh-sungguh karena menuntut ilmu itu suatu kewajiban. Hormatilah guru-guru Anda karena mereka adalah ibarat orang tua bagi Anda. Menghormati guru sama dengan menghormati orang tua Anda. Harapan kita dan umat Islam terhadap Anda begitu besar. Kami berterima kasih atas semua pihak yang membantu Anda di sini, terutama guru-guru Anda.

Saya menghimbau para pelajar Indonesia di Iran—setelah mereka pulang—hendaklah mereka menjadi dai-dai yang menyerukan persatuan di antara umat. Islam menekankan persatuan sesama muslim dan tidak menghendaki timbulnya fitnah, seperti apa yang dilakukan oleh Rasul saw. saat beliau memerintahkan untuk menghancurkan Masjid Dirar. Karena tempat itu dijadikan pusat penyebaran fitnah dan usaha untuk memecah belah umat.

Seringkali karena fanatisme, kita melupakan persatuan. Orang yang memecah belah umat patut dipertanyakan keislamannya. Sebab, orang munafiklah yang bekerja untuk memecah belah umat. Dan orang-orang seperti ini sepanjang sejarah pasti ada dan selalu ada hingga hari ini. Sejak kecil saya bercita-cita untuk mempersatukan sesama umat Islam. Dan di akhir hayat saya, saya tidak ingin melihat lagi perpecahan dan pengkafiran sesama Islam.

Republik Islam Iran kembali melakukan gebrakan baru. Setelah berhasil swasembada di bidang industri militer, kini, departemen pertahanan Iran berhasil memperoduksi kapal pendarat, tongkang dan kapal tunda.

Ahmadinejad: Perempuan Adalah Manajer Utama Masyarakat

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, perempuan merupakan elemen mendasar dalam pembentukan stabilitas sosial dan manajer utama masyarakat manusia.Menyinggung peringatan hari kelahiran putri Nabi Muhammad Saw, Sayiddah Fatimah sa, pada 24 Mei, yang di Iran juga diperingati sebagai Hari Ibu, Presiden Ahmadinejad mengatakan perempuan patut ditempatkan di posisi penting dan berpengaruh dalam masyarakat.

Dia menambahkan bahwa peran “kelangitan” seorang ibu adalah membina dan membentuk putra-putrinya untuk membantu mereka menjadi anggota masyarakat berguna.

Ahmadinejad menegaskan bahwa masyarakat manusia akan kehilangan nilai-nilai luhur, keindahan dan kesempurnaannya, jika ibu dihilangkan darinya.

Presiden Iran mencatat bahwa kaum perempuan, berdasarkan sifat mereka, memiliki tuntutan keadilan lebih kuat dibanding kaum laki-laki.

Presiden Iran juga mengecam keterbatasan peran kaum perempuan dalam masyarakat kapitalis seraya menegaskan bahwa kaum perempuan pada sistem kapitalis menjadi subyek seksisme, sementara kepribadian mereka direndahkan dan dieksploitasi.

Ahmadinejad juga seraya mengucapkan selamat atas peringatan Hari Ibu kepada seluruh kaum perempuan mukmin di seluruh penjuru dunia.
(IRIB/MZ/24/5/2011)

Lagi, AL Iran Buat Gebrakan Baru

Industri angkatan laut Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran kembali melakukan gebrakan baru. Setelah berhasil swasembada di bidang industri militer, kini, departemen pertahanan Iran berhasil memperoduksi kapal pendarat, tongkang dan kapal tunda.

Pada hari Selasa (24/5/2011), 10 kapal pendarat, kapal tongkang dan kapal tunda produksi departemen pertahanan Iran dikirim ke pelanggan, dan dua kapal pendarat diluncurkan di kota-kota pelabuhan selatan Bandar Abbas dan Khorramshahr. Demikian IRNA melaporkan.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi menilai terobosan baru ini sebagai realisasi dari upaya Republik Islam untuk menciptakan kesempatan kerja dan mewujudkan kemandirian.

“Kapal ini diproduksi atas pesanan dari sektor swasta dan sejalan dengan pengembangan transportasi laut dan memperkuat perekonomian daerah,” kata Vahidi.

Seraya menjelaskan kemampuan kapal produksi dalam negeri, menteri pertahanan mengatakan badan kapal pendarat dan suprastruktur terbuat dari baja dan memiliki kemampuan untuk bongkar muat di daerah tanpa dermaga dan pantai pasir yang curam.

Vahidi juga mengatakan kapal tunda menggunakan mesin berkekuatan 1.200 tenaga kuda, yang memungkinkan bisa digunakan untuk kapal berbagai tow, dan melaksanakan operasi pemadam kebakaran baik di laut dan di pantai.

Tongkang produksi dalam negeri ini dilengkapi motor dan navigasi canggih serta fasilitas radio, dan mampu membawa muatan sebesar 750 ton.

Vahidi menegaskan, departemen pertahanan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan angkatan bersenjatanya sendiri, namun lebih dari itu menggunakan keahlian dan sumber dayanya untuk meningkatkan kemampuan industri kelautan Iran (IRIB/PH/25/5/2011)

Rahbar: Tidak Ada yang Bisa Menjegal Kemajuan Iran!

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan tidak ada kekuatan di dunia yang bisa menghambat kemajuan Iran, seraya menekankan bahwa bangsa Iran tetap berkomitmen penuh pada prinsip Revolusi Islam.

Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei hari Selasa (24/5) mengatakan bangsa Iran menghadapi permusuhan selama lebih dari tiga dekade, tetapi hingga kini tetap menjunjung tinggi cita-cita dan tujuan Revolusi Islam.

“Bangsa Iran tidak akan surut apalagi menyerah menghadapi ancaman arogansi, justru sebaliknya semakin mekar dan matang,” kata Rahbar pada peringatan kelahiran Fatimah Zahra, putri tercinta Nabi Muhammad Saw.

Di Iran, hari kelahiran Fatimah Zahra di Iran diperingati sebagai Hari Perempuan.(IRIB/PH/25/5/2011)

Iran Peringatkan Pendekatan Uni Eropa

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast memperingatkan kebijakan selektif Uni Eropa di kawasan itu dan mengatakan organisasi itu tengah memainkan langkah keliru.

“Uni Eropa lebih baik mengurusi kepentingan bangsanya sendiri daripada secara ambisius menguber kebijakan negara-negara lain,” kata Mehmanparast dalam konferensi pers mingguan di Tehran pada hari Selasa (24/5).

Menanggapi pertanyaan tentang langkah Uni Eropa untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran meskipun tawaran Tehran untuk melanjutkan pembicaraan dengan kelompok 5+1, Mehmanparast mencatat bahwa tidak ada peristiwa baru yang akan terjadi dalam pembicaraan antara Iran dan enam negara besar dunia.

“Kami siap untuk mengadakan pembicaraan dengan kelompok 5+1 kapan saja mereka siap. Pembicaraan harus didasarkan pada kerjasama dengan alasan umum,” tambahnya.

Menurut Mehmanparast, pembicaraan antara kedua belah pihak dapat memainkan peran efektif dalam menyelesaikan krisis regional dan global, yang sedang berlangsung.

Menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Senin di Brussel, menyepakati pembekuan aset dan larangan perjalanan terhadap beberapa pejabat Iran dan lebih dari 100 entitas.

“Pemberlakuan sanksi baru terhadap Iran di tengah kesiapan negara ini untuk mengadakan pembicaraan dengan kelompok 5+1, menunjukkan kontradiksi antara klaim negara-negara Barat dan kinerja mereka,” jelas Mehmanparast.

“Uni Eropa bermaksud untuk mentransfer krisis politik dan ekonomi ke luar benua itu,” tambahnya.

