PERPECAHAN SUNNi VS SYi’AH SALAH SATUNYA KARENA HADiS HADiS SUNNi ASWAJA SALiNG KONTRADiKSi.. DENGAN KATA LAiN BAHWA HADiS HADiS SUNNi TELAH DiUTAK ATiK DAN DiJAMAH OLEH TANGAN TANGAN JAHiL LALU Di CAMPUR ADUK ANTARA YANG BENAR DENGAN YANG BATHiL SEHiNGGA PENGANUT SUNNi TiDAK MAMPU LAGi MEMBEDAKAN MANA YANG ASLi DAN MANA YANG PALSU

Sebuah pertanyaan penting yang timbul, bagaimana kita menyikapi hadist-hadist yang simpang siur, yang setiap golongan mempertahankan pendapatnya masing-masing dengan menggunakan dalil-dalil hadistnya.

Jawaban pertanyaan ini pernah saya paparkan kepada seorang teman saya yang telah menjadi mu’alaf. Dia seorang mu’alaf yang tekun mempelajari agama dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Tapi saking tekunnya dia malah menjadi bingung sendiri, karena fatwa yang dia dapat berbeda-beda pada setiap pesantren

Inti pertanyaannya adalah bagaimana menyikapi hadist-hadist yg saling kontradiksi dan apakah mengakui hadist itu wajib atau tidak.

Saya menjawab bahwa dialah yang harus memutuskan sendiri jawabannya. Saya hanya bercerita sedikit tentang sejarah hadist. Selanjutnya saya minta agar dia mempergunakan PIKIRAN nya, karena Allah selalu dan selalu menyuruh umatnya untuk BERPIKIR.

Dalam sejarahnya, pembukuan hadist itu secara resmi muncul lebih 200 tahun setelah meninggalnya Rasulullah. Pertama-tama oleh Imam Bukhari (meninggal 256H/870), lalu Muslim (meninggal 261H/875), Abu Daud (meninggal 275H/888), Tirmidzi (meninggal 270H/883), Ibn Maja (meninggal 273H/886), dan al-Nasa’i (meninggal 303H/915).
Semenjak itulah baru Umat Islam menganggap Hadist sebagai sumber hukum Islam setelah alqur’an. Dan bagi umat islam yg tidak mau mengakui hadist akan dianggap menyeleweng, sesat, bahkan kafir.

Dalam pernyataan pembukaannya, Bukhari (yang dianggap sebagai sumber nomor satu dari Hadits shahih) menyatakan bahwa dari hampir 600 ribu Hadits yang ia ketahui pada zamannya, dia hanya dapat memastikan sebanyak 7397 sebagai hadits shahih dari nabi Muhammad. Ini adalah suatu pengakuan dari para pendukung Hadits bahwa sedikitnya 98,76% dari apa yang orang diharuskan untuk percaya sebagai sumber kedua selain Al-Qur’an, dan sebagai salah satu sumber utama hukum Islam, adalah semata-mata suatu kebohongan belaka!

Seharusnyalah PIKIRAN dan LOGIKA kita bertanya :
Apakah yg dipakai oleh umat Islam pada masa sebelum 200 tahun itu?
Apakah hadist2 yg kita pakai sekarang ini.? Tentu saja TIDAK.
Kalaupun ada hadist pada masa itu, tidaklah mungkin dipakai sebagai dasar hukum, karena ada jutaan hadist yang tersebar simpang siur, dan tidak ada yang dapat dipercaya sebagai suatu pegangan. Dan memang pada kenyataannya umat Islam pada masa itu tidak mengangap hadist apapun sebagai pegangan. Mereka hanya berpegang kepada satu2nya hukum, yaitu alqur’an yang suci dan mulia. Yang diturunkan dari sisi Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Lalu apa artinya ini…?
Apakah kita mengangap bahwa kita adalah umat yg lebih baik dari umat2 yg terdahulu.?
Apakah kita lebih baik dari pada umat-umat pada masa sahabat Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali dan para tabi’in…..?
Apakah umat islam pada masa ini lebih baik dari pada umat2 di masa2 dimana Islam begitu perkasa dan berjaya dan menjadi penguasa lebih dari separo belahan dunia.

