Iran Kekuatan Top Dunia…Bangkitnya Republik Islam Iran melalui kemajuan teknologinya…. Revolusi Islam Islam Iran Telah Mengubah Peta Kekuatan Dunia

Mahmud Ahmadinejad, Presiden RI Iran

Rudal Shihab 3



Rudal Shihab 3 dan Kekuatan Militer Iran

Amerika Serikat dan Israel tentu begitu lega melihat jatuhnya rezim Saddam Hussein pada 9 April lalu. Para ahli strategi Israel memandang peristiwa historis itu sebagai titik balik terjadinya pergeseran perimbangan kekuatan sangat mendasar di kawasan Timur Tengah yang menguntungkan posisi Israel.

Ambruknya rezim Saddam Hussein telah menghilangkan trauma bagi warga Israel tentang gempuran sebanyak 39 rudal balistik Irak atas berbagai sasaran di Israel selama bulan Januari dan Februari 1991. Sejak itu, warga Israel selalu membiasakan diri menggunakan masker dan berlindung di bungker setiap muncul situasi genting di Timur Tengah.

Akan tetapi, Israel terakhir ini dikejutkan lagi oleh keberhasilan Iran meluncurkan rudal balistik Shihab 3 yang memiliki jangkauan tembak sejauh 1.300 kilometer, yakni dapat mencapai wilayah Israel. Para pejabat Israel pun segera mengeluarkan statement tentang bahaya ancaman rudal Shihab 3 itu.

Menlu Israel Silvan Shalom mengatakan, rudal Iran yang mencapai wilayah Israel merupakan ancaman sangat berbahaya atas keamanan Timur Tengah. Pernyataan serupa disampaikan para pejabat Israel lainnya seperti PM Ariel Sharon dan Menhan Shaul Mofaz.

Rudal Shihab 3

Rudal Shihab 3 merupakan rudal darat ke darat yang memiliki jangkauan tembak sejauh 1.300 km. Rudal tersebut mampu membawa bahan peledak seberat 750 kilogram hingga 1.000 kilogram. Rudal itu juga konon bisa membawa bom kimia atau biologi seberat 800 kg.

Iran telah melakukan percobaan peluncuran rudal itu sebanyak delapan kali selama lima tahun terakhir ini (1998-2003) dan mengumumkan keberhasilan percobaan tersebut. Artinya, rudal Shihab 3 kini telah menjadi bagian dari persenjataan andalan angkatan bersenjata Iran. Selama ini, Pemerintah Iran selalu menegaskan bahwa tidak ada niat menggunakan rudal itu untuk menyerang negara lain.

Rudal Shihab 3 merupakan duplikat rudal Nodong buatan Korea Utara yang telah dikembangkan sendiri oleh putra-putra Iran. Seperti dimaklumi, Iran dan Korea Utara menjalin hubungan militer cukup kuat selama lebih dari satu dekade.

Sejak awal tahun 1980-an Iran telah membeli dari Korea Utara rudal Scud B yang memiliki jangkauan tembak 300 km dan rudal Scud C yang mempunyai jangkauan tembak sejauh 500 km hingga 600 km. Iran menggunakan rudal Scud B dan Scud C dalam perang melawan Irak pada tahun 1980-an.

Pascaperang Irak-Iran tahun 1988, Iran mulai menyadari pentingnya rudal balistik dalam suatu peperangan. Pemerintah Iran lalu menginvestasikan uang di Korea Utara untuk mendapatkan rudal yang lebih canggih. Pihak Korea Utara menyambut baik upaya Iran itu dengan menjual teknologi militer. Iran juga membeli rudal balistik Nodong dari Korea Utara.

Pada tahap berikutnya, Iran mengembangkan rudal Nodong itu dengan bantuan ahli dari Rusia dan Ukraina. Pada perkembangan selanjutnya, Iran beralih dari membeli dan bergantung pada luar negeri menjadi mengembangkan sendiri dengan proses alih teknologi. Iran kemudian berhasil memodifikasi rudal Nodong menjadi rudal Shihab 3 dan memproduksi 150 kepala rudal.

Menurut versi Israel, Iran akan terus mengembangkan rudal Shihab 3 menjadi Shihab 4 yang memiliki jangkauan tembak 2.000 km, Shihab 5 (5.500 km), dan Shihab 6 (10.000 km).

AS dan Israel mengikuti secara saksama perkembangan percobaan rudal Iran itu baik melalui satelit ruang angkasa maupun intelijen. AS selama ini gagal menekan Korea Utara agar mencegah penjualan rudal atau teknologi militer kepada Iran. Oleh karena itu, Presiden Bush memasukkan Iran dan Korea Utara (bersama Irak pada masa rezim Saddam Hussein) sebagai poros kejahatan dalam pidato kenegaraannya yang terkenal pada 29 Januari 2002. Tak heran kalau berita pertama tentang keberhasilan percobaan peluncuran rudal Shihab 3 dimuat oleh harian Haaretz, Israel, pada 4 Juli 2003.

Pengembangan rudal

Upaya Iran memproduksi dan mengembangkan rudal balistik adalah menjadi bagian dari proyek unggulan dalam proses membangun kembali kekuatan militer Iran pascaperang Iran-Irak tahun 1988.

Pada saat perang dengan Irak, tempat-tempat strategis Iran selalu dibombardir oleh rudal balistik Irak yang dikenal dengan nama perang kota. Meskipun perang rudal saat itu tidak memiliki pengaruh strategis, Iran mengalami kerugian materi maupun manusia cukup besar. Selain itu, Iran merasa terkucilkan dari pergaulan regional dan internasional.

Iran pun kemudian banyak mengambil pelajaran dari perang dengan Irak itu dengan cara secara perlahan mencoba melepaskan dari ketergantungan pada negara lain, khususnya di sektor militer.

Iran lalu berusaha mencoba memiliki rudal canggih yang sesungguhnya dimulai sejak masa perang Iran-Irak. Saat itu, Iran meningkatkan hubungannya dengan Cina dan Korea Utara dan berhasil mendapatkan rudal Scud B dari kedua negara tersebut. Iran bekerja sama dengan kedua negara itu dalam proyek pengembangan rudal balistik secara bertahap.

Pengembangan persenjataan rudal itu melalui program komprehensif dan terpadu dengan sasaran memproduksi rudal balistik jarak pendek, menengah, dan jauh. Langkah pertama ditujukan untuk memproduksi rudal balistik jarak pendek (600 km), kemudian dilanjutkan memproduksi rudal jarak menengah (1.000 km), lalu terakhir ini mencoba mengembangkan rudal balistik jarak jauh (2.000 km ke atas).