Pada bagian akhir pernyataannya, ia menyarankan negara-negara Eropa untuk memusatkan perhatian pada kepentingan bangsa mereka sendiri sehubungan dengan kebangkitan rakyat yang menyebar dari Timur Tengah dan Afrika Utara menuju jantung Eropa. (IRIB/RM/NA/24/5/2011)Kilang Minyak Raksasa Iran Meledak

Setidaknya dua orang tewas dan 12 lainnya terluka akibat ledakan besar, yang mengoyak fasilitas kilang minyak di selatan kota pelabuhan Iran, Abadan.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (24/5) saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berkunjung untuk meresmikan sebuah unit produksi bensin baru di kilang minyak Abadan, Mehr News Agency melaporkan. Namun, ledakan itu tidak mengganggu agenda kunjungan Presiden.

Pemadam kebakaran segera mengatasi kobaran api di kilang minyak tersebut. Sejumlah karyawan kilang minyak mengalami keracunan setelah asap beracun dan kepulan asap tebal membumbung tinggi di lokasi kejadian.

Beberapa korban luka atau keracunan dalam ledakan itu dipindahkan ke Tehran atas perintah Presiden. Sebuah kebocoran gas di salah satu unit kilang minyak itu diduga sebagai penyebab kebakaran dan ledakan.

Kilang minyak Abadan akan meningkatkan kapasitas produksi bensin negara itu dengan tambahan 4,2 juta liter per hari. Menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh Economist Intelligence Unit, produksi bensin Iran akan naik menjadi 72 juta liter per hari pada tahun 2012.

Laporan itu menambahkan bahwa produksi bensin Iran akan menghasilkan surplus sekitar 20 juta liter per hari untuk ekspor. (IRIB/RM/NA/24/5/2011)Ahmadinejad: AS Promotor Kediktatoran

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam dukungan Washington terhadap rezim diktator dan menegaskan bahwa diktator di seluruh dunia didukung oleh Amerika Serikat.

“Dimana ada diktator, dia mendapat dukungan dari Anda. Dia adalah kaki tangan Anda,” kata Ahmadinejad, mengacu kepada Washington dalam pidatonya seusai meresmikan proyek produksi bensin di selatan kota Abadan pada hari Selasa (24/5).

Seraya menyindir sistem politik AS, Ahmadinejad menandaskan, “Apa perbedaan antara negara yang diperintah oleh satu atau dua diktator untuk masa 30-40 tahun dan negara yang didominasi oleh dua partai selama bertahun-tahun?”

Presiden Iran menggarisbawahi bahwa tidak ada kebebasan bagi kelompok lain untuk mencapai kekuasaan di AS, kecuali negara adidaya itu mengubah sistem politiknya.

Dia juga memperingatkan negara-negara regional terhadap rencana busuk AS untuk menyelamatkan rezim Zionis Israel dan melindungi kepentingannya sendiri. “Skema mereka adalah menyelamatkan Israel, arogansi global dan kepentingan AS serta sekutu-sekutunya. Semua negara regional harus waspada,” tegasnya.

Ahmadinejad menuturkan, AS telah menyusun skema untuk setiap negara Arab di kawasan. Ditambahkannya, Washington memanfaatkan negara-negara tersebut untuk mencapai tujuannya, kemudian mencampakkan mereka setelah mencapai ambisinya.

Seraya memperingatkan plot AS untuk menabur benih perpecahan di antara negara-negara regional, Ahmadinejad menegaskan, ini adalah skema AS untuk memecah bangsa regional dan mengadu mereka satu sama lain, lalu melancarkan perang di antara mereka.

Lebih lanjut, Ahmnadinejad mengecam perang dan kebijakan AS. Ditandaskannya, AS bertanggung jawab atas setiap tetes darah yang tumpah di kawasan dan para agresor akan diseret ke pengadilan dalam waktu dekat.

“Timur Tengah dan Afrika Utara baru akan segera muncul tanpa dominasi AS atau keberadaan rezim Israel. Kolonialisme global akan berantakan dan bangsa-bangsa akan melihat runtuhnya kapitalisme dalam waktu dekat,” tegasnya. (IRIB/RM/NA/24/5/2011)Apa Imbauan Iran untuk Eropa?

Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengimbau Uni Eropa untuk lebih memikirkan kepentingan rakyat di benua itu daripada mengikuti secara penuh kebijakan Amerika Serikat (AS). Hal itu dikatakan Mehmanparast dalam jumpa pers di Tehran hari ini (24/5) saat menyinggung kebijakan Uni Eropa yang menjatuhkan sanksi terhadap Suriah dan Iran.Jubir Deplu Iran mengatakan, sanksi UE ini ditetapkan bersamaan dengan desakan mereka terhadap Iran untuk menggelar kembali perundingan nuklir. Hal ini menunjukkan kontradiksi antara klaim dan tindakan Uni Eropa. Mehmanparast menyinggung pernyataan Presiden AS Barack Obama terkait program nuklir Iran dan menyebutnya sebagai propaganda yang sudah diprogram oleh AS dan kalangan Zionis dalam upaya menebar Iranphobia.

Usai mengumumkan kebijakan baru AS di Timur Tengah dan dukungan Washington kepada Rezim Zionis Israel, Obama dalam pernyataannya berusaha mengesankan dirinya berpihak kepada kepentingan dan tuntutan rakyat.

Juru bicara Deplu Iran menyinggung kinerja Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) terkait krisis di Yaman seraya mengatakan, kunci penyelesaian masalah di kawasan adalah dengan mendengarkan dan memenuhi tuntutan sah dan legal yang disuarakan rakyat.

Mehmanparast menambahkan, Ali Abdullah Saleh tidak komitmen dengan kesepakatan yang dibuatnya dengan P-GCC dan tidak pula bersedia memenuhi tuntutan rakyat. Dan nampaknya sikap seperti itu tidak sejalan dengan tuntutan rakyat.

Dikatakannya pula bahwa kebijakan dan tindakan yang tidak sejalan dengan tuntutan rakyat atau bahkan aksi-aksi represif adalah tindakan yang menghapus inti permasalahan bukan menyelesaikannya.

Mengenai perundingan delegasi Iran dan Mesir untuk membuka hubungan, Mehmanparast menjawab, berdasarkan kesepakatan yang sudah dicapai sebelumnya, Menteri Luar Negeri kedua negara akan bertemu dan berunding di sela-sela sidang tingkat Menlu Gerakan Non Blok di Bali, Indonesia.

Mehmanparast juga menyinggung kebijakan sejumlah negara seperti Swiss yang tidak bersedia memenuhi bahan bakar pesawat terbang Iran, seraya mengatakan, tindakan ini hanya mengekor kepada kebijakan AS dan bertentangan dengan ketentutan internasional. “Jika kebijakan ini terus berlanjut, Iran akan melakukan tindakan balas terhadap perusahaan dan negara terkait,” tegasnya. (IRIB/AHF/24/5/2011)Israel Provokasi Obama untuk Serang Iran

Lobi rezim Zionis Israel di Amerika Serikat mendorong Presiden Barack Obama untuk berperang dengan Iran dan negara-negara Timur Tengah perlu berjaga-jaga tentang skenario ini,” kata seorang analis politik.

“Lobi Yahudi, Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) mendorong konfrontasi dengan Iran,” kata James Morris kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada hari Kamis (19/5).

Morris mengatakan, permintaan penasihat keamanan nasional, Tom Donilon kepada Institut Urusan Timur Dekat Washington untuk mengambil tindakan lebih serius terhadap Iran, sangat mengkhawatirkan.

“Neo-konservatif di AS juga berkomplot melawan Suriah sejak Damaskus mendukung gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon,” jelasnya.

“Apa yang terjadi sekarang di Suriah, saya pikir dampak aktivitas terselubung Neo-konservatif AS di lembaga Identitas Nasional Demokrasi,” tambahnya. Menurut Morris, mereka ingin menciptakan kekacauan di Suriah sehingga Obama campur tangan seperti yang ia lakukan di Libya.

Pada kesempatan itu, Morris mendesak negara-negara Timur Tengah untuk waspada terhadap plot AS dan Israel di kawasan.

“Satu-satunya hal yang bisa kukatakan adalah bersiap untuk perang lagi. Itu semua bagian dari rencana Israel untuk menyerang Iran dan Suriah. Negara-negara regional perlu waspada tentang hal ini,” ujarnya. (IRIB/RM/20/5/2011)Di Amerika, Netanyahu Kembali Tolak Usulan Obama

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak permintaan Presiden AS Barack Obama supaya mundur ke perbatasan tahun 1967.

