Nikah Mut’ah di Iran sulit ditemui

Regulasi Nikah Mut’ah di Iran

oleh : Ustad Husain Ardilla

dalam ajaran Islam dikenal konsep poligami. Lalu apakah dengan serta merta umat Islam mempraktikkan poligami. Apakah Anda dari Sunni yang menganggap sah poligami, lalu Anda bisa melihat begitu mudah orang mempraktikkannya. Demikian pula dengan konsep nikah Mut’ah pada masyarakat Syiah

Nikah mut’ah yang dipraktekkan oleh Shi’ah haruslah terdaftar. Hal ini untuk memberikan kejelasan status pada anak yang dikandung oleh perempuan, jika kehamilan tidak bisa dihindarkan. Para praktisi nikah mut’ah sedemikian rupa mengusahakan agar kehamilan tidak sampai terjadi. Karena akan membawa konsekuensi yang cukup rumit pada tanggungjawab kehidupan anak karena menyangkut pada hak waris, pada kenyataannya pernikahan mut’ah menghindari terjadinya kehamilan.

ada banyak dokumen yang menyebutkan bahwa mut’ah itu tidak haram.. Salah satunya adalah seperti yang saya kutip dibawah ini:

Hadist koleksi Tirmithy dan dinarasikan oleh Abdullah Ibn Abbas yang berbunyi:

” Nikah sementara ada pada awal-awal islam. Seorang laki-laki datang ke kota dimana dia tidak ada pendamping, jadi dia menikah dalam beberapa waktu selama dia tinggal di kota, perempuan yang dinikahinya akan menyediakan dan menyiapkan makannya, sampai kemudian sebuah ayat turun: Kecuali istrimu, apa yang dikehendaki oleh tangan kananmu.”

Sebuah surat di al Qur’an Surat 4: 24 juga membahas masalah ini, berikut isinya:

Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban

Mut’ah memang diperbolehkan di Negara Islam seperti Iran. Perihal nikah mut’ah dibahas dalam civil code (KUH Perdata) pada chapter VI pasal 1075-1077 yang mengakui pernikahan mut’ah. Pembahasan lainnya seperti mahar (mas kawin), waris, hak anak dan istri menggunakan pasal yang sama dalam pernikahan permanen. Misalnya pada chapter 7 diatur tentang mahar, yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Terkait dengan mahar pada nikah mut’ah istri berhak mengajukan mahar, bukan ditentukan oleh suami saja. Jadi butuh kesepakatan juga. Namun pada kenyataanya mahar seringkali menjadi hak suami untuk menentukan secara sepihak. Pada artikel 1080 disebutkan bahwa istri pada saat kontrak nikah masih berlangsung, bisa membelanjakan harta suami yang disepakai di dalam pernikahan. Namun, istri (dari nikah mut’ah) tidak berhak menggunakan harta kesepakatan yang belum dibayarkan oleh suami, jika suami meninggal terlebih dahulu, sementara harta kesepakatan belum diberikan (Artikel 1088). Artinya pihak istri tidak bisa menggugat hart kesepakatan yang belum terbayarkan kepada pihak keluarga suami

anak hasil nikah mut’ah tetap mendapatkan pengakuan dan berhak atas dukungan financial dari ayah, setelah kontrak nikah selesai. Tapi tidak dengan sang ibu. Setelah kontrak selesai, maka perempuan tidak mendapatkan apapun dari mantan suami kontraknya. Tetapi istri mut’ah punya hak membelanjakan harta kesepakatan (mahar) dari suami untuk kepentingan dirinya, tanpa meminta izin suami.

Kantor notaris atau kantor urusan hukum di Iran  juga bertugas menerima pendaftaran nikah dan urusan sipil. “Kantor-kantor notaris ini biasanya mendokumentasikan perkawinan permanen maupun perkawinan sementara, tugas mereka adalah melayani dan mengurusi pendaftaran nikah dan talak

mayoritas warga Iran menolak melakukan nikah mut’ah, seraya menjelaskan perbedaan antara nikah mut’ah dan permanen, padahal Iran sedang melakukan sosialisasi nikah mu’tah sebagai jalan alternatif mengatasi tradisi ‘jahiziyah’ yang menuntut biaya pernikahan yang amat tinggi. Meski nikah mut’ah dihalalkan dalam fikih Syiah, namun sampai saat ini masih dianggap tabu oleh rakyat Iran yang mayoritas bermazhab Syiah.

Sebagaimana dikutip TV Al-Arabiyya, Pour Muhammady, Menteri Dalam Negeri Iran, mengatakan bahwa konsep nikah mut`ah dimaksudkan guna memenuhi ‘kebutuhan’ kaum muda, dan menjauhkan mereka dari hubungan (laki2 dan perempuan) yang tidak dibenarkan oleh syariat. “Apakah cukup logis untuk bersikap pura-pura tidak tahu akan adanya dorongan2 seksual para pemuda usia 15 tahun-an yang ditanamkan Allah swt dalam diri mereka?!” begitu ia bertanya-tanya.

“Meskipun nikah mut`ah memang ada dalam undang2 (peraturan) negara, namun budaya masyarakat Iran menganggapnya sebagai perbuatan “tidak layak”

“Nikah mut’ah ditentukan oleh harga dan durasi,” ujarnya. “Oleh sebab itu, dikenal adanya ‘mahar berjangka’ dan ‘durasi berjangka’ yang menjustifikasi bahwa si wanita tidak berhak mendapatkan nafkah dari suaminya.”

Selain itu, bayi yang lahir dari hasil nikah mut’ah tidak berhak menjadi ahli waris, tidak sebagaimana anak yang lahir dari pernikahan permanen. Walau demikian, perempuan yang dinikahi secara mut’ah berhak mengakhiri hubungan dengan ‘lakinya’ jika ia sudah bosan. Sesuatu yang sangat susah ditemui dalam perkawinan permanen.

“Ini adalah urusan kaum perempuan sendiri, dan mereka sendirilah yang memutuskan tentangnya, bukan kaum laki2, yang ahli agama maupun yang bukan” Adapun tentang adanya praktik nikah mut`ah itu sendiri di Iran,

“Hal itu memang tersebar di Iran sebagai suatu konsep. Sebagian pemuda melakukaknnya, dan sebagiannya yang lain tidak tertarik kepadanya sedikit pun dan lebih mengutamakan persahabatan dan percintaan semata. Kebanyakan pemuda yang mempraktikkan nikah mut`ah melakukannya karena kesulitan2 ekonomis, akibat tidak mampu membangun rumahtangga dan keluarga. Sehingga mereka terpaksa menyalurkan dorongan nafsunya melalui kawin mut`ah.”

“Sebagai keyakinan keagamaan, saya menganggapnya memang ada dalam Islam dan Al-Qur’an, meskipun ditolak oleh kalangan Ahlus-Sunnah. Akan tetapi, kawin mut`ah jangan disalahgunakan. Sebetulnya ia dibolehkan demi menghalangi manusia daripada prostitusi dan perbuatan zina.Walaupun demikian, memang dalam buku2 fiqih yang ditulis oleh para fuqaha Syi`ah, terdapat dua jenis perkawinan, satu yang disebut perkawinan permanen dan yang lainnya disebut perkawinan sementara. Begitulah yang disepakati oleh semua ahli fiqih Syi`ah.

.

-Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) Hasan Dalil Alydrus menanggapi isu tarif nikah mut’ah yang dilansir sebuah situs http://www.aansar.com, Iran yang merilis tentang tarif nikah mut’ah.

Menurut Hasan Dalil, isu adanya tarif dalam nikah mut’ah hanya bagian tak terpisahkan dari serangan Zionis-Yahudi untuk memecah-belah persatuan umat Islam, baik Sunni dan Syi’ah. Ia bahkan mengajak media ini untuk meredam suasana agar tak terpengaruh isu ini

.

Menurut Hasan, setelah masalah pelarangarangan nikah mut’ah di zaman Nabi, para ulama berbeda pendapat. Ulama Syi’ah, menurut Hasan tetap memperbolehkannya, karena itu dianggap sebagai hukum. Ia juga mengakui, di kalangan Syi’ah masih tetap meyakni dunia pernikahan; daim (nikah selamanya/permanen) dan mut’ah (sementara).

“Muslim Syi’ah percaya dua pernikahan, daim dan mut’ah,” ujarnya.

Adapun jika kemudian kalangan Sunni menolaknya, ia mengaku tetap menghargai.Hanya saja menurutnya, dalam prakteknya dewasa ini, termasuk di Iran sendiri, nikah mut’ah jarang bisa ditemui.

“Dalam prakteknya, di Iran, sangat susah ditemui. Apalagi ada tarifnya, “ ujarnya

Sebagaimana diketahui, nikah mut’ah (dalam Jami’ Ahkamu Nisaa`); adalah, pernikahan seseorang dalam batas waktu tertentu, dengan sesuatu pemberian kepadanya, berupa harta, makanan, pakaian atau yang lainnya. Jika masanya telah selesai, maka dengan sendirinya mereka berpisah tanpa kata thalak dan tanpa warisan.

*

Membendung Fitnah VOA-Islam
 Benarkah di Iran Ada Tarif Nikah Mut’ah?
Voa-Islam masih saja menurunkan berita-berita fitnah mengenai Iran dan umat Syiah. Setelah sebelumnya menyebarkan kabar bohong di Teheran Iran tidak ada masjid Sunni dan pelarangan shalat Idul Fitri bagi umat Sunni oleh pemerintah Iran dan fitnah tersebut telah berhasil dibantah oleh media ini dengan menunjukkan nama-nama masjid yang dikelola umat Sunni di Teheran beserta alamatnya, kali ini Voa-Islam kembali menghembuskan kedustaan baru.

http://www.voa-islam.com/news/islamic-world/2012/01/13/17392/gila-nikah-kontrak-syiah-dibandrol-300-dolar-mutah-perawan-bonus-150/ www.aqrazavi.org  masih saja menurunkan berita-berita fitnah mengenai Iran dan umat Syiah. Setelah sebelumnya menyebarkan kabar bohong di Teheran Iran tidak ada masjid Sunni dan pelarangan shalat Idul Fitri bagi umat Sunni oleh pemerintah Iran dan fitnah tersebut telah berhasil dibantah oleh media ini dengan menunjukkan nama-nama masjid yang dikelola umat Sunni di Teheran beserta alamatnya, kali ini Voa-Islam kembali menghembuskan kedustaan baru.Menukil dari www.aansar.com, redaksi Voa-Islam menulis berita dengan judul yang bombastis, ” Gila! Nikah Kontrak Syi’ah Dibandrol 300 Dolar, Mut’ah Perawan Bonus 150 Dolar?”

.

Diberitakan Astan Quds Al-Ridhawy mengumumkan permintaan untuk mendatangkan para gadis yang umurnya berkisar antara 12 hingga 35 tahun untuk melakoni profesi Mut’ah. Astan Quds Al-Ridhawy adalah yayasan di Iran yang mengurus wakaf dan urusan agama serta beberapa perusahaan bisnis besar di dalam dan di luar kawasan Khurasan. Disebutkan pengumuman tersebut dirilis seiring meningkatnya jumlah permintaan terhadap servis Mut’ah dari para turis yang datang ke Kota Masyhad

.

*****
Keganjilan pertama, disebutkan Astan Quds Al-Ridhawy adalah yayasan di Iran yang mengurus wakaf dan urusan agama serta beberapa perusahaan bisnis besar di dalam dan di luar kawasan Khurasan. Ini sama sekali tidak benar, sebab yayasan tersebut hanyalah mengurusi Haram Imam Ridha as di pusat kota Masyhad, memberikan pelayanan kepada para peziarah, mengatur dan mengumumkan agenda-agenda perhelatan Islam yang berlangsung di kompleks Haram Imam Ridha as dan sama sekali tidak mengurusi bisnis apapun apalagi sampai skala besar menjangkau kawasan luar Khurasan. Keganjilan kedua dari pengumuman tersebut, mata uang Iran adalah Real bukan Tuman

.

Memang masyarakat Iran masih menggunakan penyebutan Tuman dalam transaksi jual beli namun dalam penyampaian promosi harga ataupun pengumuman resmi mengenai besarnya nominal harga menggunakan mata uang Real. Ketiga, meskipun pengumuman tersebut juga ditujukan buat warga pendatang (turis) namun bukan kebiasaan masyarakat Iran menyampaikan harga dengan menyebutkan besar nominalnya dalam Dollar

.

Keganjilan yang keempat dan yang terpenting sebab menjadi bukti kedustaan pengumuman tersebut, adalah www.aansar.com sama sekali tidak menukilkan sumber pengumuman tersebut. Mengapa? Sebab sebenarnya pengumuman tersebut sama sekali fiktif dan tidak jelas keberadaannya. Situs tersebut juga sama sekali tidak menyebutkan link situs yayasan Iran yang dimaksud. Kalau memang pengumuman itu benar adanya, tentu saja yayasan yang bersangkutan akan merilis di situs resminya. Namun jika kita berkunjung ke situs resminya www.aqrazavi.org sama sekali tidak kita temukan adanya pengumuman mengenai tarif nikah mut’ah tersebut. Jadi dari mana sesungguhnya www.aansar.com itu mengambil berita?. Dengan tidak menuliskan sumber berita, jelas situs tersebut melanggar kaidah jurnalisme yang berlaku dalam dunia pemberitaan. Sayangnya, berita tidak jelas tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disebar melalui banyak media internet di Indonesia termasuk oleh Voa-Islam yang mengklaim diri sebagai media yang memiliki visi “Menjadi media terpercaya yang mengedepankan kebenaran dan keadilan secara professional”

.
Benar-benar sangat disayangkan, berita dusta tersebut menyebar dengan begitu cepat terutama oleh media-media yang dikelola oleh orang-orang yang mengklaim diri hanya menyandarkan urusan agamanya pada periwayatan yang shahih. Mereka tegas pada ketsiqahan perawi dan sangat kredibel dalam mengkritik sanad hadits namun ketika mereka mendapatkan berita yang menguntungkan mereka, mereka tinggalkan tabayyun dan profesionalisme itu. Ataukah tabayyun hanya berlaku pada hadits dan bukan pada berita semacam ini?.

Iran dapat menargetkan Amerika Serikat dengan rudal antar benua pada tahun 2015.


Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz mengklaim bahwa Iran dapat menargetkan Amerika Serikat dengan rudal antar benua pada tahun 2015.

“Mereka (Iran) bekerja sekarang dan menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan rudal balistik antar benua,” katanya kepada CNBC pada Rabu (22/2). “Dan kami memperkirakan bahwa dalam dua sampai tiga tahun mereka akan memiliki rudal balistik antar benua pertama yang dapat mencapai Pantai Timur Amerika,” ujar Steinitz.

“Jadi tujuan mereka adalah untuk menempatkan ancaman balistik nuklir … langsung ke Eropa dan ke Amerika,” klaim mantan ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset Zionis.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaalon mengklaim bahwa Iran sedang mengembangkan rudal dengan jangkauan 10.000 kilometer yang mampu mencapai Pantai Timur AS.

Israelaktif meyakinkan masyarakat internasional bahwa Republik Islam merupakan ancaman dan bahkan meminta AS untuk menghentikan program nuklir damai Iran.

Sementara program nuklir Israel diyakini oleh banyak pihak sebagai ancaman mematikan dan dipercaya secara luas berada di balik serangkaian pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran.

 Rusia Peringatkan Israel Soal Serangan ke Iran

Rabu, 2012 Februari 22 23:46

Rusia sekali lagi memperingatkan rezim Zionis Israel atas konsekuensi mengerikan serangan militer terhadap Iran karena program nuklir Republik Islam.

“Skenario aksi militer terhadap Iran akan menjadi bencana bagi kawasan dan mungkin seluruh sistem hubungan internasional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov pada Rabu (22/2) seperti dilansir Press TV.

“Karena itu, saya berharap Israel memahami semua konsekuensi ini … dan mereka juga harus mempertimbangkan konsekuensi atas tindakan tersebut untuk diri mereka sendiri,” pintanya.

Pernyataan Gatilov datang setelah Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Martin Dempsey mengatakan pada Ahad lalu bahwa menyerang Iran adalah tidak bijaksana pada saat ini dan akan mendestabilkan kawasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Amerika Serikat mengadopsi kebijakan yang mendukung Iran, dan tidak menguntungkan sekutu historis mereka, Israel. Netanyahu bahkan menyebut Jenderal Dempsey sebagai pelayan Iran.

Komentar itu dilontarkan Netanyahu karena AS tidak menyetujui serangan Israel ke Iran.

 Ayatullah Sistani Mematahkan Makar Anti-Syiah di Irak

Kamis, 2012 Februari 23 01:35

Makar gerakan anti-Syiah yang bertujuan mengadu marjaiyah di Irak melakukan rangkaian pengeboman di depan kantor para marji, berhasil dipatahkan oleh Ayatullah Sistani melalui statemennya.

Fars News (22/2) melaporkan, menyusul upaya kelompok-kelompok tak dikenal melakukan pengeboman di kantor Ayatullah Sistani di Irak selatan, dan juga kantor Hujjatul Islam Sayid Mahmoud al-Hasani al-Sorkhi, serta menyulut friksi di antara para pengikut kedua pihak, Ayatullah Sistani merilis statemen dan menyatakan tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Kantor Ayatullah Sistani selain menepis tuduhan sejumlah media soal keterlibatan kubu ini dalam insiden pengeboman tersebut dan menuntut semua pihak untuk mematuhi undang-undang dan menghindari kekerasan.

Sabtu lalu, terjadi serangkaian ledakan menargetkan kantor Ayatullah Sistani dan Hujjatul Islam al-Hasani al-Sorkhi di Basrah, Diwaniyah, Ziqar, dan Qadisiyah. Media-media anti-Syiah berusaha menisbatkan aksi teror tersebut kepada para pendukung Ayatullah Sistani.

