Pengertian maksum jangan disalah artikan…Coba kita perhatikan fakta fakta sejarah yg berkaitan dgn kematian keluarga Nabi saw. Mereka semua teraniaya dan bukan MENGANiAYA… Logiskah kaum penganiaya diikuti ???

• Coba dong perhatikan QS Al-Baqarah 124, QS Al-Ahazab 33 dan hadis Ashabul Kisa. Dalil ini menunjukkan bahwa para Imam Ahlul Bait adalah maksum dan sekaligus membuktikan adanya kesinambungan kepemimpinan Ilahiyah sejak Nabi Adam as. smp ke Nabi Muhammad saw sampai Hari Kiamat. Baik secara hukum akal maupun syar’i, adanya hujjah Allah atas makhluk-Nya di muka bumi smp Hari Kiamat adalah suatu kemestian. Mustahil Allah Swt menciptakan alam semesta ini tanpa tujuan tertentu.

Untuk mendukung tercapainya tujuan penciptaan (yaitu kesempurnaan), maka diutuslah para utusan-Nya sampai Hari Kiamat, hanya saja setelah Nabi Muhammad saw tidak ada lagi kenabian. Dg kata lain bimbingan org2 maksum sangat diperlukan sampai Hari Kiamat. Pertanyaan yg sederhana saja: Apakah Syariat Islam yg ditinggalkan Nabi Muhammad saw tdk memerlukan org2 yg maksum untuk menjaga dan melaksanakannya ? Bagaimana mungkin org2 yg tdk maksum (tdk suci) mampu menjaga syariat Islam yg suci?

• Pengertian maksum jangan disalah artikan. Seseorang maksum itu tdk berarti dia tdk pernah berbuat salah. Tetapi yg dimaksud adalah bahwa dia dalam lingkup atau tataran syariat tdk pernah melanggarnya. Di luar itu dia adalah seorang makhluk yg bisa berbuat salah di hadapan Khaliknya.

 • Kalau anda bandingkan Ali dg Abu Bakar atau Umar, maka terlihat bahwa Ali dari sejak kecilnya tdk pernah menyembah berhala dan melakukan maksiat. Sementara Abu Bakar dan Umar dan yg lainnya adalah para mantan. Itulah yg dimaksud oleh QS Al-Baqarah 124 dg kalimat:”…la yanalu ahdzadzdzaalimiin…’ (keimamahan ini) tidak akan berlaku bagi org2 yg mantan maupun sedang dzalim.” (Pola dzalimin adalah pola isim fa’il yg tdk terpengaruh waktu dulu ataupun sekarang).

Setelah masuk Islampun, Abu Bakar bin Abi Qahafah, Umar bin Khattab dan sahabat2 lainnya masih minum miras.

Ini informasinya : . Khalifah Umar masih meminum minuman keras (arak) pada masa Rasulullah SAWA sehingga turunnya ayat di dalam Surah al-Maidah (5):91,”Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Di dalam keseronokan mabuknya dia membaca beberapa bait syair antaranya: Katakan kepada Allah, adakah Dia menegahku dari minumanku? Katakan kepada Allah, adakah Dia akan menegahku dari makananku? Apabila sampai berita ini kepada Rasulullah SAWA, beliau keluar di dalam keadaan marah lalu memukul Umar. Dan Umar berkata:”Aku mohon dengan Allah dari kemurkaanNya dan kemurkaan RasulNya. ” Kemudian turunlah ayat di dalam Surah al-Maidah (5):91,”Umar berkata:”Kami telah menghentikannya, kami telah menghentikannya.” Sepatutnya dia telah menghentikan amalan tersebut apabila ayat kedua dalam Surah al-Baqarah (2):219 tentang khamar (arak) diturunkan. Kerana ianya sudah cukup sebagai peringatan kepadanya sekalipun ianya bukanlah pengharaman sepenuhnya. Riwayat yang lain pula mengatakan bahawa Umar masih berada di dalam majlis arak, tiba-tiba seorang lelaki memberitahukan kepadanya bahwa ayat pengharaman arak secara Qat’i telah diturunkan.

Lalu dia berkata:”Kami telah menghentikannya. kami telah menghentikannya!” Sebenarnya majlis arak itu berlaku di klab Abu Talhah. Ibn Hajr di dalam Fath al-Bari, X, hlm. 30, telah menguraikan nama-nama para sahabat yang terlibat di dalam majlis arak di klab Abu Talhah seperti berikut:

1. Abu Bakar bin Abi Qahafah pada masa itu berumur 58 tahun.

2. Umar bin al-Khattab pada masa itu berumur 45 tahun.

3. Abu Ubaidah al-Jarrah pada masa itu berumur 48 tahun.

4. Abu Talhah Zaid bin Sahal, tuan kelab pada masa itu berumur 44 tahun.

5. Suhail bin Baidha’, wafat setahun selepas peristiwa tersebut,kerana sakit tua.

6. Ubayy bin Ka’ab.

7. Abu Dujanah Samak bin Kharsyah.

8. Abu Ayyub al-Ansari.

9. Abu Bakar bin Syaghub.

10. Anas bin Malik sebagai pelayan mereka (di saqi al-Qaum) pada masa itu berumur 18 tahun. [al-Tabari, Tafsir, II, hlm. 203; Abu Daud,al-Sunan, II, hlm. 128; Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, I, hlm. 53; al-Nasa'i, al-Sunan, VIII, hlm. 287; al-Jassas, Ahkam al-Qur'an, II, hlm. 245; al-Hakim, al-Mustadrak, II, hlm. 278; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, I. hlm. 252; Ibn Hajr, fath al-Bari, X, hlm.30 dan lain-lain]

Nah, yg kayak begini ini apa pantas jadi pemimpin agama ? Sekali lagi masalah ke-Imamahan/Khilafah. Konsep Sunni yg menganggap Imamah/Khilafah setelah Nabi adalah jabatan yg setiap orang bisa mendudukinya karena hanya mengurus keduniaan semata semata-mata bertentangan dg QS Al-Baqarah 124 yg menegaskan bahwa ke-Imamahan tdk mencakup org2 dzalim.

Artinya figurnya harus maksum. Dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Mas’ud Nabi saw bersabda:”Imamah tidak akan mencakup org2 yg pernah sujud kpd berhala.” Jadi jelas bahwa figur spt Abu Bakar, Umar dan Usman yg pernah sujud kpd berhala secara syar’i tdk berhak menduduki jabatan ke-imamahan/khilafah, sekalipun secara defacto mereka adalah para khalifah.

• Coba kita perhatikan fakta fakta sejarah yg berkaitan dgn kematian keluarga Nabi saw. Mereka semua teraniaya dan bukan  MENGANiAYA… Logiskah  kaum  penganiaya diikuti  ???

Coba kita perhatikan fakta fakta sejarah yg berkaitan dgn kematian keluarga Nabi saw. Mereka semua teraniaya dan bukan  MENGANiAYA… Logiskah  kaum  penganiaya diikuti  ???

Fatimah meninggal karena luka akibat tertimpa pintu yg didorong oleh orang2  kalap yang menuntut bay’at kpd khalifah Abu Bakar. Sebenarnya Fatimah menuntut tiga perkara:

a. Jabatan khalifah untuk suaminya Ali AS kerana dia adalah dari ahlul Bayt yang disucikan dan perlantikannya di Ghadir Khum…. Apa dg dijegalnya Imam Ali untuk menjadi khalifah sesuai wasiat dlm hadis Ghadir Khum batal pula wasiat tsb ? Ya tidak lah. Secara de facto memang Abu Bakar. Tapi jangan lupa secara de jure/dalil syar’ie Imam Ali adalah tetap seorang khalifah Nabi yg sah.

b.Fadak.

c. Al-khums, saham kerabat Rasulullah SAWA tetapi kesemuanya ditolak oleh khalifah Abu Bakar [Ibn Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah,V,hlm.86]

1.KHALiFAH Ali bin Abi Thalib : 600–661 M atau 23–40 H
Imam pertama dan pengganti yang berhak atas kekuasaan Nabi Muhammad saw. ..Dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang Khawarij di Kufah, Irak. Imam Ali ra. ditusuk dengan pisau beracun..

Pembunuhan beliau akibat politik adu domba (devide it impera) yang dilakukan Mu’awiyah bin Abu Sofyan untuk memecah belah pendukung Imam Ali…

Padahal meninggal kan itrah ahlul bait = meninggal kan QURAN, itrah ahlul bait dan Quran adalah satu tak terpisahkan ! Aswaja Sunni meninggalkan hadis 12 imam lalu berpedoman pada sahabat yang cuma sebentar kenal Nabi seperti Abu hurairah dan ibnu Umar

Menurut ajaran sunni :
– Imam Ali berijtihad
– Mu’awiyah berijtihad
– Jadi keduanya benar ! Pihak yang salah dapat satu pahala ! Pihak yang benar ijtihad dapat dua pahala

Ajaran sunni tersebut PALSU !!
Ijtihad yang salah lalu si mujtahid berpahala hanya pada PERKARA/MASALAH yang belum ada nash yang terang, misal :Apa hukum melakukan bayi tabung pada pasangan suami isteri yang baru setahun nikah dan belum punya anak ??

Mu’awiyah membunuh orang tak berdosa, Aisyah membunuh orang yang tak berdosa !! Dalam hukum Allah SWT : “”hukum membunuh orang yang tak berdosa adalah haram”” ( nash/dalil nya sudah terang dan jelas tanpa khilafiyah apapun yaitu QS.An Nisa ayat 93 dan Qs. Al hujurat ayat 9 ) … Membunuh sudah jelas haram, jika saya membunuh ayah ibu anda yang tidak berdosa lalu saya katakan bahwa saya salah ijtihad, apakah murid TK tidak akan tertawa ???????

