Ada hadis yang bertentangan dengan Al Quran yakni hadits hadis israiliyyat yang bertujuan merusak Islam dari dalam , mantan Ahli Kitab/Yahudi mencoba untuk merusaknya dari dalam sebagaimana Paulus merusak Injil dan Ajaran Tauhid Nabi Isa as

ada hadits -shohih dan hasan- yang saling bertentangan!

ada hadits yang bertentangan dengan alQur’an..

bertentangan karena keterbatasan otak dan ilmu yang di miliki Abu Hurairah cs yang mengarang ngarang hadis

Allah SWT berfirman yg artinya “Tidak akan rela orang Yahudi dan Nashrani kepada engkau sehingga engkau turuti faham ajaran mereka.” Dari Abi Sa’id Al-Khudry R.A. bahwa Rasulullah SAW bersabda “Kamu sekalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta sehingga walau pun mereka masuk ke lobang biawak pun niscaya kamu menuruti jejaknya.” Kami bertanya “Ya Rasulullah orang Yahudi dan Nashranikah?” Jawab Nabi “Siapa lagi?”

.
Dari ayat serta hadits di atas jelas bahwa kebanyakan dari umat Islam banyak yg mengikuti ajaran-ajaran Yahudi walau kebanyakan dari mereka tidak merasa bahwa mereka telah mengikuti ajaran Yahudi tersebut bahkan sebagiannya menyakini bahwa itu adl dari ajaran Islam. Sedangkan Nabi Muhammad SAW melarang keras umatnya utk mengikuti ajaran faham Yahudi walaupun hanya dalam bab keduniaan. Sebagai contoh ketika orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram maka Nabi Muhammad menganjurkan ummatnya utk puasa pada tanggal 9 dan 10 nya atau tanggal 10 dan 11 nya. Ketika Yahudi shalat menghadap Baitul Maqdis Nabi segera meminta kepada Allah utk shalat menghadap ke Baitullah di Mekkah ketika Yahudi memelihara kumis dan mencukur jenggot Nabi justru memelihara jenggot dan mencukur kumis dan lain sebagainya. Nabi selalu berusaha utk berbeda dgn Yahudi bahkan dalam masalah memakai sandal pun Nabi berbeda dgn Yahudi. Sabdanya “Berbedalah kalian dgn Yahudi berbedalah kalian dgn Yahudi. Dan barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari kaum itu!”

.
Maka di sini akan kami uraikan sebagian dari ajaran-ajaran dari Yahudi yg masuk kedalam Agama Islam yg menurut sebagian Ummat Islam ini ajaran dari Nabinya. Membangun kuburan Kuburan dibangun ada kalanya berbentuk sebuah gedung berkubah dan mewah dgn kelambu yg berhias lalu mereka mengadakan upacara dzikir yg kemudian diikuti oleh orang Islam dgn membaca Qur’an Shalawat dan menyajikan sajian-sajian yg khas dalan kuburan yg mirip gedung itu. Sehingga kuburan berubah menyerupai sebuah Mesjid. Seperti Mesjid Tajmahal misalnya yg dibangun utk kuburan seorang istri raja. Orang-orang jauh pun berdatangan menziarahi kuburan itu utk meminta berkah ada kalanya membakar kemenyan atau mereka berthawaf mengelilingi kuburan itu. Sabda Rasulullah SAW “Allah melaknat Yahudi dan Nashroni krn mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid.”. Sabda Nabi SAW “Janganlah kamu shalat di atas kuburan dan jangan duduk di atasnya.” . Sebagian umat Islam membangun Batu Nisan berukir di atas kuburuan dgn tulisan nama dan tanggal kematiannya dan ada kalanya dilengkapi dgn doa-doa bagi si mayit. Dari Jabir R.A. “Sesungguhnya Nabi SAW. melarang melabur putih kuburan atau menuliskan di atasnya ataupun menambah-nambah di atasnya.” . Sebagian dari orang Yahudi Farsi menuruti upacara jahiliyyah dgn menyembelih kurban di kuburan imamnya lalu jejaknya itu diikuti oleh sebagian umat Islam sebagai pengantar pahala. Dari Anas R.A. Sabda Rasulullah SAW. “Tidak ada sembelihan di kuburan dalam Islam.”