Associated Press Selsa (24/5) melaporkan, Netanyahu mengklaim bahwa setiap perundingan damai harus menjamin keamanan rezim Zionis dan bahwa “Israel tidak mungkin kembali ke perbatasan tahun 1967 yang tidak dapat dipertahankannya.”

Pernyataan itu ditujukan Netanyahu kepada sidang tahunan Komite Hubungan Publik Amerika-Israel (AIPAC) di Washington Senin (23/5).

AIPAC merupakan salah satu kelompok politik penekan yang paling kuat di AS yang mengeluarkan dana dalam jumlah besar kepada anggota parlemen AS untuk memastikan dukungan tanpa syarat dan komprehensif bagi rezim Zionis.

“Setiap kesepakatan perdamaian harus memperhitungkan perubahan demografis yang terjadi sejak tahun 1967,” kata Netanyahu.

Obama dalam sambutannya pekan lalu bersikeras menegaskan bahwa masalah perbatasan 1967 harus menjadi dasar untuk melakukan pembicaraan langsung antara Israel dan Otoritas Palestina yang kini membeku.

Netanyahu juga mengatakan bahwa gerakan perlawanan Palestina Hamas bukan mitra bagi perdamaian dengan Israel.

Perdana menteri Israel juga menolak permintaan Palestina mengenai status Timur al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota negara Palestina di masa depan.

“Yerusalem tidak boleh lagi dibagi. Yerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel raya.” Katanya.

Israel menduduki al-Quds dan Tepi Barat dalam perang tahun 1967, kemudian mencaploknya.

Sementara itu, seorang pejabat Palestina hari Selasa (24/5) menyatakan bahwa Netanyahu mempertebal hambatan menuju perdamaian.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan kedua pihak harus memiliki dua negara “dengan batas-batas aman dan diakui berdasarkan garis-garis tahun 1967 dengan perbatasan yang disepakati bersama.” (IRIB/PH/25/5/2011)

Di Depan AIPAC, Obama Tolak Negara Palestina

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan ia akan menentang setiap upaya PBB untuk menciptakan sebuah negara merdeka Palestina. Obama juga menegaskan kembali komitmen Washington untuk keamanan rezim Zionis Israel.

“Tidak ada suara di PBB yang akan mewujudkan sebuah negara merdeka Palestina,” ujarnya pada pertemuan tahunan Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) seperti dikutip Xinhua pada hari Ahad (22/5).

Dia menegaskan kembali komitmen teguh Washington bagi keamanan Israel. Dikatakannya, AS akan melawan upaya untuk mengucilkan Israel di PBB atau forum internasional lainnya, karena legitimasi Israel bukanlah masalah untuk diperdebatkan.

Dua hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik pidato Obama terkait masalah Timur Tengah, Presiden AS berjanji untuk mempertahankan superioritas militer Israel terhadap negara-negara tetangganya.

“Kami akan mempertahankan keunggulan kualitatif militer Israel. Kami telah meningkatkan pendanaan militer ke tingkat tertinggi,” tegasnya.

Seraya memperbarui komitmen pemerintahannya terkait keamanan Israel sebagai tanah air bangsa Yahudi, Obama menandaskan, Amerika mendukung solusi dua negara dengan pertukaran wilayah yang disepakati bersama.

Obama dalam pidatonya pada hari Kamis, mengatakan, perbatasan antara Israel dan negara mendatang Palestina harus berdasarkan pada garis batas 1967 dan diselesaikan dengan pertukaran wilayah.

Namun, Netanyahu langsung menyambut pidato itu dengan mengatakan, Israel tidak seharusnya diminta menarik diri ke perbatasan yang ada sebelum Perang Enam Hari 1967. (IRIB/RM/NA/23/5/2011)Obama Ancam Menyulut Api Fitnah di Lebanon

Barack Obama

Koran al-Safir, menyatakan bahwa Obama telah mengancam akan menyebar api fitnah di Lebanon, seraya menyinggung pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama di American-Israel Public Affair Comitee (AIPAC) yang menuding Hizbullah telah melakukan “terorisme politik”.Koran terbitan Lebanon itu dalam laporannya mengkritik sikap Obama terhadap Hizbullah.

Ditambahkan pula, “Obama kembali menistakan parameter politik dan etika ketika menyeret kebijakan Amerika Serikat terhadap Hizbullah ke batas-batas bahaya serta melontarkan tuduhan repetitifnya bahwa Hizbullah adalah kelompok teroris.”

Di depan lembaga Yahudi Amerika yang merupakan pendukung terbesar Israel, Obama menuding Hizbullah telah melakukan kejahatan terorisme politik dan memaksakan kehendaknya dengan menggunakan roket dan bom-bom mobil.

Al-Safir menambahkan, “Untuk memahami tujuan Obama ketika menyebut terorisme politik dan bom-bom mobil itu tidak terlalu sulit. Jelas bahwa Amerika Serikat berniat menyulut api fitnah di Lebanon, dan jauh-jauh hari Washington menuding Hizbullah berada di balik teror atas mendiang Rafiq Hariri, mantan perdana menteri Lebanon.”

Menyinggung sikap Obama dalam menarik kembali statemennya soal rezim Zionis Israel terkait perbatasan tahun 1967, al-Safir menulis, “Bagian paling bahaya dari pidato Obama anti-Hizbullah di AIPAC adalah permintaan maaf Obama kepada Israel dan Perdana Menteri Zionis, Benyamin Netanyahu, yang menentang usulan penentuan perbatasan tahun 1967.”(irib/23/5/2011)

Hamas: Pidato Obama Bukti Bahwa AS Bukan Teman Rakyat Regional

Juru bicara senior Hamas, Sami Abu Zuhri menyatakan, “Pidato Presiden Amerika Barack Obama menunjukkan bahwa Washington bukan teman bagi rakyat kawasan, karena benar-benar mendukung pendudukan Israel.”

Hal itu dikemukakan kemarin (Senin, 24/5) oleh Abu Zuhri seraya menilai pidato Obama merefleksikan dukungan pemerintahnya terhadap pendudukan Israel dengan mengorbankan kebebasan rakyat Palestina.

Sebelumnya, Jumat (20/5) Abu Zuhri mengatakan bahwa presiden Amerika perlu mengambil langkah konkret untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina dan bangsa Arab.”

Pada 19 Mei, Obama berpidato menyampaikan kebijakan barunya terkait Timur Tengah. Obama berusaha mengesankan komitmennya dalam mencari solusi damai bagi konflik Israel-Palestina seraya kembali menekankan dukungan penuhnya terhadap rezim Zionis.

Hamas dan Fatah telah sepakat membentuk pemerintahan bersatu berdasarkan kesepakatn rekonsiliasi yang ditandatangani kedua pihak di Kairo, Mesir, 27 April lalu. Kesepakatan itu langsung menuai kemarahan dari rezim Zionis Israel.

Palestina menentang kehadiran Israel di negara yang akan dibentuk mendatang dan mendesak PBB untuk mengakui kemerdekaan bangsa Palestina pada bulan September.

Opini umum Palestina berpendapat bahwa pidato Obama itu merupakan bagian dari kampanye pemilunya guna menggalang dukungan dari lobi-lobi Zionis.

Yahya Rabah, seorang pejabat Fatah, menilai pidato Obama sebagai mukaddimah menjegal upaya Palestina dalam menggalang pengakuan di PBB.

Di sisi lain, para pengamat mengatakan bahwa visi terbaru Obama menunjukkan tidak adanya perubahan mendasar dalam kebijakan AS terkait kawasan Timur Tengah.

Seorang analis politik Ramzy Baroud mengatakan, “Ada banyak upaya, yang mungkin ditujukan mengesankan bahwa Amerika sedang berubah secara fundamental. Kini kita tahu dengan baik bahwa kebijakan luar negeri Amerika sepihak.”

Ratusan ribu warga Palestina diusir dari tanah air mereka ke Tepi Barat dan Jalur Gaza serta ke berbagai negara dunia, sejak pendudukan Israel tahun 1948.