Menyusul penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Irak dan berbagai peristiwa politik setelahnya termasuk kasus Tareq al-Hashemi, gerakan-gerakan wahabi dan anti-Syiah berulangkali berusaha menisbatkan Ayatullah Sistani dan kantor-kantornya terlibat dalam berbagai peristiwa politik dan keamanan Irak

Syarat Sahnya Amalan yaitu berpedoman pada Tsaqal pertama yaitu “Kitabullah” dan Tsaqal kedua yaitu “Itrah atau Ahlulbait Nabi SAW”

Subuh tanggal 19 Ramadhan hati Imam Ali as bergetar petanda akan terjadi sebuah peristiwa besar. Berkali-kali beliau keluar dari kamarnya dan menatap langit sembari menitikkan air mata. Kepada dirinya Imam Ali berkata, “Malam ini adalah malam yang telah dijanjikan.” Beliau kemudian mengingat ucapan Rasulullah yang disampaikan kepadanya di bulan Ramadhan. Rasul berkata, “Akan terjadi peristiwa getir yang menimpamu di bulan ini. Aku melihatmu tengah melaksanakan shalat ketika seorang paling celaka di muka bumi menghantam kepalamu dengan pedang sehingga jenggotmu bersimbah darah yang bercucuran dari kepalamu.” (‘Uyun Akhbar ar-Ridha, jilid 1, hal 297)

Subuh hari itu tengkuk kepala Imam Ali terbelah setelah disabet pedang yang telah dilumuri racun milik Abdurrahman bin Muljam di mihrab masjid Kufah. Darah membasahi seluruh wajah Imam Ali as, namun terdengar dari lisannya beliau berkata, “Demi Allah pemilik Ka’bah! Aku Beruntung.” Tiga hari kemudian pada Subuh tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijrah, Imam Ali as meninggalkan dunia yang fana menemui penciptanya.

Sejak waktu itu anak-anak yatim menjadi sedih, tidak mendengarkan langkah-langkah Imam Ali as menuju mereka. Anak-anak yatim harus meyakinkan dirinya bahwa tidak ada orang lagi yang dapat diajak bermain. Karena selama ini mereka dengan gembira bermain menaiki punggung Imam Ali as. Sementara orang-orang miskin baru mengetahui bahwa orang asing yang setiap malam membawakan roti dan korma kepada mereka telah tiada. Kebun korma yang biasanya didatangi Imam Ali di malam-malam untuk bermunajat sudah tidak dapat mendengar lagi lirihnya munajat beliau. Semua merasa kehilangan.

Pengaruh wujud sebagian tokoh besar terkadang berlanjut hingga beberapa waktu. Tapi sangat jarang ada tokoh dalam sejarah yang berpengaruh untuk segala masa. Berlalunya waktu tidak dapat menghilangkan mereka dari ingatan. Salah satunya adalah Imam Ali as. Beliau untuk semua. GibranKhalil Gibran, penulis Lebanon yang meskipun memeluk Kristen, tapi ia begitu terpikat dengan pribadi Imam Ali as. Sekaitan dengan Imam Ali as, ia menulis, “Saya tidak habis pikir bagaimana ada orang yang mendahului masanya. Menurut keyakinan saya, Ali bin Abi Thalib bukan hanya untuk masanya. Ia pribadi yang senantiasa berada di sisi jiwa yang menguasai wujud.”

Potensi wujud dan fitrahnya yang sudi membuat Imam Ali as istimewa di setiap dimensi kemanusiaannya. Beliau berada di atas semua masa dan generasi. Ali bin Abu Thalib dibesarkan oleh pribadi besar seperti Rasulullah Saw yang membuatnya sampai pada keadilan dan ketakwaan yang tinggi. Allamah Syahid Murtadha Muthahhari dalam bukunya “Daya Tolak dan Tarik Imam Ali as” menulis:

“Imam Ali as benar-benar wujud yang adil dan seimbang. Ia mampu mengumpulkan seluruh kesempurnaan manusia. Ia memiliki pemikiran yang dalam dan afeksi yang lembut. Di siang hari mata manusia menyaksikan pengorbanan yang dilakukannya dan telinga mereka mendengarkan nasihat-nasihat penuh hikmahnya. Sementara di malam hari bintang-bintang menyaksikan air matanya yang menetes saat beribadah dan langit mendengarkan munajat penuh cintanya. Imam Ali as adalah seorang bijak dan arif. Ia pemimpin sosial, sekaligus tentara, buruh, orator dan penulis. Pada intinya, Imam Ali as adalah seorang manusia sempurna dengan segala keindahannya.”

Apa sebenarnya yang menyebabkan pribadi Imam Ali as masih menarik perhatian hati manusia setelah berlalu berabad-abad dan akal senantiasa memujinya? Rahasia keabadian Imam Ali as terletak pada hubungannya yang terus menerus dengan Allah. Hubungan ini yang membuatnya melewati ruang dan waktu. Setiap hati manusia pasti mencintainya. Karena beliau punya hubungan sangat dalam dengan kebenaran. Dari sini, setiap fitrah yang masih suci dan sehat serta punya kecenderungan meraih hakikat, sudah barang tentu akan memuji Imam Ali as dan mencintainya.

Imam Ali as adalah contoh nyata orang yang berjalan di jalan yang lurus. Orang-orang jujur dalam berbuat dan berkata. Ketika berada di puncak kekuasaan, maka akan dimanfaatkan sebagai alat untuk menghidupkan kebenaran. Kekuasaan yang dimiliki menjadi sarana bagi pertumbuhan keutamaan manusia dan menciptakan keadilan. Terkadang kita menyaksikan beliau menghadapi orang-orang yang begitu mencintai dunia, tapi terkadang beliau harus menghadapi orang-orang munafik dan di lain waktu harus memerangi orang-orang yang ingin menipu masyarakat dengan simbol-simbol agama. Imam Ali as memerintah dengan gaya yang sangat merakyat dan keadilan merupakan ciri khasnya. Tidak ada yang dapat mempengaruhinya dalam menegakkan keadilan, sekalipun itu keluarganya sendiri.

Gaya hidup Imam Ali as dalam kehidupan sehari-hari bersumber dari cara pandangnya terhadap dunia dan bagaimana menghadapinya. Dunia dan alam diciptakan oleh Allah dengan sangat indah. Langit, bumi, laut, gunung, awan dan angin semua merupakan tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Imam Ali as juga mencintai dunia dan alam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah. Dalam sejarah disebutkan bagaimana Imam Ali as begitu mencintai mata air, kebun dan sawah. Beliau memanggul pohon korma untuk di tanam di kebun. Beliau menggali sumur seorang diri guna mengairi korma-korma itu. Itulah mengapa dalam satu ucapannya Imam Ali as mencela orang yang mencaci dunia. Imam Ali as berkata:

“Dunia tempat kejujuran bagi orang-orang yang jujur, tempat yang sehat bagi mereka yang mengenal dunia rumah sehat dan dunia tempat yang tidak dibutuhkan bagi mereka yang telah memiliki bekal… Dunia adalah tempat penyembahan kepada Allah bagi mereka yang mencintai-Nya dan tempat shalat para malaikat… Dunia adalah pasar untuk mencari untung bagi para pecinta Allah dan di dunia mereka meraih rahmat Allah serta memiliki surga yang kekal.” (Nahjul Balaghah, hikmah 131)

Dengan dasar ini, Imam Ali as memandang dunia sebagai pengantar bagi akhirat agar jangan sampai kita telah bersusah payah di dunia, tapi ternyata tidak mendapatkan apa-apa di akhirat. Dunia adalah tempat ujian dan sarana untuk meluncur meraih puncak kesempurnaan. Dunia merupakan pasar dimana orang-orang beriman memanfaatkan segala kemampuan materi dan spiritualnya untuk mencapai derajat kemanusiaan yang tinggi. Mereka melayani, memperluas keadilan dan melindungi kehormatan manusia demi menciptakan masyarakat yang bahagia.

Dunia menurut Imam Ali as akan bernilai dan mulia selama tetap pada fungsinya sebagai alat untuk melayani masyarakat, menciptakan keadilan dan memperkuat fondasi perdamaian. Cara pandang terhadap dunia yang diajarkan Imam Ali as membuat beliau sendiri menjadi seorang pejuang gigih dalam melawan kezaliman dan ketidakadilan. Beliau melawan setiap bentuk penindasan demi mengembalikan hak-hak orang tertindas. Tapi pada saat yang sama, cara pandang beliau terhadap dunia membuatnya berpanas-panas untuk menanam korma dan hasilnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang miskin.

Tapi bila dunia dijadikan tujuan dan berhadap-hadapan dengan akhirat, maka ini akan menjadi penghalang besar bagi manusia untuk meraih kesempurnaan. Bila di dunia ini tujuan mulia manusia ditumpas dan manusia ditawan dan bila ajaran langit, perasaan manusia dan moral terbakar dalam api kekuasaan dan kekayaan, maka pada waktu itu dunia menjadi tercela. Imam Ali as berperang dengan dunia yang dipandang dengan cara seperti ini. Dunia seperti inilah yang dilukiskan begitu hina dan buruk oleh Imam Ali as.

Terkadang beliau menyamakan dunia dengan ular yang tampaknya indah, tapi sangat berbisa. Di lain kesempatan beliau mengatakan dunia di mataku lebih hina dari tulang babi yang berada di tangan seorang yang berpenyakit kusta atau daun yang tak bernilai di mulut belalang. Di sini Imam Ali as memulai perjuangannya melawan dunia. Imam mengingatkan dunia dapat menjadi tempat manusia tergelincir dan tertinggal dari jalan Allah menuju kesempurnaan. Oleh karena itu orang-orang yang beriman harus melihat dunia sebagai tempat penyeberangan menuju akhirat

.

Mengimani Wilayah Ahlulbait as. Adalah Jaminan Keselamatan Dari Api Neraka Jahannam

Allah SWT berfirman:

و قِفُوْهُمْ إنَّهُم مَسْؤُوْلُونَ

“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” (QS. ash Shaffat:24)

 Keterangan:

Di antara peristiwa-peristiwa mengerikan nun menentukan nasib di hari kiamat adalah diberhentikannya manusia di jembatan pemeriksaan di atas neraka Jahim. Allah memerintahkan para malaikat-Nya agar menahan umat manusia karena akan ada pertanyaan yang mesti mereka jawab. Pertanyaan yang akan mengungkap jati diri setiap orang. Allah berfiaman, “Hentikan (tahan) mereka karena mereka akan ditanyai.”

Tentang apa yang akan ditanyakan kepada umat manusia kelak di hari kiamat, di antara para ulama dan ahli tafsir ada yang mengatakan pertanyaan itu terkait dengan konsep Tauhid; Lâ Ilâha Illallah/Tiada Tuhan selain Allah! Ada pula yangt mengatakan mereka akan ditayai dan dimintai pertanggung-jawaban tentang WilâyahImam Ali as.

Akan tetapi di sini perlu diketahui bahwa apa yang disebutkan di atas adalah penyebutan mishdâq dari apa yang akan ditanyakan… ia tidak sedang membatasai… bukan hanya itu yang akan ditanyakan…. Inti dari pertanyaan itu tentang kebenaran apapun yang mereka abaikan di dunia, baik ia berupa I’tiqâd/keyakinan yang intinya adalah Syahâdatain…Tentunya dan juga tentang Wilâyah Imam Ali as. yang akan menentukan nilai Syahâdatain di sisi Allah SWT. … Atau berupa amal shaleh yang mereka tinggalkan kerena keangkuhan dan sikap takabbur kepada atasnya.

Riwayat Tafsir Nabi saw.

Para muhaddis telah meriwayatkan bahwa Nabi saw. telah menyebut bahwa di antara pertanyaan penting yang akan ditanyakan adalah tentang Wilâyah Imam Ali as., karenanya para ulama Ahlusunnah meriwayatkan dari para mufassir Salaf; sahabat dan tabi’în, di antara mereka Abu Said al Khadri, Ibnu Abbas, Abu Ishaq as Subai’i, Jabir al Ju’fi, Mujahid, Imam Muhammad al Baqir as. dan Mandal bahwa kelak pada hari kiamat Allah SWT akan menanyai setiap orang akan sikapnya terhadap wilayah/kepemimpinan Ali dan Ahlulbait as.

Riwayat Abu Sa’id al Khadri:

Ibnu Hajar (dan juga para ulama lainnya) menggolongkan ayat di atas sebagai ayat yang turun menjelaskan keagungan, keutamaan dan maqam mulia Ahlulbait as., ia berkata: “(Ayat Keempat) Firman Allah –Ta’âlâ-:

و قِفُوْهُمْ إنَّهُم مَسْؤُوْلُونَ

“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.”

Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id al Khadri bahwa Nabi saw. bersabda:

{و قِفُوْهُمْ إنَّهُم مَسْؤُوْلُونَ} عن وِلايَةِ علِيٍّ.

“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.”tentang wilayah Ali.

Sepertinya sabda ini yang dimaksud oleh al Wâhidi dengan ucapannya, ‘“Dan Hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” tentang wilayah Ali dan Ahlubait, sebab Allah telah memerintah Nabi-Nya saw. agar memberitahui umat manusia bahwa ia tidak meminta upah atas jerih payah mentablîghkan Risalah (agama) kecuali kecintaan kepada keluarga beliau. Maknanya, bahwa mereka akan ditanyai apakah mereka mengakui Wilâyah mereka dengan sepenuh arti seperti yang diwasiatkan Nabi saw. kepada mereka atau mereka menyia-nyiakan dan mengabaikannya, maka mereka akan dituntut dan dikenakan sanksi.’

Dan dengan ucapannya ‘seperti yang diwasiatkan Nabi saw. kepada mereka’ ia menunjuk kepada hadis-hadis yang datang dalam masalah ini, dan ia sangat banyak sebagainnya akan kami sebutkan pada pasal kedua nanti.”[1] 

 

Sumber Riwayat:

Hadis Abu Sa’id telah diriwayatkan para ulama Ahlusunnah dari banyak jalur. Dalam riwayat al Wâhidi di atas hadis itu diriwayatkan dari jalur: Qais ibn Rabî’i dari’Athiyyah dari Abu Sa’id dari Nabi saw.

Al Hakim al Hiskâni meriwayatkannya dari  dua jalur; 1) dari Qais ibn Rabî’ dari Abu Harun al Abdi dari Abu Sa’id dari Nabi saw…. 2) dari Isa ibn Maimun dari Abu Harun al Abdi dari Abu Sa’id dari Nabi saw. hadis

Riwayat Ibnu Abbas ra.

Al Hakim al Hiskâni juga meriwayatkan tafsir serupa dari Nabi saw. dari riwayat Ibnu Abbas ra….. Dari ‘Athâ’ ibn Sâib dari Sa’id ibn Jubair dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

“Kelak di hari kiamat aku dan Ali diberdirikan di atas Shirâth (jembatan pemeriksaan), maka tiada seorang pun yang melewatinya melainkan kami tanyai tentang WilâyahAli. Maka barang siapa memilikinya (maka ia boleh berjalan terus), dan yang tidak akan kami lemparkan ke dalam api neraka. Itu adalah firman Allah:

و قِفُوْهُمْ إنَّهُم مَسْؤُوْلُونَ

“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.”[2]

Dalam riwayat lain, Al Hakim meriwayatkan tentang firman Allah SWT.:

و قِفُوْهُمْ إنَّهُم مَسْؤُوْلُونَ

“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” Tentang Wilayah Ali ibn Abi Thalib.”[3]

 Status Hadis:

Seperti Anda saksikan bahwa Nabi saw.[4] sendirilah yang menafsirkan ayat di atas dengan Wilâyah Ali as…. Bahwa perkara terpenting yang akan ditanyakan kepada setiap manusia kelak di hari kiamat setelah tentang keesaan Allah dan kerasulan Mahammad saw. adalah Wilayah/kepemimpinan Ali dan Ahlulbait as. dan berdasarkan sikap setiap orang, nasib mereka akan ditentukan di sana!

Apabila seorang dalam hidupnya mengimani Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dan Muhammad ibn Abdillah sebagai Rasul penutup Allah serta mengimani Ali dan Ahlulbait as. sebagai para Wali (pemimpin)nya, maka ia akan mendapat rahmat dan nikmat dari Allah dan apabila tidak maka Allah akan memintainya pertangung-jawaban atas sikapnya tersebut dan memberinya sanksi, seperti yang ditegaskan Al Wâhidi di atas.

Lalu bagaimana sikap Anda? Apakah Anda telah mempersiapkan jawaban untuk intrograsi para malaikat Allah kelak di hari Pengadilan Akbar; hari kiamat terkait dengan sikap Anda terhadap kepemimpinan Imam Ali dan Ahlulbait as.?

Apakah Anda termasuk orang yang peduli akan nasib abadi Anda di alam akhirat sana? Atau Anda termasuk mereka yang acuh terhadap apapun tentang tanggung jawab di hadapan Tuhan?

Jawabnya terserah Anda!!

Catatan:

Hadis Abu Sa’id dan keterangan Al Wâhidi, selain dikutip dan dibenarkan oleh Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab ash Shawâiq-nya juga dikutip dan dibenarkan oleh banyak ulama Ahlusunnah lainnya, di antaranya:

A)        Syihâbuddîn al Khaffâji dalam kitab tafsir Ayat al Mawaddah-nya:82, seperti disebutkan dengan lengkap oleh az Zarandi dalam Nadzm  Durar as Simthain:109.

B)          Syeikhul Islam al Hamawaini dalam Farâid as Simthain,1/78-79 ketika menyebut hadis no.46 dan 47.