.
MENJUAL BARANG HARAM Orang Yahudi telah mengakui keharaman binatang-binatang yg tercantum dalam Taurat tetapi mereka memakan hasil penjualannya lalu sebagian umat Islam menuruti jejaknya dgn jual beli barang-barang yg haram. Dari Ibnu Abbas Rasulullah SAW. bersabda “Allah melaknat orang Yahudi krn diharamkan lemak atas mereka tetapi mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya. Dan sesungguhnya jika Allah mengharamkan atas satu kaum suatu barang maka Dia mengharamkan pula harganya.” .

.
DONGENG ISRAILIYAT Kebanyakan dongeng-dongeng Israiliyat di bawa oleh orang Yahudi yg masuk Islam. Dongeng Israiliyat itu terbagi dua Dongeng-dongeng dari luar Bani Israil yg disadur jadi dongeng Israil. Dongeng tentang Nabi-Nabi yg berlebih-lebihan atau ada kalanya menghina Nabi sendiri. Sebagai contoh Dongeng Bumi Bumi itu berbentuk semacam benda pipih dikelilingi oleh gunung Qol bumi mengambang di atas air air terletak di atas batu karang yg besar dan cekung yg berada di atas tanduk sapi betina dan sapi betina berdiri di atas punggung ikan Nun ikan Nun di atas titik hitam lalu pada titik hitam itulah berhenti segala makhluk

.
Dongeng Nabi-Nabi Nabi Sulaiman ingin menunjukkan kekayaan lalu ia bermaksud menjamu seluruh ikan di samudra setelah makanan terkumpul datanglah ikan Nun yg menghabiskan semua jamuan itu sehingga Nabi Sulaiman menginsafi dirinya. Nabi Idris mendoakan malaikat penghela matahari dgn rantai besar yg tampak letih. Doa Nabi Idris dikabulkan Allah sehingga pekerjaan malaikar jadi lbh ringan malaikat berterima kasih pada Nabi Idris lalu dibawanya meninjau surga Nabi Idris masuk surga dan tidak mau kembali. Bersumpah dgn menjunjung Al-Qur’an Semula orang-orang Yahudi bersumpah dgn menjunjung Taurat lalu orang-orang Islam yg terpengaruh Nasraniyah dan memasuki gerakan itu bersumpah dgn menjunjung Al-Qur’an dan akhirnya tersebar cara penyembahan ini

.
Dalam Islam bersumpah dgn menjunjung Al-Qur’an tidak pernah dilakukan pada masa sahabat tabi’in atau tabi’ut tabi’in. Tidak ada dalil yg menyuruh bersumpah dgn menjunjung Al-Qur’an. Mengadakan ulang tahun utk peristiwa yg dianggap penting Dulu ada seorang Yahudi pernah datang pada Umar bin Khattab lalu berkata “Wahai Amirul mukminin ada satu ayat dalam Al-Qur’an yg kalian biasa membacanya jika sekiranya ayat itu turun pada kami bangsa Yahudi niscaya kami jadikan hari turunnya itu bagian dari hari besar kami.” . Kini sebagian Umat Islam merayakan segala sesuatu yg dianggap penting yg semuanya tidak ada contohnya dari Nabi saw dan para sahabatnya. Seperti 17 Agustus Nuzulul Qur’an Isra’ mi’raj perayaan satu muharram milad partai dsb
.

SEPENGGAL TENTANG FIRQAH-FIRQAH YAHUDI FREEMASONRY Freemasonry menurut bahasa adalah berarti tukang-tukang batu tebal. Ia adl sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah yg sangat sulit utk dilacak krn organisasinya teratur dan rapih. Konon presiden Indonesia ke empat Abdurrahman Wahid adl satu anggota freemasonry sebagai kader elitnya . Menurut buku “Kabut-Kabut Freemasonry” salah seorang yg disebut pendirinya ialah Herodes Agrida I meninggal 44 M. ia dibantu dua orang Yahudi Heram Abioud dan Moab Leomi. Dalam gerakannya Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendikiawan dan hartawan Goim tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Freemansory terbagi dalam tiga tingkatan Majelis rendah atau Freemansory Simbolis Fremansory Majelis Menengah Fremansory Majelis Tinggi

.
Dalam penerimaan keanggotaan Freemasonry tidak mempersoalkan agama calon anggota bahkan calon anggota disumpah sesuai dgn agama yg dianutnya. Freemasonry dibuat dan diadakan kenaikan pangkat sampai pangkat 33 bagi Groyun. Orang-orang terkenal dibujuk rayu agar menjadi anggota dan diberi tugas menyebarkan faham Freemasonry. Mereka tertarik pada Freemasonry krn mereka menganggap bahwa organisasi itu bergerak dibidang kemanusiaan dibalik itu mereka mananamkan “Pengembangan Agama” atau “Polotisme” yg mengatakan semua agama itu sama baik dan benar. Lebih jauh Freemasonry dgn secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.