Sebagai gantinya, Israel mempromosikan orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk berimigrasi ke Palestina pendudukan.
(IRIB/MZ/24/5/2011)

Amerika Tinjauan dari Dalam (26 Mei 2011)

Barack Obama

Pekan lalu Barack Obama, Presiden Amerika berpidato tentang transformasi politik di Timur Tengah dan Afrika Utara. Dalam pidatonya yang disebut para pejabat Amerika diperuntukkan kepada umat Islam, Obama menyinggung soal transformasi Timur Tengah, kebangkitan rakyat, masalah Palestina dan peristiwa tewasnya Osama bin Laden, gembong kelompok teroris Al Qaeda. Tapi dalam pidato hari Kamisnya, Presiden Obama lebih menekankan pembicaraan tentang kebangkitan rakyat di Timur Tengah.Revolusi rakyat di dunia Arab sungguh mengagetkan Barat yang dipimpin oleh Amerika. Beberapa bulan lalu, para diktator dunia Arab, seperti puluhan tahun lalu berada di bawah dukungan politik dan ekonomi Barat. Sebagian dari para diktator ini bahkan berkuasa berkat bantuan negara-negara Eropa dan Amerika. Namun pada akhirnya setelah bertahun-tahun hidup di bawah penindasan, penghinaan dan intervensi, rakyat di kawasan bangkit melawan para tiran.

Dalam pidatonya Presiden Obama berusaha menyimpangkan arah dari kebangkitan rakyat di Timur Tengah. Obama berusaha menghapus substansi anti penindasan dan anti penjajahan dari kebangkitan rakyat ini. Presiden AS justru menekankan citra Amerika sebagai pembela demokrasi dan hak asasi manusia di Timur Tengah. Sementara rakyat di Timur Tengah pada dasarnya tidak menganggap penting pidato Obama. Mereka menuntut Amerika agar benar-benar melakukan perubahan dan mengubah kebijakan lama serta memahami dengan benar transformasi politik di dunia Arab.

Mendukung rezim Zionis Israel masih merupakan tradisi setiap pemimpin Amerika tidak terkecuali Barack Obama. Dalam pidatonya Obama menuntut terbentuknya negara merdeka Palestina berdasarkan teritorial tahun 1967. Obama mengumumkan bahwa Amerika tetap saja menolak sikap negara-negara yang ingin menekan Israel di PBB dan akan menghadapi negara mana saja yang ingin melakukannya. Obama menegaskan, bangsa Palestina harus mengakui keberadaan Israel.

Pasca pidatonya yang menyebut pentingnya pembentukan negara merdeka Palestina, para pemimpin rezim Zionis Israel menolak untuk mundur hingga ke perbatasan tahun 1967. Tidak cukup itu, sejumlah tokoh partai Republik ikut menyerang pernyataan Obama itu. Senator Mitt Romney, mantan Gubernur Massachusetts yang bakal menjadi kandidat pemilu internal partai Republik untuk pemilu presiden Amerika tahun 2012 mengatakan, “Presiden Amerika dalam pidatonya telah mengkhianati Israel dan menyatakan dukungannya atas pembentukan negara merdeka Palestina dengan batas teritorial tahun 1967.”

Senator Tim Pawlenty, satu lagi calon kandidat pemilu presiden dari kubu Republik menyatakan, dalam kondisi dimana Otorita Ramallah menandatangani nota kesepakatan dengan Hamas, langkah yang ditempuh Obama menuntut pembentukan negara merdeka Palestina merupakan tragedi. Terlebih lagi Amerika menuntut lebih dari Israel agar menerima negara Palestina dengan perbatasan tahun 1967. Sementara pada saat yang sama, faksi-faksi pejuang Palestina menilai apa yang disampaikan Obama justru memihak kepada rezim ini. Pidato Obama, menurut mereka, hanya pengulangan dan pembuktian sikap loyal Amerika terhadap Israel.

Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates saat diwawancarai televisi CBS pekan lalu mengatakan, “Terlalu dini untuk membicarakan soal percepatan penarikan pasukan Amerika dengan alasan tewasnya Osama bin Laden, gembong kelompok teroris Al Qaeda.” Sepuluh tahun pra dan pasca peristiwa 11 September, pemerintah Amerika waktu itu meminta rezim Taliban di Afghanistan agar menyerahkan Osama bin Laden kepada Washington. Waktu itu, Amerika menyebut gembong Al Qaeda sebagai pelaku utama aksi teroris terbesar di Amerika dan menuntut Osama agar diadili.

Di hari-hari terakhir, semakin banyak tuntutan agar Amerika segera menarik pasukannya dari Afghanistan pasca tewasnya Osama bin Laden. Organisasi-organisasi anti perang dan kelompok Liberal yang berada di dalam tubuh kubu Demokrat menuntut segera diakhirinya perang yang telah memakan biaya tidak sedikit. Perang Afghanistan hingga kini telah memakan biaya hampir 400 miliar dolar yang diambil dari hasil pajak rakyat. Perang Afghanistan berawal dari alasan keberadaan Osama di negara ini sekitar 10 tahun lalu. Sementara korban tentara Amerika di negara ini telah mencapai sepertiga dari korban peristiwa 11 September. Mayoritas warga Amerika sendiri berkeyakinan bahwa membunuh Osama sebenarnya tidak membutuhkan biaya sebesar itu. Terlebih lagi sejak 10 tahun lalu, ancaman teroris di dunia semakin bertambah.

Pekan lalu Kongres Amerika membahas tindak lanjut pembahasan draf perpanjangan undang-undang Patriot Act, operasi penyidikan dan pelanggaran privasi. Berdasarkan ratifikasi DPR Amerika, guna memperkuat operasi penyidikan undang-undang ini diperpanjang hingga lima tahun lagi. Sesuai dengan kesepakatan ini, Senat dan DPR AS dalam pengambilan suara bersama memperpanjang undang-undang pengokohan operasi keamanan yang berakhir 27 Mei mendatang hingga lima tahun lagi. Undang-undang ini mengatur penggunaan alat penyadap terhadap tersangka teroris dari warga pendatang, sekalipun belum jelas hubungan mereka dengan kelompok ekstrim. Undang-undang ini membolehkan pihak keamanan menyita aset dan dokumen perdagangan setiap orang yang menjadi tersangka.

Undang-undang Patriot Act dirafitikasi di Amerika pasca peristiwa 11 September 2001. UU ini hingga kini telah mendapat banyak kritik sejak diratifikasi dan diterapkan. Organisasi-organisasi kebebasan sipil di Amerika menyatakan bahwa UU ini telah melanggar kebebasan utama warga Amerika. Kubu Demokrat dan Republik menegaskan penerapan UU ini dan ujung-ujungnya, setiap bentuk protes dan kritikan terkait pelanggaran kebebasan pribadi dan sipil oleh lembaga-lembaga sipil dan hukum di Amerika tidak pernah berhasil.

Akhirnya, pekan lalu Ketua Federasi Buruh Amerika, Richard Truman memperingatkan kubu Demokrat akan menarik dukungan mereka kepada kubu ini bila pemerintah AS saat ini bersikeras melanjutkan kebijakan yang ada. Selama beberapa tahun ini, kondisi kehidupan jutaan buruh Amerika semakin sulit. Angka pengangguran berdasarkan data resmi telah mencapai 9 persen. Bila jumlah orang yang putus asa mendapat pekerjaan ditambahkan pada angka pengangguran, maka jumlah riil pengangguran di Amerika lebih dari 20 persen. Sementara para buruh semakin menderita akibat pengurangan gaji dan jaminan pekerjaannya. Karena setiap saat mereka harus mempersiapkan dirinya menghadapi pemutusan hubungan kerja. Bersamaan dengan itu, penyeimbangan sebagian program kesejahteraan pemerintah federal dan negara bagian semakin menekan kalangan buruh.