Bukankah kenyataanya bahwa umat Islam pada masa itulah yang telah mengeluarkan Eropa dari kegelapan. Bahwa pemerintahan-pemerintahan besar pada masa itu adalah pemerintahan Islam, dan kebanyakan ilmu pengetahuan modern itu berasal dari Islam.
Bahwa akal pikiran yang terbesar dan termaju di segala zaman pada masa itu seluruhnya memandang dengan penuh hormat kepada kebudayaan Islam yang mutiara-mutiaranya tetap tersimpan dan Barat tidak pernah menemukannya.

Bukankah kenyataannya umat-umat Islam pada masa itu, walaupun jumlahnya tidak sebanyak pada masa ini tetapi mereka adalah singa-singa yg perkasa yang menguasai belantara dunia…..?

Dan adalah kenyataannya bahwa umat-umat Islam pada masa ini, walaupun jumlahnya begitu banyak, bahkan di Indonesia saja jumlahnya 200 juta lebih, namun hanyalah kawanan-kawanan kambing yang gampang digiring oleh serigala-serigala kelaparan.

Sangat Ironis bukan….?

Dan kenapa kita tidak juga mau BERPIKIR apakah yang menjadi penyebab semua itu.?

PERPECAHAN UMAT…!

Itulah biang keladinya. Terpecahnya umat ini yang memisahkan dirinya dalam golongan-golongan, mazhab-mazhab, sekte-sekte.

Lalu apa yang menjadi penyebab perpecahan umat ini.?
Tidak lain dari pada munculnya hadist-hadist…!
Masing-masing golongan menganggap hanya hadistnyalah yang benar dan shahih, dan tidak akan mau mengakui hadist-hadist di luar golongannya.

Lalu golongan manakah yang benar sebenar-benarnya.?
Sunni..?
Syi’ah..?
Mazhab Maliki..?
Mazhab Hanafi..?
Mazhab Hambali..?
Mazhab Syafi’i..?
Siapakah yang dapat menjadi hakim untuk menilai kebenaran golongan-golongan itu.?

Lalu hadist golongan manakah yang benar sebenar-benarnya.?
Siapakah yang dapat menjadi hakim untuk menilai kebenaran hadist-hadist itu.?
Kita kah…?
Ulama-ulama kita kah…?

Subhanallah….

Penulis Sejarah menyadari adanya prasangka dari saksi-saksi pelapor suatu peristiwa atau keadaan dan para penyalur yang membentuk rangkaian Isnad. Ia juga harus menyadari kemungkinan adanya kesalahan dan kekeliruan mereka karena kelemahan-kelamahan manusiawai, seperti lupa, salah tanggap, salah tafsir, pengaruh penguasa terhadap dirinya, serta latar belakang keyakinan pribadinya. Suatu rangkaian Isnad yang lengkap , dengan penyalur-penyalur yang identitas orangnya dapat dipercaya, belum bisa menjadi kebenaran suatu berita.

Murthada al-Askari misalnya, telah berhasil menemukan nama 150 orasng sahabat nabi yang fiktif, yang telah dimasukan oleh para penulis sejarah lama sebagai saksi-saksi pelapor. Penulis sejarah semacam ini telah memasukan nama berbagai kota dan sungai yang kenyataannnya tidak pernah ada. Al’ Amin berhasil mengumpulkan nama 700 nama pembohong yang pernah mengada-adakan berita tentang Nabi Muhammad, bahkan ada yang menyampaikan seorang diri beribu-ribu hadis palsu. Diantar mereka terdapat para pembohong Zuhud, yang sembahyang, mengaji dan berdoa semalaman tetapi pada pagi hari mulai duduk mengajar dan berbohong seharian.