.
Pada abad ke XVII M. Freemasonry timbul ke permukaan di Eropa mereka punya gedung pertemuan badan penerbitan majalah sendiri “Suara Fremasonry” di Inggris dan Prancis mereka mengadakan seminar resmi dan diundangnya pejabat-pejabat dan orang-orang ternama. Dari Eropa mereka meluaskan gerakannya ke seluruh dunia hingga mudah diterima Sekulerisme Komunisme Sosialisme Darwinisme Freedisme Kapitalisme bahkan sekte agama yg disimpangkan dari induknya misal Bahairah Ahmadiyah Gerakan persatuan agama Sun Mon Gerakan anak tuhan Mor mon Saksi Yehova Gerakan Satan Nudisme dsb. Di samping mereka menciptakan aliran-aliran faham yg saling bertentangan. Dengan menaiki tangga Freemasonry itu bangsa Yahudi berusaha menguasai seluruh dunia dan bangsa lain tunduk di telapak kakinya.

Mas, pernah baca Shahih Muslim enggak? Silakan Mas telan mentah-mentah hadis dari Shahih Muslim, bab Fadhail Ali bin Abi Thalib:

وأنا تارك فيكم ‏ ‏ثقلين ‏ ‏أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به فحث على كتاب الله ورغب فيه ثم قال وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي

Itu tiga kali Nabi saw. ingatkan tentang Ahlulbait. Tiga kali (kalau Anda bisa baca)!

#

Bahaya Kisah-Kisah Israiliyat Bagi Ajaran Islam

Islam adalah agama yang lengkap-komprehensif. Segala ajaran, arahan, dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia. Al Quran diturunkan sebagai kitabullah yang berisi aneka panduan dan hidayah bagi seluruh umat manusia –isinya lengkap dengan segala kandungan dari segi aqidah, ibadah, perundang-undangan, akhlak, sejarah dan sebagainya. Al Quran disampaikan secara mutawatir dan merupakan kitab yang sentiasa dipelihara isi kandungannya oleh Allah dari penyelewengan oleh tangan manusia-manusia yang tak bertanggung jawab.

Al-Quran adalah mukjizat Rasulullah saw. yang senantiasa selaras dalam setiap zaman, tempat, dan keadaan. Untuk fungsi tersebut, Al-Quran dilengkapi dengan penafsiran guna memudahkan kalangan awam memahami kandungan Al-Quran dan kandungannya.

Penafsiran yang dilakukan tanpa kehati-hatian memungkinkan masuknya unsur-unsur Israiliyyat dan khurafat ke dalam tafsir. Unsur-unsur Israiliyyat ini mudah terserap ke dalam kitab tafsir akibat sikap penafsir yang cenderung menganggap enteng bahan tafsir yang mereka pakai. Mereka menukilkan kisah ke dalam tafsir mereka tanpa menganalisa kesahihan cerita.

Ada banyak kalangan ahli tafsir zaman dahulu dan sekarang yang memasukkan unsur-unsur Israiliyyat dalam penafsiran mereka. Unsur-unsur tersebut biasanya banyak terserak dalam menggambarkan kisah atau cerita para nabi dan rasul. Faktor ini tak pelak lagi menjadi penyebab kelemahan dalam tafsir ma’tsur.

Kata ‘Israiliyyat’ adalah kata jamak. Mufradnya berasal dari kata Israiliyyah, yang dinisbatkan kepada Bani Israil (keturunan Israil). Sementara, Israil adalah gelar bagi Nabi Yakub as. yang berarti Abdullah atau hamba Allah. Jadi, Bani Israil atau keturunan Israil berarti keturunan Nabi Yakub as.

Keturunan Nabi Yakub as. atau Bani Israil dikenal pula dengan sebutan Yahudi. Yahudi berasal dari kataYahuda, salah satu suku dalam Bani Israil yang jumlah anggotanya paling banyak. Karena hal itu, Bani Israel identik dengan kata Yahudi, walau tidak semua orang Bani Israel termasuk dalam suku Yahuda. Suku Yahuda sendiri merupakan keturunan dari Yahuda bin Yakub, salah satu dari duabelas putera Nabi Yakub as.