Kaum buruh dikenal sebagai pendukung asli kubu Demokrat. Kebanyakan kandidat dari kubu Demokrat menang akibat dukungan kaum buruh. Di sini, Richard Truman yang juga Presiden CIO-AFL yang memiliki puluhan juta anggota sangat urgen bagi keberhasilan politik kubu demokrat dan pribadi seperti Barack Obama. Bila anggota CIO-AFL menarik dukungannya kepada partai Demokrat, prosentase kandidat partai Demokrat dalam pemilu mendatang semakin berkurang. Itu berarti Obama akan kehilangan satu dari pendukung utamanya. Bila hal ini terjadi, kemungkinan besar, kubu Demokrat pada 2012 mendatang harus rela menyerahkan Gedung Putih dan Senat kepada rivalnya dari kubu Republik.(irib/23/5/2011)

Dunia Berubah, Iran Jatuhkan Sanksi bagi AS

Seorang anggota senior parlemen Iran mengatakan Parlemen Iran akan merilis daftar hitam nama 26 pejabat Amerika Serikat yang akan dijatuhi sanksi oleh Tehran.

“RUU mengenai sanksi terhadap para pejabat Amerika yang memiliki sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional telah dibahas di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada hari Minggu lalu,” kata Hossein Ebrahimi.

Wakil ketua Dewan Keamanan Nasional dan Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran ini menggambarkan RUU tersebut sebagai respon terhadap sanksi yang dijatuhkan secara sepihak oleh AS terhadap Iran.

“Tuduhan Washington terhadap Tehran tidak berdasar, sementara menurut sumber-sumber intelijen, sebanyak 26 pejabat Amerika telah melakukan pelanggaran hukum dan HAM secara terang-terangan,”ungkap Ebrahimi.

Komisi khusus di parlemen Iran tersebut akan membahas dan merampungkan RUU itu pada hari Selasa (24/5), dan mengumumkan nama-nama pejabat AS yang akan dikenai sanksi.

Pada bulan Mei, Amnesti International mengkritik Amerika Serikat terkait penahanan tak terbatas di Afghanistan dan di penjara Guantanamo di Kuba, serta kelemahan sistem hukuman di negara yang mengklaim sebagai kampium HAM itu.

Pada bulan Oktober 2010 lalu, UNHRC juga merilis laporan yang menyatakan keprihatinan serius tentang pelanggaran hak asasi manusia di AS.

Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) melaporkan sejumlah pelanggaran HAM dan kekhawatiran mengenai penyiksaan, kebrutalan polisi, dan diskriminasi luas yang dilakukan pemerintah AS.

laporan tersebut juga menyinggung secara rinci mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa pelanggaran paling besar menimpa warga kulit hitam, kaum minoritas terutama Muslim, dan komunitas imigran di Amerika Serikat maupun di luar negeri.

Penggunaan penyiksaan terhadap narapidana dan tahanan oleh personel militer di penjara Teluk Guantanamo, serta pusat-pusat penahanan di Irak dan Afghanistan, juga dikutuk dalam laporan tersebut.(IRIB/PH/24/5/2011)

Iran Bongkar Jaringan Spionase CIA

Kementerian Intelijen Iran telah mengidentifikasi dan membongkar jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Kementerian itu dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (21/5) menyatakan, Iran telah membongkar jaringan spionase canggih dan menangkap 30 orang yang dicurigai menjadi mata-mata AS.

Pernyataan itu menambahkan, Iran juga berhasil mengidentifikasi 42 agen CIA yang berhubungan dengan jaringan itu. Dijelaskannya, jaringan tersebut dibentuk oleh sejumlah besar agen CIA, yang beredar di beberapa negara dunia.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Kementerian Intelijen Iran menuturkan, “Berkat pertolongan Allah Swt dan menyusul operasi intelijen di dalam dan luar Iran, jaringan spionase dan perusak yang berafiliasi dengan CIA berhasil diidentifikasi dan dimusnahkan.

Jaringan itu bekerja untuk mengumpulkan informasi dari pusat-pusat sains dan riset, universitas, sektor energi nuklir, industri dirgantara dan pertahanan serta bioteknologi. Mereka juga menghimpun informasi tentang pipa minyak dan gas, jaringan listrik dan telekomunikasi, bandara dan jaringan perbankan.

Kementerian Intelijen Iran menghimbau warga untuk berhati-hati terhadap kontak dan telepon yang mencurigakan dalam bentuk tawaran pendidikan, pekerjaan atau tinggal di luar negeri. (IRIB/RM/NA/21/5/2011)Pembebasan Khorramshahr, Bukti Kegigihan Bangsa Iran

Pembebasan Khorramshahr

Iran dikenal sebagai negara yang memiliki perdaban kuno 3000 tahun. Pasca kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, negara ini memasuki lembaran sejarah baru dan mampu meraih sejumlah prestasi gemilang. Di perjalanannya, negara yang baru bebas dari kekuasaan Syah yang despotik dihadapkan pada ujian baru berupa agresi Diktator Irak, Saddam Hussein. Perang yang dipaksakan Saddam selama delapan tahun terhadap Iran menjadi sejarah abadi negara ini.Perjuangan bangsa Iran melawan arogansi Saddam selama delapan tahun dengan fasilitas dan senjata yang sangat minim dicatat dalam sejarah sebagai semangat kuat bangsa ini melawan agresor. Keberanian dan keikhlasan para pejuang tak dapat dilupakan sepanjang sejarah. Setelah perang ini berakhir, tak henti-hentinya semangat perang pertahanan suci selama delapan tahun terus dihidupkan sehingga generasi muda Iran tetap mengenal dan dapat menghargai perjuangan pendahulu mereka. Semangat perjuangan ini juga menjadi bara bagi muqawama anti kezaliman di seluruh dunia.

Muqawama di Lebanon dan Palestina mencontoh pengorbanan para pemuda Iran selama perang delapan tahun melawan agresi Saddam. Pemuda Iran tak segan-segan mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan negara dan Revolusi Islam.

Khorramshahr adalah kota pelabuhan yang terletak di Provinsi Khūzestān, Iran barat daya. Kota ini terletak sekitar 10 kilometer (6,2 mil) sebelah utara Abadan. Khorramshahr terletak di tepi timur sungai Shatt al-Arab. Mengingat posisinya yang terletak di dekat Teluk Persia dan Irak, wilayah ini sangat strategis baik dari sisi ekonomi, perdagangan maupun politik.

Perang delapan tahun yang dipaksakan rezim Baath Irak terhadap Iran adalah masa yang meski sulit dan menyakitkan bagi rakyat Iran, namun juga memiliki nilai yang sangat agung. Ketika Iran yang sedang disibukkan oleh berbagai masalah dalam negeri menyusul kemenangan revolusi Islam dan tergulingnya rezim monarkhi Syah Pahlevi, dihadapkan pada agresi militer rezim Irak. Agresi memang harus dilawan dan itulah yang dilakukan oleh bangsa Iran. Namun yang perlu dicatat, perang ini sebenarnya bukan terjadi antara Iran dan Irak saja tetapi antara Iran melawan sebuah rezim yang dibantu oleh seluruh kekuatan adidaya dunia. Tujuan agresi itu adalah untuk menggulung pemerintahan Islam yang baru saja berdiri di Iran di bawah kepemimpinan Imam Khomeini.

Banyak peristiwa penting sepanjang berkecamuknya perang ini. Namun peristiwa 23 Mei 1982 mungkin memiliki kesan tersendiri, karena telah mengubah peta kekuatan di medan perang. Jika sebelumnya militer Irak nampak besar dan kuat, setelah peristiwa ini, medan-medan tempur berada dalam kendali pasukan Iran yang terdiri dari tentara dan relawan. Pada hari itu, kota pelabuhan Khorramshahr berhasil direbut kembali dari tentara Baath Irak.

Pada hari-hari pertama perang, rezim Baath Irak telah mengincar kota Khorramshahr untuk diduduki. Menurut prediksi mereka, kota ini akan jatuh hanya dalam hitungan jam mengingat besarnya pasukan Irak yang dikerahkan plus perlengkapan senjata mereka dan lemahnya kondisi Iran saat itu. Namun tanpa terduga, pasukan Irak harus berperang selama 34 hari menghadapi pemuda-pemuda Iran baik tentara maupun relawan yang tidak sudi mengosongkan kota ini. Khorramshahr memang jatuh ke tangan rezim Baath setelah menyaksikan perlawanan heroik dari para pejuang Iran. Setelah 575 hari diduduki, Khorramshahr direbut kembali melalui sebuah operasi militer yang melibatkan kerjasama antara tentara dan relawan pejuang Iran.