Upaya pengembangan rudal balistik itu yang dilakukan sejak dini oleh Iran menjadi paradigma pemikiran Pemerintah Iran sejak tahun 1980-an. Mantan Presiden Hashemi Rafsanjani sewaktu menjabat ketua parlemen tahun 1988 menegaskan, prioritas proyek nasional Iran adalah memiliki kemampuan persenjataan rudal balistik sangat kuat yang bisa mendekati kekuatan rudal AS dan Rusia.

Menurut laporan Pemerintah Iran, negeri itu kini memiliki tidak kurang dari 100 instalasi untuk memproduksi senjata rudal balistik dalam berbagai ukuran yang mempekerjakan ribuan karyawan dan teknisi.

Ada dua jalur yang ditempuh Iran dalam memproduksi dan mengembangkan rudal balistik itu. Pertama, jalur Cina. Jalur ini untuk tujuan memproduksi rudal balistik yang memiliki jangkauan 800 km hingga 1.000 km. Dalam konteks ini, Iran, berkat kerja sama dengan Cina, berhasil memproduksi rudal balistik Scud B dan Iqab.

Kedua, jalur Korea Utara. Jalur ini bertujuan memproduksi rudal Scud B versi Korea Utara dalam jumlah besar. Korea Utara juga membantu Iran memproduksi rudal Shahin 1 dan Shahin 2.

Volume hubungan kerja sama Iran-Korea Utara memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan tingkat hubungan Iran dengan Cina dan Rusia. Hal itu disebabkan tingkat teknologi militer Korea Utara lebih rendah dibandingkan dengan Cina dan Rusia.

Iran dalam memproduksi rudal balistik Shihab 3 menggunakan teknologi dari Rusia, Cina, Jerman, dan Korea Utara. Iran mendapatkan dari Rusia, misalnya, teknologi perakitan dan membuat komponen-komponen inti dalam rudal Shihab 3. Sementara dari Cina, Iran memperoleh teknologi penggunaan bahan bakar dan sistem pengarah terhadap sasaran tembak.

Dalam beberapa kali percobaan, salah sasaran tembak hanya melenceng paling jauh 4 km dari sasaran inti dengan tembakan dari jarak 1.300 km. Minimal, tembakan rudal Shihab 3 itu bisa mengguncang psikologis rakyat negara yang menjadi sasaran tembak rudal tersebut.

Sebagian besar instalasi untuk produksi rudal balistik Shihab 3 kini terkonsentrasi di kota Kharaj dengan melibatkan teknisi Rusia dan Cina. Percobaan pertama peluncuran rudal Shihab 3 dilakukan pada tahun 1998. Dalam kurun waktu 1998-2003, Iran sedikitnya telah melakukan percobaan delapan kali.

Menurut laporan media massa Barat, Iran tidak berhenti pada pengembangan rudal Shihab 3, tetapi juga berusaha memproduksi rudal Shihab 4 dan seterusnya.

Arti strategis Shihab 3

Rudal darat ke darat jarak menengah dan jauh merupakan unsur penting dalam geostrategi regional maupun internasional. Maka, hadirnya rudal Shihab 3 dalam perimbangan kekuatan militer di Timur Tengah merupakan tantangan serius terhadap hegemoni AS dan Israel di kawasan itu.

Arti penting rudal balistik tentu amat disadari oleh Iran sendiri karena telah menentukan jalannya perang Irak-Iran pada tahun 1980-an. Ada sejumlah arti penting dari rudal balistik itu.

Pertama, perang rudal Irak-Iran dengan cara menghantam kota-kota, di mana Irak saat itu mampu menyerang kota Teheran dan Asfahan dengan rudal balistik secara intensif pada Maret dan April 1988, memaksa Iran menghentikan perang lantaran keunggulan Irak cukup mencolok dalam perang rudal itu.

Kedua, peran rudal balistik semakin menentukan dalam menghantam pangkalan-pangkalan militer dan tempat strategis lainnya.

Ketiga, kepemilikan suatu negara atas senjata rudal bisa mengangkat wibawa dan posisi negara tersebut dalam percaturan regional dan internasional.

Keempat, biaya memproduksi rudal balistik jauh lebih murah daripada membeli pesawat tempur canggih seperti pesawat tempur F16 dan setaranya.

Kelima, Iran yang selama ini menolak berdamai dengan Israel menganggap rudal balistik merupakan satu-satunya modal untuk bisa menciptakan perimbangan strategis dengan Israel. Jika Iran mampu menyerang sasaran di Israel dengan rudal balistik, Iran berarti berhasil membuyarkan konsep keamanan strategis Israel tanpa harus menggunakan pasukan darat Iran satu pun untuk menembus perbatasan Israel, mengguncang psikologis rakyat Iran, dan membawa kerugian materi maupun manusia di pihak Israel.

Ketika Iran mengumumkan berhasilnya percobaan peluncuran rudal Shihab 3, yang terkesan adalah rudal Iran itu mampu menjangkau Israel, kawasan Teluk (tempat konsentrasi pasukan AS), Pakistan, India, Turki, Asia Tengah, dan sebagian kawasan Laut Merah.

AS pun memperingatkan sekutunya tentang bahaya kepemilikan Iran atas teknologi militer canggih yang mempunyai jangkauan tembak cukup luas itu.

Rudal Iran dan Israel

Israel sejak dini telah memberi peringatan atas bahaya rudal balistik Iran. Harian Haaretz edisi 20 Agustus 2000 menyebut rudal Shihab 3 merupakan ancaman masa depan atas keamanan Israel.

Harian yang sama edisi 17 Juli 2000 mengatakan, percobaan peluncuran Shihab 3 yang berhasil akan membuat Iran memiliki kemampuan menyerang sasaran di dalam negeri Israel sendiri. Bahkan, Haaretz menuduh Iran akan bisa melengkapi rudal Shihab 3 dengan kepala nuklir dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

Harian Haaretz edisi 21 Juli 2000 menurunkan tulisan dengan judul Shihab 3 Berhadapan dengan Jericho. Rudal Jericho adalah rudal balistik yang dikembangkan Israel. Dalam tulisan itu dijelaskan bahwa hadirnya rudal Shihab 3 menjadikan Israel bukan satu-satunya negara yang memiliki rudal balistik dengan jangkauan tembak melebihi 1.000 km.