Definisi Israiliyyat, menurut sebagian besar ahli tafsir, ialah kisah-kisah bernuansa Yahudi yang terserap masuk ke dalam tradisi Islam melalui tafsir Al Quran yang banyak terjadi di zaman tabi’in. Bahkan sebagian ulama tafsir dan hadits mendefinisikan Israiliyyat sebagai kisah-kisah yang sengaja diciptakan dan disusupkan oleh musuh-musuh Islam ke dalam tafsir Al Qur’an dengan tujuan untuk merusak kesucian Islam dan Al Qur’an (Al Zahabi 1990: 13).

Israiliyyat yang bertentangan dengan nash Al Quran dan Sunnah, serta bertentangan dengan akal sehat.

Riwayat Israiliyyat jenis ini tidak didukung oleh kesesuaian dengan riwayat Hadits Rasulullah Saw. Riwayat Israiliyyat jenis ini sangat diragukan kebenarannya dan tidak dapat diterima. Riwayat Israiliyyat jenis ini haram diriwayatkan dan wajib ditolak diyakini kebenarannya.

Masuknya Riwayat Israiliyyat kedalam tafsir Qur’an merupakan hal yang sulit dihindari sejak zaman dahulu. Ini terkait langsung dengan asimilasi tsaqafah Bani Israel yang bermigrasi kesemenanjung Arabia ke dalam tsaqafah bangsa Arab di masa pra-Islam.bersama hijrahnya Bani Israel ke semenanjung arabia, mereka membawa pula tafsir dan landasan agama mereka yang kemudian mereka wariskan dari generasi ke generasi di dalam kalangan mereka.

Tafsir dan landasan agama Yahudi memiliki posisi kuat dalam tradisi bangsa Israel di manapun mereka berada karena mereka memiliki sebuah sistem pendidikan agama terpadu yang mereka ajarkan dalam sekolah-sekolah agama yang mereka namakan El-Midras. Tempat pendidikan itu terintegrasi pula dengan rumah peribadatan mereka, Sinagoga.

Ketika ajaran Islam dan kitabullah lahir dan tersebar di kalangan penduduk Semenanjung Arab, Rasulullah saw. membangun pusat negara Islam di Madinah al-Munawwarah. Guna mendidik para sahabat, Rasulullah saw. menyelenggarakan majelis-majelis ilmu di Masjid Madinah. Di kota Madinah terletak permukiman beberapa golongan Yahudi seperti Bani Qainuqa’, Bani Quraidzah, dan Bani Nadir. Sementara di sekitar Madinah, ada banyak umat Yahudi yang bermukim di Khaibar, Taima’ dan Fadak.

Ketika itu, ada beberapa kalangan ulama ahli Kitab di Madinah yang ikut memeluk Islam, seperti Abdullah bin Salam ra. Beliau dan orang semacamnya menjadi sumber rujukan bagi para sahabat untuk menanyakan secara rinci beberapa kisah yang ada dalam kitab Al Quran dan kebetulan juga ada didalam Taurat.

Walau begitu, para sahabat tidak mempercayai mentah-mentah apa yang diceritakan kepada mereka. Malah mereka sering menyangkal kisah-kisah yang tak masuk akal dengan dalil akal dan juga syara’. Mereka hanya menerima apa yang bisa diterima oleh akal sehat dan syara’ dan menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan keduanya. Selainitu, para sahabat membiarkan beberapa perkara yang tidak jelas tentang benar atau salahnya.

Ada beberapa kisah Israiliyyat yang kemudian menyebabkan kekeliruan dan mengganggu kemurnian ajaran Islam. Kisah-kisah tersebut biasanya yang berbumbu dongeng dan khurafat, yang bertentangan dengan akal sehat dan Syara’. Implikasi dari kisah-kisah macam ini sangat dalam, misalnya:

1. Dalam Riwayat Israiliyyat terdapat unsur-unsur penafikkan terhadap sifat maksum para Nabiyullah dan Rasulullah, serta menggambarkan mereka dengan imaji kekejian dan aib yang tidak layak bagi manusia yang dimuliakan oleh wahyu Allah. Sebagai contoh misalnya kisah bahwa Nabi Nuh as. minum anggur sampai mabuk dan telanjang, kisah bahwa Nabi Luth as. berzina dengan dua orang putri kandungnya, kisah bahwa Nabi Daud as. menzinahi istri panglimanya -Aurya, kisah bahwa Nabi Sulaiman as. menyembah patung-patung dan membangun kuil-kuil pemujaan untuk menyenangkan istri-istrinya,