C)         As Samhûdi dalam Jawâhir al Iqdain,2/108.

Mereka menyebut dan menukilnya serta mendukungnya dengan beberapa bukti pendukung lainnya.

Tafsir Para Sahabat Dan Mufassir Salaf

Selain dua sahabat yang telah kami sebutkan tafsir mereka, para mufassir Salaf juga menafsirkan ayat di atas sesuai denga tafsir Nabi saw. di antara tafsir yang diriwayatkan dari mereka adalah sebagai berikut:

(1)                       Abu Ishaq as Subai’i

Al Khawârizmi meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada Abu Ahwash dari Abu Ishaq as Subai’i tentang ayat: “Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” Yaitu tentang Wilâyah Ali.[5]

(2)        Mujahid

Adz Dzahabi menykil riwayat dari jalur Israil dari Ibnu Najîh dari Mujahid tentang ayat:“Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” Yaitu tentang Wilâyah Ali.[6]

(3)        Imam Muhammad al Baqir as.

Al Hiskani meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada Daud ibn Hasan ibn Hasan dari ayahnya dari (Imam) Abu Ja’far tentang ayat: “Dan hentikan mereka sesungguhnya mereka akan ditayai.” Yaitu tentang Wilâyah Ali.

Hadis serupa juga diriwayatkan dari jalur Abu Ishaq as Subai’i dari Jabir al Ju’fi.[7]

 

Hadis-hadis Pendukung!

Selain itu hadis tafsir Nabi saw. di atas dan juga tafsir para sahabat telah dikuatkan dan didukung oleh banyak bukti… di antara bukti-bukti itu adalah:

  • Hadis-hadis yang menegaskan bahwa kelak di hari kiamat Nabi saw. akan meminta dari umat Islam pertanggung-jawaban sikap terhadap Kitabullah dan Ahlulbait as. Di antara hadis-hadis itu dalah sebagai berikut ini:

Dari Abu Thufail Amir ibn Watsilah dari Hudzaifah ibn Usaid al Giffari dalam sebuah hadis panjang di antaranya beliau saw. bersabda:

يَا أيُّها الناسُ إِنِّيْ فَرَطُكُمْ, إِنَّكُمْ وَارِدُونَ عَلَيَّ الْحَوْضَ أَعْرَضَ مِمَّا بين بُصْرَى إلى صَنْعاءَ فيهِ عَدَدُ النُّجُومِ قَدْحانَ فِضَّةٍ، و إِنِّيْ سائِلُكُمْ حين تَرِدُوْنَ عَنِ الثَّقَليْنَ ، فَانْظُرُوا كيفَ تَخْلُفُونِيْ فيهِما: الثقل ألأكْبَرُ كتابَ اللهِ عز و جلَّ سببٌ طَرَفُهُ بِيَدِ اللهِ و طرفُهُ بِأَيْدِيْكُمْ، فاسْتَمْسِكُوا بِهِ و لا تَضِلُّوا و لا تُبَدِّلُوا، وَعِتْرتِيْ أَهلَ بيتِيْ، فَإِنَِّ اللطيفَ الخبيرَنَبَّأَنِيْ أَنَّهُما لَنْ يَنْقَضِيا حتى يرِدَا عليَّ الْحَوْضَ.

“Wahai sekalian manusia sesungguhnya Aku akan mendahului kalian menuju telaga dan kalian pasti mendatangiku di telaga, sebuah telaga yang lebih lebar dari kota Bushra hingga kota Shan’a’, di dalamnya terdapat cawan-cawan sejumlah bintang di langit. Aku akan meminta pertanggung-jawaban kalian ketika menjumpaiku akanTsaqalaian. Maka perhatikan, bagaimana perlakuan kalian terhadap keduanya.Tsaqal pertama adalah Kitabullah ‘Azza wa Jalla, sebab penyambung yang satu ujungnya di tangan Allah dan satu ujungnya lagi di tangan kalian, maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah; jangan kalian menyimpang dan mencari ganti selainnya, dan kedua adalah Itrah-ku yaitu Ahlulbaitku. Sesungguhnya Allah Yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui telah memberitauku bahwa keduanya tidak akan berakhir sehingga menjumpaiku di haudh (telaga).”[8]

  • Hadis akan ditanyakannya empat perkara di hari kiamat. Di antaranya adalah riwayat di bawah ini:

Al Hafidz al Haitsami berkata, “dan dari Ibnu Abbbas, ia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda:

لاَ تزولُ قَدَما عبْدٍ يومَ القيامة حتَّى يُسْأَلَ عَن أربَع: عَن عُمُرِهِ فِيمَ أفناه عَن جسدِه فِيمَ أبلاهُ و عن ماله فِيمَ أنْفَقَهُ و مِنْ أين إكْتَسَبَهُ و عن حُبِّنا أَهْلَ البيتِ.

“Tiada akan beranjak dua kaki seorang pada hari kiamat sehingga ia ditanyai tentang empat perkara; tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk ia pakai, tentang hartanya untuk apa ia belanjakan dan dari mana ia perolah dan tentang kecintaan kepada kami Ahlulbait.”

Hadis ini diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al Mu’jam al Awsath, dan pada sanadnya terdapat Husain al Asyqar, ia dianggap lemah oleh sebagian ulama, akan tetapi Ibnu Hibbân mentsiqahkannya.

Al Haitsami juga meriwayatkannya dari jalur lain dari Abu Barzah, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

تزولُ قَدَما عبْدٍ حتَّى يُسْأَلَ عَن أربَع: عَن جسدِه فِيمَ أبلاهُ وَ عَن عُمُرِهِ فِيمَ أفناه و عن ماله مِنْ أين إكْتَسَبَهُ وَ فِيمَ أنْفَقَهُ و عن حُبِّنا أَهْلَ البيتِ.

“Tiada akan beranjak dua kaki seorang sehingga ia ditanyai tentang empat perkara; tentang jasadnya untuk ia pakai, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang harta dari mana ia perolahnya dan untuk apa ia belanjakan dan tentang kecintaan kepada kami Ahlulbait.”

Lalu ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa tanda kecintaan kepada kalian Ahlulbait?’

Maka beliau menunjuk Ali sambil menepuk pundaknya.“

Ia berkata, “Hadis ini diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam Awsath.

Perhatikan di sini, al Haitsami hanya mencacat hadis dengan jalur pertama yaitu disebabkan Husain al Asyqar. Sementara terhadap hadis dengan jalur kedua ia mendiamkan dan tidak mencacatnya dengan sepatah kata pun..

Dan dalam sumber aslinya disebutkan bahwa Nabi menjawab si penanya dengan sabda beliau, “Tanda kecintaan kepada kami adalah kecintaan kepada orang ini sepeninggalaku.” Sabda ini tidak disebutkan oleh al Haitsami. Adapun pencacatannya atas Husain al Asyqar sangat tidak berdasar. Perawi yang satu initsiqah dan adil seperti telah dibuktikan pada tempatnya.

Ikhtisar kata, hadis ini termasuk dari hadis-hadis terkuat tentang keutamaan Ali dan Ahlulbait as. tidak ada tempat untuk pencacatan!

  • Hadis yang mengatakan bahwa manusia tidak akan diizinkan melewati jembatan penyeberangan di Shirâth kelak kecuali setelah terbutki ia meyakiniWilayah Imam Ali as.

Di antara hadis-hadis itu adalah sebagai berikut:

A)                    Hadis riwayat Imam Ali as.

Al Hafidz Abul Khair al Hâkimi ath Thâliqâni berkata, “Dan dengannya al Hâkim berkata…. Dari Ali, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا جمَع اللهُ الأولين و الآخرين يوم القيامة و نصب الصراطَ على جسر جهنمَ ما جازاها أحدٌ حتى كانت معه برآءَةٌ بِولايةِ عليِّ بن أبي طالبِ.

“Jika kelak pada hari kiamat Allah mengumpulkan manusia yang pertama hingga yang terakhir dan Dia menegakkan Shirâth di atas jembatan neraka Jahannam, maka tidak seorang pun melewatinya sehingga ia memiliki surat jalan berupa (keyakinan akan) Wilâyah Ali ibn Abi Thalib.”[9]

B)          Hadis Anas ibn Malik.

Ibnu al Maghâzili meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada Anas ibn Malik, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

إذا كان يوم القيامة و نُصِبَ الصراطُ على شَفِير جهنمَ لَمْ يَجُزْ إلاَّ مَن معه كتابُ  بِولايةِ عليِّ بن أبي طالبِ.

“Jika kiamat terjadi dan Shirath dibentangkan di atas bantaran nereka Jahannam, maka tidak ada yang dapat melewatinya kecuali orang memiliki catatan berupa Wilayah kepada Ali ibn Abi Thalib.”[10]

Dan selain dua hadis di atas banyak hadis lainnya dari riwayat Abdullah ibn Mas’ud, Ibnu Abbas dan Abu Bakar.

Setelah ini semua adalah sebuah sikap gegabah jika ada yang meragukan kesahaihan tafsir ayat di atas dengan Wilayah Imam Ali ibn Abi Thalib as., apalagi mengatakannya sebagai hadis palsu!!

Wallahu A’lam.


[1] Ash Shawâiq al Muhriqah:149. Cet. Maktabah al Qahirah. Thn.1385 H/1965 M. dengan tahqiq Abdul Wahhâb Abdul Lathîf..

[2] Syawâhid at Tanzîl,2/162 hadis no..789.

[3] Ibid. no790.

[4] Pada riwayat-riwayat Abu Sa’id dan Ibnu Abbas ra. di atas Anda dapat saksikan bahwa sesekali mereka menukil tafsir ayat tersebut dari Nabi saw. dan sesekali mereka memauqufkan (tidak menyandarkannya) kepada Nabi saw.! Untuk bentuk yang kedua (yang mauqûf) para ulama Ahlusunnah telah membangun sebuah kaidah bahwa ucapan para sahabat tentang tafsir ayat-ayat Al Qur’an yang tidak ada ruang bagi ijtihad dan pendapat maka dihukumi marfû’ (diambil dari Nabi saw.) sebab tidak mungkin para sahabat itu membuat-buat keterangan palsu tentang masalah yang tidak ada ruang bagi berijtihad. Dan kasus kita sekarang ini termasuk darinya… pertanyaan di hari kaimat termasuk berita ghaib, maka pastilah ucapan Abu Sa’id dan Ibnu Abbas dalam masalah ini bersumber dari Nabi saw. Apalgi telah terbukti bahwa Nabi saw. telah menafsirkan sendiri makna ayat tersebut seperti mereka berdua sampaikan!

[5] Manâqib:275 hadis no.256.

[6] Mâzân al I’tidâl,5/145 ketika menyebut sejarah hidup Ali ibn Hatim.

[7] Syawâhid at Tanzîl,2/164 hadis no.790.

[8] Hadis ini telah diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al Mu’jam al Kabir, Hilyah al Awliyâ’,1/355 dan 9/64, Tarikh Damasqus,1/45 tentang sejarah hidup Imam Ali as., 3/180, hadis no. 3052, Al Haitsami dalam Majma’ az Zawaid, 9/165, Tarikh Ibnu Katsir,7/348, as Sirah al Halabiyah,3/301, ash Shaw^aiq al Muhriqah:25, Farâid as Simthain,2/274, Nadzm Durar as Simthain:231 dan al Fushûl al Muhimmah:23.

[9] Kitâb al Arba’în al Muntaqâ Min Manâqib Ali al Murtadhâ, hadis no 40.

[10] Manâqib Ali ibn Abi Thalib:243.

pemimpin tertinggi Republik ISLAM Iran, Ayatullah Khamenei menggali Ayat Ayat Sains Dalam Al Quran untuk kemandirian Iran

Rahbar di hari Milad Rasul SAW:
Revolusi Islam Iran Adalah Kelahiran Kembali Islam
“Berkat Islam dan gerakan agung Rasulullah Saw, revolusi Islam Iran berhasil menang dan hari ke hari semakin solid.”
Revolusi Islam Iran Adalah Kelahiran Kembali IslamSatu-satunya jalan bagi umat Islam untuk memperoleh kemuliaan, kehormatan, keagungan hakiki serta kesejahteraan spiritual dan materi adalah dengan mengambil pelajaran dari berbagai dimensi wujud dan kepribadian agung Rasulullah Saw. Hal itu dikatakan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei hari ini (10/2) dalam acara peringatan Milad Rasulullah Muhammad Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) di Huseiniyah Imam Khomeini Tehran.
.
Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, berbagai lapisan masyarakat, para peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-25 dan Duta Besar negara-negara Islam itu, Rahbar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad Nabi Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) seraya menyebut hari ini sebagai hari raya terbesar sepanjang sejarah bagi umat manusia.
.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa Rasulullah Saw adalah manifestasi ilmu, amanah, keadilan, akhlak mulia, kasih sayang, dan keyakinan akan pertolongan Allah.
.
“Sepanjang sejarah, dengan berbagai kemajuan materi dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan, umat manusia selalu menjunjung tinggi sifat-sifat mulia dan nilai-nilai agung ini. Saat ini, dibanding yang lain umat Islam lebih memerlukan sifat-sita agung dan mulia tersebut,” kata beliau.
.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan jalinan persaudaraan, kesabaran dan toleransi di antara umat Islam, seraya menambahkan, hal lain yang sangat diperlukan umat Islam saat ini adalah keyakinan akan terwujudnya janji-janji Ilahi. Sebab, Allah Swt telah menjanjikan bahwa kerja keras, perjuangan, resistensi menghadapi segala tekanan dan tidak tunduk terhadap hawa nafsu duniawi, harta dan kekuasaan akan membuahkan keberhasilan.
.
Mengenai 10 tahan masa pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan, “Meskipun pemerintahan ini berlangsung singkat, namun berhasil membangun pondasi kokoh bagi umat manusia sepanjang masa untuk bergerak mencapai puncak keilmuan, peradaban dan kemajuan materi dan spiritual.”
.
Beliau menyinggung persatuan sebagai salah satu kebutuhan umat Islam yang mendesak. Seraya mengingatkan akan kebangkitan bangsa-bangsa Muslim di kawasan, beliau menandaskan, “Transformasi dan revolusi-revolusi di kawasan yang berlangsung saat ini seiring dengan kegagalan demi kegagalan yang dialami Amerika Serikat (AS) dan kubu arogansi serta kian melemahnya rezim Zionis Israel adalah kesempatan langka bagi umat Islam yang harus dimanfaatkan secara maksimal.”
.
Rahbar menambahkan, tak diragukan bahwa dengan inayah Allah Swt dan dengan tekad kuat umat Islam, para cendekiawan, tokoh keilmuan, politik dan agama gerakan ini akan terus berlanjut, dan umat Islam akan kembali mencapai era kemuliaan dan kemajuannya.
.
Beliau mengomentari jatuhnya peringatan Milad Nabi Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) yang bertepatan dengan ulang tahun kemenangan revolusi Islam seraya mengatakan, “Revolusi ini adalah buah dari gerakan agung Nabi Saw yang dicatat sejarah. Revolusi Islam adalah kelahiran kembali Islam.”
.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menambahkan, “Di zaman ketika kekuatan adi daya dunia beranggapan telah berhasil menyingkirkan dan meredam segala hal yang berhubungan dengan spiritualitas dan gerakan Islam, mendadak terdengar gema agung revolusi Islam yang abadi dan bersejarah. Selain menyentak musuh-musuh Islam, gema revolusi ini membangkitkan harapan dan optimisme di hati kawan yang cerdik, arif dan bijak.”
.
Seraya mengingatkan konspirasi besar-besaran dan sistematis kubu adidaya dan arogansi untuk meredam gema revolusi Islam, beliau menegaskan, di tengah himpitan tekanan dan konspirasi, berkat kepemimpinan Imam Khomeini dan resistensi rakyat Iran, revolusi Islam tetap lestari dan semakin kuat.
.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa bangsa Iran tetap loyal dengan khittah Imam Khomeini dan terus bergerak mencapai cita-citanya. Dengan teguh dan bersabar menghadapi berbagai kesulitan dan tekanan, bangsa ini berhasil menggagalkan semua konspirasi musuh.
.
“Berkat Islam dan gerakan agung Rasulullah Saw, revolusi Islam Iran berhasil menang dan hari ke hari semakin solid,” imbuh beliau.
.
Menurut Rahbar apa yang berhasil dicapai bangsa Iran dengan revolusi Islamnya dan resistensinya selama 33 tahun ini bisa menjadi teladan bagi bangsa-bangsa Muslim yang lain.
..
Di awal pertemuan itu Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pembicaraannya menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari lahir Rasulullah Saw dan Imam Ja’far Shadiq (as) seraya menyebut semua gerakan kebebasan dan pembaharuan termasuk revolusi Islam Iran sebagai buah dari perjuangan kebangkitan para Nabi utusan Allah, khususnya gerakan kebangkitan agung dan sempurna yang dipimpin oleh Nabi Muhammad Saw.
.
Dikatakannya, Nabi Saw bangkit untuk mengibarkan panji tauhid, mengajarkan norma-norma hakiki, menyingkirkan segala keburukan, kezaliman dan kebodohan serta menegakkan keadilan dan akhlak, sementara revolusi Islam Iran adalah kepanjangan dari gerakan agung ini.Ahmadinejad menyinggung gerakan kebangkitan Islam di kawasan saat ini dan menyebutnya sebagai kelanjutan dari gerakan Nabi Saw.
.
“Transformasi terkini dengan cepat akan melahirkan gerakan kebangkitan besar yang bakal mengibarkan kedaulatan tauhid di dunia dan menyingkirkan kezaliman kaum durjana dan zionis dari muka bumi,” imbuhnya.
.
Di akhir pertemuan, sejumlah tamu asing peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-25 bertatap muka dan berbincang-bincang dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam.
.
Iran berhasil meluncurkan satelit orbitnya, Jumat (3/2) pagi waktu setempat. Di lokasi peluncuran, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad  berharap peluncuran satelit ini bisa menjadi sinyal persahabatan antar sesama manusia. “Tindakan ini [peluncuran satelit] akan mengirim sinyal persahabatan yang kuat untuk umat manusia,” tulis kantor berita resmi Iran, IRNA sebagaimana dilansir dari Associated Press, Sabtu (4/2).Satelit kecil bernama Navid dan Gospel ini dirancang untuk mengumpulkan data tentang kondisi cuaca dan memantau bencana alam. Satelit memiliki berat sekitar 110 pon (50 kilogram), mengorbit di ketinggian 234 mil (375 kilometer), dan mengelilingi bumi sebanyak 15 kali dalam sehari
.