Menurut harian tersebut, rudal balistik Jericho 2 milik Israel memiliki jangkauan tembak sejauh 1.500 km dan Israel kini mempunyai sedikitnya 300 rudal balistik jenis itu. Rudal Jericho 2 merupakan pengembangan dari rudal Jericho 1 yang memiliki jangkauan tembak sejauh 750 km. Israel juga mempunyai sekitar 300 rudal Jericho 1.

Rudal Jericho 2 bisa membawa bom konvensional atau nuklir seberat 340 kg dengan kekuatan daya ledak 20 ton.

Israel kini telah berhasil mengembangkan lagi rudal Jericho 2 menjadi rudal Shafiet (panah) yang telah digunakan untuk peluncuran tiga satelit ruang angkasa yang dikenal dengan nama Ufuk 1, Ufuk 2, dan Ufuk 3 pada 5 April 1995.

Harian Haaretz menyebut Iran adalah saingan utama Israel dalam kekuatan militer di masa mendatang.

Para pejabat Iran pun berusaha mencoba menghilangkan kecemasan AS dan Israel tentang bahaya ancaman rudal balistik Shihab 3 itu. Iran khawatir kecemasan tersebut mendorong Israel dan AS melakukan aksi provokasi dan pada gilirannya menyerang Iran.

Pemerintah Iran telah mencoba berusaha secara tidak langsung memberi jaminan kepada AS bahwa Teheran tidak akan berupaya memiliki rudal balistik yang memiliki jangkauan tembak melebihi 1.000 km. Namun, jaminan Iran itu ternyata tidak membuat sirna kecemasan AS.

Oleh karena itu, Pemerintah Iran memutuskan memproduksi dan mengembangkan rudal balistik Shihab 3 setelah muncul rasa saling tidak percaya dan sebagai bagian dari upaya Iran menciptakan perimbangan strategis dengan Israel di Timur Tengah.

Iran kemudian mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk menghadapi serangan militer sporadis Israel atau AS terhadap instalasi peluncuran rudal balistiknya. Sejak tahun 1994, Iran memperluas instalasi peluncuran rudal balistiknya yang semula hanya satu instalasi menjadi empat instalasi peluncuran yang terkonsentrasi di sepanjang pantai barat laut di tepi Teluk Persia (Arab).

Iran juga membangun terowongan rahasia bawah tanah di kawasan pantai Teluk Persia untuk penyimpanan rudal balistik dari berbagai model seperti rudal Scud B, Scud C, Nodong, Shihab 1, 2, dan 3.

Dengan demikian, program pengembangan rudal balistik Iran yang merupakan proyek andalan militer negara itu selama lebih dari satu dasawarsa tidak hanya bertujuan pertahanan semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Iran di kancah regional dan internasional di tengah semakin kuatnya hegemoni AS dan Israel dalam semua sektor kehidupan saat ini.

Presiden  Iran  Ahmadinejad  menyatakan  : “Ini bukan masalah retorika dalam perang politik. Ini adalah fakta.Negara-negara di seberang tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Iran,” ungkap beliau yang dikutip oleh IRNA pada hari Sabtu.

“Mereka (para pejabat AS) tidak ingin melihat kehadiran Iran dalam hubungan internasional dan persamaan. Mereka tidak memiliki pilihan kecuali untuk tetap

diam terhadap kemenangan berturut-turut bangsa Iran,” tambahnya.

Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) berkata, “Sebelum upacara bersumpah di tahun 2005 sku bertanya kepada Pemimpin Revolusi Islam, [Ayatollah

Seyyed Ali Khamenei], untuk memohon izin untuk membuka segel fasilitas nuklir Iran, dan pemimpin setuju. “

“Meskipun pertentangan [ke bergerak] dan ancaman serangan militer dari musuh, pemerintah bersikeras pada pendiriannya,” kata Ahmadinejad.

Dia menyentuh pada “permainan politik” musuh dalam kasus nuklir Iran dan berkata, “Ini bertujuan untuk memblokir dan menghentikan jalan ‘kemajuan’ negara.”

Dia menegaskan bahwa Barat tidak bisa menghentikan program nuklir Iran dengan mengadopsi resolusi lebih lanjut atau pemberian sanksi.

Presiden Iran mempertanyakan prestasi NATO di Afghanistan dan hanya mengatakan Iran dapat membantu menyelesaikan krisis regional.

Dia memperingatkan kekuasaan dan negara-negara tertentu hendak mengubah peraturan Badan Energi Atom Internasional, mengatakan, “Mereka berusaha untuk mencegah bangsa-bangsa dari membuat kemajuan, tapi bangsa Iran tidak akan membiarkan mereka.”

“Sepanjang sejarah, Iran dikenal sebagai bangsa besar yang mampu menguasai wilayah Timur Tengah−termasuk di dalamnya Babylonia, Palestina dan Syria−, Asia Kecil, bahkan hingga kawasan Eropa. Sejarah kepahlawanan negeri Persia itu semakin lengkap tatkala berhasil menakhlukkan negeri Sparta tahun 480 S.M dibawah pimpinan Xerxes, putra Darius melalui pertempuran sengit di Thermopylae. Sejarah juga mencatat perkembangan kerajaan lembah sungai Eufrat dan Tigris pada masa Hammurabi maupun Nebukadnezar yang mampu memberikan kontribusi besar dalam perkembangan dunia. Salah satu karya besar negeri Babylonia ini adalah hukum Hammurabi yang memegang teguh penegakan hak-hak asasi manusia. Hingga abad ini Iran yang pernah 25 tahun berperang melawan Irak mampu menunjukkan eksistensi mereka sebagai bangsa yang beradab dan poros utama kekuatan Islam di kawasan Timur Tengah. Iran tidak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh umat Islam dunia untuk bersatu agar terlepas dari ketertindasan serta monopoli kaum barat, menegakkan keadilan dan menciptakan perdamaian.”