2. Riwayat-Riwayat Israiliyyat berpotensi menyimpangkan kepercayaan umat Islam terhadap sebagian ulama salaf dari kalangan sahabat dan Tabi’in. Ada banyak dongeng Israiliyyat yang riwayatnya dinisbatkan kepada kalangan salafus salih yang terkenal karena keadilannya dan reputasinya yang dapat dipercaya. Sebagian dari mereka bahkan terkenal di kalangan orang-orang Islam dengan tafsir dan Hadits yang diriwayatkannya. Mereka yang namyanya dicatut antara lain Abu Hurairah ra., Abdullah bin Salam ra., Ka’ab Al Ahbar, dan Wahab bin Munabih.

3. Riwayat Israiliyyat memiliki potensi untuk memalingkan manusia dari tujuan Al Quran yang sesungguhnya dan dapat melalaikan umat dari pelajaran dan pemahaman maksud ayat-ayat Al-Quran, melalaikan umat dari pengambilan manfaat dan iktibar, serta nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya atau pemahaman tentang hukum-hukum yang terdapat di dalamnya. Riwayat Israiliyyat memiliki potensi memalingkan umat kepada perkara sia-sia. Misalnya membahas warna anjing Ashabul Kahfi dan namanya, membahas kayu bahan tongkat Nabi Musa as., membahas tentang nama anak kecil yang dibunuh oleh Khidir dan sebagainya.

Inilah akibat Riwayat Israiliyyat terhadap aqidah umat Islam dan juga terhadap kesucian ajaran Islam. Kaum Yahudi selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikis aqidah dan melemahkan kepercayaan umat Islam terhadap Al-Quran dan Al-Hadits. Mereka juga berusaha menggoyang kepercayaan umat Islam terhadap golongan salafussalih yang memiliki peran dalam memikul risalah umat Islam dan menyebarkannya ke segala penjuru dunia. Karena itu, umat Islam perlu mencermati dan memperhatikan serta mempertimbangkan penyerapan Riwayat Israiliyyat dalam tafsir-tafsir dan menyaringnya (Al-Zahabi 1990: 29-34).

TERHILAFKAN/ TERKONTAMINASI KEDALAM KARYA2 BUKHARI DAN MUSLIM SEKIAN ABAD KEMUDIAN YANG MEREKA ANGGAP SAHIH :

Hadis-hadis Israiliyat banyak disampaikan Abu Hurairah. yang berakibat kehilafan manusiawi pengumpul hadis sekian abad kemudian seperti Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya antara lain meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Allah menciptakan Adam seperti bentuk (shurah) Allah, dengan panjang badan 60 hasta (27 m)” Dan tambahan via jalur Sa’id bin Musib :” Lebar badan Adam 7 hasta (dzira), yaitu 2,15 m”. Melalui jalur lain dengan lafal yang lain :” Bila dua orang berkelahi, maka hindarilah memeukul wajahnya, karena Allah membentuk Adam menurtu bentuk-Nya”. Melalui jalur lain lagi , ada yang berbunyi :” Bila memukuil orang , hindarilah menampar wajahnya, dan janganlah berkata :” Mudah-mudahan Allah memburukan wajahmu”, sebab wajah Allah adalah SAMA dengan wajahmu, sebab sesungguhnya Allah membebntuk Adam menurut wajah-Nya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sahihnya, dari Abu Hurairah :” Rasul bersabda :” Malaikat maut datsang kepad Musa dan bersabda :” Penuhilah kehendak Tuhanmu !”, maka Nabi Musa pun menampar mata malaekat Maut, sehingga biji mata Malaekat Maut keluar dari rongganya. Maka Malaekat Maut kembali kepada Allah dan berkata :” Sesungguhnya Engkau mengutus kepada hamba-Mu yang tiada menghendaki kematian dan ia mencopot mataku”. Maka Allah mengembalikan biji mata Malaekat Maut kedalam tempatnya semula. Dan berkata :” Kembalilah kepadanya dan katakan agar ia meletakan tangannnya diatas punggung seekor sapi , maka umurnya akan bertambah satu tahun untuk setiap bulu sapi yang melekat ditangannya”. Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah :” Sesudah itu bagaimana ?”. Allah menjawab :” Sesudah itu mati”. Maka Musa bekata :” Jika demikian, maka lebih baik aku mati sekarang saja”. Ia lalu memohon kepada Allah agar ia didekatkan ke tanah suci, sejauh lemparan batu”.