Keberhasilan operasi pembebasan Khorramshahr yang disebut dengan operasi Baitul Moqaddas telah mengubah peta kekuatan di medan tempur secara total. Semua agenda rezim Baath dan pendukungnya praktis kacau. Pasalnya kota pelabuhan di Iran ini oleh Saddam Hossein dipandang sebagai titik paling strategis yang harus dipertahankan. Tak heran jika rezim Baath memperkuat pertahanan kota ini agar tidak lepas dari tangan mereka. Saddam dalam hal ini sesumbar siap menyerahkan kota Basrah jika pasukan Iran berhasil merebut Khorramshahr. Pasalnya, Saddam dan adi daya dunia yang mendukungnya yakin Khorramshahr tidak mungkin bisa direbut kembali oleh Iran.

Keberhasilan operasi Beitul Moqaddas selain membebaskan Khorramshahr, juga telah menutup kemungkinan tentara Irak menduduki wilayah Iran yang lain. Setelah hari ini, posisi Iran di medan perang kian menguat dan hingga kini bangsa Iran masih tetap mempertahankan semangat untuk tidak memberi peluang musuh melakukan agresi.

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait pembebasan Khorramshahr mengatakan, “Operasi militer Baitul Moqaddas dan pembebasan Khorramshahr bukan hanya pukulan telak yang bersarang ke tubuh tentara Baath Irak tetapi juga pukulan mematikan yang menghantam sistem arogansi dunia yang bersembunyi di balik mesin-mesin perang rezim Saddam.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut operasi militer Baitul Moqaddas dan pembebasan Khorramshahr sebagai peristiwa yang menunjukkan kelemahan kekuatan materi di hadapan kekuatan iman, spiritual dan pengorbanan.

Rahbar menuturkan, sistem pemerintahan Republik Islam Iran mengusung pesan yang berbeda dari sistem-sistem politik yang lain. Ditegaskannya, “Pesan yang diusung oleh pemerintahan Islam adalah pesan norma, kemanusiaan, dan penyelamatan umat manusia dari cengkraman kekuatan ambisius. Bangsa-bangsa di dunia sekarang sangat mendambakan pesan-pesan seperti ini.”

Rahbar lebih lanjut menyebut pesan itu sebagai faktor utama yang menyulut terjadinya konflik kaum arogan dan ambisius dunia melawan bangsa Iran. Beliau mengatakan,”Konfrontasi ini terjadi dan berlanjut dalam berbagai bentuk, mulai dari serangan militer, serangan politik, dan sanksi ekonomi sampai berbagai tekanan dan intimidasi. Namun berkat resistensi dan keteguhan bangsa Iran, bangunan sistem pemerintahan Islam yang layak disebut syajarah tayyibah (pohon yang baik) ini semakin membesar dan mengakar kuat.”

Menyinggung kata-kata Imam Khomeini (ra) yang mengatakan, “Allahlah yang membebaskan Khorramshahr”, Pemimpin Besar Revolusi Islam menandaskan, “Kata-kata Imam Khomeini ini sangat teliti dan bijak untuk mengungkapkan sebuah peristiwa besar seperti ini. Sebab, dalam operasi militer ‘Baitul Moqaddas’ untuk membebaskan Khorramshahr kekuatan Allah Swt menjelma dalam kalbu, semangat baja, dan kekuatan kreativitas para pejuang Islam.”

Operasi pembebasan Khorramshahr yang hanya berlangsung dua hari ini merupakan pukulan paling telak bagi militer Irak dan Saddam Hussein saat itu. Saddam sang diktator Irak pun sampai-sampai tak berani mengakui telah kehilangan kontrol atas kota Khorramshahr. Untuk mengetahui kerugian militer Irak saat pembebasan Khorramshahr, cukup kita cermati banyaknya persenjataan dan peralatan militer mereka yang dihancurkan atau dirampas pasukan Iran.

Relawan dan pasukan Iran berhasil menembak jatuh 40 jet tempur dan dua helikopter Irak, menghancurkan 285 tank dan kendaraan lapis baja, 500 kendaraan militer Irak pun berhasil dihancurkan pasukan Iran. Selain itu, tentara dan relawan Iran berhasil menyita 105 tank dan kendaraan lapis baja, 95 ribu ranjau dan ratusan kendaraan serta senjata beserta amunisi. Disebutkan pula sekitar 19 ribu tentara Irak ditangkap saat operasi pembebasan Khorramshahr.

Keberhasilan bangsa Iran membebaskan Khorramshahr dari tangan Saddam Hussein telah mengubah perimbangan politik di kawasan dan menghilangkan keraguan kemampuan militer Iran. banyak pengamat takjub atas kesigapan dan kemampuan pasukan Iran saat membebaskan Khorramshahr. Yang lebih penting adalah pembebasan Khorramshahr bukan sekedar peristiwa besar bagi bangsa Iran, namun lebih dari itu menunjukkan bahwa Iran dengan prinsip-prinsip Revolusi Islam tidak akan pernah tunduk pada kehinaan dan penjajahan.(irib/24/5/2011)

Impian Perdamaian Dunia Terbit di Iran

Koferensi Anti Terorisme di Tehran

Kehidupan manusia sepanjang sejarah tak pernah lepas dari pertarungan antara kebenaran dan kebatilan. Dunia saat ini penuh dengan krisis, baik sosial, politik maupun ekonomi. Kini kondisi tersebut diperparah dengan maraknya aksi terorisme dan ketidakadilan. Hal ini menambah luasnya ketakutan dan kejahatan serta diskriminasi di dunia. Salah satu tindakan tak manusiawi dan bengis di dunia saat ini adalah aksi terorisme.Terorisme memiliki akar sejarah panjang di dunia, namun yang membedakan terorisme modern dengan klasik adalah daya penghancurnya, bentuk dan dampaknya terhadap masyarakat. Manusia pada dasarnya menjauhi teror dan aksi kekerasan serta condong pada ketenangan dan perdamaian. Perdamaian merupakan nilai agung kemanusiaan dan ajaran suci agama samawi. Allah swt dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 208 berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang cenderung berdamai.”

Perdamaian banyak diartikan sebagai upaya memperbaiki masyarakat dan bergerak menuju kesempurnaan. Perdamaian dapat langgeng dan menjawab tuntutan masyarakat jika didasari keadilan. Kesamaan pandangan agama samawi terkait perdamaian dilandasi oleh sistem keadilan yang mereka serukan. Dalam pandangan agama samawi sebuah perdamaian hakiki harus membuang jauh-jauh rasa arogan dan ingin menguasai bangsa lain. Karena menurut mereka perdamaian jika ingin kokoh harus dibangun di atas rasa solidaritas antar sesama.

Untuk mengetahui akar terorisme dan upaya memeranginya serta membangun teladan perdamaian yang adil di dunia, Organisasi Perdamaian Islam Dunia di Iran baru-baru ini menggelar Konferensi Internasional Anti Terorisme untuk Perdamaian yang Adil. Konferensi ini digelar di Tehran pada 14-15 Mei 2011 dengan dihadiri lebih dari 150 tokoh politik dan akademis lokal serta asing. Agenda utama konferensi ini mencoba mencari kesepahaman, ide logis dan upaya menciptakan keadilan di tingkat dunia demi menghapus terorisme.

Sekretaris penyelenggara konferensi, Davod Amiri menandaskan, “Kehidupan manusia dewasa ini dengan segala kemajuannya mendapat ancaman serius. Kehidupan mereka pun kian hari semakin rumit. Terorisme muncul akibat sikap arogan manusia dan ketidakpedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ketidakpedulian ini termasuk ancaman tingkat dunia dan upaya untuk memberantas sikap seperti ini membutuhkan langkah jangka panjang sehingga harapan terjadinya perdamaian dunia akan semakin lebar.”