***

Sebagai bagian dari penghuni kawasan Timur tengah, rakyat Iran dituntut untuk dapat survive secara mandiri, terutama pada fase-fase awal perkembangannya yang cukup tertinggal dibandingkan negara-negara lain selama kurun waktu 2500 tahun dibawah kekangan monarkhi yang absolut. Keberhasilan Revolusi Islam Iran pimpinan Ayatullah Ruhullah Khomeini pada 1979 telah melahirkan semangat baru menuju modernisasi yang revolusioner, antiimperialisme, menjunjung tinggi nasionalisme, dan ajaran Islam. Karakteristik itulah yang kemudian muncul dan mampu membawa masyarakat Timur tengah ke dalam persaingan membangun peradaban. Tidak hanya terbatas dalam bidang infrastruktur pemerintahan, melainkan juga memengaruhi nilai-nilai identitas nasional, sosial, politik, dan budaya. Kini, bangsa Persia yang diarsiteki Presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam Republik Islam Iran itu tengah dihadapkan pada upaya mempertahankan peradaban yang komprehensif, kolektif, dan mampu menjadi poros dunia Islam. Tindakan tidak proporsional yang selama ini selalu ditunjukkan oleh beberapa negara adidaya memang selalu menyudutkan Islam dari berbagai posisi. Apalagi di era global saat ini umat Islam merupakan kalangan yang paling mudah menjadi bulan-bulanan tuntutan zaman. Kondisi ini diperparah dengan semakin meningkatnya kekuatan imperialis, kapitalis dalam menyebarkan makar-makar mereka yang pada akhirnya memunculkan perpecahan, krisis berkepanjangan dan sikap ultra-sensitif antar sesama umat muslim.

Kebangkitan Islam dalam mempertahankan eksistensinya merupakan sesuatu yang menjadi prioritas oleh masyarakat Iran saat ini. Apalagi kecenderungan merosotnya kepercayaan terhadap Islam yang selama ini dilontarkan oleh masyarakat internasional semakin meluas melalui isu-isu ‘terorisme’. Dalam hal ini Iran merupakan hampir satu-satunya negara berpenduduk muslim terbanyak yang masih lepas dari kesan terorisme dan kekerasan lainnya dalam dekade terakhir. Ini membuktikan bahwa kebangkitan Iran dalam mengusung landasan keislaman tidak dapat dipandang sebelah mata. Apalagi jika hanya menjadikan Irak sebagai asumsi akan keberadaan Iran yang dikhawatirkan mampu mengancam perdamaian internasional. Tidak hanya itu, konflik Syi’ah-Suni di area Teluk yang tak kunjung reda selalu dijadikan apologi oleh Amerika Serikat dan sekutunya dalam menuding Iran bahwa Ahmadinejad memiliki ambisi menjadi penguasa Timur Tengah setelah tumbangnya rezim Saddam Hussein. Mereka menilai tokoh-tokoh Syiah yang kini berkuasa di Irak dan juga di Iran termasuk Presiden Mahmoud Ahmadinejad merupakan orang-orang yang bersemangat membela ajaran dan nilai pokok Syiah. Pada saat yang sama mereka bukan hanya anti-Wahabi, tapi juga anti-Suni. Perspektif semacam ini sungguh mengandung resiko yang berbahaya mengingat kedua sayap Islam ini−Suni dan Syiah− sangat rentan membangkitkan luka-luka lama di antara kedua kelompok umat Muslimin. Namun berawal dari kesadaran dan sikap optimis segenap rakyat Iran dalam memegang semangat keislamannya, Iran mampu bangkit dan bersaing di dunia global saat ini.

Bangkitnya Republik Islam Iran melalui kemajuan teknologinya memang menyisakan permasalahan tersendiri bagi bangsa-bangsa Eropa-Amerika terutama program pengayaan uranium sebagai reaktor nuklir di negeri itu yang menjadi polemik hingga saat ini. Sungguh paradoks, Israel yang sejak dulu selalu menjadi biang keributan di berbagai belahan dunia serta berhasil membangun basis militer terbesar di Timur Tengah justru terkesan mendapat perlindungan dari PBB. Indikasi munculnya konspirasi internasional ini semakin jelas tatkala Mei 2008 diketahui bahwa jumlah misil nuklir yang dimiliki Israel telah mencapai ratusan. Namun hal ini belum sama sekali menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran sedikitpun pada PBB selaku badan keamanan. Sedangkan Iran yang mengerahkan semua potensi dan sarana demi mengakhiri pendudukan dan pembunuhan warga sipil yang tak berdosa serta aktif melibatkan diri atas isu Timur Tengah, Palestina, Afganistan dan Irak selalu menjadi sosok yang harus diwaspadai. Sungguh ironis!

Sebelumnya, Iran sudah mendeklarasikan kepada dunia bahwa Iran telah berhasil menggapai teknologi produksi bahan bakar nuklir dan secara resmi masuk dalam daftar negara-negara pemilik teknologi canggih dan efektif tersebut. Apalagi teknologi nuklir Iran telah menembus batas-batas wajar hingga ke berbagai sektor yang sangat rumit. Selain menjadi sumber energi alternatif yang efektif, teknologi nuklir mampu menunjang di bidang kedokteran, industri, geologi, pertanian, pertambangan, dan sektor-sektor penting lainnya. Dalam hal ini Iran juga tetap menekankan komitmennya terhadap ketentuan internasional di bidang nuklir serta hanya akan menggunakan teknologi ini sebagai sarana pendukung fasilitas. Ini menunjukkan betapa besar potensi Iran dalam persaingannya di bidang teknologi maupun ilmiah. Keberhasilan Iran dalam mengembangkan teknologi nuklirnya memang patut menjadi contoh bagi negara-negara muslim lain. Bagi Iran, bukan saatnya menggantungkan diri kepada bangsa asing, setiap bangsa memiliki hak-hak untuk diperjuangkan termasuk yang berkenaan dengan permasalahan teknologi nuklir. Itulah sebabnya sampai saat ini Iran bersikeras untuk tetap melanjutkan program nuklirnya walau sempat mendapatkan sanksi PBB, sebab tidak layak jika Iran menghentikan program nuklirnya hanya atas dasar 5 negara anggota tetap PBB tanpa melibatkan bangsa-bangsa lain yang sebenarnya mempunyai hak yang sama. Terlepas dari setiap padangan ketidaksetujuan terhadap program nuklir manapun, tekanan yang dilakukukan Barat kepada Iran memang terkesan tidak adil. Sebab sikap serupa tidak diperlihatkan AS Barat kepada India, Pakistan, Israel, dan China ataupun negara-negara lain yang ikut mengembangkan program nuklir.