Sebenarnya para ulama jaman dahulu telah mengetahui cerita fiktif, dan telah mengenal para penulis buku tersebut sebagai pembohong , tetapi karena berbagai sebab, keritik-keritik mereka terhenti ditengah jalan. Kedudukan Ulama makin beralih ke “tugas dakwah” dan “mengabaikan penelitian”. Penelitian dijaman para sahabatpun dilupakan. Ditutupnya pintu ijtihad, telah menambah parahnya perkembangan penelitian sejarah jaman para sahabat dan tabiin, generasi kedua. Sedangkan para ulama terus bertaklid pada ijtihad para imam yang hidup pada masa-masa kemudian.
.

Itulah sebabnya buku-buku yang mengandung hasil studi yang kritis tidak lagi mendapatkan pasaran. Karena “pikiran-pikiran baru” ini akan membuat dirinya terasing dalam kalangannya sendiri dan dari masyarakat yang telah “mantap” dalam keyakinan.

.

Pada abad kedua puluh ini telah muncul para peneliti yang sangat tekun antar lain Syekh Muhammad Ridha al-Muzhaffar dalam bukunya SHAQIFAH dan Abdul Farah Abdul Maqshud dalam buku AS-SHAQIFAH WAL KHILAFAH. Dan buku ini bertujuan untuk melanjutkan penelitian yang telah dilakukan peneliti2 muslim

.

RIWAYAT HIDUP DAN HADIS-HADIS ABU HURAIRAH :
========================================

Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi (bahasa Arab: عبدالرحمن بن صخر الأذدي) (lahir 598 – wafat 678), yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Hurairah (bahasa Arab: أبو هريرة), adalah seorang Sahabat Nabi yang terkenal dan merupakan periwayat hadits yang paling banyak disebutkan dalam isnad-nya oleh kaum Islam Sunni.

Masa muda

Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Ia diperkirakan lahir 21 tahun sebelum hijrah, dan sejak kecil sudah menjadi yatim. Nama aslinya pada masa jahiliyah adalah Abdus-Syams (hamba matahari) dan ia dipanggil sebagai Abu Hurairah (ayah/pemilik kucing) karena suka merawat dan memelihara kucing. Ketika mudanya ia bekerja pada Basrah binti Ghazawan, yang kemudian setelah masuk Islam dinikahinya.

Menjadi muslim

Thufail bin Amr, seorang pemimpin Bani Daus, kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad dan menjadi muslim. Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak. Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amr ke Makkah, Nabi Muhammad mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba Maha Pengasih). Ia tinggal bersama kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelum bergabung dengan kaum muhajirin di Madinah tahun 629. Abu Hurairah pernah meminta Nabi untuk mendoakan agar ibunya masuk Islam, yang akhirnya terjadi. Ia selalu menyertai Nabi Muhammad sampai dengan wafatnya Nabi tahun 632 di Madinah.

Peran politik

Umar bin Khattab pernah mengangkat Abu Hurairah menjadi gubernur wilayah Bahrain untuk masa tertentu. Saat Umar bermaksud mengangkatnya lagi untuk yang kedua kalinya, ia menolak.
Ketika perselisihan terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan, ia tidak berpihak kepada salah satu diantara mereka.

Periwayat hadits

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad, yaitu sebanyak 5.374 hadits. Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain. Imam Bukhari pernah berkata: “Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah”.
Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan Abu Hurairah terhadap hadits Nabi. Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadits yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu huruf.
Salah satu kumpulan fatwa-fatwa Abu Hurairah pernah dihimpun oleh Syaikh As-Subki dengan judul Fatawa’ Abi Hurairah.

Keturunan

Abu Hurairah termasuk salah satu di antara kaum fakir muhajirin yang tidak memiliki keluarga dan harta kekayaan, yang disebut Ahlush Shuffah, yaitu tempat tinggal mereka di depan Masjid Nabawi. Abu Hurairah mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan Said bin Musayyib, yaitu salah seorang tokoh tabi’in terkemuka.