Di dekade pertama abad 21 kita menyaksikan banyaknya korban terorisme. Pemerintah Barat yang diluarnya menggembar-gemborkan perdamaian, namun ternyata bersikap dualisme dalam menanggapi fenomena tak manusiawi ini. Sikap tersebut malah membuat aksi teror semakin merajalela di dunia. Osama bin Laden, gembong teroris dan pendiri al-Qaeda sebelum menjadi musuh utama Amerika Serikat mendapat pelatihan oleh Dinas Rahasia AS (CIA) dan Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa slogan perang anti terorisme yang dipropagandakan Washington dan London hanya sekedar upaya mereka untuk menutupi kebijakan imperialismenya.
Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar Mazhab Islam (FIPMI), Ayatullah Muhammad Ali Taskhiri di konferensi ini menegaskan, negara teroris dunia kini mengklaim sebagai pihak yang memerangi terorisme. Dikatakannya, kita jangan membiarkan mereka mengklaim sebagai pihak anti terorisme. Terorisme penghalang utama terealisasinya perdamaian di dunia dan koalisi internasional merupakan pilihan utama untuk menghilangkan penghalang tersebut. Menurut Ayatullah Taskhiri, perdamaian yang adil merupakan harapan manusia dan nikmat Ilahi. Ditambahkannya, mayoritas manusia mengendaki perdamaian, namun yang utama adalah perdamaian yang adil dan seluruh manusia harus saling bekerjasama merealisasikan perdamaian adil ini.

Dalam pandangan Islam teror dan kekerasan adalah tindakan tercela. Al-Qur’an menekankan manusia harus hidup sederajat dan saling menjaga keselamatan masing-masing. Dewasa ini, kekuatan arogan dunia yang mulai ketakutan atas tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia berusaha memburukkan citra agama samawi ini sebagai agama kekerasan. Dr. Rahimpour Azghadi, salah satu narasumber dari Iran menandaskan, media Barat menampilkan terorisme sedemikian rupa sehingga pihak lawan dikesankan sebagai pelaku teror. Hal ini ditujukan untuk meredam perlawanan bangsa-bangsa yang mereka jajah. Mereka membantai umat muslim dan menyebutnya sebagai teroris. Strategi ini bukan hanya dimaksudkan untuk membuat umat muslim menyerah, namun juga diharapkan mereka tidak berfikir untuk melawan.

Kini kekayaan dunia dimonopoli sejumlah kecil orang. Di pihak lain, mayoritas rakyat bekerja keras namun mereka tetap miskin. Sejatinya salah satu dalih tidak terealisasinya keadilan dan perdamaian yang adil adalah jurang pemisah antara miskin dan kaya serta penyalahgunaan fasilitas serta kekayaan negara. Kamal al-Halbawi, ketua lembaga riset Islam di Inggris menekankan bahwa upaya Amerika selama ini adalah untuk menjaga keamanan dan kepentingannya, bukannya demi keamanan dunia. Ditambahkannya, keadilan dan perdamaian dalam pandangan Amerika adalah menjaga kekuasaannya atas negara lain.

Menurutnya, Amerika tengah berusaha menghancurkan dunia dengan menguasai struktur ekonomi dan bank dunia. AS menguasai Dewan Keamanan PBB, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Washington dalam hal ini tidak sendirian. Negara adidaya ini menggandeng tujuh negara besar dunia lain dengan harapan kepentingannya di dunia tidak terganggu.

Chandra Muzaffar, aktivis hak asasi manusia Malaysia dalam kesempatan tersebut mengkritik sikap dualisme Amerika. Dikatakannya, selama negara tertentu seperti Amerika berusaha mengontrol nasib manusia dunia serta menguasai negara tertentu maka kita tidak akan mampu memberantas terorisme.

Republik Islam Iran salah satu negara yang menjadi korban terorisme. Lebih dari 16 ribu korban tewas di Iran akibat aksi teror seperti ledakan bom, penembakan dan ledakan granat. Salah satu kelompok teroris yang beroperasi di Iran adalah kelompok teroris Mujahidin Khalq (MKO). Selain meneror, MKO juga berperan ganda sebagai mata-mata saat perang antara Iran dan Irak. Selain itu, MKO juga membantai ribuan rakyat Irak khususnya warga Kurdi dan Syiah. Rakyat Irak berulangkali menuntut penangkapan para pemimpin MKO serta pengusiran anggota kelompok ini dari Irak. Pemerintah Irak sendiri juga menginginkan hal tersebut.

Di sela-sela konferensi ini juga digelar pameran kejahatan kelompok teroris di Iran. Kelompok teroris dalam aksinya bukan hanya membantai rakyat tak berdosa, bahkan para ilmuwan seperti Dr. Masoud Ali Mohammadi dan Dr. Majid Shahriari juga tidak selamat dari tangan mereka. Dr. Ali Mohammadi diteror kelompok teroris Zionis pada tahun 2010. Mansureh Karami, istri Dr. Ali Mohammadi di konferensi ini mengatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus memiliki komite anti teroris. Kami menyesalkan para pengklaim pendukung HAM geram terhadap aktivitas ilmuwan Islam dan bertindak brutal membantai mereka.

Terkait kematian, Osama bin Laden, gembong teroris dan pemimpin al-Qaeda, Mansoureh Karami mengatakan, terorisme tidak akan berhenti hanya dengan kematian Bin Laden. Menurut saya negara besar dunia yang selama ini hanya berfikir menjaga kepentingannya akan memproduksi Bin Laden lainnya dan tetap melanjutkan terorisme.

Di akhir konferensi para peserta merilis statemen anti terorisme. Dalam statemen tersebut ditekankan bahwa perdamaian dunia menghadapi berbagai kendala serius seperti kemiskinan, teror, hegemoni politik dan ekonomi serta perang lunak. Para peserta juga meminta seluruh organisasi internasional menjalankan tanggung jawabnya serta menjauhi tindakan sepihak. Mereka juga mengutuk terorisme negara terhadap rakyat Palestina, Yaman, Libya dan Bahrain serta mengecam intervensi asing di negara tersebut. Menurut mereka sikap seperti ini berarti tindakan anti perdamaian dunia.(irib/24/5/2011)

Iran Aktualita (26 Mei 2011)

Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei pada hari Ahad (22/5) mengecam keras negara-negara Barat, karena pendekatan keliru mereka terkait status dan martabat perempuan.Rahbar membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan ratusan perempuan intelektual di Tehran. Seraya memuji peran penting perempuan dalam masyarakat, Ayatullah Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran telah cukup berhasil dalam membawa sebuah generasi baru perempuan intelektual dan berkomitmen.

Menurut Rahbar,”Barat telah mengadopsi pendekatan keliru tentang status sebenarnya perempuan dan peran mereka dalam masyarakat. “Dalam masyarakat Barat, manusia dibagi ke dalam dua kategori yang berbeda, kelompok laki-laki yang merupakan penerima manfaat dan kelompok perempuan yang menjadi target eksploitasi. Perempuan dalam masyarakat Barat harus menyenangkan laki-laki dengan menemukan status sosial. Hal ini merupakan penghinaan yang sangat besar dan melanggar hak-hak perempuan.

Mengacu pada upaya terorganisir dan bertahap para pemimpin Barat dalam mempromosikan budaya keliru di antara bangsa-bangsa dunia, Rahbar menuturkan, siapa saja yang bangkit memprotes perilaku tersebut, maka akan menjadi sasaran propaganda Barat. Negara-negara Barat mengklaim bahwa jilbab adalah masalah agama dan tidak boleh dipromosikan di tengah masyarakat sekuler, tetapi pada kenyataannya kebijakan mereka telah menyebabkan tantangan nyata bagi perempuan.

Menurut laporan terbaru yang dirilis organisasi internasional, pendekatan yang salah telah mengakibatkan melemahnya pilar keluarga, pertumbuhan perdagangan perempuan, dan kelahiran di luar nikah. Dalam pandangan Rahbar, Islam berusaha untuk mengangkat martabat perempuan dalam masyarakat. Islam memperhatikan peran luhur perempuan di masyarakat. Perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam kemenangan Revolusi Islam dan sekarang dianggap sebagai penyebab utama keberhasilan dan kelanjutan revolusi itu.