Keberhasilan ini memberikan pesan kepada semua masyarakat muslim bahwa sebagai umat yang besar dan beradab tidak perlu mengendurkan tekad di hadapan represi asing. Islam adalah agama besar, kuat, penuh cinta kasih, penuh kedamaian, dan mampu bersaing dengan lintasan perubahan jaman.. Iran adalah negara pertama yang membuktikannya. Sikap tegar pasca Revolusi 1979 tersebut juga menunjukkan bahwa Iran tidak akan pernah tunduk kepada Amerika Serikat walau dengan ancaman apapun.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyerukan dunia internasional untuk berinteraksi dengan negaranya dengan memandangnya sebagai sentral utama dan kekuatan besar di kawasan Timur Tengah dan dunia.

Ahmadinejad menyampaikan hal tersebut dalam pidato yang ia sampaikan di hadapan parlemen Iran. Dikatakannya, tidak ada pilihan lain bagi dunia internasional kecuali mengakui kebesaran bangsa Iran.

“Bangsa-bangsa di dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali mengakui kebesaran bangsa Iran, bangsa Persia,” kata Ahmadinejad sebagaimana dilansir Aljazeera (11/1).

Ditambahkan oleh presiden kontroversial itu, penyelesaian beberapa kasus dan masalah di kawasan Timur Tengah akan menemukan ganjalan jika tidak melibatkan Iran.

Ahmadinejad juga menyatakan, jika dalam lima dan sepuluh tahun kedepan, negaranya akan menjadi salah satu kekuatan besar yang berpengaruh di dunia.

Dijelaskannya, jalan yang benar dalam berinteraksi dengan bangsa Iran adalah dengan menghormati bangsa tersebut dan dengan asas keadilan

Supreme Leader of the Islamic Revolution

Supreme Leader of the Islamic Revolution
Islam Tumbuh dan Berkembang dengan Kesyahidan Putra-putri Tercintanya…

Rahbar Inqilob_e Islami Iran

Rahbar Inqilob_e Islami Iran
Sebaik-baik perlawanan terhadap musuh-musuh Islam, adalah berkhidmat kepada masyarakat….

President of Iran

President of Iran
Sebut Saja Saya Pelayan Rakyat….

Children of Iran

Children of Iran
Kami dididik melawan…

People of Iran

People of Iran

Revolusi Islam Iran tahun 1979 adalah kebangkitan rakyat yang bersumberkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam. Pasca kemenangan revolusi, pemerintah bersama rakyat Iran bergotong-royong membangun kembali negerinya di berbagai bidang. Islam sebagai agama yang sempurna dan komprehensif, selalu menekankan pentingnya mengembangkan ilmu pengetahuan dan memajukan taraf hidup umat. Terkait hal ini, Islam mengajarkan dua prinsip utama, yaitu: pertama, sikap mandiri dan tidak bergantung pada non-muslim, dan kedua adalah percaya diri dan bertawakkal kepada yang Maha Kuasa untuk memajukan kehidupan umat muslim.

Kitab suci Al-Quran, dalam surat An-nisa ayat 141 menegaskan pentingnya kemerdekaan dan kemandirian umat Islam. Al-Quran menuturkan, “…Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin”. Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat muslim dari segi politik, ekonomi, budaya, militer, dsb, harus sedemikian kuat sehingga masyarakat non-muslim tidak mampu menguasainya. Ajaran luhur Islam ini merupakan daya penggerak bagi kaum muslim untuk memutus ketergantungan mereka terhadap pihak lain dan menentang penjajahan atas dirinya. Pesan kemandirian inilah yang selalu diperjuangkan Revolusi Islam. Sepanjang 29 tahun sejak kemenangan Revolusi Islam, Republik Islam Iran berhasil mencapai kemajuan besar di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, politik, ekonomi, sosial, dan militer.

Sejak masa-masa awal kemenangan Revolusi Islam, masalah kemandirian di bidang ekonomi senantiasa menjadi perhatian utama. Pasalnya, pada era pra-revolusi, akibat kesalahan fatal politik Rezim Pahlevi, menyebabkan Iran amat bergantung dengan Barat, khususnya AS. Sebaliknya, pasca kemenangan Revolusi Islam, negara-negara Barat berupaya menekan dan mengancam Republik Islam Iran dengan pelbagai cara, termasuk dengan menerapkan embargo ekonomi. Karena itu, Iran pun berusaha mencapai kemandirian di bidang pertanian dan industri. Upaya ini bahkan terus dilanjutkan, meski di saat Iran menjalani masa-masa sulit perang yang dipaksakan oleh Rezim Ba’ats, Irak selama delapan tahun. Upaya tiada kenal lelah inipun, akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Iran berhasil mencapai swasembada gandum, sebuah komoditas strategis pertanian. Sejak tahun lalu, Iran bahkan sanggup mengekspor hasil produksi gandumnya ke sejumlah negara. Begitu pula di berbagai komoditas pertanian lainnya. Iran juga berhasil meraih kemajuan dengan menerapkan program mekanisasi pertanian.

Salah satu dampak buruk yang diwariskan sistem perekonomian Rezim Pahlevi dan masih berpengaruh hingga kini adalah ketergantungan Iran terhadap pendapatan minyak bumi. Masalah ini membuat struktur ekonomi menjadi rapuh, namun dengan usaha keras pemerintah Republik Islam Iran, ketergantungan terhadap pendapatan minyak pun perlahan-lahan mulai dibatasi. Sebagai misal, pada tahun 2007-2008 ini, komposisi pendapatan minyak dalam anggaran negara Iran kurang dari 50 persen. Sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir pendapatan dari sektor non-minyak makin naik secara signifikan. Berdasarkan sejumlah data, pendapatan Iran di sektor non-minyak pada tahun 2006 mengalami peningkatan 47 persen atau sekitar 16 miliar USD. Peningkatan ini membuat situasi ekonomi Iran relatif bisa bertahan meski harga minyak dunia mengalami fluktuatif.
Di sisi lain, untuk memanfaatkan secara optimal cadangan minyak, Iran berupaya meningkatkan produksi komoditas petrokimia dan olahan minyak lainnya agar lebih bermanfaat dan bernilai. Sehingga pada periode 2007-2008, produksi petrokimia Iran meningkat lebih dari 30 juta ton. Rencananya tiga tahun lagi, produksi di sektor ini akan ditingkatkan menjadi 58 juta ton.