Wafat

Pada tahun 678 atau tahun 59 H, Abu Hurairah jatuh sakit, meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi’.
Ada beberapa riwayat yang disampaikan Abu Hurairah sebagai saksi pelapor dalam peristiwa Saqifah. Abu Hurairah pun telah menyampaikan keutamaan2 Abu Bakar dan Umar yang melebihi keutamaan para dsahabat lainnya. Tetapi sehubungan dengan peristiwa saqifah , riwayat sejarah dan hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah harus dipandang dengan kritis karena profil kontroversil tokoh ini.

“Kepribadian Abu Hurairah lemah. Tatkala ia kembali dari Bahrain, Umar bin Khatab memukulnya sampai berdarah, karena Umar menuduhnya menggelapkan uang Baitul Mal . Umar menuduhnya sebagai pencuri, dan menamakannya “musuh Allah dan musuh kaum muslimin. Abu Hurairah ketika itu menjadi gubernur ketiga di Bahrain sesudah Al’ Ala bin Hadhrami, yang kemudian diganti oleh Qudamah bin Madh’un. Umar tidak mempercayai sebuah hadis pun dari Abu Hurairah dan melarang (dia) menyampaikan hadis.”

Kesimpulan :
1. Keputusan Umar Bin Khatab ra ini berdasarkan emosi dan pertimbangan kehawatiran akan akhlak Abu Hurairah yang buruk.( wajar seorang Khalifah memberi instruksi spt ini saat kekuasaannya).
2. Tetapi ini hanya keputusan seorang Umar bin Khatab sebagai Khalifah ….yang TIDAK BOLEH DIJADIKAN PANUTAN UMAT Islam setelah kekhalifahan beliau,…..karena umat hanya boleh mengikuti ucapan risalah hadis Nabi SAW saja, dan sejarah adalah bagian dari kisah pembelajaran UNTUK DIAMBIL HIKMAHNYA.
3. Terbukti ADA BANYAK HADIS Abu Hurairah yang bisa dibilang SAHIH karena sinkron dengan Al Quran (sebagaimana nasihat Nabi SAW).
4. Tetapi TERBUKTI ADA BANYAK PULA HADIS Abu Huarirah yang JELAS PALSU (Madzu/ Dhaif) karena bertentangan dengan Al Quran dan akidah aqal sehat.

5. YANG JADI PERMASALAHAN , …..Siapa dan Bagaimana Cerita KONVERSI KEIMANAN sang Syek Doyan Makan ini…?…….monggo di duga2……mudah cekalii…

BUKTI :
=======
1. CONTOH HADIS YANG SAHIH DARI ABU HURAIRAH KARENA SINKRON DGN AL QURAN DAN AKIDAH ISLAM , SBB :

” Abu Hurairah bertanya kepada Nabi :” Siapa yang paling bahagia dgn syafaatmu ya Rasulallah ?, Nabi menjawab : ” Orang yang mengatakan Tiada Tuhan Selain Allah dan Bersih Hatinya (ikhlas)”.

2. CONTOH HADIS PALSU DARI ABU HURAIRAH YANG BERTENTANGAN DENGAN AYAT AL QURAN DAN JELAS BERSIFAT ” ISRAILIYAT” SBB :

“HR dari Abu Hurairah :” Nabi bersabda ” Kalau Allah memutuskan sesuatu dilangit , maka para malaikat semua “mengepakan sayapnya” dgn merendah diri karena mendengar firman Allah….bla…bla…”

MAKA BUNYI HADIS INI JELAS BERTENTANGAN DENGAN AYAT AL QURAN SBB :

Az’Zukhruf 19 : “ Dan mereka (= Nasrani ) menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan . Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu ? .”

=============
….KITA TAK BISA INGKARI BAHWA KAUM NASRANI KETIKA ITU MENGGAMBARKAN MALAIKAT SEBAGI “TERLIHAT SBG WANITA”( atau tak berjenis kelamin), “BERSAYAP”, atau “BAYI BERSAYAP”….