Satelit diproduksi sebuah Universitas Teknik di Iran. Satelit Navid merupakan satelit kecil ketiga yang berhasil diluncurkan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Satelit ini diperkirakan mampu mengorbit selama dua bulan. Satelit Navid dilengkapi teknologi kontrol maju, kamera resolusi tinggi, dan photocells untuk menghasilkan tenaga. Navid diluncurkan menggunakan rudal Safir yang berarti Duta Besar Persia. Sebuah situs Iran, irannuc.ir, menyebutkan Safir merupakan rudal balistik yang dapat diubah menjadi rudal jelajah antar benua

.

Sementara itu, seperti biasanya Amerika Serikat (AS) langsung kalang-kabut dengan kemajuan yang dicapai Iran. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington mengatakan pengembangan Roket Safir melanggar resolusi PBB 2010, yang melarang Iran meluncurkan menggunakan teknologi rudal balistik. Pelucuran Safir, menurut AS, merupakan krisis pengembangan rudal balistik jarak jauh Iran

.

Bagi Iran, mengorbitnya satelit Navida dan Gospel serta meluncurnya Rudal Safir merupakan jawaban bahwa negara ini sama sekali tidak terpengaruh dengan sanksi ekonomi yang diberikan AS dan Uni Eropa.

Soft Power, Sumber Kekuatan Iran

Selasa, 2012 Februari 14 12:49


Dalam studi Hubungan Internasional, power, atau kekuatan negara-negara biasanya didefinisikan dalam dua kategori, hard power dan soft power.
.
Hard power secara singkat bisa dimaknai sebagai kekuatan material, semisal senjata, jumlah pasukan, dan uang yang dimiliki sebuah negara. Umumnya pemikir Barat (atau pemikir Timur yang westernized) lebih memfokuskan pembahasan pada  hitung-hitungan hard power ini. Contohnya saja, seberapa mungkin Indonesia bisa menang melawan Malaysia jika terjadi perang? Yang dikedepankan biasanya adalah kalkulasi seberapa banyak senjata, kapal perang, kapal selam, dan jumlah pasukan yang dimiliki kedua negara
.
Begitu juga, di saat AS dan Israel berkali-kali melontarkan ancaman serangan kepada Iran, yang banyak dihitung oleh analis Barat adalah berapa banyak pasukan AS yang kini sudah dipindahkan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia; seberapa banyak rudal yang dimililiki Iran, seberapa jauh jarak jelajahnya, dst
.
Bila memakai kalkulasi hard power, harus diakui bahwa sebenarnya kekuatan Iran masih jauh di bawah AS. Apalagi, doktrin militer Iran adalah defensive (bertahan, tidak bertujuan menginvasi Negara lain). Iran hanya menganggarkan 1,8% dari pendapatan kotor nasional (GDP)-nya untuk militer (atau sebesar 7 M dollar). Sebaliknya, AS adalah negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, yaitu 4,7% dari GDP atau sebesar  687 M dollar. Bahkan, AS telah membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai penjuru dunia yang mengepung Iran
.
Tapi, dalam kasus Iran, memperhatikan kalkulasi hard power saja tidak cukup. Sebabnya adalah karena kunci kekuatan Iran justru di soft power-nya. Dan ini sepertinya diabaikan  oleh banyak analis Barat, mungkin sengaja, atau mungkin juga ketidaktahuan. Dalam papernya di The Iranian Journal of International Affairs, Manouchehr Mohammadi (Professor Hubungan Internasional dari Tehran University) menyebutkan bahwa kemampuan Republik Islam Iran untuk bertahan hingga hari ini adalah bergantung pada faktor-faktor yang sangat langka ditemukan dalam masyarakat Barat yang materialistis, yaitu faktor-faktor spiritual. Tentu saja, faktor hard power tetap diperhatikan oleh Republik Islam Iran, namun basisnya adalah soft power
.
Apa itu soft power?Secara ringkas bisa dikatakan bahwa subtansi soft power adalah sikap persuasif dan kemampuan meyakinkan pihak lain; sementara hard power menggunakan kekerasan dan pemaksaan dalam upayanya menundukkan pihak lawan. Karena itulah, menurut Mohammadi, dalam soft power, mentalitas menjadi kekuatan utama dan investasi terbesar yang dibangun Iran adalah membangun mental ini, bukan membangun kekuatan militer. Pemerintah Iran berusaha untuk menumbuhkan nilai-nilai bersama, antara lain nilai tentang kesediaan untuk berkorban dan bekerja sama dalam mencapai kepentingan nasional.Mohammadi mengidentifikasi ada 10 sumber kekuatan soft power Iran,tiga diantaranya adalah sebagai berikut
.
1.    Rahmat Tuhan.
Faktor Tuhan memang jarang disebut-sebut dalam analisis politik. Tapi, kenyataannya, memang inilah yang diyakini oleh rakyat Iran, dan inilah sumber kekuatan mereka. Menurut Mohammadi, bangsa Iran percaya bahwa orang yang berjuang melawan penentang Tuhan, pastilah dibantu oleh Tuhan. Dengan kalimat yang indah, Mohammadi mendefinisikan keyakinan ini sebagai berikut, “Kenyataannya, mereka [yang berjuang di jalan Allah] bagaikan tetesan air yang bergabung dengan lautan luas, lalu menghilang dan menyatu dalam lautan, kemudian menjelma menjadi kekuatan yang tak terbatas.”
.

Keyakinan ini semakin kuat setelah bangsa Iran pasca Revolusi terbukti berkali-kali meraih kemenangan dalam melawan berbagai serangan dari pihak musuh, mulai dari invasi Irak (yang didukung penuh oleh AS, Eropa, Arab, dan Soviet), hingga berbagai aksi terorisme (pengeboman pusat-pusat ziarah, pemerintahan, dan aparat negara). Salah satu kejadian yang dicatat dalam sejarah Iran adalah kegagalan operasi rahasia Angkatan Udara AS untuk memasuki Teheran. Pada tahun 1980, Presiden AS Jimmy Carter mengirimkan delapan helicopter dalam Operasi Eagle Claw. Misinya adalah menyelamatkan 52 warga AS yang disandera para mahasiswa Iran di Teheran. Operasi itu gagal ‘hanya’ karena angin topan menyerbu kawasan Tabas, gurun tempat helikopter itu ‘bersembunyi’ sebelum meluncur ke Teheran. Angin topan dan pasir membuat helikopter itu saling bertabrakan dan rusak parah. Mengomentari kejadian ini, Imam Khomeini mengatakan, “Pasir dan angin adalah ‘pasukan’ Allah dalam operasi ini.”

.

2.    Kepemimpinan dan Otoritas
Peran kepemimpinan dan komando adalah faktor yang sangat penting dalam situasi konflik, baik itu militer, politik, atau budaya. Pemimpin-lah yang menjadi penunjuk arah dalam setiap gerakan perjuangan. Dialah yang menyusun rencana dan strategi untuk berhadapan dengan musuh. Menurut Mohammadi, hubungan yang erat dan solid antara pemimpin dengan rakyatnya adalah sumber power yang sangat penting. Di Iran, karena yang menjadi pemimpin adalah ulama yang memiliki kredibilitas tinggi, kepatuhan kepada pemimpin bahkan dianggap sebagai sebuah gerakan relijius, dan inilah yang menjadi sumber utama kekuatan soft power Iran. Dalam kalimat Mohammadi, “[it] is a source of power per se, that assures the friends and frightens the foes.”

.

3.  Mengubah Ancaman Menjadi Kesempatan
Revolusi Islam Iran telah menggulingkan Shah Pahlevi yang didukung penuh oleh Barat.

.

 Pra-revolusi Islam, Barat sangat mendominasi Iran, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya. Kepentingan Barat di Iran terancam oleh naiknya seorang ulama yang menyuarakan independensi dan sikap anti kapitalisme-liberalisme, yaitu Imam Khomeini. Karena itulah, Barat dengan berbagai cara berusaha menggulingkan pemerintahan Islam, antara lain dengan memback-up Saddam Husein untuk memerangi Iran. Saddam yang sesumbar bisa menduduki Teheran hanya dalam sepekan, ternyata setelah berperang selama 8 tahun tetap tidak mampu mengalahkan Iran
.
AS dan Eropa kemudian menerapkan berbagai sanksi dan embargo; berusaha meminggirkan Iran dalam pergaulan internasional, mempropagandakan citra buruk terhadap pemerintahan Islam, dll.Karena didasari oleh dua faktor sebelumnya (keyakinan pada rahmat Tuhan dan faktor kepemimpinan relijius), bangsa Iran mampu bertahan hidup dalam situasi yang sulit dan berjuang untuk mengubah tekanan dan ancaman ini menjadi kesempatan untuk maju dan berdikari. Contoh mutakhirnya adalah, ketika akhir-akhir ini semakin marak pembunuhan terhadap pakar nuklir Iran yang didalangi oleh agen-agen rahasia asing; jumlah pendaftar kuliah di jurusan teknik nuklir justru semakin meningkat. Inilah jenis mental yang berhasil dibangun oleh pemerintah Iran selama 34 tahun terakhir:  semakin ditekan, semakin kuat semangat perjuangan mereka
.

Dalam pidato terbarunya di Teheran, pemimpin tertinggi Republik ISLAM Iran, Ayatullah Khamenei, menyinggung masalah ini. Beliau mengatakan,

“Ketika kita diembargo, kemampuan kita justru semakin meningkat, potensi kita justru semakin terasah, kita tumbuh dari dalam. Jika kita tidak diembargo senjata, hari ini kita tidak akan mencapai kemajuan yang mengagumkan. Jika kita tidak diembargo dalam pengembangan nuklir –padahal reaktor nuklir Bushehr itu mereka [Barat] yang membangunnya—hari ini kita tidak memiliki kemampuan dalam pengayaan uranium,. Jika mereka tidak menutup pintu-pintu ilmu dari kita, hari ini kita tidak akan mampu menciptakan stem cell, menguasai ilmu antariksa dan mengirim satelit ke angkasa luar. Karena itu, semakin mereka mengembargo kita, semakin besar kita mampu menggali kemampuan dan potensi kita sendiri. Dan semakin hari, potensi kita itu akan semaki mekar berkembang. Karena itulah, embargo sesungguhnya bermanfaat bagi kita.”
.
Belajar dari Iran, kita perlu mengajukan pertanyaan, bagaimana dengan Indonesia hari ini? Faktor kepemimpinan yang lemah dan lebih mendahulukan membeli pesawat produk luar negeri jelas faktor yang sangat melemahkan soft power Indonesia. Namun sebagai bangsa, kita masih memiliki kekuatan untuk membangun dari dalam, dimulai dari diri sendiri, yaitu membangun kekuatan dan keyakinan spiritual; membangun etos perjuangan berbasis relijiusitas.
.



Fatwa Mati untuk Salman Rushdie, Lini Pertahanan dari Serangan Budaya Barat

Selasa, 2012 Februari 14 08:56

.

Ahmad Salman Rushdie, tentu termasuk salah satu penulis yang paling benci masyarakat dunia. Seorang antek-antek yang menjual nafas setannya untuk menistakan dunia Islam. Akan tetapi ia lupa bahwa telah menjadi sunnah ilahi, bahwa orang-orang yang beranggapan dapat menenggelamkan cahaya abadi Islam, akan hancur.
.
Ahmad Salman Rushdie, adalah putra tunggal dari seorang pengusaha lulusan Cambridge, dan ibunya adalah seorang guru di Bombay. Mengenai kehidupan pribadinya, tersebar isu bahwa ibunya adalah seorang penari, namun berdasarkan sumber-sumber resmi, ibunya adalah seorang pengajar.
.
Sebelum menginjak usia 14 tahun, berhijrah ke Inggris untuk belajar di sebuah sekolah rubgy, Salman Rushdie belajar di sebuah sekolah privat di Bombay. Setelah itu, Salman Rushdie belajar di King’s College di jurusan sejarah.
.
Karya pertama Salman Rushdie berjudul Grimus yang terbit tahun 1975. Novel tersebut tidak mendapat sambutan pasar. Novel berikutnya berjudul Midnight’s Children, yang terbit tahun 1981 dan mendapat penghargaan Booker Prize dan pada tahun 1993 dan 2008, novel itu mendapat penghargaan Best of the Bookers.
.
Setelah itu ia menulis buku Shame pada tahun 1983. Dan karya keempat Salman Rushdie dan yang paling kontroversial adalah Satanic Verses, yang secara resmi dilarang publikasinya di Iran, India, Pakistan, Bangladesh, Mesir, dan Afrika Selatan.
.
Buku tersebut adalah sebuah cerita panjang yang diterbitkan pada 26 September 1988 oleh penerbitan Viking. Buku tersebut pada hakikatnya ditulis Salman Rushdie atas pesanan Gillon Aitken, oleh pemimpin penerbitan Viking keturunan Yahudi, dengan komisi hingga 580 ribu pound.
.
Dukungan luas media massa dari buku ini dan publikasi meluasnya di berbagai negara dunia, mengungkap dukungan banyak pihak di balik tabir terhadap buku Salman Rushdie. Secara bertahap protes umat Islam atas penerbitan buku tersebut semakin meluas dan ratusan warga Muslim di kota Bradford membakar ratusan kopi buku tersebut. Di banyak negara Islam, termasuk Pakistan dan India, masyarakat menggelar demo massif. Dilaporkans sejumlah orang tewas dalam demonstrasi tersebut.
.
Pemimpin Revolusi Islam Iran dan pendiri pemerintahan Republik Islam, Imam Khomeini pada 14 Februari 1989, mengeluarkan fatwa mati kepada Salman Rushdie dan fatwa tersebut hingga kini tetap berlaku. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tujuh tahun lalu menyatakan bahwa fatwa Imam Khomeini atas Salman Rushdie itu tidak dapat diubah.
.
Menyusul fatwa tersebut, media massa asing di Barat mengklaim bahwa jika Salman Rushdie bertobat, maka fatwa mati terhadapnya akan dihapus. Imam Khomeini dengan segera menepis berita tersebut dan menekankan bahwa meski Salman Rushdie bertobat dan menjadi orang yang paling zuhud di dunia, wajib bagi setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya dari sisi materi maupun maknawi untuk mengantarkan Salman Rushdie ke neraka. Dan jika seorang non-Muslim mengetahui tempat persembunyian Salman Rushdie dan membunuhnya lebih cepat dari umat Islam, maka wajib bagi umat Islam untuk memberinya imbalan sebesar-besarnya.
.
Setelah statemen Imam Khomeini, pemerintah Inggris menyatakan bersedia melindungi Salman Rushdie dan bahkan menyediakan pengawal pribadi.
.
Salman Rushdie bersembunyi sejak fatwa Imam Khomeini dan polisi Inggris bertanggung jawab menjaganya di tempat yang dirahasiakan. Biaya pengawalan Salman Rushdie setiap tahunnya mencapai 10 juta pound. Besarnya dana tersebut hingga membuat pangeran Inggris pernah menyatakan bahwa Salman Rushdie telah menjadi beban berat bagi para pembayar pajak Inggris.
.
Meski menghadapi kemarahan umat Islam dunia, Salman Rushdie tidak jera untuk mencetak ulang novelnya. Ketika pemerintah Inggris menolak untuk mencetak ulang buku Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie membawanya ke Amerika Serikat dan mencetak ulang buku kontroversial itu dan dijual dengan harga yang sangat murah. (IRIB Indonesia/MZ)

Imam Khomeini Ungkap Makar Dinas Intelijen Barat di Balik Publikasi Buku Ayat-Ayat Setan

Selasa, 2012 Februari 14 09:00
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, Heshmatollah Falahat menilai fatwa mati terhadap Salman Rushdie yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini, sebagai langkah bijak dan bahwa fatwa tersebut bukan hanya sesuai dengan prinsip-prinsip al-Quran, melainkan juga sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
 .
Dalam wawancaranya dengan Mehr News (13/2), Heshmatollah mengatakan, “Di Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa, dibentuk berbagai komite budaya yang beraktivitas di bawah pengawasan lembaga-lembaga intelijen. Komite-komite budaya tersebut secara resmi merekrut para cendikiawan untuk dikerahkan dalam program perang budaya.”
 .
“Mereka [Barat] berpendapat bahwa para cendikiawan yang dikerahkan pada era Perang Dingin dalam melawan paham komunisme era Uni Soviet, dapat kembali di aktifkan untuk melawan dunia Islam sebagai tantangan baru bagi Barat. Salah satu dari cendikiawan tersebut adalah Salman Rushdie,” tegas Hehsmatollah.
 .
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Iran itu mengatakan, “Salman Rushdie  dan komite budaya Barat menggelar propaganda anti-Islam itu untuk dua tujuan. Pertama melawan gelombang kecenderungan terhadap Islam yang semakin meluas di Barat dan keud menghadapi dunia Islam secara keseluruhan dalam upaya mewujudkan atmosfer sekulerisme di negara-negara Islam.
 .
“Imam Khomeini pada masa itu mengungkap tujuan-tujuan di balik layar Barat dan menjelaskan bahwa blok Barat tengah menggelar perang baru yaitu perang dengan Islam. Imam Khomeini ra berusaha menciptakan baris pertahanan baru menghadapi propaganda Barat dengan fatwa tegas itu. Fatwa Imam Khomeini itu mengubah perimbangan internasional dan kini setelah bertahun-tahun berlalu sejak, para pemuda Muslim mengetahui bahwa fatwa Imam Khomeini itu merupakan langkah pencegahan menghadapi politik budaya distorsif Barat,” jelas Heshmatollah.
 .
Menurutnya, fatwa Imam Khomeini bukan hanya sesuai dengan prinsip al-Quran dan agama melainkan juga sesuai dengan hukum internasional. Karena Salman Rushdie melalui jenis pengingkarannya tengah berupaya menggelar perang era abad pertengahan anti-Islam dan menciptakan fitnah besar dalam dunia Islam serta menyulut medan perang baru antara Barat dan Islam.
 .
Fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie itu merupakan langkah pencegahan karena terungkap bahwa di masa-masa berikutnya, muncul Salman Rushdie baru di Belanda, Denmark, Jerman, dan di banyak negara Barat, yang semuanya merupakan hasil dari komite budaya yang berada di bahwa pengawasan lembaga-lembaga intelijen.
 .
Menjawab pertanyaan apakah fatwa mati terhadap Salman Rushdie itu akan membuat musuh-musuh Islam semakin kurang ajar? Heshmatollah mengatakan, “Fatwa Imam Khomeini ra telah menunjukkan pengaruhnya, mungkin jika Salman Rushdie terbunuh, pengaruhnya tidak seperti sekarang. Karena setiap tahun umat Islam memperingati solidaritas mereka dalam mendukung fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie.”
 .
“Dunia barat dengan seluruh kemampuan mereka berusaha melindungi Salam Rushdie dan ini membuktikan kekhawatiran Barat terhadap dunia Islam, dan bahkan sejak fatwa terhadap Salman Rushdie itu, kecenderungan terhadap agama Islam di Barat semakin meluas.”