Bukhari dan Muslim menulis dalam sahihnya berasal dari Abu Hurairah :” Rasul bersabda :” Bani Israil suatu ketika serdang mandi telanjang dan saling melihat aurat mereka. Dan Nabi Musa tidak akan mandi bersama mereka, karena (beliau malu) kemaluannnya besar, ia menderita hernia (burut).”. Suatu ketika Nabi Musa pergi mandi dan meletakan bajunya diatas batu , maka batu itupun berlari membawa bajunya . Dan setelah Musa menjamah bekas tempat batu itu , dia baru sadar dan melihat batu yang lari . Ia pun keluar dari tempat pemandiannnya dengan telanjang bulat dan mengejar batu itu, sambil berteriak :” Wahai batu , bajuku !! Wahai batu, bajuku !!”. Makam orang Israil pun melihat kearah kemaluan nabi Musa (pen : aneh, tak ada cerita insting menutupi dengan tangannya) dan berkata :” Demi Allah, Musa tidak menderita penyakit”. Maka batu itupun muncul kembali dari persembunyiannya, sehingga terlihat oleh Musa dan Musa lalu mengambil pakainnya . Ia kemudian menampar batu itu sehingga meninggalkan bekas pada enam atau tujuh tempat”.

D. Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Abu Huarirah :” Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu dan menciptakan Gunung pada hari Minggu, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan yang jelak-jelek pada hari Selasa , menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan hewan-hewan pada hari Kamis, dan menciptakan Adam a.s pada hari Jumat, sesudah waktu Asar , sebagi ciptaan terakhir dan pada hari yang terakhir , serta saat yang terakhir, yaitu (waktu) diantara waktu Asar dan Malam”.

NAH…INI DIA BUKTI YANG PENULIS CARI2, YANG MENYEMBUHKAN KEPALA YANG PUSING, MEMPERTANYAKAN KEGANJILAN BUNYI SUATU HADIS DALAM “SAHIH” BUKHARI DAN “SAHIH” MUSLIM. TERNYATA LABEL “SAHIH” TERSEBUT BUKANLAH ATAS KESEPAKATAN UMAT DAN ULAMA. TETAPI HANYA KEHENDAK ATAU KHILAF PRIBADI ATAU KEJAHILAN SEMENTARA ORANG…OK,
Semoga Allah SWT tetap melimpahkan rachmat dan hidayahnya kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim atas jerih payahnya selama ini dan semoga beliau di akhirat dapat menyaksikan generasi penerusnya “MEMBERSIHKAN” nama baik mereka…amin.

HAL KEUTAMAAN PARA SAHABAT :

Abdulah Faraj ibn Jauzi meriwayatkan dari Abu Huraihar : “ Rasul Allah menceritakan kepada saya , Surga dan Neraka saling membanggakan diri . Neraka berkata kepada Surga :” kedudukanku lebih agung dari pada kedudukanmu, ditempatku berdiam Fir’aun, raja-raja dan para penguasa yang jahat, serta kelaurga mereka, Lalu Allah mewahyukan kepada Surga agar ia berkata kapada Neraka :” Tetapi keagungan itu ada padaku, karena Allah telah menghiasi aku dengan Abu Bakar”.

Abdul Abbas al- Walid bin Ahmad al-Jauzini menyampaikan dari Abu Hurairah :” Saya mendengar Rasul Allah bersabda bahwa Abu Bakar mempunyai sebuah kubah dari permata putih, berpintu empat. Melalui pintu-pintu itu hemnbusan angin rakhmat . Diluar kubah terdapat pengampunan Allah dan didalam kubah terdapat keridhaan Allah. Setiap kali Abu Bakar merindukan Allah , maka pintun akan terbuka dan dia dapat melihat Allah.”.