Setelah Utsman meninggal , Abu Hurairah mem-bai’at Mu’awiyah

Kepribadiannya yang piknikus itu dapat dilukiskan dengan kata-katanya sendiri (yg pernah diucapkan Abu Hurairah) :” Sungguh semarak makan di meja Mu’awiyah, dan sungguh sempurna solat dibelakang Ali bin Abi Thalib. Dan iapun memilih makan dimeja Mu’awiyah . Ia mem bai’at Mu’awiyah sebagai khalifahnya . Lalu hadis-hadisnya pun mulai bermunculan . Yang pertama berbunyi :”Aku mendengar rasul Allah bersabda :” Sesungguhnya Allah mengamanatkan wahyunya kepada ketiga oknum, yaitu saya , Jibril serta Mu’awiyah. Karena doyannya kepada makanan itulah maka orang menamakannya Syekh al’Mudhfrah, ….”Syekh Doyan Makan” . Seluruh hadisnya disampaikan di jaman Mu’awiyah.

Hadis-hadis yang disampaikan Abu Hurairah berjumlah 5.373 buah…dibandingkan dengan seluruh hadis yang disampaikan oleh keempat Khalifah ur Rassyidin, jumlah ini sangat banyak. Abu Bakar misalnya menyampaikan hanya 142 hadis, Umar hanya 537 hadis, Utsman hanya 146 hadis dan Ali hanya 586 hadis, Jumlah semuanya hanya 1.411 hadis , dan itu berarti Cuma 21% dari jumlah hadis yang disampaikan Abu Hurairah seorang diri. Dan jumlah ini hamper sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Umar mengancam akan memukulnya, apabila ia membawakan hadis. Ia (Abu Hurairah) sendiri mengaku tidak berani mengucapkan sebuah hadispun di jaman Umar. Ummul mukminin Aisyah mengatakan bahwa ia tak pernah mendengar rasul bercerita seperti apa yang disampaikan oleh Abu Hurairah. Ali menamakannya “Pembohong Ummah”. Demikian juga tokoh-tokoh kemudian, Sayyid Muhammad Rasyid Ridha mengatakan bahwa sekiranya Abu Huarirah meninggal sebelum Umar, maka Umat Islam tidak akan mewarisi hadis-hadis yang penuh khurafat, isykalat dan israiliyat. (pengaruh Injil).

Abu Hurairah sering menjadi saksi pelapor dari suatu kejadian (sejarah dll)..padahal dia tidak hadir ditempat tersebut. Ia hanya tinggal selama satu tahun sembilan bulan di Suffah Mesjid Nabi di Madinah , yairu antara bulan safar tahun tujuh hijriah, sampai bulan zulkhaidah tahun delapan. Setelah itu ia berada jauh di Bahrain. Tetapi ia telah memberikan laporan –laporan sebagai saksi mata tentang hal-hal yang terjadi pada masa-masa sebelum dan sesudahnya. Misalnya ia menceriytakan bahwa Rasul Allah menyuruh Abu Thalib membaca syahadat tatkala ayah Ali itu sedang menghadapi maut, tetapi Abu Thalib menolak, dan karena itu Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir. Katanya, pada wqaktu itulah turun ayat Al Quran :” Kamu tidak dapat memberi hidayah (kepada) siapa saja yang kamu cintai, tetapi Allah-lah pemberi hidayah (kepada) siapa yang Ia kehendaki. Dan Ia telah mengetahui siapa yang menerima petunjuk.(QS 28:56). Anehnya Abu Thalib meninggal tiga tahun sebelum hijriah, sedangkan Abu Hurairah baru muncul dalam masyarakat Islam tujuh tahun setelah Hijriah, yakni 10 tahun setelah Abu Thalib wafat. Dan ia menyampaikan hadis itu sebagai saksi mata . Maka dapatlah dimaklumi apabila Mu’awiyah memberikannya sejumlah uang kepadanya untuk hadis tsb. Banyak sangat hadis Abu Hurairah seperti itu.