Di Iran, karena yang menjadi pemimpin adalah ulama yang memiliki kredibilitas tinggi, kepatuhan kepada pemimpin bahkan dianggap sebagai sebuah gerakan relijius, dan inilah yang menjadi sumber utama kekuatan Iran

 23 Tahun Fatwa Mati Salman Rushdi

Penistaan terhadap simbol-simbol kesucian agama ilahi, terutama agama Islam hingga kini masih terus berlangsung. Musuh-musuh Islam melakukan berbagai cara untuk memalingkan opini publik dunia dari kebenaran agama ilahi ini. Salah satu penistaan agama Islam yang pernah tercatat dalam lembaran kelam sejarah adalah penghinaan yang dilakukan Salman Rushdi dengan bukunya Ayat-ayat Setan (Satanic Verses).

 

Di saat publik dunia bungkam menyikapi sepak terjang Salman Rushdi, secara tak terduga muncul seorang ulama terkemuka Iran yang bersuara lantang mengeluarkan fatwa hukuman mati bagi penghina agama ilahi itu. Pada 14 februari 1989, Imam Khomeini mengeluarkan fatwa hukuman mati bagi Salman Rusdhie yang membuat geger dunia.

 

Kini tak terasa fatwa hukuman mati bagi Salman Rushdi yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini telah berumur 23 tahun. Pada masa fatwa tersebut dikeluarkan, tidak ada yang membayangkan Imam Khomeini akan menyikapi buku Ayat-ayat Setan sekeras itu. Karena ketika itu, Iran baru saja menerima resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 598 mengenai gencatan senjata dengan Irak. Tentu saja, Iran disibukkan rekonsiliasi dengan negara tetangganya itu.

 

Semua lupa akan prinsip-prinsip berpikir Imam Khomeini. Pikirannya menembus batas-batas teritorial Iran dan orang-orang Iran. Bagi Imam Khomeini semua tindakannya demi ridha Allah dan kemuliaan agama Islam. Sebelum mengeluarkan fatwa keras bagi Rushdi, Imam Khomeini menelaah isi buku Ayat-ayat Setan tersebut. Beliau menilai ada rencana busuk di balik penerbitan buku itu. Itulah yang membuat bapak pendiri Republik Islam Iran mengeluarkan fatwa monumentalnya.

 

Salman Rushdi dilahirkan di kota Devanegari, Bombai, India pada tanggal 19 Juni 1947. Setelah Pakistan berdiri sendiri, ia bersama keluarganya pindah ke Karachi dan setelah itu berimigrasi ke Inggris. Rushdi muda tinggal di Inggris sejak berumur 13 tahun hingga meraih sarjana. Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah di universitas Cambridge, ia kembali ke Pakistan. Selama di Inggris, Rushdi  mampu membayar sebagian biaya sekolahnya sendiri dengan memanfaatkan kemampuannya menulis artikel yang dimuat media massa. Dan ia pun menjadi warga negara Inggris.

 

Tujuh tahun setelah menulis artikel, Rushdi akhirnya berhasil menulis novel berjudul Midnight’s Children pada tahun 1981. Berkat buku itu ia mendapat penghargaan sastra Inggris Booker Prize. Buku ini isinya mengkritik perlawanan rakyat India untuk merdeka dari tangan Inggris. Sekitar setengah juta naskah terjual. Pada tahun 1983 ia menulis buku Shame tentang kondisi Pakistan. Buku The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey 1987 adalah hasil dari perjalanan 3 minggunya ke Nikaragua. Karya Salman Rushdi paling menyedot perhatian adalah The Satanic Verses yang ditulis pada tahun 1988.

 

Menganalisa cara berpikir Salman Rushdi dapat lacak dari latar belakang keluarganya yang suram. Ibunya adalah seorang penari bernama Vanita. Pada masa remajanya ia disukai oleh seorang pemuda bernama Raju. Dengan dukungan Salim Khan, gubernur Bombai, Vanita melakukan berbagai penghinaan terhadap masjid. Ia pernah meletakkan kepala babi di undak-undakan masjid kemudian lari menyembunyikan dirinya. Ia juga pernah membakar upacara orang-orang Hindu dan menyebarkan bahwa itu dilakukan oleh kaum muslimin. Setiap kali ia melakukan penghinaan, ia mendapat bayaran dari Salim Khan.

 

Semenjak kecil, Rushdi terkenal nakal. Pada umur tiga belas tahun ia sudah tiga belas kali ditahan polisi. Ia kemudian di masukkan asrama melanjutkan sekolahnya di Inggris. Di sana ia berkenalan dengan Umar dari Mesir. Mereka menjalin percintaan dan sepakat untuk menikah. Mereka akhirnya membuka ajaran-ajaran agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Mereka tidak menemukan ajaran yang memperbolehkan. Ketika Madame Rosa ibu asrama mengetahui gelagat ini, ia menyurati ayah Umar yang berpangkat jenderal. Ayahnya datang untuk membawa anaknya pulang ke Mesir. Umar yang begitu cinta kepada Salman akhirnya membakar dirinya. Setelah Umar meninggal, Salman sangat terpukul dan memutuskan untuk membalaskan dendamnya terhadap agama.

 

Salman Rushdi menulis banyak buku. Bila jeli melihat karya-karyanya, kebanyakan isinya menghina agama dan keyakinan masyarakat setempat. Dalam bukunya Grimus (1975), secara terang-terangan ia menghina keyakinan orang-orang India. Buku Shame (1983) juga ditulis dengan motif yang sama. Midnight’s Children (1981) ditulis mengkritik perjuangan rakyat India untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Bukunya The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987) terkait dengan situasi politik di Nikaragua dan keyakinan masyarakatnya.

 

Puncak penghinaan Rushdi terhadap agama dilakukan dengan menulis novelnya yang berjudul The Satanic Verses (1988). Ia menulis buku ini pada usia 47 tahun. Sebelum menulis buku ini, ia menghadiri dalam sebuah pertemuan yang bermaksud untuk menghancurkan agama tidak lagi dengan senjata, tapi dengan tulisan. Tujuan itu terealisasikan dengan diterbitkannya buku ini.

 

Untuk pertama kalinya dicetak dalam 547 halaman. Buku ini dicetak oleh penerbit Viking anggota jaringan penerbit Penguin. Salman Rushdi menulis buku ini karena pesanan pimpinan Viking, seorang Yahudi, dengan bayaran mencapai 850 ribu pound.

 

Novel Ayat-ayat Setan bukanlah buku ilmiah, melainkan hanya sekedar fantasi penulis. Sekalipun demikian, penghinaannya terhadap keyakinan yang disucikan oleh kaum muslimin tidak dapat dibiarkan begitu saja. Untungnya, Imam Khomeini cepat tanggap rencana besar dibalik penerbitan buku ini. Beliau kemudian mengeluarkan fatwa hukuman matinya yang bersejarah. Fatwa ini membuat skenario besar itu prematur.

 

Umat Islam tersadar dan ini membuat Barat lebih berhati-hati. Inggris sebagai pembela nomor satu Salman Rushdi mencoba menekan Iran dengan ancaman ekonomi dan politik agar Imam Khomeini menarik kembali fatwanya. Tidak cukup itu saja, dengan menggerakkan 12 negara lainnya mereka kemudian memburukkan citra Iran dan Imam Khomeini. Di balik tekanan dari negara-negara Barat, keteguhan Imam Khomeini membuat musuh-musuh islam ciut. Di sisi lain, fatwa ini meniupkan semangat baru bagi dunia Islam.

 

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark merupakan bentuk lain dari penistaan terhadap agama ilahi. Masihkah Barat tidak ingin mengambil pelajaran dari fatwa ulama Islam seperti Imam Khomeini? Bila ditanya, mengapa kalian melindungi dan membiarkan orang-orang menghina keyakinan orang lain? Jawabannya adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi yang selalu dijajakan untuk menghina keyakinan orang lain

Antisipasi Serangan Musuh, Iran Gelar ‘Val Fajr’

  • Kapal Tempur IranKapal Tempur Iran

Tentara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan manuver militer besar-besaran di Provinsi Yazd. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesiapan tempur pasukan bersenjata Iran jika terjadi serangan.

Wakil Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Abdollah Araghi, mengatakan bahwa semua aspek pertahanan pasif akan dipraktekkan selama latihan dengan nama kode latihan ‘Val Fajr’. Beberapa aspek latihan pertahanan tersebut antara lain adalah latihan penyebaran pasukan militer, penipuan musuh, kamuflase, serta unsur-unsur penting dalam meningkatkan kemampuan pasukan.

Araghi mengatakan bahwa semua fase latihan ‘Val Fajr’ telah direncanakan secara terpusat. Mereka juga akan melakukan pendekatan desentralisasi.

“Ini berarti bahwa setiap anggota pasukan militer di manapun dia ditempatkan itu harus menunjukkan kemandirian dan menggunakan peralatan untuk melawan musuh dan menyelesaikan misinya,” kata Araghi seperti dikutip Press TV.

Araghi menambahkan bahwa integrasi tembakan artileri lengkung dan berbagai bentuk ledakan linier akan diberlakukan selama latihan ‘Val Fajr’.

Soft Power, Sumber Kekuatan Iran

Selasa, 2012 Februari 14 12:49


Dalam studi Hubungan Internasional, power, atau kekuatan negara-negara biasanya didefinisikan dalam dua kategori, hard power dan soft power.
.
Hard power secara singkat bisa dimaknai sebagai kekuatan material, semisal senjata, jumlah pasukan, dan uang yang dimiliki sebuah negara. Umumnya pemikir Barat (atau pemikir Timur yang westernized) lebih memfokuskan pembahasan pada  hitung-hitungan hard power ini. Contohnya saja, seberapa mungkin Indonesia bisa menang melawan Malaysia jika terjadi perang? Yang dikedepankan biasanya adalah kalkulasi seberapa banyak senjata, kapal perang, kapal selam, dan jumlah pasukan yang dimiliki kedua negara
.
Begitu juga, di saat AS dan Israel berkali-kali melontarkan ancaman serangan kepada Iran, yang banyak dihitung oleh analis Barat adalah berapa banyak pasukan AS yang kini sudah dipindahkan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia; seberapa banyak rudal yang dimililiki Iran, seberapa jauh jarak jelajahnya, dst
.
Bila memakai kalkulasi hard power, harus diakui bahwa sebenarnya kekuatan Iran masih jauh di bawah AS. Apalagi, doktrin militer Iran adalah defensive (bertahan, tidak bertujuan menginvasi Negara lain). Iran hanya menganggarkan 1,8% dari pendapatan kotor nasional (GDP)-nya untuk militer (atau sebesar 7 M dollar). Sebaliknya, AS adalah negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, yaitu 4,7% dari GDP atau sebesar  687 M dollar. Bahkan, AS telah membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai penjuru dunia yang mengepung Iran
.
Tapi, dalam kasus Iran, memperhatikan kalkulasi hard power saja tidak cukup. Sebabnya adalah karena kunci kekuatan Iran justru di soft power-nya. Dan ini sepertinya diabaikan  oleh banyak analis Barat, mungkin sengaja, atau mungkin juga ketidaktahuan. Dalam papernya di The Iranian Journal of International Affairs, Manouchehr Mohammadi (Professor Hubungan Internasional dari Tehran University) menyebutkan bahwa kemampuan Republik Islam Iran untuk bertahan hingga hari ini adalah bergantung pada faktor-faktor yang sangat langka ditemukan dalam masyarakat Barat yang materialistis, yaitu faktor-faktor spiritual. Tentu saja, faktor hard power tetap diperhatikan oleh Republik Islam Iran, namun basisnya adalah soft power
.
Apa itu soft power?Secara ringkas bisa dikatakan bahwa subtansi soft power adalah sikap persuasif dan kemampuan meyakinkan pihak lain; sementara hard power menggunakan kekerasan dan pemaksaan dalam upayanya menundukkan pihak lawan. Karena itulah, menurut Mohammadi, dalam soft power, mentalitas menjadi kekuatan utama dan investasi terbesar yang dibangun Iran adalah membangun mental ini, bukan membangun kekuatan militer. Pemerintah Iran berusaha untuk menumbuhkan nilai-nilai bersama, antara lain nilai tentang kesediaan untuk berkorban dan bekerja sama dalam mencapai kepentingan nasional.Mohammadi mengidentifikasi ada 10 sumber kekuatan soft power Iran,tiga diantaranya adalah sebagai berikut
.
1.    Rahmat Tuhan.
Faktor Tuhan memang jarang disebut-sebut dalam analisis politik. Tapi, kenyataannya, memang inilah yang diyakini oleh rakyat Iran, dan inilah sumber kekuatan mereka. Menurut Mohammadi, bangsa Iran percaya bahwa orang yang berjuang melawan penentang Tuhan, pastilah dibantu oleh Tuhan. Dengan kalimat yang indah, Mohammadi mendefinisikan keyakinan ini sebagai berikut, “Kenyataannya, mereka [yang berjuang di jalan Allah] bagaikan tetesan air yang bergabung dengan lautan luas, lalu menghilang dan menyatu dalam lautan, kemudian menjelma menjadi kekuatan yang tak terbatas.”
.

Keyakinan ini semakin kuat setelah bangsa Iran pasca Revolusi terbukti berkali-kali meraih kemenangan dalam melawan berbagai serangan dari pihak musuh, mulai dari invasi Irak (yang didukung penuh oleh AS, Eropa, Arab, dan Soviet), hingga berbagai aksi terorisme (pengeboman pusat-pusat ziarah, pemerintahan, dan aparat negara). Salah satu kejadian yang dicatat dalam sejarah Iran adalah kegagalan operasi rahasia Angkatan Udara AS untuk memasuki Teheran. Pada tahun 1980, Presiden AS Jimmy Carter mengirimkan delapan helicopter dalam Operasi Eagle Claw. Misinya adalah menyelamatkan 52 warga AS yang disandera para mahasiswa Iran di Teheran. Operasi itu gagal ‘hanya’ karena angin topan menyerbu kawasan Tabas, gurun tempat helikopter itu ‘bersembunyi’ sebelum meluncur ke Teheran. Angin topan dan pasir membuat helikopter itu saling bertabrakan dan rusak parah. Mengomentari kejadian ini, Imam Khomeini mengatakan, “Pasir dan angin adalah ‘pasukan’ Allah dalam operasi ini.”

.

2.    Kepemimpinan dan Otoritas
Peran kepemimpinan dan komando adalah faktor yang sangat penting dalam situasi konflik, baik itu militer, politik, atau budaya. Pemimpin-lah yang menjadi penunjuk arah dalam setiap gerakan perjuangan. Dialah yang menyusun rencana dan strategi untuk berhadapan dengan musuh. Menurut Mohammadi, hubungan yang erat dan solid antara pemimpin dengan rakyatnya adalah sumber power yang sangat penting. Di Iran, karena yang menjadi pemimpin adalah ulama yang memiliki kredibilitas tinggi, kepatuhan kepada pemimpin bahkan dianggap sebagai sebuah gerakan relijius, dan inilah yang menjadi sumber utama kekuatan soft power Iran. Dalam kalimat Mohammadi, “[it] is a source of power per se, that assures the friends and frightens the foes.”

.

3.  Mengubah Ancaman Menjadi Kesempatan
Revolusi Islam Iran telah menggulingkan Shah Pahlevi yang didukung penuh oleh Barat.

.