Salah satu produksi industri Iran yang berhasil diekspor sejak beberapa tahun terakhir adalah produk otomotif. Iran mengekspor kendaraan penumpang dan barangnya ke berbagai negara seperti Syria, Turkmenistan, Afghanistan, Azerbaijan, dan Venezuela. Iran juga menjalin kerjasama pembangunan pabrik mobil dengan sejumlah negara. Pada tahun 2006, Iran mengeskpor lebih dari 30 ribu kendaraan senilai 350 juta USD. Pembangunan di bidang infrastruktur, seperti pembangunan jalan, rel kereta api, jembatan, jalan tol dalam kota, dan kereta api bawah tanah (subway) merupakan langkah pembangunan paling kentara pasca revolusi.

Kemajuan lain ekonomi Iran pasca Revolusi Islam adalah meningkatnya investasi asing, padahal Iran saat ini masih berada di bawah tekanan sanksi ekonomi AS. Tahun lalu, investasi asing di sektor perminyakan, yang merupakan salah satu bidang yang paling dikhawatirkan oleh AS, mengalami peningkatan sekitar 9 persen. Begitu juga di bidang gas, tingkat eksplorasi, produksi, dan ekspor di bidang ini mengalami peningkatan signifikan. Pada bulan Februari ini, menteri perminyakan Iran melaporkan adanya penemuan ladang gas baru dengan cadangan gas sebesar 11 triliun kaki kubik. Iran adalah negara pemilik cadangan gas terbesar kedua di dunia, setelah Rusia. Selain itu, Teheran juga telah menjalin beragam kontrak kerjasama di bidang gas dengan negara-negara lain. Sebagai contoh, baru-baru ini Iran dan Austria menandatangani kontrak ekspor gas senilai 50 miliar USD dan kerjasama produksi gas dengan Malaysia senilai 16 miliar USD.

Salah satu slogan utama Revolusi Islam Iran adalah meningkatkan taraf hidup rakyat, khususnya kalangan menengah ke bawah dan mewujudkan keadilan sosial. Karena itu, pemerintah Republik Islam Iran berusaha keras meningkatkan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah. Terlebih khusus di era kepemimpinan Presiden Ahmadinejad, yang lebih fokus untuk merealisasikan visi keadilan yang yang disuarakan oleh Revolusi Islam. Program kunjungan ke daerah Presiden Ahmadinejad beserta kabinetnya merupakan upaya serius pemerintah untuk menyentuh secara langsung persoalan rakyat di berbagai daerah sehingga bisa diupayakan tindakan yang lebih cepat untuk mengatasi persoalan daerah. Selama dua tahun pertama masa kepemimpinannya, Presiden Ahmadinejad berhasil mengunjungi 30 propinsi. Kini, di paruh kedua masa kepemiminannya, dia pun melaksanakan kembali rangkaian safari ke berbagai daerah untuk menganalisa dan menindaklanjuti kebijakan sebelumnya.

Masih di bidang pembangunan keadilan sosial, Pemerintahan Ahmadinejad juga mengeluarkan program pembagian ‘saham keadilan’. Lewat program ini, saham perusahaan-perusahaan negara dibagikan kepada kalangan masyarakat berpendapatan rendah, sementara hasil keuntungannya akan dikembalikan lagi kepada mereka.

Dalam surat Al-Anfal ayat 60 kepada kaum muslimin menyatakan: “Dan siapkanlah untuk menghadapai musuh, dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…”. Di ayat lainnya, Al-Quran berpesan kepada kaum muslimin pentingnya memiliki kesiapan militer untuk menghadapi kemungkinan adanya ancaman musuh. Berdasarkan pesan-pesan Al-Quran inilah, pasca revolusi Islam, angkatan bersenjata Republik Islam Iran berusaha membangun kekuatannya untuk menghadapi ancaman musuh. Agresi militer Rezim Ba’ats melawan Iran di dekade 80-an, dan ancaman tanpa henti AS, merupakan pelajaran berharga bahwa Iran mesti memperkuat daya pertahanan militernya di hadapan segala bentuk agresi musuh.

Kendati Iran pasca revolusi, menghadapi beragam tekanan dan embargo, namun para ilmuan dan teknisi militer Iran tidak pernah menyerah untuk memajukan kekuatan pertahanan negaranya. Tak heran bila kini Iran berhasil meraih keberhasilan yang tidak pernah diduga sebelumnya di bidang persenjataan modern. Angkatan bersenjata RII, saat ini berhasil membuat dan mengembangkan berbagai bentuk roket, seperti roket darat ke darat, darat ke laut, dan darat ke udara. Begitu pula di bidang pembuatan helikopter dan pesawat tempur, para ilmuan Iran berhasil mencapai kemajuan yang menarik di bidang ini. Sejumlah pesawat tempur berteknologi tinggi baik berjenis tanpa awak maupun standar, berhasil dibuat oleh Iran.

Angkatan darat militer Iran juga berhasil membuat peralatan perang modern lainnya seperti, tank, panser, meriam, dan beragam bentuk senjata personal. Begitu pula di matra laut, kekuatan pertahanan laut Iran juga berhasil menorehkan prestasi gemilang. Seperti pembuatan beragam jenis kapal perang dan perahu cepat militer serta beragam persenjataan penting lainnya. Di bidang perangkat militer elektronik, Iran juga berhasil membuat gebrakan baru di bidang ini. Tak heran jika kini Iran menyatakan siap mengadapi ancaman perang elektronik.

Kemajuan mengagumkan Iran di bidang industri militer membuat sejumlah negara kian tertarik menjalin kerjasama dengan Iran. Saat ini, Iran telah mengekspor hasil-hasil industri militernya ke 57 negara.

Revolusi Islam Iran telah memberikan karunia, berkah dan keberhasilan yang begitu berharga bagi rakyat Iran. Revolusi ini telah menghadiahkan nilai-nilai luhur seperti tuntutan kemerdekaan, kebangkitan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kemandirian. Nilai-nilai inilah yang mendorong rakyat Iran untuk terus berjuang memutus ketergantungan di bidang ekonomi, politik, dan budaya asing serta mewujudkan keadilan ekonomi dan kemajuan iptek.

Islam senantiasa menekankan perlunya menuntut ilmu. Ada banyak ayat Al-Quran dan hadis Nabi yang mengajak kaum muslimin untuk menuntut ilmu di manapun dan kapanpun. Ajakan ini disikapi secara serius oleh pemerintah dan rakyat Iran. Pada tahap awal, pemerintah Republik Islam Iran berusaha membukan peluang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat untuk bisa mengenyam pendidikan formal, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pasal 30 UUD Republik Islam Iran menyatakan, “Pemerintah berkewajiban menyediakan pendidikan dan pengajaran gratis bagi seluruh rakyat hingga akhir tingkat pendidikan menengah dan mengembangkan pendidikan tinggi secara gratis pula hingga semampunya”.