Ibn Habban meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Aku mendengar Rasul Allah bersabda :” tatkala aku bermikraj ke langit , aku tiada menemukan sesuatu dilangit, kecuali aku bertemu dengan tulisan “ Muhammad Rasul Allah, Abu Bakar Shiddiq “.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Setelah salat subuh Rasul Allah menemui orang banyak , maka berkatalah seorang gembala sapi, bahwa tatkala ia mengembala sapi maka ia telah memukul sapinya, dan tiba-tiba sapi itu berkata :” Kami tidak diciptakan untuk diperlakukan seperti itu, kami diciptakan untuk membajak”. Maka orang itu berkata :” Subhanallah sapi bicara”. Maka Rasul Allah bersabda :” Sesungguhnya Aku percaya akan apa yang dikatakannnya, aku, Abu Bakar dan Umar. Padahal Abu Bakar dan Umar tidak hadir diantara kami. Dan seorang diantara kami berkata, bahwa tatkala seseorang sedang mengembala kambing, ia bertemu dengan seekor Srigala yang sedang membawa seekor Kambing. Tatkala ia menuntut kambing itu dari Srigala , maka tiba-tiba Srigala itu berkata :” Rebutlah dariku kalau engkau sanggup, Bukankah hari ini Hari Binatang Buas, hari yang tiada seorang boleh mengembala, kecuali diriku ?”. Maka orang itupun berkata :” Maha suci Allah, Srigala berbicara”. Maka Rasul bersabda :” Sesungguhnya Aku percaya akan apa yang dikatakannnya, aku, Abu Bakar dan Umar. Padahal mereka berdua ,Abu Bakar dan Umar tidak hadir diantara kami”.

Para penulis muslim dijaman dahulu telah melihat kelemahan2 hadis Abu Hurairah. Para peneliti sudah tahu Abu Hurairah mendapatkan kisah-kisah Injil Perjajnjian Lama dari Ka’ah al-Ahbar selama hampir tiga puluh tahun persahabatan diantara keduanya, sebelum dia menyampaikan hadis2nya dijaman Mu’awiyah.

Para peneliti juga mengetahui bahwa Mu’awiyah politikus yang ulung itu telah memerintahkan mengumpulkan “para sahabat” , agar menyampaikan hadis2 yang mengutamakan para sahabat Abu Bakar, Umar, Utman untuk mengimbangi keutamaan Abu Thurab (Ali bi Abu Thalib). Untuk itu Mu’awiyah memberikan imbalan berupa uang dan kedududkan kepada mereka .

Abul Hasan ‘ Ali bin Muhammad bin Abi Saif al-Mada’ini, dalam bukunya Al- Ahdats, mengutip sepucuk surat Mu’awiyah kapada bawahannya sbb:

“ Segera setelah menerima surat ini , kamu harus memanggil orang-orang . agar menyediakan hadis-hadis tentang para sahabat dan Khalifah. Perhatikanlah, apabila seseorang Muslim menyampaikan hadis tentang Abu Turab (Ali), maka kamupun harus menyediakan hadis yang sama tentang sahabat lain untuk mengimbanginya. Hal ini sangat menyenangkan saya dan mendinginkan hati saya dan akan melemahkan kedudukan Abu Thurab dan syi’ah-nya”. Ia juga memerintahkan untuk menghotbahkannnya di semua desa dan mimbar.

Dalam hubungannya dengan peristiwa saqifah dan sejarah lainnya, maka kita akan melihat kesamaan berita tersebut meskipun ada perbedaan dalam detilnya. Kecuali berita yang dibuat oleh penulis bernama Sa’if bin Umar ‘Usayyid Tamimi. Ternyata Sa’if bin Umar merupakan satu satunya orang yang menceritakan adanya seorang tokoh yang bernama “Abdullah bin Saba” yang tidak dicatat oleh penulis lainya manapun. Abdullah bin Saba menurut Sa’if adalah seorang Yahudi dari Shan’a , Yaman yang memeluk agama Islam pada jaman Utsman. Ia bergabung dengan kaum Muslim dan mengembara dari kota ke kota.

Sumber:

· Muhammad Hussin Al-Zahabi. 1990. al-Israiliyyat fi al-Tafsir wa al-Hadith. Qaherah:Maktabah Wahbah.

· Muhammad Hussin Al-Zahabi. t.th. al-Tafsir wa al-mufassirun. Qaherah: Maktabah Wahbah.

· Mazlan Ibrahim & Ahmed Kamel Mohamad. 2004. Israiliyyat dalam Kitab Tafsir Anwar Baidhawi.Selangor: Jabatan Usuluddin dan Falsafah Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s