 Pra-revolusi Islam, Barat sangat mendominasi Iran, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya. Kepentingan Barat di Iran terancam oleh naiknya seorang ulama yang menyuarakan independensi dan sikap anti kapitalisme-liberalisme, yaitu Imam Khomeini. Karena itulah, Barat dengan berbagai cara berusaha menggulingkan pemerintahan Islam, antara lain dengan memback-up Saddam Husein untuk memerangi Iran. Saddam yang sesumbar bisa menduduki Teheran hanya dalam sepekan, ternyata setelah berperang selama 8 tahun tetap tidak mampu mengalahkan Iran
.
AS dan Eropa kemudian menerapkan berbagai sanksi dan embargo; berusaha meminggirkan Iran dalam pergaulan internasional, mempropagandakan citra buruk terhadap pemerintahan Islam, dll.Karena didasari oleh dua faktor sebelumnya (keyakinan pada rahmat Tuhan dan faktor kepemimpinan relijius), bangsa Iran mampu bertahan hidup dalam situasi yang sulit dan berjuang untuk mengubah tekanan dan ancaman ini menjadi kesempatan untuk maju dan berdikari. Contoh mutakhirnya adalah, ketika akhir-akhir ini semakin marak pembunuhan terhadap pakar nuklir Iran yang didalangi oleh agen-agen rahasia asing; jumlah pendaftar kuliah di jurusan teknik nuklir justru semakin meningkat. Inilah jenis mental yang berhasil dibangun oleh pemerintah Iran selama 34 tahun terakhir:  semakin ditekan, semakin kuat semangat perjuangan mereka
.

Dalam pidato terbarunya di Teheran, pemimpin tertinggi Republik ISLAM Iran, Ayatullah Khamenei, menyinggung masalah ini. Beliau mengatakan,

“Ketika kita diembargo, kemampuan kita justru semakin meningkat, potensi kita justru semakin terasah, kita tumbuh dari dalam. Jika kita tidak diembargo senjata, hari ini kita tidak akan mencapai kemajuan yang mengagumkan. Jika kita tidak diembargo dalam pengembangan nuklir –padahal reaktor nuklir Bushehr itu mereka [Barat] yang membangunnya—hari ini kita tidak memiliki kemampuan dalam pengayaan uranium,. Jika mereka tidak menutup pintu-pintu ilmu dari kita, hari ini kita tidak akan mampu menciptakan stem cell, menguasai ilmu antariksa dan mengirim satelit ke angkasa luar. Karena itu, semakin mereka mengembargo kita, semakin besar kita mampu menggali kemampuan dan potensi kita sendiri. Dan semakin hari, potensi kita itu akan semaki mekar berkembang. Karena itulah, embargo sesungguhnya bermanfaat bagi kita.”
.
Belajar dari Iran, kita perlu mengajukan pertanyaan, bagaimana dengan Indonesia hari ini? Faktor kepemimpinan yang lemah dan lebih mendahulukan membeli pesawat produk luar negeri jelas faktor yang sangat melemahkan soft power Indonesia. Namun sebagai bangsa, kita masih memiliki kekuatan untuk membangun dari dalam, dimulai dari diri sendiri, yaitu membangun kekuatan dan keyakinan spiritual; membangun etos perjuangan berbasis relijiusitas.
.



Fatwa Mati untuk Salman Rushdie, Lini Pertahanan dari Serangan Budaya Barat

Selasa, 2012 Februari 14 08:56

.

Ahmad Salman Rushdie, tentu termasuk salah satu penulis yang paling benci masyarakat dunia. Seorang antek-antek yang menjual nafas setannya untuk menistakan dunia Islam. Akan tetapi ia lupa bahwa telah menjadi sunnah ilahi, bahwa orang-orang yang beranggapan dapat menenggelamkan cahaya abadi Islam, akan hancur.
.
Ahmad Salman Rushdie, adalah putra tunggal dari seorang pengusaha lulusan Cambridge, dan ibunya adalah seorang guru di Bombay. Mengenai kehidupan pribadinya, tersebar isu bahwa ibunya adalah seorang penari, namun berdasarkan sumber-sumber resmi, ibunya adalah seorang pengajar.
.
Sebelum menginjak usia 14 tahun, berhijrah ke Inggris untuk belajar di sebuah sekolah rubgy, Salman Rushdie belajar di sebuah sekolah privat di Bombay. Setelah itu, Salman Rushdie belajar di King’s College di jurusan sejarah.
.
Karya pertama Salman Rushdie berjudul Grimus yang terbit tahun 1975. Novel tersebut tidak mendapat sambutan pasar. Novel berikutnya berjudul Midnight’s Children, yang terbit tahun 1981 dan mendapat penghargaan Booker Prize dan pada tahun 1993 dan 2008, novel itu mendapat penghargaan Best of the Bookers.
.
Setelah itu ia menulis buku Shame pada tahun 1983. Dan karya keempat Salman Rushdie dan yang paling kontroversial adalah Satanic Verses, yang secara resmi dilarang publikasinya di Iran, India, Pakistan, Bangladesh, Mesir, dan Afrika Selatan.
.
Buku tersebut adalah sebuah cerita panjang yang diterbitkan pada 26 September 1988 oleh penerbitan Viking. Buku tersebut pada hakikatnya ditulis Salman Rushdie atas pesanan Gillon Aitken, oleh pemimpin penerbitan Viking keturunan Yahudi, dengan komisi hingga 580 ribu pound.
.
Dukungan luas media massa dari buku ini dan publikasi meluasnya di berbagai negara dunia, mengungkap dukungan banyak pihak di balik tabir terhadap buku Salman Rushdie. Secara bertahap protes umat Islam atas penerbitan buku tersebut semakin meluas dan ratusan warga Muslim di kota Bradford membakar ratusan kopi buku tersebut. Di banyak negara Islam, termasuk Pakistan dan India, masyarakat menggelar demo massif. Dilaporkans sejumlah orang tewas dalam demonstrasi tersebut.
.
Pemimpin Revolusi Islam Iran dan pendiri pemerintahan Republik Islam, Imam Khomeini pada 14 Februari 1989, mengeluarkan fatwa mati kepada Salman Rushdie dan fatwa tersebut hingga kini tetap berlaku. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tujuh tahun lalu menyatakan bahwa fatwa Imam Khomeini atas Salman Rushdie itu tidak dapat diubah.
.
Menyusul fatwa tersebut, media massa asing di Barat mengklaim bahwa jika Salman Rushdie bertobat, maka fatwa mati terhadapnya akan dihapus. Imam Khomeini dengan segera menepis berita tersebut dan menekankan bahwa meski Salman Rushdie bertobat dan menjadi orang yang paling zuhud di dunia, wajib bagi setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya dari sisi materi maupun maknawi untuk mengantarkan Salman Rushdie ke neraka. Dan jika seorang non-Muslim mengetahui tempat persembunyian Salman Rushdie dan membunuhnya lebih cepat dari umat Islam, maka wajib bagi umat Islam untuk memberinya imbalan sebesar-besarnya.
.
Setelah statemen Imam Khomeini, pemerintah Inggris menyatakan bersedia melindungi Salman Rushdie dan bahkan menyediakan pengawal pribadi.
.
Salman Rushdie bersembunyi sejak fatwa Imam Khomeini dan polisi Inggris bertanggung jawab menjaganya di tempat yang dirahasiakan. Biaya pengawalan Salman Rushdie setiap tahunnya mencapai 10 juta pound. Besarnya dana tersebut hingga membuat pangeran Inggris pernah menyatakan bahwa Salman Rushdie telah menjadi beban berat bagi para pembayar pajak Inggris.
.
Meski menghadapi kemarahan umat Islam dunia, Salman Rushdie tidak jera untuk mencetak ulang novelnya. Ketika pemerintah Inggris menolak untuk mencetak ulang buku Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie membawanya ke Amerika Serikat dan mencetak ulang buku kontroversial itu dan dijual dengan harga yang sangat murah. (IRIB Indonesia/MZ)

Imam Khomeini Ungkap Makar Dinas Intelijen Barat di Balik Publikasi Buku Ayat-Ayat Setan

Selasa, 2012 Februari 14 09:00
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, Heshmatollah Falahat menilai fatwa mati terhadap Salman Rushdie yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini, sebagai langkah bijak dan bahwa fatwa tersebut bukan hanya sesuai dengan prinsip-prinsip al-Quran, melainkan juga sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
 .
Dalam wawancaranya dengan Mehr News (13/2), Heshmatollah mengatakan, “Di Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa, dibentuk berbagai komite budaya yang beraktivitas di bawah pengawasan lembaga-lembaga intelijen. Komite-komite budaya tersebut secara resmi merekrut para cendikiawan untuk dikerahkan dalam program perang budaya.”
 .
“Mereka [Barat] berpendapat bahwa para cendikiawan yang dikerahkan pada era Perang Dingin dalam melawan paham komunisme era Uni Soviet, dapat kembali di aktifkan untuk melawan dunia Islam sebagai tantangan baru bagi Barat. Salah satu dari cendikiawan tersebut adalah Salman Rushdie,” tegas Hehsmatollah.
 .
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Iran itu mengatakan, “Salman Rushdie  dan komite budaya Barat menggelar propaganda anti-Islam itu untuk dua tujuan. Pertama melawan gelombang kecenderungan terhadap Islam yang semakin meluas di Barat dan keud menghadapi dunia Islam secara keseluruhan dalam upaya mewujudkan atmosfer sekulerisme di negara-negara Islam.
 .
“Imam Khomeini pada masa itu mengungkap tujuan-tujuan di balik layar Barat dan menjelaskan bahwa blok Barat tengah menggelar perang baru yaitu perang dengan Islam. Imam Khomeini ra berusaha menciptakan baris pertahanan baru menghadapi propaganda Barat dengan fatwa tegas itu. Fatwa Imam Khomeini itu mengubah perimbangan internasional dan kini setelah bertahun-tahun berlalu sejak, para pemuda Muslim mengetahui bahwa fatwa Imam Khomeini itu merupakan langkah pencegahan menghadapi politik budaya distorsif Barat,” jelas Heshmatollah.
 .
Menurutnya, fatwa Imam Khomeini bukan hanya sesuai dengan prinsip al-Quran dan agama melainkan juga sesuai dengan hukum internasional. Karena Salman Rushdie melalui jenis pengingkarannya tengah berupaya menggelar perang era abad pertengahan anti-Islam dan menciptakan fitnah besar dalam dunia Islam serta menyulut medan perang baru antara Barat dan Islam.
 .
Fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie itu merupakan langkah pencegahan karena terungkap bahwa di masa-masa berikutnya, muncul Salman Rushdie baru di Belanda, Denmark, Jerman, dan di banyak negara Barat, yang semuanya merupakan hasil dari komite budaya yang berada di bahwa pengawasan lembaga-lembaga intelijen.
 .
Menjawab pertanyaan apakah fatwa mati terhadap Salman Rushdie itu akan membuat musuh-musuh Islam semakin kurang ajar? Heshmatollah mengatakan, “Fatwa Imam Khomeini ra telah menunjukkan pengaruhnya, mungkin jika Salman Rushdie terbunuh, pengaruhnya tidak seperti sekarang. Karena setiap tahun umat Islam memperingati solidaritas mereka dalam mendukung fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdie.”
 .
“Dunia barat dengan seluruh kemampuan mereka berusaha melindungi Salam Rushdie dan ini membuktikan kekhawatiran Barat terhadap dunia Islam, dan bahkan sejak fatwa terhadap Salman Rushdie itu, kecenderungan terhadap agama Islam di Barat semakin meluas.”

Israel sengaja melancarkan serangan terhadap kedutaannya sendiri di India dan Georgia untuk membangkitkan simpati dari negara lain.

Iran: Ledakan Kedubes Hanya Akal-akalan Israel

Selasa, 2012 Februari 14 16:29


Seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan, Israel sengaja melancarkan serangan terhadap kedutaannya sendiri di India dan Georgia untuk membangkitkan simpati dari negara lain
.
Pada hari Senin (13/2), seorang diplomat Israel di New Delhi terluka ketika sebuah mobil kedutaan meledak dan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Dubes Israel untuk India tidak terluka dalam insiden itu, Press TV melaporkan
.
Dalam serangan kedua, pekerja lokal Georgia untuk kedutaan Israel di Tbilisi menemukan sebuah bom di bawah mobil saat mengemudi ke kedutaan. Bom itu berhasil dijinakkan sebelum meledak
.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung menuduh Iran dan Hizbullah mendalangi kedua serangan tersebut
.
Catatan masa lalu Israel menunjukkan bahwa rezim itu sebelumnya telah melakukan operasi serupa untuk memperoleh popularitas dan menarik simpati dari negara-negara lain, kata Wakil Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Islam Iran, Ismail Kowsari pada Selasa (14/2)
.
Kowsari menegaskan bahwa Israel melancarkan serangan terhadap diri mereka sendiri dalam upaya untuk menuding negara-negara lain, terutama Iran dan mencari keuntungan politik untuk kepentingannya
.
“Israel, yang mendalangi pembunuhan para ilmuwan bangsa kita, sengaja menuding Iran untuk membela dirinya sendiri dan menyimpangkan opini publik internasional,” tambahnya
.
Iran berulang menegaskan bahwa agen Zionis Israel, AS dan Inggris bertanggung jawab atas upaya pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir negara itu, yang sejauh ini telah menggugurkan empat pakar Iran sejak awal 2010.

Pasukan Saudi Tangkap Manajer Rumah Sakit Awamiyah

Selasa, 2012 Februari 14 15:50


Pasukan Saudi menangkapmanajer rumah sakit di kota Awamiyah di daerah Qatif, Provinsi Timur Arab Saudi. Dia ditangkap karena dituduh telah mengobati luka para demonstran damai anti-rezim Riyadh. Press TV melaporkan, Selasa (14/2).Pasukan rezim Riyadh menindas para pengunjuk rasa secara kejam. Mereka menangkap Kepala Puskesmas Awamiya di Provinsi Timur karena memberikan pertolongan kepada pengunjuk rasa yang terluka dalam demonstrasi anti-rezim Al Saud.Sebelumnya, pada Ahad, sekelompok pemrotes Saudi mengadakan demonstrasi di wilayah Qatif. Mereka menuntut diakhirinya kekuasaan rezim Al Saud.

Pada 9 Februari, seorang pengunjuk rasa tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan rezim Riyadh setelah pasukan Saudi melepaskan tembakan dengan peluru tajam guna membubarkan para demonstran di kota Qatif.

Sejak Februari 2011, para pengunjuk rasa Saudi melakukan demonstrasi secara teratur di hampir seluruh Provinsi Timur Saudi yang kaya minyak, terutama di Qatif dan kota Awamiyah. Mereka menyerukan pembebasan semua tahanan politik, kebebasan berekspresi dan berkumpul serta mengakhiri diskriminasi.

Parapengunjuk rasa juga menginginkan diakhirinya diskriminasi ekonomi dan agama terhadap wilayah kaya minyak itu. Beberapa demonstran tewas dan puluhan aktivis telah ditangkap sejak awal protes di wilayah tersebut.

Memperingati Satu Tahun Revolusi Bahrain

Selasa, 2012 Februari 14 12:25


Polisi Bahrain bentrok dengan pengunjuk rasa pada hari Senin (13/2) di tengah seruan para aktivis untuk menandai ulang tahun pertama kebangkitan rakyat Bahrain
.
Satu tahun setelah protes pro-demokrasi, Dinasti Al Khalifa berada pada kebuntuan politik, dengan pengunjuk rasa kembali ke jalan-jalan meskipun penguasa melakukan tindakan mematikan terhadap pemprotes. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran yang menuju Bundaran Mutiara di Manama, titik fokus protes tahun lalu
.
Koalisi Pemuda Revolusi 14 Februari mendesak simpatisan untuk berkumpul di Manama guna memperingati ulang tahun pertama pemberontakan melawan rezim diktator Al Khalifa. Kelompok-kelompok oposisi bersikeras bahwa aspek gerakan damai merupakan strategi permanen mereka dan menolak terlibat dalam konfrontasi
.
Terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir, rakyat Bahrain turun ke jalan pada tanggal 14 Februari 2011 untuk menuntut reformasi demokratis. Akan tetapi, rezim Manama menumpas protes damai itu dan bahkan meminta bantuan pasukan Arab Saudi untuk memberangus aksi tersebut. Rakyat Bahrain menuntut perubahan konstitusi yang akan memberikan wewenang kepada parlemen terpilih untuk membentuk pemerintah
.
Rekonsiliasi nasional sepertinya tidak akan membuahkan hasil selama rezim Manama menolak untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya dan mengakhiri penggunaan kekerasan terhadap warga sipil. Demonstran menuntut pembentukan monarki konstitusional dan hak istimewa terbatas untuk raja
.
Sebenarnya ada beberapa masalah yang telah memicu protes di Bahrain seperti, diskriminasi sektarian. Mayoritas penduduk Bahrain menganut paham Syiah, namun mereka terpinggirkan dan mendapat perlakuan diskriminatif oleh kelompok minoritas Sunni yang dipimpin oleh Dinasti Al Khalifa. Kelompok mayoritas menderita diskriminasi sektarian di hampir semua aspek kehidupan, termasuk sektor lapangan kerja dan representasi pemilu
.
Isu lain yang telah memicu protes nasional di Bahrain adalah sistem politik, pemilihan umum dan pembatasan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. Dalam ranah politik, Bahrain menganut sistem monarki absolut dan Dinasti Al Khalifa telah memerintah negara itu selama lebih dari 40 tahun
.
Masalah lain adalah pembatasan kebebasan berbicara. Dinasti Al Khalifa membatasi kebebasan berekspresi di Bahrain. Rezim melecehkan aktivis yang mengkritik mereka secara terbuka. Di Bahrain, semua siaran media adalah milik negara, karena itu suara-suara oposisi tidak menemukan ruang untuk mengudara
.
Belum lagi, oposisi terhadap monarki tidak akan ditolerir di Bahrain. Monarki telah secara terbuka dan keras menekan para kritikus rezim. Pada awal tahun 2007, pasukan keamanan Bahrain telah membasmi kritikus vokal pemerintah, menahan tokoh oposisi, merampas hak-hak dasar mereka, termasuk akses ke pengacara dan kunjungan oleh anggota keluarga
.
Rezim juga membungkam para tahanan dengan perlakuan kasar dan penyiksaan. Kelompok hak asasi manusia telah mendokumentasikan penggunaan penyiksaan terhadap tahanan dan menyeru masyarakat internasional untuk menghentikan perlakuan tidak manusiawi rezim Bahrain
.
Oleh karena itu, rakyat Bahrain sekarang menuntut sebuah monarki konstitusional dan pelaksanaan Piagam Aksi Nasional Bahrain, yang antara lain, melindungi kebebasan individu dan kesetaraan, kebebasan berekspresi dan penerbitan, dan mengakui rakyat sebagai sumber kekuatan. Selain itu, demonstran juga menuntut pembatasan kekuasaan raja, melepaskan tahanan politik, menggelar pemilu yang bebas dan adil serta mengadili mereka yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah.