TERHILAFKAN/ TERKONTAMINASI KEDALAM KARYA2 BUKHARI DAN MUSLIM

A. Hadis-hadis Israiliyat banyak disampaikan Abu Hurairah. yang berakibat kehilafan manusiawi pengumpul hadis sekian abad kemudian seperti Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya antara lain meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Allah menciptakan Adam seperti bentuk (shurah) Allah, dengan panjang badan 60 hasta (27 m)” Dan tambahan via jalur Sa’id bin Musib :” Lebar badan Adam 7 hasta (dzira), yaitu 2,15 m”. Melalui jalur lain dengan lafal yang lain :” Bila dua orang berkelahi, maka hindarilah memeukul wajahnya, karena Allah membentuk Adam menurtu bentuk-Nya”. Melalui jalur lain lagi , ada yang berbunyi :” Bila memukuil orang , hindarilah menampar wajahnya, dan janganlah berkata :” Mudah-mudahan Allah memburukan wajahmu”, sebab wajah Allah adalah SAMA dengan wajahmu, sebab sesungguhnya Allah membebntuk Adam menurut wajah-Nya.

B. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sahihnya, dari Abu Hurairah :” Rasul bersabda :” Malaikat maut datsang kepad Musa dan bersabda :” Penuhilah kehendak Tuhanmu !”, maka Nabi Musa pun menampar mata malaekat Maut, sehingga biji mata Malaekat Maut keluar dari rongganya. Maka Malaekat Maut kembali kepada Allah dan berkata :” Sesungguhnya Engkau mengutus kepada hamba-Mu yang tiada menghendaki kematian dan ia mencopot mataku”. Maka Allah mengembalikan biji mata Malaekat Maut kedalam tempatnya semula. Dan berkata :” Kembalilah kepadanya dan katakan agar ia meletakan tangannnya diatas punggung seekor sapi , maka umurnya akan bertambah satu tahun untuk setiap bulu sapi yang melekat ditangannya”. Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah :” Sesudah itu bagaimana ?”. Allah menjawab :” Sesudah itu mati”. Maka Musa bekata :” Jika demikian, maka lebih baik aku mati sekarang saja”. Ia lalu memohon kepada Allah agar ia didekatkan ke tanah suci, sejauh lemparan batu”.

C. Bukhari dan Muslim menulis dalam sahihnya berasal dari Abu Hurairah :” Rasul bersabda :” Bani Israil suatu ketika serdang mandi telanjang dan saling melihat aurat mereka. Dan Nabi Musa tidak akan mandi bersama mereka, karena (beliau malu) kemaluannnya besar, ia menderita hernia (burut).”. Suatu ketika Nabi Musa pergi mandi dan meletakan bajunya diatas batu , maka batu itupun berlari membawa bajunya . Dan setelah Musa menjamah bekas tempat batu itu , dia baru sadar dan melihat batu yang lari . Ia pun keluar dari tempat pemandiannnya dengan telanjang bulat dan mengejar batu itu, sambil berteriak :” Wahai batu , bajuku !! Wahai batu, bajuku !!”. Makam orang Israil pun melihat kearah kemaluan nabi Musa (pen : aneh, tak ada cerita insting menutupi dengan tangannya) dan berkata :” Demi Allah, Musa tidak menderita penyakit”. Maka batu itupun muncul kembali dari persembunyiannya, sehingga terlihat oleh Musa dan Musa lalu mengambil pakainnya . Ia kemudian menampar batu itu sehingga meninggalkan bekas pada enam atau tujuh tempat”.

D. Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Abu Huarirah :” Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu dan menciptakan Gunung pada hari Minggu, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan yang jelak-jelek pada hari Selasa , menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan hewan-hewan pada hari Kamis, dan menciptakan Adam a.s pada hari Jumat, sesudah waktu Asar , sebagi ciptaan terakhir dan pada hari yang terakhir , serta saat yang terakhir, yaitu (waktu) diantara waktu Asar dan Malam”.