Sejak awal Revolusi Islam, pemerintah Iran telah mencanangkan program perang melawan buta huruf. Terkait hal ini, Bapak Pendiri Revolusi Islam, Imam Khomeini menugaskan dibentuknya Lembaga Kebangkitan Melek Huruf. Upaya kontinyu dan tak kenal lelah lembaga ini berhasil menurunkan secara drastis angka buta huruf. Sebelum Revolusi Islam, angka buta huruf di Iran mencapai 50 persen, namun pasca Revolusi angka ini berhasil ditekan menjadi 10 persen. Prestasi cemerlang Lembaga Kebangkitan Melek Huruf ini bahkan berkali-kali mendapat pujian dan penghargaan dari lembaga-lembaga internasional, termasuk Unesco.

Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di Iran terus mengalami kemajuan dan pertumbuhan yang pesat baik secara kualitas maupun kuantitas. Setiap tahun, terdapat banyak sekolah yang dibangun di berbagai kawasan di Iran. Pemerintah dan para prakstisi pendidikan juga terus berusaha menyesuaikan kurikulum dan metode pendidikannya dengan pelbagai hasil temuan baru di bidang ilmu pengetahuan.

Dunia perguruan tinggi Iran juga mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat pasca Revolusi Islam. Meski angka para peminat pendidikan tinggi di Iran terus meningkat tajam, namun begitu, kini kapasitas kursi pendidikan di perguruan tinggi telah mencapai lebih dari satu juta 200 ribu kursi. Fenomena lain yang menarik di dunia kampus Iran adalah lebih dari 60 persen mahasiswa Iran adalah kaum hawa. Kenyataan ini merupakan salah satu efek dari upaya pemerintah memajukan peran kaum perempuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah makalah ilmiah para ilmuan Iran yang berhasil diterbitkan oleh berbagai majalah dan media ilmiah ternama dunia kian meningkat. Keberhasilan di bidang ini merupakan salah satu indikator kemajuan sains di setiap negara. Ironisnya, meski media-media ilmiah Barat mengklaim dirinya bersikap secara obyektif namun sebagian masih menolak untuk merilis makalah ilmiah para ilmuan Iran.

Pasca Revolusi Islam, para pakar sains dan teknologi di Iran berhasil mencapai kemajuan yang pesat, bahkan tergolong sebagai lompatan ilmiah. Teknologi nano sebagai salah satu dari empat teknologi paling bergengsi dan rumit di dunia, telah bertahun-tahun menjadi fokus perhatian dan penelitian para ilmuan Iran. Teknologi ini bahkan bisa memperbaiki molekul dan sel-sel badan yang rusak. Teknologi nano biasa dimanfaatkan untuk keperluan kedokteran, pertanian, industri, dsb. Hingga kini, Iran tergolong sebagai negara maju di bidang teknologi nano dan berhasil memproduksi sejumlah komoditas dengan bantuan teknologi nano.

Salah satu keberhasilan lainnya Iran di bidang iptek adalah prestasi cemerlang di bidang stem cell atau sel punca. Selama bertahun-tahun, para ilmuan Iran telah mengembangkan teknologi sel punca untuk pengobatan dan keperluan kedokteran lainnya. Sel punca ini mampu memproduksi beragam jenis sel tubuh manusia, karena itu, sel ini memiliki peran yang amat vital. Para ilmuan Iran juga berhasil memanfaatkan teknologi sel punca untuk menyembuhkan beragam penyakit akut yang selama ini sulit diobati. Seperti penyembuhan penyakit buta dan beragam kasus lainnya. Namun prestasi paling berkesan di bidang ini adalah keberhasilan para ilmuan Iran mengkloning seekor kambing dengan memanfaatkan sel punca. Prestasi ini merupakan bukti kemajuan Iran di bidang kedokteran, khususnya dalam reproduksi sel punca.

Pusat Riset Ruyan merupakan lembaga penelitian yang berhasil mengembangkan teknologi stem cell atau sel punca di Iran. Televisi CNN dalam laporannya mengenai kemajuan Iran di bidang teknologi ini menuturkan, “Pusat Riset Ruyan adalah salah satu sentra penelitian sel punca janin di Iran. Di lembaga ini, sains berkembang pesat”. CNN dalam laporannya ini juga menambahkan, salah satu penyebab kemajuan Iran di bidang iptek adalah karena para pemimpin negara ini menghendaki ilmu pengetahuan.

Salah satu keberhasilan Iran lainnya di bidang kedokteran adalah pembuatan obat IMOD. Obat ini berfungsi untuk meningkatkan fungsi ketahanan tubuh di hadapan virus AIDS. Keampuhan obat ini bahkan telah diakui oleh otoritas kedokteran dunia. Pada tanggal 3 Februari yang lalu, para pakar farmasi Iran juga berhasil mengeluarkan obat baru Angi Pars, obat ini berfungsi untuk menyembuhkan luka penyakit diabetes atau kencing manis, sehingga bisa mencegah terjadinya amputasi. Begitu juga di bidang kedokteran lainnya, para ilmuan kedokteran Iran berhasil membuat terobosan baru dalam metode operasi, seperti operasi otak dan saraf, jantung, dan mata. Saat ini, di kawasan Timur Tengah, Republik Islam Iran terbilang sebagai negara paling maju di bidang kedokteran.

Isu nuklir Iran adalah topik yang begitu akrab. Namun, dibalik polemik yang sengaja dihembuskan Barat untuk menentang kemajuan Iran di bidang ini, ternyata Iran menyimpan prestasi yang mengagumkan di bidang nuklir. Meski Iran berada di bawah tekanan dan embargo, namun negara ini tetap berhasil mencapai prestasi cemerlang dalam teknologi nuklir. Selama ini, negara-negara Barat, khususnya AS memanfaatkan nuklir untuk membuat bom pemusnah massal, karena itu mereka juga berpikir bahwa Iran memanfaatkan teknologi nuklir untuk kepentingan militer. Padahal, teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang positif, seperti sebagai sumber energi listrik. Atas dasar inilah, Iran mengembangkan teknologi nuklir. Langkah ini dilakukan untuk menjadikan nuklir sebagai sumber energi alternatif. Selain dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, teknologi nuklir juga bisa digunakan untuk keperluan kedokteran, dan rekayasa genetika di bidang pertanian dan peternakan.