Rusia Siap Bela Iran Jika Diserang AS

Rusia Siap Bela Iran Jika Diserang AS

Selasa, 2012 Februari 14 15:57
Kepala Staf Militer Rusia Jenderal Nikolai Makarov memperingatkan bahwa Rusia akan mengambil reaksi keras jika Amerika Serikat melakukan segala bentuk serangan militer ke Iran.
.
IRNA pada Selasa (14/2) melaporkan, Makarov kepada wartawan mengatakan, Rusia secara objektif memantau kondisi terkait Iran dan mengamati setiap manuver pasukan asing di kawasan. Ditambahkannya, Moskow memiliki berbagai opsi jika terjadi segala bentuk kemungkinan perang di kawasan.
.
Seraya menyinggung pernyataan para pejabat Tehran seputar kesiapan pasukan militer Iran untuk membalas agresi musuh, Makarov menandaskan, “Kami juga sepenuhnya mengikuti reaksi Iran terhadap pernyataan-pernyataan provokatif para pejabat AS.”
.
Berbicara tentang perkembangan di Suriah, Makarov menegaskan, “Kami setiap hari memantau kondisi di Suriah dan kami percaya bahwa Barat ingin menerapkan strategi Libya di Suriah.”
.
Menyinggung penentangan lembaga-lembaga militer Rusia terhadap konspirasi Barat terhadap Suriah, Makarov menambahkan, tanpa ragu bahwa upaya untuk menjalankan skenario Libya di Suriah akan menghadapi penentangan dari banyak negara.

Dosen Kairo: “Kami Semua di Mesir Syiah”

Selasa, 2012 Februari 14 09:17
Doktor Mohammad al-Dasuqi, dosen universitas Kairo, Mesir, Syeikh Abdul Naser Jabri, Rektor Fakultas Dakwah Islam Lebanon, Taufik Ali Wahbah, Direktur Lembaga Riset Kairo, bertemu dengan Ayatullah Muqtadaee, pemimpin Hawzah Ilmiah.
.
Mehr News melaporkan, dalam pertemuan tersebut, Doktor Muhammad al-Dasuqi mengatakan,”Politik Barat dan Amerika Serikat adalah agar tidak satu pun negara Islam yang memiliki kemulian dan kewibawaan, serta tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi bahaya dan tantangan. Akan tetapi bertentangan dengan tuntutan dan keinginan Amerika Serikat, kemuliaan dan kewibawaan tersebut akan kembali ke pangkuan umat Islam.”
.
Seraya menjelaskan bahwa Islam telah mengumpulkan umat Muslim di satu barisan dan mewujudkan persatuan, al-Dasuqi mengatakan, “Satu-satunya cara untuk menghadapi makar musuh, adalah persatuan Islam, dan kita harus menyatukan genggaman di hadapan kaum arogan.
.
Dosen Universitas Kairo itu seraya menegaskan bahwa agama kita adalah agama kemuliaan dan kewibawaan, kita harus bahu-membahu dan bersatu guna mewujudkan kemuliaan dunia Islam.
.
Menyinggung kecintaan rakyat Mesir kepada Ahlul Bait as, Doktor al-Dasuqi menjelaskan, “Kita semua di Mesir dari sisi kecintaan terhadap Ahlul Bait as, kami semua adalah orang Syiah, ini adalah fakta yang ada.”
.
“Meski kita memiliki perbedaan di bidang fiqih, akan tetapi kami tumbuh besar dengan kecintaan terhadap Ahlul Bait,” kata Doktor al-Dasuqi.

para ahli hadis sunni menisbatkan hal yang tidak masuk akal kepada Nabi mulia Muhammad saw

Para ulama Ahlusunnah, seperti Muslim dan lainnya meriwayatkan bahwa ada seorang waria yang baisa main-mainn ke rumah istri-istri Nabi saw. Demikian ditegaskan Ibnu Hajar dalam Fathu al Bâri-nya19/398.

Karena Nabi saw. adalah sumber syari’at maka para ulama Ahlusunnah segera menarik sebuah kesimpulan hukum bahwa: pria yang berlagak seperti kaum perempuan karena adanya kecenderungan bawaan, maka ia boleh dan bebas masuk ke dalam rumah-rumah untuk bergaul dengan dengan istri-istri/anak-anak perempuan kita. Demikian difatwakan oleh Imam ath Thabari. Ibnu Hajar berkata, “Ath Thabari berdalil untuk hal itu dengan tidak melarangnya Nabi saw. masuknya si waria itu ke rumah beliau, sehingga setelah terbukti waria itu mulai merusak moral para istri beliau barulah beliau memerintahkan agar ia tidak diizinlkan lagi masuk dan bergaul dengan istri-istri beliau… “[1]

UStad Husain Ardilla :

Setujukan Anda dengan prilaku para istri Nabi saw. yang gemar bergaul dan ngobrol dengan kaum waria, sehingga disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari, ia mensifati bagian-bagian tubuh paling sensual kaum wanita kota Thaif kepada saudara Ummu Salamah istri Nabi yang bernama Abdullah bin Abi Umayyah dan juga merangsangnya agar memburu gadis-gadis kota Thaif jika nanti pada suatu hari Nabi saw. menyerang dan menaklukan kota Thaif?

Setujukan Anda menerima kenyataan bahwa rumah Nabi saw. sebagai rumah singgah dan tempat ngerumpi kaum waria?

Relakah Anda jika istri Anda bergaul dan gemar ngerumpi dengan kaum waria?

Lalu mengapakah para ahli hadis sunni  menisbatkannya kepada Nabi mulia Muhammad saw.?!


[1] Fathu al Bâri,19/398

Menhan Jerman : “Israel tidak akan menang jika berperang dengan Iran.Perangi Iran, Israel Hancur “

Menhan Jerman: Perangi Iran, Israel Hancur

Thomas de Maiziere

Menhan Jerman: Perangi Iran, Israel Hancur

Senin, 13 Pebruari 2012 07:13 WIB

Menteri Pertahanan Jerman, Thomas de Maiziere, memperingatkan Tel Aviv atas setiap petualangan militer mereka di Iran. Sebab, retorika perang anti-Iran oleh Amerika Serikat dan Israel sudah terbilang sangat mengkhawatirkan.

Dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeinen Sonntagszeitung, De Maiziere memperingatkan Israel bahwa serangan terhadap Iran hanya akan menimbulkan kerusakan politik Israel. De Maiziere memastikan negeri Zionis itu tidak akan menang jika berperang dengan Iran.

“Keberhasilan dalam upaya melawan Republik Islam akan menjadi sangat tidak mungkin,” kata De Maiziere seperti dikutip Press TV.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, para pejabat Israel mengancam akan melakukan serangan militer terhadap Iran. Israel sesumbar akan menyerang Iran menyusul sanksi Barat yang gagal memaksa Teheran menghapuskan program nuklir sipilnya.

Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, merupakan salah satu penjabat Israel yang melontarkan ancaman perang terhadap Iran. “Israel memiliki banyak pilihan cara ketika sanksi internasional gagal membujuk Iran untuk menghentikan program nuklirnya.” ungkapnya

Perdagangan Iran
foto

Mahmoud Ahmadinejad.

Embargo Ekonomi Tak Mempan Hancurkan Iran

Uni Eropa semakin meningkatkan tekanan embargo minyak bagi Iran. Pemerintah negara-negara Eropa kini mengikuti langkah Uni Eropa dengan melarang perusahaannya mengadakan kontrak dengan Iran. Bukan hanya pelarangan bagi ekspor-impor minyak, Eropa juga melarang kerja sama perdagangan petrokimia, kertas, emas, logam mulia, berlian, dan koin.

Namun, apakah embargo minyak akan menghancurkan ekonomi Iran?

Kontrak pelarangan perdagangan dengan Iran akan berlangsung hingga 1 Juli 2012. Masalahnya adalah negara-negara yang memutuskan perdagangan juga sedang mengalami krisis ekonomi. Italia menjadi negara di Eropa yang paling banyak mengimpor minyak Iran, disusul Yunani dan Spanyol. Arab Saudi diharapkan dapat menjadi pemasok utama, menggantikan posisi Iran. Namun Arab Saudi memiliki keterbatasan pasokan dan tentunya ini bukan hal mudah bagi Eropa.

Sekitar 90 persen ekspor Iran ditujukan bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Tingginya impor minyak negara-negara Uni Eropa menjadikan Iran sebagai pemasok terbesar di Eropa setelah Cina. Dalam satu hari ekspor minyak Iran dapat mencapai 2,5 juta barel. Perdagangan minyak menghasilkan tiga perempat output pemasukan bagi ekonomi Iran.

Sanksi Eropa mengakibatkan 40 persen inflasi dan 50 persen pengangguran. Kini Iran sedang melakukan strategi untuk mengimbangi embargo yang dikenakan Uni Eropa. Iran kemungkinan akan mengekspor minyak ke Cina, India, dan sejumlah negara Asia. Cara itu akan sedikit meningkatkan perekonomian Iran, terlebih jika Iran melakukan potongan harga per barelnya.

Paul Stevens, peneliti senior dari London-Chatham House, mengatakan segala upaya yang dilakukan Eropa belum tentu mampu menghentikan penggunaan nuklir Iran. “Eropa mampu memberikan frustrasi publik bagi perekonomian Iran, tapi ini justru bisa memperkuat kelompok yang berada di belakang (Presiden Iran Mahmud) Ahmadinejad,” katanya.

Stevens mengungkapkan Ahmadinejad juga melakukan berbagai upaya untuk menolong perekonomian Iran dengan tetap mengandalkan perdagangan minyak. Sementara itu ia juga masih percaya bahwa nuklir adalah alat untuk mengamankan negara.

Langkah terakhir yang dilakukan Barat adalah mulai memasuki kawasan Selat Hormuz di Iran. Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, bersama dengan kapal milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan sebuah kapal perang Prancis, Senin, 23 Januari 2012, berusaha memblokir daerah perdagangan tersebut.

.

Rabu, 08 Februari 2012 | 13:31 WIB

Meski Dilarang AS, India Tetap Beli Minyak Iran

Meski diancam sanksi oleh Amerika dan negara-negara Barat, India tetap menjadi konsumen setia minyak Iran. Agar transaksinya tak terganggu sanksi Barat, pemerintah kedua negara telah menyepakati mekanisme baru pembayaran minyak setelah bank sentral Iran diblokir.

Kantor berita BBC mengabarkan India akan membayar 45 persen dari nilai transaksi minyak mereka pada rekening khusus pemerintah Iran. Rekening itu dibuka di salah satu bank yang berdomisili di India sehingga tak terkena ancaman blokir. Sisa pembayaran akan dikompensasikan melalui investasi dalam proyek-proyek infrastruktur Iran, termasuk minyak dan gas.

Sebelumnya, Amerika dan sekutunya telah mengancam negara-negara lain yang masih membeli minyak dari Iran. Ancaman pemblokiran transaksi ini ikut melibatkan jaringan bank internasional dengan bank-bank di Iran. Amerika menyatakan hal ini menjadi sanksi karena Iran membangkang terus mengembangkan program nuklir.

Duta Besar Iran di India Seyed Nehdi Babizedeh mengatakan, pihaknya telah membuka rekening di bank India untuk memproses pembayaran dalam mata uang rupee. Salah satu bank yang menjadi tempat transaksi ialah adalah United Commercial Bank of India (UCO) dan beberapa lembaga lain yang tak bisa disebutkan.

Sebagai timbal balik, Iran diminta membeli mesin, logam dan suku cadang kendaraan buatan India dengan menggunakan rupee. “Hal ini disepakati dalam beberapa perundingan, dan akhirnya sebuah mekanisme yang menguntungkan kedua belah pihak kini disepakati,” katanya.

Menanggapi aksi Iran dan India, lembaga konsultan internasional, Global Insight Group mengatakan manuver dua negara ini menunjukkan sanksi dan ancaman Amerika tak ditakuti negara lain. “Sanksi terhadap Iran terbukti sulit ditegakkan karena ketergantungan Asia pada minyak mentah produksi mereka.” demikian pernyataan lembaga itu.

Buktikan Kemenangan Revolusi Islam, Ekspor Non-Minyak Iran Tumbuh 7000 Persen

Rabu, 2012 Februari 08 15:16

Kemenangan revolusi Islam Iran menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang. Faktanya, di tengah gencarnya tekanan sanksi Barat yang mengalir deras, ekspor non-minyak Iran selama 33 tahun tumbuh 7000 persen.

Farsnews hari ini (Rabu,8/2) melaporkan, ekspor non-minyak Iran dalam sepuluh  bulan terakhir melewati $38 miliar. Diprediksi hingga akhir tahun kalender berjalan Iran 1390 Hs (21 Maret 2011-19 Maret 2012) akan menembus $40 miliar. Padahal pada tahun 1979 hanya sebesar $542 juta.

Percepatan ekspor non-minyak Iran terjadi pada dekade 1380 Hs. Ekspor non-minyak pada tahun 1383 Hs mencapai $6,8 miliar. Kemudian terjadi lonjakan kenaikan di tahun berikutnya. Ekspor non-minyak Iran setahun berikutnya menembus $10,4 miliar, dan di tahun 1385 Hs terus merangkak sebesar $12,9 miliar, yang disusul kenaikan tahun berikutnya. Pada tahun 1386 Hs naik sebesar $15,3 miliar, dan tahun $1387 Hs meningkat sebesar $18,3 miliar.

Tahun lalu, ekspor non-minyak Iran mengalami lonjakan pesat sebesar $32,6 miliar. Kemudian naik sebesar 5,4 miliar dalam 10 bulan pertama tahun ini. Diprediksi hingga akhir tahun akan mengalami kenaikan melebihi 73 kali lipat.

Dilaporkan 70 persen ekspor non-minyak Iran terkait komoditas industri dengan nilai tambah yang tinggi.

Senin, 06 Februari 2012 | 08:13 WIB

Iran Akan Serang Tetangga yang Terlibat Perang

Iran akan menjadikan setiap negara yang terlibat dalam penyerangan terhadap negara itu sebagai target serangan. Peringatan itu disampaikan seorang komandan Garda Revolusi senior, Minggu, 5 Februari 2012, di tengah ketegangan yang meningkat terkait program nuklir Iran dan sanksi-sanksi Barat.

Jenderal Hossein Salami, Wakil Komandan Garda Revolusi, kekuatan militer terkuat di Iran, tampaknya memberi peringatan kepada tetangga Iran untuk tidak membiarkan wilayah darat atau udaranya digunakan sebagai basis serangan.

“Setiap tempat yang menjadi asal operasi penyerangan musuh terhadap Republik Islam Iran akan menjadi target serangan balik unit-unit tempur Garda,” kata Jenderal Salami, menurut kantor berita Fars.

Garda Revolusi mulai melakukan manuver di selatan negara itu, Sabtu, menyusul latihan angkatan laut dekat Selat Hormuz, sebuah rute ekspor minyak penting. Iran telah mengancam akan menutup selat itu jika Barat menetapkan sanksi yang membatasi ekspor minyak Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa langkah ekonomi dan militer menjadi jaminan satu-satunya negara itu untuk perdamaian dan keamanan menyusul perkembangan terbaru di Iran dan Suriah.

“Dalam beberapa hari terakhir, kami diingatkan seperti apa lingkungan tempat kita hidup,” kata Netanyahu pada awal pertemuan kabinet mingguan.

“Dalam suatu wilayah di mana satu-satunya jaminan keberadaan (kita) adalah keamanan dan kemakmuran yang kuat.”

“Kami akan terus membangun kekuatan militer, ekonomi, dan sosial Israel, yaitu satu-satunya jaminan bagi perdamaian dan juga pertahanan Israel jika perdamaian runtuh.”

AS dan sekutu Baratnya menuduh Iran memproduksi senjata atom. Iran mengatakan program nuklirnya dimaksudkan untuk menghasilkan bahan bakar untuk reaktor nuklir masa depan dan radioisotop medis yang diperlukan untuk pasien kanker.

perang minyak dengan Iran akan membuat negara-negara Uni Eropa bertekuk lutut mengingat Iran tidak akan mengekspor minyaknya ke Eropa bahkan setetes

Diembargo Barat, Ekspor Non-Minyak Iran Meroket Hingga 7.000 Persen

Perdagangan Iran
foto

Mahmoud Ahmadinejad.