———————————————————-
NAH…INI DIA BUKTI YANG PENULIS CARI2, YANG MENYEMBUHKAN KEPALA YANG PUSING, MEMPERTANYAKAN KEGANJILAN BUNYI SUATU HADIS DALAM “SAHIH” BUKHARI DAN “SAHIH” MUSLIM. TERNYATA LABEL “SAHIH” TERSEBUT BUKANLAH ATAS KESEPAKATAN UMAT DAN ULAMA. TETAPI HANYA KEHENDAK ATAU KHILAF PRIBADI ATAU KEJAHILAN SEMENTARA ORANG…OK,
Semoga Allah SWT tetap melimpahkan rachmat dan hidayahnya kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim atas jerih payahnya selama ini dan semoga beliau di akhirat dapat menyaksikan generasi penerusnya “MEMBERSIHKAN” nama baik mereka…amin.
———————————————————-
HAL KEUTAMAAN PARA SAHABAT

A. Abdulah Faraj ibn Jauzi meriwayatkan dari Abu Huraihar : “ Rasul Allah menceritakan kepada saya , Surga dan Neraka saling membanggakan diri . Neraka berkata kepada Surga :” kedudukanku lebih agung dari pada kedudukanmu, ditempatku berdiam Fir’aun, raja-raja dan para penguasa yang jahat, serta kelaurga mereka, Lalu Allah mewahyukan kepada Surga agar ia berkata kapada Neraka :” Tetapi keagungan itu ada padaku, karena Allah telah menghiasi aku dengan Abu Bakar”.

B. Abdul Abbas al- Walid bin Ahmad al-Jauzini menyampaikan dari Abu Hurairah :” Saya mendengar Rasul Allah bersabda bahwa Abu Bakar mempunyai sebuah kubah dari permata putih, berpintu empat. Melalui pintu-pintu itu hemnbusan angin rakhmat . Diluar kubah terdapat pengampunan Allah dan didalam kubah terdapat keridhaan Allah. Setiap kali Abu Bakar merindukan Allah , maka pintun akan terbuka dan dia dapat melihat Allah.”.

C. Ibn Habban meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Aku mendengar Rasul Allah bersabda :” tatkala aku bermikraj ke langit , aku tiada menemukan sesuatu dilangit, kecuali aku bertemu dengan tulisan “ Muhammad Rasul Allah, Abu Bakar Shiddiq “.

D. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah :” Setelah salat subuh Rasul Allah menemui orang banyak , maka berkatalah seorang gembala sapi, bahwa tatkala ia mengembala sapi maka ia telah memukul sapinya, dan tiba-tiba sapi itu berkata :” Kami tidak diciptakan untuk diperlakukan seperti itu, kami diciptakan untuk membajak”. Maka orang itu berkata :” Subhanallah sapi bicara”. Maka Rasul Allah bersabda :” Sesungguhnya Aku percaya akan apa yang dikatakannnya, aku, Abu Bakar dan Umar. Padahal Abu Bakar dan Umar tidak hadir diantara kami. Dan seorang diantara kami berkata, bahwa tatkala seseorang sedang mengembala kambing, ia bertemu dengan seekor Srigala yang sedang membawa seekor Kambing. Tatkala ia menuntut kambing itu dari Srigala , maka tiba-tiba Srigala itu berkata :” Rebutlah dariku kalau engkau sanggup, Bukankah hari ini Hari Binatang Buas, hari yang tiada seorang boleh mengembala, kecuali diriku ?”. Maka orang itupun berkata :” Maha suci Allah, Srigala berbicara”. Maka Rasul bersabda :” Sesungguhnya Aku percaya akan apa yang dikatakannnya, aku, Abu Bakar dan Umar. Padahal mereka berdua ,Abu Bakar dan Umar tidak hadir diantara kami”.

Para penulis muslim dijaman dahulu telah melihat kelemahan2 hadis Abu Hurairah. Para peneliti sudah tahu Abu Hurairah mendapatkan kisah-kisah Injil Perjajnjian Lama dari Ka’ah al-Ahbar selama hampir tiga puluh tahun persahabatan diantara keduanya, sebelum dia menyampaikan hadis2nya dijaman Mu’awiyah.