Untuk menghilangkan adanya kecurigaan Barat terhadap program nuklir sipil Iran, para pejabat tinggi Tehran telah berkali-kali menggelar dialog dengan negara-negara Barat dan menjalin kerjasama yang transparan dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Tahun lalu, Presiden Ahmadinejad mengumumkan, bahwa Republik Islam Iran secara resmi telah memasuki fase industrialisasi produksi bahan bakar nuklir. Upaya ini merupakan salah satu bentuk tekad nyata Iran untuk mencapai kemandirian di bidang nuklir.

Baru-baru ini, tanggal 4 Februari lalu, Iran juga berhasil menorehkan prestasi baru di bidang teknologi antariksa. Pembangunan stasiun peluncuran antariksa dan peluncuran roket pembawa satelit Safir merupakan kesuksesan terbaru Iran di bidang ini. Seluruh keberhasilan tersebut merupakan berkah kemenangan Revolusi Islam dan buah prestasi iman, ikhtiar, persatuan rakyat Iran serta kepemimpinan bijaksana Pemimpin Revolusi Islam Iran.

Satelit Omid, Kemajuan Antariksa Iran di Tengah Tekanan Amerika

Perayaan 30 tahun Revolusi Islam di Iran ditandai dengan peluncuran satelit Omid sebagai simbol kemandirian program antariksanya. Meskipun dibawah sanksi ekonomi yang dipaksakan oleh Amerika dan sekutunya Iran tetap mampu menunjukan bahwa sebuah kemajuan teknologi dapat diraih dengan mengandalkan semangat Revolusi Islam beserta kekuatan dan sumber daya dari dalam negeri.
Satelit Omid yang berasal dari bahasa Persia yang artinya ‘harapan’ berhasil mencapai orbitnya sekitar 250 sampai 350 km di atas atmosfir bumi dan mengorbit 15 kali dalam sehari. Satelit komunikasi ringan ini dilengkapi dengan teknologi pengindraan jarak jauh, satelit telemetri dan teknologi sistem informasi geografis. Sebagai satelit pengumpul informasi dan percobaan, setelah tiga bulan Omid akan mendarat dan membawa data-data yang nantinya dapat membantu para ilmuwan Iran dalam meluncurkan satelit yang beroperasi ke luar angkasa selanjutnya
.
Pencapaian antariksa Iran ini diraih ketika negara ini menanggung sanksi nyaris selama 30 tahun hingga tulisan ini dibuat. Sanksi yang dipelopori oleh Amerika ini telah mencegah masuknya beberapa barang dalam daftar yang sangat panjang, termasuk suku cadang pesawat penumpang dan bahkan banyak obat-obatan. Amerika dan sekutunya memproduksi Bom Nuklir dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, mengirimkan roket-roket mereka ke luar angkasa, namun ketika Iran berhasil mengirimkan satu satelit percobaannya dari dalam negeri, mereka [Amerika dan sekutunya] mengecam kemajuan tersebut sebagai sebuah ancaman. Iran merupakan negara yang menjadi simbol kemandirian, sebuah simbol tanpa hegemoni Amerika dan sekutunya, bahwa sebuah negara tanpa campur tangan Amerika akan lebih mampu berkembang dan maju. Sebuah kemandirian yang tidak dapat diterima oleh Amerika dan sekutunya, Amerika dengan pengaruhnya menjatuhkan sanksi lewat PBB dan menyebarkan propaganda dalam mengucilkan Iran dari dunia Internasional, namun hal tersebut menjadi bumerang bagi tatanan perekonomian dan citra Amerika di dunia yang semakin memburuk
.
Iran merupakan negara ke-8 yang berhasil mengorbitkan satelit dalam negeri-nya ke luar angkasa. Omid merupakan satelit ketiga buatan Iran yang berhasil dikirim keluar angkasa, dan Teheran berencana mengirimkan astronot pertamanya keluar angkasa pada 2021.

Iran Memimpin Bidang Sel Punca (Stem Cell)

Sebuah laporan khusus yang ditertbitkan oleh Harvard University and the Massachusetts Institute of Technology dan dilansir Washington Times (15/04/09) menunjukkan kemajuan pesat Iran di bidang riset dan teknologi sel punca (stem cell). Laporan itu juga menyebutkan bahwa prospek kemajuan sains dan teknologi Iran di masa mendatang sangatlah cerah.
Kemajuan pesat Iran di bidang sel punca ini sendiri mula-mula dipicu oleh banyaknya korban perang Iran-Irak yang terkena gas kimia Irak. Kebanyakan korban itu mengalami kerusakan sel kulit dan sejenisnya, sehingga mendorong ilmuwan-ilmuwan Iran untuk mencari solusi tepat mengobati mereka
.
Pemicu lainnya adalah fatwa Pemimpin Tinggi Spiritual Iran, Ali Khamenei, yang melegalkan riset dan aplikasi teknologi sel punca. Khamenei memang dikenal sebagai pendorong utama kemajuan sains dan teknologi Iran sejak dia menjabat sebagai presiden tahun 80-an. Anggaran riset di bidang sains dan teknologi di Iran termasuk yang terbesar di seluruh dunia Islam.
Fakta lain yang lebih mengejutkan, dalam bidang sel punca ini, Iran berhasil mengalahkan AS dan sejumlah negara Eropa Barat yang masih melarang riset di bidang ini karena alasan-alasan etis.

AL QUR’AN DAN ASTRONOMI
Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu.
AL QUR’AN DAN FISIKA
Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.
AL QUR’AN DAN PLANET BUMI
Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.
AL QUR’AN DAN BIOLOGI
Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.
INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR’AN
Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.
PENGETAHUAN AL QUR’AN
Untuk meningkatkan pengetahuan Anda tentang Al Qur’an, Anda dapat mengunjungi, “Pengetahuan Al Qur’an” dan “Indeks Al Qur’an”. Pada bagian ini, ayat-ayat Al Qur’an dikelompokkan menurut pokok bahasannya.

3 comments

  1. Insya Allah, mari semua kita berdo’a dan berusaha untuk kejayaan dan kemajuan umat Islam diseluruh dunia.

  2. Sudah saatnya kita berpikir kedepan, membuang perbedaan yang dilahirkan oleh mazhab dan menuju kejayaan Islam lagi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s