Embargo Ekonomi Tak Mempan Hancurkan Iran

Uni Eropa semakin meningkatkan tekanan embargo minyak bagi Iran. Pemerintah negara-negara Eropa kini mengikuti langkah Uni Eropa dengan melarang perusahaannya mengadakan kontrak dengan Iran. Bukan hanya pelarangan bagi ekspor-impor minyak, Eropa juga melarang kerja sama perdagangan petrokimia, kertas, emas, logam mulia, berlian, dan koin.

Namun, apakah embargo minyak akan menghancurkan ekonomi Iran?

Kontrak pelarangan perdagangan dengan Iran akan berlangsung hingga 1 Juli 2012. Masalahnya adalah negara-negara yang memutuskan perdagangan juga sedang mengalami krisis ekonomi. Italia menjadi negara di Eropa yang paling banyak mengimpor minyak Iran, disusul Yunani dan Spanyol. Arab Saudi diharapkan dapat menjadi pemasok utama, menggantikan posisi Iran. Namun Arab Saudi memiliki keterbatasan pasokan dan tentunya ini bukan hal mudah bagi Eropa.

Sekitar 90 persen ekspor Iran ditujukan bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Tingginya impor minyak negara-negara Uni Eropa menjadikan Iran sebagai pemasok terbesar di Eropa setelah Cina. Dalam satu hari ekspor minyak Iran dapat mencapai 2,5 juta barel. Perdagangan minyak menghasilkan tiga perempat output pemasukan bagi ekonomi Iran.

Sanksi Eropa mengakibatkan 40 persen inflasi dan 50 persen pengangguran. Kini Iran sedang melakukan strategi untuk mengimbangi embargo yang dikenakan Uni Eropa. Iran kemungkinan akan mengekspor minyak ke Cina, India, dan sejumlah negara Asia. Cara itu akan sedikit meningkatkan perekonomian Iran, terlebih jika Iran melakukan potongan harga per barelnya.

Paul Stevens, peneliti senior dari London-Chatham House, mengatakan segala upaya yang dilakukan Eropa belum tentu mampu menghentikan penggunaan nuklir Iran. “Eropa mampu memberikan frustrasi publik bagi perekonomian Iran, tapi ini justru bisa memperkuat kelompok yang berada di belakang (Presiden Iran Mahmud) Ahmadinejad,” katanya.

Stevens mengungkapkan Ahmadinejad juga melakukan berbagai upaya untuk menolong perekonomian Iran dengan tetap mengandalkan perdagangan minyak. Sementara itu ia juga masih percaya bahwa nuklir adalah alat untuk mengamankan negara.

Langkah terakhir yang dilakukan Barat adalah mulai memasuki kawasan Selat Hormuz di Iran. Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, bersama dengan kapal milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan sebuah kapal perang Prancis, Senin, 23 Januari 2012, berusaha memblokir daerah perdagangan tersebut.

Diembargo Barat,Buktikan Kemenangan Revolusi Islam, Ekspor Non-Minyak Iran Tumbuh 7000 Persen

Rabu, 2012 Februari 08 15:16

Kemenangan revolusi Islam Iran menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang. Faktanya, di tengah gencarnya tekanan sanksi Barat yang mengalir deras, ekspor non-minyak Iran selama 33 tahun tumbuh 7000 persen.

Farsnews hari ini (Rabu,8/2) melaporkan, ekspor non-minyak Iran dalam sepuluh  bulan terakhir melewati $38 miliar. Diprediksi hingga akhir tahun kalender berjalan Iran 1390 Hs (21 Maret 2011-19 Maret 2012) akan menembus $40 miliar. Padahal pada tahun 1979 hanya sebesar $542 juta.

Percepatan ekspor non-minyak Iran terjadi pada dekade 1380 Hs. Ekspor non-minyak pada tahun 1383 Hs mencapai $6,8 miliar. Kemudian terjadi lonjakan kenaikan di tahun berikutnya. Ekspor non-minyak Iran setahun berikutnya menembus $10,4 miliar, dan di tahun 1385 Hs terus merangkak sebesar $12,9 miliar, yang disusul kenaikan tahun berikutnya. Pada tahun 1386 Hs naik sebesar $15,3 miliar, dan tahun $1387 Hs meningkat sebesar $18,3 miliar.

Tahun lalu, ekspor non-minyak Iran mengalami lonjakan pesat sebesar $32,6 miliar. Kemudian naik sebesar 5,4 miliar dalam 10 bulan pertama tahun ini. Diprediksi hingga akhir tahun akan mengalami kenaikan melebihi 73 kali lipat.

Dilaporkan 70 persen ekspor non-minyak Iran terkait komoditas industri dengan nilai tambah yang tinggi.

Republik Islam Iran menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang. Di tengah gencarnya tekanan sanksi Barat, nilai ekspor non-minyak Iran selama 33 tahun tumbuh 7.000 persen.

Menurut Farsnews Rabu (8/2), ekspor non-minyak Iran dalam sepuluh bulan terakhir melampaui 38 miliar dolar AS.  Sepanjang 21 Maret 2011 hingga 19 Maret 2012, ekspor non-minyak Iran akan menembus 40 miliar dolar. Padahal pada tahun 1979 hanya sebesar 542 juta dolar.

Tahun lalu, ekspor non-minyak Iran mengalami lonjakan pesat sebesar 32,6 miliar dolar AS. Kemudian naik sebesar 5,4 miliar dalam 10 bulan pertama tahun ini. Diprediksi hingga akhir tahun akan mengalami kenaikan melebihi 73 kali lipat.

Dilaporkan 70 persen ekspor non-minyak Iran terkait komoditas industri dengan nilai tambah yang tinggi.

Harga minyak dunia kembali melonjak    (16/2). Lonjakan itu tersjadi setelah Iran memperingatkan kemungkinan menangguhkan ekspor minyak mentah ke enam negara Uni Eropa di tengah meningkatnya ketegangan tentang program nuklir Teheran.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 1,06 dolar AS menjadi ditutup pada 101,80 dolar AS per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April menetap di 118,93 dolar AS per barel, naik 1,58 dolar AS dari tingkat penutupan Selasa (14/2).

Pasar terutama terpaku pada kekhawatiran tentang Iran. “Pagi ini, kami punya berita tentang Iran memotong ekspor ke (enam) negara Eropa. Tampaknya menjadi pendorong utama pasar,” kata Tom Bentz dari BNP Paribas.

Kemarin, Iran menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan pemotongan penjualan minyak ke enam negara Uni Eropa, tetapi tidak akan melakukannya pada saat ini. Sementara para pejabat Eropa tak gentar, mengatakan mereka sedang mencari pemasok lain.

Lembaga penyiaran nasional Iran, IRIB melaporkan di situsnya bahwa duta besar Prancis, Yunani, Italia, Belanda, Portugal dan Spanyol dipanggil ke kementerian luar negeri di Teheran dan memperingatkan bahwa Iran akan merevisi penjualan minyaknya ke negara-negara tersebut.

Peringatan itu adalah pembalasan dari larangan Uni Eropa pada impor minyak Iran secara bertahap hingga kontrak berakhir 1 Juli.

Komisi Eropa mengatakan sekalipun jika Iran memotong penjualan kepada Uni Eropa, itu akan membuat sedikit perbedaan karena pembeli Uni Eropa sudah mengalihkan pemasok.

Harga juga mendapat beberapa dukungan setelah Departemen Energi AS melaporkan stok minyak mentah AS merosot 200.000 barel dalam pekan yang berakhir 10 Februari, menunjukkan penguatan permintaan di konsumen minyak mentah terbesar di dunia itu.Pasar memperkirakan untuk lonjakan 1,3 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.

Seorang anggota parlemen Iran menyatakan bahwa terjun ke medan perang minyak dengan Iran akan membuat negara-negara Uni Eropa bertekuk lutut mengingat Iran tidak akan mengekspor minyaknya ke Eropa bahkan setetes.

Sayyed Emad Hosseini, juru bicara parlemen Iran dari komisi energi, mengatakan, “Republik Islam Iran memiliki cadangan minyak terbesar ketiga di dunia dan tidak dapat dihapus dari jajaran energi global.”

Sayyed Hosseini mengatakan bahwa bermain dengan kekuatan minyak ketiga terbesar di dunia pasti akan mempengaruhi transaksi minyak serta gas internasional dan Eropa tidak akan kebal dari fluktuasi harga minyak.

Dikatakannya bahwa Majelis Iran sedang mempertimbangkan rencana untuk menghentikan ekspor minyak ke negara-negara anggota Uni Eropa yang pada tahap awal akan melumpuhkan perekonomian Italia, Spanyol, dan Yunani.

“Iran [sebagai sebuah negara] kuat dan sanksi minyak yang diberlakukan negara-negara Eropa hanya akan merugikan mereka sendiri karena Iran dapat dengan mudah membuktikan supremasi minyaknya di kawasan Timur Tengah,” katanya.

Hosseini menambahkan bahwa Eropa pasti akan kalah dalam perang minyak dengan Iran karena negara-negara Eropa saat ini sedang bergulat dengan berbagai masalah dalam negeri dan terganggunya suplai minyak dari Iran akan mengacu pada eskalasi tekanan domestik dan krisis di negara anggota Uni Eropa.

Pada sidang di Brussels pada 23 Januari lalu, para menteri luar negeri Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk melarang impor minyak dari Iran, membekukan aset bank sentral negara itu dalam Uni Eropa, dan melarang penjualan berlian, emas, dan logam berharga lainnya ke Iran.

Rabu, 08 Februari 2012 | 13:31 WIB

Meski Dilarang AS, India Tetap Beli Minyak Iran

Meski diancam sanksi oleh Amerika dan negara-negara Barat, India tetap menjadi konsumen setia minyak Iran. Agar transaksinya tak terganggu sanksi Barat, pemerintah kedua negara telah menyepakati mekanisme baru pembayaran minyak setelah bank sentral Iran diblokir.

Kantor berita BBC mengabarkan India akan membayar 45 persen dari nilai transaksi minyak mereka pada rekening khusus pemerintah Iran. Rekening itu dibuka di salah satu bank yang berdomisili di India sehingga tak terkena ancaman blokir. Sisa pembayaran akan dikompensasikan melalui investasi dalam proyek-proyek infrastruktur Iran, termasuk minyak dan gas.

Sebelumnya, Amerika dan sekutunya telah mengancam negara-negara lain yang masih membeli minyak dari Iran. Ancaman pemblokiran transaksi ini ikut melibatkan jaringan bank internasional dengan bank-bank di Iran. Amerika menyatakan hal ini menjadi sanksi karena Iran membangkang terus mengembangkan program nuklir.

Duta Besar Iran di India Seyed Nehdi Babizedeh mengatakan, pihaknya telah membuka rekening di bank India untuk memproses pembayaran dalam mata uang rupee. Salah satu bank yang menjadi tempat transaksi ialah adalah United Commercial Bank of India (UCO) dan beberapa lembaga lain yang tak bisa disebutkan.

Sebagai timbal balik, Iran diminta membeli mesin, logam dan suku cadang kendaraan buatan India dengan menggunakan rupee. “Hal ini disepakati dalam beberapa perundingan, dan akhirnya sebuah mekanisme yang menguntungkan kedua belah pihak kini disepakati,” katanya.

Menanggapi aksi Iran dan India, lembaga konsultan internasional, Global Insight Group mengatakan manuver dua negara ini menunjukkan sanksi dan ancaman Amerika tak ditakuti negara lain. “Sanksi terhadap Iran terbukti sulit ditegakkan karena ketergantungan Asia pada minyak mentah produksi mereka.” demikian pernyataan lembaga itu.

Senjata Makan Tuan, Embargo Minyak Iran Rugikan Asuransi Kapal London

Senin, 13 Pebruari 2012 13:29 WIB

Sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Iran akan membebani pasar asuransi laut di London. UE memberlakukan sanksi berupa larangan impor minyak Iran ke Uni Eropa dan larangan asuransi dari Uni Eropa terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyak dari Iran. Sanksi itu  memaksa kapal tanker perusahaan-perusahaan di London terpaksa memindahkan bisnis asuransinya ke pasar luar Eropa.

Andrew Bardot, pejabat eksekutif sebuah asosiasi pelanggan asuransi kapal di London, International Group P&I Club, mengatakan pemberlakuan sanksi tersebut justru membuka jalan bagi rival London, yaitu Iran, Asia, hingga Rusia.

Apalagi, perusahaannya merupakan pemilik 95 persen asuransi kapal tanker di seluruh dunia. “Secara komersial, kami akan kehilangan premi dari armada-armada kapal. Banyak pengusaha akan berpindah ke pasar lain,” kata Bardot seperti dikutip Reuters, Senin (13/2).

Pekan lalu, pemerintah UE sepakat menerapkan sanksi tersebut untuk menekan program nuklir Teheran. Eksekutif Senior Lloyd’s Market Association Neil Roberts mengatakan London merupakan pusat global asuransi laut terkemuka di dunia. Sebanyak 17 persen dari total pendapatan ekonomi pasar yang mencapai 8,5 miliar dolar AS untuk membiayai usaha lambung dan mesin kapal. Berikutnya delapan persen dari 13 miliar dolar AS untuk asuransi kargo.

Bahkan, kata Robert, sejak Amerika Serikat berencana menerapkan sanksi serupa, bisnis asuransi dari London dan pasar Eropa lainnya kemungkinan akan memindahkan pasarnya ke Asia, Amerika Latin, dan Rusia. “Situasi ini memindahkan iklim bisnis ke wilayah lain,” katanya

.

Yunani dan Iran Angkat Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS
| Selasa, 14 Februari 2012 | 06:58 WIB
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menembus level 100 dollar AS per barrel pada Senin (13/2/2012) waktu New York. Penyebabnya adalah langkah penghematan yang dilakukan Yunani dan pengetatan sanksi kepada Iran seiring dengan keberadaan proyek nuklirnya.

Harga minyak WTI untuk pengantaran Maret naik 2,24 dollar AS menjadi 100,91 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, minyak Brent untuk penetapan Maret naik 62 sen, atau 0,5 persen, menjadi 117,93 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

Parlemen Yunani telah menyetujui rencana penghematan sebagai langkah dalam mengatasi krisis utang di kawasan tersebut. Rencana ini tidak lain sebagai upaya untuk mencairkan dana talangan sebesar 130 miliar euro. Rencana Yunani itu lantas mendorong minyak mentah berjangka juga naik 2,3 persen dan saham-saham global pun melonjak.

Para menteri keuangan Uni Eropa berencana untuk bertemu pada 15 Februari untuk memutuskan apakah paket bantuan kepada Yunani akan diberikan. “(Harga) minyak mentah berkaitan dengan pasar ekuitas. Jika ekuitas terus naik, minyak mentah pun mengikuti,” tambah Schork.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan yang mengkontrol lebih dari 100 supertanker mengatakan akan menyetop untuk membongkar muatan dari Iran. Pasalnya, rencana pemberian sanksi atas Iran dari Uni Eropa yaitu embargo minyak dari Iran pada Juli mendatang kini melebar. Uni Eropa melarang untuk memberikan asuransi kepada kapal. Padahal hampir 95 persen kapal tanker diasuransikan di bawah hukum Eropa sehingga hanya sedikit kapal yang bisa membawa minyak Iran. “Iran benar-benar membuat harga minyak mentah melambung,” sebut Christopher Bellew, pialang senior di Jefferies Bache Ltd, London.

Menurut dia, jika ekspor Iran tersendar karena masalah asuransi kapal maka harga minyak mungkin akan terus naik. <!–

–>

Senin, 06 Februari 2012 | 08:13 WIB

Iran Akan Serang Tetangga yang Terlibat Perang

Iran akan menjadikan setiap negara yang terlibat dalam penyerangan terhadap negara itu sebagai target serangan. Peringatan itu disampaikan seorang komandan Garda Revolusi senior, Minggu, 5 Februari 2012, di tengah ketegangan yang meningkat terkait program nuklir Iran dan sanksi-sanksi Barat.

Jenderal Hossein Salami, Wakil Komandan Garda Revolusi, kekuatan militer terkuat di Iran, tampaknya memberi peringatan kepada tetangga Iran untuk tidak membiarkan wilayah darat atau udaranya digunakan sebagai basis serangan.

“Setiap tempat yang menjadi asal operasi penyerangan musuh terhadap Republik Islam Iran akan menjadi target serangan balik unit-unit tempur Garda,” kata Jenderal Salami, menurut kantor berita Fars.

Garda Revolusi mulai melakukan manuver di selatan negara itu, Sabtu, menyusul latihan angkatan laut dekat Selat Hormuz, sebuah rute ekspor minyak penting. Iran telah mengancam akan menutup selat itu jika Barat menetapkan sanksi yang membatasi ekspor minyak Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa langkah ekonomi dan militer menjadi jaminan satu-satunya negara itu untuk perdamaian dan keamanan menyusul perkembangan terbaru di Iran dan Suriah.

“Dalam beberapa hari terakhir, kami diingatkan seperti apa lingkungan tempat kita hidup,” kata Netanyahu pada awal pertemuan kabinet mingguan.

“Dalam suatu wilayah di mana satu-satunya jaminan keberadaan (kita) adalah keamanan dan kemakmuran yang kuat.”

“Kami akan terus membangun kekuatan militer, ekonomi, dan sosial Israel, yaitu satu-satunya jaminan bagi perdamaian dan juga pertahanan Israel jika perdamaian runtuh.”

AS dan sekutu Baratnya menuduh Iran memproduksi senjata atom. Iran mengatakan program nuklirnya dimaksudkan untuk menghasilkan bahan bakar untuk reaktor nuklir masa depan dan radioisotop medis yang diperlukan untuk pasien kanker.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.