Nabi SAW saja pernah bersabda : “” Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangan nya”” … Tidak ada istilah kebal hukum didepan Nabi SAW

saudaraku….

Tanggapan syi’ah tentang bai’at Imam Ali :

Imam Ali r.a dan Syiah membai’at Abubakar sebagai sahabat besar dan pemimpin Negara secara the facto, seperti hal nya anda mengakui SBY sebagai Presiden R.I… Saudaraku..

- Imam Ali terpaksa membai’at Abubakar karena ingin memelihara umat agar tidak mati sia sia dalam perang saudara melawan Pasukan Abubakar dibawah pimpinan Khalid Bin Walid yang haus darah

- Dengan mengalah Imam Ali telah menyelamatkan umat Islam dari kehancuran..Kalau perang saudara terjadi dan imam Ali tidak membai’at Abubakar maka tidak ada lagi Islam seperti yang sekarang ini

Akan tetapi…..

syi’ah dan Imam Ali tidak mengakui tiga khalifah sebagai pemimpin keagamaan dan pemimpin negara secara yuridis ( imamah ) seperti halnya anda menginginkan Presiden R.I mestinya adalah orang yang berhukum dengan hukum Allah..Karena keimamam itu bukanlah berdasarkan pemilihan sahabat Nabi SAW, tapi berdasarkan Nash dari Rasulullah SAW… Apa bukti Ahlul bait sampai matipun menolak Abubakar sebagai pemimpin keagamaan dan pemimpin negara secara yuridis ??? Ya, buktinya Sayyidah FAtimah sampai mati pun tidak mau memaafkan Abubakar dan Umar cs

2.KHALiFAH Hasan bin Ali : 624–680 M atau 3–50 H
Diracuni oleh istrinya di Madinah atas perintah dari Muawiyah I
Hasan bin Ali adalah cucu tertua Nabi Muhammad lewat Fatimah az-Zahra. Hasan menggantikan kekuasaan ayahnya sebagai khalifah di Kufah. Berdasarkan perjanjian dengan Muawiyah I, Hasan kemudian melepaskan kekuasaannya atas Irak

3.KHALiFAH Husain bin Ali : 626–680 M atau 4–61 H
Husain adalah cucu dari Nabi Muhammad saw. yang dibunuh ketika dalam perjalanan ke Kufah di Karbala. Husain dibunuh karena menentang Yazid bin Muawiyah..Dibunuh dan dipenggal kepalanya di Karbala.

4.KHALiFAH Ali bin Husain : 658-712 M atau 38-95 H
Pengarang buku Shahifah as-Sajadiyyah yang merupakan buku penting dalam ajaran Syi’ah…wafat karena diracuni oleh orang suruhan Khalifah al-Walid di Madinah,

5.KHALiFAH Muhammad al-Baqir : 677–732 M atau 57–114 H
Muhammad al-Baqir diracuni oleh Ibrahim bin Walid di Madinah, Arab Saudi, atas perintah Khalifah Hisyam bin Abdul Malik

6. KHALiFAH Ja’far ash-Shadiq : 702–765 M atau 83–148 H
beliau diracuni atas perintah Khalifah al-Mansur di Madinah..Beliau mendirikan ajaran Ja’fariyyah dan mengembangkan ajaran Syi’ah. Ia mengajari banyak murid dalam berbagai bidang, diantaranya Imam Abu Hanifah dalam fiqih, dan Jabar Ibnu Hayyan dalam alkimia

7.KHALiFAH Musa al-Kadzim : 744–799 M –atau 128–183 H
Dipenjara dan diracuni oleh Harun ar-Rashid di Baghdad

8.KHALiFAH Ali ar-Ridha : 765–817 atau 148–203 H
beliau diracuni oleh Khalifah al-Ma’mun di Mashhad, Iran.

9.KHALiFAH Muhammad al-Jawad : 810–835 M atau 195–220 H
Diracuni oleh istrinya, anak dari al-Ma’mun di Baghdad, Irak atas perintah Khalifah al-Mu’tashim.

10.KHALiFAH Ali al-Hadi : 827–868 M atau 212–254 H
beliau diracuni di Samarra atas perintah Khalifah al-Mu’tazz

11.KHALiFAH Hasan al-Asykari : 846–874 M atau 232–260 H
beliau diracuni di Samarra, Irak atas perintah Khalifah al-Mu’tamid.
Pada masanya, umat Syi’ah ditekan dan dibatasi luar biasa oleh Kekhalifahan Abbasiyah dibawah tangan al-Mu’tamid

12.KHALiFAH Mahdi : Lahir tahun 868 M atau 255 H
beliau adalah imam saat ini dan dialah Imam Mahdi yang dijanjikan yang akan muncul menjelang akhir zaman.. Sebelum beliau muncul, Iran menyiapkan “Fakih yang adil” sebagai pengganti sementara, misal : Ayatullah Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei

Apakah ini disebut mencintai Ahlul Bait apalagi mengamalkan ajarannya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s