Para peneliti juga mengetahui bahwa Mu’awiyah politikus yang ulung itu telah memerintahkan mengumpulkan “para sahabat” , agar menyampaikan hadis2 yang mengutamakan para sahabat Abu Bakar, Umar, Utman untuk mengimbangi keutamaan Abu Thurab (Ali bi Abu Thalib). Untuk itu Mu’awiyah memberikan imbalan berupa uang dan kedududkan kepada mereka .

Abul Hasan ‘ Ali bin Muhammad bin Abi Saif al-Mada’ini, dalam bukunya Al- Ahdats, mengutip sepucuk surat Mu’awiyah kapada bawahannya sbb:

“ Segera setelah menerima surat ini , kamu harus memanggil orang-orang . agar menyediakan hadis-hadis tentang para sahabat dan Khalifah. Perhatikanlah, apabila seseorang Muslim menyampaikan hadis tentang Abu Turab (Ali), maka kamupun harus menyediakan hadis yang sama tentang sahabat lain untuk mengimbanginya. Hal ini sangat menyenangkan saya dan mendinginkan hati saya dan akan melemahkan kedudukan Abu Thurab dan syi’ah-nya”. Ia juga memerintahkan untuk menghotbahkannnya di semua desa dan mimbar.

Dalam hubungannya dengan peristiwa saqifah dan sejarah lainnya, maka kita akan melihat kesamaan berita tersebut meskipun ada perbedaan dalam detilnya. Kecuali berita yang dibuat oleh penulis bernama Sa’if bin Umar ‘Usayyid Tamimi. Ternyata Sa’if bin Umar merupakan satu satunya orang yang menceritakan adanya seorang tokoh yang bernama “Abdullah bin Saba” yang tidak dicatat oleh penulis lainya manapun. Abdullah bin Saba menurut Sa’if adalah seorang Yahudi dari Shan’a , Yaman yang memeluk agama Islam pada jaman Utsman. Ia bergabung dengan kaum Muslim dan mengembara dari kota ke kota.

abu artinya bapak—hurairah artinya kucing jadi abu hurairah artinya bapaknya kucing…kumpul dengan nabi 1 thn 3 bln meriwayatkan hampir 6000 hadis cukup fantastis karena Ali..abu bakar..umar dan usman gabungan dari hadis2 beliau ini jumblahnya kurang dari 1500 hadis ketika ditang aisyah darimana sumbernya abu hurairah menjawab dari kantongnya abu hurairah…di panggail abu hurirah atau bapaknya kucing karena malas bekerja dan kerjanya mengompulkan kucing tiap sore hari mengetuk ruah sahabat untuk minta makanan dgn dalih kucingnya…kare seringnya membawa2 kucing maka dia di panggil bapaknya kucing atau abu hurairah…ini jaman modern teliti aja hadis2nya dan jangan membunuh karakter saudara kita dgn cap syiah dan lain sebagainya beri argumen yang baik kalau kita membelanya..

pada jaman ali terjadi perang antara Ali sebagai Khalifah yang di kenal sebagai Ahlus Sunnah dan Muawiyah yang memberontak tdk mau mengakui ali sebagai Khalifah dan menamakan kelompoknya sebagai Jamaah..berebut pengaruh pada orang-orang madinah untuk segera memutuskan dia berada di pihak yang mana?Ali yang Ahlus Sunnah atau Muawiyah yg menamakan kelompoknya jamaah..?orang-orang madinah pada saat itu mengambil suatu keputusan,bahwa mrk bukan Ahlus Sunnah dan juga bukan Jamaah akan tetapi mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah..inilah sejarah Ahlus Sunnah wal jamaah yang didak mempunyai keberanian mengambil sikap..mana yang benar Ali atau si pemberontak Muawiyah?jawaban mereka benaaaaaaaar semua…yg kemudian kt warisi hingga saat ini….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s