Perkembangan lainnya di Iran, tanggal 3 Khordad bertepatan dengan 24 Mei 2011, bangsa Iran memperingati hari bersejarah pembebasan kota Khorramshahr dari tangan rezim Baath. Di periode perang suci, rakyat Iran menampilkan keberaniannya menghadapi agresi musuh. Dengan keimanan, keyakinan, solidaritas dan persatuan dalam membela haknya, bangsa Iran berhasil menghalau musuh dan menghadiahkan buah manis kemenangan.

Tidak diragukan lagi era perang suci adalah periode kebanggaan yang menghiasi lembaran sejarah Iran, yang ditulis dengan tinta emas. Tanggal 3 Khordad diperingati sebagai hari pembebasan Khorramshahr. Di awal perang suci, Bandar Khorramshahr diduduki rezim Saddam, setelah para pemuda dan rakyat Iran mempertahankan wilayah ini selama 34 jam. Irak menduduki wilayah ini selama 19 bulan. Namun 575 hari kemudian, para pejuang Iran berhasil membebaskan Khorramshahr dari tangan agresor Irak.

Kemenangan ini bukan hanya kemenangan militer. Lebih dari itu merupakan kemenangan besar yang mempengaruhi konstelasi dan kalkulasi musuh, terutama pendukung rezim Irak, dan mengubah kondisi baru di kawasan dan dunia.

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan para menteri pertanian negara-negara anggota D8 mengisyaratkan kapasitas produksi di negara-negara Islam dan menegaskan pentingnya meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian demi mencerabut akar kemiskinan dan menghalau segala kendala menuju kemajuan.

Presiden Ahmadinejad menjelaskan bahwa negara-negara anggota D8 memiliki kapasitas luar biasa di sektor pertanian, industri, ekonomi dan sains. Menurutnya semua ini harus diletakkan bersisian dalam sebuah manajemen strategis demi kepentingan negara anggota dan perdamaian dunia.

Pertemuan ini dilakukan Rabu malam (18/5) hari terakhir sidang dua hari para menteri pertanian negara-negara anggota D8 di Tehran. Para pakar dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki dan Iran (anggota D8) dalam sidang ini membahas mekanisme pelaksanaan dan metode mencapai swasembada di sektor produksi pangan.

Produksi pertanian dan perluasan industri pangan kini menjadi sektor ekonomi paling penting dalam pembangunan berkesinambungan. Sejatinya, jaminan keamanan pangan termasuk penting dalam menciptakan keamanan nasional dan tonggak pembangunan ekonomi. Jelas, negara-negara anggota D8 tidak dapat dikecualikan dari masalah ini. Negara-negara D8 dapat bekerjasama guna lebih cepat menciptakan lapangan kerja dan jasa demi meraih keamanan pangan yang berkesinambungan.

Studi-studi yang dilakukan lembaga-lembaga internasional menunjukkan bahwa sekitar satu pertiga dari bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia di seluruh dunia terbuang percuma. Oleh karenanya, kini persoalan seperti bertambahnya tingkat kelaparan di seluruh dunia, hancurnya lingkungan hidup dan sumber-sumber alam menjadi masalah yang membuat keamanan pangan menjadi masalah terpenting seluruh umat manusia. Karena kekurangan bahan pangan telah menjadi masalah sebagian negara di dunia.

Menurut para pakar, negara-negara anggota D8 dengan strategi yang berhasil dan populasi penduduk yang mencapai lebih dari 900 juta orang punya potensi luar biasa di bidang ini. Republik Islam Iran sebagai anggota pendiri kelompok ini siap untuk berbagi pengalaman dengan negara-negara anggota di sektor pertanian dan jaminan pangan. Iran juga telah menyampaikan ide-idenya di pertemuan Tehran.

Alih teknologi sesuai kondisi setiap negara, standarisasi produksi pertanian, kesepakatan seluruh negara anggota D8 dalam produksi pangan halal dan satu sikap dalam pertemuan-pertemuan internasional menghadapi perusakan lingkungan hidup oleh negara-negara industri.

Pelaksanaan usulan-usulan ini memerlukan tekad bulat negara-negara anggota D8. Karena hasilnya adalah produksi pangan halal dengan standar terpadu di seluruh negara Islam. Guna merealisasikan hal ini, penting untuk memperhatikan kebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat. Selain itu, jaminan keamanan pangan dapat menjadi jalan baru bagi ekspor makanan halal yang dengan cepat akan mencapai pasar Eropa. Karena di sana ada sekitar 50 juta umat Islam yang membutuhkan makanan halal.

Awal bulan Mei, Salehi melakukan kunjungan ke negara-negara regional, termasuk Oman, Qatar, Uni Emirat Arab dan Irak untuk berunding dengan pejabat tinggi empat negara tersebut. Salehi menilai kunjungannya ke Kuwait berhasil dan mengatakan, “Dalam pembicaraan dengan para pejabat senior Kuwait, kami membahas isu-isu kolektif dengan sangat jelas.”

Dia mencatat bahwa Iran dan Kuwait mendiskusikan dan menghapus sejumlah kesalahpahaman antarkedua negara. Pada tahun 2010, Kuwait menyatakan bahwa sejumlah perwira militernya mengumpulkan informasi rahasia soal pangkalan militer AS di Kuwait dan menyerahkannya kepada Iran.

Akhir April lalu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan “kecewa” atas klaim pejabat Kuwait itu dan menyebut tuduhan tersebut tidak bertanggung jawab.Para tersangka aksi spionase itu membantah tuduhan terhadap mereka pada proses pengadilan pekan lalu, dan menyatakan bahwa mereka dipaksa mengaku dan disiksa.(irib/24/5/2011)

Perempuan Di Mata Rahbar

Muslimah Bahrain

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei pada hari Ahad (22/5) mengecam keras negara-negara Barat, karena pendekatan keliru mereka terkait status dan martabat perempuan.Rahbar membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan ratusan perempuan intelektual di Tehran.

Seraya memuji peran penting perempuan dalam masyarakat, Ayatullah Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran telah cukup berhasil dalam membawa sebuah generasi baru perempuan intelektual dan berkomitmen.

“Barat telah mengadopsi pendekatan keliru tentang status sebenarnya perempuan dan peran mereka dalam masyarakat,” tegas Rahbar.

“Dalam masyarakat Barat, manusia dibagi ke dalam dua kategori yang berbeda, kelompok laki-laki yang merupakan penerima manfaat dan kelompok perempuan yang menjadi target eksploitasi,” jelasnya.

“Perempuan dalam masyarakat Barat harus menyenangkan laki-laki dengan menemukan status sosial. Hal ini merupakan penghinaan yang sangat besar dan melanggar hak-hak perempuan,” tambahnya.

Mengacu pada upaya terorganisir dan bertahap para pemimpin Barat dalam mempromosikan budaya keliru di antara bangsa-bangsa dunia, Rahbar menuturkan, siapa saja yang bangkit memprotes perilaku tersebut, maka akan menjadi sasaran propaganda Barat.

“Negara-negara Barat mengklaim bahwa jilbab adalah masalah agama dan tidak boleh dipromosikan di tengah masyarakat sekuler, tetapi pada kenyataannya kebijakan mereka telah menyebabkan tantangan nyata bagi perempuan,” tandas Rahbar.

Menurut laporan terbaru yang dirilis organisasi internasional, pendekatan yang salah telah mengakibatkan melemahnya pilar keluarga, pertumbuhan perdagangan perempuan, dan kelahiran di luar nikah.

“Islam berusaha untuk mengangkat martabat perempuan dalam masyarakat. Islam memperhatikan peran luhur perempuan di masyarakat,” ujar Rahbar. Menurutnya, perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam kemenangan Revolusi Islam dan sekarang dianggap sebagai penyebab utama keberhasilan dan kelanjutan revolusi itu.